Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah Pembangunan Semesta

253 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

P EM BANGUNAN SEMESTA

jaitu

PELAKSANAAN 335 PROJEK A DAN 8 PROJEK B PEMBANGUNAN SEMESTA NASIONAL BERENTJANA

DEPERNAS

OLEH

PROF. MR H. MUHAMMAD YAMIN

KETUA DEPERNAS ANGGOTA MPRS

(2)

Motto :

Kami kaja, kaja-raja sebagai dalam tjeritera dongeng. Wir sind reich, fabelhaft reich.

(3)

PELAKSANAAN

335 PROJEK A DAN 8 PROJEK B

PEMBANGUNAN SEMESTA NASIONAL BERENTJANA DEPERNAS

I S I N J A:

I. Pidato Heidelberg 1956 sebagai pendorong, Konstitusi 1945 dan Manipol 1959 sebagai pegangan projek A dan B.

II. Keharusan adanja projek A dan B. III. Sekeliling 335 projek A dan 8 projek B. IV. Ketetapan M.P.R.S. 1960 No. 2.

V. Daftar Projek A dan B.

VI. Bentuk juridis perusahaan-negara bagi projek A dan projek B. VII. Meningkatkan suasana Pembangunan Semesta.

VIII. Romantik Revolusi Pembangunan Semesta.

(4)
(5)

PELAKSANAAN

335 PROJEK A DAN PROJEK B

PEMBANGUNAN SEMESTA NASIONAL BERENTJANA DEPERNAS

1. Pidato Heidelberg 1956

Pendorong Depernas supaja merentjanakan Projek A dan B ber -sumber kepada pidato Presiden didepan Universitas Heidelberg am Neckar, jang diutjapkan 16 hari sesudah hari tahunan kepala negara jaitu pada 22 Djuni 1956. Pidato itu antara lain menjuarakan ke-pada dunia — internasional, bahwa tanah-air Indonesia sungguh-sungguh sangat kaja-raja dan kekajaan itu melimpah-limpah : Fabelhaft reich.

Kalimat jang bersangkutan berbunji :

„Ich spreche als ein Vertreter Indonesiens. Sie haben die Stimme Indonesiens aus meinem Munde sprechen horen. Lernen Sie dock Indonesien kennen and verstehen Sie dock Indonesien. Indonesien ist Ihr Freund ! Ich hoffe, dass das was ich gesagt habe, ein wenig mehr Licht auf die Inselgruppe wart, die zwischen dem Pazifisehen und dem Indisehen Ozean liegt wad die eine Hauptstrasse zwischen Europa und Australien darstelit.

Deutschland wird manchmal das Herz Europas genant. Unsere Lage ist vielleicht nicht weniger wichtig, vielleicht ist unsere Lage nosh wichtiger. Wir sitzen an der Kreuzung zweier groszer Kontinente and zweier groszer Ozeane. Und wir sind reich — fabelhaft reich, obgleich wir erst die Oberflache dieses Reichtums angekratzt haben. Wir sind wirtschaftlich strategisch, wir sind politisch strategisch, wir sind militarisch strategisch. Wir sind strategisch in Raum and in Zeit.

Ja, unsere Zeit ist strategisch. Da, heute in dieser unruhigen Welt, dort in Indonesien brennt ein groszes Feuer, das Feuer des Nationalismus. Dort in dieser unsicheren Welt erheben sich achtzig Millionen Mensehen fur ihre Unabhangigkeit und ein besseres Leben. Dieses Feuer, diese Erhebung ist ein Teil des groszen Feuers in Asien — ein Teil des „Sturmes uber Asien”, so oft in Buchern beschrieben, so selten verstanden".

Atau dalam bahasa Italia jaitu nama djulukan bagi bahasa Indo-nesia jang merdu, berbunjilah kalimat diatas sebagai berikut:

,,Saja berbitjara disini sebagai wakil Indonesia. Tuan-tuan telah mendengar suara Indonesia dari mulut saja. Saja harap tuan-tuan akan berusaha untuk mempeladjari dan mengenal Indonesia.

Indonesia adalah sahabat tuan-tuan. Saja harap, supaja uraian saja menambah sedikit pengartian tentang Nusantara jang terletak djauh diantara Lautan Teduh dan Samudera Hindia dan jang merupa-kan djalan besar diantara Eropah dan Australia.

(6)

kami lebih penting lagi. Kami berada dipersimpangan diantara dua benua dan dua samudera besar. Dan kami kaja, kaja raja sebagai dalam tjeritera dongeng, walaupun baru hanja sedikit sadja jang kami korek dari kekajaan itu. Dilihat dari sudut ekonomi kedudukan kami strategis, dari sudut politik strategis, dari sudut militer strategis. Kami adalah strategis dalam „ruang dan waktu”.

Memang sesungguhnja waktu ini adalah strategis. Tepat pada waktu dunia sedang gelisah, disana di Indonesia sedang menjala api besar, ja'ni api nasionalisme. Disitu, sewaktu dunia sedang bimbang, bangun 80 djuta manusia untuk memperdjuangkan kemerdekaan dan hidup jang lebih baik.

Api itu, kebangunan nasional itu, adalah satu bagian dari api besar jang menjala di-Asia-satu bagian dari „taufan di Asia,” jang sering ditulis dalam buku2, tetapi djarang difahamkan".

Pidato Heidelberg diatas mendorongkan Dewan Perantjang Nasio-nal bagaimana kekajaan alam Indonesia jang melimpah-ria itu dapat dipergunakan bagi pembangunan semesta, supaja kebahagiaan Rakjat senantiasa dapat naik meningkat. Kebahagiaan dan kesedjahteraan jang tertjapai dalam tahapan demi tahapan akan membawa Bangsa Indonesia ke-Masjarakat Sosialis Pantja Sila jang diidam-idamkan re-volusi. Berdirilah dan bekerdjalah Depernas dalam menghadapi suasana tersebut, dan hal itu dimungkinkan oleh kembalinja Republik In donesia sedjak 5 Djuli 1959 keUndangundang Dasar 1945 jang ber -isi Amanat Penderitaan Rakjat dalam kata Mukaddimahnja.

Dalam mengolah pesanan Heidelberg, maka Depernas selainnja mengalami dorongan-ruhani dari pidato Presiden 1956 dan mendapat pula pegangan-kuat, dalam Konstitusi Proklamasi dan Manipol jang di-utjapkan pada tanggal 17 Agustus 1959.

P.J.M. Presiden menandaskan dalam Manipol 1959 itu kepada Pe-mimpin-pemimpin Bangsa kita, bahwa Revolusi kita ini tidaklah hanja meminta sumbangan-keringat sadja jang sebesar-besarnja, atau disiplin jang sekokoh-kokohnja, atau pengorbanan jang seichlas-ichlasnja, jang oleh Pemimpin-pemimpin kita selalu digembar-gemborkan kepada Rakjat, tetapi djuga tidak kurang pentingnja ialah kebutuhan untuk mentjiptakan atau melahirkan fikiran-fikiran-baru dan konsepsi-kon-sepsi-baru, djustru oleh karena Revolusi kita sekarang ini tak dapat diselesaikan dengan mempergunakan textbook-textbook jang telah usang. (Manipol halaman 73)

(7)

oleh Depernas projek A dan projek pembangunan semesta nasional -berentjna.

II. Keharusan adanja projek A dan B.

Membitjarakan sekian-kalinja tentang hubungan antara 335 pro-jek A dan 8 propro-jek B, maka sebenarnja segera kita harus menghadapi satu rangkaian soal jang bertjabang dua : Mengapa pembangunan Se-mesta berentjana Depernas prinsipieel membutuhkan adanja 8 atau lebih projek B, dan selandjutnja mengapa Indonesia harus memba-ngun 30 milj. setahun atau Rp. 240 milj dalam satu windu 1961- 1969.

Djawaban jang diberikan Depernas kepada pertanjaan itu, mem -punjai titik-bertolak pada pidato Presiden jang diutjapkan pada 22 Juni 1956 diuniversitas „Heidelberg am Neckar” diatas tadi itu jang berisi kalimat-kentjana dan tertudju kepada dunia internasional : Und wir sind reich, fabelhaft reich, obgleich wir erst die Oberflache dieses Reichtums angekratzt haben. Tanah-air kita kaja-raja ; fabelhaft reich. Dan ketika Depernas merantjang projek A dan projek B maka kalimat itu memadjukan pertanjaan : bagaimana mengolah kekajaan jang me -limpah-limpah itu, dan bagaimana kekajaan itu dapat dipergunakan mempertinggi untuk kesedjahteraan rakjat, supaja masjarakat Sosialis Pantjasila dapat terbentuk berkat beberapa tahapan pembangunan semesta.

Dan dengan segera Depernas menindjau harus adanja projek B jang akan mengolah kekajaan alam itu supaja ikut membiajai seluruh pembangunan semesta. Karena tanpa projek B, maka kemadjuan kesedjahteraan akan terhenti, berhubungan dengan membandjirnja pen -duduk kira-kira 2,3% setahun. Oleh sebab itu marilah kita kembali barang sedjenak kepada suasana keuangan pada tahun 1960 dan ke adaan apa jang dihadapi Depernas ketika badan itu melakukan tugas -nja.

