Bagian Ilmu Obstetri dan
Bagian Ilmu Obstetri dan GinekologiGinekologi F
Faakkuullttaas s KKeeddookktteerraann LLaappoorraan n KKaassuuss Universitas Mulawarman Universitas Mulawarman MOLA HIDAIDO!A MOLA HIDAIDO!A oleh: oleh:
Anti Mangi Mangampa Anti Mangi Mangampa
"#$""$%"&$ "#$""$%"&$ Pembimbing: Pembimbing:
dr' (ovia Fransiska (go) !p' OG dr' (ovia Fransiska (go) !p' OG
Dibawakan Dalam *angka ugas Kepaniteraan Klinik Dibawakan Dalam *angka ugas Kepaniteraan Klinik
+ada Laboratorium Obstetri dan
+ada Laboratorium Obstetri dan GinekologiGinekologi Fakultas Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Universitas Mulawarman ,"$% ,"$% BAB $ BAB $ +-(DAHULUA( +-(DAHULUA(
Mola hidatidosa adalah kehamilan abnormal yang sebagian atau seluruh Mola hidatidosa adalah kehamilan abnormal yang sebagian atau seluruh vil
vili i korkorialiialisnysnya a menmengalgalami ami degdegeneenerasi rasi berberupa upa gelgelembembung ung yanyang g menmenyeyeruparupaii anggur. Frekuensi mola hidatidosa umumnya di wanita Asia lebih tinggi (1 per anggur. Frekuensi mola hidatidosa umumnya di wanita Asia lebih tinggi (1 per 12
120 0 kekehahamimilanlan dadariripapada da wawaninita ta di di nenegagara ra !a!ararat t (1 (1 peper r 2.2.00000 0 kekehahamimilalann ("adi#anto$ 200%& 'yaii$ Aprianti$ )
("adi#anto$ 200%& 'yaii$ Aprianti$ ) "ard#oeno$ 200*& Mans#oer$ +riy"ard#oeno$ 200*& Mans#oer$ +riyanti$ 'avitri$anti$ 'avitri$ ,a
,ardhani$ ) rdhani$ ) 'etiowulan$ 2000.'etiowulan$ 2000. -i
-i ndondonesia$ mola nesia$ mola hidathidatidosa dianggap sebagai penyakit yang idosa dianggap sebagai penyakit yang pentipentingng dengan insiden yang tinggi (data /' dindonesia$ 1 per 0 persalinan$ aktor dengan insiden yang tinggi (data /' dindonesia$ 1 per 0 persalinan$ aktor risiko banyak$ penyebaran merata serta sebagian besar data masih berupa
based . 'oe#oenoes dkk (1%* melaporkan 1 : 3 kehamilan& /' -r. 4ipto Mangunkusomo 5akarta 1 : 61 persalinan dan 1 : % kehamilan & 7uat A. 'iregar (Medan tahun 1%2 : 1181* per 1000 kehamilan& 'oetomo ('urabaya 1:0 persalinan& -#amhoe Martaadisoebrata (!andung& %812 per 1000 kehamilan.
!iasanya di#umpai lebih seringpada umur reprodukti (183 tahun dan multipara. 5adi dengan meningkatnya paritas kemungkinan menderita mola akan lebih besar. Faktor risiko mola hidatidosa terdapat pada usia kurang dari 20 tahun dan di atas 63 tahun$ gi9i buruk$ riwayat obstetri$ etnis dan genetik. ('yaii$ Aprianti$ ) "ard#oeno$ 200*& Fitriani$ 200%.
leh karena itu$ perlu untuk memiliki pengetahuan dan kemampuan mengarahkan pemeriksaan yang diperlukan demi penegakan mola hidatidosa lebih dini.
BAB ,
LA+O*A( KA!U!
