BAB I BAB I TINJAUAN PUSTAKA TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi 2.1 Definisi
Skizofrenia adalah gangguan mental atau kelompok gangguan yang ditandai oleh Skizofrenia adalah gangguan mental atau kelompok gangguan yang ditandai oleh kekacauan dala
kekacauan dala m bentuk dan m bentuk dan isi pikiran (coisi pikiran (contohnya delusi atau halusinasi), dalam moodntohnya delusi atau halusinasi), dalam mood (contohnya afek yang tidak sesuai), dalam perasaan dirinya dan hubungannya dengan dunia (contohnya afek yang tidak sesuai), dalam perasaan dirinya dan hubungannya dengan dunia luar serta dalam hal tingkah laku.
luar serta dalam hal tingkah laku.22
Menurut DSM-IV, adapun klasifikasi untuk skizofenia ada 5 yakni subtipe paranoid, Menurut DSM-IV, adapun klasifikasi untuk skizofenia ada 5 yakni subtipe paranoid, terdisorganisasi (hebefrenik), katatonik, tidak tergolongkan dan residual. Untuk istilah terdisorganisasi (hebefrenik), katatonik, tidak tergolongkan dan residual. Untuk istilah skizofrenia simpleks dalam DSM-IV adalah gangguan deterioratif sederhana.
skizofrenia simpleks dalam DSM-IV adalah gangguan deterioratif sederhana.33 SedangkanSedangkan menurut Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa (PPDGJ) di Indonesia yang menurut Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa (PPDGJ) di Indonesia yang ke-III skizofrenia dibagi ke dalam 6 subtipe yaitu katatonik, paranoid, hebefrenik, tak terinci ke-III skizofrenia dibagi ke dalam 6 subtipe yaitu katatonik, paranoid, hebefrenik, tak terinci ((undifferentiated undifferentiated ), simpleks, residual dan depresi pasca skizofrenia.), simpleks, residual dan depresi pasca skizofrenia. 44
2.2 Epidemiologi 2.2 Epidemiologi
Penelitian insiden pada gangguan yang relatif jarang terjadi, seperti skizofrenia, sulit Penelitian insiden pada gangguan yang relatif jarang terjadi, seperti skizofrenia, sulit dilakukan. Survei telah dilakukan di berbagai negara, namun dan hampir semua hasil dilakukan. Survei telah dilakukan di berbagai negara, namun dan hampir semua hasil menunjukkan tingkat insiden per tahun skizofrenia pada orang dewasa dalam rentang yang menunjukkan tingkat insiden per tahun skizofrenia pada orang dewasa dalam rentang yang sempit berkisar antara 0,1 dan 0,4 per 1000 penduduk. Ini merupakan temuan utama dari sempit berkisar antara 0,1 dan 0,4 per 1000 penduduk. Ini merupakan temuan utama dari penelitian di 10-negara yang dilakukan oleh WHO. Untuk prevalensi atau insiden skizofrenia penelitian di 10-negara yang dilakukan oleh WHO. Untuk prevalensi atau insiden skizofrenia di Indonesia belum ditentukan sampai sekarang, begitu juga untuk tiap-tiap subtipe di Indonesia belum ditentukan sampai sekarang, begitu juga untuk tiap-tiap subtipe skizofrenia.
skizofrenia.55
Prevalensinya antara laki-laki dan perempuan sama, namun menunjukkan perbedaan Prevalensinya antara laki-laki dan perempuan sama, namun menunjukkan perbedaan dalam onset dan perjalanan penyakit. Laki-laki mempunyai onset yang lebih awal daripada dalam onset dan perjalanan penyakit. Laki-laki mempunyai onset yang lebih awal daripada perempuan. Usia puncak onset untuk laki-laki adalah 15 sampai 25 tahun, sedangkan perempuan. Usia puncak onset untuk laki-laki adalah 15 sampai 25 tahun, sedangkan perempuan 25 sampai 35 tahun. Beberapa penelitian telah menyatakan bahwa la
perempuan 25 sampai 35 tahun. Beberapa penelitian telah menyatakan bahwa la kiki-laki adalah-laki adalah lebih mungkin daripada wanita untuk terganggu oleh gejala
lebih mungkin daripada wanita untuk terganggu oleh gejala negatif dan wanita lebih negatif dan wanita lebih mungkmungkinin memiliki fungsi sosial yang lebih baik daripada laki-laki. Pada umumnya, hasil akhir untuk memiliki fungsi sosial yang lebih baik daripada laki-laki. Pada umumnya, hasil akhir untuk pasien skizofrenik
pasien skizofrenik wanita adalawanita adalah lebih baik h lebih baik daripada hasil adaripada hasil akhir untuk pasien skizofrenia khir untuk pasien skizofrenia laki laki--laki.
laki.
Skizofrenia tidak terdistribusi rata secara geografis di seluruh dunia. Secara historis, Skizofrenia tidak terdistribusi rata secara geografis di seluruh dunia. Secara historis, prevalensi skizofrenia di Timur Laut dan Barat Amerika Serikat adalah lebih tinggi dari prevalensi skizofrenia di Timur Laut dan Barat Amerika Serikat adalah lebih tinggi dari
daerah lainnya. daerah lainnya.33
2.3 Etiologi 2.3 Etiologi
Penyebab skizofrenia sampai sekarang belum diketahui secara pasti. Namun berbagai Penyebab skizofrenia sampai sekarang belum diketahui secara pasti. Namun berbagai teori telah berkembang seperti model diastesis-stres dan hipotesis dopamin. Model diastesis teori telah berkembang seperti model diastesis-stres dan hipotesis dopamin. Model diastesis stres merupakan satu model yang mengintegrasikan faktor biologis, psikososial dan stres merupakan satu model yang mengintegrasikan faktor biologis, psikososial dan lingkungan. Model ini mendalilkan bahwa seseorang yang mungkin memiliki suatu lingkungan. Model ini mendalilkan bahwa seseorang yang mungkin memiliki suatu kerentanan spesifik (diastesis) yang jika dikenai oleh suatu pengaruh lingkungan yang kerentanan spesifik (diastesis) yang jika dikenai oleh suatu pengaruh lingkungan yang menimbulkan stres, memungkinkan perkembangan gejala
menimbulkan stres, memungkinkan perkembangan gejala skizofrenia. skizofrenia. Komponen lingkKomponen lingkunganungan dapat biologis (seperti infeksi) atau psikologis (seperti situasi keluarga yang penuh dapat biologis (seperti infeksi) atau psikologis (seperti situasi keluarga yang penuh ketegangan).
ketegangan).
