Nomor : LKIN-4/K/SU/2017
KATA PENGANTAR
aporan Kinerja Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) ini merupakan bentuk pertanggungjawaban atas kinerja pencapaian sasaran strategis tahun anggaran 2016. Pengukuran kinerja didasarkan pada hasil penilaian Indikator Kinerja Utama (IKU) yang merupakan indikator keberhasilan pencapaian sasaran strategis sebagaimana ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja BPKP Tahun 2016.
Penyusunan Laporan Kinerja BPKP mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri PAN RB Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.
Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 192 Tahun 2014 tentang Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, BPKP sebagai aparat pengawasan intern pemerintah mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pengawasan keuangan negara/daerah dan pembangunan nasional. Di samping itu, menurut PP Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah, BPKP berperan melakukan pembinaan penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dan memfasilitasi Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dalam rangka meningkatkan kapabilitasnya agar terwujud APIP yang efektif.
Secara umum, capaian kinerja sasaran telah sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Hasil pengukuran kinerja tahun 2016 menunjukkan bahwa dari 8 IKU sasaran strategis BPKP, sebanyak 5 IKU mencapai/ melampaui target, sedangkan 3 IKU lainnya mencapai kinerja yang cukup baik dengan capaian kinerja berada pada rentang 92% sampai dengan 98%.
Jumlah instansi pemerintah yang mengalami peningkatan maturitas SPIP dan kapabilitas APIP cukup banyak. Dalam tahun 2016, sebanyak 21 instansi pemerintah telah mencapai maturitas SPIP level 3, meningkat dari tahun sebelumnya hanya sebanyak 5 instansi. Demikian pula Kapabilitas APIP telah mencapai level 3 sebanyak 26 APIP, meningkat dari tahun sebelumnya hanya sebanyak 2 APIP.
Selain itu, jumlah pemerintah daerah yang telah dinilai maturitas SPIP dan kapabilitas APIP-nya meningkat secara signifikan. Pemerintah Provinsi yang telah dinilai maturitas SPIP-nya pada tahun 2016 sebanyak 24 Pemprov, meningkat dibanding tahun 2015 sebanyak 3 Pemprov. Sedangkan Pemerintah Kabupaten/Kota yang telah dinilai maturitas SPIP-nya pada tahun 2016 sebanyak 266 Pemkab/kota, meningkat dibandingkan tahun 2015 sebanyak 74 Pemkab/kota.
Pemerintah Provinsi yang telah dibina kapabilitas APIP-nya pada tahun 2016 sebanyak 34 APIP, meningkat dibandingkan tahun 2015 sebanyak 20 APIP Provinsi.
Sedangkan Pemerintah Kabupaten/Kota yang telah dibina kapabilitas APIP-nya
L
pada tahun 2016 sebanyak 502 APIP, meningkat dibanding tahun 2015 sebanyak 427 APIP Kabupaten/Kota.
Selain pencapaian tujuan dan sasaran strategis tersebut di atas, beberapa prestasi BPKP tahun 2016 dapat disebutkan sebagai berikut:
1. Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan BPKP Tahun Anggaran 2015 dari BPK-RI.
2. Penerimaan penghargaan (award) juara terbaik dari Kementerian Keuangan atas prestasi penyampaian Laporan Keuangan BPKP yang berkualitas dan tepat waktu selama 8 tahun berturut-turut (2009-2016), pengelolaan aset negara dengan baik, dan efisiensi dari pemanfaatan e-procurement.
3. Kemenangan di pengadilan untuk hampir seluruh sidang gugatan terhadap BPKP.
4. Peringkat III Pemeringkatan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Tahun 2016 untuk Kategori Lembaga Negara dan Lembaga Pemerintah Non Kementerian dari Komisi Informasi Pusat
5. Capaian kinerja pengelolaan BMN BPKP di Lingkungan Kementerian/Lembaga sebagai peringkat terbaik untuk tahun 2013, 2014, dan 2015 yang diapresiasi oleh Kementerian Keuangan melalui penghargaan Bandha Tadhya Abiwada Utama pada forum BMN Award 2015.
Capaian kinerja tahun 2016 ini diharapkan dapat menjadi alat kendali dan alat pemacu peningkatan kinerja seluruh jajaran pejabat dan pelaksana di lingkungan BPKP dalam mewujudkan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Nasional.
Kepala,
Ardan Adiperdana
Daftar Isi
Kata Pengantar ...
Daftar Isi ...
Ikhtisar Eksekutif ...
i iii v
A. Kerangka Pengukuran Kinerja . B. Akuntabilitas Kinerja ...
1. Ikhtisar Kinerja ...
2. Evaluasi Kinerja ...
a. Kinerja Pengawasan ...
Sasaran Strategis 1 ...
Sasaran Strategis 2 ...
Sasaran Strategis 3 ...
b. Kinerja Dukungan Pengawasan ...
C. Realisasi Keuangan ...
25 26 26 27 27 27 30 39
89 A. Tugas, Fungsi, dan Wewenang 99
Organisasi ...
B. Aspek Strategis Organisasi ...
C. Kegiatan dan Produk Organisasi D. Struktur Organisasi ...
E. Sistematika Penyajian ...
1 3 5 6 8
A. Rencana Strategis 2015 - 2019 ...
1. Pernyataan Visi dan Misi ...
2. Tujuan dan Sasaran Strategis 3. Sasaran Program ...
4. Indikator Kinerja Utama ...
5. Program dan Kegiatan ...
B. Perjanjian Kinerja ...
10 10 13 14 15 18 20
9-22
Perencanaan Kinerja
i-viii
Ikhtisar Kinerja
1-8
Pendahuluan
25-100
Akuntabilitas Kinerja
103
Penutup
Lampiran
BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN I N S P E K T O R A T
PERNYATAAN TELAH DIREVIU
Kami telah mereviu Laporan Kinerja Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan untuk tahun anggaran 2016 sesuai Pedoman Reviu atas Laporan Kinerja. Substansi informasi yang dimuat dalam Laporan Kinerja menjadi tanggung jawab manajemen Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan.
Reviu bertujuan untuk memberikan keyakinan terbatas laporan kinerja telah disajikan secara akurat, andal, dan valid.
Berdasarkan reviu kami, tidak terdapat kondisi atau hal-hal yang menimbulkan perbedaan dalam meyakini keandalan informasi yang disajikan di dalam laporan kinerja ini.
Jakarta, 20 Februari 2017 Inspektur,
Achdiman Kartadimadja
NIP 19581010 198803 1 001
Ikhtisar Eksekutif
isi BPKP adalah menjadi Auditor Internal Pemerintah RI Berkelas Dunia untuk Meningkatkan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Nasional. Sebagai Auditor Internal Pemerintah RI, BPKP berperan membantu pemerintah dalam meningkatkan akuntabilitas keuangan negara, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, serta membantu upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi sebagaimana diamanatkan dalam RPJMN 2015-2019.
Untuk mewujudkan visinya, BPKP melaksanakan tiga misi, yaitu (1) Menyelenggarakan Pengawasan Intern terhadap Akuntabilitas Pengelolaan
Keuangan dan Pembangunan Nasional guna Mendukung Tata Kelola Pemerintahan dan Korporasi yang Bersih dan Efektif; (2) Membina Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah yang Efektif; serta (3) Mengembangkan Kapabilitas Pengawasan Intern Pemerintah yang Profesional dan Kompeten.
Dalam mencapai visi dan misi, BPKP menetapkan tiga tujuan strategis yang akan dicapai dalam tahun 2015-2019, yaitu (1) Peningkatan Kualitas Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Nasional yang Bersih dan Efektif; (2) Peningkatan Efektivitas Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah;
dan (3) Peningkatan Kapabilitas Pengawasan Intern Pemerintah yang Profesional dan Kompeten. Untuk mencapai tujuan strategis tersebut, BPKP telah merumuskan tiga sasaran strategis dan menetapkan delapan indikator kinerja sasaran strategis sebagai dasar pengukuran kinerja BPKP.
Hasil penilaian atas pelaksanaan kinerja tahun 2016 menunjukkan dari 8 IKU sasaran strategis BPKP, sebanyak 5 IKU mencapai/ melampaui target, sedangkan 3 IKU lainnya mencapai kinerja yang cukup baik dengan capaian kinerja berada pada rentang 92% sampai dengan 98%, sebagaimana disajikan pada Gambar RE.1.
Gambar RE.1.
