• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sistem Informasi Penjualan Pada Sniff Clotching

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Sistem Informasi Penjualan Pada Sniff Clotching"

Copied!
115
0
0

Teks penuh

(1)

ii

clothing. In addition to clothing Sniff Productions also produces other goods such as sweaters, jackets and jeans teens and adults who are still making sales by hand to hand and place your goods on some distros in Bandung, Surabaya and Jakarta. To meet consumer needs in terms of service, Clothing Sniff has a section that is specialized in dealing with consumers. Section is Part of Sales (Cashier), but the system still work in this section using a simple document that is hindering the smooth service to consumers.

The purpose of this final report is to design the Sales Information System using Prototype systems development methods, as well as for modeling the system using a unified Modeling Language (UML)). For programming language design software using java programming language,while Software / Tools used were Netbeans IDE .7 and MySQL as its database.

This information system of sale could be solution which can be use to make seller easier in working sales data, data item, data item report, data of selling report, and also sales data receipt much easier, faster and eficien so that it can help increase profits Sniff Clothing in improving its business.

(2)

i

ABSTRAK

Sniff Clothing merupakan sebuah clothing yang menjual berbagai macam barang khususnya di bidang pakaian. Selain pakaian Sniff Production juga memproduksi barang lain seperti sweater, jaket dan jeans remaja maupun dewasa yang saat ini masih melakukan penjualan dengan cara hand to hand dan menitipkan barang pada beberapa distro di Bandung, Surabaya dan Jakarta.

Untuk memenuhi kebutuhan konsumen dalam hal pelayanan,Clothing Sniff memiliki satu bagian yang khusus dalam menangani konsumen. Bagian tersebut adalah Bagian Penjualan (Kasir), namun sistem kerja di bagian ini masih menggunakan cara berupa dokumen sederhana sehingga menghambat kelancaran pelayanan terhadap konsumen.

Tujuan dalam laporan tugas akhir ini adalah untuk merancang Sistem Informasi Penjualan menggunakan Metode pengembangan sistem Prototype, serta untuk pemodelan sistemnya menggunakan Unifield Modelling Language (UML) dengan menggunakan bahasa pemrograman java, sedangkan Software/Tools yang digunakan adalah Netbeans IDE 6.7 dan MySQL sebagai basis datanya.

Sistem informasi penjualan barang ini dapat menjadi salah satu solusi yang dapat digunakan untuk mempermudah penjual dalam mengolah data penjualan, data barang, laporan data barang, laporan penjualan barang, serta nota transaksi penjualan barang menjadi lebih mudah, cepat dan efisien sehingga dapat membantu meningkatkan keuntungan Clothing Sniff dalam meningkatkan usahanya.

(3)

1

1.1.Latar Belakang Masalah

Pada saat ini perkembangan informasi telah berkembang dengan sangat pesat, oleh karena itu sudah banyak pula perusahaan-perusahaan atau instansi-instansi yang menggunakan sistem informasi untuk meningkatkan usahanya. Cara untuk meningkatkan usaha suatu perusahaan ialah dengan cara membangun sistem informasi yang baik. Dan syarat untuk membangun sistem informasi yang baik yaitu adanya kecepatan dan keakuratan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan. Komputer adalah suatu alat yang dapat menyimpan data, mengolah data, dan memberikan informasi yang diinginkan secara tepat dan akurat yang berguna bagi perusahaan untuk kemajuan usahanya.

Sniff Clothing merupakan sebuah clothing yang menjual berbagai macam barang khususnya di bidang pakaian. Selain pakaian Sniff Clothing juga memproduksi barang lain seperti sweater, jaket dan jeans remaja maupun dewasa yang saat ini masih melakukan penjualan dengan cara hand to hand dan menitipkan barang pada beberapa distro di Bandung, Surabaya dan Jakarta.

(4)

2

barang masih dilakukan dengan ditulis tangan yang dimana penambahan dan pengurangan stock barang harus dicatat dahulu dihitung satu per satu dan dicocokan dengan stock yang ada. Selain itu pembuatan laporan masih dengan menggunakan ketikan di Microsoft word, Hal ini dapat dikatakan kurang cepat dan memuaskan pihak sniff clothing ini sendiri , dikarenakan sulit untuk mencatat dan menghitung banyaknya jenis barang yang ada, banyaknya jumlah barang, maupun besarnya jumlah harga. Banyaknya jumlah barang yang dijual dan tingkat keramaian pembeli dapat mengakibatkan penjual mengalami kesulitan untuk mengelola dan menghitung transaksi penjualan secara cepat, tepat, dan mudah digunakan. Selain itu pihak Sniff tidak dapat mencari dan memantau jumlah persediaan barang secara cepat, pihak Sniff harus membuat suatu nota pada saat adanya

transaksi penjualan, dan penanganan laporan stock maupun penjualan tiap

minggu, bulan juga tahun terkesan lambat dan kurang modern

Oleh sebab itu, diperlukan perbaikan sistem dan diharapkan clothing

tersebut mampu malakukan sistem penjualan kepada konsumen tanpa adanya

kesalahan, selain itu sistem informasi penjualan tersebut dapat melakukan

serangkaian aktifitas pengolahan data yang dapat menghasilkan informasi

yang dibutuhkan oleh pihak clothing itu sendiri.

(5)

1.2.Identifikasi dan Rumusan Masalah

1.2.1. Identifikasi Masalah

Identifikasi Masalah merupakan rangkuman dari isu masalah yang terjadi yang telah dijelaskan sebelumnya dalam bahasan latar belakang. Suatu masalah perlu dirumuskan dengan tujuan agar permasalahan menjadi jelas dan tidak menimbulkan pengertian yang berbeda-beda.

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dibahas sebelumnya, penyusun mencoba untuk mengidentifikasi masalah yang ada pada clothing Sniff yaitu sebagai berikut :

1. Pengolahan data stock dan penjualan barang pada clothing

tersebut masih mengalami banyak kesalahan karena masih

dilakukan secara manual yaitu ditulis tangan dan diketik di

Microsoft word, pencatatan manual dan penghitungan

kalkulator.

2. Sulitnya dalam pencarian data stock dan penjualan barang,

karena terlalu banyaknya arsip stock dan penjualan barang

sehingga data atau informasi stock baru yang dicari terkadang

mengalami kekeliruan karena tidak bisa melakukan pencarian

secara otomatis.

3. Pihak Clothing tidak dapat memantau jumlah stock barang

dengan cepat karena harus mencari data dari banyaknya arsip

(6)

4

4. Laporan stock dan penjualan barang pada clothing tersebut

masih belum maksimal dan terkomputerisasi karena masih

dirancang manual dan disusun menggunakan Microsoft word.

1.2.2. Rumusan Masalah

Dari masalah-masalah diatas, maka dapat dirumuskan beberapa

permasalahan diantaranya :

1. Bagaimana sistem informasi penjualan barang yang sedang

berjalan pada Clothing Sniff.

2. Bagaimana perancangan sistem informasi penjualan barang pada

Sniff agar dapat membantu dalam pengolahan data penjualan

barang.

3. Bagaimana pengujian sistem informasi penjualan barang pada

Clothing Sniff .

4. Bagaimana implementasi sistem informasi penjualan barang pada

Sniff agar dapat mempermudah dan memaksimalkan laporan stock

maupun penjualan barang.

1.3.Maksud dan Tujuan Penelitian

1.3.1. Maksud Penelitian

(7)

menyediakan sarana yang sudah terkomputerisasi, sehingga aktivitas pengolahan dan penjualan barang data dapat dilakukan dengan lebih praktis serta memudahkan dalam memantau jumlah stock barang

secara cepat dan memudahkan dalam pembuatan laporan stock

maupun laporan penjualan.

1.3.2. Tujuan Penelitian

Sedangkan tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian untuk

pembuatan tugas akhir ini adalah :

1. Untuk mengetahui sistem informasi penjualan yang sedang

berjalan pada Clothing Sniff.

2. Untuk merancang sistem informasi penjualan pada Clothing

Sniff.

3. Untuk menguji sistem informasi penjualan pada Clothing

Sniff.

4. Untuk mengimplementasikan program pada Clothing Sniff

agar dapat mempermudah dan memaksimalkan laporan stock

maupun penjualan barang.

1.4.Kegunaan Penelitian

1.4.1. Kegunaan Praktis

1. Bagi Perusahaan akan meningkatkan kinerja dalam pengolahan

(8)

6

cara-cara yang telah ada sebelumnya dan juga dapat membantu

karyawan dalam melakukan kegiatannya di perusahaan.

