• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang dan Permasalahan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang dan Permasalahan"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN

1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang dan Permasalahan

Perangkat lunak diartikan sebagai kumpulan instruksi yang membentuk suatu program komputer yang apabila dijalankan akan memberikan hasil sesuai dengan target yang telah ditentukan (Pressman, 2010). Kemajuan perkembangan perangkat lunak diberbagai bidang kehidupan manusia menyebabkan ketergantungan manusia terhadap perangkat lunak semakin besar (Yuan, 2011). Kondisi tersebut meningkatkan arti penting keberadaan perangkat lunak yang berkualitas baik dan reliable.

Pengujian perangkat lunak memegang peranan penting dalam menjaga kualitas perangkat lunak. Menurut Galin (2004) pengujian perangkat lunak atau software testing diartikan sebagai proses formal dimana suatu perangkat lunak diuji dengan

cara menjalankan perangkat lunak tersebut dalam komputer dan menjalankan prosedur serta kasus tertentu. Galin (2004) menyatakan bahwa terdapat hubungan langsung yang erat antara pengujian perangkat lunak dengan kualitas perangkat lunak yang dihasilkan, sehingga pengujian perangkat lunak menjadi tahapan yang sangat penting dalam siklus pengembangan perangkat lunak. Perry (2006) menyatakan bahwa sekitar 24% dari keseluruhan anggaran pengembangan perangkat lunak pada sebagian besar proyek pengembangan perangkat lunak dialokasikan untuk pengujian perangkat lunak.

Dalam pengembangan perangkat lunak, tekanan untuk menyelesaikan

perangkat lunak dengan cepat sering ditemui. Selain itu, perangkat lunak yang

dikembangkan di era modern memiliki kompleksitas yang tinggi, sehingga

meningkatkan tingkat kesulitan dalam melakukan pengujian. Hal-hal tersebut

seringkali menyebabkan manajer proyek memutuskan untuk mengurangi aktivitas

(2)

ataupun sumber daya yang diperlukan untuk melakukan pengujian perangkat lunak (Konka, 2011).

Pengujian perangkat lunak yang dilaksanakan dengan tidak sempurna tentu akan membawa pengaruh yang kurang baik terhadap kualitas perangkat lunak yang dihasilkan. Pengujian perangkat lunak yang tidak efektif dan tidak lengkap dapat mengakibatkan berbagai masalah ketika perangkat lunak tersebut digunakan oleh end-user (Catelani dkk., 2011). Berawal dari kondisi tersebut, penelitian mengenai

pengujian perangkat lunak saat ini mengarah pada bagaimana cara melakukan pengujian perangkat lunak yang mampu menjaga kualitas perangkat lunak dengan baik dengan sumber daya yang sedikit (Yuan, 2011).

Arti penting pengujian perangkat lunak yang mampu dilaksanakan dengan sedikit sumber daya namun mampu menghasilkan perangkat lunak berkualitas baik, memunculkan ide otomatisasi pengujian perangkat lunak. Dustin dkk. (2008) mengartikan otomatisasi pengujian perangkat lunak sebagai proses pengujian perangkat lunak yang memanfaatkan perangkat lunak lain yang dirancang khusus untuk menjalankan tes pada suatu perangkat lunak dan membandingkan hasilnya dengan keluaran yang diharapkan.

Penelitian Catelani dkk. (2011) menunjukkan bahwa pengujian perangkat lunak secara otomatis dapat meningkatkan efisiensi proses pengujian untuk mengidentifikasi bagian dari perangkat lunak yang rawan mengalami kegagalan.

Pengujian perangkat lunak secara otomatis bisa dilakukan dengan menggunakan berbagai metode pengujian perangkat lunak yang ada. Karakteristik ini memperluas area yang mampu diuji secara otomatis sehingga mampu mengurangi beban dari penguji perangkat lunak. Sistem penguji perangkat lunak otomatis harus mampu melakukan berbagai pengujian dalam skala besar dan mampu diulang berkali-kali untuk memastikan kualitas perangkat lunak yang diuji.

Dalam teori pengujian perangkat lunak terdapat berbagai metode yang bisa

digunakan untuk melakukan pengujian, misalnya metode white-box testing dan

(3)

metode black-box testing. Umumnya, sebuah metode pengujian perangkat lunak hanya mencakup sebuah area dalam perangkat lunak, misalnya data-driven testing hanya menguji kemampuan perangkat lunak menerima dan mengolah data masukan.