Hipotesis dopamin menyatakan bahwa skizofrenia disebabkan oleh terlalu banyaknya Hipotesis dopamin menyatakan bahwa skizofrenia disebabkan oleh terlalu banyaknya aktivitas dopaminergik. Teori tersebut muncul dari dua pengamatan. Pertama, kecuali untuk aktivitas dopaminergik. Teori tersebut muncul dari dua pengamatan. Pertama, kecuali untuk klozapin, khasiat dan potensi antipsikotik berhubungan dengan kemampuannya untuk klozapin, khasiat dan potensi antipsikotik berhubungan dengan kemampuannya untuk bertindak sebagai antagonis reseptor dopaminergik tipe 2. Kedua, obat-obatan yang bertindak sebagai antagonis reseptor dopaminergik tipe 2. Kedua, obat-obatan yang meningkatkan aktivitas dopaminergik (seperti amfetamin) merupakan salah satu meningkatkan aktivitas dopaminergik (seperti amfetamin) merupakan salah satu psikotomimetik. Namun belum jelas apakah hiperaktivitas dopamin ini karena terlalu psikotomimetik. Namun belum jelas apakah hiperaktivitas dopamin ini karena terlalu banyaknya pelepasan dopamin atau terlalu banyaknya reseptor dopamin atau kombinasi banyaknya pelepasan dopamin atau terlalu banyaknya reseptor dopamin atau kombinasi kedua mekanisme tersebut. Namun ada dua masalah mengenai hipotesa ini, dimana kedua mekanisme tersebut. Namun ada dua masalah mengenai hipotesa ini, dimana hiperaktivitas dopamin adalah tidak khas untuk skizofrenia karena antagonis dopamin efektif hiperaktivitas dopamin adalah tidak khas untuk skizofrenia karena antagonis dopamin efektif dalam mengobati hampir semua pasien psikotik dan pasien teragitasi berat. Kedua, beberapa dalam mengobati hampir semua pasien psikotik dan pasien teragitasi berat. Kedua, beberapa data elektrofisiologis menyatakan bahwa neuron dopaminergik mungkin meningkatkan data elektrofisiologis menyatakan bahwa neuron dopaminergik mungkin meningkatkan kecepatan pembakarannya sebagai respon dari pemaparan jangka panjang dengan obat kecepatan pembakarannya sebagai respon dari pemaparan jangka panjang dengan obat antipsikotik. Data tersebut menyatakan bahwa abnormalitas awal pada pasien skizofrenia antipsikotik. Data tersebut menyatakan bahwa abnormalitas awal pada pasien skizofrenia mungkin melibatkan keadaa
mungkin melibatkan keadaan hipodopaminergik.n hipodopaminergik.33 Skizofrenia berdasarkan teori dopamin terdiri
Skizofrenia berdasarkan teori dopamin terdiri dari empat jalur dopamin yaitu:dari empat jalur dopamin yaitu: 1.
1. Mesolimbik dopaminMesolimbik dopamin p pathwaysathways: merupakan hipotesis terjadinya gejala positif pada: merupakan hipotesis terjadinya gejala positif pada penderita skizofrenia. Mesolimbik dopamin
penderita skizofrenia. Mesolimbik dopamin p pathwaysathways memproyeksikan badan selmemproyeksikan badan sel dopaminergik ke bagian
dopaminergik ke bagian ventral tegmentum areaventral tegmentum area (VTA) di batang otak kemudian ke(VTA) di batang otak kemudian ke nukleus akumbens di daerah limbik. Jalur ini berperan penting pada emosional, perilaku nukleus akumbens di daerah limbik. Jalur ini berperan penting pada emosional, perilaku khususnya halusinasi pendengaran, waham dan gangguan pikiran. Antipsikotik bekerja khususnya halusinasi pendengaran, waham dan gangguan pikiran. Antipsikotik bekerja melalui blokade reseptor dopamin ksususnya reseptor dopamin D
melalui blokade reseptor dopamin ksususnya reseptor dopamin D22. Hipotesis hiperaktif . Hipotesis hiperaktif mesolimbik dopamin
mesolimbik dopamin p pathwaysathways menyebabkan gejala positif meningkat.menyebabkan gejala positif meningkat. 2.
2. Mesokortikal dopaminMesokortikal dopamin p pathwaysathways: jalur ini dimulai dari daerah VTA ke daerah serebral: jalur ini dimulai dari daerah VTA ke daerah serebral korteks khususnya korteks limbik. Peranan mesokortikal dopamin
sebagai mediasi dari gejala negatif dan kognitif pada penderita skizofrenia. Gejala sebagai mediasi dari gejala negatif dan kognitif pada penderita skizofrenia. Gejala negatif dan kognitif disebabkan terjadinya penurunan dopamin di jalur mesokortikal negatif dan kognitif disebabkan terjadinya penurunan dopamin di jalur mesokortikal terutama pada daerah dorsolateral prefrontal korteks. Penurunan dopamin di terutama pada daerah dorsolateral prefrontal korteks. Penurunan dopamin di mesokortikal dopamin
mesokortikal dopamin p pathwaysathways dapat terjadi secara primer dan sekunder. Penurunandapat terjadi secara primer dan sekunder. Penurunan sekunder terjadi melalui inhibisi dopamin yang berlebihan pada jalur ini atau melalui sekunder terjadi melalui inhibisi dopamin yang berlebihan pada jalur ini atau melalui blokade antipsikotik terhadap reseptor D
blokade antipsikotik terhadap reseptor D22. Peningkatan dopamin pada mesokortikal dapat. Peningkatan dopamin pada mesokortikal dapat memperbaiki gejala negatif ata
memperbaiki gejala negatif ata u mungkin gejala kognitif.u mungkin gejala kognitif. 3.
3. Nigostriatal dopamin Nigostriatal dopamin p pathwaysathways: berjalan dari daerah substansia nigra pada batang otak : berjalan dari daerah substansia nigra pada batang otak ke daerah basal ganglia atau striatum. Jalur ini merupakan bagian dari sistem saraf ke daerah basal ganglia atau striatum. Jalur ini merupakan bagian dari sistem saraf ekstrapiramidal. Penurunan dopamin di nigostriatal dopamin
ekstrapiramidal. Penurunan dopamin di nigostriatal dopamin p pathwaysathways dapatdapat menyebabkan gangguan pergerakan seperti yang ditemukan pada penyakit parkinson menyebabkan gangguan pergerakan seperti yang ditemukan pada penyakit parkinson yaitu rigiditas, bradikinesia dan tremor. Namun hiperaktif atau peningkatan dopamin di yaitu rigiditas, bradikinesia dan tremor. Namun hiperaktif atau peningkatan dopamin di jalur ini yang mendasari terjadinya gangguan pergerakan hiperkinetik seperti korea, jalur ini yang mendasari terjadinya gangguan pergerakan hiperkinetik seperti korea,
diskinesia atau tik. diskinesia atau tik. 4.
4. Tuberoinfundibular dopaminTuberoinfundibular dopamin p pathwaysathways: jalur ini dimulai dari daerah hipotalamus ke: jalur ini dimulai dari daerah hipotalamus ke hipofisis anterior. Dalam keadaan normal tuberoinfundibular dopamin
hipofisis anterior. Dalam keadaan normal tuberoinfundibular dopamin p pathwaysathways mempengaruhi oleh inhibisi dan penglepasan aktif prolaktin, dimana dopamin berfungsi mempengaruhi oleh inhibisi dan penglepasan aktif prolaktin, dimana dopamin berfungsi melepaskan inhibitor pelepasan prolaktin. Sehingga jika ada gangguan dari jalur ini melepaskan inhibitor pelepasan prolaktin. Sehingga jika ada gangguan dari jalur ini akibat lesi atau penggunaan obat antipsikotik, maka akan terjadi peningkatan prolaktin akibat lesi atau penggunaan obat antipsikotik, maka akan terjadi peningkatan prolaktin yang dilepas sehingga menimbulkan galaktorea, amenorea atau disfungsi seksual.
