BAB III METODE PENELITIAN. maupun nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang

Teks penuh

(1)

38 3.1 Objek Penelitian

Menurut Sugiono (2014) objek penelitian merupakan suatu atribut atau sifat maupun nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

Selain itu objek penelitian menurut Husein Umar dalam Umi Narimawati, Sri Dewi Anggadini, dan Linna Ismawati (2010:28) diartikan sebagai objek penelitian fokus terhadap apa dan atau siapa yang dijadikan obyek penelitian, meliputi juga kapan dan di mana penelitian dilakukan, dan bisa ditambahkan dengan hal-hal lain yang dianggap perlu.

Dari penjelasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa objek penelitian digunakan untuk mendapatkan data-data yang sesuai dengan tujuan tertentu. Adapun penelitian ini adalah bertujuan untuk memperoleh data yang berkaitan dengan objek penelitian, yaitu:

1. Modal Kerja, Volume Penjualan dan Biaya Operasional sebagai variabel bebas (Independen Variable)

(2)

3.2 Metode Penelitian

Metode penelitian merupakan cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya. Menurut Umi Narimawati (2010:29) metode penelitian adalah cara penelitian yang digunakan untuk mendapatkan data untuk mencapai tujuan tertentu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan verikatif dengan pendekatan kuantitatif.

Metode deskriptif adalah metode yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis data yang didapat tanpa membuat kesimpulan yang lebih luas terlebih dahulu (Sugiyono (2015:147). Metode ini digunakan untuk memberikan gambaran atau menganalisis dari rumusan masalah yaitu pengaruh Modal Kerja, Volume Penjualan dan Biaya Operasional terhadap Laba Bersih.

Metode verifikatif menurut Moch. Nazir (2011:91) metode verifikatif adalah metode penelitian yang bertujuan untuk mengetahui variabel (variabel yang digunakan dalam penelitian ini modal kerja, volume penjualan, biaya operasional, dan laba bersih) melalui suatu pengujian hipotesis melalui suatu perhitungan statistik sehingga didapat hasil pembuktian yang menunjukkan hipotesis ditolak atau diterima.

Sugiyono (2017:8) mengatakan bahwa metode penelitian kuantitatif yaitu sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen

(3)

penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/ statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.

3.2.1 Desain Penelitian

Sugiyono (2014, 23) menyatakan bahwa desain penelitian harus spesifik, jelas dan rinci, ditentukan secara mantap sejak awal, menjadi pegangan langkah demi langkah. Moh. Nazir (2009:84) dalam Umi Narimawati (2010:30) mendefinisikan desain penelitian adalah semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian.

Langkah-langkah desain penelitian menurut Umi Narimawati (2010:30) yang peneliti terapkan dalam penelitian adalah sebagai berikut:

1. Menetapkan permasalahan sebagai indikasi dari fenomena penelitian, selanjutnya menetapkan judul penelitian.

Mencari fenomena yang terjadi pada modal kerja, volume penjualan dan biaya operasional terhadap laba bersih pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang kemudian ditetapkan sebagai judul penelitian.

2. Mengidentifikasi permasalahan yang terjadi tentang modal kerja, volume penjualan dan biaya operasional terhadap laba bersih pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2017.

3. Menetapkan rumusan masalah. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana perkembangan modal kerja, volume penjualan, biaya operasional dan laba bersih dan seberapa besar pengaruh modal kerja, volume penjualan, dan

(4)

biaya operasional terhadap laba bersih pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang tercatat pada Bursa Efek Indonesia periode 2011-2017.

4. Menetapkan tujuan penelitian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan modal kerja, volume penjualan, biaya operasional dan laba bersih pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan untuk mengetahui besarnya pengaruh modal kerja, volume penjualan dan biaya operasional terhadap laba bersih pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2017.

5. Mengumpulkan data-data mengenai modal kerja, volume penjualan, biaya operasional dan laba bersih pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2017

6. Melakukan studi literatur untuk memperoleh referensi dan data-data mengenai modal kerja, volume penjualan, dan biaya operasional terhadap laba bersih. 7. Menetapkan hipotesis penelitian, berdasarkan fenomena dan dukungan teori. 8. Menetapkan konsep variabel sekaligus pengukuran variabel penelitian yang

digunakan.

9. Menetapkan sumber data, teknik penentuan sampel dan teknik pengumpulan data.

10. Membuat kesimpulan terhadap hasil uji hipotesis. 11. Menyusun laporan hasil penelitian

(5)

Tabel 3.1 Desain Penelitian Tujuan Penelitian Desain Penelitian Jenis Data Penelitian Metode Penelitian

Unit Analisis Time Horizon T.1

Untuk mengetahui perkembangan modal kerja yang ada di perusahaan sub sektor makanan dan minuman periode 2011-2017.

Sekunder Descriptive Perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Time series & Cross Section T.2 Untuk mengetahui perkembangan volume penjualan yang ada di perusahaan sub sektor makanan dan minuman periode 2011-2017.

Sekunder Descriptive Perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Time Series & Cross Section T.3 Untuk mengetahui perkembangan biaya operasional yang ada di perusahaan sub sektor makanan dan minuman periode 2011-2017.

Sekunder Descriptive Perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Time Series & Cross Section T.4 Untuk mengetahui perkembangan laba bersih yang ada di perusahaan sub sektor makanan dan minuman periode 2011-2017.

Sekunder Descriptive Perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Time Series & Cross Section T.5 Untuk Mengetahui Perkembangan modal kerja,volume penjualan, biaya operasional terhadap laba bersih yang ada diperusahaan sub sektor makanan dan minuman periode 2011-2017 Sekunder Descriptive dan verifikatif Perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Time Series & Cross Section

(6)

Desain penelitian menghubungkan variabel baik secara parsial maupun simultan, penelitian ini terdiri dari 4 variabel yaitu modal kerja, volume penjualan, biaya operasional, dan laba bersih. Keterkaitan antara keempatnya digambarkan dibawah ini.

Gambar 3.1 Desain Penelitian Keterangan:

X1: Modal Kerja X2: Volume Penjualan X3: Biaya Operasional Y: Laba Bersih

H1: Hubungan antara Modal Kerja dengan Laba Bersih H2: Hubungan antara Volume Penjualan dengan Laba Bersih H3: Hubungan antara Biaya Operasional dengan Laba Bersih

H4: Hubungan antara Modal Kerja, Volume Penjualan dan Biaya Operasional dengan Laba Bersih

(7)

3.2.2 Operasionalisasi Variabel

Operasionalisasi variabel adalah penarikan batasan yang menjelaskan ciri-ciri spesifik dari suatu konsep yang bertujuan agar peneliti dapat mencapai suatu alat ukur yang sesuai dengan variabel yang sudah diartikan konsepnya.

1. Variabel Independent (X)

Menurut Sugioyo (2011) variabel independent (bebas) merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahaanya atau timbulnya variabel dependent (terikat).

Dalam penelitian ini yang menjadi variabel independent adalah modal kerja, volume penjualan, dan biaya operasional.

2. Variabel Dependent (Y)

Variabel dependent (terikat) adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas (Sugiyono, 2009:59).

Yang menjadi variabel dependent dalam penelitian ini adalah laba bersih.

Penelitian ini terdiri dari 4 variabel yang akan diteliti yaitu modal kerja (X1), volume penjualan (X2), Biaya operasional (X3) dan laba bersih (Y).

(8)

Tabel 3.2

Operasionalisasi Variabel

Variabel Konsep Variabel Indikator Ukuran Skala

Modal Kerja (X1)

Modal kerja adalah modal yang seharusnya tetap ada dalam perusahaan sehingga operasional perusahaan menjadi lebih lancar serta tujuan akhir perusahaan untuk menghasilkan laba akan tercapai.

Sri Dwi Ari Ambarwati, (2010) dalam Bunga Teratai (2017)

1. Aktiva Lancar 2. Hutang Lancar Rumus:

Modal Kerja=

Aktiva Lancar - Hutang Lancar Rp Rasio Volume Penjualan ( X2) Volume penjualan merupakan penjualan bersih dari laporan rugi-laba perusahaan (laporan operasi).

