• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

30

DESKRIPSI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menggiring bola dengan melalui strategi kelompok. Objek Penelitian Tindakan Kelas ini adalah siswa kelas V di SDN 4 Bulango Timur Kabupaten Bone Bolango. Penelitian ini dilakukan dengan du siklus. Sebelum di lakukan siklus terlebih dahulu dilakukan observasi awal untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menggiring bola. Dari hasil observasi awal tersebut dapat diketahui siswa yang sudah memiliki keterampilan dan yang belum memiliki keterampilan dalam menggiring bola pada permainan bola basket

4.1.1 Observasi Awal

4.1.1.1 Hasil Pengamatan Kegiatan Siswa

Dari hasil observasi awal tentang keterampilan menggiring bola pada permainan bola basket yang terdiri dari empat aspek yang meliputi;(1) posisi tangan saat bekenaan dengan bola, (2) posisi badan saat menggiring bola, (3) posisi kaki saat menggiring bola, dan (4) Gerakan lanjutan, dapat di peroleh data awal sebagai berikut : dari 20 orang siswa, sebanyak 9 orang siswa atau 45 % yang masuk kategori “kurang tepat (antara 40 – 59 %) dalam melakukan keterampilan menggiring bola, dan sebanyak 11 orang siswa atau 55 % yang masuk kategori “tidak tepat (antara 0 – 39 %) dalam melakukan keterampilan menggiring bola. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam tabel 1 di bawah ini :

(2)

Table 1 : Data Hasil Observasi Awal

No

Klasifikasi Nilai

Kriteria Aspek

Jumlah Prosentase Ket

1 90 – 100 % Sangat tepat - 0%

2 75 – 89 % Tepat - 0%

3 60 – 74 % Cukup tepat 2 10%

4 40 – 59 % Kurang tepat 18 90%

5 0 – 39 % Tidak tepat - 0%

Jumlah Total 20 100%

Berdasarkan tabel 1 di atas, dapat di ketahui bahwa dari 20 orang siswa atau 100 % yang diberi tindakan belum memiliki keterampilan menggiring bola sama sekali sehingga dari 20 orang siswa ini perlu diberikan tindakan karena belum memiliki keterampilan menggiring bola yang baik.

Adapun tindakan yang dilakukan adalah dengan menerapkan strategi kelompok. Penerepan strategi kelompok ini dilakukan dalam 2 siklus. Dengan metode kooperatif diharapkan keterampilan siswa dalam menggiring bola pada permainan bola basket dapat ditingkatkan.

4.1.1.2 Refleksi Hasil Observasi Awal

Dari hasil observasi awal dapat diketahui bahwa dari jumlah 20 orang siswa yang belum memiliki keterampilan menggiring bola pada permainan bola basket. Dengan demikian sebanyak 20 orang ini akan diberikan tindakan dalam siklus satu dengan menggunakan metode kooperatif. Sementara itu, guru mitra

(3)

melakukan pengamatan pada semua aspek tindakan secara baik. Maka dengan itu peniliti bersama guru mitra berkesimpulan untuk melakukan tindakan dalam siklus satu.

4.1.2 Siklus I

4.1.2.1 Hasil Kegiatan Siswa

Berdasarkan data observasi awal yakni rata-rata capaian siswa 56, data ini belum memenuhi indicator kinerja 75%. Ini berarti perlu diadakan tindakan lanjutan. Untuk itu di adakanlah siklus satu. Pada tindakan siklus satu ini dapat diperoleh data bahwa dari 20 orang siswa atau 100 % mendapatkan klasifikasi nilai terendah 63% dan tertinggi 78% dengan demikian ini masuk pada kategori

“cukup tepat (antara 60-74%) dan tepat (antara 75–89 %)”. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam tabel 3 di bawah ini.

Tabel 2. Nilai Keterampilan Menggiring bolaPada Siklus I.

No Klasifikasi Nilai

Kriteria Aspek

Klasifikasi Nilai Siswa Pada Siklus

II

Jumlah

Siswa % Ket

1.

2.

3.

4.

5.

