BAB II
PERENCANAAN KINERJA
Di dalam prinsip akuntabilitas dalam wacana
goodgovernance
maka
setiap sasaran, program dan kegiatan harus berorientasi pada hasil.
Perencanaan kinerja merupakan proses penyusunan rencana kinerja sebagai
penjabaran dari sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam rencana
strategis, yang dilaksanakan oleh instansi pemerintah melalui berbagai kegiatan
tahunan. Didalam rencana kinerja ditetapkan rencana capaian kinerja tahunan
untuk seluruh indikator kinerja. Penyusunan rencana kinerja dilakukan seiring
dengan agenda penyusunan dan kebijakan anggaran, serta merupakan
komitmen bagi instansi untuk mencapainya dalam tahun tertentu sesuai visi,
misi, tujuan dan sasaran.
2.1. RENCANA STRATEGIS
Perencanaan Strategis merupakan potret rencana pembangunan
daerah yang ditentukan dalam jangka waktu tertentu yang bertujuan untuk
mewujudkan visi dan misi melalui program/ kegiatan indikatif merupakan
hal yang tidak terpisahkan dalam perumusan perencanaan pembangunan
daerah. Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
(RPJMD) Kabupaten Bangka Barat Tahun 2010-2015 yang ditetapkan
melalui Peraturan Daerah Bangka Barat Nomor 14 Tahun 2011 tentang
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Bangka
Barat Tahun 2010-2015 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Daerah Nomor 2 Tahun 2014, di dalamnya telah ditetapkan Visi dan Misi
Pembangunan Kabupaten Bangka Barat selama masa 5 (lima) tahun.
Penetapan Kinerja Tahun 2014 yang mana Perubahan Penetapan Kinerja
Tahun 2014 tersebut telah mempedomani dokumen Perubahan Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (Perubahan RPJMD) Kabupaten
Bangka Barat Tahun 2010-2015.
2.2. VISI DAN MISI
2.2.1 VISI
Dalam konteks kehidupan bernegara, visi memainkan peran yang
menentukan dalam dinamika perubahan lingkungan pemerintah pada
umumnya dan instansi pemerintah pada khususnya sehingga dapat
bergerak maju menuju masa depan yang lebih baik.
Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kabupaten Bangka Barat 2010-2015, visi pembangunan jangka menengah
Kabupaten Bangka Barat adalah sebagai berikut :
“
Terwujudnya Kabupaten Bangka Barat
yang Mandiri dan S
ejahtera”
.
Mandiri
memiliki arti kemapuan untuk menggali dan memanfaaatkan
potensi daerah dan peluang dari luar daerah guna memenuhi
kebutuhannya, ditandai oleh meningkatnya martabat dan kualitas
kehidupan masyarakat yang di dukung oleh ketersediaan infrastruktur
sosial, budaya, ekonomi, yang memadai.
Sejahtera
berarti bahwa kondisi masyarakat yang mampu memenuhi
kebutuhan hidupnya secara seimbang jasmani dan rohani, ditandai oleh
meningkatnya kualitas hidup termasuk lingkungan hidup yang makin layak.
2.2.2 MISI
Selanjutnya, untuk mewujudkan visi tersebut telah ditetapkan misi
Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, yaitu :
Misi pembangunan Kabupaten Bangka Barat Tahun 2010-2015
adalah :
1.
Mewujudkan masyarakat mandiri dan sejahtera: bertaqwa, sehat,
cerdas dan mandiri secara ekonomi;
2.
Meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan publik, melalui
pemerintahan yang bersih, peduli, professional dan berwibawa dimata
rakyat;
3.
Menciptakan suasana kehidupan yang aman, damai, dan harmonis;
4.
Meningkatkan kualitas SDM agar mampu mendayagunakan SDA secara
optimal dan bertanggung jawab untuk kesejahteraan rakyat;
5.
Menciptakan dan mengembangkan iklim usaha yang sehat dan
kompetitif dengan berbasis ekonomi kerakyatan;
6.
Menyediakan serta meningkatkan sarana dan prasarana untuk
memacu percepatan pelaksanaan pembangunan;
7.
Menempatkan pimpinan umat dan tokoh masyarakat sebagai referensi
utama dalam membangun kehidupan keagamaan dan sosial yang kuat,
harmonis dan dinamis;
8.
Memfasilitasi terwujudnya desa mandiri.
2.3. TUJUAN DAN SASARAN
Untuk memberikan fokus bagi pencapaian misi yang diemban, maka
dirumuskan tujuan dan sasaran dari masing-masing misi yang merupakan
indikator kinerja utama Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka Barat yang
dapat diuraikan sebagai berikut:
Tabel 2.1
Tujuan, Sasaran Kinerja Pemerintah Kabupaten Bangka Barat
Visi : Terwujudnya Kabupaten Bangka Barat yang Mandiri dan Sejahtera
Misi Tujuan Sasaran
1. Mewujudkan masyarakat
mandiri dan sejahtera:
1.Menciptakan masyarakat
yang berakhlak mulia,
1. Meningkatnya kualitas dan
Visi : Terwujudnya Kabupaten Bangka Barat yang Mandiri dan Sejahtera
Misi Tujuan Sasaran
bertaqwa, sehat, cerdas dan mandiri secara ekonomi.
sehat dan cerdas kesehatan masyarakat
2. Meningkatknya kualitas dan
aksesibilitas pelayanan pendidikan, pemuda dan olahraga
2.Mewujudkan
pertumbuhan ekonomi yang stabil,
berkesinambungan dan berwawasan lingkungan
1. Meningkatnya Produktivitas
pertambangan.
2. Meningkatnya produktivitas
perkebunan dan pertanian rakyat
3. Meningkatnya produktivitas
kelautan dan perikanan
4. Berkembangnya destinasi
wisata dan keragaman budaya
5. Meningkatnya pertumbuhan
industri dan perdagangan
6. Meningkatnya ketahanan
pangan utama daerah
7. Meningkatnya fungsi serta
daya dukung hutan dan lingkungan
2. Meningkatkan kualitas
dan kuantitas pelayanan publik, melalui
pemerintahan yang bersih, peduli, profesional dan berwibawa dimata masyarakat
1. Mewujudkan
pemerintahan yang bersih dan profesional
1. Meningkatnya Kualitas SDM
Aparatur
2. Meningkatnya tata kelola
pemerintahan yang akuntabel
3. Meningkatnya penerimaan
dan kualitas pengelolaan keuangan daerah
2. Meningkatkan pelayanan
publik yang prima.
1. Meningkatnya kualitas
pelayanan perizinan dan administrasi publik
3. Menciptakan suasana
kehidupan yang aman, damai dan harmonis
1. Meningkatkan suasana
kehidupan yang kondusif dan harmonis dalam bermasyarakat
1. Terciptanya keamanan dan
kenyamanan dalam kehidupan bermasyarakat
2. Meningkatnya penanganan
pengaduan/laporan korban kekerasan terhadap
perempuan dan anak
3. Terpenuhinya pelayanan
dasar Keluarga berencana
4. Meningkatnya
Visi : Terwujudnya Kabupaten Bangka Barat yang Mandiri dan Sejahtera
Misi Tujuan Sasaran
4. Meningkatkan kualitas
SDM agar mampu mendayagunakan SDA secara optimal dan bertanggungjawab untuk kesejahteraan rakyat
1. Meningkatkan kualitas
SDM dalam pemanfaatan SDA
1. Tersedianya SDM yang
mampu mengelola SDA
5. Menciptakan dan
mengembangkan iklim usaha yang sehat dan kompetitif dengan berbasis ekonomi kerakyatan
1. Meningkatkan arus
investasi dan iklim usaha kerakyatan
1. Meningkatnya peluang
investasi dan usaha ekonomi kerakyatan
6. Menyediakan serta
meningkatkan sarana dan prasarana untuk memacu percepatan pelaksanaan pembangunan
1. Meningkatkan
ketersediaan dan kualitas infrastuktur wilayah
1. Meningkatnya
ketersediaan energi listrik
2. Meningkatnya pelayanan
air bersih dan sanitasi
3. Lancarnya aksesibilitas
dan konektifitas dalam dan antar daerah
4. Terciptanya penataan
ruang yang berkualitas dan mampu mendukung perencanaan dan pembangunan daerah
5. Meningkatnya kualitas
pelayanan perhubungan
7. Menempatkan pimpinan
umat dan tokoh masyarakat sebagai referensi utama dalam membangun kehidupan keagamaan yang kuat, harmonis dan dinamis
1. Meningkatkan
kehidupan keagamaan yang kuat, harmonis dan dinamis
1. Meningkatnya peran serta
tokoh agama dan masyarakat dalam pembangunan dan kehidupan keagamaan
8. Memfasilitasi terwujudnya
desa mandiri
1. Mewujudkan desa
mandiri
1. Terfasilitasinya
pembentukan desa mandiri
2.4.
TARGET INDIKATOR MAKRO TAHUN 2014
Tabel 2.2
Target Indikator Makro
Pemerintah Kabupaten Bangka Barat Tahun 2014
INDIKATOR
SATUAN
TARGET
Pendapatan Perkapita Rp 14.478.814,30 -
14.518.819,90
Kemiskinan Jiwa 3.878 - 4.286
% 1,82 - 2,01
Pertumbuhan ekonomi % 6,45 – 6,74
Angka kriminalitas kasus/10.000
penduduk 5,5
IPM 72,10 -72,15
Laju Pertumbuhan Penduduk % 3,15
Angka Melek Huruf (usia 15-44) % 99,83
Angka rata-rata lama sekolah Tahun 6,95
Angka usia harapan hidup Thn 72
Angka kematian bayi Per 1.000 KH 9
Angka kematian ibu melahirkan Per 100.000 KH 125
Prevalensi HIV (%) <0,5
2.5. INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU)
Tabel 2.3 Perubahan Indikator Kinerja Utama Pemerintah Kabupaten Bangka Barat
NO
URUSAN PEMERINTAHAN/
PRIORITAS
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA UTAMA SATUAN SKPD PENANGGUNG
JAWAB
1 OTONOMI DAERAH,
PEMERINTAHAN UMUM,
ADMINISTRASI KEUANGAN DAERAH, PERANGKAT DAERAH, KEPEGAWAIAN, DAN PERSANDIAN
1 Meningkatnya tata kelola pemerintahan yang akuntabel
- Penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi
Pemerintah
BAPPEDA
- Persentase cakupan pemeriksaan % INSPEKTORAT
- Persentase penyelesaian tindak lanjut temuan
hasil pengawasan
% INSPEKTORAT
- Persentase penyelesaian tindak lanjut pengaduan
masyarakat yang sudah ditangani
% INSPEKTORAT KEUANGAN DAERAH, PERANGKAT DAERAH, KEPEGAWAIAN, DAN PERSANDIAN
2 Meningkatnya Kualitas SDM Aparatur
- Persentase pejabat struktural yang telah lulus
Diklat PIM (II, III, IV)
% BKD
3 Meningkatnya
penerimaan dan kualitas pengelolaan keuangan daerah
- Kontribusi Pendapatan Asli Daerah terhadap
pendapatan daerah
% DPPKA
4 Meningkatnya kualitas
pelayanan perizinan dan administrasi publik
- Indeks Kepuasan Layanan Masyarakat terhadap
pelayanan perizinan (Skala A-E)
Skala KPPTSP
- Indeks Kepuasan Layanan Masyarakat terhadap
pelayanan administrasi kependudukan (Skala A-E)
DUKCAPIL
- Indeks Kepuasan Layanan Masyarakat terhadap
pelayanan puskesmas (Skala A-E)
DINKES
- Indeks Kepuasan Layanan Masyarakat terhadap
pelayanan rumah sakit daerah (Skala A-E)
NO
URUSAN PEMERINTAHAN/
PRIORITAS
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA UTAMA SATUAN SKPD PENANGGUNG
JAWAB
5 Meningkatnya peran
serta tokoh agama dan masyarakat dalam pembangunan dan kehidupan keagamaan
- Peringkat MTQ di tingkat propinsi Kep. Bangka
Belitung
Peringkat SEKRETARIAT
DAERAH
4 KESEHATAN 1 Meningkatnya kualitas
dan aksesibiltas pelayanan kesehatan masyarakat
- Angka Kematian Bayi Bayi/1.000
KH
kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan % DINKES
- Cakupan pelayanan nifas % DINKES
- Cakupan Neonatus dengan komplikasi yang
ditangani % DINKES
- Cakupan kunjungan bayi % DINKES
- Cakupan Desa/Kelurahan Universal Child
Immunization (UCI)
% DINKES
NO
URUSAN PEMERINTAHAN/
PRIORITAS
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA UTAMA SATUAN SKPD PENANGGUNG
JAWAB
- Cakupan pemberian makanan pendamping ASI
pada anak usia 6-24 bulan keluarga miskin
% DINKES
penduduk < 15 tahun
% DINKES
masyarakat miskin
% DINKES
dilakukan penyelidikan epidemiologi < 24 jam
% DINKES
- Cakupan desa siaga aktif % DINKES
5 PENDIDIKAN 1 Meningkatknya kualitas
dan aksesibilitas
NO
URUSAN PEMERINTAHAN/
PRIORITAS
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA UTAMA SATUAN SKPD PENANGGUNG
JAWAB
pelayanan pendidikan,
pemuda dan olahraga
- Angka rata-rata lama sekolah Tahun DIKPORA
- Rasio Lapangan olahraga penduduk per 1.000 DIKPORA
asssss
7 PERPUSTAKAAN - Rasio koleksi buku yang tersedia di perpustakaan
daerah
Rasio jumlah judul buku per jumlah
buku
KANTOR ARSIP DAN PERPUSTAKAAN
- Rasio pengunjung perpustakaan Rasio jumlah
pengunjung per jumlah populasi yang
harus dilayani
KANTOR ARSIP DAN PERPUSTAKAAN
8 ENERGI DAN SUMBER
DAYA MINERAL
1 Meningkatnya Produktivitas pertambangan.
- Produksi bijih timah per tahun Ton/Tahun ESDM
- Produksi logam timah per tahun Ton/Tahun ESDM
2 Meningkatnya ketersediaan energi
NO
URUSAN PEMERINTAHAN/
PRIORITAS
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA UTAMA SATUAN SKPD PENANGGUNG
JAWAB
9 PARIWISATA 1 Berkembangnya
destinasi wisata dan keragaman budaya
dilestarikan % DISHUBPARINFO
11 KELAUTAN DAN PERIKANAN
1 Meningkatnya
produktivitas kelautan dan perikanan
- Produktivitas perikanan budidaya Ton/Tahun DKP
- Produktivitas perikanan tangkap Ton/Tahun DKP
- Produktivitas Pengolahan hasil perikanan Ton/Tahun DKP
12 PERTANIAN 1 Meningkatnya
produktivitas perkebunan dan pertanian rakyat
- Produktivitas hasil perkebunan unggulan per hektar
Ton/Ha DISHUTBUN
- Produktivitas padi atau bahan pangan utama lokal
lainnya per hektar
Ton/Ha DISTANAK
13 INDUSTRI DAN PERDAGANGAN
1 Meningkatnya
pertumbuhan industri dan perdagangan
- Pertumbuhan industri % DISPERINDAGKOP
NO
URUSAN PEMERINTAHAN/
PRIORITAS
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA UTAMA SATUAN SKPD PENANGGUNG
JAWAB
ketahanan pangan
utama daerah.
- Persentase Desa Swasembada Pangan % DISTANAK
15 KEHUTANAN 1 Meningkatnya fungsi
serta daya dukung hutan dan lingkungan.
- Kerusakan Kawasan Hutan Ha DISHUTBUN
- Kerusakan lahan/APL Ha DISHUTBUN
16 LINGKUNGAN HIDUP - Prosentase jumlah usaha dan/atau kegiatan yang
mentaati persyaratan administrasi dan teknis pencegahan pencemaran air
% BAPEDALDA
- Cakupan Perusahaan/Badan Usaha wajib AMDAL
yang memiliki dokumen AMDAL
% BAPEDALDA
- Cakupan Perusahaan/Badan Usaha wajib
UKL/UPL yang memiliki dokumen UKL/UPL
% BAPEDALDA
- Cakupan Perusahaan/Badan Usaha wajib SPPL
yang memiliki dokumen SPPL
% BAPEDALDA
- Cakupan layanan sampah perkotaan % BAPEDALDA
16 KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL
1 Meningkatnya kualitas pelayanan perizinan dan administrasi publik
- Cakupan Penduduk berKTP per satuan penduduk (usia wajib berKTP)
% DUKCAPIL
- Cakupan Penduduk berkartu Keluarga (KK) per
satuan penduduk (wajib berkartu keluarga)
% DUKCAPIL
- Cakupan bayi berakte kelahiran % DUKCAPIL
- Cakupan Bangunan Ber IMB % KPPTSP
NO
URUSAN PEMERINTAHAN/
PRIORITAS
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA UTAMA SATUAN SKPD PENANGGUNG
JAWAB
18 KESATUAN BANGSA DAN POLITIK DALAM NEGERI
1 Terciptanya keamanan dan kenyamanan dalam kehidupan
bermasyarakat
- Tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilu Presiden dan Wakil Presiden
% KESBANGPOL
Kasus KESBANGPOL
19 KELUARGA BERENCANA DAN KELUARGA SEJAHTERA
1 Terpenuhinya pelayanan dasar Keluarga Berencana
- Cakupan sasaran PUS menjadi peserta KB aktif % BPPKB
- Persentase Keluarga Sejahtera II s.d. III+ % BPPKB
20 PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
1 Meningkatnya penanganan
pengaduan/laporan korban kekerasan terhadap perempuan
- Cakupan perempuan dan anak korban kekerasan yang mendapatkan penanganan pengaduan oleh petugas terlatih di dalam unit pelayanan terpadu
NO
URUSAN PEMERINTAHAN/
PRIORITAS
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA UTAMA SATUAN SKPD PENANGGUNG
JAWAB
dan anak
21 SOSIAL 1 Meningkatnya
kesejahteraan sosial masyarakat
- Persentase Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial yang memperoleh bantuan sosial untuk pemenuhan dasar
% DINSOSNAKERTRANS
22 KETENAGAKERJAAN 1 Tersedianya SDM yang
mampu mengelola SDA
- Tingkat partisipasi angkatan kerja % DINSOSNAKERTRANS
- Tingkat pengangguran terbuka % DINSOSNAKERTRANS
23 KOPERASI DAN UKM 1 Meningkatnya peluang
investasi dan usaha ekonomi kerakyatan
- Pertumbuhan koperasi aktif % DISPERINDAGKOP
- Pertumbuhan Usaha Mikro % DISPERINDAGKOP
- Pertumbuhan Usaha Kecil % DISPERINDAGKOP
- Pertumbuhan Usaha Menengah % DISPERINDAGKOP
24 PENANAMAN MODAL - Tersedianya informasi peluang usaha
sektor/bidang usaha unggulan
sektor/ bidang
SEKRETARIAT DAERAH
25 PEKERJAAN UMUM 1 Meningkatnya
pelayanan air bersih dan sanitasi
- Cakupan rumah tangga dialiri air bersih % PU
- Persentase rumah tinggal bersanitasi % PU & DINKES
2 Lancarnya aksesibilitas dan konektifitas dalam dan antar daerah
NO
URUSAN PEMERINTAHAN/
PRIORITAS
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA UTAMA SATUAN SKPD PENANGGUNG
JAWAB
25 PENATAAN RUANG 1 Terciptanya penataan
ruang yang berkualitas dan mampu
mendukung perencanaan dan pembangunan daerah
- Cakupan Desa dan kelurahan yang memiliki batas administrasi yang jelas
% BAPPEDA & SETDA
26 PERHUBUNGAN 1 Meningkatnya kualitas
pelayanan perhubungan
- Persentase ketersediaan fasilitas keselamatan bidang darat dan laut
% DISHUBPARINFO
- Tersedianya unit pengujian kedaraan bermotor
bagi Kabupaten/Kota yang memiliki populasi kendaraan wajib uji minimal 4000 (empat ribu) kendaraan wajib uji
% DISHUBPARINFO
27 PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA
1 Terfasilitasinya pembentukan desa mandiri
- Cakupan fasilitasi Desa mandiri % PEMDES
- Jumlah Desa memiliki pendapatan asli desa
terhadap APBDesa sebesar 25%
2.6. PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2014
Dalam penyusunan Rencana Kinerja (
Performance Plan)
dan Rencana Kerja
Anggaran (RKA), Pemerintah Daerah telah mengacu kepada Rencana Kerja
Pembangunan Daerah (RKPD) yang merupakan penjabaran lebih lanjut dari RPJM
Kabupaten Bangka Barat Tahun 2010
–
2015. Rencana kinerja dan rencana kerja
tersebut kemudian dijabarkan menjadi target yang harus dicapai dalam satu tahun
pelaksanaan yang menunjukkan nilai kuantitatif yang melekat pada setiap indikator
kinerja, baik pada tingkat sasaran stratejik maupun tingkat kegiatan, dan merupakan
pembanding bagi proses pengukuran keberhasilan pelaksanaan pembangunan yang
dilakukan akhir periode pelaksanaan.
Adapun proses penyusunan Rencana Kinerja Pemerintah Kabupaten Bangka Barat
Tahun 2014 dapat meliputi tahapan-tahapan sebagai berikut :
1)
Penetapan Sasaran Strategis
Pemerintah Kabupaten Bangka Barat telah mengidentifikasikan 26 sasaran
strategis yang ingin dicapai di tahun 2014. Untuk setiap sasaran strategis yang
ada diidentifikasikan dengan indikator kinerja yang akan dijadikan tolok ukur
keberhasilan pencapaian sasaran.
2)
Penetapan Program
Berdasarkan sasaran strategis yang tercantum dalam Rencana Pembangunaan
Jangka Menengah di atas, diidentifikasikan program-program yang akan
dilaksanakan pada tahun 2014 untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan
dengan memanfaatkan sumber dana yang berasal dari APBD Kabupaten Bangka
Barat Tahun 2014.
3)
Penetapan Target Kinerja
Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat telah
menetapkan target kinerja untuk seluruh indikator kinerja.
Adapun Penetapan Kinerja Pemerintah Kabupaten Bangka Barat Tahun 2014
tersebut adalah sebagai berikut :
Tabel 2.3
Perubahan Penetapan Kinerja Pemerintah Kabupaten Bangka Barat Tahun 2014
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET
SATUAN NILAI
Meningkatknya kualitas dan aksesibilitas pelayanan kesehatan masyarakat
Persentase balita gizi buruk % 0,09
Rasio dokter/tenaga medis per
satuan penduduk rasio 1 : 3.295
Rasio tenaga perawat per satuan
penduduk rasio 1 : 694
pelayanan kesehatan % 100
Puskesmas Berstandar ISO 9001 :
2000 Jumlah 1
Persentase rumah tangga
Berprilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)
% 75
Angka Kematian Balita Per 1.000 KH 10
Persentase puskesmas yang
melaporkan dan melakukan tatalaksana penyakit menular dan tidak menular
% 100
Indeks Kepuasan Layanan
Masyarakat terhadap pelayanan puskesmas (Skala A-E)
Skala C
Indeks Kepuasan Layanan
Masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit daerah (Skala A-E)
Skala B
Cakupan Kunjungan Ibu Hamil K4 % 98
Cakupan komplikasi kebidanan
yang ditangani % 80
Cakupan pertolongan persalinan
oleh tenaga kesehatan yang memiliki potensi kebidanan
% 95
Cakupan pelayanan nifas % 90
Cakupan Neonatus dengan
komplikasi yang ditangani % 80
Cakupan Kunjungan Bayi % 90
Cakupan Desa/Kelurahan
Universal Child Immunization (UCI) % 100
Cakupan pelayanan anak balita % 90
Cakupan pemberian makanan
pendamping ASI anak usia 6-24 bulan keluarga miskin
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET
SATUAN NILAI
Cakupan balita gizi buruk
mendapat perawatan % 100
Cakupan penjaringan kesehatan
siswa SD dan setingkat % 100
Cakupan Peserta KB Akitf % 75
Cakupan penemuan dan
penanganan penderita penyakit
- Acute Flacid Paralysis (AFP) rate per 100.000 penduduk < 15 tahun
% ≥ 2.1
- Penemuan penderita Pneumonia
Balita % 80
Cakupan pelayanan kesehatan
dasar masyarakat miskin % 100
Cakupan pelayanan kesehatan
rujukan pasien masyarakat miskin % 100
Cakupan pelayanan gawat darurat
level 1 yang harus diberikan sarana kesehatan (RS) di Kabupaten/Kota
% 100
Cakupan Desa/Kelurahan
mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan Epidemiologi < 24 jam
% 100
Cakupan desa siaga aktif % 70
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET
Guru yang memenuhi kualifikasi
S1/D-IV
- SD % 58,95
- SMP % 73,96
- SMA % 83,25
Persentase sekolah yang
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET
Tingkat penguasaan Bahasa
Inggris oleh siswa lulusan sekolah menengah (TOEFL 350)
% 7,51
Peringkat nilai NEM Ujian Nasional
tingkat Provinsi Babel
Rasio koleksi buku yang tersedia
di perpustakaan daerah
Rasio jumlah judul
buku per jumlah buku 0,45
Pertumbuhan Perpustakaan Desa % 43,75
Rasio Lapangan olahraga per 1.000 pnddk 0,74
Rasio pengunjung perpustakaan
Rasio jumlah pengunjung per jumlah populasi yang
harus dilayani
0,11
Meningkatnya Produktivitas pertambangan.
Jumlah/luas lahan tambang
umum legal ha 129.116
- Darat ha 71.985
- Laut ha 57.131
Produksi bijih timah ton 10.000
Produksi logam timah ton 10.000
Pertambangan non timah yang
dikelola jenis 6
Meningkatnya produktivitas perkebunan dan pertanian rakyat.
