PENGARUH BAGI HASIL, PELAYANAN DAN FASILITAS TERHADAP KEPUTUSAN PENGGUNAAN PRODUK TABUNGAN BANK BRI SYARIAH CABANG BANDAR LAMPUNG JURNAL ILMIAH

13 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

PENGARUH BAGI HASIL, PELAYANAN DAN FASILITAS TERHADAP KEPUTUSAN PENGGUNAAN PRODUK TABUNGAN BANK BRI

SYARIAH CABANG BANDAR LAMPUNG

JURNAL ILMIAH

Disusun oleh:

Rafid Zaidan Diarta 165020518113001

JURUSAN ILMU EKONOMI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG

(2)

LEMBAR PENGESAHAN PENULISAN ARTIKEL JURNAL

Artikel Jurnal dengan judul :

”PENGARUH BAGI HASIL, PELAYANAN DAN FASILITAS TERHADAP KEPUTUSAN PENGGUNAAN PRODUK TABUNGAN BANK BRI

SYARIAH CABANG BANDAR LAMPUNG”

Yang disusun oleh :

Nama : Rafid Zaidan Diarta

NIM : 165020518113001

Fakultas : Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Jurusan : S1 Ilmu Ekonomi

Bahwa artikel Jurnal tersebut dibuat sebagai persyaratan ujian skripsi yang dipertahankan di depan Dewan Penguji pada tanggal 23 Oktober 2020.

Malang, 23 Oktober 2020 Dosen Pembimbing,

Dr. Drs. Iswan Noor, SE., ME.

(3)

PENGARUH BAGI HASIL, PELAYANAN DAN FASILITAS TERHADAP KEPUTUSAN PENGGUNAAN PRODUK TABUNGAN BANK BRI

SYARIAH CABANG BANDAR LAMPUNG

Rafid Zaidan Diarta

Fakultas Ekonomi Dan Bisnis, Universitas Brawijaya Email: rafidzaidan98@yahoo.com

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh bagi hasil, pelayanan, dan fasilitas terhadap keputusan penggunaan produk tabungan Bank BRI Syariah Cabang Bandar Lampung. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah explanatory. Metode pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bagi hasil berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan penggunaan produk tabungan BRI Syariah. Hal ini dibuktikan pada hasil analisis menggunakan metode regresi berganda, diperoleh nilai t hitung sebesar 3,540 dengan sig. t sebesar 0,001 dengan t tabel sebesar 1,981. Pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan penggunaan produk tabungan BRI syariah. Hal ini dibuktikan pada hasil analisis menggunakan metode regresi berganda, diperoleh nilai t hitung sebesar 2,440 dengan t tabel sebesar 1,981. Fasilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan penggunaan produk tabungan BRI syariah. Hal ini dibuktikan pada hasil analisis menggunakan metode regresi berganda, diperoleh nilai t hitung sebesar 4,183 dengan t tabel sebesar 1,981. Variabel Fasilitas (X3) mendapatkan hasil koefesien βeta tertinggi (0.400) dimana variabel fasilitas merupakan variabel yang paling berpengaruh (signifikan). Hal ini selaras dengan hasil analisis menggunakan metode regresi berganda, diperoleh nilai t hitung sebesar 4,183 dengan t tabel sebesar 1,981 sehingga variabel Fasilitas memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Keputusan Penggunaan.

Kata kunci: bagi hasil, pelayanan, fasilitas, keputusan penggunaan, tabungan BRIS LATAR BELAKANG

Pada perekonomian suatu Negara, peranan bank begitu penting bagi kegiatan ekonomi, dapat dikatakan bahwa bank sebagai darahnya perekonomian suatu Negara. Oleh karena itu kemajuan suatu bank di suatu Negara dapat dijadikan ukuran kemajuan Negara yang bersangkutan. Semakin maju suatu Negara, maka semakin besar peranan perbankan dalam mengendalikan Negara tersebut (Kasmir, 2012: 2).

Berdasarkan Undang Undang No.10 tahun 1998 bank adalah suatu badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan ke masyarakat dalam bentuk kredit dan/atau bentuk bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup manusia. Dalam kegiatan operasionalnya bank dibagi menjadi bank konvensional dan bank syariah.

