• Tidak ada hasil yang ditemukan

Buku Guru Matematika SMP Penilaian (0035100250) Bab 2

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Buku Guru Matematika SMP Penilaian (0035100250) Bab 2"

Copied!
51
0
0

Teks penuh

(1)

Himpunan

Sumber:

(2)

Menjelaskan himpunan,

himpunan bagian, himpunan

semesta, himpunan kosong,

komplemen himpunan, dan

melakukan operasi biner pada

himpunan menggunakan

masalah kontekstual.

Menyelesaikan masalah

kontekstual yang berkaitan

dengan himpunan, himpunan

bagian, himpunan semesta,

himpunan kosong, komplemen

himpunan dan operasi biner

pada himpunan.

(3)

menyatakan masalah sehari-hari dalam bentuk

himpunan dengan mendata anggotaanggotanya,

menentukan anggota, bukan anggota, dan banyak

anggota himpunan serta notasinya,

• mengenal pengertian himpunan kosong serta notasinya,

himpunan berhingga dan tak hingga,

menemukan dan menentukan himpunan bagian dan

banyak himpunan bagian dari suatu himpunan,

mengenal pengertian himpunan semesta dan himpunan

kuasa dari suatu himpunan,

• menentukan representasi himpunan dengan

menggunakan diagram Venn,

menentukan hasil operasi irisan, gabungan, selisih, dan

komplemen pada himpunan serta menyajikannya dengan menggunakan diagram Venn,

menggunakan konsep himpunan dan diagram Venn

untuk menyelesaikan masalah yangberkaitan dengan kejadian sehari-hari.

(4)

Apabila kalian dapat menyebutkan atau menghitung anggota suatu himpunan, maka himpunan tersebut

disebut himpunan

berhingga, contohnya adalah himpunan

binatang buas. Jika

banyak anggota suatu himpunan tidak dapat

dihitung, maka himpunan tersebut disebut

himpunan tak hingga, contohnya adalah

kumpulan bintang di

langit yang dapat kalian lihat di malam hari.

Cobalah kalian sebutkan contoh lain untuk

himpunan tak hingga!

(5)

2.1.1 Pengertian Himpunan

Istilah kelompok, kumpulan, kelas, maupun gugus dalam

matematika dikenal dengan istilah himpunan. Konsep tentang himpunan pertama kali dikemukakan oleh seorang

matematikawan

berkebangsaanJerman, yaitu Georg Cantor yang hidup antara tahun 1845−1918

Himpunan adalah kumpulan benda-benda yang didefinisikan (diberi batasan) dengan jelas.

Dalam hal ini, yang dimaksud didefinisikan dengan jelas

adalah dapat ditentukan dengan tegas, benda apa saja yang termasuk dan yang tidak termasuk dalam suatu himpunan yang diketahui.

Benda-benda yang termasuk dalam suatu himpunan disebut

anggota, elemen, atau unsur dari suatu himpunan. Untuk selanjutnya dipergunakan istilah anggota atau elemen.

2.1 PENGERTIAN DAN KEANGGOTAAN

SUATU HIMPUNAN

(6)

Contoh:

1. Kumpulan hewan berkaki empat.

Yang merupakan anggota, misalnya: kerbau, kuda,

sapi.

Yang bukan anggota, misalnya: ayam, itik.

Jadi, kumpulan di atas adalah himpunan, karena jelas batasannya.

2. Kelompok bilangan yang merupakan faktor dari 12. Yang merupakan anggota adalah 1, 2, 3, 4, 6, dan 12.

Yang bukan anggota, misalnya: 5, 7, 8, 9, 10, 11. Jadi, kelompok di atas adalah himpunan, karena jelas batasannya.

3. Kumpulan siswa di kelasmu yang berbadan tinggi. Pengertian tinggi tidak jelas harus berapa cm

batasannya.

(7)

Contoh 1 dan 2 merupakan himpunan,

sebab dapat disebutkan dengan tegas

benda yang merupakan anggota dan

yang bukan anggota kelompok tersebut.

Pada contoh 3, batasannya tidak jelas.