2. Membantu proses penjualan barang.

1.4.2. Kegunaan Akademis

1. Bagi pengembangan ilmu akan memberikan masukan ilmu bagi jurusan Manajemen Informatika tentang aplikasi pengolahan data. 2. Bagi penulis untuk meningkatkan wawasan serta pengetahuan baik

teori maupun praktek sebagai pembanding ilmu yang diperoleh dibangku kuliah dengan aplikasi di lapangan.

3. Bagi peneliti lain sebagai referensi untuk penelitian sejenis sehingga dapat dikembangkan dengan lebih lanjut.

1.5.Batasan Masalah

Pembatasan masalah berisi tentang batasan pembahasan masalah terhadap penelitian yang dilakukan. Bertujuan agar dalam pembahasannya lebih terarah dan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.

(9)

1. Sistem informasi ini difokuskan pada sistem pengelolaan penjualan barang dan pelaporan penjualan pada Clothing Sniff.

2. Barang yang sudah dibeli tidak bisa ditukar maupun pembatalan transaksi penjualan barang.

3. Hanya di batasi dengan pencarian data barang dan pembuatan laporan dalam proses pengolahan data transaksi Penjualan.

4. Penentuan pelanggan dan diskon ditentukan oleh manajer bukan oleh bagian penjualan yang dimana, hanya pelanggan yang akan mendapatkan diskon sementara yang bukan pelanggan tidak akan mendapatkan diskon.

5. Dalam pengelolaan penjualan, hanya menangani penjualan secara langsung dan tunai.

1.6.Lokasi dan Waktu Penelitian

Lokasi yang penulis pilih sebagai tempat penelitian Tugas Akhir adalah Clothing Sniff yang beralamat di jalan Palem 2 No.30 Sadang - serang Bandung 40134.

(10)

8

Tabel 1.1 Jadwal Penelitian 2011

NO Nama Kegiatan

MARET APRIL MEI JUNI

I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV

1 Penelitian

2

Perencanaan

Sistem

3

Analisis

Kebutuhan

4

Perancangan

Sistem

5 Evaluasi

(11)

9

2.1Konsep Dasar Sistem

Sistem dapat didefinisikan menurut dua kelompok pendekatan sistem, menurut Jogiyanto ( 2002 : 4) yaitu yang melakukan pada prosedurnya dan yang menekankan pada komponen atau elemen. Definisi sistem berdasarkan pendekatan yang menekankan pada prosedur adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.

Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada prosedur mendefinisikan sistem sebagai suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu. Suatu prosedur adalah suatu urutan-urutan yang tetap dari tahapan-tahapan instruksi yang menerangkan apa yang harus dikerjakan, siapa yang mengerjakan, kapan dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya. Sementara pendekatan sistem yang menekankan pada elemen atau komponen mendefinisikan sistem sebagai kumpulan elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan.

2.1.1.Pengertian Sistem

(12)

10

pada komponen atau elemen. Definisi sistem berdasarkan pendekatan yang menekankan pada prosedur adalah sebagai berikut :

“Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu” Jogiyanto (2002 : 4)

Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada elemen atau komponennya mendefinisikan sistem sebagai berikut :

“Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu” Jogiyanto (2002 : 683).

Dilihat dari dua pengertian diatas maka, pengertian sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan, himpunan, unsur, komponen atau variable yang terorganisasi, saling berinteraksi, saling bergantung satu sama lain, dan terpad untuk mencapai tujuan atau sasaran tertentu.

2.1.2. Karakteristik Sistem

Menurut Jogiyanto (2005 : 3). Pada hakekatnya suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yaitu :

1. Memiliki komponen

(13)

mengandung komponen-komponen atau subsistem-subsistem. Setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Suatu sistem dapat mempunyai suatu sistem yang lebih besar yang disebut suprasistem, misalnya suatu perusahaan dapat disebut dengan suatu sistem dan industri yang merupakan sistem yang lebih besar dapat disebut dengan supra sistem. Kalau dipandang industri sebagai suatu sistem, maka perusahaan dapat disebut sebagai subsistem. Demikian juga bila perusahaan dipandang sebagai suatu sistem, maka sistem akuntansi adalah subsistemnya.

2. Batas sistem (boundary)

Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.

3. Lingkungan luar sistem (Environment)

(14)

12

dipelihara. Sedang lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan, kalau tidak maka akan menggangu kelangsungan hidup dari sistem.

4. Penghubung sistem (Interface)

Penghubung sistem merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke yang lainnya. Keluaran (output) dari satu subsistem akan menjadi masukan (input) untuk subsistem lainnya dengan melalui penghubung. Dengan penghubung satu subsistem dapat berintegrasi dengan subsistem yang lainnya membentuk satu kesatuan.

5. Masukan sistem (input)

Merupakan energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran. Sebagai contoh didalam sistem komputer, program adalah maintenance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.

(15)

Keluaran sistem adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain atau kepada supersistem. Misalnya untuk sistem komputer, panas yang dihasilkan adalah keluaran yang tidak berguna dan merupakan hasil sisa pembuangan, sedang informasi adalah keluaran yang dibutuhkan.

7. Pengolah sistem (Process)

Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran. Suatu sistem produksi akan mengolah masukan berupa bahan baku dan bahan-bahan yang lain menjadi keluaran berupa barang jadi. Sistem Sasaran atau tujuan (goal) akuntansi akan mengolah data-data transaksi menjadi laporan-laporan keuangan dan laporan-laporan lain yang dibutuhkan oleh manajemen.

8. Sasaran sistem

(16)

14 misalnya sistem bisnis perusahaan, maka istilah goal lebih tepat diterapkan. Untuk sistem akuntansi atau sistem-sistem lainnya yang merupakan bagian atau subsistem dari sistem bisnis, maka istilah objectives yang lebih tepat. Jadi tergantung dari ruang lingkup mana memandang sistem tersebut. Seringkali tujuan (goal) dan sasaran (objectives) digunakan bergantian dan tidak dibedakan.

Gambar dibawah ini adalah gambar dari karakteristik sistem.

Gambar 2.1 Karakteristik Sistem

(17)

2.2Konsep Dasar Informasi

Menurut Jogianto (2005 : 1), Informasi sangat penting didalam suatu organisasi sehingga suatu sistem yang kurang mendapatkan informasi akan menjadi luruh.

Informasi adalah data yang sudah diproses atau diolah sehingga mempunyai nilai bagi penerimanya dan dapat digunakan untuk dasar pengambilan mempunyai nilai bagi penerimanya dan dapat digunakan untuk dasar pengambilan keputusan yang disampaikan melalui media kertas (HardCopy), tampilan (Display) atau sarana suara (Aud io).

Data adalah kumpulan kejadian yang diangkat dari suatu kejadian. Data dapat berupa angka,huruf,simbol atau gabungan dari keduanya. Pengolahan data adalah bentuk yang berguna dan berarti berupa suatu informasi.informasi adalah hasil dari kegiatan pengolahan data yang memberikan bentuk dan lebih berarti dari suatu kejadian.

Jadi pengolahan data elektronik adalah manipulasi dari data kedalam bentuk yang lebih berarti yang berupa suatu informasi dengan menggunakan suatu informasi yang menggunakan suatu alat elektronik yaitu komputer.

2.2.1 Pengertian Informasi

(18)

16

INPUT PROSES OUTPUT

UMPAN BALIK

mengolah data tersebut disebut dengan model pengolahan data atau lebih dikenal dengan nama siklus pengolahan data.

Gambar 2.2 Siklus Pengolahan Data

(Sumber : Andri Kristanto, 2008 : 10)

Dari gambar diatas dapat dijelaskan bahwa data yang merupakan suatu kejadian yang menggambarkan kenyataan yang terjadi dimasukan melalui elemen input kemudian data tersebut akan diolah dan diproses menjadi suatu output, dan output tersebut adalah informasi yang dibutuhkan. Informasi tersebut akan diterima oleh pemakai atau penerima, kemudian penerima akan memberikan umpan balik yang berupa evaluasi terhadap informasi tersebut dan hasil umpan balik tersebut akan menjadi data yang akan dimasukan menjadi input kembali. Begitu seterusnya alur pengolahan data.

1.2.2. Kualitas Informasi

(19)

1. Relevan (relevancy)

Artinya Informasi yang dihasilkan harus sesuai dengan apa yang diperlukan oleh pemakai informasi dengan berdasarkan kenyataan yangada serta berkualitas.

2. Akurat (accuracy)

Artinya informasi yang dihasilkan harus tepat dengan sasaran dan tujuan serta keinginan pemakai informasi tetapi harus mencerminkan dengan kejadian atau keadaan sebenarnya atau tidak dibuat – buat.

3. Tepat waktu (timeliness)

Artinya informasi yang dihasilkan tersedia pada saat informasi tersebut diperlukan.

4. Ekonomis (economy)

Artinya informasi yang dihasilkan dengan sumberdaya yang seadanya tetapi mempunyai nilai informasi dengan bobot profesional dan dapat memuaskan pemakai informasi.

5. Efisien (efficiency)

Artinya inforrmasi yang dihasilkan dengan kalimat yang sederhana dan mudah dipahami oleh pengguna informasi. 6. Dapat dipercaya (reliability)

(20)

18

7. Informasi yang dihasilkan harus sejujurnya dan tidak dibuat - buat.

2.3 Konsep Dasar Sistem Informasi

Sistem informasi dapat didefinisikan sebagai suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen-komponen dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan yaitu menyajikan informasi.

2.3.1. Pengertian Sistem Informasi

Menurut Jogiyanto (2005 : 11). Telah diketahui bahwa informasi merupakan hal yang sangat penting bagi manajemen di dalam pengambilan keputusan. Pertanyaannya adalah darimana informasi tersebut bisa didapatkan?. Informasi dapat diperoleh dari sistem informasi (information system) atau disebut juga dengan processing systems atau information processing systems atau information-generating systems.

2.3.2 Komponen Sistem Informasi

Dalam membangun suatu sistem informasi diperlukan penggabungan elemen-elemen pendukung tersebut antara lain :

(21)

digunakan dalam metode logika dan prosedur yang dibutuhkan.

b. Hardware, merupakan perangkat elektronik yang memiliki kemampuan untuk melakukan proses komputerisasi.

c. User, adalah pengguna dan operator perangkat keras atau perangkat lunak.

d. Data, berupa salinan-salinan manual dan deskripsi informasi yang menggambarkan operasi sistem.

2.3.3 Kegiatan Sistem Informasi

Kegiatan dari sistem informasi mencakup hal – hal sebagai berikut : a. Input, merupakan kegiatan untuk menyediakan data untuk di

proses.

b. Proses, menggambarkan bagaimana suata data di proses untuk menghasilak informasi yang bernilai tambah.

c. Output, suatu kegiatan untuk menghasilkan suatu informasi dari data tersebut.

d. Penyimpanan, suatu kegiatan untuk memelihara dan menyimpan data.

(22)

20

2.3.4 Tujuan Pembangunan Sistem Informasi

1. Integrasi sistem

 Menghubungkan sistem individu/kelompok

 Pengkolektifan data dan penyambungan secara otomatis  Peningkatan koordinasi dan pencapaian sinergi

2. Efisiensi pengelolaan sistem

 Penggunaan basis data dalam upaya kesamaan pengadministrasian data

 Pengelolaan data berkaitan dengan karakteristik informasi  Penggunaan dan pengambilan informasi

3. Dukungan keputusan untuk manajemen

 Melengkapi informasi guna kebutuhan proses pengambilan kebutuhan

 Akuisisi informasi eksternal melalui jaringan komunikasi  Ekstraksi dari informasi internal yang terpadu.

2.3.5 Manfaat Sistem Informasi

Sistem informasi memiliki banyak manfaat, diantaranya : • Menghemat tenaga kerja

(23)

• Perbaikan keputusan

2.4 Alat Bantu Analisis dan Perancangan

Dengan metode pendekatan system yang berorientasi objek, maka penulis akan menggambarkan bagaimana karakteristik system tersebut dengan menggunakan pemodelan yang disebut Unifield Modelling Language (UML).

Menurut Bambang Hariyanto (2004 : 259) yang dimaksud dengan UML adalah bahasa grafis untuk mendokumentasi, menspesifikan dan membangun sistem perangkat lunak. UML berorientasi objek, menerapkan banyak level abstraksi, tidak bergantung proses pengembangan, tidak bergantung bahasa dan teknologi, pemaduan beberapa notasi di beragam metodologi, dan usaha bersama dari banyak pihak.

(24)

22

1. Use Case Diagram

Use case mendepkripsikan interaksi tipikal antara para pengguna system dengan system itu sendiri, dengan member sebuah narasi tentang bagaimana system tersebut digunakan. Use Case Diagram menampilkan actor mana yang menggunakan Use Case mana, Use Case mana yang memasukan Use Case lain dan hubungan antara actor dan Use Case.

2. Activity diagram

Diagram ini menjelaskan alur kerja suatu sistem. Activity diagram mirip dengan state diagram karena sejumlah aktifitas menggambarkan keadaan suatu proses dengan memperlihatkan urutan aktifitas yang dijalankan baik berupa pilihan maupun paralel. Diagram ini juga berguna untuk menganalisis sebuah use case dengan menggambarkan aksi-aksi yang diperlukan dan kapan aksi-aksi tersebut dijalankan. Selain itu, activity diagram dapat menjelaskan urutan algoritma yang kompleks dan memodelkan sejumlah aplikasi dengan proses paralel.

3. Sequence Diagram

Sequence diagram secara khusus menjabarkan behavior sebuah sekenario tunggal. Sequence diagram menunjukan sebuah objek contoh dan pasan-pesan yang melewati objek-objek dalam use case.

4. Collaboration Diagram

(25)

tersebut memperlihatkan objek actual dan relasi yng terjadi diantara mereka yang digambarkan dengan sebuah garis. Diatas garis terdapat alur pesan yang dikirimobjek yang berhubungan tersebut.

5. Class Diagram

Class diagram mendepkripsikan jenis-jenis objek dalam sistem dan berbagai macam hubungan statis yang terdapat diantara mereka. Class diagram juga menunjukan property dan operasi sebuah class dan batasan-batasan yang terdapat dalam hubungan-hubungan objek tersebut.

6. Component Diagram

Component diagram (diagram komponen) adalah diagram yang menunjukkan model secara fisik komponen perangkat lunak dalam sistem dan hubungan antar mereka.

7. Deployment Diagram

Deployment diagram (diagram deployment) adalah diagram yang menampilkan rancangan fisik jaringan dimana berbagai komponen akan terdapat disana.

2.5 Definisi Kasus yang Dianalisis

2.5.1. Pengertian Penjualan

(26)

24

membeli produk yang ditawarkan serta mengadakan perjanjian mengenai harga yang menguntungkan bagi kedua pihak.

Penjualan merupakan sumber hidup suatu perusahaan, karena dari penjualan dapat diperoleh laba serta suatu usaha memikat konsumen yang diusahakan untuk mengetahui daya tarik mereka sehinggadapat mengetahui hasil produk yang dihasikan.

2.5.2 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kegiatan Penjualan

Dalam praktek, kegiatan penjualan itu dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut: Swastha dan Irawan,(1990 : 24).

1. Kondisi dan Kemampuan Penjual

Transaksi jual-beli atau pemindahan hak milik secara komersial atas barang dan jasa itu pada prinsipnya melibatkan dua pihak, yaitu penjual sebagai pihak pertama dan pembeli sebagai pihak kedua. Disini penjual harus dapat menyakinkan kepada pembelinya agar dapat berhasil mencapai sasaran penjualan yang diharapkan.untuk maksud tersebut penjual harus memahami beberapa masalah penting yang sangat berkaitan, yakni:

a. Jenis dan karakteristik barang yang di tawarkan. b. Harga produk.

c. Syarat penjualan seperti: pembayaran, penghantaran, pelayanan sesudah penjualan, garansi dan sebagainya.

(27)

Pasar, sebagai kelompok pembeli atau pihak yang menjadi sasaran dalam penjualan, dapat pula mempengaruhi kegiatan penjualannya. Adapun faktor-faktor kondisi pasar yang perlu di perhatikan adalah:

a. Jems pasarnya

b. Kelompok pembeli atau segmen pasarnya c. Daya belinya

d. Frekuensi pembelian e. Keinginan dan kebutuhan 3. Modal.

Akan lebih sulit bagi penjualan barangnya apabila barang yang dijual tersebut belum dikenal oleh calon pembeli, atau apabila lokasi pembeli jauh dari tempat penjual. Dalam keadaan seperti ini, penjual harus memperkenalkan dulu membawa barangnya ketempat pembeli. Untuk melaksanakan maksud tersebut diperlukan adanya sarana serta usaha, seperti: alat transport, tempat peragaan baik didalam perusahaan maupun di luar perusahaan, usaha promosi, dan sebagainya. Semua ini hanya dapat dilakukan apabila penjualan memiliki sejumlah modal yang diperlukan untuk itu.

(28)

26

Pada perusahaan besar, biasanya masalah penjualan ini ditangani oleh bagian tersendiri (bagian penjualan) yang dipegang orang-orang tertentu/ahli di bidang penjualan.

2.5.3 Persediaan

Persediaan merupakan barang-barang yang dibeli oleh perusahaan dengan tujuan untuk dijual kembali dengan tanpa mengubah bentuk dan kualitas barang, atau dapat dikatakan tidak ada proses produksi sejak barang dibeli sampai dijual kembali oleh

perusahaan.(http://www.pojokinfo.wordpress.com/inventory-persediaan).

Persediaan (inventory) memiliki arti sangat penting bagi dalam operasi bisnis suatu perusahaan, guna untuk memenuhi kebutuhan produksi dan memberikan kepuasan pada kebutuhan organisasi (perusahaan). Tujuan diadakannya persediaan antara lain adalah :

1. untuk memberikan layanan terbaik pada pelanggan. 2. untuk memperlancar proses produksi.

3. untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kekurangan persediaan (stockout).

(29)

2.5.4 Pengertian Barang

Barang adalah suatu sifat yang kompleks baik dapat diraba maupun tidak dapat di raba, termasuk bungkus, harga, prestise perusahaan, dan pengecer. Pelayanan perusahaan dan pengecer, yang diterima oleh pembeli untuk memuaskan keinginan atau kebutuhan. (http://www.wartawarga.gunadarma.ac.id/pengertian_barang-3).

2.6 Tinjauan Perangkat Lunak

Kebutuhan perangkat lunak adalah suatu kondisi atau keadaan yang harus dipenuhi atau dimiliki oleh suatu sistem, atau suatu kondisi keadaan yang diperlukan oleh pemakai untuk mencapai tujuan .

1.6.1. Netbeans

(30)

28

1.6.2. MySQL

MySQL adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL (bahasa Inggris : database management system) atau DBMS yang multithread, multi-user, dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia. Setiap pengguna dapat secara bebas menggunakan MySQL, namun dengan batasan perangkat lunak tersebut tidak boleh dijadikan produk turunan yang bersifat komersial. MySQL sebenarnya merupakan turunan salah satu konsep utama dalam basisdata yang telah ada sebelumnya; SQL (Structured Query Language). SQL adalah sebuah konsep pengoperasian basisdata, terutama untuk pemilihan atau seleksi dan pemasukan data, yang memungkinkan pengoperasian data dikerjakan dengan mudah secara otomatis. (http://www.edisusanto.com/menggunakan-mysql)

1.6.3. IReport

(31)
(32)

30 BAB III

OBJEK DAN METODE PENELITIAN

3.1.Objek Penelitian

Sniff Clothing merupakan sebuah clothing yang menjual berbagai macam barang khususnya di bidang pakaian. Selain pakaian Sniff Clothing juga memproduksi barang lain seperti sweater, jaket dan jeans remaja maupun dewasa yang saat ini masih melakukan penjualan dengan cara hand to hand dan menitipkan barang pada beberapa distro di Bandung, Surabaya dan Jakarta.

3.1.1. Sejarah Singkat Perusahaan

(33)

masyarakat, yaitu dengan memproduksi kaos polos dengan kualitas bahan, pola, dan kerapihan jaitan yang ciamik, dan sangat memuaskan.

Dengan meningkatnya daya beli konsumen, Sniff Clothing menambahkan produksinya selain kaos yaitu jaket, sweater dan jeans. Sekarang pun produk-produk Sniff Clothing sudah didistribusikan ke distro-distro di Bandung, Surabaya dan Jakarta.

3.1.2. Visi dan Misi Perusahaan

3.1.2.1. Visi Perusahaan

1. Menjadi perusahaan terbaik dalam bidang pemasaran dan distribusi Clothing yang memilki keunggulan dalam inovasi, mutu produk, dan kepuasan pelanggan.

2. Mengedepankan kedewasaan dan kesantunan dalam fashion yang dituangkannya serta kenyamanan saat berpenampilan si pemakai

3. Menjadi perusahaan terdepan dan berkembang di bidang fashion

3.1.2.2. Misi Perusahaan

1. Meng-expor hasil design dan produksi Sniff Clothing ke luar negeri demi mensejahterakan masyarakat Indonesia. 2. Mempermudah para Investor melihat Prospek Distro di

(34)

32

3. Memasarkan produk clothing berkualitas yang unggul dalam gaya berpakaian dari semua kalangan masyarkat. 4. Menjadikan Sniff Clothing sebagai pilihan utama

konsumen.

3.1.3. Struktur Organisasi Perusahaan

Berikut ini merupakan struktur organisasi Sniff Clothing :

Gambar 3.1 Struktur Organisasi Clothing Sniff

3.1.4. Deskripsi Tugas

Fungsi dan tugas divisi kerja, adalah suatu rincian yang menunjukan posisi, tanggung jawab, wewenang, fungsi dan tugas yang harus dilakukakan. Periode tugas perlu dibuat agar masing-masing bagian mengerti akan kedudukannya. Adapun tugas dan fungsi divisi kerja yang ada pada Clothing Sniff yaitu :

1. Owner

a. Memimpin dan mengkoordinasi seluruh kegiatan

Ow ner

Bagian

Penjualan

(35)

b. Menyediakan biaya yang dibutuhkan clothing untuk membuat atau memproduksi suatu produk.

c. Memeriksa laporan penjualan dan laporan keuangan dari transaksi yang berlangsung

2. Manajer

a. Membuat laporan keuangan. b. Menghitung gaji pegawai.

c. Sebagai pengambil keputusan penentuan pelanggan d. Mengevaluasi semua kegiatan yang telah dilaksanakan

e. Menetapkan dan mengesahkan kebijakan yang menyangkut eksistensi perusahaan.

f. Melaksanakan pemeriksaan yang meliputi seluruh aspek kegiatan penjualan dan persediaan barang.

3. Bagian Penjualan

a. Melakukan transaksi penjualan b. Mengelola data barang

c. Membuat semua laporan yang berhubungan dengan aktivitas penjualan barang.

4. Finance dan Produksi

a. Mengatur semua yang menyangkut tentang kegiatan produksi barang.

(36)

34

c. Menawarkan produk-produk yang dijual Sniff Clothing kepada konsumen maupun distro.

d. Memasukan produk-produk Sniff Clothing ke distro-distro.

3.2.Metode Penelitian

Dalam penulisan laporan tugas akhir ini, penulis menggunakan metode Deskriptif Analisis, yaitu memaparkan data-data yang diperoleh dari dalam perusahaan yang berhubungan erat dengan penelitian kemudian dilakukan analisa dengan tujuan menemukan pemecahan terhadap masalah yang dihadapi.

3.2.1. Desain Penelitian

(37)

3.2.2. Jenis dan Metode Pengumpulan Data

Dalam tugas akhir ini pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh keterangan serta menganalisis data sehingga data tersebut dapat memberikan gambaran mengenai objek yang sedang diteliti.

3.2.2.1. Sumber Data Primer

Sumber data primer yaitu data atau segala informasi yang diperoleh dan didapat oleh penulis langsung dari sumber – sumber pertama dari individu atau sekelompok bagian dari objek penelitian. Seperti wawancara dan observasi langsung pada objek yang di teliti.

a. Wawancara

Yaitu melakukan tanya jawab dengan owner Sniff Clothing mengenai sejarah terbentuknya Clothing Sniff Clothing, Susunan Organisasinya, serta sistem penjualannya.

b. Observasi

Yaitu melakukan pengamatan langsung pada Clothing Sniff Clothing dengan mengadakan pencatatan terhadap dokumen-dokumen yang ada serta cara kerja berdasarkan sistem yang sedang berjalan.

3.2.2.2. Sumber Data Sekunder

(38)

36

dalam bentuk tabel – tabel / diagram atau segala informasi yang berasal dari literatur yang ada hubungannya dengan teori – teori mengenai topik penelitian.

Dokumentasi yaitu penelitian dimana dalam pengambilan data penulis melakukan pengambilan gambar pakaian yang dijual dengan menggunakan kamera, yang mana gambar tersebut akan digunakan sebagai pelengkap data.

3.2.3. Metode Pendekatan dan Pengembangan Sistem

Adapun metode-metode yang digunakan untuk menyelesaikan

tugas akhir ini antara lain, metode pendekatan menggunakan system

berorientasi objek sementara metode pengembangan system yang

digunakan adalah Prototype model.

3.2.3.1. Metode Pendekatan Sistem

(39)

3.2.3.2. Metode Pengembangan Sistem

Desain sistem menentukan bagaimana suatu sistem akan menyelesaikan apa yang mesti diselesaikan, tahap ini menyangkut mengkonfigurasi dari komponen-komponen perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu sistem sehingga setelah installasi dari sistem akan benar-benar memuaskan rancang bangun yang telah ditetapkan pada akhir tahap analisis sistem. Jogiyanto (2005 : 196)

Metode pengembangan sistem yang digunakan dalam penyelesaian Tugas Akhir ini adalah Metode paradigma prototype yaitu suatu teknik analisis dan rancangan yang memungkinkan pemakai ikut serta dalam menentukan kebutuhan dan pembentukan sistem apa yang akan dikerjakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Desain penelitian ini dimodelkan dengan menggunakan model proses Prototype, merupakan suatu metode dalam pengembangna system yang menggunakan pendekatan untuk membuat sesuatu program dengan cepat dan bertahap sehingga dapat segera di evaluasi oleh pemakai (user).

(40)

38

memberikan gambaran bagaimana penggunaan sistem tersebut kepada pemakai setelah system tersebut disetujui, berikut adalah metode pendekatan yang dipakai oleh penulis :

Gambar 3.2 Model Prototype

(Sumber : http://mylo.stikom-bali.ac.id/ Pengertian Jaringan Komputer/2 April /2009)

(41)

yang digunakan adalah paradigma prototype, Langkah umum paradigma prototyping adalah sebagai berikut :

a. Mengidentifikasi kebutuhan pemakai. Pada tahap ini analis sistem akan melakukan studi kelayakan terhadap kebutuhan pemakai, baik yang meliputi model interface, teknik prosedur maupun dalam teknologi yang akan digunakan. b. Merancang prototype. Pada tahap ini analis sistem bekerja

sama dengan pemrogram mengembangkan prototype sistem untuk memperlihatkan kepada pemakai model sistem yang akan dibangun.

c. Menentukan apakah prototype dapat diterima oleh pemakai. d. Mengadakan sistem operasional. Melalui pemogram berdasarkan model sistem yang telah disepakati oleh pemakai sistem.

e. Menguji sistem opersional. Pada tahap ini pemogram akan melakukan uji coba baik menggunakan data sekunder maupun data primer untuk memastikan bahwa sistem dapat berlangsung dengan baik dan benar, sesuai dengan kebutuhan pemakai.

(42)

40

g. Jika sistem telah disetujui, maka tahap terakhir adalah melakukan implementasi sistem.

3.2.3.3. Alat Bantu Analisis dan Perancangan

Dalam perancangan suatu sistem informasi, diperlukan beberapa alat bant untuk menganalisa dan perancangan. Alat bantu ini dapat mempermudah dalam menggambarkan komponen - komponen yang ada, proses yang terjadi dan membuat usulan pemecahan masalah secara logika. Alat Bantu yang digunakan penulis adalah metode berorientasi objek.

Model data berorientasi objek dikatakan dapat memberi fleksibilitas yang lebih, kemudahan mengubah program dan digunakan luas dalam teknik piranti lunak skala besar. Lebih jauh lagi pendukung OOP (Object Oriented Programming) mengklaim bahwa OOP lebih mudah dipelajari bagi pemula dibanding dengan pendekatan sebelumnya dan pendekatan OOP lebih mudah dikembangkan dan dirawat.

(43)

1. Use-Case Diagram

Diagram ini memperlihatkan himpunan use case dan aktor-aktor (suatu jenis khusus dari kelas). Diagram ini sangat penting untuk mengorganisasi dan memodelkan perilaku dari suatu sistem yang dibutuhkan serta diharapkan pengguna.

2. Activity Diagram

Diagram ini adalah diagram tipe khusus dari keadaan yang memperlihatkan aliran dari suatu aktifitas ke aktifitas yan lainnya dalam suatu sistem. Diagram ini penting dalam pemodelan fungsi-fungsi dalam satu sistem dan memberi tekanan pada aliran kendali antar objek.

3. Sequence Diagram

Diagram urutan adalah diagram interaksi yang menekankan pada pengiriman pesan (message) dalam suatu waktu tertentu.

4. Collaboration Diagram

Diagram berkolaborasi adalah menggambarkan interaksi antar objek seperti sequence diagram, tetapi lebih menekankan pada peran masing-masing objek dan bukan pada waktu penyampaian pesan (message).

(44)

42

Diagram ini memperlihatkan organisasi serta ketergantungan sistem atau perangkat lunak pada komponen-komponen yang telah ada sebelumnya. Diagram ini berhubungan dengan diagram kelas dimana komponen secara tipikal dipetakan kedalam satu atau lebih kelas-kelas.

6. Deployment Diagram

Diagram ini memperlihatkan konfigurasi saat aplikasi dijalankan. Diagram ini memuat simpul-simpul beserta komponen-komponen yang ada didalamnya. Deployment diagram berhubungan dengan diagram komponen dimana deployment diagram memuat satu atau lebih komponen-komponen.

3.2.4. Pengujian Software

Pengujian Software (perangkat lunak) adalah elemen kritis dari jaminan kualitas perangkat lunak dan mempersentasikan kajian pokok dari spesifikasi,desain dan pengkodean. Roger Pressman (2002:59).

Pengujian black box adalah pengujian aspek fundamental

sistem tanpa memperhatikan struktur logika internal perangkat lunak.

Metode ini digunakan untuk mengetahui apakah perangkat lunak

berfungsi dengan benar. Pengujian black box merupakan metode

perancangan data uji yang didasarkan pada spesifikasi perangkat

(45)

Pengujian black box berusaha menemukan kesalahan dalam katagori sebagai berikut :

1. Fungsi yang tidak benar atau hilang 2. Kesalahan antar muka (Interface)

3. Kesalahan dalam struktur data atau akses database eksternal 4. Kesalahan kinerja

(46)

44

BAB IV

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

4.1. Analisis Sistem Yang Sedang Berjalan

Kegiatan analisis sistem yang berjalan dilakukan dengan analisis yang berorientasi pada objek-objek yang diperlukan oleh sistem yang dirancang, dimaksudkan untuk menitik beratkan kepada fungsi sistem yang berjalan dengan tidak terlalu menitik beratkan kepada alur proses dari sistem. Selanjutnya dari hasil analisis ini digambarkan dan didokumentasiakan dengan metodologi berorientasi objek melalui diagram use case, skenario use case dan aktifitas diagram, pertimbangan diagram tersebut ini karena dianggap mewakili secara keseluruhan sistem yang berjalan yang dapat dimengerti oleh user.

4.1.1 Analisis Kebutuhan

Sebelum membuat suatu sistem, hendaknya melakukan analisis terlebih dahulu terhadap kebutuhan-kebutuhan apa saja yang diperlukan dengan menggunakan metode-metode yang telah ada.

4.1.1.1. Use Case Diagram

(47)

sistem atau persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi sistem dari pandangan pemakai.

Berikut ini adalah gambar model Use Case Diagram penjualan barang pada Sniff Clothing yang sedang berjalan :

Gambar 4.1 Use case diagram penjualan barang di Sniff Clothing yang sedang berjalan

4.1.1.2 Skenario Use Case

Skenario use case digunakan untuk memudahkan dalam menganalisa skenario yang akan kita gunakan pada fase-fase selanjutnya dengan melakukan penilaian terhadap skenario tersebut. Adapun tahapan-tahapan sekenario use case Penjualan pada Sniff Clothing Bandung yang sedang berjalan adalah sebagai berikut :

1. Nama Use Case : Penjualan

Actor : Konsumen, Pegawai

(48)

46

Tabel 4.1 Tabel skenario use case Transaksi Penjualan

No Actor Sistem

1 Konsumen melihat dan memilih barang dari data barang yang ada lalu memesan barang yang dipilih.

2. Pegawai menyiapkan barang yang dipesan konsumen

3. Konsumen membayar barang yang sudah dipilih sesuai dengan jumlah dan harga yang tertera.

4. Merekam data transaksi penjualan

5. Mencetak struk bukti penjualan kepada konsumen

6. Pegawai memberikan barang yg dibeli konsumen beserta struk bukti

transaksi penjualan 7. Konsumen menerima struk

(49)

Gambar 4.2 Activity Diagram Sistem Informasi Penjualan Pada Sniff Clothing yang sedang berjalan

4.1.2 Evaluasi Sistem Yang Sedang Berjalan

(50)

48

Kelemahan-kelemahan dari sistem penjualan dan persediaan barang yang sedang berjalan :

1. Tidak tersedianya sistem pengolahan data penjualan dan persediaan barang yang terkomputerisasi dan diakses secara mudah.

2. Pimpinan (owner) sering merasa kesulitan pada saat memerlukan informasi tentang penjualan dan persediaan barang karena harus mengecek secara langsung ke bagian penjualan dan persediaan barang.

Melihat kasus yang terjadi diatas untuk itu penulis mencoba memberikan solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut, antara lain : 1. Membangun sistem informasi penjualan dan persediaan barang yang

terkomputerisasi sebagai solusi alternatif baru dalam melakukan proses penjualan dan persediaan barang pada Sniff Clothing yang diharapkan dapat memberikan efisiensi waktu transaksi kepada para pelanggan dan dapat meningkatkan efektivitas kerja para karyawan. 2. Membuat media penyampaian informasi yang terkomputerisasi agar

dapat memberikan informasi kepada manajer maupun owner tentang laporan hasil transaksi penjualan, data barang dan data pelanggan.

4.2. Perancangan Sistem

(51)

4.2.1 Tujuan Perancangan Sistem

Perancangan sistem merupakan suatu kegiatan pengembangan prosedur dan proses yang sedang berjalan untuk menghasilkan sesuatu yang baru atau memperbaharui sistem yang ada untuk meningkatkan kinerja system itu sendiri, agar dapat memenuhi hasil yang diinginkan. Rancangan sistem yang baru, akan diterapkan suatu kegiatan untuk menemukan dan mengembangkan metoda, prosedur dan proses suatu data agar tujuan dari suatu organisasi dapat tercapai.

Adapun tujuan dari tahap perancangan sistem ini adalah untuk menghasilkan perancangan pengolahan data penjualan dan persediaan barang sehingga dapat memperbaiki atau meningkatkan kinerja sistem dari sistem yang sedang berjalan.

4.2.2 Gambaran Umum Sistem yang Diusulkan

(52)

50

masalah yang ada, dan dapat menghasilkan informasi yang cepat, tepat dan akurat.

4.2.3 Perancangan Prosedur yang Diusulkan

Perancangan Prosedur merupakan awal dari pembuatan sistem yang akan dibuat, dimana dapat dilihat proses-proses apa saja yang nantinya diperlukan dalam pembuatan suatu sistem. Sedangkan perancangan prosedur yang diusulkan merupakan tahap untuk memperbaiki atau meningkatkan efisiensi kerja. Tahap perancangan sistem yang digambarkan sebagai perancangan untuk membangun suatu sistem dan mengkonfigurasikan komponen-komponen perangkat lunak dan perangkat keras sehingga menghasilkan sistem yang baik, sistem yang dirancang tersebut menjadi satu komponen. Tahapan perancangan prosedur ini akan dijelaskan dengan menggunakan pemodelan sistem informasi berorientasi objek dengan UML.

4.2.3.1 Use Case Diagram

(53)

Gambar 4.3 Use Case Diagram Sistem Informasi Penjualan Pada Sniff Clothing yang diusulkan

4.2.3.2 Skenario Use Case

Skenario Use Case digunakan untuk memudahkan dalam menganalisa skenario yang akan kita gunakan pada fase-fase selanjutnya dengan melakukan penilaian terhadap skenario tersebut.

1. Nama Use Case : Login

Actor : Pegawai

Tujuan : Proses validasi bagian penjualan

Tabel 4.2 Tabel skenario use case Login

No Actor Sistem

1 Bagian penjualan

menginputkan username dan password pada form login.

2. Memverifikasi username dan password pada sistem database.

(54)

52

secara otomatis akan masuk ke halaman utama, jika salah maka sistem akan kembali ke form login.

1. Nama Use Case : Data penjualan

Actor : Pegawai

Tujuan : Mengolah data penjualan

Tabel 4.3 Tabel skenario use case Data Penjualan

No Actor Sistem

1 Bagian penjualan

menginputkan data penjualan.

2. Menyimpan data penjualan pada sistem database. 3. Menampilkan cetak nota

penjualan

4. Menampilkan cetak laporan penjualan

4.2.3.3 Activity Diagram

(55)
(56)

54

Penjelasan tentang Gambar 4.3 activity diagram Penjualan barang diatas : Sales melakukan login, setelah login sukses kemudian sales bisa menginput data penjualan, mencetak nota penjualan, mencetak laporan penjualan,

4.2.3.4 Sequence Diagram

(57)

login f.transaksi penjualan

Input username

dan password Cari dat a user dan validasi password ()

M uncul pesan

Input kode barang

Bag.penjualan DATABASE

Cari() dat a barang

Tampil informasi barang

Input jumlah barang

Simpan() dat a penjualan

Cet ak not a penjualan

Preview not a penjualan

Cet ak laporan penjualan

Konfirmasi ()

Updat e dat a barang()

Preview laporan penjualan Hit ung jumlah barang

Konfirmasi ()

M uncul pesan

(58)

56

Penjelasan tentang Gambar 4.4 Sequence diagram Penjualan barang diatas : Sebelum melakukan penjualan barang, bagian penjualan harus login terlebih dahulu jika data login salah maka bagian penjualan tidak akan bisa melakukan penjualan barang dan jika data login benar maka bagian penjualan bisa melakukan transaksi penjualan serta mencetak nota penjualan barang. Data penjualan akan otomatis mengupdate data barang dan masuk ke dalam database penjualan.

4.2.3.5 Collaboration Diagram

Collaboration diagram memberi sebuah cara mengelompokkan potongan-potongan behavior interaksi saat peran-peran dimainkan oleh class yang berbeda. Interaksi penjual dengan sistem pada proses penjualan tanpa penggambaran orientasi waktu, digambarkan oleh gambar collaboration diagram berikut :

(59)

Collaboration Diagram Penjualan barang diatas : Menggambarkan proses yang sedang terjadi dalam penjualan barang, Pertama-tama bagian penjualan mengisi form login, jika login sukses, bagian penjualan bisa melakukan transaksi penjualan dengan cara mengisi form penjualan dan harus menginput data penjualan yang kemudian dicetak menjadi nota penjualan, data penjualan akan otomatis di-save di database.

4.2.3.6 Class Diagram

(60)

58

Gambar 4.7 Class Diagram Penjualan

4.2.3.7Component Diagram

Component diagram menggambarkan struktur dan hubungan antar komponen perangkat lunak, termasuk ketergantungan (dependency) di antaranya.

(61)

dapat juga berupa interface, yaitu kumpulan layanan yang disediakan sebuah komponen untuk komponen lain. Berikut ini adalah Component diagram yang dibutuhkan :

Gambar 4.8 Component Diagram

4.2.3.8Deployment Diagram

(62)

60

Gambar 4.9 Deployment Diagram

4.1.1.9 Kodefikasi

Kodefikasi digunakan untuk menjabarkan item-item data yang bersifat unik. Adapun pengkodean pada struktur file di atas adalah sebagai berikut :

1. Kode Barang

Contoh : 0001-TE-S

0001 : Menunjukkan no urut barang.

(63)

2. Kode Pelanggan

Contoh : P0001-ARC

P : Menunjukkan kode untuk pelanggan. 0001 : Menunjukkan no urut pelanggan.

ARC : Menunjukkan 3 huruf dari nama depan pelanggan. 3. Kode Penjualan

Contoh : N0001-210611

N : Menunjukkan kode untuk penjualan. 0001 : Menunjukkan no urut penjualan. 21 : Menunjukkan tanggal penjualan. 06 : Menunjukkan bulan penjualan. 11 : Menunjukkan tahun penjualan.

