• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kekonvergenan Deret Harmonik Secara Anal

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Kekonvergenan Deret Harmonik Secara Anal"

Copied!
66
0
0

Teks penuh

(1)

Kekonvergenan Deret Harmonik

secara Analitik dan Numerik

Muhammad Al Kahf 10114032

(2)

Selidiki apa yang terjadi dengan jika Apakah anda mengenalinya ?

 

(3)

Definisikan T(n) sedemikian sehingga

Akibatnya,

Karena T(n) adalah fungsi menaik (bukti diserahkan pada pembaca) dan T(n) terbatas di atas, maka jelas bahwa T(n) konvergen. Tapi, konvergen kemana ?

 

(4)

Akibatnya,

 

(5)

for i = 1 : 100

plot(har - log(2));

(6)
(7)

Selidiki juga dengan

 

(8)

 

(9)

for k = 1 : 10;

(10)
(11)

Misalkan n mempunyai nilai tetap, selidiki apa yang terjadi dengan . Tentu nilainya membesar. Bagaimana ukuran membesarnya ? Carilah suatu fungsi yang dapat digunakan

sebagai ukuran

 

(12)

Dari uraian pada masalah 1 telah kita dapatkan

Perhatikan bahwa fungsi monoton turun untuk setiap

dengan (bukti diserahkan ke pembaca), akibatnya

konvergen ke suatu nilai, sebut c.

 

(13)

Dengan cesaro stolz theorem,

(14)

for i = 1 : 20;

(15)
(16)

Misalkan merupakan bilangan bulat yang tidak lebih kecil dari

Hitung dengan dengan cukup besar. Kesimpulan apa yang diperoleh

 

(17)

Jelas bahwa . Perhatikan bahwa

Karena bernilai bilangan bulat, maka kemungkinan nilai dari adalah dan

 

(18)

har(1) = 1;

for i = 2 : 1000;

har(i) = har(i-1) + 1/i;

end;

i = 1 : 500

f = @(x) ceil(har(2*x)) - ceil(har(x)) plot(i, f(i), ‘ro')

(19)
(20)

Tentukan kemungkinan nilai jika

 

(21)

Perhatikan bahwa

Ambil limit kedua ruas

 

(22)

har(1) = 1;

plot(kecil(i), ‘g’); hold on; plot(besar(i), ‘r’);

(23)
(24)
(25)

Masalah Keenam

Misalkan bilangan terbesar sehingga untuk Tuliskan ini sebagai Hitung carilah suatu kesimulan mengenai hasil ini. Tentukan

order dari jika membesar tanpa batas.

(26)

Asumsikan dan . Untuk yang cukup besar / menuju maka berlaku

 

(27)

Karena maka

Jadi membesar secara eksponensial

 

(28)

har(1) = 1;

perbandingan = nilai(2 : end)./nilai(1 : end-1); plot(perbandingan);

figure; plot(nilai);

(29)
(30)
(31)

Bagaimana dengan deret

Apakah konvergen ? Apakah anda mengenalinya ?

 

(32)

Teorema :

Jika adalah barisan monoton turun dengan dan jika jumlah parsial dari dari terbatas, maka deret konvergen.

Pilih , perhatikan bahwa

Pilih , perhatikan bahwa terbatas

Dengan dirichlet test, konvergen.

 

(33)

Perhatikan bahwa

Integralkan kedua ruas dengan batas

Pilih

 

(34)

har(1) = 1;

for i = 2 : 1000

har(i) = har(i-1) + (-1)^(i+1)/i;

end;

plot(har - log(2));

(35)
(36)

Bagaimana dengan deret

Apakah deret konvergen ? Apakah anda mengenalinya ?

 

(37)

Perhatikan bahwa

Jelas bahwa deret ini divergen karena mengandung deret harmonik. Tetapi, bagaimana dengan orde membesarnya ?

 

(38)

Bagi menjadi 2 bagian :

Akibatnya,

 

(39)

Lakukan hal yang sama untuk . Diperoleh bahwa konvergen menuju

 

(40)

har(1) = 1;

axis([0, 10000, 1.2, 1.4])

(41)
(42)

Bagaimana dengan deret

Apakah deret konvergen ? Apakah Anda mengenalinya

 

(43)

Dengan rearrangemen ulang

Perhatikan bahwa bentuk

Konvergen ke sesuai dengan masalah ketujuh.

Sedangkan bentuk di dalam kurung dapat

diselesaikan menggunakan integral

 

(44)

Akibatnya,

(45)

Kedua barisan ini tetap konvergen ke . Bukti mirip dengan masalah ke delapan dan diserahkan kepada pembaca.

 

(46)

har(1) = 1;

plot(har - 3/2*log(2)); axis([0 10000 -0.05 0.05]

(47)
(48)

Kita mengetahui bahwa deret

Divergen. Selidiki order konvergensinya.

 

(49)

Dengan menggambarkan grafk, kita dapatkan bahwa

Karena menaik dan terbatas maka deret ini konvergen. Jadi, deret ini konvergen dengan orde

 

(50)

har(1) = 1;

axis([0 1000 -1.5 -1]);

(51)
(52)

Kita mengetahui bahwa deret

Divergen. Selidiki order divergensinya

 

(53)
(54)

Selidiki kekonvergenan

Selidiki kekonvergenan

Selidiki kekonvergenan

 

(55)

Hah :o >o< :o

Residu itu apa ?

(56)

 

(57)

Perhatikan bahwa

Gunakan deret laurent

Akibatnya

 

(58)

Di dalam matematika, dikenal istilah Apery’s

Constant. Istilah ini muncul oleh matematikawan Prancis, Roger Apery yang membuktikan bahwa

bilangan ini irrasional (1978). Sampai saat ini belum ada pembuktian apakah bilangan ini transenden atau tidak.

Yang jika diapproksimasi oleh komputer menghasilkan

 

(59)

Perhatikan bahwa

Gunakan deret laurent

Akibatnya

 

(60)

har(1) = 1;

for i = 2 : 1000;

har(i) = har(i-1) + 1/i^2;

end;

(61)
(62)
(63)
(64)

har(1) = 1;

for i = 2 : 50;

har(i) = har(i-1) + 1/i^4;

end;

(65)
(66)

• Andrescu, Titu dan Gelca, Razvan. 2007. Putnam and Beyond. Springer

• Bak, Joseph dan Newman, Donald J. 2010. Complex Analysis (Third

Edition). Springer.

• Bartle, Robert G. dan Sherbert, Donald R.. 2011. Introduction to Real Analysis (Fourth Edition). John Wiley & Sons, Inc.

• Churchill, Ruel V. Dan Brown, James Ward. 2014. Complex Variables and

Applications (Ninth Edition). McGraw Hill Education.

Referensi

Dokumen terkait

Jika r rasio (pembanding) suatu deret geometrik tak hingga yang konvergen dan S jumlah deret geometrik tak hingga

Jika pada barisan geom etri tanda “,” diganti dengan tanda “+” maka didapat deret geometri... Jumlah penduduk suatu kota setiap 3 tahun menjadi dua

Dalam makalah ini akan disampaikan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa jika barisan bilangan dari orde fraksional itu konvergen ke suatu bilangan, maka

Jika suku pertama deret geometri tak hingga adalah 1 sedang jumlah sukusuku yang bernomor ganjil adalah 2 , maka jumlah deret dengan rasio positif adalah .... Barisan geometri

Untuk kali ini kita bicara selang kekonvergenan / untuk harga x berapa saja deret pangkat tersebut konvergen... Jika L &lt; 1, maka

Untuk kali ini kita bicara selang kekonvergenan / untuk harga x berapa saja deret pangkat tersebut konvergen... Jika L &lt; 1, maka

– Suatu deret yang terdiri dari suku-suku positif akan konvergen jika suku-sukunya lebih kecil daripada suku-suku padanannya dari suatu deret positif lain yang sudah

Gampangnya jika jumlah deret tak hingga menuju ke suatu harga tertentu yang berhingga maka disebut konvergen (mengerucut).. Sebaliknya, deret geometri yang menuju bilangan tak