5. USULAN PERBAIKAN
Usulan perbaikan yang diberikan untuk mesin potong SLB, MKB, dan MKK adalah usulan perbaikan untuk penyebab downtime yang termasuk dalam prinsip 80-20 pareto. Usulan perbaikan yang diberikan menyesuaikan dengan akar permasalahan yang telah didapatkan melalui cause and effect diagram.
5.1. Usulan Perbaikan Mesin Potong SLB
Usulan perbaikan yang diberikan adalah usulan perbaikan untuk masalah packing, mengganti roll, membetulkan roll, QC, menyambung roll, dan setting ukuran las dan pemotongan order baru. Downtime karena mengambil bahan tidak diberi usulan. Kegiatan mengambil bahan merupakan salah satu job description yang harus dilakukan operator dan untuk mengambil bahan harus dilakukan oleh dua orang sehingga mesin harus dimatikan.
5.1.1. Usulan Perbaikan Downtime karena Packing
Downtime karena packing terjadi karena tidak ada pembagian kerja antar operator. Usulan yang diberikan adalah dengan melakukan pembagian kerja operator. Operator yang berada di sisi kiri mesin bertugas untuk merapikan plastik yang keluar dan menarik plastik ketika jumlah plastik sudah sesuai dengan ketentuan, jadi operator di sebelah kiri tidak ikut melakukan kegiatan packing.
Operator yang berada di sisi kanan bertugas untuk menata plastik, mengikat plastik, dan mengebal. Pembagian kerja operator menyebabkan operator tidak perlu menghentikan mesin untuk packing dan plastik tidak menumpuk seperti sebelumnya karena pekerjaan packing dilakukan secara bersama-sama. Work Instruction untuk kegiatan packing dapat dilihat pada lampiran 9.
5.1.2. Usulan Perbaikan Downtime karena Mengganti Roll
Penyebab downtime karena mengganti roll adalah cara menyambung roll yang terlalu lama. Usulan perbaikan yang diberikan adalah penggunaan lakban untuk menyambung antara roll lama yang hampir habis dengan roll baru.
Penggunaan lakban mempercepat penggantian roll karena operator hanya perlu menempel lakban, tidak perlu mengikat ujung roll baru dan roll lama yang lebih menghabiskan waktu. Penggunaan lakban juga menghindarkan resiko sambungan roll baru dan roll lama lepas yang membuat penggantian roll semakin lama. Work Instruction untuk kegiatan mengganti roll dapat dilihat pada lampiran 10.
5.1.3. Usulan Perbaikan Downtime karena Membetulkan Roll
Usulan perbaikan yang diberikan adalah agar operator lebih memperhatikan pemilihan bobin. Penggunaan bobin yang tidak rata ternyata dapat menyebabkan permasalahan di pemotongan dan menyebabkan downtime. Dalam memilih bobin, operator perlu melihat apakah bobin yang akan digunakan memiliki diameter yang sama dan apakah kondisi bobin layak digunakan atau tidak karena kondisi bobin yang tidak layak juga menyebabkan bobin tidak rata.
Kriteria bobin yang layak digunakan adalah seluruh permukaan bobin bagian dalam dan luar memiliki kekerasan yang sama (tidak ada bagian yang kempis).
5.1.4. Usulan Perbaikan Downtime karena QC
Usulan perbaikan yang diberikan untuk QC las adalah operator bagian extruder perlu memutus roll plastik jika roll tersebut mengalami masalah seperti tebal plastik yang berbeda yang menyebabkan downtime karena hasil las bermasalah. Roll plastik yang bermasalah namun tidak diputus dan sampai ke departemen pemotongan ternyata dapat menyebabkan downtime di samping kualitas plastik juga berkurang. Cara mengoles sabun perlu diperhatikan agar sabun tidak menempel di las dan menyebabkan plastik tidak terkena las. Work Instruction untuk kegiatan mengoles sabun dapat dilihat pada lampiran 11.
Usulan perbaikan yang diberikan untuk QC ukuran adalah agar operator lebih memperhatikan pemilihan bobin dan operator di bagian extruder perlu memutus roll plastik jika roll tersebut mengalami masalah. Kriteria pemilihan bobin sama dengan usulan pada membetulkan roll. Permukaan roll yang tidak rata tidak diberi usulan karena selama ini operator mengatasi dengan cara menggulung plastik ke bagian roll untuk membuat permukaannya menjadi rata.
QC permukaan tidak diberi usulan karena hal tersebut sudah diatasi operator dengan cara menempel kertas di bagian mesin yang tidak rata.