(8)

rupiah dengan dollar, mendjadi Rp. 110 milj. atau dalam tiaptiap ta -hun Rp. 13¾ milj. Hasil ini menaikkan kesedjahteraan Rakjat ; djika dihitung p.n. ad Rp. 236 mil. setahun, maka oleh projek B sadja sudah 13¾

naik 2,30 % jaitu P A% naik n.i. Dibidang projek A dibangun Rp. 30 mil. setahun, dan ini sama dengan 13% dari Rp. 236 milj. jaitu djumlah n.i. Djika pembangunan ini diambil naiknja 3 : 1 maka oleh projek A akan naik kesedjahteraan dengan 4 %. Pembangunan⅓ karena projek A dan B akan menaikkan kesedjahteraan 4%% tambah 5¾% = ± 10% kesedjahteraan setahun.

Angka ini sangat lumajan, dan hampir sama dengan kenaikan kesedjahteraan setiap tahun hampir disegala negara sosialis jang me -naikkan kesedjahteraan rakjat dengan pembangunan semesta.

Uraian diatas memberi kesimpulan jang mutlak, jaitu berhubung-an dengberhubung-an naiknja penduduk 2.3% dberhubung-an supaja negara Indonesia djangan tertinggal kemadjuannja, walaupun melaksanakan pemba -ngunan-semesta, harus membangun dengan melaksanakan projek A dan projek B.

Selandjutnja pembangunan Rp. 30 milj. setahun mendjadi mut-lak, apabila tjita-tjita hendak merobah masjarakat berstruktur agrar supaja mendapat sifat dan warna industri dengan mendjalankan pem-bangunan semesta, adalah sungguh dan serieus. Rp. 30 milj. jalah 13% dari n.i. ad Rp. 236 milj. memberi djaminan bagi perubahan struc -tura masjarakat jang diharapkan. Maafkanlah saja mendjawab per-tanjaan jang principieel itu dengan mempergunakan angka-angka jang dapat berkata. Memang saja akui, bahwa kesedjahteraan Rakjat jang hendak dipertinggi dengan pembangunan semesta itu maksudnja ialah hendak mentjapai kebahagiaan Rakjat, dan kebahagiaan memang tak dapat dirumuskan dengan angka-angka hisab. Tetapi ekonomi Sosialis adalah hikmah jang exact dan kesungguhan jang sahih atau menurut Hegel bukunja jang kenamaan Einfuhrung in der Filosofie des Rech-tes

Was verneunftig ist, das ist Wirklich Und was Wirklich ist das ist vernuenftig.

Kita membangun mengedjar tjita-tjita jang akan dilaksanakan dan tjita-tjita itu senantiasa bersemajan dalam hati-sanubari dan hikmah manusia, atau menurut ahli-pemikir Karl Marx :

Das Ideelle ist das im Menschenkopf umgesetzte and nebersetzte Materielle

Kita membangun semesta dengan perhubungan jang berpokok kepada perhitungan jang sahih dan dalam kesaluhan itu hidup tjemer -lang kehidupan orang jang mempunjai ilham penuh tjita dan tjinta.

Demikianlah keharusan adanja projek A dan projek B pada pembangunan semesta ; keduadua djenis projek itu berhubungan rapi se -perti kulit, tulang dan daging.

(9)

membiajai sebagian besar projek A tadi itu dan mendjamin naiknja pendapatan nasional ; djadi bersama dengan projek A akan memper-tinggi kesedjahteraan Rakjat, paling sedikit setahun 10% dari pada pendapatan nasional ad 236 miljar rupiah. Setelah tiga-empat tahapan pembangunan semesta dimaksudkan sampailah hendaknja negara ke-satuan Republik Indonesia bermasjarakat sosialis Pantjasila. Bergan-tung kepada prestasi Revolusi Indonesialah berapa lamanja tjita-tjita itu akan tertjapai, makin lekas makin baik. Mudahan-mudahan djatuh sebelum abad XX ini berachir.

III. Sekeliling 335 projek A dan 8 projek B.

Adapun 335 projek A jang dirantjang dan diterima baik oleh biaja  dengan terperintji  sedjumlah total  Rp. 240  milj. bersama­sama dengan angka procentage­nja.

VOLUME PEMBANGUNAN

Bidang Biaja djuta Djumlah bia- % Djumlah projek Rp. ja djuta Rp. Projek Tjadangan I. Mental +

Ro-hani 17.815 7,42

1. Kebudajaan 1.554 9 5

2. Pendidikan 16.261 43 14

II. Penelitian 2.653 1,11 16 —

III. Kesedjahteraan

Rakjat 6.188 2,58 11

IV. Pemerintahan 3.632 1,51 6 3

V. Pembangunan

Chusus 30.000 12,50 1 —

VI. Produksi 108.262

1. Pangan 25.120 45.11 8 —

2. Sandang 28.945 7 —

3. Industri 52.022 81 8

4. Perobatan

VII. Distribusi 2.175 6 —

(Dist. + Komu-nikasi)

60.182 25.07 144 3 VIII. Keuangan

terma-suk Tourisme

11.268 4,70 3 — D j u m l a h 240.000 100% 335 33

(10)

Selandjutnja didapat pula dibawah ini suatu ichtisar dari 8 pro-jek B jang diharapkan akan memberi hasil kekajaan alam Indonesia dengan djumlah minimal sedjumlah Rp. 240 milj. Hasil akan ber -tambah, apabila diolah lebih intensif dan lebih efficien dari pada biasa. Pembangunan membutuhkan Rp. 240 milj., jaitu 50% berupa rupiah Rp. 120 milj. dan 50% berupa dollar jaitu 270 djuta dollar. Djum-lah projek B itu dapat ditambah dengan projek lain, misalnja dengan pengolahan tambang emas, nickel dan perak ; tentu sadja dengan me -mikirkan akibatnja apabila didjadikan projek B dan tidak projek A.

Angka-angka perhitungan hasil bersih untuk pembangunan itu tidaklah tertentu mutlak, dan praktyk serta usaha nasionallah jang akan menentukan angka-angka itu setjara bukti mutlak.

(11)

SUMBER PEMBIAJAAN PEMBANGUNAN SEBESAR RP. 240 MILJAR 

No. 50% berupa rupiah(Rp. 120 miljar) Kolom IIRp.

miljar $ djuta

B 1 Minjak bumi B9 Hasil sanering 10,— 1)

a) hasil produksi/pengolahan 1.180,— B 10 Perusahaan Negara:

Tiap tahun Rp.4 miljar, selama

b) berasal dari modal kerdja 8 tahun = 8 

x

Rp.4 miljar = 32, —

jang masuk dalam negeri 750,— B 11 Simpanan masjarakat:

B 2 K a j u 52,5 (tahungan, asuransi, koperasi)

tiap tahun Rp. 1 miljar, selama

B 3 Perikanan Laut 12,5 8 tahun = 8 X Rp. 1 miljar = 8, —

B 12 Pendjualan saham dan obligasi :

B 4 K o p r a 76,— Setiap tahun Rp. 1 miljar, selama

tahun 0 =  8 X Rp. 1 miljar = 8, —

B5 K a r e t 320,

B 13 B

Pendjualan barang modal :

B 6 T i m a h 15,— Tiap tahun Rp. 2 miljar, selama

8 tahun = 8 

x

Rp. 2 miljar = 16, —

B7 A l u m i n a 11,5

B 14 Pendjualan barang konsumsi :

B8 To u r i s m e 45,— Tiap tahun Rp. 5,75 miljar, sera­

ma 8 tahun = 8 

x

Rp. 5,75 mil­

­ KEKURANGAN 237,5 jar = 46, —

Djumlah: 2.700,— Djumlah : 120, —

(12)

SUMBER PEMBIAJAAN PEMBANGUNAN SEBESAR Rp. 240 MILJAR  (PROJEK B.)

(13)

KEKURANGAN: liputi beberapa organisasi perusahaan jang besar-besar. Djika tiap-tiap projek itu masing-masing meliputi 10 perusahaan djika dipukul

Kini sedikit tentang dinamik isi angka Rp. 240 miljar untuk pem -bangunan raksasa itu.

Sekiranja angka hasil projek B itu kita lukiskan dengan angka X, serta hasil perusahaan negara dan hasil nasional dan lain-lain dalam negeri dilukiskan dengan Y, sedangkan pindjaman luar negeri dengan huruf Z, maka dapatlah kita formule pembiajaan projek A :

X + Y + Z = Rp.240miljar

Oleh karena angka Y dapat ditaksir berdjumlah Rp. 7 miljar setahun atau kurang lebih Rp. 56 miljar dalam 8 tahun, maka angka Y itu hampir fixed.

Oleh karena angka X variabel, sesuai dengan kegiatan bekerdja, maka dengan sendirinja keharusan memindjam dari luar-negeri (hu-ruf Z) djadi djuga variabel. Makin besar angka X maka makin ketjil angka Z. Besarnja angka Z djuga akan dibatasi, menurut haluan po-litik negara ; ada jang mengharap 20% dan ada pula jang mengharap 40% dari total amount Rp. 240 miljar. Djika kita ambil djalan tengah bagi pembatasan itu 30%, djadi Indonesia dimana perlu dapat me-mindjam longterm credit dari luar negeri paling tinggi Rp. 80 miljar. Oleh karena Indonesia dalam tahun pertama 1961 — 1969 sudah membutuhkan dollar, maka dapatlah dipertanggung djawabkan djika In -donesia misalnja dalam periode 1961 — 4 sudah memindjam lebih dahulu longterm crediet darj luar negeri 20% — 40% daripada Rp. 80 miljar, jaitu kira-kira 16 — 32 miljar rupiah atau kira-kira $ 350 — 700 djuta.

Kita berpemandangan, djika tenaga Rakjat dikerahkan dengan menimbulkan potensi nasional jang memuntjak, sehingga dapat ber -hemat tenaga, waktu dan uang, maka djumlah X + Y + Z diatas akan berhasil dapat ditekan mendjadi angka dibawah Rp. 240 miljar; wak -tu 8 tahun akan lebih pendek dan tenaga akan tersimpan. Oleh sebab itu tenaga raksasa untuk membangun dalam Revolusi harus ber -tumbuh, berkembang dan meluap.

(14)

IV. KETETAPAN MPRS No. 2.

MADJELIS PERMUSJAWARATAN RAKJAT SEMENTARA REPUBLIK INDONESIA

K E T E T A P A N

Madjelis Permusjawaratan Rakjat Sementara Republik Indonesia No. II/MPRS/1960

tentang

Garis-Garis Besar Pola Pembangunan Nasional Semesta Berentjana Tahapan Pertama 1961-1969

Madjelis Permusjawaratan Rakjat Sementara Republik Indonesia, Dalam Rapat Plano ke-5 tanggal 3 Desember 1960 Sidang Pertama

di Bandung,

Setelah membahas :

„Rantjangan Dasar Undang-undang Pembangunan Nasional Se-mesta Berentjana Delapan Tahun 1961 — 1969” hasil karya Depernas, dan menelitinya atas dasar Amat Pembangunan Presiden pada tanggal 28 Agustus 1959 jang diutjapkan dan jang tertulis sebagai garis -garis besar daripada haluan pembangunan ;

Menimbang : 1. bahwa perlu segera ditetapkan Garis-garis Besar Pola Pembangunan serta ketentuan-ketentuan pokok pelaksanaannja ;

2. bahwa Pembangunan Nasional Semesta Berentjana adalah suatu pembangunan dalam m a s a p e r - a l i h a n, jang bersifat menjeluruh untuk menudju tertjapainja masjarakat-adil-dan-makmur-berdasar-kan Pantjasila atau Masjarakat Sosialis Indonesia di-mana tidak terdapat penindasan atau penghisapan atas manusia oleh manusia, guna memenuhi Amanat Penderitaan Rakjat;

(15)

3. bahwa Pembangunan Nasional Semesta Berentjana Delapan Tahun : 1961 — 1969 adalah pembangunan tahap pertama, jang nasional, semesta, berentjana dan berisikan tripola untuk meletakkan dasar-dasar pembangunan rochaniah dan djasmaniah jang sehat dan kuat serta pembangunan tata-perekonomian nasional jang sanggup berdiri sendiri dan tidak ter -gantung kepada pasang-surutnja pasaran dunia; 4. bahwa sjarat pokok untuk pembangunan rochaniah

jang sehat dan kuat adalah antara lain menegakkan kembali kepribadian dan kebudajaan Indonesia jang berdasarkan semangat demokrasi terpimpin, ekono-mi terpimpin dan gotong-rojong seperti didjelaskan dalam dasar negara Pantjasila, dan mengutamakan kesadaran hidup bersahadja dan kedjudjuran se-suai dengan adjaran ke-Tuhanan Jang Maha Esa ; 5. bahwa sjarat pokok untuk pembangunan

tata-per-ekonomian nasional adalah antara lain pembebasan berdjuta-djuta kaum tani dan rakjat pada umumnja dari pengaruh kolonialisme, imperialisme, feodalis-me dan kapitalisfeodalis-me dengan feodalis-melaksanakan „landre-form” menurut ketentuan-ketentuan Hukum Na-sional Indonesia, seraja meletakkan dasar-dasar bagi industrialisasi*terutama industri dasar dan industri berat jang harus diusahakan dan dikuasai oleh ne-gara ;

Mengingat :

1.

Amanat Penderitaan Rakjat jang terkandung dalam Pembukaan Undang-undang Dasar Republik Indonesia 1945 ;

2. Pasal-pasal 27 ajat 2, 28, 29, 30, 31, 32, 33, dan 34 Undang-undang Dasar Republik Indonesia 1945 ; 3. Pasal 1 ajat 2 Undang-undang Dasar Republik

In-donesia 1945 jang menentukan bahwa „Kedaulatan adalah ditangan Rakjat, dan dilakukan sepenuhnja oleh Madjelis Permusjawarakan Rakjat”

4. Pasal 3 jo. pasal IV Aturan Peralihan Undang-un-dang Dasar Republik Indonesia 1945 ; 5. Pasal 2 ajat 3 Undang-undang Dasar Republik

In-donesia 1945 ;

(16)

6. Amanat Negara jang diutjapkan oleh Presiden pada pembukaan Sidang Pertama M.P.R.S. tanggal 10 Nopember 1960 ;

7. Ketetapan Madjelis Permusjawaratan Rakjat Se-mentara Republik Indonesia No. I/MPRS/1960 tanggal 19 Nopember 1960 tentang „Manifesto Po-litik Republik Indonesia sebagai Garis-garis Besar daripada haluan Negara” ;

8. Permusjawaratan dalam rapat-rapat Komisi-komisi, musjawarah dan mufakat Pimpinan M.P.R.S. dengan Badan Pembantu Musjawarah (BAPEMUS) dan ra-pat-rapat Madjelis Permusjawaratan Rakjat Semen-tara pada tanggal 17 Nopember 1960 sampai dengan 3 Desember 1960 ;

MEMUTUSKAN .

Menetapkan Ketetapan tentang Garis-garis Besar Pola Pemba-ngunan Nasional Semesta Berentjana Tahapan Pertama 1961 — 1969 sebagai berikut :

B A B I.

GARIS-GARIS BESAR POLA PEMBANGUNAN Pasal 1

(1) Menjatakan bahwa Garisgaris Besar Pola Pembangunan ter -masuk Pola Projek jang dimuat dalam RANTJANGAN DASAR UN-DANG-UNDANG PEMBANGUNAN NASIONAL SEMESTA BEREN-TJANA DELAPAN TAHUN 1961 — 1969 hasil karya Depernas jang termuat dalam Buku kesatu Djilid I, II, dan III pada umumnja sesuai dengan Amanat Pembangunan Presiden tertanggal 28 Agustus 1959 jang diutjapkan maupun jang tertulis dan pada umumnja sesuai pula dengan Manifesto Politik Republik Indonesia jang telah diperkuat oleh Madjelis Permusjawaratan Rakjat Sementara dengan Ketetapan No. I/MPRS/1960.

(2) Menerima Garis-garis Besar Pola Pembangunan hasil karya Depernas seperti termuat dalam Buku kesatu Djilid, I, II, III sebagai Garis-garis Besar Pola Pembangunan Nasional Semesta Berentjana dengan ketentuan-ketentuan seperti termuat dalam pasal-pasal di-bawah ini.

(17)

B A B II

KETENTUAN UMUM Pasal 2

BIDANG MENTAL/AGAMA/KEROCHANIAN/PENELITIAN (1) Melaksanakan Manifesto Politik dilapangan pembinaan Men-tal/Agama/Kerochanian dan Kebudajaan dengan mendjamin sjaratsjarat spirituil dan materiil agar setiap warganegara dapat mengem bangkan kepribadiannja dan kebudajaan Nasional Indonesia serta me -nolak pengaruh-pengaruh buruk kebudajaan asing.

(2) Menetapkan Pantjasila dan Manipol sebagai mata peladjaran diperguruan rendah sampai dengan perguruan tinggi.

(3) Menetapkan pendidikan agama mendjadi mata peladjaran disekolahsekolah mulai dari sekolah rakjat sampai dengan Univer -sitas-universitas Negeri dengan pengertian bahwa murid-murid ber-hak tidak ikut-serta, apabila wali murid/murid dewasa menjatakan keberatannja.

(4) Membina sebaik-baiknja pembangunan rumah-rumah ibadah dan lembaga-lembaga keagamaan.

(5) Menjelenggarakan kebidjaksanaan dan sistim pendidikan nasional jang tertudju kearah pembentukan tenaga-tenaga ahli dalam pembangunan sesuai dengan sjarat-sjarat manusia Sosialis Indonesia, jang berwatak luhur.

(6) Mengusahakan agar segala bentuk dan perwudjudan kese-nian mendjadi milik seluruh rakjat dan menjinarkan sifat-sifat na-sional.

(7) Memperkuat usaha penerangan sebagai media penggerak rakjat dan massa revolusioner.

(8) Kebidjaksanaan penelitian disesuaikan dengan politik luar-negeri bebas dan aktif serta mengikut-sertakan rakjat tanpa mening-galkan sjarat-sjarat ilmiah.

Pasal 3

BIDANG KESEDJAHTERAAN

(1) Kebidjaksanaan pembangunan dibidang kesedjahteraan di-tudjukan untuk mewudjudkan kesedjahteraan rakjat jang merata da-lam keseluruhannja

(2) Mendjamin setiap warga-negara akan pekerdjaan dan peng-hasilan jang lajak guna memenuhi keperluan hidup sehari-hari bagi dirinja sendiri beserta keluarganja, seperti antara lain keperluan sandang-pangan, perumahan, kesehatan, pendidikan, kebudajaan dan keagamaan serta djaminan untuk hari tua.

(18)

(3) Membangunkan usaha-usaha chusus untuk meninggikan

ting-BIDANG PEMERINTAHAN DAN KEAMANAN/PERTAHANAN (1) Untuk mendjamin berhasilnja pelaksanaan Pola Pembangun-an Nasional Semesta BerentjPembangun-ana DelapPembangun-an Tahun : 1961 — 1969, di-perlukan penjesuaian seluruh aparatur negara dengan tugasnja dalam rangka pelaksanaan Manifesto Politik dan Amanat Presiden tentang Pembangunan Semesta Berentjana serta Ketetapan-ketetapan Madje-lis Permusjawaratan Rakjat Sementara.

(2) Mengikut-sertakan rakjat dan seluruh alat-kelengkapan serta seluruh semangat dan daja-kerdja bangsa dalam suatu gerakan massa (massa-aksi) jang berbentuk satu organisasi Front Nasional.

(3) Landreform sebagai bagian mutlak daripada revolusi Indo-nesia adalah basis pembangunan semesta jang berdasarkan prinsip, bahwa tanah sebagai alat produksi tidak boleh didjadikan alat peng-hisapan.

(4) Politik keamanan/pertahanan Republik Indonesia berlandas-kan Manifesto Politik Republik Indonesia beserta perperintjiannja

(6) Mengingat bahwa djalannja Pembangunan Nasional Semesta adalah berhubungan erat dengan pelaksanaan keamanan maka perlu dilaksanakan pembangunan tata-perdesaan jang demokratis (democra-tic rural development) jang merata dan berentjana sebagai salah satu landasan dalam pelaksanaan Pembangunan Nasional Semesta.

Pasal 5

BIDANG PRODUKSI

(1) Pembangunan Nasional Semesta Berentjana 1961 — 1969 su -paja ditudjukan kearah pengutamaan produksi bahan keperluan hidup rakjat jang pokok untuk mentjapai taraf mentjukupi keperluan sendiri serta menudju kearah pembagian pendapatan nasional jang adil dan merata.

(19)

(2) Tjabang-tjabang produksi jang vital untuk perkembangan perekonomian nasional dan menguasai hadjat hidup rakjat banjak, dikuasai oleh Negara, djika perlu dimiliki oleh Negara.

(3) Untuk mengembangkan daja produksi guna kepentingan masjarakat dalam rangka ekonomi terpimpin, perlu diikut-sertakan rakjat dalam pengerahan semua modal dan potensi (funds and forces) dalam negeri, dimana kaum buruh dan tani memegang peranan jang penting.

Pasal 6

BIDANG DISTRIBUSI DAN PERHUBUNGAN

(1) Pemerintah menjelenggarakan tata-distribusi barang-barang keperluan hidup sehari-hari agar dapat sampai ditangan rakjat dengan tjepat, tjukup, merata, murah dan baik.

(2) Pemerintah mengatur dan menjalurkan distribusi bahan-bahan penting bagi penghidupan rakjat banjak dengan mengutamakan ikut-sertanja koperasi-koperasi, Rukun-rukun Kampung, Rukun-rukun Tetangga serta sedjenisnja dan swasta Nasional sebagai pembantu.

(3) Pemerintah menjelenggarakan impor barang-barang kebu-tuhan pokok untuk rakjat dan bahan-bahan baku serta bahan-bahan

BIDANG KEUANGAN DAN PEMBIAJAAN

(1) Sumber pembiajaan bagi Pembangunan Nasional Semesta arti luas dengan luar negeri, dengan ketentuan bahwa hal tersebut: a. tidak bertentangan dengan Manifesto Politik dan Amanat Presiden

tentang Pembangunan ;

b. disusun dalam perundang-undangan bersama-sama dengan Dewan Perwakilan Rakjat.

(3) Dalam rangka pembangunan tata-perekonomian nasional jang kuat dan bebas, diperlukan adanja suatu sistim moneter jang sehat dan stabil guna melantjarkan produksi, distribusi dan perdagangan, serta peredaran uang jang berentjana.

(20)

Pasal 8

KETENTUAN PELAKSANAAN

(1) Dalam pelaksanaan Pola Pembangunan Nasional Semesta Be-rentjana Delapan Tahun : 1961 — 1969, maka hasil karya Depernas Djilid IV sampai dengan XVII perlu diperhatikan oleh Pemerintah sebagai pedoman pelaksanaan manakala tidak bertentangan dengan ketetapan ini.

(2) Untuk mendjamin berlangsungnja Pembangunan Nasional Semesta Berentjana Delapan Tahun : 1961 — 1969, pelaksanaan pem -bangunan ditetapkan dengan ketentuan-ketentuan perundang-undang-an.

B A B III.

LAMPIRAN-LAMPIRAN Pasal 9

(1) Pada Ketetapan ini diikutsertakan tiga lampiran jang di -namakan Lampiran A, Lampiran B dan Lampiran C.

(2) Lampiran A tersebut pada ajat (1) diatas merupakan penjem purnaan daripada Garisgaris Besar Pola Pembangunan Nasional Se mesta Berentjana karya Depernas, sedangkan Lampiran B dan Lam -piran C merupakan pedoman bagi pelaksanaannja

(3) Isi Lampiran A mempunjai kekuatan sebagai amandemen-amandemen daripada Buku kesatu Djilid I, II dan III.

B A B IV.

KEKUASAAN PENUH Pasal 10

Memberikan kekuasaan penuh kepada Presiden/Panglima Ter-tinggi Angkatan Perang/Pemimpin Besar Revolusi Indonesia untuk melaksanakan putusan-putusan ini.

(21)

Ditetapkan dikota Bandung pada tanggal 3 Desember 1960.

MADJELIS PERMUSJAWARATAN RAKJAT SEMENTARA REPUBLIK INDONESIA

Pd. K E T U A , t. t. d.

(22)
(23)

a li d )

W A KI L K E T U A,

(24)

V .   D A F T A R   P R O J E K   A   D A N   B

(25)
(26)

BAB POLA PROJEK

Projek" dibagi dua golongan jaitu : golongan A dan golongan B. Golongan A adalah projek Pembangunan jang diberi huruf pengenal

1. Mental dan rochani. 2. Penelitian. pembangunan. Projek-projek ini diberi huruf pengenal:

B1. untuk kota A. tidak untuk kota lain. Rentjana tersebut telah disesui -kan dengan besar djumlah penduduk dan situasi kota itu.

Dalam hal2lain2ditjantumkan Daswati I. Hal ini berarti bahwa lokasi jang tepat harus ditjantumkan lagi, djadi masih memerlukan survey dan penelitian. Hal ini berlaku pula djika disebut Kabupaten, Kewedanaan dan Ketjamatan.

Mengenai biaja perlu diadakan tjatatan :

a. Nilai biaja jang disebutkan dibelakang projek adalah nilai jang kita ketahui melalui segala matjam sumber di Indonesia. Umumnja nilai itu adalah nilai dalam tahun 1959 jang tentu tidak sesuai lagi nanti dengan nilai waktu projek sungguh2 di-kerdjakan. Ter-lebih2 djika projek itu akan selesai sesudah tiga atau empat tahun sesudah permulaan.

b. Dalam nilai tersebut kadang2 termasuk pembelian djasa atau bahan dari luar negeri. Ada kemungkinan bahwa harga2 untuk itu telah menaik.

(27)
(28)

c. Untuk pendirian paberik dari luar negeri diperlukan rupiah, atas satu dua pengalaman di Indonesia.

Ketiga faktor diatas akan mempengaruhi biaja sebenarnja nanti, sehingga perlu diadakan penjesuaian.

Jang diinginkaan ialah, bahwa semua harga se-dapat2nja ditekan serendah mungkin untuk menghemat beaja disatu pihak, agar dapat menambah kemungkinan pendirian lebih banjak projek dilain pihak.

Mengingat hal diatas, maka perlu diadakan satu tjara penje -suaiaan harga dikemudian hari.

Dalam semua harga tidak diperhitungkan Puim dan Puex se-hingga $ dinilai Rp. 45,—.

Hal lain didalam penjaluran biaja jang perlu diperhatikan : bila dimulai mengeluarkan biaja jang ditentukan dan bila projek itu telah dianggap selesai dan menghasilkan dan dipindahkan keroutine.

Berhubung dengan sangkut-pautnja satu bidang pembangunan dengan bidang lain perlu ditentukan memulai projek A dahulu baru B karena B tergantung kepada A Sinchronisasi ini perlu diadakan un-tuk mendapat efek se-besar2nja dari pembangunan kita. Djangan hendaknja kita mendapat keadaan : poliklinik didirikan sedangkan obat2 tidak ada sama sekali.

Permulaan dan achir satu

2

projek dinjatakan dengan tahun

2

.

Semua pendidikan tenaga harus dimulai pada permulaan

ren-tjana I (tahun 1961).

Pada beberapa pola projek diikutkan satu daftar projek tja -dangan dalam bidang itu.

Projek tjadangan dapat dikerdjakan djika djumlah uang untuk projek2 tersebut terlalu banjak atau uang tidak dipergunakan karena salah satu projek tidak dapat dikerdjakan karena sesuatu hal.

Pada pola projek ditjantumkan daftar kegiatan2 jang merupa-kan tindamerupa-kan organisasi atau administratip dan tidak memerlumerupa-kan investasi luar biasa, karena dapat dibiajai dengan biaja routine. Tindakan jang ditjantumkan mendjadi inti djuga dari Pembangunan Semesta ini, karena mempengaruhi perdjalanan projek.

(29)

Dalam kolom berikut sedapat mungkin ditjantumkan hasil dan hasil ikutan jang diharapkan ditjapai. Tidak mungkin ditjantumkan semua hasil, karena akibat setiap tindakan ekonomis dan organisa-toris tidak mungkin ditjantumkan seluruhnja, karena suatu tindakan ekonomi disatu bidang mengakibatkan akibat berantai pada bidang lain. Jang ditjantumkan hanja jang akibat pokok sadja.

Dalam kolom keterangan ditjantumkan keterangan2 jang diper-lukan untuk memahami dan menilai projek itu se-baik2nja.

