• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUGAS KULIAH PSDA Pengelolan Sda Yang Berkelanjutan Di Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "TUGAS KULIAH PSDA Pengelolan Sda Yang Berkelanjutan Di Indonesia"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

PENGELOLAAN SUMBERDAYA ALAM DAN LINGKUNGAN “BAGAIMANA MENGEMBANGKAN ENERGI AIR”

BY ; HARLINA. SP.,MSi

DEPARTEMEN BIOLOGI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM PROGRAM PASCA SARJANA

(2)

KATA PENGANTAR

Energi air telah dimanfaatkan di banyak belahan dunia dan jika dieksplotasi dengan tepat, energi ini berpotensi mampu menyediakan kebutuhan konsumsi energi dunia saat ini dalam waktu yang lebih lama. Air dapat digunakan secara langsung untuk memproduksi listrik atau untuk memanaskan bahkan untuk mendinginkan. Potensi masa depan energi air hanya dibatasi oleh keinginan kita untuk menangkap kesempatan.

Ada banyak cara untuk memanfaatkan energi dari air.Kebutuhan tenaga listrik terus meningkat dari tahun ke tahun. Peningkatan ini seiring dengan laju pembangunan ekonomi, laju pertumbuhan penduduk dan pesatnya pembangunan di sektor industri. Untuk memenuhi kebutuhan pasokan tenaga listrik, akan menjadi lebih sulit jika hanya bergantung pada sumber daya energi yang ada yang saat ini ketersediaannya makin terbatas. Karena itu menjadi sangat penting untuk mengambil langkah-langkah dalam mencari sumber daya energi lain sebagai alternatif. Namun, pemilihan sumber daya energi alternatif perlu mempertimbangkan berbagai aspek, yang meliputi aspek ketersediaan energi, aspek teknologi, aspek keselamatan, aspek sosial, aspek ekonomi dan lingkungan, serta aplikasi program alih teknologi dan partisipasi industri nasional di Indonesia dalam abad ke-21. Oleh karena itu, diharapkan bahwa pemenuhan kebutuhan tenaga listrik akan memasuki era bauran energi yang optimum (optimum energy mix), dengan mempertimbangkan keterbatasan dari masing-masing sumber daya energi yang dipilih, kendala lingkungan, dan kebijakan nasional dalam diversifikasi sumber daya energi.

(3)

A. LATAR BELAKANG

Energi diperlukan untuk kehidupan sehari-hari. Pengembangan masa depan bergantung pada peningkatan kuantitas ketersediaan sumber-sumber energi jangka panjang yang berdasarkan pada penghematan dan kekuatan lingkungan. Pada keadaan sekarang tidak ada pengelolaan sumber-sumber energi baik tunggal ataupun gabungan diupayakan untuk menghadapi kebutuhan masa depan. Perhatian mengenai kebergantungan masa depan terhadap energi hanya bergantung pada alam, karena energi menyediakan layanan penting untuk kehidupan manusia, misalnya panas untuk menghangatkan, memasak, dan manufaktur, atau tenaga untuk transportasi dan pekerjaan mekanik.

Saat kini penggunaan energi lebih banyak berasal dari bahan bakar yang meliputi: minyak, gas, batu bara, nuklir, kayu dan sumber utama lainnya ( sinar matahari, angin, kekuatan air), semua bentuk sumber eneri tersebut belum berguna jika tidak diubah terlebih dahulu kedalam bentuk energi yang dibutuhkan.

Djajadiningrat (2000), mengatakan potensi energi air di Tanah Air terbilang tinggi, mencapai 75 ribu megawatt. Potensi tersebut secara teori tersebar di 1.315 lokasi. Akan tetapi, potensi energi air yang besar ini belum dapat dimanfaatkan secara maksimal. Dari total energi air 75 ribu MW, sedikitnya 34 ribu MW dapat dikembangkan untuk pusat pembangkit listrik dengan kapasitas di atas 100 MW. Tenaga air tersebut dapat dibagi lagi menjadi skala besar, yakni di atas 10 MW, dan skala mini sekitar 200 kilowatt hingga 10 MW. Hingga 2000-an, pemanfaatan tenaga air berskala besar untuk pembangkit listrik di Indonesia baru mencapai 4.208 MW atau sekitar 5,6 persen dari potensi yang ada. Di Pulau Jawa saja pemanfaatannya baru 53 persen atau sebesar 2.389 MW.

