INITIATION À LA
LINGUISTIQUE
Kode : PRC 201
SKS : 2 / teori
Deskripsi mata kuliah
Mata kuliah wajib tempuh ini berbobot 2 sks, memperkenalkan tentang pengertian linguistik, hakekat bahasa, fungsi bahasa, sejarah perkembangan linguistik, bidang cakupannya serta pengertian dasar tentang menganalisis bahasa yang di
dalamnya memuat tentang Pragmatik, Semantik, Sintaksis, Morfologi, Leksikon dan Fonologi.
Materi kuliah meliputi kajian tentang pengertian linguistik, beberapa konsep tentang bahasa, dikotomi dari Saussure,
fungsi bahasa, tokoh-tokoh linguistik abad 20, aliran-aliran linguistik dan bidang cakupan serta berbagai kajian linguistik. Kegiatan pembelajaran berupa tatap muka, diskusi dan
Kompetensi mata kuliah
Mata kuliah ini bertujuan membekali mahasiswa
dengan pengetahuan umum mengenai linguistik,
gambaran umum tentang bahasa, bentuk, makna
serta fungsinya. Juga kajian yang berkaitan
PENILAIAN
KOMPONEN BOBOT
-
kehadiran dan partisipasi 10 %
- diskusi/ kuis/ tugas 20 %
- ujian tengah semester 35 %
- ujian akhir semester 35 %
ISTILAH LINGUISTIK
Kata ‘linguistik’ --- dari kata Latin
lingua
berarti ‘bahasa’.
Kata yang serupa dg
lingua
dalam bhs. Prancis, yaitu
langue
dan
langage ,
dan
dalam bhs. Itali
lingua
. Sedangkan dlm
bhs. Inggris,
language
(dari bhs. Prancis).
Istilah
linguistics
dlm bhs. Inggris berkaitan dengan
language.
Tujuan dan manfaat mempelajari
linguistik
.
Linguistik dipelajari dengan pelbagai maksud dan
tujuan.
- Linguistik itu dipelajri demi ilmu itu sendiri
Linguistik dipelajari sebagai dasar bagi ilmu-ilmu
lain seperti kesusastraan, filologi, pengajaran
bahasa, penerjemahan dsb. Dengan mempelajari
linguistik, orang lebih mudah memahami liku-liku
bahasa yang merupakan materi dari ilmu-ilmu
Manfaat langsung diperoleh oleh mereka yang akan
memperdalam ilmu yang berkaitan dengan bahasa.
- untk memperdalam kesusastraan
- untk memperdalam filologi – memahami teks-teks tulis.
Bagi mahasiswa yg mengikuti kuliah linguistik, akan mem
peroleh manfaat bila tujuan akhirnya untuk belajar bahasa.
Bagi guru bahasa, dengan memahami sifat-sifat dan
Apa itu bahasa ?
Language is a system of arbitrary conventio nalized
vocal, written, or gestural symbols that enable
members of a given community to communicate
intelligibly with one another (Brown, 2000: 5).
Bahasa adalah sistem tanda bunyi yang disepakati
unt dipergunakan oleh para anggota kelompok
masyarakat tertentu dalam bekerja sama,
.
Bahasa adalah sebuah sistem : - sistematis
- sistemis
.
Bahasa adalah sistem tanda
. Bahasa adlah sistem tanda bunyi
. Bahasa digunakan berdasarkan kesepakatan
. Bahasa bersifat produktif
. Bahasa bersifat unik
. Bahasa juga bersifat universal
. Bahasa mempunyai variasi-variasi karena dipakai oleh
kelompok manusia
Dikotomi pandangan Saussure
•
Telaah Diakronis dan Sinkronis
•
Langue dan parole
•
Signifiant dan signifié
•
Hubungan Sintagmatik dan hubungan
Telaah Diakronis dan telaah Sinkronis
Telaah Diakronis, merupakan upaya untuk mempelajari
bahasa dari waktu ke waktu .
Telaah Sinkronis, merupakan upaya mempelajari
bahasa pada satu waktu tertentu.
Langue
dan
Parole
-
Langue
adalah keseluruhan sistem tanda (
signe
)
yang merupakan produk dan konvensi masyara- kat
dan berfungsi sebagai alat komunikasi anta- ra para
anggotanya, sifatnya abstrak.
-
Parole
adalah pemakaian
langue
oleh tiap-tiap
anggota masyarakat bahasa; sifatnya konkret karena
parole
tidak lain merupakan realitas fisis yang
berbeda dari satu orang ke orang lain.