Sistem penguji perangkat lunak tentunya harus mampu menguji berbagai aspek dalam perangkat lunak sehingga penggunaan lebih dari satu metode pengujian sangat diharapkan (Galin, 2004)

Sistem berbasis agen merupakan teknologi yang sesuai untuk menyelesaikan permasalahan yang kompleks dan dalam lingkungan yang terdistribusi (Dhavachelvan dan Uma, 2005). Woolridge (2002) menyatakan bahwa salah satu karakteristik utama dari sistem berbasis agen adalah sifat otonom. Agen mampu memberikan reaksi berdasarkan berbagai masukan yang diberikan lingkungan tanpa ada intervensi dari manusia. Penggunaan teknologi agen dalam hal pengembangan perangkat lunak belum banyak dilakukan, hal ini disebabkan karena keunggulan teknologi agen belum dikenal secara luas (Dhavachelvan dan Uma, 2005). Sifat dari sistem berbasis agen yang otonom bisa dimanfaatkan dalam hal pengujian perangkat lunak untuk mempermudah proses pengujian yang perlu dilakukan secara berulang dan otomatis dengan berbagai skenario pengujian yang berbeda.

Kondisi yang dipaparkan pada uraian diatas memunculkan kebutuhan akan adanya sistem penguji perangkat lunak otomatis yang mampu melakukan berbagai pengujian pada perangkat lunak yang kompleks dan mampu diulang berkali-kali untuk memastikan kualitas perangkat lunak yang diuji dengan sumber daya yang sedikit. Oleh karena itu dalam penelitian ini diusulkan sebuah rancangan sistem pengujian perangkat lunak yang mengimplementasikan lebih dari satu metode pengujian dan mampu melakukan pengujian tersebut secara otomatis dengan memanfaatkan teknologi sistem berbasis multi agen.

1.2 Rumusan Masalah

Permasalahan yang akan diselesaikan dalam penelitian ini adalah bagaimana

melakukan pengujian perangkat lunak dengan metode pengujian black box, data

(4)

driven, dan white box testing secara otomatis dengan pendekatan karakteristik sistem multi agen.

1.3 Batasan Masalah

Permasalahan yang akan diselesaikan dalam penelitian ini dibatasi sebagai berikut :

1) Dalam penelitian ini, perangkat lunak yang menjadi objek pengujian adalah perangkat lunak berbasis web.

2) Pengujian yang dilakukan hanya mencakup prinsip pengujian operability, observability dan controllability dari perangkat lunak yang diuji.

1.4 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah membangun sistem pengujian perangkat lunak otomatis dengan mengkombinasikan metode pengujian black box, data driven, dan white box testing menggunakan pendekatan karakteristik sistem multi agen.

1.5 Manfaat Penelitian

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat diantaranya : 1) Berkontribusi dalam bidang rekayasa perangkat lunak dengan menghasilkan

sebuah sistem dalam proses pengujian perangkat lunak.

2) Mampu mendukung peningkatan kualitas perangkat lunak dengan memanfaatkan penggunaan sistem pengujian perangkat lunak otomatis dengan pendekatan karakteristik sistem multi agen.

3) Membantu pengembang perangkat lunak terutama penguji perangkat lunak

untuk melakukan pengujian secara otomatis terhadap perangkat lunak yang

sejenis.

(5)

1.6 Keaslian Penelitian

Berdasarkan studi pustaka yang telah dilakukan, penelitian tentang pengujian perangkat lunak otomatis telah banyak dilakukan. Namun demikian, penelitian tentang pengujian perangkat lunak otomatis yang mengkombinasikan metode data driven testing, black box testing, dan white box testing dengan pendekatan karakteristik sistem multi agen belum pernah dilakukan.

1.7 Metode Penelitian

Langkah-langkah yang akan ditempuh dalam melaksanakan penelitian ini dibagi menjadi beberapa tahapan, yaitu :

1) Studi literatur

Studi literatur yang dilakukan guna mendapatkan informasi dan ilmu yang berhubungan dengan pengujian perangkat lunak, otomatisasi pengujian perangkat lunak dan metode-metode pengujian perangkat lunak. Informasi dan ilmu yang berhubungan dengan penelitian diperoleh dengan membaca literatur pendukung berupa buku-buku, jurnal-jurnal ilmiah, maupun sumber-sumber elektronik di internet.

