• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPA TERPADU UNTUK MENINGKATKAN LITERASI IPA SISWA KELAS IV KURIKULUM 2013

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPA TERPADU UNTUK MENINGKATKAN LITERASI IPA SISWA KELAS IV KURIKULUM 2013"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

i

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPA TERPADU

UNTUK MENINGKATKAN LITERASI IPA

SISWA KELAS IV KURIKULUM 2013

TESIS

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Magister Pendidikan

Oleh

Kustiarini

0103513014

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DASAR

KONSENTRASI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

PROGRAM PASCASARJANA

(2)
(3)

iii

PERNYATAAN KEASLIAN Dengan ini saya menyatakan bahwa:

1. Karya tulis tesis saya ini adalah asli dan belum pernah diajukan untuk mendapatkan gelar akademik (sarjana, magister, dan/atau doktor), baik di Universitas Negeri Semarang maupun di perguruan tinggi lain.

2. Karya tulis ini adalah murni gagasan, rumusan, dan penelitian saya sendiri, tanpa buatan pihak lain, kecuali arahan Tim Pembimbing dan masukan Tim Penguji.

3. Karya tulis ini di dalamnya tidak terdapat karya atau pendapat yang tertulis atau dipublikasikan orang lain, kecuali secara tertulis dengan jelas dicantumkan sebagai acuan dalam naskah dengan disebutkan nama pengarang dan dicantumkan dalam daftar pustaka.

4. Pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan apabila di kemudian hari terdapat penyimpangan dan ketidakbenaran pernyataan ini, maka saya bersedia menerima sanksi akademik berupa pencabutan gelar yang telah diperoleh karena karya ini, serta sanksi lainnya sesuai dengan norma yang berlaku di perguruan tinggi.

(4)

iv

MOTTO DAN PERSEMBAHAN MOTTO

Motto penulis ialah:

1. Raih kesuksesan dengan meluruskan niat, mengoptimalkan ikhtiar,

memperbanyak do’a dan bertawakkal kepada NYA.

2. Bila dirundung kegagalan janganlah berputus asa, bila diberikan kesuksesan janganlah takkabur, karena kegagalan dan kesuksesan hanyalah sebuah ujian yang hasil akhirnya masih dijadikan misteri oleh Sang Pencipta.

3. Man jadda wajada, Man shabara zhafira, Man saara ala darbi washala

yang artinya siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil, siapa yang sabar akan beruntung, Siapa yang berjalan di jalannya akan sampai di tujuan. (Peribahasa Arab)

PERSEMBAHAN

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT. Segala kemampuan telah penulis curahkan untuk menciptakan karya tulis ini dan berkat izin-Nya lah karya tulis ini dapat terselesaikan. Karya ini penulis persembahkan untuk: 1. Suami, kedua orang tua, dan saudara.

2. Teman-teman mahasiswa Program Studi Pendidikan Dasar Konsentrasi PGSD, Program Pascasarjana Universitas Negeri Semarang.

3. Almamater Universitas Negeri Semarang.

(5)

v

ABSTRAK

Kustiarini. 2015. Pengembangan Bahan Ajar IPA Terpadu untuk Meningkatkan Literasi IPA Siswa Kelas IV Kurikulum 2013. Tesis, Program Studi Pendidikan Dasar Konsentrasi PGSD, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing: I. Prof. Dr. Ani Rusilowati, M.Pd., II. Dr. Sulhadi, M. Si.

Kata Kunci: penelitian dan pengembangan, bahan ajar, literasi IPA

Hasil survei Internasional TIMSS (2011) dan PISA (2012) menunjukkan bahwa hasil literasi IPA siswa Indonesia tergolong masih rendah bila dibandingkan dengan negara-negara lain. Aspek-aspek yang berkaitan dengan pembelajaran IPA di Indonesia masih kurang memperhatikan perolehan kepemilikan literasi IPA siswa. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan penelitian dan pengembangan bahan ajar IPA terpadu untuk meningkatkan literasi IPA siswa. Desain uji coba yang digunakan ialah pre test and post test control group yang dilaksanakan di SDN Kleco 1 Surakarta. Bahan ajar valid dilihat dari rata-rata penilaian dari ahli materi yaitu 81,7% (sangat valid), ahli media yaitu 90,8% (sangat valid) dan praktisi yaitu 91,62% (sangat valid). Bahan ajar mudah dipahami berdasarkan nilai t hitung 14,36 lebih besar dari t tabel 1,83 dengan rata-rata hasil uji keterbacaan yaitu 90,74 lebih besar dari 60. Bahan ajar efektif meningkatkan kemampuan literasi IPA siswa dilihat dari meningkatnya rata-rata postes kelas eksperimen yang signifikan, dengan hasil N-Gain sebesar 0,53 lebih tinggi daripada kelas kontrol sebesar 0,34. Rata-rata postes kelas eksperimen 83,03 dan kelas kontrol 77,58. Perbedaan rata-rata sebesar 5,45. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bahan ajar IPA terpadu yang dikembangkan memenuhi kriteria kevalidan, keterbacaan dan keefektifan. Pengembangan materi yang masih terbatas, pencapaian domain kognitif penalaran yang kurang optimal, serta scoring dan leveling kemampuan literasi IPA yang belum sesuai dengan standar TIMSS, maka diharapkan perlu diadakan penelitian dan pengembangan yang berkaitan dengan hal-hal tersebut oleh peneliti selanjutnya untuk memperoleh hasil yang lebih baik.