Saat ini perbankan Syariah perkembangannya secara pesat sejak disahkan Undang-Undang Perbankan No.7 tahun 1992 sebagaimana telah diubah Undang Undang No. 10 Tahun 1998 mengenai Perbankan Syariah dimana bank memliki peluang besar dalam mengembangkan industri perbankan syariah, serta mendukung pembiayaan bagi sektor-sektor perekonomian nasional (Zainal Arifin, 2006: 37). Hadirnya Bank Syari'ah di Indonesia telah direspon positif oleh Bank Indonesia dalam pengembangannya. Hal ini ditandai dengan dibukanya Biro Perbankan Syari'ah di Indonesia. Salah satunya yaitu BRI Syariah Cabang Bandar Lampung. UU No. 7 tahun 1992 tentang Perbankan Bagi Hasil, yang direvisi dengan UU No. 10 tahun 1998.

(4)

Penelitian ini dilakukan di BRI Syariah karena BRI Syariah menduduki peringkat 5 besar bank syariah di Indonesia. BRI Syariah menduduki peringkat ke-3 per semester ke-1 tahun 2020. Aset BRI Syariah yang tercatat per Juni 2020 sebesar Rp 49,6 triliun, tumbuh 13,1% ketimbang Rp 43,1 triliun pada akhir tahun 2019 (www.trenasia.com)

Selain itu, BRI Syariah mencatatkan pertumbuhan laba bersih, pertumbuhan pembiayaan, dan dana murah perseoran yang mengalami pengingkatan signifikan. Terkait laba bersih, BRI Syariah mengalami peningkatan Rp75,15 miliar pada triwulan I 2020 atau sebesar 150% dibandingkan triwulan I 2019. Sementara pertumbuhan dana murah (CASA) mencapai 77,51% yoy. Di triwulan I 2020, total pembiayaan yang disalurkan BRIsyariah sebesar Rp30,45 triliun dan total dana murah yang berhasil dihimpun menjadi sebesar Rp16,86 triliun.

Secara spesifik, penelitian dilakukan pada cabang Bandar Lampung yang merupakan unit usaha BRI Syariah bergerak secara khusus melayani jasa perbankan nasabah berdasarkan prinsip syari'ah menyediakan berbagai poduk antara lain Giro Wadi'ah, Tabungan Mudharobah, Deposito Mudhorobah. Bank syariah perlu memperhatikan karakteristik produknya (Ruslan Rosadi, 2006). Karakteristik produk terdiri dari bagi hasil, pelayanan dan tangibles (fasilitas). Oleh karena itu, BRI Syariah (BRIS) harus dapat selalu menjaga kepercayaan dari masyarakat karena hal tersebut merupakan modal yang paling besar bagi sebuah lembaga keuangan. Kepercayaan dari nasabah bisa didapatkan melalui bagi hasil yang kompotitif serta maslahah, pelayanan yang memuaskan, dan fasilitas yang baik. Ketika BRIS dapat memberikan kepuasan kepada calon nasabah, akan membuat calon nasabah memutuskan menggunakan produk Syariah BRIS dibandingkan dengan produk Syariah dari perbankan lain.

Dalam hal ini penelitian mengkhususkan penelitian mengenai produk tabungan, mengingat pentingnya analisis karakteristik produk terhadap keputusan menggunakan produk tabungan makan peneliti mengambil judul skripsi “Pengaruh Bagi Hasil, Pelayanan dan Fasilitas Terhadap Keputusan Penggunaan Produk Tabungan Bank BRI Syariah Cabang Bandar Lampung”.

KERANGKA TEORITIS Pengertian Bank Syariah

Istilah bank berasal dari bahasa Perancis banque dan banco dari bahasa Italia yang dapat berarti peti, lemari atau bangku. Konotasi kedua kata ini menjelaskan dua fungsi dasar yang ditunjukkan oleh bank komersial. Bank komersial dalam peranannya sebagai lembaga intermediasi maka bank akan mempertemukan masyarakat pemilik dana lebih dengan yang memerlukan dana untuk berbagai pembiayaan. Masyarakat dengan dana berlebih akan menyimpan sebagian dananya di bank dan sebagai imbalannya bank konvensional akan memberikan bunga kepada pemilik dana yang bersangkutan. Sedangkan bagi masyarakat yang membutuhkan dana akan meminjam melalui bank sebagai lembaga intermediasi dan kepadanya akan dibebankan sejumlah bunga atas pinjaman pokoknya yang harus dibayar kepada bank.

Definisi bank syari'ah menurut Muhammad, Bank Islam adalah lembaga keuangan yang operasionalnya dikembangkan berlandaskan pada Al-Qur'an dan Hadits Nabi Muhammad SAW. Dari definisi tersebut dikatakan bahwa lembaga keuangan yang usaha pokoknya memberikan pembiayaan dan jasa-jasa lainnya

(5)

dalam lalu lintas pembayaran serta peredaran uang yang pengoperasiannya disesuaikan dengan prinsip syari'ah Islam.