yang dilepas sehingga menimbulkan galaktorea, amenorea atau disfungsi seksual.44
Selain dopamin, neurotransmiter lainnya juga tidak ketinggalan diteliti mengenai Selain dopamin, neurotransmiter lainnya juga tidak ketinggalan diteliti mengenai hubungannya dengan skizofrenia. Serotonin contohnya, karena obat antipsikotik atipikal hubungannya dengan skizofrenia. Serotonin contohnya, karena obat antipsikotik atipikal mempunyai aktivitas dengan serotonin. Selain itu, beberapa peneliti melaporkan pemberian mempunyai aktivitas dengan serotonin. Selain itu, beberapa peneliti melaporkan pemberian antipsikotik jangka panjang
antipsikotik jangka panjang menurunkmenurunkan aan aktivitktivitas noradrenergik.as noradrenergik.33
2.4 Gejala dan Diagnosis 2.4 Gejala dan Diagnosis
Gejala dari skizofrenia paranoid berupa gejala ³positif´ dan ³negatif´ dari skizofrenia Gejala dari skizofrenia paranoid berupa gejala ³positif´ dan ³negatif´ dari skizofrenia yang menonjol, misalnya perlambatan psikomotorik, aktivitas menurun, afek yang yang menonjol, misalnya perlambatan psikomotorik, aktivitas menurun, afek yang menumpul, sikap pasif dan ketiadaan inisiatif, kemiskinan dalam kuantitas atau isi menumpul, sikap pasif dan ketiadaan inisiatif, kemiskinan dalam kuantitas atau isi pembicaraan, komunikasi non-verbal yang buruk seperti dalam ekspresi muka, kontak mata, pembicaraan, komunikasi non-verbal yang buruk seperti dalam ekspresi muka, kontak mata,
modulasi suara, dan posisi tubuh, perawatan diri dan kinerja sosial yang buruk.
modulasi suara, dan posisi tubuh, perawatan diri dan kinerja sosial yang buruk.55 GejalaGejala waham dan
Terlebih dahulu akan dibahas mengenai penegakan diagnosa skizofrenia. Adapun Terlebih dahulu akan dibahas mengenai penegakan diagnosa skizofrenia. Adapun menurut DSM-IV sebagai berikut:
menurut DSM-IV sebagai berikut: A.
A. Gejala Karakteristik: dua (atau lebih) berikut, masing-masing ditemukan untuk bagianGejala Karakteristik: dua (atau lebih) berikut, masing-masing ditemukan untuk bagian waktu yang bermakna selama periode 1 bulan (atau kurang jika diobati dengan berhasil): waktu yang bermakna selama periode 1 bulan (atau kurang jika diobati dengan berhasil):
1)
1) WahamWaham 2)
2) HalusinasiHalusinasi 3)
3) Bicara terdisorganisasi Bicara terdisorganisasi (misalnya (misalnya sering menyimpang atau sering menyimpang atau inkoheinkoherensi)rensi) 4)
4) Perilaku terdisorganisasi atau katatonik yang jelasPerilaku terdisorganisasi atau katatonik yang jelas 5)
5) Gejala negatif yaitu pendataran afektif, alogia, atau tidak ada Gejala negatif yaitu pendataran afektif, alogia, atau tidak ada kemauan (avolition)kemauan (avolition) Catatan: Hanya satu gejala kriteria A yang diperlukan jika waham adalah kacau atau Catatan: Hanya satu gejala kriteria A yang diperlukan jika waham adalah kacau atau halusinasi terdiri dari suara yang terus-menerus mengomentari perilaku atau pikiran halusinasi terdiri dari suara yang terus-menerus mengomentari perilaku atau pikiran pasien atau
pasien atau dua lebih suara yang saling bercakap-cakdua lebih suara yang saling bercakap-cakap satu saap satu sa ma lainnya.ma lainnya. B.
B. Disfungsi sosial/pekerjaan: untuk bagian waktu yang bermakna sejak onset gangguan,Disfungsi sosial/pekerjaan: untuk bagian waktu yang bermakna sejak onset gangguan, satu atau lebih fungsi utama seperti pekerjaan, hubungan interpersonal, atau perawatan satu atau lebih fungsi utama seperti pekerjaan, hubungan interpersonal, atau perawatan diri, adalah jelas di bawah tingkat yang dicapai sebelum onset (atau jika onset pada masa diri, adalah jelas di bawah tingkat yang dicapai sebelum onset (atau jika onset pada masa anak-anak atau remaja, kegagalan untuk mencapai tingkat pencapaian interpersonal, anak-anak atau remaja, kegagalan untuk mencapai tingkat pencapaian interpersonal, akademik, atau pekerjaan yang diharapkan).
akademik, atau pekerjaan yang diharapkan). C.
C. Durasi: tanda gangguan terus-menerus menetap selama sekurangnya 6 bulan. Pada 6Durasi: tanda gangguan terus-menerus menetap selama sekurangnya 6 bulan. Pada 6 bulan tersebu
bulan tersebut, harus termasuk 1 bulan fase aktif (yat, harus termasuk 1 bulan fase aktif (ya ng memperlihatkan gejala kriteria A)ng memperlihatkan gejala kriteria A) dan mungkin termasuk gejala prodormal ata
dan mungkin termasuk gejala prodormal ata u residual.u residual. D.
D. Penyingkiran gangguan skizoafektif atau gangguan mood: gangguan skizoafektif atauPenyingkiran gangguan skizoafektif atau gangguan mood: gangguan skizoafektif atau gangguan mood dengan ciri psikotik telah disingkirkan karena: (1) tidak ada episode gangguan mood dengan ciri psikotik telah disingkirkan karena: (1) tidak ada episode depresif berat, manik atau campuran yang telah terjadi bersama-sama gejala fase aktif depresif berat, manik atau campuran yang telah terjadi bersama-sama gejala fase aktif atau (2) jika episode mood telah terjadi selama gejala fase aktif, durasi totalnya relatif atau (2) jika episode mood telah terjadi selama gejala fase aktif, durasi totalnya relatif singkat dibandingk
singkat dibandingkan an durasi periode aktif dan rdurasi periode aktif dan r esidual.esidual. E.
E. Penyingkiran zat/kondisi medis umumPenyingkiran zat/kondisi medis umum F.
F. HubungHubungan an dengan gangguan perkembangan pervasif dengan gangguan perkembangan pervasif 33
Sedangkan menurut Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa (PPDGJ) di Sedangkan menurut Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa (PPDGJ) di Indone
Indonesia yang ke-sia yang ke-III sebagai berikut:III sebagai berikut: y
y Harus ada sedikitnya satu gejala berikut ini yang amat jelas (dan biasanya dua gejala atauHarus ada sedikitnya satu gejala berikut ini yang amat jelas (dan biasanya dua gejala atau lebih bila gejala-gejala itu kurang jelas):
lebih bila gejala-gejala itu kurang jelas): a)
a) ± ± ³³thought ecothought eco´ = isi pikiran dirinya sendiri yang berulang atau bergema dalam´ = isi pikiran dirinya sendiri yang berulang atau bergema dalam kepalanya (tidak keras) dan isi pikiran ulangan walaupun isinya sama tapi kualitasnya kepalanya (tidak keras) dan isi pikiran ulangan walaupun isinya sama tapi kualitasnya berbeda.