Produktivitas hasil perkebunan
unggulan per hektar
- Produktivitas sawit masyarakat ton/tahun/ha 16
- Produktivitas karet masyarakat ton/tahun/ha 4,15
- Produktivitas lada masyarakat ton/tahun/ha 1,45
Produktivitas padi atau bahan
pangan utama lokal lainnya per hektar
- Sawah ton/ha 2,67
Penerapan pola kemitraan
pembangunan kebun rakyat dengan perusahaan perkebunan besar/ swasta
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET
SATUAN NILAI
Meningkatnya produktivitas kelautan dan perikanan
Cakupan bina kelompok nelayan
(yang dibina)
- Perikanan Budidaya % menjadi
Kelompok 37
- Perikanan Tangkap % menjadi
Kelompok 205
Produksi perikanan budidaya Ton 741
Produksi perikanan tangkap Ton 10.920
Produksi Pengolahan hasil
perikanan Ton 1.858
Luas kawasan konservasi
perikanan Ha 2.350
Berkembangnya destinasi wisata dan keragaman budaya
Kunjungan wisata orang 10.106
Benda, Situs & Kawasan Cagar
Budaya yg dilestarikan % 100
Meningkatnya pertumbuhan industri dan perdagangan
Pertumbuhan industri % 15
Pembangunan Pasar tradisional buah 11
Meningkatnya ketahanan pangan utama daerah
Ketersediaan pangan utama % 18,27
- Beras % 21,38
- Daging % 15,16
Desa yang telah memenuhi
swasembada pangan (Padi) desa 4
Tingkat ketesediaan:
- Energi perkapita 2200
KKAL/hari % 82
- Protein perkapita minimal 57
gram/hari % 82
Pengembangan desa mandiri
pangan desa 3
Penguatan cadangan pangan
kabupaten % 0
Ketersediaan informasi pasokan,
harga, akses pangan dan pola konsumsi pangan
% 80
Stabilitas harga dan pasokan
pangan % 80
Skor Pola Pangan Harapan % 80
Pengawasan dan pembinaan
keamanan pangan % 0
Meningkatnya fungsi serta daya dukung hutan dan lingkungan.
Kerusakan Kawasan Hutan ha 41.745
Kerusakan lahan/APL ha 10,024
Hutan Tanaman Rakyat ha 50
Prosentase jumlah usaha
dan/atau kegiatan yang mentaati persyaratan administrasi dan teknis pencegahan pencemaran air.
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET
SATUAN NILAI
DAS berkondisi kritis DAS 25,5
Cakupan Perusahaan/Badan
Usaha wajib AMDAL yang memiliki dokumen AMDAL
% 100
Cakupan Perusahaan/Badan
Usaha wajib UKL/UPL yang memiliki dokumen UKL/UPL
% 80
Cakupan Perusahaan/Badan
Usaha wajib SPPL yang memiliki dokumen SPPL
% 80
Cakupan layanan sampah
perkotaan % 100
Meningkatnya Kualitas SDM
Aparatur Tugas Belajar Pendidikan Formal untuk tenaga Teknis
- S 2 biaya APBD II orang 11
- Cost sharing orang 10
Tugas Belajar Pendidikan Formal
untuk tenaga Kesehatan Spesialis orang 7
PPNS orang 10
Persentase pejabat struktural
yang telah lulus Diklat PIM
- Eselon II % 100
- Eselon III % 85
- Eselon IV % 100
Indeks Kepuasan Pegawai
terhadap pelayanan Kepegawaian dari BKD (Skala A-E)
B
Meningkatnya tata kelola pemerintahan yang akuntabel
Sistem Informasi Manajemen
Pemda buah 1
Sistem Akuntabilitas Kinerja
Instansi Pemerintah C
Penilaian Laporan
Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah
Peringkat Tk.
Nasional 90
Cakupan pembahasan raperda
yang menjadi perda % 100
Persentase cakupan pemeriksaan % 75
Persentase penyelesaian tindak
lanjut temuan hasil pengawasan % 80
Persentase penyelesaian tindak
lanjut pengaduan masyarakat yang sudah ditangani
% 90
Penerapan pengelolaan arsip
secara baku % 62,50
Meningkatnya penerimaan dan kualitas pengelolaan keuangan daerah
Kontribusi Pendapatan Asli Daerah terhadap pendapatan daerah
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET
SATUAN NILAI
Opini BPK terhadap Laporan
keuangan WTP
Meningkatnya kualitas pelayanan perizinan dan administrasi publik
Indeks Kepuasan Layanan Masyarakat terhadap pelayanan perizinan (Skala A-E)
Skala B
Indeks Kepuasan Layanan
Masyarakat terhadap pelayanan administrasi kependudukan (Skala A-E)
Skala B
Cakupan Penduduk berKTP per
satuan penduduk (usia wajib berKTP)
% 90
Cakupan Penduduk berkartu
Keluarga (KK) per satuan penduduk (wajib berkartu keluarga)
Terciptanya keamanan dan kenyamanan dalam kehidupan bermasyarakat
Konflik suku, agama, ras dan
antar golongan (SARA) kasus 0
Cakupan petugas perlindungan masyarakat (Linmas) 1 orang di setiap RT
% 1 orang di setiap
RT
Tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilu Presiden dan Wakil Presiden
% 74
Tingkat partisipasi masyarakat
dalam pemilu DPR, DPD, DPRD % 72
Cakupan penegakan Peraturan
Daerah dan Peraturan Kepala Daerah
% 100
Meningkatnya penanganan pengaduan/laporan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak
Cakupan perempuan dan anak korban kekerasan yang mendapatkan penanganan pengaduan oleh petugas terlatih di dalam unit pelayanan terpadu
% 100
Terpenuhinya pelayanan dasar Keluarga Berencana
Cakupan sasaran PUS menjadi
peserta KB aktif % 84,25
Rata-rata jumlah anak per
keluarga Jiwa 2,3
Cakupan PUS yang istrinya di
bawah usia 20 tahun % 3,5
Rasio Petugas Lapangan Keluarga
Berencana/Penyuluh KB satu petugas di setiap dua desa/kel
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET
SATUAN NILAI
Cakupan pasangan usia subur
yang ingin ber-KB tidak terpenuhi % 5
Ratio Pembantu Pembina
Keluarga Berencana (PPKBD) 1 petugas setiap desa/ kelurahan
% 100
cakupan penyediaan alat dan obat
kontrasepsi untuk memenuhi permintaan masyarakat
% 30
Meningkatnya kesejahteraan sosial masyarakat
Tingkat Kesejahteraan Keluarga
(Keluarga Sejahtera II s.d. III+) % 89,14
Persentase Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial yang memperoleh bantuan sosial untuk pemenuhan dasar
% 82
Tersedianya SDM yang mampu mengelola SDA
Tingkat partisipasi angkatan kerja % 65,61
Tingkat pengangguran terbuka % 4,04
Penyerapan lulusan pasca pendidikan dan pelatihan yang bekerja/mandiri
% 45
Penempatan tenaga kerja
terdaftar % 22
Meningkatnya peluang investasi dan usaha ekonomi kerakyatan
Pertumbuhan koperasi aktif % 8
Pertumbuhan Usaha Mikro % 70
Pertumbuhan Usaha Kecil % 25
Pertumbuhan Usaha Menengah % 10
Tersedianya informasi peluang usaha sektor/bidang usaha unggulan
sektor/bidang 2
Terselenggaranya fasilitasi pemerintah daerah dalam rangka kerjasama kemitraan antara UMKMK tingkat Kabupaten dengan pengusaha tingkat Provinsi atau nasional
kali/tahun 1
Meningkatnya ketersediaan energi listrik
Cakupan desa/kelurahan/dusun
berlistrik (PLN) %
Cakupan fasilitas berlistrik (Non
PLN)
- Fasilitas Umum % 90
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET
SATUAN NILAI
Meningkatnya pelayanan air bersih dan sanitasi
Cakupan rumah tangga pengguna
air bersih % 64
Persentase rumah tinggal
bersanitasi % 82
Lancarnya aksesibilitas dan konektifitas dalam dan antar daerah
Cakupan jalan berkondisi baik % 75
Terciptanya penataan ruang yang berkualitas dan mampu mendukung perencanaan dan pembangunan daerah
Ketersediaan Dokumen Penataan
Ruang
- RTRW dokumen 0
- RDTR dokumen 1
- RTBL dokumen 1
Cakupan Desa dan kelurahan
yang memiliki batas administrasi yang jelas
% 100
Meningkatnya kualitas pelayanan perhubungan
Persentase ketersediaan fasilitas keselamatan bidang darat dan laut
% 73,97
Tersedianya unit pengujian
kedaraan bermotor bagi Kabupaten/Kota yang memiliki populasi kendaraan wajib uji minimal 4000 (empat ribu) kendaraan wajib uji
% 60
Meningkatnya peran serta tokoh agama dan masyarakat dalam pembangunan dan kehidupan keagamaan
Peringkat MTQ di tingkat Propinsi
Kep. Bangka Belitung Peringkat 4
Cakupan ustad/ustadzah yang
memiliki sertifikat (TPA&TKA)
Terfasilitasinya pembentukan desa mandiri
Cakupan fasilitasi Desa mandiri % 50
Persentase Desa memiliki pendapatan asli desa terhadap APBDesa sebesar 10%
% 15