Bank syariah di Indonesia hadir dengan menawarkan berbagai alternatif dan variasi produk yang menjadi daya tarik konsumen atau nasabah itu sendiri. Salah satu produk bank syariah adalah produk penghimpunan dana yang mencakup tabungan, giro dan deposito. Produk ini selanjutnya diklasifikan lagi berdasarkan akad antara nasabah dengan pihak bank. Adapun akad yang dipakai dalam produk penghimpunan dana adalah wadi’ah (non bagi hasil) dan mudharabah (bagi hasil). Dalam kaitannya dengan produk penghimpunan dana ini nasabah berhak memilih produk mana yang ingin diambil dari bank syariah dari segi penghimpunan dana. Prinsip Operasional Bank Syariah

Adapun prinsip operasional bank syariah akan terbagi menjadi beberapa klasifikasi sebagai berikut:

1. Prinsip simpanan murni (al-wadi'ah). 2. Bagi hasil (syirkah)

3. Prinsip jual beli (at tijarah) 4. Prinsip sewa (al ijarah)

5. Prinsip jasa (al ajr walumullah) Pemasaran

Menurut John Westwood pengertian pemasaran adalah sebuah usaha terpadu yang dijalankan untuk memenuhi kebutuhan konsumen serta memberikan keuntungan atau laba kepada perusahaan. Pemasaran atau dalam bahasa Inggris marketing adalah proses penyusunan komunikasi terpadu yang bertujuan untuk memberikan informasi tentang barang atau jasa yang berkaitan guna memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemasaran:

Pertama, memastikan pertimbangan kegiatan pemasaran itu bersumber dari Al Qur’an dan Al Hadits. Dua hal inilah yang harus selalu dijadikan pedoman bagi marketer dalam menjalankan kegiatan pemasarannya.

Kedua, pemasar harus memberikan jaminan bagi produk yang akan dipasarkan. Jaminan tersebut mencakup dua aspek:

a. Aspek material, yakni mutu bahan, mutu penggunaan, dan mutu penyajian. b. Aspek non material, mencakup aspek halal dan thaharah, serta islami dalam

penyajian.

Ketiga, manfaat produk yang dipasarkan harus dijelaskan dengan benar oleh seorang marketer. Penjelasan ini juga harus berdasarkan ilmu pengetahuan, data, dan fakta. Peranan data dan fakta sangat penting, bahkan sering kali data dan fakta jauh lebih berpengaruh dibandingkan sekedar penjelasan.

Keempat, sasaran produk. Produk yang akan dipasarkan harus dipromosikan kepada pasar yang sesuai dengan produk tersebut. Produk perbankan syariah contohnya, harus dipasarkan kepada segmen masyarakat yang sesuai. Bagi Hasil

Menurut Antonio (2001:90), bagi hasil adalah suatu sistem pengolahan dana dalam perekonomian Islam yakni pembagian hasil usaha antara pemilik modal (shahibul maal) dan pengelola (Mudharib). Muhammad (2004:121) menjelaskan pelarangan riba dalam Islam adalah suatu penolakan terhadap timbulnya risiko finansial tambahan yang ditetapkan dalam transaksi uang atau modal maupun jual beli yang dibebankan kepada satu pihak saja sedangkan pihak yang lain dijamin

(6)

keuntungannya. Hal ini mengindikasikan perbankan Syariah menganut sistem bagi hasil dalam proses kegiatannya dan mengharamkan bunga karena mengandung unsur riba.

Distribusi pembagian hasil usaha bank syariah dengan nasabah penghimpunan dana hanya didasarkan pada akad mudharabah, pembagian hasil usaha dilakukan bedasarkan pada nisbah yang disepakati pada awal akad (Wiroso, 2005:89). Dalam bagi hasil, penentuan nya dalam bentuk prosentase atau biasa disebut nisbah. Nisbah dalam buku Sri Nurhayati dan Wasilah berjudul Akuntansi Syariah di Indonesia, didefinisikan sebagai besaran yang digunakan untuk pembagian keuntungan. Nisbah mencerminkan imbalan yang berhak diterima oleh kedua pihak dan pemilik dana tidak boleh meminta pembagian keuntungan dengan menyatakan nilai nominal tertentu karena dapat menimbulkan riba (2009:117). Nisbah harus diketahui jelas oleh kedua belah pihak. Jika dalam akad tidak dijelaskan masingmasing porsi maka pembagiannya menjadi 50% dan 50%. Kualitas Pelayanan

Kualitas Pelayanan Menurut Lovelock (1988:229) bahwa kualitas adalah tingkat mutu yang diharapkan dan pengendalian keragaman dalam mencapai mutu tersebut untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Kualitas menunjukkan sesuatu yang sudah sesuai dengan standar seperti yang tertuang dalam ISO 8420 (Vincent Gaspersz, 1997:5) bahwa kualitas adalah totalitas dari suatu karakteristik pelayanan yang sesuai dengan standar atau persyaratan. Kualitas berkaitan erat dengan kepuasan pelanggan (Fandy Tjiptono,2005:115). Kualitas memberikan dorongan khusus bagi para pelanggan untuk menjalin ikatan relasi saling menguntungkan dalam jangka panjang dengan perusahaan.

