• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUKUM PENGANGKUTAN LAUT DI INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "HUKUM PENGANGKUTAN LAUT DI INDONESIA"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

HUKUM PENGANGKUTAN LAUT DI INDONESIA

(2)

Pengangkutan

• Pengangkutan darat

• Pengangkutan laut

• Pengangkutan udara

HUKUM Transportasi yang semakin maju dan lancarnya pengangkutan, sudah pasti akan menunjang pelaksanaan pembangunan yaitu berupa penyebaran kebutuhan pembangunan, pemerataan pembangunan, dan distribusi hasil pembangunan di berbagai sektor ke seluruh pelosok tanah air, misal sektor industri, perdagangan, pariwisata dan pendidikan

(3)

Dari pembahasan singkat latar belakang maka kami membatasi materi dengan rumusan masalah sebagai berikut :

1. Bagaimana pengertian pengangkutan dan perjanjian pengangkutan?

2. Bagamana pengertian pengangkutan laut?

3. Siapakah pihak-pihak dalam pengangkutan laut?

4. Bagaimana terjadinya perjanjian pengangkutan laut?

5. Bagaimana akibat yang timbul dari perjanjian pengangkutan laut?

6. Apa manfaat dan fungsi pengangkutan laut?

Rumusan Masalah

(4)

A. Pengertian pengangkutan dan perjanjian pengangkutan

1. Pengangkutan

Menurut arti kata, angkut berarti mengangkat dan membawa, memuat atau mengirimkan. Pengangkutan artinya usaha membawa, mengantar atau memindahkan orang atau barang dari suatu tempat ke tempat yang lain.

Jadi, dalam pengertian pengangkutan itu tersimpul suatu proses kegiatan atau gerakan dari suatu tempat ke tempat lain. Pengangkutan dapat diartikan sebagai pemindahan barang dan manusia dari tempat asal ke tempat tujuan.

Dalam hal ini terkait unsure-

unsur pengangkutan sebagai berikut : A. Ada sesuatu yang diangkut.

B. tersedianya kendaraan sebagai alat angkutan.

C. ada tempat yang dapat dilalui alay angkutan.

Pengangkutan dapat diartikan sebagai pemindahan barang dan manusia dari tempat asal ke tempat tujuan.

(5)

Menurut pendapat R. Soekardono, SH

berisikan perpindahan tempat baik mengenai benda-benda maupun mengenai orang-orang, karena perpindahan itu mutlak perlu untuk mencapai dan meninggikan manfaat serta efisiensi. Adapun proses dari pengangkutan itu merupaka gerakan dari tempat asal dari mana kegiatan angkutan dimulai ke tempat tujuan dimana angkutan itu diakhiri.

angkutan dimulai angkutan berakhiri

tujuan

(6)

2. Perjanjian Pengangkutan

Mengenai pengertian perjanjian pengangkutan di dalam Buku II Kitab Undang-Undang Hukum Dagang tidak diberikan definisinya. Perjanjian pengangkutan itu sendiri bersifat konsensuil, sehingga untuk terciptanya perjanjian pengangkutan tidak diperlukan adanya syarat tertulis, jadi hanya bersifat konsensuil.

Di dalam Pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata disebutkan tentang syarat sahnya perjanjian:

1. Sepakat mereka yang mengikat dasarnya 2. Kecakapan untuk membuat suatu perikatan 3. Suatu hal tertentu

4. Suatu sebab halal

(7)

Menurut pendapat Profesor R. Subekti, SH

dimaksud dengan perjanjian pengangkutan yaitu suatu perjanjian dimana satu pihak menyanggupi untuk dengan aman membawa orang/barang dari satu tempat ke tempat lain, sedangkan pihak lain menyanggupi akan membayar ongkosnya.

Sedangkan menurut pendapat H.M.N. Purwosutjipto, SH yang dimaksud dengan perjanjian pengangkutan adalah perjanjian antara pengangkut dengan pengirim, dimana pengangkut mengikatkan dirinya untuk menyelenggarakan pengangkutan barang dan atau orang dari suatu tempat ke tempat tujuan tertentu dengan selamat, sedangkan pengirim

mengikatkan diri untuk membayar uang angkutan.

(8)

B. Pengertian pengangkutan laut

Pengertian pengangkutan laut menurut Pasal 466 dan Pasal 521 KUHD adalah : Pasal 466 KUHD :

“Pengangkutan adalah barang siapa yang baik dalam persetujuan charter menurut waktu atau charter menurut perjalanan, baik dengan persetujuan lain, mengikatkan diri untuk menyelenggarakan pengangkutan yang seluruhnya atau sebagian melalui lautan.”

Pasal 521 KUHD :

“Pengangkutan dalam arti bab ini adalah barang siapa yang baik dengan charter menurut waktu atau charter menurut perjalanan, baik dengan persetujuan lain, mingikatkan diri untuk menyelenggarakan pengangkutan angkutan orang (penumpang), seluruhnya atau sebagian melalui lautan.”

Alternatif di minati masyarkat

biaya yang relatif

murah

Mengangkut barang yang banyak

sekaligus

(9)

Menurut Hamdani

yang dimaksud angkutan muatan laut adalah suatu usaha pelayaran yang bergerak dalam bidang jasa angkutan muatan laut dan karenanya merupakan bidang usaha yang luas bidang kegiatanya dan memegang peranan penting dalam usaha memajukan perdagangan dalam dan luar negeri.

Menurut The Hague Rules 1924

pengangkutan adalah termasuk kapal atau

pengguna kapal atau pengguna penyediaan kapal dalam hal kapal dicarter telah mengadakan

perjanjian pengangkutan

(10)

C. Pihak-pihak dalam pengangkutan laut

Didalam perjanjian pengangkutan terlibat dua pihak, yaitu :

Pihak Pengangkut (penyedia jasa angkutan), yakni merupakan pihak yang berkewajiban memberikan pelayanan jasa angkutan barang dan berhak atas penerimaan pembayaran tarif angkutan sesuai yang telah diperjanjikan.

• Pihak pengirim barang (pengguna jasa angkutan) yakni merupakan pihak yang berkewajiban untuk membayar tarif angkutan sesuai yang telah disepakati untuk memperoleh pelayanan jasa angkutan atas barang yang dikirimkannya.

• Pihak penerima barang (pengguna jasa angkutan) yakni sama dengan pihak pengirim dalam hal pihak pengirim dan penerima adalah merupakan subjek yang berbeda. Namun ada kalanya pihak pengirim barang juga merupakan pihak penerima barang yang diangkut.

Pihak pihak yang disebutkan diatas merupakan pihak yang harus ada dalam pengangkutan barang melalui laut. Selain pihak pihak tersebut, dalam suatu pengangkutan barang melalui laut terdapat suatu perjanjian pengangkutan.

Penerima barang dalam kerangkan perjanjian pengangkutan tidak menjadi pihak.

Penerima merupakan pihak ketiga yang berkepentingan atas penyerahan barang.

(11)

Yang dimaksud dengan pihak pihak dalam pengangkutan adalah merupakan para subjek hukum sebagai pendukung hak dan kewajiban dalam hubungan hukum pengangkutan

• Wiwoho soedjono

menjelaskan bahwa dalam pengangkutan dilaut terutama mengenai

pengangkutan barang , maka perlu diperhatikan adanya tiga unsur , yaitu pengirim barang, pihak penerima barang, dan barang itu sendiri

• HMN Purwosutjipto

pihak pihak dalam pengangkutan yaitu pengangkut dan pengirim

pengangkutan adalah orang yang mengikatkan diri untuk

menyelenggarakan pengangkutan barng dan atau orang lain dari suatu tempat ke tempat tujua tertentu dengan selamat

pengirim yaitu pihak pengangkut ialah pengirim yang mengikat diri untuk membayar uang angkutan dimaksudkan juga ia memberikan muatan.

(12)

D. Terjadinya Perjanjian Pengangkutan Laut

Dimana terjadinya perjanjian pengangkutan itu diawali dengan serangkaian perbuatan tentang penawaran dan permintaan yang dilakukan oleh pengangkut dan pengirim secara timbal balik dengan cara antara lain:

1. Penawaran dari pihak pengangkut

Cara terjadinya perjanjian pengangkutan dapat secara langsung antara pihak-pihak, atau secara tidak langsung dengan menggunakan jasa perantara (ekspeditur). Apabila perjanjian pengangkutan dilakukan secara langsung, maka pihak pengangkut langsung menghubungi pengirim, dimana pengangkut juga mengumumkan/mengiklankan

kedatangan dan keberangkatan kapalnya, sehingga pengirim barang menyerahkan barangnya kepada pengangkut untuk diangkut.

(13)

2. Penawaran dari pihak pengirim

Apabila penawaran dilakukan oleh ekspeditur, maka ekspeditur menghubungi pengangkut atas nama pengirim barang. Kemudian pengirim barang

menyerahkan barang pada ekspeditur untuk diangkut. Setelah terjadi kesepakatan antara kedua belah pihak mengenai segala kondisi, maka

pengangkutan dimulai dengan diawali membuat perjanjian pengangkutan itu sendiri.

(14)

E. Akibat Yang Timbul Dari Perjanjian Pengangkutan Laut

Dalam pengangkutan laut timbul suatu perjanjian timbal balik antara pengangkut dengan pengirim. Dari adanya perjanjian pengangkutan laut tersebut menimbulkan hak dan kewajiban bagi pengangkut dan pengirim. Pengangkut mempunyai

kewajiban untuk menyelenggarakan pengangkutan barang dan atau orang dari satu tempat ke ketempat tujuan tertentu dengan selamat, sedangkan pengirim

mempunyai kewajiban untuk membayar angkutan. Antara pengangkut dan pengirim sama-sama saling mempunyai hak untuk melakukan penuntutan apabila salah satu pihak tidak memenuhi prestasi.

(15)

F. Manfaat dan fungsi pengangkutan laut

1. Dari kepentingan pengirim barang, Pengirim memperoleh manfaat untuk konsumsi pribadi maupun keuntungan komersial.

2. Dari keuntungan pengangkutan barang, Pengangkutan memperoleh manfaat keuntungan material sejumlah uang atau keuntungan inmaterial berupa

peningkatan kepercayaan masyarakat atas jasa pengangkutan melalui laut yang diusahakan pengangkut.

3. Dari kepentingan penerima barang, Penerima memperoleh manfaat untuk konsumsi pribadi maupun keuntungan komersial.

4. Dari kepentingan masyarakat luas, Masyarakat memperoleh manfaat kebutuhan yang merata dan demi kelangsungan pembangunan terlebih mendorong

pertumbuhan perdagangan antar pulau atau antar negara.

(16)

KESIMPILAN

Mengenai pengertian perjanjian pengangkutan di dalam Buku II Kitab Undang-Undang Hukum Dagang tidak diberikan definisinya. Perjanjian pengangkutan itu sendiri bersifat konsensuil, sehingga untuk terciptanya perjanjian pengangkutan tidak diperlukan adanya syarat tertulis, jadi hanya bersifat konsensuil.

Di dalam Pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata disebutkan tentang syarat sahnya perjanjian. Untuk sahnya suatu perjanjian diperlukan empat syarat :

1. Sepakat mereka yang mengikat dasarnya 2. Kecakapan untuk membuat suatu perikatan 3. Suatu hal tertentu

4. Suatu sebab halal

(17)

Pihak pihak yang terkait di dalam perjanjian pengangkutan laut adalah pihak pengirim barang dan pengangkut. Dimana terjadinya perjanjian pengangkutan itu diawali

dengan serangkaian perbuatan tentang penawaran dan permintaan yang dilakukan oleh pengangkut dan pengirim secara timbal balik dengan cara antara lain:

1. Penawaran dari pihak pengangkut.

2. Penawaran dari pihak pengirim.

(18)

Referensi

Dokumen terkait

Pada penelitian ini, tegangan motor induksi 3 fasa 380 V di ubah menjadi 80 V dengan cara menggulung ulang motor dan menjadi dua kecepatan yaitu 750 rpm dan 1500 rpm,

Tugas dan tanggung jawab guru dalam upaya pengembangan kurikulum dalam tugas ini guru selalu dituntut untuk mencari gagasan baru, menyempurnakan praktek pendidikan

Jenis Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi literasi digital dalam penyebaran informasi pada media sosial Youtube, sehingga digunakan metode

OQWHPDVLRQDO 1DVLRQDO 1DVLH$DO1DVLRQDO \DQJ .RPSRQHQ\DQJGLQLODL OQWHUQDVLRQDO 7HUDNUH

Tulang bersifat rapuh namun cukup mempunyai kekuatan dan gaya pegas untuk menahan. Tapi apabila tekanan eksternal yang datang lebih besar dari yang dapat

Alhamdulillahirobbil’alamin, segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, nikmat dan anugerah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan Skripsi dengan judul

Morphometric analysis consists of 5 parameters geomorphic indices: drainage basin asymmetry (AF), hypsometric curve and integral (Hc and Hi), stream length gradient (SL)

Ikan ini memiliki tanduk di bagian atas kepala, tubuh lebar tertutup apendiks penutup kulit, moncong sangat cekung jantan dewasa dengan bulu-bulu pendek pada pangkal