• Tidak ada hasil yang ditemukan

MODEL PERSENTASE PENDUDUK MISKIN DI PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2010-2014 DENGAN PENDEKATAN REGRESI PANEL.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "MODEL PERSENTASE PENDUDUK MISKIN DI PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2010-2014 DENGAN PENDEKATAN REGRESI PANEL."

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

MODEL PERSENTASE PENDUDUK MISKIN DI PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2010-2014 DENGAN PENDEKATAN REGRESI PANEL

Oleh:

Yayuk Mentari NIM 4122230011 Program Studi Matematika

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Sains

JURUSAN MATEMATIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)

iii

MODEL PERSENTASE PENDUDUK MISKIN DI PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2010-2014 DENGAN PENDEKATAN REGRESI PANEL

Oleh YayukMentari

(4122230011)

ABSTRAK

Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan pembangunan yang timbul di negara berkembang. Penelitian ini fokus pada model persentase penduduk miskin di provinsi Sumatera Utara dengan pendekatan Regresi Panel. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi model regresi panel pada data persentase penduduk miskin menurut kabupaten/kota provinsi Sumatera Utara tahun 2010-2014. Hasil pengujian model regresi panel yang sesuai adalah model

Fixed Effect. Model persentase penduduk miskin yang dihasilkan yaitu ���= 16,89007 – 0,183994 SMA – 1,07E-05 LPE – 0,060474 TPT yang

menunjukkan bahwa tingkat pendidikan tamatan SMA, laju pertumbuhan ekonomi dan tingkat pengangguran terbuka mempengaruhi persentase penduduk miskin di provinsi Sumatera Utara. Koefisien pada model persentase penduduk miskin yaitu sebesar 16,89007%. Faktor yang paling mempengaruhi dalam penurunan tingkat persentase penduduk miskin adalah laju pertumbuhan ekonomi yaitu sebesar 1,07E-05 %.

(4)

iv

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahi Rabbil ’Aalamiin, segala puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas segala rahmat dan karunia-Nya yang memberikan kesehatan dan hikmat kepada penulis sehingga penelitian skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik sesuai dengan waktu yang direncanakan. Judul yang dipilih dalam penelitian yang dilaksanakan sejak bulan Juli 2016 adalah ”Model Persentase Penduduk Miskin Di Provinsi Sumatera Utara Tahun 2010-2014 Dengan Pendekatan Regresi Panel”.

Di dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu menyelesaikan skripsi ini, dimulai dari pengajuan proposal penelitian, pelaksanaan sampai penyusunan skripsi, antara lain Ibu Arnah Ritonga S.Si, M.Si selaku Dosen Pembimbing, Ibu Susiana S.Si, M.Si, Bapak Dr. Hermawan Syahputra M.Si dan Ibu Faridawaty Marpaung S.Si, M.Si yang telah banyak memberikan saran serta Ibu Dr. Izwita Dewi M.pd selaku Dosen Pembimbing Akademik. Secara khusus, terima kasih kepada Ayah (Wagiran), Ibu (Rukiyah), Adik-adik (Wiwik Wulandari, Riko Andika, dan Septian Anugerah) beserta seluruh keluarga atas segala doa, kasih sayang dan dukungannya. Ucapan terima kasih juga diucapkan kepada teman-teman seperjuangan (Wahyuni, Nadia, Ramlah, Faisal, Solihadi, Delfi, Julius dan keluarga besar Matematika Nondik A 2012) dan ucapan terima kasih juga untuk teman-teman di kos yang selalu memberikan semangat (Mesjuarni). Hanya do’a yang dapat penulis panjatkan semoga TuhanYang Maha Esa berkenan membalas kebaikan Bapak, Ibu, Saudara dan teman-teman sekalian. Akhir kata, semoga penelitian ini dapat bermanfaat bagi pihak yang berkepentingan.