Dalam studinya Parasuraman (1988:23) menyimpulkan terdapat 5 (lima) dimensi services quality (dimensi kualitas pelayanan):

1. Tangibles (bukti fisik) 2. Reliability keandalan)

3. Responsiveness (ketanggapan) 4. Assurance (jaminan dan kepastian) 5. Empathy

Fasilitas

Fasilitas Setiap kegiatan usaha mempunyai tujuan utama yaitu mencari laba sebanyak–banyaknya termasuk juga perbankan syariah (sesuai dengan prinsip-prinsip islam). Namun tujuan tersebut tidak akan tercapai apabila tidak ada faktor pendukungnya. Fasilitas merupakan salah satu faktor penting untuk tercapainya tujuan tersebut. Semakin mudah, cepat, tertata dengan baik dan mengikuti perkembangan teknologi mutakhir suatu fasilitas maka akan semakin memanjakan nasabah yang dapat membuat rasa kenyamanan bagi mereka. (Viranti dan Ginanjar, 2015: 48).

Kotler (2009: 47) mengemukakan ada 5 indikator yang harus diperhatikan oleh suatu industri agar para konsumen tertarik untuk membeli atau menggunakan jasa dari industri tersebut yaitu ruang kantor bersih, ruang tunggu dan tempat duduk yang nyaman, tempat parkir luas dan aman serta sarana dan prasarana yang memadai dan mudah dijumpai.

Keputusan Penggunaan

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Almossawi (2001) mengemukakan bahwa keputusan nasabah dalam memilih bank syariah lebih

(7)

didorong oleh faktor keagamaan melalui dukungan masyarakat pada ketaatan perbankan terhadap prinsip-prinsip Islam. Semakin tinggi tingkat religiusitas seseorang, maka akan semakin mengerti mengenai batasan-batasan halal haram akan riba dan akan semakin tunduk dan patuh terhadap aturan-aturan agamnya dan mendorong keputusannya untuk menggunakan perbankan syariah.

Nasabah dalam mengambil keputusan untuk menggunakan produk tabungan Bank Syariah pastinya akan melalui beberapa tahapan pengambilan keputusan. Tahapan tersebut terdiri dari: pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan membeli atau pengambilan keputusan, dan perilaku sesudah pembelian atau perilaku sesudah keputusan diambil.

Nasabah dalam memilih tabungan membutuhkan tentunya pencarian informasi. nasabah akan mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya mengenai bank yang dapat membantu memenuhi akan kebutuhannya. Pada tahapan evaluasi alternatif, nasabah mempelajari lebih dalam informasi informasi yang didapatkan dan mengetahui kelemahan dan kelebihan dari masing-masing bank serta jenis produk tabungan yang ada.

Tahap selanjutnya yaitu mengambil keputusan, pada tahap ini nasabah memilih salah satu alternatif dan mengambil tabungan mudharabah untuk memenuhi kebutuhan akan menabung. Setelah keputusan diambil, maka dapat diketahui perilaku sesudah mengambil keputusan berupa kepuasan dan ketidakpuasan nasabah mengenai keputusan yang diambil.

Produk

Macam-macam jenis produk tabungan di BRIS yaitu : 1. Penghimpunan Dana

a. Tabungan Wadi’ah. b. Tabungan mudharobah 2. Penyaluran Dana

METODE PENELITIAN

Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah explanatory. Zulganef (2018:9) mengemukakan bahwa penelitian explanatory adalah penelitian yang bertujuan menelaah kausalitas antar variabel yang menjelaskan suatu fenomena tertentu. Sumber data yang diperlukan dalam penelitian ini berupa data primer yang diperoleh dari pengisian kuesioner oleh konsumen (nasabah) Bank BRI Syariah Cabang Bandar Lampung. Sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumentasi dan buku-buku yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi atau yang diperoleh dari hasil kajian kepustakaan yang terkait dengan permasalahan penelitian.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh nasabah yang menggunakan produk tabungan Bank BRI Syariah Cabang Bandar Lampung. sedangkan sampel dalam penelitian adalah 120 nasabah yang diambil berdasarkan simple random sampling. Metode pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner, wawancara dan dokumentasi.

