• Tidak ada hasil yang ditemukan

IMITASI IDE CERITA SINETRON DARI DRAMA SERI KOREA (Komparasi antara Sinetron Cinta Cenat Cenut I dengan Drama Korea Boys Before Flowers)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "IMITASI IDE CERITA SINETRON DARI DRAMA SERI KOREA (Komparasi antara Sinetron Cinta Cenat Cenut I dengan Drama Korea Boys Before Flowers)"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)

i IMITASI IDE CERITA SINETRON

DARI DRAMA SERI KOREA

(Komparasi antara Sinetron Cinta Cenat Cenut I dengan Drama Korea Boys Before Flowers)

SKRIPSI

Diajukan kepada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang

Sebagai Persyaratan Mendapatkan Gelar Sarjana (S-1)

Disusun Oleh: Imaniar Y.K NIM. 08220119

Dosen Pembimbing: 1. Drs. Farid Rusman, M.Si 2. Drs. Abdullah Masmuh, M.Si

JURUSAN ILMU KOMUNIKASI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

(2)

ii LEMBAR PERSETUJUAN SKRIPSI

Nama : Imaniar Yuliyanty Karepesina NIM : 08220119

Jurusan : Ilmu Komunikasi

Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Judul Skripsi : Imitasi Ide Cerita Sinetron dari Drama Seri Korea

(Komparasi antara Sinetron Cinta Cenat Cenut I dengan Drama Korea Boys Before Flowers)

Disetujui,

Pembimbing I

Drs. Farid Rusman, M.Si

Pembimbing II

Drs. Abdullah Masmuh, M.Si

Mengetahui,

Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi

(3)

iii LEMBAR PENGESAHAN

Nama : Imaniar Yuliyanty Karepesina NIM : 08220119

Jurusan : Ilmu Komunikasi

Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Judul Skripsi : Imitasi Ide Cerita Sinetron dari Drama Seri Korea

(Komparasi antara Sinetron Cinta Cenat Cenut I dengan Drama Korea Boys Before Flowers)

Telah dipertahankan dihadapan Dewan Penguji Skripsi Jurusan Ilmu Komunikasi

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu politik Universitas Muhammadiyah Malang

dan dinyatakan LULUS

Pada Hari : Kamis Tanggal : 26 Juli 2012 Tempat : Ruang 605

Mengesahkan, Dekan FISIP UMM

Dr. Wahyudi, M.Si Dewan Penguji :

(4)

iv PERNYATAAN ORISINALITAS

Yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : Imaniar Yuliyanty Karepesina Tempat, tanggal Lahir : Ambon, 29 Juli 1990

Nomor Induk Mahasiswa : 08220119

Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Jurusan : Ilmu Komunikasi

Menyatakan bahwa karya ilmiah (skripsi) dengan judul: IMITASI IDE CERITA SINETRON DARI DRAMA SERI KOREA

(Komparasi antara Sinetron Cinta Cenat Cenut I dengan Drama Korea Boys Before Flowers)

Adalah bukan karya tulis ilmiah (skripsi) orang lain, baik sebagian ataupun seluruhnya, kecuali dalam bentuk kutipan yang telah saya sebutkan sumbernya dengan benar.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan apabila pernyataan ini tidak benar, saya bersedia mendapat sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Malang, 14 Juli 2012 Yang Menyatakan,

(5)

v BERITA ACARA BIMBINGAN SKRIPSI

1. Nama : Imaniar Yuliyanty Karepesina 2. NIM : 08220119

3. Jurusan : Ilmu Komunikasi 4. Konsentrasi : Audio Visual

5. Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

6. Judul Skripsi : Imitasi Ide Cerita Sinetron dari Drama Seri Korea

(Komparasi antara Sinetron Cinta Cenat Cenut I dengan Drama Korea Boys Before Flowers)

7. Pembimbing : 1. Drs. Farid Rusman, M.Si 2. Drs. Abdullah Masmuh, M.Si 8. Kronologi Bimbingan

Tanggal

Paraf Dosen Pembimbing

Keterangan Pembimbing I Pembimbing II

13 April 2012 Seminar Proposal

9 Mei 2012 Acc BAB I, II

30 Mei 2012 Acc BAB III

11 Juli 2012 Acc BAB IV

11 Juli 2012 Acc BAB V

12 Juli 2012 Acc Seluruh Naskah

Malang, 12 Juli 2012 Disetujui,

Dosen Pembimbing I

Drs. Farid Rusman, M.Si

Dosen Pembimbing II

(6)

vi Par Bapa deng Mama tercinta,

(7)

vii ABSTRAK

Imaniar Yuliyanty K, 08220119

IMITASI IDE CERITA SINETRON DARI DRAMA SERI KOREA (Komparasi antara Sinetron Cinta Cenat Cenut I dengan Drama Korea Boys Before Flowers)

Pembimbing : Drs. Farid Rusman M. Si dan Drs. Abdullah Masmuh, M. Si (xx+ 215+50 gambar+9 tabel+ 2 lampiran)

Bibliografi ; 11 buku, 21 artikel internet, 1 skripsi

Kata kunci : Imitasi, Ide Cerita, Sinetron, Drama Korea. Komparasi

Televisi merupakan salah satu media komunikasi massa yang menyiarkan banyak sekali program acara, salah satunya adalah sinetron. Akan tetapi dewasa ini sinetron-sinetron yang ditayangkan mulai dipertanyakan keaslian ide ceritanya. Banyak masyarakat yang menilai sinetron-sinetron saat ini kebanyakan mengimitasi ide cerita dari drama luar salah satunya adalah sinetron Cinta Cenat Cenut I yang disebut-sebut meniru cerita dari drama Korea Boys Before Flowers. Peniruan ini tidak hanya terjadi pada ceritanya saja, namun tokoh-tokoh yang terlibat, ruang serta kostum yang dipakai oleh para tokoh pun hampir sama. Sehingga peneliti ingin melihat adakah perniruan yang dilakukan sinetron Cinta Cenat Cenut I dengan cara melakukan komparasi antara sinetron Cinta Cenat Cenut I dengan drama seri Korea Boys Before Flowers dengan mengkomparasi dari segi Cerita, Tokoh, Kostum dan Ruang.

