DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA RISALAH RESMI KOMISI V DPR RI
DENGAN DIRJEN PERUMAHAN DAN DIRJEN PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN
KEMENTERIAN PUPR RI Tahun Sidang : 2020-2021
Masa Persidangan : III Rapat ke- : 10
Jenis Rapat : Rapat Dengar Pendapat Sifat Rapat : Terbuka
Hari, Tanggal : Senin, 1 Februari 2021 Waktu : Pukul 13.00 s.d. 16.50 WIB
Tempat : Ruang Rapat Komisi V DPR RI (KK V) Gedung Nusantara DPR RI, Jakarta
Ketua Rapat Rapat : Ir. Ridwan Bae/Wakil Ketua Komisi V DPR RI / F-PG Sekretaris Rapat : Nunik Prihatin Budiastuti, S.H.
Acara 1. Membahas Program Kerja Ditjen Perumahan dan : Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR RI Tahun 2021;
2. Lain-lain.
Hadir Mitra : Dirjen Perumahan dan Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR RI
Hadir : 49 Anggota hadir dari 53 Anggota Komisi V DPR RI dengan rincian sebagai berikut:
A. Anggota DPR RI: PIMPINAN :
1. Lasarus, S.Sos., M.Si 2. Ir. Ridwan Bae
3. H. Andi Darmawan Aras.,SE.,M.Si 4. H. Syarif Abdullah Alkadrie.,SH.,MH 5. H. Moh.Arwani Thomafi
1. FRAKSI PARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN:
9 orang Anggota dari 10 Anggota: 1. Bob Andika Mamana Sitepu.,SH
2. H. Herson Mayulu,S.IP 3. Mochamad Herviano
4. Hj.Sadarestuwati.,SP.,MMA 5. Sukur H.Nababan.,ST
6. Sarce Bandaso Tandiasik.,SH 7. Jimmy Demianus Ijie
8. Sri Rahayu 9. H.Irmadi Lubis
2. FRAKSI PARTAI GOLKAR:
6 orang Anggota dari 6 Anggota: 1. Drs. Hamka B.Kady.,MS
2. H. Hasan Basri Agus 3. Cen Sui Lan
4. Ir.H.Anang Susanto.,SE 5. Bambang Hermanto.,SE 6. H. Tubagus Haerul Jaman, SE 3. FRAKSI PARTAI GERINDRA: 2 6 orang Anggota dari 6 Anggota:
1. Sudewo,ST, MT
2. Iis Edhy Prabowo.,S.Hum.,MM 3. Ir. Eddy Santana Putra, MT 4. Drs.H.Mulyadi.,M.MA
5. Hj.Novita Wijayanti.,SE.,MM 6. Ir. Sumail Abdullah
4. FRAKSI NASDEM:
4 orang Anggota dari 4 Anggota: 1. Drs.H.Soehartono.,M.Si
2. Drs.H.Tamanuri,MM 3. Sri Wahyuni
4. Roberth Rouw
5. FRAKSI PARTAI KEBANGKITAN BANGSA 6 orang Anggota dari 6 Anggota:
1. H. Ruslan M Daud
2. Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, S.Th.I 3. Sofyan Ali.,S.Ag.,SH.,M.Pd
4. H. Syafiuddin.,S.Sos 5. H.Sukamto.,SH
6. H. An’im Falachuddin Mahrus 6. FRAKSI PARTAI DEMOKRAT:
5 orang Anggota dari 5 Anggota: 1. Dr.H. Irwan, S.IP, MP
2. Willem Wandik.,S.Sos 3. Drh. Jhoni Allen Marbun 4. Lasmi Indaryani.,SE 5. Ir.H.Ishak Mekki.,MM
7. FRAKSI PARTAI KEADILAN SEJAHTERA: 3 orang Anggota dari 4 Anggota:
1. Ir. H. Sigit Sosiantomo 2. H. Suryadi Jaya Purnama 3. H.Syahrul Aidi Maazat.,Lc.,MA 8. FRAKSI PARTAI AMANAT NASIONAL:
4 orang Anggota dari 5 Anggota: 1. H.A.Bakri H,M.,SE
2. Athari Ghauthi Ardi 3. H. Boyman Harun.,SH 4. H. Sungkono
9. FRAKSI PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN:
1 orang Anggota dari 1 Anggota: 1. Dr.H. Muh Aras, S.Pd,MM
B. PEMERINTAH:
1. Dirjen Perumahan Kementerian PUPR (Dr.Ir.H. Khalawi AH., M.Sc., M.M)
2. Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan (Dr.Ir. Eko Djoeli Heripoerwanto, MCP)
3. Dirjen KI DJP (Moch. Yusuf.H)
KETUA RAPAT/WAKIL KETUA KOMISI V DPR RI (Ir. RIDWAN BAE/F-PG): Selamat siang dan salam sejahtera bagi kita semua.
Yang terhormat Pak Ketua, Pimpinan dan Anggota Komisi V DPR RI. Yang terhormat Dirjen Perumahan dan...(rekaman terputus) akan datang. Serta Hadirin yang kami hormati.
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua sehingga pada hari ini kita dapat bertemu untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab kita dalam keadaan sehat walafiat, baik secara fisik maupun secara virtual dari tempat masing-masing.
Berdasarkan informasi dari Sekretariat, Daftar Hadir Anggota Komisi V DPR RI telah ditandatangani sebanyak 22 orang yaitu fisik 7 orang dan virtual 15 orang, terdiri dari 6 Fraksi. Oleh karena itu sebagaimana ketentuan yang diatur dalam Pasal 281 Peraturan DPR RI tentang Tata Tertib, izinkanlah kami membuka Rapat Dengar Pendapat pada hari ini dan sesuai ketentuan
Pasal 276 Ayat (1) Rapat Dengar Pendapat Komisi V DPR RI pada hari ini dinyatakan terbuka untuk umum.
(RAPAT DIBUKA PUKUL 13.00 WIB)
Dan untuk mencegah penyebaran Covid-19 maka pelaksanaan rapat-rapat di DPR RI pada masa pandemi Covid-19 dilakukan maksimal 2,5 jam, apakah ini dapat kita setujui?
(RAPAT: SETUJU)
Kami ucapkan terima kasih kepada saudara Dirjen Perumahan dan Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR beserta jajarannya yang telah memenuhi undangan kami dalam Rapat Dengar Pendapat pada hari ini secara fisik dan turut dihadirkan para Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan BP2P secara virtual. Saudara Dirjen, Pimpinan dan Anggota Komisi V DPR RI yang kami hormati.
Kami ingin menyampaikan perubahan penugasan dari Fraksi PDI Perjuangan di Komisi V DPR RI yaitu saudari Sri Rahayu, ada beliau? Oh belum hadir ya. Saudari Sri Rahayu Nomor Anggota A-217 Dapil Jawa Timur VI, menggantikan Saudara H.M. Rifqinizami Karsayuda S.H., M.H.
Sebelum masuk ke agenda rapat kita hari ini, perlu kami sampaikan bahwa Pagu Anggaran Ditjen Perumahan pada Tahun Anggaran 2021 adalah sebesar 8,93 Triliun. Anggaran Ditjen Perumahan tersebut akan dialokasikan untuk mendukung program pembangunan infrastruktur PUPR dalam Tahun Anggaran 2021 antara lain sebagai berikut: Satu, pembangunan rumah susun sebanyak 9.799 unit yang antara lain; untuk masyarakat berpenghasilan rendah, TNI POLRI, ASN dan perguruan tinggi. Kedua, rumah swadaya sebanyak 114.900 unit dan yang ketiga adalah pembangunan rumah khusus sebanyak 2.423 unit yang antara lain untuk masyarakat korban bencana alam dan konflik sosial.
Untuk Ditjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Pagu Anggaran Anggaran 2021 yang disetujui dalam Raker tanggal 15 September 2020 adalah sebesar 273,7Miliar. Alokasi anggaran tersebut dimanfaatkan untuk kegiatan yang dilaksanakan dalam Tahun Anggaran 2021 antara lain: Yang pertama bantuan pembiayaan perumahan berbasis tabungan dengan target sebanyak 218 unit rumah dan yang kedua adalah kegiatan persiapan proyek infrastruktur dengan skema KPBU.
Adapun kegiatan lain yang bersumber dari luar Pagu Anggaran tersebut sesuai dengan bahan paparan Ditjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan hari ini yaitu; dari berita acara 999 antara lain adalah: Satu, penyaluran bantuan kredit pemilikan rumah melalui skema FLPP dengan target sebanyak 157.500 unit rumah. Kedua, penyaluran bantuan kredit pemilikan rumah melalui skema subsidi bantuan uang muka
dengan target juga sebanyak 157.500 unit maksud saya...(rekaman suara kurang jelas) rumah.
Namun demikian mengingat masih meningkatnya penyebaran Covid-19 dan sebagaimana surat Menteri Keuangan nomor sekian tanggal 12 Januari 2021, maka dalam Tahun Anggaran 2021 Pemerintah kembali akan melaksanakan refocusing dan realokasi belanja di sejumlah kementerian atau lembaga.
Nah terkait dengan hal itu, perlu kami sampaikan kembali bahwa salah satu butir kesepakatan dalam Raker dengan Menteri PUPR tanggal 21 Januari 2021 adalah Komisi V DPR RI sepakat dengan Kementerian PUPR dalam melakukan refocusing atau penghematan dan realokasi belanja program kegiatan Tahun Anggaran 2021 untuk tetap memperhatikan program prioritas nasional dan penambahan alokasi program atau kegiatan Padat Karya Tunai yang memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat dalam masa pandemi sesuai dengan saran dan masukan Komisi V DPR RI.
Oleh karena itu dalam kesempatan ini kami minta penjelasan Dirjen Perumahan dan Dirjen Pembiayaan Infrastruktur jika refocusing dilaksanakan bagaimana langkah-langkah strategis yang akan diambil dalam mengantisipasi refocusing tersebut dan sejauh mana perkiraan deviasi target yang telah ditetapkan dalam Tahun Anggaran 2021 serta keterkaitannya dengan realisasi rencana Program Padat Karya Tunai di subsektor perumahan sebagaimana yang telah direncanakan sebelumnya.
Dalam kesempatan ini kami sampaikan pula beberapa isu terkait dengan perumahan yang berkembang di media massa antara lain: Satu, dalam skema pembiayaan perumahan melalui rumah subsidi, uang muka seharusnya tidak membebani konsumen. Kedua, masih belum terdapat sistem informasi perumahan yang terintegrasi. Ketiga, dalam masa pandemi Covid-19 ini iuran dalam skema Tabungan Perumahan Rakyat atau Tapera akan berpotensi dapat membebani masyarakat. Keempat, dalam rekomendasi kajian Bank Dunia untuk membiayai rumah bersubsidi yang bertajuk The World Bank 2020 Indonesia Public Expenditure Review for of government spending mengutarakan skema LPP dan SBB bersertifikat regresif, tidak tepat sasaran dan rentan kebocoran. Hal tersebut dianggap tidak dapat memenuhi tujuan sustainable development goals untuk menyediakan perumahan yang inklusif, aman dan memadai bagi semua kalangan. Skema pembiayaan rumah subsidi tersebut dianggap memiliki kelemahan dan dalam hal kualitas bangunan dan desain program.
Saudara yang kami hormati.
Demikianlah pengantar dari kami dan selanjutnya kami berikan kesempatan kepada saudara Dirjen Perumahan dan Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR untuk menyampaikan penjelasannya terkait dengan program Tahun Anggaran 2021.
Kami persilakan barangkali Dirjen Perumahan.
DIRJEN PERUMAHAN KEMENTERIAN PUPR R.I. (Dr.Ir.H. KHALAWI AH., M.Sc., M.M.):
Terima kasih Pimpinan.
Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh, Selamat sore,
Salam sejahtera untuk kita semuanya.
Yang saya hormati dan banggakan Ketua Komisi V dan Pimpinan, unsur Pimpinan,
Pimpinan dan seluruh Wakil-wakil Ketua Komisi V,
Kemudian seluruh Anggota Komisi V yang saya hormati, banggakan dan Hadirin yang saya muliakan.
Izinkan kami menyampaikan paparan tentang tugas dan fungsi Perumahan yaitu ada dua Dirjen Perumahan dan Dirjen Penyedia Perumahan ini satu kesatuan. Mungkin akan saya sampaikan dulu supaya tidak ada dispute. Bahwa Dirjen Perumahan adalah institusi atau unit pelaksana atau eksekutor dari pada di bidang di sektor perumahan. Jadi segala regulasi, regulasi tentang perumahan.
F-PAN (H.A. BAKRI, H.M., S.E.): Pak Ketua.
DIRJEN PERUMAHAN KEMENTERIAN PUPR R.I. (Dr.Ir.H. KHALAWI AH., M.Sc., M.M.):
Dan kebijakan.
INTERUPSI F-PAN (H.A. BAKRI, H.M., S.E.):
Bisa interupsi sebentar tidak Pak Ketua? Setengah menit saja Pak Khalawi. Boleh Pak ya?
KETUA RAPAT: Ya.
F-PAN (H.A. BAKRI, H.M., S.E.):
Nah, ini menyampaikan aspirasi kawan-kawan Anggota Komisi V, ini bukan soal NTT Pak bukan, lagi viral hari ini. Jadi alangkah bagusnya Pak Dirjen mengabsen dulu Kepala Balainya Pak. Nah supaya kita coba di bawah Pimpinan yang berdua di depan ini Pak kita coba menjalin komunikasi yang
harmonis tanpa kepentingan apa-apa antara Balai dengan Anggota, supaya Pak Dirjen tidak terbebani Pak.
Terima kasih. KETUA RAPAT:
Terima kasih Pak Bakri. Silakan Pak Dirjen.
DIRJEN PERUMAHAN KEMENTERIAN PUPR R.I. (Dr.Ir.H. KHALAWI AH., M.Sc., M.M.):
Terima kasih.
Sebetulnya akan saya sampaikan setelah saya prolog ini Pak. Saya lagi prolog ini supaya ini ada Dirjen Pembiayaan nah terima kasih Pak Bakri.
Jadi saya mau menyampaikan ada yang Dirjen Perumahan ya satu. Kemudian ada Dirjen Pembiayaan. Namun ada fungsi pembiayaan yang semua dari Direktorat Jenderal a,b,c,d, yang dikumpulkan di Direktorat Jenderal Pembiayaan itu ya, regulasi tentang pembiayaan termasuk perumahan ada di sana, sebab Bapak kan suka tanya ini masalah ini siapa ini siapa ini supaya tidak. Jadi regulasi tentang perumahan kami bertanggung jawab semuanya, namun untuk regulasi bidang untuk pembiayaan memang ada di Tusi-nya ada di Pembiayaan.
Jadi kami dulu dua Direktorat Jenderal sekarang tinggal satu, tapi ada satu Direktorat Pembiayaan di DJPI. Nah itu fungsinya nanti Pak Yakub juga bisa sampaikan, tapi masalah subsidi, TAPERA, kemudian FLPP tadi ya dan lain sebagainya ada di Pembiayaan Pak di skema pembiayaannya. Itu Pak prolognya.
Baik terima kasih atas hal-hal dan saran dari Pimpinan dan Anggota untuk memperkenalkan. Kami di Ditjen Perumahan ada perombakan baru ya yang pertama mungkin saya kenalkan nanti pasukan Dirjen Perumahan supaya berdiri.
Yang pertama Sesditjen Perumahan Pak Hidayat, M. Hidayat sudah datang? Tadi masih anu mewakili saya ya tadi ya mewakili saya ada rapat dengan BPK Pak mohon izin Pak, Pak Hidayat dulu Direktur Rumah Umum dan Komersial Pak. Karena Pak Dadang Rukmana naik promosi menjadi Staf Ahli, yang menggantikan Pak Hidayat.
Yang kedua, Direktur SSPP, Pak Koko, tidak apa-apa memperkenalkan Pak (rekaman suara kurang jelas) memperkenalkan ya namanya biar ini. Pak Koko ini sudah lama berencana, namanya Direktur Perencanaan ya, panggilannya Pak Koko saja, sebab panjang banget namanya. Direktur Rumah Susun ini baru juga, tapi sudah agak lama Pak
Maryoko menggantikan dulu Pak Hidayat ya, ya Pak Maryoko ini banyak pertanyaan nanti Pak Maryoko ini.
Yang keempat Direktur Rumah Khusus, baru ini Ibu ini Ibu-ibu satu ini ada, itu baru, dulu di Balitbang, Balitbang bubar nah beliau pindah ke sini. Kemudian Direktur Rumah Swadaya, Pak Arsyad, dulu di BPSDM Sesba sekarang ke Direktur Rumah Swadaya sekarang sudah tahu dan kemudian Direktur Rumah Umum dan Komersil baru juga ini Pak Fitrah. Ini promosi kemarin ya, tapi dulu Subdit dan terakhir Direktur KI Kepatuhan Internal yang untuk mengawasi kami itu yang apa Pak Yusuf, dulu Direktur RUK.
Kemudian kami perkenalkan Kepala Balai ya. Kepala Balai nanti muncul ini, namanya saya tidak anu ini. Kepala Balai dari Barat, Kepala Balai I dari Aceh ya Pak Teuku supaya tahu Anggota Pimpinan dan Anggota Dewan yang terhormat, suaranya bisa anu minimal assalaamu'alaikum atau say hallo. Tidak muncul ya di ini ya di layar ya? Kepala Balai Aceh, Teuku, kalau tidak muncul diganti loh nanti. Ini jangan main-main di depan Komisi V. Hallo? Oh ya ini Pak Teuku, angkat tangan ya lalu dicari mute-nya dibuka assalaamu'alaikum minimal, oke Pak Teuku ada. Kepala Balai Sumatera II di Medan, Pak Rusli? Ya ada oke.
Yang ketiga, Kepala Balai...(rekaman suara kurang jelas) tolong di-mute semuanya. Sumatera III? Balai Sumatera III angkat tangan ada?...(rekaman suara kurang jelas) Hallo?...(rekaman suara kurang jelas) Pak Jubail, Pak Jubailki ada itu plontos kepalanya tadi...(rekaman suara kurang jelas). Pak Jubailki yang pegang hidung Pak sebelah kanan itu Pak Jubailki, ada ya? Kepala Balai Sumatera IV?
KEPALA BALAI SUMATERA IV:
...(rekaman suara kurang jelas). Assalaamu'alaikum...(rekaman suara kurang jelas)
DIRJEN PERUMAHAN KEMENTERIAN PUPR R.I. (Dr.Ir.H. KHALAWI AH., M.Sc., M.M.):
Wa'alaikumsalam tutup lagi. Sumatera V Pak Darwis?
KEPALA BALAI SUMATERA V: Hadir Pak Dirjen.
DIRJEN PERUMAHAN KEMENTERIAN PUPR R.I. (Dr.Ir.H. KHALAWI AH., M.Sc., M.M.):
Oke, tutup lagi. Jawa I Pak Bisma? KEPALA BALAI JAWA I:
Assalaamu'alaikum Pak Dirjen.
DIRJEN PERUMAHAN KEMENTERIAN PUPR R.I. (Dr.Ir.H. KHALAWI AH., M.Sc., M.M.):
Wa'alaikumsalam.
Ini ada Anggota Dewan jangan Pak Dirjen, Ketua Komisi dan Anggota gitu jangan Pak Dirjen. Jawa II Pak Ki Agus?
KEPALA BALAI JAWA II: Siap hadir Bapak.
DIRJEN PERUMAHAN KEMENTERIAN PUPR R.I. (Dr.Ir.H. KHALAWI AH., M.Sc., M.M.):
Pak Komisi V Pimpinan gitu. Ki Agus mana? KEPALA BALAI JAWA II:
Siap Bapak, siap hadir Bapak.
DIRJEN PERUMAHAN KEMENTERIAN PUPR R.I. (Dr.Ir.H. KHALAWI AH., M.Sc., M.M.):
Ya, Jawa III Pak Permana Mulia Semarang Jawa Tengah, Jawa Tengah ini Bu Novi ini.
F-P.GERINDRA (Hj. NOVITA WIJAYANTI, S.E., M.M.): Ya saya ini saya, mana, mana?