90 – 100 75 – 89 60 – 74 40 – 59 0 – 39

Sangat tepat Tepat Cukup tepat Kurang tepat Tidak tepat

- 77 – 80 % 65 – 74 %

- -

- 8 12

- -

0 % 40 % 60 % 0 % 0 %

Rata-rata 73 20 100 %

Berdasarkan tabel 2 di atas, dapat diketahui rata-rata capaian siswa pada siklus dua 73. Dengan demikian klasifikasi ini belum memenuhi indikator kinerja

(4)

yakni 75%. Untuk itu perlu diadakan tindakan lanjutan untuk lebih meningkatkan keterampilan menggiring bola pada permainan bola basket.

4.1.2.2 Refleksi Hasil Tindakan Siklus I

Berdasarkan hasil tindakan siklus dua, dapat diketahui bahwa guru mitra telah melakukan semua aspek tindakan dengan baik. Hasil yang dicapai dalam siklus dua ini rata-rata 73% atau terjadi peningkatan 17% dari nilai rata-rata yang ada pada observasi awal. Namun klasifikasi nilai ini belum memenuhi indikator kinerja sebesar 75%, dengan demikian penelitian bersama guru mitra berkesimpulan bahwa diadakan tindakan lanjutan.

4.1.3 Siklus II

4.1.3.1 Hasil Kegiatan Siswa

Berdasarkan data siklus dua yakni rata-rata capaian siswa 72,94%, data ini belum memenuhi indikator kinerja 75 %. Ini berarti perlu diadakan tindakan lanjutan siklus dua. Pada tindakan siklus dua ini dapat diperoleh data bahwa dari 20 orang siswa atau 100 % mendapatkan klasifikasi nilai terendah 75,00% dan tertinggi 83,75% dengan demikian ini masuk pada kategori “tepat (antara 75 – 89%)”. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam tabel 4 di bawah ini.

(5)

Tabel 3. Nilai Keterampilan Menggiring Bola pada Siklus II

No

Klasifikasi Nilai

Kriteria Aspek

Klasifikasi Nilai Siswa Pada Siklus

II

Jumlah Siswa

% Ket

1.

2.

3.

4.

5.

90 – 100 75 – 89 60 – 74 40 – 59 0 – 39

Sangat tepat Tepat Cukup tepat Kurang tepat

Tidak tepat

- 77 - 83

- - -

0 100

0 0 0

Rata-rata 81 20 100 %

Berdasarkan tabel 4 di atas, dapat diketahui rata-rata capaian siswa pada siklus dua 81%. Dengan demikian klasifikasi nilai sudah memenuhi indikator kinerja yakni sebesar 75%. Untuk itu, di anggap selesai dan berhasil serta tidak perlu diadakan tindakan lanjutan lagi.

4.1.3.2 Refleksi Hasil Tindakan Siklus II

Berdasarkan pada hasil tindakan siklus dua, dapat diketahui bahwa guru mitra telah melakukan semua aspek tindakan dengan baik. Hasil yang dicapai dalam siklus dua rata-rata 81% atau terjadi peningkatan dari siklus dua sebesar 8%. Klasifikasi nilai ini sudah memenuhi indikator kinerja sebesar 75 %. Dengan demikian penelitian bersama guru mitra berkesimpulan bahwa tidak perlu diadakan tindakan lanjutan dan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini di anggap selesai.

(6)

4.2Pembahasan

Tujuan pembelajaran adalah untuk membawa perubahan pada pola pikir (kognitif), pola sikap (afektif) dan keterampilan (psikomotor) siswa ke arah yang lebih baik. Untuk mencapai tujuan itu, maka guru sebagai pelaku utama harus melakukan langkah-langkah strategi untuk mencapai tujuan tersebut. Salah satu langkah harus diperhatikan guru dalam proses pembelajaran adalah memilih strategi mengajar yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan. Pada pembelajaran materi permainan bola basket khususnya mengenai peningkatan keterampilan menggiring bola, strategi yang cocok untuk diterapkan adalah metode kooperatif. Implementasi strategi kelompok dalam peningkatan keterampilan menggiring bola adalah dilakukan dengan cara guru menjelaskan, memperagakan dan memberikan tugas tentang posisi tangan saat berkenaan dengan bola, posisi badan saat menggiring bola dan posisi kaki saat menggiring bola serta gerakan lanjutan. Kemudian siswa yang memiliki kemampuan menggiring bola dapat diikuti oleh teman-temannya, sehingga memberikan peluang besar bagi teman-teman yang lain untuk belajar dari guru mata pelajaran maupun melalui temannya tersebut. Dengan demikian akan mengakibatkan peningkatan keterampilan siswa dalam menggiring bola pada permainan bola basket.

Melalui strategi kelompok ini terbukti dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menggiring bola pada permainan bola basket. Hal ini didasarkan pada hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diperoleh data sebagai berikut ; pada observasi awal rata-rata kemampuan siswa dalam menggiring bola mencapai

(7)

56%. Setelah di adakan tindakan siklus satu terjadi peningkatan mencapai 17%

menjadi 73%. Namun pada nilai capaian dalam siklus satu ini belum memenuhi indikator kinerja. Pada tindakan siklus satu ini juga belum mencapai indikator kinerja. Maka dilanjutkan lagi dengan tindakan siklus dua dan peroleh hasil capaian 81% atau terjadi peningkatan 8%.

Tabel 4. Selisih antara data observasi awal, Siklus I dan siklus II.

NO SIKLUS

NILAI RATA- RATA

KEBERHASILAN

MAMPU

BELUM MAMPU

1 Observasi Awal 56% - 100%

2 Siklus I 73% 40% 60%

3 Siklus II 81% 100% -

Berdasarkan hasil capaian di atas terlihat jelas bahwa terjadi peningkatan keterampilan siswa dalam menggiring bola, baik dari hasil observasi awal, siklus satu, dan siklus dua. Pada siklus dua hasil yang dicapai adalah 81sudah memenuhi indikator kinerja yakni 75%. Dengan demikian hipotesis yang berbunyi “terjadi peningkatan keterampilan menggiring pada permainan bola basket melalui strategi kelompok pada siswa kelas V di SDN 4 Bulango Timur Kabupaten Bone Bolango” diterima.

Gambar

Table 1 : Data Hasil Observasi Awal  No  Klasifikasi  Nilai  Kriteria Aspek
Tabel 2. Nilai Keterampilan Menggiring bolaPada Siklus I.
Tabel 3. Nilai Keterampilan Menggiring Bola pada Siklus II  No Klasifikasi Nilai KriteriaAspek Klasifikasi Nilai Siswa Pada Siklus  II JumlahSiswa % Ket 1
Tabel 4. Selisih antara data observasi awal, Siklus I dan siklus II.

Referensi

Dokumen terkait

2) Ijazah yang diperoleh dari Perguruan Tinggi Luar Negeri, yang telah mendapatkan penetapan penyetaraan dari Panitia Penilaian Ijazah Luar Negeri Kementerian Pendidikan

Salah satu model pembelajaran yang diduga dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematik adalah model pembelajaran berbasis proyek atau.. biasa dikenal dengan

Penggunaan kamera dijital non metrik untuk aplikasi fotogrametri makin berkembang, dengan didukung oleh perkembangan perangkat lunak yang tersedia dan turunnya harga kamera dijital

Untuk mengetahui pengaruh struktur modal (Debt to Equity Ratio) terhadap profitabilitas (Return On Equity) perusahaan industri tekstil dan garmen yang terdaftar di

Sequence diagram menjelaskan secara detil urutan proses yang dilakukan dalam sistem untuk mencapai tujuan dari use case: interaksi yang terjadi antar class, operasi apa

Pada penelitian ini ditemukan hampir seluruh mahasiswa asal Kabupaten Mimika yang mempunyai kebiasaan menyirih di Manado memiliki karies gigi, dengan rerata indeks DMF-T

Buku Selayang Pandang Bidang Kesehatan Kabupaten Probolinggo tahun 2013 ini dimaksudkan untuk menyediakan informasi singkat tentang pencapaian hasil-hasil pelaksanaan dan

Berdasarkan penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan dan pengaruh stres, depresi, kecemasan yang signifikan terhadap penurunan saliva, yaitu semakin