PEPAYA CALIFORNIA (Kasus: desa Cimande dan desa Lemahduhur, kecamatan Caringin, kabupaten Bogor, Jawa Barat )
Oleh :
ANDRY PANDAPOTAN PURBA A 14105512
PROGRAM SARJANA EKSTENSI MANAJEMEN AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2008
Oleh :
ANDRY PANDAPOTAN PURBA A 14105512
PROGRAM SARJANA EKSTENSI MANAJEMEN AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2008
ANDRY PANDAPOTAN PURBA. Analisis Pendapatan Usahatani dan Saluran Pemasaran Pepaya California (Kasus: desa Cimande dan desa Lemahduhur, kecamatan Caringin, kabupaten Bogor, Jawa Barat). (Dibawah bimbingan ANDRIYONO KILAT ADHI)
Pepaya merupakan tanaman buah berupa herba dari famili Caricaceae dan merupakan komoditi hortikultura yang mempunyai nilai ekonomis yang tinggi.
Salah satu jenis pepaya yang saat ini digemari petani untuk dikembangkan adalah pepaya California. Pepaya California merupakan varietas pepaya baru yang kini digemari para petani karena menjanjikan keuntungan. Adanya permintaan dari supermarket yang berkelanjutan terhadap pepaya California, dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi para petani untuk melakukan kegiatan usahatani pepaya California tersebut. Adanya luas lahan yang tidak seragam yang dimiliki setiap petani, akan menyebabkan jumlah produksi yang dihasilkan juga berbeda. Tinggi rendahnya tingkat pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh para petani untuk melakukan kegiatan usahatani pepaya California tersebut, juga sangat berpengaruh terhadap besarnya jumlah produksi yang dihasilkannya. Besarnya tingkat penggunaan input (seperti pupuk, bibit dan tenaga kerja) akan berpengaruh terhadap tingkat pendapatan yang diperoleh masing-masing petani. Selain itu, penetapan harga jual pepaya California yang dilakukan oleh para petani akan mempengaruhi besarnya tingkat pendapatan yang diperoleh.
Efisien atau tidaknya suatu saluran pemasaran, dipengaruhi oleh lembaga- lembaga pemasaran yang terkait di dalamnya. Lembaga-lembaga pemasaran yang terlibat dalam memasarkan pepaya dari petani hingga konsumen akhir adalah:
produsen atau yang disebut sebagai petani, supplier dan pedagang pengecer. Dari permasalahan tersebut, maka dilakukan analisis pendapatan usahatani pepaya California untuk melihat berapa tingkat pendapatan usahatani pepaya California tersebut dan faktor-faktor apa yang mempengaruhinya. Selain itu, perlu juga dilakukan analisis saluran pemasaran, untuk mengetahui bagaimana bentuk saluran pemasaran California yang ada di lokasi penelitian.
Penelitian dilakukan di desa Cimande dan desa Lemahduhur, kecamatan Caringin, kabupaten Bogor, Jawa Barat. Data yang dikumpulkan merupakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan wawancara langsung dengan petani, sedangkan data sekunder diperoleh dari BPS dan sumber lain yang relevan.
Produksi rata-rata pepaya California yang dihasilkan oleh petani
responden adalah sebanyak 65.296 kg dengan luas lahan rata-rata 0,94 hektar
(ha). Harga jual rata-rata pepaya California adalah Rp. 1.930 per kg, sehingga
rata-rata penerimaan yang diperoleh petani responden selama satu tahun adalah
sebesar Rp. 126.021.280. Biaya tunai yang dikeluarkan oleh petani responden
adalah Rp. 31.125.475 per tahun, sehingga pendapatan atas biaya tunai adalah
sebesar Rp 94.895.805 per tahun. Sedangkan pendapatan atas total biaya untuk
luas lahan rata-rata 0,94 hektar dengan rata-rata produksi 65.296 kg dan jumlah
total biaya Rp 35.061.375 adalah sebesar Rp 90.959.905. Nilai R/C atas biaya
total yang diperoleh adalah sebesar 3.59 dan nilai R/C atas biaya tunai adalah
sebesar 4.05.
hektar). Luas lahan rata-rata yang dimiliki petani skala kecil adalah 0,35 hektar, petani skala menengah 1,15 hektar, sedangkan luas lahan rata-rata petani skala besar adalah 2,5 hektar. Dari hasil analisis R/C yang dilakukan, diketahui bahwa petani responden skala menengah memiliki nilai R/C yang lebih besar yaitu untuk R/C atas biaya tunai sebesar 5,66 dan untuk R/C atas total biaya sebesar 4,86.