Beberapa uji yang dilakukan dalam penelitian ini adalah uji asumsi klasik, yang terdiri dari uji normalitas, uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas. Sedangkan untuk analisis data dilakukan analisis regresi linier berganda, koefisien

(8)

determinasi. Hipotesis diuji dengan uji goodness of fit (Uji F), uji signifikansi parameter individual (uji t) dan uji variabel dominan.

HASIL DAN PEMBAHASAN Usia Responden

Data karakteristik responden berdasarkan usia dapat dilihat pada Tabel berikut:

Tabel 4.1 : Usia Responden

Usia Frekuensi Persentase 17-25 Tahun 44 36.67 26-35 Tahun 41 34.17 36-40 Tahun 14 11.67 >40 Tahun 21 17.50 Total 120 100.00 Sumber : Data primer diolah

Berdasarkan tabel 4.1 di atas, dapat diketahui bahwa responden yang berusia 17 – 25 tahun sebanyak 44 (36,67%), berusia 26 – 35 tahun sebanyak 41 (34,17%), berusia 36 – 40 tahun sebanyak 14 (11,67%), dan yang berusia > 40 tahun sebanyak 21 (17,50%).

Jenis Kelamin Responden

Data karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada Tabel berikut:

Tabel 4.2 : Jenis Kelamin

Jenis Kelamin Frekuensi Persentase Laki-laki 53 44.17 Perempuan 67 55.83

Total 120 100

Sumber : Data Primer diolah

Berdasarkan Tabel 4.2 di atas, dapat diketahui bahwa proporsi responden yang mengisi kuesioner, dari 120 responden ternyata sebanyak 67 responden atau 55,83% adalah berjenis kelamin wanita, sedangkan sisanya yaitu sebanyak 53 responden atau 44,17% adalah berjenis kelamin laki-laki.

Pendidikan Responden

Data karakteristik responden berdasarkan pendidikan dapat dilihat pada Tabel berikut:

Tabel 4.3 : Pendidikan Responden

Pendidikan Terakhir Frekuensi Persentase

SMA/SMK 27 22.50 Diploma 9 7.50 S1 79 65.83 S2 4 3.33 S3 1 0.83 Total 120 100

Sumber : Data primer diolah

Berdasarkan tabel 4.3 tersebut, maka responden yang memiliki pendidikan SMA/SMK sebanyak 27 orang atau (22,5%), pendidikan Diploma sebanyak 9 responden atau (7,50%), yang memiliki pendidikan S1 sebanyak 79 responden atau 65,83%, yang memiliki pendidikan S2 sebanyak 4 responden atau 3,33%, dan yang memiliki pendidikan S3 sebanyak 1 responden atau 0,83%. Kesimpulannya lulusan

(9)

S1 lebih banyak yang mengunakan produk tabungan BRI Syariah cabang Bandar Lampung.

Pekerjaan Responden

Data karakteristik responden berdasarkan Pekerjaan dapat dilihat pada Tabel berikut:

Tabel 4.4 : Pekerjaan Responden

Pekerjaan Frekuensi Persentase Pegawai BUMN 4 3.33 Pegawai Swasta 62 51.67 Pelajar/mahasiswa 32 26.67 PNS 12 10.00 Wirausaha 10 8.33 Total 120 100

Sumber : Data primer diolah

Berdasarkan tabel 4.4 tersebut, maka responden yang memiliki Pekerjaan Pegawai BUMN sebanyak 4 orang atau (3,33%), Pekerjaan Pegawai Swasta sebanyak 62 responden atau (51,67%), yang memiliki Pekerjaan Pelajar/Mahasiswa sebanyak 32 responden atau 26,67%, yang memiliki Pekerjaan PNS sebanyak 12 responden atau 10%, dan yang memiliki Pekerjaan Wiraswasta sebanyak 10 responden atau 8,33%.

Penghasilan Responden

Data karakteristik responden berdasarkan Penghasilan dapat dilihat pada Tabel berikut:

Tabel 4.5: Penghasilan Responden

Penghasilan Frekuensi Persentase < Rp.1.000.000,00 24 20.00 Rp. 1.000.000,00 - Rp. 3.000.000,00 56 46.67 > Rp 3.000.000 39 32.50

X 1 0.83

Total 120 100

Sumber : Data primer diolah

Berdasarkan tabel 4.5 tersebut, maka responden yang memiliki Penghasilan < Rp.1.000.000,00 sebanyak 24 orang atau (20%), Penghasilan Rp. 1.000.000,00 - Rp. 3.000.000,00 sebanyak 56 responden atau (46,67%), yang memiliki Penghasilan > Rp 3.000.000 sebanyak 39 responden atau 32,50%.

