• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tatap Muka paling 8 DIKSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Tatap Muka paling 8 DIKSI"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

PENGERTIAN KOSAKATA

Setiap bahasa memiliki perbendaharaan kata atau kosakata yaitu

sejumlah kata yang digunakan oleh penuturnya untuk berkomunikasi, bekerja sama, dan mengidentifikasikan diri. Kosakata bersifat sangat dinamis. Kosakata suatu bahasa selalu berubah. Ada kata yang

ditambahkan dan ada kata yang hilang atau tidak digunakan lagi.

Kosakata dapat diartikan sebagai berikut.

a. Semua kata yang terdapat dalam sebuah bahasa.

b. Semua kata yang dikuasai oleh seseorang atau kata-kata yang digunakan oleh segolongan orang dari lingkungan yang sama.

c. Semua kata yang digunakan dalam satu bidang ilmu pengetahuan. d. Daftar sejumlah kata dan frase dari suatu bahasa yang disusun

(2)

Sebuah laras bahasa amat ditentukan oleh pilihan katanya, apalagi jika berkaitan dengan bidang ilmu tertentu. Oleh karena itu, dalam hal pilihan kata, kita harus memikirkan siapakah yang

menjadi pembaca. Dengan demikian pula, kita harus konsisten pada sikap yang kita pilih.

Perlu diperhatikan bahwa pembaca berasal komunitas tertentu. Untuk dapat mengikuti dan memahami buku yang diterbitkan,

(3)

Dalam kenyataannya, tidak satu pun penutur yang menguasai

semua kosakata yang ada dalam bahasanya. Seorang penutur secara aktif hanya akan menggunakan sebagian dari jumlah kosakata yang dikuasainya. Biasanya, kata-kata yang dipilihnya adalah kata-kata yang berhubungan dengan lingkungan di sekitarnya; kata-kata yang berkaitan dengan masalah yang ingin diungkapkannya; atau kata-kata yang berkaitan dengan kebutuhannya. Oleh sebab itu, pada saat

seseorang menulis, termasuk di dalamnya menulis sebuah karya ilmiah, ia harus sering merujuk kamus. Dalam bahasa Indonesia digunakan Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Penutur melakukan pilihan atas kata-kata yang ingin

(4)

Masalah pilihan kata berkaitan dengan empat hal berikut.

1. Pilihan kata mencakup pengertian penggunaan kata-kata untuk menyampaikan suatu gagasan, pembentukan kelompok kata yang tepat, dan pemilihan gaya yang paling tepat untuk suatu situasi.

2. Pilihan kata merupakan kemampuan membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna dari gagasan yang ingin disampaikan.

3. Pilihan kata merupakan kemampuan untuk menemukan kata yang sesuai dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki oleh kelompok sasaran.

4. Pilihan kata yang tepat dan sesuai hanya dimungkinkan oleh

(5)

Melihat uraian di atas, ada dua hal penting yang patut mendapat perhatian kita berkaitan dengan pilihan kata, yakni ketepatan pilihan kata dan kesesuaian pilihan.

KETEPATAN PILIHAN KATA

berkaitan dengan kesanggupan sebuah kata untuk menimbulkan gagasan yang tepat pada imajinasi pembaca atau pendengar seperti apa yang dipikirkan atau dirasakan oleh penulis atau

pembicara.

KESESUAIAN PILIHAN KATA

(6)

Untuk dapat melakukan pilihan kata dengan baik, seseorang harus memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam hal

mengetahui berbagai hal berikut ini.

Kata umum dan kata khusus. Untuk mencapai pengertian yang tepat

sebaiknya digunakan kata khusus yang akan mengungkapkan makna secara lebih jelas. Nama diri merupakan kata yang sangat khusus. Kata khusus digunakan untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca dan untuk membangkitkan sugesti dalam diri pembaca. Misalnya, berjalan perlahan-lahan dengan tertatih; orang miskin dengan gelandangan.

• Kata indria. Untuk dapat menyajikan berita yang bersifat faktual, alat bahasa yang paling tepat adalah kata-kata indria. Kata-kata itu

menyatakan pengalaman yang dicerap oleh pancaindera:

(7)

Kata formal, semiformal, dan nonformal. Penggunaan kata formal,

semiformal, dan nonformal berkaitan dengan siapa yang menjadi pembaca atau pendengar. Pengetahuan penulis dan pembicara akan situasi juga akan mempengaruhi pilihan katanya. Misalnya, pemakaian kata ganti saya, aku, atau gue sangat bergantung pada situasi dan kepada siapa kita berbicara.

• Kata populer dan kata ilmiah. Kosakata suatu bahasa, pada umumnya, terdiri atas kata -kata yang sering digunakan oleh

penuturnya. Kata-kata akan digunakan dalam komunikasi sehari-hari oleh semua lapisan masyarakat. Namun, ada pula sejumlah kata yang hanya digunakan dalam komunikasi ilmiah: dalam

diskusi, pertemuan resmi, pengajaran. Umumnya, kata-kata ilmiah itu diserap dari bahasa asing. Ada yang dicari padanan katanya dalam bahasa Indonesia (supervisi dengan penyelia) dan ada pula yang disesuaikan dengan struktur kata bahasa Indonesia (formation

(8)

Jargon. Jargon adalah kata-kata teknis dalam suatu bidang ilmu

tertentu dan sering kali bertumpang-tindih dengan pengertian istilah.

Jargon merupakan bahasa atau kata yang khusus sekali.

Pemakaian jargon harus diikuti oleh penjelasan arti kata tersebut.

Kata percakapan. Bahasa percakapan tidak selalu identik, dengan

bahasa nonformal. Kata percakapan adalah kata-kata yang dapat digunakan dalam ragam lisan, tetapi tidak dapat digunakan dalam ragam tulis. Masalahnya, sekarang adalah bahwa tidak semua penutur bahasa Indonesia dapat membedakan kedua ragam ini. Perbedaan laras jurnalistik dan laras iklan dari laras-Iaras lain,

(9)

Kata slang. Kata-kata slang adalah kata-kata percakapan yang

menjurus ke arah nonstandar yang disusun secara khas, seperti bahasa prokem atau bahasa gaul. Biasanya, muda-mudi selalu

berusaha untuk menggunakan bahasa dengan cara-cara baru atau dengan arti baru, termasuk di dalamnya penggunaan akronim dari kata umum, misalnya benci menjadi benar-benar cinta. Kelemahan dari kata-kata slang ini adalah hanya sedikit yang bertahan lama dan kata-kata slang selalu menimbulkan ketidaksesuaian. Kata

slang yang pada suatu waktu tumbuh secara populer atau trendi, di saat lain akan segera hilang dari peredaran. Kesegaran dan daya gunanya hanya terasa pada saat pertama kali kata itu digunakan.

• Idiom. Idiom adalah pola-pola bahasa (frase) yang menyimpang dari kaidah dan makna bahasa yang umum dan makna gabungannya tidak dapat diterangkan melalui makna kata pembentuknya.

(10)

Pilihan kata sangat berkaitan pada laras yang dipilih dan pada tujuan penulisan. Setiap kata memiliki medan makna dengan corak, nuansa, dan kekuatan yang berbeda-beda. Berhati -hatilah dengan sinonim kata karena tjdak semua kata sama artinya, rneskipun mirip, misalnya gaji, upah, honor, bayaran. Jika jumlah kosakata seseorang berkembang, ia tidak akan mengalami kesulitan untuk memilih kata yang tepat bagi tulisannya.

Kamus umum, kamus sinonim, kamus bahasa asing, kamus tesaurus harus selalu tersedia. Kamus-kamus tersebut akan membantu kita untuk mengembangkan kekuatan, ketelitian memilih, dan ahli dalam memilih kata yang akan menghasilkan tulisan yang hidup.

Pada saat menulis, penulis harus berhati-hati terhadap kata-kata yang penulisannya mirip, namun memiliki arti yang sangat berbeda, misalnya gaji dan gajih; Kebayoran dan Kemayoran: timpa dan tempa.

(11)

Perhatikan perbedaan antara penyajian yang bersifat ilmiah dan yang bersifat ilmiah populer berikut ini.

PERGANTIAN KELAMIN DAN CARA BETERNAK BELUT

Ikan belut mempunyai cara hidup yang unik. Di awal kehidupannya, belut berkelamin betina. Jika

sudah berusia lebih tua, belut akan berganti kelamin menjadi jantan. Dalam tulisan berikut ini, akan dikemukakan tingkah laku belut dalam perkawinan dan cara beternak belut di kolam air tawar.

SKANDAL SEKS KAUM BELUT Sebagai ikan buas yang suka ber-“lindung” dalam sarang penya-munnya, lindung atau belut me-narik perhatian karena

“skan-dal seks”-nya. Kalau masih muda belut menikmati hidup sebagai juwita belut betina. Setelah tua mereka berganti kelamin menik-mati surga dunia untuk kedua kali sebagai Don Juan belut jantan. Tingkah lakunya yang aneh

dalam perkawinan menarik untuk disimak, sekaligus juga

(12)

GAS METHANE

Methane mumi merupakan gas yang tidak berwarna dan tidak berbau. Biasanya gas yang dihasilkan dengan proses pencemaran anaerob atau disebut sebagai biogas mengandung menthane

antara 50 dan 70%. Biogas terbakar dengan nyala api berwama biru, dan mempunyai nilai panas berkisar kira-kira 500-700 Btu/ft³ jika biogas tersebut mengandung methane 50-70%.

Biogas itu dapat digunakan secara langsung sebagai gas pembakar untuk keperluan memasak, lampu penerangan, dan

(13)

GAS METANA DAN CO2

Untuk memperoleh gas bio dari kotoran manusia memang diperlukan teknologi tertentu, dalam hal ini meliputi peralatan

berupa digester dan bak penampung limbah yang keduanya terbuat dari beton. Septic tank dari lubang wc tidak diperlukan lagi karena sudah digantikan tugasnya oleh digester yang sebetulnya septic tank juga. Hanya, bak berkapasitas ± 10m3 ini dirancang kedap

udara. Maksudnya demi kelangsungan hidup bakteri anaerob yang tugasnya membusukkan kumpulan tinja di dalamnya (setidaknya ada 10 macam bakteri pembusuk). Ampasnya yang berupa kotoran “matang” dialirkan dengan sistem tertentu lewat saluran pelimpah menuju ke bak penampung limbah.

Proses pembusukan oleh bakteri itu menghasilkan 60% gas metana (CH4) dan 40% karbondioksida (C02) yang daya bakarnya tidak terlalu kalah dengan gas alam ataupun gas butana (C4H10), yang sehari-hari dikenal para ibu sebagai elpiji. Daya bakar yang dicerminkan dengan nilai kalor (panas) - tiap 1 m3 gas bio ini setara

(14)

Berikut ini disajikan tabel berisikan beberapa kemungkinan dalam penggunaan kata yang salah dan benar, serta lugas dan tidak lugas.

SALAH

Sesuai

Terdiri

Berbeda dengan

Berhubung

Disebabkan karena

Tergantung dari

Tergantung kepada

BENAR

Sesuai dengan

Terdiri atas

Terdiri dari

Berbeda dari

(15)

TIDAK LUGAS LUGAS

Sepanjang pengetahuan sayaMengadakan pendekatan

Setelah diberi penjelasanMelakukan pengrusakan

terhadap

Untuk memungkinkan kami

memberi penilaian

• Melakukan penilaian atas

Setahu sayaMendekati

Setelah dijelaskanMerusak

Agar kami dapat menilai

(16)

Berikut ini akan diuraikan beberapa contoh pemilihan kata.

Meskipun bersinomim, kata raya, besar, agung, dan akbar tidak

dapat dipertukarkan.

Contoh: masjid raya, rumah besar, hakim agung, perhelatan akbar.

Kata masing-masing dan tiap-tiap tidak sama dalam pemakaiannya.

Kata masing-masing tidak boleh diikuti oleh kata benda, sedangkan kata tiap-tiap harus diikuti oleh kata benda.

Contoh:

Tiap-tiap kelompok terdiri atas sepuluh orang.

Masing-masing harus menyerahkan laporan penelitian.

• Pemakaian kata dan lain-lain harus dipertimbangkan secara cermat. Kata dan lain-lain sama kedudukannya dengan seperti, antara lain, dan misalnya.

• Contoh:

(17)

Pemakaian kata pukul dan jam harus dilakukan secara tepat. Kata

pukul menunjukkan waktu, sedangkan kata jam menunjukkan jangka waktu. Contoh:

Perkulihan bahasa Indonesia berlangsung selama dua jam, yaitu dari

pukul 08.00 s.d. 10.00.

• Kata sesuatu dan suatu tidak sama dalam pemakaiannya. Kata

sesuatu tidak boleh diikuti oleh kata benda, sedangkan kata suatu

harus diikuti oleh kata benda. Contoh:

Mereka datang tidak dengan tangan hampa, tetapi membawa

sesuatu.

Mereka datang tidak dengan tangan hamba, tetapi membawa suatu

bungkusan.

• Kata dari dan daripada tidak sama pemakaiannya. Kata dari dipakai untuk menunjukkan asal sesuatu, baik bahan maupun arah. Adapun kata daripada berfungsi membandingkan. Contoh:

Ia datang dari Bandung.

Cincin itu terbuat dari emas murni.

(18)

Kata di mana tidak dapat dipakai dalam kalimat pernyataan. Kata di

mana dalam kalimat pernyatan harus diubah menjadi yang, bahwa,

tempat, dan sebagainya. Contoh:

Akhirnya, saya kembali juga ke Bogor, kota di mana saya dilahirkan. (salah)

Di mana dia telah dinyatakan sebagai tersangka, itu saya ketahui dari Kapolsek Kebonjeruk. (salah)

(19)

Tuliskan kembali kalimat berikut dengan membetulkan kesalahan yang ada.

1. Saat ini ada banyak perangkat lunak pengolah kata yang digunakan, antara lain Corel Word Perfect, Lotus Word Pro, Notepad, WordPad, Microsoft Word, Page Maker, StarOffice Writer, AbyWord, dan lain-lain.

2. Buku kerja Excel terdiri dari beberapa lembaran kerja.

3. Ketika menyampaikan hasil temuannya, ia samasekali tidak menyangka kalau temuannya akan memberi manfaat yang begitu besar bagi kemajuan teknologi di Tanah Air.

4. Pertemuan para pakar teknologi dilakukan sesuai rencana semula.

5. Masing-masing anggota dalam kelompok itu telah menyetujui usulan yang disampaikan ketua penyelenggara.

6. Keberhasilan pelaksanaan pekerjaan itu amat tergantung pada fasilitas dan sumber daya manusia.

7. Pembentukan protein dan asam nukleat daripada bahan bakunya sangat berbeda dengan pembentukan polisakarida dan lipid.

8. Glukosa, galaktosa, dan fruktosa adalah merupakan contoh-contoh daripada gula tunggal atau monosakarida.

9. Jadi, molekul ini mengandung informasi-informasi yang kadang-kadang khas bagi organisme dimana sintetis itu terjadi.

Referensi

Dokumen terkait

By understanding diverse populations within cities and by prototyping solutions to address civic challenges, designers can create experien‐ ces that provide value for

Potensi alam Indonesia sebagai Negara agraris dengan tanah sangat subur dan iklim tropis, yang di dukung dengan teknologi pertanian yang semakin maju serta SDM

Reserved Word adalah suatu kata yang secara mutlak tidak boleh diartikan lain dan harus digunakan sebagaimana yang telah didefinisikan atau ditentukan kegunaanya

Dalam peristilahan ‘terumbu karang’, “karang” yang dimaksud adalah koral, sekelompok hewan dari ordo Scleractinia yang menghasilkan kapur sebagai

Sementara, saat ini aku sedang menatap jiwa muda dalam tubuh tua sedang berbaring lemah, bersama selang-selang kehidupan yang memaksa darah kotornya berjalan-jalan lambat melewati

Keluarga terdiri dari orang-orang dewasa dari kedua jenis kelamin, minimal dua orang yang memelihara hubungan seksual dalam aturan-aturan yang dapat diterima oleh lingkungan

Sebagaimana telah di bahas pada bab-bab sebelumnya, pem- buatan file KML bisa kita lakukan dengan cara menuliskan baris pem- rograman dengan text editor seperti notepad atau

Penambahan enzim papain pada deterjen hasil formulasi menggunakan surfaktan etil ester sulfonat dari minyak biji ketapang berpengaruh terhadap karakteristik deterjen yang