3. DESKRIPSI LOKASI PERANCANGAN
3.1. Analisa dan Deskripsi Data Non Fisik
Data bangunan yang digunakan berupa desain fiktif tugas akhir mahasiswa arsitektur Universitas Kristen Petra yang berjudul “Museum Pendidikan Nasional di Daerah Istimewa Yogyakarta” karya Stephen Yona Loanoto (NRP: 22409118) No. 04023255/ARS/2014.
3.1.1. Tapak Luar 3.1.1.1. Lokasi Tapak
Tapak perancangan terletak di Kota Yogyakarta tepatnya di kelurahan Prawirodirjan, Kecamatan Mergangsan, Kota Yogyakarta. Adanya perkembangan pariwisata Kota Yogyakarta yang mulai mencanangkan wisata pendidikan mendukung dibangunnya “Museum pendidikan Nasional di Daerah Istimewa Yogyakarta”. Lokasi site dipilih di seberang Taman Siswa yang memiliki hubungan sejarah dari aspek pendidikan serta adanya konteks Kota Yogyakarta sebagai kota pelajar.
Gambar 3.1. Lokasi tapak Sumber: Loanoto (2014, p. 4)
Tapak perancangan di lokasi ini dipilih dengan pertimbangan sebagai berikut:
a. Lokasi yang berdekatan dengan Taman Siswa Yogyakarta yang berkaitan erat dengan aspek pendidikan yang dapat mendukung adanya fasilitas edukasi berupa “Museum Aliran Kepercayaan” yang belum pernah ada sebelumnya, terutama di Kota Yogyakarta.
b. Lokasi site yang terletak di Kota Yogyakarta yang merupakan salah satu kota pariwisata yang sering dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun luar negri yang dapat menjadi potensi pengunjung bagi “Museum Aliran Kepercayaan”.
c. Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu kota dengan penganut aliran kepercayaan yang paling banyak di seluruh Indonesia sehingga dapat mendukung eksistensi “Museum Aliran Kepercayaan”.
3.1.1.2. Deskripsi Lingkungan Sekitar
Gambar 3.2. Lokasi tapak – lingkungan sekitar Sumber: Loanoto (2014, p. 4)
a. Batas-batas tapak sebagai berikut:
Sebelah Barat : Pemukiman
Sebelah Timur : Jl. Taman Siswa (Perguruan Taman Siswa Sebelah Utara : Jalan (Pemukiman)
Sebelah Selatan : Pemukiman
b. Sirkulasi:
Di sekililing tapak terdapat jalur pejalan kaki karena dikellilingi oleh daerah pemukiman. Sirkulasi di Jl. Taman Siswa dua arah dengan lebar jalan 14m.
c. Lingkungan Sekitar:
Bagian barat, utara, dan selatan bangunan dikelilingi oleh pemukiman sehingga tingkat kebisingan cukup rendah. Sedangkan pada bagian timur bangunan terdapat jalan raya (Jl. Taman Siswa) yang ramai dengan aktivitas kendaraan bermotor sehingga tingkat kebisingan cukup tinggi.
3.1.1.3. Deskripsi Bangunan a. Arah Hadap Bangunan
Bangunan menghadap ke Timur sehingga mendapat sinar matahari pagi yang menyehatkan dan terhindar dari panas terik matahari saat siang hari.
Selain itu, cahaya matahari bisa langsung masuk dan memberikan kesan hangat.
b. Luas Bangunan
Tabel 3.1. Rekapitulasi total luas lantai
Sumber: Loanoto (2014, p. 25)
Luas total bangunan keseluruhan adalah ±10.418m2 dengan luas yang akan dirancang sebesar ±1.046m2.
c. Akses
Akses masuk utama (main entrance) bangunan berada di bagian depan bangunan (arah timur). Khusus untuk kendaraan roda empat atau roda dua yang ingin parkir di dalam gedung dapat masuk melalui pintu di sisi selatan
bangunan menuju basement dan dapat keluar melalui pintu di sisi utara bangunan.