Analisis Regresi Linier Berganda

Persamaan regresi digunakan mengetahui bentuk hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Dengan menggunakan bantuan SPSS for Windows versi 21.00 didapat model regresi seperti pada Tabel berikut:

Tabel 4 6 Rekapitulasi Hasil Regresi Variabel Terikat Variabel Bebas Unstandardized Coefficients Standardized

Coefficients (Beta) t Sig. Keterangan

Y (Constant) 2.547 1.645 0.103 X1 0.267 0.249 3.540 0.001 Signifikan X2 0.255 0.239 2.440 0.016 Signifikan X3 0.419 0.400 4.183 0.000 Signifikan R : 0.761 R Square : 0.579

(10)

Variabel Terikat Variabel Bebas Unstandardized Coefficients Standardized

Coefficients (Beta) t Sig. Keterangan Adjusted R Square : 0,568

F hitung : 53.254 F tabel 2.683

Sig. F : 0.000 t Tabel 1.981

Sumber : Data Primer Diolah

Dari persamaan di atas dapat diinterpretasikan sebagai berikut:

a. Nilai a = Constanta sebesar 2,547 artinya variabel independen (bagi hasil, pelayanan dan fasilitas) bernilai 0 (nol) maka variabel dependen (keputusan penggunaan) adalah sebesar 2,547

b. β1 = 0,267, artinya Keputusan Penggunaan akan meningkat sebesar 0,267 satuan untuk setiap tambahan satu satuan X1 (Bagi Hasil). Jadi apabila Bagi Hasil mengalami peningkatan 1 satuan, maka Keputusan Penggunaan akan meningkat sebesar 0,267 satuan dengan asumsi variabel yang lainnya dianggap konstan. c. Β2 = 0,255, artinya Keputusan Penggunaan akan meningkat sebesar 0,255

satuan untuk setiap tambahan satu satuan X2 (Pelayanan), Jadi apabila Pelayanan mengalami peningkatan 1 satuan, maka Keputusan Penggunaan akan meningkat sebesar 0,255 satuan dengan asumsi variabel yang lainnya dianggap konstan.

d. β3 = 0,419, artinya Keputusan Penggunaan akan meningkat sebesar 0,419 satuan untuk setiap tambahan satu satuan X3 (Fasilitas), Jadi apabila Pelayanan mengalami peningkatan 1 satuan, maka Keputusan Penggunaan akan meningkat sebesar 0,419 satuan dengan asumsi variabel yang lainnya dianggap konstan. PEMBAHASAN

Pengaruh Bagi Hasil (X1) terhadap Keputusan Penggunaan Produk Tabungan BRI Syariah (Y)

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bagi hasil berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan penggunaan produk tabungan BRI Syariah. Hal ini dibuktikan pada hasil analisis menggunakan metode regresi berganda, diperoleh nilai t hitung sebesar 3,540 dengan sig. t sebesar 0,001 dengan t tabel sebesar 1,981 sehingga variabel Bagi Hasil memiliki pengaruh terhadap Keputusan Penggunaan. Jika dilihat dari nilai signifikansi t sebesar 0,001 lebih kecil dari alpha yang dipakai yaitu 0,001 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan Bagi Hasil mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Keputusan Penggunaan dan koefesien regresi mempunyai nilai positif, maka penelitian ini berhasil membuktikan hipotesis yang menyatakan “Bagi Hasil berpengaruh positif terhadap keputusan penggunaan produk tabungan BRI Syariah”.

Menurut Antonio (2001:90), bagi hasil adalah suatu sistem pengolahan dana dalam perekonomian Islam yakni pembagian hasil usaha antara pemilik modal (shahibul maal) dan pengelola (Mudharib). Muhammad (2004:121) menjelaskan pelarangan riba dalam Islam adalah suatu penolakan terhadap timbulnya risiko finansial tambahan yang ditetapkan dalam transaksi uang atau modal maupun jual beli yang dibebankan kepada satu pihak saja sedangkan pihak yang lain dijamin keuntungannya. Hal ini mengindikasikan perbankan Syariah menganut sistem bagi hasil dalam proses kegiatannya dan mengharamkan bunga karena mengandung unsur riba.

