• Tidak ada hasil yang ditemukan

Studi Pengaruh Kecelakaan Kerja Terhadap Biaya Proyek.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Studi Pengaruh Kecelakaan Kerja Terhadap Biaya Proyek."

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

STUDI

PENGARUH

KECELAXAAN

KERJA

TERTIADA]P

BIAYA

PROYEK

SKRIPSI

Diajkat

sebagai syat at wtnk arcrlelesajkan petdfulikat

Pxtgan

Snuw I pada

hotran

I'eloik Sipit

Fakrl*l

fe*nik

I in i *et si

w

Atx,'l*

F.it

dnS

Olehi

SOSI FABRTNA SA.Rr

a

fi2

04t

Pernlriarbillg:

BENI\Y HIDAYAT, MT

YERVI HE.SNA,

MT

JURUS$I TEKNIK

SIPIL-FAKULTAS

TEKNIK

UNIVERSTTAS

ANDALAS

PADANG

200t|

r*iiiri.i,r;r

lrn. -'ri:.':

li

lFo*,."-Lj

(2)

ABSTRAK

Berdesarkan

karqkteristik proyek

konstruksi,

yqitu

\)aktu

pelahsanaarutya

terbatas, dipengaruhi caaca'

perpindahan pekerja

tinggi, dan

banyak menggunakan pekerja

yang trdak terlatilt,

mqkQ

proyek konstruhsi merupakan

sdllh

satu seldor industri yang memiliki

resiko kecelakaan kerja

yang tinq4i. Data

kecelak{uan

keria

periode

Tahun

2002 s.d.

l1

Januari 2005

bersumber

dari

PT

Jamsoslek

(Per,tero) fienccrtat sebanyak 305.068 kasus,

dinana sekitar

31,92a

terjadi pada seklor konstruksi: 31,6% pada sektor

industi;

9,3% pada sektor bansportasi; 2.6?6 pada sektor perlambangan: 3'E76 pacla seldor kehutqnan: dan 20ao pada

s&tor lqnn)a

Stxtdi

ini

dilakukan unluk

memperrtleh Sambctrqn lentang

fenomena kecelakaan keria patla proyek konstruksi dan biaya

krugian

ekihat kecelakaan tersebut. |rletodologi yang .ligunqkan adalah dengan

melakukan penyebaran kuesioner

dan

wawoncqr.T

safelr'

manager

tlalam suatu

plolek

konstlukti.

Aftalisisrya

meliputi

jenis

kecelakaan

tang sering terjadi, falrtor penyebab' dan dampak yang dihq-silkan serta

b i a.va langsu n g ke ce l ak aannYa

Hasil penelitian

ini

menuniukkon

jenis

kecelakaan yang sering

terjadi

atlalah

jenis

kecelakaan

yang memiliki

konsekuensi cederq rit;gan seperti tertusuk palothenda taiam lainnya, tergores benda taj.a!,

terianduig, lerbenlur

benda keras, tangan lecet

da

peralatan/alat

berat rusak, clengan

faktor

penyebab didomindsi oleh

faktor

manusia

sebesor 8l?6. Bia)'a langsung kecelakaan kerja mempengaruhi sekitar 0.0011% biaya proyek untuk sdtu tenaga keria

per

satu

kali

keiddian t ang mengakibatkan kematian (konsekuensi berat). Apabila kontraktor

tidak

memakai dsurqnsi maka

biaya

langsung

kecelakaan kerja

ttenpengaruhi

'sekitar 0,0976%

biaya proyek Asurmsi

merupakan

orograi

perlintlungan bagi tenaga kerja dalam bentuk santunan berupa

'raig

sebagai pengganti sebagian dori penghasilant'upah

yqng hilq g

akiiat

kecilakqon

kerja.

Persentose biqya santunqn songat ber'1gam bergantung pada

jumlah

upah

kerja

dan konsekuensi yang dideritary)a akibat kecelakaQn kerla selama di lingkuftgan kerja tersebut
(3)

BAB

I

PENDAHULUAN

1.1.