Cerita adalah seluruh rangkaian peristiwa baik yang tersaji dalam film maupun drama. Tokoh adalah pelaku cerita yang memotivasi naratif dan selalu bergerak dalam melakukan suatu aksi. Kostum adalah segala hal yang dikenakan pemain dan ruang adalah tempat dimana pelaku cerita bergerak maupun beraktifitas. Imitasi sendiri merupakan suatu proses kognisi untuk melakukan tindakan maupun aksi seperti yang dilakukan oleh model dengan melibatkan indera sebagai penerima rangsang dan pemasangan kemampuan persepsi untuk mengolah informasi dari rangsang dengan kemampuan aksi untuk melakukan gerakan motorik. Proses imitasi tidak tejadi begitu saja melainkan harus memenuhi beberapa syarat seperti memiliki minat-perhatian yang cukup besar terhadap hal yang ditiru dan sikap yang menjunjung tinggi atau mengagumi hal-hal yang diminati.

(8)

viii Cinta Cenat-Cenut I episode 1-13 yang didownload di situs www.youtube.com, dan melalui DVD drama Korea Boys Before Flowers episode 1-25. serta melalui data sekunder dengan kepustakaan yang ada, baik berupa buku, majalah, internet, maupun bahan tertulis lainnya yang berkaitan dengan pokok permasalahan yang ada guna menunjang kelengkapan data. Unit analisis dalam penelitian ini adalah adegan-adegan yang memiliki kesamaan dari segi cerita, ruang, tokoh dan kostum.

Setelah dilakukan analisis data, penelitian menunjukkan bahwa terdapat peniruan yang dilakukan sinetron Cinta Cenat Cenut I, seperti peniruan cerita hanya saja peniruan cerita tidak sepenuhnya sama persis, terdapat pengembangan-pengembangan cerita yang dilakukan oleh sinetron Cinta Cenat Cenut I, kemudian peniruan tokoh seperti seperti Putri yang meniru tokoh Geum Jan Di, Rafael yang meniru tokoh Gu Jun Pyo, Morgan yang meniru tokoh Yoon Ji Hoo, dan karakter dari masing-masing tokoh pun hampir sama, kemudian peniruan kostum hanya saja peniruan kostum yang terjadi tidak terlalu banyak, karena adanya perbedaan geografis antara Indonesia dan Korea yang mempengaruhi cara berpakaian dan di Sinetron Cinta Cenat Cenut setiap pemainnya lebih menyukai berpakaian santai seperti kaos berbeda dengan drama Boys Before Flowers yang setiap pemainnya selalu berpakaian formal dan rapi, dan yang terakhir peniruan ruang dimana sekitar dua puluh lima ruang yang sama, namun untuk karakteristik ruangnya ada beberapa yang berbeda, seperti warna cat, letak barang, furniture yang digunakan, serta luas tidaknya ruang tersebut. Kebanyakan ruang di sinetron Cinta Cenat Cenut selalu dibuat mewah dengan menggunakan warna kuning keemas-emasan sebagai wallpaper serta didukung oleh furniture yang mewah dengan berwarna keemas-emasan pula.

Malang, 2 Agustus 2012 Peneliti,

Imaniar Yuliayanty. K Menyetujui,

Pembimbing I

Drs. Farid Rusman, M.Si

Pembimbing II

(9)

ix ABSTRACT

Imaniar Yuliyanty K, 08220119

Imitation Story Idea of Sinetron from Korean Drama Series (Comparation between Sinetron Cinta Cenat Cenut I with Korean Drama Boys Before Flowers)

Advisors: Drs. Farid Rusman M. Si and Drs. Abdullah Masmuh, M. Si (xx+ 215+ 9 tables+50 figures+ 2 enclosure)

Bibliography; 11 Books, 21 Internet Articles, 1 Minithesis

Keywords: Imitation, Sinetron, Story Idea, Korean drama, Comparison

Television is one of the mass media communication that broadcast many programs, one of which is sinetron. However, now sinetron that aired start questionable authenticity of his story ideas. Many people said that sinetron mostly imitate the idea of the story of the foreign drama, of one of them is sinetron Cinta Cenat Cenut I that called imitate the story of the Korean drama Boys Before Flowers. Imitation is not just happening in the story, but the characters involved, location and costumes worn by the figure was almost the same. So the researcher wanted to see there is imitation in sinetron Cinta Cenat Cenut I by performing a comparison between the sinetron Cinta Cenat Cenut I with Korean drama series Boys Over Flowers with compared the terms of the story, character, costume and location. The story is throughout the series of events presented in the film and drama. Character is the perpetrator narrative stories that motivate and are always engaged in doing an action. Costumes are worn all the players and the location is the place where the actors moving or do activity. Imitation itself is a process of cognition and action to perform actions such as those carried out by a model involving the senses as the recipient of excitatory and installation of perceptual ability to process information from the excitatory action with the ability to perform motor movements. Process occurs not just imitation but must fill several requirements such as an interest-considerable attention to the things that follow and uphold the attitude or admire the things of interest.

(10)

x observations made directly through the sinetron Cinta Cenat-Cenut I video episodes 1-13 that downloaded on the website www.youtube.com, and via DVD Korean drama Boys Over Flowers episodes 1-25, and through secondary data with the existing literature, whether it be books, magazines, internet, and other written materials relating to the subject matter that is to support the completeness of the data. The unit of analysis in this study were the scenes that have similarities in terms of story, location, characters and costumes.

(11)

xi KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat, hidayah, kekuatan, kasih sayang-Nya serta yang terbaik kepada peneliti sehingga dapat menyelesaikan skripsi berjudul IMITASI IDE CERITA SINETRON DARI DRAMA SERI KOREA (Komparasi antara Sinetron Cinta Cenat Cenut I dengan Drama Korea Boys Before Flowers),sebagai syarat untuk meraih gelar sarjana pada Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang.

Berbicara mengenai sinetron tentu akan langsung tertuju pada drama khas Indonesia, dengan cerita yang cukup khas menjadikan sinetron sebagai tontonan yang sangat digemari masyarakat. Adanya karakter dan penokohan yang jelas dengan urutan skenario yang sistematik, mudah dicerna, tak bertele-tele adalah ciri unik sinetron zaman dahulu yang digemari oleh masyarakat. Tetapi melihat sinetron zaman sekarang dengan cerita yang cukup bertele-tele menjadikan sinetron tidak lagi menjadi tontonan favorit masyarakat bahkan banyak masyarakat yang berpikiran negatif mengenai sinetron saat ini, salah satunya adalah ide cerita sinetron yang banyak mengimitasi dari drama luar.

(12)

xii Dengan ketulusan hati, Peneliti ingin menghanturkan banyak terima kasih atas arahan, kesempatan, dukungan, kepercayaan, perhatian, dan kesabaran kepada berbagai pihak sehingga skripsi ini dapat diselesaikan, diantaranya.

1. Drs. Wahyudi, M.Si selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. 2. Nurudin, M.Si selaku Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi

3. Drs. Farid Rusman, M.Si selaku pembimbing I atas bimbingan, arahan, koreksi dan saran yang sangat berguna sehingga peneliti dapat menyelesaikan penelitian ini

4. Drs. Abdullah Masmuh, M.Si atas waktu, saran dan koreksi yang telah diberikan

5. Jamroji, M.Comm selaku penguji I atas waktu dan saran serta kesabaran selama menguji maupun selama masa revisi yang sangat berguna bagi penelitian ini

6. Roziana Febrianita, S.sos atas waktu, arahan dan sarannya yang sangat berguna bagi peneliti dalam menentukan arah penelitian ini

7. Segenap dosen Ilmu Komunikasi dan pihak administrasi yang telah memberikan ilmu pengetahuan, keterampilan serta kemudahan dan bantuannya.

8. Bapakku tercinta pahlawan dalam hidupku Drs. Ja’cuba Karepesina serta mamaku tercinta Dra. Waode Muna Karepesina terima kasih sebesar-besarnya ananda haturkan kepada kalian motivasi dan semangat terbesarku, terima kasih atas doa serta kasih sayang kalian selama ini yang tiada henti yang telah menguatkan selama proses pengerjaan penelitian ini

9. Kakak-kakakku tercinta Wiwin, Ichal, Wulan serta Irma dan calon baby-nya, terima kasih atas dukungan dan doanya selama ini

(13)

xiii 11.Tante-tanteku tercinta, Tante Wa, Tante Bada, Tante Icha, Tante Nur, Tante

Ima, Tante Diah serta Om Mail dan Om Ishak atas doanya yang tiada henti 12.Sahabat-sahabatku tercinta Devia ‘Kebo’, Silvi, Umik, Dinar, Prawinda

‘Moo2’, dan dendy. Kalian adalah sahabat terbaik yang pernah kumiliki, berbagai tawa, suka, duka telah kita lewati bersama namun itu semakin menguatkan kita, terima kasih rek atas dukungan dan doanya semoga kita tetap solid sampai ajal memisahkan

13.Para coder Silviawati, Prawinda Putri Anzari dan Dendy Noviandita atas waktu dan kesediaannya dalam melakukan proses pengkodingan yang begitu banyak dan menjenuhkan

14.Putri Keumala Sari atas skripsinya yang alhamdulillah sangat berguna sekali bagi peneliti

15.Semua anak Kine Klub UMM atas ilmu dan pengalaman, sekaligus persaudaraan, Kalian semua selalu yang Terhebat buat saya.

16.Serta berbagai pihak yang yang telah membantu dalam pengerjaan skripsi ini yang tidak dapat peneliti sebutkan semuanya.

Harapan peneliti tentunya karya ilmiah ini bermanfaat bagi pembaca. Peneliti sebagai makhluk-Nya, dengan rendah hati mengakui banyak kekurangan di dalam naskah ini sehingga saran dan kritik sangat diharapkan agar kelemahan yang ada dapat dikurangi.

(14)

xiv DAFTAR ISI

Halaman

LEMBAR PERSETUJUAN SKRIPSI . . . i

LEMBAR PENGESAHAN . . . ii

PERNYATAAN ORISINALITAS . . . iii

BERITA ACARA BIMBINGAN . . . iv

HALAMAN PERSEMBAHAN . . . v

ABSTRAK . . . vi

KATA PENGANTAR . . . x

DAFTAR ISI . . . xiii

DAFTAR TABEL . . . xvi

DAFTAR GAMBAR . . . xvii

DAFTAR LAMPIRAN . . . xx BAB I PENDAHULUAN . . .

A. Latar Belakang . . . B. Rumusan Masalah . . .

C. Tujuan Penelitian . . . D. Manfaat Penelitian . . . E. Wilayah Konseptual . . . F. Fokus Penelitian . . .

1 1 6 6 6 7 8 BAB II TINJAUAN PUSTAKA . . .