Perhitungan pendapatan responden berdasarkan luas lahan tersebut juga dikonversikan ke dalam luasan satu hektar dengan tujuan untuk melihat faktor- faktor apa saja yang mempengaruhi tingkat pendapatan petani tersebut untuk luasan per hektar. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui tingkat keefisienan petani responden tersebut dalam melakukan kegiatan usahatani pepaya California.
Hasil analisis menunjukkan nilai R/C atas biaya tunai dan nilai R/C atas total biaya yang diterima oleh petani skala menengah juga lebih besar dibandingkan petani skala besar dan petani skala kecil (untuk luasan 1 ha). Petani skala menengah memperoleh nilai R/C atas biaya tunai sebesar 5,66 dan nilai R/C atas total biaya sebesar 4,86. Petani skala besar memperoleh nilai R/C atas biaya tunai sebesar 3,58 dan nilai R/C atas total biaya sebesar 3,15. Sedangkan petani skala kecil memperoleh nilai R/C atas biaya tunai sebesar 3,55 dan nilai R/C atas total biaya sebesar 2,95. Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa kegiatan usahatani pepaya California untuk luas lahan satu hektar yang dilakukan oleh petani skala menengah lebih efisien dibandingkan petani skala lain. Untuk luasan tersebut, jumlah tanaman yang lebih efisien untuk diusahakan adalah sebanyak 1.587 pohon dengan jarak tanam 2 m x 2,5 m.
Berdasarkan keseluruhan nilai R/C yang diperoleh petani responden (nilai R/C > 1), maka dapat dikatakan bahwa kegiatan usahatani pepaya California sangatlah menjanjikan keuntungan. Dari hasil analisis yang telah dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pendapatan petani responden di desa Cimande dan desa Lemahduhur adalah: luas lahan, jumlah tanaman per hektar, jarak tanam, penggunaan bibit, penggunaan pupuk kompos, penggunaan pupuk NPK dan penggunaan tenaga kerja luar keluarga (TKLK).
Dari 10 orang petani responden, terdapat dua pola saluran pemasaran
pepaya California. Pola saluran pemasaran yang paling banyak digunakan adalah
pola saluran pemasaran I (90 persen). Sedangkan petani yang memilih pola
saluran pemasaran II sebesar 10 persen, dimana petani tersebut langsung
memasarkan produknya ke pabrik. Besarnya bagian yang diterima oleh petani
(farmer’s share) pada pola saluran pemasaran I adalah Rp 1900 (25,33 persen)
dari harga jual pedagang pengecer. Sedangkan pada pola saluran II, petani
memperoleh farmer’s share sebesar Rp 2200 (100 persen) dari harga beli
konsumen akhir. Untuk analisis rasio keuntungan dan biaya, petani pada pola
saluran II memperoleh keuntungan terbesar yaitu 8,73. Artinya adalah petani
tersebut memperoleh keuntungan sebesar 8,73 untuk setiap rupiah yang
dikeluarkan. Sedangkan rasio antara keuntungan dan biaya yang diperoleh petani
pola saluran II adalah sebesar 4,39 untuk setiap rupiah yang dikeluarkan.
