• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Prestasi akademik merupakan kajian yang menarik dalam berbagai penelitian pendidikan. Prestasi akademik merupakan salah satu indikator keberhasilan seseorang dalam belajar. Prestasi akademik menunjukkan kinerja belajar seseorang dalam bentuk nilai rata-rata yang diperoleh. Pada perguruan tinggi, prestasi akademik mahasiswa dimunculkan dalam bentuk indeks prestasi kumulatif (IPK). Prestasi akademik terwujud karena adanya perubahan selama beberapa waktu karena adanya proses belajar (Elliot, 1999 dalam Latipah, 2010).

Proses belajar yang dikemukakan oleh Biggs (2003, dalam Rochmawati, 2011) merupakan suatu sistem yang terdiri dari input, proses dan output. Dalam hal ini, prestasi akademik merupakan output dari proses belajar. Faktor input dalam proses belajar meliputi dua hal, yaitu karakteristik mahasiswa dan situasi belajar. Faktor karakteristik mahasiswa meliputi pengetahuan mahasiswa sebelumnya, kemampuan mahasiswa, intelligence quotient (IQ), kepribadian dan latar belakang keluarga. Faktor situasi belajar meliputi subjek, metode pengajaran, waktu belajar dan latihan. Selain faktor yang telah disebutkan, Boekaert (1999) menyatakan bahwa untuk mencapai prestasi akademik yang baik, mahasiswa perlu ditunjang dengan kemampuan regulasi diri yang baik. Regulasi diri merupakan faktor internal di dalam diri mahasiswa. Oleh karena itu, belajar harus dipahami sebagai proses aktif, konstruktif dan proses internal yang diatur diri sendiri (self-regulated) (Fasikhah & Fatimah, 2013).

Proses pembelajaran berdasarkan regulasi diri (self-regulation learning) pada profesi kesehatan merupakan proses yang penting baik dalam belajar teori maupun dalam praktik. Sebagai contoh, seorang dokter mempunyai tanggung jawab mendiagnosis penyakit, mengobati penyakit, merujuk kepada yang lebih ahli atau mencari bantuan lain dalam menangani pasien (Brydges & Butler, 2012). Proses pembelajaran di fakultas kedokteran yang ada di Indonesia telah mengalami perubahan yang signifikan sejak tahun 2005, yaitu kurikulum berbasis

(2)

kompetensi (KBK). Salah satu standar yang harus digunakan dalam menyusun kurikulum adalah SPICES (student-centered, problem-based, integrated, community-based, early clinical exposure and systematic). Adanya perubahan kurikulum yang berfokus pada mahasiswa sebagai pembelajar telah memberikan ruang bagi mahasiwa dalam mengatur pembelajarannya sendiri. Proses belajar berdasarkan regulasi diri juga merupakan proses yang penting bagi mahasiswa yang belajar di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa (FKIK Unwar).

FKIK Unwar berdiri sejak tahun 2009. Setiap tahun jumlah mahasiswa yang diterima di FKIK Unwar sebanyak 50-80 orang. Seleksi penerimaan mahasiswa dilakukan secara mandiri oleh Unwar yang meliputi tes potensi akademik (TPA), tes psikologi dan tes kesehatan. Rerata setiap tahun persentase kelulusan calon mahasiswa sebesar 30% dengan perbandingan 1:3, hal ini menunjukkan sistem seleksi yang cukup ketat. Dengan seleksi ini diharapkan mahasiswa yang diterima mempunyai kemampuan baik dalam bidang akademik. Mahasiswa yang diterima akan menjalani proses pembelajaran dengan kurikulum yang mengacu pada Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI).

FKIK Unwar sejak awal berdiri telah menggunakan KBK dengan strategi SPICES. Kurikulum tahap sarjana dikemas dalam bentuk blok-blok secara berjenjang sesuai tingkatan kompetensi yang harus dikuasai mahasiswa. Metode yang digunakan dalam proses pembelajaran dalam blok, yaitu kuliah interaktif, belajar mandiri, belajar dalam kelompok kecil, praktikum, pelatihan keterampilan klinik dan pengalaman belajar lapangan.

Proses pembelajaran di FKIK Unwar ditunjang dengan sarana dan prasarana yang memadai, yaitu jaringan internet, fasilitas laboratorium, ruang kuliah dan ruang diskusi dengan suasana yang kondusif. Selain itu, untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam berinteraksi, dalam proses pembelajaran dalam blok juga dilakukan kunjungan ke rumah sakit, puskesmas dan masyarakat.

Sistem penilaian mahasiswa di tahap sarjana kedokteran mencakup penilaian sumatif pada akhir blok menggunakan multiple choice question (MCQ), diskusi kelompok dan student project. MCQ yang digunakan terdiri dari vignette,

(3)

pertanyaan dan pilihan jawaban yang menuntut mahasiswa untuk dapat berpikir kritis dan mengintegrasikan ilmu yang diperoleh selama proses belajar. MCQ ini mempunyai porsi lebih dari 60% dalam menentukan nilai mahasiswa. Penilaian dalam diskusi kelompok meliputi kedisiplinan, keaktifan dan berpikir kritis mahasiswa mempunyai kontribusi 10-15% terhadap nilai akhir mahasiswa dalam blok. Penilaian yang lain adalah student project, yaitu penilaian mahaisiwa terhadap tugas yang diberikan selama proses belajar yang dinilai oleh dosen dengan kriteria yang telah ditetapkan. Student project ini mempunyai kontribusi 10-20% dalam nilai akhir mahasiswa.

Evaluasi terkait dengan prestasi akademik belum dilakukan secara berkesinambungan di FKIK Unwar. Evaluasi ini pernah dilakukan menjelang kelulusan mahasiswa tahap sarjana bulan Februari 2014. Kualitas lulusan mahasiswa tercermin dari tingkat kelulusan langsung (first taker) dan IPK mahasiswa. Di setiap blok telah dilakukan evaluasi sumatif untuk mengkompilasi nilai pada akhir semester, sehingga dapat diperoleh IPK. Pada tahap sarjana mahasiswa angkatan 2009 rerata kelulusan langsung adalah 75,6% dengan IPK ≥3,0 sebesar 98,1%, sedangkan mahasiswa angkatan 2010 rerata kelulusan langsung adalah 75,0% dengan IPK ≥3,0 sebesar 86,4% (Data di Bagian Akademik FKIK Unwar). Menurunnya prestasi akademik pada mahasiswa angkatan 2010 dibandingkan dengan mahasiswa angkatan 2009 tentunya dipengaruhi oleh banyak faktor. Upaya untuk meningkatkan prestasi akademik yang menjadi indikator pencapaian kompetensi mahasiswa telah dilakukan di FKIK Unwar.

Upaya tersebut adalah perbaikan modul blok secara berkesinambungan, pelatihan dosen dalam memfasilitasi kelas besar dan diskusi kelompok, pelatihan dosen dalam membuat MCQ, dan pelatihan dosen dalam keterampilan klinik. Namun masih terdapat mahasiswa yang belum dapat memenuhi standar kelulusan perlu dicermati. Hal ini dapat disebabkan oleh faktor lain, yaitu perencanaan belajar dalam diri mahasiswa. Mahasiswa yang dapat mengatur diri sendiri dalam belajar cenderung menggunakan strategi dalam belajar. mahasiswa tersebut mengetahui cara mengatur waktu, lingkungan dan usaha yang diperlukan dengan

(4)

baik. Mahasiswa ini dikarakteristikkan mempunyai motivasi yang tinggi dan tingkat kecemasan yang rendah (Pintrich, 2004).

Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik dan positif antara regulasi diri dalam belajar dengan prestasi akademik mahasiswa (Valle et al., 2008; Artino et al., 2014; Hidayat, 2013). Motivasi dalam belajar merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi akademik seseorang. Pada penelitian Pintrich & De Groot (1990), terdapat hubungan yang positif kuat antara motivasi internal dengan regulasi diri (r = 0.73). Pada perguruan tinggi, mahasiswa yang memiliki prestasi akademik yang tinggi cenderung memiliki motivasi yang tinggi dibandingkan dengan mahasiswa yang memiliki prestasi akademik rendah (Lens et al., 2005). Selain motivasi dalam belajar, strategi belajar merupakan hal yang penting agar pembelajaran dapat berjalan secara efektif dan efisien dalam mencapai tujuan belajar. Strategi belajar yang digunakan tidak hanya sekedar belajar aktif namun juga strategi yang dalam mencapai indikator yang telah ditetapkan (Latipah, 2010).

Dari hasil pengamatan peneliti, fakta yang ada di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak mahasiswa yang belajar tanpa melakukan perencanaan, pemantauan, pengontrolan dan evaluasi dalam belajarnya sendiri. Hal ini terlihat dari beberapa fakta antara lain mahasiswa sering terlambat mengikuti perkuliahan, masih terdapat mahasiswa yang mengerjakan tugas dengan cara copy paste, keterlambatan dalam mengumpulkan tugas dan beberapa keluhan lain dari mahasiswa. Hasil Rapat evaluasi Blok Respiratory System and Disorders yang dilakukan pada tanggal 6 Juli 2013 yang dihadiri 10 orang perwakilan mahasiswa tahun kedua dari masing-masing kelompok (1-2 orang setiap kelompok) mencatat beberapa keluhan mahasiswa. Mahasiswa mengeluh tuntutan akademik yang cukup berat. Kegiatan akademik yang padat membuat mahasiswa lelah, disamping juga harus memenuhi kegiatan non akademik yang dilakukan untuk memenuhi syarat dalam wisuda di FKIK Unwar. Adanya student project yang cukup menyita waktu, sehingga persiapan ujian dirasakan kurang. Mahasiswa juga mengeluhkan adanya kuliah yang dianggap tidak menarik, sehingga mahasiswa tidak termotivasi untuk mempelajari materi kuliah lebih lanjut. Mahasiswa merasa

(5)

cemas jika tidak dapat memenuhi standar kelulusan. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak mahasiswa yang belum memiliki kemampuan untuk meregulasi dirinya sendiri dengan baik yang dapat berpengaruh pada prestasi akademik mahasiswa. Mahasiswa sebagai individu yang memasuki masa dewasa muda seharusnya telah memiliki kemampuan regulasi diri yang baik.

Mahasiswa yang dapat mengatur diri sendiri dalam belajar cenderung menggunakan pendekatan yang sistematik dalam belajar. Regulasi diri yang baik akan menunjang keberhasilan mahasiswa dalam mencapai tujuan belajar dalam mencapai prestasi akademik yang baik. Dengan regulasi diri, mahasiswa mampu mengatur diri sendiri dalam belajar, melakukan monitoring dan mengevaluasi hasil belajar yang dicapai. Regulasi diri merupakan salah satu kebiasaan untuk menjadi pembelajar seumur hidup (life-long learner).

Selain kemampuan regulasi diri, prestasi akademik mahasiswa dapat dipengaruhi oleh tes potensi akademik (TPA). TPA merupakan sering dihubungkan dengan kecerdasan seseorang yang berpengaruh pada prestasi akademik mahasiswa. Hasil penelitian Muslimin (2012) menunjukkan adanya hubungan positif antara TPA dengan IPK mahasiswa. Selain itu, jenis kelamin dapat mempengaruhi mahasiswa dalam mencapai prestasi akademik. Rochmawati (2011) menjelaskan pada umumnya perempuan mempunyai prestasi akademik yang lebih baik daripada laki-laki.

Dengan latar belakang hasil penelitian sebelumnya dan fakta yang ada, peneliti tertarik untuk meneliti hubungan regulasi diri dalam belajar dengan prestasi akademik (IPK) mahasiswa tahap sarjana di FKIK Unwar dengan tes potensi akademik, jenis kelamin dan tahun belajar sebagai variabel moderator yang dapat mempengaruhi prestasi akademik tersebut.

B. Rumusan Masalah Masalah dalam penelitian ini adalah:

Apakah terdapat hubungan antara regulasi diri dalam belajar mahasiswa dengan prestasi akademik (IPK) mahasiswa tahap sarjana di FKIK Unwar?

(6)

C. Tujuan Penelitian 1. Tujuan umum

Mengetahui hubungan antara regulasi diri dalam belajar dengan prestasi akademik mahasiswa kedokteran tahap sarjana.

2. Tujuan khusus

a. Menganalisis hubungan regulasi diri dengan prestasi akademik mahasiswa tahap sarjana di FKIK Unwar.

b. Menganalisis peran moderator dalam hubungan antara regulasi diri dalam belajar dengan prestasi akademik mahasiswa tahap sarjana di FKIK Unwar.

D. Manfaat Penelitian

1. Memberikan gambaran hubungan antara regulasi diri dalam belajar dengan prestasi akademik mahasiswa tahap sarjana.

2. Memberikan gambaran peran variabel moderator dalam hubungan antara regulasi diri dalam belajar dengan prestasi akademik mahasiswa.

3. Penelitian ini juga diharapkan menjadi dasar bagi FKIK Unwar dalam mengidentifikasi regulasi diri dalam belajar mahasiswa di FKIK Unwar. 4. Memperkaya penelitian mengenai regulasi diri dalam belajar mahasiswa

kedokteran.

E. Keaslian Penelitian

Penelitian ini merupakan replikasi sebagian dari penelitian yang dilakukan oleh Valle et al. (2008). Valle et al. (2008) melakukan penelitian mengenai profil regulasi diri dalam belajar dengan pencapaian akademik mahasiswa Public University di Spanyol Utara. Persamaan penelitian yang akan dilakukan ini adalah menggunakan subjek dari tingkatan yang berbeda dan penggunaan Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ) sebagai alat ukur, sedangkan perbedaan penelitian ini dengan penelitian Valle et al. (2008) adalah adanya variabel moderasi, yaitu jenis kelamin, tes potensi akademik dan tahun belajar mahasiswa. Penggunaan MSLQ pada penelitian ini adalah secara keseluruhan,

(7)

sedangkan pada penelitian Valle et al. (2008) hanya sebagian saja. Valle et al. (2008) menggunakan nilai ujian sebagai pencapaian akademik, sedangkan pada penelitian ini menggunakan nilai indeks prestasi akademik.

Penelitian ini juga merupakan replikasi penelitian yang dilakukan oleh Van Den Hurk (2006) yang berjudul “The relation between self-regulated strategies and individual study time, prepared participation and achievement in a problem-based curriculum”. Persamaan penelitian ini dengan penelitian Van Den Hurk (2006) adalah menghubungkan regulasi belajar dengan prestasi akademik mahasiswa. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian Van Den Hurk adalah: 1) penelitian ini dilakukan pada mahasiswa FKIK Unwar tahun pertama sampai tahun ketiga, sedangkan penelitian Van Den Hurk dilakukan di Fakultas Psikologi Universitas Maastricht di Belanda pada mahasiswa tahun pertama program sarjana; 2) penelitian ini mengukur regulasi diri dalam belajar secara umum, sedangkan penelitian Van Den Hurk regulasi diri dalam belajar, terutama berfokus pada perencanaan waktu (time planning) dan pemantauan diri (self monitoring); 3) alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah MSLQ, sedangkan penelitian Van Den Hurk menggunakan kuesioner yang dibuat dari hasil wawancara dengan empat mahasiswa.

Penelitian Pintrich et al. (1991) yang merupakan acuan dalam menggunakan MSLQ juga merupakan sebagian replikasi dari penelitian ini. Persamaan dengan penelitian ini adalah menghubungkan regulasi diri dalam belajar dengan prestasi akademik mahasiswa. Perbedaan pada penelitian ini adalah: 1) penelitian ini menggunakan mahasiswa tahun pertama, kedua dan ketiga sedangkan pada penelitian Pintrich et al. menggunakan mahasiswa tahun keempat; 2) penelitian ini menggunakan indeks prestasi akademik mahasiswa, sedangkan pada penelitian Pintrich et al. menggunakan nilai akhir; 3) penelitian ini menggunakan jenis kelamin, tahun belajar dan TPA sebagai variabel moderator, sedangkan pada penelitian Pintrich et al. tidak ada variabel moderator.  

Referensi

Dokumen terkait

Namun upaya pemerintah pusat mengalami tantangan setelah adanya putusan Mahkamah Konstitusi yang tidak memberikan kewenangan kepada pemerintah pusat untuk membatalkan

Berdasarkan pengamatan, lansia dalam kategori tersebut dapat berkomunikasi dengan orang lain, tetapi mereka merasa kurang dalam kemampuan fisik yang mempengaruhi

Perubahan Sosial, 2003), hal.. Upacara kematian adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh sejumlah keluarga untuk memberikan peringatan terakhir kepada orang yang dikasihinya

Konsep Pieper tentang manusia dan masyarakat, sebagaimana dipaparkan dalam artikel ini, menjadi perspektif penulis untuk mengemukakan konsep tentang persahabatan yang disimpulkan

Struktur pasar monopolistik terjadi manakala jumlah produsen atau penjual banyak dengan produk yang serupa/sejenis, namun di mana konsumen produk tersebut

(2) Bank Indonesia mencabut status BDP apabila Bank Indonesia telah menerima surat penetapan dari BPPN yang menyatakan program penyehatan terhadap Bank yang bersangkutan telah

Penyusunan tugas akhir ini merupakan salah satu syarat yang harus ditempuh oleh setiap mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Diponegoro dalam