Latar

Belakang

Masalah

Keselamatan

dan

Kesehatan

Kerja

(K3)

secara

umum

di

Indonesia

masih

sering

terabaikan

Hal

ini

ditunjukkan

dengan masih tingginya angka

kecelakaan

kerja.

Di

Indonesia,

setiap

tujuh detik

t€{adi

satu kasus kecelakaan

kerja ("K3

Masih

Dianggap Remeh," Warla

Ekonomi,

2

Juni 2006) Hal

ini

tentunya

sangat mempdhatinkan.

Tingkat kepedulian dunia

usaha terhadap

K3

masih

rendah. Padahal tenaga

kerja

adalah aset

penting

perusahaan.

Di

samping

ittl,

yang masih perlu

menJadi catatan adalah

standar keselamatan

ke{a

di

Indonesia ternyata

paling buruk

jika

dibandingkan dengan negala-negara Asia Tenggara lainnya' termasuk

dua negara lainnya,

yakni

Bangladesh dan Pakistan. Sebagai contoh,

data

terjadinya kecelataan kerja yang berakibat fatal

pada tahun

2@l di

Indonesia sebanyak 16.931 kasus, sementara

di

Bangladesh I

I

768 kasus.

Jumlah kecelakaan

ke{a

yang tercatat

juga

ditengarai tidak

menggambarkan kenyataan

di

lapangan

yang

sesungguhlya

yaitu

thgkat

kecelakaan

ke{a

yang

lebih

tinggi

lagi

Seperti

diakui

oleh

berbagai kalangan

di

lingkungan Departemen Tenaga

Kerja,

angka

tecelakaan

kerja

yang tercatat

dicurigai

hanya

mewakili

tidat

lebih
(4)

BAB

VI

PENUTUP

6.1

Kcsimpular

Berdasarktrn

hasil

anatisis

dar

perhitungan

yang

dilakukan maka didapat kesimpulan :

1.

Pada data

level

resiko,

tidak ditemukal jenis

kccclahaan

kerja dengan level resiko yang ditlasifikasikan resiko tinggr.

Hal

ini

disebabkan adanya indikasi para rcsponden berusaha

menutupi

dan enggar

memberi data-data

yang

sesuai di

lapangan untuk menjaga nama baik perusalnan.

2.

Manusia merupakan faktor dominan dalan setiap kecelakaan

itu

terjadi

sebagai

akibat

penilik

usaha atau perxsaft&rn yang ceroboh dan membiarkan pekerja tidak nentaati prinsip

keselamatan dan keschatar keria.

3.

Para

peke{a

yang mengalami kecelakaar kerja pada suatu

proyek

konstruksi,

akar

mendapat kompensasi

baik

dari

kontraktor

(bagi

pekerja

yang

tidak

tnerniliki

jaminan

asurusi) atau

dari

JAMSOSTEK

(bagi

pekerja

yang

memiliki jaminan asuransi).

4.

Biaya

langsung kecelakaan

kerja

mcmpengaruhi sekitar 0.0041% biaya proyek untuk satu tenaga kerja per satu kali

kejadian vang mengakibatkan kematian (lonsekuensi berat)

jika

kontnktor

memahai asrransi. Apabila

kontrattor tidal

memakai asuransi maka

biaya

langsung kecelakaal

ke{a

mempengaruli sekitar 0.0976% bia,va

proyek.

Perscntase
(5)

DAFTAR PUSTAKA

Adeba. Teddr-. "Manaiemen Keselanatan

dan

Kesehatar

Kerja

Korstrutsi

(Studi Kasus Provek Pengernbangan Pelar

anal

Transportasi Udara Surnatera Barat)

.

Tugas

Akhir.

Unand. Padarg.200-1.

Atmaja,

Andar. "Manajemer

Risiko Bisnis Korstruksi (Studi

Kasus

Konfaktor

Dacrah

Kola

Padang)". Jurusan

Teknik

Sipil

Fakultas Tcknik Unir.ersitas Andalas. Padang. 2007

D.

Wirahadikusurnah.

Reini.

"Ta.ntangan Masalah

Keselanatar

&

Kesehatan

Keqa

Pada Proyek

Komtruksi

di

Indonesia".

Fakultas

Teknik

Sipil dan

Lingkungan

Institut

Teknologr

Bandung. (Online !]

!!

dr:i.L!j:,Lt!,itc,ltl akses 28 Scptembe

r

2001r)

Hidayat. Bcrmy. "Aspck Hukurn

dar

Adrninistrasi

Kortral:

Diktat

Kuliah"- Ir{anajencn

&

Rckalasa Komtruksi Jurusan Teknik

Sipil FTUA Padang. 2t)t)-1.

Kusuma. Happ1. -Faktor-Faktor Keselamatan dan Kecelakaan Kerja

Perlu

diperlutikan dalam Pemataian Craine

di

Proyek

Korstruksi",

Tugas A-khir Mahasir;ra Jurusan

Tcknik

Sipil

Universitas

Kistcn

Pcfa.

(Online

Ittg.ldi:l.A,f..plt.!n,ti.Iiirsli1qxi akses 23 Oktober 2008)

irrtal

K.l.com "Himpman

Pcraloran P€rundangan Kesehatan dan

Keselamatarl Kcda

(K:l)"

:

Janlsostck.

"Hinpural

Peraturat

Jamsostek

tetlat€

Program

Khusus

bagi

Tcnaga

Kerja

Harial

Lepas. Borongan dan

Perianjian Kerja Wattu Tertentu Pada Sektor Jasa Konstmksi

di Propinsi Sumaten Barat". Jakafla. 2000

:-

Jamsostek.

"Kumpular Peralu"n

Perundangan

progmrn

Jrrr:ostcl

, Jal,arlJ. 2{t{n'

:--:nan Denli.

Amelia.

"Penerapan Peraluralr

Keselamalan

&

Keschatan

Kerja

Pada Provek

Konstrul<si

di

Sunater:l

Barat".

Jurusan

Teklik

Sipil

Fakultas

Telsrik

Universitas Andalas. Padarg. 2007.

,

-:.lnlo.

"fusiko

dan

Analisisnva".

(Onlinc

Referensi

Dokumen terkait

JENIS-JENIS PEKERJAAN YANG BERESIKO TINGGI MENIMBULKAN KECELAKAAN KERJA PADA PROYEK KONSTRUKSI, Indra Marsada, No Mhs : 04 02 11842, Tahun 2009, Bidang Keahlian

pada proyek konstruksi dengan tingkat cedera yang diderita. akibat

ini.. Dari data diatas menunjukkan semakin besar biaya pencegahan maka mengakibatkan pengaruh negatif terhahadap turunnya kecacatan suatu produk. Dan semakin kecil

Dari hasil analisis diperoleh bahwa tingkat kecelakaan tenaga kerja di Kabupaten Tabanan adalah sedang, sedangkan hubungan kelompok faktor yang mempengaruhi kecelakaan tenaga

mengetahui dengan jelas mengenai risiko -risiko kecelakaan kerja yang dapat terjadi pada proyek konstruksi khususnya proyek perluasan hotel mercure Pontianak. Cara yang

Hasil dari penelitian ini adalah di dalam Proyek Jalan Tol Serpong – Balaraja Seksi I A terdapat beberapa potensi kecelakaan kerja yang mungkin terjadi selama pelaksanaan,

Pada penelitian ini, penulis mengaplikasikan metode FTA pada proyek konstruksi GKM Tower yang berada di Jakarta Selatan, pada masing-masing jenis kecelakaan kerja

Dimana : Accident = Tunjangan kecelakaan kerja W = Upah pekerja FS = Jumlah Tenaga Kerja L = Upah lembur CV = cyclical variation A = variabel dummy keikutsertaan perusahaan pada