PEPAYA CALIFORNIA (Kasus: desa Cimande dan desa Lemahduhur, kecamatan Caringin, kabupaten Bogor, Jawa Barat )
Oleh:
ANDRY PANDAPOTAN PURBA A 14105512
Skripsi
Sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pertanian
Pada Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor
PROGRAM SARJANA EKSTENSI MANAJEMEN AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2008
Nama : Andry Pandapotan Purba
NRP : A14105512
Menyetujui, Dosen Pembimbing
Dr. Ir. Andriyono Kilat Adhi NIP. 131 410 931
Mengetahui, Dekan Fakultas Pertanian
Prof. Dr. Ir. Didy Sopandie, M.Agr NIP. 131 124 019
Tanggal Lulus : 10 Mei 2008
DENGAN INI SAYA MENYATAKAN BAHWA SKRIPSI SAYA YANG BERJUDUL ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI DAN SALURAN PEMASARAN PEPAYA CALIFORNIA (KASUS: DESA CIMANDE DAN DESA LEMAHDUHUR, KECAMATAN CARINGIN, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT BENAR-BENAR MERUPAKAN HASIL KARYA SAYA SENDIRI DAN BELUM PERNAH DIAJUKAN SEBAGAI KARYA ILMIAH PADA SUATU PERGURUAN TINGGI ATAU LEMBAGA MANAPUN.
Bogor, Mei 2008
ANDRY PANDAPOTAN PURBA
(A14105512)
Penulis dilahirkan di Padangsidempuan, Propinsi Sumatera Utara pada tanggal 16 Maret 1984, merupakan anak keempat dari tujuh bersaudara dari pasangan bapak B. Purba dan ibu N. Br. Hutagalung.
Penulis menyelesaikan pendidikan sekolah dasar di SD swasta Xaverius Padangsidempuan tahun 1996, kemudian melanjutkan pendidikan ke Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) swasta Kesuma Indah Padangsidempuan dan lulus pada tahun 1999. Kemudian penulis melanjutkan ke Sekolah Menengah Umum (SMU) Negeri 2 Padangsidempuan dan lulus pada tahun 2002.
Pada tahun yang sama penulis diterima sebagai mahasiswa Program
Diploma III Agribisnis Peternakan, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor,
dan lulus pada tahun 2005, kemudian penulis melanjutkan pendidikan di Program
Sarjana Ekstensi Manajemen Agribisnis, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian
Bogor.
Penulisan skripsi ini tidak dapat selesai tanpa adanya bantuan dari berbagai pihak, sehingga pada kesempatan yang berbahagia ini penulis ingin mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Papa dan mama saya tercinta yang selalu memberikan dukungan dalam segala hal, terutama dalam doa dan nasehatnya. Khusus untuk Ibunda tercinta yang selama masa hidupnya selalu mendoakan, memperhatikan dan memberikan kasih sayangnya kepadaku. Buat kakakku tersayang kak Anna, dan juga adik- adikku Ferry, Gunawan, Nancy dan Nanda yang selalu memberikan motivasi, semangat dan juga doa. Juga buat kakak iparku keluarga besar K. Sinaga dan keluarga besar T. Bancin beserta keponakan-keponakanku Derlina, Almando, Agnesia dan Devi atas doa, bimbingan dan dukungan yang telah diberikan kepada saya.
2. Bapak Dr. Ir. Andriyono Kilat Adhi, selaku dosen pembimbing yang telah memberikan bimbingan, saran, arahan dan dorongan kepada saya dalam penyelesaian skripsi ini.
3. Ibu Dr. Ir. Rita Nurmalina, MS atas kesediaannya sebagai dosen evaluator pada saat kolokium.
4. Ibu Dr. Ir. Anna Fariyanti, MS atas kesediannya sebagai dosen penguji utama.
5. Bapak Arif Karyadi Uswandi, SP atas kesediaannya sebagai dosen penguji Komisi Pendidikan.
6. Thomson Berutu, Amd atas kesediaannya sebagai pembahas dalam seminar.
dan informasi yang saya butuhkan dalam penyelesaian skripsi ini.
8. Teman seperjuanganku Ebrinedy Haloho atas kekompakan dan kerjasamanya dalam menyelesaikan skripsi ini.
9. Budi, Binharto, Dedy, David, Erick, Ilham, Juan dan Majus yang telah membantu saya dalam melakukan penelitian.
10. Semua teman-teman di wisma Borobudur atas bantuan yang telah diberikan.
11. Semua pihak yang belum dapat disebutkan satu persatu, yang telah membantu saya dalam hal apapun.
Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi para pihak yang membacanya dan dapat dijadikan sebagai bahan acuan dan tuntunan dalam pelaksanaan penelitian selanjutnya.
