• Tidak ada hasil yang ditemukan

Buku Saku Perbankan Syariah 2013.pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Buku Saku Perbankan Syariah 2013.pdf"

Copied!
107
0
0

Teks penuh

(1)

KEMENTERIAN AGAMA RI'PUBLIK INDONESIA OiREKTUR JENDERAL BIMBINGAN MASYARAKAT ISLAM D1REKTOAAT URU$AN AGAMA ISLAM DAN PEMBINAAN $YARIAtl

(2)

KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA DIREKTUR JENDERAL BIMBINGAN MASYARAKAT ISLAM DIREKTORAT URUSAN AGAMA ISLAM DAN PEMBINMN SYARIAH

TAHUN 2013zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

BU KU !iAKU

P e rba nka n !iya ria h

MILIK KEMENTRIAN AGAMA RI

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

(3)

Setelah melewati sejarah panjang perbankan syariah di Indonesia sekarang jumlah Bank U mum Syariah (BUS) telah mencapai 11 unit dan Unit Usaha Syariah (UUS) mencapai 24 unit. Walaupun jumlah tersebut tidak mengalarni perubahan sejak tahun 2011. Namun, jumlahjaringan kantor semakin meningkat.

Shalawat dan salam kepada Rasuluilah ~, beserta

keluarga

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

d a npara sahabat beliau.

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

Sharing Economic dan Islamic Finance merupakan bagiand a riekonorni syariah

telah menjadi isu keseharian kehidupan perekonornian dunia. Seiring dengan meningkatnya semangat dalam berbagai aktifitas ekonomi baik yang ada di sektor riil maupun di sektor keuangan yang sejalan dengan perkembangan global ekonorni syariah.

Puji dan syukur senantiasa dihaturkan kehadirat Allah, Tuhan yang Maha Pemberi Petunjuk. Karena dengan segala petunjuk dan hidayah yang dicurahkan, maka buku saku Perbankan Syariah ini dapat tersusun dan tersedia bagi masyarakat umum untuk dibaca,

dipaharni serta dimanfaatkan.zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

(4)

ii

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

Perkem bangan in im em buat banyak pihak, m ulai pem erintah, akadem isi, perusahaan hingga m asyarakat m encoba untuk m em aham i dan m enpublikasikan perbankan syariah lebihjauh, m ulai dari filosofi, sistem

D ari data statistik perbankan syariah B I, per A pril 2013 total aset perbankan syariah telah m enem bus angka R p. 207,800 triliun. B ila dibandingkan dengan

periode satu tahun sebelum nya, aset perbankan syariah telah m engalam i pertum buhan sebesar 44% . A ngka pem biayaan telah m encapai R p.163,407 triliun. Penghim punan dana pihak ketiga telah m encapai R p.158,519 triliun. Secara total, pangsa pasar perbankan syariah telah m encapai 4.86% bila dibandingkan dengan perbankan konvensional yang telah lam a berdiri di Indonesia.

Jika pada B ulan A pril 2012 jum lah kantor m encapai 1.457 unit, pada bulan yang sarnad itahun 2013 jum lah

in ibertam bah m enjadi 1.858 unit. Peningkatan jum lah

(5)

iii

Dr. H. Muchtar Ali, M.Hurn NIP. 19570408 198603 1002 Direktur Urusan Agama Islam Dan Pembinaan Syariah Jakarta, Oktober 2013

operasional hingga produknya. Dengan hadirnya buku sakuini,semogadapatmemberikan gambaran konsep

(6)

iv

Bab III : Konsep Uang Dalam Islam 23

A. Definisi U ang 23

B. Uang dalam Sistem Ekonorni Islam 24

C. Sistem Bagi Hasil

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

vsSistem Bunga 26

D . Konsep Keuntungan dalam Islam 28 Bab II: Membebaskan Perekonomian Dari 12

Riba Dan Judi

A. Bahaya Riba Dan Judi Dalam 12 Perekonomian

B. Pelarangan Riba dan Judi (Maisir) 17

C. Konsep Ekonorni Islam 18

Bab I: Islam Agama Sempurna Dan Universal A. Islam Agama Sempuma Dan

Universal

B. Islam Sebagai Sistem Hidup cYVay 2

Of

Life)

C . Harta Dan Ekonomi Dalam Islam 4

D. Nilai-Nilai Sistem Perekonomian 9 Islam

iv KataPengantar

(7)

v

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

BabN: Bank Syariah

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

3 0

A. Definisi Bank Syariah 3 0

B . Sejarah Perbankan Syariah 30

c.

Perbankan Syariah Di Indonesia 3 3

D. Dinamika Perbankan Syariah Di 3 5

Indonesia

E. Bank Syariah Dan Bank 4 1

Konvensional

F. Fungsi Dan Peran Bank Syariah 44

G. Tujuan Bank Syariah 4 5

H. Prinsip- Prinsip Bank Syariah 4 6

I. Produk Bank Syariah 5 2

BabV: Bank Perkreditan Rakyat Syariah 9 3

A. Defmisi 9 3

B. Tujuan BPR Syariah 9 4

C. Usaha-Usaha BPR Syariah 9 5

Bagan Profile Bank Syariah 9 7

(8)

Banyak pembuktian akan kesempurnaan Islam yang telah dibuktikan oleh para ilmuan Barat maupun muslim sendiri. Sebagai agama yang universal,

nilai-Kesimpulan yang tergesa-gesa seperti itu hampir dapat dipastikan tirnbul karena kesalabpahaman ter-hadap Islam. Jika dikaji lebih dalam Islam merupakan agama sempurna dan universal yang sudab menjadi Ideologi fundamental yang tidak bisa ditawar-tawar. Hal tersebut telah ditegaskan secara langsung dalam al-Qur'an surat Al-M aidah ayat 3 dan dibuktikan baik

secara

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

science maupun bukti empirik.

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

A. Islam Agama Sempurna Dan Universal

Sebagian orang masih beranggapan bahwa agama Islam sebagai penghambat kemajuan pembangunan (an obstacle to economic growth), seperti pandangan yang dipropagandakan oleh para pemikir Barat, Ternyata, tidak sedikit intelektual muslim yang meyakini anggapan tersebut dan diamini oleb sebagian besar orang tanpa melakukan kajian lebih dalam akan pendapat tersebut.

ISLA MA GA MA

(9)

2

Sedangkan syariah senantiasa berubah

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

(Mutaghayyirat) sesuai dengan kebutuban dan taraf peradaban umat yang berbeda-beda sesuai dengan masa rasul masing-masing.

Sebagai khalifah di muka bumi, Islam memandang bahwa burni dengan segala isinya merupakan amanah Allah yang telah disiapkan bagi sang khalifah (manusia) agar digunakan sebaik-baiknya. Untuk mencapai rnisi suci tersebut, Allah memberikan petunjuk kepada Rasul-Nya segala sesuatu yang dibutuhkan manusia

baik akidah,

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

akblak,maupun syariah. Komponen akidah dan akhlak, bersifat konstan yang tidak mengalami

perubahan apapun walaupun terdapat perbedaan waktu dan tempat (Tsawabit).

B. Islam Sebagai SistemHidup (Way Of Life)

(10)

3

Syariah Islam sebagai suatu syariah yang dibawa oleh rasul terakhir mempunyai keunikan tersendiri.

Syariah

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

in ibukan saja menyeluruh atau komprehensif, tapi juga universal. Komprehensif berarti syariah Islam

merangkum seluruh aspek kehidupan, baik ritual

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

(lbadah) maupun sosial (muamalah). Ibadah diperlukan untuk menjaga ketaatan dan keharmonisan hubungan manusia dengan Khaliq-nya, Ibadah juga merupakan sarana untuk mengingatkan secara kontinyu tugas manusia sebagai khalifah-Nya di muka bumi ini. Adapun muamalah diturunkan untuk menjadi rules of the game atau aturan main manusia dalam kehidupan sosial. Kelengkapan sistem muamalah yang disampaikan Rasulullah:i terangkum dalam skema berikut.

"Para rasul tak ubahnya bagaikan saudara sebapak, ibunya (syariahnya) berbeda-beda sedangkan diinnya (tauhidnya)

satu... "(HR.Bukhori, Abu Daud dan Ahmad)

Dan Sabda Nabi ~ :

(11)

4

I Qs.Al-Ari'am : 165

2 Qs. Adz-Dzaariyaat: 56

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

c.

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

B arta D an Ekonomi D alam Islam

Sebagai khalifah di bum i, tugas m anusia di burni adalah m ewujudkan kem akrnuran dan kesejahteraan dalam hidup dan kehidupan! serta tugas pengabdian

atau ibadah dalam

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

a rtiyang luas-. Dalarn m enjalankan Universal berm akna syariah Islam dapat diterapkan

dalam setiap waktu dan tem pat sam pai hari akhir. UniversaJitas ini tarnpak jelas terutam a pada bidang M uarnalah yang tidak m em beda-bedakan antara m uslim dan non m uslim .

