INITIAL PUBLIC OFFERING / IPO
INITIAL PUBLIC OFFERING / IPO
I.KINERJA IPO JANGKA PENDEK/UNDERPRICING I.KINERJA IPO JANGKA PENDEK/UNDERPRICING
Informasi asimetris, dasar asumsinya ada perbedaan informasi Informasi asimetris, dasar asumsinya ada perbedaan informasi
antara berbagai pihak terhadap nilai saham tersebut. Salah satunya antara berbagai pihak terhadap nilai saham tersebut. Salah satunya menganggap bahwa underwriter punya informasi yg lebih baik dari menganggap bahwa underwriter punya informasi yg lebih baik dari
issuer. issuer.
Winner coursenya Rock 1986, ada informasi asimetris diantara Winner coursenya Rock 1986, ada informasi asimetris diantara
investor potensial, beberapa investor punya akses informasi berapa investor potensial, beberapa investor punya akses informasi berapa
nilai saham yang hendak dikeluarkan investor lainnya tidak punya. nilai saham yang hendak dikeluarkan investor lainnya tidak punya.
Underwriter dan issuer melakukan kesalahan acak dalam penetapan Underwriter dan issuer melakukan kesalahan acak dalam penetapan harga, ada yang undervalue dan overvalue. Informed investor hanya harga, ada yang undervalue dan overvalue. Informed investor hanya
beli yang undervalue. beli yang undervalue.
Tradisional, karena UU, ada kolusi diantara para underwriter, ada Tradisional, karena UU, ada kolusi diantara para underwriter, ada
kesan baik thd saham underprice, firm commitment, proses kesan baik thd saham underprice, firm commitment, proses underwriting ada unsur undepricing, issuer dan underwriter underwriting ada unsur undepricing, issuer dan underwriter
menganggap underpricing bentuk jaminan thd tuntutan hukum. menganggap underpricing bentuk jaminan thd tuntutan hukum.
IPO ……….lanjutan
IPO ……….lanjutan
II.KINERJA JANGKA PANJANG YANG JELEK
II.KINERJA JANGKA PANJANG YANG JELEK
Pembuktian empiris thd anomali ini sebenarnya
Pembuktian empiris thd anomali ini sebenarnya
masih dlm taraf permulaan (Sembel, 1996), Ritter
masih dlm taraf permulaan (Sembel, 1996), Ritter
1991 menemukan bahwa pada pasar sekunder
1991 menemukan bahwa pada pasar sekunder
saham IPO berkinerja jelek selama 3 tahun.
saham IPO berkinerja jelek selama 3 tahun.
Hasil dari undepricing menyebabkan IR yang
Hasil dari undepricing menyebabkan IR yang
positif dalam jangka pendek dan kinerja jangka
positif dalam jangka pendek dan kinerja jangka
panjang yg jelek menyebabkan Cumulatif
panjang yg jelek menyebabkan Cumulatif
Abnormal Return dari saham IPO membentuk
Abnormal Return dari saham IPO membentuk
pola naik turun, ini menunjukkan harga yang
pola naik turun, ini menunjukkan harga yang
terjadi pada saat awal pasar sekunder bukanlah
terjadi pada saat awal pasar sekunder bukanlah
harga yang wajar. Dalam Jangka panjang IR
harga yang wajar. Dalam Jangka panjang IR
positif yang diperoleh dari underpricing,
positif yang diperoleh dari underpricing,
ditiadakan karena kerugian yang dialami dalam
ditiadakan karena kerugian yang dialami dalam
jangka panjang (Sembel, 1996)
IPO ……….lanjutan
IPO ……….lanjutan
III.PASAR SAHAM IPO “ HOT DAN COLD”
III.PASAR SAHAM IPO “ HOT DAN COLD”
Saham “Hot” didefinisikan sebagai saham dengan Initial Return (IR) di Saham “Hot” didefinisikan sebagai saham dengan Initial Return (IR) di
atas rata-rata. Pasar saham IPO “Hot” terjadi bila IR saham baru secara atas rata-rata. Pasar saham IPO “Hot” terjadi bila IR saham baru secara rata2 sangat tinggi untuk jangka waktu yang panjang. Ibbotson dan Jaffe rata2 sangat tinggi untuk jangka waktu yang panjang. Ibbotson dan Jaffe
(1975) dan Ritter (1984) menemukan bahwa tingkat underpricing IR (1975) dan Ritter (1984) menemukan bahwa tingkat underpricing IR
bervariasi dari periode satu ke periode lainnya dan membentuk siklus IR bervariasi dari periode satu ke periode lainnya dan membentuk siklus IR yang tinggi (Hot) dan rendah (Cold). Tingkat underpricing juga bervariasi yang tinggi (Hot) dan rendah (Cold). Tingkat underpricing juga bervariasi
dari satu sektor ke sektor lainnya. Siklus ini juga dapat dilihat pada volume dari satu sektor ke sektor lainnya. Siklus ini juga dapat dilihat pada volume
IPO (Roy Sembel, 1996). IPO (Roy Sembel, 1996).