Signifiant
dan
Signifié
- Tanda bahasa menyatukan suatu konsep dengan citra
bunyi . Citra bunyi adalah kesan psikologis yang timbul
dalam pikiran kita. Citra bunyi inilah yang disebut
dengan
signifiant
.
Signifié
adalah kesan makna yang ada dalam pikiran
kita.
Hubungan Sintagmatik dan Paradigmatik
Hubungan sintagmatik adalah hubungan antara
unsur-unsur yg terdapat dlm suatu tuturan. Unsur-unsur-unsur ini
tersusun secara berurutan sehingga bersifat linear.
Hubungan sintagmatik ini terdapat dlm tataran fonologi,
morfologi dan sintaksis.
Hubungan paradigmatik adalah hubungan di antara
FUNGSI BAHASA
Pengertian fungsi → cara orang menggunakan
bahasanya. Orang melakukan sesuatu dengan bahasa nya,
dg cara bertutur, menulis, mendengarkan dan membaca.
Fugsi sosial → sebagai makhluk sosial senantiasa
berhubungan dg orang lain → membutuhkan alat unt
berinteraksi → bahasa sbagai alat penghubung antar
manusia di dalam masyarakat
Fungsi kultural → sebagai sarana menyampaikan
kebudayaan dari generasi ke generasi. Bahasa sebagai
bagian dari budaya sekaligus sebagai alat menyimpan dan
mewariskan ke generasi mendatang . Sarana mewariskan
Ilmu Pengetahuan → guru mengajar, ilmuwan
Malinowski (antropolog) → bahasa berfungsi
pragmatik atau praktis dan ritual atau magis, yang
berkaitan dg keagamaan dalam satu budaya.
Karl Buhler → fungsi bahasa scr perseorangan, atas
org I, org II, org III. Fungsi ekspresif, pema kaian
bahasa mengarah pd diri sendiri; fungsi konatif ,
pemakaian yg mengarah pd lawan bica ra ; dan
fungsi representasional yg mengarah pd kenyataan
lain di luar pembicara dan lawan bicara
-
Roman Jakobson menambahkan 3 fungsi lain.
Fungsi poetik yg mengarah pada pesannya; fungsi
transaksional yg
mengarah pd sasaran nya ; dan
fungsi metalinguistik yg mengarah pada kodenya.
Halliday mengemukakan 7 fungsi bahasa.
1.
Fungsi instrumental → bhs menghasilkan kondisi
tertentu dan menyebabkan terjadinya
peristiwa-peristiwa tertentu. Tindak komunikasi imperatif.
Ex. - Cepat pergi !
2. Fungsi regulasi → bahasa sbg pengawas, pengendali
atau pengatur peristiwa / orang lain
- Kalau kamu mencuri maka kamu pasti dihukum.
- Kalau Anda tekun belajar maka Anda akan lulus
dengan baik.
3. Fungsi pemerian/ representasi → bhs unt mem buat
pertanyaan-pertanyaan atau menyampaikan fakta yg
sebenarnya yg dilihat atau dialami.
- Gula manis
4. Fungsi interaksi → bhs unt menjamin dan
memantapkan keberlangsungan komunikasi dan
menjalin interaksi sosial.
- Penyapa mestinya menyapa dg sapaan yg tepat dan
hormat.
- Penutur hrs mempertimbangkan mitra tutur dan adat
istiadat serta budaya lokal.
5. Fungsi perorangan → memberi kesempatan kpd
pembicara unt mengekspresikan perasaan, emosi serta
reaksi-reaksi yg mendalam.
6. Fungsi heuristik → penggunaan bhs unt
memperoleh pengetahuan, dilakukan dengan
mengajukan pertanyaan. Anak -anak bertanya dg
‘apa’ , ‘mengapa’ dan ‘bagaimana’.
- Apa itu matahari ?
- Mengapa ada matahari ?
TEORI DAN ALIRAN LINGUISTIK
Penggunaan istilah teori dan aliran linguistik ,
teori linguistik, mengacu pada seperangkat
hipotesis yang menggunakan landasan filosofis
tertentu yang dipakai sebagai pegangan dalam
mengkaji, membahas dan menganalisis
fenomena bahasa.
aliran linguistik mengacu pada suatu paham
NAMA TEORI NAMA ALIRAN
Teori tradisional - Aliran Tradisional - Aliran Stoa
Teori Struktural - aliran struktural (strukturalisme)
- strukturalisme Amerika (Bloom
fieldians)
- Saussurians (aliran jenewa) - Firthians (aliran London) - aliran praha
Teori transformasi - aliran transformasi - Chomskians
- aliran Mentalisme
ALIRAN TRADISIONAL
-
Landasan pemikiran : pola pemikiran secara filosofis - Pelopor : Plato – Aristoteles- Tokoh : C.A. Mees, Van Ophuysen, St. Takdir Alisyahbana, dll.
