dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
Skripsi
Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd)
Oleh
Rizky Kurnia Sari NIM 1111018200001
JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA 2016
i
Shalawat serta salam senentiasa tercurahkan kepada baginda besar Nabi Muhammad SAW berserta seluruh keluarga dan para sahabatnya.
Penyusunan skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan pada Jurusan Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.
Dalam proses penulisan skripsi ini, penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang terdapat di dalamnya. Hal ini dikarenakan oleh keterbatasan yang dimiliki penulis sendiri, namun berkat bantuan, dukungan, saran dan doa dari banyak pihak, akhirnya penulisan skripsi ini dapat diselesaikan. Maka dari itu, dengan segala kerendahan hati penulis menyampaikan banyak rasa terima kasih kepada:
1. Prof. Dr. Dede Rosyada, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2. Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, MA, Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan
Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
3. Prof. Dr. Husni Rahim, Dosen pembimbing skripsi I yang telah memberikan arahan, dukungan dan semangat selama penyusunan skripsi, mulai dari awal sampai selesai.
4. Dr. Hasyim Asy’ari, M.Pd, Dosen pembimbing skripsi II dan Ketua jurusan Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
5. Takiddin, M.Pd, Sekretaris Jurusan Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 6. Fauzan, MA, Pembimbing akademik yang selalu memberikan
dukungan dan semangat.
7. Bapak/Ibu dosen jurusan Manajemen Pendidikan yang telah memberikan ilmu, bimbingan dan pengalamannya kepada penulis.
ii
9. Teristimewa untuk papa Senthot Heru Purnomo dan mama Sulistyowati yang senantiasa memberikan dorongan, doa dan dukungan tanpa mengenal lelah selama menempuh pendidikan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
10. Adik-adikku yang tersayang, Deshinta Permata Sari dan Trisyah Nur Indah Sari yang telah memberikan dukungan kepada penulis.
11. Asqolani yang selalu memberikan dukungan serta semangat dengan tulus.
12. Sahabat-sahabatku Yuanita, Lela, Dini dan teman-teman kosan Salsabila 2 yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah memberikan banyak dukungan dan inspirasi.
13. Teman-teman MP angkatan 2011, PMII Rayon MP, serta PMII KOMFAKTAR yang selalu memberikan semangat dan dukungan dari awal perkuliahan hingga sekarang.
14. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, yang telah memberikan dukungan dan doa dalam proses penyelesaian penulisan skripsi ini.
Dengan harapan semoga Allah SWT memberikan balasan yang berlipat ganda atas semua bantuan dan doanya. Akhirnya, begitupun skripsi ini jauh dari kata sempurna, namun demikian semoga bermanfaat bagi semua pihak khususnya bagi penulis dan bagi para pembaca pada umumnya.
Jakarta, 16 Maret 2016.
iii SURAT PERNYATAAN
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ... iii
DAFTAR TABEL ... vi
DAFTAR GAMBAR DAN BAGAN ... vii
DAFTAR LAMPIRAN ... viii
ABSTRAK ... ix
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Identifikasi Masalah ... 4
C. Pembatasan Masalah ... 4
D. Rumusan Masalah ... 4
E. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 5
F. Kegunaan Penelitian ... 5
BAB II KAJIAN TEORI, KERANGKAN PIKIRAN,DAN HIPOTESIS A. Kajian Teori ... 6
1. Kegiatan Organisasi Intra Kampus ... 6
a. Pengertian organisasi intra kampus ... 6
b. Tujuan organisasi intra kampus ... 10
c. Tujuan berorganisasi ... 11
d. Ruang lingkup organisasi intra kampus ... 12
e. Fungsi organisasi intra kampus ... 13
f. Jenis kegiatan organisasi intra kampus ... 13
2. Prestasi Akademik ... 15
iv
B. Kerangka Berpikir ... 20
C. Hipotesis ... 21
D. Penelitian Yang Relevan ... 22
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian ... 24
B. Metodologi Penelitian ... 24
C. Populasi ... 24
D. Sampel ... 25
E. Variabel Penelitian ... 27
F. Teknik Pengumpulan Data ... 28
G. Analisis Instrumen ... 29
H. Teknik Analisis Data ... 32
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian ... 35
1. Letak Geografis HMJ di FITK ... 35
2. Bagan Struktur Organisasi Intra Kampus ... 36
3. Rekapitulasi Data Pengurus HMJ di FITK ... 37
4. Program Kerja HMJ di FITK ... 37
5. Keadaan Sarana dan Prasarana FITK ... 45
B. Analisis Data ... 47
1. Intensitas Mengikuti Kegiatan Organisasi Intra Kampus ... 47
2. Prestasi Akademik Mahasiswa ... 50
C. Deskripsi Data ... 52
1. Uji Normalitas ... 52
v
A. Kesimpulan ... 59 B. Saran ... 60
vi
Tabel 3.2 Rekapitulasi Data Pengurus HMJ FITK ... 22
Tabel 3.3 Sampel Penelitian ... 24
Tabel 3.4 Desain Angket ... 25
Tabel 3.5 Kisi-kisi Instrumen ... 26
Tabel 3.6 Hasil Perhitungan Nomor Item Valid dan Drop ... 27
Tabel 3.7 Interpretasi Koefisien Korelasi ... 30
Tabel 4.1 Letak Ruang HMJ ... 32
Tabel 4.2 Rekapitulasi Data Pengurus HMJ... 34
Tabel 4.3 Keadaan Sarana dan Prasarana FITK ... 42
Tabel 4.4 Skor Hasil Angket Variabel X ... 44
viii Lampiran 2 Angket Penelitian
Lampiran 3 Daftar Tabel Indeks Prestasi Kumulatif Pengurus HMJ FITK
ix
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas mengikuti kegiatan yang dilaksanakan oleh organisasi intra kampus dan pengaruhnya terhadap prestasi mahasiswa pengurus HMJ di FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah pengurus HMJ periode 2013-2014 di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK). Teknik sampel yang digunakan adalah stratified
random sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 10%
dari populasi yatu 50 responden.
Data penelitian dikumpulkan melalui kuesioner dan studi dokumen. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis statistik, karena data yang diperoleh berupa angka-angka dan bersifat kuantitatif. Teknik analisis yang digunkan adala korelasi product moment. Uji analisis data dengan korelasi
product moment menghasilkan “r” hitung sebesar 0,417. Harga “r” hitung lebih
besar dari pada “r” tabel pada taraf signifikan 5% sebesar 0,27. Sehingga pengajuan hipotesis diterima. Dengan nilai KD sebesar 17,38%.
Berdasarkan uji analisis data di atas maka dapat diambil kesimpulan bahwa ada pengaruh positif antara intensitas mengikuti kegiatan organisasi intra kampus dengan prestasi akademik mahasiswa pengurus HMJ di FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta periode 2013-2014.
x
Pendidikan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan.
This study aims to determine the activities undertaken by the organization of intra -campus ( Student Association ) and its influence on student achievement. In this study the authors used a quantitative approach . The study population is the manager of HMJ at the Faculty Tarbiyah and teaching science. Sampling technique used was stratified random sampling , the technique is used as the object of research population consisted of level. The sample used in this study as many as 10 % of the population.
Data were collected through questionnaires and document research . Data analysis method used is the statistical analysis , because the data obtained numerical and quantitative character. The analysis technique used mainly is product moment correlation. Test data analysis product moment correlation produces " r " calculated at 0.417 . Price " r " is bigger than the " r " table at the 5% significance level of 0.27 . So the hypothesis was accepted submission . With a KD value of 17.38 %
Based on the test data analysis above it can be concluded that there is a positive influence between intra-campus organization toward the academic achievement of students in the HMJ period 2013-2014.
1
Salah satu perguruan tinggi di Indonesia adalah Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI Nomor 031 tahun 20021. Sejarah pendirian UIN Syarif Hidayatullah Jakarta merupakan mata rantai sejarah perkembangan perguruan tinggi Islam di Indonesia dalam menjawab kebutuhan tinggi Islam modern yang dimulai jauh sebelum Indonesia meraih kemerdekaan.2 Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa perguruan tinggi merupakan tempat menimba ilmu yang peserta didiknya disebut mahasiswa. Mahasiswa merupakan ujung tombak dari perguruan tinggi, maka dari itu mahasiswa memiliki tugas dan tanggungjawab secara sosial, yakni mampu bersikap kritis, analitis, dan solutif terhadap berbagai fenomena yang terjadi di lingkungan sekitarnya.
Agar hal tersebut dapat terwujud maka kewajiban universitas adalah menyediakan wadah bagi mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan potensi. UIN Syarif Hidayatullah memiliki beberapa bidang sebagaimana tercantum dalam statuta UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Tentang Rektor dan Wakil Rektor pasal 7 bab 2 huruf C Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan yang mempunyai tugas membantu rektor dalam bidang pembinaankemahasiswaan dan alumni.3 Sedangkan pada bagian Dekan dan Wakil Dekan pasal 14 bagian C Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, alumni, dan kerjasama yang mempunyai tugas membantu Dekan dalam bidang kemahasiswaan, alumni, dan kerjasama4.
1Departemen Agama RI Universitas Syarif Hidayatullah Jakarta, Organisasi dan Tata
Kerja, Statuta dan Uraian Tugas UIN Jakarta, 2004, hal.1.
2
Tim Penyusun. Pedoman Akademik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Program Strata 1 2011/2011,hal. 5.
3
Departemen Agama RI, op cit., hal. 5.
Berdasarkan kebijakan tersebut, maka UIN memfasilitasi kebutuhan mahasiswa baik dari segi akademik maupun non-akademik, salah satunya adalah Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) yang ada di setiap fakultas. Sudah tidak asing bagi mahasiswa dengan HMJ, yang mana HMJ merupakan wadah untuk berkreasi, berekspresi untuk mahasiswa, membantu mahasiswa dalam meningkatkan prestasi akademik dan non-akademik, serta mengasah potensi, sehingga mahasiswa menjadi seseorang yang memiliki kepekaan terhadap lingkungan sekitarnya, baik di dalam kampus maupun di luar kampus. HMJ yang ada di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) ini diharuskan mengemas berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi mahasiswa yang bersangkutan sesuai dengan konsentrasi/jurusannya baik dalam bentuk pelatihan, seminar, workshop, dan lain-lain.
Tidak dapat dipungkiri bahwa tujuan utama seseorang mengenyam pendidikan di perguruan tinggi adalah untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, memiliki wawasan luas, dan meningkatkan kualitas diri. Tujuan tersebut bukan hanya didapatkan oleh mahasiswa dari proses perkuliahan di dalam kelas, tetapi juga dari kegiatan-kegiatan positif lainnya, seperti kegiatan organisasi. Melalui kegiatan organisasi mahasiswa dapat memiliki kemampuan problem solving, leadership,manajemen waktu, dan komunikasi.
Secara umum, mahasiswa yang aktif berorganisasi merupakan mereka yang pintar atau memiliki prestasi akademik yang bagus karena mereka menganggap dengan berorganisasi dapat menambah wawasan, tetapi tidak sedikit dari mereka mengalami penurunan prestasi akademiknya. Hal ini mungkin disebabkan oleh kelalaian mereka dalam mengatur waktu, sehingga mengabaikan kewajiban akademik mereka. Meskipun demikian, bagi mahasiswa yang memiliki kemampuan manajemen waktu, mereka akan mendapatkan manfaat berorganisasi dan prestasi akademikpun meningkat.
Selain itu juga terdapat mahasiswa yang aktif berorganisasi merupakan mereka yang memiliki prestasi akademik tidak terlalu bagus, dengan tujuan untuk memperluas wawasan dan mengasah kreatifitas. Mereka aktif mengikuti berbagai kegiatan organisasi tanpa melupakan tugas akademiknya,
sehingga kegiatan organisasi dan akademik dapat berjalan berdampingan dan saling mendukung.
Begitu besarnya manfaat yang diperoleh dari kegiatan organisasi, maka tidak mengherankan bila organisasi intra kampus seperti HMJ mampu menjadi daya tarik bagi mahasiswa untuk berkecimpung dan menjadi pengurus. Akan tetapi, seringkali seseorang yang telah menjadi pengurus lalai dengan kewajiban perkuliahannya, karena kesibukannya menjadi pengurus HMJ. Selain itu, setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh HMJ untuk mahasiswa diharapkan mampu membantu meningkatkan prestasi akademik mereka.
Oleh karena itu, HMJ sebagai wadah kreasi mahasiswa mampu melaksanakan kegiatan-kegiatan yang menunjang perkuliahan mereka, begitupun dengan para pengurus diharapkan mendapatkan manfaat yang juga membantu peningkatan prestasi akademik mereka.
Peran dosen dan birokrat universitas juga tidak bisa dipisahkan, karena mereka dapat memberi sumbangsih ide dan gagasannya terhadap pengembangan kualitas organisasi dan mampu mengarahkan mahasiswa dalam mengambil sikap yang cerdas, dan bijaksana. Karena, para dosen dan birokrat pada beberapa waktu sebelumnya juga pernah aktif dalam organisasi intra kampus ketika masanya. Jadi, mahasiswa dapat melakukan upaya
sharing ideas dengan dosen dan birokrat kampus dalam memberi pengaruh
lebih pada organisasi intra kampus dalam meningkatkan prestasi akademik mahasiswa.
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa organisasi intra kampus dapat menjadi solusi atas berbagai permasalahan yang terjadi pada mahasiswa. Karena, organisasi memiliki ruang yang mampu mengarahkan mahasiswa dalam memperbaiki segala kekurangannya, meningkatkan produktivitasnya untuk berkarya, dan bahkan menjadikan dirinya menjadi berprestasi sehingga bermanfaat bagi kehidupan bermasyarakat.
Berdasarkan kondisi di atas, penulis menganggap perlu adanya penelitian khusus pada kegiatan HMJ yang ada di FITK dan hubungannya dengan prestasi akademik mahasiswa, dengan harapan dapat ditarik benang merah dalam masalah ini melalui judul “Pengaruh Intensitas Mengikuti
Kegiatan Organisasi Intra Kampus Terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa”.
B. Identifikasi Masalah
Dari uraian latar belakang masalah di atas, maka masalah yang hendak dikaji dan dapat diidentifikasi adalah sebagai berikut :
1. Intensitas mengikuti kegiatan organisasi intra kampus dapat memberi pengaruh negatif terhadap prestasi akademik mahasiswa.
2. Intensitas mengikuti kegiatan organisasi intra kampus belum memfasilitasi kebutuhan akademik mahasiswa secara optimal.
C. Pembatasan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah di atas, maka untuk memudahkan penelitian dan memaksimalkan pemanfaatan instrumen-instrumen penelitian, maka penulis membatasi masalah pada intensitas kegiatan HMJ dan prestasi akademik mahasiswa, yaitu sebagai berikut:
1. Intensitas mengikuti kegiatan Organisasi intra kampus adalah kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh pengurus HMJ pada periode 2013-2014. 2. Prestasi akademik mahasiswa yaitu dalam bentuk Indeks Prestasi
Kumulatif (IPK)
D. Rumusan Masalah
Berdasarkan pembatasan masalah di atas, maka rumusan masalah pada penelitian adalah “adakah pengaruh intensitas mengikuti kegiatan
E. Tujuan dan Manfaat Penelitian
Dari rumusan masalah di atas, maka tujuan yang hendak dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh intensitas mengikuti kegiatan organisasi intra kampus terhadap prestasi akademik mahasiswa.
Manfaat dari penelitian ini adalah:
1. Bagi HMJ, hasil penelitian dapat dijadikan sebagai masukan untuk memaksimalkan pelaksanaan kegiatan yang menunjang prestasi akademik mahasiswa.
2. Bagi jurusan, hasil penelitian dapat dijadikan sebagai evaluasi dan bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan tentang kegiatan HMJ.
3. Bagi peneliti lain, hasil penelitian dapat dijadikan sebagai referensi untuk melakukan penelitian lebih lanjut.
F. Kegunaan Penelitian
Mengacu dari tujuan penelitian maka kegunaan dari penelitian ini adalah agar kedepannya organisasi intra kampus khususnya HMJ menjadi tempat belajar selain kelas di kampus karena dapat memfasilitasi kebutuhan akademik serta dapat membantu mengembangkan potensi mahasiswa sebagaimana kewajiban universitas terhadap mahasiswanya.
6 A. Kajian Teori
1. Kegiatan Organisasi Intra Kampus a. Pengertian Organisasi Intra Kampus
Organisasi secara bahasa berasal dari bahasa Yunani “Organon” yang berarti alat atau instrumen.1 Kata organisasi yang berasal dari bahasa Inggris organization yang berakar dari latin organiz (are), kemudian Inggris organize, yang berarti membangun (membentuk) suatu kebulatan (kesatuan) dari bagian-bagian yang berkaitan satu dengan yang lain.2
Dalam pengertian yang umum organisasi adalah setiap sistem kerja sama yang dijalankan oleh sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu apa pun.3 Pada dasarnya organisasi digunakan oleh manusia untuk mencapai tujuan. Berbagai permasalahan yang dihadapi manusia dapat diselesaikan dengan ikut menjadi anggota organisasi. Karena kebutuhan manusia itu sangat banyak dan beraneka ragam, sehingga pada dasarnya manusia tidak dapat terlepas dari organisasi.
Organisasi menjadi sarana/alat untuk mencapai tujuan yang diinginkan oleh manusia. Robbins berpendapat bahwa organisasi merupakan kesatuan sosial yang dikoordinasikan dengan sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.4
1Siswanto dan Agung Sucipto,Teori dan Perilaku Organisasi: Suatu Tujuan
Integratif,(Malang: UIN Malang Press, 2008), cet. I, hal. 54.
2Taliziduhu Ndraha, Manajemen Perguruan Tinggi, (Jakarta:Bina Aksara, 1988),
cet. I, hal.79.
3
The Liang Gie, Administrasi Perkantoran Modern, (Yogyakarta:Liberty Offset,2000)
4 Stephen P. Robbins, Organization Behavior: Concept, Controversies,
Dengan demikian, organisasi hanyalah sebatas perkumpulan orang-orang dan tidak berarti apa-apa jika setiap individu didalamnya tidak memahami tujuan bersama organisasi. Meskipun setiap orang terkadang memiliki tujuan yang berbeda ketika bergabung dengan suatu organisasi, tetapi tujuan bersama organisasi tetap menjadi landasan kerja individu tersebut. Dengan kerja keras setiap anggota, maka tujuan organisasi dapat tercapai.
Melalui pengertian organisasi yang dikemukakan oleh Gibson dkk dan Robbins, dapat disimpulkan sebuah organisasi itu merupakan:
a. Kumpulan individu-individu
Organisasi merupakan kumpulan orang yang berserikat dan bekerjasama. Hanya sekumpulan manusia saja yang dikategorikan sebagai organisasi.
b. Memiliki tujuan
Kriteria kedua terbentuknya organisasi adalah memiliki tujuan. Walaupun terdapat sekumpulan orang, namun mereka tidak memiliki tujuan yang sama, maka tidak dapat dikatakan sebagai organisasi.
c. Koordinasi
Setelah terdapat dua kriteria di atas, agar memudahkan dalam pencapaian tujuan, maka perlu ada pengkoordinasian. Pengkoordinasian ini merupakan kegiatan penting agar organisasi tersebut dapat terarah.5
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa organisasi adalah kumpulan individu yang memiliki tujuan bersama yang ingin dicapai oleh anggota-anggotanya. Tujuan tersebut akan tercapai jika seluruh anggota menjalin koordinasi dan berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan.. Dengan demikian, setiap organisasi memiliki tujuan masa depan dan seluruh individu didalamnya harus mengetahui serta memahami tujuan tersebut dan bersama-sama mencapainya. Jadi, partisipasi dan koordinasi merupakan dua hal yang saling berkaitan dalam usaha mencapai tujuan organisasi.
5 Siswanto,op cit., hal. 56.
Pada dasarnya organisasi itu ditinjau dari dua sudut pandang, yaitu organisasi bersifat dinamis dan statis.
a. Organisasi bersifat statis apabila organisasi dipandang sebagai alat pencapaian tujuan, dan sebagai wadah/tempat sekelompok orang yang bekerjasama. Suatu organisasi yang bersifat statis juga mengandung maksud organisasi merupakan jaringan kerja yang bersifat formal seperti dalam bagan struktur organisasi. Selain itu, organisasi merupakan wewenang, garis komando, dan tanggungjawab.
b. Adapun organisasi bersifat dinamis memandang organisasi merupakan suatu organ yang hidup, tumbuh, dan berkembang. Hal ini mengandung maksud bahwa meninjau organisasi dari segi isinya, apa dan siapa yang ada dalam organisasi itu? Sedangkan organisasi juga merupakan sekumpulan orang yang harus dikoordinasikan agar tercapai tujuan organisasi, tidak hanya tujuan masing-masing individu. Pengorganisasian individu dalam organisasi merupakan kunci keberhasilan organisasi, di samping pengorganisasian struktur dan desain organisasi.6
Perbedaan organisasi yang bersifat dinamis dan statis hanyalah dari aspek sudut pandang atau pandangan anggota organisasi terhadap organisasi itu sendiri. Orang yang menganggap organisasi sebagai alat untuk mencapai tujuan dan wadah untuk bekerjasama, maka organisasi tersebut bersifat statis. Sedangkan organisasi yang dianggap sebagai organ yang tumbuh dan berkembang, maka organisasi tersebut bersifat dinamis.
Berikut ini beberapa pengertian hal yang berkaitan dengan organisasi :
1. Pengorganisasian. Pengorganisasian meliputi kegiatan pembagian pekerjaan, menugaskan anggota organisasi untuk mengerjakannya. Mengalokasikan sumber daya dan mengkoordinasikan upaya-upaya yang ditempuh.7
2. Struktur organisasi. Struktur organisasiadalah susunan komponen-komponen (unit-unit kerja) dalam organisasi. Struktur organisasi
6
Siswanto, op cit., hal. 55-56.
7
Ais Zakiyudin, Teori dan Praktek Manajemen: Sebuah Konsep yang Aplikatif dan Disertai Profil Wirausaha Sukses, (Jakarta: Mitra Wacana Media, 2013), hal. 33.
menunjukkan adanya pembagian kerja dan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda diintegrasikan (koordinasi).8
3. Bagan organisasi. Bagan organisasi adalah suatu gambar struktur organisasi yang formal, di mana dalam gambar tersebut ada garis-garis yang menunjukkan kewenangan dan hubungan komunikasi formal yang tersusun secara hierarkis.9
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa organisasi adalah wadah di mana sekumpulan individu yang memiliki usaha bersama untuk mencapai tujuan bersama, dengan adanya pengorganisasian, koordinasi, komunikasi, dan lain sebagainya. Mengingat bahwa cita-cita tiap individu berbeda namun memalui organisaiseseorang dapat lebih mudah menggapai cita-citanya, yaitu ketika dipadukan dengan cita-cita orang lain. Namun dengan terbentuknya organisasi belum tentu menjadi jaminan bahwa tujuan kita tercapai bila didalamnya tidak didukung kekompakan, solidaritas, serta rasa penuh tanggung jawab, bahkan organisasi yang berhasil justru menerapkan sikap kekeluargaan sebagai kunci keberhasilannya disamping ketekunan dan kesungguhan melaksanakan tugas dan tanggung jawab.
Organisasi kemahasiswaan PTAI sebagai salah satu wahana pengembangan kepribadian dan peningkatan wawasan dan intelektual merupakan salah satu bagian dari keseluruhan sistem akademis di PTAI.Kontribusinya ditujukan untuk membina dan mengembangkan kepribadian dalam rangka mencapai fungsi dan tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa yang bermartabat, dan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang bertakwa, berilmu, dan beramal, serta mampu “learning how to think (belajar bagaimana berpikir), learning how to do (belajar bagaimana harus melakukan),
learning how to be ( belajar menjadi dirinya sendiri), dan learning how to
8 Mulyono, Manajemen Administrasi dan Organisasi Pendidikan, (Jogjakarta:
Ar-Ruzz Media, 2008), hal.70.
live together (belajar bagaimana harus hidup bersama orang lain)”.10
Jadi, organisasi mahasiswa intra kampus pada dasarnya merupakan wahana untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan dan penalaran, serta menyalurkan minat dan kegemaran.
b. Tujuan Organisasi Intra Kampus
Setiap organisasi tentu memiliki tujuan yang hendak dicapai. Organisasi intra kampus memiliki tujuan sebagai berikut, yaitu :
1) Mendorong mahasiswa menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan, dan menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian yang bernuansa islami.
2) Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau bakat dan minat dan/atau mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, dan memperkaya kebudayaan nasional yang bernuansa islami dan berwawasan kebangsaan.11
Selain tujuan di atas, pada pasal 168 ayat 2 dalam statuta UIN Jakarta disebutkan bahwa organisasi kemahasiswaan dibentuk dengan tujuan untuk melaksanakan kegiatan peningkatan penalaran, minat, kegemaran, dan kesejahteraan kemahasiswaan dalam universitas.12
Pada AD/ART Lembaga Kemahasiswaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta BAB III pasal 4 disebutkan bahwa tujuan lembaga kemahasiswaan adalah :
1) Membentuk mahasiswa yang bertakwa kepada Allah SWT, memiliki integritas, kepribadian baik, wawasan yang luas, kreatifitas, dan kepedulian sosial
2) Membina mahasiswa yang sadar dan menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berorientasi Islam sebagai landasan nilai membangun Indonesia.13
10Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Islam Nomor 1741 Tahun 2013
Tentang Penetapan Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan Perguruan Tinggi Agama Islam. hal. 6
11
Ibid., hal. 7
12 Departemen Agama RI Universitas Syarif Hidayatullah Jakarta, Organisasi dan Tata Kerja, Statuta dan Uraian Tugas UIN Jakarta, 2004.
Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa organisasi intra kampus memiliki berbagai tujuan yang hendak dicapai. Secara umum tujuan tersebut adalah untuk meningkatkan kualitas diri mahasiswa, baik spritual, intelektual, maupun keterampilan.
c. Tujuan Berorganisasi
Setiap organisasi memiliki tujuan masing-masing yang hendak dicapai. Perbedaan ini karena latar belakang didirikannya suatu organisasi. Setiap orang yang bergabung atau mendirikan suatu organisasi memiliki alasan tertentu. Berikut akan dijelaskan tujuan seseorang masuk organisasi.
Tujuan seseorang masukdalam organisasi antara lain:
a. Kelompok dapat memberikan perlindungan sehingga seseorang memperoleh rasa aman. Rasa aman dalam menyalurkan bakat dan minatnya, keinginan untuk mendapatkan keadilan, keinginan diakui sebagai anggota dalam suatu kelompok.
b. Kelompok dapat membantu seseorang untuk menghadapi kesulitan. c. Kelompok dapat memberikan prestige, status sosial dan
pengakuan.
d. Kelompok dapat memberikan dorongan dan semangat.
e. Kelompok dapat memberikan bimbingan dan pengarahan dalam rangka meningkatkan prestasi seseorang.
f. Kelompok dapat memberikan kepuasan yang bersifat psikologis dan kepuasan sosial.14
Tujuan sesorang masuk dalam organisasi adalah karena kelompok atau organisasi mampu memenuhi kebutuhan dan keinginan dari diri seseorang tersebut. Kebutuhan dan keinginan yang dimaksud adalah seseorang pasti membutuhkan semangat atau motivasi untuk mendapatkan keadilan dan pengakuan sebagai bagian dalam kelompok.
Etzioni mendefinisikan tujuan organisasi sebagai “satu pernyataan tentang keadaan yang diinginkan dimana organisasi termasuk untuk merealisasikan dan sebagai pernyataan tentang keadaan di waktu yang akan dating dimana organisasi sebagai kolektivitas mencoba untuk
14 Siswanto, op cit., hal.62.
menimbulkannya”.15 Jadi tujuan organisasi adalah suatu keadaan yang harus direalisasikan di waktu mendatang secara bersama-sama anggota kelompok.
Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa, seseorang memiliki tujuan yang berbeda-beda untuk mengikuti organisasi, karena setiap individu memiliki kepribadian dan niat yang beraneka ragam. Oleh karena itu, organisasi mesti berperan untuk mewadahi keanekaragaman tersebut. Sebab, individu membutuhkan kepuasan, kesenangan, dan pengakuan dengan mengikuti organisasi.
d. Ruang Lingkup Organisasi Intra Kampus
Organisasi intra kampus memiliki ruang lingkup pembinaan dan pengembangan mahasiswa dalam kegiatan kokurikuler dan ekstrakulikuler yang mencakup beberapa dimensi, yakni:
1) Pembinaan dan pengembangan kemampuan intelektual, keseimbangan emosi, dan penghayatan spiritual, agar menjadi warga negara yang bertanggung jawab serta berkontribusi pada daya saing bangsa.
2) Pembinaan dan pengembangan kekuatan moral dalam mewujudkan masyarakat yang demokratis, berkeadilan dan berbasis pada partisipasi publik.
3) Pembinaan dan pengembangan kepribadian, bakat, enterpreneurship kegemaran dan kesejahteraan.
4) Pemantapan sarana dan prasarana untuk mendukung pembinaan dan pengembangan dan aktualisasi diri mahasiswa.16
Berdasarkan ruang lingkup di atas, organisasi intra kampus memiliki ruang lingkup yang cukup luas dalam membentuk kepribadian seorang mahasiswa, seperti pembinaan intelektual, emosional, spritual, dan moral.
15 T. Hani Handoko,Manajemen, (Yogyakarta: BPEF, 1998), cet. XIII, hal.109. 16Panduan Pembinaan Mahasiswa PTAI. Direktorat Pendidikan Tinggi Islam.
e. Fungsi Organisasi Intra Kampus
Organisasi kemahasiswaan PTAI mempunyai fungsi sebagai:
1) Perwakilan mahasiswa PTAI untuk menampung dan menyalurkan aspirasi mahasiswa, menetapkan garis-garis besar program dan kegiatan kemahasiswaan.
2) Wahana komunikasi sivitas akademik.Wahana pengembangan potensi mahasiswa sebagai insan akademis, calon ilmuwan dan intelektual yang berguna bagi masyarakat.
3) Wahana pengambangan intelektual, bakat dan minat, pelatihan keterampilan, organisasi, manajemen, dan kepemimpinan mahasiswa.
4) Sarana pembinaan dan pengembangan kader-kader agama dan bangsa yang berpotensi dalam melanjutkan kesinambungan pembangunan nasional.
5) Sarana pemeliharaan dan pengembangan ilmu yang dilandasi oleh norma, akademis, etika, moral, dan wawasan kebangsaan.17
Fungsi HMJ/HMPS adalah:
1) Sebagai wadah untuk menjabarkan, melaksanakan, dan mengembangkan kegiatan kemahasiswaan sesuai dengan jurusan atau prodinya.
2) Melaksanakan koordinasi dan sinkronisasi kegiatan kemahasiswaan di tingkat jurusan/prodi.18
Organisasi intra kampus atau Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) memainkan peranan penting dalam kehidupan akademik mahasiswa. Organisasi ini dapat dijadikan wahana atau wadah untuk mengembangkan kreatifitas mahasiswa sehingga menjadi seseorang yang produktif. Peranan penting organisasi ini dapat diketahui dari beberapa fungsi di atas.
f. Jenis Kegiatan Organisasi Intra Kampus
Organisasi intra kampus dapat melaksanakan berbagai kegiatan dalam rangka membantu perkembangan kepribadian mahasiswa. Program kegiatan pengembangan kemahasiswaan tersebut pada dasarnya dapat dikelompokkan sebagai berikut:
17
Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Islam Nomor 1741 Tahun 2013 Tentang Penetapan Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan Perguruan Tinggi Agama Islam. hal. 9-10.
1) Penalaran dan keilmuan
Kegiatan ini adalah bertujuan untuk menanamkan sikap ilmiah, merangsang daya kreasi dan inovasi, meningkatkan kemampuan penelitian dan penulisan karya ilmiah. Program dalam kelompok ini dapat dilakukan dalam bentuk antara lain:
a) Forum akademik, ialah segala bentuk pertemuan ilmiah baik kegiatan intrakurikuler, kokurikuler maupun ekstrakulikuler. b) Lomba ilmiah, ialah segala bentuk kegiatan ilmiah yang
bersifat kompetitif yang dilaksanakan baik di dalam maupun di luar kampus.
3) Minat, Bakat, dan Kegemaran (MBK)
Program MBK ialah segala bentuk kegiatan penyalur dan pengembangan minat, bakat, dan kegemaran mahasiswa. Tujuannya adalah meningkatkan kemampuan dan menumbuhkan apresiasi mahasiswa terhadap olahraga dan seni, bakti sosial, jurnalistik, dan lain-lain.Kegiatan ini diwujudkan dalam berbagai bentuk, seperti pekan olahraga, pramuka, pecinta alam, kewirausahaan atau koperasi dan lain sebagainya.
4) Bidang organisasi.
Program pembinaan organisasi ialah segala bentuk kegiatan yang dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam bidang organisasi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam manajemen praktis berorganisasi, kepemimpinan, dan kemampuan kerjasama.
5) Pembinaan dan pengembangan kepribadian, yaitu segala bentuk kegiatan yang mengarah pada pembentukan kepribadian muslim. Seperti pengadaan buku pembinaan dan pengembangan kepribadian mahasiswa, Training ESQ, implementasi tata tertib mahasiswa.
6) Kesejahteraan dan kepedulian sosial. Bertujuan untuk meningkatkan pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, menanamkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa, menumbuhkan kecintaan kepada tanah air, kesatuan bangsa, dan lingkungan, kesadaran hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang bermartabat.19
Pembinaan dan pengembangan soft skill mahasiswa:
1) Kemampuan berkomunikasi. Seseorang yang berkomunikasi efektif dan bermakna menjadikan mitra bicara terpesona, menerima dan mengikut apa yang menjadi tujuannya. Keterampilan berkomunikasi memerlukan ilmu, latihan dan keterampilan.
2) Kemampuan berorganisasi. Ialah keterampilan mengatur kehidupan baik kehidupan pribadi maupun kehidupan
19
Panduan Pembinaan Mahasiswa PTAI. Direktorat Pendidikan Tinggi Islam. Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. Kementerian Agama RI 2011, hal. 36-39
berkelompok. Diantaranya yang paling penting ialah manajemen waktu.
3) Kepemimpinan. Dalam dunia modern, kemampuan seseorang dalam memimpin tidak sekedar ditentukan oleh kharismatik dan bakat tetapi pengetahuan sebagai hasil pendidikan dan latihan, pengalaman, kepribadian, dan kesempatan untuk memimpin.