4.2.4 Perancangan Antar Muka

(64)

62

informasi penjualan barang pada Sniff Clothing yang akan dibangun adalah sebagai berikut :

4.2.4.1 Perancangan Struktur Menu

Perancangan menu dibuat sebagai alat antar muka dengan pengguna untuk memudahkan pengoperasian perangkat lunak. Berikut rancangan menu perangkat lunak ini :

Gambar 4.10 Rancangan Struktur Menu

4.2.4.2. Perancangan Input

Perancangan input merupakan dimulainya suatu proses informasi. Dalam perancangan input ini, data yang dimasukkan akan mempengaruhi hasil yang ditampilkan. Adapun perancangan-perancangan input yang ada dalam perancangan-perancangan ini adalah :

(65)

Tampilan login berfungsi sebagai pembatas hak akses pada perangkat lunak ini. Berikut rancangan tampilan login :

Gambar 4.11 Rancangan Tampilan Login

2. Rancangan Data Barang

(66)

64

Gambar 4.12 Rancangan Tampilan Data Barang 3. Rancangan Data Jenis Barang

(67)

Gambar 4.13 Rancangan Tampilan Data Jenis Barang

4. Rancangan Data Pelanggan

(68)

66

Gambar 4.14 Rancangan Tampilan Data Pelanggan

5. Rancangan Tampilan Transaksi Penjualan

(69)

Gambar 4.15 Rancangan Tampilan Transaksi Penjualan

6. Rancangan Tampilan Laporan Data Barang

(70)

68

Gambar 4.16 Rancangan Tampilan Laporan Data Barang

7. Rancangan Tampilan Laporan Penjualan

Rancangan tampilan laporan penjualan berfungsi untuk menampilkan form laporan penjualan. Berikut rancangan tampilan laporan penjualan :

(71)

4.2.4.3 Perancangan Output

Perancangan output dalam perangkat lunak ini berupa laporan data barang, data pelanggan, nota transaksi penjualan, dan laporan pembelian, serta nota retur. Berikut perancangan tampilan output dalam perangkat lunak ini :

1. Laporan Data Barang

Laporan data barang berisi tentang data barang. Berikut rancangan laporan data barang :

(72)

70

2. Laporan Penjualan

Laporan Penjualan berisi tentang data hasil transaksi penjualan. Berikut rancangan nota penjualan :

Gambar 4.19 Rancangan Tampilan Laporan Penjualan

(73)

Nota penjualan berisi tentang data hasil transaksi penjualan. Berikut rancangan nota penjualan :

(74)

72 BAB V

PENGUJIAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM

5.1. Pengujian

Pengujian merupakan bagian yang penting dalam siklus pembangunan perangkat lunak. Pengujian dilakukan untuk menjamin kualitas dan juga mengetahui kelemahan dari perangkat lunak. Tujuan dari pengujian ini adalah untuk menjamin bahwa perangkat lunak yang dibangun memiliki kualitas yang handal, yaitu mampu merepresentasikan kajian pokok dari spesifikasi, anaisis, perancangan dan pengkodean dari perangkat lunak itu sendiri.

Dalam pengujian perangkat lunak ini penulis menggunakan suatu metode pengujian yang berfokus pada persyaratan fungsional perangkat lunak yang dibangun. Metode yang diambil adalah metode pengujian Black Box. Pengujian Black Box adalah pengujian yang sistemnya tanpa memperhatikan struktur logika internal perangkat lunak. Metode ini digunakan untuk mengetahui apakah perangkat lunak berfungsi dengan benar.

(75)

1. Faktor Pengujian yang merupakan hal-hal yang harus diperhatikan selama melakukan pengujian. Faktor pengujian ini dipilih sesuai dengan sistem yang akan diuji.

2. Tahapan pengujian yang merupakan langkah-langkah dalam melakukan pengujian.

5.1.1. Rencana Pengujian

Berikut ini adalah rencana pengujian sistem informasi penjualan barang yang dilakukan oleh bagian penjualan :

Tabel 5.1 Rencana Pengujian SI Penjualan

Kelas Uji Butir Uji Tingkat Pengujian

Jenis Pengujian

Login Pengecekan Login Sistem Black Box Pengisian

Data

Pengisian data barang Modul Black Box Pencarian data barang Modul Black Box Pengisian data jenis

5.1.2. Kasus dan Hasil Pengujian

Setelah melaksanakan rencana pengujian maka dilanjutkan dengan kasus dan hasil pengujian. Berikut kasus dan hasil pengujian :

1. Pengecekan login admin

(76)

74

Tabel 5.2 Pengecekan Login

Kasus dan Hasil Uji (Data Normal)

Data Masukan Yang diharapkan Pengamatan Kesimpulan

Username :

Kasus dan Hasil Uji (Data Salah)

Username :

(77)

Tabel 5.3 Pengisian Data Barang

Kasus dan Hasil Uji (Data Normal)

Data Masukan Yang diharapkan Pengamatan Kesimpulan

Klik tombol

Kasus dan Hasil Uji (Data Salah)

(78)

76

3. Pencarian data barang

Berikut ini kasus dan hasil uji pencarian data barang :

Tabel 5.4 Pencarian Data Barang

Kasus dan Hasil Uji (Data Normal)

Data Masukan Yang diharapkan Pengamatan Kesimpulan

Data diisi sesuai

Kasus dan Hasil Uji (Data Salah)

Data tidak diisi Pencarian data kedalam file Data

4. Pengisian data jenis barang

(79)

Tabel 5.5 Pengisian Data Jenis Barang

Kasus dan Hasil Uji (Data Normal)

Data Masukan Yang diharapkan Pengamatan Kesimpulan

Data jenis file jenis barang

Dapat

Kasus dan Hasil Uji (Data Salah)

Data jenis

5. Pengisian data pelanggan

(80)

78

Tabel 5.6 Pengisian Data Pelanggan

Kasus dan Hasil Uji (Data Normal)

Data Masukan Yang diharapkan Pengamatan Kesimpulan

Data-data

Kasus dan Hasil Uji (Data Salah)

Data-data

5.1.3. Kesimpulan Hasil Pengujian

(81)

5.2. Implementasi

Tahap selanjutnya dalam membangun sebuah perangkat lunak adalah implementasi. Implementasi waterfall sistem informasi Sniff Clothing dilakukan menggunakan bahasa dan lingkungan pemrograman JAVA, dengan basis data yang digunakan adalah MySQL. Langkah-langkah dalam tahap implementasi ini adalah urutan kegiatan awal sampai akhir yang harus dilakukan dalam mewujudkan sistem yang telah dirancang.

5.2.1. Batasan Implementasi

Dalam mengimplementasikan perangkat lunak aplikasi Sistem

Informasi Penjualan Pada Sniff Clothing ini terdapat beberapa hal

yang menjadi batasan implementasi, yaitu :

1. Aplikasi ini hanya sebatas sistem penjualan

2. Tampilan aplikasi menggunakan bahasa Indonesia, kecuali bagian tertentu yang dianggap penulis lebih baik menggunakan bahasa asing.

3. Basis data yang digunakan dalam pengimplementasian ini adalah MySQL

5.2.2. Implementasi Perangkat Lunak

Perangkat Lunak pembangun yang dibutuhkan oleh perangkat

lunak yang telah dibuat termasuk Sistem Operasi (OS) adalah sebagai

(82)

80

1. Sistem Operasi Windows XP Professional atau Windows 7.

2. Java SE Runtime Environment(JRE) 6 update 26 sebagai perangkat lunak yang digunakan untuk menjalankan file-file hasil kompilasi dari bahasa pemrograman java.

3. MySQL sebagai pengembang basis data dan perangkat lunaknya menggunakan xampp WIN32 1.7.2.

5.2.3. Implementasi Perangkat Keras

Kebutuhan Minimal

1. Proccesor : Intel Pentium III 800 MHz

2. Memory : 512 Mb RAM

3. VGA : 64Mb

4. Printer : Standar

5. Hard Disk : 20Gb

6. Mouse dan Keyboard

Kebutuhan yang dianjurkan

1. Proccesor : Pentium IV 2.6 GHz (atau lebih tinggi)

2. Memory : 2 Gb RAM (atau lebih besar)

3. VGA : 128 Mb

4. Printer : DeskJet

5. Harddisk : 80 Gb

(83)

5.2.4. Implementasi Basis Data (Sintaks SQL)

Implementasi basis data dilakukan dengan menggunakan dahasa SQL, dimana aplikasi pemrograman yang digunakan adalah MySQL, implementasi basis datanya dalam bahas SQL adalah sebagai berikut :

--CREATE DATABASE sniff; --use sniff

--

-- Table structure for table `user` --

CREATE TABLE `user` (

`Username` varchar(10) collate latin1_general_ci NOT NULL,

`Password` varchar(10) collate latin1_general_ci NOT NULL,

`Nama` varchar(10) collate latin1_general_ci NOT NULL, `Bagian` varchar(20) collate latin1_general_ci NOT NULL,

PRIMARY KEY (`Username`)

) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1 COLLATE=latin1_general_ci;

--

-- Table structure for table `stock` --

CREATE TABLE `stock` (

`Kode_brg` varchar(10) collate latin1_general_ci NOT NULL,

`Kode_Jenis` varchar(5) collate latin1_general_ci NOT NULL,

`Nama_brg` varchar(30) collate latin1_general_ci NOT NULL,

`Size` varchar(5) collate latin1_general_ci NOT NULL, `Quantity` int(5) collate latin1_general_ci NOT NULL, `Harga` bigint(10) collate latin1_general_ci NOT NULL, PRIMARY KEY (`Kode_brg`)

) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1 COLLATE=latin1_general_ci;

--

-- Table structure for table `jenis` --

CREATE TABLE `jenis` (

`Kode_jenis` varchar(10) collate latin1_general_ci NOT NULL,

`Jenis_brg` varchar(20) collate latin1_general_ci NOT NULL,

(84)

82

) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1 COLLATE=latin1_general_ci;

--

-- Table structure for table `pelanggan` --

CREATE TABLE `pelanggan` (

`kode_pel` varchar(10) collate latin1_general_ci NOT NULL,

`nama_pel` varchar(15) collate latin1_general_ci NOT NULL,

`alamat_pel` varchar(30) collate latin1_general_ci NOT NULL,

`contact_pel` varchar(15) collate latin1_general_ci NOT NULL,

`email_pel` varchar(30) collate latin1_general_ci NOT NULL,

PRIMARY KEY (`kode_pel`)

) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1 COLLATE=latin1_general_ci;

--

-- Table structure for table `penjualan` --

CREATE TABLE `penjualan` (

`No_nota` varchar(20) collate latin1_general_ci NOT NULL,`Tgl_jual` varchar(20) collate latin1_general_ci NOT NULL,`Jumlahbrg` varchar(5) collate latin1_general_ci NOT NULL,

`Total` bigint(10) collate latin1_general_ci NOT NULL, `Username` varchar(10) collate latin1_general_ci NOT NULL,

`Keterangan` varchar(20) collate latin1_general_ci NOT NULL,

`kode_pel` varchar(10) COLLATE latin1_general_ci NOT NULL,

`bayar` bigint(15) collate latin1_general_ci NOT NULL, `kembali` bigint(15) collate latin1_general_ci NOT NULL,

PRIMARY KEY (`No_nota`)

) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1 COLLATE=latin1_general_ci;

--

-- Table structure for table `detailpenjualan` --

CREATE TABLE `detailpenjualan` (

`No_nota` varchar(20) collate latin1_general_ci NOT NULL,

(85)

`Nama_brg` varchar(30) collate latin1_general_ci NOT NULL,

`Size` varchar(5) collate latin1_general_ci NOT NULL, `Harga` bigint(10) collate latin1_general_ci NOT NULL, `Jumlah` int(5) collate latin1_general_ci NOT NULL, `Discount` varchar(15) collate latin1_general_ci NOT NULL,

`Subtotal` bigint(15) collate latin1_general_ci NOT NULL,

`Stock_akhir` int(5) collate latin1_general_ci NOT NULL,

`ket_pel` varchar(20) collate latin1_general_ci NOT NULL

) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1 COLLATE=latin1_general_ci;

5.2.5. Implementasi Antar Muka

Implementasi dilakukan dengan sebuah file project yang berektensi .java yang ada dalam program netbeans yang didalamnya terdapat form-form untuk pembuatan suatu aplikasi.

5.2.5.1 Implementasi Login

Merupakan kunci utama untuk masuk ke dalam program aplikasi, inputan yang dimasukan harus benar, apabila salah maka user akan gagal menggunakan aplikasi ini.

Tabel 5.7 Implementasi halaman utama login

Sub Menu Deskripsi Nama File

Menu Utama File program yang menampilkan menu utama

FHome.java

Login Untuk Login pengguna -

Keluar Untuk keluar dari program

(86)

84

5.2.5.2 Implementasi Halaman Utama

Implementasi halaman utama perangkat lunak ini adalah sebagai berikut:

Tabel 5.8 Implementasi halaman utama

Sub Menu Deskripsi Nama File

Menu Utama File program yang menampilkan menu utama

FHome.java

File Untuk menampilkan

sub-menu File

-

Data Untuk menampilkan

sub-menu Data

-

Transaksi Untuk menampilkan sub-menu Transaksi

About Untuk menampilkan

sub-menu About

-

5.2.5.3 Implementasi Halaman Berdasarkan sub Menu File

Implementasi halaman berdasarkan sub menu file yang dibuat dalam bentuk file program dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 5.9 Implementasi halaman berdasatkan sub menu file

Sub Menu Deskripsi Nama File

Login Menangani login

pengguna

-

Logout Menangani logout

pengguna

(87)

Keluar Perintah keluar dari program

-

5.2.5.4 Implementasi Halaman Berdasarkan Sub Menu Data

Implementasi halaman berdasarkan sub menu data yang dibuat dalam bentuk file program dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 5.10 Implementasi halaman berdasarkan sub menu data

Sub Menu Deskripsi Nama File

Barang File program untuk

mengisi, memodifikasi dan mencari data barang

FStock.java

Jenis barang File program untuk mengisi, memodifikasi dan mencari data jenis barang

FJenis.java

Pelanggan File program untuk mengisi, memodifikasi dan mencari data pelanggan

FPelanggan.java

5.2.5.5 Implementasi Halaman Berdasarkan Sub Menu Transaksi

(88)

86

Tabel 5.11 Implementasi halaman berdasarkan sub menu transaksi

Sub Menu Deskripsi Nama File

Penjualan File program untuk mengisi proses penjualan barang

FPenjualan.java

5.2.5.6 Implementasi Halaman Berdasarkan Sub Menu Laporan

Implementasi halaman berdasarkan sub menu laporan yang dibuat dalam bentuk file program dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 5.12 Implementasi halaman berdasarakan sub menu laporan

Sub Menu Deskripsi Nama File

Laporan Data Barang

File program untuk melihat dan mencetak laporan data barang

-

Laporan Penjualan File program untuk melihat dan mencetak laporan penjualan

FLaporanpenjualan.java

5.2.5.7 Implementasi Halaman Berdasarkan Sub Menu About

Implementasi halaman berdasarkan sub menu about yang dibuat dalam bentuk file program dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 5.13 Implementasi halaman berdasarakan sub menu about

Sub Menu Deskripsi Nama File

Creator File program untuk melihat informasi tentang pembuat

Gambar

Gambar 3.1 Struktur Organisasi Clothing Sniff
Gambar 3.2  Model Prototype
Tabel 4.1 Tabel skenario use case Transaksi Penjualan
Gambar 4.2 Activity Diagram Sistem Informasi Penjualan Pada Sniff
+7

Referensi

Dokumen terkait

Sistem Informasi Rekam Medis Pasien merupakan salah satu unsur penting dalam suatu siklus informasi pada sebuah klinik atau tempat pengobatan yang langsung berhubungan

Dalam sistem ini proses yang akan dihasilkan yaitu berupa sebuah sistem informasi pengolahan data jasa ekspedisi khususnya saat pengiriman dan penerimaan barang pada perusahaan

Yang dihasilkan dari penelitian sistem informasi penjualan dan pembelian handphone ini adalah memberikan kemudahan pihak Toko E-Cell dalam proses pengolahan data

Informasi merupakan salah satu kebutuhan yang penting dalam proses usaha pelayanan pada MHI Mandala, karena dengan adanya informasi yang baik maka akan

Metode studi berkas dilakukan untuk mengidentifikasi data masukan (input) dan informasi yang dihasilkan (output) dalam sistem informasi penjualan obat herbal secara

Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Budi Luhur Jl. Pracom Mitrajaya merupakan salah satu sebuah perusahaan yang melakukan proses jual dan beli

Sistem informasi penjualan yang telah dibangun dapat membantu proses pengolahan penjualan lebih baik daripada sistem pengolahan penjualan yang manual sebelumnya, kesalahan-kesalahan

Untuk pengolahan data menjadi informasi salah satu contohnya adalah pengolahan data atau transaksi sebuah pembelian maupun penjualan dimana dengan diolahnya data menggunakan komputer