• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis QTL dari Karakter Toleransi terhadap Aluminium pada Padi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis QTL dari Karakter Toleransi terhadap Aluminium pada Padi"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS QTL DARI KARAKTER TOLERANSI TERHADAP ALUMINIUM PADA PADI

Miftahudin1), Tatik Chikmawati1), Dwinita W. Utami2), Ida Hanarida2) 1)

Staf Pengajar Dep. Biologi, Fakultas Matematika dan IPA, IPB 2)BB Biogen, Balitbang Pertanian, Deptan

Abstrak

Peningkatan kebutuhan masyarakat Indonesia akan beras sebagai sumber pangan utama berlawanan dengan menurunnya ketersediaan lahan sawah. Hal tersebut memaksa pengusahaan tanaman padi harus dilakukan pada lahan kering yang tersedia, termasuk lahan asam yang memiliki masalah dengan tingginya kelarutan aluminium (Al) yang dapat menghambat pertumbuhan akar tanaman. Oleh karena itu diperlukan varietas padi yang toleran terhadap tanah dengan kadar Al yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi parameter fisiologis dari karakter toleran Al pada padi dan marka molekular SSR yang polimorf antara padi varietas IR64 (peka Al) dan Hawarabunar (toleran Al). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter root re-growth dan pertambahan panjang akar padi yang telah dicekam 15 ppm Al selama 72 jam dapat dijadikan parameter fisiologis untuk karakter toleransi Al. Dari 75 marka molekular SSR kromosom 1, 2 dan 3 yang diuji terdapat 55 marka yang polimorf antar kedua varietas dan dapat digunakan untuk analisis marka molekular terkait QTL dari karakter toleransi

terhadap Al pada populasi F2 hasil silangan padi varietas IR64 dengan Hawarabunar.

Referensi

Dokumen terkait

Pada penelitian ini, marka STS dan SNP yang berasosiasi dengan karakter toleransi Fe dapat digunakan sebagai marka seleksi pada program pembentukan galur toleran Fe dengan

Induksi mutasi dengan radiasi sinar gamma merupakan salah satu cara untuk merakit varietas padi yang baru, seperti varietas padi yang toleran terhadap aluminium (Al) yang

Pada gandum, jelai, dan gandum hitam, karakter ini diken- dalikan oleh gen tunggal, sedangkan pada kebanyak- an spesies lainnya, seperti padi, jagung, dan kedelai, toleransi

(2015) yang melakukan analisis galur toleran Al dengan 384 marka SNP mendapatkan 9 marka SNP yang bersifat signifikan dan dapat diaplikasikan untuk kegiatan seleksi

Bahan-bahan yang digunakan adalah 2 varietas padi toleran terhadap salinitas (Lalan dan Pokali), 2 varietas padi peka terhadap salinitas (IR 64 dan Ciherang),

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis karakter fisiologi yaitu Root Regrowth (RRG), jumlah anakan maksimum, dan umur berbunga yang dapat dipergunakan sebagai

Varietas lokal Mandalet, Ganefo, Padi Belanda, Pulut Jangan, Padi Ubek Bala, dan Padi Krayan paling toleran terhadap kondisi tanpa P dengan jumlah anakan 1-21%

Diperoleh varietas-varietas yang memiliki potensi karakter toleran terhadap ketersediaan air yang terbatas dengan ciri jumlah anakan, total luas daun, bobot kering