4) Logika. Adalah kemampuan menyelesaikan masalah dengan pemikiran yang baik.
5) Upaya. Adalah usaha untuk mampu menghadapi tekanan dengan sikap asertif (asertif: ialah ketegasan dan kemampuan menyatakan pendapat sekaligus tetap menghormati dan peka terhadap kebutuhan orang lain dan optimis).
6) Kemampuan bekerjasama.
7) Etika/ tata susila. Ialah kemampuan membedakan yang benar-salah, baik-buruk, lalu melakukan yang benar dan meninggalkan yang salah. Kebenaran sesuatu ditentukan oleh nilai moral dan prinsip.20
Aktifitas dan pengalaman organisasi sangat peting untuk diikuti mahasiswa. Hal itu akan melatih dan membiasakannya berhadapan dengan orang lain. Adanya kegiatan akan berdampak baik bagi perkembangan dirinya, disiplinnya dan prestasinya. Adanya kegiatan akan menggerakkan potensi-potensi yang ada dalam dirinya. Sekalipun demikian, dapat juga terjadi penurunan prestasi karena mahasiswa terlalu aktif dalam organisasi sehingga waktu dan perhatiannya tersita untuk kegiatan tersebut.21 Selain itu, yang perlu diperhatikan adalah hendaknya memilih kegiatan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa dan dikemas dengan menarik, sehingga kegiatan tersebut berkesan dan bermanfaat.
2. Prestasi Akademik
a. Pengertian Prestasi Akademik
Belajar menurut Hitzman adalah suatu perubahan yang terjadi dalam diri manusia disebabkan oleh pengalaman yang dapat memengaruhi
20
Panduan Pembinaan Mahasiswa PTAI. Direktorat Pendidikan Tinggi Islam. Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. Kementerian Agama RI 2011, hal. 45-49
21Tulus Tu’u, Peran Disiplin Pada Perilaku dan Prestasi Siswa, (Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia, 2004), hal. 18.
tingkah laku manusia tersebut.22 Jadi, perubahan yang ditimbulkan oleh pengelaman dapat dikatakan belajar apabila mempengaruhi.
Prestasi merupakan hasil yang dicapai seseorang ketika mengerjakan tugas atau kegiatan tertentu. Prestasi akademik adalah hasil belajar yang diperoleh dari kegiatan pembelajaran di sekolah atau perguruan tinggi yang bersifat kognitif dan biasanya ditentukan melalui pengukuran dan penilaian.23
Dalam jurnal yang ditulis oleh Rosi Kurniawati & Tino Leonardi, Winkel menyatakan bahwa prestasi akademik adalah penampakan hasil belajar seseorang yang merupakan hasil suatu penilaian dibidang pengetahuan, keterampilan, dan sikap sebagai hasil belajar yang dinyatakan dalam bentuk nilai.24
Jadi, hasil belajar yang berupa perubahan pada diri seseorang dinyatakan dengan angka-angka atau nilai yang dapat dipahami oleh peserta didik dan orang tua.
b. Indeks Prestasi Akademik
Prestasi akademik sebagai acuan tingkat ketercapain hasil belajar disampaikan kepada peserta didik maupun orangtuanya.Pada lembaga pendidikan tinggi atau kampus, nilaiseorang mahasiwa disebut dengan indeks prestasi.Ada dua indeks prestasi, yaitu Indeks Prestasi Semester (IPS) dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). IPS adalah hasil perhitungan jumlah nilai seluruh mata kuliah ( jumlah SKS dikalikan nilai bobot) pada suatu semester dibagi dengan jumlah SKS-nya. IPK adalah hasil penghitungan jumlah nilai semua mata kuliah lebih dari satu semester
22Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan: Dengan Pendekatan Baru, (Bandung:
PT Remaja Rosdakarya, 2010), cet. XVI, hal. 88.
23Tulus Tu’u, Peran Disiplin Pada Perilaku dan Prestasi Siswa, (Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia, 2004).
24
Rosi Kurniawati dan Tino Leonardi, Hubungan Antara Metakognisi dengan Prestasi Akademik pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Airlangga yang Aktif Berorganisasi di Organisasi Mahasiswa Tingkat Fakultas, Jurnal Psikologi Pendidikan dan Perkembangan, vol.2, No.1, April 2003.
dikalikan nilai bobot dan dibagi dengan jumlah SKS.25Nilai yang tertera pada IPS atau IPK inilah yang menjadi acuan tingkat prestasi akademik seorang mahasiswa.
c. Tujuan dan Fungsi Prestasi Akademik
Tujuan prestasi akademik adalah sebagai berikut:
1) Untuk mengetahui tingkat kemajuan yang telah dicapai peserta didik dalam suatu kurun waktu proses belajar.
2) Untuk mengetahui posisi atau kedudukan peserta didik dalam kelompok kelasnya.
3) Untuk mengetahui tingkat usaha yang dilakukan peserta didik dalam belajar.
4) Untuk mengetahui segala upaya peserta didik dalam mendayagunakan kapasitas kognitifnya (kemampuan kecerdasan yang dimilikinya) untuk keperluan belajar.26
Selain memiliki tujuan, prestasi akademik juga memilik fungsi-fungsi sebagai berikut:
1) Fungsi diagnostik untuk mengidentifikasi kesulitan belajar mahasiswa dan merancang program remedial teaching (pengajaran perbaikan).
2) Fungsi adminstratif untuk penyusunan daftar nilai.27
Pada dasarnya, hasil prestasi akademik merupakan bagian dari proses evaluasi, sehingga dapat diketahui tingkat ketercapaian tujuan pembelajaran dan juga dapat dijadikan pertimbangan pengambilan keputusan baik bagi mahasiswa, orang tua, maupun dosen atau kampus.
25 Tim Penyusun,Pedoman Akademik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Program Strata 1 2011/2012.
26Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan: Dengan Pendekatan Baru, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2010), cet. XVI, hal. 140.
27Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan: Dengan Pendekatan Baru, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2010), cet. XVI, hal. 141.
d. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Akademik
Proses dan hasil/prestasi belajar dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal yang dapat dijabarkan lebih lanjut sebagai berikut :
1) Faktor yang berasal dari dalam diri (internal), diantaranya meliputi: a) Minat
Merupakan kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan.Kegiatan yang diminati seseorang, diperhatikan terus-menerus yang disertai dengan rasa senang.28 b) Kecerdasan/intelegensi
Kepandaian atau sering juga disebut kecakapan, dapat dibagi menjadi dua bagian.Pertama adalah kepandaian nyata yang dapat dilihat atau diketaui dari nilai prestasi belajar.Yang kedua adalah kepandaian potensial.Ada juga yang menyebutnya bakat.29Intelegensi merupakan suatu kemampuan belajar disertai kecakapan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan yang dihadapinya.
c) Bakat
Merupakan kemampuan tertentu yang telah dimiliki seseorang sebagai kecakapan pembawaan. Dengan kata lain bakat adalah kemampuan untuk belajar. Kemampuan itu baru akan terealisasi menjadi kecakapan yang nyata sesudah belajar atau berlatih.30 d) Motivasi
Motivasi dalam belajar merupakan faktor penting karena hal tersebut merupakan keadaan yang mendorong keadaan mahasiswa untuk belajar.Dalam motivasi terkandung adanya keinginan yang
28
Slameto, Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya, (Jakarta: Rineka Cipta, 2010), cet. V, hal. 57.
29 Hasbullah Thabrany, Rahasia Sukses Belajar, (Jakarta: PT RajaGrafindo,
1995), cet.II, hal. 22.
30
mengaktifkan, menggerakkan, menyalurkan, dan mengarahkan sikap dan perilaku individu untuk belajar.
Motivasi berprestasi merupakan salah satu faktor yang ikut serta menentukan keberhasilan dalam belajar.31 Motivasi belajar penting bagi peserta didik, diantaranya yaitu:
1. Menyadarkan kedudukan awal belajar, proses, dan hasil akhir.
2. Menginformasikan tentang kekuatan usaha belajar, yang dibandingkan dengan teman sebaya.
3. Mengarahkan kegiatan belajar. 4. Membesarkan semangat belajar.
5. Menyadarkan tentang adanya perjalanan belajar kemudian bekerja (disela-selanya adalah istirahat atau bermain) yang berkesinambungan.32
2) Faktor yang berasal dari luar diri (eksternal), diantaranya meliputi: a) Lingkungan sosial
Lingkungan sosial seperti para pendidik, tenaga kependidikan, dan teman-teman. Selain itu masyarakat sekitar juga turut mempengaruhi.
b) Lingkungan non-sosial
Faktor ini terdiri dari gedung/sarana fisik kelas, sarana/alat pengajaran serta strategi belajar mengajar yang digunakan akan mempengaruhi proses dan hasil belajar peserta didik.
c) Faktor aktifitas organisasi
Bila peserta didik sangat potensial, banyak aktivitas organisasi selain dapat menunjang hasil belajar, dapat juga mengganggu hasil belajar apabila peserta didik tidak mengatur waktu dengan baik.33
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat diketahui terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi prestasi akademik mahasiswa baik internal maupun eksternal. Oleh karena itu, terutama mahasiswa
31Djaali, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2011), cet. V, hal.110.
32 Dimyati,op cit., hal. 80-85.
33Tulus Tu’u, Peran Disiplin Pada Perilaku dan Prestasi Siswa, (Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia, 2004), hal.85.
dan juga dosen untuk memahami faktor faktor tersebut, sehingga potensi-potensi dan sumber daya dapat dimanfaatkan dengan maksimal untuk memperoleh prestasi akademik yang baik. Selain itu juga, hal-hal yang dapat menghambat dapat dihindari dan dicegah sedini mungkin.
B. Kerangka Berpikir
Mahasiswa sering disebut sebagai agent of change dan agent of social
controll karena mahasiswa merupakan insan akademik yang dianggap
memiliki keunggulan dalam berpikir dan bertindak. Seorang mahasiswa tidak hanya dituntut untuk menguasai suatu bidang ilmu saja, tetapi diharapkan mampu berpikir inovatif, bertindak kreatif sehingga membawa perubahan-perubahan positif dalam masyarakat.Jadi, kemampuan akademik mahasiswa perlu ditunjang oleh kemampuan leadership dan problem solving untuk memenuhi harapan masyarakat.
Peneliti percaya bahwa untuk mendapat ilmu, mahasiswa tidak hanya mengandalkan proses perkuliahan di kelas semata, tetapi juga dari kegiatan lain, yaitu organisasi. Organisasi Intra Kampus merupakan organisasi yang terdapat di kampus yang mengajarkan mahasiswa untuk bekerja sama dalam mengelola suatu kegiatan yang bersifat memimpin dan memecahkan masalah.
Menurut hemat peneliti, Kegiatan organisasi mahasiswa dan kegiatan akademik bagaikan sekeping mata uang, tidak dapat dipisahkan. Karena kedua aspek tersebut perlu dikuasai oleh seorang mahasiswa sebagai bekal masa depan. Meskipun demikian, sebagai seorang mahasiswa, tentu aspek akademik menjadi prioritas utama.
Oleh karena itu, HMJ diharapkan mampu mampu memilih kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa serta melaksanakannya secara baik, sehingga kegiatan tersebut memberikan pembelajaran kepada mahasiswa. Selain itu, mahasiswa yang menjadi pengurus HMJ seharusnya aktif dan selalu berpikir untuk mengembangkan diri sendiri dan mahasiswa lainnya
melalui kegiatan-kegiatan HMJ, dan tentunya harus memiliki manajemen waktu yang baik, sehingga kegiatan akademik tidak diabaikan.
Hasil kegiatan akademik atau prestasi akademik mahasiswa adalah hasil yang telah dicapai oleh mahasiswa setelah mengikuti proses perkuliahan dalam waktu tertentu baik berupa perubahan tingkah laku, sikap, keterampilan dan pengetahuan. Sementara itu, peneliti menilai bahwa kegiatan organisasi intra kampus merupakan proses perkembangan potensi mahasiswa dari berbagai aspek, seperti aspek kepribadian, aspek kepemimpinan, aspek manajemen konflik, aspek pemecahan masalah, dan intelektual.
Berdasarkan penjelasan di atas, peneliti menilai bahwa mahasiswa yang memperoleh manfaat dari intensitas mengikuti kegitan HMJ adalah mereka yang memiliki kemampuan mengatur waktu dengan baik, sehingga dapat menentukan skala prioritas dalam kegiatannya sehari-hari. Selain itu, mahasiswa tersebut juga tidak mengabaikan kewajiban akademiknya, sehingga tanggung jawab akademik dan kegiatan organisasi dapat berjalan berdampingan dan saling mendukung satu sama lain. Begitupun sebalikmya, mahasiswa yang tidak mampu mengatur waktu dengan baik, maka ia terlalu fokus pada kegiatan organisasi dan mengabaikan tuntutan akademiknya. Sehingga, kemungkinan prestasi akademik mahasiswa tersebut mengalami penurunan.
Dengan demikian dapat di duga bahwa intensitas seorang mahasiswa mengikuti kegiatan organisasi dapat meningkatkan prestasi akademiknya. Sebaliknya, mahasiswa yang tidak intens mengikuti kegiatan organisasi tidak meningkat prestasi akademiknya.
C. Hipotesis
Hipotesis yang diuji dalam penelitian berikut ini adalah sebagai berikut:
1. Hipotesis alternatif (Ha), yaitu adanya pengaruh intensitas kegiatan organisasi intra kampus terhadap prestasi akademik mahasiswa.
2. Hipotesis nol (Ho), yaitu tidak adanya pengaruh intensitas kegiatan organisasi intra kampus terhadap prestasi akademik mahasiswa.
D. Penelitian Relevan
Penelitian mengenai pengaruh kegiatan organisasi terhadap prestasi sebelumnya pernah dilakukan oleh Ahmad Hasenuddin (2010) dengan judul Pengaruh Kegiatan Ekstrakurikuler Terhadap Prestasi Belajar Siswa Mts. Negeri Pagedangan Tangerang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh kegiatan ekstrakurikuler terhadap prestasi siswa Mts. Negeri Pagedangan Kabupaten Tangerang.Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif.Populasi penelitiannya adalah seluruh siswa Mts. Negeri Pagedangan Tangerang tahun pelajaran 2010/2011. Teknik sampel yang digunakan adalah
startified random sampling. Sampel yang dipergunakan sebanyak 15%
dari populasi.Data penelitian dikumpulkan melalui metode observasi, wawancara, angket, dan studi dokumentasi.Teknik analisis yang digunakan adalah korelasi product moment. Uji analisis data dengan korelasi product moment menghasilkan”r” hitung sebesar 0,59. Harga “r” hitung lebih besar dari pada “r” tabel pada taraf signifikan 5% sebesar 0,250, maupun pada taraf signifikansi 1% yaitu sebesar 0,325. Sehingga pengajuan hipotesis diterima.Maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bersifat positif antara kegiatan organisasi ekstrakulikuler dengan prestasi belajar siswa Mts. Negeri pagedangan Kabupaten Tangerang.34
Kemudian pada tahun 2013 penelitian serupa dilakukan oleh Imran Satria Muchtar dengan judul Korelasi Antara Keaktifan Berorganisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dengan Prestasi Belajar Siswa Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Darul Muttaqien.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang positif antara keaktifan
34 Ahmad Nasehuddin, Pengaruh Kegiatan Ekstrakurikuler Terhadap Prestasi
Belajar Siswa Mts. Negeri Pagedangan Kabupaten Tangerang, skripsi pada sarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2010, tidak dipublikasikan.
berorganisasi siswa intra sekolah (OSIS) terhadap prestasi belajar siswa Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Darul Muttaqien.Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan pendekatan kuantitatif.Teknik pengambilan sampel yaitu random sampling.Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket dengan bentuk pilihan ganda.Sedangkan teknik korelasi yang digunakan adalah product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai r hitung sebesar 0,240 dan termasuk kategori lemah atau rendah (nilai r hitung pada rentang 0,20 - 0,40) dengan nilai KD sebesar 5,76%.35
Dari kedua penelitian tersebut dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh positif kegiatan organisasi terhadap prestasi belajar siswa.Namun pengaruhnya tidak signifikan. Penelitian ini akan kembali diteliti namun dalam lingkup yang berbeda, yaitu di organisasi intra kampus Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ). Dari dimensi ruang lingkup, penelitian ini dibandingkan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti lain memiliki perbedaan yang sangat prinsip. Bagi siswa di sekolah, mengikuti salah satu kegiatan ekstrakurikuler merupakan suatu kewajiban. Pengurus OSIS merupakan mereka yang dipilih oleh guru berdasarkan kepintaran dan keaktifan siswa. Sedangkan bagi mahasiswa, mengikuti kegiatan HMJ atau menjadi pengurus bukanlah sebuah kewajiban ataupun dipilih oleh dosen, tetapi berdasarkan kehendak sendiri. Perbedaan keadaan objek penelitian ini tentu mempengaruhi hasil penelitian.
35
Imran Satria Muchtar, Korelasi Antara Keaktifan Berorganisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) Dengan Prestasi Belajar Siswa Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Darul Muttaqien, skripsi pada sarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2014, tidak dipublikasikan.
24 A. Tempat dan Waktu Penelitian
Tempat penelitian : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK). UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Jl. Ir. H. Juanda No.95.
Tabel 3.1 Waktu Penelitian
No Kegiatan Waktu
1 Pengajuan judul September 2014
2 Konsultasi bimbingan Desember 2014 - Januari 2016
3 Pengumpulan data November 2015
4 Analisa data Desember 2015- Januari 2016
5 Penulisan laporan Januari 2016
B. Metode Penelitian
Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Fokus penelitian ini adalah pengaruh kegiatan organisasi intra kampus terhadap prestasi akademik mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif sebagai metode ilmiah, karena telah memenuhi kaidah-kaidah ilmiah yaitu konkrit/empiris, obyektif, terukur, rasional, dan sistematis. Metode ini data penelitiannya berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik.
C. Populasi
Menurut Sugiyono, populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.1 Populasi bukan hanya orang, tetapi juga objek dan benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada
1
Sugiyono, Metodologi Penelitian Kuantitaif, Kualitatif, dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2011), cet XIV, hal. 80.
objek/subjek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subjek/objek tersebut. Populasi dari penelitian ini adalah pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan di FITK periode 2013-2014.
Tabel 3.2
Rekapitulasi Data Pengurus HMJ FITK Periode 2013-2014
No Jurusan L P Jumlah
1 Manajemen Pendidikan 20 20 40
2 Pendidikan Agama Islam 21 40 61
3 Pendidikan Bahasa Arab 29 22 51
4 Pendidikan Bahasa Inggris 9 24 33
5 Pendidikan Bahasa dan Sastra
Indonesia 21 56 77
6 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial 29 52 81
7 Pendidikan Matematika 18 29 47
8 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam 17 55 72
9 Pendidikan Guru Madrasah
Ibtidaiyah 9 33 42
Jumlah 504
Berdasarkan data di atas, dapat diketahui bahwa jumlah pengurus HMJ FITK periode 2013-2014 adalah 504 orang.
D. Sampel
Sedangkan sampel menurut Sugiyono adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Apa yang dipelajari dari sampel itu, kesimpulannya akan dapat diberlakukan untuk populasi. Untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representatif (mewakili).2 Untuk sampelnya peneliti menggunakan stratified random
sampling. Stratified random sampling adalah teknik sampling yang
2
digunakan bila populasi yang menjadi anggota atau unsur terdiri atas tingkatan-tingkatan atau strata.3
Untuk menentukan sampel yang populasinya kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya menjadi penelitian populasi. Tetapi jika populasinya besar dapat diambil antara 10-15% atau 20-25% atau lebih.4Populasi yang dituju pada penelitian ini adalah pengurus HMJ FITK periode 2013-2014 yang berjumlah 504 orang mahasiswa, atas pertimbangan waktu, tenaga, dan dana, maka peneliti menetapkan jumlah sampel 10% dari populasi, yaitu 0,10 x 504 = 50. Karena teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling, maka jumlah sampel harus proporsional sesuai dengan populasi. Jika berjumlah 50 orang responden yang tersebar di sembilan HMJ, maka dari sembilan HMJ tersebut harus diambil sampel secara acak proporsional sesuai dengan populasi. Berikut ini adalah cara menentukan ukuran sampel dari tiap HMJ:
1. HMJ Manajemen Pendidikan, jumlah populasinya 40. Maka
ukuran sampelnya adalah: 40
504 x 50 = 4
2. HMJ Pendidikan Agama Islam, jumlah populasinya 61. Maka
ukuran sampelnya adalah: 61
504 x 50 = 6
3. HMJ Pendidikan Bahasa Arab, jumlah populasinya 51. Maka
ukuran sampelnya adalah: 51
504 x 50 = 5
4. HMJ Pendidikan Bahasa Inggris, jumlah populasinya 33. Maka
ukuran sampelnya adalah: 33
504 x 50 = 3
5. HMJ Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, jumlah populasinya
77. Maka ukuran sampelnya adalah: 77
504 x 50 = 8
3
Muhammad Idrus, Metode Penelitian Ilmu Sosial, (Jakarta: Erlangga, 2009), hal. 96.
4
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 1998), cet. IV, hal. 120.
6. HMJ Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, jumlah populasinya 81.
Maka ukuran sampelnya adalah: 81
504 x 50 = 8
7. HMJ Pendidikan Matematika, jumlah populasinya 47. Maka
ukuran sampelnya adalah: 47
504 x 50 = 5
8. HMJ Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam, jumlah populasinya 72.
Maka ukuran sampelnya adalah: 72
504 x 50 = 7
9. HMJ Pendidikan Guru Madrasah Ibyidaiyah, jumlah populasinya
42. Maka ukuran sampelnya adalah: 42
504 x 50 = 4
Tabel 3.3 Sampel Penelitian
No Jurusan Jumlah Responden
1 Manajemen Pendidikan 4
2 Pendidikan Agama Islam 6
3 Pendidikan Bahasa Arab 5
4 Pendidikan Bahasa Inggris 3
5 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 8
6 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial 8
7 Pendidikan Matematika 5
8 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam 7
9 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 4
Total 50
Jadi jumlah seluruhnya 4+ 6+ 5+ 3+ 8+ 8+ 5+ 7+ 4 = 50
E. Variabel Penelitian
Variabel bebas atau variabel independen (x) dalam penelitian ini adalah kegiatan organisasi intra kampus
2. Variabel terikat
Variabel terikat atau variabel dependen (y) dalam penelitian ini adalah prestasi mahasiswa yang digambarkan dalam bentuk indeks prestasi.
F. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data.
Teknik yang akan digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah studi dokumen dan angket.
1. Studi Dokumen
Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang. Dokumen yang berbentuk tulisan misalnya catatan harian, sejarah kehidupan, cerita, biografi, peraturan, kebijakan, dan lain-lain.5 Dalam penelitian ini dokumen yang diambil adalah indeks prestasi kumulatif responden.
2. Kuesioner (Angket)
Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.6 Desain angket yang digunakan dalam penelitian adalah berdasarkan model skala Likert. Berikut adalah tabel skor penilaian angket:
5Sugiyono, op cit, hal. 240. 6Sugiyono, Ibid, hal. 142.
Tabel 3.4 Desain Angket Alternatif Jawaban Skor
Positif Negatif Sangat Setuju 5 1 Sangat Sering Setuju 4 2 Sering Kurang Setuju 3 3 Kadang-kadang Tidak Setuju 2 4 Jarang Sangat Tidak Setuju
1 5
Tidak Pernah
Di bawah ini pembagian dimensi dan indikator kegiatan organisasi intra kampus (HMJ):
Tabel 3.5 Kisi-kisi Instrumen
Variabel Indikator Nomor item Jumlah
Intensitas mengikuti kegiatan HMJ
1. Aktif mengikuti kegiatan HMJ.
2. Berkontribusi dalam kegiatan HMJ.
3. Masukan bagi kegiatan HMJ. 4. Terbuka dalam menerima masukan.
5. Mampu membagi waktu. 6. Merasakan manfaat akademik dan non-akademik.
7. Mampu membuat skala prioritas. 1, 2, 3, 4 5, 6, 7 8, 9 10, 11, 12, 13 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20 21, 22, 23 4 2 1 2 4 7 3 G. Analisis Instrumen 1. Validitas Instrumen
Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk menmgukur apa yang seharusnya diukur.7 Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan korelasi product moment dengan rumus:
𝑟
𝑥𝑦= 𝑁∑𝑋𝑌−(∑𝑋)(∑𝑌)√{𝑁∑𝑋²−(∑𝑋)²}{𝑁∑𝑌²−(∑𝑌)²}
𝑟
𝑥𝑦=
Koefisien validitas butir pernyataan yang dicari 𝑋2 = Kuadrat dari X𝑌2 = Kuadrat dari Y
∑𝑥𝑦 = Jumlah perkalian X dan Y N = Jumlah subjek
Nilai rxy (r hitung) yang didapat menggunakan rumus di atas, kemudian
dibandingkan dengan nilai r tabel. Jika r hitung > dari r tabel maka butir soal dinyatakan valid, sebaliknya jika r hitung < dari r tabel maka butir soal dinyatakan tidak valid atau drop.
Dari hasil perhitungan uji validitas yang telah dilakukan, diperoleh nilai item yang valid dan drop sebagai berikut:
Tabel 3.6
Hasil Perhitungan Nomor Item Valid dan Drop Intensitas Mengikuti Kegiatan Organisasi Intra Kampus
N = 20, α = 0,05, Maka angka kritis r = 0,444 Butir Soal Hasil Koefisien Korelasi Keterangan 1 0,719 Valid 2 0,682 Valid 3 0,587 Valid 4 0,576 Valid 5 0,829 Valid 6 0,410 Drop 7 0,659 Valid 7
8 0,690 Valid 9 0,367 Drop 10 0,404 Drop 11 0,136 Drop 12 0,541 Valid 13 0,521 Valid 14 0,672 Valid 15 0,733 Valid 16 0,595 Valid 17 0,633 Valid 18 0,702 Valid 19 0,452 Valid 20 0,603 Valid 21 0,595 Valid 22 0,637 Valid 23 0,825 Valid 24 0,726 Valid 25 0,576 Valid 26 0,690 Valid 27 0,595 Valid Soal Valid 23 Soal Drop 4
Dengan demikian item atau butir pernyataan yang akan digunakan dalam penelitian ini sebanyak 23 item.
Keterangan: perhitungan uji validitas terlampir.
2. Reabilitas instrumen
Reliablitas atau keandalan adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan.8 Reliablitas menunjukkan sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten bila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama dengan alat pengukur yang sama. Uji reliabilitas instrumen dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui konsistensi dari instrumen sebagai alat ukur, sehingga hasil suatu pengukuran dapat dipercaya.9 Uji reliablitas
8
Syamsul Bachri Thalib, Psikologi Pendidikan Berbasis Analisis Empiris & Aplikatif,(Jakarta: Kencana 2010), cet. I, hal. 292.
9
Supranto & Nandan Limakrisna, Petunjuk Praktis Penelitian Ilmiah Untuk Menyusun Skripsi, Tesis, dan Disertasi, (Jakarta: Mitra Wacana Media, 2012), hal. 99.
instrumen penelitian ini menggunakan teknik alpha croncbach dengan rumus:
𝑟
11= [
𝑘−1𝑘] – [ 1-
∑σ𝑖 2 σ𝑡2]
Keterangan:𝑟
11=
reliabilitas instrumen𝑛 =
banyaknya soal∑σ
𝑖2=
jumlah varians butirσ
𝑡2=
varians totalSebelum dimasukkan ke dalam rumus alpha terlebih dahulu harus diketahui jumlah varians butir, menggunakan rumus varians berikut ini:
(
)
1 2 2 2 − − =∑
∑
N N X X σdimana: σ = Varians butir. 2
∑
2X
= Jumlah X kauadrat.
∑
X = Jumlah skor tiap butir.10Dari hasil perhitungan uji reabilita variabel X (Intensitas Mengikuti Kegiatan ) diperoleh nilai r hitung sebesar 0,902, sedangkan nilai r tabel dengan N = 20 dan nilai α = 0,05 adalah sebesar 0,444, maka angket variabel dinyatakan reliabel.
Keterangan: perhitungan uji reliabilitas terlampir.
H. Teknik Analisis Data
1. Uji normalitas. Uji normalitas merupakan suatu pengujian sekelompok data untuk mengetahui apakah distribusi data tersebut membentuk kurva normal atau tidak. Uji normalitas dibutuhkan untuk keperluan analisis
10 Suharsimi, Ibid., hal. 239.
data. Ada pun rumus Chi-kuadrat yang digunakan dalam uji normalitas adalah11: X² = ∑ (𝑓𝑜−𝑓ℎ)² 𝑓ℎ ℎ 𝑖=1
Keterangan: fo = frekuensi yang diobservasi fh = frekuensi yang diharapkan X²hitung ≤ X²tabel = normal
2. Kemudian dalam menguji pengaruh kegiatan organisasi intra kampus terhadap prestasi akademik mahasiswa, digunakan statistik “r” korelasi
product moment12. Berikut rumus yang akan digunakan:
𝑟
𝑥𝑦= 𝑁∑𝑋𝑌−(∑𝑋)(𝑌)√{𝑁∑𝑋²−(∑𝑋)²}{𝑁∑𝑌²−(∑𝑌)²}
𝑟
𝑥𝑦=
Koefisien korelasi antara variabel X dan Y 𝑋2 = Kuadrat dari X𝑌2 = Kuadrat dari Y
∑𝑥𝑦 = Jumlah perkalian X dan Y
N = Jumlah subjek
Setelah diperoleh nilai “r”, kemudian diinterpretasikan dengan angka indeks korelasi “r” product moment dibawah ini
Tabel 3.713
Pedoman Untuk Memberikan Interpretasi Koefisien Korelasi Interval Koefisien Tingkat Hubungan
0,00 – 0,199 Sangat rendah 0,20 – 0,399 Rendah 0,40 – 0,599 Sedang 0,60 – 0,799 Kuat 0,80 – 1,000 Sangat kuat
11 Yusri, Statistika Sosial, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2013), cet.II, hal.144. 12
Sugiyono, opcit, hal. 183-184.
3. Analisis determinasi untuk mencari dan mengetahui seberapa besar kontribusi variabel x terhadap y, dipergunakan rumus sebagai berikut14:
KD =
𝑟
2x 100% Keterangan:KD = Koefisien determination (kontribusi variabel x terhadap variabel y)
𝑟
2=
Koefisien korelasi antara variabel x dan variabel y 4. Menguji signifikansi dengan rumus t hitung15:t hitung = r �𝑛−2
1−𝑟²
r = koefisien korelasi n = jumlah responden
14Riduwan, opcit, hal. 127. 15
Budi Susetyo, Statistika Untuk Analisis Data Penelitian, (Bandung: PT Refika Aditama, 2010), cet. I, hal. 171.
35 BAB IV
HASIL PENELITIAN
A. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
1. Letak Geografis HMJ di FITK periode 2013-2014
Berdasarkan AD/ART Lembaga Kemahasiswaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada bab V pasal 19 tentang status nomor 1 bahwa Himpunan Mahasiswa Jurusan/Program Studi (HMJ/HMPS) adalah organisasi eksekutif di tingkat Jurusan/Program Studi dan pada nomor 2 disebutkan bahwa Setiap Jurusan/Program Studi harus memiliki 1 (satu) Himpunan Mahasiswa Jurusan/Program Studi sebagai organisasi eksekutif di tingkat Jurusan/Program Studi sesuai kebijakan pimpinan fakultas.1
Gedung Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) berada di area kampus I UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang terletak di Jl. Ir. H. Juanda No. 95 Ciputat Tangerang Selatan. FITK memiliki sembilan jurusan dan setiap Himpunan Mahasiswa Jurusan berada di gedung FITK berlantai tujuh tersebut. Rinciannya adalah sebagai berikut :
Tabel 4.1 Letak Ruangan HMJ
No HMJ Lantai
1 Pendidikan Agama Islam (PAI) 3
2 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) 3
3 Pendidikan Bahasa Arab (PBA) 4
4 Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) 4
5 Manajemen Pendidikan (MP) 5
6 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS) 5
7 Pendidikan Matematika (PMtk) 6
1DRAFT AD/ART LEMBAGA KEMAHASISWAAN UIN SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA “Membangun Tatanan Demokrasi Lembaga Kemahasiswaan Dalam Rangka Menuju World Class University” Senat Mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Periode 2013-2014
8 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (PIPA) 6
9 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) 7
Pada tahun 2014 FITK membuka jurusan baru, Pendidikan Guru Raudhatul Athfal (PGRA). Jurusan ini belum dibentuk Himpunan Mahasiswa Jurusannya sampai sekarang.
2. Bagan Struktur Organisasi Intra Kampus
Struktur organisasi intra kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dapat dilihat pada bagan berikut ini :
Bagan 4.1
Struktur Organisasi Intra Kampus
Keterangan :
--- = Garis Koordinasi = Garis komando
Berdasarkan bagan di atas, maka dapat diketahui bahwa Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) atau Himpunan Mahasiswa Program Studi
(HMPS) hanya memiliki garis komando dari dekanat, sedangkan garis koordinasinya adalah kepada DEMA Fakultas dan SEMA Fakultas.
3. Rekapitulasi Data Pengurus HMJ di FITK Periode 2013-2014
Keadaan pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan di FITK pada periode 2013-2014 dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.2
Rekapitulasi Data Pengurus HMJ
No Jurusan L P Jumlah
1 Manajemen Pendidikan 20 20 40
2 Pendidikan Agama Islam 21 40 61
3 Pendidikan Bahasa Arab 29 22 51
4 Pendidikan Bahasa Inggris 9 24 33
5 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 21 56 77
6 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial 29 52 81
7 Pendidikan Matematika 18 29 47
8 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam 17 55 72
9 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 9 33 42
Jumlah 504
4. Program Kerja HMJ di FITK period 2013-2014
Setiap Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) berhak melakukan kegiatan yang mengatas namakan jurusan untuk HMJ selama tidak bertentangan dengan ad/art organisasi kemahasiswaan UIN Syarif Hidayatullah dan ketentuan lainnya.2Oleh karena itu, pada awal kepengurusan, setiap HMJ diberikan kewenangan untuk menyusun rencana kegiatan atau program kerja untuk dilaksanakan selama masa kepengeurusannya.
2
DRAFT AD/ART LEMBAGA KEMAHASISWAAN UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA “Membangun Tatanan Demokrasi Lembaga Kemahasiswaan Dalam Rangka Menuju World Class University” Senat Mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Periode 2013-2014.