(6)

vi

ABSTRACT

Kustiarini. 2015. Development of Integrated Science Teaching Materials to Increase Science Literacy Fourth Grade Curriculum in 2013. Thesis, Department of Elementary Education Primary Teacher Education Concentration, Graduate Program, State University of Semarang. Advisor: Prof. I. Dr. Ani Rusilowati, M.Pd., II. Dr. Sulhadi, M. Si.

Keywords: research and development, teaching materials, science literacy

International survey results TIMSS (2011) and PISA (2012) showed that the results of students' science literacy Indonesia is still low when compared with other countries. Aspects relating to science teaching in Indonesia is still less attention to the acquisition of ownership of science literacy of students. Based on this, the research and development of integrated science teaching materials to improve science literacy of students. Design test used is the pre-test and post-test control group were held in SDN Kleco 1 Surakarta. Validity teaching materials seen from the average expert assessment of the material that is 81.7% (very valid), media experts, namely 90.8% (very valid) and practitioners, namely 91.62% (very valid). Teaching materials easily understood by 14.36 t value greater than t table 1.83 with an average of 90.74 test results legibility is greater than 60.Teaching materials effectively improve students' science literacy seen from the increasing average class postes significant experiment, with the results of the N-Gain of 0.53 was higher than the control class of 0.34. On average posttest experimental class and control class 77.58 83.03. The average difference of 5.45. Based on the results of this study concluded that integrated science teaching materials developed meet the criteria of validity, readability and effectiveness. Material development is still limited, achievement of the cognitive domain of reasoning that is less than optimal, as well as scoring and leveling science literacy which is not in accordance with the standards of TIMSS, it is expected that there should be research and development related to these matters by subsequent researchers to obtain better results.

(7)

vii

PRAKATA

Alhamdulillah puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan cinta, rahmat, hidayah dan karuniaNya, sholawat serta salam penulis haturkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW. Penulis bersyukur karena telah dapat menyelesaikan penyusunan tesis yang berjudul

“Pengembangan Bahan Ajar IPA Terpadu untuk Meningkatkan Literasi IPA

Siswa Kelas IV Kurikulum 2013” ini dengan semestinya.

Penulis menyadari bahwa pada proses penyusunan tesis ini banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Direktur Program Pascasarjana Unnes, yang telah memberikan kesempatan belajar, arahan selama masa perkuliahan, serta arahan dalam penyusunan tesis ini.

2. Ketua Program Studi Pendidikan Dasar Program Pascasarjana Unnes yang telah memberikan arahan dan motivasi yang luar biasa untuk menyelesaikan penyusunan tesis ini.

3. Prof. Dr. Ani Rusilowati, M.Pd., sebagai pembimbing I yang telah memberikan bimbingan dan arahan sejak permulaan sampai dengan selesainya penyusunan tesis ini.

4. Dr. Sulhadi, M.Si., sebagai pembimbing II yang telah memberikan bimbingan dan arahan sejak permulaan sampai dengan selesainya penyusunan tesis ini.

5. Bapak dan Ibu dosen Program Pascasarjana Unnes yang telah memberikan bekal ilmu pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan tesis ini.

6. Kepala sekolah, guru dan siswa kelas IV SD Negeri Kleco I, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta yang telah memberikan ijin dan membantu pelaksanaan penelitian.

7. Kepala sekolah dan guru SDN Kratonan No. 03 Surakarta, SDN Warga Surakarta, SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta, SD

(8)

viii

AL-Irsyad Surakarta, dan SDII AL-Abidin Surakarta yang telah memberikan ijin diseminasi dan implementasi bahan ajar hasil pengembangan.

8. Teman-teman mahasiswa Program Studi Pendidikan Dasar Konsentrasi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Program Pascasarjana Unnes angkatan 2013, atas bantuan dan kerja samanya selama awal perkuliahan sampai selesainya penyususnan tesis ini.

9. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu yang telah membantu dalam penyelesaian tesis ini.

Semoga tesis ini dapat bermanfaat, baik bagi pembaca maupun diri penulis pribadi, serta dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi dunia pendidikan.

Semarang, … Januari 2016

(9)

ix

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

PENGESAHAN UJIAN TESIS ... ii

PERNYATAAN KEASLIAN ... iii

MOTTO DAN PERSEMBAHAN ... iv

ABSTRAK ... v

ABSTRACT ... vi

PRAKATA ... ... vii

DAFTAR ISI. ... ... ix

DAFTAR TABEL ... ... xiii

DAFTAR GAMBAR ... ... xvi

DAFTAR LAMPIRAN ... ... xvii

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Identifikasi Masalah ... 10

1.3 Cakupan Masalah ... 11

1.4 Rumusan Masalah ... 12

1.5 Tujuan Penelitian ... 12

1.6 Manfaat Penelitian ... 13

1.7 Spesifikasi Produk yang Dikembangkan ... 13

1.8 Asumsi dan Keterbatasan ... 16

(10)