Capaian Sasaran Strategis BPKP Tahun 2016
V
Kinerja yang telah mencapai target, secara umum, didukung oleh BPKP secara proaktif menjalin kerjasama dengan K/L dalam meningkatkan akuntabilitas keuangan negara serta kemampuan instansi pemerintah baik pusat maupun daerah yang meningkat dalam pengelolaan akuntabilitas keuangan. Peningkatan maturitas SPIP dan kapabilitas APIP K/L/Pemda masih memerlukan upaya yang lebih optimal dan terukur untuk mencapai target akhir masa Renstra, namun demikian terjadi peningkatan kinerja yang signifikan dalam jumlah K/L/Pemda yang telah dilakukan penilaian. Hal ini memberikan optimisme, dengan upaya yang terukur dan kerja keras, target pada akhir masa Renstra akan tercapai.
Selain pencapaian tujuan dan sasaran strategis tersebut di atas, beberapa prestasi BPKP Tahun 2016 dapat disebutkan sebagai berikut.
1. Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan BPKP Tahun Anggaran 2015 dari BPK-RI.
2. Penerimaan penghargaan (award) juara terbaik dari Kementerian Keuangan atas prestasi penyampaian Laporan Keuangan BPKP yang berkualitas dan tepat waktu selama 8 tahun berturut-turut (2009-2016), pengelolaan aset negara dengan baik, dan efisiensi dari pemanfaatan e-procurement.
3. Kemenangan di pengadilan untuk hampir seluruh sidang gugatan terhadap BPKP.
4. Peringkat III Pemeringkatan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Tahun 2016 untuk Kategori Lembaga Negara dan Lembaga Pemerintah Non Kementerian dari Komisi Informasi Pusat
5. Capaian kinerja pengelolaan BMN BPKP di Lingkungan Kementerian/Lembaga
sebagai peringkat terbaik untuk tahun 2013, 2014, dan 2015 yang diapresiasi oleh
Kementerian Keuangan melalui penghargaan Bandha Tadhya Abiwada Utama
pada forum BMN Award 2015.
P P P e e e n n n d d d a a a h h h u ul u l l u ua u a an n n
adan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dengan tugas utama membantu Presiden mengawasi pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan negara serta pembangunan agar sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, sekaligus memberikan masukan bagi penyusunan kebijakan yang terkait.
Tugas, fungsi, dan wewenang BPKP, aspek strategis organisasi, kegiatan dan layanan produk BPKP, struktur organisasi dan komposisi pegawai, serta sistematika penyajian Laporan Kinerja Tahun 2016 lebih lanjut diuraikan sebagai berikut.
A. Tugas,
Fungsi, dan Wewenang Organisasi
Sejak terbentuk pada tahun 1983, tugas dan fungsi BPKP mengalami beberapa kali penyesuaian. Tugas dan fungsi BPKP terakhir diatur berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 192 Tahun 2014 tentang BPKP menggantikan Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 beserta perubahannya. Berdasarkan Perpres tersebut, BPKP mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pengawasan keuangan negara/daerah dan pembangunan nasional. BPKP berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden.
Dalam melaksanakan tugas tersebut, BPKP menyelenggarakan fungsi:
1. Perumusan kebijakan nasional pengawasan intern terhadap akuntabilitas keuangan negara/daerah dan pembangunan nasional meliputi kegiatan yang bersifat lintas sektoral, kegiatan kebendaharaan umum negara berdasarkan penetapan oleh Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara, dan kegiatan lain berdasarkan penugasan dari Presiden;
B
BAB 1
Pendahuluan
2. Pelaksanaan audit, reviu, evaluasi, pemantauan, dan kegiatan pengawasan lainnya terhadap perencanaan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban akuntabilitas penerimaan negara/daerah dan akuntabilitas pengeluaran keuangan negara/daerah serta pembangunan nasional dan/atau kegiatan lain yang seluruh atau sebagian keuangannya dibiayai oleh anggaran negara/daerah dan/atau subsidi termasuk badan usaha dan badan lainnya yang di dalamnya terdapat kepentingan keuangan atau kepentingan lain dari Pemerintah Pusat dan/atau Pemerintah Daerah serta akuntabilitas pembiayaan keuangan negara/daerah;
3. Pengawasan intern terhadap perencanaan dan pelaksanaan pemanfaatan aset negara/daerah;
4. Pemberian konsultansi terkait dengan manajemen risiko, pengendalian intern, dan tata kelola terhadap instansi/badan usaha/badan lainnya dan program/
kebijakan pemerintah yang strategis;
5. Pengawasan terhadap perencanaan dan pelaksanaan program dan/atau kegiatan yang dapat menghambat kelancaran pembangunan, audit atas penyesuaian harga, audit klaim, audit investigatif terhadap kasus-kasus penyimpangan yang berindikasi merugikan keuangan negara/daerah, audit penghitungan kerugian keuangan negara/daerah, pemberian keterangan ahli, dan upaya pencegahan korupsi;
6. Pengoordinasian dan sinergi penyelenggaraan pengawasan intern terhadap akuntabilitas keuangan negara/daerah dan pembangunan nasional bersama-sama dengan aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) lainnya;
7. Pelaksanaan reviu atas laporan keuangan dan laporan kinerja Pemerintah Pusat;
8. Pelaksanaan sosialisasi, pembimbingan, dan konsultansi penyelenggaraan sistem pengendalian intern kepada instansi Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan badan- badan yang di dalamnya terdapat kepentingan keuangan atau kepentingan lain dari Pemerintah Pusat dan/atau Pemerintah Daerah;
9. Pelaksanaan kegiatan pengawasan berdasarkan penugasan Pemerintah sesuai peraturan perundang-undangan;
10. Pembinaan kapabilitas pengawasan intern pemerintah dan sertifikasi jabatan fungsional auditor;
11. Pelaksanaan pendidikan, pelatihan, penelitian, dan
pengembangan di bidang pengawasan dan sistem
Pendahuluan
12. Pembangunan dan pengembangan, serta pengolahan data
dan informasi hasil pengawasan atas penyelenggaraan akuntabilitas keuangan negara Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah;
13. Pelaksanaan pengawasan intern terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi di BPKP;
14. Pembinaan dan pelayanan administrasi umum di bidang perencanaan umum, ketatausahaan, organisasi dan tatalaksana, kepegawaian, keuangan, kearsipan, hukum, kehumasan, persandian, perlengkapan dan rumah tangga.
Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), mewajibkan menteri/pimpinan lembaga, gubernur, dan bupati/walikota melakukan pengendalian atas kegiatan penyelenggaraan pemerintahan. BPKP diamanahkan untuk melakukan pengawasan intern terhadap akuntabilitas keuangan negara dan melakukan pembinaan penyelenggaraan SPIP.
Untuk mempercepat implementasi penyelenggaraan SPIP, Presiden menerbitkan Inpres Nomor 9 Tahun 2014 tentang Peningkatan Kualitas Sistem Pengendalian Intern dan Keandalan Penyelenggaraan Fungsi Pengawasan Intern dalam rangka Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat, sebagai berikut.
1. Mempercepat efektivitas penerapan sistem pengendalian intern pemerintah dalam pengelolaan keuangan negara/daerah dan pembangunan nasional;
2. Mengintensifkan peran Aparat Pengendalian Intern Pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara/daerah dan pembangunan nasional serta meningkatkan upaya pencegahan korupsi;
3. Melakukan pengawasan dalam rangka meningkatkan penerimaan negara/daerah serta efisiensi dan efektivitas anggaran pengeluaran negara/daerah.
Instruksi Presiden tersebut telah dimuat dalam misi BPKP pada Rencana Strategis (Renstra) periode 2015-2019.
B. Aspek Strategis Organisasi
Untuk melaksanakan tugas, fungsi, dan dalam rangka mengawal pencapaian target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Pemerintah, BPKP telah menyusun Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2015-2019.
Pengawasan pembangunan dan pembangunan pengawasan
Pendahuluan
sasaran terwujudnya kualitas tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif dan terpercaya. Kebijakan pengawasan BPKP juga diarahkan untuk mencapai terwujudnya penguatan kebijakan sistem pengawasan intern pemerintah, penguatan pengawasan terhadap kinerja pembangunan nasional, kebijakan dalam penerapan pengawasan intern yang independen, profesional, dan sinergis, serta kebijakan penerapan sistem manajemen kinerja pembangunan nasional yang efisien dan efektif. Arah kebijakan pengawasan BPKP secara rinci sebagai berikut:
1. Peningkatan kapabilitas pengawasan intern melalui peningkatan IA-CM (Internal Audit Capability Model) APIP yang mampu mendorong pemantapan penerapan sistem pengendalian intern Kementerian, Lembaga, Pemerintah Daerah, dan Korporasi (KLPK) serta mampu bersinergi dengan APIP lain dalam membangun tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) baik dalam melakukan pengawasan keuangan negara/daerah maupun pembangunan nasional;
2. Penguatan pelaksanaan pemantauan, evaluasi, dan pengawasan sinergis bersama-sama dengan APIP Kementerian, Lembaga, Pemerintah Daerah, dan Korporasi untuk mengawal pencapaian sasaran program pembangunan yang bersifat lintas bidang di RPJMN 2015- 2019;
3. Peningkatan ruang fiskal negara melalui pengawasan untuk meningkatkan penerimaan negara/daerah;
pengawasan untuk efisiensi pengeluaran negara/daerah;
pengawasan terhadap optimalisasi pemanfaatan aset negara/daerah; pengawasan pembiayaan keuangan negara/daerah; dan pengawasan terhadap alokasi keuangan daerah (dana transfer);
4. Pengamanan keuangan negara/daerah yang efektif melalui debottlenecking dan clearing house; pengawasan represif untuk preventif serta pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi.
Strategi pengawasan BPKP dalam kurun waktu 2015-2019
adalah memfokuskan pada peningkatan kualitas hasil
pengawasan terhadap isu-isu strategis melalui penguatan
SPIP, penguatan kapasitas APIP, dan penguatan kapasitas
sumber daya manusia BPKP. Sebagai program-program
indikatif untuk mewujudkan visi dan misi, secara lebih
spesifik strategi tersebut tertuang dalam empat butir strategi
(fokus dan sinergis).
Pendahuluan
1. Peningkatan kapabilitas pengawasan intern yang
mendukung sinergi pengawasan program pemerintah dan mendukung penguatan penyelenggaraan SPIP;
2. Pemfokusan pengawasan intern pada isu strategis atau program pembangunan nasional bersifat lintas bidang dalam RPJMN 2015-2019, termasuk di dalamnya menguatkan sistem pengendalian intern program lintas;
3. Pengawasan terhadap optimalisasi penerimaan negara/daerah;
4. Pengamanan keuangan/aset negara/daerah termasuk pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi.
C. Kegiatan dan Produk Organisasi
Sesuai dengan renstra, BPKP melaksanakan kegiatan pengawasan yang disesuaikan dengan nomenklatur yang rumusannya mencerminkan tugas dan fungsi eselon II/satker yang berisi komponen kegiatan untuk mencapai keluaran dengan indikator kinerja yang terukur. Kegiatan dari masing- masing eselon II teknis akan menghasilkan rekomendasi sebagai indikator kinerja pengawasannya. Rekomendasi dihasilkan melalui pelaksanaan komponen kegiatan, baik komponen teknis pengawasan dengan menggunakan berbagai alat (tools) pengawasan seperti audit, reviu, evaluasi, pemantauan, maupun komponen yang mendukung langsung kegiatan seperti penyusunan dan diseminasi pedoman, pemantauan pelaksanaan pengawasan, tabulasi, dan lain-lain.
Selain itu, terdapat pelaksanaan dukungan pengawasan meliputi penyiapan kultur organisasi, penyiapan profesionalisme SDM, penyiapan SOP pelaksanaan kegiatan, penyiapan sarana dan prasarana dan lain-lain yang mendukung kegiatan teknis pengawasan secara tidak langsung.
BPKP telah menghasilkan beberapa produk unggulan yang bermanfaat bagi pembenahan manajemen pemerintahan. Selain produk untuk pembinaan penyelenggaraan SPIP menurut PP 60 Tahun 2008, BPKP juga menghasilkan produk unggulan antara lain:
1. Pengembangan Sistem Monitoring dan Evaluasi Program Pembangunan;
2. Sistem Informasi Manajemen Daerah (SIMDA);
3. Standar Pelayanan Minimal di Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah;
4. Program Peningkatan Kinerja Sektor Korporat (Performance
Enhancement Program);5. Sistem Informasi Akuntansi PDAM;
Pendahuluan
6. Program Pengembangan Manajemen Risiko Sektor Korporat dan Sektor Publik;
7. Program Pengembangan GCG BUMN/BUMD;
8. Program Pengembangan Internal Control BUMN/BUMD berbasis COSO;
9. Program Anti Korupsi (PAK);
10. Fraud Control Plan (FCP);
11. Management Assessment Center (MAC);
12. Peningkatan Maturitas SPIP;
13. Peningkatan Kapabilitas APIP.
D. Struktur Organisasi
Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 192 Tahun 2014 tentang BPKP, Kepala BPKP berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Struktur organisasi BPKP terdiri atas Kepala BPKP yang membawahkan satu Sekretariat Utama, lima Kedeputian, empat Pusat, serta satu Inspektorat. BPKP juga memiliki 34 Perwakilan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Struktur organisasi BPKP sebagaimana disajikan dalam Gambar 1.1.
Gambar 1.1
Struktur Organisasi BPKP
BPKP didukung dengan tenaga SDM yang cukup andal. Posisi pegawai per 31 Desember 2016 berjumlah 6.125 orang, dengan rincian yang dapat dilihat pada Tabel 1.1 dan Gambar 1.2.
Perwakilan
Inspektorat Pusdiklatwas Puslitbangwas Pusinfowas Pusbin JFA Deputi Bidang
Pengawasan Instansi Pemerintah Bidang Perekonomian dan
Kemaritiman
Deputi Bidang Pengawasan Instansi
Pemerintah Bidang Polhukam, Pembangunan
Manusia dan Kebudayaan
Deputi Bidang Pengawasan Penyelenggaraan
Keuangan Daerah
Deputi Bidang Akuntan
Negara
Deputi Bidang Investigasi Sekretariat
Utama
Kepala
Pendahuluan
Tabel 1.1.
Posisi Pegawai per 31 Desember 2016
Jabatan Jumlah
Persentase (orang)
Pejabat Struktural 338 5,52%
Koordinator Pengawasan 197 3,22%
Pejabat Fungsional Auditor 3.626 59,20%
Widyaiswara 19 0,31%
Pejabat Fungsional Arsiparis 76 1,24%
Analis Kepegawaian 27 0,44%
Pranata Komputer 46 0,75%
Dokter 8 0,13%
Perawat 3 0,05%
Calon PFA 8 0,13%
Pegawai Dipekerjakan di instansi
lain 322 5,26%
Pembebasan Jabatan Fungsional 465 7,59%
Fungsional Umum 990 16,16%
Jumlah 6.125 100%
Gambar 1.2.
Jenjang Pendidikan Pegawai per 31 Desember 2016
SD-SLTA 825 13,47%
D.I-D.III 1.637 26,73%
S.1/D.IV 3.049 49,78%
598S.2 9,76%
S.316 0,26%
Pendahuluan
E. Sistematika Penyajian
Laporan Kinerja BPKP Tahun 2016 melaporkan capaian kinerja BPKP selama tahun 2016 yang diukur dan dinilai berdasarkan Perjanjian Kinerja Tahun 2016 sebagai tolok ukur keberhasilan tahunan organisasi. Perjanjian Kinerja merupakan penjabaran renstra BPKP Tahun 2015-2019.
Analisis atas capaian kinerja terhadap rencana kinerja tahun 2016 memungkinkan dilakukannya identifikasi atas sejumlah celah kinerja (performance gap) sebagai masukan bagi perbaikan kinerja di masa datang. Dengan pola pikir seperti ini, sistematika penyajian Laporan Kinerja BPKP Tahun 2016 dapat diilustrasikan dalam Gambar 1.3.
Gambar 1.3.
Sistematika Penyajian Laporan Kinerja BPKP Tahun 2016
Referensi Bab
Bab IPENDAHULUAN
Bab IV
PENUTUP
Bab III
AKUNTABILITAS KINERJA
Rencana Strategis
2015-2019 Perjanjian Kinerja 2016
PERENCANAAN KINERJA
Bab II
Perencanaan Kinerja
ebagai auditor intern pemerintah, BPKP melaksanakan tugas dan fungsinya di bidang pengawasan intern untuk mendukung keberhasilan program pembangunan nasional sebagaimana telah diamanatkan dalam RPJMN 2015–2019. Oleh karena itu, arah kebijakan strategi, kerangka regulasi serta kerangka kelembagaan BPKP difokuskan untuk memberikan kontribusi kepada pemerintah dalam mencapai keberhasilan sasaran pembangunan nasional yang dicita-citakan selama lima tahun ke depan.
BPKP merancang strategi pengawasan ke dalam empat fokus atau dimensi sebagai respon terhadap kompleksitas isu pembangunan nasional, yaitu pengawalan pembangunan nasional, peningkatan ruang fiskal, pengamanan aset negara/daerah, dan peningkatan governance system.
Fokus Pengawasan
Pengawalan pembangunan
nasional
Peningkatan ruang fiskal
Pengamanan aset negara/ daerah
Peningkatan Governance system
diarahkan untuk memastikan kelancaran, efektivitas, dan
akuntabilitas pelaksanaan pembangunan nasional diarahkan untuk optimalisasi penerimaan negara/ daerah dan
efisiensi pengeluaran negara/
daerah
diarahkan untuk memastikan efektivitas pengamanan aset-aset
negara/ daerah diarahkan untuk meningkatkan maturitas SPIP dan kapabilitas APIP
level 3, serta akuntabilitas pengelolaan keuangan desa
S
BAB 2
Perencanaan dan Perjanjian Kinerja
A. Rencana Strategis 2015-2019
Sebagai alat untuk mengelola sumber daya yang terbatas dalam rangka mengekseskusi strategi pengawasan, BPKP menyusun rencana jangka menengah berupa Rencana Strategis (Renstra) periode 2015-2019 dengan mengacu kepada Peraturan Menteri PPN/Bappenas Nomor 5 Tahun 2014 tentang Pedoman Penyusunan Renstra K/L.
1. Pernyataan Visi dan Misi
Melalui proses dan tahapan yang melibatkan berbagai lapisan pegawai hingga pimpinan tertingginya, BPKP menetapkan suatu komitmen untuk mewujudkan visi BPKP.
Auditor Internal Pemerintah RI Berkelas Dunia untuk Meningkatkan
Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan
Nasional
Menyelenggarakan Pengawasan Intern terhadap
Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan
Nasional guna Mendukung Tata Kelola Pemerintahan dan
Korporasi yang Bersih dan Efektif
Mengembangkan Kapabilitas Pengawasan
Intern Pemerintah yang Profesional dan
Kompeten Membina Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah yang
Efektif
3
1
2
Perencanaan dan Perjanjian Kinerja
Misi ini menggambarkan dua hal yaitu tugas, fungsi, dan manfaat BPKP. Tugas dimaksud adalah “Pengawasan intern terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan dan pembangunan” dan manfaatnya yaitu “mendukung tata kelola pemerintahan dan korporasi yang bersih dan efektif.
Pengawasan Intern Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan dalam misi ini akan bermuara pada pemberian informasi assurance dan rekomendasi atas penyelenggaraan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara/daerah dan pembangunan nasional.
Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 192 Tahun 2014, serta peraturan perundang-undangan lainnya tentang fungsi pengawasan, BPKP menjadi mitra kerja Menteri dan Kepala KLPK melalui jasa assurance, jasa consultancy, dan pelaksanaan pengawasan intern. Jasa assurance mencakup pemberian informasi kepada Presiden tentang capaian pelaksanaan tugas dari para mitra kerja BPKP. Sedangkan jasa consultancy berwujud rekomendasi yang mempunyai daya ungkit dalam peningkatan kinerja KLPK sebagai mitra kerja BPKP. Perwujudan peran pengawasan intern tersebut sekurang-kurangnya harus memberikan keyakinan yang memadai melalui informasi assurance atas ketaatan, kehematan, efisiensi, dan efektivitas pencapaian tujuan penyelenggaraan tugas dan fungsi instansi pemerintah serta sasaran pembangunan nasional. BPKP harus berperan aktif dalam memberikan peringatan dini terhadap kemungkinan terjadinya penyimpangan atau kecurangan, inefektivitas manajemen risiko, kurang memadainya kualitas proses tata kelola penyelenggaraan pemerintahan, dan risiko tidak tercapainya Sasaran Pembangunan Nasional dalam RPJMN 2015-2019.
Misi
Menyelenggarakan Pengawasan Intern terhadap Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Nasional guna Mendukung Tata Kelola
Pemerintahan dan Korporasi yang Bersih dan Efektif
Perencanaan dan Perjanjian Kinerja
Misi dua ini terkait erat dengan misi satu. Untuk menjamin pelaksanaan seluruh program dan kegiatan dalam rangka mencapai tujuan suatu organisasi, termasuk organisasi pemerintahan dan pembangunan, dibutuhkan suatu sistem pengendalian intern yang mampu memberi keyakinan memadai bahwa kegiatan berjalan efektif dan efisien, diikuti dengan pelaporan keuangan yang handal, pengelolaan aset yang aman, dan taat terhadap peraturan perundang- undangan. Berdasarkan PP 60 Tahun 2008, sistem yang dimaksud adalah SPIP. Sesuai dengan PP tersebut, BPKP diberikan mandat untuk melakukan pembinaan penyelenggaraan SPIP mendukung penyelenggaraan SPIP KLPK yang menjadi tanggung jawab masing-masing KLPK.
Segenap insan pengawasan di BPKP diarahkan untuk meningkatkan kualitas pembinaan menjadi pengawal implementasi seluruh elemen SPIP di setiap kegiatan utama dan tindakan manajemen KLPK. Hal tersebut dilakukan dengan membudayakan pengenalan dan pengendalian risiko oleh semua personel dan pimpinan dalam pelaksanaan kegiatan utamanya yang dituangkan dalam kebijakan dan prosedur pelaksanaan kegiatan (SOP). Pengkomunikasian dan evaluasi berkala terhadap konsistensi kebijakan dan pelaksanaan kegiatan sesuai SOP diharapkan menyadarkan personel dan pimpinan akan pencapaian tujuan pemerintahan dan pembangunan, yang pada akhirnya akan meningkatkan kematangan implementasi SPIP secara keseluruhan di KLPK.
Dengan demikian, misi pembinaan penyelenggaraan SPIP ini terkait langsung dengan misi 1 yaitu pengawasan intern terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan dan pembangunan guna mewujudkan tata kelola pemerintahan dan korporasi yang bersih dan efektif. Akan tetapi, terdapat perbedaan karakteristik antara keduanya. Misi 1 menyangkut penggunaan sumber daya pengawasan untuk penyelenggaraan
Misi
Membina Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah
yang Efektif
Perencanaan dan Perjanjian Kinerja
fungsi pengawasan keuangan dan pembangunan (pengawasan fungsional), sedangkan misi 2 menyangkut penggunaan sumber daya pengawasan untuk membangun sistem pengawasan itu sendiri, dalam hal ini Sistem Pengendalian Intern.
Misi ini juga terkait dengan dua misi sebelumnya. Unsur pertama SPIP, yaitu Lingkungan Pengendalian, mewajibkan setiap pimpinan instansi pemerintah untuk membentuk dan memelihara lingkungan pengendalian yang menimbulkan perilaku positif dan kondusif bagi penerapan budaya pengendalian di lingkungan organisasinya. Upaya pembentukan budaya pengendalian ini antara lain diselenggarakan melalui perwujudan peran aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) yang efektif. Untuk mewujudkan peran APIP sebagai aparat pengawasan intern diperlukan kapabilitas untuk menjalankan tugas dan fungsinya.
Melanjutkan pembinaan yang telah dilaksanakan pada periode sebelumnya serta sesuai dengan PP 60 Tahun 2008,, tugas dan fungsi pengembangan kapabilitas pengawasan intern tersebut difokuskan pada peningkatan kapabilitas APIP dengan mengarah pada peningkatan kapasitas organisasi APIP maupun peningkatan kompetensi auditornya. Peningkatan kapabilitas APIP melalui peningkatan enam elemen kapabilitas APIP yaitu (a) peran APIP dalam organisasi; (b) pola pengembangan auditor APIP; (c) praktik profesionalisme pengawasan intern; (d) eksistensi manajemen kinerja dan akuntabilitas; (e) kualitas hubungan Inspektur dengan pimpinan/atasan dan pimpinan satuan kerja lainnya; dan (f) struktur tata kelola APIP termasuk kualitas independensi APIP.
2. Tujuan dan Sasaran Strategis
Tujuan merupakan pengejawantahan serta operasionalisasi visi dan misi. Tujuan merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan misi, yang akan dicapai atau
Misi
Mengembangkan Kapabilitas Pengawasan Intern Pemerintah yang
Profesional dan Kompeten
Perencanaan dan Perjanjian Kinerja
dengan lima tahun. Dalam penetapan tujuan, BPKP mengadopsi konsep Balanced Scorecard (BSC) dengan beberapa modifikasi disesuaikan dengan karakteristik BPKP sebagai organisasi publik. Berbeda dengan konsep BSC di sektor private/bisnis yang berorientasi kepada profit, BPKP memodifikasi perspektif keuangan menjadi perspektif manfaat bagi stakeholders dan perspektif pelanggan menjadi perspektif manfaat bagi auditan/pengguna jasa. Dengan menggunakan pendekatan BSC tersebut maka tujuan utama dari perspektif manfaat bagi pihak stakeholders utama dan auditan/pengguna jasa diseimbangkan dengan tujuan pendukung yang berada pada perspektif proses internal dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan yang berorientasi ke dalam. Tujuan utama BPKP tercermin dalam tujuan- tujuan strategis sebagai berikut:
a. Peningkatan kualitas akuntabilitas pengelolaan keuangan dan pembangunan nasional yang bersih dan efektif;
b. Peningkatan efektivitas penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah;
c. Peningkatan kapabilitas pengawasan intern pemerintah yang profesional dan kompeten.
Sasaran strategis merupakan penjabaran lebih lanjut dari tujuan, yang dirumuskan secara spesifik dan terukur, untuk dapat dilaporkan pencapaiannya dalam kurun waktu satu tahun. Sasaran strategis merupakan indikator kinerja pencapaian tujuan strategis sehingga merupakan dampak (impact) dari sasaran program. Dengan pengertian ini, dan dikaitkan dengan tujuannya, sasaran strategis BPKP yang diharapkan dicapai setiap tahun adalah sebagai berikut.
a. Meningkatnya kualitas akuntabilitas pengelolaan keuangan dan pembangunan nasional;
b. Meningkatnya maturitas sistem pengendalian intern pada Kementerian, Lembaga, Pemerintah Daerah, dan Korporasi;
c. Meningkatnya kapabilitas pengawasan intern Pemerintah pada Kementerian, Lembaga, Pemerintah Daerah serta Korporasi.
3. Sasaran Program
Sasaran program adalah hasil yang akan dicapai dari program dalam rangka pencapaian sasaran strategis BPKP.
Sasaran program mencerminkan berfungsinya output yang
telah direncanakan pelaksanaannya selama tahun 2016. Lima
belas sasaran program yang ingin dicapai oleh BPKP adalah
Perencanaan dan Perjanjian Kinerja
sebagai berikut:
a. Perbaikan pengelolaan program prioritas nasional dan pengelolaan keuangan negara bidang perekonomian dan kemaritiman;
b. Meningkatnya kualitas penerapan SPIP K/L bidang perekonomian dan kemaritiman;
c. Meningkatnya kapabilitas pengawasan intern K/L bidang perekonomian dan kemaritiman;
d. Perbaikan pengelolaan program prioritas nasional dan pengelolaan keuangan negara bidang polhukam dan pembangunan manusia dan kebudayaan;
e. Meningkatnya kualitas penerapan SPIP K/L bidang polhukam dan pembangunan manusia dan kebudayaan;
f. Meningkatnya kapabilitas pengawasan intern K/L bidang polhukam dan pembangunan manusia dan kebudayaan;
g. Perbaikan pengelolaan program prioritas nasional dan pengelolaan keuangan negara bidang pengawasan keuangan daerah;
h. Meningkatnya kualitas penerapan SPIP pada pemerintah daerah;
i. Meningkatnya kapabilitas pengawasan intern pemerintah daerah;
j. Perbaikan pengelolaan program strategis/program prioritas nasional;
k. Perbaikan pengelolaan korporasi pada Badan Usaha bidang Akuntan Negara;
l. Meningkatnya kualitas penerapan SPI pada korporasi;
m. Meningkatnya efektivitas SPI korporasi;
n. Perbaikan pengelolaan program prioritas nasional dan pengelolaan keuangan negara bidang pengawasan keinvestigasian;
o. Meningkatnya kualitas layanan dukungan teknis pengawasan.
4. Indikator Kinerja Utama
Indikator Kinerja Utama (IKU) BPKP merupakan indikator kinerja yang berada pada perspektif manfaat bagi stakeholders yang menunjukkan peran utama BPKP dalam pengawasan akuntabilitas keuangan negara dan pembinaan penyelenggaraan SPIP.
IKU BPKP merupakan ukuran keberhasilan dari tujuan dan
sasaran strategis BPKP. IKU terbagi menjadi dua perspektif,
yang pertama bersifat outward looking yaitu perspektif
manfaat langsung bagi stakeholders eksternal yang
Perencanaan dan Perjanjian Kinerja
akuntabilitas keuangan negara dan pembinaan
penyelenggaraan SPIP. Perspektif kedua bersifat inward
looking yang menunjukkan manfaat bagi stakeholders internalBPKP. Penetapan indikator dilakukan dengan mempertimbangkan tujuan dan sasaran strategis, serta kegiatan-kegiatan yang mendukung tujuan strategis. IKU digunakan untuk mengukur keberhasilan sasaran strategis, sedangkan keberhasilan kegiatan diukur dengan menggunakan indikator keluaran (output).
IKU BPKP sebanyak 37 buah dapat dilihat pada Tabel 2.1.
Tabel 2.1
Indikator Kinerja Utama Sasaran Strategis dan Sasaran Program
No. Indikator Kinerja Utama
1 Indeks Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Program Prioritas dalam Nawa Cita
2 Maturitas SPIP K/L (Level 3)
3 Maturitas SPIP Pemerintah Provinsi (Level 3)
4 Maturitas SPIP Pemerintah Kabupaten/Kota (Level 3) 5 Efektivitas SPI Korporasi (Level 3)
6 Kapabilitas APIP K/L (Level 3)
7 Kapabilitas APIP Pemerintah Provinsi (Level 3)
8 Kapabilitas APIP Pemerintah Kabupaten/Kota (Level 3)
1 Perbaikan Tata Kelola, Manajemen Risiko dan Pengendalian Intern Pengelolaan Program Prioritas Nasional
2 Maturitas SPIP K/L (Level 3) Bidang Perekonomian dan Kemaritiman
3 Kapabilitas APIP K/L Bidang Perekonomian dan Kemaritiman (Level 3) 4 Kapabilitas APIP K/L Bidang Perekonomian dan Kemaritiman (Level 2) 5 Kapabilitas APIP K/L Bidang Perekonomian dan Kemaritiman (Level 1)
6 Perbaikan Tata Kelola, Manajemen Risiko dan Pengendalian Intern Pengelolaan Program Prioritas Nasional
Sasaran Program 3. Meningkatnya Kapabilitas Pengawasan Intern K/L Bidang Perekonomian dan Kemaritiman
Sasaran Program 4. Perbaikan Pengelolaan Program Prioritas Nasional dan Pengelolaan Keuangan Negara Bidang Polhukam dan PMK
Sasaran Program 5. Meningkatnya Kualitas Penerapan SPIP K/L Bidang Polhukam dan PMK
Sasaran Program 2. Meningkatnya Kualitas Penerapan SPIP K/L Bidang Perekonomian dan Kemaritiman
Sasaran Program 1. Perbaikan Pengelolaan Program Prioritas Nasional dan Pengelolaan Keuangan Negara Bidang Perekonomian dan Kemaritiman
Sasaran Strategis 3. Meningkatnya Kapabilitas Pengawasan Intern Pemerintah K/L/Pemda
Sasaran Strategis 2. Meningkatnya Maturitas SPIP
Sasaran Strategis 1. Meningkatnya Kualitas Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Nasional
Perencanaan dan Perjanjian Kinerja
Tabel 2.1 (Lanjutan)
No. Indikator Kinerja Utama
8 Kapabilitas APIP K/L Bidang Polhukam dan PMK (Level 3) 9 Kapabilitas APIP K/L Bidang Polhukam dan PMK (Level 2) 10 Kapabilitas APIP K/L Bidang Polhukam dan PMK (Level 1)
11 Perbaikan Tata Kelola, Manajemen Risiko dan Pengendalian Intern Pengelolaan Program Prioritas Nasional
12 Maturitas SPIP Pemerintah Provinsi (Level 3)
13 Maturitas SPIP Pemerintah Kabupaten/Kota (Level 3) 14 Kapabilitas APIP Pemerintah Provinsi (Level 3)
15 Kapabilitas APIP Pemerintah Kabupaten/Kota (Level 3) 16 Kapabilitas APIP Pemerintah Provinsi (Level 2)
17 Kapabilitas APIP Pemerintah Kabupaten/Kota (Level 2) 18 Kapabilitas APIP Pemerintah Provinsi (Level 1)
19 Kapabilitas APIP Pemerintah Kabupaten/Kota (Level 1)
20 Persentase Tindak Lanjut Rekomendasi Peningkatan Kinerja Korporasi
21 Persentase Tindak Lanjut Rekomendasi Perbaikan Tata Kelola, Manajemen Risiko, dan Pengendalian Intern Pengelolaan Korporasi
22 Persentase Penghematan Biaya (Cost Saving ) Dibandingkan dengan Nilai Diaudit Sebesar 4 % per Tahun
23 Persentase Tindak Lanjut Rekomendasi Perbaikan Penyelenggaraan SPIP K/L
24 Persentase BUMN/Anak Perusahaan dengan Skor GCG Baik
25 Persentase BUMN/Anak Perusahaan yang Kinerjanya Berpredikat Minimal A (Baik)
26 Persentase BUMD yang Kinerjanya Minimal Berpredikat Baik dari BUMD yang Dibina
27 Presentase BLUD yang Kinerjanya Minimal Baik dari BLUD yang Dibina
28 Penyerahan Hasil Pengawasan Keinvestigasian kepada Aparat Penegak Hukum/KLPK
29 Persepsi Kepuasan Layanan Kesetmaan
Sasaran Program 10. Perbaikan Pengelolaan Program Strategis/Program Prioritas Nasional
Sasaran Program 6. Meningkatnya Kapabilitas Pengawasan Intern K/L Bidang Polhukam dan PMK
Sasaran Program 7. Perbaikan Pengelolaan Program Prioritas Nasional dan Pengelolaan Keuangan Negara Bidang Pengawasan Keuangan Daerah
Sasaran Program 8. Meningkatnya Kualitas Penerapan SPIP pada Pemerintah Daerah
Sasaran Program 9. Meningkatnya Kapabilitas Pengawasan Intern Pemerintah Daerah
Sasaran Program 14. Perbaikan Pengelolaan Program Prioritas Nasional dan Pengelolaan Keuangan Negara Bidang Pengawasan Keinvestigasian
Sasaran Program 15. Meningkatnya Kualitas Pelayanan Dukungan Teknis dalam Pengawasan BPKP
Sasaran Program 12. Meningkatnya Kualitas Penerapan SPI pada Korporasi Sasaran Program 13. Meningkatnya Efektivitas SPI Korporasi
Sasaran Program 11. Perbaikan Pengelolaan Korporasi pada Badan Usaha Bidang Akuntan Negara
Perencanaan dan Perjanjian Kinerja
Di samping IKU tersebut, kinerja BPKP juga didukung oleh empat unit kerja Pusat dan satu unit kerja Inspektorat dengan enam IKU sasaran program yang bersifat inward
looking. Rincian kinerja diuraikan dalam Bab III.5. Program dan Kegiatan
Untuk mendukung pencapaian tujuan dan sasaran strategis di atas, BPKP menyesuaikan program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh unit organisasi BPKP dengan program yang ditetapkan oleh Bappenas.
Sesuai dengan Pedoman Restrukturisasi Program dan Kegiatan yang diterbitkan oleh Bappenas dan Kementerian Keuangan, setiap Unit Eselon I pada kementerian atau LPNK melaksanakan program teknis dan program generik.
Program teknis merupakan program yang menghasilkan pelayanan kepada kelompok sasaran/masyarakat (pelayanan ekstern), sedangkan program generik merupakan program yang bersifat pelayanan internal untuk mendukung pelayanan aparatur dan/atau administrasi pemerintahan (pelayanan intern).
Program BPKP sesuai dengan restrukturisasi program yang dirancang oleh Bappenas terdiri dari dua program, yaitu:
Program Teknis
Program Pengawasan Intern Akuntabilitas Keuangan Negara dan Pembinaan Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP).
Program Generik
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas
Teknis Lainnya-BPKP.
Perencanaan dan Perjanjian Kinerja
Tabel 2.2.
Program, Sasaran Strategis, dan Kegiatan
No. Program, Sasaran Strategis, dan Kegiatan
1 Audit Keuangan Program Berbantuan Luar Negeri 2 Audit Kinerja Program Ketahanan Pangan
3 Audit Kinerja atas Jaminan Kesehatan Nasional
4 Audit Kinerja Pengelolaan Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, dan Kartu Keluarga Sejahtera
5 Audit Pengelolaan PNBP
6 Pendampingan/Bimbingan Teknis/Asistensi Penyusunan Laporan Keuangan 7 Evaluasi Ease of Doing Business
8 Evaluasi Penyelenggaraan Fungsi Pelayanan Terpadu Satu Pintu Bidang Penanaman Modal
9 Evaluasi Program Ketahanan Energi
10 Monitoring Prioritas Pembangunan Nasional 11 Reviu atas Dokumen Pengadaan Barang dan Jasa
12 Pengawasan Atas Pengelolaan Dana Transfer (DAK/DAU/DBH)
13 Evaluasi Program Lintas Sektoral Pembangunan Daerah atas Penyelenggaraan Penanggulangan Penyakit Menular
14 Bimbingan Teknis dan Asistensi Pengembangan GCG
15 Bimbingan Teknis, Asistensi, dan Pendampingan Implementasi BLUD 16 Evaluasi Kinerja BUMD
17 Sosialisasi, Bimbingan Teknis, dan Evaluasi Implementasi Fraud Control Plan (FCP) 18 Sosialisasi Program Anti Korupsi (SosPAK)
19 Audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara 20 Audit Investigatif
21 Audit Penyesuaian Harga dan Klaim
22 Evaluasi Hambatan Kelancaran Pembangunan 1 Workshop Implementasi SPIP
2 Bimtek Penilaian Maturity Level SPIP
3 Pendampingan Penyusunan Rencana Tindak Pengendalian dengan metode CSA 4 Penilaian Maturitas SPIP
5 Pendidikan dan Pelatihan SPIP
1 Diklat Teknis Peningkatan Kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) 2 Sosialisasi Peran dan Fungsi APIP berdasarkan Undang-Undang Nomor 30 Tahun
2014
3 Sosialisasi, Bimbingan Teknis, dan Evaluasi Peningkatan Kapabilitas APIP Program Pengawasan Intern Akuntabilitas Keuangan Negara dan Pembinaan Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah
Sasaran Strategis 1. Meningkatnya Kualitas Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Nasional
Sasaran Strategis 2. Meningkatnya Maturitas SPIP
Sasaran Strategis 3. Meningkatnya Kapabilitas Pengawasan Intern Pemerintah K/L/Pemda
Perencanaan dan Perjanjian Kinerja
B. Perjanjian
Kinerja
Perjanjian Kinerja BPKP berisi indikator kinerja yang berada pada perspektif manfaat bagi stakeholders dan berfungsinya
output BPKP yang menunjukkan peran utama BPKP dalampengawasan akuntabilitas keuangan negara dan pembinaan penyelenggaraan SPIP.
Indikator Kinerja BPKP merupakan ukuran keberhasilan dari tujuan, sasaran strategis, dan sasaran program BPKP.
Penetapan indikator dilakukan dengan mempertimbangkan visi, misi, dan kegiatan-kegiatan yang mendukung tujuan strategis.
Indikator kinerja BPKP terdiri dari indikator kinerja sasaran strategis dan sasaran program.
Tabel 2.3. Perjanjian Kinerja BPKP Tahun 2016 (Revisi )
No. Sasaran Strategis
(Sastra) Indikator Kinerja Target
Satuan Jumlah 1. Meningkatnya
Kualitas Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Nasional
1.1 Indeks Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Program Prioritas dalam Nawa Cita
Skala 1-5 1
2. Meningkatnya Maturitas SPIP
2.1 Maturitas SPIP K/L (Level 3) % 2,00
2.2 Maturitas SPIP Pemerintah
Provinsi (Level 3) % 9,00
2.3 Maturitas SPIP Pemerintah
Kabupaten/Kota (Level 3) % 3,00 2.4 Efektivitas SPI Korporasi
(Level 3) % 20,00
3. Meningkatnya Kapabilitas
Pengawasan Intern Pemerintah
K/L/Pemda
3.1 Kapabilitas APIP K/L
(Level 3) % 8,00
3.2 Kapabilitas APIP Pemerintah
Provinsi (Level 3) % 9,00
3.3 Kapabilitas APIP Pemerintah
Kabupaten/Kota (Level 3) % 3,00
Untuk mendukung pencapaian sasaran strategis tersebut di
atas, BPKP didukung oleh lima Kedeputian Pengawasan
yang membidangi Perekonomian dan Kemaritiman,
Polhukam dan PMK, Pemerintahan Daerah, Korporasi, dan
Perencanaan dan Perjanjian Kinerja
Keinvestigasian. Di samping Kedeputian, pencapaian sasaran strategis juga didukung oleh Sekretariat Utama yang menyelenggarakan layanan dukungan manajemen BPKP.
Masing-masing Kedeputian dan Sekretariat Utama tersebut menetapkan sasaran program di tingkat Kedeputian dan Sekretariat Utama yang mendukung pencapaian sasaran strategis BPKP, sebagaimana diuraikan pad tabel 2.4.
Tabel 2.4.
Sasaran Program Kedeputian dan Sekretariat Utama Tahun 2016
No. Sasaran program Indikator kinerja Target Unit Kerja Satuan Jumlah
1 Perbaikan Pengelolaan Program Prioritas Nasional dan
Pengelolaan Keuangan Negara Bidang
Perekonomian dan Kemaritiman
Perbaikan Tata Kelola, Manajemen Risiko,dan Pengendalian Intern Pengelolaan Program Strategis
% 50,00 D.1
2 Meningkatnya Kualitas Penerapan SPIP K/L Bidang Perekonomian dan Kemaritiman
Maturitas SPIP K/L(Level 3) Bidang Perekonomian dan Kemaritiman
% 3,00 D.1
3 Meningkatnya Kapabilitas
Pengawasan Intern K/L Bidang
Perekonomian dan Kemaritiman
Kapabilitas APIP K/L Bidang Perekonomian dan
Kemaritiman (Level 3)
% 20,00 D.1
Kapabilitas APIP K/L Bidang
Perekonomian dan Kemaritiman (Level 2)
% 30,00 D.1
Kapabilitas APIP K/L Bidang
Perekonomian dan Kemaritiman (Level 1)
% 50,00 D.1
4 Perbaikan Pengelolaan Program Prioritas Nasional dan
Pengelolaan Keuangan Negara Bidang
Polhukam dan Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
Perbaikan Tata Kelola, Manajemen Risiko,dan Pengendalian Intern Pengelolaan Program Prioritas Nasional
% 50,00 D.2
Perencanaan dan Perjanjian Kinerja
No. Sasaran program Indikator kinerja Target Unit Kerja Satuan Jumlah
5 Meningkatnya Kualitas Penerapan SPIP K/L Bidang Polhukam dan Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
Maturitas SPIP K/L (Level 3)
Bidang Polhukam dan PMK % 2,00 D.2
6 Meningkatnya Kapabilitas
Pengawasan Intern K/L Bidang Polhukam dan Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
Kapabilitas APIP K/L Bidang
Polhukam dan PMK (Level 3) % 8,00 D.2
Kapabilitas APIP K/L Bidang
Polhukam dan PMK (Level 2) % 51,00 D.2
Kapabilitas APIP K/L Bidang
Polhukam dan PMK (Level 1) % 41,00 D.2 7 Perbaikan Pengelolaan
Program Prioritas Nasional dan
Pengelolaan Keuangan Negara Bidang
Pengawasan Keuangan Daerah
Perbaikan Tata Kelola, Manajemen Risiko, dan Pengendalian Intern Pengelolaan Program Prioritas Nasional
% 45,00 D.3
8 Meningkatnya Kualitas Penerapan SPIP pada Pemerintah Daerah
Maturitas SPIP Pemerintah
Provinsi (Level 3) % 9,00 D.3
Maturitas SPIP Pemerintah
Kabupaten/Kota (Level 3) % 3,00 D.3 9 Meningkatnya
Kapabilitas
Pengawasan Intern Pemerintah Daerah
Kapabilitas APIP
Pemerintah Provinsi (Level 3) % 9,00 D.3
Kapabilitas APIP
Pemerintah Kabupaten/Kota (Level 3)
% 3,00 D.3
Kapabilitas APIP
Pemerintah Provinsi (Level 2) % 40,00 D.3
Kapabilitas APIP
Pemerintah Kabupaten/Kota (Level 2)
% 25,00 D.3
Kapabilitas APIP
Pemerintah Provinsi (Level 1) % 51,00 D.3
Kapabilitas APIP
Pemerintah Kabupaten/Kota (Level 1)
% 72,00 D.3
Perencanaan dan Perjanjian Kinerja No. Sasaran program Indikator kinerja Target Unit
Kerja Satuan Jumlah
10 Perbaikan Pengelolaan Program Strategis/
Program Prioritas Nasional
Persentase Tindak Lanjut Rekomendasi Peningkatan Kinerja Korporasi
(Nawacita/Lintas Sektoral)
% 100,00 D.4
11 Perbaikan Pengelolaan Korporasi pada Badan Usaha Bidang
Akuntan Negara
Persentase Tindak Lanjut Rekomendasi Perbaikan Tata Kelola, Manajemen Risiko, dan Pengendalian Intern Pengelolaan Korporasi
% 100,00 D.4
Persentase Penghematan
Biaya (Cost Saving) dibandingkan dengan nilai yang diaudit sebesar 4%
setahun
% 4,00 D.4
12 Meningkatnya Kualitas Penerapan SPI pada Korporasi
Persentase Tindak Lanjut Rekomendasi Perbaikan Penyelenggaraan SPIP KL
% 100,00 D.4
13 Meningkatnya Efektivitas SPI Korporasi
Persentase BUMN/Anak Perusahaan dengan Skor GCG Baik
% 65,00 D.4
Persentase BUMN/Anak
Perusahaan yang Kinerjanya Berpredikat Minimal A (Baik)
% 52,00 D.4
Persentase BUMD yang
Kinerjanya Minimal
Berpredikat Baik dari BUMD yang Dibina
% 53,00 D.4
Presentase BLUD yang
Kinerjanya Minimal Baik dari BLUD yang Dibina
% 59,00 D.4
14 Perbaikan pengelolaan program Prioritas Nasional dan
Pengelolaan Keuangan Negara Bidang
Pengawasan Keinvestigasian
Penyerahan Hasil
Pengawasan Keinvestigasian kepada Aparat Penegak Hukum (APH)/KLPK
% 60,00 D.5
15 Meningkatnya Kualitas Layanan Dukungan Teknis Pengawasan
Persepsi Kepuasan Layanan
Kesetmaan Likert
1-10 7,00 Setma
Perencanaan dan Perjanjian Kinerja
Keterangan: D.1= Kedeputian Perekonomian dan Kemaritiman, D.2= Kedeputian Polhukam dan PMK, D.3= Kedeputian Pengawasan Keuangan Daerah, D.4=
Kedeputian Akuntan negara, D.5 Kedeputian Investigasi, Setma= Sekretariat
Utama
Akuntabilitas Kinerja
A. Kerangka Pengukuran Kinerja
Dalam rangka penyusunan laporan kinerja BPKP tahun 2016 dilakukan pengumpulan data kinerja yang melibatkan seluruh unit kerja di lingkungan BPKP. Data kinerja yang dikumpulkan berupa target dan realisasi kinerja BPKP beserta uraian rinci kinerja, target, dan realisasi keuangan, target dan realisasi penggunaan sumber daya manusia, data- data penghargaan, serta informasi lain yang terkait dengan kinerja BPKP tahun 2016. Pengumpulan data kinerja diarahkan untuk memperoleh data kinerja yang akurat, lengkap, tepat waktu, dan konsisten yang berguna bagi pengambilan keputusan dalam rangka perbaikan kinerja tanpa meninggalkan prinsip keseimbangan manfaat dan biaya serta efisiensi dan efektivitas. Sebagian besar data realisasi kinerja diperoleh dari aplikasi New IPMS yang membantu dalam penyusunan laporan kinerja BPKP.
Pengukuran kinerja dilakukan dengan membandingkan realisasi dengan target kinerja yang diperjanjikan dalam dokumen perjanjian kinerja BPKP tahun 2016. Rumus yang digunakan untuk menghitung persentase pencapaian target indikator kinerja terdiri dari dua jenis, yaitu:
1. Rumus bagi IKU yang menunjukkan ekspektasi arah pencapaian indikator kinerja lebih tinggi dari nilai target yang ditetapkan.
Persentase Pencapaian Kinerja = Realisasi x 100%
Rencana
2. IKU yang menunjukkan ekspektasi arah pencapaian indikator kinerja lebih kecil dari nilai target yang ditetapkan, yaitu IKU kapabilitas APIP K/L/Pemda level 1 dilakukan dengan menggunakaan rumus:
Persentase
Pencapaian = Rencana – (Realisasi – Rencana)
x 100%
BAB 3
Akuntabilitas Kinerja
Berdasarkan hasil pengukuran kinerja, dilakukan evaluasi capaian setiap indikator kinerja untuk mengidentifikasi faktor yang mendukung keberhasilan dan kendala pencapaian kinerja. Faktor pendukung keberhasilan dan kendala yang menghambat pencapaian target kinerja dicermati dan dipelajari guna perbaikan pelaksanaan program/kegiatan di masa yang akan datang.
Dalam evaluasi kinerja juga dilakukan pembandingan- pembandingan antara realisasi kinerja dengan target tahun berjalan, realisasi kinerja tahun berjalan dengan realisasi tahun lalu dan pembandingan lain yang diperlukan.
Selain itu, dalam evaluasi kinerja dilakukan pula analisis efisiensi dengan cara membandingkan proporsi capaian kinerja dengan proporsi penggunaan sumber daya baik dana dan sumber daya manusia, yang dalam hal ini direpresentasikan dengan Orang/Hari (OH). Efisiensi sumber daya terjadi manakala capaian kinerja output lebih tinggi dari pada capaian penggunaan sumber daya, baik dana maupun OH. Analisis efisiensi dilakukan terpisah antara sumber daya keuangan dan sumber daya manusia.
B. Akuntabilitas Kinerja
Sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas dan fungsi BPKP, kebijakan yang diambil dalam pelaksanaan tugas dan fungsi serta penggunaan dana, berikut disajikan akuntabilitas kinerja BPKP tahun 2016.
1. Ikhtisar Kinerja
Laporan kinerja BPKP tahun 2016 ini merupakan akuntabilitas kinerja tahun kedua dalam periode Renstra 2015-2019 BPKP. Dalam renstra periode 2015-2019, BPKP menetapkan tiga tujuan, yang kemudian dijabarkan dalam tiga sasaran strategis BPKP dan 15 sasaran program.
Berdasarkan hasil pengukuran kinerja, realisasi
pencapaian sasaran strategis dan sasaran program tahun
2016 BPKP secara ringkas disajikan dalam Tabel 3.1
sebagai berikut:
Akuntabilitas Kinerja
Tabel 3.1. Ikhtisar Capaian Kinerja BPKP Tahun 2016
2. Evaluasi Kinerja
a. Kinerja Pengawasan
Realisasi dan capaian indikator kinerja sasaran strategis berdasarkan tujuan dan sasaran strategis BPKP dalam menjalankan fungsi utamanya sebagai auditor intern pemerintah dapat diuraikan sebagai berikut:
Sasaran Strategis
Meningkatnya Kualitas
Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Nasional
Pencapaian sasaran strategis “Meningkatnya kualitas akuntabilitas pengelolaan keuangan dan pembangunan nasional” diukur dengan menggunakan Indikator Kinerja Utama (IKU) “Indeks akuntabilitas pengelolaan keuangan dan pembangunan program prioritas” dalam Nawacita melalui mekanisme penghitungan berupa Indeks Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Nasional (APKPN).
Indeks tersebut mencerminkan kualitas akuntabilitas pengelolaan dan pembangunan program prioritas. Nilai
No. Indikator Kinerja Utama Satuan Target Realisasi Capaian (%)
1 Indeks Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Program
Prioritas dalam Nawa Cita Skala
1-5 1 1 100,00
2 Maturitas SPIP K/L (Level 3) % 2 2,30 115,00
3 Maturitas SPIP Pemerintah Provinsi (Level 3) % 9 8,82 98,00 4 Maturitas SPIP Pemerintah Kabupaten/Kota (Level 3) % 3 3,15 105,00
5 Efektivitas SPI Korporasi (Level 3) % 20 55,56 200,00
6 Kapabilitas APIP K/L (Level 3) % 8 10,34 129,25
7 Kapabilitas APIP Pemerintah Provinsi (Level 3) % 9 8,82 98,00 8 Kapabilitas APIP Pemerintah Kabupaten/Kota (Level 3) % 3 2,76 92,00 Sasaran Strategis 1. Meningkatnya Kualitas Akuntabilitas Pengelolaan
Keuangan dan Pembangunan Nasional
Sasaran Strategis 2. Meningkatnya Maturitas SPIP
Sasaran Strategis 3. Meningkatnya Kapabilitas Pengawasan Intern Pemerintah K/L/Pemda
Akuntabilitas Kinerja
menunjukkan kualitas akuntabilitas pengelolaan keuangan dan pembangunan program prioritas yang semakin baik. Target nilai indeks pada tahun 2016 adalah 1 dari skala 5.
Pada tahun 2016, nilai indeks diukur berdasarkan nilai tertimbang atas empat parameter yaitu:
1) Kategori penilaian SAKIP K/L dengan tujuh kategori (AA, A, BB, B, CC, C, dan D);
2) Opini Laporan Keuangan K/L dengan lima kategori (WTP, WTPDPP, WDP, TMP, dan TW);
3) Tingkat maturitas penyelenggaraan SPIP K/L dengan lima kategori (Level 1, Level 2, Level 3, Level 4, dan Level 5);
4) Level kapabilitas APIP K/L dengan lima kategori (Level 1, Level 2, Level 3, Level 4, dan Level 5).
Dari hasil tertimbang atas empat parameter tersebut dihasilkan skor yang digunakan untuk menentukan level indeks dengan rentang nilai sebagaimana pada Tabel 3.2.
Tabel 3.2
Skala Indeks APKPN
No. Indeks Skor
1 Menuju Akuntabilitas < 2,00
2 1 > 2,00 - 3,00
3 2 > 3,00 - 4,00
4 3 > 4,00 - 4,75
5 4 > 4,75 - 5,25
6 5 > 5,25 - 5,50
Penghitungan realisasi indeks APKPN yang dilakukan pada bidang perekonomian dan kemaritiman, serta bidang politik, hukum, keamanan, pembangunan manusia dan kebudayaan, menghasilkan nilai sebagai berikut:
Tabel 3.3
Skor Indeks APKPN BPKP
No. Bidang Skor
Thn 2015 Skor Thn 2016 1 Perekonomian dan Kemaritiman 2,71 2,76 2 Politik, hukum, keamanan,
pembangunan manusia dan kebudayaan
2,38 2,60
Rata-rata 2,54 2,68
Level Level 1 Level 1
Dari perhitungan tersebut, disimpulkan bahwa realisasi IKU
“Indeks Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan dan
Pembangunan Program Prioritas” sebesar 1 dari skala 5 atau
Akuntabilitas Kinerja
Skor indeks APKPN tahun 2016 mengalami peningkatan sebanyak 0,14 poin jika dibandingkan dengan tahun 2015, atau meningkat 5,51%.
Perbandingan realisasi IKU dengan realisasi tahun 2015 dan target akhir Renstra BPKP periode 2015-2019 disajikan dalam Gambar 3.1 sebagai berikut:
Gambar 3.1
Perbandingan Realisasi Indeks APKPN Tahun 2016 dengan 2015 dan Target 2019
Capaian indeks APKPN tahun 2016 sebesar 100%, tidak mengalami perubahan dibandingkan dengan capaian tahun 2015.
Gambar 3.2
Perbandingan Capaian Indeks APKPN Tahun 2016 dengan 2015
Pencapaian sasaran strategis 1 didukung dengan dana
0 0,5 1 1,5 2 2,5 3
2015 2016 2017 2018 2019
Target (Skala 1-5) 1 1 2 2 3
Realisasi (Skala 1-5) 1 1
Skala/ Level
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
2015 2016 2017 2018 2019 100 100
Capaian (%)