- Hakikat bahasa : mencampuradukkan antaraa bahasa (dlm arti yang sebe narnya ) dengan tulisan ( perwujudan bahasa dengan lambang grafis).
Kriteria kegramatikalan: didasarkan pada norma secara ketat dan taat asas.
Setiap pelanggaran kaidah dianggap sebagai kesalahan berbahasa.
Level gramatikal : belum rapi terdiri atas huruf , kata dan kalimat. Proses berbahasa : merupakan proses berpikir.
Cara memperoleh bahasa : dengan menghafal definisi kemudian dihafalkan
contoh-contohnya.
Kedudukan kaidah : tata bahasa yang dipakai disebut tata bahasa preskrip tif
(berdasarkan benar-salah) dan normatif ( berdasar norma yg berlaku).
Objek analisis: masalah tata bahasa didominasi masalah jenis kata dan
ALIRAN STRUKTURAL
Landasan pemikiran : behavioristik → jiwa sesorang dan hakekat sesuatu hanya dapat dideteksi lewat tingkah laku dan perwujudan lahiriah yang tampak.
Pelopor : Ferdinand de Saussure
Tokoh : L. Bloomfield, Nida, E. Sapir, R. Jacobson dll
Hakekat bahasa : bahasa sebagai sistem tanda (sé dan sa) yang arbitrer dan konvensional, berupa ujaran, merupakan faktor
kebiasaan (habit) dan merupakan deretan sintakmatik dan paradigmatik.
Kriteria kegramatikalan : berdasarkan keumuman, bentuk yang salah dan tdk sesuai dg kaidah tata bahasa dapat dinyatakan gramatikal asalkan sudah lazim.
Level gramatikal : ditegakkan secara rapi ,terdiri atas morfem, kata, frase, klausa dan kalimat.
Cara memperoleh bahasa : dilakukan dengan menggunakan metode drill
and practice, bentuk latihan yang terus menerus dan berulang-ulang, sehingga membentuk suatu kebiasaan.
Metode pembelajaran bahasa : teori struktural melahirkan metode lang
sung dengan pendekatan oral. Juga dengan metode drill and practice, latihan terus menerus dan berulang-ulang shg membentuk kebiasaan.
Objek Analisis : bertolak dari kata atau bidang morfologi tanpa menga
baikan bidang sintaksis dan fonologi.
Kedudukan kaidah : kegramatikalan berdasarkan keumumman sehingga
bentuk-bentuk ang secara kaidah sebenarnya betul akan tetapi belum umum, maka bentuk tersebut dinyatakan tidak gramatikal.
ALIRAN TRANSFORMASI
Landasan pemikiran : berlandaskan paham mentalistik, berbahasa merupakan proses kejiwaan / mental, erat kaitannya dengan
psikolingguistik.
Pelopor : A. N. Chomsky
- Hakikat bahasa: bahasa merupakan warisan keturunan (innate) , bersifat kreatif, terdiri atas lapis dalam dan lapis permukaan dan terdiri atas unsur competent dan performance .
Kriteria kegramatikalan: kegramatikalan berdasarkan kaidah secara kreatif. Walaupun suatu bentuk bahasa belum umum asal
pembentukannya sesuai dengan kaidah yg berlaku, tidak ada halangan untuk diakui sebagai bentuk yg gramatikal.
Level gramatikal : terdiri atas morfem, kata, frase dan kalimat, eksistensi klausa tidak diakui.
-
cara memperoleh bahasa dilakukan secara alami dengan
modal
innate
. Walaupun dilatih dengan metode drill
and practice, siapapun tidak akan bisa berbicara jika
tidak memiliki
innate
dan LAD (
language aquisition
device)
-
Metode pembelajaran dilakukan dengan
mengembangkan kemampuan linguistik (
linguistic
competence
) dan per formansi linguistik (
linguistic
performance
) .
ALIRAN TAGMEMIK
Landasan Pemikiran : aliran ini bertolak dari wawasan
kesemestaan bahasa: adanya kesamaan prinsip pada semua bahasa yang ada di dunia.
Hakekat bahasa: mengakui kebenaran berbagai aliran pada aspek-aspek tertentu dan mendudukkannya secara proporsional. Dari aliran tradisional --- analisis fungsi-fungsi kalimat
aliran struktural --- analisis kategori-kategori gramatikal case grammar ---- analisis peran
relasionalisme ---- hub antarbagian di dalam struktur
Kriteria kegramatikalan , memenuhi ciri slot, klas, peran dan kohesi.
Proses berbahasa merupakan proses komunikasi
kontekstual.
Cara memperoleh bahasa dengan gabungan dari innate
dimatangkan dengan latihan-latihan
Metode pembelajaran , aliran ini menggunakan dua
pendekatan sekaligus, yaitu pendekatan komunikatif
dan kontekstual
Objek analisis, analisis bertolak dari tataran wacana . Me
nempatkan klausa sebagai struktur gramatik yang
istimewa.
FONETIK DAN FONOLOGI
Bahasa lisan yang menjadi objek kajian utama linguistik
merupakan rangkaian bunyi yang diujarkan oleh penutur. Mitra
tutur mampu memahami bunyi bahasa yang diujarkan oleh penutur melalui pendengarannya.
Ujud fisik bahasa pada dasarnya adalah ciri-ciri fisik bahasa yang dilisankan atau diujarkan.
Baik fonetik maupun fonologi berkenaan dengan satuan terkecil bahasa , yaitu bunyi.
Fonetik berkenaan dg proses pembunyian, realisasi, dan
penangkapan melalui indra pendengaran, tanpa memperhatikan fungsinya.
Fonologi berkenaan dg fungsi bunyi-bunyi bahasa sebagai satuan bahasa yang memiliki fungsi pembeda (distingtif). Fonologi
Aspek fisik bahasa mencakup tiga aspek. Pertama, bagaimana bunyi
bahasa dihasilkan oleh alat bicara. Kedua , bagaimana ciri-ciri bunyi bahasa yang diujarkan. Ketiga , bagaimana bunyi bahasa itu dipahami melalui indra pendengaran.
Aspek pertama disebut aspek produksi bunyi bahasa. Aspek kedua disebut
aspek akustis bunyi bahasa. Aspek ketiga disebut aspek persepsi bunyi bahasa.
Sesuai dengan aspek-aspek fisik yang terlibat dalam bahasa, fonetik dapat
dikelompokkan menjadi tiga, yaitu fonetik artikula- toris , fonetik akustik dan fonetik auditoris.
Fonetik artikulatoris , merupakan fonetik yang mempelajari masalah
anatomis dan fisiologis berkenaan alat bicara untuk memproduksi bahasa.
Fonetik yang mempelajari masalah sifat atau ciri bahasa sebagai
gelombang bunyi yang disalurkan melalui udara disebut fonetik akustik.
Fonetik yang mempelajari bagaimana alat pendengaran menang- kap
PRODUKSI BUNYI BAHASA
Bagaimana dan dari mana bunyi bahasa dihasilkan ?
Unt menghasilkan bunyi bahas yg benar diperlukan , 1) alat bicara yang normal, 2) ketrampilan dan kemampuan organ alat bicara dalam produksi melakukan artikulasi, 3) kemampuan mengatur pernapasan unt mengalirkan udara ke rongga tenggorokan, mulut dan hidung.
- Proses produksi bahasa dalam fonetik artikulatoris melibatkan empat proses, yaitu 1) ‘proses pembunyian’ , 2) ‘proses aliran udara’ , 3) ‘proses artikulasi’ , 4) proses oronasal.
ALAT BICARA → alat bicara merupakan perangkat anggota tubuh manusia yang berfungsi sebagai sumber bunyi. Sumber bunyi yang ada dalam tubuh manusia dapat dipilah menjadi 3 bagian, yaitu bagian rongga mulut disebut artikulator , bagian
Artikulator atau alat ucap yang terdapat di dalam rongga mulut berfungsi
sebagai pengatur artikulasi dan volume rongga mulut.
Pengaturan volume ruang diperlukan untuk menghasilkan bunyi yang
diinginkan.
Artikulator dikelompokkan menjadi dua, yaitu artikulator aktif dan
artikulator pasif.
Artikulator aktif adalah alat ucap yg secara aktif bergerak membentuk
hambatan aliran udara. Yang termasuk di dalamnya yaitu bibir bawah dan lidah.
Artikulator pasif adalah alat ucap yang diam (tidak aktif bergerak), dan
berfungsi sebagai daerah artikulasi , yaitu lokasi tempat artikulator aktif menghambat atau menutup aliran udara. Yang termasuk di dalamnya
adalah bibir atas, gigi atas, gusi, langit-langit keras dan langit-langit lunak.
Pada pangkal tenggorok tdpt pita suara yang membentuk celah yang disebut
glotis. Pita suara mengatur lebar sempitnya glotis dan menjadi salah satu sumber bunyi yg bergetar akibat aliran udara dari paru-paru menuju ke
M O RFO LO G I
Pengertian
Beberapa istilah penting: morfem, kata, morf,
alomorf, jenis morfem dan proses morfologis.
Jenis morfem
- berdasarkan banyaknya alomorf
- menurut kemungkinannya berdiri sbg kata
- menurut jenis morfem yg menyusunnya
- menurut hub formal bagian-bagian morfem
- berdasarkan jumlah fonem yg memben
tuknya
Morfem dapat dikenal karena kemunculannya yang berulang
membuat buat
membeku beku membusuk busuk membaik baik membesar besar membengkak bengkak
Dari data tsb muncul kesimpulan bahwa / m ә m /
merupakan satu morfem , karena muncul 6 kali dengan makna yg sama.
Sebelum mempertimbangkan data lain , kita tidak dpt langsung berkesimpulan sprt di atas. Status morfemis bentuk / m ә m / dianggap sebagai morf.
/ m ə / merawat / m ə m / membawa / m ə n / mencari / m ə ñ / menganga / m ə η / menyanyi
Dari data di atas diperoleh bentuk / m ə /, / m ə m /, / m ə n /, / m ə ñ /
dan / m ə η / yg berfungsi sama, bermakna sama dan berkemiripan bentuk .
Dengan menghubungkan morf / m ə m / di atas dg keempat bentuk morf yang lain , barulah dapat disimpulkan bahwa kelima morf tersebut
membentuk satu kesatuan , yakni morfem {m e}.
Proses m orfologis
Pengimbuhan atau afiksasi Pengulangan atau reduplikasi
Penambahan atau perubahan intern Pemajemukan atau komposisi
Proses yang mngubah bentuk kata
- infleksi --- perubahan morfemis dg mempertahankan identitas leksikal
dr kata yg bersangkutan. Ex. bhs. Inggris , friend dan friends,
dlm bhs. Prancis ?
- derivasi ---- perubahan morfemis yg menghasilkan kata dg identitas
morfemis yg lain. Ex. dlm bhs .Inggris, to befriend (v)
BEBERAPA KATEGORI MAKNA GRAMATIKAL
1. Jumlah : membedakan kategori tunggal dan jamak
2. Jenis : afiks pd kt benda atau sifat menunjukkan kategori maskulin atau feminin
3. Milik : beberapa bhs menggunakan afiks
4. Kala : wktu terjadinya suatu perbuatan – skarang, blm lama lampau, lampau, akan dtang – dinyatakan dg afiks (dlm bbrapa bhs.).
5. Aspek : bertalian dg macam perbuatan tanpa mempersoalkan
tempatnya dlm waktu. Dikenal kategori makna kontinuatif, progresif (tngah berlagsung), inseptif (baru mulai), sesatif (sudah usai) dan
repetitif (berulang-ulang).
6. Diatesis: menggambarkan pelaku dan perbuatan, dikenal diatesis aktif, pasif, refleksif , resiprok dan transitif.
7. Orang
8. Modus: suasana psikologis suatu perbuatan yg ditafsirkan pembicra. Modus indikatif (sikap objektif), optatif (harapan), interogatif ,
SINTAKSIS
* Pengertian
Menelaah struktur satuan bhs yang lebih besar dr kata, mulai dr frasa hingga kalimat.
Struktur = urutan kata. Sebagian besar makna suatu frasa
bergantung pada urutan kata pembentuknya. Contoh dlm BI dan dlm BP ( un homme grand : un grand homme ).
Namun terkadang perubahan urutan tdk berpengaruh pada makna, ( lihat contoh).
* Gramatikal dan tidak gramatikal
Setiap kalimat merupakan rangkaian kata, tetapi tidak semua rangkaian kata adalah kalimat. Rangkaian kata yang mengikuti kaidah sintaksis disebut gramatikal, yang tidak memenuhi kaidah sintaksis disebut tidak gramatikal. (lihat contoh)
* Tafsir Ganda → ketaksaan struktural , yang timbul karena perbedaan struktur , berbeda dengan ketaksaan leksikal .