Menjelaskan siklus saham-saham “Hot “dan “Cold” secara tidak langsung Menjelaskan siklus saham-saham “Hot “dan “Cold” secara tidak langsung
berhubungan dengan penjelasan IR positif. Sebagai contoh, Ritter[1984) berhubungan dengan penjelasan IR positif. Sebagai contoh, Ritter[1984) mencoba menggunakan model Winner’s Curse dari Rock sebagai dasar mencoba menggunakan model Winner’s Curse dari Rock sebagai dasar
pengembangan hipotesis perubahan komposisi resiko (changing risk pengembangan hipotesis perubahan komposisi resiko (changing risk
IPO ……….lanjutan
IPO ……….lanjutan
III.PASAR SAHAM IPO “ HOT DAN COLD”
III.PASAR SAHAM IPO “ HOT DAN COLD”
Dalam hal ini model Rock menyatakan bahwa
Dalam hal ini model Rock menyatakan bahwa
ada hubungan positif antara uncertainty dan
ada hubungan positif antara uncertainty dan
underpricing, hipotesis Ritter ini memprediksi
underpricing, hipotesis Ritter ini memprediksi
bahwa pasar IPO selama periode “Hot” terdiri
bahwa pasar IPO selama periode “Hot” terdiri
dari perusahaan yang beresiko tinggi.
dari perusahaan yang beresiko tinggi.
Tetapi ternyata Ritter tidak menemukan bukti
Tetapi ternyata Ritter tidak menemukan bukti
yang menyakinkan untuk mendukung
yang menyakinkan untuk mendukung
hipotesisnya karena hubungan antara resiko
hipotesisnya karena hubungan antara resiko
IPO ……….lanjutan
IPO ……….lanjutan
IV.TEORI WIPO (WITHDRAWAN IPO)
IV.TEORI WIPO (WITHDRAWAN IPO)
1. Withdrawn IPO (WIPO) 1. Withdrawn IPO (WIPO)
Sembel (1996) menjelaskan anomali IPO berbeda total dari apa yang Sembel (1996) menjelaskan anomali IPO berbeda total dari apa yang
dijelaskan teori-teori sebelumnya. Dalam model yang disebut WIPO dijelaskan teori-teori sebelumnya. Dalam model yang disebut WIPO
model, underwriter menetapkan harga saham di IPO merupakan cerminan model, underwriter menetapkan harga saham di IPO merupakan cerminan
dari keseluruhan nilai informasi yang ada, sebab underwriter hendak dari keseluruhan nilai informasi yang ada, sebab underwriter hendak
menjaga reputasinya thd investor dan juga perusahaan ( issuing firms). menjaga reputasinya thd investor dan juga perusahaan ( issuing firms).
Jadi, harga IPO merupakan harga wajar di mana underwriter tidak Jadi, harga IPO merupakan harga wajar di mana underwriter tidak
melakukan manipulasi harga melalui teknik underpricing atau overpricing. melakukan manipulasi harga melalui teknik underpricing atau overpricing.
Pada saat menetapkan harga finalPada saat menetapkan harga final IPO, underwriter menyesuaikan IPO, underwriter menyesuaikan
dengan komponen sistematik ( fundamental) dari excess demand, tapi dengan komponen sistematik ( fundamental) dari excess demand, tapi
untuk komponen random tidak dilakukan, sehingga jika komponen untuk komponen random tidak dilakukan, sehingga jika komponen
random ini excess demand-nya negatif maka dilakukan penundaan IPO. random ini excess demand-nya negatif maka dilakukan penundaan IPO.
Akibatnya, IPO yang lainnya ( yang tidak ditunda) menjadikan average Akibatnya, IPO yang lainnya ( yang tidak ditunda) menjadikan average
excess demand-nya
excess demand-nya positif. Kondisi yang seperti inilah mengakibatkan positif. Kondisi yang seperti inilah mengakibatkan excess demand yang positif menjadi IR yang positif .
IPO ……….lanjutan
IPO ……….lanjutan
IV.TEORI WIPO (WITHDRAWAN IPO)
IV.TEORI WIPO (WITHDRAWAN IPO)
2.Asumsi WIPO Model 2.Asumsi WIPO Model
Underwriter adalah pelaku pasar untuk jangka panjang. Underwriter adalah pelaku pasar untuk jangka panjang.
Ada dua grup investor: frequent investor (investor yang berpengalaman Ada dua grup investor: frequent investor (investor yang berpengalaman
berpartisipasi dalam IPO dan punya akses informasi) dan occasional berpartisipasi dalam IPO dan punya akses informasi) dan occasional
investor (investor yang tidak berpengalaman dan tidak punya akses investor (investor yang tidak berpengalaman dan tidak punya akses
informasi). informasi).
Setiap Investor (I) mempunyai keterbatasan dana (W) untuk melakukan Setiap Investor (I) mempunyai keterbatasan dana (W) untuk melakukan
Investasi di IPO, total dana dari keseluruhan dana di pasar juga terbatas Investasi di IPO, total dana dari keseluruhan dana di pasar juga terbatas
(W= Jumlah dana dari Investor). (W= Jumlah dana dari Investor).
Permintaan pasar merupakan fungsi dari faktor sistematik (berkaitan Permintaan pasar merupakan fungsi dari faktor sistematik (berkaitan
dengan harga), dan juga faktor random. Nilai rata-rata (mean) dari density dengan harga), dan juga faktor random. Nilai rata-rata (mean) dari density
IPO ……….lanjutan
IPO ……….lanjutan
IV.TEORI WIPO (WITHDRAWAN IPO)
IV.TEORI WIPO (WITHDRAWAN IPO)
3.Pengertian WIPO Model 3.Pengertian WIPO Model
Underwriter merupakan long-term dan informed player dan penting Underwriter merupakan long-term dan informed player dan penting
menjaga reputasinya pada investor dengan cara tidak memanipulasi menjaga reputasinya pada investor dengan cara tidak memanipulasi
harga IPO lewat overpriced, dan menjaga reputasinya pada perusahaan harga IPO lewat overpriced, dan menjaga reputasinya pada perusahaan yang ingin menerbitkan saham (issuing firms) dengan tidak memanipulasi yang ingin menerbitkan saham (issuing firms) dengan tidak memanipulasi
harga lewat underpriced. harga lewat underpriced.
Melalui pembicaraan dengan underwriter, frequent investor tahu bahwa Melalui pembicaraan dengan underwriter, frequent investor tahu bahwa
underwriter menetapkan harga IPO berdasarkan keseluruhan informasi underwriter menetapkan harga IPO berdasarkan keseluruhan informasi
yang dimiliki. Hubungan erat antara frequent investor dan underwriter ini yang dimiliki. Hubungan erat antara frequent investor dan underwriter ini
mencegah underwriter melakukan overpricing. mencegah underwriter melakukan overpricing.
Jika underwriter tidak menetapkan harga secara akurat, maka Jika underwriter tidak menetapkan harga secara akurat, maka
underwriter akan kehilangan pelanggan setianya. Padahal lebih mudah underwriter akan kehilangan pelanggan setianya. Padahal lebih mudah bagi underwriter menjual saham IPO berikutnya, jika punya pelanggan bagi underwriter menjual saham IPO berikutnya, jika punya pelanggan
setia, terutama dari segi waktu dan biaya untuk mencari pelanggan setia, terutama dari segi waktu dan biaya untuk mencari pelanggan
IPO ……….lanjutan
IPO ……….lanjutan
IV.TEORI WIPO (WITHDRAWAN IPO)
IV.TEORI WIPO (WITHDRAWAN IPO)
3.Pengertian WIPO Model …. lanjutan 3.Pengertian WIPO Model …. lanjutan
Underpricing merupakan bencana bagi perusahaan ( issuing firms). Underpricing merupakan bencana bagi perusahaan ( issuing firms).
Karena itu, kekhawatiran akan kehilangan Perusahaan potensial pada Karena itu, kekhawatiran akan kehilangan Perusahaan potensial pada
IPO selanjutnya menyebabkan underwriter tidak akan melakukan IPO selanjutnya menyebabkan underwriter tidak akan melakukan
underpriced. Dua sisi reputasi inilah yang membuat underwriter underpriced. Dua sisi reputasi inilah yang membuat underwriter
menetapkan harga IPO pada keseluruhan nilai informasi yang dimiliki menetapkan harga IPO pada keseluruhan nilai informasi yang dimiliki (harga wajar). Investor secara keseluruhan menilai harga IPO dengan (harga wajar). Investor secara keseluruhan menilai harga IPO dengan tepat. Rata-rata (mean) dari density function penilaian investor berada tepat. Rata-rata (mean) dari density function penilaian investor berada
pada keseluruhan nilai informasi yang dimiliki (harga wajar), pada keseluruhan nilai informasi yang dimiliki (harga wajar),
Keheterogenan penilaian berasal dari Occasional investor. Keheterogenan penilaian berasal dari Occasional investor.
Semua investor mempunyai dana yang terbatas dalam melakukan Semua investor mempunyai dana yang terbatas dalam melakukan
investasi di IPO. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan kapasitas investasi di IPO. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan kapasitas
meminjam yang juga berarti terjadi keterbatasan short-selling. Akibat dari meminjam yang juga berarti terjadi keterbatasan short-selling. Akibat dari
keterbatasan dalam short-sell, keheterogenan penilaian investor, dan keterbatasan dalam short-sell, keheterogenan penilaian investor, dan
keterbatasan dana menyebabkan kurva demand menjadi downward keterbatasan dana menyebabkan kurva demand menjadi downward
IPO ……….lanjutan
IPO ……….lanjutan
IV.TEORI WIPO (WITHDRAWAN IPO)
IV.TEORI WIPO (WITHDRAWAN IPO)
3.Pengertian WIPO Model …. Lanjutan 3.Pengertian WIPO Model …. Lanjutan
Total permintaan pasar dipengaruhi oleh faktor sistematik (harga relatif Total permintaan pasar dipengaruhi oleh faktor sistematik (harga relatif
dan fundamental) dan faktor random (non-harga). Faktor harga dan fundamental) dan faktor random (non-harga). Faktor harga
menyebabkan gerakan sepanjang kurva demand. Faktor random menyebabkan gerakan sepanjang kurva demand. Faktor random
menyebabkan pergeseran dari kurva demand. Saat menetapan harga menyebabkan pergeseran dari kurva demand. Saat menetapan harga
IPO, pihak underwriter mengabaikan faktor random. Jika harga IPO yang IPO, pihak underwriter mengabaikan faktor random. Jika harga IPO yang
ditawarkan merupakan refleksi dari nilai keseluruhan informasi yang ditawarkan merupakan refleksi dari nilai keseluruhan informasi yang
dimiliki, maka secara rata-rata demand sama dengan supply (dkl dapat dimiliki, maka secara rata-rata demand sama dengan supply (dkl dapat dikatakan secara rata2 faktor random-nya nol). Jika faktor random-nya dikatakan secara rata2 faktor random-nya nol). Jika faktor random-nya negatif, berarti demand < daripada supply. Pada situasi ini, underwriter negatif, berarti demand < daripada supply. Pada situasi ini, underwriter
mengusulkan menunda atau membatalkan IPO. mengusulkan menunda atau membatalkan IPO.
Sedangkan untuk IPO yang sukses (tidak dilakukan penundaan), faktor Sedangkan untuk IPO yang sukses (tidak dilakukan penundaan), faktor
randomnya berada pada nilai nol atau positif. Pada IPO ini, secara rata2 randomnya berada pada nilai nol atau positif. Pada IPO ini, secara rata2
excess demand-nya positif. Selanjutnya ketika berada pada pasar excess demand-nya positif. Selanjutnya ketika berada pada pasar
sekunder, harga akan lebih tinggi dari IPO. Di sinilah positif average Initial sekunder, harga akan lebih tinggi dari IPO. Di sinilah positif average Initial
IPO / WIPO
IPO / WIPO
I. JELASKAN SECARA SINGKAT TEORI WIPO U/MENJELASKAN I. JELASKAN SECARA SINGKAT TEORI WIPO U/MENJELASKAN
ANOMALI IPO ANOMALI IPO
Sembel (1996) menjelaskan anomali IPO berbeda total dari apa yang Sembel (1996) menjelaskan anomali IPO berbeda total dari apa yang
dijelaskan teori-teori sebelumnya. Dalam model yang disebut WIPO dijelaskan teori-teori sebelumnya. Dalam model yang disebut WIPO
model, underwriter menetapkan harga saham di IPO merupakan cerminan model, underwriter menetapkan harga saham di IPO merupakan cerminan
dari keseluruhan nilai informasi yang ada, sebab underwriter hendak dari keseluruhan nilai informasi yang ada, sebab underwriter hendak
menjaga reputasinya thd investor dan juga perusahaan ( issuing firms). menjaga reputasinya thd investor dan juga perusahaan ( issuing firms).
Jadi, harga IPO merupakan harga wajar di mana underwriter tidak Jadi, harga IPO merupakan harga wajar di mana underwriter tidak
melakukan manipulasi harga melalui teknik underpricing atau overpricing. melakukan manipulasi harga melalui teknik underpricing atau overpricing.
Pada saat menetapkan harga finalPada saat menetapkan harga final IPO, underwriter menyesuaikan IPO, underwriter menyesuaikan
dengan komponen sistematik ( fundamental) dari excess demand, tapi dengan komponen sistematik ( fundamental) dari excess demand, tapi
untuk komponen random tidak dilakukan, sehingga jika komponen untuk komponen random tidak dilakukan, sehingga jika komponen
random ini excess demand-nya negatif maka dilakukan penundaan IPO. random ini excess demand-nya negatif maka dilakukan penundaan IPO.
Akibatnya, IPO yang lainnya ( yang tidak ditunda) menjadikan average Akibatnya, IPO yang lainnya ( yang tidak ditunda) menjadikan average
excess demand-nya
excess demand-nya positif. Kondisi yang seperti inilah mengakibatkan positif. Kondisi yang seperti inilah mengakibatkan excess demand yang positif menjadi IR yang positif .
PENJELASAN WIPO..lanjutan
PENJELASAN WIPO..lanjutan
Underwriter merupakan long-term dan informed player dan penting Underwriter merupakan long-term dan informed player dan penting
menjaga reputasinya pada investor dengan cara tidak memanipulasi menjaga reputasinya pada investor dengan cara tidak memanipulasi
harga IPO lewat overpriced, dan menjaga reputasinya pada perusahaan harga IPO lewat overpriced, dan menjaga reputasinya pada perusahaan yang ingin menerbitkan saham (issuing firms) dengan tidak memanipulasi yang ingin menerbitkan saham (issuing firms) dengan tidak memanipulasi
harga lewat underpriced. harga lewat underpriced.