±³
±³thought insertion or withdrawal thought insertion or withdrawal ´ = isi pikiran yang asing dari luar masuk ke dalam´ = isi pikiran yang asing dari luar masuk ke dalam pikirannya (
pikirannya (insertioninsertion) atau isi pikirannya diambil keluar oleh sesuatu dari luar dirinya) atau isi pikirannya diambil keluar oleh sesuatu dari luar dirinya ((withdrawal withdrawal ); dan); dan
±³
±³thought broadcasting thought broadcasting ´ = isi pikirannya tersiar keluar sehingga orang lain atau umum´ = isi pikirannya tersiar keluar sehingga orang lain atau umum mengetahuinya;
mengetahuinya; b)
b) ± ± ³³delusion of control delusion of control ´ = waham tentang dirinya dikendalikan oleh suatu kekuatan´ = waham tentang dirinya dikendalikan oleh suatu kekuatan tertentu dari luar, atau
tertentu dari luar, atau ±
± ³³delusion of influencedelusion of influence´ = waham tentang dirinya dipengaruhi oleh suatu kekuatan´ = waham tentang dirinya dipengaruhi oleh suatu kekuatan tertentu dari luar
tertentu dari luar ±
± ³³delusion of delusion of p passivityassivity´ = waham tentang dirinya tidak berdaya dan pasrah terhadap´ = waham tentang dirinya tidak berdaya dan pasrah terhadap suatu kekuatan dari luar; (tentang ³dirinya´ secara jelas merujuk ke pergerakan suatu kekuatan dari luar; (tentang ³dirinya´ secara jelas merujuk ke pergerakan tubuh/ang
tubuh/anggota gerak atau gota gerak atau pikiran, tindakan atau pikiran, tindakan atau pengindepenginderaan raan khusus)khusus);; ±
± ³³delusiondelusion p perceerce p ptiontion´ = pengalaman inderawi yang tak wajar, yang bermakna sangat´ = pengalaman inderawi yang tak wajar, yang bermakna sangat khas bagi dirinya, biasanya bersifat mistik atau
khas bagi dirinya, biasanya bersifat mistik atau mukjizat;mukjizat; c)
c) Halusinasi auditorik:Halusinasi auditorik:
±Suara halusinasi yang berkomentar secara t
±Suara halusinasi yang berkomentar secara t eruserus-menerus terhadap perilkau pasien, -menerus terhadap perilkau pasien, atauatau ±Mendiskusikan perihal pasien diantara mereka sendiri (diantara berbagai suara yang ±Mendiskusikan perihal pasien diantara mereka sendiri (diantara berbagai suara yang berbicara) atau
berbicara) atau
±Jenis suara halusinasi
±Jenis suara halusinasi lain yang berasal lain yang berasal dari sdari salah satu bagiaalah satu bagian tubuh pasienn tubuh pasien d)
d) Waham-waham menetap lainnya yang menurut budaya setempat dianggap tidak wajar Waham-waham menetap lainnya yang menurut budaya setempat dianggap tidak wajar dan sesuatu yang mustahil, misalnya perihal keyakinan agama atau politik tertentu, atau dan sesuatu yang mustahil, misalnya perihal keyakinan agama atau politik tertentu, atau kekuatan dan kemampuan di atas
kekuatan dan kemampuan di atas manusia biasamanusia biasa
2.5
2.5 Diagnosa BandingDiagnosa Banding
Skizofrenia residual merupakan salah satu diagnosa banding dari skizofrenia paranoid. Skizofrenia residual merupakan salah satu diagnosa banding dari skizofrenia paranoid. PPDGJ-III memberikan pedoman diagnostik untuk skizofrenia residual yakni harus PPDGJ-III memberikan pedoman diagnostik untuk skizofrenia residual yakni harus memenuhi semua kriteria dibawah ini
memenuhi semua kriteria dibawah ini untuk suatu diagnosis yang meyakinkan:untuk suatu diagnosis yang meyakinkan: a.
a. Gejala ³negatif´ dari skizofrenia yang menonjol, misalnya perlambatan psikomotorik,Gejala ³negatif´ dari skizofrenia yang menonjol, misalnya perlambatan psikomotorik, aktivitas menurun, afek yang menumpul, sikap pasif dan ketiadaan inisiatif, kemiskinan aktivitas menurun, afek yang menumpul, sikap pasif dan ketiadaan inisiatif, kemiskinan dalam kuantitas atau isi pembicaraan, komunikasi non-verbal yang buruk seperti dalam dalam kuantitas atau isi pembicaraan, komunikasi non-verbal yang buruk seperti dalam ekspresi muka, kontak mata, modulasi suara, dan posisi tubuh, perawatan diri dan
ekspresi muka, kontak mata, modulasi suara, dan posisi tubuh, perawatan diri dan kinerjakinerja sosial yang buruk.
sosial yang buruk. b.
b. Sedikitnya ada riwayat satu episode psikotik yang jelas dimasa lampau yang memenuhiSedikitnya ada riwayat satu episode psikotik yang jelas dimasa lampau yang memenuhi kriteria untuk diagnosis skizofrenia.
c.
c. Sedikitnya sudah melampaui kurun waktu satu tahun dimana intensitas dan frekuensiSedikitnya sudah melampaui kurun waktu satu tahun dimana intensitas dan frekuensi gejala yang nyata seperti waham dan halusinasi telah sangat berkurang (minimal) dan gejala yang nyata seperti waham dan halusinasi telah sangat berkurang (minimal) dan telah timbul sindrom negatif dari skizofrenia.
telah timbul sindrom negatif dari skizofrenia.55
2.6
2.6 PengobatanPengobatan
Tidak ada pengobatan yang spesifik untuk masing-masing subtipe skizofrenia. Tidak ada pengobatan yang spesifik untuk masing-masing subtipe skizofrenia. Pengobatan hanya dibedakan berdasarkan gejala apa yang menonjol pada pasien. Pada Pengobatan hanya dibedakan berdasarkan gejala apa yang menonjol pada pasien. Pada skizofrenia paranoid, gejala ³positif´ lebih menonjol, maka adapun pengobatan yang skizofrenia paranoid, gejala ³positif´ lebih menonjol, maka adapun pengobatan yang disarankan kepada
disarankan kepada pasien obat-obpasien obat-obat antipsikotik at antipsikotik golongolongan tipikal (CPZ, gan tipikal (CPZ, HLP).HLP).44
Obat Risperidon adalah suatu obat antipsikotik dengan aktivitas antagonis yang Obat Risperidon adalah suatu obat antipsikotik dengan aktivitas antagonis yang bermakna pada reseptor serotonin tipe 2 (5-HT
bermakna pada reseptor serotonin tipe 2 (5-HT22) dan pada reseptor dopamin tipe 2 serta) dan pada reseptor dopamin tipe 2 serta antihistamin (H
antihistamin (H11). Menurut data penelitian, obat ini efektif mengobati gejala positif maupun). Menurut data penelitian, obat ini efektif mengobati gejala positif maupun negatif.
negatif.33 Risperidon senyawa antidopaminergik yang jauh lebih kuat, berbeda denganRisperidon senyawa antidopaminergik yang jauh lebih kuat, berbeda dengan klozapin, sehingga dapat menginduksi gejala ekstrapiramidal juga hiperprolaktinemia yang klozapin, sehingga dapat menginduksi gejala ekstrapiramidal juga hiperprolaktinemia yang menonjol. Meskipun demikian, risperidon dianggap senyawa antipsikotik ³atipikal secara menonjol. Meskipun demikian, risperidon dianggap senyawa antipsikotik ³atipikal secara kuantitatif´ karena efek samping neurologis ekstrapiramidalnya kecil pada dosis harian yang kuantitatif´ karena efek samping neurologis ekstrapiramidalnya kecil pada dosis harian yang rendah.
rendah.77
Klozapin termasuk obat antipsikotik atipikal yang juga mempunyai aktivitas antagonis Klozapin termasuk obat antipsikotik atipikal yang juga mempunyai aktivitas antagonis yang bermakna pada reseptor serotonin tipe 2 (5-HT
yang bermakna pada reseptor serotonin tipe 2 (5-HT22) dan antagonis lemah pada reseptor ) dan antagonis lemah pada reseptor dopamin tipe 2 juga bersifat antihistamin (H
dopamin tipe 2 juga bersifat antihistamin (H11). Efek samping berupa gejala ekstrapiramidal). Efek samping berupa gejala ekstrapiramidal sangat minimal, namun mempunyai sifat antagonis -1 adrenergik yang bisa menimbulkan sangat minimal, namun mempunyai sifat antagonis -1 adrenergik yang bisa menimbulkan hipotensi ortostatik dan sedatif.
hipotensi ortostatik dan sedatif.66 Selain itu, dilaporkan terjadinya agranulositosis denganSelain itu, dilaporkan terjadinya agranulositosis dengan insiden 1-2% ditambah harganya yang
insiden 1-2% ditambah harganya yang mahal. Klozapin adalah obat lini kedua yang jelas bagimahal. Klozapin adalah obat lini kedua yang jelas bagi pasien yang tidak berespon terhadap obat lain yang sekarang ini tersedia.
pasien yang tidak berespon terhadap obat lain yang sekarang ini tersedia.
Selain terapi obat-obatan, juga bisa diterapkan terapi psikososial yang terdiri dari terapi Selain terapi obat-obatan, juga bisa diterapkan terapi psikososial yang terdiri dari terapi perilaku, terapi berorientasi keluarga, terapi kelompok, psikoterapi individual. Terapi perilaku, terapi berorientasi keluarga, terapi kelompok, psikoterapi individual. Terapi perilaku menggunakan hadiah ekonomi dan latihan keterampilan sosial untuk meningkatkan perilaku menggunakan hadiah ekonomi dan latihan keterampilan sosial untuk meningkatkan kemampuan sosial, kemampuan memenuhi diri sendiri, latihan praktis, dan komunikasi kemampuan sosial, kemampuan memenuhi diri sendiri, latihan praktis, dan komunikasi interpersonal. Perilaku adaptif didorong dengan pujian atau hadiah yang dapat ditebus untuk interpersonal. Perilaku adaptif didorong dengan pujian atau hadiah yang dapat ditebus untuk hal-hal yang dihara
hal-hal yang diharapkan sehingga frekuensi maladaptif atau pkan sehingga frekuensi maladaptif atau menyimpang dapat diturunkan.menyimpang dapat diturunkan. Terapi berorientasi keluarga cukup berguna dalam pengobatan skizofrenia. Pusat dari Terapi berorientasi keluarga cukup berguna dalam pengobatan skizofrenia. Pusat dari terapi harus pada situasi segera dan harus termasuk mengidentifikasi dan menghindari situasi terapi harus pada situasi segera dan harus termasuk mengidentifikasi dan menghindari situasi yang kemungkinan menimbulkan kesulitan. Setelah pemulangan, topik penting yang dibahas yang kemungkinan menimbulkan kesulitan. Setelah pemulangan, topik penting yang dibahas di dalam terapi keluarga adalah proses pemulihan khususnya lama dan kecepatannya. di dalam terapi keluarga adalah proses pemulihan khususnya lama dan kecepatannya.
Selanjutnya diarahkan kepada berbagai macam penerapan strategi menurunkan stres dan Selanjutnya diarahkan kepada berbagai macam penerapan strategi menurunkan stres dan mengatasi masalah dan pelibatan kembali pasien ke dalam aktivitas.
mengatasi masalah dan pelibatan kembali pasien ke dalam aktivitas.
Terapi kelompok biasanya memusatkan pada rencana, masalah, dan hubungan dalam Terapi kelompok biasanya memusatkan pada rencana, masalah, dan hubungan dalam kehidupan nyata. Terapi kelompok efektif dalam menurunkan isolasi sosial, meningkatkan kehidupan nyata. Terapi kelompok efektif dalam menurunkan isolasi sosial, meningkatkan rasa persatuan dan meningkatkan tes realitas bagi pas
rasa persatuan dan meningkatkan tes realitas bagi pas ien dengan skizofrenia.ien dengan skizofrenia.
Psikoterapi individual membantu menambah efek terapi farmakologis. Suatu konsep Psikoterapi individual membantu menambah efek terapi farmakologis. Suatu konsep penting didalam psikoterapi adalah perkembangan hubungan terapeutik yang dialami psien penting didalam psikoterapi adalah perkembangan hubungan terapeutik yang dialami psien adalah ³aman´. Pengalaman tersebut dipengaruhi oleh dapat dipercayanya ahli terapi, jarak adalah ³aman´. Pengalaman tersebut dipengaruhi oleh dapat dipercayanya ahli terapi, jarak emosional antara ahli terapi dan pasien, dan keikhlasan ahli terapi seperti yang emosional antara ahli terapi dan pasien, dan keikhlasan ahli terapi seperti yang diinterpretasikan oleh pasien. Ahli psikoterapi sering kali memberikan interpretasi yang diinterpretasikan oleh pasien. Ahli psikoterapi sering kali memberikan interpretasi yang terlalu cepat terhadap pasien skizofrenia. psikoterapi untuk seorang pasien skizofrenia harus terlalu cepat terhadap pasien skizofrenia. psikoterapi untuk seorang pasien skizofrenia harus dimengerti dalam hitungan dekade, bukannya sesi, bulanan, atau bahkan tahunan. Di dalam dimengerti dalam hitungan dekade, bukannya sesi, bulanan, atau bahkan tahunan. Di dalam konteks hubungan profesional, fleksibilitas adalah penting dalam menegakkan hubungan konteks hubungan profesional, fleksibilitas adalah penting dalam menegakkan hubungan kerja dengan pasien. Ahli terapi mungkin akan makan bersama, atau mengingat ulang tahun kerja dengan pasien. Ahli terapi mungkin akan makan bersama, atau mengingat ulang tahun pasien. Tujuan utama adalah untuk menyampaikan gagasan bahwa ahli terapi dapat pasien. Tujuan utama adalah untuk menyampaikan gagasan bahwa ahli terapi dapat dipercaya, ingin memahami pasien dan akan coba melakukannya dan memiliki kepercayaan dipercaya, ingin memahami pasien dan akan coba melakukannya dan memiliki kepercayaan tentang kemampuan pasien sebagai manusia. Mandred Bleuler menyatakan bahwa sikap tentang kemampuan pasien sebagai manusia. Mandred Bleuler menyatakan bahwa sikap terapeutik terhadap pasien adalah dengan menerima mereka bukannya mengamati mereka terapeutik terhadap pasien adalah dengan menerima mereka bukannya mengamati mereka sebagai orang yang tidak dapat dipaha
sebagai orang yang tidak dapat dipaha mi dan berbeda dari ahli terapi.mi dan berbeda dari ahli terapi.33
2.7 Prognosis 2.7 Prognosis
Prognosis tidak berhubungan dengan tipe apa yang dialami seseorang. Perbedaan Prognosis tidak berhubungan dengan tipe apa yang dialami seseorang. Perbedaan prognosis paling baik dilakukan dengan melihat pada prediktor prognosis spesifik di Tabel prognosis paling baik dilakukan dengan melihat pada prediktor prognosis spesifik di Tabel
2.1 2.133..
Prognosis
Prognosis Baik Baik Prognosis Prognosis Buruk Buruk Onset
Onset lambat lambat Onset Onset mudamuda Faktor
Faktor pencetus pencetus yang yang jelas jelas Tidak Tidak ada ada faktor faktor pencetuspencetus Onset
Onset akut akut Onset Onset tidak tidak jelasjelas Riwayat seksual, sosial dan pekerjaan
Riwayat seksual, sosial dan pekerjaan pramorbid yang baik
pramorbid yang baik
Riwayat seksual, sosial dan pekerjaan Riwayat seksual, sosial dan pekerjaan pramorbid yang buruk
pramorbid yang buruk Gejala gangguan mood (terutama
Gejala gangguan mood (terutama gangguan depresif)
gangguan depresif)
Perilaku menarik diri, autistik Perilaku menarik diri, autistik
Gejala
Gejala positif positif Gejala Gejala negatif negatif Riwayat
Riwayat keluarga keluarga gangguan gangguan mood mood Riwayat Riwayat keluarga keluarga skizofreniaskizofrenia Sistem
Sistem pendukung pendukung yang yang baik baik Sistem Sistem pendukung pendukung yang yang buruk buruk Tanda dan gejala neurologis Tanda dan gejala neurologis Riwayat trauma prenatal Riwayat trauma prenatal
Tidak ada remisi dalam 3 tahun Tidak ada remisi dalam 3 tahun Banyak relaps
Banyak relaps
Riwayat penyerangan Riwayat penyerangan
Walaupun skizofrenia bukanlah penyakit yang fatal, namun rata-rata kematian orang Walaupun skizofrenia bukanlah penyakit yang fatal, namun rata-rata kematian orang yang menderita skizofrenia dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan populasi umum. yang menderita skizofrenia dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan populasi umum. Tingginya angka kematian berkaitan dengan kondisi buruk di institusi perawatan yang Tingginya angka kematian berkaitan dengan kondisi buruk di institusi perawatan yang berkepanjangan yang menyebabkan tingginya angka Tuberkulosis dan penyakit menular berkepanjangan yang menyebabkan tingginya angka Tuberkulosis dan penyakit menular lainnya. Namun, penelitian baru-baru ini pada orang-orang skizofrenia yang hidup dalam lainnya. Namun, penelitian baru-baru ini pada orang-orang skizofrenia yang hidup dalam masyarakat, menunjukkan bunuh diri dan kecelakaan lain sebagai penyebab utama kematian masyarakat, menunjukkan bunuh diri dan kecelakaan lain sebagai penyebab utama kematian di negara berkembang maupun negara-negara maju. Bunuh diri, khususnya, telah di negara berkembang maupun negara-negara maju. Bunuh diri, khususnya, telah muncul sebagai masalah yang mekhawatirkan, karena risiko bunuh diri pada orang dengan muncul sebagai masalah yang mekhawatirkan, karena risiko bunuh diri pada orang dengan gangguan skizofrenia selama hidupnya telah diperkirakan di atas 10%, sekitar 12 kali lebih gangguan skizofrenia selama hidupnya telah diperkirakan di atas 10%, sekitar 12 kali lebih tinggi dari populasi umum. Sepertinya ada sebuah peningkatan mortalitas untuk gangguan tinggi dari populasi umum. Sepertinya ada sebuah peningkatan mortalitas untuk gangguan kardiovaskular juga, mungkin terkait dengan gaya hidup yang tidak sehat, pembatasan akses kardiovaskular juga, mungkin terkait dengan gaya hidup yang tidak sehat, pembatasan akses perawatan kesehatan ata
DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA
1.
1. Suvisaari, Jana.Suvisaari, Jana. Incidence and Risk Factors of Schizophrenia in FinlandIncidence and Risk Factors of Schizophrenia in Finland. University of . University of Helsinki, Faculty of Medicine, Depart
Helsinki, Faculty of Medicine, Department of Public Health. 1999. Available from:ment of Public Health. 1999. Available from: http://ethesis.helsinki.fi/julkaisut/laa/kansa/vk/suvisaari/introduction.html
http://ethesis.helsinki.fi/julkaisut/laa/kansa/vk/suvisaari/introduction.html[Accessed 1[Accessed 1 Februari 2011]
Februari 2011] 2.
2. Kumala, Poppy dkk. Kamus Saku Kumala, Poppy dkk. Kamus Saku Kedokteran Dorland Edisi Kedokteran Dorland Edisi 25. EGC. Jakarta:1998. 97025. EGC. Jakarta:1998. 970 3.
3. Kaplan, Harold I., Sadock, Benjamin J., dan Grebb, Jack A. Sinopsis Psikiatri, Jilid I.Kaplan, Harold I., Sadock, Benjamin J., dan Grebb, Jack A. Sinopsis Psikiatri, Jilid I. Binarupa Aksara.
Binarupa Aksara. Tangerang: 2010. 699-702, 720-727, 737-740Tangerang: 2010. 699-702, 720-727, 737-740 4.
4. Syamsulhadi dan Syamsulhadi dan LumbantobingLumbantobing. Skiz. Skizofrenia. FK UI. Jaofrenia. FK UI. Jakarta: 2007.26-3karta: 2007.26-344 5.
5. Maslim, Rusdi.Diagnosis Gangguan Jiwa Rujukan Ringkas dari PPDGJ- III. FK UnikaMaslim, Rusdi.Diagnosis Gangguan Jiwa Rujukan Ringkas dari PPDGJ- III. FK Unika Atmajaya. Jakarta:2001. 46, 50
Atmajaya. Jakarta:2001. 46, 50 6.
6. Silva, J.A. Costa.Schizophrenia and Public Health. WHO. 1998. 6-13. Available from:Silva, J.A. Costa.Schizophrenia and Public Health. WHO. 1998. 6-13. Available from: www.who.int/
www.who.int/mentalmental
_
_
healthhealth/media/en/55.pdf /media/en/55.pdf [Accessed on 1 Februari 2011][Accessed on 1 Februari 2011] 7.7. Goodman dan Gilman. Dasar Farmakologi Terapi Vol.I. EGC. Jakarta:2007.475,480 &Goodman dan Gilman. Dasar Farmakologi Terapi Vol.I. EGC. Jakarta:2007.475,480 & 482
UNIVERSITAS ANDALAS UNIVERSITAS ANDALAS FAKULTAS KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN
KEPANITERAAN KLINIK ROTASI TAHAP II KEPANITERAAN KLINIK ROTASI TAHAP II
STATUS PASIEN STATUS PASIEN
1.
1. Identitas PasienIdentitas Pasien a.
a. Nama/Kelamin/Umur Nama/Kelamin/Umur : : Muslim Muslim Hamid Hamid / / Pria/ Pria/ 34 34 tahuntahun b.
b. Pekerjaan/pendidikan Pekerjaan/pendidikan : : tidak tidak bekerja/Tamat bekerja/Tamat SMASMA c.
c. Alamat Alamat : : Jalan Jalan S.Parman S.Parman nomonomor r 126C 126C ulak ulak karang, karang, PadangPadang
2.
2. Latar BelaLatar Belakang sosial-ekonomi-demogkang sosial-ekonomi-demografi-lingkungan keluargarafi-lingkungan keluarga a.
a. Status Status Perkawinan Perkawinan : : Belum Belum MenikahMenikah b.
b. Jumlah Jumlah Saudara Saudara : : 9 9 orangorang c.
c. Status Status Ekonomi Ekonomi : : BerasaBerasal l dari dari golongagolongan n ekonomi ekonomi rendarendah h dengandengan
penghasilan perbulan 700.000 yang dikirim dari kakak penghasilan perbulan 700.000 yang dikirim dari kakak
kandungnya di Jakarta kandungnya di Jakarta d.
d. KB KB : : Tidak Tidak adaada e.
e. Kondisi Kondisi Rumah Rumah ::
-- Rumah permanen, rumah orang Rumah permanen, rumah orang tua, perkarangan keciltua, perkarangan kecil -- Ventilasi cukupVentilasi cukup
-- Pencahayaan cukupPencahayaan cukup -- Listrik adaListrik ada
-- Sumber air minum : Sumur Sumber air minum : Sumur -- Jamban ada 1 buahJamban ada 1 buah
-- Sampah dibakar Sampah dibakar f.
f. Kondisi Lingkungan KeluargaKondisi Lingkungan Keluarga
-- Jumlah penghuni 1 orang, pasien tinggal sendirian di rumah orang tJumlah penghuni 1 orang, pasien tinggal sendirian di rumah orang t ua nya.ua nya. Kakak kandung yang pertama t
Kakak kandung yang pertama tinggal bersebelainggal bersebelahan dengan rumah pasien.han dengan rumah pasien. Pasien anak ketujuh dari sembilan
Pasien anak ketujuh dari sembilan bersaudara. Kakak dan adek kandungbersaudara. Kakak dan adek kandung pasien banyak tinggal dijakarta.
3.
3. Aspek Psikologis di keluargaAspek Psikologis di keluarga
-- Hubungan di dalam keluarga dan lingkungan sekitarnya kurang baik. PasienHubungan di dalam keluarga dan lingkungan sekitarnya kurang baik. Pasien sering marah-marah ketika sakitnya kambuh. Tapi pasien tidak pernah sering marah-marah ketika sakitnya kambuh. Tapi pasien tidak pernah menganggu lingkung
menganggu lingkungan an sekitarnya.sekitarnya.
4.
4. Riwayat Penyakit dahulu / Penyakit KeluargaRiwayat Penyakit dahulu / Penyakit Keluarga
-- Pasien sudah menderita sakit seperti ini sejak 4 tahun yang laluPasien sudah menderita sakit seperti ini sejak 4 tahun yang lalu
-- Adek ibu pasien pernah Adek ibu pasien pernah mendemenderita penyakit yang sarita penyakit yang sa ma, tapi sudah meninggma, tapi sudah meninggalal tahun 2000.
tahun 2000.
5.
5. Keluhan UtamaKeluhan Utama
y
y Sering marah-marah sejak 1 minggu yang laluSering marah-marah sejak 1 minggu yang lalu
6.
6. Riwayat Penyakit SekarangRiwayat Penyakit Sekarang Autoanamnesa
Autoanamnesa
y
y Sering marah-marah sejak 1 minggu yang lalu, pasien tidak tahu alasan kenapaSering marah-marah sejak 1 minggu yang lalu, pasien tidak tahu alasan kenapa
sering marah-marah sering marah-marah
y
y Pasien sering merasa gelisah daPasien sering merasa gelisah dan susah tidun susah tidur r y
y Pasien merasa pernah berbicara dengan setan dan Pasien merasa pernah berbicara dengan setan dan jin yang selalu menghibur jin yang selalu menghibur
nya dan memberikan ga
nya dan memberikan gambaran dia sukses ditahun tahun kedepmbaran dia sukses ditahun tahun kedepan sejak 4an sejak 4 tahun yang lalu
tahun yang lalu
y
y Pasien pernah sekolah S2 manajemen Pasien pernah sekolah S2 manajemen keuangan tapi di DO karena ada nilai D.keuangan tapi di DO karena ada nilai D. y
y Pasien curiga tPasien curiga teetangga depan rumahnya marah-marah dengannya karena nilaitangga depan rumahnya marah-marah dengannya karena nilai
anak tetangga tersebut rendah anak tetangga tersebut rendah Alloanamnesa
AlloanamnesaSuami dari kakak kaSuami dari kakak kandung Pasienndung Pasien
y
y Pasien dulu sekolah S1 di Pasien dulu sekolah S1 di universitas bunguniversitas bunghatta tapi di DO hatta tapi di DO karena telah lakarena telah la mama
tidak ikut kuliah. Pasien sibuk bekerja dijakarta saat
tidak ikut kuliah. Pasien sibuk bekerja dijakarta saat kuliah.kuliah.
y
y Awalnya, sekitar tahun 2Awalnya, sekitar tahun 2006, 006, ketika pasien baru menketika pasien baru mendapat kabar di DO ,dapat kabar di DO ,
pasien berbicara kasar ke orang tua di mesjid Jakarta
pasien berbicara kasar ke orang tua di mesjid Jakarta karena tersinggunkarena tersinggung akang akan kata-kata orang tua tersebut. Beberapa hari setelah itu pasien menja
kata-kata orang tua tersebut. Beberapa hari setelah itu pasien menja didi pemarah, suka berbicara sendiri, ketawa-ketawa sendiri dan merasa
pemarah, suka berbicara sendiri, ketawa-ketawa sendiri dan merasa kalo diakalo dia telah menyelesaikan sekolah S1 nya, dan di DO
telah menyelesaikan sekolah S1 nya, dan di DO ketika sekolah S2. Kemudianketika sekolah S2. Kemudian pasien pernah dira
pasien pernah dirawat di RSJ HB Sa¶anin tawat di RSJ HB Sa¶anin tahun 2007 selama 1 bulan, pulanghun 2007 selama 1 bulan, pulang paksa, kontrol tidak teratur,
y
y Akhir-akhir ini pasien sAkhir-akhir ini pasien sering nyanyiering nyanyi-nyanyi sendiri dan suka mengaji. Pasien-nyanyi sendiri dan suka mengaji. Pasien
dikenal sesosok anak yang alim, sopan, patuh terhadap ora
dikenal sesosok anak yang alim, sopan, patuh terhadap ora ng tua.ng tua.
7.
7. Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan Fisik Status Generalis Status Generalis
-- Keadaan Keadaan Umum Umum : Baik : Baik -- Kesadaran Kesadaran : : CMCCMC
-- Nadi Nadi : : 84x/ 84x/ menitmenit -- Nafas Nafas : : 23x/menit23x/menit -- TD TD : : 110/70 110/70 mmHgmmHg -- Suhu Suhu : 37: 3700CC
-- BB BB : : 58 58 kg kg TB TB : : 165 165 cmcm
-- Mata Mata : : Konjungtiva Konjungtiva tidak tidak anemis, anemis, Sklera Sklera tidak tidak ikterik ikterik -- KGB KGB : : tidak tidak ada ada pembesaran pembesaran KGBKGB
Thorax Thorax -- ParuParu
Inspeksi
Inspeksi : : simetris simetris kiri kiri = = kanankanan Palpasi
Palpasi : : fremitus fremitus kiri kiri = = kanankanan Perkusi
Perkusi : : sonor sonor Auskultasi
Auskultasi : : suara suara nafas nafas vesikuler, vesikuler, ronkhi ronkhi (-), (-), wheezing wheezing (-)(-) -- JantungJantung
Inspeksi
Inspeksi : : Iktus Iktus tidak tidak terlihatterlihat Palpasi
Palpasi : : Iktus Iktus teraba teraba 1 1 jari jari medial medial LMCS LMCS RIC RIC VV Perkusi
Perkusi : : Batas-batas Batas-batas jantung jantung dalam dalam batas batas normalnormal Auskultasi
Auskultasi : : Irama Irama teratur, teratur, bising bising (-)(-) Abdomen
Abdomen Inspeksi
Inspeksi : : tidak tidak tampak tampak membuncimembuncit, t, Distensi Distensi (-),(-), Palpasi
Palpasi : : Hepar/Lien Hepar/Lien tidak tidak teraba, teraba, NT NT (-), (-), NL NL (-),(-), Perkusi
Perkusi : : TympaniTympani Auskultas
Status Psikiatri Status Psikiatri Keadaan umum Keadaan umum
a.
a. Kesadaran Kesadaran : : kompos kompos mentis mentis perhatian perhatian : : baik baik
b.
b. Sikap Sikap : : kooperatif kooperatif insiatif insiatif : : adaada c.
c. Tingkah Tingkah laku laku motorik motorik : : aktif aktif d.
d. Ekspresi Ekspresi fasial fasial : : sederhanasederhana e. verbalisasi dan cara bic
e. verbalisasi dan cara bicara ara : lancar : lancar f.
f. kontak kontak psikik psikik : : dapat dapat dilakukan, dilakukan, cukup cukup wajar, wajar, lama.lama.
