RENCANA KERJA DAN ANGGARAN TAHUNAN (RKAT)

36 

Teks penuh

(1)

RENCANA KERJA DAN ANGGARAN TAHUNAN

(RKAT)

TAHUN 2016

(2)

A. PENDAHULUAN

Segala puji dan syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang memberikan petunjuk, bimbingan, dan kekuatan sehingga dapat menyusun dan mengesahkan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) BAZNAS Tahun 2016.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam yang telah berhasil mengemban misi Allah. Rasulullah telah mengajarkan kepada kita tentang sistem untuk membebaskan manusia dari lembah kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan menjadi manusia yang merdeka, adil, dan memberikan manfaat bagi lingkungannya. Semoga kita tetap menjadi pengikutnya yang setia serta memperoleh syafa’atnya kelak di hari kiamat. Aamiin.

Salah satu fungsi BAZNAS dalam melaksanakan tugas pengelolaan zakat secara nasional adalah perencanaan atas pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat. Di samping pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat, perencanaan BAZNAS mencakup juga fungsi lain yaitu (1) menyusun pedoman pengelolaan zakat yang menjadi acuan pengelolaan zakat untuk BAZNAS, BAZNAS provinsi, BAZNAS kabupaten/kota, dan lembaga amil zakat (LAZ), (2) pemberian pertimbangan pengangkatan/pemberhentian pimpinan BAZNAS provinsi dan BAZNAS kabupaten/kota, (3) pemberian rekomendasi dalam proses pemberian izin pembentukan LAZ, dan (4) pengesahan RKAT BAZNAS provinsi dan BAZNAS kabupaten/kota. Rencana pelaksanaan tugas dan fungsi-fungsi BAZNAS tersebut untuk tahun 2016 dituangkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT).BAZNAS Tahun 2016. RKAT BAZNAS Tahun 2016 merupakan RKAT pertama yang disusun oleh Anggota BAZNAS Periode 2015 – 2020. Oleh karena itu, RKAT ini menggambarkan strategi Anggota BAZNAS periode ini dalam mewujudkan Visi – Misi yang telah ditetapkan dan target yang ingin dicapai dalam tahun 2016.

Akhirnya, kami berserah diri kepada Allah dan semoga Allah memberikan inayah-Nya sehingga apa yang akan dilaksanakan dalam 2016 nanti menjadi bagian dari anak tangga dalam mencapai tujuan pengelolaan zakat sebagaimana diamanahkan UU 23/2011, yakni meningkatkan efektifitas dan efisiensi pelayanan dalam pengelolaan zakat dan meningkatkan peran zakat dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan. Aamiin.

(3)

RKAT BAZNAS Tahun 2016 ini disusun dengan sistematika sebagai berikut: A. PENDAHULUAN

B. GAMBARAN UMUM

1. Dasar Hukum, Visi, Misi, dan Nilai-nilai Lembaga 2. Perkembangan Zakat Nasional

3. Susunan Anggota dan Manajemen Unit Pelaksana BAZNAS C. REALISASI KEGIATAN DAN ANGGARAN TAHUN 2015

1. Realisasi Sosialisasi-Edukasi Zakat 2. Realisasi Pengumpulan

3. Realisasi Pendistribusian dan Pendayagunaan 4. Realisasi Penyusunan Pedoman Pengelolaan Zakat 5. Realisasi Pemberian Pertimbangan dan Rekomendasi 6. Realisasi Pengembangan SDM

7. Realisasi Pengembangan Sistem Teknologi Informasi 8. Raalisasi Pengembangan Sarana dan Prasarana 9. Realisasi Dana Operasional

D. KEBIJAKAN UMUM DAN ANALISIS SWOT 1. Kebijakan Umum

2. Analisis SWOT

E. RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN PENGUMPULAN 1. Target Pengumpulan

2. Sosialisasi dan Edukasi Zakat

F. RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN PENDISTRIBUSIAN DAN PENDAYAGUNAAN G. RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN PENYUSUNAN PEDOMAN PENGELOLAAN

ZAKAT

H. RENCANA KEGIATAN PEMBERIAN PERTIMBANGAN DAN REKOMENDASI

I. RENCANA KEGIATAN PENGESAHAN RKAT BAZNAS PROVINSI DAN BAZNAS KAB/KOTA J. RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN SISTEM PENUNJANG

K. PENUTUP Lampiran-lampiran

(4)

B. GAMBARAN UMUM

1. Dasar Hukum, Visi, Misi, dan Nilai-nilai Lembaga a. Dasar Hukum Kelembagaan BAZNAS

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dibentuk dengan Keputusan Presiden RI Nomor 8 Tahun 2001 tentang Badan Amil Zakat Nasional.

Sebagaimana ditetapkan dalam UU Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat dan PP Nomor 14 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat bahwa BAZNAS berwenang melaksanakan tugas pengelolaan zakat secara nasional.

Adapun fungsi BAZNAS meliputi:

1) perencanaan pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat; 2) pelaksanaan pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat; 3) pengendalian pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat;

4) pelaporan dan pertanggungjawaban pelaksanaan pengelolaan zakat, termasuk pelaporan pelaksanaan pengelolaan zakat secara nasional;

5) pemberian pertimbangan pembentukan dan pengangkatan/pemberhentian pimpinan BAZNAS provinsi/kabupaten/kota;

6) pemberian rekomendasi pada izin pembentukan LAZ berskala nasional, LAZ berskala provinsi, dan LAZ berskala kabupaten/kota;

7) penyusunan pedoman pengelolaan zakat yang menjadi acuan BAZNAS, BAZNAS provinsi, BAZNAS kabupaten/kota, dan LAZ; dan

8) pengesahan penggunaan besaran Hak Amil BAZNAS provinsi dan BAZNAS kabupaten/kota.

b. Visi BAZNAS

Sebagaimana tertuang dalam Rencana Strategi BAZNAS 2015 – 2019, BAZNAS memiliki Visi sebagai berikut:

“Menjadikan BAZNAS sebagai pusat zakat yang kompeten dan terpercaya dalam melayani muzaki berzakat dengan benar serta mensejahterakan mustahik menuju Indonesia berkah.”

Penjelasan atas beberapa kata dalam Visi BAZNAS tersebut adalah sebagai berikut: 1) Pusat zakat; koordinator seluruh BAZNAS dan LAZ.

(5)

2) Kompeten; mampu menjalankan amanahnya secara profesional sesuai syariah serta berbasis teknologi informasi untuk melakukan integrasi data muzaki, mustahik, program penghimpunan, program penyaluran, pelaporan, dan publikasi.

3) Terpercaya; menjadi lembaga zakat yang dapat dipercaya dalam pengelolaan zakat. 4) Berzakat dengan benar; berzakat melalui Amil sesuai syariah.

5) Indonesia berkah; sesuai tujuan zakat yaitu kesejahteraan dan keberkahan hidup bagi muzaki dan mustahik.

c. Misi BAZNAS

Untuk mewujudkan Visi BAZNAS tersebut ditempuh melalui 7 (tujuh) Misi BAZNAS sebagai berikut: 1) Mengembangkan kompetensi pengelola zakat sehingga menjadi lembaga pilihan utama umat; 2) Membangun pusat rujukan zakat nasional untuk tata kelola, aspek syariah, inovasi program,

dan pusat data zakat bagi seluruh pengelola zakat;

3) Mengembangkan kapabilitas pengelolaan zakat berbasis teknologi modern sehingga terwujud pelayanan zakat yang transparan, efektif, dan efisien;

4) Menjalankan pengelolaan yang amanah sehingga mendapat kepercayaan dari masyarakat; 5) Memberikan pelayanan bagi muzaki untuk menunaikan zakat dengan benar sesuai syari’ah; 6) Mengembangkan pelayanan dan program pemberdayaan untuk meningkatkan kesejahteraan

mustahik; dan

7) Mensinergikan seluruh potensi dan kekuatan para pemangku kepentingan (stakeholders) zakat untuk memberdayakan umat.

d. Nilai-nilai Lembaga

Nilai-nilai Lembaga yang ditetapkan dan harus dijunjung tinggi oleh seluruh pihak yang terlibat langsung dengan BAZNAS adalah:

1) Takwa; semua hal yang dilakukan BAZNAS dan amilnya adalah dalam rangka mengabdi kepada Allah dan akan mempertanggungjawabkannya kepada Allah.

2) Shiddiq; BAZNAS merupakan lembaga yang akuntabel (dapat memberikan pertanggungjawaban atas kinerja yang dilakukan) kepada publik sesuai dengan standar pelayanan dan tolok ukur yang diakui.

3) Tabligh; BAZNAS merupakan lembaga yang mampu mengajak dan membangun seluruh potensi bangsa untuk bersama-sama meningkatkan kesejahteraan mustahik sebagai wujud rahmatan lil ‘alamiin.

(6)

4) Amanah; BAZNAS merupakan lembaga yang mendasarkan pengelolaannya pada aspek kejujuran dan integritas secara kelembagaan maupun personal para amilnya.

5) Fathanah; BAZNAS merupakan lembaga yang mampu membangun kapasitas pelayanannya berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi dalam pengelolaan dan inovasi pelayanan.

2. Perkembangan Pengelolaan Zakat Nasional

Perkembangan pengelolaan zakat nasional selama tahun 2015 antara lain diwarnai dengan: 1) peralihan kepemimpinan BAZNAS dari kepengurusan model UU Nomor 38 Tahun 1999 ke

model UU Nomor 23 Tahun 2011 pada tanggal 19 Agustus 2015;

2) terbitnya Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 333 Tahun 2015 tentang Pedoman Pemberian Izin Pembentukan Lembaga Amil Zakat;

3) pemberian pertimbangan oleh BAZNAS kepada 18 calon pimpinan BAZNAS provinsi dan 75 calon pimpinan BAZNAS kabupaten/kota; dan

4) pemberian rekomendasi oleh BAZNAS atas permohonan rekomendasi izin pembentukan LAZ yang diajukan oleh organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, yayasan, dan perkumpulan. Dari sisi penghimpunan zakat, perlambatan ekonomi nasional berdampak cukup besar terhadap pengumpulan zakat nasional. Sebagai contoh, pengumpulan zakat di BAZNAS tahun 2015 hanya tumbuh 12%, jauh dibawah pertumbuhan tahun 2014 yang mencapai 39%.

3. Susunan Anggota dan Unit Pelaksana BAZNAS

Anggota BAZNAS Periode 2015-2020 ditetapkan dengan Keputusan Presiden Nomor 66/P Tahun 2015. Sedangkan Ketua dan Wakil Ketua BAZNAS Periode 2015-2020 ditetapkan dengan Keputusan Presiden No. 88/P Tahun 2015. Anggota BAZNAS pada tahun 2015-2020 berjumlah 11 orang yang teridiri atas 1 Ketua, 1 Wakil Ketua, dan 9 orang Anggota.

Unit Pelaksana BAZNAS terdiri dari Manajemen dan staf dengan status kepegawaian Amil Tetap, Amil Kontrak, dan PNS Kementerian Agama yang diperbantukan. Pada akhir tahun 2015 ini, amil BAZNAS berjumlah 67 orang yang terdiri atas 45 orang Amil Tetap, 21 orang Amil Kontrak, dan 1 orang PNS Kementerian Agama. Berdasarkan jabatan, Unit Pelaksana BAZNAS pada akhir 2015 terdiri atas 1 orang Direktur Pelaksana, 4 orang Kepala Divisi, 6 orang Manajer, dan 56 orang staf. Berikut ini adalah susunan Anggota dan Manajemen Unit Pelaksana BAZNAS.

(7)

ANGGOTA BAZNAS

Ketua : Prof. Dr. H. Bambang Sudibyo, MBA., CA Wakil Ketua : Dr. Zainulbahar Noor, SE., MEc

Angggota : Dr. H. Mundzir Suparta, MA Drs. Masdar Farid Mas’udi Prof. Dr. H. Ahmad Satori Ismail drh. Emmy Hamidiyah, M.Si Drs. Irsyadul Halim

Ir. Nana Mintarti, MP.

Prof. Dr. H. M. Machasin, MA Drs. Nuryanto. MPA

Drs. Astera Primanto Bhakti, M.Tax

MANAJEMEN UNIT PELAKSANA

Direktur Pelaksana : Teten Kustiawan, Ak.

Kepala Divisi Penghimpunan dan Komunikasi Lembaga : Hermin R. Rachim, S.E. Kepala Divisi Pendistribusian dan Pendayagunaan : Faisal Qosim, Lc., M.Si. Kepala Divisi Administrasi dan Keuangan : M. Nasir Tajang, S.Ag. M.Si. Kepala Divisi Pengembangan dan Pengendalian : Teten Kustiawan, Ak. Kepala Divisi PSDM dan Umum : Dra. Inna Karunia, M. Kes

(8)

C. REALISASI KEGIATAN DAN ANGGARAN TAHUN 2015 1. Realisasi Sosialisasi dan Edukasi Zakat Tahun 2015

Sosialisasi dan edukasi zakat merupakan bagian penting dalam membangun kesadaran dan kepercayaan masyarakat berzakat melalui BAZNAS. Kegiatan sosialisasi dan edukasi zakat selama tahun 2015 dilaksanakan baik secara langsung maupun tidak langsung. Berikut realisasi kegiatan sosialisasi dan edukasi zakat dalam berbagai media selama tahun 2015.

No. Bentuk kegiatan Frekuensi

1 Penyelenggaraan event 32 Kali

2 Sosialisasi langsung K/L dan BUMN 16 Kali

3 Sosialisasi langsung BUMS 11 Kali

4 Tatap muka dengan Pimpinan K/L dan BUMN 148 Kali

5 Pembinaan UPZ 88 Kali

6 Pembentukan UPZ Baru 7 UPZ

7 Partisipasi dalam event eksternal dan sponsorship 11 Kali

8 Portal baznas.or.id Setiap saat

9 Twitter Setiap hari

10 Facebook (fanpage) Setiap saat

11 Majalah Zakat 3 kali terbit

12 Koran Media Indonesia Setiap hari Senin

13 Koran Harian Pelita Setiap hari Jum’at

14 Republika On Line (ROL) Juli – Desember

15 Iklan pada kabin 2 pesawat Lion Air Juli – Desember 16 Kerja sama program “Orang Pinggiran Trans7”

Setiap Kamis April – Desember

17 Program Zakat For Life di Metro TV Selama Ramadhan

18 Siaran langsung Acara Hari Zakat Nasional di Metro TV 27 Ramadhan 1436

(9)

2. Realisasi Pengumpulan Tahun 2015

Realisasi pengumpulan zakat, infak, dan sedekah hingga November 2015 mencapai Rp 85,167,015,092,08. Komposisi terbesar berasal dari Zakat Maal-Perorangan yang mencapai 81,20% atau Rp 69,158,720,501.46. Porsi kedua berasal dari Infak/Sedekah sebesar 10,36% atau Rp 8,822,887,554.02. Selanjutnya berturut-turut Zakat Maal-Badan yang mencapai 5,83% atau Rp 4,961,964,742.60; CSR sebesar 2,50% atau Rp 2,129,332,288.00; dan Zakat Fitrah sebesar 0,11% atau Rp 94,110,006.00. Adapun hibah APBN sebesar Rp 6.000.000.000,00 tidak dimasukkan sebagai capaian pengumpulan.

Grafik 1: Proporsi Realisasi dan Prognosis Penghimpunan 2015 berdasarkan jenis dana Jumlah pengumpulan di akhir tahun 2015 diperkirakan mencapai Rp 91,055.778.329,30 dengan melihat tren pengumpulan per bulan selama tahun 2015. Adapun porsi prognosis tersebut

berdasarkan jenis dananya adalah Zakat Maal-Perorangan yang mencapai 81,31% atau Rp 74.032.971.464,26 merupakan porsi terbesar. Porsi kedua berasal dari Infak/Sedekah sebesar

10,46% atau Rp 9.527.125.664,94. Selanjutnya berturut-turut Zakat Maal-Badan yang mencapai 5,71% atau Rp 5,197,726,422, CSR sebesar 2,42% atau Rp 2,203,844,771,50, dan Zakat Fitrah sebesar 0,10% atau sebesar Rp 94.110.006,00.

Berdasarkan data realisasi dan prognosis pengumpulan tahun 2015 tersebut, dapat kita peroleh rasio pengumpulan dari target yang dicanangkan di tahun 2015. Dalam RKAT 2015, target pengumpulan sebesar Rp 145.000.000.000,00 dengan komposisi Rp 103.000.000.000,00 dari zakat maal, Rp 500.000.000,00 dari zakat fithrah, dan Rp 41.500.000.000 dari dana infak/sedekah.

81,20%

5,83% 0,11% 10,36%

2,50%

Zakat Maal Perorangan Zakat Perusahaan Zakat Fitrah Infak/ Sedekah CSR/Sinergi Program

(10)

Dengan demikian jika mengacu pada data realisasi 2015, rasio capaian pengumpulan zakat maal mencapai 76,92%, zakat fithrah 18,82%, dan infak/sedekah sebesar 28,27%.

Tidak tercapainya target tersebut dikarenakan perlambatan pertumbuhan ekonomi secara nasional dan tidak terealisasinya sosialisasi Inpres Nomor 3 Tahun 2014 di beberapa kementerian/lembaga dan BUMN yang menjadi target.

Perbandingan realisasi dengan target pengumpulan dana tahun 2015 disajikan dalam Tabel 1 di bawah ini.

Tabel 1:

Perbandingan Realisasi dan Target Pengumpulan Tahun 2015

Jenis Dana Target 2015 Realisasi 2015

(Jan-Nov) Prognosis 2015 Rasio (1) (2) (3) (4) (5)=(4)/(2) Zakat Maal 103.000.000.000,00 74,120,685,244.06 79,230,697,886.86 76.92% Zakat Maal-Perorangan 75.000.000.000,00 69,158,720,501.46 74,032,971,464.26 98.71% Zakat Maal-Badan 28.000.000.000,00 4,961,964,742.60 5,197,726,422.60 18.56% Zakat Fitrah 500.000.000,00 94,110,006.00 94,110,006.00 18.82% Infak/Sedekah 41.500.000.000,00 10,952,219,842.02 11,730,970,436.44 28,27% Infak/Sedekah 18.500.000.000,00 8,822,887,554.02 9,527,125,664.94 51.50% CSR 20.000.000.000,00 2,129,332,288.00 2,203,844,771.50 11.02% Donasi Operasional 3.000.000.000,00 - - - Jumlah 145.000.000.000,00 85,167,015,092.08 91,055,778,329.30 62.80%

Realisasi dan prognosis pengumpulan 2015 dibandingkan dengan realisasi pengumpulan 2014 dapat dijelaskan sebagai berikut. Realisasi pengumpulan zakat maal sampai dengan November 2015 sudah melebihi perolehan tahun 2014 sebesar 6,36% dan diperkirakan akhir tahun 2015 pengumpulan zakat naik sebesar 9,78% dibandingkan tahun 2014. Adapun realisasi infak/sedekah sampai dengan November 2015 mengalami penurunan sebesar 16,73% dibandingkan 2014 dan akhir tahun 2015 diperkirakan mengalami penurunan 10,81% dibandingkan tahun 2014. Adapun penerimaan dari dana APBN mengalami peningkatan 50%, dari 4,000,000,000.00 pada 2014 menjadi 6,000,000,000,00 pada tahun 2015.

(11)

Untuk lebih jelasnya perbandingan realisasi pengumpulan dana tahun 2015 dengan tahun 2014 dapat dilihat dalam Tabel 2 di bawah ini.

Tabel 2:

Perbandingan Realisasi Pengumpulan Dana Tahun 2015 dengan Tahun 2014

Jenis Dana Realisasi 2014 Realisasi 2015

(Jan-Nov) Prognosis 2015 Rasio (1) (2) (3) (4) (5)= (4)/(2) Zakat Maal 69.691.354.510,37 74,120,685,244.06 79,230,697,886.86 113,69% Zakat Maal-Perorangan 59.238.759.060,87 69,158,720,501.46 74,032,971,464.26 124,97% Zakat Maal-Badan 10.452.595.449,50 4,961,964,742.60 5,197,726,422.60 49,73% Zakat Fitrah 102.807.370,00 94,110,006.00 94,110,006.00 91,54% Infak/Sedekah 13.153.221.285,02 10,952,219,842.02 11,730,970,436.44 89,19% Infak/Sedekah 8.461.981.952,02 8,822,887,554.02 9,527,125,664.94 112,59% CSR 4.691.239.333,00 2,129,332,288.00 2,203,844,771.50 46,98% Donasi Operasional - - - - Jumlah 82.947.383.165,39 85,167,015,092.08 91,055,778,329.30 109,78%

Secara umum, tren pengumpulan BAZNAS dalam lima tahun terakhir (2011-2015) mengalami kenaikan dengan rata-rata 32.86% per tahun (Grafik 2).

Grafik 2: Tren Penghimpunan 5 tahun terakhir BAZNAS.

52.31% 26.65% 13.94% 45.84% 9.78% 2011 2012 2013 2014 2015

(12)

Sampai dengan akhir tahun 2015, jumlah muzakki perorangan mencapai 44.896 orang dan muzakki badan mencapai 663 perusahaan. Jumlah muzakki perorangan tersebut naik 8.928 orang atau 24,82% dibandingkan jumlah sampai dengan akhir tahun 2014 yang mencapai 35.968 orang. Adapun jumlah muzakki badan pada akhir tahun 2015 naik sebanyak 67 perusahaan atau 11,24% dari posisi akhir tahun 2014 yang mencapai 596 perusahaan. Rata-rata pertumbuhan muzakki dalam 5 tahun terakhir (2011 – 2015) mencapai 30,79% untuk muzakki perorangan dan 13,41% untuk muzakki badan.

3. Realisasi Pendistribusian dan Pendayagunaan Tahun 2015

Realisasi pendistribusian dan pendayagunaan hingga November 2015 sebesar Rp 44.694.746.018,00 atau 33,40 % dari target pendistribusian dan pendayagunaan sebesar Rp 133.812.500.000,00. Jumlah pendistribusian dan pendayagunaan pada akhir tahun 2015 diperkirakan mencapai Rp 49.298.059.176,00 atau 36,84% dari target pendistribusian dan pendayagunaan tahun 2015.

Berikut ini tabel realisasi pendistribusian dan pendayagunaan tahun 2015 berdasarkan jenis dana dan asnaf mustahik serta perbandingan dengan anggarannya.

Tabel 3:

Perbandingan Realisasi dengan Anggaran Pendistribusian dan Pendayagunaan Tahun 2015 Jenis Dana Anggaran 2015 Realisasi 2015

(Jan-Nov) Prognosis 2015 Rasio

(1) (2) (3) (4) (5)=(4)/(2) Zakat Maal 105,251,512,438.65 34,276,986,483.00 45.385.377.781,60 43,12% Fakir Miskin 86,441,150,238.69 35.647.085.296,00 39.314.767.766,14 45,48% Muallaf 1,066,156,460.37 - - - Riqab - - - - Gharimin 4,738,918,061.85 898.973.780,00 991.468.028,73 20,92% Fii Sabilillah 11,876,973,853.50 4.461.447.125,00 4.920.479.645,50 41,43% Ibnu Sabil 1,128,313,824.25 143.860.700,00 158.662.341,23 14,06% Infak/Sedekah 28,560,987,561.35 3.543.379.117,00 3.912.681.394,40 13,70% Jumlah 133,812,500,000.00 44.694.746.018,00 49.298.059.176,00 36,84%

(13)

Target pendistribusian dan pendayagunaan tahun 2015 sebesar Rp 133,812,500,000.00 didasarkan pada target pengumpulan sebesar 145 miliar rupiah atau 92,28% dari target pengumpulan 2015. Berkenaan realisasi pengumpulan 2015 hanya sebesar 62,80% dari target, maka pendistribusian dan pendayagunaan disesuaikan dengan pengumpulan tahun 2015.

Pendistribusian dan pendayagunaan tahun 2015 diperkirakan lebih kecil dibandingkan realisasi pendistribusian dan pendayagunaan 2014 sebagaimana tergambar pada Tabel 4 berikut.

Tabel 4:

Perbandingan Realisasi Pendistribusian dan Pendayagunaan Tahun 2015 dengan Tahun 2014 Jenis Dana Realisasi 2014 Realisasi 2015

(Jan-Nov) Prognosis 2015 Rasio

(1) (2) (3) (4) (5)= (3)/(2) (6)= (4)/(2) Zakat Maal 53.200.732.382,00 41,151,366,901.00 45.385.377.781,60 77,35% 85,31% Fakir Miskin 46.984.733.761,00 35.647.085.296,00 39.314.767.766,14 75,87% 83,68% Muallaf 125.300.000,00 - - - - Riqab - - - - - Gharimin 1.449.509.400,00 898.973.780,00 991.468.028,73 62,02% 68,40% Fii Sabilillah 4.483.511.721,00 4.461.447.125,00 4.920.479.645,50 99,51% 109,75% Ibnu Sabil 157.677.500,00 143.860.700,00 158.662.341,23 91,24% 100,62% Infak/Sedekah 2.789.388.641,00 3.543.379.117,00 3.912.681.394,40 127,03% 140,27% Jumlah 55.990.121.023,00 44.694.746.018,00 49.298.059.176,00 79,83% 88,05%

Berdasarkan bidang kebutuhan mustahik, realisasi pendistribusian dan pendayagunaan selama tahun 2015 dan perbandingannya dengan anggaran disajikan dalam Table 5 berikut ini.

(14)

Tabel 5:

Perbandingan Realisasi Pendistribusian dan Pendayagunaan Tahun 2015 dengan Anggaran Berdasarkan Bidang Kebutuhan Mustahik

Bidang Penyaluran Anggaran 2015 Realisasi 2015 (Jan-Nov) Prognosis 2015 Rasio (1) (2) (3) (4) (5)=(3)/(2) (6)=(4)/(2) Bidang Ekonomi (Indonesia Makmur) 40,168,142,630.29 3,897,848,301.00 4,299,305,249.98 9.70% 10.70% Bidang Pendidikan (Indonesia Cerdas) 19,431,654,791.60 4,554,809,029.00 5,023,929,321.73 23.44% 25.85% Bidang Kesehatan (Indonesia Sehat) 25,452,687,074.65 10,780,757,022.00 11,891,115,734.69 42.36% 46.72% Bidang Keagamaan (Indonesia Takwa) 6,283,978,133.06 2,277,543,000.00 2,512,117,409.61 36.24% 39.98% Bidang Sosial-Kemanusiaan (Indonesia Peduli) 42,476,037,370.40 23,183,788,666.00 25,571,591,459.99 54.58% 60.20% Jumlah 133,812,500,000,00 44,694,746,018.00 49,298,059,176.00 33.40% 36.84%

4. Realisasi Penyusunan Pedoman Pengelolaan Zakat Tahun 2015

Sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2014 Pasal 4, BAZNAS menyusun pedoman pengelolaan zakat yang menjadi acuan pengelolaan zakat untuk BAZNAS, BAZNAS provinsi, BAZNAS kabupaten/kota, dan LAZ.

Selama tahun 2015 tidak ada pedoman yang diterbitkan dalam bentuk Peraturan BAZNAS dan satu pedoman yang terbitkan dalam bentuk Keputusan Ketua BAZNAS. Terdapat empat draf pedoman yang prosesnya telah memasuki tahap pembahasan di pengurus/anggota BAZNAS yaitu tentang pelaporan, pengumpulan, pengelolaan UPZ, dan pendistribusian dan pendayagunaan. Dalam tahun 2015 ini, BAZNAS menerbitkan Keputusan Ketua BAZNAS Nomor KEP. 016/BP/BAZNAS/XII/2015 tentang Nilai Nishab Zakat Penghasilan atau Profesi Tahun 2016.

5. Realisasi Pemberian Pertimbangan dan Rekomendasi Tahun 2015

Sampai dengan akhir tahun 2015, BAZNAS telah menerima 19 permohonan pertimbangan calon pimpinan BAZNAS provinsi dan 98 permohonan pertimbangan calon BAZNAS kabupaten/kota. 18 atau 94,74% dari 19 permohonan calon pimpinan BAZNAS provinsi dan 75 atau 76,53% dari 98 permohonan calon pimpinan BAZNAS kabupaten/kota telah diterbitkan pertimbangannya.

(15)

Adapun untuk permohonan dan pemberian rekomendasi izin pembentukan LAZ selama tahun 2015 BAZNAS menerima 50 (lima puluh) permohonan rekomendasi dengan posisi sampai akhir tahun sebagai berikut.

Skala LAZ Permohonan Diberi

rekomendasi

Tidak diberi rekomendasi

Proses melengkapi data

LAZ berskala nasional 30 13 4 13

LAZ berskala provinsi 6 2 1 3

LAZ berskala kabupaten/kota 14 1 1 12

Jumlah 50 16 6 28

Permohonan yang diberikan rekomendasi izin pembentukan LAZ oleh BAZNAS kepada 16 yayasan teridiri dari 7 rekomendasi izin LAZ berskala nasional, 3 rekomendasi izin LAZ berskala provinsi, dan 6 rekomendasi izin LAZ berskala kabupaten/kota,

6. Realisasi Pengembangan SDM Tahun 2015

Sumber daya manusia, dalam hal ini Amil, merupakan aset utama dalam institusi pengelolaan zakat. Amil tidak sekedar menjadi perantara antara mustahik dan muzaki dalam mengantarkan dana zakat, tetapi juga menyebarluaskan nilai-nilai zakat ke masyarakat.

Dalam rangka menjaga integritas dan meningkatkan kompetensi dan kapasitas para amil, selama 2015 dilaksanakan rekrutmen dan berbagai program pengembangan sumber daya manusia. Berikut program rekrutmen, pengembangan, pendidikan, dan pelatihan SDM yang dilaksanakan BAZNAS selama tahun 2015.

a. Rekrutmen amil BAZNAS dan pegawai Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Jakarta dan RSB Pangkalpinang.

b. Implementasi aplikasi HRIS (human resources information system). c. Pelatihan service team untuk para supir dan office boy.

d. Pembuatan term of reference (ToR) pelatihan Manajemen.

e. Pelaksanaan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan untuk para amil. f. Pelaksanaan reviu kebijakan tentang SDM.

g. Evaluasi program pengembangan manajer.

(16)

7. Realisasi Pengembangan Sistem Teknologi Informasi

Dalam rangka terus meningkatkan efektifitas dan efisiensi pelayanan, BAZNAS terus mengembangkan sistem teknologi informasi, baik BAZNAS selaku operator maupun selaku koordinator.

Kegiatan pengembangan sistem teknologi informasi yang dilaksanakan selam tahun 2015 adalah sebagai berikut:

a. Penyempurnaan Aplikasi ERP. b. Penyempurnaan Aplikasi SiMBA c. Penyempurnaan Aplikasi Publik d. Pelatihan SiMBA di lima provinsi e. Pemantapan SiMBA

f. Pendampingan SiMBA g. Pilot Project SiMBA tahap II

h. Maintenance Rutin Email, Drive, Server dan Database i. Mengupdate Doodle SiMBA setiap triwulan

8. Realisasi Pengembangan Sarana dan Prasarana Tahun 2015

Sarana dan pra sarana yang memadai sangat diperlukan untuk mendukung operasional BAZNAS yang efektif dan efisien dalam memberikan pelayanan kepada seluruh pemangku kepentingan. Salah satu kebutuhan mendesak BAZNAS yang sudah dirasakan sejak 4 (empat) tahun terakhir adalah gedung kantor yang representatif.

Alhamdulillah, upaya keras Anggota BAZNAS Periode ini direspon sangat baik oleh Kementerian Agama dan Kementerian Keuangan sehingga BAZNAS akan mendapat hibah dari Kementerian Keuangan bangunan eks Bank Intan di Matraman beserta biaya renovasinya.

Tahun 2015 tidak ada pengadaan asset dari dana APBN dikarenakan bantuan keuangan sebesar Rp 6 miliar yang diterima BAZNAS dari Kementerian Agama tidak boleh dibelanjakan untuk pengadaan barang.

(17)

9. Realisasi Biaya Pengembangan dan Operasional Tahun 2015

Berdasarkan data realisasi pengumpulan sampai dengan November 2015 dan prognosis sampai dengan akhir 2015 dana yang tersedia untuk pengembangan dan operasional dalam tahun 2015 sebesar Rp17,556,185,234.16 dengan perhitungan sebagai berikut:

Uraian Jumlah APBN Alokasi dari ZIS

Alokasi dari APBN 6,000,000,000.00 6,000,000,000.00 -

Sisa Dana Operasional 2014 174,212,943.00 0 174,212,943.00

Alokasi dari Penghimpunan 2015*) 11,381,972,291.16 - 11,381,972,291.16 Dana Operasional tersedia 17,556,185,234.16 6,000,000,000.00 11,556,185,234.16 *) 12,5% dari prognosis penghimpunan 2015 sebesar Rp 91,055,778,329.30

Realisasi biaya pengembangan dan operasional sampai dengan November 2015 sebesar Rp 14,021,792,832.00 atau 42,25% dari anggaran dan diperkirakan sampai akhir tahun 2015 mencapai Rp 15.294.142.505,00 atau 46.08% dari anggaran tahun 2015. Berdasarkan komposisi sumber dana, operasional BAZNAS tahun 2015 dibiayai oleh APBN sebesar Rp 6 miliar atau 39,23% dan alokasi dana ZIS sebesar Rp 9.294.142.505,00 atau 60,77%.

Biaya pengembangan dan operasional tahun 2015 sebesar Rp 15.294.142.505,00 turun sebesar 6,96% dibandingkan dengan biaya operasional tahun 2014 yang mencapai Rp 16,437,797,508.36.

(18)

D. KEBIJAKAN UMUM DAN ANALISIS SWOT 1. Kebijakan Umum

Kebijakan Umum RKAT Tahun 2016 yang ditetapkan oleh Ketua BAZNAS adalah melanjutkan hal-hal positif yang sudah diraih 2015 dan mengembangkan secara optimal hal-hal-hal-hal yang dianggap masih kurang, terutama di dalam target penghimpunan. Hal-hal yang masih kurang perlu segera diperbaiki melalui evaluasi secara menyeluruh dan perencanaan kembali yang komprehensif dengan mempertimbangkan kondisi BAZNAS yang ada.

RKAT tahun 2016 merupakan langkah awal dalam penyusunan program kerja dan anggaran tahunan secara sistematis oleh Anggota BAZNAS Periode 2015-2020 sejak melakukan pengucapan sumpah jabatan pada tanggal 19 Agustus 2015. Anggota BAZNAS periode ini langsung aktif untuk meneruskan estafeta kepengurusan baik dengan konsolidasi internal maupun koordinasi dengan berbagai pihak.

Penyusunan RKAT Tahun 2016 mengacu kepada Rencana Strategis BAZNAS 2015-2019, Arah Kabijakan RKAT 2016, serta Peraturan BAZNAS No. 4 Tahun 2014 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan Badan Amil Zakat Nasional, Badan Amil Zakat Nasional Provinsi, dan Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten/Kota.

Dua kegiatan utama dalam pengelolaan zakat, yaitu penghimpunan dan pendistribusian, harus menjadi perhatian utama sekaligus menjadi sentralnya. Hal-hal lain yang berkaitan dengannya, seperti sistim administrasi, informasi, teknologi, penguatan organisasi, dan lain lain menjadi penunjangnya.

Di dalam program kegiatan penghimpunan, perlu terus menerus dilakukan sosialisasi dan edukasi pada masyarakat tentang zakat, khususnya di lingkungan lembaga negara, kementerian/lembaga pemerintah non kementerian, badan usaha milik negara, perusahaan swasta nasional dan asing, perwakilan Republik Indonesia di luar negeri, dan kantor-kantor perwakilan negara asing/lembaga asing. Kegiatan ini perlu terus ditingkatkan karena merupakan amanah sekaligus pendorong kesadaran zakat berdasarkan Undang-Undang No. 23 Tahun 2011, Peraturan Pemerintah No. 14 Tahun 2014, dan Instruksi Presiden (Inpres) No. 3 Tahun 2014. Pelayanan muzakk berbasis perkembangan teknologi inforasi harus terus menerus ditingkatkan.

(19)

Untuk kegiatan pendistribusian dan pendayagunaan perlu dirumuskan beberapa hal, antara lain, perlunya program pendayagunaan zakat yang lebih komprehensif melalui pemberdayaan masyarkat. Pembuatan modul program yang akan dijadikan panduan untuk tim BAZNAS dan BAZNAS daerah.

2. Analisis SWOT

a. Faktor-faktor analisis SWOT Tahun 2015 – 2016

Tabel 6:

Faktor-Faktor Analisis SWOT

Eksternal Internal

Peluang/ Kekuatan

1. Potensi muzaki nasional dan pertumbuhan kelas menengah 2. Meningkatnya kesadaran masyarakat

berzakat melalui institusi amil 3. Perkembangan IT di dunia dapat

dijadikan sebagai back bone 4. Manajemen Zakat Nasional sebagai

role model dunia

5. Kepemimpinan daerah yang visioner dapat mendorong inovasi dan pelayanan dalam penghimpunan dan penyaluran dapat ditumbuhkan di tingkat regional

(provinsi/kabupaten/kota) 6. Meningkatnya akses kerja sama

dengan lembaga nasional dan internasional

7. Berkembangnya jenis harta wajib zakat (al-amwaal az-zakawiyyah)

1. Posisi BAZNAS sebagai amil resmi dan pelaksana zakat Negara

2. Pengalaman sebagai koordinator dan operator zakat yang baik dan akuntabel

3. Terjaganya integritas dan nilai-nilai syari’ah pengurus dan amil 4. Memiliki standar pengelolaan yang

baik dan diakui (ISO untuk semua unit kerja)

5. Pemanfaatan Inpres untuk penghimpunan institusional 6. Memiliki sistem teknologi informasi

zakat

7. Memiliki fungsi koordinasi dengan BAZNAS daerah dan LAZ 8. Telah menjadi mitra kuat dengan

pemerintah, parlemen, dan lembaga negara lainnya, khususnya dalam program penanggulangan kemiskinan 9. BAZNAS menjadi satu-satunya

lembaga zakat negara dalam kerja sama keuangan Islam internasional 10. Program pendistribusian dan

(20)

11. Memiliki fungsi penyusunan pedoman dan pelaporan pengelolaan zakat nasional

Ancaman/ Kelemahan

1. Kurangnya kepedulian sebagian besar masyarakat terhadap informasi tentang zakat.

2. Budaya dan mentalitas miskin di sebagian kelompok masyarakat (dan budaya hedonisme yang menjangkiti sebagian masyarakat).

3. Ekonomi biaya tinggi dan inflasi yang menyebabkan meningkatnya angka kemiskinan.

4. Perilaku koruptif.

5. Keengganan perusahaan dan karyawan untuk menyalurkan zakat melalui amil zakat.

6. Kesenjangan kapasitas organisasi di tingkat daerah

7. Kecenderungan membentuk LAZ di kalangan K/L dan BUMN

1. Keterbatasan kemampuan sosialiasi dan edukasi BAZNAS

2. Kualitas dan kuantitas amil yang belum memadai

3. Keterbatasan sumber daya sebagai koordinator dan operator zakat

4. Belum maksimalnya data mustahik dan pemetaan wilayah

5. Belum memiliki perpustakaan zakat dan learning center

6. Belum memiliki sarana dan prasarana gedung yang memadai

b. Posisi BAZNAS berdasarkan Analisis SWOT, berada pada kuadran II (stabilitas) dan mendekati Kuadran III (pertumbuhan):

(21)

c. Realisasi dan proyeksi komponen Rencana Strategis dalam 5 (lima) tahun terakhir yang meliputi penghimpunan dana, jumlah muzaki, jumlah amil, dana operasional, jumlah mustahik, penyaluran dana, dan jumlah aset disajikan dalam Tabel 7 di bawah ini.

(22)

Tabel 7:

Realisasi dan Proyeksi 2012 – 2016

Komponen Rencana Strategis

Realisasi 2012 Realisasi 2013 Prognosis 2014 Proyeksi 2015 Proyeksi 2016

(1) (2) (3) (4) (5) (6) Dana Terhimpun (rupiah) 50,313,748,002.00 59,248,904,600.11 80,971,944,954.41 145.000.000.000.00 181.250.000.000.00 Jumlah Muzakki (orang) 17,704 24,106 35,136 66,536 111,456 Dana APBN (rupiah) 3,000,000,000.00 4,000,000,000.00 4,000,000,000.00 6,000,000,000.00 8,000,000,000.00 Dana Operasional (rupiah) 5,829,620,862.00 10,024,438,531.06 11,192,774,931.15 27,187,500,000 33,984,375.000.00 Jumlah Amil (orang) 68 68 68 75 90 Dana Tersalurkan (rupiah) 39,077,122,821.00 43,230,066,719.00 50,198,875,864.22 153.812.500.000,00 177,265,625,000.00 Jumlah Mustahik (jiwa) - 271,980 378,195 434.944 700,701 Jumlah Aset (rupiah) 928,074,600.00 847,693,592.00 847,693,592.00 1,415,000,000.00 1,556,500,000.00

(23)

E. RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN PENGUMPULAN 1. Target Pengumpulan

Target pengumpulan Tahun 2016 ditetapkan sebesar Rp 200.000.000.000,00 atau naik sebesar 119.87% dibandingkan prognosis capaian 2015 (tidak termasuk zakat fithrah). Target sebesar tersebut mencakup zakat maal-perorangan, zakat maal-badan, infak/sedekah, dan dana corporate social responsibility (CSR). Zakat perorangan ditargetkan naik sebesar 102.61%, zakat maal-badan ditargetkan naik sebesar 92,39%, dan infak/sedekah naik sebesar 15,46%. Kenaikan target terbesar pada CSR yaitu 1.215,88%. Target pengumpulan yang besar dari dana CSR tersebut berkenaan besarnya potensi dana CSR di samping sudah ada komunikasi yg intens dengan BUMN/BUMS terhadap program-program BAZNAS.

Tabel 8:

Perbandingan Target Pengumpulan Tahun 2016 dengan Prognosis Capaian Pengumpulan Tahun 2015

Jenis Dana Realisasi 2015 Prognosis 2015 Target 2016 Rasio (Jan-Nov ) (1) (2) (3) (4) (5)=(4)/(3) Zakat Maal 74,120,685,244.06 79,230,697,886.86 160.000.000.000,00 201.94% Zakat Maal-Perorangan 69,158,720,501.46 74,032,971,464.26 150.000.000.000,00 202.61% Zakat Maal-Badan 4,961,964,742.60 5,197,726,422.60 10.000.000.000,00 192.39% Zakat Fitrah 94,110,006.00 94,110,006.00 - - Infak/Sedekah 10,952,219,842.02 11,730,970,436.44 40.000.000.000,00 340.98% Infak/Sedekah 8,822,887,554.02 9,527,125,664.94 11.000.000.000,00 115.46% CSR 2,129,332,288.00 2,203,844,771.50 29.000.000.000,00 1315.88% Donasi Opersional - - - - Jumlah 85,167,015,092.08 91,055,778,329.30 200.000.000.000,00 219.87%

2. Sosialisasi dan Edukasi Zakat

(24)

akan dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi langsung dan tatap muka di kementerian/lembaga, BUMN, dan BUMS. Untuk pendekatan tidak langsung, sosialisasi dan edukasi akan dilaksanakan melalui media cetak, elektronik, on line, dan media sosial. Termasuk dalam pendekatan tidak langsung direncanakan dengan menggunakan media dalam ruang dan media di luar ruang.

Rencana kerja program sosialisasi dan edukasi selama tahun 2015 mencakup: a. Sosialisasi Zakat di K/L, BUMN, dan BUMS

b. Maintenance UPZ

c. Maintenance Muzaki Badan d. Pembukaan Outlet ZIS

e. Kerjasama Fasilitas Pembayaran ZIS f. Layanan administrasi muzaki baru g. Maintenance Muzaki

h. Penanganan Keluhan Muzaki

i. Optimalisasi penggunaan Muzaki corner j. Konsultasi ZIS Online

k. Rakor Evaluasi Pelaksanaan Inpres Zakat di 74 K/L bersama Kemenko PMK l. Sosialisasi program BAZNAS kepada CSR Perusahaan

m. Mengembangkan Website yang mudah diakses dan dalam 2 bahasa (Indonesia & Inggris) n. Mengoptimalkan link website dengan Kementerian/ Lembaga dan media internal KL o. Membuat Profile Lembaga dalam 3 Bahasa

p. Membuat PSA dengan menampilkan Ketua BAZNAS dan Presiden RI q. Menyusun dan Mencetak Annual Report sesuai ARA

r. Kunjungan / audiensi dengan Pimpinan redaksi media elektronik dan media cetak s. Program bersama dengan Media Elektronik sebagai sarana sosialisasi dan promosi t. Membentuk Komunitas Zakat Muda (Zakat GOes to Campus dan Zakat GOes to School) u. Sosialisasi Undang Undang dan Peraturan

v. Sosialisasi melalui prograrm bersama (orang pinggiran) w. Melaksanakan Event Bersama "Indonesia Berzakat"

x. Menyelenggarakan Event Zakat Core Principle bersama BI dan IDB y. Mempersiapkan Sekretariat Jenderal Zakat Core Principle

z. Sosialisasi hasil Konferensi Internasional Fikih Zakat 2015 bersama WZF

aa. Sosialisasi di 4 Kedutaan Besar Indonesia di Luar Negeri mengenai Zakat dan Sinergi Program Penyaluran zakat

(25)

bb. Sosialisasi Zakat di Istana Negara cc. Menjalin Komunikasi dengan DPR RI dd. Konsultan Komunikasi

ee. Menyelenggarakan Event

ff. Membuat DKV Marketing Tools (Layanan&Program) gg. Desain Proposal (Layanan dan Program)

hh. Membuat Info Grafis Program dan Layanan ii. Membuat Event Ramadhan dan Event Program

jj. Mengoptimalkan Informasi melalui Media Sosial (FB, TWT, UTube & IG), Watsapp dan Mailchim untuk menyasar masyarakat menengah , SMS profiling

kk. Menyediakan ADMIN untuk media sosial Anggota BAZNAS ll. Membuat dan Mencetak Majalah

mm. Car Branding dengan Program

nn. Membuat PSA Program dan Placement di 5 Stasiun TV oo. Beriklan di Media Luar Ruang

pp. Beriklan di Media Online

qq. Beriklan di Media Cetak Nasional

rr. Riset dan Pengembangan program komunikasi

Biaya pengumpulan yang mencakup komunikasi lembaga, sosialisasi, edukasi, dan layanan muzaki tahun 2016 dianggarkan sebesar Rp 13.934.600.000,00 atau 30,94% dari jumlah anggaran pengembangan dan operasional tahun 2016.

(26)

F. RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN PENDISTRIBUSIAN DAN PENDAYAGUNAAN ZAKAT

Salah satu tujuan pengelolaan zakat adalah meningkatkan manfaat zakat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan. Tujuan ini harus menjadi panduan sekaligus indikator keberhasilan dalam penyaluran zakat.

Dengan target pengumpulan tahun 2016 Rp 200 miliar, maka jumlah dana yang dapat didistribusikan dan didayagunakan dalam tahun 2016 dapat mencapai Rp 270,370,102,701.39 dengan rincian sebagai berikut:

Uraian Jumlah Zakat Infaq - Sedekah

Sisa dana tahun 2015 70,370,102,701.39 56,503,772,982.14 13,866,329,719.25 Target Pengumpulan 2016 200.000.000.000,00 160,000,000,000.00 40.000.000.000,00

Jumlah Dana yang akan

didistribusikan dan didayagunakan 270,370,102,701.39 216,503,772,982.14 53,866,329,719.25

Anggaran pendistribusian dan pendayagunaan zakat tahun 2016 sebesar Rp 216,503,772,982.14 dialokasikan berdasarkan asnaf sebagai berikut:

No. Asnaf Rp % Keterangan

1. Fakir Miskin 127,727,452,438.39 59.00%

2. Amil 20,000,000,000.00 9.24%

Alokasi amil hanya diambil dari penghimpunan tahun 2016 karena atas sisa dana tahun 2015 telah diambil hak amilnya

3. Muallaf 9,825,188,649.11 4.54% 4. Riqab 4,912,594,324.55 2.27% 5. Gharimin 9,825,188,649.11 4.54% 6. Fii Sabilillah 39,300,754,596.43 18.15% 7. Ibnu Sabil 4,912,594,324.55 2.27% Jumlah Penyaluran 216,503,772,982.14 100%

Pendistribusian dan pendayagunaan infak/sedekah sebesar Rp 53,866,329,719.25 dianggarkan untuk program-program pemberdayaan fakir-miskin sebesar Rp 39,093,063,775.40 atau 72,57%, program-program kemaslahatan umat sebesar Rp 9,773,265,943.85 atau 18,14%, dan operasional

(27)

BAZNAS sebesar Rp 5,000,000,000.00 atau 9,28% (sisa infak/sedekah tahun 2015 tidak diambil lagi untuk operasional).

Perbandingan anggaran penyaluran zakat Tahun 2016 dengan realisasi Tahun 2015 berdasarkan asnaf.

Tabel 9:

Perbandingan Anggaran Penyaluran Zakat Tahun 2016 dengan Prognosis Realisasi Penyaluran Tahun 2015

Jenis Dana Realisasi 2015

(Jan-Nov) Prognosis 2015 Rencana 2016 Rasio

(1) (2) (3) (4) (5)= (4)/(2) (6)= (4)/(3) Fakir Miskin 35.647.085.296,00 39.314.767.766,14 127,727,452,438.39 358.31% 324.88% Amil 10,634,113,135.76 11,370,208,540.41 20,000,000,000.00 188.07% 175.90% Muallaf - - 9,825,188,649.11 ~ ~ Riqab - - 4,912,594,324.55 ~ ~ Gharimin 898.973.780,00 991.468.028,73 9,825,188,649.11 1092.93% 990.97% Sabilillah 4.461.447.125,00 4.920.479.645,50 39,300,754,596.43 880.90% 798.72% Ibnu Sabil 143.860.700,00 158.662.341,23 4,912,594,324.55 3414.83% 3096.26% Jumlah 51,785,480,036.76 56,755,586,322.01 216,503,772,982.14 418,08% 381,47%

Anggaran penyaluran infak/sedekah tahun 2106 dibandingkan realisasi sampai dengan November 2015 mencapai 1520.20% atau naik lebih 14 kali dan apabila dibandingkan dengan prognosis realisasi penyaluran tahun 2015 mencapai 1376.71% atau naik hampir 13 kali.

Secara keseluruhan anggaran penyaluran zakat dan infak/sedekah tahun 2016 dibandingkan realisasi sampai dengan November 2015 mencapai 488,66% atau naik hampir 4 kali dan apabila dibandingkan dengan prognosis realisasi penyaluran tahun 2015 mencapai 445,65% atau naik lebih 3 kalinya.

(28)

Pendistribusian dan pendayagunaan zakat tahun 2016 berdasarkan bidang kebutuhan mustahik adalah sebagai berikut:

No. Bidang Rp % Keterangan

1 Bidang Ekonomi 78,110,249,760.40 36.08% 2 Bidang Pendidikan 48,438,180,040.10 22.37% 3 Bidang Kesehatan 20,927,651,822.60 9.67% 4 Bidang Keagamaan 26,331,505,579.61 12.16% 5 Bidang Sosial Kemanusiaan 10,905,959,400.51 5.04% 6 Pengembangan dan

Operasional 31,790,226,378.93 14.68%

Dari bagian Amil dan Sabilillah

Jumlah 216,503,772,982.14 100%

Pendistribusian dan pendayagunaan infak/sedekah tahun 2016 berdasarkan bidang kebutuhan mustahik adalah sebagai berikut:

No. Bidang Rp % Keterangan

1 Bidang Ekonomi 39,093,063,775.40 72.57%

2 Bidang Pendidikan - -

3 Bidang Kesehatan - -

4 Bidang Keagamaan - -

5 Bidang Sosial Kemanusiaan 9,773,265,943.85 18.14% 6 Pengembangan dan

Operasional 5,000,000,000.00 9.28%

Tidak ada alokasi dari sisa infak/sedekah tahun 2015

(29)

Secara keseluruhan pendistribusian dan pendayagunaan zakat dan infak/sedekah tahun 2016 berdasarkan bidang kebutuhan mustahik adalah sebagai berikut:

No. Bidang Rp % Keterangan

1 Bidang Ekonomi 117,203,313,535.80 43.35% 2 Bidang Pendidikan 48,438,180,040.10 17.92% 3 Bidang Kesehatan 20,927,651,822.60 7.74% 4 Bidang Keagamaan 26,331,505,579.61 9.74% 5 Bidang Sosial Kemanusiaan 20,679,225,344.36 7.65% 6 Pengembangan dan Operasional 36,790,226,378.93 13.61%

Dari bagian Amil dan Sabilillah serta Tidak ada alokasi dari sisa

infak/sedekah tahun 2015

Jumlah 270,370,102,701.39 100%

G. RENCANA KEGIATAN PENYUSUNAN PEDOMAN PENGELOLAAN ZAKAT

Penerbitan pedoman pengelolaan zakat oleh BAZNAS yang akan menjadi acuan BAZNAS, BAZNAS provinsi, BAZNAS kabupaten/kota, dan LAZ hingga memadai kebutuhan merupakan agenda besar bagi BAZNAS yang masih harus diprioritaskan oleh BAZNAS. Dalam rangka mewujudkan pedoman tersebut, maka berbagai pokok-pokok pengaturan telah masuk dalam rencana kerja tahun 2016 sebagai berikkut.

1) Penyusunan pedoman pendistribusian dan pendayagunaan.

2) Pembaruan Peraturan BAZNAS No. 02 Tahun 2014 tentang Pemberian Rekomendasi Pembentukan LAZ sesuai KMA No. 333 Tahun 2015

3) Penyusunan pedoman tata cara pemberian rekomendasi pembukaan perwakilan LAZ berskala nasional dan LAZ berskala provinsi

4) Penyusunan modul program pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan

5) Penyusunan pedoman tata cara pelaporan dan pertanggungjawaban BAZNAS, BAZNAS provinsi, BAZNAS kabupaten/kota, dan LAZ.

(30)

8) Penyusunan pedoman penyusunan rencana strategis

9) Penyusunan pedoman monitoring dan evaluasi BAZNAS, BAZNAS daerah, dan LAZ

10) Penyusunan pedoman sistem informasi dan penggunaan sistem informasi manajemen BAZNAS, BAZNAS daerah, dan LAZ

11) Penyusunan pedoman pengelolaan even

12) Penyusunan pedoman pusat data dan dokumentasi 13) Penyusunan pedoman komunikasi lembaga 14) Penyusunan pedoman manajemen aset

15) Penyusunan pedoman pengadaan barang dan jasa 16) Penyusunan pedoman pengenaan sanksi administratif

17) Penyusunan pedoman pengangkatan dan pemberhentian pelaksana BAZNAS provinsi dan BAZNAS kabupaten/kota

18) Penyusunan pedoman manajemen SDM BAZNAS, BAZNAS provinsi dan BAZNAS kabupaten/kota

19) Reviu Rencana Strategis BAZNAS 2015 – 2019

20) Penyusunan pedoman manajemen database muzaki dan mustahik BAZNAS daerah dan LAZ 21) Sosialisasi Renstra dan Peraturan BAZNAS kepada BAZNAS Kabupaten/Kota dan LAZ

berskala nasional

22) Penelitian dampak program zakat terhadap peningkatan ekonomi penerima manfaat di BAZNAS, LAZ berskala nasional, dan BAZNAS daerah

23) Penyusunan standar zakat internasional

Biaya penyusunan pedoman selama tahun 2016 dianggarkan sebesar Rp 930.500.000,00 atau 2,07% dari jumlah anggaran pengembangan dan operasional tahun 2016.

H. RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN PEMBERIAN PERTIMBANGAN DAN REKOMENDASI

Masih banyaknya pimpinan BAZNAS provinsi dan BAZNAS kabupaten/kota yang belum sesuai ketentuan UU Nomor 23 Tahun 2011 serta yayasan yang mengajukan permohonan rekomendasi yang sedang melengkapi persyaratan membuat kegiatan pertimbangan dan rekomendasi pada tahun 2016 tetap tinggi bebannya. Oleh karena itu, langkah-langkah yang lebih cepat dan taktis

(31)

harus diwujudkan dalam proses pemberian pertimbangan dan rekomendasi. Kegiatan yang direncanakan dilaksanakan pada tahun 2016 adalah sebagai berikkut.

1) Pemberian pertimbangan pengangkatan/pemberhentian pimpinan BAZNAS provinsi dan BAZNAS kabupaten/kota

2) Pemberian rekomendasi izin pembentukan LAZ. 3) Monitoring penerapan regulasi pada BAZNAS Provinsi 4) Monitoring penerapan regulasi pada LAZ berskala nasional

5) Digitalisasi sistem sertifikasi pemberian pertimbangan BAZNAS dan rekomendasi LAZ

6) Sosialisasi Peraturan-peraturan yang diterbitkan BAZNAS mengenai pedoman pengelolaan zakat nasional

Biaya pemberian pertimbangan dan rekomendasi selama tahun 2016 dianggarkan sebesar Rp 608.980.000,00 atau 1,35% dari jumlah anggaran pengembangan dan operasional tahun 2016.

I. RENCANA KEGIATAN PENGESAHAN RKAT BAZNAS PROVINSI DAN BAZNAS KABUPATEN/KOTA

Tahun 2016 dapat dijadikan momentum untuk meningkatkan efektifias pengesahan RKAT BAZNAS provinsi dan BAZNAS kabupaten/kota sehingga pengelolaan zakat, khususnya penggunaan besaran hak amil sesuai syariat dan peraturan perundang-undangan. Prioritas utama dalam kegiatan pengesahaan RKAT ini adalah penyusunan prosedur pengesahan tersebut..

J. RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN SISTEM PENDUKUNG 1. Rencana Kegiatan dan Anggaran Pengembangan SDM

Pengembangan SDM menjadi salah satu kunci pokok pengembangan BAZNAS di tahun 2016. Rekrutmen, pengembangan, dan hubungan industrial SDM disusun sedemikian rupa sehingga kebutuhan SDM dapat dipenuhi secara memadai..