Perlu diperhatikan bahwa banjak diantaranja projek2 jang memberikan hasil segera dan ber-ulang.

Pada Pola Projek ini ditjantumkan satu daftar pembagian ad -ministrasi Republik Indonesia.

HURUF PENGENAL DAN NOMOR

Dalam menjusun projek2, semua projek A, diberi sebuah huruf lagi untuk menundjukkan bidangnja, misalnja AB untuk bidang Pendidikan. Pada kedua huruf ditambahkan lagi nomor urut projek dalam keseluruhan Naskah, dan untuk bidang tersebut projek2 itu diberi nomor urut pula menurut bidangnja.

Sistim seluruhnja adalah sebagai berikut : AA — Kebudajaan

AB — Pendidikan AC — Penelitian

AD — Kesedjahteraan Rakjat AE — Pemerintahan

(30)

I. POLA PROJEK BIDANG

MENTAL

Golongan dan No.

urut

Nomor

bidang N a m a p r o j e k T a m p a t

Biaja rupiah (djutaan)

1 2 3 4 5

AA. 1 1 Penggalian Kekajaan Kebudaya­

an

Nias Kalimantan Toradja Flores Maluku

Tengah 50

AA. 2 2 Museum Nasional Kotapradja

ta Raya (Djakarta)

Djakar­ 313

AA. 3 3 Gallery Kesenian Nasional Kotapradja

ta Raya (Djakarta)

Djakar­ 469

(31)
(32)
(33)
(34)

Golongan dan No.

unit

Nomor

bidang N a m a p r o j e k T e m p a t

Biaja

AA. 6 6 Taman Kebudajaan Ditiap Daswati I 110

AA. 7 7 Terdjemahan Kitab Sutji Al

Qur'an

Djakarta 62

AA. 8 8 Terdjemahan Kitab Sutji Bybel Flores/Djakarta 33

(35)

Biaija devisen 2. Himpunan karja inte- dan selesai achir Rentjana I.

lek bangsa Indonesia 3. Pendidikan ahli

Per-pustakaan.

- 44 1. Penterdjemahan buku2

untuk Universitas. 2. Kamus besar bahasa

Indonesia.

3. Ensiklopedia Indonesia. 4. Penemuan-penemuan

istilah.

(36)

- 20

idem

-1.554

Dimulai tahun pertama Rentjana I dan selesai pada achir Rentjana I.

(37)

POLA PROJEK BIDANG

Golongan dan No.

urut

Nomor

bidang N a m a p r o j e k T e m p a t

Biaja rupiah (djutaan)

1 2 3 4 5

AB. 10 1 Universitas Gadjah Mada Daerah Istimewa

Jogjakarta (Jogjakarta)

1.650

AB. 11 2 Universitas Indonesia Kotapradja Djakar­

ta Raya (Djakarta)

1.400

AB. 12 3 Universitas Airlangga (termasuk

Bali) Djawa Timur(Surabaja) 950

AB. 13 4 Universitas Hasanuddin Sulawesi

(Makasar) 700

(38)

MENTAL/AGA MA~KEROCHANIAN/PENELITIAN

- 1.650 Melipat-gandakan Sardja- Dimulai pada tahun pertama Rentjana I na/Bakaloreat dalam la- dan dilaksanakan setjara berangsur-pangan: angsur sampai selesai achir Rentjana I. a. Teknik Termasuk perluasan gedung untuk ku-b. Pasti/Alam liah, laboratorium, rumah sakit dan c. Biologi sebagainja.

d. Pertanian/Kehutanan e. Dokter

- 1.400 Melipat-gandakan Sardja- s.da na dilapangan:

d. Ahli penggunaan tanah

- 950 Melipat-gandakan Sardja- s.d.a

(39)

Golongan  Nomor

bidang N a m a p r o j e k T e m p a t

Biaja rupiah (djutaan) i dan No.

unit

1 2 3 4 5

AB. 14 5 Universitas Sumatra Utara Sumatra Utara

(Medan) 700

AB. 15 6 Universitas Andalas Sumatera Barat

(Padang) 700

AB. 16 7 Universitas Padjadjaran (tcrma-suk Pakultas Guru Pengadjar-an KedjuruPengadjar-an)

Djawa Barat (Bandung)

1.050

AB. 17 8 Institut Teknologi Djawa Barat (Bandung)

1.082

AB.18 9 Universitas Sriwidjaja Sumatera Selatan (Palembang)

250

AB.19 10 Universitas Kalimantan (Kalimantan) 250

(40)

Biapa devisen

- 700 Memperlengkapi Fakultas: s.d.a a. Kedokteran

b. Dokter Hewan c. Pertanian/Kehutanan d. F.K.I.P. Menambah Fakultas: a. Teknik

b. F.K.I.P.

- 700 Menjempurnakan Fakul- Dimulai pada tahun pertama Rentjana I tas: dari dilaksanakan setjara berangsur-a. Kedokteran angsur sampai selesai achir Rentjana I. b. F.K.I.P.

Menambah Fakultas: a. Teknik

b. F.I.P.I.A.

- 1.050 Melipatgandakan Sardjana: s.d.a. a. Pasti/Alam

- 1.082 melipatgandakan sardjana : s.d.a a. teknik, terutama

logi.

b. kimia/biologi c. pasti alam

(41)

1

2

3

AB. 20 11 Universitas Maluku (Maluku) 250

AB. 21 12 Universitas Swasta (tcrmasuk UniversitasDiponegoro

- 250

AB. 22 13 Sekolah Teknik Menengah Atjeh

Sumatera Utara

AB. 23 14 Sekolah Teknik Menengah Sumatera Utara Djakarta Raya

AB. 24 15 Sekolah Guru Pengadjaran

Tek-AB. 25 16 ,Sekolah Guru Pengadjaran

Tek-nik

Djakarta Raya 12

(42)

Biaja devisen rupiah (djutaan)

Djumlah biaja rupiah

(djutaan)

H a s i1 K e t e r a n g a n

(43)
(44)

Golongan

AB. 28 19 Sekolah Teknik Sumatra Utara Djakarta Raya

AB. 29 20 Akadcmi Pokerdjaan Umum Djawa Barat

(Bandung) 4 AB. 30 21 Pendidikan Teknik Swasta - 279 AB. 31 22 Akademi Pertanian Djawa Barat

(Bogor)

30

(45)
(46)
(47)

Golongan

AB. 32 23 Akademi Pembangunan Veteran Daerah Istimewa Jogjakarta (Jogjakarta)

13

AB. 33 24 Sekolah Tekstil Tinggi Djawa Banat

(Bandung) 4

AB. 34 25 Akademi Pelajaran Djakarta 8

AB. 35 26 Sekolah Pelajaran dan Perka- Kalimantan 60 palan Mcnengah Makasar

Ambon Medan AB. 36 27 Pendidikan Tenaga P.T.T. Djawa Barat

(Bandung)

596

AB. 37 28 Akademi Cinematografi 10

AB. 38 29 Akademi Gula Negara Daerah Istimewa Jogjakarta (Jogjakarta)

2

(48)
(49)

Biaja devisen rupiah (djutaan)

Djumlah

(50)

6 7 8 9

- 13 Tahun 1961-1968, Tamatan Perluasan gedung dan alat. sebanjak 480 orang un- Dimulai pada tahun pertama Rentjana I tuk djurusan Teknologi dan dilaksanakan setjara berangsur-dan Geologi. angsur sampai selesai achir tahun kedua

Rentjana I.

- 4 Tahun 1961-1963, Tamatan Perluasan gedung dan alat. sebanjak 84 orang. Dimulai pada tahun pertama Rentjana I

dan dilaksanakan setjara berangsur-angsur sampai selesai achir tahun dua

Rentjana I.

- 8 Melipat gandakan djumlah Perluasan gedung dan alat. tamatan. Dimulai tahun pertama Rentjana I dan

selesai achir tahun ketiga Rentjana I. - 60 Menambah tenaga pelajar- Didirikan baru.

an dan perkapalan me- Dimulai tahun pertama Rentjana I dan nengah. selesai achir tahun ketiga Rentjana I. - 596 Menambah dan menjem- Perluasan gedung dan alat, tenaga.

purnakan tamatan. Dimulai pada tahun pertama Rentjana I dan dilaksanakan selesai achir Ren-tjana I.

- 10 Didirikan baru.

Dimulai pada tahun pertama Rentjana I dan dilaksanakan selesai achir tahun pertama Rentjana I.

- 2 Tahun 1961 — 1968. Dimulai pada tahun pertama Rentjana I Tamatan sebanjak 160 dan dilaksanakan selesai achir tahun

orang. pertama Rentjana I.

- 88 Menjempurnakan dan me- Dimulai pada tahun pertama Rentjana I nambah djumlah tamat- dan dilaksanakan setjara berangsur-an. angsur sampai selesai pada achir

Ren-tjana I.

(51)

Golongan

AB 40 31 Sekolah Kedjuruan Perhotelan

Djawa Barat (Bogor) Djawa

Barat

4

AB. 41 32 Sekolah Menengah pertanian

(Bandung) AB. 42 33 Kursus Karantina Djawa Barat 2

AB. 43 34

AB. 44 35 Sekolah Perikanan Menengah Djawa Barat

4

Atas (Bogor)

(52)

Biaja devisen rupiah (djutaan)

Djumlah Biaja rupiah

(djutaan)

H a s i l K e t e r a n g a n

6 7 8 9

- 4 Menambah tenaga untuk Perlengkapan sekolah.

perhotelan. Selesai pada achir tahun pertama Ren-tjana I.

- 20 Tahun 1961 — 1968. Untuk perluasan gedung dan alat-alat. Sebanjak 2.400 orang. Dimulai pada tahun pertama dan

di-laksanakan selesai achir tahun kedua Rentjana I.

- 2 Menambah djumlah ta- Perluasan gedung dan alat.

matan. Dimulai pada tahun pertama Rentjana I dan dilaksanakan selesai pads achir tahun kedua Rentjana I.

- 4 s.d.a. s.d.a. - 4 s.d.a. s.d.a.

(53)

Golongan dan No.

unit

Nomor

bidang N a m a p r o j e k T c m p a t

Biaja rupiah (djutaan)

1 2 3 4 5

AB. 45 36 Sekolah Kehewanan Menengah

Atas Djawa Timur(Malang) 4

AB. 46 37 Sekolah Guru Atas Daswati II 900

AB. 47 38 Sokolah Guru Kepandaian Pu-teri

Daswati I 60

AB. 48 39 Sekolah Menengah Atas bagi-an B

Daswati II 268

AB. 49 40 Sekolah Rakjat Tiap Desa 2.625

AB. 50 41 Pcmberantasan Buta Huruf, sus Kemasjarakatan dan

pustakaan

Tiap Desa 423

AB. 51 42 Pendidikan Keahlian djurusan

ekonomi pelajaran 12

(54)

Biaja devisen rupiah (djutaan)

6

Djumlah biaja rupiah (djutaan)

7

H a s i l 8

(55)
(56)

Golongan AB. 52 43 Pendidikan perwira dek, mesin,

Markonis

DJUMLAH

16.261

TJADANGAN :

(1). Kursus dagang pertama (2). Kursus dagang atas

(3). Kursus pegawai administrasi (4). Kursus pegawai administrasi

atas.

(5). Sekolah Keradjinan (6). Sekolah Guru Pendidikan (7). Sekolah Menengah Pertama (8). Sekolah Guru Taman

kanak-kanak

(9). Pendidikan Pendahuluan Perta-hanan rakjat

(10). Sekolah Menengah Ekonomi pertama

(11). Sekolah Menengah Ekonomi atas

(12). Sekolah Kepandaian Puteri 2 tahun

(13). Sekolah Kepandaian Puteri 4 tahun

(14). Sekolah Luar Biasa.

(57)

Biaja devisen rupiah (djutaan)

Djumlah Biaja rupiah

(djutaan)

H a s i l K e t e r a n g a n

6 7 8 9

-40

16.261

200 perwira dek 200 perwira mesin 300 perwira markonis.

Dimulai pada tahun pertama Rentjana I dan dilaksana setjara berangsur-angsur sampai selesai achir rentjana I.

(58)

Golongan dan No. unit

Nomor

bidang N a m a p r o j e k T c m p a t

Biaja rupiah (djutaan)

1 2 3 4 5

AC 53 1 Lembaga Kimia 60

AC 54 2 Lembaga fisika 60

AC 55 3 Lembaga Geologi/pertambangan 160

(59)

BIDANG PENELITIAN

Biaja devisen rupiah (djutaan)

Djumlah Biaja rupiah

(djutaan)

H a s i l K e t e r a n g a n

(60)

202,5       262,5 Hasil penelitian masalah­ masalah   kimia   untuk   ke­ pentingan pembangunan industri   kimia   dasar pembuatan   rayon,   kimia arang   batu   pembuatan pupuk,   pembuatan   obat­ obatan dan lain­lain.

(61)

Golongan dan No.

unit

Nomor

bidang N a m a p r o j e k T e m p a t

Biaja rupiah (djutaan)

1 2 3 4 5

AC. 56 4 Lembaga Metalurgi 40

AC. 57 5 Lembaga Elektronika 40

AC. 58 6 Lembaga Biologi 60

AC. 59 7 Lembaga Ekonomi dan Masjarakat 20

(62)

biaja devisen

rupiah Djumlah

(63)

    6 7 8 9

135 175 Hasil penelitian pengolah­  S t a t u s:

an bidjih­bidjih logam  Dibawah M.I.P.I.

135 175 Hasil penelitian tentang  S t a t u s:

otomatisasi sistim servo  Dibawah M.I.P.I.

202 262 Hasil penelitian antara  S t a t u s:

lain perluasan pengeta­  Dibawah M.I.P.I.

bawah   Departemen   Per­ tanian.   Lembaga   Horba­ rium   Bogoriense,   Lem­ baga   Mortus   Botanicus dan Balai Penjelidikan La ut.

5 25 Memenuhi keperluan akan  S t a t u s :

penelitian dilapangan  Dibawah M.I.P.I.

(64)

Golongan Biaja dan No. Nomor Nama p r o j e k T e m p a t rupiah

urut bidang (djutaan)

1 2 3 4 5

AC. 60 8 Penelitian dibidang geologi/per­ 65

tambangan

AC. 61 9 Aerial Survey Wilayah Indonesia 40

(65)

Biaja devisen rupiah (djutaan)

Djumlah Biaja rupiah

(djutaan)

H a s i l K e t e r a n g a n

(66)

135 perluas hasil penelitian dibidang geologi/per-tambangan jang sampai kini dilakukan oleh:

a. Pusat Djawatan Geologi, Departemen Perindustrian Dasar dan Pertambangan, dan

b. Bagian Survey dan Pe-njelidikan serta balai Pengolahan Bahan Galian.

c. Pusat Djawatan Pertam-bangan Departemen Per-industrian Dasar dan Pertambangan. perolehnja keterangan-keterangan dasar jang Gedung dan alat-alat Rp. 20 djuta. Perpustakaan dan pendidikan Rp. 5

djuta (devisen). P e l a k s a n a a n :

Mulai tahun pertama Rentjana I dan selesai tahun 1962.

Diperuntukkan bagi pembiajaan perluasan laboratoria dan alat-alat per-Iengkapan serta bagi pembiajaan kegiatan-kegiatan penelitian dibidang geologi/ pertambangan selama Rentjana I. nakan dalam tahun pertama Rentjana I.

(67)

Golongan Biaja dan No. Nomor Nama p r o j e k T e m p a t rupiah

urut bidang (djutaan)

1 2 3 4 5

AC. 62 10 Penelitian dibidang Industri 60

AC. 63 11 Penelitian dibidang produksi Pangan

40

AC. 64 12 Penelitian dibidang Perkebunan dan Kehutanan

50

AC. 65 13 Laboratorium Research P.T.T. Djawa Barat

(Bandung) 54 AC. 66 14 Penelitian dalam lingkungan

D.K.A.

AC. 67 15 Penelitian jang berhubungan de- Djawa Barat ngan penerbangan dan pro- (Bandung) duksi pesawat udara

(68)

Biaja devisen

Mempertinggi produksi pangan (kwalitatip dan kwantitatip).

Mempertinggi produksi perkebunan dan hutan Pelajanan pengangkutan jang lebih cepat, aman, tjabang industri dalam rupiah dan devisen untuk setiap tahunnja disesuaikan dengan keperluan pembangunan dibidang industri dalam Rentjana I.

Djumlah biaja diperuntukkan bagi peng-giatan dan perluasan usaha-usaha ,pene-litian jang kini dilakukan oleh lembaga-lembaga penelitian dalam lingkungan Departemen Pertanian dalam rangka usaha menaikkan produksi pangan. Djumlah biaja diperuntukkan bagi peng-giatan dan perluasan usaha-usaha pene-litian jang kini dilakukan oleh lembaga-lembaga penelitian dalam lingkungan Departemen Pertanian dan badan-badan lain dibidang Perkebunan dan Kehutanan. Diselenggarakan mulai tahun pertama Rentjana I dan seterusnja selama Rentjana I.

Biaja mesin untuk mesin-mesin dan alat-alat jang harus diimpor dan keperluan - keperluan urgen lainnja jang pembi-ajaannja diluar pembiajaan rutine diselenggarakan mulai tahun I Rentja-na I dan seterusnja selama RentjaRentja-na I oleh :

a. Dinas Djalan dan Bangunan D.K.A. b. Dinas Traksi D.K.A.

(69)
(70)

Golongan Biaja dan No. Nomor N a m a p r o j e k T e m p a t rupiah

urut bidang (djutaan)

1 2 3 4 5

AC. 68 16 Memadjukan penelitian dilem-baga lain jang penting untuk pembangunan

749

(71)

Biaja devisen

b. Kemaduandalam teh- Lembaga Persiapan Industri Pesawat nik penerbangan Udara dalam waktu tiga tahun (1961 – c . perluasan penerbangan, 1963).

d. persiapan industri pe- Biaja disediakan terutama untuk pem-sawat udara dan per- belian perlengkapan (production ma-mulaan produksi pesa- chines, assembling tools dan raw ma-) wat terbang. terials untuk memungkinkan penelitian

setjara teratur mulai tahun pertama Rentjana I dan permulaan produksi pesawat udara pada tahun kelima Rentjana I.

40 40 Biaja dalam bentuk devisen untuk men-dorong penelitian dibidang-bidang lain jang panting untuk pembangunan.

(Untuk mentjukupi keperluan akan ba-han literatur luar negeri, alat-alat per-lengkapan, clremicalien dan sebagainja dari pelbagai lembaga-lembaga jang bersangkutan).

1.904 2.653

(72)

III. POLA PROIEK

AD. 69 Rumah Sakit Umum Ketjil dan pemberantasan penjakit Rakjat

Tiap Kewedanaan 1.245

AD. 70 2 Poliklinik jang berfungsi pusat Kesehatan

2-5 poliklinik setiap Ketjamatan

730

(73)

BIDANG KESEDJAHTEHAAN

Biaja devisen rupiah

(djutaan) biaja rupiahDjumlah

(74)

6 7 8 9

- 1.245 Rumah Sakit Umum ke- Berangsur-angsur dilaksanakan tiap

ta-tjil. hun mulai dari tahun pertama, selesai tahun terachir Rentjana I.

- 730 Poliklinik: 7.300 buah s.d.a.

- 330 Rumah Sakit Umum 16 Mulai dari tahun ke 5 s/d tahun ter-buah. achir Rentjana I.

(75)

Golongan

Usaha   perentjanaan   Kota,   ter­ masuk   ibu   kota,   kota   Satelit

Usaha perentjanaan kota

Usaha perentjanaan kota

Air minum

(76)

Biaja devisen wai-pegawai pemerintah jang tinggal dihotel dan losmen

Rentjana kota (cityplan-ning), termasuk ibu-kota.

Tambahan air minum untuk kota.

Anak Bank Indonesia berangsur-angsur dilaksanakan mulai dari tahun pertama dan pada achir tahun ke-5 Rentjana I, seluruh modal sudah berputar.

Berangsur-angsur dilaksanakan mulai dari tahun pertama Rentjana I dan sclesai achir tahun terachir Rentjana I

(77)

Golongan

Biaja dan No. Nomor N a m a p r o j e k T e m p a t rupiah

urut bidang (djutaan)

1 2 3 4 5

AD. 77 9 Kesedjahteraan Sosial:

Rehabilitasi Penderita Tjatjat 198

AD. 78 10 Lembaga Sosial Desa (termasuk penerangan dan lain-lain)

202

AD. 79 11 Kesedjahteraan Tani dan Nelajan:

200

(78)
(79)

Biaja devisen rupiah (djutaan)

Djumlah biaja rupiah

(djutaan)

H a s i 1 Ke t e r a n g a n

6 7 8 9

- 198

- 202

- 200

225 6.188

Menambah kader pelak-sana, menambah sentra dan mentjari lapangan pekerdjaan untuk tama-tan.

Memperluas dan memper-kuat kedudukan Lem-baga Desa.

Berangsur-angsur diselenggarakan mulai tahun pertama sampai dengan tahun terachir Rentjana I.

s.da.

s.d.a

(80)

IV. POLA PROIEK BIDANG PEMERINTAHAN DAN

AE. 80 1 Transmigrasi Seluruh Indonesia 1.000

AE. 81 2 Depernas Djakarta

Bandung 100

AE. 82 3 Koperasi Seluruh Indonesia 500

AE. 83 4 Pendjara modern 1. Djawa Barat 2. Djawa Tengah

AE. 84 5 Polisi Seluruh Indonesia 2.000

AE. 85 6 Lembaga Pembina Hukum Na-sional

6

DJUMLAH: 3.632

Pembangunan Masjarakat Desa

TJADANGAN:

(81)

KEAMANAN/PERTAHANAN

Memindahkan sekurang kurangnja 250.000 trans-migran untuk sektor per-tanian keluar Djawa Depernas dan Lembaga-lembaganja.

Memperkembangkan kope-rasi sebagai alat untuk melaksanakan ekonomi terpimpin, chusus dalam bidang distribusi dan kemudian dalam bidang produksi.

7 buah pendjara modern diperlengkapi dengan tempat-tempat pertanian, pertenunan, perkajuan, perkulitan dan lain-lain. Perbaikan perlengkapan dan mempertinggi mutu kepolisian negara. Perundang-undangan Nasi-onal.

Dikerdjakan mulai tahun pertama Ren-tjana I dan selesai achir RenRen-tjana I.

Dikerdjakan mulai tahun pertama Ren-tjana I dan selesai achir RenRen-tjana I. Dikerdjakan mulai tahun pertama Ren-tjana I sampai achir RenRen-tjana I.

Dimulai tahun pertama Rentjana I, selesai achir tahun ketiga. Untuk hono-rarium tenaga-tenaga ahli Lembaga, disediakan biaja setjukupnja.

(82)

Golongan Biaja dan No.

urut Nomorbidang N a m a p r o j e k T e m pa t (djutaan)rupiah

1 2 3 4 5

AF. 86

Projek Bidang Chusus

(83)
(84)

BIDANG CHUSUS

- I

Biaja devisen rupiah (djutaan)

Djumlah

biaja rupiah H a s i l

(djutaan) K e t e r a n g a n

6 7 8 9

30.000

(85)

V1. POLA PROJEK

Golongan Biaja

dan No. urut

Nomor bidang

N a m a p r o j e k T e m pa t rupiah (djutaan)

1 2 3 4 5

AG. 87 1 Menambah Padi Sentra Djawa danan seluruh 7.255 Indonesia

AG. 88 2 Pengairan: Djawa Timur 50

(I) Rehabilisasi Djawa Tengah 17 D.I. Jogjakarta 6 Djawa Barat 17

Atjeh 2

(86)

BIDANG PRODUKSI PANGAN

Tahun 1962 ekspor beras 1 dihentikan. hasil ikutan seperti dedak untuk makanan ternak. tambahkan dengan intensipikasi padi ladang dan padi gogo.

3. Biaja dalam rupiah devisien ialah untuk :

a. obat pemberantas hama, b. pupuk, dapat membiajai sendiri usahanja. Selesai dalam 8 (delapan) tahun.

Idem Idem Idem Dalam 2 (dua)tahun

(87)

Golongan Sumatra Selatan 114

Sulawesi Selatan 21 Nusa Tenggara

281 (2) Pelandjutan penjempurnaan Djawa Timur 10

(88)
(89)

Golongan Biaja dan No.

urut

Nomor bidang

N a m a p r o j e k T e m pa t rupiah (djutaan)

1 2 3 4 5

(4) Projek besar Djawa Timur 60 Djawa Tengah 190 Daerah Istimewa

Jogjakarta 35 Djawa Barat 2.500

Atjeh 60

Sumatera Utara 80 Sumatra Tengah 800 Sumatra Selatan 325 Sulawesi Selatan 230 Kalimantan Tengah 150 Kalimantan Selatan 300 Kalimantan Barat 300 Nusa Tenggara 15

Maluku 15

5.060 Djumlah Semuanja (1) + (2) +

(3) + (4) 6.385

(90)
(91)

Biaja devisen rupiah (djutaan)

Djumlah biaja rupiah

(djutaan)

H a s i l K e t e r a n g a n

6 7 8 9

60 20.000 ha. Selesai 5 (lima) tahun. 190 52.000 ha. Selesai 7 (tudjuh) tahun.

35 5.500 ha. Selesai 7 (tudjuh) tahun. 2.500 240.000 ha. Selesai 5 (lima) tahun.

60 21.000 ha. Selesai 6 (enam) tahun, 80 27.000 ha. Selesai 7 (tudjuh) tahun. 800 73.000 ha. Selesai 8 (delapan) tahun. 325 75.000 ha. Selesai 5 (lima) tahun. 230 99.000 ha. Selesai 8 (delapan) tahun. 150 66.500 ha. Selesai 5 (lima) tahun. 300 124.000 ha. Selesai 8 (delapan) tahun. 300 100.000 ha. Selesai 6 (enam) tahun.

(92)

6.385 1.306.182 ha.

73

Golongan Biaja

dan No. urut

Nomor bidang

N a m a p r o j e k T e m pa t rupiah (djutaan)

1 2 3 4 5

(93)

74

Biaja devisen rupiah (djutaan)

Djumlah biaja rupiah

(djutaan)

H a s i l K e t e r a n g a n

(94)

58 102,8 Tahun ke I = 54.462.000 ajam.Setiap tahun ajam meningkat 100%. Mutu ajam bertambah baik

Pada tahun pertama tiap unit terketjil beruntung Rp. 60500, - atau setiap orang untung 100 butir telur.

a . O r g a n i s a s i :

1. Mendirikan poultry farms dengan bentuk koperasi didaerah ketjamatan (kumpulan desa/mar-ga) jang dibantu oleh Djawatan Pertanian, terutama memberikan penerangan-penerangan tehnis. 2. Organisasi swasta digiatkan. b. Didalam penjuntikan ajam rakjat

setjara masal.

c. Penjebaran bibit ajam bermutu ting-gi dengan :

1. Mendirikan fokstation peternak-an ajam.

3. Mengimpor bibit ajam jang ber-mutu tinggi.

d. Broedcentrales diperkembangkan

di-ketajaman-ketajaman menurut tundjuk dari balai penjelidikan pe-ternakan jang berpusat di bogor. e. Dalam projek ini sudah termasuk

usaha intensipikasi penanaman dja-gung untuk makanan ajam dan sebagian dari hasil intensipikasi pe-nanaman kedele.

f. Biaja jang disediakan ini berupa kredit investasi jang mempunjai tegenpost.

(95)
(96)
(97)

Golongan Biaja dan No.

urut

Nomor bidang

N a m a p r o j e k T e m pa t rupiah (djutaan)

1 2 3 4 5

AG. 90 4 Mendirikan gudang dan lum- Setiap Daswati I 250 bung padi dan desa di

Indo-nesia

AG. 91 5 Perikanan Darat Kalimantan Barat, 32 Selatan dan

Ti-mur

(98)

IBiaja devisen Djumlah b. Pemberantasan idjon. setiap Daswati I.

c. Tertibnja masa. (Perio- b. Lumbung padi disetiap desa atau produksi. disetiap beberapa desa.

c. Gudang betas pada tahun pertama diisi dengan beras impor.

Lumbung padi diisi setelah panen pada untuk modal tahun berikutnja (pembelian bibit, alat pertanian, pupuk dan sebagainja).

Didaerah minus dibantu oleh persedia-an beras Daswati I.

Gudang-gudang beras djuga diperuntuk-kan sebagai sumber beras distribusi pekerdja-pekerdja Negeri dengan harga subsiji, selama gadji mereka tidak seimbang dengan harga barang-barang sandang pangan.

70,2 102,2 1961 = 38.580 ton Biaja dalam rupiah devisen dimaksud 1962 = 261.060 „ untuk pembelian kapal-kapal:

(99)

AG.92 6 Intensipikasi penanaman kedele Djawa 10

78

Golongan Biaja

dan No.

urut Nomorbidang N a m a p r o j e k T e m pa t (djutaan)rupiah

(100)

Biaja devisen rupiah (djutaan)

Djumlah biaja rupiah

(djutaan)

H a s i l K e t e r a n g a n

(101)

1963 = 429.550 ton a. 1 a 1500 ton untuk pengangkutan 1964 = 644.120 „ garam dan ikan dari — dan kepulau 1965 = 1.054.660 „ Djawa. Hasil ikutan waste ikan

untuk bahan bake pu- d. Pantjing, kawat dan benang. puk. Sedang motorboot dan tongkang

di-usahakan dari pembikinan dalam negeri. Biaja dalam rupiah untuk keperluan garam, paso, lampu dan lain-lain. Projek ini dapat diintensipkan bila cannering industry sudah siap. Vistand didaerah perairan darat itu tetap dipelihara setjara berentjana. Jang melaksanakan projek ini terutama oleh rakjat dan swasta.

Djawatan pertanian (Pemerintah) me-njediakan alat-alat keperluan usaha un-tuk disewa (credit) mendjamin mar-keting/penjuluhan teknis dengan antara lain mengadakan pilot projek, pengatur-an exploitasi dpengatur-an sebagainja.

Konsumsi djadi 18,3 kg. Luas panen kedele jang ada sekarang per kapita setiap tahun di Djawa sebanjak 533.000 ha. Hasil ikutan berupa am- Dengan seleksi bibit hasil per ha. (jang pas, untuk makanan menurut hasil pertjobaan Jajasan Lem-ajam. baga Penjelidikan keilmiahan Klaten

= 60-80 qt./ha.) diharapkan pada tahun 1961 dengan 33 qt./ha. dan pada tahun 1968 dengan 40 qt./ha.

(102)

Golongan dan No.

urut

Nomor

bidang N a m ap r o j e k T e m p a t

Biaja rupiah (djutaan)

1 2 3 4 5

AG. 93 7 Intensipikasi penanaman djagung Indonesia 15 AG. 94 8 Peternakan hewan besar (Sapi) Luar Djawa

teru-tama Nusa Teng-gara, Madura

Djumlah biaja Industri „Pangan” 13.991,80 +

(103)

Biaja devisen rupiah (djutaan)

Djumlah biaja rupiah

(djutaan)

H a s i l K e t e r a n g a n

6 7 8 9

Hasil akan lebih meningkat bila disertai dengan pemakaian pupuk. Usaha itu harus disertai dengan pemberantasan hama.

Ampas dan surplus, diperlukan untuk makanan ternak ajam. Dengan melakukan seleksi bibit. 15 produksi naik 100%

a. Mutu dan djumlah ter- Terutama dengan seleksi bibit (mendanak bertambah baik. tangkan bibit dari luar negeri) dan

per-120 120 b. Susu. baikan makanan hewan. 11.128,20 = 25.120

(104)

VI. POLA PROJEK

(105)

BIDANG PRODUKSI SANDANG

3.910 7.820 1.240.000 mp. 130.000 mp. Sudah ada sebelum 60.000 mp *) tjana I.

400.000 mp **) *) tambahan mp. Dari rangka pam-1.700.000 mp pasan perang Djepang.

**) tambahan mp. Dari rentjana kredit Rusia II

Diharapkan mentjapai taraf self-genera-ting pada tahun 1964 untuk dapat memperluas usaha.

720 1.440 60 Unit dengan kapasitet Diharapkan dapat dimulai pada tahun-(a) 15.000.000 meter/ta- tahun permulaan dan telah mentjapai hun & 6 Unit (a) 200 taraf self-generating pada tahun 1964. looms untuk drill, mori

dan lain-lain.

70 180 4 pabrik (a) 500 ton: Diharapkan pada tahun 1962 sudah a. 2.000 ton benang djahit dapat memprodusir benang djahit

de-dengan ukuran rata ngan 1 regu (1.000 ton/tahun) dan pada No. 305/3/tahun. pertengahan Rentjana I 2 regu (2.000 b. bengkel dan pengger- ton,jtahun).

gadjian untuk kloss buatan dalam negeri.

(106)

Golongan dan No.

urut

Nomor

bidang N a m ap r o j e k T e m p a t

Biaja rupiah (djutaan)

1 2 3 4 5

(107)

Biaja devisen rupiah (djutaan)

Djumlah biaja rupiah

(djutaan)

H a s i l K e t e r a n g a n

(108)
(109)

VI. POLA PKOJEK

AI. 102 1 Pabrik Single Superphosphate Djawa Tengah 300

AI. 103 2 Permulaan Pembikinan:

(Tjilatjap) a. Pabrik Amoniumsulphate

b. Pabrik Amonia Djawa Tengah(Tjepu) 500 c. Pabrik Asam belerang atau Djambi

Disediakan untuk permulaan in-dustri kimia:

AI. 104 3 Pabrik Soda abu Djawa Timur (Gresik) AI 105 4 Pabrik asam sendawa Djawa Tengah

(Tjepu) atau Djambi AI. 106 5 Pabrik asam semut Djawa Tengah

(Tjilatjap)

750 AI. 107 6 Permulaan industri petrokimia:

a. Karbit AI .108 7 Djelaga Sumatra Utara AI. 109 8 Insektisid D.D.T. (P.P.D. Djawa Timur

96% up)

AI. 110 9 Belerang Djawa Barat

(Telaga Bodas) 18 (Sorek Merapi)

(110)

BIDANG PRODUKSI INDUSTRI Biaja devisen

rupiah (djutaan)

Djumlah biaja rupiah

(djutaan)

H a s i l K e t e r a n g a n

(111)

315 615 100.000 ton/tahun.

500 1.000 a.

b. 400.000 tonjtahun.100.000 ton/tahun. c. 300,000 ton/tahun.

12.000 ton/tahun.

20.000 ton/tahun.

Dimulai tahun 1964 dan telah meng-hasilkan tahun 1968.

Tempat tergantung dari persediaan gas alam.

Ditaksir dimulai setelah pertengahan Rentjana I Pabrik-pabrik Amonium-sulphate, Amoniak dan Asam belerang selengkapnja ditaksir seluruhnja meminta biaja + 2.300 miljar rupiah.

Ditaksir dimulai setelah pertengahan Rentjana I.

(112)
(113)

1.000 1.750 6.000 ton asam semut.

Ditaksir dimulai setelah

pertengahan Rentjana I.

12.000 ton/tahun. s.d.a. 60.000 ton karbit. s.d.a. 10.000 ton/tahun. s.d.a. 50.000 djelaga. s.d.a. 1.000 ton/tahun. s.d.a.

32 50

(114)

Golongan

AI. 111 10 Pusat tenaga air Djawa Barat

(Tjikalong) 7.075 AI. 112 11 s.d.a. Djawa Barat

(Djatiluhur) AI. 113 12 s.d.a. Djawa Tengah

(Timo) AI. 114 13 s.d.a. Djawa Tengah

(Ngebel) AI. 115 14 s.d.a. Djawa Barat

(Plengan/Tamba- han)

AI. 116 15 s.d.a. Sulawesi Selatan (Sawitto) AI. 117 16 Pusat tcnaga Uap Djawa Timur

(Surabaja) AI. 118 17 s.d.a. Djawa Tengah

(Semarang) AI. 119 18 s.d.a. Djakarta Raya

(Tandjung Priok) AI. 120 19 Pusat tenaga diesel Djakarta Raya

(Kebajoran)

(115)

Biaja devisen rupiah (djutaan)

Djumlah biaja rupiah

(djutaan)

H a s i 1 K e t e r a n g a n

(116)

691.700 kw. 19.200 kw.

125.000 kw. 12.000 kw. 2.250 kw, 2.000 kw.

550 kw.

50.000 kw. 37.500 kw.

50.000 kw.

15.000 kw.

Telah dimulai tahun 1961 atau sebelum- nja. Harus selesai tahun 1965.

(117)

Golongan

AI. 121 20 Pusat tenaga diesel 41 kota

AI. 122 21 s.d.a. 48 kota

AI. 123 22 Pusat tenaga air Sumatra Utara (Sigura-gura) AI. 124 23 s.d.a. Kalimantan Selatan

(Riamkanan) AI. 125 24 s.d.a. Sumatra Barat (Manindjau) AI. 126 25 s.d.a. Djawa Timur

(Garung)

AI 127 26 s.d.a. Djawa Timur

(Kali Brantas) AI. 128 27 s.d.a. Djawa Timur

(Kali Konto) AI. 129 28 s.d.a. Djawa Barat

(Djatiluhur tam-bahan)

AI. 130 29 Pusat tenaga diesel uap Djakarta Raya (Djakarta) AI. 131 30 s.d.a. Sumatra Sclatan

(Palembang) AI. 132 31 s.d.a. Sumatra Barat

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...