Anamnesis dan pemeriksaan isik dilakukan pada hari 'elasa$ 1 April 2013 pukul 26.3 wita di /uang ;< Mawar /'=- A,. '#ahranie 'amarinda. Anamnesis
dentitas pasien:
>ama : >y. PA
=mur : 26 tahun
Agama : slam
Pendidikan : 'M<
Peker#aan : 'wasta
'uku : 5awa
Alamat : 5l. +aruna /+. 2 7oa -uri Masuk /umah 'akit : 1 April 2013
dentitas suami: >ama : +n. " =mur : 2% tahun Agama : slam Pendidikan : -6 Peker#aan : 'wasta
'uku : 5awa
Alamat : 5l. +aruna /+. 2 7oa -uri Kelu.an Utama
<eluar darah dari #alan lahir *iwa/at +en/akit !ekarang
Pasien datang dengan keluhan keluar darah dari #alan lahir se#ak 12 #am 'M/'. -arah berwarna merah segar tidak disertai gumpalan8gumpalan$ dan tidak disertai keluarnya gelembung8gelembung berwarna putih. <eluhan disertai nyeri perut bagian bawah. 'elama sekitar 12 #am pasien menggunakan pembalut. Pasien mengalami mual tetapi tidak mengganggu aktivitas sehari8hari. 'ebelumnya pasien berobat ke bidan di dekat rumahnya kemudian bidan menyarankan agar ke /umah 'akit. Pasien mengaku selama hamil ini telah kali kontrol kehamilan dan melakukan pemeriksaan ='?. Pada 2 kali pemeriksaan ='? terakhir$ yaitu 1 hari 'M/' dokter 'p. ? mengatakan bahwa pasien mengalami hamil anggur.
*iwa/at +en/akit Da.ulu
Pasien menyangkal riwayat penyakit asma$ #antung$ tekanan darah tinggi dan tidak pernah dirawat di rumah sakit sebelumnya
*iwa/at +en/akit Keluarga
+idak ditemukan riwayat penyakit dalam keluarga *iwa/at Haid
8 Menar@he usia 1 tahun 8 7ama haid 6 hari
8 "ari Pertama "aid +erakhir : 1080182013 8 +aksiran Persalinan : 181082013
*iwa/at +erkawinan
Perkawinan pertama$ kawin usia 26 tahun$ lamanya pernikahan dengan suami sekarang adalah bulan.
*iwa/at Obstetrik >o +ahun +ahun +empat Partus =mur <ehamilan 5enis Persalinan Penolong Persalinan 5enis <elamin Anak !! <eadaan Anak 'ekarang 1 2013 "amil ini
Kontrasepsi
+idak menggunakan kontrasepsi
+emeriksaan 0isik
1. !!+! : *% kg$ tinggi badan 1*6 @m 2. <eadaan =mum : !aik
6. <esadaran : <omposmentis$ ?4' : B;3M* . +anda vital:
+ekanan darah : 1600 mm"g Frekuensi nadi : 0 Cmenit Frekuensi napas : 1* Cmenit
'uhu : 6*.6 D4
3. 'tatus generalis:
<epala : >ormo@hepali
Mata : <on#ungtiva anemis (88$ ikterik (88 +elingahidungtenggorokan : tidak ditemukan kelainan 7eher : Pembesaran <?! (8
+horaC:
• 5antung : '1'2 tunggal$ reguler$ murmur (8$ gallop (8 • Paru : vesikuler$ rhonki (88$ whee9ing (88
Abdomen : hepar: pembesaran (8$ limpa: pembesaran (8 *. Bkstremitas : Atas: akral hangat
!awah: edema tungkai (88$ vari@es (88$ . 'tatus bstetrik:
1. nspeksi:Perut tampak datar$ linea nigra (8$ hiperpigmentasi (8$ striae (8
2. Palpasi : +inggi Fundus =teri (+F= 'etinggi pusat 6. ;+ : tidak dilakukan
+emeriksaan +enun1ang Laboaratorium
2enis
+emeriksaan (ilai (ormal
$$343$% $4343$% ,$343$% +emeriksaan Dara. Lengkap
"b 11$081*$00 gd7 16$2 11$% "t 683E 63$ !+ 283 6 4+ 3810 7eu 000810.000 G7 1.200 11.00 +r 130.000830.000 G7 631.000 606.000 +emeriksaan Kimia Dara.