Medan, November 2016 Penulis,

(5)

v DAFTAR ISI

Halaman

Lembar Pengesahan i

Riwayat Hidup ii

Abstrak iii

Kata Pengantar iv

Daftar Isi v

Daftar Gambar vii

Daftar Tabel ix

Daftar Lampiran x

BAB I PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang Masalah 1

1.2Rumusan Masalah 4

1.3Batasan Masalah 5

1.4Tujuan Penelitian 5

1.5Manfaat Penelitian 5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1Kemiskinan 7

2.1.1 Teori Kemiskinan 7

2.1.2 Kriteria Kemiskinan 9

2.1.3 Bentuk-bentuk Kemiskinan 10 2.1.4 Faktor Penyebab kemiskinan 11

2.2 Pendidikan 12

2.3 Pertumbuhan Ekonomi 14

2.4 Pengangguran 17

2.4.1 Pengertian Pengangguran 17

(6)

vi

2.5.1 Analisis Regresi 19

2.5.2 Analisis Korelasi 20

2.6Regresi Data Panel 21

2.6.1 Pengertian Regresi Data Panel 21

2.6.2 Model Data Panel 23

2.6.3 Pemilihan Model 25

2.6.4 Pengujian Parameter Model Regresi 26 2.6.5 Uji Penyimpangan Asumsi Klasik 29

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.1Tempat dan Waktu Penelitian 31

3.2Data dan Sumber Data 31

3.3Variabel Penelitian 31

3.4Definisi Variabel 31

3.5Menganalisis Data 32

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1Sumber Data 37

4.2Analisis Data 42

4.2.1 Pengujian Signifikansi Parameter Individual

(Uji Statistik t) 55

4.2.2 Koefisien Determinasi R2 56 4.2.3 Pengujian Signifikansi Simultan (Uji F) 58

4.2.4 Uji Multikolinearitas 60

4.2.5 Uji Autokorelasi 60

4.2.6 Uji Heteroskedastisitas 63

4.3Interpretasi Hasil 64

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1Kesimpulan 67

5.2Saran 67

(7)

v

DAFTAR GAMBAR

Halaman Gambar 2.1 Lingkaran Perangkap Kemiskinan 8 Gambar 2.2 Kurva Penghasilan dan Biaya Pribadi 13 Gambar 4.1 Contoh Data Ms.Excel Yang Akan Diimpor Ke Dalam

Eviews 43

Gambar 4.2 Menu Untuk Membuat Lembar Kerja Baru Pada Eviews 44

Gambar 4.3 Menentukan Jenis Data Dan Menentukan Banyaknya

Objek 45

Gambar 4.4 Layar Kerja Program Eviews 45 Gambar 4.5 Menu Untuk Membuat Objek Untuk Data Pool 46 Gambar 4.6 Membuat Objek Untuk Data Pool 46 Gambar 4.7 Menuliskan Nama Kabupaten/Kota Yang Harus

Didahului Dengan Tanda Garis Bawah 47 Gambar 4.8 Menuliskan Nama Kabupaten/Kota Dengan Menggunakan Tanda Garis Bawah 47 Gambar 4.9 Mengisikan Empat Variabel Pada Names Series 48 Gambar 4.10 Variabel Yang Sudah Diimpor 48 Gambar 4.11 Persamaan Regresi Untuk Data Panel 49 Gambar 4.12 Hasil Analisis Regresi Panel 49 Gambar 4.13 Persamaan Regresi Panel Dengan Model Fixed Effect 50 Gambar 4.14 Hasil Analisis Regresi Panel Dengan Model

Fixed Effect 50

Gambar 4.15 Menu Untuk Menghitung Koefisien Antarvariabel

Independent 51

Gambar 4.16 Tampilan Untuk Menghitung Koefisien Korelasi

Antarvariabel Independen 51 Gambar 4.17 Hasil Koefisien Korelasi Antarvariabel Independent 52 Gambar 4.18 Menu Untuk Melihat Heteroskedastisitas Dalam

(8)

vi

(9)

ix

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1 Kriteria Uji Durbin-Watson 30 Tabel 4.1 Persentase Penduduk Miskin (persen) Provinsi

Sumatera Utara Menurut Kabupaten /Kota Tahun

2010-2014 37

Tabel 4.2 Persentase Penduduk 10 Tahun Ke Atas Menurut Tingkat Pendidikan Di Provinsi Sumatera Utara

Tahun 2010-2014 38

Tabel 4.3 Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Kabupaten /Kota Di Provinsi

Sumatera Utara Tahun 2010 - 2014 40 Tabel 4.4 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Penduduk

Umur 15 Tahun Ke Atas Menurut Kabupaten /Kota

Di Provinsi Sumatera Utara Tahun 2010-2014 41

Tabel 4.5 Uji Statistik t 56

Tabel 4.6 Koefisien Variabel Bebas dan Dummy Wilayah 57

Tabel 4.7 Hasil Uji F 59

(10)

x

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1: Data Persentase Penduduk Miskin,Tingkat Pendidikan Usia 10 Tahun Ke Atas, Laju Pertumbuhan Ekonomi

dan Tingkat Pengangguran Terbuka 71

Lampiran 2: Hasil Regresi Utama 76

Lampiran 3: Multikolinearitas 78

Lampiran 4: Autokorelasi 79

Lampiran 5: Heteroskedastisitas 80

Lampiran 6: Tabel Distribusi F 81

Lampiran 7: Tabel Distribusi t 83

Lampiran 8: Tabel Chi-Square 87

(11)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Pada saat ini kemiskinan menjadi topik yang dibahas dan diperdebatkan di berbagai forum nasional maupun internasional, walaupun kemiskinan itu sendiri telah muncul ratusan tahun yang lalu. Fakta menunjukkan pembangunan yang telah dilakukan belum mampu meredam meningkatnya jumlah penduduk miskin

di dunia, khususnya negara-negara berkembang.

Diperkirakan ada yang kurang tepat dalam perumusan dan implementasi kebijakan untuk memberantas kemiskinan dan memberdayakan penduduk miskin. Selama ini kemiskinan lebih sering dikaitkan dengan dimensi ekonomi karena dimensi inilah yang paling mudah diamati, diukur, dan diperbandingkan. Padahal kemiskinan juga berkaitan dengan berbagai dimensi sosial, budaya, sosial politik, lingkungan (alam dan geografis), kesehatan, pendidikan, agama dan budi pekerti. Menelaah kemiskinan secara multidimensional sangat diperlukan untuk perumusan kebijakan pengentasan kemiskinan (Suryawati, 2005).

Kemiskinan yang terjadi sekarang tidak lagi dipahami hanya sebatas ketidakmampuan ekonomi, tetapi juga kegagalan memenuhi hak-hak dasar dan perbedaan perlakuan bagi seseorang atau sekelompok orang dalam menjalani kehidupan secara bermartabat. Hak-hak dasar yang diakui secara umum meliputi terpenuhinya kebutuhan pangan, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, perumahan, air bersih, pertanahan, sumber daya alam, lingkungan hidup, rasa aman dari perlakuan atau ancaman tindak kekerasan, dan hak berpartisipasi dalam kehidupan sosial politik.

Kemiskinan merupakan masalah yang muncul saat masyarakat selalu

(12)

2

banyaknya warga masyarakat yang kekurangan makan dan minum, tidak memiliki tempat tinggal yang layak, bahkan digusur dari pemukimannya, ribuan pekerja berunjuk rasa memprotes ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK).

Pembangunan pada prinsipnya merupakan usaha pertumbuhan dan perubahan yang berencana yang dilakukan secara sadar oleh suatu bangsa, negara, dan pemerintah untuk menuju modernisasi dalam rangka mensejahterakan rakyat baik secara lahir maupun batin. Dalam pembangunan terjadi suatu proses perubahan yang berlangsung secara terus menerus dan berkelanjutan. Disinilah

peran pemerintah harus lebih jeli menggerakkan masyarakat agar berpartisipasi dalam pembangunan serta mampu mengembangkan potensi yang dimiliki negara itu, untuk mencapai tujuan dan cita-cita bangsa, karena pada dasarnya pembangunan diselenggarakan oleh rakyat bersama pemerintah.