2) Pengumpulan data

Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan perangkat lunak berbasis web yang akan digunakan sebagai objek pengujian. Sampel aplikasi yang akan dijadikan objek penelitian ini, akan dikumpulkan dari salah satu perusahaan pengembang perangkat lunak PT. Gamatechno Indonesia yang mengembangkan perangkat lunak berbasis web.

3) Perancangan sistem

Pada tahap ini rancangan untuk arsitektur agen dan arsitektur sistem secara

umum akan dibuat. Disamping basis pengetahuan masing-masing agen berupa

metode pengujian yang akan diimplementasikan.

(6)

4) Implementasi

Pada tahap ini hasil perancangan yang telah dibuat dikembangkan menjadi perangkat lunak dengan menggunakan bahasa pemrograman dan tools yang diperlukan. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah PHP 5.

5) Pengujian

Pengujian dilakukan untuk mengukur kinerja sebuah sistem. Pengujian terhadap akurasi sistem dan kinerja agen yang dikembangkan, dilakukan dengan membandingkan hasil uji yang dilakukan oleh sistem dengan hasil uji yang dilakukan secara manual oleh manusia, dalam hal ini seorang software tester profesional dari PT. Gamatechno Indonesia.

1.8 Sistematika Penulisan

Penelitian ini disusun berdasarkan sistematika penulisan sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini menguraikan tentang latar belakang, perumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, keaslian penelitian dan sistematika penulisan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini membahas tinjauan pustaka yang digunakan, sebagai bahan referensi dalam pembangunan sistem.

BAB III LANDASAN TEORI

Bab ini membahas dasar-dasar teori dari pengujian perangkat lunak,

pendekatan sistem multi-agen dan berbagai metode pengujian yang

menunjang pembahasan untuk mendukung penelitian yang dilakukan.

(7)

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN

Bab ini membahas analisis dan perancangan dengan pendekatan sistem multi agen untuk pengujian perangkat lunak otomatis menggunakan beberapa metode pengujian perangkat lunak yang dipilih.

BAB V IMPLEMENTASI

Bab ini membahas tentang implementasi perancangan sistem multi agen dan metode-metode pengujian untuk yang dibangun dalam sistem ini.

BAB VI HASIL DAN PEMBAHASAN

Bab ini membahas hasil pengujian dan pembahasan terhadap kemampuan agen dalam melaksanakan tugas pengujian terhadap perangkat lunak berbasis web. Hasil pengujian tersebut lantas akan dibandingkan dengan dokumen hasil pengujian manual yang dilakukan oleh praktisi software tester profesional.

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini menguraikan kesimpulan dan saran dari penulis yang

diharapkan dapat membantu penelitian mengenai pengujian perangkat

lunak serta kontribusinya terhadap salah satu tahapan dalam rekayasa

perangkat lunak ini.

Referensi

Dokumen terkait

1) Jalur pejalan kaki yang terpisah dari jalur kendaraan umum (Sidewalk atau trotoar) biasanya terletak bersebelahan atau berdekatan sehingga diperlukan fasilitas

Dari rangkaian proses penelitian ini setelah dilakukan proses analisis data sebagaimana yang telah diuraikan, maka penulis menyampaikan saransebagai berikut :Sebaiknya

Tiap ddNTPs juga dapat dilabeli dengan senyawa fluorescent sehingga reaksi tidak perlu dilakukan pada 4 tabung yang berbeda melainkan tiap ddNTPs akan memancarkan

Dinamika Populasi Hama dan Penyakit Utama Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt) pada Lahan Basah dengan Sistem Budidaya.. Konvensional serta Pengaruhnya terhadap Hasil

(7) Bentuk dan isi slip setoran sebagaimana dimaksud pada ayat (5) tercantum dalam Lampiran XII yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari

Dengan hasil penelitian ini dapat dilihat keakuratan diagnostik potong beku, sitologi imprint intraoperasi, dan gambaran USG pada pasien dengan diagnosa tumor ovarium untuk

Hasil ini tidak meyakinkan penulis akan peranan biaya outsourcing sumber daya manusia dalam menunjang efisiensi biaya operasional, berarti teori yang dikemukakan oleh Richardus

10 Perubahan Kadar Cadmium (Cd) pada perokok Aktif pasca dilakukan titik Akupuntur Surakarta Univ Setia Budi Ska 11 Perubahan Kadar CO (Carbon Monoksida) pasca tindakan akupuntur