Gambar 3.3. Akses bangunan Sumber: Loanoto (2014, p. 37) d. Area Parkir
Area parkir kendaraan tersedia di bagian dalam bangunan berupa area parkir basement dengan akses pintu masuk di sisi selatan bangunan dan pintu keluar di sisi utara bangunan. Area parkir dirancang dengan mempertimbangkan tiga jenis kendaraan yang dapat diparkirkan di are parkir, yaitu: mobil, sepeda motor, dan bus.
Tabel 3.2. Luas fasilitas parkir
Sumber: Loanoto (2014, p. 25) e. Pencahayaan
Bangunan yang menghadap ke arah Timur cenderung menerima cahaya matahari secara maksimal di pagi hari, sehingga dengan adanya bukaan yang cukup matahari dapat masuk ke dalam bangunan secara optimal guna menerangi bagian dalam bangunan.
PINTU MASUK UTAMA PINTU MASUK
BASEMENT
PINTU KELUAR BASEMENT
Gambar 3.4. Arah matahari Sumber: Loanoto (2014, p. 7)
3.1.2. Tapak Dalam
Gambar 3.5. Potongan bangunan (Potongan A-A) Sumber: Loanoto (2014, p. 29)
Bangunan “Museum Pendidikan Nasional di Daerah Istimewa Yogyakarta” ini merupakan bangunan 3 lantai dengan 1 basement dan 1 roof top.
Akses masuk bangunan melalui main entrance yang terletak di bagian depan bangunan (arah Timur) yang langsung memasuki area lobby. Bagi kendaraan yang
masuk melalui area parkir basement, pengunjung dapat memasuki gedung melalui tangga dan lift yang terletak di dalam gedung.
Lantai dasar / basement (Ground Floor): terdiri dari area parkir kendaraan bermotor (mobil, sepeda motor, dan bus), gudang, kantin, ruang baca, ruang serba guna, ruang pompa, lobby¸ chiller, ruang perawatan, TPA, ruang trafo, ruang genset dan MDP
Lantai 1: terdiri dari souvenir shop, lobby, gudang, ruang AHU, ruang-ruang kantor, ruang diskusi, ruang informasi, janitor, toilet pengunjung, ruang pamer
Lantai 2: Ruang-ruang pameran, ruang AHU, ruang baca, perpustakaan, toilet pengunjung
Lantai 3: ruang-ruang kantor, ruang baca, perpustakaan, ruang staff, ruang fotocopy, ruang education exhibition, toilet pengunjung, ruang AHU
Lantai rooftop: terdiri dari ruang pompa
3.1.2.1. Sistem Pengondisian Udara
Sistem pengondisian udara yang diterapkan pada bangunan ini adalah sistem Chilled water air, dimana air dan udara sama-sama dikirim ke ruangan- ruangan yang akan disalurkan melalui jalur perpipaan dan ducting udara dari ruang mekanikal sentral. Hampir seluruh area gedung mengaplikasikan jenis AC sentral, kecuali pada area parkir basement dan rooftop.
Gambar 3.6. Sistem utilitas bangunan (Sistem AC dan listrik) Sumber: Loanoto (2014, p. 14)
3.1.2.2. Sistem Utilitas Bangunan a. Sistem Distribusi Air Bersih
Sistem distribusi air bersih yang diaplikasikan pada bangunan ini adalah sistem down feed dimana air bersih didapatkan dari PAM. Untuk mendukung sistem down feed maka disediakan tendon atas yang terletak di lantai rooftop sehingga dapat memanfaatkan gaya gravitasi untuk menyalurkan air. Pompa air disediakan sebagai sistem pendukung untuk sistem distribusi air bersih.
b. Sistem Pembuangan Air Kotor dan Kotoran
Sistem pembuangan air kotor dan kotoran dipusatkan ke bak penampung dan Sewage Treatment Plan (STP) yang terletak di lantai dasar atau basement yang pada akhirnya akan disalurkan ke saluran kota.
Gambar 3.7. Sistem utilitas bangunan (Sistem air bersih, kotor, dan kotoran) Sumber: Loanoto (2014, p. 15)
3.1.2.3. Sistem Proteksi Kebakaran
Sistem proteksi kebakaran yang diterapkan pada gedung ini adalah dengan menyediakan tangga kebakaran darurat. Selain berupa tangga, terdapat beberapa perangkat kebakaran berupa sprinkler (diaplikasikan pada bagian kantor dan koridor non museum), APAR (diletakkan setiap 200m2 dengan kapasitas masing- masing komponen 6kg), hydran (diletakkan di setiap selasar dan koridor dalam bangunan), smoke detector (diletakkan di area perpustakaan dan museum), serta heat detector (diletakkan di area kantor).
Gambar 3.8. Sistem utilitas bangunan (Sistem kebakaran) Sumber: Loanoto (2014, p. 16)
3.2. Analisa dan Deskripsi Data Fisik 3.2.1. Branding
Judul: Museum Aliran Kepercayaan di Yogyakarta
Museum ini akan menjadi museum aliran kepercayaan yang ada di Indonesia. Dengan pemilihan lokasi site yang terletak di Yogyakarta yang memiliki unsur budaya yang masih kental, museum ini akan menjadi salah satu museum di Yogyakarta yang mampu memberikan kesan tradisional modern yang memanfaatkan perkembangan teknologi menjadi sentuhan baru dan unik bagi masyarakat.
3.2.2. Visi & Misi a. Visi:
“Masyarakat Indonesia dapat mengenal lebih dalam mengenai aliran-aliran kepercayaan dan agama yang ada di Indonesia melalui Museum Aliran Kepercayaan Indonesia di Yogyakarta”
b. Misi:
Memberikan pelayanan informasi yang edukatif dan informatif mengenai kebudayaan Indonesia khususnya dalam aspek aliran kepercayaan dan agama melalui fasilitas museum yang dirancang secara efektif dan efisien.
Menyalurkan pengetahuan umum bagi masyarakat dalam negeri maupun luar negeri mengenai aliran-aliran kepercayaan yang ada di Indonesia.
3.2.3. Target Market dan Pengunjung a. Masyarakat dalam negri maupun luar negri
o Mahasiswa (segala jurusan dan program studi) o Dewasa (segala profesi pekerjaan)
3.2.4. Struktur Organisasi
Gambar 3.9. Diagram struktur organisasi museum Sumber: Analisa Pribadi
Job Description:
a. Kepala Museum (Pengelola)
Mengkoordinasi, memimpin, bertanggung jawab atas segala kegiatan dan keputusan dalam museum, serta memastikan seluruh fungsi museum berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan bidang kerjanya.
b. Sub Bagian Tata Usaha
Membantu kepala museum (pengelola) dalam mengkoordinasi segala kegiatan yang dilakukan dalam museum.
Bertanggung jawab atas pengelolaan sistem administrasi museum termasuk keuangan.
Melakukan pendataan terhadap pengunjung yang mendatangi museum serta staff museum.
c. Sub Unit Pelaksana Teknis Koleksi
Melakukan survei dan pengadaan barang-barang koleksi dalam museum.
Melakukan pendataan barang-barang koleksi dalam museum.
Mengatur, merencanakan, dan menyajikan barang-barang koleksi dalam museum yang terletak di area pamer.
Melakukan dokumentasi dalam bentuk foto dan atau video.
d. Sub Unit Pelaksana Konservasi & Preparasi
Melakukan perawatan terhadap seluruh barang koleksi termasuk melakukan pengaturan kelembapan suhu di ruang pamer.
e. Sub Unit Pelaksana Bimbingan
Menyusun rencana kegiatan dan program kerja.
Merencanakan pedoman materi bimbingan mengenai koleksi museum yang akan diberikan saat memberikan pelayanan museum keliling (museum tour).
Memastikan materi bimbingan dan materi koleksi museum memiliki informasi yang akurat dan aktual.
3.2.5. Jam Operasional a. Senin-Jumat:
Staff: 07.00 WIB – 12.00 WIB (shift 1), 12.00 WIB – 17.00 WIB (shift 2) Pengunjung: 08.00 WIB – 16.00 WIB
b. Sabtu-Minggu / Hari Besar:
Staff: 09.00 WIB – 14.00 WIB (shift 1), 14.00 WIB – 19.00 WIB (shift 2) Pengunjung: 10.00 WIB – 18.00 WIB