LAPKIN RO. ORPA
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur Setda Provinsi Papua ditetapkan berdasarkan PERDA Nomor 11 Tahun 2013 tentang Organisasi dan Tatakerja Sekretariat Daerah dan Sekretariat DPRP Provinsi Papua.
Kedudukan Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur Setda Provinsi Papua merupakan unsur staf, yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Gubernur melalui SEKDA (pasal 2 PERDA Provinsi Papua Nomor 11 Tahun 2013)
1) Tugas Pokok dan Fungsi
Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur mempunyai tugas pokok merumuskan bahan pembinaan kelembagaan perangkat daerah, analisis jabatan, serta pendayagunaan aparatur pemerintah.( pasal 21 PERDA Provinsi Papua Nomor 11 Tahun 2013).
Untuk melaksanakan tugas pokok Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur Setda Provinsi Papua mempunyai fungsi :
a. penyiapan bahan perumusan pembinaan penataan kelembagaan perangkat daerah;
b. penyiapan bahan perumusan tatalaksana pemerintahan dan pembangunan serta analisis jabatan;
c. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pendayagunaan aparatur;
d. pelaksanaan ketatausahaan.
2) Susunan Organisasi
Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur Setda Provinsi Papua dibentuk berdasarkan pasal 23 Peraturan Daerah Provinsi Papua Nomor 11 Tahun 2013 Biro Organisasi dipimpin oleh seorang Kepala Biro membawahi 4(empat)Kepala Bagian, yaitu:
Struktur Organisasi Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur Setda Provinsi Papua dapat dilihat pada TABEL 1 sebagai berikut :
LAPKIN RO. ORPA
SUB BAGIAN KELEMB.
PERANGKAT DAERAH PROVINSI
SUB BAGIAN KELEMB.
PERANGKAT DAERAH KAB/KOTA
BAGIAN ANALISIS DAN
FORMASI JABATAN
SUB BAGIAN TATA USAHA
BIRO
SUB BAGIAN SISTEM DAN PROSEDUR
SUB BAGIAN STANDARISASI PRASARANA DAN
SARANA KERJA
SUB BAGIAN PELAYANAN
PUBLIK
SUB BAGIAN ANALISIS
JABATAN
SUB BAGIAN FORMASI JABATAN
SUB BAGIAN PENGEMBANGAN
JABATAN FUNGSIONAL
SUB BAGIAN PENGEMBANGAN
DAN PENGEND.
APARATUR
SUB BAGIAN KINERJA APARATUR
SUB BAGIAN PEMBERDAYAAN
APARATUR BAGIAN PENDAYAGUNAAN
APARATUR BAGIAN
KETATALAKSANAAN BAGIAN
KELEMBAGAAN
KEPALA BIRO
Tabel 1. Struktur Organisasi Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur Setda Provinsi Papua
3) Keadaan Kepegawaian
Sumberdaya manusia yang mendukung terselenggaranya program dan kegiatan Biro Organisasi dan pendayagunaan Aparatur Setda Provinsi Papua terdiri dari 51 (lima puluh satu) Pegawai Negeri Sipil, 2 (dua) tenaga Kontrak, dengan rincian sebagai berikut :
a. SDM menurut jenis kelamin adalah :
Laki-laki : 27 (dua puluh delapan) orang
LAPKIN RO. ORPA
b. SDM Menurut jenjang pangkat dan golongan adalah : Golongan I.c : 1 (satu) orang
Golongan II.a : 8 (delapan) orang Golongan II.b : 6 (enam) orang Golongan II.c : 3 (tiga) orang Golongan II.d : 1 (satu) orang Golongan III.a : 5 (lima) orang Golongan III.b : 5 (lima) orang Golongan III.c : 7 (tujuh) orang Golongan III.d : 10 (sepuluh) orang Golongan IV.a : 3 (tiga) orang Golongan IV.b : 1 (satu) orang Golongan IV.c : 1 (satu) orang
c. SDM menurut Tingkat Pendidikan adalah :
NO Tingkat Pendidikan Jumlah Presentase
1 S2 6 11,7%
2 S1 23 45,0%
3 D3 - -
4 SMA 21 41,1%
5 SMP 1 1,9%
JUMLAH 51 100%
d. Tenaga Kontrak : sebanyak : 2 (dua) orang
e. SDM Menurut Eselon :
NO Tingkat eselon Jumlah Jabatan kosong
1 II.b 1 -
2 III.a 4 -
3 IV.a 12 -
LAPKIN RO. ORPA f. Jumlah PNS yangmengikuti PIM Tk. IV, III, II tahun anggaran 2016, yaitu:
PIM IV = -
PIM III = 1 (satu) orang PIM II = -
g. Jumlah PNS Biro yang naik pangkat per- April sebanyak 5(lima) orang dan per- Oktober sebanyak 2(dua) orang pada tahun 2016.
h. Jumlah PNS yang mengikuti ujian dinas TK.I : 1 (satu) orang
i. Jumlah PNS yang mengikuti penyesuaian ijasah : 1 (satu) orang j. Jumlah PNS Pensiun tahun anggaran 2016, adalah : 1 (satu)orang k. Jumlah PNS yang dimutasikan :
Golongan III = 4 (empat) orang (mutasi sesuai pelantikan) namun demibangunnya budaya dan etos kerja
Rekapitulasi data PNS di lingkungan Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur dapat di lihat pada Tabel berikut ini.
No Gol
Jml
Per Gol Jml Per -Tingkat Pendidikan
S2 S1 D4 D3 D2 D1 SLTA SLTP SD
1
IV/e IV/d
IV/c 1 1
IV/b 1 1
IV/a 3 2 1
2
III/d 10 2 8
III/c 7 2 5
III/b 6 6 1
III/a 6 5 1
3
II/d
II/c 3 3
II/b 7 7
II/a 8 8
4 I/d
I/c 1 1
I/b I/a 4) Isu Strategis
Isu-isu strategis terkait eksistensi Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur
LAPKIN RO. ORPA
1. Dengan berlakunya PP Nomor 18 Pada tahun 2016 Tentang Perangkat Daerah sebagai amanat dari Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, ketentuan ini mengatur tentang pembidangan struktur organisasi yang nantinya akan menetukan berapa besar anggaran, sumberdaya manusia yang bermuara pada efisien dan efektifitas birokrasi pemerintah daerah.
Penetuan tipe dari suatu kelembagaan tergantung pada beban kerja perangkat daerah, ada 3(tiga) kriteria tipelogi perangkat daerah sesuai pasal 7 yaitu : 1) Tipe A yaitu mewadahi fungsi dengan beban kerja yang besar;
2) Tipe B yaitu mewadahi fungsi dengan beban kerja yang sedang;
3) Tipe A yaitu mewadahi fungsi dengan beban kerja yang kecil;
Besar tipe tergantung pada hasil pemetaan urusan pemerintahan daerah yang terdiri atas variabel :
a. Variabel umum dengan bobot 20%, dan terdiri atas indikator yatiu : a) Jumlah penduduk
b) Luas wilayah
c) Jumlah anggaran, pendapatan dan belanja daerah
b. Variabel teknis dengan bobot 80%, ditetapkan berdasarkan beban tugas utama pada setiap urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya serta fungsi penunjang urusan pemerintahn tersebut, baik di Provinsi maupun Kab/Kota.
Hal inilah yang menjadi isue utama Biro Organisasi dalam melaksanakan tugas pembentukan kelembagaan perangkat daerah, agar lebih dinamis, efisien, efektif sehingga dapat mengurangi belanja pegawai dan meningkatkan belanja publik.
2. Sistem Ketatalaksanaan yang efisien dan efektif.
Yang menjadi isue penting dalam bidang ketatalaksanaan adalah menyangkut pelaksanaan kebijakan dalam mekanisme presedur kerja yaitu :
1) Melakukan fasilitasi penyusunan standart operasional dan prosedur kerja (SOP), standard Pelayanan Minimal (SPM), Standart Pelayanan Publik (SPP) pada SKPD di lingkungan pemerintah Provinsi Papua
2) Penggunaan Tata Naskah Dinas (TND) yang benar sesuai Peraturan Gubernur Nomor 2 tahun 2012
3) Melakukan standarisasi sarana dan prasarana kerja, seperti perlengkapan
LAPKIN RO. ORPA
kantor, rumah dinas, kendaraan dinas jam kerja, tata hubungan antar SKPD dalam rangka optimalisasi hasil kerja guna meningkatkan kinerja.
4) Melakukan pengorganisasian sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah bagi SKPD dilingkungan pemrintah Provinsi Papua dan pembinaan bagi Kabupaten/Kota, sehingga pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan lebih terukur dan berkinerja terutama meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
3. Peningkatan kapasitas aparatur melalui analisis jabatan.
Hal yang menjadi isue utama adalah dengan berlakukanya PP Nomor 18 Tahun 2016 maka Biro Organisasi perlu segera menyiapkan :
1) Penyusunan uraian jabatan(analisis jabatan) untuk pemangku jabatan struktural dan pejabat fungsional.
2) Melakukan analisi beban kerja dan pelaksanaan evaluasi jabatan sehingga akan terukur berapa jumlah jabatan atau staf yang dibutuhkan dalam melaksanakaan tugas-tugas organisasi.
5) Lingkungan Strategis
Pencapaian sasaran strategis sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor yitu : 1. Faktor lingkungan internal
2. Faktor lingkungan eksternal
a. Faktor lingkungan internal yaitu terdiri dari : a) Networking yang luas
Sebagai lembaga/institusi yang menjalankan fungsi staf, Biro Organisasi dan PA memiliki jaringan kerja yang luas terutama dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi dan Kementerian Dalam Negeri R.I . Oleh karena itu Biro Organisasi dan PA dituntut untuk memberikan kontribusi aktif berupa rumusan kebijakan pembangunan administrasi dan aparatur pemerintahan sebagai solusi untuk memecahkan berbagai persoalan yang menyangkut administrasi negara terutama dalam membangun good governance.
LAPKIN RO. ORPA b) Adanya pembagian tugas pokok dan fungsi yang jelas
c) Adanya manajemen peningkatan SDM aparatur melalui diklat teknis dan dan fungsional
d) Tingkat pendidikan SDM aparatur yang memadai
e) Adanya dukungan pimpinan dalam pelaksanaan tugas-tugas organisasi terutama dalam mencapai sasaran strategis yang ditetapkan unit organisasi.
b. Faktor lingkungan eksternal, yaitu terdiri atas : a) Manajemen Sumber Daya Manusia
Sebagaimana dipaparkan di depan, secara kuantitatif SDM Biro Organisasi dan PA sebenarnya relative memadai. Namun dari sisi manajemen pengembangannya individu masih terdapat beberapa kelemahan internal yang diidentifikasi sebagai permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian. Salah satunya adalah kapasitas SDM internal yang masih relatif kurang optimal jika dikaitkan dengan beban kerja, termasuk kurangnya inovasi dan kreatifitas serta komitmen untuk pelaksanaan tugas-tugas yang optimal. Dampak dari kondisi ini antara lain adalah sulitnya bagi Biro Organisasi dan PA untuk bisa menjawab tuntutan pimpinan secara cepat dan tepat.
b) Tuntutan Reformasi Birokrasi
Tuntutan masyarakat adanya aparatur yang profesional perlu disiapkan dengan meningkatkan sumber daya manusia, kelembagaan, dan ketatalaksanaan. Biro Organisasi dan PA sebagai instansi yang mempunyai tugas dan fungsi dalam pengembangan sistem administrasi pemerintahan, dimana Biro Organisasi dan PA, mempunyai peran yang besar dalam pengembangan sistem tersebut.
c) Kurangnya komitmen dan ketaatan dalam peningkatan disiplin
Masih terintegrasi unsur subyektif sehingga dalam penegakan disiplin belum optimal, baik dari tingkat midle pimpinan sampai dengan tingkat botton pimpinan.
LAPKIN RO. ORPA
d) Distribusi PNS tidak sesuai kompetensi dan kebutuhan
Jumlah PNS di Biro Organisasi dan PA dari segi analisis beban kerja sudah tidak memadai bila dikaitkan dengan kebutuhan PNS Biro Organisasi, hal ini akan menyebabkan kurangnya optimalisasi capaian sasaran strategis organisasi karena tidak didukung dengan kompetensi aparatur.
e) kurangnya dukungan anggaran atas pelaksanaan program/kegiatan apalagi adanya sinergitas visi dan misi Gubernur dengan visi dan misi Biro Organisasi yang diterjemahkan dalam sasaran strategis organisasi yang harus dicapai untuk waktu 5 (lima) tahun anggaran
LAPKIN RO. ORPA BAB II
PERENCANAAN KINERJA
A. Rencana Stratejik
Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur SETDA Provinsi Papua telah menetapkan rencana strategis untuk masa periode 5 (lima) Tahun Anggaran yaitu Tahun 2014 s/d 2018, penyusunan perencanaan kinerja Biro berpedoman pada Renstra, Renstra Biro searah dengan RPJMD Provinsi Papua, melalui Renstra ditetapkan Indikator Kinerja Utama Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur SETDA Provinsi Papua, yang ditetapkan pada tanggal 24 Maret 2014. Ada 4 (empat) indikator kinerja utama yang termasuk dalan IKU Pemerintah Provinsi Papua Nomor 33 Tahun 2014, hal ini menjadikan Biro Organisasi harus menyiapkan data capaian atas pelaksanaan 4 (empat ) indikator tersebut, karena menjadi bagian dari LAPKIN Pemerintah Provinsi Papua, selain itu pada Tahun 2016 Biro Organisasi telah menettapkan Perjanjian Kinerja atas 6 sasaran strategis, dengan demikian akan lebih menguatkan sasaran, tujuan dan target sehingga outcome yang dicapai dapat berfungsi atau dapat diukur, tentu seluruh dokumen ini merupakan terjemahan dari Tugas pokok dan fungsi Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur..
6) Visi dan Misi Organisasi a. Pernyataan Visi
Untuk mewujudkan eksistensi Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur SETDA Provinsi Papua telah merumuskan visinya sesuai Rencana Strategis Tahun 2014 s/d 2018 adalah “Mewujudkan organisasi dan pendayagunaan aparatur yang berkualitas menuju ketatapemerintahan yang baik” Visi tersebut merupakan cita-cita yang akan diwujudkan dalam menata organisasi kelembagaan yang ideal, melalui kebijakan, program dan kegiatan.
b. Pernyataan Misi
Dalam rangka mewujudkan visi tersebut telah ditetapkan misi yang didalamnya mengandung tujuan dan sasaran organisasi yang akan dicapai serta menggambarkan tugas pokok dan fungsi Biro Organisasi Pendayagunaan Aparatur SETDA Provinsi Papua sebagai berikut :
LAPKIN RO. ORPA
Penjelasan dari masing-masing misi tersebut adalah sebagai berikut :
1) Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan analisis jabatan untuk mewujudkan Organisasi Pemerintah yang Rasional.
2) Meningkatkan Pembinaan sistem Ketatalaksanaan pemerintahan yang efesiensi dan efektifitas.
3) Meningkatkan kompetensi dan kapasitas sumberdaya aparatur yang akuntabel, profesional, bersih dan bebas KKN
1) Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan analisis jabatan untuk mewujudkan Organisasi Pemerintah yang Rasional.