x

BAB II: LANDASAN TEORI

2.1 Deskripsi Teoretis ... 18

2.1.1 Landasan-landasan Pembelajaran Tematik Terpadu ... 18

2.1.2 Hakekat Pembelajaran IPA di SD ... 21

2.1.3 Prinsip Pembelajaran IPA di SD ... 23

2.1.4 Literasi IPA ... 25

2.1.5 Dimensi Literasi IPA ... 26

2.1.6 Deskripsi Tingkat Prestasi Literasi IPA Kelas IV Berdasarkan TIMSS ... 34

2.1.7 Hakekat Bahan Ajar ... 36

2.1.8 Cara Penyusunan Bahan Ajar ... 37

2.1.9 Keterbacaan Bahan Ajar ... 40

2.1.10 Kriteria Ajar untuk Membangun Literasi IPA siswa ... 41

2.1.11 Peningkatan Literasi IPA Melalui Bahan Ajar ... 45

2.1.12 Tema Cita-Citaku ... 47

2.2 Kajian Penelitian yang Relevan ... 48

2.3 Kerangka Berpikir ... 52

2.4 Hipotesis Penelitian ... 55

BAB III: METODE PENELITIAN 3.1 Model Pengembangan ... 56

3.2 Prosedur Penelitian dan Pengembangan ... 56

3.3 Uji Coba Produk ... 63

(11)

xi

3.3.2 Subjek Uji Coba Penelitian ... 64

3.3.3 Waktu Pelaksanaan Penelitian ... 66

3.3.4 Jenis Data ... 66

3.3.5 Instrumen Pengumpulan Data ... 66

3.4 Teknik Analisis Data ... 76

3.4.1 Analisis Statistik Deskriptif ... 76

3.4.2 Analisis Inferensial ... 79

3.5 Kriteria Kevalidan, Keterbacaan, Dan Keefektifan Bahan Ajar ... 84

3.6 Indikator Keberhasilan ... 86

BAB IV: HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1Hasil Penelitian ... 87

4.1.1 Karakteristik bahan ajar IPA terpadu yang telah dikembangkan untuk siswa kelas IV kurikulum 2013 ... 87

4.1.2 Kevalidan bahan ajar IPA terpadu yang telah dikembangkan.... 89

4.1.3 Keterbacaan bahan ajar IPA terpadu yang dikembangkan ... ... 92

4.1.4 Keefektifan pembelajaran dengan menggunakan bahan ajar IPA terpadu dalam meningkatkan literasi IPA siswa kelas IV .. ... 93

4.2Hasil Pengembangan ... 101

4.2.1 Analisis Kebutuhan ... 102

4.2.2 Perencanaan ... 109

4.2.3 Pengembangan Format Produk Awal ... 111

4.2.4 Validasi Produk Awal ... 122

(12)

xii

4.2.6 Uji Coba Terbatas ... 123

4.2.7 Revisi Produk (Tahap 2) ... 123

4.2.8 Uji Coba Lapangan ... 124

4.2.9 Revisi Produk Akhir (tahap 3) ... 124

4.2.10 Diseminasi dan Implementasi ... 125

4.3Pembahasan ... 125

4.3.1 Karakteristik Bahan Ajar IPA Terpadu Tema Cita-citaku Subtema Aku dan Cita-citaku ... 126

4.3.2 Kevalidan Bahan Ajar IPA Terpadu Tema Cita-citaku Subtema Aku dan Cita-citaku ... 130

4.3.3 Keterbacaan Bahan Ajar IPA Terpadu Tema Cita-citaku Subtema Aku dan Cita-citaku ... 131

4.3.4 Keefektifan Pembelajaran dengan Menggunakan Bahan Ajar IPA Terpadu Tema Cita-citaku Subtema Aku dan Cita-citaku .. 131

4.4 Keterbatasan Hasil Penelitian dan Pengembangan ... 137

BAB V: SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN 5.1 Simpulan ... 138

5.2 Implikasi ... 139

5.3 Saran ... 140

DAFTAR PUSTAKA ... 142

(13)

xiii

DAFTAR TABEL

Halaman Tabel 2.1 Persentase Soal Domain Kognitif Literasi IPA Berdasarkan

TIMSS ... 31

Tabel 2.2 Kemampuan yang Harus Dikuasai Siswa dalam Domain Kognitif Pengetahuan ... 31

Tabel 2.3 Kemampuan yang Harus Dikuasai Siswa dalam Domain Kognitif Penerapan ... 32

Tabel 2.4 Kemampuan yang Harus Dikuasai Siswa dalam Domain Kognitif Penalaran... 33

Tabel 2.5 Deskripsi Tingkat Prestasi Literasi IPA Kelas IV Berdasarkan TIMSS ... 35

Tabel 2. 6 Daftar Tema Kelas IV Kurikulum 2013 ... 47

Tabel 3.1 Desain Uji Coba ... 64

Tabel 3.2 Kriteria Keterlaksanaan Kegiatan Pembelajaran Guru dan Siswa ... 65

Tabel 3.3 Rincian Data, Teknik Pengumpulan Data, Instrumen yang digunakan, dan Responden ... 67