A. Komunikasi Massa . . . B. Televisi sebagai Media Komunikasi Massa . . . C. Sejarah Sinetron . . . D. Sinetron . . . E. Sineton sebagai Bagian dari Dramaturgi . . .

11 11 12 18 20 21 BAB III METODE PENELITIAN . . .

A. Pendekatan Penelitian . . .

(15)

xv B. Teknik Pengumpulan Data . . . C. Unit Analisis . . . D. Teknik Analisa Data . . . E. Pemeriksaan Keabsahan Data . . .

23 24 24 27 BAB IV Objek Penelitian . . .

A.Sinetron Cinta Cenat Cenut I . . . 1. Deskripsi Sinetron Cinta Cenat Cenut I . . . 2. Profil Sutradara Sinetron Cinta Cenat Cenut I . . . 3. Profil Sinetron Cinta Cenat Cenut I . . . 4. Sinopsis Sinetron Cinta Cenat Cenut I . . . 35 5. Profil SM*SH . . . 6. Profil Pemain Sinetron Cinta Cenat Cenut I . . . 7. Respon Masyarakat Tentang Sinetron Cinta Cenat Cenut I . . . 8. Susunan Pemain Sinetron Cinta Cenat Cenut I . . . 9. Susunan Crew Sinetron Cinta Cenat Cenut I . . . B.Drama Seri Korea Boys Before Flowers . . .

1. Deskripsi Drama Boys Before Flowers . . . 2. Profil Sutradara Drama Boys Before Flowers . . . 3. Profil Drama Boys Before Flowers . . . 52 4. Sinopsis Drama Boys Before Flowers . . . 5. Profil Pemain Drama Boys Before Flowers . . . 6. Susunan Pemain Drama Boys Before Flowers . . .

29 29 29 31 33 35 37 38 45 46 47 50 50 51 52 54 55 59 BAB V ANALISA DATA . . .

A.Catatan Adegan Sinetron Cinta Cenat Cenut I dan Drama

seri Korea Boys Before Flowers . . . B.Komparasi Sinteron Cinta Cenat Cenut I dan Drama Korea

Boys Before Flower . . . 1. Komparasi Cerita . . .

62

62

(16)

xvi 2. Komparasi Tokoh . . . 3. Komparasi Kostum . . . 4. Komparasi Ruang . . . C.PEMERIKSAAN KEABSAHAN DATA . . .

157 172 187 201 BAB VI PENUTUP . . .

A. Kesimpulan . . . B. Saran . . . DAFTAR PUSTAKA . . . LAMPIRAN-LAMPIRAN

(17)

xvii DAFTAR TABEL

Halaman Tabel 3.1 Contoh Tabel Pencatatan Adegan sinetron Cinta Cenat

Cenut I

25

Tabel 3.2 Contoh Tabel Pencatatan Adegan Boys Before Flowers 26

Tabel 3.3 Contoh Tabel Komparasi Cerita 26

Tabel 3.4 Contoh Tabel Komparasi Tokoh 26

Tabel 3.5 Contoh Tabel Komparasi Ruang 27

Tabel 5.1

Tabel 5.2

Tabel 5.3

Tabel 5.4

Tabel Komparasi Cerita antara Sinetron Cinta Cenat Cenut I dengan Drama Korea Boys Before Flowers Tabel Komparasi Tokoh antara Sinetron Cinta Cenat Cenut I dengan Drama Korea Boys Before Flowers Tabel Komparasi Ruang antara Sinetron Cinta Cenat dengan Drama Korea Boys Before Flowers

Tabel Expected Agreement Kategori Cerita, Tokoh, Kostum dan Ruang

63

158

189

(18)

xviii DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Model Komunikasi Lasswell 12

Gambar 2.2 Skema Program Televisi 18

Gambar 4.1 Gambar 4.2 Gambar 4.3 Gambar 4.4 Gambar 4.5 Gambar 4.6 Gambar 4.7 Gambar 4.8 Gambar 4.9 Gambar 4.10 Gambar 4.11 Gambar 4.12 Gambar 4.13 Gambar 4.14 Gambar 4.15

Cover Sinetron Cinta Cenat Cenut I Foto Archie Hekagery

SM*SH

Natasha Rizki Pradita Rafael SM*SH Morgan SM*SH Bisma SM*SH Rangga SM*SH Dicky SM*SH Reza SM*SH Ilham SM*SH

Cover Drama Korea Boys Before Flowers Jun Ki Sang

Ku Hye Sun Lee Min Ho

(19)

xix Gambar 4.16

Gambar 4.17

Gambar 4.18

Kim Hyun Jung Kim Joon Kim Bum 57 58 59 Gambar 5.1 Gambar 5.2 Gambar 5.3 Gambar 5.4 Gambar 5.5 Gambar 5.6 Gambar 5.7 Gambar 5.8 Gambar 5.9 Gambar 5.10 Gambar 5.11 Gambar 5.12 Gambar 5.13 Gambar 5.14 Gambar 5.15 Gambar 5.16

Kostum Putri (seragam) Kostum Putri (gaun)

Kostum Rafael (kaos dan kardigan) Kostum Rafael (kaos dan jaket) Kostum Rafael (kaos)

Kostum Rafael (kaos berlengan panjang) Kostum Rafael (kemeja dengan kardigan) Kostum Rafael (kaos dengan jas)

Kostum Rafael (kemeja, dasi, jas) Kostum Rafael (kemeja dengan jas) Kostum Rafael (sweater dengan jas)

Kostum Morgan (kaos dan kardigan) Kostum Morgan (kaos dan jas) Kostum Morgan (kemeja dan jas) Kostum Morgan (sweater) Kostum Morgan (jaket)

(20)

xx Gambar 5.17 Gambar 5.18 Gambar 5.19 Gambar 5.20 Gambar 5.21 Gambar 5.22 Gambar 5.23 Gambar 5.24 Gambar 5.25 Gambar 5.26 Gambar 5.27 Gambar 5.28 Gambar 5.29 Gambar 5.30

Kostum Morgan (kemeja, dasi, jas) Kostum Morgan (kemeja)

Kostum Morgan (tuxedo, dasi kupu-kupu) Kostum Bisma (jaket)

Kostum Bisma (kaos)

Kostum Bisma (stelan jas dan dasi) Kostum Reza (kaos)

Kostum Reza (kaos, jaket kulit) Kostum Reza (kemeja, jas, dasi) Kostum Reza (kemeja, syal, jas) Kostum Lukman (kaos berkerah) Kostum Revalina (blazer)

Kostum Revalina (dress) Kostum Revalina (kemeja)

(21)

xxi DAFTAR LAMPIRAN

Halaman Lampiran 1 Pencatatan Adegan Drama Korea Boys Before

Flowers

(22)

xxii DAFTAR PUSTAKA

BUKU

Effendi, Heru. 2008. Industri Pertelevisian Indonesia. Jakarta: Erlangga

Effendi, Onong Uchjana. 2000. Ilmu, Teori dan Filsafat komunikasi. Bandung: PT Citra Aditya bakti.

Eriyanto. 2011. Analisis isi. Jakarta: kencana

Gerungan, W.A. 1988. Psikologi Sosial. Bandung: PT Eresco.

Morrisan. 2008. Manajemen Media Penyiaran Strategi Mengelola Radio & Televisi. Jakarta: Kencana

Rakhmad, Jalaluddin. 2005. Metode Penelitian Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Kamus Besar Bahasa Indonesia, disusun oleh Tim Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta: Balai Pustaka, 2002.

Kriyantono, Rachmat. 2006. Teknik praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana.

Moelong , Lexy.J..2000. Metode Penelitian Kulaitatif. Bandung: Rosdakarya

Prisgunanto, Il ham. 2004. Praktik Ilmu Komunikasi Dalam kehidupan Sehari-hari. Jakarta: Teraju.

(23)

xxiii NON BUKU

Skripsi:

Keumala, Putri Sari. 2009. KOMPARASI UNSUR SINEMATIK DALAM FILM KOREA DAN AMERIKA Studi pada Film “Il Mare” (Korea) dan “The Lake House” (Hollywood).

Artikel Internet:

asianwiki.com/lee_min_ho diakses tanggal 30 April 2012 pukul 21.08 WIB.

bimalima.multiply.com/journal/item/8?show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2 Fitem. Diakses tanggal 25 Maret Pkl. 08.00 WIB.

Blog.rumah.com/1097/seperti-apa-rumah-tradisional-korea.html diakses tanggal 15 Juni pukul 21.31 WIB

boysoverflowers-mania.blogspot.com/2009/05/kim-joon-profile-boys-over-flowers.html?m=1 diakses tanggal 30 April 2012 pukul. 21.23 WIB.

boysoverflowers-mania.blogspot.com/2009/05/kim-bum-profile-boys-over-flowers.html?m=1 30 April 2012 pukul. 21.28 WIB.

http://id.wikipedia.org/wiki/Cinta_Cenat_Cenut diakses tanggal 29 April 2012 pukul. 08.40 WIB.

http://merahitam.com/profil-smsh-foto-personil-smsh.html diakses tanggal 29 April pukul 21.33 WIB.

(24)

xxiv http://wiki.d-addicts.com/Jun_Ki_Sang diakses tanggal 30 April pukul. 19.43

WIB.

id.m.wikipedia.org/wiki/Archie_hekagery diakses tanggal 29 April pukul 09.00 WIB.

id.m.wikipedia.org/wiki/sinema_elektronik diakses tanggal 14 maret 2011 pukul.16.40 WIB.

koreanesiaworld.wordpress.com/2010/07/30/list-sinetron-plagiat-indonesia/ diakses tanggal 1 Maret 2012 pukul. 17.58 WIB.

members.fortunecity.com/prisgunanto/art_1.htm diakses tanggal 28 Februari 2012 pukul.14.26 WIB.

m.kompasiana.com/post/televisi/2012/02/10/nostalgia-sinetron-sinetron-remaja-indonesia/ diakses tanggal 29 April pukul. 22.00 WIB.

profilbiodata.com/biografi-dan-profile-natasha rizki-pradita.html diakses tanggal 29 April pukul 21,14 WIB.

syarifahnadiyah.blogspot.com/2012/02/smsh-atau-smash-awalnya-dibentuk-oleh.html?m=1 diakses tanggal 29 April pukul. 20.06 WIB

www.gen22.net/2011/10/biodata-proifl-kim-hyun -joong.html?m=1 diakses tanggal 30 April 2012 pukul 21.17.

(25)

xxv www.pangeran229.wordpress.com/cinta_cenat_cenut diakses tanggal 2 Maret

2012 pukul. 21.51 WIB

www.pelangidrama.net/2010/07/profile-goo-hye-sun.html?m=1 diakses tanggal 30 April 2012 pukul. 21.10 WIB.

www.kompasiana.com/post/catatan/2011/06/12/buku-sastra-drama diakses tanggal 4 Maret 2012 pukul. 19.37 WIB

(26)

1

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Dewasa ini, televisi merupakan media dengan daya jangkau dan daya

tembus paling kuat ke masyarakat. Televisi dapat masuk ke ruang paling

pribadi di dalam organisasi, keluarga dan individu, contohnya seperti di ruang

keluarga, kios-kios di pasar tradisional, kafe, sekolah, ruang-ruang tertentu di

kantor-kantor atau tempat usaha, bahkan kamar tidur pun tidak luput dari

jangkauan televisi. Idealnya, siaran televisi tidak hanya didominasi oleh

hiburan semata seperti tayangan olahraga, film, sinetron, dan lain-lain, namun

juga harus mengandung unsur pendidikan dan informasi yang mendidik.

Apalagi sebagai institusi sosial yang bergerak dalam melaksanakan fungsi

menyiarkan hiburan, informasi dan edukasi, maka mutlak harus

diperhitungkan dimensi idealisme, sehingga dalam menyusun dan

menyiarkan acara senatiasa harus mempertimbangkan nilai.1 Tapi berkaca dari

dari program yang sering muncul di televisi, beberapa stasiun televisi hampir

mendedikasikan seluruh program tayangan mereka untuk hiburan, salah satu

contohnya adalah sinetron.

Jika dibandingkan dengan sinetron tahun 90-an dengan sinetron zaman

sekarang dapat terlihat perbedaan yang sangat mencolok sekali, baik dari segi

1

(27)

2

cerita, nilai maupun jumlah episode. Adanya karakter dan penokohan yang

jelas dengan urutan skenario yang sistematik, mudah dicerna, tak bertele-tele

adalah ciri unik sinetron zaman dahulu yang digemari oleh masyarakat.2

Berbeda dengan sinetron sekarang yang memiliki cerita yang bertele-tele

dengan selalu melakukan pemunculan tokoh-tokoh baru, sehingga konflik

yang terjadi di dalam sinetron pun semakin banyak sehingga secara tidak

langsung menambah jumlah episode. Penambahan jumlah episode ini

kebanyakan karena tujuan komersil semata. Semakin banyak penonton maka

semakin banyak yang akan terbujuk dengan rayuan pariwara-pariwara yang

disisipkan pada waktu jeda di sela-sela tayangan sinetron. Di sisi lain hadir

produser yang siap membiayai pembuatan sinetron memicu semangat baru

bagi para insan sinetron.3 Hal inilah yang tidak jarang membuat para

insan-insan sinetron berupaya keras menghadirkan cerita-cerita yang disenangi

masyarakat, walaupun ide cerita tersebut merupakan hasil imitasi dari luar.

Dewasa ini, mendengar kata imitasi tentu bukanlah hal yang asing di

telinga kita. Fenomena imitasi sudah sangat sering kita dengar dan temui

dimana-dimana. Imitasi sendiri merupakan suatu kegiatan meniru dengan

melakukan tindakan sesuai dengan model yang ditiru, akan tetapi imitasi tidak

berlaku secara otomatis melainkan dipengaruhi oleh sikap menerima dan

mengagumi terhadap apa yang diimitasi. Imitasi dapat dimulai dari sikap,

perilaku, gaya, cara berpikir, penampilan, kemampuan dan lain-lain. Menurut

2

Ilham Prisgunanto. 2002. Mungkinkah Menghilangkan Sinetron Yang Menjual Mimpi. Members.fortunecity.com/prisgunanto/art_1.htm diakses tanggal 28 Februari 2012 3

(28)

3

seorang Psikolog sosial Gabriel Tarde mengatakan bahwa seluruh kehidupan

sosial merupakan hasil imitasi. Contohnya tingkah laku tertentu, cara

memberi hormat, cara menyatakan terima kasih, cara menyatakan kegirangan,

cara-cara memberi isyarat tanpa bicara, cara berpakaian dan lain-lain. Semua

ini dipelajari dengan cara mengimitasi. Dengan cara imitasi seseorang akan

mendapatkan pandangan dan tingkah laku, serta dapat mewujudkan

sikap-sikap, ide-ide, dan adat istiadat dari suatu keseluruhan kelompok masyarakat.

Akan tetapi kadang-kadang orang yang mengimitasi sesuatu tanpa kritik dapat

menghambat perkembangan kebiasaan berpikir kritis.4 Seperti halnya sinetron

sekarang yang kebanyakan ceritanya merupakan hasil imitasi, dengan cerita

yang cukup bertele-tele apalagi ketika ratingnya mengalami kenaikan, maka

alur ceritanya mulai diperpanjang dengan episode yang mencapai ratusan

bahkan ada yang mencapai seribu lebih episode, padahal hal tersebut malah

membuat masyarakat menjadi bosan, dan dapat menghilangkan esensi

maknanya, sehingga lebih bersifat menghibur daripada mendidik.

Ide-ide cerita dari sinetron beberapa tahun belakangan ini tidak jarang

yang meniru dari film maupun drama luar, walaupun di pertengahan sampai

akhir cerita sinetron telah melakukan perubahan terhadap ceritanya tetapi tetap

saja ide awalnya mengimitasi dari luar. Beberapa contoh sinetron kita yang ide

ceritanya meniru dari luar adalah Azizah yang meniru telenovela Maria

Mercedes dari Meksiko, kemudian Buku Harian Nayla yang meniru drama 1

Litre of Tears dari Jepang, Siapa Takut Jatuh Cinta meniru serial Meteor

4

(29)

4

Garden dari Taiwan, Benci Bilang Cinta meniru drama My Princess Hours

dari Korea, Bintang meniru Putri Huan Zhu dari Taiwan, Demi Cinta meniru

Endless Love dari Korea, Liontin meniru Glass Shoes dari Korea, Putri

Kembar meniru Twins dari Taiwan, Bintang dan Kejora yang meniru Brilliant

Legacy dari korea, Baby Doll meniru Love Storm dari Taiwan, Pura-Pura

Kawin meniru Full House dari Korea dan masih banyak lagi.5 Melihat

banyaknya sinetron dan film televisi kita yang kebanyakan meniru cerita dari

Korea membuktikan betapa besarnya pengaruh budaya Korea di Indonesia.

Demam Korea beberapa tahun terakhir ini sudah sangat menginfeksi

masyarakat Indonesia, penyebaran dan pengaruh budaya korea di Indonesia

biasanya melalui musik, fashion dan drama Korea. Ratusan judul drama

Korea telah diputar di layar kaca kita, bahkan tidak jarang masyarakat

Indonesia terutama remaja menjadi fanatik terhadap artis-artis Korea. Dengan

populernya drama Korea membuat para insan sinetron menjadi terinspirasi

untuk membuat cerita-cerita yang serupa dengan drama Korea, salah satunya

adalah sineton Cinta Cenat Cenut I yang meniru drama seri Korea Boys

Before Flowers. Cinta Cenat Cenut merupakan sinetron yang tengah digilai

oleh para remaja Indonesia pada tahun 2011. Pemeran dari sinetron ini

merupakan personil dari boyband SM*SH (Seven Men as Seven Heroes) yang

merupakan boyband idola para remaja Indonesia dan sampai sekarang pun

masyarakat Indonesia masih sangat mengidolakan mereka. Sinetron Cinta

Cenat Cenut bukanlah sinetron yang diadaptasi dari komik Hana Yori Dango

5

(30)

5

seperti halnya drama Boys Before Flowers, sinetron Cinta Cenat Cenut juga

tidak membeli lisensi seperti beberapa program acara televisi yang membeli

lisensi format acara dari luar seperti Akhirnya Datang Juga yang membeli

lisensi acara Thank God You’re Here dari Australia, Who Wants to be a

Millionaire yang membeli lisensi dari Britania Raya, Indonesian Idol yang

membeli lisensi American Idol, Master Chef Indonesia yang membeli lisensi

Master Chef dari Inggris, Deal or No Deal, Big Brother dan masih banyak

lagi. Menurut Sutradara sinetron Cinta Cenat Cenut, sinetron ini mempunyai

cerita yang berbeda dari drama Boys Before Flowers, tetapi melihat jarak

tayang yang cukup dekat antara Sinetron Cinta Cenat Cenut I dan drama seri

Korea Boys Before Flowers yaitu sekitar satu tahun tentu hal ini cukup

meragukan, oleh karena itu melihat dari tanggapan masyarakat yang

mengatakan bahwa sinetron Cinta Cenat Cenut I melakukan imitasi dan

pernyataan dari Sutradara sinetron Cinta Cenat Cenut I yang mengatakan

bahwa cerita di sinetron ini berbeda dengan drama Boys Before Flowers, maka

peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan cara membandingkan

cerita yang terdapat di sinetron Cinta Cenat Cenut I dengan cerita yang

terdapat di drama seri Korea Boys Before Flowers untuk melihat adakah

peniruan yang dilakukan oleh sinetron Cinta Cenat Cenut I. Alasan peneliti

memilih sinetron ini untuk diteliti karena sinetron ini merupakan sinetron yang

sangat digemari remaja Indonesia, hal ini terbukti dengan ditayangkannya

kembali di Trans TV untuk kedua kalinya serta dibuatnya sinetron Cinta Cenat

(31)

6

dengan drama Korea Boys Before Flower yang pernah ditayangkan di Indosiar

lebih dari dua kali dan di ANTV juga dua kali, sehingga hampir semua orang

terutama remaja mengetahui kedua drama ini dan peneliti akan menekankan

penelitian ini pada segi Cerita, Tokoh, Kostum dan Ruang.

B. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, maka permasalahan

yang akan diangkat dalam penelitian ini adalah:

1. bagaimana komparasi antara sinetron Cinta Cenat Cenut I dengan

drama seri Korea Boys Before Flowers jika dibandingkan dari segi

Cerita, Tokoh, Kostum dan Ruang?

2. Adakah peniruan yang dilakukan sinetron Cinta Cenat Cenut I jika

dilihat dari segi Cerita, Tokoh, Kostum dan Ruang?

C. TUJUAN PENELITIAN

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami komparasi

Cerita, Tokoh, Kostum dan Ruang antara sinetron Cinta Cenat Cenut I

dengan drama seri Korea Boys Before Flowers

D. MANFAAT PENELITIAN D.1. Manfaat Akademis

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan referensi pengetahuan kepada

(32)

7

perbandingan pada isi media audio visual yang mengangkat dari segi Cerita,

Tokoh, segi Kostum dan segi Ruang.

D.2. Manfaat Sosial

Memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang apa itu imitasi,

serta seperti apa imitasi yang dilakukan oleh sinetron Indonesia. Sehingga

masyarakat Indonesia dapat lebih kritis dalam menyikapi sinetron-sinetron

Indonesia sehingga diharapkan dengan kritisnya masyarakat Indonesia maka

akan membuat para insan sinetron terdorong untuk membuat suatu cerita

sinetron yang lebih bermutu dan orisinil.

E. WILAYAH KONSEPTUAL E.I Imitasi

Imitasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti tiruan atau bukan

asli.6

E.2 Ide Cerita

Ide cerita adalah fikiran atau gagasan manusia tentang rangkaian peristiwa,

baik yang terjadi dalam film maupun drama.7

E.3 Sinetron

6

Tim Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Balai Pustaka: Jakarta

7

My Sanctuary. 2008. Ide dan Logika

(33)

8

Sinetron merupakan singkatan dari sinema elektronik. Sinetron adalah

drama yang menyajikan cerita dari berbagai tokoh secara bersamaan.8

E.4 Drama

Drama adalah cerita konflik manusia dalam bentuk dialog, yang

diproyeksikan pada pentas dengan menggunakan percakapan dan aksi di

hadapan penonton.9

F. FOKUS PENELITIAN

F.1 Sinetron Cinta Cenat Cenut I dan Drama Seri Korea Boys Before Flowers

Sinetron Cinta Cenat Cenut I merupakan sinetron karya Archie

Hekagery yang ditayangkan pertama kali pada tahun 2011 di Trans TV.

Sinetron Cinta Cenat Cenut I terdiri dari 13 episode dengan durasi 35-45

menit untuk masing-masing episode. Drama seri Korea Boys Before

Flowers merupakan drama yang disutradarai oleh Jun Ki Sang dan

merupakan adaptasi dari komik Jepang Hana Yori Dango. Drama ini

terdiri dari 25 episode dengan durasi 60-65 menit setiap episodenya.

Drama ini pertama kali ditayangkan pada Januari tahun 2009 di KBS2 TV,

dan bulan Desember 2009 hingga Januari 2010 tayang di Indosiar.

8

Morrisan. 2008. Manajemen Media Penyiaran Strategi Mengelola Radio & Televisi. Kencana: Jakarta (hlm. 211)

9

Sansai Bakkara. 2011. Resume Buku “Dramaturgi” Karya Harymawan.

(34)

9

Sinetron dan drama ini akan dibandingkan berdasarkan Cerita, Tokoh,

Ruang, Kostum.

F.2 Cerita

Cerita adalah seluruh rangkaian peristiwa baik yang tersaji dalam

film dan drama maupun tidak.10 Cerita yang diteliti akan dibatasi oleh isi

pembicaraan dan aksi yang serupa saja.

F.3 Tokoh

Tokoh adalah pelaku cerita yang memotivasi naratif dan selalu

bergerak dalam melakukan suatu aksi.11 Tiga dimensi tokoh antara lain

yaitu: 12

a. Dimensi fisiologis (ciri-ciri badan)

b. Dimensi sosiologis (latar belakang kemasyarakatan)

c. Dimensi psikologis (latar belakang kejiwaan).

F.4 Ruang

Sebuah cerita tidak mungkin terjadi tanpa adanya ruang. Ruang

adalah tempat dimana para pelaku cerita bergerak dan beraktifitas.

Sebuah drama umumnya terjadi pada suatu tempat atau lokasi dengan

dimensi ruang yang jelas, yaitu selalu menunjuk pada lokasi dan

wilayah yang tegas. Seperti si A di kota B atau di Negara C dan

sebagainya. Latar cerita bisa juga menggunakan lokasi yang

sesungguhnya (nyata) atau dapat pula fiktif. Seperti drama biasanya

10

Himawan Prartista. 2008.Memahami Film. Homerian Pustaka: Yogyakarta (hlm 34) 11

Ibid, (hlm 80) 12

(35)

10

menggunakan lokasi yang nyata, berbeda dengan film-film fantasi yang

sering menggunakan lokasi fiktif. 13

F.5 Kostum

Kostum adalah segala hal yang dikenakan pemain bersama seluruh

aksesorisnya. Aksesoris kostum termasuk diantaranya topi, perhiasan,

jam tangan, kacamata, sepatu, tongkat, dan sebagainya. Kostum selain

sebagai penutup tubuh juga memilki beberapa fungsi sesuai dengan

konteks ceritanya, yaitu:14

a. Penunjuk status sosial

Kostum juga dapat menunjukkan kelas atau status sosial para

pelaku cerita. Pelaku utama biasanya menggunakan busana yang

lebih detil daripada karakter figuran.

b. Penunjuk kepribadian pelaku cerita

Busana dan aksesorisnya juga mampu memberikan gambaran

umum tentang karakter atau kepribadian dari pelaku cerita.

c. Warna kostum sebagai simbol

Penggunaan warna kostum sering kali memiliki motif atau symbol

tertentu. Contohnya warna hitam biasanya menjadi simbol

kejahatan dan warna putih sebagai simbol kebaikan.

Dalam penelitian kostum yang akan peneliti teliti hanyalah baju yang

dikenakan oleh para tokoh yang memiliki kesamaan.

13

Pratista.Op.Cit (hlm. 35) 14

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan (1) perencanaan pembelajaran menulis cerita pendek dilakukan peneliti dengan menggunakan teknik transformasi naskah drama, (2) pelaksanaan

Hasil analisis data pada penelitian ini menunjukkan bahwa, terdapat kesalahan berbahasa bidang sintaksis dalam cerita gambar di Majalah Bobo edisi November 2011

Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa tidak terdapat hubungan antara faktor-faktor yang menentukan persepsi terhadap sinetron

Berdasarkan hasil analisis dari data yang telah diperoleh peneliti dapat disimpulkan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pesan iklan LINE versi film Ada Apa Dengan Cinta mini

Berdasarkan hasil analisis data dari penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa: (1) pelanggaran maksim kuantitas pada sinetron komedi ini disebabkan

Berdasarkan pemaparan di atas, penelitian mengenai struktur cerita pada novel-novel remaja yang dilakukan pada novel Gita Cinta dari SMA, Lupus ABG, dan Dilan 1990

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, menunjukkan bahwa pada siklus I hasil belajar siswa pembelajaran menulis naskah drama dengan menggunakan teknik transformasi cerita

Dapat disimpulkan bahwa setelah penulis analisis dalam film Ayat-Ayat Cinta terdapat 28 gerak.gaya yang dilakukan oleh pelaku yang menunjukkan pesan Pendidikan