• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lampiran 1. Tabel data responden kemiri Kecamatan Kuta Buluh

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Lampiran 1. Tabel data responden kemiri Kecamatan Kuta Buluh"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

Lampiran 1 . Tabel data responden kemiri Kecamatan Kuta Buluh No Nama

Responden

Umur (Tahun)

Pendidikan Jumlah Anggota keluarga

Pekerjaan Pendapatan per Bulan (Rp) Desa Kuta Maleh

1 Purnama P 40 SMP 5 Tani 1.390.000

2 Zainal Sitepu 21 SMP 3 Tani 1.118.888

3 Sabar P 50 SD 2 Tani 960.000

4 Bapaknami Karo-karo

65 SD 2 Tani 1.110.000

5 Minah Karo-karo 70 SD 3 Tani 1.400.000

Desa Buah Raya 1 Haluanta

Sembiring

20 SMP 3 Tani 1.000.000

2 B. Sembiring 48 SD 4 Tani 1.353.000

3 Robet Sitepu 40 SD 6 Tani 1.666.000

4 Simet Sembiring 65 SD 4 Tani 1.300.000

5 P. Peranginangin 65 SD 5 Tani 1.300.000

Desa Lau Buluh

1 Atang P. 44 S1 6 PNS,Tani 3.360.000

2 Waktu Ketaren 40 SD 6 Tani, Sopir 2.000.000

3 Saringat K 52 SD 4 Tani 1.210.000

4 Tempel Sembiring

60 SD 1 Tani 720.000

5 Naik Mialala 70 SD 2 Tani 870.000

(2)

Lampiran 2 . Tabel data responden kemiri Kecamatan Tiga Binanga No Nama

Responden

Umur (Tahun)

Pendidikan Jumlah Anggota Keluarga

Pekerjaan Pendapatan per Bulan (Rp) Desa Tiga Binanga

1 Rogawaty Br Ginting

55 SPG 6 Tani 2.000.000

2 Sukarela Ginting 62 SD 5 Tani 865.000

3 Arihta Ginting 29 SD 4 Tani 1.210.000

4 Deka Purba 48 SMA 5 Tani 1.500.000

5 Masta Ginting 55 SPG 4 Guru, Tani 2.410.000

Desa Menjire

1 Polen Sembiring 39 SMP 3 Tani 1.280.000

2 Masri P 32 S1 3 Tani 1.050.000

3 Umur Sembiring 54 SMP 3 Tani 1.010.000

4 Bersih Ginting 70 SGA 2 Tani 1.250.000

5 Dahlia Sebayang 50 SPG 2 Tani 1.220.000

Desa Bunga Baru

1 Purba Karo-karo 57 SMP 5 Tani

Dagang

4.000.000

2 Johari Tarigan 52 SMA 7 Tani 1.315.000

3 Ripin Purba 40 SMA 3 Tani 800.000

4 Jonta Ginting 80 SR 1 Tani 540.000

5 Data Milala 70 SMP 3 Tani 1.670.000

(3)

Lampiran 3. Tabel data responden kemiri Kecamatan Lau Baleng No Nama

Responden

Umur (Tahun)

Pendidikan Jumlah Anggota Keluarga

Pekerjaan Pendapatan per Bulan (Rp) Desa Lau Baleng

1 Arizona Sembiring

42 SMA 4 Tani

Sopir

1.650.000 2 Repely

Sembiring

34 D3 4 Tani

PNS

2.500.000

3 Syahbudin G. 53 SD 4 Tani 1.000.000

4 Wendy Ginting 55 SD 6 Tani

5 Juhar Tarigan 69 SD 2 Tani

Desa Kutarih

1 Lida Br Pinem 31 SMEA 5 Tani

Dagang

7.000.000 2 Mungkin

Ginting

45 SMA 6 Tani

Dagang

3.000.000

3 Sangap Sitepu 48 SD 6 Tani

Sopir

4.000.000

4 Iting Ginting 62 SD 2 Tani 2.500.000

5 John Sembiring 40 SMA 6 Tani 900.000

Desa Lau Peranggunan

1 Sukarni Tarigan 42 S1 5 Tani 3.000.000

2 Markos Ginting 36 SMP 4 Tani 1.500.000

3 Marlon Tarigan 29 SMA 3 Tani 1.140.000

4 Syarif Tarigan 52 SMP 3 Tani 1.330.000

5 Riston Tarigan 28 SMA 4 Tani 1.200.000

(4)