Tabel 3.4 Aspek Observasi Awal Penelitian Terhadap Guru Kelas IV ... 68

Tabel 3.5 Kisi-kisi Instrumen Wawancara Kebutuhan Guru ... 68

Tabel 3.6 Kisi-kisi Kebutuhan Bahan Ajar oleh Guru dan Siswa ... 69

Tabel 3.7 Kriteria Reliabilitas Butir Soal ... 72

(14)

xiv

Tabel 3.8 Rangkuman Uji Reliabilitas Butir Soal ... 73

Tabel 3.9 Kriteria Tingkat Kesukaran ... 73

Tabel 3.10 Hasil Uji Tingkat Kesukaran ... 74

Tabel 3.11 Intepretasi Daya Pembeda ... 75

Tabel 3.12 Hasil Uji Daya Pembeda Tes ... 75

Tabel 3.13 Kriteria Kevalidan Bahan Ajar IPA Terpadu ... 77

Tabel 3.14 Interpretasi Skor Prestasi Literasi IPA ... 79

Tabel 3.15 Kriteria Tingkat Gain yang Dinormalisasikan ... 83

Tabel 3.16 Validitas Isi Penelitian Ahli ... 84

Tabel 4.1 Kata Bantu Komunikatif Aspek-aspek Literasi IPA dan Ikon-Ikonnya ... 89

Tabel 4.2 Hasil Penilaian Ahli Materi ... 90

Tabel 4.3 Hasil Penilaian Bahan Ajar Draft 1 oleh Praktisi ... 91

Tabel 4.4 Hasil Uji Keterbacaan Bahan Ajar ... 92

Tabel 4.5 Hasil Uji Normalitas Data Peningkatan Hasil Belajar Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol ... 93

Tabel 4.6 Hasil Belajar Kognitif Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol ... 94

Tabel 4.7 Ringkasan Hasil Uji Perbedaan Nilai Pretes dan Postes Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol ... 95

Tabel 4.8 Distribusi Frekuensi Gain Ternormalisasi ... 96

Tabel 4.9 Perbedaan Rata-rata Peningkatan Nilai Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol ... 97

(15)

xv

Tabel 4.11 Rata-rata Hasil Penilaian Sikap Siswa ... 99

Tabel 4.12 Keterlaksanaan Kegiatan Pembelajaran Literasi IPA ... 100

Tabel 4.13 Prestasi Literasi IPA Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol ... 101

Tabel 4.14 Analisis Kondisi Lokal Sekolah ... 103

Tabel 4.15 Saran dan Perbaikan Bahan Ajar Tahap 1 ... 123

Tabel 4.16 Saran dan Perbaikan Bahan Ajar Tahap 2 ... 124

(16)

xvi

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Kerangka Berpikir ... 54

Gambar 3.1 Prosedur Penelitian dan Pengembanga Borg & Gall ... 57

Gambar 4.1 Halaman Muka Buku Siswa Draft 1 ... 112

Gambar 4.2 Kata Pengantar Buku Siswa Draft 1 ... 113

Gambar 4.3 Tentang Buku Siswa Draft 1 ... 114

Gambar 4.4 Cara Menggunakan Buku Siswa Draft 1 ... 115

Gambar 4.5 Daftar Isi Buku Siswa Draft 1 ... 115

Gambar 4.6 Apersepsi Pembelajaran Draft 1 ... 116

Gambar 4.7 Materi Pembelajaran Draft 1 ... 117

Gambar 4.8 Lembar Kerja Siswa Draft 1... 118

Gambar 4.9 Evaluasi Draft 1 ... 119

Gambar 4.10 Glosarium Draft 1... 120

Gambar 4.11 Daftar Pustaka Draft 1 ... 121

Gambar 4.12 Halaman Belakang Buku Siswa Draft 1 ... 122

(17)

xvii

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1a Hasil Validitas Alhi Materi ... 148

Lampiran 1b Hasil Validitas Ahli Media... 159

Lampiran 1c Hasil Validitas Praktisi ... 167

Lampiran 2a Hasil Uji Statistik Hasil Belajar Literasi IPA ... 174

Lampiran 2b Hasil Uji Statistik Keterbacaan Bahan Ajar ... 181

Lampiran 3a Diseminasi di SDN Kratonan No. 3 Surakarta ... 182

Lampiran 3b Diseminasi di SD Warga Surakarta... 183

Lampiran 3c Diseminasi di SD Muhammadiyah Program Khusus Surakarta ... 184

Lampiran 3d Diseminasi di SD Al-Irsyad Surakarta ... 185

Lampiran 3e Diseminasi di SDII Al Abidin Surakarta ... 186

Lampiran 4 Dokumentasi Penelitian ... 187

Lampiran 5a Surat Permohonan Validasi Ahli Penelitian ... 190

Lampiran 5b Surat Permohonan Izin Penelitian ... 191

Lampiran 5c Surat Keterangan Penelitian ... 192

(18)

1

BAB I PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Pendidikan memiliki peranan penting dalam pembangunan dan kemajuan bangsa. Melalui pendidikan kita dapat menanamkan sikap yang baik pada diri siswa dan memberikan bekal kompetensi kepada pelajar Indonesia sebagai generasi penerus yang menentukan perkembangan dan kemajuan bangsa. Terdapat beberapa tolok ukur yang dapat digunakan untuk melihat kemajuan suatu bangsa, salah satunya ialah dengan melihat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang dimilikinya.