Faktor yang mempengaruhi persentase kemiskinan adalah pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan Ekonomi yang dibutuhkan untuk mengurangi jumlah penduduk miskin adalah pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkualitas, yang mampu meningkatkan pendapatan perkapita dan mengurangi pengangguran. Menurut Mankiew (2007) pertumbuhan ekonomi yang dihitung dari pertumbuhan produk domestik bruto adalah rangkuman aktivitas ekonomi suatu masyarakat selama periode waktu tertentu. Dengan meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat maka akan meningkatkan jumlah nilai barang dan jasa yang dihasilkan dari seluruh kegiatan perekonomian, sehingga akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan dalam masyarakat yang akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan dalam masyarakat yang akan diikuti dengan penurunan tingkat kemiskinan (Nugroho, 2012).

Penelitian yang dilakukan Yuniarti (2010), menemukan bahwa terdapat hubungan yang negatif antara pertumbuhan ekonomi dan tingkat kemiskinan. Hal

ini dapat dilihat dari model FEM dengan cross section weight yaitu ��� = �0 +

0,640 � −1,359 � , −1,075 � , � −0,661 � , −

0,212 � −0,569 � �+ 0,826 � −0,808 � + 1,141 −

(13)

3

kemiskinan akan mengalami penurunan. Hubungan ini menunjukkan pentingnya mempercepat pertumbuhan ekonomi untuk menurunkan tingkat kemiskinan.

Pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja sangat erat kaitannya. Dilihat dari sudut pandang makro, perluasan kesempatan kerja dapat terjadi melalui pertumbuhan ekonomi yaitu melalui proses kenaikan output per kapita secara konstan dalam jangka panjang. Semakin meningkatnya pertumbuhan ekonomi, maka semakin luasnya kesempatan kerja atau dapat dikatakan tingkat pengangguran rendah (Maulidya, 2015).

Menurut penelitian yang dilakukan Nugroho (2012) pendidikan berpengaruh signifikan terhadap penurunan jumlah kemiskinan. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, maka pengetahuan dan keahlian juga akan meningkat sehingga akan mendorong peningkatan produktivitas yang lebih tinggi, sehingga perusahaan akan bersedia memberikan upah/gaji yang lebih tinggi kepada yang bersangkutan. Pada akhirnya seseorang yang memiliki produktivitas yang tinggi akan memperoleh kesejahteraan yang lebih baik, yang diperlihatkan melalui peningkatan pendapatan maupun konsumsinya. Menurut catatan Statistik Indonesia, rata-rata lama sekolah penduduk Indonesia mencapai angka 7,6 tahun pada tahun 2012. Hal ini masih sangat jauh jika dibandingkan dengan target pemerintah Indonesia yang menginginkan angka rata-rata sekolah sampai 12 tahun. Rata-rata lama sekolah penduduk yang hanya mencapai 7,6 tahun ini hanya setara dengan tingkat SMP kelas 7, sehingga dapat diartikan bahwa penduduk Indonesia hanya menamatkan pendidikan sampai jenjang SD saja (Astuti, 2015).

Permasalahan kemiskinan masih merupakan agenda serius yang dihadapi dan perlu ditanggulangi salah satunya oleh kota/kab di Provinsi Sumatera Utara. Untuk mengurangi tingkat kemiskinan, perlu diketahui sebenarnya faktor – faktor apa sajakah yang berhubungan atau mempengaruhi tinggi rendahnya tingkat

(14)

4

Pentingnya masalah kemiskinan ini untuk dipahami lebih dalam menjadi salah satu alasan dilakukan analisis kemiskinan dengan menggunakan regresi panel. Regresi dengan menggunakan data panel disebut model regresi data panel. Data panel merupakan gabungan antara data cross-section dan data time series. Pada data panel, unit cross-section yang sama disurvei pada beberapa periode waktu. Jadi, data panel memiliki dimensi ruang dan waktu. Jika masing-masing unit cross- section memiliki jumlah pengamatan time series yang sama maka data panel tersebut dinamakan data panel seimbang (balanced panel data), sebaliknya

jika jumlah pengamatan time series berbeda pada masing-masing unit maka disebut data panel tidak seimbang (unbalanced panel data) (Gujarati, 2004).