Bogor, Mei 2008
Penulis
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan kasih karunia-Nya yang begitu besar dan luar biasa, penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Skripsi ini berjudul analisis pendapatan usahatani dan saluran pemasaran pepaya California (kasus: desa Cimande dan desa Lemahduhur, kecamatan Caringin, kabupaten Bogor, Jawa Barat). Skripsi ini menganalisis tentang pendapatan usahatani pepaya California yang ada di desa Cimande dan desa Lemahduhur, serta menganalisis sistem pemasarannya.
Skripsi ini merupakan hasil karya penulis guna memenuhi persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana pada Program Sarjana Ekstensi Manajemen Agribisnis, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Melalui skripsi ini, penulis mencoba memberikan gambaran dalam mencari alternatif untuk mengambil keputusan dalam melakukan kegiatan usahatani pepaya California melalui pendekatan teori usahatani dan pemasaran.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, baik dalam penyajian materi maupun ide-ide pokok yang penulis sampaikan. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk perbaikan selanjutnya pada masa yang akan datang. Akhirnya, penulis berharap agar skripsi ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi para pembacanya.
.
Bogor, Mei 2008
Penulis
DAFTAR TABEL ...xiv
DAFTAR GAMBAR...xv
DAFTAR LAMPIRAN ...xvi
I. PENDAHULUAN... 1
1.1. Latar Belakang ...1
1.2. Perumusan Masalah ...5
1.3. Tujuan Penelitian ...8
1.4. Manfaat Penelitian ...9
II. TINJAUAN PUSTAKA ...10
2.1. Tinjauan Umum Komoditi Pepaya ...10
2.2. Syarat Tumbuh ...12
2.3. Budidaya Pepaya California ...13
2.3.1. Persiapan Bibit ...13
2.3.2. Persemaian ...13
2.3.3. Penanaman ...14
2.3.4. Pemeliharaan ...14
2.3.5. Panen dan Pasca Panen ...14
2.4. Studi Penelitian Terdahulu ...15
III. KERANGKA PEMIKIRAN ...19
3.1. Kerangka Pemikiran Teoritis ...19
3.1.1. Pendapatan dan Biaya Usahatani...19
3.1.2. Konsep Pemasaran...20
3.1.3. Lembaga dan Fungsi-Fungsi Pemasaran...22
3.1.4. Analisis Saluran dan Efisiensi Pemasaran ...24
3.1.4.1. Farmer’s Share ...27
3.1.4.2. Margin Pemasaran ...27
3.1.4.3. Rasio Keuntungan dan Biaya ...29
3.2. Kerangka Pemikiran Operasional ...29
IV. METODE PENELITIAN...32
4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian ...32
4.2. Jenis dan Sumber Data...32
4.3. Metode Pengambilan Responden ...33
4.4. Metode Pengumpulan Data ...34
4.5.1. Analisis Pendapatan Usahatani ...35
4.5.2. Analisis Lembaga dan Saluran Pemasaran ...36
4.5.3. Analisis Efisiensi Pemasaran...36
4.5.3.1. Analisis Farmer’s Share...37
4.5.3.2. Marjin Pemasaran ...37
4.5.3.3. Analisis Rasio Keuntungan dan Biaya ...39
4.6. Defenisi Operasional ...40
V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN ...41
5.1. Lokasi dan Kondisi Geografis Penelitian ...41
5.2. Keadaan Penduduk ...42
5.3. Karakteristik Responden Petani Pepaya California...44
5.3.1. Status Kepemilikan Usaha ...44
5.3.2. Tingkat Pendidikan dan Umur Petani Responden ...45
5.3.3. Tingkat Penggunaan Input, Jumlah Penerimaan dan Pola Saluran Pemasaran ...46
5.4. Teknik Budidaya Pepaya California...47
5.4.1. Persiapan Bibit...47
5.4.2. Persemaian...48
5.4.2.1. Pengisian Media Tanam Ke Polibag ...48
5.4.2.2. Penyemaian...48
5.4.3. Penanaman...49
5.4.3.1. Pembuatan Lobang Tanam dan Penanaman ...49
5.4.4. Pemeliharaan ...49
5.4.4.1. Penyiraman, Penyulaman dan Penyiangan ...49
5.4.4.2. Pemupukan, Pembumbunan, dan Pengendalian Hama dan Penyakit...50
5.4.5. Panen dan Pasca Panen ...51
VI. HASIL DAN PEMBAHASAN ...53
6.1. Analisis Pendapatan Usahatani Pepaya California...53
6.1.1. Penerimaan Usahatani...54
6.1.2. Biaya Usahatani ...54
6.2. Analisis Pendapatan Usahatani Pepaya California Berdasarkan Skala Usaha...59
6.3. Analisis Lembaga dan Saluran Pemasaran ...64
6.3.1. Fungsi Pemasaran ...65
6.3.2. Efisiensi Pemasaran ...69
6.3.2.1. Farmer’s Share ...69
6.3.2.2. Marjin Pemasaran...69
6.3.3. Analisis Efisiensi Pemasaran...72
7.1. Kesimpulan ...73
7.2. Saran ...75
DAFTAR PUSTAKA ...76
LAMPIRAN ...78
Nomor Halaman
1. Komposisi Buah dan Daun Pepaya ...2
2. Perkembangan dan Peningkatan Produktivitas, Luas Panen
dan Produksi Pepaya Indonesia Tahun 2000 – 2005 ...3 3. Konsumsi Buah Pepaya Per Kapita di Indonesia Tahun 2002-2005 ... 3 4. Perkembangan Ekspor dan Impor Buah Pepaya di Indonesia
Tahun 2002 - 2005 ...4 5. Jumlah Penduduk di Desa Cimande dan Desa Lemahduhur Tahun 2007
Menurut Mata Pencaharian... 43 6. Jumlah Responden Petani Pepaya California Berdasarkan Skala Usaha
dan Status Kepemilikan Usaha di Desa Cimande
dan Desa Lemahduhur... 44 7. Jumlah Responden Pepaya California Berdasarkan Umur dan Tingkat
Pendidikan Umur di Desa Cimande dan Desa Lemahduhur ... 45 8. Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pengeluaran,
Jumlah Produksi dan Tingkat Penerimaan ... 46 9. Karakteristik Petani Responden Berdasarkan Pola
Saluran Pemasaran ... 47 10. Rata-rata Pendapatan Petani Responden Untuk Luas Lahan
0,94 Hektar Tahun 2007-2008 (1 Tahun)... 55 11. Rata-rata Nilai Penyusutan Peralatan Usahatani Pepaya California
Per Tahun... 57
12. Perbandingan Pendapatan Petani Responden Berdasarkan Skala
Usaha Untuk Luasan Lahan 1 Hektar Dalam Waktu Satu Tahun ... 60 13. Fungsi Pemasaran Pada Lembaga Pemasaran Pepaya California
di Desa Cimande dan Desa Lemahduhur ... 66 14. Analisis Marjin Pemasaran Pepaya California di Desa Cimande
dan Desa Lemahduhur... 70
Nomor Halaman 1. Buah dan Pohon Pepaya California ...5 2. Konsep-konsep Inti Pemasaran ...21 3. Hubungan Antara Margin Tataniaga, Nilai Margin Tataniaga
serta Marketing Cost and Charge ...28
4. Kerangka Pemikiran Operasional Penelitian ...31
5. Saluran Pemasaran Pepaya California di Lokasi Penelitian ...65
Nomor Halaman
1. Peta Wilayah Kecamatan Caringin ...78
2. Masing-masing Umur Tanaman, Luas Lahan, Jarak Tanam, Jumlah Tanaman dan Jumlah Produksi Pepaya California, Serta Pendapatan Yang Dihasilkan Petani Responden Dalam
Waktu Satu Tahun di Daerah Penelitian ...79 3. Potensi Sumberdaya Tiap-tiap Desa di Kecamatan Caringin,
Kabupatan Bogor, Jawa Barat ... 80 4. Penjabaran Tentang Biaya Yang Dikeluarkan Oleh Masing-masing
Petani Responden... 81 5. Pendapatan Petani Responden Berdasarkan Skala Usaha (Luas Lahan)
Dalam Waktu Satu Tahun ... 86 6. Perincian Penerimaan, Biaya dan Pendapatan Petani Berdasarkan
Skala Usaha Per Hektar Dalam Waktu Satu Tahun... 88
7. Kuisioner Penelitian ... 90
1.1. Latar Belakang
Indonesia yang dikenal sebagai salah satu negara yang mempunyai iklim tropis, berpeluang besar bagi pengembangan budidaya tanaman buah-buahan, terutama buah-buahan tropika. Buah-buahan merupakan salah satu komoditi pertanian yang penting dan terus ditingkatkan produksinya baik untuk memenuhi konsumsi dalam negeri maupun luar negeri. Permintaan terhadap buah-buahan yang semakin tinggi juga dapat membuka peluang bagi peningkatan agribisnis buah sehingga diharapkan dapat bersaing dengan negara-negara lainnya terutama dalam mengatasi perdagangan bebas saat ini. Peningkatan kualitas buah merupakan salah satu upaya dalam mengatasi persaingan tersebut disamping peningkatan produksi dan efisiensi usaha.
Salah satu jenis tanaman buah-buahan yang sangat digemari oleh masyarakat adalah pepaya. Pepaya (Carica papaya L.) adalah tumbuhan yang berasal dari Meksiko bagian Selatan dan bagian Utara dari Amerika Selatan dan kini telah tersebar luas di seluruh dunia. Pepaya merupakan tanaman buah berupa herba dari famili Caricaceae dan merupakan komoditi hortikultura yang mempunyai nilai ekonomis yang tinggi.
Sebagai buah segar, pepaya relatif disukai semua lapisan masyarakat
karena cita rasanya yang enak, kaya vitamin A, B dan C yang sangat dibutuhkan
oleh tubuh manusia. Buah pepaya mengandung enzim papain yang sangat aktif
dan memiliki kemampuan mempercepat proses pencernaan protein, karbohidrat
dan lemak. Bagian tanaman pepaya lainnya juga dapat dimanfaatkan, antara lain
2
sebagai obat tradisional, pakan ternak dan kosmetik. Pepaya juga dapat diolah menjadi berbagai bentuk makanan dan minuman yang diminati pasar luar negeri seperti olahan puri, pasta pepaya, manisan kering, manisan basah, saus pepaya dan juice pepaya. Bahkan bijinyapun dapat diolah lebih lanjut menjadi minyak dan tepung.
1Komposisi buah dan daun pepaya dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Komposisi buah dan daun pepaya
Unsur Komposisi Buah Masak Buah Mentah Daun
Energi (Kal) 46 26 79
Air (gr) 86,7 92,3 75,4
Protein (gr) 0,5 2,1 8
Lemak (gr) - 0,1 2
Karbohidrat (gr) 12,2 4,9 11,9
Vitamin A (IU) 365 50 18.250
Vitamin B (mg) 0,04 0,02 0,15
Vitamin C (mg) 78 19 140
Kalsium (mg) 23 50 353
Besi (mg) 1,7 0,4 0,8
Fosfor (mg) 12 16 63
Sumber: Direktorat Gizi, Depkes RI, 1979
Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa kandungan gizi tertinggi yang terdapat dalam buah pepaya adalah vitamin A, yaitu 365 IU pada buah masak, 50 IU pada buah mentah, dan 18.250 IU pada daun. Hal ini dapat menunjukkan bahwa buah pepaya sangat penting dikonsumsi oleh manusia.
Semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi buah tersebut, dapat meningkatkan permintaan terhadap pepaya sehingga jumlah pasokan pepaya juga harus ditingkatkan. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu dilakukan pengembangan budidaya pepaya dan peningkatan produktivitas dengan cara efisiensi produksi dan perluasan skala usaha. Perkembangan dan peningkatan produktivitas, luas panen dan produksi pepaya Indonesia disajikan pada Tabel 2.
1