Pembelajaran IPA di suatu bangsa berperanan penting dalam memajukan bangsa tersebut. IPA berperan dalam proses pendidikan dan juga perkembangan teknologi, karena IPA memiliki upaya untuk membangkitkan minat dan kemampuan manusia dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan IPA telah berkembang di negara-negara maju dan telah terbukti dengan adanya penemuan-penemuan baru yang terkait dengan teknologi. Apabila dibandingkan dengan negara-negara maju, pembelajaran IPA di Indonesia masih tertinggal jauh. Pendidikn IPA di Indonesia belum mencapai standar yang diinginkan, padahal IPA memiliki peranan penting untuk memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dalam rangka memajukan bangsa.

Usaha yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengetahui posisi prestasi IPA siswa Indonesia dibandingkan dengan negara lain ialah dengan mengikuti

(19)

2

beberapa penilaian internasional antara lain Trends in International Mathematics

and Science Study (TIMSS) dan Programme for International Student Assessment

(PISA). Tujuan mengikuti TIMSS adalah untuk mengukur prestasi matematika dan IPA siswa kelas IV dan kelas VIII, sedangkan tujuan mengikuti PISA ialah untuk mengukur literasi membaca, matematika, dan IPA siswa sekolah berusia 15 tahun. Manfaat yang dapat diperoleh bagi Indonesia dengan ikut serta dalam penilaian internasional tersebut, yang berkaitan dengan prestasi IPA ialah pemerintah dapat mengetahui posisi prestasi IPA siswa Indonesia dibandingkan dengan prestasi IPA siswa di negara lain dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Hal tersebut diharapkan dapat digunakan sebagai masukan dalam perumusan kebijakan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

(20)

3

rata-rata 406. Hasil penilaian TIMSS tersebut menunjukkan kemampuan IPA siswa Indonesia mengalami penurunan prestasi. Kemampuan IPA siswa Indonesia di TIMSS masih di bawah nilai rata-rata (500) dan secara umum berada pada tahapan terendah (Low International Benchmark).

(21)

4

Kedua lembaga survei internasional TIMSS dan PISA yang diikuti oleh Indonesia sama-sama menunjukkan hasil literasi IPA siswa yang masih rendah bila dibandingkan dengan negara-negara lain. Rendahnya mutu hasil belajar IPA siswa tersebut menunjukkan bahwa aspek-aspek yang berkaitan dengan pembelajaran IPA di sekolah-sekolah Indonesia masih kurang memperhatikan perolehan kepemilikan literasi IPA siswa. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu diadakannya materi-materi yang memuat literasi IPA dan penilaian literasi IPA selama kegiatan pembelajaran sejak Sekolah Dasar agar siswa terbiasa mengaitkan pengetahuan IPA yang dipelajarinya dengan fenomena-fenomena yang ada dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai upaya untuk mengejar ketertinggalan prestasi belajar siswa Indonesia dengan negara lain, pada tahun 2013 pemerintah mengadakan uji coba di beberapa sekolah pilihan termasuk di jenjang Sekolah Dasar untuk menerapkan kurikulum 2013 yang merupakan bentuk penyempurnaan dari kurikulum KTSP. Lahirnya kurikulum 2013 untuk Sekolah Dasar dipaparkan dalam Peraturan Pemerintah No. 67 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. Kurikulum 2013 ini menerapkan pembelajaran tematik mulai dari kelas I sampai dengan kelas VI dengan pendekatan saintifik dalam pembelajarannya, dengan demikian diharapkan dapat memberikan perubahan yang signifikan terhadap prestasi literasi IPA siswa.

(22)

5

pada buku guru dan buku siswa, sehingga dalam pengimplementasiannya kurang optimal. Kekurangan tersebut antara lain: (1) terdapat beberapa kesalahan dalam penulisan dan adanya ketidaksesuaian antara Kompetensi Dasar, indikator dalam buku guru dengan materi yang terdapat dalam buku siswa; (2) materi IPA yang terdapat dalam buku siswa kelas IV tema Cita-citaku belum sepenuhnya memperlihatkan pembelajaran yang memuat dimensi literasi IPA.

Salah satu penemuan tentang adanya kekurangan dalam buku guru dan buku siswa dapat dilihat pada tema Cita-citaku. Hasil analisisnya ialah sebagai berikut: (1) pada pemetaan KD di subtema Aku dan Cita-citaku terdapat kesalahan dalam penulisan nomor pada KD pembelajaran ke-4 yang benar ialah 4.7 bukan 4.6; (2) pada pemetaan KD dan indikator subtema 1 pembelajaran 1 terdapat KD dan indikator SBdP, akan tetapi pada buku siswa tidak ada materi SBdP. (3) pada pemetaan KD dan indikator di subtema Giat Berusaha Meraih Cita-Citaku hanya memuat KD 3.5 dan 4.4, padahal indikator yang dicantumkan dan materi IPA yang terdapat pada buku siswa untuk pembelajaran 2 merupakan indikator untuk KD 3.7 dan 4.7, jadi perlu penambahan KD 3.7 dan 4.7 agar sesuai dengan indikator dan materi yang terdapat pada buku siswa.

(23)

6

bagi siswa maka sebaiknya dalam setiap pembelajaran hendaknya memuat materi IPA yang mampu mendorong siswa untuk memiliki literasi IPA.