Oleh karena itu, contoh tersebut bukan

merupakan himpunan. Jadi, kumpulan

atau kelompok tidak dapat disebut

himpunan jika batasannya tidak jelas.

Contoh 1 dan 2 merupakan himpunan,

sebab dapat disebutkan dengan tegas

benda yang merupakan anggota dan

yang bukan anggota kelompok tersebut.

Pada contoh 3, batasannya tidak jelas.

Oleh karena itu, contoh tersebut bukan

merupakan himpunan. Jadi, kumpulan

atau kelompok tidak dapat disebut

(8)

Himpunan dapat dinyatakan dengan menggunakan tanda kurung kurawal dan biasanya diberi nama dengan menggunakan huruf kapital, misalnya A, B, C, D, dan

seterusnya sampai Z. Misalkan himpunan

buah-buahan di atas piring pada Gambar di samping diberi nama B, maka: B = {pisang, kurung kurawal dan biasanya diberi nama dengan menggunakan huruf kapital, misalnya A, B, C, D, dan

seterusnya sampai Z. Misalkan himpunan

buah-buahan di atas piring pada Gambar di samping diberi nama B, maka: B = {pisang,

apel, mangga, belimbing}.

Sumber : RitaE, pixabay.com

2.1.2 ANGGOTA HIMPUNAN DAN

LAMBANGNYA

(9)

2.1.2 ANGGOTA HIMPUNAN DAN

LAMBANGNYA

2.1.2 ANGGOTA HIMPUNAN DAN

LAMBANGNYA

Banyak anggota suatu himpunan, misalnya

anggota himpunan A dapat dinyatakan

dengannotasi

n(A)

.

Jadi, notasi n

(

B

)

artinya banyak anggota

pada himpunan B dan n

(

C

)

artinya banyak

anggota pada himpunan C.

Banyak anggota suatu himpunan, misalnya

anggota himpunan A dapat dinyatakan

dengannotasi

n(A)

.

Jadi, notasi n

(

B

)

artinya banyak anggota

pada himpunan B dan n

(

C

)

artinya banyak

(10)

Contoh :

1. Diketahui himpunan bilangan asli genap yang kurang dari 9.

Misalkan himpunan tersebut diberi nama A, maka dapat ditulis:

A = {bilangan asli genap yang kurang dari 9}.

2. Diketahui P = {huruf-huruf pembentuk kata “siswa”}.

Pada himpunan tersebut, kata siswa terdiri atas 5

huruf, yaitu s, i, s, w, dan a.

Karena terdapat anggota yang sama, yaitu s dan hanya boleh ditulis satu kali, : P = {s, i, w, a}.

s anggota P, ditulis s P.

i anggota P, ditulis i P.

w anggota P, ditulis w P.

u bukan anggota P, ditulis u P.

Banyak anggota himpunan P adalah 4 buah, ditulis:

(11)

Kamu bisa menguji pemahaman dengan

mengerjakan soal

(12)

2.2.1 Menyatakan Himpunan dengan Kata-kata atau Sifat Keanggotaan

Contoh :

1. A = {Senin, Selasa, Sabtu}.

Penulisan dengan kata-kata atau sifat keanggotaan himpunan adalah:

A = {nama hari dalam seminggu yang dimulai dengan huruf S}.

2. C = {23, 29, 31, 37, 41, 43, 47}.

Penulisan dengan kata-kata atau sifat keanggotaan himpunan adalah:

C = {bilangan prima antara 20 dan 50}.

2.2 MENYATAKAN SUATU

HIMPUNAN

(13)

2.2.2 MENYATAKAN HIMPUNAN DENGAN

NOTASI PEMBENTUK HIMPUNAN

(14)

penulisan himpunan dengan cara mendaftar anggota-anggotanya, jika semua anggota dapat ditulis, maka urutan penulisan boleh diabaikan.

1. P = {nama bulan dalam setahun yang diawali dengan huruf J}.

Penulisan dengan mendaftar anggota-anggotanya adalah sebagai berikut.

P = {Januari, Juni, Juli} atau P = {Juni, Januari, Juli}.

2. Q = {x | x < 5, x A}, dengan A adalah himpunan ∈

bilangan asli.

Dengan mendaftar anggota-anggotanya, himpunan itu ditulis sebagai berikut.

Q = {1, 2, 3, 4} atau Q = {3, 1, 4, 2}.

penulisan himpunan dengan cara mendaftar anggota-anggotanya, jika semua anggota dapat ditulis, maka urutan penulisan boleh diabaikan.

1. P = {nama bulan dalam setahun yang diawali dengan huruf J}.

Penulisan dengan mendaftar anggota-anggotanya adalah sebagai berikut.

P = {Januari, Juni, Juli} atau P = {Juni, Januari, Juli}.

2. Q = {x | x < 5, x A}, dengan A adalah himpunan ∈

bilangan asli.

Dengan mendaftar anggota-anggotanya, himpunan itu ditulis sebagai berikut.

Q = {1, 2, 3, 4} atau Q = {3, 1, 4, 2}.

2.2.3 MENYATAKAN HIMPUNAN DENGAN

MENDAFTAR

ANGGOTA-ANGGOTANYA

2.2.3 MENYATAKAN HIMPUNAN DENGAN

MENDAFTAR

(15)

2.2.3 MENYATAKAN HIMPUNAN DENGAN

MENDAFTAR

ANGGOTA-ANGGOTANYA

2.2.3 MENYATAKAN HIMPUNAN DENGAN

MENDAFTAR

ANGGOTA-ANGGOTANYA

Jika suatu himpunan mempunyai anggota sangat banyak, dan memiliki pola tertentu, maka

penulisannya dapat dilakukan dengan menggunakan tiga buah titik, dibaca “dan seterusnya”.

1. A = {bilangan asli}, dapat kita tuliskan sebagai: A = {1, 2, 3, 4, . . .}. himpunan tak berhingga. 2. J = {bilangan cacah ganjil kurang dari 100}, maka: J = {1, 3, 5, 7, 9, . . . , 99}. himpunan berhingga. Jika suatu himpunan mempunyai anggota sangat banyak, dan memiliki pola tertentu, maka

penulisannya dapat dilakukan dengan menggunakan tiga buah titik, dibaca “dan seterusnya”.

(16)

Kamu bisa menguji

pemahaman dengan

mengerjakan soal

(17)

Himpunan kosong adalah himpunan yang

tidak mempunyai anggota, dapat ditulis

dengan notasi atau simbol { } atau

Perhatikan!

{ } adalah himpunan yang tidak mempunyai

anggota, dan

{0} adalah himpunan yang mempunyai

anggota. Banyak anggotanya adalah 1, yaitu

0.

Jadi, { } berbeda dengan {0}, atau { } ≠ {0}.

Himpunan kosong

adalah himpunan yang

tidak mempunyai anggota, dapat ditulis

dengan notasi atau simbol { } atau

Perhatikan!

{ } adalah himpunan yang tidak mempunyai

anggota, dan

{0} adalah himpunan yang mempunyai

anggota. Banyak anggotanya adalah 1, yaitu

0.

Jadi, { } berbeda dengan {0}, atau { } ≠ {0}.

(18)

2.3 HIMPUNAN KOSONG

2.3 HIMPUNAN KOSONG

Contoh:

1. Himpunan bilangan kuadrat antara 50 dan

60 adalah himpunan kosong, karena antara

50 dan 60 tidak terdapat bilangan kuadrat.

2. Himpunan nama hari dalam seminggu yang

dimulai dengan huruf J bukan himpunan

kosong karena ada nama hari yang dimulai

dengan huruf J, yaitu Jumat.

Contoh:

1. Himpunan bilangan kuadrat antara 50 dan

60 adalah himpunan kosong, karena antara

50 dan 60 tidak terdapat bilangan kuadrat.

2. Himpunan nama hari dalam seminggu yang

dimulai dengan huruf J bukan himpunan

(19)

Himpunan semesta adalah himpunan yang

memuat semua anggota himpunan yang

dibicarakan.

Himpunan semesta disebut juga semesta

pembicaraan atau himpunan universum.

Lambang himpunan semesta adalah S.

Himpunan semesta adalah himpunan yang

memuat semua anggota himpunan yang

dibicarakan.

Himpunan semesta disebut juga semesta

pembicaraan atau himpunan universum.

Lambang himpunan semesta adalah S.

Contoh: 1.

S = {murid-murid di sekolahmu},

A = {murid-murid di kelasmu}.

Ternyata himpunan S memuat semua anggota himpunan A sehingga

himpunan S merupakan himpunan semesta dari himpunan A.

Contoh: 1.

S = {murid-murid di sekolahmu},

A = {murid-murid di kelasmu}.

Ternyata himpunan S memuat semua anggota himpunan A sehingga

himpunan S merupakan himpunan semesta dari himpunan A.

(20)

2.4 HIMPUNAN SEMESTA

2.4 HIMPUNAN SEMESTA

3.

C

= {3, 5, 7}.

Himpunan-himpunan yang dapat memuat

semua

anggota himpunan

C

di antaranya

adalah {bilangan ganjil}, {bilangan prima},

atau {bilangan asli}.

Dengan demikian:

{bilangan ganjil}, {bilangan prima}, dan

{bilangan asli} merupakan

himpunan

semesta

dari himpunan

C

.

3.

C

= {3, 5, 7}.

Himpunan-himpunan yang dapat memuat

semua

anggota himpunan

C

di antaranya

adalah {bilangan ganjil}, {bilangan prima},

atau {bilangan asli}.

Dengan demikian:

{bilangan ganjil}, {bilangan prima}, dan

{bilangan asli} merupakan

himpunan

(21)

2.5.1 Membuat Diagram

Venn

Cara lain untuk

menyatakansuatu himpunan, yaitu dengan gambar atau

diagram yang disebut diagram Venn.

Diagram ini diperkenalkan

pertama kali oleh John Venn, ahli matematika

berkebangsaan Inggris yang hidup pada tahun 1834−1923.

Sumber : upload.wikimedia.org

(22)

Ketentuan dalam membuat diagram Venn adalah sebagai berikut.

a. Himpunan semesta digambarkan dengan sebuah persegi panjang dan di pojok kiri atas diberi simbol S.

b. Setiap anggota himpunan semesta ditunjukkan dengan sebuah noktah di dalam persegi panjang itu dan nama anggotanya ditulis berdekatan dengan noktahnya. Misal: S = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8}.

c. Setiap himpunan yang termuat di dalam

himpunan semesta ditunjukkan oleh kurva tertutup sederhana. Misal: S = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8}, A = {2, 4, 6, 8}. Karena semua anggota himpunan A

termuat di dalam himpunan S, maka himpunan A berada di dalam himpunanS

d. Untuk himpunan-himpunan yang mempunyai anggota sangat banyak, pada diagram Venn anggota-anggota tersebut tidak digambarkan

dengan noktah karena tidak praktis pengerjaannya. Misal: S = {siswa di sekolahmu}, D = {siswa di

kelasmu}.

Ketentuan dalam membuat diagram Venn adalah sebagai berikut.

a. Himpunan semesta digambarkan dengan sebuah persegi panjang dan di pojok kiri atas diberi simbol S.

b. Setiap anggota himpunan semesta ditunjukkan dengan sebuah noktah di dalam persegi panjang itu dan nama anggotanya ditulis berdekatan dengan noktahnya. Misal: S = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8}.

c. Setiap himpunan yang termuat di dalam

himpunan semesta ditunjukkan oleh kurva tertutup sederhana. Misal: S = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8}, A = {2, 4, 6, 8}. Karena semua anggota himpunan A

termuat di dalam himpunan S, maka himpunan A berada di dalam himpunanS

d. Untuk himpunan-himpunan yang mempunyai anggota sangat banyak, pada diagram Venn anggota-anggota tersebut tidak digambarkan

dengan noktah karena tidak praktis pengerjaannya. Misal: S = {siswa di sekolahmu}, D = {siswa di

(23)

Contoh:

1. Buatlah diagram Venn dari himpunan-himpunan berikut!

S = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8},

P = {1, 3, 5, 7},

Q = {6, 7, 8}.

Contoh:

1. Buatlah diagram Venn dari himpunan-himpunan berikut!

S = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8},

P = {1, 3, 5, 7},

Q = {6, 7, 8}.

2. Buatlah diagram Venn dari himpunan-himpunan berikut!

S = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8},

E = {1, 3, 5}, F = {6, 8}.

Jawab: Perhatikan anggota-anggota E

dan F!

Ternyata anggota-anggota E dan F tidak ada yang sama,

sehingga diagramnya seperti pada gambar di samping.

2. Buatlah diagram Venn dari himpunan-himpunan berikut!

S = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8},

E = {1, 3, 5}, F = {6, 8}.

Jawab: Perhatikan anggota-anggota E

dan F!

Ternyata anggota-anggota E dan F tidak ada yang sama,

(24)

Kamu bisa menguji

pemahaman dengan

mengerjakan soal

(25)

2.6.1 Pengertian Himpunan Bagian

Himpunan A merupakan himpunan bagian dari B, bila setiap anggota A menjadi anggota B, ditulis dengan notasi A B⊂

Pada diagram Venn di samping, ternyata himpunan A termuat di dalam B. setiap anggota A, yaitu a, b, dan c menjadianggota B. Dalam hal ini, dikatakan bahwa A adalah himpunan bagian dari B

Dari diagram Venn pada Gambar di samping, dapat juga dikatakan

(26)

Contoh:

1. Diketahui himpunan-himpunan berikut.

A = {1, 2, 3, 4, 5}.

B = {anggota A yang genap}.

C = {anggota A yang lebih dari 3}.

Tentukan hubungan himpunan B dan C terhadap A!

Jawab:

B = {2, 4}, maka {2, 4} {1, 2, 3, 4, 5} ⊂ atau B A.

C = {4, 5}, maka {4, 5} {1, 2, 3, 4, 5} ⊂ atau C A.

2. Untuk himpunan H = {a, b, c, d}, tulislah himpunan-himpunan bagian dari himpunan H

a. Mempunyai 2 anggota. b. Mempunyai 3 anggota.

Jawab:

a. Himpunan bagian dari H yang mempunyai 2 anggota adalah: {a, b}, {a, c}, {a, d},

{b, c}, {b, d}, {c, d}.

(27)

Setiap himpunan adalah himpunan bagian dari

himpunan itu sendiri.

Jadi, untuk sembarang himpunan A, selalu

berlaku A A.

Untuk setiap himpunan, misalnya himpunan A

dan B berlaku:

Jika himpunan A B dan B A, maka himpunan

A = B.

A. HIMPUNAN A SEBAGAI HIMPUNAN

BAGIAN DARI A

(28)

A. HIMPUNAN A SEBAGAI HIMPUNAN

BAGIAN DARI A

A. HIMPUNAN A SEBAGAI HIMPUNAN

BAGIAN DARI A

Contoh :Diketahui himpunan P = {m, a, r, g, i, n} dan Q = {m,

i, g, r, a, n}.

a. Apakah P Q?

b. Apakah Q P?

c. Kesimpulan apa yang dapat ditemukan dari kedua himpunan tersebut?

(29)

B. HIMPUNAN KOSONG SEBAGAI

HIMPUNAN BAGIAN

B. HIMPUNAN KOSONG SEBAGAI

HIMPUNAN BAGIAN

(30)

2.6.2 MENENTUKAN SEMUA HIMPUNAN

BAGIAN DARI SUATU HIMPUNAN

(31)

Dalam pola bilangan segitiga Pascal terdapat

hubungan antara suatu bilangan dengan jumlah dua bilangan berdekatan yang terdapat pada baris yang berada tepat di atasnya

Dalam pola bilangan segitiga Pascal terdapat

hubungan antara suatu bilangan dengan jumlah dua bilangan berdekatan yang terdapat pada baris yang berada tepat di atasnya

Pola bilangan segitiga Pascal pada Gambar di atas dapat digunakan untuk menentukan

banyak himpunan bagian dari suatu himpunan

Pola bilangan segitiga Pascal pada Gambar di atas dapat digunakan untuk menentukan

banyak himpunan bagian dari suatu himpunan

2.6.3 HIMPUNAN BAGIAN DAN POLA

BILANGAN SEGITIGA PASCAL

(32)

Contoh:

Tentukan banyak himpunan bagian dari W

= {a, b, c, d, e, f} yang mempunyai:

a. satu anggota, b. tiga anggota, c. empat anggota.

Contoh:

Tentukan banyak himpunan bagian dari W

= {a, b, c, d, e, f} yang mempunyai:

a. satu anggota, b. tiga anggota, c. empat anggota.

Perhatikan keterangan pada pola bilangan segitiga Pascal di atas untuk himpunan

dengan enam anggota, yaitu 1, 6, 15, 20, 15, 6, 1.

a. Banyak himpunan bagian yang mempunyai 1 anggota adalah 6.

b. Banyak himpunan bagian yang mempunyai 3 anggota adalah 20.

c. Banyak himpunan bagian yang mempunyai 4 anggota adalah 15.

Perhatikan keterangan pada pola bilangan segitiga Pascal di atas untuk himpunan

dengan enam anggota, yaitu 1, 6, 15, 20, 15, 6, 1.

a. Banyak himpunan bagian yang mempunyai 1 anggota adalah 6.

b. Banyak himpunan bagian yang mempunyai 3 anggota adalah 20.

(33)

Himpunan kuasa dari himpunan H adalah himpunan yang

memuat semua himpunan bagian dari H.

Himpunan kuasa dari himpunan H ditulis dengan notasi P(H).

Himpunan kuasa dari himpunan H adalah himpunan yang

memuat semua himpunan bagian dari H.

Himpunan kuasa dari himpunan H ditulis dengan notasi P(H).

Himpunan kuasa dari himpunan H dapat dinyatakan dengan notasi P(H) dan banyak

anggota dari himpunan kuasa P(H) dinyatakan dengan

n(P(H)). Dengan demikian, untukhimpunan H = {u, m,

y} dapat dinyatakan sebagai berikut:

1. Himpunan kuasa dari himpunan H adalah:

P(H) = { , { ∅ u }, { m }, { y }, {u, m}, {u, y}, {m,

y}, {u, m, y}}.

2. Banyak anggota dari himpunan kuasa H adalah:

n(P(H)) = 8.

Himpunan kuasa dari himpunan H dapat dinyatakan dengan notasi P(H) dan banyak

anggota dari himpunan kuasa P(H) dinyatakan dengan

n(P(H)). Dengan demikian, untukhimpunan H = {u, m,

y} dapat dinyatakan sebagai berikut:

1. Himpunan kuasa dari himpunan H adalah:

P(H) = { , { ∅ u }, { m }, { y }, {u, m}, {u, y}, {m,

y}, {u, m, y}}.

2. Banyak anggota dari himpunan kuasa H adalah:

n(P(H)) = 8.

(34)

Kamu bisa menguji

pemahaman dengan

mengerjakan soal

(35)

2.7.1 Irisan Himpunan

Irisan himpunan A dan B atau

A B adalah suatu himpunan

yang anggota anggotanya

merupakan anggota

himpunan A yang sekaligus

menjadi anggota himpunan B

juga. Dengan notasi

pembentuk himpunan, irisan

A dan B didefinisikan

sebagai:

A B = {x | x A dan x

B}.

(36)

1. Diketahui: K = {bilangan prima kurang dari 12},

L = {bilangan ganjil antara 2 dan 8}.

a. Tentukan K L dengan mendaftar anggota-anggotanya!

b. Buatlah diagram Venn-nya dan arsirlah daerah yang menyatakan K L!

Jawab:

a. K = {2, 3, 5, 7, 11} L = {3, 5, 7} b.

Anggota K yang sekaligus menjadi anggota L adalah 3, 5, dan 7, maka:

(37)

2. Diketahui: P = {1, 2, 3, 4, 5},

Q = {2, 4, 6, 8}.

a. Tentukan P Q dengan mendaftar anggota-anggotanya!

b. Buatlah diagram Venn-nya dan arsirlah daerah yang

menyatakan P Q!

Jawab:

a. P = {1, 2, 3, 4, 5} b. Q = {2, 4, 6, 8}

Anggota P yang sekaligus menjadi anggota Q adalah

(38)

a. Pengertian Gabungan Himpunan

Gabungan himpunan A dan B atau A B

adalah suatu himpunan yang

anggota-anggotanya merupakan anggota A, atau

anggota B, atau anggota persekutuan A

dan B. Dengan notasi pembentuk

himpunan, gabungan A dan B didefinisikan

sebagai:

A B = { x | x A atau x B }.

2.7.2 GABUNGAN (UNION)

HIMPUNAN

(39)

2.7.2 GABUNGAN (UNION)

HIMPUNAN

(40)

2. Diketahui: K = {bilangan asli kurang dari 7},

L = {lima bilangan prima yang pertama}.

a. Nyatakan K L dengan mendaftar anggota-anggotanya!

b. Buatlah diagram Venn-nya dan arsirlah daerah K L!

Jawab:

a. K = {1, 2, 3, 4, 5, 6} b.

L = {2, 3, 5, 7, 11}

K L = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 11}

2. Diketahui: K = {bilangan asli kurang dari 7},

L = {lima bilangan prima yang pertama}.

a. Nyatakan K L dengan mendaftar anggota-anggotanya!

b. Buatlah diagram Venn-nya dan arsirlah daerah K L!

Jawab:

a. K = {1, 2, 3, 4, 5, 6} b.

L = {2, 3, 5, 7, 11}

(41)

Selisih himpunan A dan B atau A – B adalah

himpunan semua

anggota A yang tidak menjadi anggota B.

Dengan notasi pembentuk himpunan, selisih

himpunan A dan B didefinisikan sebagai:

A – B = { x | x A dan x B }.

Selisih himpunan A dan B atau A – B adalah

himpunan semua

anggota A yang tidak menjadi anggota B.

Dengan notasi pembentuk himpunan, selisih

himpunan A dan B didefinisikan sebagai:

A – B = { x | x A dan x B }.

(42)

2.7.3 SELISIH DUA HIMPUNAN

2.7.3 SELISIH DUA HIMPUNAN

Contoh

Diketahui: S = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7}, A = {1, 3, 4, 7}, dan

B = {2, 3, 5, 6, 7}.

Tentukan selisih himpunan berikut!

a. A B b. B A

Tentukan selisih himpunan berikut!

(43)

Dari diagram Venn di samping, tentukan selisih himpunan berikut!

a. S – (P Q) c. (P Q) – (P Q)

b. S – (P Q)

Jawab: a. S – (P Q) = S – {c, d} c. (P Q) – (P Q) = {a, b, e, f, g, h, i, j}. = {a, b, e, c, d, f, g} – {c, d}

= {a, b, e, f, g}.

b. S – (P Q) = S – {a, b, e, c, d, f, g} = {h, i, j}.

Dari diagram Venn di samping, tentukan selisih himpunan berikut!

a. S – (P Q) c. (P Q) – (P Q)

b. S – (P Q)

Jawab: a. S – (P Q) = S – {c, d} c. (P Q) – (P Q) = {a, b, e, f, g, h, i, j}. = {a, b, e, c, d, f, g} – {c, d}

= {a, b, e, f, g}.

(44)

Komplemen himpunan

A

adalah suatu

himpunan yang anggotaanggotanya

merupakan

anggota S yang bukan anggota A

.

Dengan notasi pembentuk himpunan dapat

ditulis:

A’

= {

x

|

x

A

dan

x

S

}.

Komplemen himpunan

A

adalah suatu

himpunan yang anggotaanggotanya

merupakan

anggota S yang bukan anggota A

.

Dengan notasi pembentuk himpunan dapat

ditulis:

A’

= {

x

|

x

A

dan

x

S

}.

(45)

Contoh: Diketahui: S = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10},

A = {1, 3, 5, 7, 9}, B = {1, 2, 3, 6}.

a. Nyatakan A ∪ (A B) dengan mendaftar anggota-anggotanya!

b. Buatlah diagram Venn-nya dengan memberi arsiran!

Contoh: Diketahui: S = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10},

A = {1, 3, 5, 7, 9}, B = {1, 2, 3, 6}.

a. Nyatakan A ∪ (A B) dengan mendaftar anggota-anggotanya!

b. Buatlah diagram Venn-nya dengan memberi

arsiran!Jawab: a. A (A B) = {2, 4, 6, 8, 10} {1, 3} = {1, 2, 3, 4, 6, 8,

10}.

b. Langkah-langkah membuat diagram Venn A ’ ∪ (A B) adalah:

(46)

Kamu bisa menguji

pemahaman dengan

mengerjakan soal

(47)

1.

Setelah diadakan pencatatan terhadap 50

anak tentang jenis olahraga yang digemari,

terdapat 32 anak gemar voli, 40 anak gemar

bulu tangkis, dan 25 anak gemar

kedua-duanya.

a.

Buatlah diagram Venn dari keterangan di

atas!

b.

Berapa anak yang tidak gemar voli maupun

bulu tangkis?

1.

Setelah diadakan pencatatan terhadap 50

anak tentang jenis olahraga yang digemari,

terdapat 32 anak gemar voli, 40 anak gemar

bulu tangkis, dan 25 anak gemar

kedua-duanya.

a.

Buatlah diagram Venn dari keterangan di

atas!

b.

Berapa anak yang tidak gemar voli maupun

bulu tangkis?

2.8 PENERAPAN DIAGRAM VENN UNTUK

IRISAN DAN GABUNGAN HIMPUNAN

2.8 PENERAPAN DIAGRAM VENN UNTUK

(48)

Jawab:

a. V = {anak yang gemar voli}

B = {anak yang gemar bulu tangkis}

Yang hanya gemar voli : 32 – 25 = 7 anak.

yang hanya gemar bulu tangkis 40 – 25 = 15 anak.

b. Banyak anak yang tidak gemar voli maupun bulu tangkis adalah 3 anak. Yang tidak gemar voli

maupun bulu tangkis, yaitu:

(49)

2. Dalam sebuah kelas terdapat 40 orang siswa, 25

orang gemar minum es buah, 35 orang gemar minum es krim, dan yang gemar kedua minuman tersebut

sebanyak x orang.

a. Buatlah diagram Venn dari keterangan di atas!

b. Berapa orang siswa yang gemar kedua jenis minuman tersebut?

2. Dalam sebuah kelas terdapat 40 orang siswa, 25

orang gemar minum es buah, 35 orang gemar minum es krim, dan yang gemar kedua minuman tersebut

sebanyak x orang.

a. Buatlah diagram Venn dari keterangan di atas!

b. Berapa orang siswa yang gemar kedua jenis minuman tersebut?

Jadi, yang gemar kedua jenis minuman

(50)

Kamu bisa menguji

pemahaman dengan

mengerjakan soal

(51)

TUGAS PROYEK

HALAMAN 72

Gambar

gambar di samping.gambar di samping.

Referensi

Dokumen terkait

Dalam perspektif Pakta Integritas, seluruh proses Pengadaan Barang dan Jasa pemerintah, pada dasarnya semua pihak yang terkait dengan proses dan aktivitas tender harus menolak

Chapter II is review of related literature, it consists of previous study, language variety, slang, history of slang, kind of slang, the characteristic of slang,

Holonomic walking robot yang dikembangkan ini berbasiskan microcontroller, dimana AVR pada module on-board controller adalah sebagai sistem pengontrol dengan

Sampel pada penelitian eksperimental ini adalah ekstrak bawang putih ( Allium sativum Linn ) yang dibuat dengan cara maserasi.. Hasil : Hasil untuk uji aktivitas antibakteri

Terlihat ada perubahan dari briket segar (fresh) yang disimpan dan briket tidak segar (tidak fresh). 2) Dilihat dari hasil penelitian, briket sampah dari residu

The South African government has attempted to alleviate the privatization concerns of its labour union allies – notably the Congress of South African Trade Unions (Cosatu) – by

Jika pada saat mengajukan permohonan, pemohon telah membawa hasil penilaian kesesuaian (misalnya laporan hasil uji atau sertifikat sistem manajemen), maka hasil penilaian

Border Gateway Protocol (BGP) merupakan sebuah protocol routing yang digunakan untuk mentransfer data informasi antara gateway dengan host yang berbeda dan lalu lintas