DIRJEN PERUMAHAN KEMENTERIAN PUPR R.I. (Dr.Ir.H. KHALAWI AH., M.Sc., M.M.):
Pak Permana Mulia? Loh sudah dipanggil Bu Novi ini. Hallo? Ada Satker-nya? Ditelpon Pak ya. Jawa IV Pak Parman.
KEPALA BALAI JAWA IV: Siap, hadir Bapak.
DIRJEN PERUMAHAN KEMENTERIAN PUPR R.I. (Dr.Ir.H. KHALAWI AH., M.Sc., M.M.):
...(rekaman suara kurang jelas) mantan di Bina Marga Pak kenal semuanya. Kemudian NTB? NTB Bu Rini?
KEPALA BALAI NTB: Assalaamu'alaikum Bapak.
DIRJEN PERUMAHAN KEMENTERIAN PUPR R.I. (Dr.Ir.H. KHALAWI AH., M.Sc., M.M.):
Ya terima kasih Ibu. KEPALA BALAI JAWA III:
Izin Bapak,...(rekaman suara kurang jelas) bergabung Bapak.
DIRJEN PERUMAHAN KEMENTERIAN PUPR R.I. (Dr.Ir.H. KHALAWI AH., M.Sc., M.M.):
...(rekaman suara kurang jelas) Bu Novi. KEPALA BALAI JAWA III:
Siap Bapak.
DIRJEN PERUMAHAN KEMENTERIAN PUPR R.I. (Dr.Ir.H. KHALAWI AH., M.Sc., M.M.):
Buka maskernya Mas di bawah itu. KEPALA BALAI JAWA III:
Siap Bapak.
F-P.GERINDRA (Hj. NOVITA WIJAYANTI, S.E., M.M.): Oh iya iya.
DIRJEN PERUMAHAN KEMENTERIAN PUPR R.I. (Dr.Ir.H. KHALAWI AH., M.Sc., M.M.):
...(rekaman suara kurang jelas) ga kenal itu Mas, sampean. F-P.GERINDRA (Hj. NOVITA WIJAYANTI, S.E., M.M.):
...(rekaman suara kurang jelas) banyak. KEPALA BALAI JAWA III:
Selamat siang Bapak Ibu sekalian.
DIRJEN PERUMAHAN KEMENTERIAN PUPR R.I. (Dr.Ir.H. KHALAWI AH., M.Sc., M.M.):
Sampean belum pernah ke Cilacap ya. NTB sudah ya Bu Rini ya, terima kasih. Kemudian NTT Bu Yuglina Balai NTT?
KEPALA BALAI NTT: Selamat siang.
Hadir Pak Dirjen, selamat siang Pimpinan.
DIRJEN PERUMAHAN KEMENTERIAN PUPR R.I. (Dr.Ir.H. KHALAWI AH., M.Sc., M.M.):
Ya, ini NTT ini dulu di Cipta Karya dulu dari Cipta Karya. Tadi yang Jawa IV sama Bali Pak. Jawa Timur gabung sama Bali. Kemudian Sulawesi I, Sulawesi I Pak Hujurat?
BALAI SULAWESI I:
...(rekaman suara kurang jelas).
DIRJEN PERUMAHAN KEMENTERIAN PUPR R.I. (Dr.Ir.H. KHALAWI AH., M.Sc., M.M.):
Ya oke, kan bisa HP, kan ada sinyal di sana ya. Tolong ya kasih tahu, ada HP kan?
BALAI SULAWESI I: Siap Pak.
DIRJEN PERUMAHAN KEMENTERIAN PUPR R.I. (Dr.Ir.H. KHALAWI AH., M.Sc., M.M.):
Ya, terima kasih.
Sulawesi II Pak Suko? Pak Suko Wiyono? Suaranya kalau tidak ada gambarnya. Ini Palu ini Pak yang bencana dulu Pak nanti saya ulangi ya kalau ada, Pak Suko ada Pak Suko? Pak Agung? Catat. Sulawesi III.
KEPALA BALAI SULAWESI III: Hadir Pak assalaamu'alaikum.
DIRJEN PERUMAHAN KEMENTERIAN PUPR R.I. (Dr.Ir.H. KHALAWI AH., M.Sc., M.M.):
Ini Pak Tarjo, dulu Kepala Balai Cipta Karya Jawa Tengah, pindah ke Perumahan lagi di Sulawesi III Pak, terima kasih Sulawasi itu Sulsel sama
Sultra ini Pak Ridwan Bae, Sulbar tidak, Sulbar tadi Pak Suko. Pak Suko tadi yang belum muncul Pak.
Kemudian Kalimantan I Pak Andi. KEPALA BALAI KALIMANTAN I:
Hadir Pak. Assalaamu'alaikum.
DIRJEN PERUMAHAN KEMENTERIAN PUPR R.I. (Dr.Ir.H. KHALAWI AH., M.Sc., M.M.):
Kalau tidak hadir dipecat sama Ketua kamu ya, Kalbar dan Kalteng ini Kalteng. Kemudian Kalimantan II Pak.
KEPALA BALAI KALIMANTAN II:
Assalaamu'alaikum Pak Dirjen, assalaamu'alaikum Komisi V, Teman-teman semua, dan juga Anggota Dewan semuanya.
DIRJEN PERUMAHAN KEMENTERIAN PUPR R.I. (Dr.Ir.H. KHALAWI AH., M.Sc., M.M.):
Ini membawahi tiga Pak, Kaltim, Kalsel dan Kaltara jadi tiga Pak Nursal namanya. Kemudian Maluku, Maluku dan Maluku Utara Pak.
KEPALA BALAI MALUKU:
Hadir Pak, selamat siang Pak.
DIRJEN PERUMAHAN KEMENTERIAN PUPR R.I. (Dr.Ir.H. KHALAWI AH., M.Sc., M.M.):
Ya mana? oh iya, Pak Yohanes. KEPALA BALAI MALUKU:
Yohanes Pak.
DIRJEN PERUMAHAN KEMENTERIAN PUPR R.I. (Dr.Ir.H. KHALAWI AH., M.Sc., M.M.):
Iya. Kemudian Papua I, Papua I baru Pak Faisal. Pak Faisal? Jangan-jangan lagi di anu di perbatasan ya? Ada Satker-nya. Tolong ditelepon ya. Papua II?
KEPALA BALAI PAPUA II:
DIRJEN PERUMAHAN KEMENTERIAN PUPR R.I. (Dr.Ir.H. KHALAWI AH., M.Sc., M.M.):
Wa'alaikumsalam Pak...(rekaman suara kurang jelas), oke. Jadi semuanya sudah Bapak, Kepala Balai, Pak Bakri.
Terima kasih.
Izinkan saya untuk menyampaikan paparan dari pada tugas Dirjen Perumahan. Untuk saat ini karena banyak Anggota baru dan tentunya akan saya sampaikan agak panjang tidak seperti biasanya Pak, tapi fokusnya tetap ke intinya. Tadi sudah saya sampaikan tugas pembagian tugas dari kami.
Lanjut, saya coba next lanjut, ini outlline-nya kelihatan amanahnya sedikit-sedikit saja. Kemudian kegiatan strategis di perumahan, program 2021, serta kegiatan strategis di 2021. Lanjut, ini amanah Renstra kita Pak. Jadi bahwa kebijakan ini adalah peningkatan akses masyarakat terhadap hunian layak melalui penyediaan rumah layak huni secara kolaboratif. Jadi kuncinya di kolaboratif Pak. Jadi pemerintah termasuk ada jadi legislatif ya dan pihak swasta dan masyarakat Pak. Hanya mengurusi perumahan tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah atau oleh swasta saja.
Strategi pertama adalah mengoptimalkan penyediaan rumah layak huni dengan melanjutkan program sejuta rumah Pak tahun 2015 sampai 2019 ini Alhamdulillaah sudah dianggap cukup memadai. Karena dari target 5 Juta tercapai 4,8 Juta, sehingga...(rekaman suara kurang jelas) melanjutkan dengan peningkatan dan inovasi serta percepatan Pak.
Yang kedua strategi kedua adalah menyediakan sistem regulasi yang harmonis, memanfaatkan teknologi dan meningkatkan koordinasi untuk mendukung kolaborasi antar stakeholder dalam rangka memperkuat program sejuta rumah. Jadi...(rekaman suara kurang jelas) rumah ini Pak.
Yang ketiga adalah mempercepat penyediaan rumah layak huni melalui implementasi skema penyediaan perumahan yang inovatif itu yang banyak nanti di pembiayaan infrastruktur Pak.
Lanjut, tujuan dan sasaran dari Renstra tadi. Tujuannya meningkatkan pemenuhan kebutuhan rumah layak huni terutama untuk kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah atau MBR, ini kuncinya MBR ada di Undang-undang Nomor 1 Tahun 2011. Sasarannya adalah meningkatnya kontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan rumah layak huni melalui. Ini dari target-targetnya, dari rumah hunian rumah susun selama 5 tahun ke depan kita ada program 51.300 unit ya mungkin tugas kita Bapak dengan Komisi. Pembangunan rumah khusus 10.000 unit, bantuan...(rekaman suara kurang jelas) rumah swadaya 813.600 unit dan bantuan PSU 262.300 unit. Total anggaran yang dibutuhkan kira-kira di APBN 57,13Triliun, itu kebutuhannya Bapak.
Lanjut, program sejuta rumah sedikit saya sampaikan kenapa ada program sejuta rumah. Saat itu backlog kita tahun 2015 itu sangat tinggi 11,4Juta kepemilikan dan 3,4Juta rumah tidak layak huni, sehingga Bapak Presiden mengambil langkah strategis.
Jadi kalau tidak ada program yang spektakuler tidak akan bisa memenuhi rumah layak huni. Makanya dicanangkan tanggal 29 April 2015 di Jawa Tengah di Ungaran yang pertama waktu itu membangun rumah susun ada 5 tower di sana untuk pekerjaan industri. Dari tahun pertama memang belum tercapai baru 600Ribu, kedua 700, ketiga 800, yang keempat mulai saya masuk memang sudah mencapai sejuta dan total sampai 2019 4,8Juta Pak Alhamdulillaah.
Lanjut, ini strategi dalam sejuta rumah. Jadi sebenarnya kolaborasinya di sini Pak. Pemerintah sebenarnya melalui APBN yang langsung dari Dirjen Perumahan hanya 20% Pak yang kita bahas ini. Makanya kami sebenarnya pertanggungjawabannya kecil banget 20% khusus swadaya dan PSU, sisanya 30% ada di Pak Heri yang subsidi tapi separuh sebagian adalah swasta juga. Sebenarnya subsidi itu yang nanti akan disampaikan. Sisanya adalah kontribusi dari pada swasta dan masyarakat. Termasuk Bapak-bapak semuanya yang pengusaha property dan lain sebagainya. Inilah kolaborasi yang terjadi dalam pembangunan rumah perumahan Indonesia.
Lanjut, ini evaluasi di tahun 2020. Alhamdulillaah untuk Dirjen Perumahan di tahun 2020 progress-nya mencapai 94% keuangan sampai...(rekaman suara kurang jelas) 94 ya betul dan fisiknya 97,63% Pak. Ini prognosisnya kami 95 kurang sedikit Pak.
Dan Alhamdulillaah kami di 2020 perumahan progress-nya saat itu tertinggi terus Pak, akhirnya di bulan Desember...(rekaman suara kurang jelas) disalip oleh Bina Marga jadi Nomor 2, Bina Marga 97 prognosisnya memang kami 94 di bawah itu.
Alhamdulillaah terima kasih dorongan dan bantuan dari Komisi V khususnya masalah BSPS. BSPS itu September sudah 100% itu yang membuat kami fokusnya tinggi. Jadi terima kasih kami baru tahun ini baru tahun 2020 Perumahan itu menjadi juara gitu.
Ya kepada Bapak-bapak saya juga ingin tahun ini makanya saya minta...(rekaman suara kurang jelas)-nya dipercepat supaya bisa mulai langsung jangan September, Juli sudah 100% sehingga moga-moga ada tambahan tambah lagi. Terima kasih.
Lanjut, ini progress yang 2000 tadi lanjut saja sudah. Lanjut, fisiknya 97, ini capaian kinerja kegiatan 2020. Ini saya sampaikan rumah susun tadi ada pertanyaan kan terkait dengan refocusing tahun 2020. Jadi targetnya 1.171 unit, realisasi 823 unit. Kenapa tidak tercapai? Karena ada refocusing, karena sebagian di MYC-kan, di MYC-kan di tahun 2021.
Jadi kami banyak mencapai 70,28%, tapi tidak hilang Pak. Kami tadinya misalnya SYC karena uangnya dipotong jadi NYC jadi programnya tetap jalan.
Nah makanya ada beberapa Anggota yang nada marah ini kok tidak selesai, cuma separuh mangkrak katanya. Itu memang sampai segitu saja baru bangunan ini dilanjutkan Bapak mohon maaf, jadi sesuai kesepakatan kita dulu waktu pembahasan.
Kemudian untuk rumah khusus, dari 900 tercapai 1% kemudian swadaya malah lebih yang tadi sudah cepat lebih lagi, luar biasa ini karena Anggota Komisi V Pak. PSU lebih banyak Pak targetnya 8.500 malah tercapai 11.000. Jadi 35% lebih kelebihannya artinya ada nilai efisiensi.
Lanjut, lanjut, ini KSPN. Jadi ada 5 KSPN, ada wisata Bali baru ya, itu ada 5 di Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo dan Likupang. Alhamdulillaah capaiannya hampir 100% semuanya dan saya lihat itu gambarnya sudah ditampilkan ada poto-potonya silakan. Nah ini contohnya Bapak yang ini sebelum rumahnya masyarakat itu, setelah dibedah menjadi homestay sebelah kanan Pak. Jadi itu ditambah kamar untuk disewa di atas gitu. Jadi bisa dibedakan jadi tambah bersih dan bisa mendapatkan hasil masyarakat.
Lanjut, ini Borobudur sebelah kiri yang lama, yang kanan baru Pak. Kalau Bapak-bapak mau kunjungan ke Borobudur sangat bagus Pak, saya kira suatu saat Komisi V bisa melihat di sana dan 5 KSPN itu ya Pak.
Lanjut, ini yang di Mandalika. Mandalika ini kita memang kearifan lokal, bukan karena itu pakai apa...(rekaman suara kurang jelas) apa itu memang konsepnya kearifan lokal. Yang lama sebelah kiri menjadi homestay seperti itu karena banyak warga asing suka yang asli-asli gitu.
Lanjut, Labuan Bajo ini yang sebelah kiri menjadi sebelah kanan. Ini pakai program BSPS juga Pak tapi KSPN kan, homestay-nya sebelah kanan itu Pak, ini Labuan Bajo.
Lanjut yang Likupang ini, ini Likupang ini ada rumah ini paling bagus barangkali karena kita tahu ada rumah contoh di sana kan rumah di Menado itu tinggal pesan, yang sebelah kiri sana langsung sebelah kanan jadinya. Ini yang paling bagus di Likupang memang. Saya mohon kiranya ada jadwal khusus untuk bisa Komisi V lihat ke sana dan terima kasih.
Lanjut, ini untuk PON Papua, ini kita support semua total ada untuk 5 tambah 9 ya 9 tower ya sudah selesai dan yang 2021 dalam, ini 2020, 2021 mana? Ini 9, belum ya 2021 dalam pelaksanaan 3, kalau tidak salah ada 11, 11 rumah khusus untuk menunjang pelaksanaan PON di Papua, yang 9 sudah selesai tinggal 3 yang NYC sekarang lagi berjalan ditambah 2000 NYC 2020 ya masih ya tambah 21.
Lanjut, ini program kerja 2021 yang intinya akan kita sampaikan. Anggaran Dirjen Perumahan awalnya usulannya adalah 12,9Triliun, kemudian usulan pagu indikatif...(rekaman suara kurang jelas) Maret 2020 menjadi 12. Namun pagu indikatifnya keluar menjadi 7,5 dan Alhamdulillaah naik lagi sedikit pagunya menjadi 8,1T atau tadi 8,093 kami bulatkan Pak tadi Bapak sampaikan.
Lanjut, ini fokus dan prioritas program 2021, yang kegiatan multiyears karena lanjutan harus selesai. Kemudian ganti Presiden, kemudian program strategis nasional PEN, kemudian padat karya tunai dan target Renstra 2024. Urutannya 2021 itu yang paling banyak memang rumah susun, kemudian rumah swadaya, rumah khusus dan PSU. Kalau tahun 2020 rumah swadaya paling tinggi.
Lanjut, ini program kegiatan 2021. Untuk rumah susun untuk MBR, untuk pekerja industri, kemudian ASN, TNI, POLRI, perguruan tinggi, dan pendidikan keagamaan yang berasrama. Kemudian untuk rumah swadaya, peningkatan kualitas rumah tidak layak huni untuk masyarakat miskin, sesuai dengan kesepakatan dari Bapak-bapak, dan MBR non-fix income.
Kemudian pengembangan dan pembangunan sarana hunian pendukung pariwisata yang homestay tadi Pak ada dua. Itu khusus untuk anu. Tahun ini ada 5 lagi Pak, ada 5 lokasi lagi di Babel ya, kemudian di Bromo, Morotai, Raja Ampat dan Wakatobi. Nah itu yang sedang kita tahun ini.
Untuk rumah khusus, mohon izin rumah khusus ini Pak Menteri membatasi kriterianya Bapak, mohon maaf ini mungkin nanti saya sampaikan dulu. Yang pertama adalah untuk masyarakat terdampak program pemerintah. Ada kebijakan pemerintah pusat maupun daerah, ada realokasi atau apa itu kita prioritaskan.
Masyarakat korban bencana alam dan konflik sosial seperti yang bencana banyak itu prioritas banget. Kemudian untuk tenaga ASN, TNI, POLRI yang ada di perbatasan Pak bukan yang di Jawa atau di mana, jadi yang di perbatasan di daerah terluar gitu. Kemudian masyarakat berpenghasilan rendah di kawasan tertinggal, terluar dan terpencil Bapak.
Jadi kalau dulu ada nelayan, ada masyarakat miskin di Jawa, sekarang mohon Pak Menteri untuk tidak dulu, karena ini yang ini prioritas yang membutuhkan sangat membutuhkan. Jadi kalau memang ada yang belum disetujui mohon nanti di ini saya klarifikasi dan bisa diusulkan lagi mungkin prioritas yang ini Pak yang 4 ini.
Yang bantuan ke PSU ini untuk kita memberikan insentif mendorong pengembangan tadi sudah berjuang membantu kolaborasi untuk membangun program sejuta rumah, kita kasih insentif dengan PSU gitu. Jadi semua usulan pakai sistem namanya SIBARU (Sistem Pembantuan Rumah Perumahan), jadi sistem semuanya.
Lanjut, ini anggaran kita dibagi yang...(rekaman suara kurang jelas) tadi untuk Rusun 4,16T, kurang lebih 9,799 unit. Untuk rumah swadaya turun, dulu 4,3Triliun sekarang 2,507Triliun, hanya bisa memenuhi 114.900 unit ini pun karena kebijakan Pimpinan dan Anggota mengubah dari 25 menjadi 20. Kalau 25 cuma dapat 89.000 kan, jadi ini agak banyak sedikit. Kemudian untuk rumah khusus 606Miliar bisa kecil Pak cuma 2.400 unit dan PSU-nya 40.000 dari uangnya 400Miliar serta untuk dukungan ada 400Miliar.
Lanjut, ini pohon anggarannya, lanjut saja, lanjut. Nah ini mungkin prioritas rumah swadaya ini Pak. Dari 115.500 dalam RDP yang lalu kita sudah menerima arahan dari Pimpinan dan Anggota Dewan bahwa dan Pak Menteri sudah setuju sama-sama bahwa untuk porsinya Dewan dinaikkan menjadi 70%. Nah 70% dari total ini.
Jadi nanti pembagiannya dari 70% itu nanti ada bahwa untuk Anggota dihitung-hitung menjadi 1.500 per Anggota dan Pimpinan Pimpinan 2.500 ya. Itu Bapak-Bapak...(rekaman suara kurang jelas) ini jatahnya Bapak-bapak semuanya. Kemudian ada KSPN 900 unit, ini memang yang tadi untuk KSPN yang 5 itu.
Lanjut, jadi begini Pak kalau saya ilustrasi saja tahun 2019 porsinya DPR 50, direktif 20%, dan Pemda 30%. Tahun 2020 eh ya betul naik DPR 60%, Pemda turun jadi 20. 2021 naik lagi DPR 70, yang Pemda jadi 10% Pak itu. Jadi ini sudah...(rekaman suara kurang jelas) ngikutin Bapak-bapak saja, itu kita sepakat waktu itu dan Pak Menteri sudah setuju dan Bapak-bapak juga sudah setuju. Itu ilustrasi saja. Jadi kalau tanya ke mana saja BSPS, ya itu, itulah ada semuanya, kami cuma 30% mengelola.
Lanjut, ini untuk rumah susun. Saya jaga jangan sampai dispute waktu Raker saya juga baru saya jelaskan. Ini total rumah susun 9.799 unit memang, ada unit barunya 5.158 unit atau 131 tower ini yang baru. Yang NCY 111 tower. Jadi total ini ada NYC Pak, jadi yang baru cuma 131 tower itu. Nah pembagiannya ini untuk Rusunawa untuk masyarakat berpenghasilan rendah dan sebagainya ini ya kan.
Nah ada pertanyaan kemarin, coba dibuka mana, saya bilang, sementara untuk Anggota Dewan 54 ya 54 unit, sisanya adalah diskresi Presiden. Nanti akan saya sampaikan. Jadi tidak kita tidak ada yang diinikan Pak semuanya terbuka gitu ya sesuai dengan arahan ini kita 54 sudah. Adapun tambahan-tambahan itu semuanya adalah kepada Pak Menteri monggo, tapi saya sampaikan sekarang dari jumlah yang ada itu dengan untuk Bapak-bapak udah semuanya dan untuk diskresi Presiden dan untuk program strategis nasional dan lain sebagainya tersisa kurang lebih saya tahu terakhir 6 unit, 6 tower.
Jadi Pak Menteri bingung kalau semua Anggota Dewan minta 2 siapa yang dikasih nanti menjadi ribut. Makanya saya bilang Pak monggo kamu ingin saya digebukin orang katanya, kamu sisa 6 terus ini dikasih ini, tidak. Jadi mohon maaf saya serahkan dulu jangan marah sama saya tidak apa-apa Pak, tapi jangan marah sama Pak Menteri.
Jadi gitu Pak kendalanya, tapi saya sampaikan Pak tidak ada ini. Ya jadi itu yang keadaannya, jadi beliau yang memutuskan bukan saya, saya sampaikan. Kalau saya, saya perjuangkan Pak, Bapak-bapak minta saya perjuangkan semuanya. Mohon izin Pak ya, jangan salah sangka saya tidak bantu begitu.
Lanjut, ini untuk rumah khusus, totalnya ada 2.400 unit, tapi juga ada NYC-nya 982 unit jadi tinggal 1.441 unit Pak. Jadi kira-kira ada 29 lokasi saja. Kalau DPR Komisi V ada 54 Pak ini bingung kan Pak siapa, untungnya tidak minta semua Pak biasanya Pak. Komisi V itu yang penting-penting saja yang memang butuh Rusus itu minta. Jadi yang saya agak terbantu selama ini tidak semuanya minta, kalau minta bingung saya Pak. Jadi itu apa adanya.
Lanjut, ini yang PSU. PSU 40.000 monggo Komisi V akan juga binaannya developer yang mereka bagus memang membantu program sejuta rumah itu ya kita perjuangkan itu ada 40.000 ada itu lokasinya tersebar di seluruh Indonesia.
Next, lanjut. Nah ini kegiatan strategis di perumahan. Lanjut sedikit, sedikit lagi mohon maaf. Ini kami sedang menangani rumah khusus akibat bencana alam di Bogor yang mungkin sama-sama Bapak-bapak Pimpinan dan Anggota tahu lanjutan dari 2020.
Kemudian di Mamuju, Mamuju ini rencana Mamuju ada instruksi dari Satgas bencana Sulbar ada 7 tower yang rusak Pak, yang 2 itu rusak total harus saya rehab atau saya bangun baru dan 5 rehab. Ini dalam waktu dekat minggu ini akan segera dieksekusi Bapak.
Nah untuk Bapak di Dapil Sulawesi untuk informasi inshaAllah dalam minggu ini seluruh kegiatan PU baik jalan, SDA, Cipta karya maupun Perumahan menjadi 3 cluster. Kami klasternya masuk ke cluster Cipta Karya akan memulai untuk percepatan penanggulangan penanganan, penanganan darurat bencana Sulbar, Sumedang, Kalsel dan lainnya, bukan Sulbar saja, Kalsel, tapi tower ini ada di Sulbar Pak.
Lanjut, ini sebaran Pak, kadang-kadang pada tanya berat sebelah tidak Timur, Barat. Nah ini kalau Rusun Barat-nya memang agak berat 69 tapi kalau Rusus Timur-nya berat, kalau swadaya ini Barat agak berat karena di Timur penduduknya lebih sedikit. Kalau PSU hampir imbang Pak. Jadi kalau tanya protes-protes tidak ada sudah seimbang ini Pak.
Lanjut, ini progress kami tahun ini Pak, memang start agak lambat, nah ini karena BSPS banyak yang protes, terutama Bu Novi marah banget, “Saya sudah siap katanya suruh cepat, tidak ada uangnya”. Benar Bapak, jadi ternyata perubahan anggaran biaya harga 25 menjadi 20 itu sama Bappenas dan Keuangan sebelum ada SK tidak boleh dianggarkan, artinya diblokir Pak artinya.
Saya baru tahu itu sudah kemarin, itunya dibintang, itu saya bilang...(rekaman suara kurang jelas) “Dibintang Pak”, “Loh kok dibintang?” “Loh kan tidak ada SK-nya” nah SK-nya kami buatkan sudah selesai Alhamdulillaah, revisinya sudah keluar tanggal 27 Januari. Jadi sekarang sudah bisa Bu Novi sudah bisa, sudah bisa jalan.
Sekarang yang sudah ada SK-nya sudah bisa dicairkan bahkan saya percepat supaya progress saya bisa naik. Saya mohon bantuan juga dari Bapak-bapak Pimpinan dan Anggota cepat-cepat kita supaya tadi Juli bisa 100% Pak Jhoni BSPS ini bisa selesai.
Lanjut, ini fisiknya, fisik duluan karena ternyata di bawah ada yang minta izin kaya Bu Novi “Kerja dulu boleh kan bayarnya nanti?”, “Boleh Bu saya bilang kalau memang ada uangnya Kepala Desa saya utang” saya bilang itu ada 5,4. Jadi sudah tinggi karena BSPS yang belum ada uangnya ada inisiatif kerja duluan Bapak, terima kasih para Bapak Ibu. Lanjut, lanjut terima kasih itu saja mohon agak lama.
Wassalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh. KETUA RAPAT:
Sebelumnya Pak tolong dijelaskan dulu PSU itu Prasarana Sarana dan Utilitas.
DIRJEN PERUMAHAN KEMENTERIAN PUPR R.I. (Dr.Ir.H. KHALAWI AH., M.Sc., M.M.):
Itu ya ya itu. KETUA RAPAT:
Jenis kegiatannya.
DIRJEN PERUMAHAN KEMENTERIAN PUPR R.I. (Dr.Ir.H. KHALAWI AH., M.Sc., M.M.):
Iya ya betul. Jadi jenis kegiatannya ada tiga Pak. Yang pertama jalan lingkung. Jadi kalau ada perumahan kan ada jalan lingkungan depannya gitu ya sama drainase satu paket. Drainase dan jalan. Yang kedua sanitasi WC, septic tank. Kemudian yang ketiga, air bersih.
Jadi syarat SDGs tadi dari SDGs tadi Bapak bilang tadi tiga, tetapi prioritasnya harus sanitasi dulu. Kalau pengembang sudah membangun sanitasi, bantuan bisa untuk air bersih. Kalau sudah membangun air bersih, baru jalan Pak. Biasanya mereka minta yang jalan Pak yang itu yang paving block itu.
KETUA RAPAT:
Itu untuk pengembang?
DIRJEN PERUMAHAN KEMENTERIAN PUPR R.I. (Dr.Ir.H. KHALAWI AH., M.Sc., M.M.):
Pengembang jadi pengembang untuk mendorong pengembang Pak. Terima kasih.
KETUA RAPAT:
Terima kasih Pak Dirjen.
Lanjut Pak ya, oh gitu ya, Suhartono ya Suhartono, dia pengembang Suhartono itu. Kalau Pak Dirjen Cipta Karya ini eh Perumahan ini saya pikir sudah banyak apa namanya memberi dukungan baik terhadap Komisi V, tepuk tangan dulu ke Pak Dirjen kita ini Dirjen Perumahan.
Baik, silakan Pak, Pak Dirjen Pembiayaan.
DIRJEN PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN (Dr.Ir. EKO DJOELI HERIPOERWANTO, MCP.):
Baik, terima kasih.
Yang kami hormati dan banggakan Pimpinan Komisi V DPR RI, Yang kami hormati para Anggota Komisi V DPR RI,
Dan rekan-rekan sekalian.
Izinkan kami menyampaikan Program Kerja Tahun Anggaran 2021 ya, mungkin tidak sebanyak yang disampaikan oleh Bapak Khalawi karena nature-nya tempat kami ini tidak mempunyai balai, ya itu satu. Kemudian yang kedua, kami juga tidak membangun fisik dari APBN ya. Jadi itu dua hal yang membedakan kami dengan Direktorat Jenderal Perumahan.
Izinkan dalam kesempatan pertama ini kami memperkenalkan tim kami yang hadir pada kesempatan ini ya, kami mohon izin bahwa Ibu Sesdirjen kami Bu Irma tidak bisa hadir pada kesempatan ini karena masih pemulihan ya. Lalu kemudian ada Direktur PSSPP ini sistem dan strategi Pak Heri Dese mohon berdiri, oke. Terus kemudian Direktur Sumber Daya Air ya Pembiayaan Sumber Daya Air Pak Arfi.
Lalu kemudian Jalan dan Jembatan itu Ibu Reni. Lalu kemudian Permukiman itu Ibu Mike, ya ini baru Bu Mike ya. Lalu kemudian Perumahan itu Pak Haryo, Pak Haryo juga baru ya menduduki jabatan ini, sebelumnya beliau di Permukiman. Lalu yang terakhir adalah Direktur Utama BLU PPDPP ini yang menyelenggarakan FLPP kami ajak serta.
Nah Bapak Ibu sekalian, paparan kami terbagi dari empat ya. Yang pertama adalah Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Tahun Anggaran 2020. Lalu kemudian yang bagian kedua Persiapan Pelaksanaan Kegiatan 2021 yang sekarang sudah masuk di bulan pertama lewat ya.
Lalu kemudian bagian ketiga adalah Status Progress Proyek-proyek KPBU yang itu ada di bawah apa namanya penanganan kami. Lalu yang kemudian yang keempat adalah Pengembalian Dana Taperum PNS ke PNS pensiun, ya ini juga sudah kami lakukan nanti kami laporkan di bagian terakhir.
Baik berikutnya adalah slide mengenai apa yang menjadi urusan di tempat kami. Jadi kami mengelola slide berikutnya kami mengelola bagian anggaran 033 Kementerian PUPR, lalu kemudian bagian anggaran 99903 ini untuk KPR FLPP.
Lalu kemudian bagian anggaran 99907 ini untuk SSB dan SBUM ya. SSB Ini Subsidi Selisih Bunga dan SBUM ini Subsidi Bantuan Uang Muka. Nah untuk khusus kegiatan BP2BT itu ada di bagian anggaran 033, penyiapan KPBU juga ada di bagian anggaran 033.
Lanjut, langsung saja ke slide nomor 5. Nah Bapak Ibu sekalian di slide nomor 5 ini, ini adalah kinerja bantuan pembiayaan pada tahun 2020 kemarin ya. Jadi di sana kami tampilkan bagaimana FLPP ya, kemudian bagaimana SSB ya, SBUM dan kemudian BP2BT.
Ini kalau kita lihat memang sejauh ini FLPP ini mendapatkan tanggapan yang cukup positif dari masyarakat dan para stakeholders ya. Ini terlihat bahwa penyerapannya bisa sampai 109.000 ya unit. Lalu kemudian SSB yang ini di kemarin dibuka kembali kerannya karena dalam rangka stimulus fiskal Covid ya, ini hanya terserap 51% atau setara dengan 90.362 unit. Lalu kemudian SBUM ya kurang lebih sama hampir sama ya 50%.
Lalu kemudian BP2BT ini hanya 14,28% ya karena BP2BT penyerapan yang rendah ini kemudian secara umum Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur pada tahun kemarin penyerapannya sedikit di bawah 50%, karena kami tidak bisa mengembalikan loan drop ya drop loan untuk BP2BT.
Nah ini Bapak Ibu sekalian, di slide berikutnya ini adalah posisi dari 2015 sampai 2020 mengenai KPR FLPP ya. Nah di sini terlihat bahwa ada 10 provinsi teratas yang merealisasikan FLPP ya di sana ada Jawa Barat, Banten, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Riau dan Jawa Tengah. Nah berikutnya adalah bank-bank ya pelaksana dari FLPP ya, dari tahun 2015 sampai 2020 secara akumulatif itu ada 50 bank ya yang terlibat di dalam penyaluran FLPP.
Lanjut kemudian untuk pelaksanaan kegiatan Tahun Anggaran 2020. Nah Bapak Ibu sekalian, saya langsung masuk saja di slide Nomor 13 ya. Di
slide Nomor 13 ini untuk FLPP ya anggarannya adalah sebesar 16,6Triliun ya. Sekali lagi ini ada di BA 99903 jumlah unit yang bisa dilayani nanti dengan anggaran sebesar itu adalah 157.500 unit.
Lalu kemudian BP2BT ini ada 8,7Miliar sebesar 218 unit, tetapi ini bisa nantinya diperbesar menjadi sampai maksimum 66.750 unit atau setara 2,67. Ini yang kami sampaikan tadi ini adalah loan dari Bank Dunia ya. Lalu kemudian SSB Ada sejumlah 5,96Triliun, ini digunakan bukan untuk penerbitan KPR baru, tetapi untuk membayar yang menggulung yaitu sejak tahun 2015 kami membayar tahun ke 2, 3, 4, 5 dan seterusnya. Lalu untuk SBUM-nya kami samakan jumlahnya untuk FLPP yaitu 157.500 unit, yang itu jumlah rupiahnya adalah 630Miliar.
Nah Bapak Ibu sekalian, kami ingin melaporkan berikutnya adalah terkait status proyek KPBU yang ada di slide Nomor 16.
Bapak Ibu yang kami hormati.
Ya di slide Nomor 16, ini kami sampaikan proyek-proyek KPBU yang sekarang tengah kami tangani ya. Jadi saat ini kalau dijumlah antara usulan penyiapan kemudian transaksi itu ada 154 proyek ya. Ini terbagi dari sub-subsektor ya, sumber daya air, jalan dan jembatan, permukiman dan perumahan, ini subsektornya sesuai dengan tadi direktorat yang kami kenalkan kepada Bapak Ibu sekalian ya.
Nah kemudian untuk di tahun 2021 Bapak Ibu sekalian, di slide Nomor 17 berikutnya, yang ready itu over itu artinya yang siap untuk dilelangkan yaitu adalah sejumlah 25 proyek dengan nilai 286,8Triliun. Ini skemanya adalah skema investasi. Kita lihat memang mayoritas adalah di subsektor jalan dan jembatan, mulai dari yang 1 Nomor 1 Kamal, Teluknaga, Rajeg ini jalan tol sampai kemudian yang nomor 21 yaitu Tanah Bumbu dan Pulau Laut ini bentuknya adalah jembatan ya. Ini ini untuk jalan dan jembatan.
Kemudian ada subsektor untuk sumber daya air, ini ada dua bendungan yaitu Merangin dan Matenggeng dengan estimasi biaya investasi adalah 9,6Triliun. Lalu kemudian Rusun ya rumah susun Cisaranten Bina Harapan ini estimasi biaya investasinya adalah 1,1Triliun dan yang terakhir adalah SPAM ya Insinyur Haji Juanda estimasi investasinya adalah 12,6Triliun. Jadi Bapak Ibu sekalian dua puluh lima proyek ini akan kami tawarkan di tahun 2021 ini. Ya, dengan total keseluruhannya adalah 286,8Triliun.
Nah Bapak Ibu sekalian, bagaimana dengan persiapan-persiapan untuk di 2001. Kami membagi menjadi dua yaitu yang tahap OBC Outline Bussiness Case ini ada di slide Nomor 18 ya. Ini proyek-proyek yang kami tengah kerjakan ya outline bussiness case-nya ya, nanti pada waktunya kalau sudah selesai tentu akan kami lelangkan ya. Jumlah dan angkanya bisa dilihat di slide tersebut.
Kemudian untuk yang FBC Final Bussiness Case, ini kira-kira yang harapannya memang ini lebih nanti lebih cepat untuk dilelangkan dibandingkan yang PBC tadi ya, jumlah dan sektornya apa saja terlihat di slide-slide ini. Tetap sama bahwa sektornya ada jalan dan jembatan, kemudian sumber daya air, perumahan dan kemudian permukiman.
Bapak Ibu sekalian, yang terakhir adalah laporan kami mengenai pengembalian dana Taperum PNS ke PNS pensiun. Ini memang pada saat RDP sebelumnya ini sempet ditanyakan untuk kami selalu memberikan report ya ini kami sampaikan.
Nah Bapak Ibu sekalian saat ini memang kami berada kita semua berada di bulan Januari 2021 beberapa hari yang lalu ya. Jadi ini kami sudah tangani untuk likuidasi ini sejak Agustus 2020. Saat ini kami tengah menunggu proses review BPKP ya. Jadi yang kami kerjakan ya dalam kesempatan tersebut adalah hal-hal yang terkait dengan ini di slide Nomor 22 ya. Ini adalah hak-hak dari para PNS.
Kami laporkan bahwa dana Taperum PNS yang dikelola oleh Menteri Keuangan atau portepel Kementerian Keuangan ini deposito adalah sebesar 10Triliun ya, ini sudah dialihkan ya bentuknya deposito kepada BP TAPERA. Lalu kemudian yang giro adalah sebesar 880Miliar ini juga sudah dialihkan ke BP Tapera dari portepel Kementerian Keuangan.
Sementara yang di portepel Kementerian PUPR ada piutang sejumlah 16Miliar ya, kemudian deposito sejumlah 872Miliar ya, lalu giro sejumlah 82Miliar ya. Ini semua adalah dari portapel Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan ini sudah kami selesaikan semua dan sudah sekarang dialihkan ke BP Tapera dan BP Tapera siap untuk memberikan ini kepada PNS baik yang masih aktif maupun yang pensiun.
Saya kira itu Bapak Ibu sekalian yang ingin kami sampaikan pada kesempatan yang sangat baik ini. Terima kasih dan mohon maaf bila penyampaiannya kurang berkenan di Bapak Ibu sekalian.
Terima kasih.
Wassalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh. KETUA RAPAT:
Wa'alaikumsalam.
Terima kasih dari Pak Dirjen Pembiayaan juga Pak Dirjen Perumahan.
Sampailah saatnya kita pada pedalaman dan pertanyaan Anggota dan Pimpinan Komisi V. Waktu kita sekarang sudah menunjukkan kurang lebih jam 02.00 siang. Jadi kita sudah berjalan kurang lebih satu jam. Sesuai dengan ketentuan kita di sini adalah berarti kita butuh satu setengah jam lagi. Mudah-mudahan belum satu setengah jam sudah selesai, karena kedua
Dirjen ini saya pikir apalagi Dirjen Perumahan saya pikir tanpa saya bicara kita sudah sangat sadar semuanya.
Saya persilakan kepada yang pertama Pak Jhoni Allen. F-PD (DRH. JHONI ALLEN MARBUN, M.M.):
Terima kasih Pimpinan.
Kalau yang pertama datang itu pagi banget. Sudah saya jam setengah. Baik terima kasih Pak Pimpinan dan Anggota dan seluruh Mitra Kerja Kementerian PUPR dalam hal ini Dirjen Perumahan dan Dirjen Pembiayaan.
Simpel saja yang pertama ya berterima kasih kepada Pak Dirjen ya, namun konteks apa namanya Sarhunta di kawasan KSPN. Kalau boleh dalam konteks ininya kita diajak gitu dalam konteks politiknya ya dan yang kedua kaya apa sih untuk di contohlah di Danau Toba itu hampir ada 1.800 tapi saya sebagai Dapil itu tidak pernah tahu saya itu ya, yang tahu itu hanya itu saja rumah apa namanya.
Nah kita konten politiknya saja untuk waktu apa namanya peresmian, ya peresmian dari pada perumahan pariwisata itu ya untuk kita bisa diikutsertakanlah waktu peresmiannya itu. Silakan saja koordinasinya dengan siapapun ya apa karena itu adalah KSPN, direktif Presiden, kita tidak ada masalah, tapi konten politiknya kalau kita bisa di apa namanya diundang di situ kaya apa nanti proses penyerahannya.
Nah kalau Bapak Pembiayaan, ya saya kira nggak komentar, kita hanya mendengar saja karena ini adalah menyangkut dari pada investasi dari pada pihak ketiga di dalam membangun infrastruktur di apa di kawasan republik.
Saya kira itu saja cukup, terima kasih.
Wassalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh.
INTERUPSI KETUA KOMISI V DPR RI (LASARUS, S.Sos.,M.Si./F-PDIP): Pak Dirjen, saya interupsi sedikit Pak Dirjen.
Pak Jhoni sampaikan tadi benar Pak, kalau bisa teman-teman yang Dapil-nya kawasan KSPN yang kebetulan ada di sini ya jangan di-bypass juga Pak ya dikasih say hallo lah ya kan. Pasti kan programnya banyak di situ Pak Dirjen. Di Sumut ini kan ada Pak Jhoni Allen, di sini ada Bob Sitepu di sini kan. Ada dua Anggota di sini. Demikian juga Dapil-dapil lain Pak ya. Saya pikir itu tidak masalah itu ya.
Terima kasih Pak Ridwan. KETUA RAPAT:
Terima kasih Pak Ketua. Berikutnya Bu Sadarestuwati.
F-PDIP (Hj. SADARESTUWATI, SP.,M.MA.): Terima kasih Pimpinan.
Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh, Selamat siang,
Salam sejahtera untuk kita semua.
Yang terhormat Pimpinan dan seluruh Anggota Komisi V,
Yang terhormat Dirjen Perumahan dan Dirjen Pembiayaan Perumahan beserta jajaran.
Untuk Pak Dirjen Perumahan, berkaitan dengan program yang dulu ada perumahan apa namanya untuk bukan bukan perumahan khusus tapi seperti komunitas ya untuk perumahan komunitas ya, itu masih ada apa nggak sih? Karena di sini saya baca-baca juga nggak ada, yang ada hanya perumahan khusus, perumahan apa tadi ya Rusun, perumahan khusus, perumahan swadaya dan bantuan PSU. Jadi mohon nanti penjelasannya berkaitan dengan untuk perumahan komunitas masuk di mana.
Kemudian tentunya saya juga terima kasih banyak karena pelaksanaan BSPS yang boleh dikatakan Alhamdulillah baik sekali. Masyarakat menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk Kementerian PUPR, khususnya Direktorat Jenderal Perumahan Rakyat.
Dan juga saya mengapresiasi perjuangan dari Pak Dirjen juga tentunya dari teman-teman semuanya di Komisi V di mana pada akhirnya anggaran untuk perumahan untuk BSPS itu kemudian dinaikkan dari Rp17.500.000,- menjadi Rp20.000.000.
Akan tetapi agak mis sedikit di bawah Pak Dirjen mungkin lebih ditegaskan kembali bahwa masyarakat yang benar-benar tidak mampu yang memang tidak mempunyai dana untuk swadayanya.
Saya kira teman-teman untuk bisa lebih memprioritaskan. Karena bagaimana pun juga kira itu jauh lebih penting daripada untuk merehab rumah yang masih masih bisa di tempati. Karena dengan musim hujan seperti ini bencana dimana-mana belum lagi yang daerah terkena puting beliung. Jadi ini saya rasa perlu diperhatikan.
Begitu juga ini ada titipan dari Pak dari kawan saya Pak Jimmy, beliau menyampaikan bahwasanya minta dorongan untuk dibangunkan rumah perumahan khusus untuk di kabupaten mana Pak Jimmy?
Sorong Selatan.
F-PDIP (Hj. SADARESTUWATI, SP.,M.MA.):
Sorong Selatan, nah mohon ini juga diperhatikan dan kami juga mengerti ketika jumlah atau kuantiti dari perumahan rakyat dalam artian di sini adalah BSPS yang diberikan menjadi berkurang karena memang ada penambahan anggaran itu.
Kami sangat mengerti itu akan tetapi melihat progress dari apa yang sudah dilakukan serapan anggaran tahun 2020 saya betul-betul memberikan apresiasi yang sangat tinggi untuk Direktorat Jenderal Perumahan Rakyat. Berikutnya untuk tetapi Pak mohon untuk yang Rusun juga kami nanti bisa diakomodir apabila memang ada sesuatu yang sangat penting.
Kemudian untuk FLPP, Bapak saya ada satu pertanyaan lagi berkaitan dengan FLPP ini. Kalau dulu sudah saya sampaikan berkaitan dengan banyak penyelewengan di mana ternyata pemiliknya bukan masyarakat yang tidak mampu, tetapi ternyata cukup banyak hanya namanya saja.
Jadi pinjam nama saja yang apa kepemilikannya bisa 1 orang memiliki 3-4 rumah dengan apa namanya melalui program FLPP ini. Tentunya ini adalah bukan hak mereka karena kita memberikan program ini untuk haknya masyarakat yang berpenghasilan rendah. Ini yang pertama.
Yang kedua FLPP ini ternyata tidak bisa dijangkau oleh masyarakat yang tidak mempunyai penghasilan tetap. Padahal dulu Pak Menteri menyampaikan secara langsung kepada saya, bahkan pada waktu itu masih ada Bu Saras yang menjadi salah satu apa ya, kalau dulu di perumahan rakyat ya yang juga kebetulan dulu di FLPP.
Dulu pernah mensosialisasikan bersama-sama saya dan sampai hari ini boleh dikata saya malunya luar biasa. Bahkan saya sampai bypass ke Pak Menteri pula untuk bisa minta tolong dan Pak Menteri mengiyakan. Akan tetapi di saat perjalanan perbankan tidak bisa melayani itu.
Padahal jelas-jelas mereka mempunyai penghasilan tetap, mempunyai penghasilan tetap karena apa? Karena mereka mendapatkan gaji. Nah perbankan yang diminta ternyata bukan seperti itu. Yang dimaksudkan gaji adalah mereka memang pekerjaannya tetap itu saja dan sampai nanti pada masa akhir dengan ditunjukkan apa namanya mungkin bukti pengangkatan dan lain-lain.
Nah ini kalau tidak pegawai negeri atau pegawai swasta yang memang mereka bisa apa menjadi pegawai tetapnya perusahaan swasta jelas kesulitan untuk bisa mendapatkan program ini. Akhirnya lepas juga tujuan kita untuk bisa memberikan subsidi bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah.
Bahkan ini kebetulan ada salah satu perawat yang menjadi pekerja saya di apotek itu juga mengeluh. Hanya karena proses perceraian dengan suaminya belum selesai dia tidak bisa mendapatkan FLPP program rumah bersubsidi ini. Padahal yang menjadi pegawai negeri adalah si perawat ini, bukan suaminya.
Jadi mohon kiranya hal-hal seperti ini mari kita satukan kembali niatan kita tekad kita untuk bisa memberikan yang terbaik bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah. Sehingga tujuan kita untuk bisa mengurangi backlog perumahan ini bisa terwujud dan mohon dengan sangat untuk mereka yang menyalahgunakan perumahan-perumahan yang selayaknya seharusnya itu adalah hak masyarakat yang berpenghasilan rendah, kemudian dibeli oleh mereka “mafia-mafia perumahan”, tolong ini bisa ditindak dengan tegas.
Saya kira itu saja dari saya, terima kasih. Wabillaahittaufik Walhidayah,
Wassalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh. KETUA RAPAT:
Wa'alaikumsalam.
Bu Novita Wijayanti, silakan.
F-PDIP (Hj. SADARESTUWATI, SP.,M.MA.): Mohon maaf ada yang ketinggalan. KETUA RAPAT:
Silakan Bu.
F-PDIP (Hj. SADARESTUWATI, SP.,M.MA.):
Saya hanya menyampaikan dari Kakak Wandik Willem Wandik yang tadi saya sampaikan suratnya kepada Pak Dirjen itu adalah titipan dari Pak Willem Wandik untuk warga masyarakat di Mimika Papua.
Terima kasih. KETUA RAPAT: Bu Novita silakan.
F-P.GERINDRA (Hj. NOVITA WIJAYANTI, S.E.,M.M.): Terima kasih Pimpinan.
Kemudian Pak Dirjen Perumahan,
Pak Dirjen Pembiayaan dan seluruh jajaran, serta jajaran yang sampai daerah.
Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh.
Kalau saya Pak Khalawi Pak Dirjen, yang pertama saya ucapkan terima kasih apresiasi karena memang BSPS ini saya selalu bilang primadona di daerah gitu ya. Jadi masyarakatnya sudah makasih-makasihlah ibaratnya cium tangan-cium tangan ya pengen cium pipi kayaknya. Tidak boleh ya. Itu dia. Ya jadi masyarakatnya begitu, Covid ya Covid, ya kakak, lanjut ini ya. Jadi ini soalnya dingin AC-nya jadi.
Masyarakat desa itu terima kasih sama BSPS, makanya pada saat anggaran tahun ini turun itu aduh prihatin banget, periode tahun kemarin 2020 bisa Rp233.000 ya Pak Dirjen dan kita bisa turunkan lumayan banyak dua kali lipat dari sekarang lah ibaratnya gitu.
Kemudian Sekarang turun, jadi harapannya nanti anggaran ke depan melalui Pimpinan di anggaran perumahan ini sebelum dibahas kalau bisa pesan khusus BSPS itu anggarannya harus tinggi gitu. Ambillah dari mana karena ini berkaitan langsung dan berkenaan diterima dirasakan oleh masyarakat miskin yang ada di daerah dan mereka sangat terbantu atas program-program ini. Kemudian ucapkan terima kasih tidak habis-habis karena mereka senang banget dan berharap nambah gitu kan, karena setiap daerah banyak.
Kemudian tadi tahun ini prosentase untuk Pemda-nya 10% ya Pak terima kasih, karena banyak sekali bentrok sama kita, apalagi kalau kepala daerahnya berbeda partai dengan kita. Loh kok kita saja minta tidak nambah-nambah, tahu-tahu ada orang lain yang turunkan program dari Komisi V ini pasti akan menjadi konflik gitu.
Jadi terima kasih kebijakannya 10% untuk Pemda, itupun kalau bisa daerahnya itu jangan daerah yang bentrok dengan Anggota Komisi V di Dapil. Kalaupun sampai ada ya kalau bisa jangan gitu, karena pasti politik ini pasti akan konflik dan Pak Dirjen dan jajaran bisa sakit kepala diteleponin sama kita-kita.
Kemudian tadi memang ada Kepala Desa yang semangat biayai dulu karena kemarin ada info ada percepatan Pak Dirjen, percepatan 500 sehingga mereka semangat, oh senang lah tahu-tahu kalau distop kan mereka kemudian gimana ini jadi galau. Jadi harapannya seperti ada permasalahan yang kemarin Pak saya WA tolong diselesaikan dengan baiklah, jangan sampai antar-kabupaten ada perbedaan gitu.
Kemudian KSPN tadi khusus ya Pak ya, kalau KSPN itu untuk khusus daerah-daerah prioritas ya Pak ya. Kemudian PSU serta saya tadi baca Pak Khalawi ada daerah-daerah yang ditangani khusus bencana itu, Rusus ya Pak ya? Rumah Khusus. Saya belum baca Sumedang, Sumedang ini kan
juga bencana. Tadi ada ada Sulbar, kemudian ada beberapa itu Kuningan, kemudian lah saya belum baca Sumedang.
Kebetulan kemarin saya dari Sumedang, saya ketemu dengan Bupati-nya, jajarannya gitu dan ada 1.300 kalau tidak salah KK yang terdampak dan kebetulan ya kita prihatin ada yang meninggal 40. Di situ mau direalokasi tetapi lama, lah sekarang sementara masyarakatnya tinggal di Rusun Rusunawa-nya Pemprov kalau tidak salah dan itu bayar.
Ini saya minta tolong kepada Pak Khalawi Pak Dirjen untuk bisa melihat permasalahan yang ada di Sumedang, bagaimana solusinya untuk masyarakat yang terdampak gitu. Apakah segera diberi atau ada rumah yang bisa diberikan kepada merekalah intinya gitu? Saya mohon Sumedang dan beberapa titik lainnya.
Itu saja Pimpinan, nanti saya bisa komunikasi langsung dengan Pak Dirjen dan jajaran. Komunikasinya sangat baik, bahkan sampai provinsi juga kalau ada sesuatu juga kita kalau mengeluh langsung direspon. Jadi semoga ke depan seperti itu terus sampai ke bawah dan juga kalau pembiayaan, Pak Dirjen Pembiayaan tadi saya lihat ada Matenggeng. Ini paling-paling saya ingin menanyakan Matenggeng itu kan berarti kalau nggak salah di Kabupaten Cilacap ya Pak ya, itu saja saya ingin mendengar tentang Matenggeng.
Terima kasih apresiasi saya kepada seluruhnya dan harapannya ke depan diprioritaskan Pimpinan agar anggarannya jangan sampai meleset, karena kalau sudah meleset kita bagi-baginya apa rebutan, tapi kalau sudah diplot segini kayanya aman.
Terima kasih.
Wassalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh. KETUA RAPAT:
Kalau Pak Dirjen Perumahan itu aman terus kita. Jadi ya kalau lalu kalau beliau ditelepon tidak pernah tidak angkat dalam keadaan apapun. Jadi saya minta tepuk tangan sekali lagi buat Pak Dirjen Perumahan ini.
(TEPUK TANGAN) Berikutnya Pak Muhammad Aras.
F-PPP (Dr. H. MUH. ARAS, S.Pd.,M.M.): Terima kasih Pak Ketua.
Bismillaahirrahmaanirrahiim,
Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh, Selamat siang dan salam sejahtera untuk kita semua.
Yang terhormat Pimpinan dan Kawan-kawan Anggota Komisi V, Yang saya hormati Pak Khalawi,
Pak Dirjen Penyediaan Perumahan,
Pak Dirjen Pembiayaan dan seluruh jajaran yang juga saya hormati.
Pertama-tama, tentu patut juga kita apresiasi Pak Dirjen dua-duanya ini ya cukup bekerja keras. Walaupun misalnya Dirjen Pembiayaan hari ini belum terlalu maksimal, tetapi tentu upaya untuk lebih melayani masyarakat InsyaAllah akan lebih memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat, terutama masyarakat berpenghasilan rendah.
Yang kedua juga terima kasih karena ya program yang diluncurkan oleh Dirjen Perumahan ya begitu dinantikan dan diharapkan terus berlanjut oleh masyarakat. Masyarakat kita yang hari ini terutama daerah pesisir dan Indonesia Timur itu masyarakatnya masih banyak yang tergolong miskin. Salah satu indikator untuk menilai kemiskinan adalah rumah dan mudah-mudahan dengan ada rumah yang layak huni bagi mereka ya yang melekat pada dirinya miskin bisa terkurangi.
Yang kedua juga apresiasi terkait dengan sigapnya juga Dirjen Perumahan terkait dengan daerah-daerah bencana dari Sulawesi Barat, dari Kalimantan Selatan, Jawa Barat dan beberapa daerah yang lainnya. Terkhusus untuk Sulawesi Barat, ini tadi saya melihat di beberapa tayangan Pak Dirjen akan merehab beberapa tower yang ada di sana.
Perlu dipertimbangkan karena Sulawesi Barat juga ada daerah yang rawan gempa, tentu kita harapkan bahwa tidak kerja sia-sia dengan membangun beberapa fasilitas, lalu kemudian dirusak oleh alam itu sendiri. Karena memang daerah itu rawan gempa. Perlu dipikirkan solusi yang lain agar tentu bisa dipakai dan bisa dimanfaatkan lebih lama oleh masyarakat di yang ada di sana.
Yang selanjutnya saya melihat melihat 3 tahun terakhir dalam penyediaan BSPS itu cenderung menurun ya, tahun 2019 angkanya cukup fantastis, lalu 2020 menurun, bahkan 2010 lebih menurun lagi ya. Saya disampaikan oleh tim di Dapil bahwa kok Anggota DPR ini banyak turunkan BSPS sementara Bapak hanya sekian ya seperti itu.
Artinya ke depan perlu penyesuaian, sesuai yang dikatakan oleh Bu Novi bahwa ini program yang betul-betul diharapkan kehadirannya di masyarakat dan bukan orang-orang yang tentu punya penghasilan tinggi, tetapi betul-betul menyentuh kepada masyarakat miskin.
Kemudian dalam rekruitmen tenaga pendamping BSPS, perlu melibatkan teman-teman yang ada di Komisi V. Paling tidak bahwa siapa-siapa yang masuk itu kita ketahui, sehingga tentu terkait dengan pelaksanaan lapangan, kita bisa melakukan pengawasan dan rekruitmen itu tentu ada penilaian tentu bisa kita berikan kepada mereka-mereka yang tentu ikut ke ikut dalam rekruitmen itu.
Yang terakhir beberapa program yang ada tentu bisa memberikan manfaat yang lebih. Terkait dengan penyediaan pembiayaan terkait dengan FLPP ini terkait dengan kuota Pak Dirjen. Mudah-mudahan ini bisa dibagi seproporsional mungkin karena yang saya lihat itu banyak yang di Pulau Jawa dan Indonesia Barat. Sementara di pulau Sulawesi khususnya Sulawesi Selatan juga banyak membutuhkan perumahan yang layak huni, yang sederhana, yang tentu bisa dibeli oleh masyarakat yang membutuhkan.
Barangkali itu yang sempat saya sampaikan, terima kasih sekali lagi Pak Dirjen atas bantuan kepada masyarakat kami, sehingga InsyaAllah ke depan mereka-mereka bisa mengingat terus jasa-jasa kita semuanya. Sekian. Wallaahulmuafik illa aqwamittoriq,
Wassalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh. KETUA RAPAT:
Wa'alaikumsalam.
Berikutnya Bu Cen Sui Lan silakan. F-PG (CEN SUI LAN):
Terima kasih Pimpinan.
Yang terhormat Pimpinan dan Anggota Komisi V,
Yang terhormat Bapak Dirjen Pembiayaan Infrastruktur dan jajaran, Yang terhormat Bapak Dirjen Perumahan dan jajaran.
Bapak, saya nggak banyak ngomong karena semua sudah diakomodir, terima kasih. Saya hanya ingin menceritakan Pak, Batam itu Pak daerah industri. Kita punya puluhan ribu pekerja yang tidak punya rumah Pak. Jadi mereka tinggal di Rulir rumah liar, harus bayar, kekurangan air bersih. Jadi saya rasa itu Rusun untuk pekerja bagus sekali sangat cocok untuk mereka bisa membantu mereka. Jadi Pak Dirjen tolong diprioritaskan ya Pak Dirjen ya, kasihan kita.
Dan yang lain lagi pak Dirjen, ini ada daerah tertinggal terpencil dan pulau terluar huniannya. Saya lihat di Anambas cuma 30 unit. Mudah-mudahan bisa diprioritaskan lebih, itu aja saya dari saya Pak Dirjen, tolong dicarikan solusinya.
Untuk Pak Dirjen Pembiayaan, saya melihat ada Jembatan Batam-Bintan ya Pak ya, sudah ready to offer sudah mau masuk masa lelang. Kalau boleh tahu jadwalnya seperti apa Bapak? Jadi saya bisa sampaikan kepada masyarakat saya.