BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Tingkat Literasi Keuangan di Indonesia masih sangat rendah, Hal ini dikatakan Jokowi dalam Rapat Terbatas membahas Strategi Nasional Keuangan Inklusif di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (28/1/2020). berdasarkan hasil survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Indeks inklusi keuangan juga meningkat dari 67,8% di 2016 menjadi 76,19% di 2019 (OJK). Meski demikian, angka-angka tersebut masih tergolong rendah jika di bandingkan dengan inklusi keuangan di negara-negara ASEAN seperti Singapura sampai 98%, Malaysia 85%, Thailand 82% sementara Indonesia masih di angka 70%.jadi Indonesia masih di bawah mereka sedikit sehingga di perlukan langkah langkah perbaikan di beberapa hal ,seperti memprioritaskan perluasan dan kemudahaan akses layanan keuanngan formal serta meningkatakan tingkat literasi keuangan di seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Gambar 1. 1 Indeks Inklusi Keuangan
Literasi keuangan merupakan kebutuhan dasar bagi setiap orang agar terhindar dari masalah keuangan. Kesulitan keuangan bukan hanya fungsi dari pendapatan semata (rendahnya pendapatan), kesulitan keuangan juga dapat muncul jika terjadi kesalahan dalam pengelolaan keuangan (miss-management) seperti kesalahan penggunaan kredit, dan tidak adanya perencanaan keuangan. Uang atau penghasilan dihasilkan setelah bekerja keras sudah seyogyanya digunakan dengan sebaik mungkin untuk masa depan dan keluarganya.
Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa saat ini kita hidup dalam era konsumerisme. Hampir semua jenis barang dan jasa menjadi sangat mudah didapatkan. Dengan makin maraknya tawaran pembelian barang secara mencicil, semua barang yang sebelumnya sulit untuk didapatkan, menjadi lebih mudah untuk didapatkan. Di satu sisi, kondisi ini tentunya memberikan manfaat dan kemudahan bagi masyarakat. Namun di sisi lain, jika kita tidak bijaksana menyikapinya, kita dapat terjebak menjadi orang yang lebih mengutamakan ‘keinginan’ dan melupakan ‘kebutuhan’ dasar yang seharusnya diprioritaskan.Sikapi Uangmu OJK.(n.d) dari artikel ilmiah : https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/CMS/Category/14
Selain itu ,setiap generasi memlilki gaya hidup berbeda beda.salah satu nya adalah generasi Y atau biasa yang di sebut Genererasi Milenial. Generasi Y adalah generasi yang lahir di rentang tahun 1980-1994. Generasi ini merupakan generasi yang percaya diri, ekspresif, liberal, bersemangat dan terbuka pada tantangan, karakteristik yang sangat berbeda dengan generasi pendahulunya yaitu X (lahir antara 1963-1977). Generasi Y atau yang biasa disebut dengan milenial, mereka tumbuh bersama lahirnya komputer dan internet sehingga dapat dikatakan mereka memiliki kecerdasan alam dan keterampilan dalam menggunakan teknologi baru (Carrasco-Gallego, 2017).Generasi ini terbiasa dengan barang yang selalu up to date, lebih mementingkan liburan untuk memenuhi keinginan swafoto di tempat
yang indah dibandingkan memenuhi kebutuhan hidup utamanya, serta seringkali menghabiskan waktu di kafe mahal atau bahkan membeli baju rancangan desainer Sementara itu,di masa masa sekarang ini, krisis ekonomi sedang terjadi akibat wabah yang sedang terjadi sekarang ini. Banyak masyarakat yang berprofesi sebagai pekerja ataupun buruh menjadi korban pandemi sehingga kehilangan pekerjaannya karena perusahaan tempat mereka bekerja mengalami kerugian sehingga tidak mampu untuk menggaji karyawan dan terpaksa harus mengurangi jumlah karyawanya yang bekerja di perusahaan tersebut,ataupun juga masyarakat yang masih bekerja namun tetap terkena dampak akibat pandemi covid 19 sehingga berkuranganya pendapatan penghasilan setiap bulan yang di dapat dari tempat mereka bekerja di karenakan pemotongan gaji karyawan oleh perusahaan di tempat mereka bekerja karena pengurangan jam kerja yang di lakukan oleh perusahaan untuk memberlakukan sosial distanding sehingga berimbas pada menurunya hasil produksi dan membuat keuntungan perusahaan menurun dan harus melakukan pemotongan upah atau gaji karyawan. Hasil penelitian menunjukan terjadinya gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan penurunan pendapatan buruh/karyawan/pegawai selama masa PSBB di Indonesia. Persentase PHK buruh/pegawai/karyawan di Indonesia pada akhir April 2020 sebesar 15,6 persen yang terdiri dari 1,8 persen PHK dengan pesangon dan 13,8 persen PHK tanpa pesangon. ( Jurnal Kependudukan Indonesia Edisi Khusus Demografi dan COVID-19, Juli 2020 | 43-48 )
Berdasarkan hal tersebut perilaku keuangan yang baik,seperti bagaimana masyarakat menyikapi uang mereka dalam mengambil keputusan yang baik dan bagaimana masyarakat merencanakan keuangannya untuk masa depan harus ada disetiap masyarakat. Adanya literasi keuangan akan membantu individu dalam mengatur perencanaan keuangan pribadi, sehingga individu tersebut bisa memaksimalkan nilai waktu uang dan tidak salah mengambil keputusan dalam kehidupan sehari hari. Misi penting dari program literasi keuangan adalah untuk
melakukan edukasi dibidang keuangan kepada masyarakat Indonesia agar dapat mengelola keuangan secara cerdas, sehingga rendahnya pengetahuan tentang industri keuangan dapat diatasi (Amanita Novi Yushita, 2017)
Masalah keuangan dapat terjadi bukan hanya karena pendapatan semata namun dapat muncul jika terjadi kesalahan dalam pengelolaan keuangan seperti kesalahan penggunaan kredit, dan tidak adanya perencanaan keuangan. Dengan pengelolaan keuangan yang tepat ditambah oleh literasi keuangan yang baik diharapkan bisa mendapatkan manfaat yang maksimal dari uang yang dimilikinya saat ini sehingga pada akhirnya dapat bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan keuangannya
Berdasarkan keterangan yang didapat,di ketahui bahwa buruh tersebut memiliki kebutuhan hidup yang tinggi sementara pendapatan yang di terima tidak sebanding dengan biaya hidup yang di keluarkan oleh buruh tersebut untuk memnuhi kebutuhan hidup nya,hal ini juga menjadi salah satu faktor karena kurangnya literisasi keuangan yang ada di kalangan masyarakat sehingga masyarakat itu sendiri kesulitan untuk mengelola keuanganya dan menyikapi keuanganya dengan bijak.
Dengan mengacu pada uraian di atas,penulis tertarik untuk melakukan penelitian lebih jauh apakah bagian dari literisasi keuangan yaitu pengetahuann dan sikap keuangan dan bagian dari pendapatan yaitu gaji dan upah seorang buruh atau karyawan atau pekerja dapat mempengaruhi pengelolaan keuangan pribadi.oleh karena itu penulis mengadakan penelitian dengan judul berdasarkan sejumlah pemaparan di atas,penulis kemudian mencoba melakukan penelitian lebih jauh yang selanjutnya menamakan skripsi ini dengan judul “Pengaruh Literasi Keuangan dan Sikap Keuangan Terhadap Perilaku Pengelolaan Keuangan Pribadi & Pendapatan sebagai Variabel Kontrol (Study pada Mahasiswa/i Generasi Y dan Z).”
Berdasarkan latar belakang yang telah disusun diatas,maka dapat diidentifikasi beberapa masalah sebagai berikut :
1. Kecil nya pendapatan atau upah atau gaji yang di terima oleh masyarakat yang berprofesi sebagi buruh atau pekerja.
2. Tinggi nya tingkat kebutuhan hidup yang tidak di imbangi dengan pendapatan 3. Kesalahan pengambilan keputusan dan mengikuti gaya hidup yang tinggi karena
kurang nya pemahaman masyarakat mengenai literasi keuangan.
4. banyak di kalangan masyarakat yang belum memiliki perencanaa keuangan nya untuk jangka panjang.
1.3 Rumusan Masalah
Beberapa Peneliti sebelumnya telah melakukan penelitian terkait dengan pengelolaan keuangan pribadi. Hilgert dan Hogarth (2003), menyatakan pengetahuan keuangan dan pendapatan terkait dengan praktek- praktek keuangan yang berkaitan dengan manajemen arus kas, manajemen kredit, tabungan, dan investasi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Mien dan Thao (2015) yang dilakukan pada masyarakat Vietnam menyatakan bahwa sikap keuangan dan pengetahuan keuangan memiliki hubungan signifikan positif dengan perilaku manajemen keuangan
Berkenaan dengan Pengelolaan Keuangan Pribadi,hal tersebut dapat berpengaruh terhadap perencanaan keuangan mahasiswa/i untuk jangka pendek dan jangka panjang.untuk mengetahui hubungan antara Literasi Keuangan,Sikap Keuangan dan pendaptan berpengaruh secara signifikan,dilakukanlah pengamatan,maka perlu mengetahui bagaimana respon mahasiswa/i menanggapi tentang pengelolaan keuangan pribadi.
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah yang telah di uraikan di atas, maka penelitian ini akan menganalisa tentang Pengaruh Literasi Keuangan,Sikap Keuangan dan Pendapatan terhadap Perilaku Pengelolaan
Keuangan Pribadi study kasus pada Mahasiswa/i generasi Y dan Z, sehingga dalam penelitian ini ,rumusan masalah nya sebagai berikut :
1. Apakah literasi keuangan berpengaruh terhadap perilaku pengelolaan keuangan Mahasiswa/i Generasi Y dan Z?
2. Apakah sikap keuangan berpengaruh terhadap perilaku pengelolaan keuangan Mahasiswa/i Generasi Y dan Z?
3. Apakah literasi keuangan dan sikap keuangan berpengaruh terhadap pengelolaal keuangan Mahasiswa/i Generasi Y dan Z ketika variabel kontrol Pendapatan dikendalikan?
1.4 Batasan Masalah
Berdasarkan identifikasi di atas, agar dapat di selelsaikan dengan baik dan pembahasan lebih terarah,batasan rumusanya. Penelitian ini hanya di lingkup Mahasiswa/i Generasi Y dan Z.
1.5 Tujuan Penelitian
Sesuai rumusan masalah di atas ,tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pengetahuan keuangan dan sikap keuangan berpengaruh terhadap perilaku pengelolaan Mahasiswa/i Generasi Y dan Z dengan Kontrol Variabel Pendapatan.
1.6 Manfaat Penelitian 1. Secara Teoritis
Tujuan penelitian ini diharapkan dapat di jadikan sebagai sumbangan pemikiran untuk mengkaji permasalahan pengelolaan keuangan oleh Mahasiswa.Hasil penelitian di harapkan dapat menjadi acuan atau referensi untuk penelitian selanjutnya pada bidang literasi keuangan.
2. Secara praktis
Tujuan penelitian ini di harapkan dapat di jadikan sebagai bahan pertimbangan bagi mahasiswamenjadi bijak dalam melakukan pengelolaan perencanaan keuangan.
1.7 Sistematika Penelitian
Penyusunan penelitian ini terbagi dalam beberapa bab.Adapun sistematika dalam penulisan penelitian ini adalah sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Pada bab ini berisi tentang latar belakang,identifikasi masalah,rumusan masalah,batasan masalah,tujuan penelitian,mamfaat penelitian dan sistematika BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Pada bab ini akan dibahas tentang landasan teori atau konsep yang mendasari penyusunan penelitian ini seperti Pengetahuan keuangan,Sikap keuangan,pendapatan,serta kerangka pemikiran
BAB III METODE PENELITIAN
Dalam bab tiga ini menjelaskan mengenai variable penelitian,uraian definisi operasional variable,jenis data dan sumber data,metode pengumpulan data,serta metode analisis data yang digunakan dalam penelitian tersebut.
BAB IV HASIL DAN PEBAHASAN
Pada bab ini akan dibahas tentang landasan teori atau konsep yang mendasari penyusunan penelitian ini seperti Pengetahuan keuangan,Sikap keuangan,pendapatan,serta kerangka pemikiran
BAB V SARAN DAN KESIMPULAN
Dalam bab tiga ini menjelaskan mengenai variable penelitian,uraian definisi operasional variable,jenis data dan sumber data,metode pengumpulan data,serta metode analisis data yang digunakan dalam penelitian tersebut.