• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERBAIKAN KUALITAS PRODUK SHUTTLE COCK DENGAN SIX SIGMA ( Studi Kasus di CV. Anggi Jaya )

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PERBAIKAN KUALITAS PRODUK SHUTTLE COCK DENGAN SIX SIGMA ( Studi Kasus di CV. Anggi Jaya )"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

PERBAIKAN KUALITAS PRODUK

SHUTTLE

COCK

DENGAN SIX SIGMA

( Studi Kasus di CV. Anggi Jaya )

Skripsi

Diajukan Kepada Universitas Muhammadiyah Malang

Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Akademik

Dalam Menyelesaikan Program Sarjana Teknik

Disusun Oleh :

MUHAMMAD TONI HARIANTO

201010140311033

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI

FAKULTAS TEKNIK

(2)

LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI

PERBAIKAN KUALITAS PRODUK

SHUTTLE

COCK

DENGAN SIX SIGMA

( Studi Kasus di CV. Anggi Jaya )

Disusun Oleh :

Muhammad Toni Hariaanto

2010101403111033

Menyetujui dan Mengesahkan :

Malang...,...,...

\\

KATA PENGANTAR

Dosen Pembimbing 1

Ir. M. Lukman, MT

Dosen Pembimbing II

Thomy Eko S.,ST.MSc

Mengetahui,

Ketua Jurusan Teknik Industri

(3)

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur peneliti panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat

rahmat dan hidayah-Nya peneliti dapat menyelesaikan skripsi berjudul “Perbaikan Kualitas Produk Shuttle Cock Dengan Six Sigma studi kasus di CV. Anggi Jaya”. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi mulia Rasulullah

Muhammad SAW. Tidak lupa saya berterima kasih kepada ibu saya yang senantiasa

memberikan motivasi kepada saya untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi, serta

kepada bapak yang telah membiayai, mendukung, dan mempercayai saya selama ini,

tanpa peran kalian saya tidak akan mampu menyelesaikan pendidikan sampai jenjang

ini.

Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana

Teknik Universitas Muhammadiyah Malang. Peneliti mengucapkan terima kasih

yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang telah membantu proses penelitian

skripsi ini. Peneliti menyadari bahwa penelitian ini masih jauh dari sempurna

mengingat keterbatasan-keterbatasan yang dihadapi selama ini masih jauh dari

sempurna mengingat keterbatasan-ketesbatasan yang dihadapi selama

berlangsungnya penelitian. Oleh karena itu, peneliti mengucapkan terimakasih dan

penghargaan yang sebesar-besarnya kepada:

1. Saudara saya “ fendi budianto” mugo-mugo sekolahe sampek sarjana kepada adik saya “fiki setiawan” seng rajin sekolahe ben dadi wong sukses

2. Teman kontrakan saya “Adi setianto” suwun wes diterne lek nang kampus,

suwun pu cupu ndang cepet lulus nek ra pengen dadi kepala suku’ne teknik

industri

3. Ir. M. Lukman,MT terimakasih telah sabar membantu dan membimbing pengerjaan skripsi saya sehingga dapat terselesaikan tepat waktu.

4. Thomy Eko S.,ST.MSc terimakasih telah memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang teory Six Sigma produksi sehingga saya dapat

(4)

5. Terima kasih kepada pimpinan CV. Anggi Jaya yang telah mengizinkan saya

melakukan penelitan dan pegambilan data.

6. Terima kasih kepada teman- seperjuangan “Irfan Rofiqul, Bagus Oktafianto, Fathul Ulum, Doni Prayogo, Dzul, Tajap,Rohman dll, mugo- mugo ndang

cepet lulus kabeh rek.

Akhir kata peneliti menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini masih banyak

kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan. Baik dari isi, teknik penyajian

maupun dalam penyusunan. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat

membangun peneliti butuhkan agar tercapai suatu kesempurnaan. Dan peneliti

berharap semoga penelitian ini dapat memberi manfaat bagi kemajuan ilmu

pengetahuan, dan juga memberikan manfaat baik bagi peneliti maupun bagi para

pembaca pada umumnya, amin.

Malang,...,

(5)

Surat Keterangan Pengambilan Data dari Perusahaan...

Kata Pengantar...

2.3.1 beberapa istilah dalam konsep six sigma motorola... 8

2.3.2 manfaat-manfaat six sigma... 10

2.4 alat-alat six sigma... 11

(6)

2.5 Alat- alat six sigma... ... 14

2.5.1 Analisis Pareto... 14

2.5.2 Fisbone Diagram... 16

2.6 Failure Model and Effct Analysis (FMEA)... 18

BAB III METODOLOGI PENELITIAN………. 23

3.1 Flow Chart Penelitian……… 23

3.2 Penjelasan Flow Chart Penelitian………... 24

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA... 27

4.1 Tinjauan Umum Perusahaan... ... 27

4.2 Pengumpulan Data... ... 28

4.3 Pengolahan Data... ... 31

4.3.1 Define... ... 31

4.3.1.1 jenis-jenis cacat produk shuttle cock... 31

4.3.1.2 Data Critical To Quality... 36

4.3.1.3 Diagaram Pareto... 39

4.3.2 Mesure... 41

4.3.2.1 Nilai DPMO dan Level Sigma... 41

4.3.3 Analyze... ... 43

4.3.3.1 Analisa DPMO dan Level Sigma... 43

4.3.3.2 Analisa penyebab kecacatan dengan fish bone... 44

4.3.4 Improve... ... 49

4.3.4.1Identifikasi penyebab kecacatan dengan FMEA... 49

BAB V ANALISA DATA... 60

5.1 Analisis Define... 60

5.1.1 Analisis Identifikasi produk amatan... 60

5.1.2 Analisis data Critical To Quality... 60

5.2 Analisis Measure... ... 61

5.2.1 Analisis Nilai DPMO dan Level sigma... 61

(7)

5.3.1 Analisa Penyebab Kecacatan Dengan Fish Bone... 61

5.4 Analisis Improve... ... 64

5.4.1 urutan Nilai RPN... 64

5.5 Analisis Control... ... 65

5.5.1 Usulan Perbaikan... ... 65

BAB VI KESIMPULAN dan SARAN... 70

6.1 Kesimpulan... ... 70

6.2 Saran... ... 71

DAFTAR PUSTAKA………. LAMPIRAN... 72

Lampiran 1data cheek sheet... 72

Lampiran 2 proses pengerjaan shuttle cock... 94

(8)

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Perbedaan True 6-sigma dengan motorola 6-sigma……… 7

Tabel 2.2 Nilai Severty………...… 19

Tabel 2.3 Nilai Occurance……… 20

Tabel 2.4 Nilai Detection...……… 21

Tabel 4.1 Check Sheet... 29

Tabel 4.2 Tabulasi Data... 30

Tabel 4.3 Jenis cacat pada shuttle cock... 31

Tabel 4.4 Data Jumlah total Cacat ... 36

Tabel 4.5 Data prosentase Jenis Cacat... 38

Tabel 4.6 Posentase Kumulatif Produk Cacat... 39

Tabel 4.7 Data Cacat CTQ... 41

Tabel 4.8 Nilai Severity... 50

Tabel 4.9 Nilai Occurance... 51

Tabel 4.10 Nilai Detection... 52

Tabel 4.11 Identifikasi Mode kegagalan dan tindakan perrbaikan dengan FMEA 53 Tabel 5.1 Rekomendasi Standard Operating Procedure Pemasangan bulu... 67

Tabel 5.2 Rekomendasi Standard Operating Procedure pengeleman Cock... 68

(9)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 kurva distribusi normal dengan pengeseran +1.5sigma………...… 6

Gambar 2.2 Diagram Pareto………... 15

Gambar 2.3 Diagram sebab Akibat... 17

Gambar 3.1 Flow chart Metodologi Penelitian... 23

Gambar 4.1Proses Produksi Shuttle Cock... ... 28

Gambar 4.2 Cacat Bulu Patah... 32

Gambar 4.3 Gabus Pecah... 32

Gambar 4.4 Jahitan Putus... 33

Gambar 4.5 Keseimbangan Laju Goyah... 33

Gambar 4.6 Peta Proses Oprasi... 34

Gambar 4.7 Diagram Pareto Jenis Cacat Produksi Shuttle Cock... 40

Gambar 4.8 Perhitungan Level Sigma Dengan SPC... 42

Gambar 4.9 Cacat Bulu Patah... 45

(10)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1data cheek sheet... 72

Lampiran 2 proses pengerjaan shuttle cock... 94

(11)

DAFTAR PUSTAKA

Brue, G. 2002. Sig sigma for Managers. A briefcase Book, Mc Graw-Hill.

Ghiffari, I. H, Ambar, B. A. 2013. Jurnal Analisis six sigma untuk mengurangi

jumlah cacat di stasiun kerja sablon, Jurnal teknik industri itenas, Vol.1, no.1, ISSN:

2338-5081

Gasperz, V. 2002. Pedoman Implementasi Program Six Sigma Terintegrasi Dengan

ISO 9001:2000, MBNQA, dan HACCP. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama

Gasperz, V. 1997. Manajemen Bisnis Total Dalam Era Globa. Jakarta : PT.

Gramedia Pustaka Utama

(12)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

CV. Anggi Jaya merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang

pembuatan Shuttle cock yang berlokasi di JL.Masjid Barat, Ds Biru Kab Malang.

Bahan baku utama pembuatan Shuttle cock adalah bulu angsa yang dipesan dari

Surabaya dan untuk bahan baku pendukung seperti lem, tali, gabus, dll didapatkan

dari sekitar Kabupaten Malang. Perusahaan memperkerjaakan 23 orang karyawan

dalam melakukan proses produksi, yang masing-masing ditempatkan disetiap

proses produksi. Wilayah pemasaran produk Shuttle cock meliputi beberapa kota

besar di Indonesia antara lain Jakarta, Makasar, dan Banjarmasin. Kapasitas

produksi dalam satu hari menghasilkan 3600 buah Shuttle cock yang berarti dalam

satu bulan perusahaan menghasilkan 90000 buah Shuttle cock.

Semakin berkembangnya dunia industri saat ini mengakibatkan

persainggan dengan kompetitor semakin ketat. Para pelaku industri harus

melakukan berbagai hal agar tetap bisa bertahan dalam ketatnya persainggan.

Permasalahan yang terjadi di CV. Anggi Jaya saat ini adalah tingginya tingkat

kecacatan produk Shuttle cock yang mencapai 5% dari total produksi dalam satu

hari. Hal ini menunjukkan jumlah cacat produk Shuttle cock telah melebihi batas

toleransi yang diberikan yang hanya 2% dari total produksi. Berdasarkan

observasi diketahui terdapat cacat produk Shuttle cock, setelah dilakukan inspeksi

akhir pengerjaan yaitu, bulu patah, jahitan putus, Gabus Mengelupas,

Keseimbangan Laju Shuttle cock goyah Sehingga berdampak kepada sumberdaya.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Ghiffari, dkk (2013),

Usulan perbaikan produk cacat dengan mengunakan six sigma dapat mengurangi

keacatan produk sebesar 50,78% dari total kecacatan produksi sebelumnya. Hasil

(13)

2 memperbaiki kualitas produk, sehingga pada penelitian ini upaya yang dilakukan

untuk menyelesaikan masalah kecacatan adalah dengan menerapkan metode six

sigma yaitu sebuah metodologi terstruktur dengan mengikuti siklus DMAIC

(Defien, Measure, Analize, Improve,control).

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka dapat dirumuskan

permasalahan sebagai berikut:

Bagaimana mengurangi jumlah cacat pada produksi Shuttle cock dengan

pendekatan six sigma.

1.3 Tujuan Penelitian

Ditinjau dari permasalahan yang ada, maka dalam penelitian ini tujuan

yang ingin dicapai adalah sebagai berikut:

1. Mengidentifikasi cacat kritis CTQ yang terjadi pada proses produksi Shuttle

cock.

2. Menghitung nilai DPMO (Defect per milion oppurtunities) dan sigma level

3. Menghasilkan usulan perbaikan proses untuk mengurangi jumlah cacat yang

terjadi pada proses produksi Shuttle cock. Bedasarkan Nilai Rpn tertinggi

dengan mengunakan FMEA

1.4 Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada

pihak-pihak yang terkait. Adapun manfaat yang akan diperoleh dengan melakukan

penelitian ini adalah:

1. Perusahaan mengetahui tingkat kualitas produk dan penyebab yang dapat

menimbulkan terjadinya cacat.

2. Hasil penelitian dapat dijadikan sebagai usulan perbaikan pada pembuatan

(14)

3 3. Perusahaan mendapatkan informasi mengenai pemanfaatan metode six sigma

sebagai alat pengendalian kualitas

1.5 Batasan Masalah

Agar pembahasan masalah tidak menyimpang dari yang diharapkan, maka

beberapa batasan dan asumsi yang dipertimbangkan, yaitu:

1. Pada penelitian ini pembahasan dan perhitungan analisa biaya tidak digunakan

1.6 Asumsi

Asumsi yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

1. Proses produksi tidak mengalami perubahan artinya tidak terjadi perubahan

alur proses selama penelitian dilaksanakan.

2. Tidak ada perubahan standart spesifikasi produk selama penelitian

Referensi

Dokumen terkait

Dari penelusuran kecacatan diketahui bahwa proses pemotongan serta pembentukan merupakan proses yang menghasilkan produk cacat terbesar sehingga perbaikan akan

Penelitian dilakukan pada PT. Solo Murni pada produk gift box ditinjau dari jumlah produksi dan jumlah produk cacat yang dihasilkan. Penilaian proses produksi akan

Sedangkan untuk perhitungan nilai sigma faktor lem dalam metode Six Sigma menunjukkan bahwa dalam satu juta produk terdapat 15795 produk yang mengalami kecacatan

terlihat bahwa tingkat permasalahan utama terjadi pada rasa kurang manis yaitu mencapai angka 3655 produk atau sama dengan 40% dari seluruh total kecacatan

Berdasarkan data produksi perusahaan, maka tujuan dari proyek six sigma ini adalah mengurangi jumlah kecacatan yang timbul pada proses pembuatan keramik dengan

Lean Six Sigma merupakan sebuah metode yang digunakan untuk mengeliminasi pemborosan yang terdapat pada lantai produksi serta mengidentifikasi penyebab kecacatan produk

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jenis dan jumlah cacat produk logam yang terjadi di lantai produksi, mengetahui tingkat pencapaian proses kualitas berdasarkan jenis dan

Pengumpulan data cacat sebanyak 190 roti dengan total produksi 1.080 roti dengan rata-rata kecacatan 6,3 roti, maka diperlukan penelitian yang mendalam dengan menggunakan metode Six