Melalui pembicaraan dengan underwriter, frequent investor tahu bahwa Melalui pembicaraan dengan underwriter, frequent investor tahu bahwa
underwriter menetapkan harga IPO berdasarkan keseluruhan informasi underwriter menetapkan harga IPO berdasarkan keseluruhan informasi
yang dimiliki. Hubungan erat antara frequent investor dan underwriter ini yang dimiliki. Hubungan erat antara frequent investor dan underwriter ini
mencegah underwriter melakukan overpricing. mencegah underwriter melakukan overpricing.
Jika underwriter tidak menetapkan harga secara akurat, maka Jika underwriter tidak menetapkan harga secara akurat, maka
underwriter akan kehilangan pelanggan setianya. Padahal lebih mudah underwriter akan kehilangan pelanggan setianya. Padahal lebih mudah bagi underwriter menjual saham IPO berikutnya, jika punya pelanggan bagi underwriter menjual saham IPO berikutnya, jika punya pelanggan
setia, terutama dari segi waktu dan biaya untuk mencari pelanggan setia, terutama dari segi waktu dan biaya untuk mencari pelanggan
IPO / WIPO
IPO / WIPO
II.APA KELEMAHAN TEORI WIPO;II.APA KELEMAHAN TEORI WIPO; (1) Apakah emiten yang telah merencanakan (1) Apakah emiten yang telah merencanakan IPO, lalu memasuki proses IPO (dan tentunya telah mengorbankan
IPO, lalu memasuki proses IPO (dan tentunya telah mengorbankan sejumlah sumberdaya) akan bersedia membatalkan IPO semata-mata sejumlah sumberdaya) akan bersedia membatalkan IPO semata-mata
karena
karena excess demandexcess demandnya tidak terlalu kuat/negatif, padahal nya tidak terlalu kuat/negatif, padahal excess excess demand
demand yang kuat tidak akan mempengaruhi harga IPO dan arus kas yang kuat tidak akan mempengaruhi harga IPO dan arus kas yang akan diterima emiten (sebab penjamin emisi akan menawarkan yang akan diterima emiten (sebab penjamin emisi akan menawarkan
harga pada
harga pada full information valuefull information value saham untuk menjaga reputasinya) saham untuk menjaga reputasinya)
Pembatalan proses IPO seharusnya akan menjadi ajang negosiasi antara Pembatalan proses IPO seharusnya akan menjadi ajang negosiasi antara
penjamin emisi dan emiten, dan akan melibatkan pembicaraan tentang penjamin emisi dan emiten, dan akan melibatkan pembicaraan tentang
cost benefit tradeoff-nya
cost benefit tradeoff-nya . Jika emiten tetap memutuskan untuk . Jika emiten tetap memutuskan untuk meneruskan IPO (misalkan karena merupakan bagian dari
meneruskan IPO (misalkan karena merupakan bagian dari strategic strategic planning perusahaan
planning perusahaan) , tidakkah penjamin emisi mungkin akan ) , tidakkah penjamin emisi mungkin akan menegosiasikan penetapan harga secara diskon (
menegosiasikan penetapan harga secara diskon (underpricingunderpricing) untuk ) untuk meneruskan proses IPO ?
meneruskan proses IPO ? Jika hal ini terjadi, maka asumsi bahwa Jika hal ini terjadi, maka asumsi bahwa penjamin emisi tidak melakukan
penjamin emisi tidak melakukan underpricingunderpricing tidak berlaku lagi, dan tidak berlaku lagi, dan meruntuhkan model secara keseluruhan, sebab IPO yang diteruskan meruntuhkan model secara keseluruhan, sebab IPO yang diteruskan
(tidak ditarik) mungkin mengandung IPO yang
(tidak ditarik) mungkin mengandung IPO yang underpricingunderpricing sehingga sehingga
positive initial return
positive initial return adalah karena penetapan harga IPO yang adalah karena penetapan harga IPO yang underpricing
IPO / WIPO
IPO / WIPO
II.APA KELEMAHAN TEORI WIPO;
II.APA KELEMAHAN TEORI WIPO; (2) Meski tidak dinyatakan secara eksplisit, Model WIPO (2) Meski tidak dinyatakan secara eksplisit, Model WIPO
berasumsi bahwa pasar modal
berasumsi bahwa pasar modal tidak efisien secara informasitidak efisien secara informasi. Hipotesis efisiensi . Hipotesis efisiensi pasar menyatakan bahwa harga pasar saham telah merefleksikan seluruh informasi
pasar menyatakan bahwa harga pasar saham telah merefleksikan seluruh informasi
yang relevan, sekalipun informasi tersebut hanya dimiliki oleh sebagian investor. Jika
yang relevan, sekalipun informasi tersebut hanya dimiliki oleh sebagian investor. Jika
mispricing
mispricing terjadi secara terjadi secara undervalueundervalue, , informed investor akaninformed investor akan menawar saham harga menawar saham harga lebih tinggi (termasuk melakukan
lebih tinggi (termasuk melakukan margin tradingmargin trading) dan seketika harga akan naik ) dan seketika harga akan naik menuju
menuju fair pricefair pricenya. Jika nya. Jika mispricingmispricing terjadi secara terjadi secara overvalueovervalue, maka akan terjadi , maka akan terjadi short short selling
selling yang seketika akan menekan harga saham menuju yang seketika akan menekan harga saham menuju fair pricefair pricenya. Margin nya. Margin
trading dan short selling merupakan dua bentuk aktivitas perdagangan yang seketika
trading dan short selling merupakan dua bentuk aktivitas perdagangan yang seketika
akan menekan harga saham agar berada pada nilai wajarnya, sekalipun informasi
akan menekan harga saham agar berada pada nilai wajarnya, sekalipun informasi
tidak tersebar secara sistematis kepada seluruh investor . Lagipula, model ini
tidak tersebar secara sistematis kepada seluruh investor . Lagipula, model ini
berasumsi bahwa jumlah
berasumsi bahwa jumlah uninformed investoruninformed investor adalah seimbang dengan uninformed adalah seimbang dengan uninformed investor (sekalipun masing-masing investor mempunyai kekayaan yang terbatas).
investor (sekalipun masing-masing investor mempunyai kekayaan yang terbatas).
Asumsi tentang regulasi yang membatasi
Asumsi tentang regulasi yang membatasi short sellingshort selling dan asumsi terbatasnya dan asumsi terbatasnya
kekayaan yang dimiliki setiap investor untuk diinvestasikan pada saham IPO memberi
kekayaan yang dimiliki setiap investor untuk diinvestasikan pada saham IPO memberi
batasan teoritis untuk membenarkan kesimpulan model tentang
batasan teoritis untuk membenarkan kesimpulan model tentang long term long term underperformance
underperformance. Akan tetapi, bukti empiris yang menunjukkan jangka waktu yang . Akan tetapi, bukti empiris yang menunjukkan jangka waktu yang terlihat adalah lima tahun menimbulkan pertanyaan. Sekalipun
terlihat adalah lima tahun menimbulkan pertanyaan. Sekalipun short sellingshort selling
merupakan bentuk aktivitas perdagangan yang dilarang, apakah penyesuaian harga
merupakan bentuk aktivitas perdagangan yang dilarang, apakah penyesuaian harga
suatu saham membutuhkan waktu begitu lama untuk mencapai fair price-nya ?
suatu saham membutuhkan waktu begitu lama untuk mencapai fair price-nya ?
Asumsi implicit ini menjadi landasan teoritis yang tidak cukup kuat untuk menjelaskan
Asumsi implicit ini menjadi landasan teoritis yang tidak cukup kuat untuk menjelaskan
long term underperformance sebab umumnya pengujian-pengujian atas efisiensi
long term underperformance sebab umumnya pengujian-pengujian atas efisiensi
pasar menunjukkan bahwa secara umum pasar modal adalah efisien secara
pasar menunjukkan bahwa secara umum pasar modal adalah efisien secara
informasi, paling tidak dalam bentuk lemah.
IPO / WIPO
IPO / WIPO
III.ANOMALI UNDERPRICING MENURUT WINNER CURSE
III.ANOMALI UNDERPRICING MENURUT WINNER CURSE
(JELASKAN INTUISI MODEL DAN DRIVING FORCE +
(JELASKAN INTUISI MODEL DAN DRIVING FORCE +
LITERATUR) .
LITERATUR) .
Salah satu anomali diBursa Saham adalah lonjakan harga
Salah satu anomali diBursa Saham adalah lonjakan harga
saham dari harga penawaran perdana kepada publik (IPO)
saham dari harga penawaran perdana kepada publik (IPO)
keharga jual hari pertama dibursa saham. Kenapa hal ini
keharga jual hari pertama dibursa saham. Kenapa hal ini
terjadi? Adanya lonjakan harga awal ini menandakan harga
terjadi? Adanya lonjakan harga awal ini menandakan harga
penawaran terlalu murah. Kevin Rock (1986) menawarkan
penawaran terlalu murah. Kevin Rock (1986) menawarkan
solusi yang menarik, Beliau membagi investor dalam 2
solusi yang menarik, Beliau membagi investor dalam 2
katagori, informed investor dan uninformed investor. Ada 10
katagori, informed investor dan uninformed investor. Ada 10
perusahaan yg akan IPO yang 5 bermutu rendah (nilai shaam
perusahaan yg akan IPO yang 5 bermutu rendah (nilai shaam
Rp.100) dan 5 lainnya bermutu tinggi (nilai saham Rp.300).
Rp.100) dan 5 lainnya bermutu tinggi (nilai saham Rp.300).
Tiap perusahaan menawarkan 100 saham pada saat IPO, ada
Tiap perusahaan menawarkan 100 saham pada saat IPO, ada
100 investor lugu dan 50 investor piawai. Tiap investor siap
100 investor lugu dan 50 investor piawai. Tiap investor siap
membeli satu saham dari tiap perusahaan bila harganya
membeli satu saham dari tiap perusahaan bila harganya
cocok. Pada tiap IPO, jika total permintaan investor melebihi
cocok. Pada tiap IPO, jika total permintaan investor melebihi
penawaran (100 saham akan diadakan undian).
penawaran (100 saham akan diadakan undian).
IPO / WIPO
IPO / WIPO
III.LANJUTAN……
III.LANJUTAN……
Investor lugu tidak tahu mutu dari maisng2 perusahaan,
Investor lugu tidak tahu mutu dari maisng2 perusahaan,
yang mereka tahu ada 5 perusahaan bermutu rendah dan 5
yang mereka tahu ada 5 perusahaan bermutu rendah dan 5
bermutu tinggi, jadi mereka tahu nilai rata2 dari saham ke10
bermutu tinggi, jadi mereka tahu nilai rata2 dari saham ke10
perusahaan = (5/10xRp.100 )+(5/10xRp.300) = Rp.200.
perusahaan = (5/10xRp.100 )+(5/10xRp.300) = Rp.200.
Sebalinya investor piawai tahu persis mutu dari tiap
Sebalinya investor piawai tahu persis mutu dari tiap
perusahaan, dan akan membeli saham itu bila harga
perusahaan, dan akan membeli saham itu bila harga
penawaran lebih rendah atau sama dg nilai saham
penawaran lebih rendah atau sama dg nilai saham
sebenarnya. Bila harga penawaran IPO diatas rata2
sebenarnya. Bila harga penawaran IPO diatas rata2
(Rp.200), jelas investor lugu tidak akan memesan, bila
(Rp.200), jelas investor lugu tidak akan memesan, bila
harga penawaran Rp.200 investor lugu tetap tidak akan
harga penawaran Rp.200 investor lugu tetap tidak akan
memesan, karena akan rugi, kenapa rugi karena winner’s
memesan, karena akan rugi, kenapa rugi karena winner’s
curse. Bila haraga penawaran ke10 IPO dipatok Rp.200,
curse. Bila haraga penawaran ke10 IPO dipatok Rp.200,
investor piawai akan membeli dalam 5 IPO dari perusahaan
investor piawai akan membeli dalam 5 IPO dari perusahaan
bermutu tinggi (nilai Rp.300). Misal investor lugu secara
bermutu tinggi (nilai Rp.300). Misal investor lugu secara
konsisten membeli pada harga Rp.200, dalam ke5 IPO
konsisten membeli pada harga Rp.200, dalam ke5 IPO
bermutu tinggi akan ada penjatahan, karena total
bermutu tinggi akan ada penjatahan, karena total
permintaan 100 + 50 = 150.
Lanjutan …. Winner curse
Lanjutan …. Winner curse
Investor lugu baru akan berpenghasilan positif bila harga
Investor lugu baru akan berpenghasilan positif bila harga
penawaran ke10 IPO harus dibuat lebih rendah dari Rp.180.
penawaran ke10 IPO harus dibuat lebih rendah dari Rp.180.
Jadi agar IPO laku harga penawaran IPO harus < Rp.180.
Jadi agar IPO laku harga penawaran IPO harus < Rp.180.
Dg harga penawaran Rp.180, secara rata2 akan mengalami
Dg harga penawaran Rp.180, secara rata2 akan mengalami
lonjakan sebesar +/- 11 % yaitu (Rp.200-180)/Rp.180 x 100
lonjakan sebesar +/- 11 % yaitu (Rp.200-180)/Rp.180 x 100
%. Kata Rock winner’s curse itulah yang membuat harga
%. Kata Rock winner’s curse itulah yang membuat harga
penawaran perdana ditetapkan lebih rendah dari nilai
penawaran perdana ditetapkan lebih rendah dari nilai
saham sebenarnya, sehingga saat IPO diperdagangkan di
saham sebenarnya, sehingga saat IPO diperdagangkan di
Bursa terjadi lonjakan harga diskon keharga sebenarnya.
Bursa terjadi lonjakan harga diskon keharga sebenarnya.
Perusahaan berani memberi potongan harga, karena
Perusahaan berani memberi potongan harga, karena
manfaat jangka panjang IPO lebih besar dari kerugian
manfaat jangka panjang IPO lebih besar dari kerugian
jangka pendek akibat pemberian potingan harga itu.
IPO / WIPO
IPO / WIPO
IV.DIBIDANG APA LAGI WINNER CURSE BISA DITERAPKAN ? IV.DIBIDANG APA LAGI WINNER CURSE BISA DITERAPKAN ?
DALAM BIDANG PERTAMBANGAN YAITUPejabat pertambangan DALAM BIDANG PERTAMBANGAN YAITUPejabat pertambangan
USA menemukan kenyataan bahwa pemenang lelang tambang USA menemukan kenyataan bahwa pemenang lelang tambang
minyak umumnya mengalami kerugian. Para pemenang lelang ini minyak umumnya mengalami kerugian. Para pemenang lelang ini adalah penawar2 tertinggi u.membeli hak pengusahaan tambang2 adalah penawar2 tertinggi u.membeli hak pengusahaan tambang2
sb. Mereka menetapkan harga penawaran mereka berdasarkan sb. Mereka menetapkan harga penawaran mereka berdasarkan
estimasi jumlah cadangan minyak yg terkandung dalam tambang estimasi jumlah cadangan minyak yg terkandung dalam tambang
itu. Jadi penawar tertinggi berasal dari perusahaan yg mempunyai itu. Jadi penawar tertinggi berasal dari perusahaan yg mempunyai
nilai estimasi paling optimis, karena waktu survey lapangan mereka nilai estimasi paling optimis, karena waktu survey lapangan mereka mendapatkan sample yang kebetulan sangat baik. Nilai estimasi yg mendapatkan sample yang kebetulan sangat baik. Nilai estimasi yg paling optimis ini biasanya lebih tinggi dari kenyataannya. Tak heran paling optimis ini biasanya lebih tinggi dari kenyataannya. Tak heran
bila pada saat realisasi banyak perusahaan pemenang (winner) bila pada saat realisasi banyak perusahaan pemenang (winner)
lelang merugi (curse), karena cadangan minyak yang mereka lelang merugi (curse), karena cadangan minyak yang mereka
IPO / WIPO
IPO / WIPO
V.
V.
SALAH SATU PENERAPAN YANG MUNGKIN BAGI
SALAH SATU PENERAPAN YANG MUNGKIN BAGI
MODEL WINNER CURSE ADALAH DIBIDANG M & A,
MODEL WINNER CURSE ADALAH DIBIDANG M & A,
KHUSUSNYA U/MENJELASKAN TINGGINYA PREMI
KHUSUSNYA U/MENJELASKAN TINGGINYA PREMI
HARGA PADA TENDER OFFER (JELASKAN
HARGA PADA TENDER OFFER (JELASKAN
INTUISINYA)
INTUISINYA)
Winner’s Curse dalam M & A berkaitan erat dg free rider
Winner’s Curse dalam M & A berkaitan erat dg free rider
problem. Perusahaan yg melakukan penawaran memiliki
problem. Perusahaan yg melakukan penawaran memiliki
keyakinan dapat meningkatkan nilai perusahaan yg akan
keyakinan dapat meningkatkan nilai perusahaan yg akan
diakuisisi. Namun pemegang saham perusahaan target
diakuisisi. Namun pemegang saham perusahaan target
tidak akan melepaskannya kepada perusahaan yg
tidak akan melepaskannya kepada perusahaan yg
menawar, karena mereka juga bermaksud menikmati nilai
menawar, karena mereka juga bermaksud menikmati nilai
tambah setelah M & A. U/itu mereka akan melepas
tambah setelah M & A. U/itu mereka akan melepas
sahamnya kepada perusahaan penawar jika memperoleh
sahamnya kepada perusahaan penawar jika memperoleh
premium, dkl mereka mau menjual diatas harga
premium, dkl mereka mau menjual diatas harga
perusahaan saat ini. Karenanya perusahaan penawar
perusahaan saat ini. Karenanya perusahaan penawar
harus membayar premium yg tinggi kepada pemegang
harus membayar premium yg tinggi kepada pemegang
saham target. Fenomena overpricing ini bentuk lain dari
saham target. Fenomena overpricing ini bentuk lain dari
winner’s curse.
IPO / WIPO
IPO / WIPO
VIII.MENGAPA RISET EMPIRIS U/INITIAL RETURN IPO
VIII.MENGAPA RISET EMPIRIS U/INITIAL RETURN IPO
TIDAK BISA MENGGUNAKAN EVENT STUDY ?
TIDAK BISA MENGGUNAKAN EVENT STUDY ?
Event study (studi peristiwa) menggambarkan sebuah tehnik riset Event study (studi peristiwa) menggambarkan sebuah tehnik riset
keuangan empiris yg memungkinkan seseorang pengamat menilai keuangan empiris yg memungkinkan seseorang pengamat menilai
dampak dari suatu peristiwa terhadap harga saham perusahaan. dampak dari suatu peristiwa terhadap harga saham perusahaan.
Initial Return adalah selisih harga perdana (IPO) dengan harga pasar Initial Return adalah selisih harga perdana (IPO) dengan harga pasar
sekunder yang terjadi setelah pasar perdana berakhir. sekunder yang terjadi setelah pasar perdana berakhir.
IR = (P1 – P0 )/P0 dimana Po adalah harga yang ditetapkan underwriter, IR = (P1 – P0 )/P0 dimana Po adalah harga yang ditetapkan underwriter,
sedangkan P1 adalah harga saham awal di pasar sekunder. Hal ini tidak sedangkan P1 adalah harga saham awal di pasar sekunder. Hal ini tidak
dapat diuji menggunakan event study karena hanya ada satu IR pada dapat diuji menggunakan event study karena hanya ada satu IR pada
setiap IPO, sedangkan event study membutuhkan dua data untuk setiap IPO, sedangkan event study membutuhkan dua data untuk
diperbandingkan, satu data sebelum event yang dipilih dan satu lagi data diperbandingkan, satu data sebelum event yang dipilih dan satu lagi data