Penataan kelembagaan perangkat daerah di lingkungan pemerintah Provinsi Papua di arahkan untuk membentuk struktur yang organisasi yang rasional, adaptif, transparan(tepat ukuran dan kaya fungsi) restrukturisasi kelembagaan perangkat daerah harus didahului dengan analisis beban kerja dan analisis jabatan, kesemuanya ini tidak mengurangi peran penting dari SKPD dalam memberikan masukan sebagai peran aktif dalam membentuk struktur sesuai kebutuhan daerah, hal inilah yang sangat penting sehingga tidak memperlebar rentan kendali. Analisis jabatan harus dilakukan atas Jabatan Struktural dan Jabatan fungsional perlu dikaji, dievaluasi guna mendapat informasi jabatan dalam penyusunan uraian/ikhtisar jabatan, dengan demikian dapat dirinci, dikaji, dievaluasi guna mendapat informasi jabatan dalam penyusunan uraian/ikhtisar jabatan akan diikuti dengan analisis beban kerja sehingga akan memberikan informasi tentang berapa jumlah aparatur yang dibutuhkan oleh satu jabatan, sehingga seluruh tugas akan terbagi habis (tidak ada aparatur yang tidak mendapatkan distribusi pekerjaan.
LAPKIN RO. ORPA
2) Meningkatkan Pembinaan sistem Ketatalaksanaan pemerintahan yang efesiensi dan efektifitas.
Arah kebijakan dalam bidang Ketatalaksanaan diwujudkan melalui penataan dan efisiensi sistem prosedur kerja, percepatan penerapan Standart Pelayanan Minimal (SPM) sesuai bidang urusan, peningkatan. indeks kepuasan masyarakat (IKM) melalui peningkatan pelayanan, efisiensi Standart Operasional Prosedur (SOP), serta Penilaian kinerja pelayanan publik yang bermuara pada peningkatan pelayanan prima(kualitas) dan pengelolaan barang/sarana dan prasarana kerja daerah.
3) Meningkatkan kompetensi dan kapasitas sumberdaya aparatur yang akuntabel, profesional, bersih dan bebas KKN
Peningkatan profesionalime SDM aparatur yang berbasis kompetensi dan transparan. yang diharapkan mampu mendorong mobilitas antar aparatur daerah di Provinsi dan Kab/Kota, meningkatkan pengawasan melekat secara berjenjang serta meningkatkan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah khususnya atas pelaksanaan prioritas program dan kegiatan sesuai TUPOKSI yang akan dipertanggungjawabkan kepada pemberi kebijakan.
LAPKIN RO. ORPA
B. Tujuan, Sasaran dan Program 1. Tujuan
Tujuan yang akan dicapai berdasarkan review rencana strategis Biro Organisasi Pendayagunaan Aparatur Setda Provinsi Papua dalam jangka waktu 1 (satu) anggaran , telah ditetapkan Biro Organisasi yang mengarah kepada kebijakan strategis dengan mempertimbangkan sumber daya dan kemampuan yang dimiliki organisasi.
Dibawah ini terdapat tujuan dari misi 1 s/d ke 3 untuk tahun anggaran 2016 sebagai berikut :
Tujuan dari misi pertama adalah :
1. Tertatanya kelembagaan perangkat daerah Provinsi 2. Tertatanya kelembagaan perangkat daerah Kab/Kota
3. Terwujudnya peningkatan analisis jabatan dalam penempatan pejabat sesuai ANJAB 4. Meningkatkan kinerja dan efisiensi organisasi
5. Peningkatan pemahaman aparatur tentang TUPOKSI unit kerja 6. Peningkatan sumberdaya aparatur dibidang analisis jabatan
Tujuan dari misi Kedua adalah :
2. Peningkatan tatalaksana pemerintahan yang efisien dan efektif khususnya administrasi pelayanan
3. Terbinanya penyelenggaraan pelayanan publik di lingkungan pemerintah Provinsi dan Kab/Kota
4. Terwujudnya penyusunan laporan SPM pada 9 bidang di Provinsi dan 15 Bidang SPM Kab/Kota yang harus diterapkan dan ditetapkan SPM dalam Peraturan Kepala Daerah
5. Terwujudnya standarisasi sarana dan prasarana kerja dan pengunaan pakaian dinas di Provinsi dan Kab/kota.
6. Peningkatan tatalaksana pemerintahan yang efisien dan efektif
Tujuan dari misi Ketiga adalah :
1. Peningkatan kualitas aparatur berbasisi kompetensi
2. Terwujudnya SAKIP dilingkungan Pemrintah Provinsi Papua dan Kab/Kota
LAPKIN RO. ORPA pemerintahan
4. Terfasilitasinya penyusunan IKU Provinsi Papua
5. Peningkatan jumlah dan kualitas LAKIP di lingkungan Pemerintah Provinsi dan 29 Kab/Kota
6. Meningkatnya disiplin aparatur
7. terwujudnya website data kompetensi Sumber daya aparatur di lingkungan Provinsi Papua
2. Sasaran
Sasaran adalah penjabaran dari tujuan secara terukur, yaitu sesuatu yang akan dicapai/dihasilkan secara nyata oleh Biro Organisasi dalam jangka waktu tertentu, penetapan sasaran strategis Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur tercermin dalam Renstra yang diimplementasikan dalam Indikator Kinerja Utama Biro serta Perjanjian Kinerja Biro Organisasi , kesemuanya akan menjadi ukuran keberhasilan atas pelaksanaan program dan kegiatan untuk TA. 20126. Pada Tahun 2016 sasaran strategis, pada penetapan kinerja sesuai indikator kinerja utama ditetapkan sebagai berikut :
No Tujuan Sasaran Strategis
No. Indikator Kinerja Target Satuan
1 2 3 4 5 6 7
1 Tertatanya kelembagaan perangkat daerah Provinsi dan Kab/Kota
Organisasi yang Tepat fungsi dan tepat ukuran
1 Persentase Organisasi Perangkat Daerah Pemerintah Provinsi Papua yang tepat fungsi dan tepat ukuran
6 SKPD %
2 Terwujudnya peningkatan analisis jabatan dalam penempatan pejabat sesuai ANJAB
Terwujudnya tata kelola jabatan yang baik
2 Persentase Organisasi Perangkat Daerah yang memiliki data uraian jabatan
9 SKPD %
3. Peningkatan tatalaksana pemerintahan yang efisien dan efektif
Terwujudnya pelaksanaan TUPOKSI yang efisien, efektif, responsif, transparan dan akuntabel
1 Persentase OPD yang memiliki SOP yang berkaitan dengan kinerja utama
50% %
Terwujudnya standarisasi sarana dan prasarana kerja dan penggunaan pakaian dinas di Provinsi dan Kabupaten/Kota
2 Jumlah SKPD yang telah melaksanakan penataan standarisasi sarana dan prasarana kerja
48 SKPD SKPD
LAPKIN RO. ORPA
Terwujudnya penyusunan laporan SPM pada 9 bidang di provinsi dan 15 bidang SPM Kabupaten/Kota yang harus diterapkan dan ditetapkan SPM dalam Peraturan Kepala SKPD
3 Jumlah Bidang yang memiliki Standar Pelayanan Minimal
6 Dokumen/
6 Bidang
Bidang
4 Terbinanya penyelenggaraan pelayanan publik dilingkungan pemerintah provinsi dan Kab/Kota
Tersusunya SPP pada SKPD di Provinsi Papua
1 jumlah SPP yang telah disusun dan diterapkan pada SKPD Provinsi Papua
5 SPP SPP
2 Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)
50 % %
5
Peningkatan jumlah dan kualitas LAKIP di lingkungan Pem.Provinsi dan 29 Kab/Kota
Meningkatnya akuntabilitas kinerja instansi pemerintah
1 Jumlah SKPD yang mengumpulkan LAKIP di Provinsi dan Kab/kota tepat waktu
48 SKPD/29 Kab/Kota
SKPD dan Kab/Kota
2 Nilai Evaluasi SAKIP B Nilai 6 Meningkatnya
disiplin aparatur
Meningkatnya disiplin aparatur
1 Rata-rata kehadiran PNS
90% %
3. Program
Biro Organisasi melaksanakan 2 (dua) program utama dan 4 (empat) program pendukung yang terdiri atas :
1) Program Utama terdiri atas
(1) Program penguatan kapasitas kelembagaan, merupakan program yang diajukan sesuai tugas pokok dan fungsi organisasi yang melekat pada 4 (empat) Bagian yaitu Bagian Kelembagaan, Bagian Analisis dan Formasi Jabatan, Bagian Ketatalaksanaan dan Bagian Pendayagunaan Aparatur : a. Penyusunan Uraian Jabatan di Lingkungan Pemerintah Provinsi Papua b. Penyusunan analisis beban kerja di lingkungan Pemerintah Provinsi
Papua
c. Penataan dan Penyusunan Pedoman Tata Ruang Kantor Pemerintah Provinsi Papua
d. Peningkatan disiplin dan kapasitas sumber daya aparatur dilingkungan Pemda Prov.Papua
e. Rapat Kerja Pembinaan dan peningkatan kapasitas Kelembagaan
LAPKIN RO. ORPA f. Fasilitasi Percepatan SPM dilingkungan Pemerintah Provinsi Papua g. Pelatihan Penyusunan SOP di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua h. Penataan Kelembagaan Perangkat Daerah Provinsi Papua
i. Penyusunan Data Kompetensi Sumber Daya Aparatur dilingkungn Pemerintah Provinsi Papua
j. Pengumpulan dan penyusunan data analisis Kebutuhan Jabatan Fungsional Tertentu di Lingkungan Pemerintah Provinsi Papua
k. Penyusunan LAPKIN dilingkungan Pemerintah Provinsi Papua l. Bimbungan teknis penataan OPD Provinsi Papua
m. Monitoring dan evaluasi data kelembagaan perangkat daerah Kab/Kota n. Sosiialisasi pakaian dinas PNS dilingkungan pemerintah Provinsi Papua o. Penyusunan IKU dilingkungan pemerintah Provinsi Papua
p. Penyusunan Roadmap Reformasi Birokrasi Provinsi Papua
q. Pembinaan Penyelenggaraan Pelayanan Publik di Lingkungan Pemerintah Provinsi Papua
r. Rapat Koordinasi Teknis Bidang Kelembagaan se Provinsi Papua
(2) Program Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Aparatur, terdiri atas beberapa kegiatan yanhg diarahkan untuk peningkatan SDM aparatur guna menunjang pelaksanaan tugas-tugas organisasi.terdiri atas kegiatan :
a. Pendidikan dan pelatihan Formal
b. Bimtek Pola Karier ASN di Lingkungan Pemerintah Provinsi Papua dan Kab./Kota
c. Bimtek Telaahan Staf Paripurna di Lingkungan Pemerintah Provinsi Papua
(3) Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan, yaitu merupakan kegiatan penyusunan pelaporan baik kinerja maupun keuangan yang terintegrasi dalam beberapa pelaporan yang harus disampaikan kepada pemerintah daerah terkait capaian dan realisasi dari target yang ditetapkan Biro Organisasi untuk tahun anggaran 2016. terdiri atas :
a. Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD
LAPKIN RO. ORPA b. Penyusunan pelaporan keuangan semesteran
c. Penyusunan pelaporan keuangan akhir tahun d. Penyusunan Renja, RKA dan Perubahan APBD
2) Program Pendukung, terdiri dari :
1) Program Pelayanan Administrasi Perkantoran, yaitu merupakan program pendukung atas pelaksanaan program utama, secara keseluruhan kegiatan ini diarahkan untuk peningkatan pelayanan administrasi, yang terdiri atas : a. Penyediaan Jasa Surat-Menyurat
b. Penyediaan Jasa pemeliharaan dan perizinan kendaraan dinas/operasional c. Penyediaan jasa perbaikan peralatan kerja
d. Penyediaan Alat Tulis Kantor
e. Penyediaan barang cetakan dan pengandaan
f. Penyediaan Bahan Bacaan & Peraturan Perundang-undangan g. Penyediaan Makanan & Minuman
h. Rapat-rapat Koordinasi & Konsultasi ke luar daerah
2) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur, yaitu kegiatan pelayanan administrasi atas sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk menunjang pelaksanaan tugas-tugas organisasi yang terdiri atas :
a. Pengadaan perlengkapan gedung kantor
b. Pemeliharaan Rutin/Berkala kendaraan dinas operasional c. Sewa Rumah dinas
3) Program Peningkatan Disiplin Aparatur, program ini diarahkan untuk meningkatkan persentase penggunaan pakaian dinas sesuai Peraturan Gubernur Papua Nomor 10 Tahun 2016. Melalui kegiatan :
a. Pengadaan Pakaian Dinas beserta perlengkapannya
LAPKIN RO. ORPA
C. Perencanaan dan Perjanjian Kinerja
Berdasarkan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih, yaitu RPJMD Pemerintah Provinsi Papua pada misi ke- 2, poin 1 “Mewujudkan Tatakelola pemerintahan yang baik, bersih dan berwibawa serta penguatan OTSUS” dan point 5
“Penataan sistem kelembagaan pemerintah daerah yang efektif, efisien dan akuntabel yang mencerminkan kebutuhan fungsi-fungsi pemerintahan” Biro Organisasi mengaktualisasikan ke dalam dokumen perencanaan Renstra , Renja, RKA-Biro dan DPA-Biro yang dilaksanakan melalui beberapa program/kegiatan sebagai cerminan tugas pokok dan fungsi. Telaahan visi dan misi Biro serta keterkaitan dengan RPJMD dapat dilihat pada tabel berikut :
Telaahan Visi dan Misi
Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur
PEMERINTAH PROVINSI PAPAPUA TELAAHAN BIRO ORGANISASI DAN
PENDAYAGUNAAN APARATUR VISI Papua Bangkit, Mandiri, Sejahtera Mewujudkan organisasi dan pendayagunaan aparatur
yang berkualitas menuju ketatapemerintahan yang baik
MISI ke-2 Mewujudkan Tatakelola
pemerintahan yang baik, bersih dan berwibawa serta penguatan OTSUS
1. Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan Analisis Jabatan mewujudkan organisasi Pemerintah daerah yang rasional.
2. Meningkatkan pembinaan Sistem
ketatalaksanaan pemerintahan yang efisiensi dan efektif.
3. Meningkatkan kompetensi dan kapasitas SDM aparatur yang akuntabel, profesional, bersih dan bebas KKN;
Pada point 1 Mewujudkan aparatur pemerintah yang profesional dan akuntabel
1. Mewujudkan aparatur yang disiplin, ber-etos kerja tinggi, berinovasi dan profesional 2. Mewujudkan aparatur yang berkompetensi Pada point 5 Penataan sistem kelembagaan
pemerintah daerah yang efektif, efisien dan akuntabel yang mencerminkan kebutuhan fungsi- fungsi pemerintahan
1. Tertatanya struktur kelembagaan perangkat daerah yang tepat ukuran dan tepat fungsi 2. Peningkatan kapasitas kelembagaan perangkat
daerah
3. Mewujudkan pembinaan kelembagaan perangkat daerah Kabupaten/Kota
4. Peningkatan fungsi ketetalaksanaan yang efisien dan efektif
LAPKIN RO. ORPA
Berdasarkan telaahan renstra tersebut dilakukan perencanaan kinerja merupakan langkah awal untuk melakukan pengukuran kinerja Biro Organisasi, di dalamnya menggambarkan visi, misi, tujuan, strategi, program, dan kegiatan instansi pemerintah berdasarkan tolok ukur kinerja.
Perjanjian Kinerja adalah lembar/dokumen yang berisikan penugasan dari pimpinan instansi yang lebih tinggi kepada pimpinan instansi yang lebih rendah, sebagai komitmen untuk mencapai target dari program/kegiatan yang disertai dengan indikator kinerja, kinerja yang dimaksud bukan hanya output tetapi kinerja (outcome) yang seharusnya terwujud akibat kegiatan tahun-tahun sebelumnya. Dengan demikian ada keterkaitan capaian antara pelaksanaan program/kegiatan dari Tahun 2014-2018.
Penetapan kinerja bermula dari adanya Perjanjian Kinerja kepala Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur Setda Provinsi Papua yang disepakati pada tanggal 29 April 2016 bersama Gubernur Papua, Perjanjian kinerja merupakan implementasi dari Penetapan Indikator Kinerja Utama Biro Organisasi yang ditetapkan untuk masa 5 Tahun anggaran, Dokumen Perjanjian Kinerja Tahun 2016, RKT Tahun 2016 dan IKU Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur terlampir.
D. Telahaan Renstra
Pada tahun anggaran 2016 Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur mendapat plafon anggaran sebesar Rp. 18.232.553.000,- yang terbagi dalam belanja langsung sebesar Rp 11.885.501.000,- dan belanja tidak langsung sebesar Rp 6.347.052.000,- untuk melaksanakan 6 program dan 39 kegiatan pembangunan, capaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja langsung dan tidak langsung pada program dan kegiatan dapat dilihat pada Tabel 1 Form F4 terlampir.
LAPKIN RO. ORPA
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
Hasil pengukuran kinerja beserta evaluasi sasaran Strategis Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur Setda Provinsi Papua Tahun 2016 disajikan melalui Laporan Kinerja sesuai ketentuan yang diamanatkan dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negera dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.
A. Pengukuran Kinerja dan Capaian Kinerja Organisasi
Adapun pengukuran kinerja dilakukan dengan cara membandingkan target setiap Indikator Kinerja Sasaran dengan realisasinya sebagai berikut :
Apabila semakin tinggi realisasinya menunjukkan semakin tinggi kinerjanya atau semakin rendah realisasinya menunjukkan semakin rendah kinerjanya, maka Capaian Kinerjanya mengunakan rumus :
Capaian Kinerja = realisasi x 100 target
Dalam memberikan penilaian tingkat capaian Kinerja setiap sasaran, menggunakan skala pengukuran 4 (empat) katagori sebagai berikut :
Tabel. 2. Skala Pengukuran Capaian Sasaran Kinerja Taun 2016 Dalam pengukuran capaian sasaran kinerja, skala yang digunakan adalah skala ordinal sebagai berikut :
NOMOR JUMLAH NILAI KATEGORI
1.
2.
3.
4.
5.
91 ≥ 76 ≥ 90 66 ≥ 75 51 ≥ 65 0 ≥ 50
Sangat berhasil Berhasil Cukup berhasil Kurang berhasil
Tidak Berhasil
LAPKIN RO. ORPA
Penetapan terhadap pengukuran kinerja sasaran strategis yang disajikan bukan hanya sasaran strategis yang ditetapkan dalam perjanjian kinerja SKPD sebagai implementasi Renstra dan IKU SKPD namun juga sasaran strategis yang menguatkan tugas-tugas organisasi untuk TA. 2016 sesuai dengan Visi B i r o O r g a n i s a s i d a n P e n d a y a g u n a a n A p a r a t u r “Mewujudkan organisasi dan pendayagunaan aparatur yang berkualitas menuju ketatapemerintahan yang baik” dan menyajikan Misi, Tujuan dan Sasaran adalah sebagai berikut :
MISI I
B. Capaian Sasaran dan Target dalam Kegiatan, sebagai berikut :
1. Restrukturisasi Kelembagaan Perangkat Daerah sesuai PP Nomor 18 Tahun 2016
Tujuan peningkatan pemahaman aparatur tentang penataan OPD dijabarkan melalui sasaran terlaksananya tupoksi SKPD di lingkungan Provinsi Papua dan Kab/Kota pada tabel berikut ini :
NO TUJUAN SASARAN
STRATEGIS
INDIKATOR
KINERJA TARGET
1
Tertatanya kelembagaan perangkat daerah Provinsi dan Kab/Kota
Persentase OPD Pemerintah Provinsi /Kab/Kota yang tepat fungsi dan tepat ukuran
Organisasi yang tepat fungsi dan tepat ukuran
42 urusan
Indikator kinerja, target dan realisasi dari sasaran ini disajikan dalam Tabel sebagai berikut :
NO INDIKATOR KINERJA
SASARAN TARGET REALISASI CAPAIAN(%) 1. Organisasi yang tepat fungsi dan
tepat ukuran
42 urusan 42 urusan 100%
Rata-rata presentase capaian sasaran 100%
Kegiatan ini dilaksanakan selama 6 hari berturut-turut pada tanggal 18 -23 Juli 2016 dengan menghadirkan Tim validasi data dari masing-masing Kementerian sesuai urusan bertempat di Sasana Krida Kantor Gubernur Papua. kegiatan ini Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan analisis jabatan untuk mewujudkan Organisasi Pemerintah yang Rasional.
LAPKIN RO. ORPA
ditetapkan berdasarkan perhitungan jumlah nilai variabel beban kerja yaitu variabel teknis dan variabel umum. Penataan PEREKDA diarahkan pada OPD yang efisien, efektif, rasional sesuai kebutuhan nyata dan kemampuan daerah.terlampir hasil validasi data dilingkungan Pemerintah Provinsi dan Kab/kota. Berdasarkan pengukuran capaian sasaran dalam kategori “Sangat berhasil” dengan capaian 100%.
Dokumentasi kegiatan validasi data kelembagaan Perekda Provinsi dan 29 Kab/Kota, di gedung Sasana Krida Kantor Gubernur Papua.
2. Penataan Kelembagaan Perangkat Daerah Provinsi
Tujuan peningkatan pemahaman aparatur tentang penataan OPD dijabarkan melalui sasaran terlaksananya tupoksi SKPD di lingkungan Provinsi Papua pada tabel berikut ini :
LAPKIN RO. ORPA
NO TUJUAN SASARAN
STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET
1
Tertatanya kelembagaan perangkat daerah Provinsi dan Kab/Kota
Organisasi yang Tepat fungsi dan tepat ukuran
presentase OPD pemerintah provinsi yang tepat fungsi dan tepat ukuran
90%
Indikator kinerja, target dan realisasi dari sasaran ini disajikan dalam Tabel sebagai berikut :
NO INDIKATOR KINERJA
SASARAN TARGET REALISASI CAPAIAN(%) 1.
presentase OPD pemerintah Provinsi yang tepat fungsi dan tepat ukuran
90% 90% 100%
Rata-rata presentase capaian sasaran 100%
Indikator kinerja presentase OPD pemerintah Provinsi yang tepat fungsi dan tepat ukuran terealisasi dengan jumlah capaian sasaran 100%, dengan demikian outcome dari kegiatan ini ditandai dengan terisinya jabatan struktural dengan adanya pelantikan pada tanggal 27 Pebruari 2017 bagi pejabat eselon I, II, III dan IV dilingkungan Pemerintah Provinsi Papua.
pelaksanaan kegiatan diawali dengan evaluasi atas PERDA Nomor 11, 12 dan 13 Tahun 2013 yang berpedoman pada PP Nomor 18 tahun 2016 tentang Perangkat Daerah, karena adanya perubahan paradigma tentang penataan OPD yang harus memperhatikan pembagian urusan, kriteria variabel umum dan teknis yang pada akhirnya akan membentuk tipologi OPD sesuai kriteria/tipe.
Pada awal Tahun 2016 DPRP Papua telah memberikan pesetujuan terhadap rancangan PERDA Provinsi Papua yaitu melalui Surat Nomor 09/DPRP/2016, tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, selanjutnya Biro Hukum SETDA Provinsi Papua memproses dan menetapkan :
1. PERDA Provinsi Papua Nomor 2 tahun 2016 tentang Perubahan atas PERDA Provinsi Papua Nomor 12 Tahun 2013 Organisasi dan Tatakerja Dinas-Dinas Daerah Provinsi Papua;
2. PERDA Provinsi Papua Nomor 3 tahun 2016 tentang Perubahan atas PERDA Provinsi Papua Nomor 13 Tahun 2013 Organisasi dan Tatakerja Inspektorat, BAPPEDA, Lembaga Teknis Daerah dan Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi
LAPKIN RO. ORPA
3. Peraturan Gubernur Papua Nomor 32 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah Provinsi Papua
4. Peraturan Gubernur Papua Nomor 33 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Papua Provinsi Papua
5. Peraturan Gubernur Papua Nomor 34 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua
6. Peraturan Gubernur Papua Nomor 61 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat Provinsi Papua
7. Peraturan Gubernur Papua Nomor 62 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Papua
8. Peraturan Gubernur Papua Nomor 63 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Papua
9. Peraturan Gubernur Papua Nomor 64 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengelola Keuangan dan Asset Daerah Provinsi Papua
10. Peraturan Gubernur Papua Nomor 66 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Papua
11. Peraturan Gubernur Papua Nomor 67 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Umum Daerah Jayapura Provinsi Papua
12. Peraturan Gubernur Papua Nomor 67 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Umum Daerah Abepura Provinsi Papua
13. Peraturan Gubernur Papua Nomor 65 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Provinsi Papua
14. Peraturan Gubernur Papua Nomor 70 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Papua
15. Peraturan Gubernur Papua Nomor 68 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Papua
16. Peraturan Gubernur Papua Nomor 35 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Kesehatan Provinsi Papua
17. Peraturan Gubernur Papua Nomor 36 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pendidikan Provinsi Papua
18. Peraturan Gubernur Papua Nomor 53 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Papua
19. Peraturan Gubernur Papua Nomor 59 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata
LAPKIN RO. ORPA Kerja Dinas Sosial, Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Papua
20. Peraturan Gubernur Papua Nomor 42 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua
21. Peraturan Gubernur Papua Nomor 41 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Papua
22. Peraturan Gubernur Papua Nomor 43 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pariwisata Provinsi Papua
23. Peraturan Gubernur Papua Nomor 45 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua
24. Peraturan Gubernur Papua Nomor 49 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Kehutanan Provinsi Papua
25. Peraturan Gubernur Papua Nomor 38 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Perkebunan Provinsi Papua
26. Peraturan Gubernur Papua Nomor 40 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Papua
27. Peraturan Gubernur Papua Nomor 50 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pengelola Lingkungan Hidup Provinsi Papua
28. Peraturan Gubernur Papua Nomor 48 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Papua
29. Peraturan Gubernur Papua Nomor 51 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Papua
30. Peraturan Gubernur Papua Nomor 46 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Perhubungan Provinsi Papua
31. Peraturan Gubernur Papua Nomor 52 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Olahraga dan Pemuda Provinsi Papua
32. Peraturan Gubernur Papua Nomor 55 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Provinsi Papua
33. Peraturan Gubernur Papua Nomor 54 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung Provinsi Papua
34. Peraturan Gubernur Papua Nomor 44 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi
LAPKIN RO. ORPA
35. Peraturan Gubernur Papua Nomor 56 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua
36. Peraturan Gubernur Papua Nomor 39 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Papua
37. Peraturan Gubernur Papua Nomor 58 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Papua
38. Peraturan Gubernur Papua Nomor 47 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Kebudayaan Provinsi Papua
39. Peraturan Gubernur Papua Nomor 57 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Provinsi Papua Jumlah SKPD sesuai PERDA tersebut sebanyak 51 SKPD yang terdiri dari : 1 Sekda, 3 asisten Sekda, 10 Biro, 26 Dinas Daerah dan 15 SKPD yang terdiri dari Bappeda, Inspektorat dan Lembaga Teknis Daerah serta Satpol PP.
SKPD baru terdiri atas 5 SKPD yaitu : 1 Biro ULP Setda Provinsi Papua 2 Biro Perbatasan Setda Provinsi Papua 3 Biro Otonomi Khusus Setda Provinsi Papua 4 Dinas Kebudayaan Provinsi Papua
5 Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Papua
dalam melakukan penataan kelembagaan Perangkat daerah Biro Organisasi membentuk Tim Restrukturisasi Kelembagaan Perangkat Daerah Nomor 188.4/299/Tahun 2016 tentang Pembentukan Tim Restrukturisasi Kelembagaan Perangkat Daerah Provinsi Papua dengan melibatkan beberapa instansi yang terkait.
Dibawah ini adalah uraian tentang capaian pelaksanaan kegiatan selama 4 (empat) tahun anggaran sebagi berikut :
NO URAIAN 2013 2014 2015 2016
1 JUMLAH PERDA DAN PERATURAN GUBERNUR (SKPD) YANG DIBENTUK
PERDA 2013 TERDIRI DARI 48 SKPD
PERGUB UPTD, UPTB DAN PEMBIDAN GAN TUGAS ASISTEN SEKDA
REVISI PERDA 2013 ATAS 8 SKPD
PERDA 2016, DAN
PERGUB 2016
REALISASI 100% 100% 100% 100%
LAPKIN RO. ORPA
Pada Tahun 2013 dari target 4 (empat) pembentukan PERDA terealisasi 4 (empat) yaitu ditetapkan PERDA Nomor 11, 12 dan 13 Tahun 2013 tentang SOTK SETDA dan Setwan DPRP Provinsi Papua, Dinas Daerah dan Bappeda, Inspektorat dan Lembaga Teknis Daerah dan PERDA Nomor 7 Tahun 2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Provinsi Papua dengan capaian persentase 100%, kemudian ditindaklanjuti dengan pembentukan Peraturan Gubernur Nomor 18 dan 19 tentang Organisasi dan Tata Kerja UPTD dan UPTB serta Peraturan Gubernur Nomor 4 Tahun 2014 tentang Pembidangan Tugas Asisten Sekretaris Daerah dengan capaian persentase 100%. Pada Tahun 2015 tujuan dan sasaran strategis di ikutkan pada Kegiatan Sosialisasi dengan tujuan dan sasaran yang berbeda namun, karena tuntutan TUPOKSI Organisasi dengan adanya beberapa SKPD yang mempunyai TUPOKSI yang tumpang tindih maka dilakukan revisi atas 8 (delapan) SKPD Provinsi Papua dan pada Tahun 2016 melalui sasaran Organisasi yang Tepat fungsi dan tepat ukuran dengan indikator presentase OPD pemerintah provinsi yang tepat fungsi dan tepat ukuran dilakukan pembentukan OPD dengan berpedoman pada PP Nomor 18 tahun 2016 tentang Peramgkat Daerah maka dibentuk PERDA sebagaimana disebutkan pada hal 29.dengan capaian persentase sasaran 100% , dengan demikian pada Tahun 2017 tugas Biro Organisasi tinggal menata UPTD dan UPTB di Provinsi Papua.
3. Rapat kerja pembinaan dan Peningkatan Kapasitas kelembagaan Perangkat Daerah Kab/Kota se Papua
Tujuan Tertatanya kelembagaan perangkat daerah Provinsi dan Kab/Kota dijabarkan melalui indikator adanya data kelembagaan perangkat daerah kabupaten/kota :
NO TUJUAN SASARAN
STRATEGIS
INDIKATOR KINERJA
TARGET 1 Tertatanya
kelembagaan perangkat daerah Kab/Kota
Terwujudnya koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan simplifikasi kelembagaan Kabupaten/Kota
Jumlah Rekomendasi yang disepakati dan ditindaklanjuti
29
Kabupaten/Kota
LAPKIN RO. ORPA
NO
INDIKATOR KINERJA
SASARAN TARGET REALISASI CAPAIAN(%) 1. Jumlah Rekomendasi
yang disepakati dan ditindaklanjuti
29 Kabupaten/Kota 25Kabupaten/Kota 86,20%
Rata-rata presentase capaian sasaran 86,20%
Pencapaian indikator kinerja sasaran dari target yang ditetapkan mencapai 86,20% dan mendapat kategori “berhasil”
Melalui indikator Jumlah Rekomendasi yang disepakati dan ditindaklanjuti terdiri atas : A. Rekomendasi Bagi Pemerintah Pusat
1. Pemerintah Pusat perlu lebih aktif melakukan upaya sikronisasi dan harmonisasi peraturan perundang undanga, terutama yang berkaitan dengan pemerintah Daerah. Lebih aktif ini dibutuhkan karena terdapat Kabupaten yang belum dapat melaksanakan Peraturan Pemerintah, menimbulkan kebingungan, bahkan menimbulkan polemik baru di lingkungan pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota;
B. Rekomendasi Bagi Kabupaten/Kota
1. Kabupaten/Kota perlu melakukan percepatan pengisian indikator pembentukan perangkat daerah dengan menggunakan indikator yang sudah tercantum dalam RPP tentang Perangkat Daerah.
2. Bupati/Walikota perlu membentuk Tim yang bertugas melakukan koordinasi, sinkronisasi dan validasi pengisian indikator pembentukan perangkat daerah di kabupaten/kota masing-masing.
3. Melakukan langkah percepatan dengan mempersipakan naskah akademik dan rancangan peraturan daerah tentang perangkat daerah sesuai dengan hasil pemetaan indikator perangkat daerah.
4. Biro Organisasi Provinsi Papua perlu lebih aktif melakukan koordinasi dan pembinaan dengan kabupaten/kota dan koordinasi dengan pemerintah pusat dalam rangka percepatan pembentukan perangkat daerah sesuai dengan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
Hasil rekomendasi ini menjadi dasar/kesepakatan bersama antar 29 Kab/Kota dalam menyikapi pemberlakuan Peraturan Penganti PP Nomor 41 Tahun 2007, rekomendasi ini juga disampaikan kepada Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri R.I sebagai masukan atas pembentukan rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti PP Nomor 41 Tahun 2007 tentang OPD.
LAPKIN RO. ORPA
4. Monitoring dan Evaluasi Data Kelembagaan Perangkat Daerah Kab/Kota
Tujuan Tertatanya kelembagaan perangkat daerah Kabupaten/Kota dijabarkan melalui indikator adanya data kelembagaan perangkat daerah kabupaten/kota :
NO TUJUAN SASARAN
STRATEGIS
INDIKATOR
KINERJA TARGET 1 Tertatanya
kelembagaan perangkat daerah Kabupaten/Kota
Terfasilitasinya penyusunan kelembagaan Kab/Kota
Jumlah Kab/kota yang tertata OPD sesuai perundang- undangan
18 Kabupaten
Indikator kinerja, target dan realisasi dari sasaran ini disajikan dalam Tabelsebagai berikut :
NO INDIKATOR KINERJA
SASARAN TARGET REALISASI CAPAIAN(%) 1.
Jumlah Kab/kota yang tertata OPD sesuai perundang- undangan
18(delapan belas) Kabupaten
18(delapan belas) Kabupaten
100%
Rata-rata presentase capaian sasaran 100%
Pencapaian indikator kinerja sasaran dari target yang ditetapkan mencapai 100% dan mendapat kategori “sangat berhasil”
Melalui indikator Jumlah Kab/kota yang tertata OPD sesuai perundang-undangan maka akan memberikan informasi tentang rancangan PERDA yang telah dibuat oleh 18 Kabupaten terkait (nomenklatur struktur kelembagaan, jumlah eselonisasi pada SETDA, Dinas Daerah, Lembaga Teknis Daerah, Inspektorat, Bappeda dan Satpol PP), sebagai implementasi PP Nomor 18 tahun 2016 tentang Perangkat Daerah, penataan kelembagaan perangkat daerah diarahkan pada struktur yang efisien, efektif tepat ukuran dan tepat sasaran sesuai kriteria/tipe dalam PP Nomor 18 Tahun 2016.
5. Rapat Koordinasi Teknis Bidang Kelembagaan se Provinsi Papua
Tujuan Tertatanya kelembagaan perangkat daerah Provinsi dan Kabupaten/kota dijabarkan dalam indikator yaitu Jumlah rekomendasi yang disepakati dan ditindaklanjuti :
LAPKIN RO. ORPA
NO TUJUAN SASARAN
STRATEGIS
INDIKATOR
KINERJA TARGET
1
Tertatanya kelembagaan perangkat daerah Provinsi
Terwujudnya koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan simplifikasi kelembagaan Provinsi
Jumlah aparatur dan Rekomendasi yang disepakati dan ditindaklanjuti
200 Aparatur
Indikator kinerja, target dan realisasi dari sasaran ini disajikan dalam Tabel sebagai berikut :
Berdasarkan pengukuran sasaran terhadap indikator dan target yang ditetapkan termasuk dalam kategori “Sangat Berhasil” , dengan capaian 100%.
Hasil rekomendasi mencakup rekomendasi dibidang kelembagaan, analisis jabatan, ketatalaksanaan dan pendayagunaan aparatur yang merupakan kesepakatan bersama dari para pimpinan (Asisten yang membidangi Organisasi, para kepala Bagian Organisasi dari 16 Kab/kota yang hadir. Rekomendasi ini di sampaikan ke Kementerian Dalam Negeri R.I. sebagai bahan dalam Rakornas Organisasi Se Provinsi dan Kabupaten/Kota di Jakarta.
6. Bimtek Analisis Kebutuhan JAFUNG Tertentu di Lingkungan Pemerintah Provinsi Papua
Tujuan Meningkatnya kinerja dan efisiensi organisasi birokrasi dijabarkan dalam sasaran dan indikator sebagai berikut :
NO TUJUAN SASARAN
STRATEGIS
INDIKATOR
KINERJA TARGET
1
Meningkatnya kinerja dan efisiensi organisasi birokrasi
Tersusunnya data jabatan fungsional tertentu di lingkungan pemerintah Provinsi Papua
jumlah jabatan fungsional tertentu pada SKPD di Provinsi Papua
38 SKPD NO INDIKATOR
KINERJA SASARAN TARGET REALISASI CAPAIAN(%) 1. Jumlah aparatur dan
Rekomendasi yang disepakati dan ditindaklanjuti
200 Aparatur 200 Aparatur 100%
Rata-rata presentase capaian sasaran 100%
LAPKIN RO. ORPA
Indikator kinerja, target dan realisasi dari sasaran ini disajikan dalam Tabel sebagai berikut :
NO INDIKATOR KINERJA
SASARAN TARGET REALISASI CAPAIAN(%) 1. jumlah jabatan fungsional
tertentu pada SKPD di Provinsi Papua
38 SKPD 26 SKPD 73,68%
Rata-rata presentase capaian sasaran 73,68%
Berdasarkan pengukuran pada sasaran, indikator dan target yang ditetapkan berada dalam kategori “Cukup Berhasil” dengan capaian persentase sasaran 73,68%, Tahun 2016 Biro Organisasi melalui Bagian Analisis dan Formasi Jabatan melakukan rekapitulasi perhitungan kebutuhan JAFUNG baik JAFUNG Tertentu dan JAFUNG Umum pada 38 SKPD dilingkungan Provinsi Papua yang dilaksanakan pada Tanggal 29-30 September 2016, dari 38 SKPD hanya 26 SKPD yang menyampaikan data rekap sedangkan 10 SKPD belum mengajukan data rekap tersebut, data rekap yang sudah terkumpul dan yang belum terkumpul akan dikoordinasikan oleh Biro Organisasi ke SKPD yang bersangkutan, terkait penetapan SK. Gubernur khusus untuk JAFUNG tertentu. untuk mempercepat penginputan data pada 10 SKPD Biro Organisasi membentuk Tim/Kelompok kerja yang terdiri atas Pejabat eselon III, IV dan Staf untuk mengawal penginputan data JAFUNG SKPD, Tim melakukan kunjungan ke SKPD dan membuka klinik pendampingan selama seminggu sesuai Surat Perintah Kepala Biro Organisasi Nomor 872/001/Ro.Orpa, Tanggal 20 Mei 2016, muara dari pengumpulan data ini akan menjadi bahan evaluasi terhadap Peraturan Gubernur Papua Nomor 37 Tahun 2011 Tentang Jenis dan kebutuhan JAFUNG tertentu di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua.
Hal-hal yang perlu segera tindaklanjuti adalah :
a. Biro Organisasi Perlu meningkatkan fungsi koordinasi dan komunikasi ke SKPD penyusun evaluasi JAFUNG tertentu, sehingga capaian target dari kegiatan dapat tercapai.
LAPKIN RO. ORPA
7. Bimtek Penataan OPD Provinsi Papua
Tujuan Meningkatnya kinerja dan efisiensi organisasi birokrasi dijabarkan dalam sasaran dan indikator sebagai berikut :
NO TUJUAN SASARAN STRATEGIS INDIKATOR
KINERJA TARGET
1
peningkatan
pemahaman aparatur tentang TUPOKSI unit kerja
Terlaksananya TUPOKSI SKPD dilingkungan Provinsi Papua sesuai ketentuan yang berlaku
Persentase pelaksanaan TUPOKSI unit kerja dengan baik
90%
Indikator kinerja, target dan realisasi dari sasaran ini disajikan dalam Tabel sebagai berikut :
NO INDIKATOR KINERJA
SASARAN TARGET REALISASI CAPAIAN(%) 1
Persentase pelaksanaan TUPOKSI unit kerja dengan baik
90% 90% 100%
Rata-rata presentase capaian sasaran 100%
Indikator Persentase pelaksanaan TUPOKSI unit kerja dengan baik, kegiatan ini untuk meningkatkan SDM aparatur pada Bagian Kelembagaan menyikapi pemberlakuan Pengganti Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat daerah, Pemerintah Provinsi Papua dalam hal ini Biro Organisasi akan melakukan penataan OPD dilingkungan Provinsi dan pembinaan bagi 29 Kab/Kota, oleh karena itu kesiapan SDM aparatur sangat penting, karena peraturan Pemerintah ini sudah lama dinantikan oleh Birokrat di Provinsi maupun Kab/kota.
Berdasarkan pengukuran pada sasaran, indikator dan target yang ditetapkan berada dalam kategori “Sangat Berhasil” dengan capaian 100%.
8. Penyusunan Uraian Jabatan dilingkungan pemerintah Provinsi Papua
Tujuan Terwujudnya peningkatan analisis jabatan dalam penempatan pejabat sesuai ANJAB, sebagaimana tergambar pada tabel berikut :
LAPKIN RO. ORPA
NO TUJUAN SASARAN
STRATEGIS
INDIKATOR
KINERJA TARGET 1 Terwujudnya
peningkatan analisis jabatan dalam penempatan pejabat sesuai ANJAB
Terwujudnya tata kelola jabatan yang baik
Persentase OPD yang memiliki data uraian jabatan
11 SKPD
Penetapan PERDA Nomor 11,12 dan 13 tahun 2013 tentang Organisasi dan Tatakerja Sekretariat Daerah dan Sekretariat DPRP Provinsi Papua, Dinas Daerah dan Lembaga Teknis Daerah, telah dilakukan penyusunan uraian Jabatan bagi pejabat struktural dan fungsional umum sehingga akan memberikan informasi tentang uraian dari jabatan dan kompetensi apa yang harus dimiliki oleh pejabat yang duduk dalam jabatan tersebut.
Indikator kinerja, target dan realisasi dari sasaran dapat dilihat pada tabel berikut :
NO INDIKATOR TARGET REALISASI PERSENTASE (%) 1 Persentase OPD yang
memiliki data uraian jabatan
11 SKPD 11 SKPD 100%
Rata-rata presentase capaian sasaran 100%
NO INDIKATOR 2014 2015 2016
1 Persentase OPD yang memiliki data uraian jabatan
19 SKPD 14 SKPD 11 SKPD
Dengan demikian pada Tahun 2016 jumlah SKPD mempunyai uraian jabatan adalah 44 SKPD, tinggal 4 (empat) SKPD yang belum dilakukan penyusunan uraian jabatan dan diharapkan pada Tahun 2017 target 48 SKPD dapat tercapai, dengan demikian capaian kinerja sasaran 100%. berada pada kategori “Sangat Berhasil”.
Hal-hal yang perlu dilakukan untuk mempercepat penyusunan uraian jabatan dan formasi jabatan adalah :
1. Mempersiapkan Tim analisis perwakilan dari masing-masing SKPD yang
LAPKIN RO. ORPA
2. Melakukan Bimtek analisis jabatan sesuai kriteria dan standart Mutu bagi Tim dalam mempersiapkan SDM aparatur menjadi penganalisis jabatan pada masing-masing SKPD.
3. Melakukan pendampingan penyusunan dan analisis jabatan pada SKPD.
4. Melakukan koordinasi dan rapat-rapat dalam penyusunan uraian jabatan dan formasi jabatan SKPD.
menyikapi penetapan PERDA dan PERGUB OPD 2017 maka Biro Organisasi akan melakukan penyesuaikan dengan kedua regulasi tersebut, karena jumlah OPD bertambah dari 48 menjadi 51 OPD, begitupula adaperubahan nomenklatur OPD dan nomenklatur Jabatan Struktural OPD serta pembidangan organisasi, maka harus disesuaikan dan akan ditetapkan dengan Peraturan Gubernur.
9. Penyusunan Analisis Beban Kerja dilingkungan Pemrintah Provinsi Papua Tujuan terwujudnya tata kelola jabatan yang baik dijabarkan dalam sasaran yang dapat diukur dengan indikator persentase OPD yang memiliki data formasi jabatan tergambar dalam Tabel sebagai berikut :
NO TUJUAN SASARAN STRATEGIS
INDIKATOR
KINERJA TARGET
1
Peningkatan sumber daya aparatur dibidang ANJAB
Terwujuudnya tatakelola jabatan yang baik
Persentase OPD yang memiliki data formasi jabatan
4 SKPD
Untuk tahun 2014-2016 penyusunan formasi telah dilakukan secara bertahab untuk formasi jabatan berisikan informasi tentang : (a) jenis pekerjaan; (b) sifat pekerjaan; (c) perkiraan beban kerja; (d) perkiraan kapasitas pegawai; (e) kebijakan pelaksanaan pekerjaan; (f) jenjang dan jumlah jabatan serta pangkat; (g) peralatan yang tersedia.
Indikator kinerja, target dan realisasi dari sasaran ini disajikan dalam Tabel sebagai berikut :
NO INDIKATOR KINERJA SASARAN
TARGET REALISASI CAPAIAN(%)
1.
Persentase OPD yang memiliki data formasi jabatan
4 SKPD 4 SKPD 100%
Rata-rata presentase capaian sasaran 100%