Hasil analisis tersebut diperkuat dengan adanya temuan di lapangan. Tanggal 16 Januari 2015, peneliti melakukan observasi terhadap guru kelas IV di SD Negeri Kleco I, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta. Observasi dilakukan dengan mengamati kegiatan pembelajaran secara langsung dan melakukan wawancara kepada guru kelas. Kegiatan observasi dan wawancara ini dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh data awal penelitian dalam tahap analisis kebutuhan.

Hasil observasi terhadap pembelajaran di kelas ialah: (1) kegiatan pembelajaran sudah terlaksana dengan baik, akan tetapi perpindahan antara materi pembelajaran satu dengan lainnya masih terlihat; (2) ketersediaan bahan ajar pendukung materi IPA masih terbatas. Guru menggunakan bahan ajar tematik yang disediakan oleh pemerintah sebagai bahan ajar utama; (3) pembelajaran masih bersifat teacher centered; (4) pembelajaran khususnya materi IPA cenderung bersifat kognitif pengetahuan, sedangkan domain kognitif penalaran dan kognitif penerapan kurang di eksplorasi. Selain itu, proses dan aplikasi IPA kurang diperhatikan.

(24)

7

dengan yang ada di dalam buku pegangan. (2) terdapat beberapa materi yang ada di buku siswa kelas IV kurang sesuai dengan KD dan indikator yang telah dipetakan dalam buku guru; sebagai contoh ialah pada Tema Indahnya Kebersamaan subtema Keberagaman Budaya Bangsaku untuk pembelajaran 1. KD bahasa Indonesia dalam pembelajaran 1 memuat tentang gaya, gerak, energi panas, bunyi, dan cahaya, tetapi dalam kegiatan pembelajarannya belum nampak bahasan tentang gaya, gerak, energi panas, bunyi, dan cahaya. (3) materi IPA dalam pembelajaran tematik yang terdapat di buku siswa kelas IV bersifat terbatas, guru cenderung kesulitan untuk mengembangkan materi IPA yang sesuai dengan pembelajanan lainnya; (4) guru kurang berminat untuk mengambangkan materi IPA Terpadu karena kendala waktu. Permasalahan tersebut merupakan hal yang dapat menghambat proses pendidikan IPA siswa, sehingga hasil belajar IPA yang dicapai siswa kurang optimal.

(25)

8

Bangsaku belum menjelaskan tentang sifat-sifat dan sumber bunyi, dengan demikian guru menjelaskan secara langsung kepada siswa mengenai macam-macam sifat dan sumber bunyi. Cara yang dilakukan guru demikian itu kurang tepat, guru hendaknya merancang sebuah bahan ajar sendiri yang mampu mendorong siswa untuk memahami sifat dan sumber bunyi, dengan demikian pembelajaran akan lebih bermakna. Berkaitan dengan permasalahan ketiga, guru masih enggan untuk mengembangkan sendiri bahan ajar IPA Terpadu dalam pembelajaran tematik dengan alasan kendala waktu dan lebih praktis menggunakan buku-buku yang sudah ada.

Melihat usaha yang dilakukan oleh guru dalam mengatasi permasalahan yang demikian, jelas bahwa motivasi dan kemampuan guru untuk mengembangkan bahan ajar IPA Terpadu masih rendah. Kondisi seperti itu memang diakui oleh guru kelas IV SD Negeri Kleco I bahwa beliau kesulitan mengembangkan bahan ajar tematik kurikulum 2013. Guru kelas IV SD N Kleco 1 Surakarta cenderung memilih yang lebih praktis yaitu dengan menggunakan buku dan LKS yang bebas diperjualbelikan.

(26)

9

dalam mengembangkan bahan ajar sesuai dengan kebutuhan pembelajarannya. Hal ini terjadi karena banyaknya “bahan ajar praktis” yang sudah jadi dan siap

pakai. Sementara bahan ajar tersebut belum tentu cocok dan sesuai dengan karakteristik siswanya. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan di lingkungan MTs Negeri Kabupaten Sumedang terlihat bahwa belum adanya pemilihan bahan ajar secara baik oleh guru untuk siswanya dalam melaksanakan pembelajaran, dimana lebih banyak menggunakan buku panduan guru saja.

Hendrawati (2004), hasil penelitiannya menggambarkan bahwa sebanyak 40 orang guru yang mengajarkan IPA SD di kota Bandung memilih buku pelajaran yang diperjualbelikan untuk dipergunakan dalam proses pembelajaran IPA di kelas. Alasan yang diungkapkan oleh guru-guru tersebut beragam, mulai dari faktor kebutuhan pembelajaran, kesulitan menyusun sendiri bahan ajar IPA, kebijakan pimpinan, dan keuntungan yang diperoleh pihak sekolah dari penerbit buku sebagai penyalur langsung. Dengan demikian penentuan dan penggunaan bahan ajar IPA masih membutuhkan perhatian serius baik dari guru, kepala sekolah dan pemerintah.

(27)

10

Alternatif ini merupakan upaya untuk meningkatkan literasi IPA siswa, mengingat betapa pentingnya literasi IPA bagi kehidupan dan kemajuan bangsa.

1.2Identifikasi Masalah

Berdasarkan pemikiran yang terdapat dalam latar belakang, memuat beberapa hal yang dapat diidentifikasi yaitu:

1. Hasil penilaian internasional TIMSS dan PISA yang menunjukkan prestasi literasi IPA siswa Indonesia masih rendah, berada di bawah rata-rata internasional.

2. Adanya ketidaksesuaian antara buku guru dan buku siswa berdasarkan hasil analisis dan temuan di lapangan.

3. Kurangnya pemahaman guru mengenai literasi IPA.

4. Masih kurangnya minat, kreativitas dan kemampuan guru di beberapa sekolah dalam mengembangkan bahan ajar berdasarkan temuan di lapangan dan penelitian terdahulu.

5. Terbatasnya materi IPA Terpadu yang terdapat dalam buku siswa terutama pada tema Cita-citaku yang dalam 18 pembelajaran hanya memuat 6 pembelajaran yang menyangkut materi IPA, sehingga kemampuan siswa untuk memiliki literasi IPA dirasa masih kurang.

(28)

11

1.3 Cakupan Masalah

Cakupan masalah merupakan ruang lingkup yang dikaji melalui penelitian dengan mempertimbangkan kekhasan bidang kajian, keluasan, dan kelayakan masalah. Berikut beberapa cakupan masalah dalam penelitian ini yaitu:

1. Materi yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah materi pada tema Cita-citaku, subtema 1 Aku dan Cita-citaku, dimana dalam subtema tema tersebut terdapat enam kegiatan pembelajaran.

2. Kompetensi yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah kompetensi literasi IPA yang terintegrasi dalam bahan ajar IPA terpadu.

3. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi IPA siswa kelas IV yang meliputi content domain dan cognitive domain. Content

domain dalam penelitian ini mencakup penggunaan dan pelestarian sumber

daya alam, sedangkan cognitive domain meliputi pengetahuan, penerapan dan penalaran yang diukur dengan instrumen tes. Data pendukung peningkatan kemampuan literasi IPA yaitu data keterlaksanaan kegiatan pembelajaran yang diukur dengan menggunakan lembar observasi, data proses ber-IPA yang diukur dengan menggunakan LKS, dan data sikap IPA yang diukur dengan menggunakan lembar observasi.

(29)

12

1.4 Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penelitian dan pengembangan ini dijabarkan ke dalam beberapa pertanyaan sebagai berikut:

1. Bagaimana karakteristik bahan ajar IPA Terpadu yang telah dikembangkan untuk siswa kelas IV kurikulum 2013?

2. Bagaimana kevalidan bahan ajar IPA Terpadu yang dikembangkan? 3. Bagaimana keterbacaan dari bahan ajar IPA Terpadu yang dikembangkan? 4. Bagaimana keefektifan pembelajaran dengan menggunakan bahan ajar IPA

Terpadu dalam meningkatkan literasi IPA siswa kelas IV? 1.5 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah, maka penelitian ini memiliki dua (2) tujuan yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum penelitian ini adalah menghasilkan suatu bahan ajar IPA Terpadu tema Cita-citaku untuk meningkatkan literasi IPA siswa kelas IV kurikulum 2013.

Tujuan khusus penelitian ini adalah:

1. Mendeskripsikan karakteristik pengembangan bahan ajar IPA Terpadu kelas IV kurikulum 2013.

(30)

13

4. Mengetahui keefektifan pembelajaran dengan menggunakan bahan ajar IPA Terpadu yang telah dikembangkan untuk meningkatkan literasi IPA siswa kelas IV.

1.6 Manfaat Penelitian

Penelitian dan Pengembangan ini memiliki manfaat sebagai berikut:

1. Hasil penelitian dan pengembangan ini menjadi sumbangan inovasi pada pembelajaran tematik kurikulum 2013 kelas IV pada tema Cita-citaku dengan menerapkan bahan ajar IPA Terpadu dalam meningkatkan literasi IPA siswa. 2. Hasil penelitian dan pengembangan ini dapat dijadikan sebagai acuan dalam

mengembangakan bahan ajar IPA Terpadu untuk meningkatkan literasi IPA siswa kelas IV.

3. Mewujudkan pribadi yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, afektif, menguasai literasi IPA sehingga mampu bersaing di dunia internasional. 4. Hasil penelitian dan pengembangan ini dapat dijadikan sarana pengambilan

kebijakan bagi sekolah dalam hal pengembangan bahan ajar, sehingga berdampak positif dalam perbaikan kualitas proses dan hasil pembelajaran. 1.7 Spesifikasi Produk yang Dikembangkan

Adapun spesifikasi produk yang dihasilkan dalam penelitian dan pengembangan ini adalah sebagai berikut:

1. Produk yang Dikembangkan

(31)

14

pada tema Cita-citaku subtema 1 Aku dan Cita-citaku. Terdapat 6 pembelajaran dalam subtema tersebut. Setiap pembelajaran memuat materi IPA. Bahan ajar yang dikembangkan memuat materi Bahasa Indonesia, Seni Budaya dan Prakarya, IPA, PJOK, Matematika, PPKn dan IPS yang disajikan dalam bentuk bahan ajar tematik dengan memperhatikan dimensi literasi IPA. Kompetensi Dasar sesuai dengan apa yang telah dipetakan dalam buku guru kurikulum 2013. Pengembangan yang utama dilakukan terhadap indikator dan materi IPA di setiap pembelajaran pada tema Cita-citaku subtema 1 Aku dan Cita-citaku.

2. Buku Siswa

Buku siswa hasil pengembangan memuat hal-hal sebagai berikut: a. Tentang buku siswa

Tentang buku siswa ini memberikan informasi-informasi mengenai buku siswa. Hal ini bertujuan agar siswa, guru dan orang tua memahami dengan benar mengenai buku siswa.

b. Cara menggunakan buku siswa

Hal ini dicantumkan dalam buku siswa dengan tujuan untuk membantu mempermudah siswa dalam melakukan kegiatan pembelajaran.

c. Materi pembelajaran subtema 1 Aku dan Cita-citaku

(32)

15

d. Soal Evaluasi

Soal evaluasi terdiri dari 30 soal pilihan ganda materi IPA. Soal evaluasi ini terdapat di bagian akhir pembelajaran ke-6. Hal ini dimaksudkan untuk mengukur pencapaian kemampuan literasi IPA siswa setelah mempelajari bahan ajar hasil pengembangan.

3. Buku Guru

Buku Guru dibuat dengan tujuan untuk membantu mempermudah guru dalam menerapkan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan bahan ajar hasil pengembangan. Hal-hal yang terdapat dalam buku guru ialah sebagai berikut: a. Tentang Buku Guru

Tentang buku guru ini memberikan informasi-informasi mengenai buku guru. Hal ini bertujuan agar guru bagian-bagian yang terdapat dalam buku guru.

b. Cara Menggunakan Buku Guru

Cara menggunakan buku guru ini dibuat agar guru memahami cara-cara menggunakan buku hasil pengembangan dengan baik dan benar agar mendapatkan hasil yang optimal.

c. Materi pembelajaran subtema 1 Aku dan Cita-citaku

(33)

16

dilengkapi dengan kunci jawaban dari soal-soal dan lembar kegiatan yang terdapat pada buku siswa.

d. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dibuat sesuai dengan Permendikbud No. 81A tahun 2013 yang meliputi: (1) Sekolah; (2) Mata pelajaran; (3) Kelas/Semester; (4) Materi Pokok; (5) Alokasi Waktu; (6) Kompetensi Inti (KI); (7) Kompetensi Dasar dan Indikator; (8) Tujuan Pembelajaran; (9) Materi Pembelajaran; (10) Metode Pembelajaran; (11) Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran; (12) Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran serta; (13) Penilaian. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dibuat untuk membantu memudahkan guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran yang berorientasi pada pencapaian literasi IPA siswa.

1.8 Asumsi dan Keterbatasan Pengembangan

Asumsi dalam pengembangan merupakan landasan pijak untuk menentukan karakteristik produk yang dihasilkan dan pembenaran pemilihan model serta prosedur pengembangannya.

Asumsi dalam penelitian ini adalah:

(34)

17

2. Siswa mampu memahami dengan baik isi yang terdapat dalam bahan ajar IPA Terpadu yang telah dikembangkan sehingga memicu peningkatan literasi IPA yang dimilikinya.

Keterbatasan pengembangan berisi ungkapan keterbatasan produk yang dihasilkan untuk memecahkan masalah yang dihadapi, khususnya untuk konteks masalah yang lebih luas

Adapun keterbatasan dalam penelitian dan pengembangan ini adalah:

1. Pengembangan bahan ajar IPA Terpadu ini dibatasi oleh Kompetensi Dasar yang terdapat pada tema Cita-citaku kurikulum 2013.

2. Bahan ajar IPA Terpadu ini diuji cobakan pada siswa kelas IV SD Negeri Kleco 1, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta.

Referensi

Dokumen terkait

BAB 2 MODEL DAN KERANGKA KERJA PERILAKU KONSUMEN Dalam bab ini dibahas mengenai model dan kerangka kerja perilaku konsumen yang dikaitkan dengan ruang lingkup

Pemegang Saham dengan Kepemilikan < 5% Shares Ownership < 5% Bulan ini This Month Total sampai dengan Bulan ini Total up to this Month Dasar (Jumlah Saham)

Penerapan augmented reality pada buku media pembelajaran ini dilakukan dengan menggunakan software ARToolKit untuk menampilkan produk tiga dimensi (3D) alat transportasi

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) adalah perbandingan antara jumlah pengangguran terhadap penduduk angkatan kerja. TPT Kalimantan Selatan keadaan Februari 2012 adalah 3,91

• Industri Minyak Sawit dalam Isu Sosial dan Ekonomi Indonesia.. • Perkebunan Kelapa Sawit dalam Isu Sosial dan

Semakin tinggi koefisien reabilitas mendekati angka 1,00 berarti semakin tinggi reliabilitas (Azwar, 2007:83). Dalam penelitian ini rebilitas alat ukur diuji dengan

Sehubungan dengan hasil evaluasi penawaran saudara, perihal penawaran Pekerjaan Pembangunan Jalan Tassa Sebatik Tengah (DAK Perbatasan & Pendamping), dimana

Surat Sanggahan disampaikan kepada Kelompok Kerja Pengadaan Barang/Jasa Konstruksi Satuan Kerja Pengadilan Negeri Ketapang Tahun Anggaran 2014 dengan alamat Jalan