Pengaruh Pelayanan (X2) terhadap Keputusan Penggunaan Produk Tabungan BRI Syariah (Y)

(11)

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan penggunaan produk tabungan BRI syariah. Hal ini dibuktikan pada hasil analisis menggunakan metode regresi berganda, diperoleh nilai t hitung sebesar 2,440 dengan t tabel sebesar 1,981 sehingga variabel Pelayanan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Keputusan Penggunaan. Jika dilihat dari nilai signifikansi t sebesar 0,016 lebih kecil dari alpha yang dipakai yaitu 0,016 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan Pelayanan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Keputusan Penggunaan dan koefesien regresi mempunyai nilai positif, maka penelitian ini berhasil membuktikan hipotesis yang menyatakan “Pelayanan berpengaruh positif terhadap keputusan penggunaan produk tabungan BRI Syariah”.

Pelayanan (service) menurut Kotler (1996: 578) adalah suatu tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apapun. Jasa bukan saja hadir sebagai produk utama, namun juga dalam wujud layanan pelengkap dalam pembeian produk fisik kini tiap konsumen tidak lagi sekedar sebuah produk fisik, tetapi juga segala aspek jasa atau layanan yang melekat pada produk tersebut, mulai dari tahap prapembelian hingga purna-beli (Fandy Tjiptono, 2005: 2). Dari hal tersebut bisa dikatakan kualitas pelayanan adalah tingkat mutu dari suatu yang ditawarkan kepada pihak lain yaitu konsumen. Pelayanan harus dimulai dari kebutuhan pelanggan dan berakhir pada persepsi pelanggan hal ini berarti citra kualitas yang baik bukanlah berdasarkan sudut pandang atau persepsi penyedia jasa melainkan berdasarkan sudut pandang atau persepsi pelanggan (Fandy Tjiptono, 2005:121).

Pengaruh Fasilitas (X3) terhadap Keputusan Penggunaan (Y)

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fasilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan penggunaan produk tabungan BRI syariah. Hal ini dibuktikan pada hasil analisis menggunakan metode regresi berganda, diperoleh nilai t hitung sebesar 4,183 dengan t tabel sebesar 1,981 sehingga variabel Fasilitas memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Keputusan Penggunaan. Jika dilihat dari nilai signifikansi t sebesar 0,000 lebih kecil dari alpha yang dipakai yaitu 0,000 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan Fasilitas mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Keputusan Penggunaan dan koefesien regresi mempunyai nilai positif, maka penelitian ini berhasil membuktikan hipotesis yang menyatakan “Fasilitas berpengaruh positif terhadap keputusan penggunaan produk tabungan BRI Syariah”.

Hal itu dikarenakan fasilitas yang baik dan menunjang dapat mempengaruhi keputusan nasabah dalam melakukan penggunaan produk tabungan BRI Syariah. Fasilitas merupakan sebagai sarana dan prasarana yang disertakan perusahaaan untuk diberikan kepada nasabah, dan fasilitas merupakan sarana prasarana yang penting dalam usaha mmeningkatkan nasabah seperti memberi kemudahan dan kenyamanan bagi pengguna jasa, apabila fasilitas yang disediakan sesuai dengan kebutuhan, maka nasabah akan merasa puas.

Variabel yang Berpengaruh Paling Dominan Terhadap Keputusan Penggunaan Produk Tabungan BRI Syariah Cabang Bandar Lampung

Untuk menentukan hasil yang paling dominan, maka dilakukanlah uji dominan dengan memperhatikan tingkat koefesien βeta yang paling tinggi. Untuk variabel Bagi Hasil (X1) mendapatkan hasil koefesien βeta sebesar 0.249, dan untuk

(12)

variabel Pelayanan (X2) mendapatkan hasil 0.239, sedangkan untuk variabel Fasilitas (X3) mendapatkan hasil 0.400.

Oleh karena itu, dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel Fasilitas (X3) mendapatkan hasil koefesien βeta tertinggi (0.400) dimana variabel fasilitas merupakan variabel yang paling berpengaruh (signifikan). Hal ini selaras dengan hasil analisis menggunakan metode regresi berganda, diperoleh nilai t hitung sebesar 4,183 dengan t tabel sebesar 1,981 sehingga variabel Fasilitas memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Keputusan Penggunaan.

Sehingga dapat disimpulkan Fasilitas mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Keputusan Penggunaan dan koefesien regresi mempunyai nilai positif, maka penelitian ini berhasil membuktikan hipotesis yang menyatakan “Fasilitas berpengaruh positif terhadap keputusan penggunaan produk tabungan BRI Syariah”.

Implikasi atas hasil penelitian ini adalah variabel fasilitas berpengaruh paling besar terhadap kepuasan nasabah Bank BRI Syariah di Lampung. Hal ini menunjukkan bahwa fasilitas yang ada sudah sangat baik dan menarik minat nasabah yang paling besar dalam membuat keputusan untuk menggunakan produk bank Bank BRI Syariah di Lampung

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian ini dan pembahas diatas, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berkut :

1. Bagi Hasil berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan penggunaan produk tabungan bank BRI Syariah cabang Bandar Lampung.

2. Pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan penggunaan produk tabungan bank BRI Syariah cabang Bandar Lampung,

3. Fasilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan penggunaan produk tabungan bank BRI Syariah cabang Bandar Lampung.

4. Pada uji dominan fasilitas mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Keputusan Penggunaan dan koefesien regresi mempunyai nilai positif, maka penelitian ini berhasil membuktikan hipotesis yang menyatakan “Fasilitas berpengaruh positif terhadap keputusan penggunaan produk tabungan bank BRI Syariah”.

5. Peneliti mampu mengetahui dan menganalisis pengaruh bagi hasil, pelayanan dan fasilitas terhadap keputusan penggunaan produk tabungan bank BRI Syariah cabang Bandar Lampung.

6. Mampu mengetahui dan menganalisis manakah diantara variabel bagi hasil, pelayanan dan fasilitas yang berpengaruh paling dominan terhadap keputusan penggunaan produk tabungan BRI Syariah Cabang Bandar Lampung.

Rekomendasi

Adapun saran yang diberikan, antara lain : 1. Bagi Bank BRI Syariah Cabang Bandar Lampung

Diharapkan pihak perusahaan dapat mempertahankan serta meningkatkan mutu dari Fasilitas, karena variabel Fasilitas mempunyai pengaruh yang dominan dalam mempengaruhi Keputusan Penggunaan, diantaranya yaitu dengan memberikan fasilitas seperti SMS Banking, Mobile Banking, dan

(13)

Internet Banking, sehingga Keputusan Penggunaan akan meningkat dan lebih mudah dalam melakukan transaksi

2. Bagi Peneliti Selanjutnya

Peneliti selanjutnya agar dapat lebih mengembangkan penelitian ini dengan meneliti faktor lain yang dapat memengaruhi keputusan penggunaan produk tabungan BRI Syariah cabang Bandar Lampung, misalnya faktor personal atau individual, faktor pemasaran atau promosi produk, keuntungan dan asset. UCAPAN TERIMAKASIH

Kami mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu sehingga panduan ini dapat terselesaikan.Ucapan terima kasih khusus kami sampaikan kepada Asosiasi Dosen Ilmu Ekonomi Universitas Brawijaya dan Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya yang memungkinkan jurnal ini bisa diterbitkan.

DAFTAR PUSTAKA

Almossawi, M. (2001). “Bank Selectioan Criteria Empoyed by College Students in Bahrain: an Emperical Analysis,” The International Journal of Bank Marketing, 19 (3), hal. 115.

Antonio, M. S. (2001). Bank Syariah Dari Teori ke Praktik. Jakarta: Gema Insani Press.

Arifin, Z. (2006). Dasar Dasar Manajemen Bank Syariah. Jakarta: Pustaka Alvabet.

Gaspersz, V. (1997). Manajemen Kualitas. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Kasmir. (2012). Analisis Laporan Keuangan. Jakarta : PT. Raja Gr6afindo Persada. Kotler, K. (2009). Manajemen Pemasaran 1. Edisi ketiga belas. Jakarta: Erlangga. Lovelock, C. (1988). Managing Service: Marketing, Operations and Human

Resources. London: Prentice Hall Int Inc.

Muhammad. (2004). Sistem dan Prosedur Operasional Bank Syariah. Yogyakarta: UII Press.

Parasuraman, A., Valarie A. Zeithaml, & Leonard L. Berry. (1988). “SERVQUAL: A Multiple-Item Scale for Measuring Consumer Perceptions of Service Quality,” Journal of Retailing, 64 (1) hal. 12-37.

Ruslan, R. (2006). Manajemen Public Relations & Media Komunikasi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Sri Nurhayati dan Wasilah. (2009). Akuntansi Syariah di Indonesia Edisi 2. Jakarta: Salemba Empat.

Tjiptono, F. (2005). Strategi Pemasaran. Yogyakarta: Andi Offset.

Undang-Undang Republik Indonesia. 10 ed (1998). Presiden Republik Indonesia. Viranti, F. A., & Ginanjar, A. (2015). ”Influence of Facilities, Promotion, Product

and Location Islamic Banking on Decision Non Muslim Customers Patronizing at BRIS Case Study in BRI Syariah”, The Journal of Tauhidinomics, 1 (1), hal. 48.

Wiroso. (2005). Penghimpunan Dana dan Distribusi Hasil Usaha Bank Syariah. Jakarta: PT Grafindo.

Zulganef. (2008). Metode Penelitian Sosial dan Bisnis. Cetakan Pertama. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :