PAHLAWAN NASIONAL
PAHLAWAN NASIONAL
1. Dr.(HC) Ir. Soekarno
1. Dr.(HC) Ir. Soekarno (ER, EYD: (ER, EYD: Sukarno
Sukarno, , nama nama lahir:lahir: KoesnoKoesno Sosrodihardjo
Sosrodihardjo) (lahir di Surabaya, Jawa) (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 6 Juni 1901
Timur, 6 Juni 1901
–
–
meninggal meninggal didi Jakarta, 21 Juni 1970 pada umur 69 Jakarta, 21 Juni 1970 pada umur 69 tahun) adalah Presiden Indonesia pertama tahun) adalah Presiden Indonesia pertama yang menjabat pada periode 1945yang menjabat pada periode 1945
–
–
1966.1966. Ia memainkan peranan penting dalam Ia memainkan peranan penting dalam memerdekakan bangsa Indonesia dari memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahanpenjajahan Belanda. Belanda. Ia Ia adalahadalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta) yang terjadi pada Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta) yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945. Soekarno adalah yang pertama kali mencetuskan konsep mengenai tanggal 17 Agustus 1945. Soekarno adalah yang pertama kali mencetuskan konsep mengenai Pancasila sebagai dasar negara
Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dan ia sendiri yang menamainya.Indonesia dan ia sendiri yang menamainya.
Soekarno menandatangani Surat Perintah 11 Maret 1966 Supersemar yang Soekarno menandatangani Surat Perintah 11 Maret 1966 Supersemar yang kontroversial, yang isinya
kontroversial, yang isinya
—
—
berdasarkan versi berdasarkan versi yang yang dikeluarkan dikeluarkan Markas Markas Besar Besar AngkatanAngkatan DaratDarat
—
—
menugaskan Letnan Jenderal Soeharto untuk mengamankan dan menjaga keamananmenugaskan Letnan Jenderal Soeharto untuk mengamankan dan menjaga keamanan negara dan institusi kepresidenan. Supersemar menjadi dasar Letnan Jenderal Soeharto untuk negara dan institusi kepresidenan. Supersemar menjadi dasar Letnan Jenderal Soeharto untuk membubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan mengganti anggota-anggotanya yang membubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan mengganti anggota-anggotanya yang duduk di parlemen. Setelah pertanggungjawabannya ditolak Majelis Permusyawaratan duduk di parlemen. Setelah pertanggungjawabannya ditolak Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) pada sidang umum ke empat tahun 1967, Soekarno diberhentikan Rakyat Sementara (MPRS) pada sidang umum ke empat tahun 1967, Soekarno diberhentikan dari jabatannya sebagai presiden pada Sidang Istimewa MPRS pada tahun yang sama dan dari jabatannya sebagai presiden pada Sidang Istimewa MPRS pada tahun yang sama dan Soeharto menggantikannya sebagai pejabat Presiden Republik Indonesia.Soeharto menggantikannya sebagai pejabat Presiden Republik Indonesia. 2. Sutomo
2. Sutomo (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 3 (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 3 Oktober 1920
Oktober 1920
–
–
meninggal meninggal di di Padang Padang Arafah,Arafah, Arab Saudi, 7 Oktober 1981 pada umur 61Arab Saudi, 7 Oktober 1981 pada umur 61 tahun).tahun). lebih dikenal dengan sapaan akrab oleh rakyat lebih dikenal dengan sapaan akrab oleh rakyat sebagai
sebagai Bung TomoBung Tomo, adalah pahlawan yang, adalah pahlawan yang
terkenal karena peranannya dalam
terkenal karena peranannya dalam
membangkitkan semangat rakyat untuk melawan membangkitkan semangat rakyat untuk melawan kembalinya penjajah Belanda melalui tentara kembalinya penjajah Belanda melalui tentara NICA,
NICA, yang yang berakhir berakhir dengan dengan pertempuran pertempuran 1010 November
November 1945 1945 yang yang hingga hingga kini kini diperingatidiperingati sebagai Hari Pahlawan. Sutomo dilahirkan di sebagai Hari Pahlawan. Sutomo dilahirkan di Kampung Blauran, di pusat kota Surabaya. Kampung Blauran, di pusat kota Surabaya. Ayahnya bernama Kartawan Tjiptowidjojo, Ayahnya bernama Kartawan Tjiptowidjojo, seorang kepala keluarga dari kelas menengah. Ia seorang kepala keluarga dari kelas menengah. Ia pernah
pernah bekerja bekerja sebagai sebagai pegawai pegawai pemerintahan,pemerintahan, sebagai staf pribadi di sebuah perusahaan swasta, sebagai staf pribadi di sebuah perusahaan swasta, sebagai asisten di kantor pajak pemerintah, dan sebagai asisten di kantor pajak pemerintah, dan pegawai
pegawai kecil kecil di di perusahan perusahan ekspor-imporekspor-impor Belanda. Ia mengaku mempunyai pertalian darah dengan beberapa pendamping dekat Belanda. Ia mengaku mempunyai pertalian darah dengan beberapa pendamping dekat Pangeran Diponegoro yang dikebumikan di Malang. Ibunya berdarah campuran Jawa Pangeran Diponegoro yang dikebumikan di Malang. Ibunya berdarah campuran Jawa Tengah, Sunda, dan Madura.dan batak Ayahnya adalah seorang serba bisa.
▸ Baca selengkapnya: kliping pahlawan nasional indonesia
(2)3. Raden Hadji Oemar Said
3. Raden Hadji Oemar Said
Tjokroaminoto
Tjokroaminoto (lahir di Ponorogo, Jawa (lahir di Ponorogo, Jawa Timur, 16 Agustus 1882
Timur, 16 Agustus 1882
–
–
meninggal meninggal didi Yogyakarta, Indonesia, 17 Desember 1934 Yogyakarta, Indonesia, 17 Desember 1934 pada umurpada umur 52 tahun) 52 tahun) bernama lengkap Radenbernama lengkap Raden Hadji Oemar Said Tjokroaminoto, pahlawan Hadji Oemar Said Tjokroaminoto, pahlawan nasional sekarang lebih dikenal dengan nama nasional sekarang lebih dikenal dengan nama
H.O.S Cokroaminoto, lahir Kabupaten
H.O.S Cokroaminoto, lahir Kabupaten
Ponorogo, Jawa Timur, 16 Agustus 1882. Ia Ponorogo, Jawa Timur, 16 Agustus 1882. Ia merupakan seorang pemimpin salah satu merupakan seorang pemimpin salah satu organisasi
organisasi yaitu yaitu Sarekat Islam Sarekat Islam (SI). Ia(SI). Ia kemudian meninggal pada umur 52 tahun kemudian meninggal pada umur 52 tahun yaitu tanggal 17 Desember 1934 di yaitu tanggal 17 Desember 1934 di Yogyakarta. Tjokroaminoto adalah anak Yogyakarta. Tjokroaminoto adalah anak kedua dari 12 bersaudara dari ayah bernama kedua dari 12 bersaudara dari ayah bernama R.M. Tjokroamiseno, salah seorang pejabat R.M. Tjokroamiseno, salah seorang pejabat pemerintahan
pemerintahan pada pada saat saat itu. itu. Kakeknya, Kakeknya, R.M.R.M. Adipati Tjokronegoro, pernah juga menjabat sebagai Bupati
Adipati Tjokronegoro, pernah juga menjabat sebagai Bupati Ponorogo.Ponorogo.
De Ongekroonde van Java atau "Raja Jawa Tanpa Mahkota" bernama Tjokroaminoto adalah De Ongekroonde van Java atau "Raja Jawa Tanpa Mahkota" bernama Tjokroaminoto adalah salah satu pelopor pergerakan di indonesia dan sebagai guru para pemimpin-pemimpin besar salah satu pelopor pergerakan di indonesia dan sebagai guru para pemimpin-pemimpin besar di indonesia, berangkat dari pemikiran ialah yang melahirkan berbagai macam ideologi di indonesia, berangkat dari pemikiran ialah yang melahirkan berbagai macam ideologi bangsa
bangsa indonesia indonesia pada pada saat saat itu, itu, rumah rumah ia ia sempat sempat dijadikan dijadikan rumah rumah kost kost para para pemimpin besapemimpin besarr untuk menimbah ilmu padanya, yaitu Semaoen, Alimin, Muso, Soekarno, Kartosuwiryo, untuk menimbah ilmu padanya, yaitu Semaoen, Alimin, Muso, Soekarno, Kartosuwiryo, bahkan
bahkan Tan Tan Malaka Malaka pernah pernah berguru berguru padanya, padanya, ia ia adalah adalah orang orang yang yang pertama pertama kali kali menolakmenolak untuk tunduk pada Belanda, setelah ia meninggal lahirlah warna-warni pergerakan indonesia untuk tunduk pada Belanda, setelah ia meninggal lahirlah warna-warni pergerakan indonesia yang dibangun oleh murid-muridnya, yakni kaum sosialis/komunis yang dianut oleh yang dibangun oleh murid-muridnya, yakni kaum sosialis/komunis yang dianut oleh Semaoen, Muso, Alimin, Soekarno yang nasionalis, dan Kar
Semaoen, Muso, Alimin, Soekarno yang nasionalis, dan Kar tosuwiryo yang islam merangkaptosuwiryo yang islam merangkap sebagai sekretaris pribadi. Namun, ketiga muridnya itu saling berselisih menurut paham sebagai sekretaris pribadi. Namun, ketiga muridnya itu saling berselisih menurut paham masing-masing. Pengaruh kekuatan politik pada saat itu memungkinkan para pemimpin yang masing-masing. Pengaruh kekuatan politik pada saat itu memungkinkan para pemimpin yang sekawanan itu saling berhadap-hadapan hingga terjadi Pemberontakan Madiun 1948 yang sekawanan itu saling berhadap-hadapan hingga terjadi Pemberontakan Madiun 1948 yang dilakukan Partai komunis Indonesia karena memproklamasikan "Republik Soviet Indonesia" dilakukan Partai komunis Indonesia karena memproklamasikan "Republik Soviet Indonesia" yang dipimpin Muso dan dengan terpaksa presiden Soekarno mengirimkan pasukan elite TNI yang dipimpin Muso dan dengan terpaksa presiden Soekarno mengirimkan pasukan elite TNI yakni Divisi Siliwangi yang mengakibatkan "abang" sapaan akrab Soekarno kepada Muso yakni Divisi Siliwangi yang mengakibatkan "abang" sapaan akrab Soekarno kepada Muso pemimpin
pemimpin Partai Partai komunis komunis pada pada saat saat itu itu tertembak tertembak mati mati 31 31 Oktober, Oktober, dan dan dilanjutkandilanjutkan pemberontakan
pemberontakan oleh oleh Negara Negara Islam Islam Indonesia(NII) Indonesia(NII) yang yang dipimpin dipimpin oleh oleh Kartosuwiryo Kartosuwiryo dandan akhirnya hukuman mati yang dijatuhkan oleh Soekarno kepada kawannya Kartosuwiryo pada akhirnya hukuman mati yang dijatuhkan oleh Soekarno kepada kawannya Kartosuwiryo pada 12 September 1962.
12 September 1962.
Pada bulan Mei 1912, HOS Tjokroaminoto mendirikan organisasi Sarekat Islam yang Pada bulan Mei 1912, HOS Tjokroaminoto mendirikan organisasi Sarekat Islam yang
sebelumnya dikenal Serikat Dagang Islam dan terpilih menjadi ketua.
sebelumnya dikenal Serikat Dagang Islam dan terpilih menjadi ketua.
Ia dimakamkan di TMP Pekuncen, Yogyakarta, setelah jatuh sakit sehabis mengikuti Ia dimakamkan di TMP Pekuncen, Yogyakarta, setelah jatuh sakit sehabis mengikuti Kongres SI di Banjarmasin.
Kongres SI di Banjarmasin. Salah satu trilogi darinya
Salah satu trilogi darinya yang termasyhur adalahyang termasyhur adalah Setinggi-tinggi ilmu, semurni-murni tauhid,Setinggi-tinggi ilmu, semurni-murni tauhid, sepintar-pintar siasat
sepintar-pintar siasat . Ini menggambarkan suasana perjuangan Indonesia pada masanya yang. Ini menggambarkan suasana perjuangan Indonesia pada masanya yang
memerlukan tiga kemampuan pada seorang pejuang kemerdekaan.
memerlukan tiga kemampuan pada seorang pejuang kemerdekaan.
Dari berbagai muridnya yang paling ia sukai adalah Soekarno hingga ia menikahkan Dari berbagai muridnya yang paling ia sukai adalah Soekarno hingga ia menikahkan
Soekarno dengan anaknya yakni Siti Oetari, istri pertama Soekarno.
Pesannya kepada Para murid-muridnya ialah "jika kalian ingin menjadi Pemimpin besar, Pesannya kepada Para murid-muridnya ialah "jika kalian ingin menjadi Pemimpin besar, menulislah seperti wartawan dan bicaralah seperti orator" perkataan ini membius menulislah seperti wartawan dan bicaralah seperti orator" perkataan ini membius murid-muridnya hingga membuat Soekarno setiap malam berteriak belajar pidato hingga membuat muridnya hingga membuat Soekarno setiap malam berteriak belajar pidato hingga membuat kawannya yaitu Muso, Alimin, Kartosuwiryo, Darsono, dan yang lainnya terbangung dan kawannya yaitu Muso, Alimin, Kartosuwiryo, Darsono, dan yang lainnya terbangung dan tertawa menyaksikannya.
tertawa menyaksikannya.
4
4.. Pangeran AntasariPangeran Antasari (lahir di Kayu Tangi, (lahir di Kayu Tangi,
Kesultanan Banjar, 1797 atau 1809
Kesultanan Banjar, 1797 atau 1809
–
–
meninggal di Bayan Begok, Hindia-Belanda, meninggal di Bayan Begok, Hindia-Belanda, 11 Oktober 1862 pada umur 53 tahun) adalah 11 Oktober 1862 pada umur 53 tahun) adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia.seorang Pahlawan Nasional Indonesia.
Ia adalah Sultan Banjar. Pada 14 Maret 1862, Ia adalah Sultan Banjar. Pada 14 Maret 1862, beliau
beliau dinobatkan dinobatkan sebagai sebagai pimpinanpimpinan pemerintahan
pemerintahan tertinggi tertinggi di di Kesultanan Kesultanan BanjarBanjar (Sultan Banjar) dengan menyandang gelar (Sultan Banjar) dengan menyandang gelar Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin dihadapan para kepala suku Dayak dan adipati dihadapan para kepala suku Dayak dan adipati (gubernur) penguasa wilayah Dusun Atas, (gubernur) penguasa wilayah Dusun Atas, Kapuas dan Kahayan yaitu Tumenggung Kapuas dan Kahayan yaitu Tumenggung Surapati/Tumenggung Yang Pati Jaya Raja. Surapati/Tumenggung Yang Pati Jaya Raja.
5. Martha Christina Tiahahu
5. Martha Christina Tiahahu (lahir di Nusa (lahir di Nusa Laut, Maluku, 4 Januari 1800
Laut, Maluku, 4 Januari 1800
–
–
meninggal di meninggal di Laut Banda, Maluku, 2 Januari 1818 pada Laut Banda, Maluku, 2 Januari 1818 pada umur 17 tahun) adalah seorang gadis dari Desa umur 17 tahun) adalah seorang gadis dari Desa Abubu di Pulau Nusalaut. Lahir sekitar tahun Abubu di Pulau Nusalaut. Lahir sekitar tahun 1800 dan pada waktu mengangkat senjata 1800 dan pada waktu mengangkat senjata melawan penjajah Belanda berumur 17 tahun. melawan penjajah Belanda berumur 17 tahun. Ayahnya adalah Kapitan Paulus Tiahahu, Ayahnya adalah Kapitan Paulus Tiahahu, seorang kapitan dari negeri Abubu yang juga seorang kapitan dari negeri Abubu yang juga pembantupembantu Thomas Thomas Matulessy Matulessy dalam dalam perangperang Pattimura tahun 1817 melawan Belanda.
Pattimura tahun 1817 melawan Belanda.
Martha Christina tercatat sebagai seorang Martha Christina tercatat sebagai seorang pejuang kemerdekaan
pejuang kemerdekaan yang unik yang unik yaitu seorangyaitu seorang puteri
puteri remaja remaja yang yang langsung langsung terjun terjun dalamdalam medan pertempuran melawan tentara kolonial medan pertempuran melawan tentara kolonial Belanda dalam perang Pattimura tahun 1817. Belanda dalam perang Pattimura tahun 1817. Di kalangan para pejuang dan masyarakat Di kalangan para pejuang dan masyarakat sampai di kalangan musuh, ia dikenal sebagai sampai di kalangan musuh, ia dikenal sebagai gadis pemberani dan konsekwen terhadap cita-cita perjuangannya.
gadis pemberani dan konsekwen terhadap cita-cita perjuangannya.
Sejak awal perjuangan, ia selalu ikut mengambil bagian dan pantang mundur. Dengan Sejak awal perjuangan, ia selalu ikut mengambil bagian dan pantang mundur. Dengan rambutnya yang panjang terurai ke belakang serta berikat kepala sehelai kain berang (merah) rambutnya yang panjang terurai ke belakang serta berikat kepala sehelai kain berang (merah) ia tetap mendampingi ayahnya dalam setiap pertempuran baik di Pulau Nusalaut maupun di ia tetap mendampingi ayahnya dalam setiap pertempuran baik di Pulau Nusalaut maupun di
Pulau Saparua. Siang dan malam ia selalu hadir dan ikut dalam pembuatan kubu-kubu Pulau Saparua. Siang dan malam ia selalu hadir dan ikut dalam pembuatan kubu-kubu pertahanan.
pertahanan. Ia Ia bukan bukan saja saja mengangkat mengangkat senjata, senjata, tetapi tetapi juga juga memberi memberi semangat semangat kepada kepada kaumkaum wanita di negeri-negeri agar ikut membantu kaum pria di setiap medan pertempuran sehingga wanita di negeri-negeri agar ikut membantu kaum pria di setiap medan pertempuran sehingga Belanda kewalahan menghadapi kaum wanita
Belanda kewalahan menghadapi kaum wanita yang ikut berjuang.yang ikut berjuang. Di dalam pertempuran yang sengit di Desa Ouw
Di dalam pertempuran yang sengit di Desa Ouw
–
–
Ullath jasirah Tenggara Pulau Ullath jasirah Tenggara Pulau Saparua yang nampak betapa hebat srikandi ini menggempur musuh bersama para pejuang Saparua yang nampak betapa hebat srikandi ini menggempur musuh bersama para pejuang rakyat. Namun akhirnya karena tidak seimbang dalam persenjataan, tipu daya musuh dan rakyat. Namun akhirnya karena tidak seimbang dalam persenjataan, tipu daya musuh dan pengkhianatan, para tokoh pejuang dapatpengkhianatan, para tokoh pejuang dapat ditangkap dan menjalani ditangkap dan menjalani hukuman. Ada yang harushukuman. Ada yang harus mati digantung dan ada yang dibuang ke Pulau Jawa. Kapitan Paulus Tiahahu divonis hukum mati digantung dan ada yang dibuang ke Pulau Jawa. Kapitan Paulus Tiahahu divonis hukum mati tembak. Martha Christina berjuang untuk melepaskan ayahnya dari hukuman mati, mati tembak. Martha Christina berjuang untuk melepaskan ayahnya dari hukuman mati, namun ia tidak berdaya dan meneruskan bergerilyanya di hutan, tetapi akhirnya tertangkap namun ia tidak berdaya dan meneruskan bergerilyanya di hutan, tetapi akhirnya tertangkap dan diasingkan ke Pulau Jawa.
dan diasingkan ke Pulau Jawa.
Di Kapal Perang Eversten, Martha Christina Tiahahu menemui ajalnya dan dengan Di Kapal Perang Eversten, Martha Christina Tiahahu menemui ajalnya dan dengan penghormatan militer jasadnya diluncurkan di
penghormatan militer jasadnya diluncurkan di Laut Banda menjelang tanggal 2 Laut Banda menjelang tanggal 2 Januari 1818.Januari 1818. Menghargai jasa dan pengorbanan, Martha Christina dikukuhkan sebagai Pahlawan Menghargai jasa dan pengorbanan, Martha Christina dikukuhkan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional oleh Pemerintah Republik Indonesia.
Kemerdekaan Nasional oleh Pemerintah Republik Indonesia.
6. Cut Nyak Dhien
6. Cut Nyak Dhien (ejaan lama: (ejaan lama: Tjoet Nja' DhienTjoet Nja' Dhien,, Lampadang, Kerajaan Aceh, 1848
Lampadang, Kerajaan Aceh, 1848
–
–
Sumedang, Jawa Sumedang, Jawa Barat, 6 November 1908; dimakamkan di Gunung Barat, 6 November 1908; dimakamkan di Gunung Puyuh, Sumedang) adalah seorang Pahlawan Puyuh, Sumedang) adalah seorang Pahlawan NasionalNasional Indonesia Indonesia dari dari Aceh Aceh yang yang berjuangberjuang melawan Belanda pada masa Perang Aceh. Setelah melawan Belanda pada masa Perang Aceh. Setelah wilayah VI Mukim diserang, ia mengungsi, wilayah VI Mukim diserang, ia mengungsi, sementara suaminya Ibrahim Lamnga bertempur sementara suaminya Ibrahim Lamnga bertempur melawan Belanda. Ibrahim Lamnga tewas di Gle melawan Belanda. Ibrahim Lamnga tewas di Gle Tarum pada tanggal 29 Juni 1878 yang menyebabkan Tarum pada tanggal 29 Juni 1878 yang menyebabkan Cut Nyak Dhien sangat marah dan bersumpah hendak Cut Nyak Dhien sangat marah dan bersumpah hendak menghancurkan Belanda.
menghancurkan Belanda.
Teuku Umar, salah satu tokoh yang melawan Teuku Umar, salah satu tokoh yang melawan Belanda, melamar Cut Nyak Dhien. Pada awalnya Belanda, melamar Cut Nyak Dhien. Pada awalnya Cut Nyak Dhien menolak, tetapi karena Teuku Umar Cut Nyak Dhien menolak, tetapi karena Teuku Umar memperbolehkannya ikut serta dalam medan perang, memperbolehkannya ikut serta dalam medan perang, Cut Nyak Dhien setuju untuk menikah dengannya Cut Nyak Dhien setuju untuk menikah dengannya pada
pada tahun tahun 1880. 1880. Mereka Mereka dikaruniai dikaruniai anak anak yang yang diberi diberi nama nama Cut Cut Gambang.Gambang. SetelahSetelah pernikahannya
pernikahannya dengan dengan Teuku Teuku Umar, Umar, ia ia bersama bersama Teuku Teuku Umar Umar bertempur bertempur bersama bersama melawanmelawan Belanda.
Belanda.
Namun,
Namun, Teuku Teuku Umar Umar gugur gugur saat saat menyerang menyerang Meulaboh Meulaboh pada pada tanggal tanggal 11 11 FebruariFebruari 1899, sehingga ia berjuang sendirian di pedalaman Meulaboh bersama pasukan kecilnya. Cut 1899, sehingga ia berjuang sendirian di pedalaman Meulaboh bersama pasukan kecilnya. Cut Nyak
Nyak Dien Dien saat saat itu itu sudah sudah tua tua dan dan memiliki memiliki penyakit penyakit encok encok dan dan rabun, rabun, sehingga sehingga satusatu pasukannya
pasukannya yang yang bernama bernama Pang Pang Laot Laot melaporkan melaporkan keberadaannya keberadaannya karena karena iba. iba. Ia Ia akhirnyaakhirnya ditangkap dan dibawa ke Banda Aceh. Di sana ia dirawat dan penyakitnya mulai sembuh. ditangkap dan dibawa ke Banda Aceh. Di sana ia dirawat dan penyakitnya mulai sembuh. Namun,
Namun, keberadaannya keberadaannya menambah menambah semangat semangat perlawanan perlawanan rakyat rakyat Aceh. Aceh. Ia Ia juga juga masihmasih berhubungan
berhubungan dengan dengan pejuang pejuang Aceh Aceh yang yang belum belum tertangkap. tertangkap. Akibatnya, Akibatnya, Dhien Dhien dibuang dibuang keke Sumedang. Tjoet Nyak Dhien meninggal pada tanggal 6 November 1908 dan dimakamkan di Sumedang. Tjoet Nyak Dhien meninggal pada tanggal 6 November 1908 dan dimakamkan di Gunung Puyuh, Sumedang.
7.
7. dr. dr. Tjipto Tjipto MangoenkoesoemoMangoenkoesoemo (EYD: (EYD: CiptoCipto Mangunkusumo
Mangunkusumo) (Pecangakan, Ambarawa, Semarang,) (Pecangakan, Ambarawa, Semarang, 1886
1886
–
–
Jakarta, 8 Maret 1943) adalah seorang tokoh Jakarta, 8 Maret 1943) adalah seorang tokoh pergerakanpergerakan kemerdekaan kemerdekaan Indonesia. Indonesia. Bersama Bersama dengandengan Ernest Douwes Dekker dan Ki Hajar Dewantara ia Ernest Douwes Dekker dan Ki Hajar Dewantara ia dikenal sebagai "Tiga Serangkai" yang banyak dikenal sebagai "Tiga Serangkai" yang banyak menyebarluaskan ide pemerintahan sendiri dan kritis menyebarluaskan ide pemerintahan sendiri dan kritis terhadap pemerintahan penjajahan Hindia Belanda. Ia terhadap pemerintahan penjajahan Hindia Belanda. Ia adalah tokoh dalam
adalah tokoh dalam Indische Indische PartijPartij, suatu organisasi, suatu organisasi politik
politik yang yang pertama pertama kali kali mencetuskan mencetuskan ide ide pemerintahanpemerintahan sendiri di tangan penduduk setempat, bukan oleh
sendiri di tangan penduduk setempat, bukan oleh Belanda.Belanda. Pada tahun 1913 ia dan kedua rekannya diasingkan oleh Pada tahun 1913 ia dan kedua rekannya diasingkan oleh pemerintah
pemerintah kolonial kolonial ke ke Belanda Belanda akibat akibat tulisan tulisan dandan aktivitas politiknya, dan baru kembali 1917.
aktivitas politiknya, dan baru kembali 1917.
Dokter Cipto menikah dengan seorang Indo pengusaha batik, sesama anggota Dokter Cipto menikah dengan seorang Indo pengusaha batik, sesama anggota organisasi
organisasi Insulinde Insulinde, bernama Marie Vogel pada tahun 1920., bernama Marie Vogel pada tahun 1920.
Berbeda dengan kedua rekannya dalam "Tiga Serangkai" yang kemudian mengambil Berbeda dengan kedua rekannya dalam "Tiga Serangkai" yang kemudian mengambil jalur
jalur pendidikan, pendidikan, Cipto Cipto tetap tetap berjalan berjalan di di jalur jalur politik politik dengan dengan menjadi menjadi anggotaanggota Volksraad Volksraad .. Karena sikap radikalnya, pada tahun 1927 ia dibuang oleh pemerintah penjajahan ke Banda. Karena sikap radikalnya, pada tahun 1927 ia dibuang oleh pemerintah penjajahan ke Banda. Ia wafat pada tahun 1943 dan dimakamkan di TMP Ambarawa.
Ia wafat pada tahun 1943 dan dimakamkan di TMP Ambarawa.
8. Sultan Hasanuddin
8. Sultan Hasanuddin (lahir di Makassar, (lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 12 Januari 1631 Sulawesi Selatan, 12 Januari 1631
–
–
meninggal di
meninggal di Makassar, Makassar, Sulawesi SelatSulawesi Selatan,an, 12 Juni 1670 pada umur 39 tahun) adalah 12 Juni 1670 pada umur 39 tahun) adalah Raja Gowa ke-16 dan pahlawan nasional Raja Gowa ke-16 dan pahlawan nasional Indonesia yang terlahir dengan nama Indonesia yang terlahir dengan nama II Mallombasi Muhammad Bakir Daeng Mallombasi Muhammad Bakir Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangepe Mattawang Karaeng Bonto Mangepe sebagai nama pemberian dari Qadi Islam sebagai nama pemberian dari Qadi Islam Kesultanan Gowa yakni Syeikh Sayyid Kesultanan Gowa yakni Syeikh Sayyid Jalaludin bin Muhammad Bafaqih Al-Aidid, Jalaludin bin Muhammad Bafaqih Al-Aidid, seorang mursyid tarekat Baharunnur Baalwy seorang mursyid tarekat Baharunnur Baalwy Sulawesi Selatan sekaligus guru tarekat dari Sulawesi Selatan sekaligus guru tarekat dari Syeikh Yusuf dan Sultan Hasanuddin.
Syeikh Yusuf dan Sultan Hasanuddin.
Setelah menaiki Tahta sebagai Sultan, ia Setelah menaiki Tahta sebagai Sultan, ia
mendapat tambahan gelar
mendapat tambahan gelar SultanSultan Hasanuddin
Hasanuddin Tumenanga Tumenanga Ri Ri Balla Balla PangkanaPangkana, hanya saja lebih dikenal dengan Sultan, hanya saja lebih dikenal dengan Sultan Hasanuddin saja. Karena keberaniannya, ia dijuluki
Hasanuddin saja. Karena keberaniannya, ia dijuluki De De Haantjes Haantjes van van Het Het OostenOosten oleh oleh Belanda yang artinya
Belanda yang artinya Ayam Ayam Jantan/Jago Jantan/Jago dari dari Benua Benua Timur Timur . Ia dimakamkan di Katangka,. Ia dimakamkan di Katangka, Kabupaten Gowa. == Ia diangkat sebagai Pahlawan Nasional dengan Surat Keputusan Kabupaten Gowa. == Ia diangkat sebagai Pahlawan Nasional dengan Surat Keputusan Presiden No. 087/TK/1973, tanggal 6 November 1973.
9. Kolonel TNI Anumerta I Gusti Ngurah Rai
9. Kolonel TNI Anumerta I Gusti Ngurah Rai (lahir di Desa (lahir di Desa Carangsari, Petang, Kabupaten Badung, Bali, Hindia Belanda, Carangsari, Petang, Kabupaten Badung, Bali, Hindia Belanda, 30 Januari 1917
30 Januari 1917
–
–
meninggal di meninggal di Marga, Marga, Tabanan, Tabanan, Bali,Bali, Indonesia, 20 November 1946 pada umur 29 tahun) adalah Indonesia, 20 November 1946 pada umur 29 tahun) adalah seorang pahlawan Indonesia dari Kabupaten Badung, Bali.seorang pahlawan Indonesia dari Kabupaten Badung, Bali. Ngurah
Ngurah Rai Rai memiliki memiliki pasukan pasukan yang yang bernama bernama "TOKRING""TOKRING" KOTOK GARING melakukan pertempuran terakhir yang KOTOK GARING melakukan pertempuran terakhir yang dikenal dengan nama Puputan Margarana. (Puputan, dalam dikenal dengan nama Puputan Margarana. (Puputan, dalam bahasa
bahasa bali, bali, berarti berarti "habis-habisan", "habis-habisan", sedangkan sedangkan MargaranaMargarana berarti
berarti "Pertempuran "Pertempuran di di Marga"; Marga"; Marga Marga adalah adalah sebuah sebuah desadesa ibukota kecamatan di pelosok Kabupaten Tabanan, Bali)
ibukota kecamatan di pelosok Kabupaten Tabanan, Bali)
Bersama 1.372 anggotanya pejuang MBO (Markas Besar Oemoem) Dewan Bersama 1.372 anggotanya pejuang MBO (Markas Besar Oemoem) Dewan Perjoeangan Republik Indonesia Sunda Kecil (DPRI SK) dibuatkan nisan di Kompleks Perjoeangan Republik Indonesia Sunda Kecil (DPRI SK) dibuatkan nisan di Kompleks Monumen de Kleine Sunda Eilanden, Candi Marga, Tabanan. Detil perjuangan I Gusti Monumen de Kleine Sunda Eilanden, Candi Marga, Tabanan. Detil perjuangan I Gusti Ngurah Rai dan
Ngurah Rai dan resimen CW resimen CW dapat disimak dapat disimak dari beberapa buku, sdari beberapa buku, seperti "Bergerileperti "Bergerilya Bersamaya Bersama Ngurah
Ngurah Rai" Rai" (Denpasar: (Denpasar: BP, BP, 1994) 1994) kesaksian kesaksian salah salah seorang seorang staf staf MBO MBO DPRI DPRI SK, SK, I I GustiGusti Bagus Meraku Tirtayasa peraih "
Bagus Meraku Tirtayasa peraih " Anugrah Jurnalistik Harkitnas 1993 Anugrah Jurnalistik Harkitnas 1993", buku "Orang-orang di", buku "Orang-orang di Sekitar Pak Rai: Cerita Para Sahabat Pahlawan Nasional Brigjen TNI (anumerta) I Gusti Sekitar Pak Rai: Cerita Para Sahabat Pahlawan Nasional Brigjen TNI (anumerta) I Gusti Ngurah
Ngurah Rai" Rai" (Denpasar: (Denpasar: Upada Upada Sastra, Sastra, 1995), 1995), atau atau buku buku "Puputan "Puputan Margarana Margarana Tanggal Tanggal 2020 November 1946" yang
November 1946" yang disusun oleh Wayan Djegug A Gdisusun oleh Wayan Djegug A Giri (Denpasar: YKP, 1990).iri (Denpasar: YKP, 1990).
Pemerintah Indonesia menganugerahkan Bintang Mahaputra dan kenaikan pangkat Pemerintah Indonesia menganugerahkan Bintang Mahaputra dan kenaikan pangkat menjadi Brigjen TNI (anumerta). Namanya kemudian diabadikan dalam nama bandar udara menjadi Brigjen TNI (anumerta). Namanya kemudian diabadikan dalam nama bandar udara di Bali, Bandara Ngurah Rai.
di Bali, Bandara Ngurah Rai.
10. Jenderal Besar Raden Soedirman
10. Jenderal Besar Raden Soedirman (EYD:(EYD: Sudirman
Sudirman; lahir 24 Januari 1916; lahir 24 Januari 1916
–
–
meninggal 29 Januari meninggal 29 Januari 1950 pada umur 34 tahun) adalah seorang perwira tinggi 1950 pada umur 34 tahun) adalah seorang perwira tinggi Indonesia pada masa Revolusi Nasional Indonesia. Indonesia pada masa Revolusi Nasional Indonesia. Menjadi panglima besar Tentara Nasional Indonesia Menjadi panglima besar Tentara Nasional Indonesia pertama,pertama, ia ia secara secara luas luas terus terus dihormati dihormati di di Indonesia.Indonesia. Terlahir dari pasangan rakyat biasa di Purbalingga, Terlahir dari pasangan rakyat biasa di Purbalingga, Hindia Belanda, Soedirman diadopsi oleh pamannya Hindia Belanda, Soedirman diadopsi oleh pamannya yang seorang priyayi. Setelah keluarganya pindah ke yang seorang priyayi. Setelah keluarganya pindah ke Cilacap pada tahun 1916, Soedirman tumbuh menjadi Cilacap pada tahun 1916, Soedirman tumbuh menjadi seorang siswa rajin; ia sangat aktif dalam kegiatan seorang siswa rajin; ia sangat aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler, termasuk mengikuti program kepanduan ekstrakurikuler, termasuk mengikuti program kepanduan yang dijalankan oleh organisasi Islam Muhammadiyah. yang dijalankan oleh organisasi Islam Muhammadiyah.
Saat di sekolah menengah, Soedirman mulai
Saat di sekolah menengah, Soedirman mulai
menunjukkan kemampuannya dalam memimpin dan menunjukkan kemampuannya dalam memimpin dan berorganisasi,
berorganisasi, dan dan dihormati dihormati oleh oleh masyarakat masyarakat karenakarena ketaatannya pada Islam. Setelah berhenti kuliah ketaatannya pada Islam. Setelah berhenti kuliah keguruan, pada 1936 ia mulai bekerja sebagai seorang keguruan, pada 1936 ia mulai bekerja sebagai seorang guru, dan kemudian menjadi kepala sekolah, di sekolah dasar Muhammadiyah; ia juga aktif guru, dan kemudian menjadi kepala sekolah, di sekolah dasar Muhammadiyah; ia juga aktif dalam kegiatan Muhammadiyah lainnya dan menjadi pemimpin Kelompok Pemuda dalam kegiatan Muhammadiyah lainnya dan menjadi pemimpin Kelompok Pemuda Muhammadiyah pada tahun 1937. Setelah Jepang menduduki Hindia Belanda pada 1942, Muhammadiyah pada tahun 1937. Setelah Jepang menduduki Hindia Belanda pada 1942, Soedirman tetap mengajar. Pada tahun 1944, ia
Soedirman tetap mengajar. Pada tahun 1944, ia bergabung dengan tentara Pembela Tanah Airbergabung dengan tentara Pembela Tanah Air (PETA) yang disponsori Jepang, menjabat sebagai komandan batalion di Banyumas. Selama (PETA) yang disponsori Jepang, menjabat sebagai komandan batalion di Banyumas. Selama menjabat, Soedirman bersama rekannya sesama prajurit melakukan pemberontakan, namun menjabat, Soedirman bersama rekannya sesama prajurit melakukan pemberontakan, namun kemudian diasingkan ke Bogor.
Setelah Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945, Setelah Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945, Soedirman melarikan diri dari pusat penahanan, kemudian pergi ke Jakarta untuk bertemu Soedirman melarikan diri dari pusat penahanan, kemudian pergi ke Jakarta untuk bertemu dengan Presiden Soekarno. Ia ditugaskan untuk mengawasi proses penyerahan diri tentara dengan Presiden Soekarno. Ia ditugaskan untuk mengawasi proses penyerahan diri tentara Jepang di Banyumas, yang dilakukannya setelah mendirikan divisi lokal Badan Keamanan Jepang di Banyumas, yang dilakukannya setelah mendirikan divisi lokal Badan Keamanan Rakyat. Pasukannya lalu dijadikan bagian dari Divisi V pada 20 Oktober oleh panglima Rakyat. Pasukannya lalu dijadikan bagian dari Divisi V pada 20 Oktober oleh panglima sementara Oerip Soemohardjo, dan Soedirman bertanggung jawab atas divisi tersebut. Pada sementara Oerip Soemohardjo, dan Soedirman bertanggung jawab atas divisi tersebut. Pada tanggal 12 November 1945, dalam sebuah pemilihan untuk menentukan panglima besar TKR tanggal 12 November 1945, dalam sebuah pemilihan untuk menentukan panglima besar TKR di Yogyakarta, Soedirman terpilih menjadi panglima besar, sedangkan Oerip, yang telah aktif di Yogyakarta, Soedirman terpilih menjadi panglima besar, sedangkan Oerip, yang telah aktif di militer sebelum Soedirman lahir, menjadi kepala staff. Sembari menunggu pengangkatan, di militer sebelum Soedirman lahir, menjadi kepala staff. Sembari menunggu pengangkatan, Soedirman memerintahkan serangan terhadap pasukan Inggris dan Belanda di Ambarawa. Soedirman memerintahkan serangan terhadap pasukan Inggris dan Belanda di Ambarawa. Pertempuran ini dan penarikan diri tentara Inggris menyebabkan semakin kuatnya dukungan Pertempuran ini dan penarikan diri tentara Inggris menyebabkan semakin kuatnya dukungan rakyat terhadap Soedirman, dan ia akhirnya diangkat sebagai panglima besar pada tanggal 18 rakyat terhadap Soedirman, dan ia akhirnya diangkat sebagai panglima besar pada tanggal 18 Desember.
Desember.
Selama tiga tahun berikutnya, Soedirman menjadi saksi kegagalan negosiasi dengan Selama tiga tahun berikutnya, Soedirman menjadi saksi kegagalan negosiasi dengan tentara kolonial Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia, yang pertama adalah tentara kolonial Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia, yang pertama adalah Perjanjian Linggarjati
Perjanjian Linggarjati
–
–
yang turut disusun oleh Soedirmanyang turut disusun oleh Soedirman–
–
dan kemudian Perjanjian dan kemudian Perjanjian RenvilleRenville
–
–
yang menyebabkan Indonesia harus mengembalikan wilayah yang diambilnyayang menyebabkan Indonesia harus mengembalikan wilayah yang diambilnya dalam Agresi Militer I kepada Belanda dan penarikan 35.000 tentara Indonesia. Ia juga dalam Agresi Militer I kepada Belanda dan penarikan 35.000 tentara Indonesia. Ia juga menghadapi pemberontakan dari dalam, termasuk upaya kudeta pada 1948. Ia kemudian menghadapi pemberontakan dari dalam, termasuk upaya kudeta pada 1948. Ia kemudian menyalahkan peristiwa-peristiwa tersebut sebagai penyebab penyakit tuberkulosis-nya; menyalahkan peristiwa-peristiwa tersebut sebagai penyebab penyakit tuberkulosis-nya; karena infeksi tersebut, paru-paru kanannya dikempeskan pada bulan November 1948.karena infeksi tersebut, paru-paru kanannya dikempeskan pada bulan November 1948.
Pada tanggal 19 Desember 1948, beberapa hari setelah Soedirman keluar dari rumah Pada tanggal 19 Desember 1948, beberapa hari setelah Soedirman keluar dari rumah sakit, Belanda melancarkan Agresi Militer II untuk menduduki Yogyakarta. Di saat sakit, Belanda melancarkan Agresi Militer II untuk menduduki Yogyakarta. Di saat pemimpin-pemimpin
pemimpin-pemimpin politik politik berlindung berlindung di di kraton kraton sultan, sultan, Soedirman, Soedirman, beserta beserta sekelompoksekelompok kecil tentara dan dokter pribadinya, melakukan perjalanan ke arah selatan dan memulai kecil tentara dan dokter pribadinya, melakukan perjalanan ke arah selatan dan memulai perlawanan gerilya selama
perlawanan gerilya selama tujuh bulan. Awalnya mereka diikuti oleh tujuh bulan. Awalnya mereka diikuti oleh pasukan Belanda, tetapipasukan Belanda, tetapi Soedirman dan pasukannya berhasil kabur dan mendirikan markas sementara di Sobo, di Soedirman dan pasukannya berhasil kabur dan mendirikan markas sementara di Sobo, di dekat Gunung Lawu. Dari tempat ini, ia mampu mengomandoi kegiatan militer di Pulau dekat Gunung Lawu. Dari tempat ini, ia mampu mengomandoi kegiatan militer di Pulau Jawa, termasuk Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta, yang dipimpin oleh Letnan Jawa, termasuk Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta, yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Soeharto. Ketika Belanda mulai menarik diri, Soedirman dipanggil kembali ke Kolonel Soeharto. Ketika Belanda mulai menarik diri, Soedirman dipanggil kembali ke Yogyakarta pada bulan Juli 1949. Meskipun ingin terus melanjutkan perlawanan terhadap Yogyakarta pada bulan Juli 1949. Meskipun ingin terus melanjutkan perlawanan terhadap pasukan Belanda, ia dilarang oleh Presiden Soekarno. Peny
pasukan Belanda, ia dilarang oleh Presiden Soekarno. Penyakit TBC yang diidapnya kambuakit TBC yang diidapnya kambuh;h; ia pensiun dan pindah ke Magelang. Soedirman wafat kurang lebih satu bulan setelah ia pensiun dan pindah ke Magelang. Soedirman wafat kurang lebih satu bulan setelah Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia. Ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia. Ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Semaki, Yogyakarta.
Semaki, Yogyakarta.
Kematian Soedirman menjadi duka bagi seluruh rakyat Indonesia. Bendera setengah Kematian Soedirman menjadi duka bagi seluruh rakyat Indonesia. Bendera setengah tiang dikibarkan dan ribuan orang berkumpul untuk menyaksikan prosesi upacara tiang dikibarkan dan ribuan orang berkumpul untuk menyaksikan prosesi upacara pemakaman.
pemakaman. Soedirman Soedirman terus terus dihormati dihormati oleh oleh rakyat rakyat Indonesia. Indonesia. Perlawanan Perlawanan gerilyanyagerilyanya ditetapkan sebagai sarana pengembangan
ditetapkan sebagai sarana pengembangan esprit de corpsesprit de corps bagi tentara Indonesia, dan rute bagi tentara Indonesia, dan rute gerilya sepanjang
gerilya sepanjang 100-kilometer (62 100-kilometer (62 mil) mil) yang ditempuhnya harus yang ditempuhnya harus diikuti oleh diikuti oleh tarunataruna Indonesia sebelum lulus dari Akademi Militer. Soedirman ditampilkan dalam uang kertas Indonesia sebelum lulus dari Akademi Militer. Soedirman ditampilkan dalam uang kertas rupiah keluaran 1968, dan namanya diabadikan menjadi nama sejumlah jalan, universitas, rupiah keluaran 1968, dan namanya diabadikan menjadi nama sejumlah jalan, universitas, museum, dan monumen. Pada tanggal 10 Desember 1964, ia ditetapkan sebagai Pahlawan museum, dan monumen. Pada tanggal 10 Desember 1964, ia ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.
11. Pattimura
11. Pattimura(atau Thomas Matulessy) (lahir di Haria,(atau Thomas Matulessy) (lahir di Haria, pulau
pulau Saparua, Saparua, Maluku, Maluku, 8 8 Juni Juni 17831783
–
–
meninggal meninggal didi Ambon, Maluku, 16 Desember 1817 pada umur 34Ambon, Maluku, 16 Desember 1817 pada umur 34 tahun),tahun), juga
juga dikenal dikenal dengan dengan namanama Kapitan PattimuraKapitan Pattimura adalah adalah pahlawan
pahlawan Maluku Maluku dan dan merupakan merupakan Pahlawan Pahlawan nasionalnasional Indonesia.
Indonesia.
Menurut buku biografi Pattimura versi pemerintah yang Menurut buku biografi Pattimura versi pemerintah yang pertama
pertama kali kali terbit, terbit, M M Sapija Sapija menulis, menulis, "Bahwa "Bahwa pahlawanpahlawan Pattimura tergolong turunan bangsawan dan berasal dari Pattimura tergolong turunan bangsawan dan berasal dari Nusa
Nusa Ina Ina (Seram). (Seram). Ayah Ayah beliau beliau yang yang bernama bernama AntoniAntoni Mattulessy adalah anak dari Kasimiliali Pattimura Mattulessy adalah anak dari Kasimiliali Pattimura Mattulessy. Yang terakhir ini adalah putra raja Sahulau. Mattulessy. Yang terakhir ini adalah putra raja Sahulau. Sahulau merupakan nama orang di negeri yang terletak Sahulau merupakan nama orang di negeri yang terletak dalam sebuah teluk di Seram Selatan".
dalam sebuah teluk di Seram Selatan". Namun
Namun berbeda berbeda dengan dengan sejarawan sejarawan Mansyur Mansyur Suryanegara. Suryanegara. Dia Dia mengatakan mengatakan dalam dalam bukunyabukunya Api Sejarah bahwa Ahmad Lussy atau dalam bahasa Maluku disebut Mat Lussy, lahir di Api Sejarah bahwa Ahmad Lussy atau dalam bahasa Maluku disebut Mat Lussy, lahir di Hualoy, Seram Selatan (bukan Saparua seperti yang dikenal dalam sejarah versi pemerintah). Hualoy, Seram Selatan (bukan Saparua seperti yang dikenal dalam sejarah versi pemerintah). Dia adalah bangsawan dari kerajaan Islam Sahulau, yang saat itu diperintah Sultan Dia adalah bangsawan dari kerajaan Islam Sahulau, yang saat itu diperintah Sultan Abdurrahman. Raja ini dikenal pula dengan sebutan Sultan Kasimillah (Kazim Allah/Asisten Abdurrahman. Raja ini dikenal pula dengan sebutan Sultan Kasimillah (Kazim Allah/Asisten Allah). Dalam bahasa Maluku disebut Kasimiliali.
Allah). Dalam bahasa Maluku disebut Kasimiliali.
12.
12. Raden MasRaden Mas Soewardi SoerjaningratSoewardi Soerjaningrat (EYD: (EYD: Suwardi Suryaningrat
Suwardi Suryaningrat, sejak 1922 menjadi, sejak 1922 menjadi Ki HadjarKi Hadjar Dewantara
Dewantara, EYD:, EYD: Ki Hajar DewantaraKi Hajar Dewantara, beberapa, beberapa menuliskan bunyi bahasa Jawanya dengan Ki Hajar menuliskan bunyi bahasa Jawanya dengan Ki Hajar Dewantoro; lahir di Yogyakarta, 2 Mei 1889
Dewantoro; lahir di Yogyakarta, 2 Mei 1889
–
–
meninggal meninggal di Yogyakarta, 26 April 1959 pada umur 69 tahun; di Yogyakarta, 26 April 1959 pada umur 69 tahun; selanjutnya disingkat sebagai "Soewardi" atau "KHD") selanjutnya disingkat sebagai "Soewardi" atau "KHD") adalah aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia, adalah aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia, kolumnis, politisi, dan pelopor pendidikan bagi kaum kolumnis, politisi, dan pelopor pendidikan bagi kaum pribumipribumi Indonesia Indonesia dari dari zaman zaman penjajahan penjajahan Belanda. Belanda. IaIa adalah pendiri Perguruan Taman Siswa, suatu lembaga adalah pendiri Perguruan Taman Siswa, suatu lembaga pendidikan
pendidikan yang yang memberikan memberikan kesempatan kesempatan bagi bagi parapara pribumi
pribumi jelata jelata untuk untuk bisa bisa memperoleh memperoleh hak hak pendidikanpendidikan seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda. seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda. Tanggal kelahirannya sekarang diperingati di Indonesia sebagai Hari Pendidikan Tanggal kelahirannya sekarang diperingati di Indonesia sebagai Hari Pendidikan Nasional.
Nasional. Bagian Bagian dari dari semboyan semboyan ciptaannya,ciptaannya, tut wuri handayanitut wuri handayani, menjadi slogan, menjadi slogan Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia. Namanya diabadikan sebagai salah sebuah Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia. Namanya diabadikan sebagai salah sebuah nama kapal perang Indonesia, KRI Ki Hajar Dewantara. Potret dirinya diabadikan pada uang nama kapal perang Indonesia, KRI Ki Hajar Dewantara. Potret dirinya diabadikan pada uang kertas pecahan 20.000 rupiah tahun emisi 1998.
kertas pecahan 20.000 rupiah tahun emisi 1998.
Ia dikukuhkan sebagai pahlawan nasional yang ke-2 oleh Presiden RI, Soekarno, pada Ia dikukuhkan sebagai pahlawan nasional yang ke-2 oleh Presiden RI, Soekarno, pada 28 November 1959 (Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 305 Tahun 1959, 28 November 1959 (Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 305 Tahun 1959, tanggal 28 November 1959).
13. Dr.(H.C) Drs. H. Mohammad Hatta
13. Dr.(H.C) Drs. H. Mohammad Hatta (lahir dengan (lahir dengan nama
nama Muhammad AtharMuhammad Athar, populer sebagai, populer sebagai Bung HattaBung Hatta;; lahir di Fort de Kock (sekarang Bukittinggi, Sumatera lahir di Fort de Kock (sekarang Bukittinggi, Sumatera Barat), Hindia Belanda, 12 Agustus 1902
Barat), Hindia Belanda, 12 Agustus 1902
–
–
meninggal meninggal didi Jakarta, 14 Maret 1980 pada umur 77 tahun) adalah Jakarta, 14 Maret 1980 pada umur 77 tahun) adalah pejuang,pejuang, negarawan, negarawan, ekonom, ekonom, dan dan juga juga Wakil Wakil PresidenPresiden Indonesia yang pertama. Ia bersama Soekarno memainkan Indonesia yang pertama. Ia bersama Soekarno memainkan peranan
peranan penting penting untuk untuk memerdekakan memerdekakan bangsa bangsa IndonesiaIndonesia dari penjajahan Belanda sekaligus memproklamirkannya dari penjajahan Belanda sekaligus memproklamirkannya pada
pada 17 17 Agustus Agustus 1945. 1945. Ia Ia juga juga pernah pernah menjabat menjabat sebagaisebagai Perdana Menteri dalam Kabinet Hatta I, Hatta II, dan RIS. Perdana Menteri dalam Kabinet Hatta I, Hatta II, dan RIS. Ia mundur dari jabatan wakil presiden pada tahun 1956, Ia mundur dari jabatan wakil presiden pada tahun 1956, karena berselisih dengan Presiden Soekarno. Hatta juga karena berselisih dengan Presiden Soekarno. Hatta juga dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia.
dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia.
Bandar udara internasional Jakarta, Bandar Udara Bandar udara internasional Jakarta, Bandar Udara Soekarno-Hatta, menggunakan namanya sebagai penghormatan terhadap jasa-jasanya. Selain Soekarno-Hatta, menggunakan namanya sebagai penghormatan terhadap jasa-jasanya. Selain diabadikan di Indonesia, nama Mohammad Hatta juga diabadikan di Belanda yaitu sebagai diabadikan di Indonesia, nama Mohammad Hatta juga diabadikan di Belanda yaitu sebagai nama jalan di kawasan perumahan Zuiderpolder, Haarlem dengan nama
nama jalan di kawasan perumahan Zuiderpolder, Haarlem dengan nama Mohammed Mohammed Hattastraat
Hattastraat . Pada tahun 1980, ia meninggal dan dimakamkan di Tanah Kusir, Jakarta. Bung. Pada tahun 1980, ia meninggal dan dimakamkan di Tanah Kusir, Jakarta. Bung Hatta ditetapkan sebagai salah satu Pahlawan Nasional Indonesia pada tanggal 23 Oktober Hatta ditetapkan sebagai salah satu Pahlawan Nasional Indonesia pada tanggal 23 Oktober 1986 melalui Keppres nomor 081/TK/1986/
1986 melalui Keppres nomor 081/TK/1986/
14. Pangeran Dipanegara
14. Pangeran Dipanegara, juga sering dieja, juga sering dieja DiponegoroDiponegoro (lahir di Yogyakarta, 11 November 1785
(lahir di Yogyakarta, 11 November 1785
–
–
meninggal meninggal didi Makassar, Sulawesi Selatan, 8 Januari 1855 pada umur 69 Makassar, Sulawesi Selatan, 8 Januari 1855 pada umur 69 tahun) adalah salah seorang pahlawan nasional Republik tahun) adalah salah seorang pahlawan nasional Republik Indonesia. Pangeran Diponegoro terkenal karena memimpin Indonesia. Pangeran Diponegoro terkenal karena memimpin Perang Diponegoro/Perang Jawa (1825-1830) melawan Perang Diponegoro/Perang Jawa (1825-1830) melawan pemerintahpemerintah Hindia-Belanda. Hindia-Belanda. Perang Perang tersebut tersebut tercatat tercatat sebagaisebagai perang dengan korban
perang dengan korban paling besar dalam sejarah Indonesia.paling besar dalam sejarah Indonesia.
15. Raden Adjeng Kartini
15. Raden Adjeng Kartini (lahir di Jepara, Jawa Tengah, 21 (lahir di Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879
April 1879
–
–
meninggal meninggal di di Rembang, Rembang, Jawa Jawa Tengah, Tengah, 1717 September 1904 pada umur 25 tahun) atau sebenarnya lebih September 1904 pada umur 25 tahun) atau sebenarnya lebih tepat disebuttepat disebut Raden Ayu KartiniRaden Ayu Kartini adalah seorang tokoh suku adalah seorang tokoh suku Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini dikenal Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi.
16. Sisingamangaraja XII
16. Sisingamangaraja XII (lahir di Bakara, (lahir di Bakara, 18 Februari 1845
18 Februari 1845
–
–
meninggal di Dairi, 17 Juni meninggal di Dairi, 17 Juni 1907 pada umur 62 tahun) adalah seorang raja 1907 pada umur 62 tahun) adalah seorang raja di negeri Toba, Sumatera Utara, pejuang yang di negeri Toba, Sumatera Utara, pejuang yang berperangberperang melawan melawan Belanda, Belanda, kemudiankemudian diangkat oleh pemerintah Indonesia sebagai diangkat oleh pemerintah Indonesia sebagai Pahlawan Nasional Indonesia sejak tanggal 9 Pahlawan Nasional Indonesia sejak tanggal 9 November
November 1961 1961 berdasarkan berdasarkan SK SK Presiden Presiden RIRI No
No 590/1961. 590/1961. Sebelumnya Sebelumnya ia ia makamkan makamkan didi Tarutung, lalu dipindahkan ke Soposurung, Tarutung, lalu dipindahkan ke Soposurung, Balige pada tahun 1953.
Balige pada tahun 1953.
Sisingamangaraja XII nama kecilnya Sisingamangaraja XII nama kecilnya adalah Patuan Bosar, yang kemudian digelari adalah Patuan Bosar, yang kemudian digelari dengan Ompu Pulo Batu. Ia juga dikenal dengan Ompu Pulo Batu. Ia juga dikenal dengan
dengan Patuan Patuan Bosar Bosar Ompu Ompu Pulo Pulo BatuBatu, naik, naik tahta pada tahun 1876 menggantikan ayahnya tahta pada tahun 1876 menggantikan ayahnya Sisingamangaraja XI yang bernama Ompu Sisingamangaraja XI yang bernama Ompu Sohahuaon, selain itu ia juga disebut juga sebagai
Sohahuaon, selain itu ia juga disebut juga sebagai raja imamraja imam. Penobatan Sisingamangaraja. Penobatan Sisingamangaraja XII sebagai maharaja di negeri Toba bersamaan dengan dimulainya
XII sebagai maharaja di negeri Toba bersamaan dengan dimulainya open door policyopen door policy (politik (politik pintu terbuka) Belanda dalam mengamankan modal asing yang beroperasi di Hindia-Belanda, pintu terbuka) Belanda dalam mengamankan modal asing yang beroperasi di Hindia-Belanda,
dan yang tidak mau menandatangani
dan yang tidak mau menandatangani Korte Korte Verklaring Verklaring (perjanjian pendek) di Sumatera (perjanjian pendek) di Sumatera terutama Kesultanan Aceh dan Toba, di mana kerajaan ini membuka hubungan dagang terutama Kesultanan Aceh dan Toba, di mana kerajaan ini membuka hubungan dagang dengan negara-negara Eropa lainya. Di sisi lain Belanda sendiri berusaha untuk menanamkan dengan negara-negara Eropa lainya. Di sisi lain Belanda sendiri berusaha untuk menanamkan monopolinya atas kerajaan tersebut. Politik yang berbeda ini mendorong situasi selanjutnya monopolinya atas kerajaan tersebut. Politik yang berbeda ini mendorong situasi selanjutnya untuk melahirkan Perang Tapanuli yang berkepanjangan hingga puluhan tahun.
untuk melahirkan Perang Tapanuli yang berkepanjangan hingga puluhan tahun.
17. Teuku Umar
17. Teuku Umar (Meulaboh, 1854 - Meulaboh, 11 Februari (Meulaboh, 1854 - Meulaboh, 11 Februari 1899) adalah pahlawan kemerdekaan Indonesia yang berjuang 1899) adalah pahlawan kemerdekaan Indonesia yang berjuang dengan cara berpura-pura bekerjasama dengan Belanda. Ia dengan cara berpura-pura bekerjasama dengan Belanda. Ia melawan Belanda ketika telah mengumpulkan senjata dan uang melawan Belanda ketika telah mengumpulkan senjata dan uang yang cukup banyak.
yang cukup banyak. Ketika
Ketika perang Aceh perang Aceh meletus padameletus pada 18731873 Teuku Umar ikut sertaTeuku Umar ikut serta berjuang bersama pejuang-pejuang Aceh lainnya, um
berjuang bersama pejuang-pejuang Aceh lainnya, umurnya baruurnya baru menginjak 19 tahun. Mulanya ia berjuang di
menginjak 19 tahun. Mulanya ia berjuang di kampungnyakampungnya sendiri, kemudian dilanjutkan ke
sendiri, kemudian dilanjutkan ke Aceh BaratAceh Barat.. Pada umur yang Pada umur yang masih muda ini, Teuku Umar sudah diangkat s
masih muda ini, Teuku Umar sudah diangkat sebagai keuchikebagai keuchik gampong
gampong((kepala desakepala desa)) di daerah Daya di daerah Daya MeulabohMeulaboh..[2][2] Pada usia 20 tahun, Teuku Umar
Pada usia 20 tahun, Teuku Umar menikah dengan Nyak Sofiah, anak Uleebalang Glumpang.menikah dengan Nyak Sofiah, anak Uleebalang Glumpang. Untuk meningkatkan derajat dirinya, Teuku Umar kemudian menikah l
Untuk meningkatkan derajat dirinya, Teuku Umar kemudian menikah l agi dengan Nyakagi dengan Nyak Malighai, puteri dari Panglima Sagi XXV Mukim.
Malighai, puteri dari Panglima Sagi XXV Mukim. Pada tahun
Pada tahun 18801880,, Teuku Umar menikahi janda Teuku Umar menikahi janda Cut Nyak DhienCut Nyak Dhien,, puteri pamannya Teuku puteri pamannya Teuku Nanta Setia. Suami Cut Nya Dien, yaitu Teu
Nanta Setia. Suami Cut Nya Dien, yaitu Teuku Ibrahim Lamnga meninggal dunia pku Ibrahim Lamnga meninggal dunia padaada JuniJuni
1878
1878 dalam peperangan melawan Belanda di dalam peperangan melawan Belanda di Gle Tarun. Keduanya kemudian berjuangGle Tarun. Keduanya kemudian berjuang bersama melancarkan serangan terhadap pos-pos Belanda
18. Tuanku Imam Bonjol
18. Tuanku Imam Bonjol (lahir di Bonjol, Pasaman, (lahir di Bonjol, Pasaman, Sumatera Barat, Indonesia 1772 - wafat dalam pengasingan Sumatera Barat, Indonesia 1772 - wafat dalam pengasingan dan dimakamkan di Lotak, Pineleng, Minahasa, 6 November dan dimakamkan di Lotak, Pineleng, Minahasa, 6 November 1864), adalah salah seorang ulama, pemimpin dan pejuang 1864), adalah salah seorang ulama, pemimpin dan pejuang yang berperang melawan Belanda dalam peperangan yang yang berperang melawan Belanda dalam peperangan yang dikenal dengan nama Perang Padri pada tahun 1803-1838. dikenal dengan nama Perang Padri pada tahun 1803-1838. Tuanku Imam Bonjol diangkat sebagai Pahlawan Nasional Tuanku Imam Bonjol diangkat sebagai Pahlawan Nasional Indonesia berdasarkan SK Presiden RI Nomor 087/TK/Tahun Indonesia berdasarkan SK Presiden RI Nomor 087/TK/Tahun 1973, tanggal 6 November 1973
1973, tanggal 6 November 1973
19.
19. Prof. Prof. Dr. Dr. Ir. Ir. Herman Herman JohannesJohannes, sering juga ditulis, sering juga ditulis sebagai
sebagai Herman Herman YohannesYohannes .. Herman Herman YohanesYohanes (lahir(lahir di
di Rote, Rote, NTT, NTT, 28 28 Mei1912Mei1912
–
–
meninggal meninggal di di Yogyakarta, Yogyakarta, 1717 Oktober 1992 pada umur 80 tahun) adalah cendekiawan, politikus, Oktober 1992 pada umur 80 tahun) adalah cendekiawan, politikus, ilmuwanilmuwan Indonesia, Indonesia, guru guru besarUniversitas besarUniversitas Gadjah Gadjah Mada Mada (UGM),(UGM), dan Pahlawan Nasional Indonesia.
dan Pahlawan Nasional Indonesia.