=reum 1080 21 20$ 4reatinin 0$381$3 0$ 0$* "bsAg >/ >/ >/ 112 >/ >/ Hormon !eta "4? kuantitati (m=ml =sia kehamilan (minggu 186 : 3830 : 3823 3 : 20 H 00 * : 1.000 H 3*.000 8 : .*00 H 260.000 % H 12 : 23.000 H 2%0.000 112.%* 6.0% +emeriksaan Urin !ilirubin >egati I1 Britrosit 081lpb 308*0 "emoglobin -arah >egati I Plano+est I Rontgen Torax
$$ April ,"$% 5Laboratorium swasta6 'inus$ diaphragm dan @or normal
Pulmo: @orakan bron@hovaskuler agak ramai$ terutama para@ardial "ili agak lebar
+idak tampak @avitas$ perselubungan atau pun pleural eusion. +idak tampak raktur atau kelainan pada thora@is
<esan : !ronhitis Diagnosis ker1a
?1P0A0 gravid 1681 minggu I mola hidatidosa +enatalaksanaan 7apor 'p. ?$ an#uran : /en@ana <uretase Lembar Observasi 113 1313 1*13 113 ' <eluar darah dari #alan lahir
Perdarahan (I$ *C ganti pembalut$ mules (I Perdarahan Flek (I sudah berkurang
<eluhan tidak ada$ perdarahan (8
4M$ +- : 1600 mm"g$ > : 0 Cmenit$ // : 1* Cmenit$ +: 6*$6 4$ +F= : 'epusat 4M$ +- : 160%0 mm"g$ > : 0 Cmenit$ // : 20 Cmenit$ +: 6*$3 4$ +F= : 'epusat 4M$ +- : 1600 mm"g$ > : 0 Cmenit$ // : 20 Cmenit$ +: 6*$ 4$ 4M$ +- : 100*0 mm"g$ > : *% Cmenit$ // : 1 Cmenit$ A ?1P0A0 gravid 1681 minggu I mola hidatidosa ?1P0A0 gravid 1681 minggu I mola hidatidosa ?1P0A0 gravid 1681 minggu I mola hidatidosa Mola hidatidosa post kuret mola
P Pro <uretase Pro <uretase /o. +horaC
Pro <uret hari ini 4eadroCyl 2 C 300 mg Asam Meenamat 6 C 300 mg Pulang Laporan Operasi $& April ,"$% 8 posisi litotomi 8 'ediaan : 20 @@
<erokan : #umlah sekitar 600 ml 5aringan sekitar 100 ml
<uretase
erapi +ost Operasi7 8 -iet "alus
8 4eadroCyl 6 C 1
8 Asam Meenamat 6 C 1
8 -rip ksitosin 2 ampul sd #am
8 4ek !eta "4? kuantitati post kuretase Hasil +emeriksaan +atologi Anatomi7 $8 April ,"$%
Makroskopis7
-iterima #aringan @okelat kehitaman rapuh 20 @@
Mikroskopis7
'ediaan #aringan terlihat sebagian besar nekrosis dengan area8area perdarahan dengan sel8sel trophoblast nekrotik yang tersebar diuse
Kesimpulan7
4avum uteri$ kerokan: 'isa trophoblast
$$ Mei ,"$% Kesimpulan7
9avum uteri) kerokan 7 -ndometrits
BAB ,
I(2AUA( +U!AKA
,'$ De0inisi
Mola hidatidosa adalah suatu kehamilan yang berkembang tidak wa#ar di mana tidak ditemukan #anin dan hampir seluruh vili korialis mengalami perubahan berupa degenerasi hidropik (Mans#oer$ +riyanti$ 'avitri$ ,ardhani$ ) 'etiowulan$ 2000& "adi#anto$ 200%. Mola hidatidosa merupakan salah satu bagian di dalam kategori tumor trooblastik atau yang disebut dengan istilah penyakit trooblastik gestasional (4rum$ 7ester$ ) 4otran$ 200.
,', -pidemiologi
Mola hidatidosa ter#adi pada sekitar 1 dalam 1000 kehamilan di Amerika 'erikat dan Bropa. Frekuensi mola hidatidosa pada kehamilan yang ter#adi pada awal atau akhir usia subur relati lebih tinggi. Bek paling berat di#umpai pada wanita berusia lebih dari 3 tahun$ dengan rekuensi lesi relative lebih dari 10 kali
lipat dibandingkan pada usia 20 sampai 0 tahun. <ekambuhan mola hidatidosa di#umpai pada sekitar 1 sampai 2 persen kasus (4uningham ) dkk$ 2003.
nsidensi mola hidatidosa komplet adalah sekitar 181$3 per 2000 kehamilan di Amerika 'erikat dan >egara !arat lainnya. <arena alasan yang tidak diketahui$ insidensi penyakit ini #auh lebih tinggi di >egara Asia. Mola paling sering ter#adi pada usia sebelum 20 dan setelah 3 tahun$ dan adanya riwayat mola meningkatkan risiko untuk kehamilan berikutnya. Meski pun biasanya ditemukan pada minggu kehamilan 12 hingga 1 karena gestasi yang Jterlalu besar untuk
usianyaK$ pemantauan dini kehamilan dengan ultrasonograi telah berhasil menurunkan usia gestasi saat penyakit terdeteksi sehingga diagnosis dapat ditegakkan lebih dini. Pada dua keadaan$ penigkatan kadar h4? dalam darah ibu bersamaan dengan tidak adanya bagian #anin atau bunyi #antung #anin (4rum$
7ester$ ) 4otran$ 200.
,': -tiologi
Mola ter#adi akibat dari kelainan pembuahan$ pada mola komplet$ sebuah telur kosong dibuahi oleh dua spermato9oa (atau satu sperma diploid$ menghasilkan kariotip diploid$ sedangkan pada mola parsial sebuah telur normal dibuahi oleh dua spermato9oa (atau satu spermato9oa diploid sehingga terbentuk kariotipe triploid (4rum$ 7ester$ ) 4otran$ 200. <ondisi yang menyebabkan ter#adinya mola hidatidosa ini dapat dilakukan dengan analisis ->A (>gan ) dkk$ 2012.
!anyak aktor yang dapat mempengaruhi ter#adinya mola hidatidosaantara lain (Fitriani$ 200%:
• Faktor ovum: ovum sudah patologik sehingga mati$ tetapi terlambat
dikeluar8kan.
• =mur di bawah 20 tahun dan di atas 0 tahun. • munoselekti dari trooblas.
• <eadaan sosioekonomi yang rendah dan deisiensi gi9i& mola hidatidosa
banyak ditemukan pada mereka dengan status ekonomi yang rendah serta diet rendah protein.
• Paritas tinggi.
• neksi virus dan aktor kromosom yang belum #elas.
?ambaran klinis sebagaian besar kehamilan mola telah banyak berubah dalam 20 tahun terakhir karena penggunaan ultrasonograi transvagina dan h4? serum kuantitati menyebabkan diagnosis ditegakkan lebih dini. +anda8tanda klinis yang dapat ter#adi antara lain (4uningham ) dkk$ 2003:
a. Perdarahan
Perdarahan uterus hamper universal dan dapat bervariasi dari ber@ak sampai perdarahan berat. Perdarahan mungkin ter#adi sesaat sebelum abortus atau$ yang lebih sering$ ter#adi se@ara intermiten selama beberapa minggu bahkan bulan. <adang8kadang ter#adi perdarahan yang tertutup di dalam uterus. Anemia deisiensi besi sering di#umpai dan kadang8kadang terdapat eritropoiesis megaloblastik$ mungkin akibat kurangnya asupan gi9i karena mual dan muntah disertai menungkatnya kebutuhan olat trooblas yang @epat berprolierasi.
b. =kuran =terus
=terus sering membesar lebih @epat dari pada biasanya. =terus mungkin sulit diidentiikasi se@ara pasti dengan palpasi$ terutama pada wanita nulipara$ karena konsistensinya yang lunak di bawah dinding abdomen yang ken@ang. <adang8kadnag ovarium sangat membesar akibat kista8kista teka lutein sehingga sulit dibedakan dari uterus yang membesar.
@. Aktivitas 5anin
,alau pun uterus @ukup membesar sehingga men@apai #auh di atas simisis$ bunyi #antung #anin biasanya sulit terdeteksi. ,alaupun #arang$ mungkin terdapat plasenta kembar dengan perkembangan kehamilan mola sempurna pada salah satunya$ sementara plasenta lain dan #aninnya tampak normal.
,'% +enatalaksanaan
+erapi mola hidatidosa terdiri dari dua ase$ yaitu evakuasi mola segera dan tindak lan#ut untuk mendeteksi prolierasi trooblas persisten atau perubahan keganasan. Bvaluasi awal harus dilakukan sebelum evakuasi atau histerektomi yang men@akup pemeriksaan radiograi toraks untuk men@ari lesi paru. !eberapa pilihan dalam terapi mola hidatidosa$ antara lain (4uningham ) dkk$ 2003:
1. +erminasi kehamilan mola 2. <emoterapi proilaktik 6. Aspirasi vakum
. ksitosin$ prostaglandin$ dan histerotomi 3. "isterektomi
Pengelolaan mola hidatidosa dapat terdiri dari tahap berikut ini ("adi#anto$ 200%:
a. Perbaikan <eadaan =mum
Pemberian transuse darah untuk memperbaiki syok atau anemia dan menghilangkan atau mengurangi penyulit seperti pree@lampsia atau tirotoksikosis (>gan ) dkk$ 2012.
b. Pengeluaran #aringan mola
Ada dua @ara yaitu (>gana ) dkk$ 2012 ("adi#anto$ 200%:
• ;akum kuretase
'etelah keadaan umum diperbaiki dilakukan vakum kuretase tanpa pembiusan. =ntuk memperbaiki kontraksi diberikan pula uterotonika. ;akum kuretase dilan#utkan dengan kuretase dengan menggunakan sendok kuret biasa yang tumpul. +indakan kuret @ukup dilakukan 1 kali sa#a$ asal bersih. <uret kedua hanya dilakukan bila ada indikasi. 'ebelum tindakan kuret sebaiknya disediakan darah untuk men#aga bila ter#adi perdarahan yang banyak
• "isterektomi
+indakan ini dilakukan pada perempuan yang telah @ukup umur dan @ukup mempunyai anak. Alasan untuk melakukan histerektomi ialah karena umur tua dan paritas tinggi merupakan a@tor predisposisi untuk ter#adinya keganasan. !atasan yang dipakai
adalah umur 63 tahun dengan anak hidup 6. +idak #arang bahwa pada sediaan histerektomi bila dilakukan pemeriksaan
histopatologik sudah tampak adanya tanda8tanda keganasan berupa mola invasive koriokarsinoma.
+u#uan utama tindak lan#ut adalah deteksi dini setiap perubahan yang mengisyaratkan keganasan. Metode umum tindak lan#ut adalah sebagai berikut :
• 4egah kehamilan selama masa tindak lan#ut$ yaitu sekurang8
kurangnya 1 tahun
• =kur kadar h4? setiap 2 minggu. ,alau pun sebagian
mengan#urkan pemeriksaan setiap minggu$ belum terbukti adanya manaat yang nyata
• +unda terapi selama kadar serum tersebut terus berkurang. <adar
yang meningkat atau mendatar mengisyaratkan perlunya evaluasi dan biasanya terapi.
• 'etelah kadar normal$ yaitu setelah men@apai batas bawah
pengukuran$ pemeriksaan dilakukan setiap bulan selama * bulan$ lalu setiap 2 bulan untuk total 1 tahun.
• +indak lan#ut dapat dihentikan dan kehamilan dii9inkan setelah 1
tahun.
"al ini perlu dilakukan mengingat adanya kemungkinan keganasan setelah mola hidatidosa. <adar gonadotropin korionik harus turun se@ara progresi sampai kadar yang tidak terdeteksi$ karena di luar itu berarti trooblas menetap. Peningkatan mengisyaratkan prolierasi yang kemungkinan besar ganas ke@uali apabila wanita yang bersangkutan kembali hamil. +es h4? harus men@apai nilai normal minggu setelah evakuasi. 7ama pengawawan berkisar satu tahun. =ntuk tidak menga@aukan pemeriksaan selama periode ini pasien dian#urkan untuk tidak hamil dulu dengan menggunakan kondom$ diragma$ atau pantang berkala ("adi#anto$ 200%. <adar L8h4? sebelum dan setelah kuret (Fitriani$ 200%
BAB 4
Anamnesis
eori Fakta
-pidemiologi ; Faktor *isiko7
• sering ter#adi pada usia 2083 tahun • sering ditemukan pada minggu
kehamilan 12 hingga 1
• Paritas tinggi.
• neksi virus dan aktor kromosom
yang belum #elas.
• <eadaan sosioekonomi yang
rendah dan deisiensi gi9i
• /iwayat kehamilan mola
sebelumnya
Ge1ala7
• Amenore
• Perdarahan dari #alan lahir • Mual muntah yang @ukup berat
-pidmeiologi ; Faktor *isiko7
• Pasien berusia 26 tahun
• =sia kehamilan 16 H 1 minggu • Primipara
• 'osioekonomi @ukup
• +idak ada riwayat kehamilan mola
Ge1ala 7
• Amenore
• Perdarahan dari #alan lahir • Mual muntah ringan
+eori dan akta sesuai
+emeriksaan
eori Fakta
Fisik7
• =kuran uterus lebih besar dari usia
kehamilan
• "ipertensi
• +idak terdengar detak #antung
walau pun usia kehamilan besar
• +irotoksikosis
• <eluarnya gelembung mola
Fisik7 +F= sepusat +- : 1600 mm"g -55 (8 +irotoksikosis (8 ?elembung mola (8
+enun1ang7 USG:
?ambaran badai sal#u (snow flake pattern)
'arang lebah (honey comb)
β-hCG :
meningkat dari usia kehamilan
Rontgen horaks
Bvaluasi adanya metastase
!atologi: Ma@ros:
?elembung8gelembung putih$ tembus pandang$ berisi @airan #ernih$ dengan
ukuran bervariasi dari beberapa millimeter sampai 1 sampai 2 @m
Mi@ros :
'troma vili$ tidak ada pembuluh darah pada vilidegenerasi hidropik dan prolierasi sel8sel trooblas
+enun1ang 7 USG :
/iwayat pemeriksaan ='? di dr. 'p. ? dan dikatakan pasien mengalami hamil anggur. β-hCG : 1. 112.%* m=ml (112013 2. 6.0% m=ml (212013< Rontgen horaks <esan : !ronhitis !atologi: Makroskopis:
-iterima #aringan @okelat kehitaman rapuh 20 @@
Mikroskopis:
'ediaan #aringan terlihat sebagian besar nekrosis dengan area8area perdarahan dengan sel8sel trophoblast nekrotik yang tersebar diuse
<esimpulan:
4avum uteri$ kerokan: 'isa trophoblast
+eori dan akta sesuai
+enatalaksanaan
eori Fakta
• Perbaikan kondisi umum • <uret
Perbaikan kondisi umum <uret
• 'itostatik • "isterektomi
• +indak lan#ut @ek kadar L8h4?
per minggu
Pemeriksaan kadar L8h4? post kuretase
+eori dan akta sesuai
BAB% +-(UU+
,'$ Kesimpulan
Pasien >y. P$ perempuan$ usia 26 tahun$ datang dengan keluhan perdarahan dari #alan lahir yang dialami 1 hari 'M/'. Pada pemeriksaan isik
ditemukan +F= setinggi pusat yang berbeda dengan usia kehamilan pada saat ini. -ari riwayat pemeriksaan ='? pasien ditemukan gambaran Jhamil anggurK. -itemukan peningkatan kadar hormon L8h4? yang masih dalam batas kisaran peningkatannya menurut usia kehamilan. Pemeriksaan patologi ditemukan adanya sisa trooblas. Pasien kemudian di diagnose sebagai ?1P0A0 gravid 1681 minggu dengan mola hidatidosa. Pasien di rawat di rumah sakit$ dilakukan perbaikan kondisi umum$ kuret$ dan pemeriksaan kadar hormon L8h4? post kuretase. Bvaluasi kadar L8h4? post kuretase ditemukan penurunan yang progresi dibandingkan dengan kadarnya pada pemeriksaan pertama. 'e@ara umum$ penegakan diagnosis dan alur penatalaksanaan pada pasien >y. P telah sesuai dengan literature yang ada.
,', !aran
Penulis menyadari masih terdapat banyak kekurangan atas penyusunan tutorial klinik ini. leh karena itu$ penulis mengharapakan kritik dan saran dari rekan8rekan sekalian demi bertambahnya khasanah ilmu pengetahuan kita bersama.