Hydropower adalah energi yang diperoleh dari air yang mengalir. Pada dasarnya, air di seluruh permukaan bumi ini bergerak (mengalir). Di alam sekitar kita, telah diketahui bahwa air memiliki siklus, dimana air menguap, kemudian terkondensasi menjadi awan. Air akan jatuh sebagai hujan setelah ia memiliki massa yang cukup. Air yang jatuh di dataran tinggi akan terakumulasi menjadi aliran sungai. Aliran sungai ini menuju ke laut. Di laut juga terdapat gerakan air, yaitu gelombang pasang,ombak, dan arus laut. gelombang pasang dipengaruhi oleh gravitasi bulan, sedangkan ombak disebabkan oleh angin yang berhembus di permukaan laut dan arus laut di sebabkan oleh perbedan kerapatan (massa jenis air), suhu dan tekanan, serta rotasi bumi.

(4)

air menjadi energi mekanik yang dapat menggerakan generator listrik. Energi listrik yang berasal dari energi kinetik air disebut "hydroelectric". Hydroelectric ini menyumbang sekitar 715.000 MW atau sekitar 19% kebutuhan listrik dunia. bahkan di Kanada, 61% dari kebutuhan listrik negara berasal dari Hydroelectric.

Mengingat pentingnya peranan energi air, oleh karena itu diperlukan peningkatan dalam pengelolaan sumberdaya baik hayati ataupun non hayati, dengan mempertimbangkan keseimbangan atau nilai – nilai ekologi, ekonomi, dan sosial budaya, kesemuanya itu dengan harapan kelak anak cucu kita dapat menikmatinya pula

B. PENGEMBANGAN TEKNOLOGI ENERGI AIR

Pelaksanaan pembangunan Indonesia akhir-akhir menghadapi tantangan yang sangat berat, seiring dengan pertumbuhan penduduk dan peningkatan tuntutan akan pelayanan oleh masyarakat. Tantangan ini semakin berat sejak krisis ekonomi menghantam Indonesia sejak tahun 1997 lalu. Dalam upaya keluar dari krisis dan mengatasi berbagai persoalan ekonomi seperti pengangguran, bangsa Indonesia harus meningkatkan pemanfaatan sumber-sumber daya yang dimiliki, baik sumber daya alam, sumber daya buatan, maupun sumber daya manusia. Energi dan sumber daya mineral merupakan salah satu sektor yang memberikan kontribusi besar terhadap PDB nasional, sehingga menjadi sektor yang diandalkan dalam pembiayaan pembangunan nasional, termasuk dalam menyerap tenaga kerja. Namun demikian perlu disadari bahwa pemanfaatan energi dan sumber daya mineral tidak dapat didasarkan pada pertimbangan ekonomi semata, namun juga harus didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan lain seperti lingkungan hidup dan pengembangan wilayah.

(5)

1. Kincir Air

Gambar 1. Kincir air

Kincir air merupakan sarana untuk merubah energi air menjadi energi mekanik berupa torsi pada poros kincir. Ada beberapa tipe kincir air yaitu : Kincir Air Overshot, Kincir Air Undershot, Kincir Air Breastshot, Kincir Air Tub

a) Kincir Air Overshot

Gambar 2. Kincir air Overshot Sumber.http://osv.org/education/WaterPower

Kincir air overshot bekerja bila air yang mengalir jatuh ke dalam bagian sudu-sudu sisi bagian atas, dan karena gaya berat air roda kincir berputar. Kincir air overshot adalah kincir air yang paling banyak digunakan dibandingkan dengan jenis kincir air yang lain.

Keuntungan

► Tingkat efisiensi yang tinggi dapat mencapai 85%. ► Tidak membutuhkan aliran yang deras.

► Konstruksi yang sederhana. ► Mudah dalam perawatan.

► Teknologi yang sederhana mudah diterapkan di daerah yang terisolir. Kerugian

► Karena aliran air berasal dari atas maka biasanya reservoir air atau bendungan air, sehingga memerlukan investasi yang lebih banyak.

(6)

► Membutuhkan ruang yang lebih luas untuk penempatan. terletak pada bagian bawah dari kincir air. Kincir air tipe undershot tidak mempunyai disekitar sumbu poros dari kincir air. Kincir air jenis ini menperbaiki kinerja dari kincir air tipe under shot

Keuntungan

► Tipe ini lebih efisien dari tipe under shot

(7)

Kerugian

► Sudu-sudu dari tipe ini tidak rata seperti tipe undershot (lebih rumit) ► Diperlukan dam pada arus aliran datar

► Efisiensi lebih kecil dari pada tipe overshot d) Kincir Air Tub

Gambar 5. Kincir air Breastshot Sumber.http://osv.org/education/WaterPower

Kincir air Tub merupakan kincir air yang kincirnya diletakkan secara horisontal dan sudu-sudunya miring terhadap garis vertikal, dan tipe ini dapat dibuat lebih kecil dari pada tipe overshot maupun tipe undershot. Karena arah gaya dari pancuran air menyamping maka, energi yang diterima oleh kincir yaitu energi potensial dan kinetik.

Keuntungan

 Memiliki konstruksi yang lebih ringkas

 Kecepatan putarnya lebih cepat

Kerugian

 Tidak menghasilkan daya yang besar

 Karena komponennya lebih kecil membutuhkan tingkat ketelitian yang lebih teliti 1.1. Penggunaan Kincir Air

a) Mesin penggiling gandum

Mesin penggiling gandum dengan penggerak kincir air sudah digunakan sejak abad pertama sebelum masehi, pada jaman kerajaan Romawi dan walaupun terkesan kuno tapi mesin penggiling ini masih tetap dipakai sampai sekarang.

b) Mesin pemintal benang

Mesin pemintal benang yang digerakan oleh kincir air ini pertama kali diperkenalkan oleh dua insinyur Inggris, adalah Richards Arkwright dan James Hargreaves yang pada tahun 1773. dan mulai dibuat di USA pada tahun 1780-an. Pada abad ke-19 penggunaan mesin ini sudah digunakan untuk pembuatan secara massal, jadi orang tidak lagi membuat pakaiannya sendiri.

(8)

Mesin gergaji kayu dengan penggerak kincir air banyak ditemukan di New England,USA, pada tahun 1840-an

d) Mesin tekstil

Mesin tekstil dengan penggerak kincir air ini digunakan oleh industri tekstil pada abad ke-19. karena sumber energinya berupa air, maka pengeluaran untuk produksi dapat diminimalisir. Tetapi seiring dengan perkembangan teknologi, lambat laun mesin ini mulai ditinggalkan

1.2. Pengembangan kincir air

Penggunaan kincir air sebagai energi listrik dilakukan oleh masyarakat Pekalongan, Jawa Tengah, Warga Desa Kapundutan, Kecamatan Lebak Barang. Mereka memanfaatkan air sungai yang mengalir deras di daerah tersebut sebagai pembangkit kincir untuk menghasilkan energi listrik yang multi manfaat, murah, dan ramah lingkungan. Hingga sekarang Desa Kapundutan dan sekitarnya belum mendapat aliran listrik dari PLN, sehingga warga secara swadaya membuat kincir air sebagai pembangkit listrik untuk menerangi ratusan rumah serta menghidupkan berbagai peralatan listrik. Energi listrik yang dihasilkan kincir air tersebut mampu menerangi sedikitnya 135 rumah warga di tiga dusun selama 24 jam, bahkan aliran listrik juga dapat digunakan untuk menghidupkan komputer, televisi, mesin pengangkat air, serta peralatan listrik lainnya.

Sejak puluhan tahun lalu, kincir air di sepanjang aliran Sungai Kemenyep merupakan pemasok utama energi listrik untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan mengandalkan aliran air sungai tersebut. Meskipun wilayah ini tidak dilairi listrik dari PLN, namun warga dapat menikmati listrik tanpa merusak lingkungan alam serta tidak mengeluarkan biaya bulanan. Para pengguna listrik tenaga kincir air tersebut hanya dikenai iuran antara Rp10.000-Rp15.000 setiap beberapa bulan untuk biaya perawatan, terutama jika ada dinamo atau bagian kincir lainnya yang rusak maka uang tersebut digunakan untuk ongkos perbaikan.

Selain pembuatannya mudah, bahan yang dubutuhkan untuk membuatan kincir air pembangkit energi listrik tersebut juga mudah didapat, antara lain kayu, dinamo, kawat, serta kabel yang berfungsi untuk menyalurkan energi listrik dari kincir ke rumah-rumah warga yang tersebar hingga ke pelosok-pelosok hutan.

(9)

stabil, karena jika aliran air sungai surut atau putaran roda kincir tersendat akibat tersangkut sampah, maka daya listrik yang dihasilkan rendah atau tidak stabil. Agar energi listrik yang dihasilkan stabil, lanjut dia, kincir tersebut hanya membutuhkan perawatan dengan memberikan pelumas setiap seminggu sekali, serta rutin membersihkan sampah-sampah yang menyangkut di sekitar kincir. Sementara itu, keberadaan kincir air sebagai pembangkit listrik sangat bermanfaat bagi warga yang bermukim di daerah pegunungan dan tidak terjangkau listrik PLN. Selain menyalakan enam buah lampu masing-masing 15 volt dan dua lampu neon, juga menghidupkan televisi, mesin pengangkat air, dan menyetrika dengan menggunakan energi listrik dari kincir air. Daya yang dihasilkan kincir juga tidak kalah dengan listrik PLN, baik lampu ataupun televisi dapat menyala terang dan siap digunakan selama 24 jam tanpa dikenai biaya bulanan.

3. Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro

Gambar 5. Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro di perkebunan teh yang dibangun pada tahun 1926

(10)

bisa memanfaatkan ketinggian air yang tidak terlalu besar, misalnya dengan ketinggian air 2.5 meter dapat dihasilkan listrik 400 watt[3]. Relatif kecilnya energi yang dihasilkan mikrohidro dibandingkan dengan PLTA skala besar, berimplikasi pada relatif sederhananya peralatan serta kecilnya areal yang diperlukan guna instalasi dan pengoperasian mikrohidro. Hal tersebut merupakan salah satu keunggulan mikrohidro, yakni tidak menimbulkan kerusakan lingkungan.

Perbedaan antara Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan mikrohidro terutama pada besarnya tenaga listrik yang dihasilkan, PLTA dibawah ukuran 200 KW digolongkan sebagai mikrohidro. Dengan demikian, sistem pembangkit mikrohidro cocok untuk menjangkau ketersediaan jaringan energi listrik di daerah-daerah terpencil dan pedesaan. Beberapa keuntungan yang terdapat pada pembangkit listrik tenaga listrik mikrohidro adalah sebagai berikut :

1. Dibandingkan dengan pembangkit listrik jenis yang lain, PLTMH ini cukup murah karena menggunakan energi alam.

2. Memiliki konstruksi yang sederhana dan dapat dioperasikan di daerah terpencil dengan tenaga terampil penduduk daerah setempat dengan sedikit latihan.

3. Tidak menimbulkan pencemaran.

4. Dapat dipadukan dengan program lainnya seperti irigasi dan perikanan.

5. Dapat mendorong masyarakat agar dapat menjaga kelestarian hutan sehingga ketersediaan air terjamin.

Prinsip dasar mikrohidro adalah memanfaatkan energi potensial yang dimiliki oleh aliran air pada jarak ketinggian tertentu dari tempat instalasi pembangkit listrik. Sebuah skema mikrohidro memerlukan dua hal yaitu, debit air dan ketinggian jatuh (head) untuk menghasilkan tenaga yang dapat dimanfaatkan. Hal ini adalah sebuah sistem konversi energi dari bentuk ketinggian dan aliran (energi potensial) ke dalam bentuk energi mekanik dan energi listrik.

Lokasi Pengembangan mikrohidro

(11)

bisa menjawab, masalah pemenuhan kebutuhan energi. Tidak juga dalam, keseimbangan penyebaran. Sebenarnya, dengan jalur distribusi kabel puluhan kilometer, menjadi kurang efektif. Konsep yang ditawarkan adalah "Pembangkit Listrik Bertumpu Pada Masyarakat", dalam hal ini mikrohidro. (Tri Mumpuni, 2004), namun PLTMH ini merupakan salah satu alternatif solusi yang dapat menembus keterbatasan akses transportasi, teknologi, hingga biaya. Sumber energi yang dihasilkan PLTMH ini merupakan sebuah alternatif yang menggunakan teknologi sederhana. Hal ini dapat terlihat di sepanjang sungai besar di wilayah Jawa Barat selatan. Masyarakat sebenarnya telah terbiasa memanfaatkan energi aliran sungai untuk penerangan di rumahnya. Dengan bermodalkan generator murah buatan Cina dan turbin sederhana dari kayu yang ditempatkan dalam sebuah power house, listrik telah bisa dihasilkan. Jalur distribusi pun hanya mengandalkan kabel-kabel yang direntangkan langsung menuju rumah. Hasilnya? Meskipun lampu agak redup namun cukup untuk mengusir kegelapan saat malam hari. Bagi kebanyakan pihak, PLTMH masih dianggap sesuatu yang jauh dari kata "untung". PLTMH hanya berbicara dalam ruang lingkup lokal dan tak ada yang berbicara dengan kepentingan lain, namun

3. Energi Hidroelektrik

Energi Hidroelectrik adalah energi air. Air yang bergerak menyimpan energi alami yang sangat besar,baik dari air bagian dari sungai yang mengalir ataupun air yang berupa ombak di lautan. Kekuatan air yang berasal dari sungai dapat merusak tempat

penyimpanannya dan menyebabkan banjir atau ombak tinggi yang merusak garis pantai pendek dan hal itu dapat divisualisasikan jumah kekuatan yang terlibat. Energi air dapat dimanfaatkan dan dikonversikan menjadi listrik, dan pembangkit listrik tenaga air tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca. Ini juga merupakan sumber energi terbarukan karena air secara terus menerus mengisi ulang melalui siklus hidrologi bumi. Semua sistem

hidroelectrik membutuhkan sumber air mengalir tetap, seperti sungai atau anak sungai, tidak seperti tenaga matahari dan angin, tenaga ini dapat menghasilkan tenaga terus menerus selama 24 jam setiap harinya.

Tenaga Ombak.

(12)

masih sangat awal untuk memprediksikan secepat apa ini akan berkontribusi pada gambaran energi global.

Tenaga Sungai

Pada tahun 2003, 16 persen listrik dunia diproduksi oleh pembangkit listri tenaga air. Tenaga air memanfaatkan energi air yang bergerak dari tingkat tinggi ke tingkat rendah (contoh, air mengalir kebawah) makin besar jatuhnya air, makin cepat aliran air maka makin besar listrik dapat dihasilkan, Sayangnya, bendungan yang dapat beroperasi untuk tenaga air dapat menenggelamkan ekosistem. Air membutukan komunitas hilir, petani dan ekosistem seharusnya juga dihitung sebagai bagian komunitas. Lebih lanjut, energi air dari bendungan tidak bisa diandalkan selama musim kering yang panjang dan musim kemarau ketika sungai kering atau volumenya berkurangBagaimanapun juga, sistem hidro skala kecil dapat menghasilkan listrik cukup besar tanpa membutuhkan bendungan yang besar. klasifikasi sebagai “kecil,” ‘Mini,” “mikro,” tergantung pada berapa banyak listrik yang diproduksinya, sistem hidro kecil menangkap energi sungai tanpa mengambil banyak air dari aliran alaminya. Tenaga air berskala kecil merupakan sumber energi yang ramah lingkungan dengan perkembangan yang potensial, tapi ini tidak akan mencapai potensialnya kecuali kita memberikannya kesempatan.

Lokasi Penerapan Hidroelektrik

(13)

ikan akan mengalami kepunahan akibat dari gangguan habitat. Semua itu merusak lingkungan Itaipu layaknya sebuah monster yang memiliki konstruksi besi setara dangan 380 Menara Eiffel. Pembangkit hidroelekrtiknya menghasilkan energi yang setara dengan 12 reaktor nuklir. Luar biasa. Selama bertahun-tahun kita menganggap bendungan sebagai wujud kemajuan dan simbol modernisasi yang kita banggakan. Bendungan juga membuat kita terpukau karena mampu mengendalikan air, mengubah air menjadi energi listrik dengan biaya murah. Dan semakin besar bendungan semakin besar manfaatnya.

Kini energi hidroelektrik mewakili 20% dari total produksi listrik. Sudah dibangun hampir 50 ribu bendungan besar di seluruh dunia untuk memenuhi kebutuhan listrik yang makin besar. Namun ada hal yang dilupa bahwa ada konsekuensi yang harus dibayar. Kisah bendungan Itaipu dan lainnya seharusnya membuat kita berpikir. Keuntungan dan kerugiannya.

Lain halnya dengan sungai terpanjang di Cina. Dari Tibet hingga Laut Cina Timur, terbentang lebih dari 6000 km. Di sungai inilah Bendungan Three Canyon dibangun. Bendungan terbesar di dunia. Panjangnya 2 km. Butuh 12 tahun untuk membangunnya dan dana 20 miliar Euro untuk mendirikan dinding yang berfungsi memasok listrik bagi lebih dari 100 juta warga Cina.

(14)

kehausan akan energi ini memiliki harga. Dimana penduduk Kota Wu Shan harus mengosongkan 2 juta rumah. Mereka yang tak mau pindah harus ditangkap. Bahkan kadang dipenjara dengan hukuman berat ,setelah itu pemerintah Cina mengumumkan migrasi populasi baru. Total 12 juta orang harus meralakan kehidupan demi migrasi terbesar sepanjang sejerah Cina. Dan arus sungai akan memberikan energi bagi Negara ini. Tapi ketika air mengalir melalui bendungan, tidak demikian dengan sedimen. Lumpur yang ditumpuk oleh banjir menyuburkan dan membentuk lansekap selama ribuan tahun. Kini sebagian tertahan di bendungan. Tak ada kritik maupun ancaman yang bisa menghentikan karya kegeniusan manusia ini kecuali mungkin dari alam itu sendiri. Tahun 1999, muncul retakan besar di bendungan. Sejak itu bendungan ditutup, lalu kualitas bahan yang digunakan dipertanyakan. Padahal area ini rentan akan gempa bumi. Tentu bendungan berguna, tapi banyak juga kerugiannya. Di Argentina terdapat danau buatan dimana bendungannya telah membanjiri hutan. Pohon-pohon mulai membusuk tergenang oleh air. Melepaskan sejumlah besar metana, salah satu gas rumah kaca paling berbahaya yang meyebabkan pemanasan global. Jadi kita tak bisa lagi menganggap energi hidroelektrik tak bermasalah di negara beriklim tropis. Tak hanya pohon yang terkena banjir, manusia juga. Diperkirakan sepanjang abad ke-20, sekitar 40-80 juta orang diusir untuk menciptakan waduk.

Bendungan yang berada di selatan iguazu ini dibangun dengan mengusir 20 ribu orang secara paksa dan tanpa ganti rugi apapun. Pentungan dan peluru karet digunakan untuk menghalau penentang pembangunan bendungan di awal 80-an. Karena menolak kehidupan mereka ditelan oleh air, banyak yang melihat rumah mereka dihancurkan dan dibakar. Pengusiran demi pembangunan bendungan Yacireta adalah contoh pelanggaran HAM.

3. Teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Air Dengan Tinggi Tekan Kecil Di Saluran Irigasi

(15)

air dengan tinggi tekan kecil yang dikembangkan yaitu turbin modified closed cross flow yang disingkat dengan MdCCF. Seri turbin yaitu 225-750, 300 750. Unit ini memerlukan biaya konstruksi tambahan bagi pekerjaan sipilnya, seperti intake, bak kontrol, saluran penghubung dan saluran keluar.

Lokasi Penerapan

Pembangkit listrik tenaga air berukuran kecil ini diuji coba di laboratorium hidrolika Pusat Litbang Sumber Daya Air. Penerapan prototipe dilakukan di saluran irigasi Cibeber daerah Sagaranten Sukabumi Jawa Barat.

(16)

1. Energi air merupakan energi yang termanfaatkan dibanyak belahan dunia, jika dieksploitasi dengan benar maka energi ini mampu berpotensi untuk menyediakan kebutuhan konsumsi energi dunia dalam waktu yang lebih lama dan menguntungkan dari segi ekonomi dan lingkungan

2. Pengembangan teknologi energi air dapat berupa kincir air, pembangkit listrik tenaga mikrohidro, energi hidroelektrik, dan teknologi pembangkit tenaga listrik tenaga air dengan tinggi tekanan kecil di saluran irigasi

3. Dari berbagai macam pengembangan energi air, maka setiap penerapan dalam pengembangan energi air memiliki keuntungan atau kelebihan dan kekurangan, tergantung dari cara atau mekanika dari pengelolaannya.

(17)

Anonim. 2008. Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro. IBEKA-JICA. Jakarta.

Anonim. 2003. Pedoman Pengelolaan Pengoperasian dan Pemeliharaan PLTMH Leuwi Kiara, Kabupaten Tasikmalaya. Dinas Pertambangan dan Energi. Bandung.

Hendar, Ujang. 2007. Desain, Manufacturing dan Instalasi Turbin Propeller Open Flume Ø 125 Mm di Cv Cihanjuang Inti Teknik Cimahi-Jawa Barat. Fakultas Teknologi Pertanian IPB. Bogor.

Indartono, Yuli Setyo.2008. Krisis Energi di Indonesia : Mengapa dan Harus Bagaimana. Dalam : http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/

Kjølle, Arne. 2001. Hydropower in Norway, Mechanical Equipment. Norwegian University of Science and Technology. Trondheim.

http://www.pplh.or.id

http://www.indonesiapower.co.id

Gambar

Gambar 1. Kincir air
Gambar.3 Kincir air UndershotSumber.http://osv.org/education/WaterPower
Gambar 5. Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro di perkebunan teh yang dibangun

Referensi

Dokumen terkait

Pembangkit Listrik Tenaga Mikro-hidro (PLTMH), maupun Mini-hidro, adalah suatu pembangkit listrik skala kecil dan skala besar yang menggunakan tenaga air sebagai

Pembangkit listrik tenaga air (Hydro Power Plant) atau dikenal dengan singkatan PLTA, adalah suatu sistem pembangkitan tenaga listrik dengan memanfaatkan energi gerak yang

Pembangkit Lisrik Tenaga Mikrohidro adalah istilah yang digunakan untuk instalasi pembangkit listrik yang menggunakan energi air.Kondisi air yang bisa

Prinsip dasar pembangkit listrik tenaga mikrohidro adalah memanfaatkan energi potensial yang dimiliki oleh aliran air pada jarak ketinggian tertentu dari.. tempat

Potensi sumber daya energi untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan sumber daya alam harus dimanfaatkan secara optimal untuk menumbuhkan industri padat energi yang berdaya

• Sumber energi primer dimanfaatkan secara optimal sesuai dengan Kebijakan Energi Nasional untuk menjamin penyediaan tenaga listrik yang berkelanjutan. •

Potensi energi laut ini dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik dengan memanfaatkan potensi energi fisis/kimia yang dikandung menjadi energi listrik dengan

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) adalah Suatu sistem pembangkit tenaga listrik yang mengkonversikan energi kimia listrik denganmenggunakan uap air sebagai fluida kerjanya,