5.1.5. Usulan Perbaikan Downtime karena Menyambung Roll
Usulan perbaikan yang diberikan adalah agar operator di departemen extruder menyambung roll yang putus dengan lakban. Selama ini operator di departemen extruder hanya melanjutkan gulungan tanpa menyambung roll yang terputus sehingga operator di departemen pemotongan yang menyambung roll terputus dengan mengikat ujung-ujungnya seperti saat pergantian roll. Roll yang disambung dengan lakban pada departemen extruder akan menghilangkan waktu downtime karena menyambung roll di departemen pemotongan.
5.1.6. Usulan Perbaikan Downtime karena Setting Ukuran Las dan Pemotongan Order Baru
Setting ukuran lama disebabkan mandor hanya menggunakan perkiraan dalam menentukan panjang pemotongan. Usulan yang diberikan adalah dengan memberi tanda pada pengatur ukuran pemotongan agar mandor tidak menggunakan perkiraan lagi. Perlu diadakan percobaan setiap pengatur ukuran pemotongan diputar beberapa derajat panjang pemotongan berubah berapa centimeter. Setelah melakukan percobaan maka akan didapatkan standarnya dan pengatur ukuran pemotongan tinggal diberi tanda sehingga setting dapat lebih cepat dilakukan.
5.2. Usulan Perbaikan Mesin Potong MKB
Usulan perbaikan yang diberikan adalah usulan perbaikan untuk masalah packing, membetulkan mesin, mengganti roll, membetulkan roll, QC, mesin menganggur, dan setting ukuran las dan pemotongan order baru. Downtime karena operator pindah mesin tidak diberi usulan. Operator pindah mesin terjadi karena kasus khusus dan hal tersebut tidak bisa dihindarkan.
5.2.1. Usulan Perbaikan Downtime karena Packing
Usulan perbaikan yang diberikan adalah dengan menambah meja di mesin MKB. Meja yang ada saat ini di mesin MKB memiliki panjang 160 cm dan dari laporan produksi diketahui panjang pemotongan maksimal yang pernah dikerjakan adalah 150 cm. Panjang meja yang disarankan adalah 75 cm dengan pertimbangan panjang meja tambahan berukuran setengah dari order terpanjang yang pernah dikerjakan. Panjang meja tambahan adalah setengah dari order terpanjang agar ruang untuk packing tidak terlalu sempit dan operator tetap merasa nyaman saat mengerjakan order dengan pemotongan 150 cm. Meja tambahan hanya perlu diberikan apabila tempat untuk packing tidak cukup, meja tambahan yang dipasang ke semua mesin MKB akan menyebabkan lorong menjadi sempit.
5.2.2. Usulan Perbaikan Downtime karena Membetulkan Mesin
Usulan perbaikan yang diberikan untuk membetulkan mesin bagian counter dan bagian roll adalah dengan melakukan maintenance terhadap mesin.
Counter yang rusak tidak hanya menyebabkan downtime, namun juga jumlah plastik yang di-packing menjadi tidak sesuai dengan permintaan konsumen dan menyebabkan komplain.
Usulan perbaikan yang diberikan untuk membetulkan mesin bagian pisau adalah dengan memaksimalkan jalur pemotongan atau dengan menyediakan mesin MKB yang khusus mengerjakan 2 jalur. Dari hasil pengamatan selama tugas akhir diketahui bahwa dari 5 mesin MKB, jarang terjadi 5 mesin tersebut menyala semua karena itu disarankan disediakan 1 mesin MKB yang mengerjakan 2 jalur agar pisau tidak perlu diasah jika lebar order berbeda jauh. Usulan ini tidak dapat dilaksanakan apabila order pabrik meningkat sehingga semua mesin MKB harus menyala tanpa ada order 2 jalur. Memaksimalkan jalur pemotongan dilakukan agar panjang pisau yang digunakan dapat maksimal dan tidak terjadi perbedaan lebar plastik yang jauh berbeda namun untuk memaksimalkan jalur, operator yang mengerjakan order tersebut harus ditambah dengan pertimbangan jika operator yang mengerjakan hanya satu orang maka akan terjadi downtime yang besar karena menata plastik dan merapikan plastik. Pada saat pengamatan
satu operator mengerjakan dua jalur, apabila jumlah operator ditambah untuk memaksimalkan jalur maka jumlah jalur yang dikerjakan minimal adalah empat jalur agar hasil produksi dapat naik dua kali lipat sesuai dengan penambahan operator. Penggunaan pisau yang optimal menyebabkan pisau tidak perlu diasah.
5.2.3. Usulan Perbaikan Downtime karena Mengganti Roll
Usulan perbaikan yang diberikan adalah penggunaan lakban untuk menyambung antara roll lama yang hampir habis dengan roll baru. Penggunaan lakban mempercepat penggantian roll karena operator hanya perlu menempel lakban, tidak perlu menyambung ujung-ujung roll yang lebih menghabiskan waktu. Penggunaan lakban juga menghindarkan resiko sambungan roll baru dan roll lama lepas yang membuat penggantian roll semakin lama. Cara kerja dalam mengganti roll sama seperti cara mengganti roll pada mesin SLB.
5.2.4. Usulan Perbaikan Downtime karena Membetulkan Roll
Usulan perbaikan yang diberikan adalah dengan memberi angin pada roll saat mengerjakan plastik dengan lebar 13 cm seperti yang terjadi saat pengamatan dan memberi bobin di tengah roll sebagai pemberat agar roll tidak terangkat saat hampir habis. Meskipun roll di bagian belakang terlipat namun jika di tengah- tengah diberi angin maka roll tersebut akan kembali lurus tanpa harus dibetulkan oleh operator. Apabila angin habis di tengah-tengah roll, operator tidak perlu memutus roll untuk meniup angin, tapi operator hanya perlu menyobek sedikit ujung roll dan operator meniup roll dari lubang tersebut lalu mesin dinyalakan lagi untuk menghemat waktu. Work Instruction untuk kegiatan meniup roll dapat dilihat pada lampiran 12.
5.2.5. Usulan Perbaikan Downtime karena QC
Usulan perbaikan yang diberikan untuk QC las adalah operator bagian extruder perlu memutus roll plastik jika roll tersebut mengalami masalah seperti tebal plastik yang berbeda yang menyebabkan downtime karena hasil las bermasalah. Roll plastik yang bermasalah namun tidak diputus dan sampai ke departemen pemotongan ternyata dapat menyebabkan downtime di samping
kualitas plastik juga berkurang. Cara mengoles sabun perlu diperhatikan agar sabun tidak menempel di las dan menyebabkan plastik tidak terkena las. Cara memoles sabun yang diusulkan sama dengan cara mengoles sabun pada mesin SLB.
Usulan perbaikan yang diberikan untuk QC ukuran adalah agar operator lebih memperhatikan pemilihan bobin dan operator di bagian extruder perlu memutus roll plastik jika roll tersebut mengalami masalah. Kriteria pemilihan bobin sama dengan usulan pada mesin SLB. Permukaan roll yang tidak rata tidak diberi usulan karena selama ini operator mengatasi dengan cara menggulung plastik ke bagian roll untuk membuat permukaannya menjadi rata.
QC permukaan tidak diberi usulan karena hal tersebut sudah diatasi operator dengan cara menempel kertas di bagian mesin yang tidak rata.
5.2.6. Usulan Perbaikan Downtime karena Mesin Menganggur
Usulan perbaikan yang diberikan adalah memberikan pelatihan kepada operator untuk melakukan setting agar operator memiliki keterampilan mengenai mesin dan dapat melakukan setting ukuran las dan pemotongan sendiri tanpa harus menunggu mandor.
5.2.7. Usulan Perbaikan Downtime karena Setting Ukuran Las dan Pemotongan Order Baru
Setting ukuran lama disebabkan mandor hanya menggunakan perkiraan dalam menentukan panjang pemotongan. Usulan yang diberikan adalah dengan memberi tanda pada pengatur ukuran pemotongan agar mandor tidak menggunakan perkiraan lagi. Perlu diadakan percobaan setiap pengatur ukuran pemotongan diputar beberapa derajat panjang pemotongan berubah berapa centimeter. Setelah melakukan percobaan maka akan didapatkan standarnya dan pengatur ukuran pemotongan tinggal diberi tanda sehingga setting dapat lebih cepat dilakukan.
5.3. Usulan Perbaikan Mesin Potong MKK
Usulan perbaikan yang diberikan adalah usulan perbaikan untuk masalah packing, mengganti roll, membetulkan roll, menyambung roll, dan menunggu bahan. Downtime karena operator pindah mesin dan menulis label tidak diberi usulan. Operator pindah mesin terjadi karena kasus khusus dan hal tersebut tidak bisa dihindarkan. Kegiatan menulis label tidak diberi usulan karena hal tersebut merupakan job description dari operator dan hal tersebut hanya dapat dikurangi apabila ada operator mesin lain yang menganggur dan membantu operator untuk menulis label.