Ada beberapa keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan data panel yaitu mampu menyediakan data yang lebih informatif, lebih variatif, kurang korelasi antar variabelnya, lebih besar derajat kebebasannya, dan lebih efisien. Ada tiga pendekatan dalam model regresi data panel yaitu pendekatan dengan model common effect, fixed effect, dan random effect.

Berdasarkan uraian diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian Model Persentase Penduduk Miskin Di Provinsi Sumatera Utara Tahun 2010-2014 Dengan Pendekatan Regresi Panel”.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang yang telah dikemukakan, permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

1. Bagaimana model persentase penduduk miskin di Provinsi Sumatera Utara dengan pendekatan regresi panel?

(15)

5

1.3 Batasan Masalah

Adapun batasan masalah pada penelitian ini adala:

1. Pendekatan dalam model regresi data panel yang digunakan adalah model fixed effect.

2. Variabel dependen ialah persentase penduduk miskin

3. Variabel independen ialah Tingkat Pendidikandari SMA sederajat (persen), Laju Pertumbuhan Ekonomi (miliar rupiah) dan Tingkat Pengangguran Terbuka (persen).

4. Data diambil dari tahun 2010-2014 dari BPS Provinsi Sumatera Utara.

1.4 Tujuan Penelitian

Dari rumusan masalah di atas, tujuan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui pemodelan persentase penduduk miskin di Sumatera Utara dengan pendekatan regresi panel pada tahun 2010-2014.

2. Untuk mengetahui faktor yang dominan mempengaruhi persentase penduduk miskin di Sumatera Utara.

1.5 Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Kegunaan Secara Teoritis

a. Untuk menambah pengetahuan bagi peneliti maupun pembaca tentang bagaimana perkembangan persentase penduduk miskin di kabupaten/kota Sumatera Utara tahun 2010-2014.

b. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan terutama mengenai bagaimana model persentase penduduk miskin di kab/kota Sumatera Utara

(16)

6

2. Kegunaan Secara Praktis

a. Sebagai tambahan referensi bagi peneliti sendiri untuk melihat pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen dalam penelitian ini.

b. Pada penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi pemerintahan yang terkait agar memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kemiskinan sehingga dapat diketahui faktor-faktor yang perlu mendapat perhatian lebih untuk mengatasi kemiskinan,

(17)

67 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Model regresi panel yang sesuai untuk data persentase penduduk miskin

menurut kabupaten/kota di provinsi Sumatera Utara tahun 2010-2014 adalah model fixed effect(FEM) yaitu:

���=�0� - 0,183994SMA – 1,07E-05 LPE – 0,060474 TPT dengan �0�untuk masing-masing kabupaten/kota di provinsi Sumatera Utara ditunjukkan pada tabel 4.12.

2. Kenaikan tingkat pendidikan tamatan SMA, laju pertumbuhan ekonomi (LPE), dan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 1%, akan menurunkan persentase penduduk miskin berturut-turut sebesar 0,183994%, 1,07E-05% dan 0,060474%.

3. Variabel laju pertumbuhan ekonomi merupakan faktor yang paling dominan untuk menurunkan persentase penduduk miskin yaitu sebesar1,07E-05% .

5.2 Saran

1. Dalam upaya menurunkan persentase penduduk miskin di Sumatera Utara,

pemerintah kabupaten/kota perlu memperhatikan aspek-aspek apa saja yang menghambat penurunan persentase penduduk miskin di setiap kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara. Perlu dikeluarkannya berbagai kebijakan untuk melihat bagaimanatingkat kenaikan dan penurunan persentase penduduk miskin di tiap kabupaten/kota di Sumatera Utara. 2. Model dalam penelitian ini masih terbatas karena adanya keterbatasan

(18)

