• Tidak ada hasil yang ditemukan

REDUCTION OF TOTAL ORGANIC CARBON AND CORRELATION WITHIN ABUNDANCE AND DIVERSITY OF PHYTOPLANKTON IN AQUAPONICS SYSTEM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "REDUCTION OF TOTAL ORGANIC CARBON AND CORRELATION WITHIN ABUNDANCE AND DIVERSITY OF PHYTOPLANKTON IN AQUAPONICS SYSTEM"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

(Jurnal Ilmu Perikanan dan Sumberdaya Perairan)

REDUCTION OF TOTAL ORGANIC CARBON AND

CORRELATION WITHIN ABUNDANCE AND DIVERSITY OF PHYTOPLANKTON IN AQUAPONICS SYSTEM

Indah Pratiwi Juliana Sy1 · Rara Diantari2 · Eko

Efendi2

Ringkasan Water quality plays an impor-tant role in aquaponics system. Water che-mistry parameter that may affect water qu-ality is total organic carbon. Sources of car-bon in the aquaponics system mainly deri-ved from the decomposition of organic mat-ter which derived from artificial feed and plant respiration. The research was condu-cted to study the reduction of total orga-nic carbon concentration in the aquapoorga-nic system and the relation of abundance and diversity of phytoplankton. This research using different amount of ipomoea (Ipomo-ea aquatica) consist of 10, 20, and 30 rods and control treatments which use without ipomoea. The results showed that all of ipo-moea treatments can reduce the amount of total organic carbon concentration in the aquaponics system. This research showed that nutrients cycle in the aquaponics sys-tem, especially total organic carbon disso-lved in water is influenced by many factors such as plants, fish and primary productivi-ty which determined by the plankton. Fur-thermore, a positive correlation occurred be-tween total organic carbon concentration of the abundance and diversity of phytoplank-tons (r = 0.5925; r = 0.6364). These

re-1) Mahasiswa Jurusan Budidaya Perairan.2) Do-sen Jurusan Budidaya Perairan Fakultas Perta-nian Universitas Lampung. Jl Soemantri Brodjo-negoro No 1 Gedong Meneng Bandar Lampung 35145.

E-mail: [email protected]

sults can be used for preliminary study of nutrient cycle model in aquaponic system.

Keywords Total Organic Carbon, Phyto-plankton, abudance, diversity, correlation, aquaponics

Received: 25 Maret 2015 Accepted: 2 Juni 2015

PENDAHULUAN

Keberhasilan dalam system budida-ya dapat dipengaruhi oleh kualitas air. Parameter kimia air yang dapat mempengaruhi kualitas air yakni kar-bon organik total Benefield et al. (1982). Sistem budidaya tanpa pergantian air yang diterapkan dengan sistem aku-aponik mampu meningkatkanproduk-si ikan dan tanaman tetapi terham-bat oleh penurunan kualitas air. Pe-nurunan kualitas air dapat disebabk-an oleh addisebabk-anya limbah budidaya se-perti fases dan sisa pakan. Fases dan sisa pakan yang tidak termakan akan menghasilkan amonia (NH3), nitrit

(NO2), dan karbondioksida (CO2) yang

bersifat toksik bagi organisme budi-daya Surawidjaja (2006).

(2)

ponik terhadap penurunan karbon or-ganik total pada sistem akuaponik belum banyak dilakukan. Karbon or-ganik total dalam air berpengaruh terhadap rasio C (Karbon) : N (Ni-trat) : P (Fospor) dan organisme se-perti fitoplankton. Perlu dilakukan studi tentang peran tanaman dalam penurunan karbon organik total pa-da sistem akuaponik pa-dan hubungan antara karbon organik total dengan kelimpahan dan keragaman fitoplank-ton.

Sistem akuaponik memanfaatkan air limbah budidaya yang kemudian dialirkan kedalam kolam berisi ta-naman sebagai filter biologis, sehing-ga konsentarsi karbon orsehing-ganik yang terkandung di dalam air akan berku-rang. Sedangkan karbon juga dibu-tuhkan oleh fitoplankton dalam me-lakukan proses fotosintesis. Pengu-rangan konsentrasi karbon di kolam akan merubah rasio C:N:P yang ter-kandung di kolam, oleh karena itu perlu dikaji apakah karbon organik total dapat berhubungan dengan ke-limpahan dan keragaman fitoplank-ton.

bon. Bahan lain yang digunakan ada-lah lele dumbo (Clarias gariepinus) dan pakan buatan. Perlakuan yang digunakan perlakuan A (kontrol, tan-pa menggunakan tanaman kangkung), perlakuan B (menggunakan 10 ba-tang tanaman kangkung), perlaku-an C (menggunakperlaku-an 20 batperlaku-ang ta-naman kangkung) dan perlakuan D (menggunakan 30 batang tanaman kangkung).

Pengambilan sampel air dilakuk-an setiap 20 hari selama 60 hari wak-tu penelitian.Sampel air diukur kar-bon organik totalnya di Laboratori-um Kesehatan Ikan Balai Besar Per-ikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lam-pung. Konsentrasi penurunan karbon organik total oleh tanaman dihitung dengan cara mengurangi konsentra-si total karbon organik pada salur-an pemasuksalur-an air dengsalur-an konsentra-si total karbon organik pada saluran pembuangan air. Fitoplankton dalam sistem akuaponik dihitung nilai ke-limpahan dan keragamannya menu-rut APHA (1989). Untuk mengeta-hui hubungan antara konsentrasi kar-bon organik total dengan kelimpah-an dkelimpah-an keragamkelimpah-an fitoplkelimpah-ankton dila-kukan perhitungan korelasi dan re-gresi logaritma.

(3)

Gambar 1 Konsentrasi karbon organik total pa-da perlakuan tanpa penggunaan tanaman

HASIL DAN PEMBAHASAN

Konsentrasi karbon organik total pada perlakuan tanpa penggunaan tanaman menunjukkan kecenderung-an peningkatkecenderung-an konsentrasi karbon organik totalpada setiap ulangan dan setiap waktu pengambilan sampel (Gam-bar 1). Sri and Mufti (2005) menya-takan bahwa kenaikan suhu mampu menaikan konsentrasi karbon orga-nik total dalam bentuk terlarut yang disebabkan oleh ikatan oksigen dan karbon menjadi lemah, sehingga de-ngan mudah gas hydrogen mereduk-si okmereduk-sigen lepas dari karbon. Kemung-kinan lain yang menyebabkan kena-ikan konsentrasi karbon organik to-tal adalah penurunan pH Sri and Muf-ti (2005). Lebih jauh bahwa konsen-trasi karbon sangat penting dalam mengontrol nilai pH, dimana sema-kin rendah pH maka konsentrasi kar-bon akan semakin tinggi Cai et al. (2006).

Konsentrasi karbon organik tota-lpada saluran pemasukan dan penge-luaran air pada semua perlakuan cen-derung memiliki pola yang sama, yak-ni mengalami penurunan

konsentra-Gambar 2 Konsentrasi karbon organik total pa-da saluran pemasukan air

Gambar 3 Konsentrasi karbon organik total pa-da saluran pengeluaran air

si pada waktu pengambilan sampel ke-4 (Gambar 2). Hal ini menunjukk-an bahwa dibutuhkmenunjukk-an penggmenunjukk-antimenunjukk-an tanaman kangkung yang telah jenuh mengikat karbon terlarut pada lang-kah praktis sistem akuaponik. Seca-ra keseluruhan, konsentSeca-rasi karbon organik total menunjukkan bahwa kon-sentrasinya pada saluran pemasukan air lebih tinggi dibandingkan dengan konsentrasinya pada saluran penge-luaran air yang berarti penggunaan tanaman kangkung pada sistem aku-aponik mampu mengurangi konsen-trasi karbon organik total (Gambar 3).

Akumulasi proses dekomposisi bah-an orgbah-anik seperti sisa pakbah-an ybah-ang tidak termakan selama penelitian tu-rut menyumbang peningkatan

(4)

kon-Gambar 4 Korelasi-regresiantara konsentrasi karbon organik total dan kelimpahan fitoplankton pada sistem akuaponik

sentrasi karbon dalam air Wyk and J.Scarpa (1999).Studi ini menunjukk-an siklus nutrisi dalam sistem akua-ponik khususnya karbon organik to-tal yang terlarut dalam air dipenga-ruhi oleh banyak faktor yaitu tanam-an, ikan dan kesuburan air primer yang ditentukan oleh plankton. Aku-mulasi pakan buatan yang diberikan untuk ikan disarankan untuk diper-hitungkan karena sistem akuaponik adalah sistem yang tertutup dimana pergantian air dilakukan secara efisi-en, sehingga masukan energi hanya berasal dari pakan buatan. Energi dalam bentuk sisa pakan dan feses ikan diduga akan mempengaruhi ke-suburan air primer dengan indikator plankton yang melimpah dan bera-gam yang kemungkinan berhubung-an dengberhubung-an konsentrasi karbon orga-nik total.

Studi juga menunjukkan hasil uji korelasi dan regresi logaritma, me-nunjukkan bahwa tingkat konsentra-si karbon organik total pada konsentra-sistem akuaponik memiliki pengaruh terha-dap kelimpahan dan keragaman fito-plankton. Hasil regresi logaritma

an-Gambar 5 Korelasi-regresiantara konsentrasi karbon organik total dan keragaman fitoplankton pada sistem akuaponik

tara konsentrasi karbon organik to-tal dengan kelimpahan fitoplankton menghasilkan nilai regresi logaritma Y = 924,4 ln(x) - 1859 dengan ni-lai koefisien determinasi (R2)

sebe-sar 0,351 yang artinya kekuatan mo-del logaritma sebesar 35,1% dan ni-lai koefisien korelasi positif (r) se-besar 0,5925.Hasil regresi logaritma antara konsentrasi karbon organik to-tal dengan keragaman fitoplankton menghasilkan nilai regresi logaritma Y = 0,241 ln(x) + 0,485 dengan ni-lai koefisien determinasi (R2) sebe-sar 0,405 yang artinya kekuatan mo-del logaritma sebesar 40,5% dan ni-lai koefisien korelasi positif (r) sebe-sar 0,6364 (Gambar 4; Gambar 5 ).

Sistem akuaponik merupakan sis-tem budidaya ikan dan tanaman al-ternatif yang diunggulkan karena meng-hasilkan efisiensi pada penggunaan pakan dan pengelolaan limbah. Ji-ka dibandingJi-kan dengan sistem bu-didaya ikan konvensional maka ke-unggulan tersebut dapat menempatk-an akuaponik sebagai sistem budi-daya ikan masa depan. Studi ini me-nunjukkan bahwa sistem akuaponik

(5)

mencakup sistem nutrisi yang lebih kompleks dan sangat sesuai untuk pemodelan ekosistem dalam skala ke-cil (mini). Terdapat transfer energi yang besar berupa penurunan kar-bon organik total dalam air yang me-nunjukkan efisiensi dengan penggu-naan tanaman kangkung. Lebih lan-jut diperlukan studi lain yang meng-hitung semua faktor tidak hanya yang terbatas seperti pada studi yang di-lakukan sekarang untuk mengetahui lebih banyak peran faktor-faktor la-in seperti ikan dan filter yang digu-nakan.

SIMPULAN

Studi ini menunjukkan siklus nutri-si dalam nutri-sistem akuaponik khusus-nya karbon organik total yang ter-larut dalam air dipengaruhi oleh ba-nyak faktor yaitu tanaman, ikan dan kesuburan air primer yang ditentuk-an oleh plditentuk-ankton. Lebih lditentuk-anjut, hu-bungan korelasi positif terjadi anta-ra konsentanta-rasi karbon organik total dengan kelimpahan dan keragaman fitoplankton (r = 0,5925; r = 0,6364).

Pustaka

APHA (1989). Standard Metho-ds for the Examination of Water and Waste Water Including Bot-tom Sediment and Sludges. Amer. Publ. Health Association.

Benefield, L. D., Joseph., F., and Barron, L. W. (1982). Process Chemistry for Water and

Waste-water Treatment. Prentice-Hall. Englewood.

Cai, W. J., Dai, M., and Wang, Y. (2006). Air-sea exchange of carbon dioxide in ocean margins: A pro-vince based synthesis. Geophysical Research Letters, 33:26–30.

Iskandar, P., Pamungkas, N., and Rusliadi (2013). Peningkatan ka-pasitas produksi akuakultur pada pemeliharaan ikan selais (ompok sp.) sistem aquaponik. Jurnal Per-ikanan dan Kelautan, 18:1–13. Sri, H. and Mufti, P. (2005).

Komu-nitas zooplankton di perairan wa-duk krenceng cilegon, banten. Ma-kara Sains, 9:75–80.

Surawidjaja, E. H. (2006). Akuakul-tur berbasis trophic level : Revi-talisasi untuk ketahanan pangan, daya saing ekspor, dan kelestari-an lingkungkelestari-an. Orasi Ilmiah Gu-ru Besar Tetap Ilmu Akuakultur IPB.

Wyk, P. V. and J.Scarpa (1999). Water Quality Requirements and Management. In Farming Marine Shrimp in Recirculating Freshwa-ter Systems. Harbor Branch Oce-anographic Institution.

Gambar

Gambar 3 Konsentrasi karbon organik total pa- pa-da saluran pengeluaran air
Gambar 4 Korelasi-regresiantara konsentrasi karbon organik total dan kelimpahan fitoplankton pada sistem akuaponik

Referensi

Dokumen terkait

Himpunan Peraturan Gubernur Tahun 2014 1... Himpunan Peraturan Gubernur Tahun 2014

APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS kecamatan Rumbai Pesisir OLEH : EMIL KOSTADINO DWI ANDRIANSYAH... Thanks for your

Untuk mendukung proses bermain yang informatif, maka diterapkan konsep belajar FUN LEARNING dengan didukung pada desain bangunan yaitu FUN PLAY AREA sebagai wadah

ini telah disajikan dalam salah satu tulisan Bung Syafii saat menjadi dosen tamu selama dua.. tahun di Universiti Kebangsaan Malaysia,

Kini sudah banyak kelompok-kelompok yang lelah dan frustasi melihat realitas rusaknya hutan dan SDA, karena tidak menjadi agenda politik maupun birokrasi untuk dapat

Sistem ini hanya sebuah media pencarian rumus-rumus serta simulasi soal-soal matematika tingkat SLTA untuk membantu para siswa menjawab soal matematika serta

[r]

Supaya diketahui oleh segala Katakanlah (Muhammad): "Hai bangsa yang diatas bumi, Ahli Kitab, marilah kita bahwa Tuhan juga Allah, dan (kembali) kepada kalimat