Basu Swastha (2014:197) dalam Budiastuti (2016)

1. Kuantitas atau total penjualan

Rumus:

Volume penjualan= Kuantitas atau total penjualan

Rp Rasio

Biaya Operasional (X3)

Biaya operasi (operating expense) merupakan biaya yang terkait dengan operasional perusahaan yang meliput biaya penjualan dan administrasi (selling and administrative expense), biaya iklan (advertising expense), biaya penyusutan (depreciation and amortization expense), serta perbaikan dan pemeliharaan (repairs and maintenance expense). Murhadi (2013, p. 37) dalam Gusganda (2018) 1.Biaya Penjualan/pemasaran 2.Biaya Administrasi Rumus: Biaya Operasional= Biaya Penjualan/Pemasaran + Biaya Administrasi Umum Rp Ratio Laba Bersih (Y)

Laba bersih adalah pendapatan operasi perusahaan setelah dikurangi biaya bunga dan pajak.

Harmono (2011, p.231) dalam Gusganda 2018

1. Laba Sebelum Pajak 2. Pajak Penghasilan Rumus:

Laba bersih=

Laba Sebelum Pajak – Pajak Penghasilan

(9)

3.2.3 Sumber dan Teknik Pengumpulan Sampel 3.2.3.1 Sumber Data

Sumber data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu data yang diperoleh dengan mengumpulkan informasi dari data yang telah diolah oleh pihak lain, informasi yang berupa modal kerja, volume penjualan, biaya operasional dan laba bersih pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011-2017 diambil dari website

www.bi.go.id dan www.idx.co.id .

3.2.3.2 Teknik Pengumpulan Sampel a. Populasi

Sugiyono (2011:80) mendefinisikan populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Berdasarkan pengertian tersebut maka populasi dalam penelitian ini adalah 18 perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia.

(10)

Tabel 3.3

Daftar Populasi Penelitian

No Kode Nama Perusahaan

1 AISA Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk

2 ALTO Tri Banyan Tirta Tbk

3 CAMP Campina Ice Cream Industry Tbk

4 CEKA Cahaya Kalbar Tbk

5 CLEO Sariguna Primatirta Tbk

6 SKBM Sekar Bumi Tbk

7 DLTA Delta Djakarta Tbk

8 HOKI Buyung Poetra Sembada Tbk

9 ICBP Indofood CBP Sukses Makmur Tbk

10 INDF Indofood Sukses Makmur Tbk

11 MLBI Multi Bintang Indonesia Tbk

12 MYOR Mayora Indah Tbk

13 PCAR Prima Cakrawala Abadi Tbk

14 PSDN Prashida Aneka Niaga Tbk

15 ROTI Nippon Indosari Corporindo Tbk

16 SKLT Sekar Laut Tbk

17 STTP Siantar Top Tbk

18 ULTJ Ultrajaya Milk Industry and Trading Company Tbk

Sumber: www.idx.co.id yang telah diolah kembali

b. Sampel Penelitian

Pengertian sampel menurut Sugiyono (2012, 116), adalah sebagai bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Sampel yang diambil dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan metode purposive sampling, dimana yang dimaksud dengan purposive sampling merupakan penentuan sampel dengan menggunakan kriteria atau pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2012:122)

(11)

Adapun kriteria atau pertimbangan pengambilan sampel yang digunakan penulis untuk penelitian ini adalah:

1. Perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.

2. Perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang memiliki laporan keuangan dari tahun 2011-2017.

3. Perusahaan menerbitkan laporan keuangan secara berkelanjutan pada periode 2011-2017

4. Memberikan laporan keuangan secara periodik kepada Bursa Efek Indonesia dan dipublikasikan di website resmi BEI.

5. Mewakili sub sektor perusahaan makanan dan minuman yang ada dalam sektor makanan dan minuman yang ada di Bursa Efek Indonesia.

6. Perusahaan yang memiliki modal kerja, volume penjualan, biaya operasional dan juga laba bersih sesuai dengan apa yang dibutuhkan dalam penelitian ini.

Berikut ini disajikan hasil seleksi penelitian dengan menggunakan purposive sampling.

Seleksi sampel perusahaan

Emiten sektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI 18 perusahaan.

Emiten yang terpilih untuk mewakili perusahaan subsektor makanan dan minuman sebagai sampel adalah sebanyak 5 perusahaan.

(12)

Tabel 3.4

Daftar Sampel Penelitian

No Kode Nama Perusahaan

1 AISA Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk

2 ROTI Nippon Indosari Corporindo Tbk

3 SKBM Sekar Bumi Tbk

4 ULTJ Ultrajaya Milk Industry and Trading Company Tbk

5 DLTA Delta Djakarta Tbk

Sumber: www.idx.co.id yang telah diolah kembali

Sampel penelitian ini terdiri dari data panel yang terdiri dari 5 perusahaan (cross sectional) dan 7 periode (time series) sehingga total data panel sebanyak 35 sampel data.

3.2.4 Teknik Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Obeservasi

Obeservasi adalah aktivitas terhadap suatu proses atau objek dengan maksud merasakan dan kemudian memahami pengetahuan dari sebuah fenomena berdasarkan pengetahuan dan gagasan yang sudah diketahui sebelumnya, untuk mendapatkan informasi-informasi yang dibutuhkan untuk melanjutkan suatu penelitian.

(13)

b. Penelitian Kepustakaan (Library Research)

Penelitian kepustakaan (Library Research) dilakukan untuk memperoleh data ataupun teori yang dibutuhkan peneliti dalam melakukan penelitiaanya. Pengumpulan data dapat dilakukan dengan membaca literatur-literatur ataupun buku-buku yang memuat teori yang berhungan dengan permasalah dalam penelitian serta dapat dilakukan dengan menggunakan media internet sebagai sarana tambahan dalam mencari informasi mengenai teori ataupun data-data yang diperlukan dalam menjawab permasalahan dalam penelitian yang dilakukan.

3.2.5 Rancangan Analisis Deskriptif

Dalam penelitian ini, metode deskriptif digunakan untuk memberikan penjelasan dan gambaran secara lebih mendalam tentang pengaruh modal kerja, volume penjualan dan biaya operasional terhadap laba bersih pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2017.

Rumus-rumus untuk menghitung Modal Kerja, Volume Penjualan, Biaya Operasional dan Laba Bersih:

a. Modal Kerja

Modal Kerja = Aktiva Lancar - Hutang Lancar

b. Volume Penjualan

(14)

Total Penjualan = Harga Jual per Unit x Total Unit yang Dijual

c. Biaya Operasional

Biaya Operasional = Biaya Penjualan/Pemasaran + Biaya Administrasi Umum

d. Laba Bersih

Laba Bersih = Earning Before Tax – Beban Pajak

Sedangkan untuk rumus perkembangan dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

π‘ƒπ‘’π‘Ÿπ‘˜π‘’π‘šπ‘π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘› = π‘ƒπ‘›βˆ’ π‘ƒπ‘›βˆ’1 π‘ƒπ‘›βˆ’1

π‘₯ 100%

Keterangan:

Pn = Perkembangan tahun sekarang

Pn-1 = Perkembangan tahun sebelumnya

3.2.5.1 Analisis Verifikatif

Menurut Sugiyono (2011) analisis verifikatif adalah merupakan dalam penelitian kuantitatif analisis data menggunakan statistik.

1. Analisis Regresi linear Berganda dan Uji Asumsi Klasik

Analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui arah hubungan antara variabel independen terhadap variabel dependen. Berdasarkan penelitian ini, variabel independen modal kerja, volume penjualan dan biaya

(15)

operasional mempengaruhi variabel dependen yang mana merupakan laba bersih. Y = a + Ξ²1 X1 + Ξ²2 X2 + Ξ²3 X3 + e Keterangan: Y = Laba Bersih X1 = Modal Kerja X2 = Volume Penjualan X3 = Biaya Operasional a = Konstanta Ξ²1, Ξ²2, Ξ²3 = Koefisien regresi e = Tingkat kesalahaan

Dan untuk memperoleh hasil yang akurat pada analisis regresi berganda maka akan dilakukan pengujian asumsi klasik. Pengujian ada tidaknya pelanggaran asumsi-asumsi klasik yang merupakan dasar dari dalam model regresi berganda yang dilakukan sebelum pengujian terhadap hipotesis dilakukan.

Alat yang digunakan untuk menganalisis pengaruh variabel-variabel yang diteliti, yaitu terdiri atas:

a. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji sebuah model regresi, variabel independen, variabel dependen, atau keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Model regresi yang 32 baik adalah distribusi normal atau mendekati normal. Menurut Ghozali (2011) normalitas dapat dideteksi dengan melihat

(16)

penyebaran data (titik) pada sumbu diagonal dari grafik atau dengan melihat histogram dari residu.

Dasar pengambilan keputusan bisa dilakukan berdasarkan probabilitas yaitu:

1. Jika probabilitas > 0, 05 maka distribusi dari populasi normal

2. Jika probabilitas < 0, 05 maka populasi tidak berdistribusi secara normal. b. Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas dilakukan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas. Jika variabel bebas saling berkorelasi, maka variabel-variabel ini tidak ortogonal. Maksud dari ortogonal disini adalah variabel bebas yang nilai korelasi antar sesama variabel bebas sama dengan nol.

c. Uji Heteroskedastisitas

Uji Heteroskedastisitas ini bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Jika varians dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homokedastisitas atau tidak terjadi heterokedastisitas, sebaliknya jika varians berbeda maka disebut heterokedastisitas.

Model regresi yang baik adalah yang homokedastisitas atau tidak terjadi heterokedasitas.

(17)

οƒ˜ Jika ada pola tertentu seperti titik-titik yang membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar kemudian menyempit), maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas.

οƒ˜ Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas. d. Autokorelasi

Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya). Jika terjadi korelasi, maka dinamakan ada problem autokorelasi. Cara yang dapat digunakan untuk mendeteksi ada atau tidaknya autokorelasi dengan uji Durbin – Watson (DW test). Uji Durbin – Watson hanya digunakan untuk autokorelasi tingkat satu dan mensyaratkan adanya konstanta dalam model regresi dan tidak ada variabel lagi di antara variabel independen.

2. Uji Koefisien Korelasi

Pengujian korelasi digunakan untuk mengetahui kuat tidaknya hubungan variabel x terhadap variabel y, dengan menggunakan pendekatan koefisien korelasi Pearson sebagai berikut:

π‘Ÿ = 𝑛(βˆ‘ π‘‹π‘–π‘Œπ‘–) βˆ’ (βˆ‘ 𝑋𝑖)(βˆ‘ 𝑦)

√{𝑛(βˆ‘ 𝑋𝑖2 ) βˆ’ (βˆ‘ 𝑋𝑖)2} βˆ’ {𝑛(βˆ‘ 𝑦𝑖2) βˆ’ (βˆ‘ 𝑦𝑖)2}

Keterangan:

(18)

x = variabel independen y = variabel dependen n = jumlah responden

Jika semakin tinggi nilai korelasinya maka semakin tinggi pula keeratan hubungan kedua variabel. Korelasi dapat bersifat negatif, jika:

a. Apabila (-) maka terdapat hubungan negatif. b. Apabila (+) maka terdapat hubungan positif.

3. Uji Koefisien Determinasi

Koefisien determinasi (R2) dimaksudkan untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen (Ghozali, 2011). Nilai koefisien determinasi (R2) antara 0 (nol) dan 1 (satu). Nilai R yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen. Besaran R didefinisikan sebagai koefisien determinasi (sampel) dan merupakan besaran yang paling lazim digunakan untuk mengukur kecocokan dari suatu garis regresi. Secara verbal, R mengukur 35 bagian atau presentase total variasi Y yang dijelskan oleh model regresi.

Untuk mencari besarnya pengaruh yang ditimbulkan oleh variabel bebas terhadap variabel tak bebas digunakan koefisien determinan dengan rumus:

(19)

Keterangan:

KD = Koefisien Determinasi (seberapa jauh perubahan variabel Y dipergunakan oleh variabel X)

r = Koefisien Korelasi

100% = Pengali yang dinyatakan dalam persentase

e. Uji Hipotesis

Pengujian hipotesis ialah satu cara dalam statistika untuk menguji parameter populasi berdasarkan statistik sampelnya, untuk dapat diterima atau ditolak pada tingkat signifikansi tertentu. Pada prinsipnya pengujian hipotesis ini adalah membuat kesimpulan sementara untuk melakukan penyanggahan dan atau pembenaran dari masalah yang akan ditelaah. Sebagai wahana untuk menetapkan kesimpulan sementara tersebut kemudian ditetapkan hipotesis nol dan hipotesis alternatifnya.

Hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini berkaitan dengan ada tidaknya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Hipotesis nol (Ho) tidak ada pengaruh yang signifikan dan hipotesis alternatif (Ha) menunjukkan terdapat pengaruh antara variabel independen dan variabel dependen.

Pengujian hipotesis penelitian ini untuk menguji ada tidaknya pengaruh antara variabel independen (X1) Modal Kerja, Volume Penjualan (X2), Biaya

(20)

1. Pengujian Hipotesis Secara Parsial (Uji t)

Untuk menguji apakah ada pengaruh dari masing-masing variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y). Adapun hipotesis yang diajukan adalah sebagai berikut:

1. Modal Kerja (X1) terhadap Laba Bersih

Ho: Ξ²1 = 0, artinya modal kerja tidak berpengaruh terhadap laba bersih

pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2015 Ha: Ξ²1 β‰  0, artinya modal kerja berpengaruh terhadap laba bersih pada

perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2015. 2. Volume Penjualan (X2) terhadap Laba Bersih

Ho: Ξ²1 = 0, artinya volume penjualan tidak berpengaruh terhadap laba

bersih pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2015 Ha: Ξ²1 β‰  0, artinya volume penjualan berpengaruh terhadap laba bersih

pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2015. 3. Biaya Operasional (X3) terhadap Laba Bersih

Ho: Ξ²1 = 0, artinya biaya operasional tidak berpengaruh terhadap laba

bersih pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2015

(21)

Ha: Ξ²1 β‰  0, artinya biaya operasional berpengaruh terhadap laba bersih

pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2015. Adapun rumus yang digunakan dalam menguji hipotesis secara parsial adalah sebagai berikut:

𝑑 =r√n βˆ’ 2 √1 βˆ’ π‘Ÿ2 (Sugiono, 2014:184) Keterangan: t = t hitung n = Jumlah sampel r = Korelasi

Uji t dengan melihat asumsi sebagai berikut: a. Interval keyakinan Ξ± = 0.05

b. Kebebasan = n-2 c. Dilihat dari ttabel

Hasil hipotesis thitung dibandingkan ttabel dengan kriteria uji sebagai berikut:

a. Jika thitung > ttabel pada Ξ±= 5% maka Ho ditolak dan H1 diterima

(berpengaruh)

b. Jika ttabel < ttabel pada Ξ±=5% maka Ho diterima dan H1 ditolak (tidak

(22)

2. Pengujian Hipotesis Secara Simultan (Uji f)

Uji F digunakan untuk melihat apakah variabel independen secara bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen. Adapun hipotesis secara simultan modal kerja, volume penjualan dan biaya operasinal terhadap laba bersih yang diajukan adalah sebagai berikut:

Ho: Ξ²1, Ξ²2, Ξ²3 = 0, artinya modal kerja volume penjualan dan biaya

operasional tidak berpengaruh terhadap laba bersih pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2017.

Ha: Ξ²1, Ξ²2, Ξ²3 β‰  0, artinya modal kerja, volume penjualan dan biaya

operasional berpengaruh terhadap laba bersih pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2017.

Rumus uji F yang digunakan:

𝐹 = 𝑅2 π‘˜ ⁄ 1 βˆ’ 𝑅2⁄(𝑛 βˆ’ π‘˜ βˆ’ 1) Keterangan:

R = koefisien korelasi ganda

k = jumlah variabel independen

(23)

dk = (n-k-1) kebebasan

3. Penarikan Kesimpulan

Daerah yang diarsir merupakan daerah penolakan, dan berlaku sebaliknya. Jika thitung dan Fhitung jauh dari daerah penolakan (penerimaan), maka Ho ditolak

(diterima) dan HΞ± diterima (ditolak). Artinya, koefisien regresi signifikan (tidak signifikan).

Figur

Tabel 3.1  Desain Penelitian  Tujuan Penelitian  Desain Penelitian  Jenis Data  Penelitian  Metode  Penelitian

Tabel 3.1

Desain Penelitian Tujuan Penelitian Desain Penelitian Jenis Data Penelitian Metode Penelitian p.5
Gambar 3.1 Desain Penelitian  Keterangan:

Gambar 3.1

Desain Penelitian Keterangan: p.6
Related subjects :