Lampiran 4 . Tabel data responden kemiri Kecamatan Mardingding No Nama

Responden

Umur (Tahun)

Pendidikan Jumlah Anggota Keluarga

Pekerjaan Pendapatan per Bulan (Rp) Desa Mardingding

1 Pardamean Ginting

65 SMP 6 Tani 1.130.000

2 Rasid Ginting 48 STM 4 PNS Tani 2.080.000

3 Maulana G 56 SMP 3 Tani 1.000.000

4 Ngedeng Peranginangin

55 SD 5 Tani 1.230.000

5 Senen Tarigan 57 SD 5 Tani 1.370.000

Desa Lau Pengulu

1 Aristo Pinem 24 SMP 4 Tani 1.175.000

2 Hidup S 40 SD 3 Tani 1.165.000

3 Zaman S 34 SD 5 Tani 1.375.000

4 Menang Ginting

61 SD 1 Tani 520.000

5 Salam Ginting 60 SD 1 Tani 470.000

Desa Bandar Purba 1 H.

Situmorang

60 SMA 4 Tani

BPD

2.000.000

2 Arta Br Karo 45 SMA 3 Tani 1.380.000

3 Yahya Ginting 23 SMP 3 Tani 1.580.000

4 Litmin Purba 40 SMA 5 Tani 1.620.000

5 Sudin Barus 50 SD 6 Tani 2.000.000

(5)

Lampiran 5. Data responden durian Kecamatan Tigan Derket No Nama

Responden

Umur (Tahun)

Pendidikan Jumlah Anggota Keluarga

Pekerjaan Pendapatan per Bulan (Rp) Desa Nari Gunung I

1 Alex Albert Surbakti

55 SMA 6 Tani 1.641.000

2 Selamat Ginting

45 SD 5 Tani 1.550.000

3 Indra Bangun 53 SMP 3 Tani 1.250.000

4 Kawas Tarigan

35 SMA 6 Tani 1.800.000

5 Dapat Bangun

40 SMA 6 Tani 2.000.000

Desa Nari Gunung II 1 A.

Sembiring

40 SMA 6 Tani

PNS

2.650.000 2 Semin

Sembiring

45 SMA 4 Tani 1.450.000

3 K.bangun 60 SMA 2 Tani 1.500.000

4 Jamin Sitepu 60 S1 2 PNS, Tani 2.000.000

5 Pelta Sebayang

35 SMA 4 PNS, Tani 2.400.000

Desa Kutam Baru

1 Kolam S 56 SMA 4 Tani 2.000.000

2 Braham Sembiring

43 SMA 3 Tani 1.575.000

3 Waspada Sembiring

52 SMP 5 Tani 1.800.000

4 Maju Singarimbun

46 SMA 4 Tani 2.025.000

5 Samuel Singarimbun

40 SMA 4 Tani 2.600.000

Desa Temburun 1 Jakob

Bangun

35 SMA 3 Tani 1.600.000

2 Baloh Sembiring

78 SR 2 Tani 1.650.000

3 Nelsi Singarimbun

48 SMA 2 Tani 3.600.000

4 Musina Sembiring

55 SMA 2 Tani 1.750.000

5 Tandel Singarimbun

85 SR 2 Tani 1.175.000

(6)

Lampiran 6. Gambar Lapangan

Gambar 1. Pembuatan petak plot lingkaran 0,1 ha pada tegakan kemiri.

Gambar 2. Pembuatan petak plot lingkaran 0,1 ha pada tegakan durian.

Gambar 3. Wawancara dengan responden laki-laki.

(7)

Gambar 4. Wawancara dengan responden perempuan.

Gambar 5. Tegakan kemiri

Gambar 6. Tegakan durian

(8)

Gambar 7. Buah kemiri pada dahan.

Gambar 8. Kegiatan mengupas kemiri (Bahasa Karo ”Mamikpik”).

Gambar 9. Buah kemiri yang sudah dikupas siap untuk dipasarkan.

(9)

Gambar 10. Buah durian pada dahan.

Gambar 11. Pemasaran buah durian di pasar tradisional.

(10)

Gambar 12. Peta wilayah Kabupaten Karo.

(11)

KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN

Letak Kawasan

Kawasan yang menjadi daerah penelitian adalah Kabupaten Karo.

Kabupaten Karo terletak di dataran tinggi pegunungan Bukit Barisan di wilayah Propinsi Sumateran Utara yang secara geografis terletak pada posisi 02

0

50’ – 03

0

19’ LU dan 97

0

55’ – 98

0

38’ BT dengan luas wilayah 2127,25 km

2

atau 212,725 ha. Berarti 2,97 % dari luas Provinsi Sumatera Utara.

Kabupaten Karo secara administratif berbatasan langsung dengan : 1. Sebelah Utara dengan Kabupaten Langkat dan Deli Serdang 2. Sebelah Selatan dengan Kabupaten Dairi dan Ujung Danau Toba 3. Sebelah Timur dengan Kabupaten Simalungun dan Deli Serdang 4. Sebelah Barat dengan Kabupaten Aceh Tenggara.

Jarak ibukota Kabanjahe ke Ibukota Proinsi Sumatera Utara Medan (Pelabuhan Udara) adalah sekitar 67 km, dengan jarak tempuh sekitar 2-3 jam dengan kenderaan bermotor roda 4

(Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten Karo, 2005).

Luas Wilayah

Luas wilayah Kabupaten Karo adalah 212.725 Ha dengan penggunaan lahan yaitu kawasan hutan seluas 89.867 Ha (42,225 %), tanah ladang 61.072 Ha (28,71 %), tegalan / kebun / pemukiman seluas 18.786 Ha (8,83 %) dan lahan kritis / terlantar seluas 43.000 Ha (20,21 %)

(Sumber: Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Karo, 2008).

(12)

Jenis Tanah

Jenis tanah yang terdapat di Kabupaten Karo adalah Regosol, Andosol, Latosol, Komplek Latosol, Podsolik Merah Kuning, Litosol dan Podsolik serta Podsolik Merah Kekuningan

(Sumber: Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Karo, 2008).

Iklim

Kabupaten Karo termasuk daerah beriklim tropis. Suhu udara di Kabupaten Karo berkisar antara 14

0

C – 26

0

C dengan kelembaban udara rata-rata setinggi 89 %. Berdasarkan catatan Stasion Klimatologi Kuta Gadung Kabupaten Karo, pada tahun 2004 terdapat 151 hari hujan dengan volume curah hujan sebanyak 2.216 mm. Curah hujan terbesar terjadi pada bulan Desember yaitu 390 mm dengan hari hujan sebanyak 14 hari. Sedangkan curah hujan terkecil terjadi pada bulan Agustus sebesar 24 mm dengan hari hujan 6 hari

(Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten Karo, 2005).

Tabel 2. Batas-batas wilayah kecamatan penelitian

Kecamatan Batas-batas wilayah

Ketinggian DPL (m)

Luas wilayah (Km

2

)

Timur Barat Utara Selatan

Kuta Buluh 900 195,70 Kec. Payung Kec.

Mardingding

Kab. Langkat Kec. Tiga Binanga Tiga Binanga 600-700 160,38 Kec. Tiga

Binanga

Kec.

Mardingding

Kec. Kuta Buluh

Kec. Juhar Lau Baleng - 252,60 Kec. Tiga

Binanga

Prop. Aceh Kec.

Mardingding

Kab. Dairi Mardingding 280 267,11 Kec. Tiga

Binanga

Prop. Aceh Kab. Langkat Kec. Lau Baleng Tigan Derket 850-1200 86,76 Kec. Simpang

Empat

Kec. Kuta Buluh

Kab. Langkat Kec.

Munte

(Sumber: Badan Pusat Statistik Karo, 2007).