68

pertumbuhan ekonomi dantingkat pengangguran terbuka untuk mewujudkan penurunan tingkat persentase penduduk miskin di Sumatera Utara . Masih banyak aspek yang bisa di jadikan indicator dalam penurunan tingkat persentase penduduk miskin, seperti aspek inflasi, angka melek huruf, tingkat partisipasi sekolah, dan berbagai aspek lainnya yang nantinya dapat melanjutkan penelitian ini. Oleh karenanya diperlukan studi lanjutan yagng lebih mendalam dengan data dan metode yang lebih lengkap, sehingga dapat melengkapi hasil penelitian yang telah ada dan

(19)

69

69

DAFTAR PUSTAKA

Astut, Restu R., (2015), Analisis Pengaruh Jumlah Penduduk, Pertumbuhan Ekonomi, Pendidikan Dan Kesehatan Terhadap Jumlah Penduduk Miskin

di Indonesia Tahun 2004-2012, Yogyakarta, FE Universitas Negeri

Yogyakarta.

Baltagi, Badi H., (2005), Econometric Analysis of Panel Data 3rd Edition, New

York, Jhon Willey

Cita, E, (2014), Analisis Pengaruh Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Pengangguran di Kota Ambon, Jurnal Ekonomi, VIII(1).

Djalal, Nachrowi., (2005), Penggunaan Teknik Ekonometrik, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Gujarati, D. N., ( 2004), Basic Econometric 4th Edition, New York, Mc Graw Hill Companies.

Jhingan, M.L., (2000), Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan. Penerjemah: D. Guritno. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Gio, Prana. U., (2013), Aplikasi Statistika dalam SPSS, Medan, USU Press.

Maulidya, Sitti, ( 2015), Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kemiskinan di Provinsi Sulawesi Bara, Makasar, FEB Universitas

Hasanuddin.

(20)

70

70

Nugroho, Widiatma, ( 2012), Analisis Pengaruh PDRB, Agrishare, Rata-Rata lama Sekolah dan Angka Melek Huruf Terhadap Jumlah Penduduk Miskin

di Indonesia, Semarang, FEB Universitas Diponegoro.

Setiawan, D. E., (2010), Ekonometrika, Penerbit Andi, Yogyakarta.

Sudjana, (2005), Metode Statistika, Tarsito, Bandung.

Sukirno, S., (2006), Ekonomi Pembangunan, Proses, Masalah dan Dasar Kebijakan, Kencana, Jakarta.

Todaro, M. P., (2000), Pembangunan Ekonomi Jilid 2.di Dunia Ketiga Edisi Ketujuh, Terjemahan oleh Harris Munandar, Penerbit Erlangga, Jakarta.

(21)

ii

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Rambung Susu pada 10 Agustus 1993. Ayah bernama Wagiran dan Ibu bernama Rukiyah. Penulis merupakan anak pertama

Gambar

Gambar 4.19 Tampilan Untuk Menggunakan Koreksi White
Tabel 2.1 Kriteria Uji Durbin-Watson

Referensi

Dokumen terkait

Bagaimana hubungan korelasi antara faktor-faktor yang mempengaruhi (luas wilayah, kepadatan penduduk, tingkat pengangguran terbuka) dengan jumlah penduduk miskin di

Pada bab ini penulis menjelaskan mengenai tentang analisis faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah penduduk miskin dengan metode regresi linier berganda dan analisa korelasi

Elli Susanti Sinaga : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Penduduk Miskin di Sumatera Utara, 2006... UNIVERSITAS SlJMATERA VTARA

Berdasarkan gambar enam, dilihat dari pola penyebaran kabupaten/kota berdasarkan pertumbuhan ekonomi dan persentase penduduk miskin, penyebaran di dominasi pada kudran IV

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kemiskinan penduduk di Sumatera Utara tahun 2012 dan menguji efektifitas metode regresi

Kondisi kemiskinan Provinsi Sumatera Utara tergolong rendah jika dibandingkan terhadap rata- rata kemiskinan nasional (11,86%), persentase penduduk miskin tahun 2013 sebesar

Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan model terbaik yang dapat merepresentasikan persentase penduduk miskin di setiap provinsi yang ada di Indonesia dengan

Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilaksanakan pada bulan September 2011 menunjukkan bahwa jumlah penduduk miskin di Provinsi Sumatera Utara