5.3.1. Usulan Perbaikan Downtime karena Packing
Usulan perbaikan yang diberikan adalah dengan mengalokasikan operator berdasarkan kesulitan packing. Operator terampil ditempatkan di mesin yang mengerjakan order dengan tingkat packing yang lebih sulit agar mesin tidak sering berhenti. Operator yang kurang terampil dapat dialokasikan ke mesin potong double deck yang mengerjakan satu atau dua jalur karena packing-nya lebih mudah dibandingkan mesin potong single deck yang mengerjakan tiga jalur atau lebih. Jadi, operator yang lebih terampil tidak selalu dialokasikan ke mesin potong double deck. Downtime karena kebiasaan operator diatasi dengan membuat Work Instruction. Work Instruction untuk kegiatan packing dapat dilihat pada lampiran 13.
5.3.2. Usulan Perbaikan Downtime karena Mengganti Roll
Usulan perbaikan yang diberikan adalah dengan melakukan perhitungan terhadap berat maksimal roll yang dapat ditarik oleh motor di mesin MKK. Roll yang dibuat selama ini adalah berdasarkan panjangnya tanpa memperhitungkan berat. Usulan yang diberikan adalah melakukan perhitungan terlebih dahulu berat roll baru setelah itu dikonversikan ke panjang roll sehingga panjang roll bisa berubah-ubah sesuai dimensi yang lain. Perhitungan berat maksimal roll perlu mempertimbangkan berat bobin yang akan digunakan operator sebagai pemberat untuk menahan roll saat hampir habis pada roll yang tidak menggunakan bobin dan berat bobin untuk roll yang menggunakan bobin (pada mesin MKK-13).
Perhitungan terhadap berat roll juga menyebabkan operator tidak perlu membagi roll menjadi dua lagi seperti sebelumnya.
Perhitungan berat roll dapat dilakukan dengan menggunakan rumus yang ada di perusahaan, yaitu:
(gr/cm3) (5.1)
BD adalah berat jenis plastik dimana di PT.”X” terdapat 2 besaran BD yang biasa dipakai, yaitu 17 dan 18 kg/liter.
5.3.3. Usulan Perbaikan Downtime karena Membetulkan Roll
Usulan perbaikan yang diberikan untuk membetulkan roll terlipat adalah dengan memberi angin pada roll dan memberi bobin di tengah roll sebagai pemberat agar roll tidak terangkat saat hampir habis. Meskipun roll di bagian belakang terlipat namun jika di tengah-tengah diberi angin maka roll tersebut akan kembali lurus tanpa harus dibetulkan oleh operator. Apabila angin habis di tengah-tengah roll, operator tidak perlu memutus roll untuk meniup angin, tapi operator hanya perlu menyobek sedikit ujung roll dan operator meniup roll dari lubang tersebut lalu mesin dinyalakan lagi untuk menghemat waktu. Cara meniup roll sama dengan cara meniup roll pada mesin MKB. Roll diberi angin pada saat angin yang ada di dalam roll sudah habis.
Usulan perbaikan yang diberikan untuk membetulkan pemberat adalah dengan membuat pemberat yang lebarnya hampir sama dengan lebar plastik.
Perusahaan perlu menyediakan beberapa pemberat dengan lebar yang berbeda- beda karena lebar plastik selalu berubah tergantung pesanan.
5.3.4. Usulan Perbaikan Downtime karena Menyambung Roll
Usulan perbaikan yang diberikan adalah agar operator di departemen extruder menyambung roll yang putus dengan lakban. Selama ini operator di departemen extruder hanya melanjutkan gulungan tanpa menyambung roll yang terputus sehingga operator di departemen pemotongan yang menyambung roll terputus dengan mengikat ujung-ujungnya seperti saat pergantian roll. Roll yang
disambung dengan lakban pada departemen extruder akan menghilangkan waktu downtime karena menyambung roll di departemen pemotongan.
5.3.5. Usulan Perbaikan Downtime karena Menunggu Bahan
Usulan perbaikan yang diberikan adalah agar operator meminta bahan saat roll cadangan tersisa satu buah yang dapat digunakan untuk dua kali penggantian roll karena dibagi dua. Berdasarkan data pengamatan, rata-rata operator mengganti roll setiap 40 menit dan operator menunggu bahan selama 16 menit saat terjadi kehabisan bahan, jadi jika operator meminta bahan saat roll cadangan tersisa satu buah sudah cukup untuk menghilangkan faktor menunggu bahan.