Legal Memorandum Pertanggungjawaban Hukum Pemilik Klub Sepak Bola dan Perlindungan Hukum bagi Pemain Sepak Bola atas Pembekuan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).

Teks penuh

(1)

vii

LEGAL MEMORANDUM PERTANGGUNGJAWABAN HUKUM PEMILIK KLUB SEPAK BOLA DAN PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMAIN SEPAK

BOLA ATAS PEMBEKUAN PERSATUAN SEPAK BOLA SELURUH INDONESIA (PSSI) OLEH MENTERI PEMUDA DAN OLAHRAGA

(MENPORA)

ABSTRAK

Sepak bola adalah salah satu olahraga yang banyak digemari di dunia. Selain menyehatkan jasmani, sepak bola juga bisa dijadikan sebagai profesi oleh sebagian orang. Dengan menjadikan sepak bola menjadi profesi, tentu diperlukan kontrak kerja antara pemilik klub dan pemain sepak bola profesional. Di dalam kontrak kerja yang telah mereka sepakati, akan menimbulkan hak dan kewajiban masing- masing pihak. Masalah terkait di dalam penulisan ini adalah tanggung jawab hukum dan perlindungan hukum untuk masing- masing pihak karena tidak terpenuhinya kewajiban salah satu pihak karena alasan tertentu.

Di dalam penulisan ini dikaji beberapa masalah, yaitu Pembekuan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, yang berakibat pada seluruh klub sepak bola yang berkompetisi di Liga Super Indonesia (LSI). Dampak dari dibekukannya PSSI oleh Menpora adalah seluruh klub sepak bola yang sudah menandatangani kontrak dengan pemain, tidak bisa membayar upah para pemainnya. Hal ini diakibatkan karena klub sepak bola tidak mempunyai dana untuk membayar pemainnya, karena klub tidak mempunyai pemasukan dari sponsor dan penjualan tiket sebagai akibat dari tidak adanya pertandingan selama pembekuan PSSI oleh Menpora. Penulisan ini juga mengkaji pertanggungjawaban hukum dan perlindungan hukum untuk para pihak terkait.Hasil penelitian menunjukan bahwa pemilik klub sepak bola harus tetap bertanggung jawab untuk membayar upah pemain sepak bola yang telah dikontrak, pemain sepak bola seharusnya mendapatkan perlindungan hukum berupa klausul perjanjian yang melindungi para pihaknya, dan langkah- langkah hukum sepertinegosiasi, mediasi, arbitrase, dan pengajuan gugatan di Pengadilan Hubungan Industrial.Pemilik klub seharusnyamenjaminkan uangnya di bank (deposit), untuk dijadikan jaminan bagi pemain sepak bolanya, sehingga dalam hal terjadi keadaan- keadaan yang membuat klub tidak dapat memenuhi prestasinya di kemudian hari, maka pemain sepak bola tersebut dapat mengambil upahnya dari uang yang dijaminkan klub pada bank. Selain itu Menpora seharusnya tidak perlu membekukan seluruh PSSI, tetapi hanya klub yang bersangkutan dengan masalah tersebut saja, karena klub yang tidak ada sangkut pautnya pun ikut terkena dampaknya. Lebih lanjut penulis berharap pemerintah mendirikan suatu badan untuk menyelesaikan sengketa khusus untuk olahraga sepak bola, yang terdiri dari pihak- pihak yang berpengalaman dan paham akan olahraga sepak bola.

(2)

LEGAL MEMORANDUM ALEGLIABILITY OWNERS CLUB SOCCER PLAYERS AND LEGAL PROTECTION FOR FREEZING THE SOCCER FOOTBALL UNION

ALL INDONESIA (PSSI) BY THE MINISTER OF YOUTH AND SPORTS (MENPORA)

ABSTRAK

Football is one of the popular sport in the world. Not only for health, football can also be used as a profession by some people. football need contract between the owner of the club and professional football player. Ifthe employment contract has been agreed upon by each party. A related problem in this paper is the legal liability and legal protection for each of the parties for non-fulfillment of the obligations of either party for any reason. This Legal Memorandumexamined several issues, freezing Football Association of Indonesia (PSSI) by the Minister of Youth and Sports, which resulted in the entire football club competing in the Indonesian Super League (LSI). The freeziers of PSSI by Menpora effect football club at which has been many player because they signed, can not pay the wages of the players. it caused by the condition that the football clubs dont have funds to pay the players, because the club does not have income from sponsorship and ticket sales as a result of the absence of a match during freezing of PSSI by Affairs. This Legal Memorandum review legal liability and legal protection for the related parties.The results showed that the owner of football club should remain responsible for paying the wages of football players who have been contracted. soccer players should also get legal protection in the form of treaty clause in it, and remedies such as negotiation, mediation, arbitration, and claim in the Industrial Relations Court. The club owner need to ensure it by saving some fund in the bank (deposit), as collateral for his football players, so that in the event of circumstances that make the club can not meet his achievements in the future, then the football player can take his wages from the money pledged clubs on the bank. As Addition, Menpora should not freeze PSSI, but the club's only concerned with the issue, because the club had should not affected by it . Furthermore, the authors hope that the government set up an agency to settle disputes exclusively to the sport of football, which is made up of parties who have enough experiencies and knowledge on football.

(3)

ix DAFTAR ISI

Halaman

LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN ... i

LEMBAR PENGESAHAN SIDANG ... ii

PERSETUJUAN PANITIA SIDANG ...iii

PERNYATAAN TELAH MENGIKUTI SIDANG...iv

LEMBAR PERSETUJUAN REVISI ... v

KATA PENGANTAR ... vi

ABSTRAK ... vii

DAFTAR ISI ... ix

BAB I : KASUS POSISI DAN PERMASALAHAN HUKUM A. Kasus Posisi ... 1

B. Permasalahan Hukum ... 6

BAB II : PEMERIKSAAN DOKUMEN Kontrak Kerja Antara klub Dan Pemain Sepak Bola ... 7

BAB III : TINJAUAN TEORITIK A. Perjanjian Secara Umum ... 16

1. Pengertian Perjanjian ... 16

2. Syarat Sah Perjanjian ... 17

3. Unsur - unsur Perjanjian ... 21

4. Asas - asas Perjanjian ... 23

5. Hubungan Antara Perikatan Dan Perjanjian ... 28

(4)

7. Wanprestasi ... 33

8. Berakhirnya Suatu Kontrak ... 34

B. Rezim Hukum Dalam Hubungan Ketenagakerjaan Antara Pemain Sepak Bola Dan Klub ... 38

1. Pengertian Hukum Ketenagakerjaan ... 39

2. Hubungan Ketenagakerjaan Antara Pemain Sepak Bola Profesional Dan Pemilik Klub Sepak Bola ... 42

3. Perjanjian Kerja Antara Pemilik Klub Sepak Bola Dengan Pemain Sepak Bola Profesional ... 44

4. Pengupahan Dalam Kontrak Pemain Sepak Bola Profesional ... 46

5. Berakhirnya Kontrak Pemain Sepak Bola Profesional ... 50

6. Tanggung Jawab Hukum... 51

7. Perlindungan Hukum... 53

BAB IV: PENDAPAT HUKUM A. Tanggung Jawab Hukum Dari Para Pemilik Klub Sepak Bola Terhadap Pemain Sepak Bola Akibat Pembekuan PSSI Oleh Menpora ... 55

B. Perlindungan Hukum Bagi Para Pemain Sepak Bola Selama Pembekuan PSSI Oleh Menpora ... 58

BAB V: KESIMPULAN DAN REKOMENDASI A. Kesimpulan ... 69

(5)

xi

DAFTAR PUSTAKA ... 73

LAMPIRAN ... 79

(6)

BAB I

KASUS POSISI DAN PERMASALAHAN HUKUM

A. Kasus Posisi

Olahraga adalah suatu kegiatan yang menyehatkan dan menjadi pilihan

yang tepat bagi manusia. Manusia melakukan olahraga, dengan tujuan hidup

sehat baik jiwa maupun raga, oleh sebab itu negara mempunyai kewajiban

untuk mendukung kegiatan olahraga bagi seluruh warga negara. Di dunia ada

banyak cabang olahraga yang digemari banyak orang, salah satu yang cukup

banyak digemari adalah olahraga sepak bola.

Seiring dengan perkembangan sepak bola di dunia, pada tahun 1904

negara-negara maju di Eropa mendirikan federasi olahraga sepak bola dunia yaitu

Fédération Internationale de Football Association (FIFA). Fungsi dan tujuan

FIFA yaitu mengatur permainan sepak bola resmi, dan menciptakan hukum di

dalam sepak bola dengan berbagai peraturan, dimulai dari peraturan di dalam

permainan sepak bola, sampai peraturan lain yang menyangkut sepak bola.1

Olahraga sepak bola masuk ke Indonesia melalui para penjajah. Awal mula

lahirnya sepak bola di Indonesia dimulai pada tahun 1914, di mana saat itu

Indonesia berada dalam kekuasaan penjajah, yaitu pemerintah Hindia Belanda.

Saat itu, mulai diselenggarakan kompetisi antar kota di Jawa, dimana ada dua

tim yang mendominasi kejuaraan, yaitu Batavia City dan Soerabaja City.2

1 FIFA, “History of FIFA Foundation” 2010, (www.FIFA.com), diunduh pada tanggal 24 Juni ....2015, pukul 12.20 WIB.

(7)

2

Universitas Kristen Maranatha

Terkait sepak bola di Indonesia, terdapat suatu organisasi yang mempunyai

fungsi dan wewenang sebagai organisasi induk yang bertugas memberikan

izin kepada klub-klub sepak bola indonesia untuk melakukan pertandingan,

baik pertandingan di dalam negeri maupun luar negeri, yaitu Persatuan

Sepakbola Seluruh Indonesia, selanjutnya disebut PSSI, yang mengatur dan

mewakili kegiatan olahraga sepak bola di Indonesia, salah satunya mengatur

tentang pertandingan-pertandingan sepak bola.

Dunia persepakbolaan di Indonesia mengalami pasang surut dalam kualitas

pemain, kompetisi dan organisasinya, tetapi olahraga yang dapat diterima di

semua lapisan masyarakat ini tetap bertahan apapun kondisinya. PSSI sebagai

induk dari sepakbola nasional ini memang telah berupaya membina tim

nasional dengan baik, menghabiskan dana milyaran rupiah, walaupun hasil

yang diperoleh masih kurang menggembirakan. Hal ini disebabkan pada cara

pandang yang keliru. Untuk mengangkat prestasi, tim nasional tidak cukup

hanya membina tim nasional itu sendiri, melainkan juga dua faktor penting

lainnya yaitu kompetisi dan organisasi, sementara tanpa disadari kompetisi

nasional kita telah tertinggal.

Di Indonesia, terdapat sebuah perusahaan berbadan hukum yang

menyelenggarakan kompetisi sepakbola profesional, yaitu PT Liga Indonesia,

perusahaan yang merupakan penyelenggara kompetisi sepakbola profesional

di Indonesia. Sejak tahun 2009, PT LI menyelenggarakan Liga Super Indonesia

(LSI), Divisi Utama Liga Indonesia dan Piala Indonesia. Pada tahun 2014 PT

LI meyelenggarakan LSI yang berakhir sukses pada pertengahan agustus 2014

(8)

periode tahun 2015 yang akan berakhir pada pertengahan bulan agustus

mendatang.

Untuk mempersiapkan LSI, para pemilik klub sepakbola sibuk mencari

pemain, dengan tujuan memaksimalkan kemampuan klub mereka untuk

bertanding, beberapa pemilik klub mendatangkan para pemain sepakbola

profesional, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Para pemilik klub

menilai bahwa kemampuan bermain sepabola pemain asing sangat bagus, dan

di kemudian hari dapat dijadikan contoh oleh para pemain dalam negeri.

Para pemilik klub sepakbola tersebut sudah mendapatkan para pemain

sepakbola yang memenuhi kriteria, para pemain sepakbola tersebut juga telah

melewati seleksi ketat untuk dapat dijadikan pemain dalam klub nya, para

pemain tersebut selanjutnya akan dikontrak oleh para pemilik klub untuk

masuk ke dalam klub dan dapat mengikuti pertandingan yang

mengatasnamakan klub yang sudah mengontraknya.

Pada tanggal 14 Oktober 2014 kompetisi Liga Super Indonesia, periode

2014 berakhir, lalu Pada tanggal 20 Desember 2014 PT. LI memberikan

pengarahan kepada para pemilik klub sepakbola untuk mempersiapkan

pemainnya untuk kompetisi Liga Super Indonesia, periode 2015.

Pada tanggal 8 Januari 2015 para pemilik klub sepakbola mulai mencari

pemain, lalu Para pemilik klub sepakbola yang sudah mendapatkan pemainnya,

mengontrak pemain tersebut dari tanggal 29 Januari 2015 sampai akhir kontrak

pada tanggal 29 Januari 2016.

Pada tanggal 18 April 2015, terjadi masalah, Kementerian Pemuda dan

(9)

4

Universitas Kristen Maranatha

Menteri Pemuda dan Olah raga (Menpora) itu tidak mengakui seluruh kegiatan

yang dilakukan PSSI. Hal ini sangat diresahkan banyak pihak termasuk pemilik

klub, dan para pemain yang sudah dikontrak oleh PSSI. Pembekuan PSSI

terkait dengan adanya tuduhan PSSI melanggar peraturan, yaitu kepemilikan

ganda 2 buah klub sepak bola dalam satu orang pemilik.

Pembekuan yang dilakukan terhadap PSSI berkaitan dengan klub sepak bola

Arema Cronus ( Persatuan Sepakbola Malang), dan klub sepak bola Persebaya

(Persatuan Sepak Bola Surabaya) yang diduga hanya dimiliki seseorang. Hal

ini melanggar peturan dari FIFA (federasi olahraga sepak bola dunia) dan

menjadi salah satu sebab PSSI dibekukan. Akibat pembekuan oleh PSSI,

berimbas pada beberapa Liga sepak bola, diantarannya LSI, dan QNB Cup

(Qatar National Bank cup), dan liga liga lainnya tidak di izinkan bertanding.3

Dampak lain dari pembekuan PSSI adalah para tanggung jawab pemilik

klub sepak bola yang sudah terlanjur mengontrak pemain, baik pemain asing

maupun pemain dalam negeri. Para pemain tersebut telah di kontrak tetapi

sebagian pemilik klub tersebut belum membayar upah meraka. Alasan pemilik

klub sepak bola tersebut belum membayar para pemainnya, dikarenakan

mereka tidak bisa bertanding di liga-liga besar seperti yang disebut di atas, lalu

sponsor-sponsor dari para klub tadi pun mundur dan uang penjualan tiket juga

tidak ada dikarenakan pertandingan tidak bisa dilaksanakan, maka dari itu para

pemilik klub tersebut tidak mempunyai uang untuk membayar para pemainnya

sendiri.

3 Sukardjito, “DPR Benarkan Janji Politik Menpora Soal Dualisme Persebaya Sebabkan

(10)

Berikut contoh kasusnya, pemain sepak bola X dari klub sepak bola X yang

didatangkan dari negara X, meninggal dunia di Indonesia. X meninggal dunia

karena sakit dan di terlantarkan oleh klub sepak bolanya, dan tidak mampu

membayar biaya pengobatan karena belum digaji oleh klubnya. Semasa

hidupnya X mengaku klub sepak bola X belum membayar gajinya sebesar 100

juta rupiah.

Hal serupa juga dialami pemain sepak bola Y dari klub sepak bola Y yang

didatangkan dari negara Y, ia rela beralih profesi menjadi pedagang asongan

untuk melangsungkan hidup, Y mengaku berjualan minuman jus untuk

mendapatkan uang yang nantinya akan dipakai untuk pulang ke negaranya. Y

juga belum digaji oleh klub nya sebesar 124 juta rupiah.

Namun demikian, perjanjian antara pemilik klub dan pemain sepak bola

menghadapi permasalahan hukum, dimana klub telah melakukan wanprestasi

dengan tidak dibayarnya upah. Hal ini berdampak pada kerugian bagi pemain

sepak bola. Permasalahan hukum tersebut menjadi bahan kajian penulis.

Menurut pendapat penulis, sejauh ini belum ada pembahasan terkait

pertangungjawaban hukum dan perlindungan hukum yang secara spesifik

terkait dengan kasus pembekuan PSSI.

Berdasarkan uraian di atas, penulis melakukan sebuah penelitian dalam

bentuk legal memorandum dengan judul “Pertanggungjawaban Hukum

Pemilik Klub Sepak Bola dan Perlindungan Hukum Bagi Pemain Sepak Bola

(11)

6

Universitas Kristen Maranatha B. Permasalahan Hukum

Berdasarkan uraian di atas, penulis merumuskan masalah hukum sebagai

berikut:

1. Bagaimanakah tanggung jawab hukum dari para pemilik klub sepak bola

terhadap pemain sepak bola selama pembekuan Persatuan Sepak Bola

Seluruh Indonesia (PSSI) oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora)?

2. Bagaimanakah perlindungan hukum bagi para pemain sepak bola selama

(12)

A. Kesimpulan

Berdasarkan uraian diatas, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Bahwa terkait pembekuan PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia)

oleh Menpora (Menteri Pemuda dan Olahraga) yang mengakibatkan

kompetisi liga tidak dapat dilaksanakan, klub tetap bertanggung jawab untuk

melaksanakan prestasinya, yaitu membayar upah yang dijanjikan kepada

pemain sepak bola yang telah dikontraknya. Hal ini didasarkan pada fakta

hukum bahwa kontrak kerja antara pemilik klub dan pemain sepak bola

adalah kontrak yang sah karena telah terpenuhinya syarat sah perjanjian

sebagaimana diatur dalam Pasal 1320 KUH Perdata. Perjanjian tersebut

menimbulkan kekuatan mengikat terlebih Pasal 1338 Ayat 1 KUH Perdata

menjelaskan asas kekuatan mengikat atau pacta sunt servanda, yang

menjelaskan tentang semua perjanjian yang dibuat secara sah berlaku

sebagai undang- undang bagi mereka yang membuatnya. Hal ini juga

ditegaskan dalam Pasal 13 (Regulations on the Status and Transfer of

Players FIFA) terdapat aturan yang mengatur bahwa “Kontrak antara

pemain sepak bola dan klub sepak bola hanya dapat diakhiri pada

berakhirnya jangka waktu kontrak atau kesepakatan bersama”, dan dalam

Pasal 16 Regulasi PSSI Tentang Status dan Transfer Pemain, terdapat aturan

yang mengatur bahwa “ Kontrak tidak dapat diakhiri sepihak selama musim

(13)

60

mengakhiri perjanjian kerja dengan pemainnya secara sepihak. Pembekuan

PSSI oleh Menpora bukan keadaan memaksa (force majeur), karena hal ini

tidak tertulis pada kontrak kerja.

2. Bahwa terkait kontrak antara pemilik klub dan pemain sepak bola, di

dalamnya diberikan suatu perlindungan hukum. Perlindungan hukum

tersebut dapat berupa perlindungan hukum preventif (perlindungan hukum

sebelum terjadinya sengketa) yang melindungi pemain sepak bola diatur

dalam peraturan perundang- undangan diantaranya, KUH Perdata,

Undang-Undang No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Peraturan Pemerintah

No 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, Regulasi PSSI tentang Status dan

Transfer Pemain dan ( Regulations on the Status and Transfer of Players

FIFA). Sedangkan perlindungan hukum represif (perlindungan hukum

ketika sudah terjadi sengketa) yang melindungi pemain sepak bola adalah

upaya hukum yang dapat dilakukan melalui negosiasi, mediasi, arbitrase,

dan pengajuan gugatan di PHI (Pengadilan Hubungan Indistrial).

A. Rekomendasi

Berdasarkan kesimpulan diatas adapun saran, atau rekomendasi yang

dipergunakan sebagai bahan masukan antara lain:

1. Rekomendasi untuk pemilik klub, diharapkan memberikan uang jaminan ke

bank (deposit) untuk dijadikan jaminan bagi para pemain sepak bolanya,

sehingga dalam hal terjadi keadaan-keadaan yang membuat klub tidak

(14)

bola tersebut, dapat mengambil upahnya dari uang yang dijaminkan pemilik

klub pada bank.

2. Rekomendasi untuk pemain sepak bola, diharapkan lebih teliti dalam

membuat perjanjian dan menerima jaminan terlebih dahulu sebelum

memulai bekerja kepada pemilik klub. Pemain sepak bola meminta jaminan

untuk diberi upah dan diberi fasilitas- fasilitas yang dijanjikan pada klausul

perjanjian kerja.

3. Rekomendasi untuk pemerintah, diharapkan membentuk suatu badan

khusus untuk menyelesaikan sengketa di cabang olahraga sepak bola.

Tujuan dibentuknya badan ini adalah untuk membantu menyelesaikan

sengketa antara pemilik klub dan pemain sepak bola seperti halnya dengan

Badan Arbitrase Keolahragaan Indonesia (BAKI) dan Badan Arbitrase

Olahraga Republik Indonesia (BAOKI), namun badan ini dibentuk khusus

untuk cabang olahraga sepak bola. Dengan dibentuknya badan khusus

tersebut yang terdiri dari pihak- pihak yang berpengalaman dan paham akan

peraturan- peraturan di cabang olahraga sepak bola, maka setiap sengketa

yang berkaitan dengan sepak bola baik sengketa pemain dengan pemain,

klub dengan pemain, klub dengan klub, ataupun antar pihak terkait dapat

diselesaikan dengan cara damai dan menghasilkan putusan atau win- win

solution.

4. Rekomendasi untuk pemilik klub dan pemain sepak bola diharapkan

membuat klausa yang mengatur keadaan memaksa/ force majeur dalam

(15)

62

untuk masing- masing pihak. contoh klausa akan ditulis pada lampiran Pasal

(16)

PEMAIN SEPAK BOLA ATAS PEMBEKUAN PERSATUAN SEPAK

BOLA SELURUH INDONESIA (PSSI) OLEH MENTERI PEMUDA DAN

OLAHRAGA (MENPORA)

Legal Memorandum

Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat guna menempuh Sidang Ujian

Sarjana dan meraih gelar Sarjana Hukum

Oleh:

Dimas Adhitya

1188003

Dosen Pembimbing:

Dr. Hassanain Haykal, S.H., M.Hum

Yohanes Hermanto Sirait, S.H., LL.M

FAKULTAS HUKUM UNIVERSTAS

KRISTEN MARANATHA

BANDUNG

(17)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan kehendakNya, Tugas

Akhir dalam bentukLegal Memorandumdengan judul“Pertanggung Jawaban

Hukum Pemilik Klub Sepak Bola dan Perlindungan Hukum Bagi Pemain

Sepak Bola Atas Pembekuan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia(PSSI)

oleh Menteri Pemuda dan Olahraga(Menpora)” dapat terselesaikan,Tugas

Akhir ini dibuat dengan berbagai observasi untuk mengetahui bentuk

Pertanggung Jawaban Hukum Pemilik Klub Sepak Bola dan Perlindungan Hukum

Bagi Pemain Sepak Bola Atas Pembekuan PSSI oleh Menpora.

Penulis menyadari masih banyak kekurangan yang mendasar padaTugas Akhir

ini. Oleh karena itu, penulis mengundang pembaca untuk memberikan kritik dan

saran yang bersifat membangun untuk kemajuan ilmu pengetahuan ini. Dalam

Legal Memorandum yang diteliti oleh penulis dapat disimpulkan bahwa klub

sepak bola harus tetap bertanggung jawab dengan membayar upah para pemain

sepak bola yang sudah dikontraknya, dan pemain sepak bola telah mendapatkan

perlindungan hukum preventif.(perlindungan hukum sebelum terjadinya sengketa)

dan perlindungan hukum represif (perlindungan hukum setelah terjadinya

sengketa).

Dalam kesempatan kali ini penulis mengucapkan terima kasih untuk semua pihak

yang telah banyak membantu yaitu kepada Bapak Dr. Hassanain Haykal, S.H.,

M.Hum, dan Bapak Yohanes Hermanto Sirait, S.H., LL.M selaku

(18)

menyelesaikan tugas akhir ini.

Tugas akhir ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih positif bagi pemilik

klub sepak bola dan pemain sepak bola profesional, serta dapat dijadikan acuan

untuk penulisan tugas akhir lain bagi mahasiswa yang sedang menyelesaikan

tugas akhirnya.

Bandung, 9 agustus 2016

(19)

Universitas Kristen Maranatha DAFTAR PUSTAKA

A. BUKU

Agus Yudha Hernoko, Asas Proporsionalitas Dalam Kontrak Komesial, Surabaya: Laskbang.Mediatama, 2008.

Ahmadi Miru,Hukum Kontrak, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2007.

Daeng Naja H.R,Contract Drafting, Bandung: Citra Aditya Bakti, 2006.

Djojodirdjo M.A. Moegni, Perbuatan melawan hukum tanggung gugat (aansprakelijkheid)..untuk kerugian, yang disebabkan karena perbuatan melawan hukum, Jakarta: Pradnya Paramita,.1979.

Etty Susilowati, Kontrak Alih teknologi pada Industri Manufaktur, Yogyakarta: Genta Press, 2007.

Khairunnisa, Kedudukan, Peran dan Tanggung Jawab Hukum Direksi, Medan: PascaSarjana Universitas Sumatera Utara, 2008.

Komariah, Hukum Perdata Edisi Revisi, Malang: Universitas Muhammadiyah Malang, 2001.

Lalu Husni ,Pengantar Hukum Ketenagakerjaan,Jakarta: Rajagrafindo, 2014.

Mochtar Kusumaatmadja,Pengantar Hukum Internasional, Bandung: Atmawiria, 2003.

Muchsin, Perlindungan dan Kepastian Hukum bagi Investor di Indonesia, Surakarta; Magister Ilmu Hukum Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret, 2003.

Purbacaraka,Perihal Kaedah Hukum, Bandung: Citra Aditya, 2010.

Qiram .A Syamsudim meliala, Pokok-Pokok Hukum Perjanjian Beserta Perkembangannya, Yogyakarta: Liberty, 1985.

Riduan Syahrani (1),Seluk Beluk dan Asas- Asas Hukum Perdata,Bandung: Alumni, 1989.

_____________ (2), Materi Dasar hukum Acara Perdata, Bandung: Citra Aditya Bakti, 2009.

Salim HS,Pengantar Hukum Perdata TertulisJakarta: Sinar Grafika, 2006.

Setiawan R,Pokok-Pokok Hukum Perikatan,Bandung: Alumni, 1979.

(20)

Hukum Nasional, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2009.

Wijorno Prodjodikoro,Hukum Perdata Tentang Persetujuan-Persetujuan Tertentu,

Jakarta: Sumur Bandung, 1981.

Yahya Harahap. M (1) ,Segi-Segi Hukum Perjanjian,Bandung: Alumni, 1986.

_______________ (2),Hukum Acara Perdata, Bandung: Alumni, 1986

B. PERATURAN PERUNDANG- UNDANGAN

Burgerlijk Wetboek voor Indonesie/ KUH Perdata.

Undang- Undang No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Peraturan Pemerintah No 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

Keputusan Menteri Pemuda Dan Olahraga Republik Indonesia Nomor 01307 Tahun 2015. tentang Pengenaan Sanksi Administratif Berupa Kegiatan Keolahragaan PSSI Tidak Diakui.

Regulasi PSSI Tahun 2014 Edisi 1 tentang Status dan Transfer Pemain.

Regulations on the Status and Transfer of Players FIFA 2016

C. PRANALA LUAR/ LAMAN

http://www.fifa.com/about-fifa/who-we-are/the-game/britainhomefootball.html

http://www.fifa.com/about-fifa/who-we-are/history/

http://pssi.org/in

http://www.aktual.com/dpr-benarkan-kisruh-dualisme-persebaya-sebabkan pembekuan-pssi/

http://www.hukumonline.com/klinik/detail/lt514689463d4b2/perbedaan-antara-perjanjian-dengan-mou

http://www.appi-online.com/forum-penyelesaian-perselisihan-dalam-kontrak

Figur

TABEL REVISI

TABEL REVISI

p.5

Referensi

Memperbarui...