Sekitar bulan Oktober 1946 Herman Johannes menyelesaikan Sekitar bulan Oktober 1946 Herman Johannes menyelesaikan studinya di STT Bandung di Yogya yang kemudian menjadi cikal studinya di STT Bandung di Yogya yang kemudian menjadi cikal bakal Fakultas Teknik Universitas
bakal Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada di Gadjah Mada di mana dia termasuk mana dia termasuk salah satu salah satu perintisnya.perintisnya. Herman Johannes banyak mengabdikan dirinya kepada kepentingan negara dan bangsanya, Herman Johannes banyak mengabdikan dirinya kepada kepentingan negara dan bangsanya, terutama rakyat kecil. Meski lebih banyak dikenal sebagai pendidik dan ilmuwan, Herman terutama rakyat kecil. Meski lebih banyak dikenal sebagai pendidik dan ilmuwan, Herman Johannes
Johannes tercatat tercatat pernah pernah berkarier berkarier di di bidang bidang militer. militer. Keahlian Keahlian Herman Herman JohannesJohannes sebagai fisikawan dan kimiawan ternyata berguna untuk memblokade gerak pasukan Belanda sebagai fisikawan dan kimiawan ternyata berguna untuk memblokade gerak pasukan Belanda selama
selama clashclash I dan II. Januari 1949, Kolonel GPHD jatikoesoemo meminta Herman Johannes I dan II. Januari 1949, Kolonel GPHD jatikoesoemo meminta Herman Johannes bergabung
bergabung dengan dengan pasukan Akademi pasukan Akademi Militer di Militer di sektorsektor Sub-WehrkreiseSub-Wehrkreise 104 104 Yogyakarta.Yogyakarta. Dengan markas komando di Desa Kringinan dekat Candi Kalasan,
Dengan markas komando di Desa Kringinan dekat Candi Kalasan, lagi-lagi Herman Johanneslagi-lagi Herman Johannes diminta meledakkan Jembatan Bogem yang membentang di atas Sungai Opak. Jasanya di diminta meledakkan Jembatan Bogem yang membentang di atas Sungai Opak. Jasanya di dalam perang kemerdekaan membuat Herman Johannes dianugerahi Bintang Gerilya pada dalam perang kemerdekaan membuat Herman Johannes dianugerahi Bintang Gerilya pada tahun 1958 oleh Pemerintah RI.
tahun 1958 oleh Pemerintah RI. Herman
Herman Johannes Johannes adalah adalah sepupu sepupu Pahlawan Pahlawan Nasional Nasional Dr. Dr. Wilhelmus Wilhelmus ZakariaZakaria Johannes. Herman Johannes meninggal dunia pada 17 Oktober 1992 karena kanker prostat. Johannes. Herman Johannes meninggal dunia pada 17 Oktober 1992 karena kanker prostat. Nama
Nama Prof Prof Herman Herman Johannes Johannes juga juga diabadikan diabadikan menjadi menjadi nama nama jalan jalan yang yang menghubungkmenghubungkanan Kampus UGM dengan Jalan Solo dan Jalan Jenderal Sudirman di kota Yogyakarta.
20.
20. Wilhelmus Wilhelmus Zakaris Zakaris JohannesJohannes adalah seorang putra Pulau adalah seorang putra Pulau Rote yang dilahirkan pada tanggal 16 Juli 1895. Ia adalah putra Rote yang dilahirkan pada tanggal 16 Juli 1895. Ia adalah putra sulung dari keluarga M. Z. Johannes dan Ester Johannes
sulung dari keluarga M. Z. Johannes dan Ester Johannes
–
–
Amalo. Amalo. Setelah menamatkan sekolah melayu di Kupang, dengan bantuan Setelah menamatkan sekolah melayu di Kupang, dengan bantuan seorang guru warga Negara Belanda yaitu Cornelis Frans, ia seorang guru warga Negara Belanda yaitu Cornelis Frans, ia melanjutkan sekolahnya di Eureppesc Legere School (ELS) Kupang melanjutkan sekolahnya di Eureppesc Legere School (ELS) Kupang pada tahun 1905. W.pada tahun 1905. W. Z. Yohannes menyelesaikan Z. Yohannes menyelesaikan sekolah ELS padasekolah ELS pada tahun 1912. Kemudian W. Z. Yohannes melanjutkan di Stovia tahun 1912. Kemudian W. Z. Yohannes melanjutkan di Stovia (School TotOpludug Voer Inlandesche Artsen) di Batavia. W. Z. (School TotOpludug Voer Inlandesche Artsen) di Batavia. W. Z. Johannes menyelesaikan pendidikan di Stovia dengan mendapat Johannes menyelesaikan pendidikan di Stovia dengan mendapat gelar Indische Art (Dokter) pada tahun 1920. Kemudian ia gelar Indische Art (Dokter) pada tahun 1920. Kemudian ia ditemapatkan di sekolah Hindia Belanda di Surabaya.
ditemapatkan di sekolah Hindia Belanda di Surabaya. Pada tahun 1921
Pada tahun 1921
–
–
1930, ia ditugaskan dirumah sakit Palembang. Ditempat itu, ia menderita 1930, ia ditugaskan dirumah sakit Palembang. Ditempat itu, ia menderita sakit yang mengakibatkan lumpuh dikedua kakinya sehingga beliau dikirim berobat ke sakit yang mengakibatkan lumpuh dikedua kakinya sehingga beliau dikirim berobat ke Jakarta dan dirawat di CBZ (sekarang Rumah Sakit Umum Pusat Cipto Mangonkusumo) Jakarta dan dirawat di CBZ (sekarang Rumah Sakit Umum Pusat Cipto Mangonkusumo) sampai sembuh. Kemudian beliau tetap menjalankan tugasnya dari tanggal 1 Juni 1930 sampai sembuh. Kemudian beliau tetap menjalankan tugasnya dari tanggal 1 Juni 1930–
–
11 Juli 1935, dan diangkat sebagai asisten dokter B. K. Van Der Plaats (Asisten Guru Besar Juli 1935, dan diangkat sebagai asisten dokter B. K. Van Der Plaats (Asisten Guru Besar radiologi) pada Sekolah Tinggi Kedokteran Jakarta. Pada tanggal 1 Juni 1935 Dokter W. Z. radiologi) pada Sekolah Tinggi Kedokteran Jakarta. Pada tanggal 1 Juni 1935 Dokter W. Z. Johannes dipindahkan ke RSUP Semarang dan beliau membangun dan mengembangkan Johannes dipindahkan ke RSUP Semarang dan beliau membangun dan mengembangkan bagian Rontgen RSUPbagian Rontgen RSUP Semarang.Semarang.
Pada tanggal 1 Juni 1936, Dokter W. Z. Johannes dipindahkan kembali ke Jakarta untuk Pada tanggal 1 Juni 1936, Dokter W. Z. Johannes dipindahkan kembali ke Jakarta untuk menerima tugas baru dalam karir sebagai dokter di bagian Rontgen RSUP Cipto menerima tugas baru dalam karir sebagai dokter di bagian Rontgen RSUP Cipto Mangunkusumo Jakarta hingga tahun 1939. Sejak itulah beliau diangkat sebagai ahli
Mangunkusumo Jakarta hingga tahun 1939. Sejak itulah beliau diangkat sebagai ahli RontgenRontgen bangsa Indonesia yang pertama.
bangsa Indonesia yang pertama.
Perjalanan Dr. W. Z. Johannes semakin dikenal dan pada tanggal 1 November 1946 DR. W. Perjalanan Dr. W. Z. Johannes semakin dikenal dan pada tanggal 1 November 1946 DR. W. Z. Johannes diangkat dan dikukuhkan menjadi guru besar pada Balai Perguruan Tinggi Z. Johannes diangkat dan dikukuhkan menjadi guru besar pada Balai Perguruan Tinggi Republik Indonesia bagian kedokteran yang kemudian dikenal sebagai Fakultas Kedokteran Republik Indonesia bagian kedokteran yang kemudian dikenal sebagai Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan kemudian diangkat menjadi Rektor yang dahulu dikenal Universitas Indonesia (FKUI) dan kemudian diangkat menjadi Rektor yang dahulu dikenal dengan sebutan Presiden Universitas Indonesia. Tahun-tahun awal perjalanan sejarah dengan sebutan Presiden Universitas Indonesia. Tahun-tahun awal perjalanan sejarah Universitas Indonesia tidak terlepas dari peran Prof. Dr. W. Z. Johannes sebagai pengganti Universitas Indonesia tidak terlepas dari peran Prof. Dr. W. Z. Johannes sebagai pengganti rektor yang pertama yaitu Ir. Surachman Cokrodisuryo. Jabatan Rektor UI itu akhirnya rektor yang pertama yaitu Ir. Surachman Cokrodisuryo. Jabatan Rektor UI itu akhirnya dilepas kepada penggantinya yaitu Prof. Dr. Soepomo, SH.
dilepas kepada penggantinya yaitu Prof. Dr. Soepomo, SH.
Pada tanggal 17 April 1952 Prof. Dr. W. Z. Johannes dengan Surat Keputusan Menteri Pada tanggal 17 April 1952 Prof. Dr. W. Z. Johannes dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor : 1413/HLN/1952 di beri tugas belajar ke Negeri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor : 1413/HLN/1952 di beri tugas belajar ke Negeri Belanda selama 5 bulan. Dalam masa tugas belajar ini beliau mendapat serangan jantung dan Belanda selama 5 bulan. Dalam masa tugas belajar ini beliau mendapat serangan jantung dan dibawa ke Rumah Sakit Bronov Den Haag tetapi tidak tertolong dan meninggal pada tanggal dibawa ke Rumah Sakit Bronov Den Haag tetapi tidak tertolong dan meninggal pada tanggal 4 September 1952 dalam usia 57 tahun.