• Tidak ada hasil yang ditemukan

Independent Study. Bandi, Dr., M.Si., Ak. Sesi 1: Earning Management

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Independent Study. Bandi, Dr., M.Si., Ak. Sesi 1: Earning Management"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Copyright © 2010 Bandi.staff.fe.uns.ac.id.

S

e

s

i

1

S

e

s

i

1

(3)

1. Memahamkan pengertian Manajemen Laba

(Earnings Management—EM)

2. Memahamkan pola manajemen laba (EM)

3. Memahamkan motivasi manajemen laba.

4. Memahamkan implikasi manajemen laba (EM)

5. Menelusur referensi berkenaan dengan

(4)

• earnings management = Creative accounting adl

– Euphemisme (penyimpangan)

– Yg merujuk pd praktik akuntansi yg mengikuti apa yg tertulis pd aturan (letter of the rules) praktik akuntansi standar, tetapi sebenarnya

menyimpang dari SPIRIT aturan tsb.

• EM ditunjukkan dg komplikasi eksesif dan penggunaan cara

asli yang mencirikan laba, aset, kewajiban, dan usaha unt

mempengaruhi ke arah interpretasi yg diingini oleh

manajemen.

• Istilah lain= "innovative" atau "aggressive"

(5)

EM umumnya dipahami sbg kesalahan (misrepresentation) sistematik dari LABA dan aset yg benar persh.

"Creative accounting" berada pd akar dari sejumlah SKANDAL akuntansi dan beberapa proposal unt reformasi akuntansi, yg umumnya berpusat pd analisis pembaruan atas modal dan faktor produksi yg akan merefleksikan scr benar bagaimana bernilai tambah

• Media tlh memperkirakan bhw pasar saham mengalami penurunan (downturn) pd th 2002 yg disebabkan oleh laporan penyimpangan akuntansi di Enron, Worldcom, dan pershn lain di US.

(Source: wikipedia.org)

(6)

• Metode operasi & akuntansi diskresionari untk

menyesuaikan hasil yg DIINGINKAN

• Insentif manajemen untk memodifikasi laba

dlm kepentingan terbaik yg ia miliki

• Manipulasi laba meliputi manajemen laba

agresif dan kejahatan (fraud)

(7)

EARNINGS MANAGEMENT--EM

“Earnings management occurs when managers use

judgment in financial reporting and in structuring

transactions to alter financial reports to either

mislead some stakeholders about the underlying

economic performance of the company or to influence

contractual outcomes that depend on reported

accounting numbers.

” [Healy and Wahlen (1999)]

(8)

• Arthur Levitt, Chairman of the SEC (1998):

"Well, today, I'd like to talk to you about another widespread, but too little-challenged custom: earnings management. . . . Increasingly, I have become concerned that the motivation to meet Wall Street earnings expectations may be overriding common sense business practices. . . . In the zeal to satisfy consensus earnings estimates and project a smooth earnings path, wishful thinking may be winning the day over faithful representation. ……Managing may be giving way to manipulation; Integrity may be losing out to illusion.“

(9)

EM: pilihan manajer atas kebijakan akuntansi untuk

mencapai tujuan tertentu

• EM dipandang dari dua perspektif:

– Pelaporan keuangan:

• unt mencapai ramalan laba analis, menciptakan aliran laba yg

smooth & bertumbuh slm waktu tertentu

– Pengontrakan:

• unt memproteksi dr konsekuensi atas peristiwa tak diharapkan ketika kontrak sulit dipenuhi dan tak sempurna

(10)

Scott (2006)

• EM yg tll banyak menurunkan kemampuan investor

menginterpretasikan laba neto sekarang, terutama jika EM

tersembunyi dlm laba inti atau sebaliknya tidak diungkapkan

scr penuh

• EM dilakukan melalui pemilihan kebijakan akuntansi dr set

kebijakan (e.g: GAAP), unt beberapa kepentingan manajemen

(11)

Scott (2006)

• Terlepas apapun alasan EM, pemilihan kebijakan

akuntansi dpt termotivasi

– Pasar efisien & kontrak

– Opportunisme & penolakan atas efisiensi pasar

• Memahami EM dpt meningkatkan pemahaman tentang

kemanfaatan laba bersih, baik untuk pelaporan kpd investor

maupun untuk pengontrakan

(12)

• Accounting Choice: alternatif diskresionari untk melaporkan

berbagai pos finansial, seperti metode depresiasi atau

persediaan

• Income Smoothing: EM untk meratakan (smooth out) perilaku

pendapatan dan laba yg tak terprediksi (erratic)

• Normalizing Income: melaporkan ulang hasil laba unt

merefleksikan scr lbh baik realitas ekonomik

• Big Bath: Rugi besar (atau pengurangan laba lainnya) untk

tujuan khusus, terkadang ketika rugi dilaporkan untk periode

tertentu, akan meningkatkan perubahan laba lbh baik dlm

periode berikutnya.

(13)

Earnings Management Examples

• Penentuan waktu (Timing) penjualan atas aset yg dilaporkan tll rendah (cherry picking).

• Penciptaan dan pengaturan akun cadangan. • Penciptaan laba unt periode mendatang.

• Pengakuan pendapatan SEBELUM atau SETELAH perolehannya (earned). • LIFO dan keputusan pembelian persediaan akhir-tahun.

• Mengkapitalisasi pengeluaan biaya lbh besar (more properly expensed). • Menyesauaian tarif depresiasai dan amortisasi

• Menyesuaian asumsi manfaat pasca-pemanfaatan aset tetap. • Mengatur pajak yg ditangguhkan

• Penentuan waktu scr strategis penjualan atau pengeluaran

(14)

Scott (2006), chapter 11:

Pola manajemen laba Motivasi unt Manajemen Laba Implikasi bg Akuntansi Manajemen Laba Jelek Manajemen Laba Baik

(15)

Pola Manajemen Laba

1. Taking a bath

:

2. Minimalisasi Laba:

3. Maksimalisasi Laba:

(16)

Pola Manajemen Laba

1. Taking a bath

:

– Selama periode ada tekanan organisasional atau reorganisasi

– Menghapus (writeoffs) aset demi biaya mendatang harapan

2. Minimalisasi Laba:

– Slm periode profitabilitas tinggi, di U.S pertimbangan pajak

– Sama dg di atas hanya kurang ekstrem

(17)

Pola Manajemen Laba

3. Maksimalisasi Laba:

– Slm laba sbg ukuran bonus, penyimpangan dr perjanjian kredit – Penggunaan akrual

4. Penghalusan (smoothing) laba:

– Slm mnjr berharap kompensasi yg besarannya konstan, unt pengontrakan kompensasi efisien

– Meratakan laba dpt mengirimkan inf pihak dalam persh kpd pasar tentang kekuatan laba persisten harapan

(18)

Why Earnings Manipulation?

• “Ada kesempatan untk melakukannya (“legal”), mudah

untk melakukannya, jk tdk melakukan anda akan dpt

mengetahui aslinya (you’ll get caught)

• Opportunis: kepentingan pribadi melalui

ketrampilannya—dg merusak batasan etika normal unt

keuntungan pribadi

• Insentif eksekutif meliputi bonus dan opsi saham

(ESOP)

(19)

Incentives for Earnings Management

• Meningkatkan nilai saham persh, khususnya ketika saham akan ditebitkan atau digunakan dlm suatu transaksi.

• Meurunkan nilai saham pershn sebelum penghadiaan kpd manajemen (management buyout).

• Mencapai ramalan laba analis atau manajemen.

• Meningkatkan kompensasi manajer yg didasarkan pd kinerja laba. • Menghindari penyimpangan dari perjanjian pajak.

Mengurangi biaya krn perubahan aturan (regulatory) atau meingkatkan manfaat krn perubhn peraturan

• Menguangi pajak dg mengatur laba agar ajak tahunan lbh rendah

Jika pasa mempercayai laba yg atur, kemampuan investo unt mendeteksi EM dpt memberikan kesempatan berdagang yg menguntungkan.

(20)

Motivasi Manajemen Laba

• Tujuan EM:

– Penentuan bonus: jk laba bersih sbg basis

– Mencapai ekspektasi laba investor: berpengaruh pd harga saham – Penentuan Kontrak Utang: jk laba bersih sbg basis

– IPO: inf laba mengawali penentuan harga saham

• EM memiliki dua sisi

– Baik: pengiriman informasi pihak dlm perusahaan – Buruk: opportunistik

(21)

Detecting Earnings Management

A. Penentuan strategis atas keputusan pengeluaran.

B. Manajemen atas saldo akunt akrual khusus.

C. Mengevaluasi akual total unt mendeteksi EM:

(1) Akual Total = laba neto – kas darioperasi.

• What types of accounting judgments do total accruals capture? • What earnings management devices do total accruals miss?

(2) Bangun model unt memprediksi akrual total non

diskresionari.

(3) Estimasi akrual diskresionari sbgmana (1) dikurang (2).

(22)

• Banks strategically time sales of investments and manage their

loan loss reserves

(e.g., Collins et al. 1995 dan Beaver and Engel

1996).

• Firms cut R&D expenditures to avoid earnings declines if they

have large institutional stockholders with momentum trading

strategies and high portfolio turnover

(Bushee 1998).

• Bidders pay target stockholders for accounting benefits in

acquisitions accounted for as poolings

(Robinson dan Shane

1990).

• When earnings management is detected, stock prices fall (e.g.,

Foster 1979, Dechow et al. 1995).

(23)

Evidence: Some Examples from the Academic Literature

• Alternative information helps analysts “see through” earnings management (Ettredge, et al 1995).

• Managers manipulate accruals and the inventory reserve account in particular to maximize bonuses (Guidry et al., 1999).

• Firms use current accruals to shift income from high to low tax rate years

(Guenther 1994). Financial analysts' earnings forecasts do not fully adjust for these manipulations (Shane and Stock 2000).

• Earnings of firms under investigation for anti-trust violations or seeking tariff protection contain large income-decreasing accruals (Jones 1991 and Cahan 1992).

• Firms manage earnings to avoid losses, declines in earnings and negative earnings surprises (e.g., Burgstahler and Dichev 1997, and Burgstahler and Eames 1998).

(24)

• EM mungkin terjadi krn kenyataan bahwa GAAP tidak

scr sempurna membatasi pilihan manajer atas kebijakan

dan prosedur akuntansi

• Pilihan kebijakan akuntansi:

– jauh lbh kompleks & menantang dp memilih scr sederhana unt menginformasikan terbaik unt investor

– Sering dimotivasi oleh pertimbangan strategis, e.g: mencapai harapan laba, kontrak yg tergantung pd variabel akuntansi keuangan, pajak, penerbitan shm baru, tawaran pengambil alihan, tekanan persaingan potensial, rilis informasi dlm perusahaan

– Memiliki karakteristik game, EM tercipta ketika perubahaan dlm GAAP scr berkebalikan mempengaruhi manajer bermain dlm game.

– Manajer akan bereaksi melawan perubahan aturan yag menurunkan fleksibilitas pilihan akuntansi manajer

(25)

KONKLUSI

• Akuntan perlu menyadari atas kebutuhan legitimasi

manajemen, seperti halnya investor

• Pelaporan keuangan aktual menyajikan suatu kompromi

antara kebutuhan dari dua konstituen utama ini

• Walaupun menurunkan reliabilitas, EM berguna jika

terjaga dlm batas-batas tertentu:

– Memberi fleksibilitas pd manajer bereaksi ketika kontrak berat & tak sempurna

– Memberi media bagi komunikasi kredibel atas informasi dlm persh kepada investor dan bagi kontrak kompensasi efisien

(26)

• Banyak mnjr menolak potensi komunikasi

GAAP dg mendorong EM terlalu jauh, yg

berakibat kekuatan laba persisten dilaporkan

terlalu besar, setidaknya scr temporal

– Krn gagal menerima efisiensi pasar atau

– Krn kemampuan menyembunyikan EM jelek di balik pengungkapan yg jelek, Krn keduanya

(27)

KONKLUSI

• EM bagus atau jelek, tergantung pd

bagaimana digunakan

– Akuntan dpt mengurangi besarnya EM jelek dg

mengungkapnya

– Pengungkapan ditingkatkan atas pos persistensi

rendah & melaporkan efek dari penghapusan

pencatatan (writeoffs) pd laba inti

(28)

1. Develop more powerful earnings management detection models.

2. What accounts offer biggest opportunities for EM?

3. What types of firms are most likely to engage in EM?

4. What role does earnings management play in market anomalies

and profitable trading strategies?

5. When does the market see through EM?

– Fischer and Shane (2000) are exploring the degree to which the market sees through earnings management to avoid reporting losses.

– Shane and Stock (2000) are investigating the degree to which the market saw through tax-motivated income shifting.

(29)

Scott, W. R. 2006. Financial Accounting Theory. Second Edition.

Ontario: Prentice Hall Canada Inc. (Chapter: 11 Earnings

Management)

http://acct.tamu.edu/giroux/DEMSlides.ppt

http:// leeds-faculty.colorado.edu/shanep/outreach/

Healy dan Whalen. 1999.

Ssrn.com

Referensi

Dokumen terkait

6) Dari data awal diatas lalu masukkan ke dalam SPT Tahunan PPh Badan 7) Waktu yang dialokasikan untuk tugas ini adalah 90 menit (1,5 jam) 8) Kerjakan dengan teliti, cepat dan rapi..

Hasil penelitian ini ini bertolak belakang dengan penelitian Lisnawati Dewi (2015) dan Samuel Simanjuntak (2018) bahwa Skeptisme Profesional Auditor berpengaruh

Bedasarkan latar belakang yang dikemukakan diatas, maka secara terperinci masalah yang akan diteliti adalah viral marketing yang berada di Masjid Safinatun Najah

Nilai uji signifikansi yang lebih kecil dari 0,05 mengindikasikan adanya hubungan yang signifikan antara konflik intrapersonal kerja perawat dengan kinerja perawat di

Berdasarkan hasil pemurnian lapangan dan pengujian mutu benih di laboratorium dengan Surat Rekomendasi No ………. Nomor sertifikat kompetensi Produsen Benih : ...

Pada pertemuan pertama siklus 1 ini proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru sudah berjalan cukup baik, yang dimulai dari persiapan pembelajaran, apersepsi

Modul penuntun praktikum berbasis inkuiri yang diterapkan pada praktikum mata kuliah optika ini dapat menuntun mahasiswa untuk melakukan penyelidikan dan penemuan

Alhamdulillah segala puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini