• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENCIPTAAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENCIPTAAN"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

27

BAB III

METODOLOGI PENCIPTAAN

A. Sumber Ide dan Tematik

Sumber ide penciptaan karya tugas akhir ini mengacu pada pengalaman yang dialami teman penulis sebagai penderita generalized anxiety disorder. Kecemasan tentang kematian, permasalahan keluarga, dan masa depannya menjadi hal yang yang menganggunya setiap hari. Hal-hal itu menjadi topik yang sering diceritakan teman penulis kepada penulis. Sering kali ia menceritakan tentang kecemasan dan keluhan atas apa yang ia cemasi. Dengan begitu, pemikiran dan perasaan yang dialami teman penulis sebagai penderita generalized anxiety disorder ini yang menjadi sumber ide penulis dalam membuat karya tugas akhir.

Keadaan berbeda yang dialami dari orang-orang biasa menjadi faktor pertimbangan penulis untuk mengangkat studi kasus generalized anxiety disorder sebagai karya tugas akhir. Kecemasan tentu sering dialami oleh setiap orang, namun untuk para penderita generalized anxiety disorder kecemasan adalah yang sangat mengganggu. Mereka sulit untuk memalingkan pikiran mereka dari hal-hal yang dicemasi, bahkan untuk sebagian orang hal yang mereka cemasi akan terasa sepele, tetapi berbeda halnya bagi para penderita generalized anxiety disorder dan juga dengan teman penulis. Seringkali teman penulis merasa gelisah, jantung berdebar, sakit kepala, dan mual jika ia terlalu mencemasi sesuatu. Hal ini tentu tidak dialami oleh semua orang, orang biasa cenderung mecemasi sesuatu hal tanpa ada efek lain yang dialaminya. karena gangguan kcemasannya juga teman penulis saat ini memerlukan obat-obatan yang harus rutin dikonsumsi untuk mengatasi gangguan kecemasannya.

Karya tugas akhir ini bertujuan sebagai salah satu bentuk dukungan penulis kepada para penderita generalized anxiety disorder terlebih lagi kepada teman penulis. Penulis mengaharapkan dengan adanya karya tugas akhir ini para penderita generalized anxiety disorder dapat tetap semangat dalam menjalani kehidupannya

(2)

28 dan merasa terwakilkan apa yang dirasakannya sehingga mendapat banyak dukungannya juga dari masayarakat disekitarnya. Selain itu kurangnya edukasi di masyarakat tentang adanya penyakit generalized anxiety disorder menjadikan penulis tertarik untuk mengangkat topik ini sebagai karya tugas akhir. Diharapkan dengan adanya karya tugas akhir ini, dapat menjadi sarana informasi bagi masyarakat luas tentang penyakit generalized anxiety disorder.

B. Media dan Bahan

Istilah media dalam seni rupa sering diartikan sebagai bahan atau materi yang digunakan seniman dalam berkarya (Bahari, 2017: 77). Media yang dipilih untuk merealisasikan ide karya Skripsi Penciptaan Seni ini adalah media dua dimensi berupa karya lukis. Alat dan bahan yang dipilih telah dipertimbangkan dari beberapa macam aspek yaitu disesuaikan dengan teknik yang akan digunakan dalam membuat karya,

1. Kanvas

Kain kanvas merupakan media yang umum digunakaan dalam melukis. Kain kanvas dipilih sebagai media dalam pembuatan karya tugas akhir karena mudah ditemukan dan tahan lama. Kain kanvas ini akan dibentangkan di atas spanram dengan ketebalan 4-5cm. Spanram dengan ketebalan 4-5 cm ini dipilih karena kokoh dan tidak terlalu berat.

(3)

29 2. Gesso

Gesso merupakan lapisan terkahir kanvas, gesso untuk menutup pori-pori pada kanvas. Penggunaan gesso ini bertujuan agar cat tidak tembus ke bagian belakang kanvas.

Gambar 3. 2 Gesso (Dokumentasi Ramadhashiro, 2021)

Gambar 3. 1 Kanvas (Dokumentasi Ramadhashiro, 2021)

(4)

30 3. Cat Akrilik

Cat akrilik merupakan cat yang berbahan dasar air, cat akrilik memiliki karakteristik yang cepat kering. Warna yang dimiliki cat akrilik memiliki karakter yang lebih terang dibanding dengan cat minyak. Penggunaan cat akrilik dirasa sangat cocok dengan gaya melukis naif yang digunakan penulis dalam pembuatan karya tugas akhir.

4. Varnish/Clear

Varnish merupakan pelapis dari cat akrilik, varnish yang digunakan adalah varnish glossy. Varnish berguna sebagai pelindung lukisan dari jamur, membuat warna lebih glossy, dan memperpanjang umur lukisan.

Gambar 3. 3 Cat Akrilik (Dokumentasi Ramadhashiro, 2021

(5)

31 5. Oil Pastels

Oil pastel adalah media pewarna yang berbahan dasar malam, minyak dan mengandung pigmen warna.

