• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PUSTAKA. Cutlip, Scott M, Effective Public Relations, Jakarta: Majalah Indeks, 2005.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DAFTAR PUSTAKA. Cutlip, Scott M, Effective Public Relations, Jakarta: Majalah Indeks, 2005."

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

91   

DAFTAR PUSTAKA

Ambadar, Jackie, Corporate Social Responsibility (CSR) Dalam Praktik Di Indonesia Wujud Kepedulian Dunia Usaha, Jakarta: PT Elex Media Komputindo, 2008.

Curtis, Dan B, Komunikasi Bisnis Profesional, 1992.

Cutlip, Scott M, Effective Public Relations, Jakarta: Majalah Indeks, 2005.

Effendy, Onong Uchjana, Dinamika Komunikasi, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2000.

Effendy, Onong Uchjana, Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 1994.

Effendy, Onong Uchjana, Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek, Cet 13, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2004.

Effendy , Onong Uchjana, Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek, Cetakan 19 Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2005.

Effendy, Onong Uchjana, Hubungan Masyarakat Suatu Studi Komunikasi, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2004.

Gregory, Anne, Public Relations Dalam Praktik Cet 2, Jakarta: Erlangga, 2004.

Hadi, Nor, Corporate Social Responsibility, Yogyakarta : Graha Ilmu, 2011.

Jefkins, Frank, Public Relations, Jakarta: Erlangga, 1992.

Joko, Prastowo dan Miftachul Huda, Corporate Social Responsibility Kunci Meraih Kemuliaan Bisnis, Yogyakarta: Penerbit Samudra Biru, 2011.

Kusumastuti, Farida, Dasar-Dasar Hubungan Masyarakat, Bogor: PT Ghalia Indonesia Dengan UUM Press, 2004.

   

(2)

92   

   

Kotler, Philip., dan Nancy Lee, Corporate Social Responsibility Doing The Most Good For Your Company And Your Cause, New Jersey: Willey & Sons Inc., 2005.

Moleong, Lexy J, Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2000.

Mulyana, Deddy, Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar, Cet I, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2000.

Nazir, Mohammad, Metode Penelitian, Jakarta: Ghalia Indonesia, 2003.

Nursahid, Fajar, Tanggung Jawab Sosial BUMN: Analisis Terhadap Model Kedermawanan Sosial PT Krakatau Steel, PT Pertamina dan PT Telekomunikasi Indonesia, Depok: Piramedia, 2006.

Pawito, Penelitian Komunikasi Kualitatif, Yogyakarta: LKiS, 2007.

Rahmat, Jalaludin, Metode Penelitian Komunikasi, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2002.

Riswandi, Ilmu Komunikasi, Yogyakarta: Graha Ilmu, 2009.

Ruslan, Rosady, Manajemen Public Relations & Media Komunikasi Konsepsi dan Aplikasi, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2010.

Ruslan, Rosady, Manajemen PR & Media Komunikasi, Edisi Revisi, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2005.

Ruslan, Rosady, Manajemen Public Relations & Media Komunikasi Konsepsi dan Aplikasi, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2005.

Soemirat, Soleh dan Elvirano Ardianto, Dasar-Dasar Public Relations, Jakarta: PT Remaja Rosdakarya, 2002.

Soemirat, Soleh dan Elvinaro Ardianto, Dasar-Dasar Public Relations, Cet I, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2002, Diadopsi dari Seitel Fraser P. The

(3)

93   

   

Practice of Public Relations, Columbus: Charlies E Merril Publishing Company, 1992.

Susanto, A.B., Reputation-Driven Corporate Social Responsibility Pendekatan Strategic Management dalam CSR, Jakarta: Erlangga, 2009.

Wibisono, Yusuf, Membedah Konsep & Aplikasi CSR (Corporate Social Responsibility), Gresik: Fascho Publishing, 2007.

Widjaya, A.W., Komunikasi Dan Hubungan Masyarakat, Jakarta: Bumi Aksara,1993.

Wiryanto, Pengantar Ilmu Komunikasi, Jakarta: Grasindo, 2004.

Yin, Robert K., Studi Kasus Desain dan Metode, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2011.

Sumber lain :

PT Bukit Asam (Persero), Tbk. Laporan Tahunan 2010 PT Bukit Asam (Persero), Tbk. “Memacu Daya, Meningkatkan Hasil”, Jakarta: Optima, 2010.

Tanudjaja, Bing Bedjo, 2006, Perkembangan Corporate Social Responsibility di Indonesia dalam http://www.petra.ac.id/puslit/journals/dir.php?DepartementID=DKV. http://kampuskomunikasi.blogspot.com/2008/06/fungsi-dan-tujuan

(4)
(5)
(6)
(7)

Transkip Wawancara

Dalam penelitian ini Peneliti melakukan wawancara mendalam dengan delapan orang key informan.

1. Nama : Achmad Sudarto

Jabatan : Senior Manager Corporate Secretary Tanggal Wawancara : Jumat, 28 Oktober 2011

a. Sejak kapan PT Bukit Asam (Persero), Tbk. melakukan program CSR dan apa dasar dari program CSR ini?

“Pada dasarnya PT Bukit Asam (Persero), Tbk. sejak dulu sudah melakukan apa yang sekarang disebut sebagai program CSR karena PT Bukit Asam (Persero), Tbk. sudah berdiri di Tanjung Enim ini secara historis sejak tahun 1819. Jadi program bantuan kepada masyarakat dilakukan karena sesuai dengan visi dan misi PT Bukit Asam (Persero), Tbk. bukan karena adanya Peraturan Undang-Undang PT No. 40 tahun 2007.” b. Apa alasan PT Bukit Asam (Persero), Tbk. melakukan kegiatan CSR?

“Telah saya sampaikan bahwa CSR ini kan baru timbul pada era tahun 2007-an yakni belakangan ini lah sedangkan PT Bukit Asam (Persero), Tbk. telah melakukan CSR jauh sebelum tahun 2007, walaupun namanya tidak disebut sebagai CSR. Sejak tahun 2007 masalah ini dipacu oleh adanya Undang-undang PT yang menyebutnya kegiatan tersebut sebagai CSR. Jadi dari dahulu PT Bukit Asam (Persero), Tbk. telah menganggap program ini sangat penting bagi kelangsungan perusahaan dan hal ini sesuai dengan visi dan misi perusahaan untuk dapat berkembang bersama lingkungan. Jadi program ini bukan program sampingan.”

c. Mengapa PT Bukit Asam (Pesero), Tbk. memilih untuk melakukan program CSR bantuan pemberdayaan masyarakat sekitar tambang?

“Karena fenomena yang terjadi saat itu adalah kurangnya kesempatan kerja serta semakin banyaknya tenaga kerja produktif di sekitar tambang, sementara penyerapan tenaga kerja di sektor formal sangat terbatas sekali bahkan dari tahun 1997 sampai dengan 2008 PT Bukit Asam (Persero), Tbk. tidak pernah mengadakan rekrutmen untuk tenaga tetap PT Bukit Asam (Persero), Tbk.. Jadi PT Bukit Asam (Persero), Tbk. memikirkan kegiatan apa saja yang dapat menyerap tenaga kerja sambil secara ekonomi juga tidak membebani PT Bukit Asam (Persero), Tbk.. Jadi ada prinsip simbiosis mutualistis disini. Setelah melakukan identifikasi dan uji coba ternyata program penyediaan bibit tanaman untuk keperluan penghijauan ini sangat tepat untuk dilakukan.”

(8)

d. Mengapa Bapak terpikir untuk melakukan program CSR bantuan pemberdayaan masyarakat sekitar tambang dan apa maksud dari pemberdayaan masyarakat tersebut?

“Yang dimaksud dengan program CSR yang bersifat pemberdayaan masyarakat sekitar adalah begini ya, kan kami ini ada program penghijauan kembali lahan bekas tambang nih. Nah dalam rangka penghijauan biasanya sekitar 3 bulan sekali kita perlu bibit tanaman yang diperlukan untuk keperluan penghijauan tersebut. Biasanya kalau jumlahnya sedikit kami ini mencukupi sendiri kebutuhan bibit tanaman, kalau perlu tambahan biasanya kami beli ke Lampung atau ke Bogor. Nah dengan perkembangan luas bukaan tambang maka kebutuhan luas yang direklamasi menjadi bertambah otomatis kebutuhan bibit tanaman juga senantiasa nambah sehingga pasokan dari dalam dan dari luar kota Tanjung Enim menjadi tidak mencukupi. Makanya kami terpikir untuk membuat masyarakat sekitar mampu menyediakan bibit tanaman yang mereka buat dari sejak penanaman benih sampai usia yang dapat ditanam atau dapat dijual ke kami. Jadi terpikir kenapa memberi bantuan hanya berupa ikan kenapa kita tidak beri pancing saja, jadi kita berikan juga lahan pekerjaan buat mereka karena program penyediaan bibit ini kan terus menerus dan dari sisi ekonomi lumayan juga. Kami juga terbantu dengan adanya ketersediaan bibit dari masyarakat sekitar. Nah bantuan yang kami berikan adalah bantuan training ke masyarakat yang akan melakukan pasokan bibit tanaman ini serta kami memberikan modal untuk dapat menyediakan benih sampai biaya pembuatan bibit. Setelah mereka untung bantuan dihentikan. Jadi mereka menjadi mandiri karena adanya lapangan pekerjaan baru.”

e. Apakah program CSR bantuan pemberdayaan masyarakat sekitar tambang ini termasuk baru dilakukan oleh PT Bukit Asam (Persero), Tbk? Atau sudah ada program CSR bantuan pemberdayaan masyarakat dalam bentuk lain?

“Sebenarnya program pemberdayaan masyarakat ini memang sudah dipikirkan cukup lama yaitu dengan berbagai bentuk misalnya penyediaan sparepart untuk bagian pemeliharaan alat. Namun karena jumlahnya dan kualitasnya sering kurang sesuai antara permintaan dan penawaran maka kami mencari upaya bantuan yang bersifat pemberian pancing, dan penyediaan bibit tanaman untuk penghijauan ini sangat cocok kami kembangkan mengingat kebutuhannya hampir bersifat menerus dan cukup besar secara ekonomi. Jadi dari sisi pasarnya kami bisa memberikan komitmen untuk bisa menjamin.” f. Dimanakah program CSR bantuan pemberdayaan masyarakat sekitar tambang ini

dilakukan?

“Desa Lingga, Desa Tanjung Enim dan Dusun Tanjung dipilih sebagai desa utama untuk program CSR karena desa ini di Kecamatan Tanjung Enim merupakan desa paling dekat ke lokasi tambang dan juga merupakan desa yang terbanyak jumlah penduduknya.”

g. Apa saja strategi PT Bukit Asam (Persero), Tbk. dalam pelaksanaan program CSR ini?

”Dalam strategi kita mengajak serta kerjasama dalam bidang kemitraan dengan koperasi-koperasi di sekitar tambang yang dikoordinir oleh Koperasi Kokarbara (Koperasi

(9)

Karyawan Batubara) untuk melibatkan masyarakat dalam pemenuhan pasokan pembibitan tanaman kebutuhan penghijauan dengan masyarakat. Strategi pertama yang dibuat adalah pertama kami meneliti terlebih dahulu keperluan yang dibutuhkan masyarakat dan mengenali permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat setempat yaitu dengan cara terjun langsung ke daerah tersebut dan melakukan survey secara personal dengan masyarakat. Setelah itu kami membuat perencanaan program pelaksanaannya sesuai dengan data-data yang telah kami dapat.”

h. Apa saja program CSR yang telah dilakukan PT Bukit Asam (Persero), Tbk. ? Dan apakah strategi yang diterapkan sekarang ini sudah juga diterapkan pada program-program sebelumnya?

“Telah saya jelaskan sebelumnya bahwa PT Bukit Asam (Persero), Tbk. telah banyak berbuat untuk masyarakat dalam bentuk pengembangan wilayah sekitar tambang. Dulu kami pernah membentuk Yayasan Pengembangan Sumber Daya dan Wilayah atau disingkat YPSDW yang bertujuan tidak hanya memberikan bantuan insidentil namun benar-benar bantuan yang bersifat langgeng. Namun kami sadari ada yang kurang dalam strategi pelaksanaan bantuan ini. Nah sejak adanya pengalaman-pengalaman yang kurang tepat antara yang kami lakukan dan harapan masyarakat maka kami sekarang melakukan CSR melalui berbagai tahapan sebagai strategi kami dalam memenangkan target kami dalam visi dan misi untuk berkembang secara harmonis dengan lingkungan. Strategi yang dilakukan adalah dengan melakukan penelitian terlebih dahulu terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat. Kemudian kami lakukan perencanaan program yang dilanjutkan dengan proses sosialisasi dan training. Baru setelah semuanya siap program tersebut dilaksanakan.”

i. Bagaimana cara Bapak untuk mendapatkan dukungan manajemen senior dan karyawan PT Bukit Asam (Persero), Tbk. dalam pelaksanaan program CSR ini? “Ya memang masalah mendapatkan dukungan internal tidak mudah, yang kami lakukan selain mencantumkan dalam visi dan misi perusahaan juga kami secara intensif melakukan sosialisasi untuk mendapatkan kebersamaan baik manajemen senior maupun seluruh karyawan bahwa program ini merupakan program bersama dan juga merupakan keberhasilan bersama-sama. Selain itu, kami masukkan dalam tolok ukur keberhasilan perusahaan.”

j. Menurut Bapak apa yang akan didapat oleh PT Bukit Asam (Persero), Tbk. dalam pelaksanaan program CSR ini?

“PT Bukit Asam (Persero), Tbk. dapat memperoleh dua hal dalam melakukan program CSR berupa penyediaan bibit tanaman ini antara lain citra di mata masyarakatnya serta saling memahami antara masyarakat dengan perusahaan.”

k. Apakah menurut Bapak program CSR bantuan pemberdayaan masyarakat ini juga membantu Pemerintah dalam meningkatkan ekonomi masyarakat Indonesia?

“Program pemberdayaan masyarakat adalah juga program nasional untuk dapat menjadikan masyarakat Indonesia mandiri secara ekonomi, namun tidak semua program

(10)

dan rencana Pemerintah dapat dijalankan oleh Pemerintah. Oleh sebab itu peran PT Bukit Asam (Persero), Tbk. sebagai salah satu BUMN berkewajiban untuk dapat membantu Pemerintah.”

l. Menurut Bapak apa penyebab dari kegagalan program CSR bantun pemberdayaan masyarakat yang sebelumnya?

“Banyak sih program-program CSR di masa lalu yang juga dapat dikatakan pemberdayaan masyarakat misalnya pernah saya sampaikan juga bahwa PT Bukit Asam (Persero), Tbk. pernah melakukan upaya pengadaan sparepart untuk kebutuhan perawatan yang disediakan oleh penduduk sekitar melalui binaan PT Bukit Asam (Persero), Tbk.. Walau masih dalam program kami kedepan, dan sekarang terseok-seok namun yang kami dapat adalah pengalaman dari ketidakberhasilan tersebut untuk keperluan masa depan.”

m. Apakah masyarakat yang sudah terlatih tersebut hanya dimanfaatkan untuk menyediakan bibit tanaman saja atau ada pemberdayaan berikutnya yang dapat memanfaatkan masyarakat tersebut?

“Kan saat ini PT Bukit Asam (Persero), Tbk. sudah membina penduduk sekitar untuk dapat menyediakan bibit tanaman untuk keperluan penghijauan. Nah sejalan dengan rencana PT Bukit Asam (Persero), Tbk. untuk membuat lahan pasca tambang menjadi lahan hutan raya dan perkebunan. Maka penduduk yang sudah terlatih dapat diikutsertakan dalam bisnis perkebunan ini dalam plasma-plasma dimana PT Bukit Asam (Perseo), Tbk. membentuk badan usaha perkebunan sebagai intinya.”

n. Dari hasil program CSR bantuan pemberdayaan masyarakat sekitar tambang ini, apa harapan PT Bukit Asam (Persero), Tbk. ke depannya dalam program CSR berikutnya?

“Alhamdulillah, program CSR pemberdayaan masyarakat yang dilakukan PT Bukit Asam (Persero), Tbk di ring I ini berhasil dan berjalan lancar, sehingga lebih memotivasi kami untuk mengembangkan program CSR ini dan lebih banyak lagi program CSR yang berkesinambungan dalam arti bukan program-program insidentil, terutama yang bersifat meningkatkan ekonomi masyarakat. Jadi yang dapat merasakan kemajuan dalam ekonominya bukan hanya ring I yang paling dekat dengan lokasi tambang karena memiliki dampak lebih banyak daripada ring lainnya, namun juga di ring II, III, dan seterusnya.”

(11)

2. Nama : Zulfahmi

Jabatan : Manajer Umum & Hubungan Eksernal PT Bukit Asam (Persero), Tbk.

Tanggal Wawancara : Jumat, 4 Nopember 2011

a. Apa alasan PT Bukit Asam (Persero), Tbk melakukan kegiatan CSR?

“PT Bukit Asam (Persero), Tbk. mengadakan CSR dengan alasan sebagai perwujudan visi, misi perusahaan, khususnya bersahabat dengan lingkungan serta mewujudkan tanggung jawab sosial perusahaan sebagai bagian dari tata kelola perusahaan yang baik, dengan maksud untuk mewujudkan tanggung jawab moral perusahaan terhadap lingkungan disekitarnya, memberikan dukungan terhadap keberhasilan bisnis secara jangka panjang, mempromosikan niat baik perusahaan dan membangun reputasi positif diantara masyarakat dan pemerintahan daerah setempat serta stakeholder perusahaan pada umumnya dan menciptakan lingkungan yang kondusif dan harmonis antara perusahaan dengan masyarakat disekitar kegiatan perusahaan. Jadi adanya CSR diperlukan karena visi dan misi perusahaan mengharuskan PT Bukit Asam (Persero), Tbk. bertanggung jawab akan keberadaan lingkungan disekitar PT Bukit Asam (Persero), Tbk.”.

b. Mengapa PT Bukit Asam (Persero), Tbk. memilih untuk melakukan program CSR bantuan pemberdayaan masyarakat tambang?

“Beberapa bantuan kami yang bersifat fisik seringkali tidak pernah dirasakan sebagai bantuan nyata karena memang sifatnya insidentil dan seringkali tidak sesuai dengan yang mereka butuhkan. Lagipula yang mereka perlukan saat ini memang kebutuhan adanya pekerjaan yang tetap dan memberikan kepastian kedepannya.”

c. Dimanakah program CSR bantuan pemberdayaan masyarakat sekitar tambang ini dilakukan?

“Pelaksanaan program CSR yang bersifat pemberdayaan masyarakat sekitar tambang diutamakan untuk ring 1 yaitu terutama Desa Lingga, Desa Tanjung Enim dan Dusun Tanjung. Daerah ini menjadi yang utama dalam strategi yang kita buat karena masyarakat di desa ini yang paling dekat dan paling terkena dampak oleh kegiatan tambang sehingga adalah wajar jika mereka mendapatkan yang lebih baik.”

d. Dimana lokasi workshop yang diadakan PT Bukit Asam (Persero), Tbk. ini dilaksanakan dan apa alasannya?

“Kami memilih lokasi untuk bantuan CSR ini di 3 desa yang dekat dengan perusahaan yaitu Desa Lingga, Desa Tanjung Enim, dan Dusun Tanjung karena memang mereka yang terkena paling besar dampak tambang. Sehingga lokasi workshop yang kami adakan adalah lokasi yang dekat dengan warga ke tiga desa tersebut yaitu di Gedung Serba Guna milik kami. Jadi sekalian memberikan fasilitas yang kami miliki untuk keperluan mereka

(12)

juga. Memang kami inginnya bisa membantu seluruh anggota masyarakat termasuk di luar Sumatera, namun sementara ini kami utamakan pada ring 1 dahulu.”

e. Strategi apa yang dilakukan Divisi Hubungan Eksternal (Hubeks) PT Bukit Asam (Persero), Tbk. dalam melaksanakan program CSR bantuan pemberdayaan masyarakat sekitar tambang ini?

“Strategi yang dilakukan oleh Divisi Hubeks dalam melaksanakan program CSR yang bersifat pemberdayaan masyarakat sekitar tambang adalah pertama dengan cara meyakinkan dan mengajarkan kepada para kader yang ada di tiga desa tersebut tadi. Dengan menggunakan metode pendekatan kepada para kader maka diharapkan kepercayaan masyarakat akan program tersebut akan meningkat karena kader yang dipilih adalah orang yang dikenal dan terpercaya menjadi panutan di ketiga desa tersebut. Sedangkan program yang dilakukan dengan masyarakat langsung adalah dengan melakukan training ke masyarakat yang tertarik pada kegiatan ini. Dimana para peserta diberikan penyuluhan dan training tentang cara-cara menanam benih sampai menjadi bibit yang siap dipasok ke PT Bukit Asam (Persero), Tbk.”

f. Apa harapan PT Bukit Asam (Persero), Tbk. dalam pelaksanaan program CSR bantuan pemberdayaan masyarakat sekitar tambang ini?

“Secara strategi yaitu bagaimana kita memberikan kemandirian untuk masyarakat, dan strategi yang ada atas persetujuan dari tingkat manajemen diatas. Jadi Strategi ini dibuat secara bottom up tapi dalam pelaksanaannya kita meminta persetujuan manajemen. Jauh sebelum adanya Undang-Undang PT memang PT Bukit Asam (Persero), Tbk. telah melaksanakan program CSR, dan ketika adanya aturan pada Undang-Undang kita merasa terpacu dan lebih tergerak membuat suatu program yang lebih baik lagi daripada yang kemarin. Dan hal ini bisa diukur dari dua sisi sistem dan program yang kita buat, dengan strategi yang lebih baik lagi yaitu bukan hanya sekedar memberikan umpan tapi juga pancing. Dan juga dengan merubah pola pikir dan tatanan hidup yang lebih baik lagi. Kita ingin agar program CSR kita dapat menjadikan masyarakat sekitar menjadi masyarakat yang mandiri.”

g. Bagaimana cara Bapak untuk menginformasikan program yang dilaksanakan ini kepada masyarakat?

“Iya memang kita sekarang selalu melakukan proses komunikasi yang intens dengan masyarakat dalam penerapan program CSR. Untuk kasus yang terkini yaitu program penyediaan bibit tanaman untuk penghijauan kami melakukan proses penelitian akan kebutuhan masyarakat melalui workshop.”

h. Dari hasil program CSR bantuan pemberdayaan masyarakat sekitar tambang ini, apa harapan PT Bukit Asam (Persero), Tbk. ke depannya dalam program CSR berikutnya?

“Kami senang dengan hasil positif dari program bantuan CSR pemberdayaan masyarakat yang telah dilakukan ini, hasil ini bukan hanya menyenangkan bagi masyarakat yang menerima bantuan saja namun juga bagi PT Bukit Asam (Persero), Tbk., dan mendengar

(13)

hasil positif ini kami berencana dan termotivasi untuk memperluas lokasi bantuan CSR pemberdayaan masyarakat ini sehingga mudah-mudahan saja PT Bukit Asam (Persero), Tbk. dapat memperluas bantuan dan tanggung jawabnya pada lingkungan sekitar tambang.”

3. Nama : Yuliana

Jabatan : Asisten Manajer Pengelolaan Lingkungan Tanggal : Jumat, 4 Nopember 2011

a. Bagaimana menurut Ibu tentang program CSR bantuan pemberdayaan masyarakat sekitar tambang yang dilakukan oleh PT Bukit Asam (Persero), Tbk. ini dan menurut pandangan Ibu, apakah karyawan mendukung program ini?

“Saya mendukung kegiatan program CSR bantuan pemberdayaan masyarakat sekitar tambang ini karena dari kegiatan ini kita dapat membantu dan meningkatkan tingkat ekonomi dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Sebenarnya selain saya, kawan-kawan juga pada prinsipnya berpendapat sama, sangat setuju dengan adanya program ini karena selain memudahkan kami-kami bekerja juga perusahaan sangat terbantu dan kami dalam melaksanakan tugas jadi lebih mudah.”

4. Nama : Haris

Jabatan : Ketua Koperasi Kokarbara Tanggal Wawancara : Jumat, 4 Nopember 2011

a. Bagaimana menurut Bapak mengenai penyuluhan yang diadakan oleh PT Bukit Asam (Persero), Tbk. ini kepada masyarakat sekitar tambang?

“Saya senang dengan penyuluhan ini, kita bisa mengetahui bagaimana masalah yang terjadi di masyarakat yang sesungguhnya dan disini kita bisa bersama-sama terbuka menyelesaikan permasalahan yang ada, selain itu disini ada diskusi untuk warga setempat. Selain itu kami Koperasi sebagai salah satu pilar ekonomi masyarakat merasa ikut dibina dan dikembangkan serta diberi alat untuk membuat aktivitas perekonomian berjalan.”

(14)

5. Nama : Luthfi

Jabatan : Kepala Desa Lingga Tanggal Wawancara : Jumat, 4 Nopember 2011

a. Bagaimana menurut Bapak mengenai program CSR bantuan pemberdayaan masyarakat sekitar tambang yang dilakukan oleh PT Bukit Asam (Persero), Tbk. ini kepada masyarakat Bapak?

“Menurut saya antara kebutuhan yang ada di masyarakat dengan program yang dilaksanakan oleh PT Bukit Asam (Persero), Tbk. terdapat suatu kesinambungan antara satu dengan yang lainnya. Apalagi sebelumnya Divisi Hubeks telah melakukan penelitian terhadap kebutuhan masyarakat, sehingga apa yang dilakukan PT Bukit Asam (Persero), Tbk. telah tepat sasaran dalam melaksanakan kegiatan ini.”

6. Nama : Husni

Jabatan : Kepala Desa Tanjung Enim Tanggal Wawancara : Jumat, 4 Nopember 2011

a. Bagaimana menurut Bapak mengenai program CSR bantuan pemberdayaan masyarakat sekitar tambang yang dilakukan oleh PT Bukit Asam (Persero), Tbk. ini kepada masyarakat Bapak?

“Program penyediaan bibit tanaman untuk keperluan penghijauan di tambang ini memang sudah menjadi salah satu program kerja saya mengingat banyaknya tuntutan masyarakat untuk ikut bekerja membantu operasi penambangan. Permasalahannya kan penduduk di sekitar sini banyak yang menganggur tapi mereka kan tidak mau minta-minta walau sumbangan PT Bukit Asam (Persero), Tbk. sangat banyak tapi kami mau pekerjaan dan penyediaan bibit tanaman ini termasuk tidak susah, dapat dilakukan siapa saja asal mau bekerja keras dan mengikuti tata cara yang diajarkan penyuluh atau kader yang sudah dipilih PT Bukit Asam (Persero), Tbk.. Dengan adanya program ini serta dukungan PT Bukit Asam (Persero), Tbk. kami sangat senang sekali.”

(15)

7. Nama : Iwan

Jabatan : Kepala Dusun Tanjung Tanggal Wawancara : Jumat, 4 Nopember 2011

a. Bagaimana menurut Bapak mengenai program CSR pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh PT Bukit Asam (Persero), Tbk. ini kepada masyarakat Bapak? “Program yang PT Bukit Asam (Persero), Tbk. selenggarakan sebenarnya juga merupakan salah satu misi kami sebagai aparat Pemerintah Pusat. Untuk itulah kami sebagai wakil Pemerintah Pusat sangat mendukung sekali program ini terutama saat pemberian proses training kepada para kader dan anggota masyarakat yang akan turut serta dalam kegiatan ini.”

8. Nama : Sonny

Jabatan : Lurah Desa Lingga sekaligus Perwakilan Kader Tanggal Wawancara : Jumat, 4 Nopember 2011

a. Bagaimana menurut Bapak mengenai program CSR bantuan pemberdayaan masyarakat sekitar tambang yang dilakukan oleh PT Bukit Asam (Persero), Tbk. ini kepada masyarakat Bapak?

“Program pemberdayaan masyarakat sekitar ini sebenarnya sudah ditunggu-tunggu sejak lama dan kami sangat beruntung sekali pada saat PT Bukit Asam (Persero), Tbk. mendekati kami untuk dapat menggulirkan dan melaksanakan program penyediaan bibit tanaman ini. Padahal tidak semua perusahaan mau membantu kami untuk ikut dalam menyelesaikan permasalahan yang kami hadapi, ini termasuk mengembangkan kami dan mengajarkan kami untuk dapat mandiri. Kami berterimakasih atas kepedulian Pemerintah dan PT Bukit Asam (Persero), Tbk. untuk mengadakan program ini.”

b. Bagaimana menurut Bapak mengenai penyuluhan yang diadakan oleh PT Bukit Asam (Persero), Tbk. ini kepada masyarakat sekitar tambang?

“Saya senang dengan adanya penyuluhan ini, karena mengajak kami untuk bekerjasama dan ini membantu kami memahami permasalahan yang dihadapi oleh penduduk sekitar kami. Kami diajak juga untuk bertanggungjawab bagi diri kami dan juga dengan masyarakat sekitar kami.”

(16)

DAFTAR RIWAYAT HIDUP Data Pribadi

Nama : Ria Meilisa

Tempat dan Tanggal Lahir : Jakarta, 9 Mei 1987

Alamat : Komp. POLRI Pejaten Blok A/11 Jl. Siaga Raya, Pasar Minggu

Jakarta Selatan Nomor Telepon : 021 7972262

Pekerjaan : Sekretaris Senior Manajer Perencanaan Korporat Kantor : PT Bukit Asam (Persero), Tbk.

Pendidikan Formal

1993 – 1999 : SDN Pejaten Barat 11 Pagi 1999 – 2002 : SLTP Negeri 227 Jakarta 2002 – 2005 : SMA Negeri 55 Jakarta

2005 – 2008 : Administrasi Perkantoran & Sekretari FISIP Universitas Indonesia

Pendidikan Informal

2001 : General English for SLTP “First Steps To Communicating In English” di Lembaga Bahasa LIA

2002 : Seminar Kaderisasi Paskibra 55 “KARISMA”

2003 : Latihan Kepemimpinan dan Keterampilan Pemuda Tingkat Pemuka Khusus Latihan Pasukan Pengibar Bendera Tingkat Kotamadya Jakarta Selatan

2006 : Seminar & Workshop “Self Confidence for Success” di Pusat Study Jepang, Universitas Indonesia, Depok

2006 : Seminar “Leadership And Society For Successful In Career” di Crowne Plaza Jakarta Hotel

Organisasi

2003 : Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Tingkat Kotamadya Jakarta Selatan

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan uraian faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar di atas, akan diteliti faktor yang berasal dari dalam diri (intern) siswa yaitu motivasi

Telah dilakukan pengolahan limbah cair laundry dengan proses elektrolisis menggunakan variasi tegangan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh variasi tegangan terhadap

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons ransum kaya ß-karoten dan vitamin A dari kombinasi tepung daun pepaya dan daun murbai terhadap kandungan kolesterol

Pada gambar 4.3 dalam penambahan buffer size meningkatkan delivery probability kedua protocol ini dikarena pergerakan shortestpath sehingga routing protokol MaxProp dapat

Dari hasil pengujian analisis deskriptif diketahui bahwa tidak terdapat perbedaan persepsi antara mahasiswa laki-laki dengan mahasiswa perempuan dan persepsi antara

dengan menggunakan model pembelajaran konflik kognitif berbantuan peta konsep lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran

Faktor risiko yang berperan pada kejadian AI di peternakan sektor 4 di Provinsi Lampung terkait praktik biosekuriti yang rendah yaitu sistem perkandangan diumbar dan kombinasi

Pada penelitian Nirmala dan Narendikannan (2011), metode soxhletasi merupakan metode yang sesuai untuk mengekstraksi senyawa yang terkandung di dalam biji dan