(13)

Tabel 3. Batas- batas desa penelitian

Kecamatan

Batas wilayah desa penelitian

Desa Timur Barat Utara Selatan

Kuta Buluh Kuta Maleh Lau Buluh Mburidi Mburidi Buah Raya Buah Raya Siababang-

abang

Nageri Jahe, Ujung Deleng

Kuta male Kec.Tiga Binanga Lau Buluh Kuta Buluh Kuta Male Mburidi Buah Raya Tiga

Binanga

Tiga Binanga

Bunga Baru Kuala Pertumbuken Pergendangen Menjire Perbesi Kuala Perbesi Tiga Binanga Bunga Baru Kec. Munte Tiga Binanga Perbesi Kuta Raja Lau Baleng Lau Baleng Kec. Tiga

Binanga

Tanjung Gunung

Kutambelin Lau Pradep Kutarih Tanjung

Gunung

Lau Baleng Tanjung Gunung

Kec. Tiga Binanga Lau

Peranggunan

Kec. Tiga Binanga

Kab. Dairi Durin Rugun Kab. Dairi Mardingding Mardingding Lau

Kesumpat

Tanjung Pamah

Lau Kesumpat

Lau Baleng Lau Pengulu Bandar

Purba

Lau Pakam Lau Pakam Prov Aceh Bandar

Purba

Rimo Bunga Lau Pengulu Lau Pengulu Rimo Bunga Tigan

Derket

Nari Gunung I

Gunung Merlawan

Nari Gunung II

Penampen Jandi Meriah Nari

Gunung II

Nari Gunung I

Tanjung Mbelang

Kuta Galuh Jandi Meriah Kutambaru Mardingding

, Temburun

Susuk, Suka Tendel

Susuk Tigan Derket Temburun Perbaji Kutambaru Mardingding Tigan Derket,

Perbaji (Sumber: Badan Pusat Statistik Karo, 2007).

Penelitian kemiri dilaksanakan di 4 kecamatan dengan 12 desa sesuai

dengan rekomendasi Dinas Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat

Kabupaten Karo. Masing-masing tiap kecamatan terdiri dari 3 desa sesuai dengan

quota sampling yang ditentukan. Tidak semua desa dijadikan objek penelitian

karena tidak semua desa memiliki kebun kemiri. Kebun kemiri telah berpuluh-

puluh tahun dibudidayakan sehingga unsur hara tanah untuk mendukung

pertumbuhan kemiri secara maksimal mulai turun. Pada beberapa desa di

(14)

kecamatan penelitian kebun kemiri telah diubah menjadi lahan pertanian seperti cokelat, jagung, padi dan juga sebagai lahan perumahan. Penduduk merasakan bahwa hasil kemiri sudah tidak seperti dulu bisa menghidupi keluarga, akhirnya banyak yang diubah menjadi lahan pertanian.yang lebih produktif, harga jual yang tinggi dan lebih laku di pasaran.

Tapi pada beberapa desa di kecamatan penelitian masih terdapat desa-desa dengan keluarga-keluarga yang masih setia mengembangkan kebun kemiri dengan anggapan yang positif bahwa kemiri akan memiliki harga jual yang lebih tinggi di masa yang akan datang mengingat luasan lahan kemiri pada masing-masing kecamatan semakin berkurang. Mereka mengharapkan bahwa budidaya yang baik akan mendapatkan hasil yang memuaskan walaupun dengan luasan yang terbatas.

Oleh karena desa objek penelitian ditentukan sebanyak 3 desa.

Tiap desa dipilih 5 keluarga sebagai sampel karena tidak semua keluarga di tiap desa memiliki hutan kemiri dan mengandalkan sektor ekonominya dengan cukup besar pada kemiri. Disamping itu terdapat keluarga yang memiliki kebun kemiri namun luasan yang tidak cukup. Selain itu banyak juga keluarga yang memiliki pohon kemiri yang populasinya tersebar, sehingga tidak membentuk suatu kesatuan lahan kebun kemiri. Keluarga-keluarga baru umumnya tidak menanam kemiri, mereka membudidayakan tanaman pertanian seperti sayur- sayuran, buah-buahan, cokelat, jagung dan padi. Jadi sebagian besar kebun kemiri merupakan warisan dan dimiliki oleh keluarga-keluarga yang sudah cukup tua.

Oleh karena itu dengan berbagai pertimbangan tersebut ditentukan sampel

keluarga tiap desa sebanyak 5. Berarti ada 60 responden keluarga yang

(15)

diwawancarai. Selengkapnya perbandingan desa, jumlah keluarga tiap desa, jumlah keluarga pemiliki kemiri dan jumlah responden dapat disajikan pada Tabel 5.

Tabel 4. Perbandingan jumlah desa/kelurahan pada tiap kecamatan, jumlah desa penghasil kemiri dan jumlah desa yang diteliti.

Kecamatan Jumlah desa/kelurahan Jumlah desa penghasil kemiri

Jumlah desa yang diteliti

Kuta Buluh 17 5 3

Tiga Binanga 19 7 3

Lau Baleng 13 5 3

Mardingding 10 6 3

Total 59 22 12

(Sumber : Data primer).

Tabel 5. Perbandingan desa, jumlah keluarga tiap desa, jumlah keluarga pemiliki kemiri dan jumlah keluarga responden.

No Kecamatan Desa Jumlah

keluarga

Jumlah keluarga pemilik kemiri

Jumlah keluarga yang teliti

1 Kuta Buluh Kuta Maleh 164 15 5

Buah Raya 160 15 5

Lau Buluh 187 20 5

2 Tiga Binanga Tiga Binanga 350 40 5

Menjire 120 10 5

Bunga Baru 250 25 5

3 Lau Baleng Lau Baleng 851 50 5

Kutarih 130 20 5

Lau Peranggunan 188 20 5

4 Mardingding Mardingding 1371 50 5

Lau Pengulu 226 23 5

Bandar Purba 241 27 5

Total 4 12 4.238 315 60

(Sumber : Data primer).

Penelitian durian dilaksanakan di 4 desa di Kecamatan Tigan Derket,

sesuai dengan rekomendasi dari Dinas Kesatuan Bangsa dan Perlindungan

Masyarakat Kabupaten Karo. Bahwasanya di Kecamatan Tigan Derket memiliki

produksi durian yang paling banyak di Kabupaten Karo. Yang diteliti adalah satu

(16)

Kecamatan yaitu Kecamatan Tigan Derket dengan 4 desa penelitian yaitu Desa Nari Gunung I, Desa Nari Gunung II, Desa Kutam Baru dan Desa Temburun.

Sesuai dengan informasi dari masyarakat di masing-masing desa tersebut durian

cukup banyak tumbuh.. Walaupun luas lahan durian yang dimiliki tidak seberapa

luas dibandingkan denga lahan yang non-durian namun produksi buah durian

cukup menambah penghasilan petani. Masing-masing desa ditentukan 5 keluarga

sebagai sampel. Berarti terdapat 20 responden keluarga yang diwawancarai.

Gambar

Gambar 1. Pembuatan petak plot lingkaran 0,1 ha pada tegakan kemiri.
Gambar 4. Wawancara dengan responden perempuan.
Gambar 7. Buah kemiri pada dahan.
Gambar 10. Buah durian pada dahan.
+5

Referensi

Dokumen terkait

Perolehan penghasilan atau pendapatan perempuan pemecah batu di Desa Rebug Kecamatan Kemiri Kabupaten Purworejo dijadikan objek dalam penelitian ini adalah pendapatan dalam

Karakteristik Data Petani Responden Kecamatan Camba dan Kecamatan Cenrana Kabupatern

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya aspek spritual dan moral dalam pendidikan yang terdapat nilai-nilai agama yang tidak hanya di sampaikan melalui

Temuan masalah dilokasi Kuliah Kerja Nyata Unit X.C.1 Dusun Karangnongko, Desa Kemiri, Kecamatan Tanjungsari, Daerah Istimewa Yogyakarta antara lain minimnya sarana dan

Skripsi ini adalah hasil penelitian lapangan tentang ‚Tinjauan Hukum Islam Terhadap Praktik Ganti Rugi Dalam Jual Beli Padi Tebasan Di Desa Kemiri Kecamatan Kebak

Penelitian ini berlokasi di Desa Kemiri Kecamatan Sigaluh Kabupaten Banjarnegara dengan pertimbangan (1) Kesenian tradisional Rodat Rock Gempor merupakan salah satu

Berdasarkan penelitian, menunjukkan bahwa sebagian besar responden di Desa Kemiri Kecamatan Jepon Kabupaten Blora yang status gizinya kurang 32 batita (42,7%), sedangkan responden

Biaya Penyusutan Peralatan Pengecer Per kg Produk Agroindustri Kerupuk Ikan Skala Rumah Tangga Di Desa Gelung Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo.. No Pelaku Pemasaran