Gambar 3. 5 Oil Pastels (Grebel.co.id, 2021) Gambar 3. 4 Varnish (Dokumentasi Ramadhashiro, 2021)

(6)

32 6. Spidol

Spidol adalah media dengan bahan dasar tinta cair. Spidol yang digunakan adalah spidol jenis permanent dan acrylic paint

7. Kapur

Kapur adalah media tulis yang biasa digunakan di papan tulis. Kapur digunakan sebagai media untuk membuat sketsa. Pemilihan kapur sebagai media pembuatan sketsa dirasa sangat cocok, karena kampur memiliki karakteristik mudah dihapus dan tidak terlalu menganggu pada proses pembuatan lukisan menggunakan cat akrilik.

Gambar 3. 6 Spidol (Dokumentasi Ramadhashiro, 2021)

(7)

33 8. Pisau Pallete

Pisau pallete adalah bilah logam yang digunakan untuk mengambil cat akrilik dari dalam tube, bantu untuk mencampur warna, atau bisa juga menjadi alat pengganti kuas demi mencapai kebutuhan membuat tekstur pada kanvas. Selain itu pengunaan pisau pallete sangat penting dalam proses melukis, mengambil cat menggunakan pisau pallete meminimalisir masuknya air ke dalam tube yang berisi cat akrilik yang dapat menyebabkan cat akrilik jamuran.

Gambar 3. 7 Kapur Tulis (Dokumentasi Ramadhashiro, 2021)

Gambar 3. 8 Pisau Pallete (Dokumentasi Ramadhashiro, 2021)

(8)

34 9. Pallete

Palette adalah wadah untuk menaruh atu mencampur cat berupa papan.

10. Kuas

Kuas adalah alat yang digunakan untuk melukis pada kanvas, kuas terdiri dari bilah kayu dengan ujung bagian yang satu terdapat bulu halus, spons, atau busa yang berbentuk roll. Kuas yang akan digunakan memiliki jenis dan ukuran yang bermacam-macam, yaitu; kuas Lukis (round, filbert, flat, fanbrush), kuas spons, dan kuas roll).

Gambar 3. 10 Kuas (Dokumentasi Ramadhashiro, 2021)

Gambar 3. 9 Pallete (biggo.id, 2021)

(9)

35 11. Isolasi Kertas

Isolasi kertas adalah isolasi dengan bahan dasar kertas tipis yang digunakan untuk menutup bagian tertentu yang tidak ingin terkena cat.

12. Wadah Air

Wadah air digunakan untuk menaruh air yang berfungsi sebagai tempat mencuci kuas.

Gambar 3. 11 Isolasi Kertas (Dokumentasi Ramadhashiro, 2021)

Gambar 3. 12 Wadah Air (Dokumentasi Ramadhashiro, 2021)

(10)

36 13. Kain Lap

Kain lap adalah kain yang digunakan untuk membilas kuas setelah dicuci. Kain lap salah merupakan satu alat yang penting dalam melukis, kain lap berfungsi untuk mebersihkan sisa-sisa cat di kuas setelah dicuci. Dengan mebersihkan kuas dengan kain lap kuas dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama.

C. Metode Penciptaan

Proses penciptaan karya seni melewati beberapah tahapan dan metode. Dalam praktiknya proses penciptaan seni melewati tiga tahapan yaitu, prakproduksi, produksi, dan pasca produksi. Metode-metode dalam mebuat karya seni ini bertujuan untuk menghasilkan karya yang maksimal.

1. Pra Produksi

Pra produksi adalah segala tahapan yang berkaitan dengan persiapan sebelum produksi direalisasikan. Berikut adalah proses dalam tahapan pra produksi:

a) Penemuan Ide

Tahap pertama dalam pra produksi adalah penemuan ide. Pada tahapan ini penulis melakukan kontemplasi diri untuk menemukan ide untuk pembuatan karya tugas akhir. Ide ini di temukan penulis dengan melihat

Gambar 3. 13 Kain Lap (Dokumentasi Ramadhashiro, 2021)

(11)

37 keadaan lingkungan sekitar penulis. Berada di keluarga dengan kakak dan adik yang merupakan mahasiswi dan lulusan psikologi, hal itu mendorong penulis untuk mengangkat hal-hal yang berkaitan dengan psikologi sebagai sumber ide dalam penciptaan skripsi minata penciptaan ini. Selain itu adanya teman penulis sebagai penyintas GAD semakin mendorong penulisi untuk menjadikan GAD sebagai ide dalam skripsi minat penciptaan seni.

b) Pengumpulan Data

Setelah memiliki ide atau konsep untuk pembuatan karya Langkah selanjutnya adalah pengumpulan data. Pengumpulan data ini berguna sebagai acuan untuk memvisualisasikan ide yang kita miliki. Data yang dikumpulkan berkaitan dengan ide dan bentuk visual yang ingin kita wujudkan dalam karya yang akan dibuat.

Pada proses ini penulis menggunakan Teknik wawancara dan observasi bentuk dalam mengumpulkan data. Proses wawancara ini dilakukan penulis kepada teman penulis yaitu Fafan sebagai penyintas GAD. Pada proses wawancara ini penulisi mengumpulkan data dan meleparkan pertanyaan- pertanyaan sehingga penulis bisa memvisualkan GAD sebagai karya seni lukis.

Kemudian penulis juga melakukan observasi bentuk, observasi bentuk ini dilakukan secara lagsung dengan mengamati hal-hal yang ada disekitar penulis dan juga narasumber. Selain itu observasi tidak langsung dilakukan melaui interner dan juga media sosial. Bentuk-bentuk yang sekira sesuai dengan makna yang ingin disampaikan coba diamati dan dijadikan simbol pada karya seni lukis ini.

c) Pembuatan Sketsa

Selanjutnya adalah pembuatan sketsa, sketsa merupakan gambaran kasar yang diciptakan untuk merealisasikan ide dengan berdasar data yang didapat. Hasil dari observasi bentuk yang sebelumnya dilakuakn kemudian dibuat sketsanya untuk gambaran kasar pada tahap produksi. Pada

(12)

38 pembuatan sketsa ini juga dilakukan eksplorasi bentuk, bagaimana mendeformasi bentuk hasil pengamatan yang dilakukan ditahap sebelumnya.

2. Produksi

Setelah semuanya disiapkan ditahap pra produksi selanjutnya, kita memasuki tahap produksi. Tahap ini merupakan visualisasi dari segala hal yang kita sudah siapkan sebelumnya. Tahapan ini biasaa juga disebut sebagai visualisasi, yaitu proses merealisasikan semua hal yang telah disiapkan dari tahapan pra produksi menjadi karya akhir.

Pada skripsi penciptaan karya seni ini karya akhir yang dibuat adalah karya lukis. Ide, data, sketsa yang telah disiapkan sebelumnya dituangkan ke kain kanvas dengan menggunakan cat akrilik dan media-media lainnya. Proses visualisasi ini melalui tahapan yaitu, pewarnaan background pada kanvas, memindahkan skesta di kertas pada kanvas, dan proses pewarnaan.

3. Pasca Produksi

Pasca produksi merupakan tahapan akhir dari proses pengkaryaan. Pada tahap ini meliputi proses finishing dan cara penyajian. Finishing adalah tahapan yang dilakukan setelah proses visualisasi, pada pembuatan karya skirpsi penciptaan ini finishing yang dilakukan adalah pemberian varnish pada ke kanvas di karya yang sudah selesai. Proses varnish ini bertujuan untuk memperkuat warna dengan efek glossy dan memperpanjang umur karya. Proses varnish adalah proses yang penting dengan menyemprotkan varnish ini akan memperkecil kemungkinan karya akan mudah berjamur. Selajutnya adalah cara penyajian, setalah karya melalui proses finishing Langkah selajutnya adalah penyajian. Cara penyajian ini merupakan bagaimana pemilihan Teknik yang digunakan dalam menjikan karya. Pada karya skripsi minat penciptaan seni ini cara penyajian yang dilakukan adalah dengan memberikan frame pada kanvas sehingg dapat menimbulkan rasa atau kesan estetika bagi para penikmatnya.

Referensi

Dokumen terkait

PMRI adalah pendekatan yang menekankan pada penggunaan konteks dalam proses pembelajaran untuk menanamkan pemahaman konsep matematika kepada siswa.. Dimana pendekatan

Pada proses perancangan tampilan aplikasi, penulis mulai membuat rancangan low fidelity dengan berfokus pada beberapa halaman fitur utama yang dapat memberikan gambaran

Objektif permainan dalam board game ini adalah semua pemain harus mengumpulkan kartu sebanyak mungkin dengan tetap menjaga kadar sodium, gula, dan juga lemak

65 Pada bagian ini adalah terdapat berita Keraton agar para pengunjung dapat mendapatkan informasi yang ada di Keraton, menggunakan foto yang berada di tengah

Penulis melakukan wawancara dengan Bapak Suryanto, selaku pegawai kelurahan Desa Wiladeg, Gunungkidul untuk mendapatkan informasi mengenai kegiatan yang terdapat

Alhamdulillah, segala puji syukur kehadirat ALLAH SWT, yang telah memberikan berkah, rahmat, hidayah serta innayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas

Faktor – faktor yang berhubungan dengan kejadian abortus di rumah sakit bhayangkara Palembang tahun 2014.. Palembang: Akademi Kebidanan

Sehingga kemudian, muncul premis bahwa dengan menggunakan media digital interaktif akan sangat membantu pemain pemula dalam mendalami olahraga baseball karena