• Tidak ada hasil yang ditemukan

Studio Perencanaan Kota perencanaan kota

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Studio Perencanaan Kota perencanaan kota "

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

KECAMATAN BANDAR SEI KIJANG

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kabupaten Pelalawan, dibelah oleh aliran Sungai Kampar, serta pada kawasan ini menjadi pertemuan dari Sungai Kampar Kanan dan Sungai Kampar Kiri. Kabupaten Pelalawan memilik beberapa pulau yang relatif besar yaitu: Pulau Mendol, Pulau Serapung dan Pulau Muda serta pulau-pulau yang tergolong kecil seperti: Pulau Tugau, Pulau Labuh, Pulau Baru Pulau Ketam, dan Pulau Untut.

Struktur wilayah merupakan daratan rendah dan bukit-bukit, dataran rendah membentang ke arah timur dengan luas wilayah mencapai 93 % dari total keseluruhan. Secara fisik sebagian wilayah ini merupakan daerah konservasi dengan karakteristik tanah pada bagian tertentu bersifat asam dan merupakan tanah organik, air tanahnya payau, kelembaban dan temperatur udara agak tinggi.

(2)

Peraturan Daerah Kabupaten Pelalawan Nomor 06 Tahun 2005, maka Kabupaten Pelalawan terdiri atas 12 kecamatan. Kabupaten Pelalawan terletak di bagian Timur Riau Daratan. Daerah ini Tersebar di sepanjang Hilir Sungai Kampar, Pelalawan adalah salah satu Kabupaten Terbesar dan memiliki posisi strategis karena dekat dengan jalur pelayaran internasional.

Secara topografi, Pelalawan memiliki lokasi yang berbukit dan bergelombang. Sungai terbesar, yaitu sungai Kampar langsung bermuara ke Selat Malaka. Sungai Kampar juga berfungsi sebagai media transportasi, air minum, dan irigasi. Kabupaten ini beriklim tropis dan bertemperatur antara 220 – 320C.

Jalan Nasional yang menghubungkan Pekanbaru - Jambi dan Pekanbaru - Kuala Enok, melalui Pangkalan Kerinci. Sementara jalan yang menghubungkan kecamatan masih berupa jalan tanah yang keras.

(3)

KECAMATAN BANDAR SEI KIJANG

sektor perekonomian lainnya. Salah satu sektor yang perlu dikembangkan adalah sektor ekonomi, khususnya pada komoditas perikanan yang memiliki keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif sesuai dengan potensi dan keunggulan suatu daerah.

Untuk menggerakan dan memanfaatkan pembangunan perikanan dengan optimal diperlukan suatu pendekatan yang komprehensif. Salah satu pendekatan yang akan dilakukan adalah melakukan pendekatan perencanaan pembangunan komprehensif dari semua aktifitas yang terjadi dalam pembangunan perikanan melalui program kegiatan pembangunan pada setiap tahunnya dengan menyesuaikan kondisi geografis yang mendukung.

Undang-undang RI Nomor 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan menyatakan bahwa Perikanan adalah semua kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya ikan dan lingkungannya mulai dari pra-produksi, produksi, pengelolaan sampai dengan pemasaran yang dilaksanakan dalam suatu sistem bisnis perikanan.

Kegiatan pembangunan pada dasarnya merupakan suatu proses dimana pemerintah dan masyarakat bersama-sama mengelola sumberdaya yang ada untuk membentuk suatu pola kemitraan antara pemerintah dengan sektor swasta untuk menciptakan suatu lapangan kerja dan merangsang perkembangan kegiatan ekonomi dalam wilayah tersebut.

(4)

dana yang tentunya memerlukan kecermatan dalam pengelolaannya. Pemerintah sebagai salah satu stakeholder dan tentunya sebagai agen pembangunan dituntut tanggung jawabnya dalam menjalankan fungsinya sebagai enterpreneur, koordinator, fasilitator dan stimulator bagi lahirnya inisiatif-inisiatif bagi pembangunan daerah.

Kabupaten Palalawan memiliki 12 kecamatan dan terletak di pesisir timur pulau Sumatra dengan wilayah daratan yang membentang di sepanjang bagian hilir sungai Kampar serta berdekatan dengan Selat Malaka, secara geografis Kabupaten Pelalawan terletak antara pada 00048’ 32” LU– 00024’ 14” LS dan 101030’ 40” – 103023’ 22” BT dengan batas-batas wilayah:

 Sebelah Utara : Berbatasan dengan Kabupaten Siak;

 Sebelah Selatan : Berbatasan dengan Kabupaten Indragiri Hulu dan Kabupaten Indragiri Hilir;

 Sebelah Barat : Berbatasan dengan Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar;

 Sebelah Timur : Berbatasan dengan Kabupaten Kepulauan Riau.

(5)

KECAMATAN BANDAR SEI KIJANG

Kecamatan Bandar Sei Kijang merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Pelalawan. Di Kecamatan Bandar Sei Kijang ini memiliki potensi perkebunan sawit dan perkebunan karet, dimana mayoritasnya pekebunan kelapa sawit. Kecamatan Bandar Sei kijang terdiri dari 4 desa 1 kelurahan , desa dan kelurahan tersebut yaitu Desa Kiab Jaya, Desa Lubuk Ogung, Desa Muda Setia, Desa Simpang Beringin, dan Kelurahan Sei Kijang. Seiring terdapatnya potensi suatu wilayah dalam percepatan pertumbuhan, ada beberapa hambatan yang dapat memperlambat perkembangan dari percepatan tersebut, seperti adanya kesenjangan pembangunan antar wilayah, terdapatnya daerah yang masih tertinggal dibanding daerah lainnya, dan kurang optimalnya pemanfaatan keunggulan komparatif dan kompetitif produk unggulan daerah. Hal ini yang menjadi dasar pertimbangan pemerintah dalam menyusun strategi dalam pengembangan kawasan strategis di suatu daerah/ wilayah, sebagaimana telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 29 Tahun 2008 tentang Pengembangan Kawasan Strategis Cepat Tumbuh di Daerah. Kawasan strategis menjadi kawasan yang diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting dalam lingkup kabupaten terhadap ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan yang dinyatakan dalam Peraturan Menteri PU Nomor 16 Tahun 2009 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten. Penetapan kawasan strategis itu sendiri di suatu kabupaten memiliki peluang sebagai kawasan strategis nasional dan provinsi.

(6)

wilayah sekitarnya. Kawasan strategis itu sendiri pada umumnya berbasis ekonomi dan kota merupakan simpul basis ekonomi atau kutub (bagian penting) bagi pengembangan kawasan. Sejauh ini belum ada kawasan cepat tumbuh tanpa atribut kota di dalamnya. Dengan demikian kota menjadi tumpuan bagi berlangsungnya kawasan cepat tumbuh. Namun demikian tidak semua kota menjadi simpul pertumbuhan kawasan, dan hanya beberapa simpul atau kota-kota tertentu yang mendukung pertumbuhan kawasan strategis (Samiadji, 2010).

(7)

KECAMATAN BANDAR SEI KIJANG

kabupaten (Peraturan Menteri PU nomor 16 tahun 2009 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten).

Dijadikannya beberapa kecamatan tersebut sebagai kawasan strategis pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pelalawan tidak lepas dari adanya potensi-potensi unggulan yang terdapat di daerah atau di Kecamaatan Bandar Sei Kijang. Potensi unggulan yang terdapat ialah diantaranya mempunyai lahan pertanian yang dominan, perkembangan sektor jasa yang semakin maju, terdapat kelengkapan sarana dan prasarana yang menjadikan nilai tambah terhadap kawasan strategis cepat tumbuh karena menjadi salah satu indikator penting pertumbuhan wilayah. Selain itu, Kabupaten Pelalawan tepatnya di Kecamatan Bandar Sei Kijang dijadikan sebagai pintu gerbang utama awal masuk Kabupaten Pelalawan karena lokasi yang berada di salah satu wilayah kabupaten ini sehingga dapat menciptakan kerjasama pembangunan ekonomi antar wilayah di Kabupaten Pelalawan. Beberapa wilayah yang mempunyai keterkaitan erat dengan Kabupaten Pelalawan ialah Kota Pekanbaru sebagai ibukota Provinsi Riau, Kabupaten Siak, Kabupaten Indragiri Hulu, Kabuparen Kampar dan beberapa pusat pertumbuhan ekonomi lainnya yang berada di wilayah Kabupaten Pelalawan.

(8)

Perkembangan suatu kota umumnya tumbuh dan berkembang secara alami sehingga menimbulkan ketidakteraturan baik segi penggunaan lahan maupun dibidang tata ruang sehingga terkadang menimbulkan ketidak singkronan antara kebijakan pemerintahan kota dalam RTRW maupun RDTR seperti pertumbuhan dan perkembangan kawasan strategis dan cepat tumbuh secara linier arah perkembangan pembangunan. Seperti pembangunan yang ada di Kecamatan Bandar Sei Kijang Kabupaten Pelalawan.

Adapun isu utama yang akan dibahas yaitu, “Kondisi Bandar Sei Kijang Yang Kurang Mendukung Untuk Menjadikan Pusat Pelayanan Kawasan, Khususnya di Bidang Perekonomian Dan Industri”, hal ini dikarenakan minimnya sektor daya dukung pemerintah setempat. Sehingga, berbagai upaya yang harus dilakukan oleh pemerintah, swasta dan masyarakat agar sektor pembangunan yang ada diKecamatan Bandar Sei Kijang mampu meningkatkan dan memajukan Kecamatan Bandar Sei Kijang dengan mengintegrasikan berbagai unsur-unsur atau elemen pendukungnya.

(9)

Gambar 1.1 Kerangka Permasalahan

Kebijakan RTRW

Pusat Pelayanan Kawasan Kecamatan Bandar Sei Kijang Sebagai Kawasan Perkotaan Yang Secara Fisik Berbatasan

Langsung Dengan Kota Pekanbaru

 Belum terciptanya proses perencanaan tata ruang yang baik di Bandar Sei Kijang

 Ketidaksesuaian pemanfatan ruang di Bandar Sei Kijang

(10)

Adapun tujuan dari studi ini adalah Menyusun Perencanaan Kawasan Strategis dan Cepat Tumbuh Berbasis Sebagai Pusat Kegiatan Wilayah, Khususnya Perekonomian Dan Industri di Kecamatan Bandar Sei Kijang Kabupaten Pelalawan ”.

1.3.2 Sasaran

Sementara itu, sasaran yang ingin dicapai dari penyusunan Perencanaan Kawasan Strategis dan Cepat Tumbuh Berbasis Sebagai Pusat Kegiatan Wilayah, Khususnya Perekonomian Dan Industri di Kecamatan Bandar Sei Kijang Kabupaten Pelalawan adalah :

a) Identifikasi Wilayah yang terdapat kawasan strategis dan cepat tumbuh yang ada di Kecamatan Bandar Sei Kijang.

b) Identifikasi potensi dan masalah dari sektor kawasan strategis dan cepat tumbuh yang ada di Kecamatan Bandar Sei Kijang.

c) Identifikasi kebijakan dan pengelolaan kawasan strategis dan cepat tumbuh di Kecamatan Bandar Sei Kijang.

d) Tahapan Analisa pengembangan kawasan strategis dan cepat tumbuh di Kecamatan Bandar Sei Kijang.

(11)

f) Perencanaan Kawasan Strategis Dan Cepat Tumbuh Berbasis Pusat Kegiatan Wilayah, Khususnya Perekonomian dan Industri Di Kecamatan Bandar Sei KIjang.

1.4 Ruang Lingkup

1.4.1 Ruang Lingkup Wilayah

Kecamatan Bandar Sei Kijang merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Pelalawan yang memiliki luas 306,87 Km2. Kecamatan Bandar Sei

Kijang terdiri dari 4 (Lima) Desa dan 1 (satu) Kelurahan dengan ibukota kecamatan berada di Kelurahan Sei Kijang. Adapun batas administratifnya ialah:

 Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Siak.

 Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Langgam.

 Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Pangkalan Kerinci.

 Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Kampar.

1.4.2 Ruang Lingkup Materi

(12)

c) Melakukan kajian atau metode terkait dengan pendekatan normatif, kuantitatif, dan deskriptif.

d) Menyususun manajemen pelaksanaan. e) Menyusun lampiran desain survey.

f) Melakukan rumusan analisa terhadap sektor kependudukan untuk mengetahui proyeksi pertumbuhan penduduk di Kecamatan Bandar Sei Kijang.

g) Melakukan rumusan analisa terhadap sektor perekonomian untuk mengetahui laju pertumbuhan ekonomi Kecamatan Bandar Sei Kijang. h) Melakukan rumusan analisa terhadap kebutuhan sarana di tahun proyeksi. i) Melakukan rumusan analisa terhadap kebutuhan prasarana di tahun

proyeksi.

(13)
(14)

2. Undang-undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

3. Peraturan Mentri Dalam Negeri Nomor 29 Tahun 2008 tentang Pengembangan Kawasan Strategis Dan Cepat Tumbuh Di Daerah. 4. Peraturan Mentri PU Nomor 16 Tahun 2009 Tentang Pedoman

Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Penetapan Kawasan Strategis Dan Cepat Tumbuh.

5. PP No. 69 Tahun 1996 tentang Partisipasi Masyarakat.

6. Permendagri No. 8 Tahun 1998 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang Daerah.

7. Permendagri No. 9 Tahun 1998 tentang tata cara peran serta masyarakat dalam penataan ruang.

8. Permen Lingkungan Hidup No. 17 Tahun 2007.

9. Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010 Tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang

(15)

1.6 Sistematika Penulisan

Penulisan Laporan Perencanaan ini secara sistematis akan dibagi dalam beberapa bagian, yaitu :

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang 1.2 Perumusan Masalah 1.3 Tujuan dan Sasaran

1.3.1 Tujuan 1.3.2 Sasaran 1.4 Ruang Lingkup

1.4.1 Ruang Lingkup Wilayah 1.4.2 Ruang Lingkup Materi 1.5 Landasan Hukum

1.6 Sistematika Penulisan

BAB II KAJIAN LITERATUR TEORI

2.1 Teori Pengembangan Wilayah

2.2 Teori Pembangunan Ekonomi Daerah 2.3 Teori Perkembangan Industri

2.4 Teori Perkembangan Sosial Dan Budaya 2.5 Teori Partisipasi Masyarakat

BAB III TINJAUAN WILAYAH STUDI 3.1 Tinjauan Kebijakan

(16)

1.2 Pendekatan Studi

1.3 Tahapan Pelaksanaan Studi 1.3.1 Tahap Persiapan

1.3.2 Tahap Pengumpulan Data 1.3.3 Tahap Analisa

BAB V MANAJEMEN PELAKSANAAN

5.1 Struktur Organisasi 5.2 Jadwal Pelaksanaan

Gambar

Gambar 1.1 Kerangka Permasalahan

Referensi

Dokumen terkait

Penyusunan dan penetapan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten (RTRWK).. Penyusunan dan penetapan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis kabupaten. Penetapan rencana detail tata

Pengendalian tata ruang wilayah berpedoman pada arahan-arahan yang ditetapkan dalam rencana struktur tata ruang wilayah dan rencana tata ruang pada tingkat

REVISI RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN LAMONGAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN LAMONGAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN LAMONGAN RENCANA TATA RUANG

Seperti penelitian yang dilakukan oleh Saputra [2] tentang partisipasi masyarakat dalam penyusunan Rencana Tata Ruang dan Wilayah Kabupaten Bulungan, dimana partisipasi

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nomor 1 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi,

PENYUSUNAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH RTRW KABUPATEN MIMIKA TAHUN 2019-2039... PENYUSUNAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH RTRW KABUPATEN MIMIKA TAHUN

1 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kota RTRW 2030 Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 06/Prt/M/2007 Tanggal 16 Maret 2007, Tentang Pedoman Umum Rencana Tata

PERMEN PU NO 16 TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN Di dalam peraturan Menteri PU ini dijelaskan bagaiamana tingkat kedudukan RTRW kabupaten dalam sistem penataan