I.
I. Keadaan spesifik Keadaan spesifik
A. Keadaan alam perasaan A. Keadaan alam perasaan 1.
1. Keadaan Keadaan Afektif Afektif : : hipertimhipertim 2.Hidup
2.Hidup Emosi Emosi : : a. a. Stabilitas Stabilitas : : tidak tidak stabilstabil b.
b. pengendaliapengendalian n : : cukupcukup c.
c. echt-uneecht-unecht cht : : echtecht d.
d. einfuhlung einfuhlung : : adekuatadekuat e.
e. dalam dalam dangkal dangkal : : dalamdalam f.
f. skala skala diferensiasi diferensiasi : : luasluas g.
g. arus arus emosi emosi : biasa : biasa ajaaja B. Keadaan dan fungsi intelek
B. Keadaan dan fungsi intelek a.
a. daya daya ingat ingat : : bagusbagus
b.
b. daya daya konsentrakonsentrasi si : bagus: bagus c. orientasi(waktu, tempat, personal, situasi) : tidak terganggu c. orientasi(waktu, tempat, personal, situasi) : tidak terganggu
d.
d. luas luas pengetahuapengetahuan n umum umum dan dan sekolasekolah h : : sukar sukar dinilaidinilai e.
e. dugaan dugaan taraf taraf intelegensia intelegensia : : rata-rata rata-rata normalnormal f.
f. discrinimative discrinimative insight insight : : tergangguterganggu g.
g. discriminative discriminative judgement judgement : : tergangguterganggu h.
h. kemundukemunduran ran intelek intelek : : tidak tidak adaada C. Kelainan sensasi dan persepsi
C. Kelainan sensasi dan persepsi a.
a. ilusi ilusi : : Tidak Tidak adaada b.
b. halusinashalusinasi i - - akustiakustik k : : ada, ada, 1 1 minggu minggu yang yang lalu, lalu, sekarasekarang ng masih masih adaada -
- visual visual : : ada, ada, 1 1 minggu minggu yang yang lalu, lalu, sekarasekarang ng masihmasih - olfactorik
- olfactorik : tidak : tidak ada,ada, -
- taktil taktil : : tidak tidak adaada - gustatorik : tidak ada - gustatorik : tidak ada D. Keadaan proses berfikir
D. Keadaan proses berfikir 1.
1. Kecepatan Kecepatan proses proses berfikir berfikir : : BagusBagus 2. Mutu pr
2. Mutu proses berfikir oses berfikir a.
a. jelas jelas dan dan tajam tajam : : jelas,tajamjelas,tajam b.
b. sirkumtansial sirkumtansial : : tidak tidak adaada c.
c. inkoheinkoherent rent : : adaada d.
d. terhalang terhalang : : tidak tidak adaada e.
e. terhambat terhambat : : tidak tidak adaada f.
f. meloncat-lonmeloncat-loncat cat : : adaada g.
3. Isi pikiran 3. Isi pikiran
a.
a. pola pola sentral sentral : : tidak tidak adaada
b.
b. fobia fobia : : ada,ada,
c.
c. obsesi obsesi : : tidak tidak adaada d.
d. delusi delusi : : ada, ada, waham waham kebesarankebesaran e.
e. kecurigaaan kecurigaaan : : adaada f.
f. konfabukonfabulasi lasi : : tidak tidak adaada g. rasa p
g. rasa permusuhan/ denermusuhan/ dendam dam : tidak : tidak adaada h.
h. perasaan perasaan inferior inferior : : tidak tidak adaada i.
i. banyak/sedikit banyak/sedikit : : banyak banyak j.
j. perasaan perasaan berdosa berdosa : : adaada k.
k. hipokonhipokondria dria : : tidak tidak adaada l.
l. lain-lain lain-lain : : tidak tidak adaada E. Kelainan dorongan instingtual dan perbuatan
E. Kelainan dorongan instingtual dan perbuatan a.
a. AbuliAbulia a : : adaada
b.
b. StupoStupor r : : tidak tidak adaada c.
c. Raptus Raptus : : tidak tidak adaada d.
d. Kegaduhan Kegaduhan umum umum : : tidak tidak adaada e.
e. Deviasi Deviasi seksual seksual : : tidak tidak adaada f.
f. Ekhopraksia Ekhopraksia : : tidak tidak adaada g.
g. Vagabondage Vagabondage : : tidak tidak adaada h.
i.
i. Mannarisme Mannarisme : : tidak tidak adaada
j.
j. Lain-lain Lain-lain : : tidak tidak adaada F.
F. Anxietas Anxietas yang yang terlihat terlihat overt overt : : adaada G.
G. HubunHubungan gan dengan dengan realita realita : : tergangguterganggu
8.
8. LaboratoriumLaboratorium tidak adatidak ada
9.
9. Diagnosis KerjaDiagnosis Kerja
Skizofrenia paranoid Skizofrenia paranoid
10.
10. Diagnosis BandingDiagnosis Banding
Skizofrenia residual Skizofrenia residual 11. 11. ManajemenManajemen a. a. Preventif :Preventif :
-- mengelola stress dengan baik mengelola stress dengan baik b.
b. Promotif :Promotif :
-- Edukasi terhadap keluarga pasien dan pasien tEdukasi terhadap keluarga pasien dan pasien t entang penyakitnya danentang penyakitnya dan membutuhkan pengobatan yang lama.
membutuhkan pengobatan yang lama. c.
c. Kuratif Kuratif ::
-- Chlorpromazin 1X100 mg/ hariChlorpromazin 1X100 mg/ hari -- Haloperidol 1X1,5 mg / hariHaloperidol 1X1,5 mg / hari -- Vitamin B comp 3X1 tabVitamin B comp 3X1 tab d.
d. Rehabilitatif :Rehabilitatif :
Dinas Kesehatan Kodya Padang Dinas Kesehatan Kodya Padang
Puskesmas Ulak Karang Puskesmas Ulak Karang
Dokter
Dokter : : dr.Witha dr.Witha BudiartinaBudiartina Tanggal
Tanggal : : 1 1 FebruariFebruari22011011
R/
R/ Chlorpromazin Chlorpromazin tab tab 100 100 mg mg No. No. XX S1
S1 dd dd tab tab I I ££
R/ Haloperidol tab 1,
R/ Haloperidol tab 1,55mg mg No. No. XX S1
S1 dd dd tab tab I I ££
R/
R/ Vitamin Vitamin B B Kompleks Kompleks No. No. XX S
S33dd dd tab tab I I ££ ______________
______________________________________________________________
Pro
Pro : Muslim : Muslim hamidhamid Umur :
Umur :3434tahuntahun
Alamat : : Jalan S.Parman nomor 1