(12)

4

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

I Qs.Al-Anam: 165

2 Qs. Adz-Dzaariyaar: 56

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

c.

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

Harta D an Ekonomi D alam Islam

Sebagai khalifah di bumi, tugas manusia di bumi adalah rnewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan dalarn hidup dan kehidupan- serta tugas pengabdian atau ibadah dalama rtiyang Iuas-. Dalam menjalankan Universal bermakna syariahIs la mdapat diterapkan dalam setiap waktu dan tempat sampai hari akhir, Universalitas ini tampak jelas terutama pada bidang M uamalah yang tidak membeda-bedakan antara muslim dan non muslim.

(13)

5

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

Manhaj al-hayat adalah seluruh aturan kehidupan

m anusia yang bersum ber kepada A l-Q ur'andan Sunnah R asul. A turan tersebut berbentuk keharusan m elakukan atau sebaiknya m elakukan sesuatu, juga dalam bentuk larangan m elakukan atau sebaiknya m eninggalkan sesuatu. A turan tersebut dikenal dengan hukum lim a "tidakkab kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)muapa yang ada di langit danapayangadadibumi, danmenyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin.Dan, di antara manusia ada

yang membantab tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dantanpa Kitabyang memberi

penerangan." (Qs.

Luqman : 20)

tugas tersebut, A llah ~ m em beri m anusia dua anugerah nikm at utam a, yaitu manhaj al-hayat 'sistem kehidupan' dan wasilab al-hayat 'sarana kehidupan', seperti dalam firm an A llah ~ :

~S'irJ.

c:_;

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

-?Y':'j\~~

fJj:;_,

~ rJ

0)1

Ji,

> .--,r /{"', ""';;-"_'\0 >,../ !"(':\://+ -::/

J~

~

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

u-:8\~-, ~~-' ~

J~

r~

b lJ

(14)

6

A turan-aturan tersebut dim aksudkan untuk m enjam in keselam atan m anusia sepanjang hidupnya, baik yang m enyangkut keselam atan agam a, keselam atan diri (jiwa dan raga), keselam atan akal, keselam atan harta benda, m aupun keselam atan nasab keturunan. Hal-hal tersebut m erupakan kebutuhan pokok atau

prim er

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

(al-haajatadhdharuriyyah_ ~.ll__,..l>ll':'>b,-l>JI )

Pelaksanaan Islam sebagai way of life secara konsisten dalam sem ua kegiatan kehidupan, akan

m elahirkan sebuah tatanan kehidupan

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

ya n g b a ik,sebuah tatanan yang disebut hayatan thayyibah (an-Nahl:97).

Dalam m elihat harta d a nkegiatan ekonom i Islam m em punyai pandangan yang jelas sebagai berikut:

Pertam a: pem ilik m utlak terhadap segala sesuatu yang ada di m uka bum i ini,term asuk harta benda, adalah Allah~. Kepernilikan oleh m anusia hanya bersifat relatif, sebatas untuk m elaksanakan am anah m engelolad a nm em anfaatkan sesuai dengan

ketentuan-Nya. ~

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

Y 1 // ~

i ~

· l' .\-'.""

~t {~\:

-~ ~ ~ ~ !.-"~ ..)J ~ ,,~

O

~ "· 1 :1

_;..r.

r~!J

i

>'~· l'

~~

:r.

i-1;"\;:'

0 !~

j~':.;

,,-~
(15)

7zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

Kedua: status harta yang dimiliki manusia adalah

sebagai berikut:

1. Harta sebagai amanah (titipan,

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

as atrust) dari Allah

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

a i manusia hanyalah pemegang amanah

karena memang tidak mampu mengadakan benda dari tiada.

2. Harta sebagai perhiasan hidup yang memungkinkan manusia bisa menikmatinya dengan baik dan tidak berlebih-lebihan (Qs. Al-Alaq: 6-7).

3. Harta sebagai ujian keimanan, terutama menyangkut soal cara mendapatkan dan Dan dalam sebuah hadits riwayat Abu Dawud, Rasulullah ~ bersabda:

"Seseorang pada Han Akhir nanti pasti akan ditanya tentang empat hal: usianya untuk apa dihabiskan, jasmaninya untuk apa dipergunakan, hartanya dari mana didapatkan dan untuk apa dipergunakan, serta ilmunya untuk apa dia pergunakan. '"

"Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkanlah sebagiandan hartamu yang Allah telah menjadikan

kamu menguasainya. Maka, orang-orang yang beriman di

(16)

8zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

K e lim a: dilarang m enem puh usaha yang haram ,

seperti m elalui kegiatan riba (Qs. al-Baqarah: 273-281), perjudian, berjual beli barang yang dilarang atau haram

K e e m pat: dilarang m encari harta, berusaha, atau

bekerja yang dapat m elupakan kem atian (Qs. at Takaatsur: 1-2), m elupakan dzikrullah (tiada ingat kepada Allah dengan segala ketentuan-Nya) (Qs. al-M unafafiqun: 9), m elupakan shalat dan zakat (Qs. an-Nuur: 37), dan m em usatkan kekayaan hanya pada sekelom pok orang kaya saja (Qs. al-Hasyr:7).

K e tig a: pem ilikan harta dapat dilakukan antara

lain m elalui usaba

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

(a mal) atau mata pencaharian (m a'isyah) yang halal dan sesuai dengan aturan-Nya.

Banyak ayat Al-Qur'an dan hadits Nabi yang m endorong um at Islam bekerja m encari nafkah secara halal.

m em anfaatkannya, apakah sesuai dengan ajaran Islam atau tidak (Qs. Al-Anfaal: 28)

(17)

9

Sedangkan keadilan dalam Islam memiliki implik:asi sebagai berikut:

a. Keadilan Sosial

b. Keadilan Ekonomi

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

D . Nilai-Nilai S iste m Pe re ko no m ian Islam

Bila dicermati dengan seksama, ajaran Islam mengandung nilai-nilai sistem perekonomian sebagai berikut:

1. Perekonomian masyarakat luas -bukan hanya masyarakat muslim- akan menjadi baik bila menggunakan kerangka kerja atau acuan norma-norma islami.

2. Keadilan dan persaudaraan menyeluruh Islam membentuk masyarakat dengan tatanan so sial yang solid, dimana setiap individu diikat oleh

persaudaraan

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

dankasih sayang bagai satu ke1uarga, serta sebuah persaudaraan universal dan tak diikat

batas geografis.

(18)

1 0

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

Kedua:

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

Islam m em benarkan seseorang m em iliki kekayaan lebih dari yang lain sepanjang kekayaan tersebut

diperoleh secara benar dan yang bersangkutan telah Pertam a:

M enghapuskan m onopoli, kecuaJi oleh pem erintah untuk bidang-bidang tertentu.

M enjarnin

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

hakdan kesem patan sem ua pihak untuk aktif dalam proses ekonom i, baik produksi,

distribusi, sirkulasi m aupun konsum si.

M enjam in

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

basic needs ful-fillm ent (pem enuhan kebutuhandasar hidup) setiap anggota m asyarakat.

M elaksanakan am anah at-takaaful alijtim a atau social econom ic security insurance di m ana yang m am pu m enang-gung dan m em bantu yang tidak m am pu.

3. K eadilan distribusi pendapatan

K esenjangan pendapatan dan kekayaan alam yang ada dalam m asyarakat, berlaw anan d e n g a n

(19)

11

4. K ebebasaan individu dalarn konteks kesejahteraan sosial

D alam konsep Islam m anusia dilahirkan m erdeka karena tidak ada seorang yang berhak m encabut kem erdekaan tersebut dan m em buat hidup m anusia m enjadi terikat. Setiap individu berhak m enggunakan kem erdekaannya tersebut sepanjang tetap berada dalam kerangka norm a-norm a Islam i. D engan kata lain sepanjang kebebasan tersebut dapat dipertanggungjaw abkan, baik secara sosial m aupun di hadapan A llah ~.

(20)

12

D alam transaksi keuangan, eksploitasi m aupun

Riba perdagangan

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

(riba fadhl) tirnbul akibat pertukaran barang sejenis yang tidak rnem enuhi criteria

sam a kualitas, sam a kuantitas, dan sam a w aktu penyerahan, seperti dalam kasus juaI-beli valuta asing yang tidak dilakukan secara tunai. Transaksi serna cam

inidilarang di dalam Islam karena m engandung unsure ghararatau ketidakjelasan bagi kedua belah pihak dan berdam pak pada ketidakadilan.

A . Bahaya Riba D an

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

Judi D alam Perekonom ian Transaksi ribaw i dalam perekonom ian telah

berdam pak pada fluktuasinya tingkat inflasi dan berpotensi sebagai alat eksploitasi rnanusia, m engarah pad a ketidakadilan distribusi, dan m em baw a pada m arjinalisasi kebenaran. Riba adalah tam bahan nilai yang diperoleh dengan tanpa resiko dan bukan m erupakan hadiah atau kom pensasi kerja. O leh karena itu, riba dirnungkinkan terjadi pada transaksi

perdagangan ataupun keuangan.

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

M E M r n E B A S K A N P E R E K O N O ~

D A RI RIB A D A N JU D I
(21)

1 3

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

B. Pelarangan Riba dan Judi (M aisir)

G..·

~ Jlr_ ;;'J

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

&/J\~i

J,:\;

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

"Dan Aku halalkan bagimu jual beli, dan Aku haramkan bagimu riba .... "(Qs. AI-Baqarah:27S) ketidakadilanjuga mungkin terjadi. Dalam hal

(22)

1 4

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

Riba dayn

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

berarti 'tarnbahan', yaitu pem bayaran "prem i" atas setiap jenis pinjam an dalam transaksi

utang-piutang m aupun perdagangan yang harus dibayarkan oleh pem injam kepada pem beri pinjam an disam ping pokok, yang ditetapkan sebelum nya. Secara teknis, ribaberarti pengam bilan tam bahan dari harta pokok atau m odal secara bathil.

a. D efinisi R iba:

R iba dapat tim bul dalam pinjam an (riba

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

dayn)

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

dandapat pula tim bul dalam perdagangan (riba bai). Riba bai '

terdiri dari dua jenis, yaitu riba karena pertukaran barang jenis, tetapi jum Iahnya tidak seim bang (riba fad!), dan riba karena pertukaran barang sejenis dan jum lahnya dilebihkan karena m elibatkan jangka w aktu (riba nasiah).

1. R iba

"Allan melaknat pemakan riba, pemberinya, penulisnya dan kedua saksinya .... " (HR. Muslim)

"D an sesuatu riba (tam bahan) yangkam u berikan agar harta m anusia bertam bah,m aka tidak bertam bah dalam pandangan A llah .... " (Q s. A l-R um :39)

~:u.G '

:W~

ili1"

\7"1

,1<1 ~ ~\

(23)

1 5

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

Pelarangan riba m em punyai im plikasi pada sektor riil, antara lain:

m engoptim alkan aliran investasi tersalur lancar

ke sektor

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

rill.

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

c. Pelarang an Riba D alam S item Eko no m i Islam

H ikm ah eksplisit yang tam pak jelas di balik pelarangan riba adalah pew ujudan persam aan yang adil di antara pem ilik harta (m odal) dengan usaha, serta pem ikulan resiko dan akibatnya secara berani dan penuh rasa tanggung jaw ab. Prinsip keadilan dalam Islam ini tidak rnem ihak kepada salah satu pihak, m elainkan keduanya berada pada posisi yang seim bang,

b. B ung a dan Riba:

Inti dari riba dalam pinjam an

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

(riba dayn) adalah tam bahan atas pokok, baik sedikit m aupun banyak.
(24)

16

2. M aysir

T~i~\;'

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

/""'/.~J.~'" " ..

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

J.

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

1

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

~ · ~ f\~ "

J.""';

~ .. _ ~ I ~ ..., .,\. \ • ..L > W I

• • ~ o~ . _. \,..::..tu _ _~ ".

~ ~\~;...ul ~;

- ...

-

· k't;;,;..) _

(""'

.. - _,,, r;.;

;i\;

'':i,

j

~/_,.~{

>/t

~0~f

" Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan

permusuhan dan kebencian

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

d i antara kamu lantaran (meminum) khamr dan berjudi itu, dan menghalangi kamu

dari mengingat Allah dan shalat; maka berhentilah kamu (dari mengerjakannya)." (Q s. A l· M aidah:91)

m encegah penum pukan harta pada seke1om pok orang, ketika hal tersebut berpotensi m engeksploitasi perekonom ian (eksploitasipelaku

ekonom tatas pelaku yang lain);

m encegah tim bulkan gangguan-gangguan dalam sektor riil, seperti inflasi dan penurunan produktifitas ekonom i m akro;

(25)

17

Alasan pelarangan judi serupa dengan pelarangan pentm bunan barang yang juga akan berdam pak pada berkurangnya penawaran agregat dari barang dan jasa. Oleh karena itu, judi secara ekonom i lebih rnerupakan B. Pelarangan M aysir

Salah satu sisi dilarangnya

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

Ma,ysir karena m erupakan usaha untung-untungan yang dltekankan

pada unsur spekulasi yang irasional, tidak logis, dan tidak berdasar. Bila dilihat dari sisi dam paknya terhadap ekonom i, judi dilarang karena tidak m em berikan dam pak peningkatan produksi yang akan m eningkatkan

penawaran agregat barang dan jasa di sektor riil.

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

A . Definisi M aisir

Secara harfiah berarti m em peroleh sesuatu dengan sangat m udah tanpa kerja keras atau m endapat keuntungan tanpa kerja. Dalam Islam , m aysir yang dim aksud d i sini adalah segala sesuatu yang m engandung unsur judi, taruhan, atau perm ainan berisiko.

"Mereke bertanya kepadamu ten tang khemrden judi. KatakanIah: "Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya Iebih

(26)

18

Al Qur'an surat An-Nahl : 5:

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

"Tidaklah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telab

menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di lsngit dan apa yang di butni dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan bstin."

AI Qur'an surat Luqm an : 20: C. Konsep Ekonom i Islam

(27)

19

Sedangkan dalam Islam , m otif aktifitas ekonorni

lebih diarahkan pada pem enuhan kebutuhan dasar

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

(needs)yang tentu ada batasnya, m eskipun bersifat

dinam is sesuai tingkat ekonorni m asyarakat pad a saat itu. Sem en tara itu, dalam beberapa ayat di atas ditegaskan bahw a segaJa yang ada di langit dan di bum i akan dapat m encukupi kebutuhan m anusia. Selain itu, kepuasan dalam Islam tidak hanya terbatas pada

D alam ekonom i konvensional, m otif aktifitas ekonom i m engarah kepada pem enuhan keinginan

(wants) individu m anusia yang tak terbatas dengan

m enggunakan faktor-faktor produksi yang terbatas. A kibatnya, m asalah utam a ekonom i konvensional

adalah kelangkaan (scarcity) dan pilihan (choices).

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

..n

~· "l/

"· ~i~.).

..~~~zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

~

&'.J&-

_>A'~!J

"Dan bahwasanya Via yang memberikan kekayaan dan kecukupan. "

A I Q ur'an surat A n-N ajm : 48:

"Dan Die telail menciptsksn binatang ternak untuk kamu; padanya ada (buJu)yang menghangatkan dan berbagai-bagai

(28)

20

D engan dem ikian. ekonom i dalam Islam adalah ilm u yang m em pelajari segala periJaku m anusia dalam m em enuhi kebutuhan hidupnya dengan tujuan

m em peroleh

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

[aJah(kedam alan dan kesejahteraan dunia akherat). Sedangkan prinsip-prinsip ekonom i Islam

terangkum dalam lim a hal:

1. H idup hem at dan tidak berm ew ah-m ew ah (abstain from wasteful and luxurious living);

2. M enjalankan usaha-usaha yang ha!a! (permissble conduct);

3. Im plem entasi zakat (implementation of zaka~;

O leh karena itu perilaku ekonorni dalam Islam tidak didom inasi oleh nilai alam i yang dim iliki oleh setiap individu rnanusia, tetapi ada nilal di luar diri m an usia yang kem udian m em bentuk perilaku ekonorni m ereka, yaitu Islam itu sendiri yang diyakini sebagai tuntunan utam a dalam hid up dan kehidupan m anusia. Jadi, perilaku ekonom i dalam Islam cenderung m endorong keinginan pelaku ekonom i sarna dengan

kebutuhannya yang dapat direalisasikan dengan adanya

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

(29)

21

No Issu Islam Konvensional

1. Sumber Al-Qur'an Daya flkir

manusia

2. Motif Ibadah Rasional Materialism

3.

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

Paradigm s Shariah Pasar

4. Pondasi dasar Muslim Manusia

Ekonomi

5. Landasan Falah Utilitarian

Filosofi Individualisme

6. Harta Pokok Asset

kehidupan

7. Investasi Bagi hasil Bunga

8. Distribusi Zakat, Infak, Pajak dan

kekayaan Shadaqah, Tunjangan

Hibah, Hadiah, Wakaf &warisan

9. Konsumsi Mashlahah, Egoisme,

Produksi Kebutuhan & materialisme,

Kewajiban Rasionalisme

4. Penghapusan/pelarangan

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

Riba(prohibition of riba);

dan

5. Pelarangan maysir Gudi/spekulasi).

(30)

22

10. Mekanisme Bebas

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

&Dalam Bebas

Pasar pengawasan

II. Pengawas AI-Hisbah NA

Pasar

12. Fungsi Negara Penjamin Penentu Kebutuhan kebijakan Minimal & melalui Pendidikan- departernen-Pembinaan departemen melalui Baitul

Mal

13. Bangunan Bercorak Dikotomi

Ekonomi Perekonomian Sektoral yang

RiiI sejajar Ekonomi

Riildan

(31)

2 3

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

Dalam flqih Islam biasa digunakan istilah

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

nuqud

atau tssmen:

a. Nuqud adalah semua hal yang digunakan oleh

masyarakat dalarn melakukan transaksi, baikDinar

emas, Dirham perak, maupun Fulustembaga.

b. Nuqudadalah segala sesuatu yang diterima secara

umum sebagai media pertukaran dan pengukur nilai yang boleh terbuat dari bahanjenis apa pun.

c. Nuqud adalah sesuatu yang dijadikan harga

Berdasarkan fungsi atau tujuan penggunaannya, uang secara umum didefinisikan sebagai berikut: a. Uang adalah alat penukar atau standar pengukur nilai yang dikeluarkan oleh pemerintah oleh pemerintah suatu negara berupa kertas, emas, perak, atau logarn lain yang dicetak dengan bentuk dan gam bar tertentu (Kamus Besar Bahasa Indonesia) .

b. Uang adalah media pertukaran modern dan satuan standar untuk menetapkan harga dan utang. A. Definisi Uang

KONSEP UANGDALAM ISLAM

(32)

24

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

D engan keberadaan uang, hakikat ekonorni (dalam perspektif Islam ) dapat berlangsung dengan lebih baik, D alam sejarah kegiatan ekonom i Islam , pentingnya keberadaan uang ditegaskan oleh Rasulullah

yang m enganjurkan dan m enyebutkan bahw a perdagangan yang lebih baik (adi!) adalah perdagangan yang m enggunakan m edia uang (dinar atau dirham ), bukan pertukaran barang (barter) yang dapat m enim bulkan riba ketika terjadi pertukaran barang sejenis yang berbeda m utu,

B. U ang dalam Sistem Ekonom i Islam

D alam teorinya, fungsi uang ada tiga,yaitu sebagai

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

1) medium of exchange (alat tukar); 2) store of value

(penyim pan nilai); dan 3)unit of account(satuan hitung) . Sem entara itu, m otif m em egang juga ada tiga yaitu

1) transaction motive (m otif untuk bertransaksi); 2)

precautionary motive (m otif untuk berjaga-jaga): dan 3)

specu/atif motive(m otif untuk berspekulasi).

(33)

25

D alam ekonom i konvensional, sistem bunga dan fungsi uang yang dapat disam akan dengan kom oditi m enyebabkan tim bulnya pasar tersendiri dengan uang sebagai kom oditinya dan bunga sebagai harganya. Pasar ini adalah pasar m oneter yang tum buh sejajar dengan pasar riil (barang dan jasa) berupa pasar uang, pasar m odal, pasar obligasi, dan pasar derivatif. A kibatnya,

dalam ekonom i konvensional tim bul dikotom i sektor

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

Pe w

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

M ooe tBf. ~

I

Uong,

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

Modal, ObIlg•• ', DenvaU( ~ Kredlt dan Spekulasi

.!J.

luang sebagaiA1attukar

I ~

luang "ebagai Komoditi

I

D engan keberadaan uang, aktifitas zakat, infak, sedekah, w akaf, kharaj, jizyah, dan lain-lain dapat lebih lancar terseienggara. D engan keberadaan uang juga, aktivitas sektor sw asta, publik, dan sosial dapat beriangsung dengan akselerasi yang lebih cepat . yaitu terpelihara dan m eningkatnya perputaran

(34)

2 6

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

Sebagai alternatif sistem bunga dalam ekonom i

konvensional, ekonorni Islam m enaw arkan sistem bagi

hasil

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

(Profitand loss sharing) ketika pernilik m odal (surplus spending unit) bekerja sarna dengan pengusaha (deficit

spending unit) untuk m elakukan kegiatan usaha. A pabila kegiatan usaha m enghasilkan, keuntungan dibagi dua, dan apabila kegiatan usaha m enderita kerugian,

kerugian ditanggung bersam a. Sistem bagi hasil

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

c.

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

S istem B agi Hasil v s S istem B ung a D ikotom i sektor riil dan m oneter tidak terjadi

dalam ekonom i Islam karena absennya sistem bunga dan dilarangnya m em perdagangkan uang sebagai kom oditi sehingga corak ekonorni Islam adalah ekonom i sektor riil, dengan fungsi uang sebagai alat tukar untuk m em perlancar kegiatan investasi, produksi,

dan peroiagaan

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

d isektor 00.

riil dan m oneter. Lebih jauh lagi perkem bangan pesat

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

elisektor m oneter telah m enyedot uang dan produktivitas atau nilai tam bah yang dihasilkan sektor riil sehingga sektor m oneter te1ah rnengham bat pertum buhan sektor riil, bahkan telah m enyem pitkan sektor riil, m enim bulkan inflasi, dan m engham bat pertum buhan

(35)

27

1. Penentuan besarnya

rasio/ nisbah

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

b a g ihasil disepakati pada w aktu

akad dengan

berpedom an pada kem ungkinan untung

ru g i.

2. B esam ya rasio bagi hasil didasarkan pacta jum lah

ke u ntu n g a n yang diperoleh.

3. R asio bagi hasil terap tidak berubah selarna akad m asih berlaku, keeuali diu bah atas

kesepakatan bersam a.

4. B agi hasil bergantung pada keuntungan usaha yang dijalankan. B ila 1. Penentuan bunga dibuat

pada w aktu akad dengan

asum siusaha akan selalu m enghasilkan

keuntungan.

2.B esarnya persentase didasarkan pada jum lah dana/m odal yang dipinjam kan,

3.B un gad a pat rnengam bang/variabel,

d a nbesarnya naik turun sesuai dengan na ik turunnya bunga patokan atau kondisi ekonorni.

4. Pem bayaran bunga tetap seperti yang dijanjikan tanpa pertim bangan

apakah usaha yang

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

B A GIHA SIL

B U N GA

B erikut tabel perbedaan antara bunga dan bagi hasil

m enjam in adanya keadilan dan tidak ada

pihak yang tereksploitasi (didzalim i), Sistem bagi hasil

dapat berbentuk

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

musyarakah atau mudharabah denzan
(36)

28

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

L

I

<eUNT\JNGAN

I

Dalam Islam dijelaskan bahwa transaksi ekonorni

tanpa unsur

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

'Iwed sarna dengan riba. Iwad dapat dipaharni sebagai equivalent countervalueyang berupa

risiko (Ghurml), kerja dan usaha (Kasb),dan tanggung jawab (Dhaman). Semua transaksi pemiagaan untuk

mendapatkan keuntungan harus memenuhi kaidah in i.

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

D . Ko nsep Keuntung an dala.m Islam

usaha merugi, kerugian akan d ita nggung bersama.

5. Jumlah pembagian laba meningkat sesuai dengan peningkatan keuntungan. 6.Tidak ada yang

meragukan keabsahan bagi hasil.

dijalankan peminjam

untung atau rugi. 5. Jumlah perrlba.ya.ra.Jl

bunga tidak meningkat sekalipun keuntungan naik berlipat ganda.

6. Eksistensi bunga diragukan (kalau tidak dikecam) oleh semua agama.

(37)

2 9

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

A pabila ketiga unsur

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

"Iwadada, m aka akad tersebut sesuai dengan ketentuan syariah, dan

keuntungan yang dihasilkan transaksi terse but bukan tergolong riba. A pabila ketiga unsur 'Iwadtidak ada, m aka akad tersebut tidak sesuai dengan ketentuan syariah, dan keuntungan yang dihasilkan dari transaksi tersebut tergolong riba.

Pertama,letakkan akad yang akan dievaluasi pada

kotak

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

k iribaw ah.Kedua,evaluasi akad tersebut terhadap tiga unsur 'Iwad,yaitu risiko, kerja dan usaha, dan

tanggung jaw ab pada kotak kanan baw ah.

(38)

30

Fungsi-fungsi utama perbankan modern, yaitu menerima deposit, menyalurkan dana, dan melakukan transfer dana telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan umat Islam, bahkan sejak zaman Rasulullah ~. Seperti penggunaan cek juga telah dikenal luas sejalan dengan meningkatnya B. Sejarah Perbankan Syariah

Dalam sejarah perekonomian umat Islam, pembiayaan yang dilakukan dengan akad sesuai syariah telah menjadi bagian dari tradisi umat Islam sejak

zaman Rasulullah

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

:j.Praktik-praktik seperti menerima titipan harta, meminjamkan uang untuk keperluan

konsumsi dan untuk keperluan bisnis, serta melakukan pengiriman uang, telah lazim dilakukan sejak zaman Rasulullah ~.

A. Definisi Bank Syariah

Bank Syariah adalah bank yang dalam aktivitasnya; baik dalam penghimpunan dana maupun dalam rangkapenyaluran dananya memberikan dan mengenakan imbalan atas dasar prinsip syariah.

(39)

3 1

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

Di zaman Bani Abbasiyah, ketiga fungsi

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

perbankan

(menerima deposit, menyalurkan dana, dan melakukan tranfer dana) dilakukan oleh satu individu. Pada saat itu perbankan mulai berkembang pesat ketika

Dengan demikian, jelas bahwa terdapat individu-individu yang telah melaksanakan fungsi perbankan di zaman Rasulullah~. meskipun individu tersebut tidak melaksanakan seluruh fungsi perbankan. Beberapa istilah perbankan modem bahkan berasal dari khazanah

ilrnu fiqih, seperti istilah kredit (Inggris:

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

credit;Romawi: credo)yang diarnbil dari istilah Qard. Begitu pula dengan

istilah cek (Inggris: check; Prancis: cheque) yang diambil

dari istilah

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

suq. Suqdalam bahasa Arab berarti pasar, sedangkan cek adalah alat bayar yang biasa digunakan

di pasar,

perdagangan antara negeri Syam dan Yarnan, yang tidak berlangsung dua kali dalam setahun. Bahkan pada masa pemerintahannya, Khalifah Umar bin al-K hattab 4;;> menggunakan cek untuk membayar tunjangan kepada mereka yang berhak. Dengan menggunakan cek ini, mereka mengambil modal untuk modal kerja berbasis bagi hasil, seperti mudharabah,

muzara ah, musaqah,telah dikenal sejak awal di antara

(40)

32

Istilahjihbiz itu sendiri mulai dikenal sejak zaman Khalifah Muawiyah (661-680 M) yang sebenarnya

dipinjam dari bahasa Persia,

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

kahbadatau kihbud. Pada

masa pemerintahan Sasanid, istilah

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

in idipergunakan untuk orang yang ditugaskan mengumpulkan pajak

tanah. Peranan bankir pada zaman Abbasiyah mulai populer pada pemerintah Khalifah Muqtadir (908-932 M). Pad a saat itu, hampir setiap wazir(menteri) mernpunyai bankir sendiri. Misalnya, Ibnu Furat menunjuk Harun Thnu Imran dan Joseph Thnu Wahab sebagai bankirnya, Ibnu Abi Isa menunjuk Ali Ibn Isa, Hamid Thnu Wahab menunjuk Thrahim Ibn Yuhana, bahkan Abdullah al-Baridi mempunyai tiga orang bankir sekaligus: dua Yahudi dan satu Kristen.

Hal ini diperlukan karena setiap mata uang mempunyai kandungan logam mulia yang berlainan sehingga mempunyai nilai yang berbeda pula. Orang yang mempunyai keahlian khusus ini disebut naqid, sarraf dan jihbiz. Aktifitas ekonomi ini merupakan cikalbakal dari praktik yang sekarang dikenal dengan penukaran mata uang (money changer).

(41)

3 3

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

Pengem bangan sistem perbankan syariah dalam

kerangka

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

dual-banking systematau sistem perbankan ganda dalam kerangka A rsitektur Perbankan

Indonesia. m enghadirkan alternatif jasa perbankan yang sem akin lengkap kepada m asyarakat Indonesia. C . Perbankan Syariah D i Indonesia

(42)

3 4

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

K arakteristik sistem perbankan syariah yang

m enonjolkan aspek keadilan dalam bertransaksi, investasi yang beretika, m engedepankan nilai-nilai kebersam aan dan persaudaraan dalam berproduksi, dan m enghindari kegiatan spekulatif dalam bertransaksi

D engan potensi sum ber daya m anusia dan sum ber daya aJam yang kita m iliki, m aka Indonesia sangat berpeluang untuk m enjadi platform pusat keuangan

syariah atau

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

Islamic financial hub

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

d iA sia bahkan dunia. Terw ujudnya Indonesia sebagai pusat ekonom i syariah

dunia diharapkan akan m em buka kesem patan yang luas bagi surnber-sum ber pem biayaan dari pasar keuangan syariah internasional untuk dapat m elakukan investasid ibanyak sektor-sektor potensial di Indonesia, seperti sektor pem bangunan infrastruktur, sektor energi. dan sektor pengolahan sum ber energi alam Indonesia yang rnasih sangat berlim pah. Y ang pada gilirannya akan sangat m endukung pem bangunan nasional Indonesia dem i kesejahteraan rakyatnya.

(43)

35

Sebagai sebuah uji coba, m asyarakat bersam a-sarna dengan akadem isi kem udian m encoba m em praktekkan gagasan tentang bank syariah tersebut

dalam skala kecil, seperti pendirian

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

Bait Al-Tamwil

Salmandi Institut Teknologi Bandung dan K operasi

Ridho G usti di Jakarta. K eberadaan bad an Rintisan praktek perbankan syariah dim ulai pada aw al tahun 1980-an. sebagai proses pencarian alternatif sistern perbankan yang diw arnai oleh prinsip-prinsip transparansi, berkeadilan, seim bang, dan beretika dalam m ew ujudkan m asyarakat yang sejahtera secara m aterial m aupun spiritual.

Sejarah perkem bangan sistem perbankan syariah di Indonesia rnencerm inkan dinam ika aspirasi dan keinginan dari m asyarakat Indonesia sendiri untuk m em iliki sebuah alternatif sistem perbankan yang adil, m elalui penerapan sistem bagi bagi hasil yang m enguntungkan bagi nasabah dan bank.

(44)

36

Pada tanggal 18 - 20 Agustus 1990. MUI menyelenggarakan Lokakarya Bunga Bank dan Perbankan . di Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Hasil lokakarya tersebut kemudian dibahas lebih mendalam pada Musyawarah Nasional Keempat MUI di Jakarta pada tanggal22 - 25 Agustus 1990 yang menghasilkan amanat pembentukan kelompok kerja pendirian bank

Islam pertama di Indonesia. Kelompok kerja

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

in idisebut Tim Perbankan MUl yang bertugas untuk secara konkrit

menindaklanjuti aspirasi dan keinginan masyarakat tersebut serta melakukan berbagai persiapan dan konsultasi dengan semua pihak terkait.

Mengamati semakin berkembangnya aspirasi masyarakat Indonesia untuk memiliki lembaga keuangan syariah, maka para pemuka agama yang tergabung dalam Majelis Ulama Indonesia atau MUI selanjutnya menindaklanjuti aspirasi masyarakat tersebut dengan melakukan pendalaman tentang konsep-konsep keuangan syariah termasuk sistern perbankan syariah. usaha pembiayaan non-bank yang mencoba menerapkan konsep bagi hasil ini semakin menunjukkan, betapa masyarakat Indonesia membutuhkan hadirnya altematif lembaga keuangan syariah yang melengkapi pelayanan oleh lembaga keuangan konvensional yang sudah ada.

!J_

\

(45)

3 7

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

Ketentuan ini menandai dimulainya era sistem

perbankan ganda

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

(dual banking system)di Indonesia, yaitu beroperasinya sistem perbankan konvensional dan

sistem perbankan dengan prinsip bagi hasil. Dalam sistem perbankan ganda ini, kedua sistem perbankan secara sinergis dan bersama-sama memenuhi kebutuhan masyarakat akan prod uk dan jasa perbankan, serta mendukung pembiayaan bagi sektor-sektor perekonomian nasional.

Dukungan Pemerintah dalam mengembangkan sistem perbankan syariahini selanjutnya terlihat dengan dikeluarkannya perangkat hukum yang mendukung sistem operasional bank syariah, yaitu Undang-Undang No.7 Tahun 1992 tentang Perbankan dan PP No.772 Tahun 1992.

Hasil kerja dari Tim Perbankan MUI

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

in iadalah berdirinya PT. Bank Muamalat Indonesia (BMD. Akte

pendirian BM! ditandatangani pada tanggal1November 1991 dan BMI mulai beroperasi pada 1 Mei 1992. Selain BMI, pionir perbankan syariah yang lain adalah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Dana Mardhatillah dan BPR Berkah Amal Sejahtera yang didirikan pada tahun 1991 di Bandung yang diprakarsai oleh Institute [or

(46)

3 8

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

Ketika bank-bank konvensionaJ berguguran, sistem perbankan sya Bank Indonesia sebagai Bank SentraJ Republik Indonesia memiliki komitmen yang tinggi untuk rnendukung pengembangan sistem perbankan syariah. Semakin meluasnya penggunaan produk dan jasa perbankan syariah diyakini akan meningkatkan stabilitas sistem keuangan secara

Dalam perjalanan waktu, pengalaman membuktikan bahwa sistem perbankan syariah telah menjadi salah satu solusi untuk menyelamatkan perekonomian nasionaJ dari krisis ekonomi dan moneter tahun 1998.

Selanjutnya melalui perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan menjadi Undang-UndangNomor 10 Tahun 1998,

keberadaan sistem perbankan

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

syariahsemakin didorong perkembangannya. Berdasarkan Undang-Undang No.
(47)

3 9

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

Sejak tahun 2000, Bank Indonesia telah mengeluarkan berbagai ketentuan yang terkait dengan perbankan syariah serta menciptakan instrumen-instrumen yang dapat dimanfaatkan oleh perbankan syariah,yaitu aturan mengenai kliring, pembukaan rekening giro pada Bank Indonesia bag! Unit Usaha Syariah. Giro W ajib Minimum (GW M) bagi bank umum syariah, Pasar Uang Antarbank berdasarkan prinsip Syariah (PUAS), Sertifikat W adi'ah Bank

Sebagai bentuk dukungan terhadap semakin berkembangnya sistem perbankansyariah,maka melalui Undang-Undang No.23 tahun 1999 tengang Bank Indonesia yang disahkan pad a tanggal 17 Mei 1999, dimungkinkan bagi Bank Indonesia untuk dapat pula menjalankan tugasnya dengan mengembangkan instrumen moneter berdasarkan prinsip-prinsipsyariah, untuk melengkapi berbagai instrumen moneter yang selama ini telah digunakan.

(48)

40

Dari data statistik perbankan syariah BI, per April 2013 total aset perbankan syariah telah menembus angka Rp. 207,800 triliun. Dibandingkan periode satu tahun sebelumnya, aset perbankan syariah telah mengalarni pertumbuhan sebesar 44%.

Perluasan jaringan kantor tersebut juga telah mampu meningkatkan pengguna bank syariah. Hal terse but dapat dilihat dari peningkatan jumlah total rekening pembiayaan sebesar 3,31 juta rekening. ]umlah rekening di tahun sebelumnya tercatat 10,83 juta rekening dan tahun ini meningkat menjadi 14,14 juta rekening.

Indonesia (SWBI), dan Sertiflkat Bank Indonesia (SBI) berbasis syariah.

Sekar<U1g,zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBAju m ta n Bank Umum Syariah (BUS) telah mencapai 11u n itdan Unit Usaha S yariah(UUS)

mencapai 24u n it.Memang, jumlah ini tidak mengalami perubahan sejak tahun 2011. Namun.jumlah jaringan kantor semakin meningkat. ]ika pada Bulan April 2012 jumlah kantor mencapai 1.457 unit, pada bulan yang

(49)

41

No Perbedaan Bank Bank

Konvenslonal Syariah

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

1 Bunga Berbasis bunga Berbasis revenue/ profit loss sharing

2 Resiko Anti

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

risk Risk sharing Perbedaan banksyariahdengan bankkonvensional

m em punyai perbedaan seperti ditunjukkan pada tabel berikut :

E . Bank Syariah Dan Bank Konvensional

Perkem bangan ini m em buat banyak pihak, m ulai pem erintah, akadem isi, perusahaan hingga m asyarakat m encoba untuk m em aham i perbankan syariah lebih jauh, m ulai dari filosofi, sistem operasional hingga

produknya.

(50)

42

3 Operasional Beroperast dgn Beroperasi pendekatan dengan

sektor keuangan, pendekatan

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

u d a k ie rk a it sektor

langsung dengan rill sektor rill

4, P roduk Produk tunggal Multi produk (kredit) (jual bell, bagi

hasil.jasa)

5. Pendapatan Pendapatan Pendapatan yang diterima yang diterima deposan tidak deposan terkait terkait dengan langsung dengan pendapatan pendapatan yang diperoleh yang diperoleh bank dari kredit bank dari

pembiayaan

6. Mengenal Tidak mengenal

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

negative spread negative spread 7. DasarHukum Bank Indonesia AI-QuI'an,

dan pemerintah Sunnah, fatwa ulama, Bank Indonesia dan pemerintah. 8. Falsafah Berdasarkan Tidak berdasar

(51)

4 3

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

9. Operasional Dana

masyarakat (Dana Pihak Ketiga/DPK) berupa (wadi' ah) dan investasi (mudharabah) yang baru akan mendapatkan haslljika .,diusahakan" terlebih dahulu

Penyaluran dana (financing) pada usaha yang halal

dan mengun-

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

tungkan,

10. Aspek Sosial Tidak diketahui Dinyatakan secara tegas secara explisit

dan tegas yang tertuang di dalam misi dan visi

11. Organisasi Tidak memlliki Harus memiliki

Dewan Dewan

(52)

4 4

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

Fungsi dan peran bank syariah yang diantaranya tercantum dalam pembukuan stan dar akuntansi yang

dikeluarkan oleh AAOIFI

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

(Accounting and Auditing

Organization for Islamic Financial Institution), sebagai

berikut:

1) M anajer investasi, bank syariah dapat mengelola investasi dana nasabah.

2) Investor, bank syariah dapat menginvestasikan dana yang dimilikinya maupun dan nasabah yang dipercayakan kepadanya.

3) Penyedia jasa keuangan dan lalu lintas pembayaran, bank syariah dapat melakukan kegiatan-kegiatan jasa-jasa layanan perbankan sebagaimana lazimnya.

4) Pelaksanaan kegiatan social, sebagai ciri yang melekat pada entitas keuangan syariah, bank Islam juga memiliki kewajiban untuk mengeluarkan dan mengelola (menghimpun, mengadministrasikan, mendistrlbusikan) zakat serta dana-dana sosial lainnya.

F. Fungsi Dan Peran Bank Syariah

12. Uang Uangadalah Uangbukan

komoditi selain komoditi, tetapi sebagai alat hanyalah ala!

(53)

4 5

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

B ank syariah m em punyai beberapa tujuan di

antaranya sebagai berikut:

1) M engarahkan kegiatan ekonom i um at untuk

ber-m uaber-m alatsecara Islaber-m . khususnya

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

muamalatyang

berhubungan dengan perbankan, agar terhindar dari praktek-praktek riba atau jenis-jenis usaha/perdaganangan lain yang m engandung

unsure

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

gharar (tipuan), di m ana jenis-jenis usaha tersebut selain dilarang dalam Islam . juga telah

m enim bulkan dam pak negative terhadap kehidupan ekonorni rakyat.

2) U ntuk m enciptakan suatu keadilan di bidang ekonom i dengan jalan m eratakan pendapatan m elalui kegiatan investasi, agar tidak m enjadi kesenjangan yang am at besar antara pernilik m odal

dengan pihak yang m em butuhkan dana.

3) U ntuk m eningkatkan kualitas hidup um at dengan jalan m em buka peluang berusaha yang lebih besar terutam a kelom pok m iskin, yang diarahkan kepada kegiatan usaha yang produktif, m enuju terciptanya kem andirian usaha.

(54)

4 6

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

1. Prinsip

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

A l Ta'aw un

M erupakan prinsip saling membantu dan bekerja Syariah Islam mengajarkan segala sesuatu yang baik dan bermanfaat bagimanusia sehingga disebut sebagai agamafitrah atau sesuai dengan sifat dasar manusia. Bagi masyarakat modern, aktivitas keuangan dan perbankan dipandang sebagai wahanauntuk membawa kepada setidaknya 2 ajaran daJam Al-Qur'an. H. Prinsip-Prinsip Bank Syariah

bank syariah

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

elidalammengentaskan kemiskinan ini berupa pembinaan nasabah yang lebih seperti

program pembinaan pengusaha produsen. pembinaan pedagang perantara, program pembinaan konsumen, program pengembangan modal kerja dan program pemgembangan usaha bersama.

5) Untuk menjaga stabilitas ekonorni dan moneter. Dengan aktivitas bank syariahakan mampu menghindari pemanasan ekonorni di akibatkan adanya inflasi, menghindari persaingan yang tidaksehat antara lembaga keuangan.

(55)

4 7

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

Perbankan syariah dilarang keras m elakukan transaksi apabila terdapat hal-hal sebagai berikut :

1.

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

Gharar :

unsur ketidakpastian atau tipu rnuslihat dalam transaksi.

2. Prinsip M enghindari A l Iktinaz

Seperti rnernbiarkan uang m enganggur dan tidak berputar dalam transaksi yang berm anfaat bagi

m asyarakat um urn.

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

~ k :

~':· 'i;iLt.qiJ:"\:

<"

j\(~.t:s

I

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

-.('""""'Y ~ ~ " '"t-:!

-~ ~ ~ . '" N ,. '" ,. /_ .,/ ~ - :; ~ _ ~ " .~

~ ...~

~Ylf

o~

'-.:-)y...;~ \":1 ~ ~ ~

'Hei orang-orang yang berimsn, jangan/ah kamu saling

memakan harfa sesamamu denganjaJan yang bstil, kecuali

dengan jaJan perniagaan yang berlaku dengan suka sama

suka di antara kamu ... ' (QS.

A tl

Nise' :29)

sarna antara anggota rnasyarakat dalarn kebaikan.

) jl~

~;w

.q;2>~\;~\ ~

~.JQ;_;

O

I!

--.>.~--... ~ ~ ..l.l\J

(56)
[image:56.612.5.266.31.388.2]

4 8

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

Gambaran ringkasnya adalah sebagai berikut:

2. Akad Bagi Hasil

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

(Profit-Sharing)

a. M usyarakah

Transaksi ini dilandasi oleh adanya keinginan para pihak yang bekerjasama untuk meningkatkan nilai asset yang mereka miliki secara bersama-sama, Semua modal disatukan untuk dijadikan modal proyek musyarakah dan dikelola bersama-sama. Setiap pernilik modal berhakturut serta dalam menentukan kebijakan usaha yang dijalankan oleh pelaksana proyek. 1. Prinsip Titipan atau Simpanan (Depository I

AJ-W adi'ah)

Al-w sdi'eh diartikan sebagai titipan murni dari satu pihak ke pihak lain, baik individu maupun badan hukum, yang harus dijaga dan dikembalikan kapan saja si penitip menghendaki.

Adapun prinsip-prinsipdasar transaksi perbankan syariah sebagai berikut:

2. M aysir. unsur judi yang transaksinya bersifat spekulatif yang dapat menimbulkan kerugian satu pihak dan keuntungan bagiplhaklain.

(57)

4 9

b. M udharabah

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

Mudharabah:

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

bentuk kerjasam a antara dua atau lebib pihak dim ana pem ilik m odal (shahibul m aal)

m em percayakan sejum lah m odal kepada pengelola (m udharib) dengan suatu perjanjian pem bagian

keuntungan. B entuk

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

in im enegaskan kerjasam a dengan kontribusi 100% m odal dari shahibul maal dan keahlian

dari mudharib.

D alam m udharabah m odal hanya berasal dari satu pihak, sedangkan dalam m usyarakah m odal berasal dari dua pihak atau lebih. Jika obyek yang didanai ditentukan oleh pem ilik m odal, m aka kontrak tersebut dinam akan mudharabah al muqayyadah.

(58)

50 a. M urabahah

Yaitu kontrak jnal-beli di mana bank bertindak sebagai penjual sementara nasabah sebagai pembeli. Harga jual adalah harga beli bank di tambah keuntungan. Dalam transaksi ini barang diserahkan

segera setelah akad, sedangkan pembayaran dapat dilakukan secara cicilan (hi tsaman ajil) maupun sekaligus.

b. Bai' As Salam

Yaitu kontrak jual-beli di mana nasabah bertindak sebagai penjual sementara bank sebagai pembeli. Barang diserahkan oleh nasabah secara tangguh, sedangkan

pembayaran secara tunai oleh bank. Dalam transaksi

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

in ikuantitas, harga dan walctn penyerahan barang harus ditentukan secara pasti. Transaksi ini biasanya digunakan untuk produk pertanian dalamjangka w aktu

yang singkat c. Bai' AI Istishna'

(59)

5 l

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

Ba ya r C le lla n

d. Ijarah dan Ijarah w a Iqtina

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

(60)

52

2. Akad: a) Wadiah

Transaksi penitipan dana atau barang

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

da.ripemilik kepada penyimpan dana atau barang dengan kewajiban

bagi pihak yang menyimpan untuk mengembalikan dana atau barang titipan sewaktu-wakru.

b). Mudharabah

Transaksi penanaman dana dari pemilik dana a. Giro Syariah

1. Definisi :

Simpanan yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan ceklbilyet giro, sarana perintah pembayaran lainnya, atau dengan pemindahbukuan.

1. Produk Penghimpunan Dana I. Produk Bank Syariah

Secara umum produk perbankan syariah dikelompokkan menjadi 3 bagian, yaitu:

4. Qard Al-Hasan

(61)

5 3

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

Giro atas dasar akad m udharabah

Bank bertindak sebagai pengelola dana (m udharib) Giro atas dasar akad wadiah

Bank bertindak sebagai penerim a dana titipan dan nasabah bertindak sebagai penitip dana; Bank tidak diperkenankan m enjanjikan pernberian im balan atau bonus kepada nasabah; Bank dapat m em bebankan kepada nasabah biaya adm inistrasi berupa biaya-biaya yang terkait langsung dengan biaya pengelolaan rekening antara lain biaya cek/bilyet giro, biaya m eterai, cetak laporan transaksi dan saldo rekening, pem bukaan dan penutupan rekening;

Bank m enjam in pengem balian dana titipan nasabah;dan

Dana titipan dapat diam bil setiap saat oIeh nasabah.

3. Fitur dan M ekanism e

(62)

54

b) Bagi N asabah

m em perlancar aktivitas pem bayaran dan/atau penerim aan dana.

D apat m em peroieh bonus atau bagi hasil.

a) BagiBank

sum ber pendanaan bank baik dalam Rupiah m aupun valuta asing.

salah satu sum ber pendapatan dalam bentuk jasa (fee based incom e) dari aktivitas Ianjutan pem anfaatan rekening giro oleh nasabah. 4. Tujuanl M anfaat

dan nasabah bertindak sebagai pem ilik dana (shahibul m aal);

Pem bagian keuntungan dinyatakan dalambentuk nisbah yang disepakati;

Bank dapat m em bebankan kepada nasabah biaya adm inistrasi berupa biaya-biaya yang terkait langsung dengan biaya pengelolaan rekening antara lain biaya cek/bilyet giro, biaya m eterai, cetak laporan transaksi dan saldo rekening,. pem bukaan dan penutupan rekening; dan

(63)

55

b) Mudharabah

Transaksi penanaman dana dari pernilik dana (shahibul maal) kepada pengelola dana (mudbarib) untuk melakukan kegiatan usaha tertentu yang sesuai syariah, dengan pembagian hasil usaba antara kedua belah pihak berdasarkan nisbah yang telah disepakati sebelurnnya.

2. Akad: a)Wadiah

Transaksi penitipan dana atau barang dari pernilik kepada penyirnpan dana atau barang dengan kewajiban bagi pihak yang menyimpan untuk mengembalikan dana atau barang titipan sewaktu-waktu.

5. Fatwa Syariah

Fatwa Dewan Syari'ah Nasional No:

Ol/DSN-MDI/IV

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

12000tentang Giro.

b. Tabungan Syariah 1. Definisi :

(64)

5 6

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

Tabungan atas

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

dasarakad mudharabah B ank bertindak sebagai pengelola dana(m udharib)

dan nasabah bertindak sebagai pem ilik dana (shahibul m aal)',

Pem bagian keuntungan dinyatakan dalam bentuk nisbah yang disepakati;

Penarikan dana oleh nasabah hanya dapat dilakukan sesuai w aktu yang disepakati; B ank dapat m em bebankan kepada nasabah biaya 3. Fitur dan M ekanisme Tabungan atas dasar akad

w adiah

B ank bertindak sebagai penerirna dana titipan dan

nas aba

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

h nertindak sebagai penitip dana; B ank tidak diperkenankan m enjanjikan pem berian

im balan atau bonus kepada nasabah;

B ank dapat m em bebankan kepada nasabah biaya adm inistrasi berupa biaya-biaya yang terkait langsung dengan biaya pengelolaan rekening antara lain biaya m eterai, cetak laporan transaksi dan saldo rekening, pem bukaan dan penutupan rekening;

B ank m enjam in pengem balian dana titipan nasabah; dan

(65)

57 5. Fatwa Syariah

Fatwa Dewan Syari'ah Nasional No: 02lDSN-M UI/IV /2000 tentang Tabungan.

b) Bagi Nasabah

kemudahan dalam pengelolaan likuiditas baik daJam hal penyetoran, penarikan. transfer. dan pembayaran transaksi yang fleksibel.

dapat memperoleh bonus atau bagi hasil. 4. Tujuan/ M anfaat

a) Bagi Bank

sumber nendanaan bank baik dalam Rupiah maupun valuta asing.

salah satu sumber pendapatan dalam bentuk jasa (fee based income) dari aktivitas lanjutan pemanfaatan rekening tabungan oleh nasabah. administrasi berupa biaya-biaya yang terkait langsung dengan biaya pengelolaan rekening antara lain biaya meterai, cetak laporan transaksi dan saldo rekening. pembukaan dan penutupan rekening; dan

(66)

58

3. Fitur dan M ekanism e

Bank bertindak sebagai pengelola dana

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

(m udharib)

dan nasa bah bertindak sebagai pem ilik dana

(shahibul m aal),

Pengelolaan dana oleh Bank dapat dilakukan sesuai batasan-batasan yang ditetapkan oleh pem ilik dana (m udharabah m uqayyadab) atau dilakukan dengan tanpa batasan-batasan dari

p ern

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

iIi k dana (m udharabah m utJaqah);

D alam A kad M udharabah M uqayyadah harus dinyatakan secarajelas syarat-syarat dan batasan tertentu yang ditentukan oleh nasabah; 2. A kad : M udharabah

Transaksi penanam an dana dari pem ilik dana

(shahibulm aal)kepada pengelola dana (m udharib)untuk m elakukan kegiatan usaha tertentu yang sesuai syariah, dengan pem bagian hasil usaha antara kedua belah pihak berdasarkan nisbah yang telah disepakati sebelum nya.

c. D eposito Syariah 1. D efinisi :

(67)

59 5. Fatwa Syariah

Fatwa Dewan Syari'ah Nasional No:

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

03/DSN MUI/IV 12000 tentang Deposito.

4. TujuanJ Manfaat a) Bagi Bank

sumber pendanaan bank baik dalam Rupiah maupun valuta asing dengan jangka waktu tertentu yang lebih lama dan fluktuasi dana yang relatif rendah.

b) Bagi Nasabah

alternatif investasi yang memberikan keuntungan dalam bentuk bagi hasil,

Pembagian keuntungan dinyatakan dalam bentuk nisbah yang disepakati;

P,m :uikan dana oleh nasabah hanya dapat dilakukan sesuai waktu yang disepakati: Bank dapat membebankan kepada nasabah biaya administrasi berupa biaya-biaya yang terkait langsung dengan biaya pengelolaan rekening antara lain biaya meterai, cetak laporan transaksi dan saldo rekening, pembukaan dan penutupan rekening; dan

(68)

6 0

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

2. Akad: a) Wadiah

Transaksi penitipan dana atau barang dari pemilik 1. Pembiayaan Atas Dasar Akad Mudharabah a. Definisi :

Pembiayaan adalah penyediaan dana atau tagihan yang dipersamakan dengan itu berupa:

1. transaksi bagi hasil dalam bentuk mudharabah dan musyarakah;

2. transaksi sewa menyewa dalam bentuk ijarah atau sewa bell dalam bentuk ijarah muntahiya bittamlik; 3. transaksi jual beli dalam bentuk piutang

murabahah, salam, dan istishna';

4. transaksi pinjam meminjam dalam bentuk piutang qardtr, dan

5. transaksi sewa menyewajasa dalam bentuk ijarah untuk transaksi multijasa berdasarkan persetujuan

atau kesepakatan antara Bank Syariah

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

dan/atau
(69)

61

3. Fitur dan M ekanism e

Bank bertindak sebagai pem ilik dana (shahibul m aal) yang m enyediakan dana dengan fungsi sebagai m odal kerja, dan nasa bah bertindak sebagai pengelola dana (m udharib) dalam kegiatan usahanya;

Bank m em iliki hak dalam pengaw asan dan pem binaan usaha nasabah w alaupun tidak ikut serta dalam pengeloiaan usaha nasabah, antara lain Bank dapat m elakukan review dan m em inta bukti-bukti dari laporan hasil usaha nasa bah berdasarkan bukti pendukung yang dapat dipertanggungjaw abkan;

Pem bagian hasil usaha dari pengelolaan dana b). M udharabah

Transaksi penanam an dana dari pem ilik dana (shahibul m aal) kepada pengelola dana (m udharib) untuk m elakukan kegiatan usaha tertentu yang sesuai syariah, dengan pem bagian hasil usaha antara kedua belah pihak berdasarkan nisbah yang telah disepakati sebelum nya.

(70)

6 2

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

dinyatakan dalam nisbah yang disepakati; Nisbah bagi hasil yang disepakati tidak dapat diubah sepanjang jangka waktu tnvestasi, kecuali atas dasar kesepakatan para pihak;

Jangka waktu Pembiayaan atas dasar Akad M udharabah, pengembalian dana. dan pembagian hasil usaha ditentukan berdasarkan kesepakatan Bank dan nasabah;

Pembiayaan atas dasar Akad M udharabah diberikan dalam bentuk uang dan/atau barang, serta bukan dalam bentuk piutang atau tagihan; Dalam hal Pembiayaan atas dasar Akad M udharabah diberikan dalam bentuk uang harus dinyatakan secara jelas jumlahnya;

Dalam hal Pembiayaan atas dasar Akad M udharabah diberikan dalam bentuk barang, maka barang tersebut harus dinilai atas dasar harga pasar (net realizable value) dan dinyatakan secara jelas jumlahnya;

Pengembalian Pembiayaan alas dasar M udharabah dilakukan dalam dua cara, yaitu secara angsuran ataupun sekaligus pada akhir periode Akad, sesuai denganjangka waktu Pembiayaan atas dasar Akad M udharabah.

(71)

63

a) Bagi Bank

sebagai salah satu bentuk penyaluran dana. 4. Tujuan/ M anfaat

dengan disertai bukti pendukung yang dapat dipertanggungjawabkan; dan

Kerugian usaha nasabah pengelola dana (m udharib) yang dapat ditanggung oleh Bank selaku pem ilik dana (shahibul m aaf) adalah m aksim al sebesar jum lah pem biayaan yang diberikan (ra'sul m aal).

]angka waktu Pem biayaan atas dasar Akad M usyarakah, pengem balian dana, dan pem bagian hasil usaha ditentukan berdasarkan kesepakatan antara Bank dan nasabah;

Pengem balian Pem biayaan atas dasar Akad M usyarakah dilakukan dalam dua cara, yaitu secara angsuran ataupun sekaligus pada akhir periode Pem biayaan, sesuai dengan Jangka waktu Pem biayaan at as dasar Akad M usyarakah; Pem bagian hasil usaha berdasarkan laporan hasil usaha nasabah berdasarkan bukti pendukung yang dapat dipertanggungjawabkan; dan

(72)

64 1. Definisi:

Pembiayaan adalah penyediaan dana atau tagihan yang dipersamakan dengan itu berupa:

a. transaksi bagi hasil dalam bentuk mudharabah dan musyai'akah;

b. transaksi sewa menyewa dalam bentuk ijarah atau sewa bell dalam bentuk ijarah muntahiya bittamlik; c. transaksi jual bell dalam bentuk piutang

murabahah, salam, dan lstlshna':

d. transaksi pinjam meminjam dalam bentuk piutang qardh; dan

e. transaksi sewa menyewa jasa dalam bentuk ijarah 2. Pembiayaan Atas Dasar Akad Musyarakah 5. Fatwa Syariah

Fatwa Dewan Syari'ah Nasional No:

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

07/DSN-MUIIIV

12000

ten tang Pembiayaan Mudharabah (Qiradh).

b) Bagi Nasabah

memenuhi kebutuhan modal usaha melalui sistem kemitraan dengan bank.

(73)

65 3. Fitur dan M ekanisme

Bank dan nasabah masing-masing bertindak sebagai mitra usaha dengan bersama-sarna menyediakan dana dan/atau barang untuk membiayai suatu kegiatan usaha tertentu; Nasabah bertindak sebagai pengelola usaha dan Bank sebagai mitra usahadapat ikut serta dalam pengelolaan usaha sesuai dengan tug as dan wewenang yang disepakati seperti melakukan review. meminta bukti-bukti dari laporan hasil 2. Akad: M usyarakah

Transaksi penanaman dana dari dua atau lebih pernllik dana dan/atau barang untuk menjalankan usaha tertentu sesuai syariah dengan pernbagian hasil usaha an tara kedua belah pihak berdasarkan nisbah yang disepakati, sedangkan pembagian kerugian berdasarkan proporsi modal masing-masing.

(74)

6 6

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

a) Bagi Bank

sebagai salah satu bentuk penyaluran dana. memperoleh pendapatan dalam bentuk bagi hasil sesuai pendapatan usaha yang dikelola nasabah. 4. Tujuan/ M anfaat

usaha yang dibuat oleh nasabah berdasarkan bukti pendukung yang dapat dipertanggungjawabkan; Pembagian hasil usaha dari pengelolaan dana

clinyatakan daJam bentuk

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

rusbahyang disepakati; Nisbah bagi hasil yang disepakati tidak dapat

diu bah sepanjangjangka waktu investasi, kecuali atas dasar kesepakatan para pihak:

Pembiayaan atas dasar Akad M usyarakah diberikan dalam bentuk uang dan/atau barang, serta bukan dalam bentuk piutang atau tagihan; Dalam Jial Pembiayaan atas dasar Akad M usyarakah diberikan dalam bentuk uang harus dinyatakan secara jelas jumlahnya;

(75)

6 7

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

a. Definisi :

Pembiayaan adalah penyediaan dana atau tagihan

yang dipersamakan dengan itu berupa:

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

1. transaksi bagi hasil dalam bent uk mudharabah dan musyarakah;

2. transaksi sewa menyewa dalam bentuk ijarah atau sewa beli dalam bentuk ijarah muntahiya bittamlik; 3. transaksi jual beli dalam bentuk piutang

murabahah,

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

salam, dan istishna", 4. transaksi pinjam meminjam dalam bentuk piutang

qardh; dan

5. transaksi sewa menyewa jasa dalam bentuk ijarah untuk transaksi multijasa berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antara Bank Syariah dan/atau Unit Usaha Syariah dan pihak lain yang mewajibkan pihak yang dibiayai danlatau diberi 3. Pembiayaan Atas Dasar Akad Murabahah 5. Fatwa Syariab

Fatwa Dewan Syari'ah Nasional No: 08/DSN-MUIIIV 12000, tentang Pembiayaan Musyarakah. b) Bagi Nasabah

(76)

Gambar

Gambaran ringkasnya adalah sebagai berikut:

Referensi

Dokumen terkait