Rencana kegiatan pengembangan SDM selama tahun 2016 adalah sebagai berikut. a. Penyesuaian job desc amil

b. Pengelolaan SDM berbasis kompetensi c. Peninjauan ulang terhadap SOP

(32)

e. Rekrutmen amil eksternal (Amil Program) f. Melaksanakan pembekalan amil

g. Perfomance appraisal h. Pengembangan karir i. Amil gathering j. Family gathering

k. Penyesuaian gaji dan pemberian bonus l. Survei kepuasan amil

m. Pensiun diluar BPJS

n. Penyusunan training need analysis (TNA) o. Training amil

p. Pengiriman amil untuk melakukan magang

q. Penetapan sasaran dan target Mustaqilli 2016 (Bahasa Arab) r. Evaluasi program Mustaqilli (Bahasa Arab)

s. Assessment terhadap lembaga dan amil mengenai kebutuhan Bahasa Inggris t. Pelaksanaan training bahasa inggris

u. Evaluasi program training bahasa inggris

v. Assessment terhadap kebutuhan training dan pengembangan BAZNAS Daerah w. Perancangan training untuk BAZNAS daerah

x. Training untuk BAZNAS daerah

y. Evaluasi terhadap training pimpinan dan staf di BAZNAS daerah z. Melaksanakan training SiMBA 2016

Biaya pengembangan SDM selama tahun 2016 dianggarkan sebesar Rp 14.793.891.357,34 atau 32,85% dari jumlah anggaran pengembangan dan operasional tahun 2016.

2. Rencana Kegiatan dan Anggaran Pengembangan Sistem Teknologi Informasi

Kegiatan pengembangan sistem TI BAZNAS tahun 2015.difokuskan pada peningkatan fungsionalisasi aplikasi-aplikasi yang ada dan peningkatan jumlah pengguna sehingga TI betul-betul dapat menjadi back bone pengelolaan zakat secaa nasional.

Rencana kegiatan pengembangan sistem TI selama tahun 2016 adalah sebagai berikut. a. Pengembangan dan pengoptimalisasian Aplikasi Muzaki Corner versi 3

(33)

c. Pengembangan lanjut aplikasi SiMBA untuk database mustahik

d. Pegembangan aplikasi ZCD menggunakan database mustahik (Kerjasama dengan IDB) e. Pengembangan lanjut aplikasi ERP dengan menambah beberapa modul.

f. Pendampingan SiMBA ke 20 BAZNAS daerah g. Penyempurnaan aplikasi SiMBA

h. Penyempurnaan aplikasi keuangan

i. Pembuatan aplikasi perpustakaan online untuk kebutuhan learning center j. Peningkatan pelayanan server dan penunjang pelayanan kerja berbasis cloud

Biaya pengembangan sistem TI selama tahun 2016 dianggarkan sebesar Rp 907.304.000,00 atau 2,01% dari jumlah anggaran pengembangan dan operasional tahun 2016.

3. Rencana Kegiatan dan Anggaran Pengembangan Sarana dan Prasarana

Rencana kegiatan dan pengadaan sarana dan prasarana selama tahun 2016 adalah sebagai berikut.

a. Renovasi gedung

b. Pengadaan sarana prasarana kerja

c. Pengadaan sarana dan prasarana library zakat berbasis IT d. Pengadaan sarana dan prasarana Learning Center berbasis IT e. Pemeliharaan Gedung BAZNAS

f. Pengadaan, peremajaan dan pemeliharaan kendaraan g. Pengadaan, peremajaan dan pemeliharaan IT hardware h. Kebersihan dan keamanan kantor

i. Pemeliharaan sarana dan prasarana aset kelolaan j. Pembangunan sarana dan prasaran fasilitas program k. Pemeliharaan fasilitas program

l. Pengadaan barang/jasa fasilitas program m. Penyusunan kebijakan pengadaan barang/jasa n. Penyusunan SOP pengadaan barang/jasa o. Aplikasi komputerisasi di Bagian Umum

p. Perapihan dan pemusnahan arsip, dokumen dan barang q. Pengelolaan aset kelolaan BAZNAS

(34)

Biaya pengembangan sistem TI selama tahun 2016 dianggarkan sebesar Rp 10.968.700,00 atau 24.35% dari jumlah anggaran pengembangan dan operasional tahun 2016.

4. Rencana Kegiatan dan Anggaran Administrasi dan Keuangan

Rencana kegiatan administrasi dan keuangan dalam tahun 2016 adalah sebagai berikut: a. Menyusun satuan biaya

b. Menyusun laporan keuangan tahun 2015 unaudited

c. Menyusun posisi keuangan dan penggunaan anggaran per tri wulan ke setiap unit kerja d. Menyusun Laporan Keuangan Semesteran

e. Menyusun laporan penggunaan dana APBN tahun 2015 f. Audit

g. Peningkatan layanan transaksi dan informasi keuangan h. Membuat Laporan Zakat Nasional

i. Menerbitkan Buku Annual Report Zakat Nasional j. Pengarsipan Laporan Zakat Nasional

k. Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) l. Penyusunan RKAT 2017

a. Meninjau ulang SOP dan Jobdesc Sekretariat

b. Penyusunan agenda Anggota dan Unit Pelaksana BAZNAS yang teraplikasikan pada portal intranet

c. Review aplikasi persuratan di intranet. d. Penyusunan pedoman persuratan BAZNAS e. Pengukuran kepuasan layanan sekretariat

Biaya kegiatan administrasi dan keuangan selama tahun 2016 dianggarkan sebesar Rp 1.813.880.000,00 atau 4,03% dari jumlah anggaran pengembangan dan operasional tahun 2016

5. Anggaran Biaya Pengembangan dan Operasional

Anggaran biaya pengembangan dan operasional tahun 2016 insya Allah tersedia sebesar Rp 45,040,505,357.34 dengan perhitungan sebagai berikut.

(35)

Uraian Target Penghimpunan/ Bagian Asnaf Dana Pengembangan dan operasional

Prognosis Saldo Dana Pengembangan dan

Operasional Tahun 2015 2,250,278,978.41

APBN 6,000,000,000.00

Bagian Amil dari Zakat (12,5%) 160,000,000,000 20,000,000,000.00 Alokasi dari Infak/Sedekah (12,5%) 40,000,000,000 5,000,000,000.00 Alokasi dari asnaf sabilillah

(30% X Anggaran Sabilillah)

39,300,754,596 11,790,226,378.93 Jumlah Anggaran Dana Pengembangan dan

Operasional 2016 45,040,505,357.34

Alokasi dari anggaran asnaf sabilillah untuk pengembangan dan operasional BAZNAS tahun 2016 didasarkan pada Fatwa MUI tentang Amil Zakat angka 5 yang mengatur: “Dalam hal biaya operasional tidak dibiayai oleh pemerintah, atau disediakan pemerintah tapi tidak mencukupi, maka biaya operasional pengelolaan zakat yang menjadi tugas amil diambil dari dana zakat yang merupakan bagian amil atau dari bagian fi sabilillah dalam batas kewajaran, atau diambil dari dana di luar zakat.

Anggaran biaya pengembangan dan operasional tahun 2016 sebesar Rp 45,040,505,357.34 secara umum dialokasikan, antara lain, untuk:

a. Biaya komunikasi lembaga b. Sosialisasi dan edukasi zakat c. Layanan muzaki

d. Biaya operasional penyaluran

e. Penyusunan dan sosialisasi pedoman pengelolaan zakat f. Pemberian pertimbangan dan rekomendasi

g. Pengesahan RKAT BAZNAS provinsi dan BAZNAS kabupaten/kota h. Pengembangan SDM

i. Pengembangan sistem teknologi informasi j. Pengembangan sarana prasarana

(36)

K. PENUTUP

Demikian Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) BAZNAS tahun 2016 ini dibuat dan disetujui oleh seluruh Anggota BAZNAS. Semoga Allah SWT memberkahi amal usaha kita serta melimpahkan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua.

Jakarta, 11 Rabi’ul Awwal 1437 H 23 Desember 2015 M

BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL

Prof. Dr. H. Bambang Sudibyo, MBA., CA Ketua ………..

Dr. Zainulbahar Noor, SE., MEc Wakil Ketua ………..

Dr. H. Mundzir Suparta, MA Angggota ………..

Drs. Masdar Farid Mas’udi Angggota ………..

Prof. Dr. H. Ahmad Satori Ismail Angggota ………..

drh. Emmy Hamidiyah, M.Si Angggota ………..

Drs. Irsyadul Halim Angggota ………..

Ir. Nana Mintarti, MP Angggota ………..

Prof. Dr. H. M. Machasin, MA Angggota ………..

Drs. Nuryanto. MPA Angggota ………..

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :