STUDI TENTANG INDUSTRI KECIL KAIN TENUN
SIPIROK DI KECAMATAN SIPIROK
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Memperoleh Gelar
Sarjana Pendidikan
Oleh :
FADJRIN AGUNG H. SIAGIAN
NIM : 3103331018
JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI
FAKULTAS ILMU SOSIAL
vi
ABSTRAK
Fadjrin Agung H. Siagian. NIM: 3103331018. Studi Tentang Industri Kecil Kain Tenun Sipirok Di Kecamatan Sipirok. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan 2015.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor industri yang memepengaruhi perkembangan Industri Kecil Kain Tenun Sipirok dan pendapatan pengusaha Kain Tenun Sipirok di Kecamatan Sipirok.
Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Sipirok, populasi dalam penelitian ini adalah pengusaha Industri Kecil Kain Tenun Sipirok sebanyak 12 orang. Mengingat jumlah populasi dalam penelitian ini relatif kecil maka populasi tersebut sekaligus dijadikan sampel. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik komunikasi langsung dengan menggunakan wawancara sesuai dengan judul penelitian. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif yang disajikan dalam tabel distribusi frekuensi sehingga memberikan gambaran/kesimpulan dan dapat dipahami.
iii
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT karena atas
berkatdan rahmat-Nya Penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul:
Studi Tentang Industri Kecil Kain Tenun Sipirok Di Kecamatan Sipirok. Adapun
tujuan skripsi ini dibuat untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh
gelar sarjana di Universitas Negeri Medan.
Dalam menyelesaikan skripsi ini penulis masih banyak mengalami
kendala, namun berkat bantuan berbagai pihak maka skripsi ini dapat diselesaikan
dengan tepat waktu. Pada kesempatan ini ucapan terimakasih yang teristimewa
dan terkhusus buat orangtua tercinta Ayahanda Muhammad Yamin Siagian dan
Ibunda Hasnah Rayta Pane yang telah memberikan semangat dan dorongan baik
berupa materi, tenaga yang membuat penulis dapat menyelesaikan skripsi demi
mendapatkan gelar sarjana pendidikan di Universitas Negeri Medan. Penulis juga
mengucapkan terimakasih kepada :
1. Prof. Dr. Ibnu Hajar M.Si selaku rektor Universitas Negeri Medan.
2. Dr. Restu,M.S selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial.
3. Drs. Ali Nurman, M.Si selaku ketua Jurusan Pendidikan Geografi.
4. Dra. Asnidar, M.Si selaku sekretaris Jurusan Pendidikan Geografi.
5. Drs. Mbina Pinem, M.Si selaku dosen pembimbing akademik yang telah
membimbing dalam perkuliahan.
6. Drs. Julismin, M.Pd, selaku dosen pembimbing skripsi yang telah banyak
membantu dan meluangkan waktu serta membimbing dalam
menyelesaikan skripsi ini dan dalam perkuliahan.
7. Dosen Jurusan Pendidikan Geografi yang telah memberikan ilmu yang
berharga selama Penulis menjadi mahasiswa.
8. Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten
Tapanuli Selatan.
9. Bapak Camat Kecamatan Sipirok
10.Kepada Abangku Gito Fadli P. Siagian, Si.Kom, Adekku Nurul
iv
memberikan semangat kepada Penulis dari awal penulisan hingga akhir
untuk menyelesaikan skripsi ini
11.Kepada Bunda Supiati dan Bapak Ponirin yang selalu meberikan semangat
bagi penulis.
12.Seluruh teman-teman satu kontrakan dan seperjuangan Zumadi Capah, M.
Ali Badarun Harahap, Hilman Dwi Cahyo, Ridwan Nakhasi Roli Yahim,
Hotma Marudut Tua Silalahi, Ferdy Abednego Tambunan, MedukBerutu,
Brema Kristian Barus, Abdul Sani Heriyanto Harahap dan Muahmmad
Asrul Rangkuti yang selalu mendukung dan memberikan semangat agar
dapat menyelesaikan skripsi tepat waktunya. Dan teman-teman A_Best10
(AB ekstensi 2010) dan teman – teman angkatan 2010 Jurusan Pendidikan
Geografi UNIMED.
13.Kepada Sella Desinta S.Pd yang telah meluangkan waktu dan memberi
semangat kepada bagi penulis.
14.Teman – teman dari organisasi IKAPSI, yang turut serta memberikan
semangat dalam pengerjaan skripsi ini.
15.Untuk semua informan yang telah banyak memberikan bantuan data atau
informasi yang dibutuhkan Penulis selama penelitian.
Akhir kata Penulis berharap semoga Tuhan Yang Maha Esamemberikan
manfaatnya kepada semua pihak yang ikut membantu dalam penyelesaian skripsi
ini.Semoga skripsivini bermanfaat bagi pembaca khususnya jurusan pendidikan
pendidikan geografi Universitas Negeri Medan. Sekian dan terima kasih.
Medan, Maret 2015
Penulis
Fadjrin Agung H. Siagian
vii
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN ... v
ABSTRAK ... vi
DAFTAR ISI ... vii
DAFTAR TABEL ... .ix
DAFTAR GAMBAR ... x
BAB I : PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Identifikasi Masalah ... 5
C. Pembatasan Masalah ... 6
D. Rumusan Masalah ... 6
E. Tujuan Penelitian ... 6
F. Manfaat Penelitian ... 7
BAB II : KAJIAN PUSTAKA A. Kerangka Teoritis ... 8
B. Penelitian Yang Relevan ... 18
C. Kerangka Berfikir ... 20
BAB III : METODE PENELITIAN A.Lokasi Penelitian ... B. Populasi Dan Sampel ... 23
C. Variabel Penelitian dan Defenisi Operasional ... 23
D. Teknik Pengumpulan Data ... 26
viii
BAB IV : DESKRIPSI DAERAH PENELITIAN
A. Kondisi Fisik Daerah Penelitian ... 28
B. Kondisi Non Fisik Daerah Penelitian ... 31
BAB V : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian ... 43
B. Pembahasan Hasil Penelitian ... 59
BAB VI : KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan ... 63
B. Saran. ... 64
ix
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 1. Penggunaan lahan di Kecamatan Sipirok ...30
Tabel 2. Jumlah Penduduk dan Kepadatan Penduduk ...31
Tabel 3. Komposisi Penduduk Menurut Jenis Kelamin ...32
Tabel 4. Komposisi Penduduk Menurut Umur ...33
Tabel 5. Komposisi Penduduk Menurut Agama ...35
Tabel 6. Komposisi Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan ...36
Tabel 7. Jumlah Sekolah, Guru dan Siswa ...37
Tabel 8. Fasilitas Kesehatan di Kecamatan Sipirok ...38
Tabel 9. Rumah Ibadah di Kecamatan Sipirok ...38
Tabel 10. Kondisi Permukaan Jalan di Kecamatan Sipirok ...39
Tabel 11. Jenis Kontruksi Permukaan Jalan di Kecamatan Sipirok ...40
Tabel 12. Distribusi Responden Menurut Umur dan Jenis Kelamin ...43
Tabel 13. Distribusi Responden berdasarkan Pendidikan ...44
Tabel 14. Distribusi Responden Berdasarkan Status Kawin ...45
Tabel 15. Jumlah Modal Tetap ...46
Tabel 16. Modal Kerja Dalam Sebulan ...47
Tabel 17. Jenis Benang dan Jumlah benang ...48
Tabel 18. Harga Baku Berupa Benang ...49
Tabel 19. Jumlah Tenaga Kerja ...51
Tabel 20. Asal Tenaga Kerja ...51
Tabel 21. Daerah Pemasaran Kain Tenun Sipirok ...53
Tabel 22. Cara Pemasaran Kain Tenun Sipirok ...54
Tabel 23. Pemasukan dan Pengeluaran Pengusaha Dalam Sebulan ...55
Tabel 24. Pendapatan Pengusaha Dalam Sebulan ...56
x
ix
DAFTAR GAMBAR
Halaman 1. Skema Kerangka Berpikir ... 22
2. Peta Kabupaten Tapanuli Selatan ... 41
v
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : Fadjrin Agung H. Siagian
NIM : 3103331018
Jurusan : Pendidikan Geografi
Fakultas : Ilmu Sosial
Menyatakan dengan sebenarnya bahwa skripsi yang saya tulis ini benar-benar merupakan
hasil karya sendiri, bukan merupakan pengambilan tulisan atau pikiran orang lain yang saya
akui sebagaihasil tulisan atau pikiran saya sendiri.
Apabila dikemudian hari atau dapat dibuktikan sendiri ini hasil jiblakan, maka saya
menerima sanksi atas perbuatan tersebut.
Medan, Maret 2015
Saya yang membuat pernyataan
1 BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Dalam mencapai sasaran pembangunan nasional, pembangunan pada bidang
industri merupakan suatu program pemerintah untuk mencapai pembangunan
nasiaonal. Oleh karena itu industri perlu dikembangkan dengan meningkatkan peran
serta masyarakat secara aktif dan tentunya peran aktif dari pemerintah, sehingga
potensi yang ada dapat di optimalkan baik itu Sumbar Daya Alam (SDA), maupun
Sumber Daya Manusia (SDM). Salah satu pembangunan industri adalah pada sektor
industri kecil, pengembangan kecil perlu diberikan perhtian baik itu kemudahan
dalam permodalan, perijinan, pemasaran serta ditingkatkan keterkaitannya dengan
industri yang berskala besar sehingga dapat lebih meningkatkan keuntungan melalui
pola kemitraan.
Kebijaksanaan dalam pembangunan industri kecil pada saat ini harusnya
diarahkan pada pengembangan hasil unggulan dan berdaya saing kuat. Selain itu
industri kecil juga diharapkan dapat memperluas lapangan kerja sehingga dapat
membantu dalam rangka mengatasi masalah pengangguran, dan akhirnya dapat
meningkatkan pendapatan keluarga dan tentunya mendorong pertumbuhan ekonomi
daerah. Apalagi semenjak tahun 2007 Sipirok ditetapkan sebagai ibukota Tapanuli
Selatan, dengan demikian warga setempat diharapkan memiliki keterampilan dan
siap menghadapi persaingan. Karena sebagai ibukota kabupaten persaingan dalam
dunia kerja akan semakin meningkat dan diharapkan warga setempat tidak kalah
2
Pada saat ini banyak kita temukan industri baik itu industri rumah tangga
ataupun industri kecil sepertinya tidak berkembang bahkan tidak sedikit yang
menutup industrinya dikarenakan tidak sanggup lagi bersaing. Keadaan ini juga
terjadi di Sumatera Utara, baik itu industri makanan ringan, rotan, batu bata, kain
tenun, dan sebagainya. Industri ini menyebar di beberapa daerah di Sumatera Utara
seperti di Kabupaten Serdang Bedagai, Tapanuli Sealatan, Tapanuli Utara dan
Kabupaten lainnya.
Dilihat dari sejarah kain tenun, kain tenun ada 2 jenis yaitu kain tenun ikat
dan tenun songket. adalah kain tenun yang pembentukan ragam hiasnya dibuat
dengan cara mengikat bagian – bagian benangnya. Tenun songket atau populer
dengan sebutan kain songket adalah jenis kain tenun yang penciptaannya dimulai
setelah adanya tenun ikat. Kain songket adalah kain tenun yang dibuat melalui suatu
teknik memberikan benang tambahan berupa benang emas, benang perak,atau
benang sutra dengan cara dicukit atau disongket.
Dilihat dari Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM)
seharusnya kita dapat mengembangkan industri kecil secara baik. Industri kecil dan
menengah termasuk industri kerajinan dan industri rumah tangga perlu dibina
menjadi usaha yang efisien dan mampu berkembang mandiri, meningkatakan
pendapatan masyarakat, membuka lapangan kerja dan mampu meningkatkan
perannya dalam menyadiakan barang dan jasa, serta berbagai keperluan baik untuk
keperluan pasar dalam negeri maupun luar negeri.
Salah satu daerah di Sumatera Utara yang memiliki berbagai macam industri
kecil adalah kabupaten Tapanuli Selatan, dan salah satu industri kecil di Tapanuli
3
Sipirok dan tersebar di beberapa desa. Kain Tenun Sipirok merupakan salah satu
produk unggulan dari Tapanuli Selatan disamping produk-produk lainnya. Di
Kecamatan Sipirok ada beberapa industri kain tenun yang masih berskala kecil,
industri ini mengolah bahan baku berupa benang menjadi kain tenun. Kain tersebut
bisa digunakan menjadi bahan dasar baju, selendang, rok, sarung bantal, dan tirai..
Industri kain tenun sudah lama dijalankan masyarakat Kecamatan Sipirok
akan tetapi masih sebatas kain tenun ulos yang digunakan pada saat acara adat saja.
Seiring dengan perkembangan nya mayoritas penenun tidak lagi menenun ulos,
sekarang sudah beralih kepada Kain Tenun Sipirok yang penggunaan nya lebih
beragam. Kain tenun ini dikatakan Kain tenun Sipirok karena berasal dari
Kecamatan Sipirok. Kain ini bisa digunakan sebagai bahan dasar baju, rok,
selendang dan pakaian lainnya. Bahkan sejak tahun 2007 pada saat pemerintahan
Bupati Tapanuli Selatan Ir. Ongku P. Hasibuan mewajibkan PNS memakai kain
tenun silungkang. Cara ini diyakini dapat mendorong industri kain tenun Sipirok dari
sektor pemasaran secara lokal.
Kemajuan zaman mendorong menusia untuk melakukan terobosan dalam
melangsungkan kehidupannya. Seperti di Kecamatan Sipirok sudah banyak yang
beralih dari menenun kain Ulos ke Kain Tenun Sipirok. Dulu hasil dari menenun
Ulos belum cukup membantu ekonomi keluarga, akan tetapi setelah beralih ke
menenun Kain Tenun Sipirok lebih membantu perekonomian keluarga, karena
permintaan pasar lebih banyak dibandingkan ketika menenun Ulos. Permintaan Kain
tenun Sipirok lebih banyak karena penggunaan nya lebih beragam, tidak sesperti
kain Ulos yang penggunaan nya hanya di waktu tertentu saja. Pada awalnya kain
4
tapi bagi konsumen yang ingin membuat motif sendiri bisa dipesan langsung ke
tempat pembutan nya.
Namun pada kenyataannya masih ada kendala dalam pengembangan industri
Kain Tenun Sipirok ini, melalui Staf Bidang Perindustrian Dinas Koperasi,
Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Tapanuli Selatan, Lena Sari Dalimunte,
mengatakan, kemampuan perajin masih terbatas baik dalam keterampilan, modal,
maupun sarana. Sementara alokasi dana APBD Kabupaten Tapanuli Selatan terbatas
untuk meningkatkan profesionalitas perajin. Kami telah mengimbau pengusaha di
Kabupaten Tapanuli Selatan untuk berperan aktif membantu industri rumah tangga
baik dari permodalan maupun pemasaran.
Keadaan industri kecil Kain Tenun Sipirok sudah seharusnya mendapatkan
perhatian lebih dari pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, sejalan dengan
kebiajakan pemerintah dalam mengembangkan sektor industri untuk meningkatkan
perekonomian di daerah setempat. Namun beberapa faktor mempengaruhi
perkembangan industri ini, seperti terbatasnya modal yang kemudian akan
mempengaruhi pengadaan bahan baku, keterampilan tenaga kerja juga perlu
ditingkatkan agar hasil produksi semakin baik, dan akhirnya permintaan pasar dapat
dipenuhi melalui pemasaran yang tepat.
Keterbatasan modal dan faktor industri lainnya diaharapkan dapat diatasi
melalui pemerintah setempat, melalui pola kemitraan maupun kerja sama dengan
pemilik modal sehingga hasil produksi dapat dimaksimalkan dan dapat memenuhi
permintaan pasar lokal maupun luar negeri. Seiring dengan perkembangan industri
ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan keluarga dan mengurangi
5
Keutamaan industri kecil dan kerajinan rumahtangga memiliki peran penting
dalam perekonomian daerah. Disamping jumlahnya yang relatif banyak
dibandingkan dengan skala yang lainnya, industry dan kerajinan ini langsung
bersentuhan antara sumber (supply) di satu sisi dengan konsumen akhir (demand) di
sisi yang lain. Untuk menembus pasar ekspor peran lembaga/asosiasinya sangat
diharapkan. Dengan meningkatnya daya beli masyarakat dan terciptanya arus produk
ke luar daerah maka akan dimungkinkan industri kecil dan kerajinan rumahtangga
ini bakal tumbuh dengan pesat. Pada saat ini persebaran industri kecil dan kerajinan
rumahtangga di wilayah Tapanuli Selatan terlihat belum merata antar
kabupaten/kota. Diharapkan dengan semakin membaiknya transportasi dan
komunikasi, maka kemampuan industri kecil dan kerajinan rumahtangga ini dapat
lebih meningkatkan ekonomi daerah (BPS) 2008.
Peranan industri Kain Tenun Sipirok sangat membantu pendapatan keluarga,
apalagi sebagian besar masyarakat Sipirok adalah petani, akan tetapi dari kendala
yang dihadapi akan mempengaruhi produksi Kain Tenun Sipirok. Ini tidak terlepas
dari faktor – faktor industri antara lain: modal, bahan baku, tenaga kerja, dan
pemasaran. Oleh sebab itu semua faktor – faktor ini akan mempengaruhi
perkembangan industri Kecil Kain Tenun Sipirok dan juga mempengaruhi
pendapatan para pengusaha Kain Tenun Sipirok di Kecamatan Sipirok.
B. Identifikasi Masalah
Bila kita lihat dari latar belakang maslah pada penelitian ini, maka
identifikasi masalah pada penelitian ini adalah faktor – faktor industri yang meliputi:
6
akan mempengaruhi perkembangan industri kain tenun Sipirok serta pendapatan
pengusaha Kain Tenun Sipirok.
C. Pembatasan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah di atas maka pembatasan masalah dalam
penelitian ini adalah faktor – faktor industri yaitu: modal, bahan baku, tenaga kerja,
dan pemasaran serta pengaruhnya terhadap perkembangan Industri Kain Tenun
Sipirok dan pendapatan pengusaha Kain Tenun Sipirok.
D. Rumusan Masalah
Dalam penelitian ini yang menjadi permasalahan yang akan diteliti adalah
sebagai berikut:
1. Bagaimana faktor – faktor industri memepengaruhi perkembangan Industri
Kecil Kain Tenun Sipirok dilihat dari faktor: modal, bahan baku, tenaga kerja,
dan pemasaran.
2. Bagaimana pendapatan pengusaha Industri Kain Tenun Sipirok di Kecamatan
Sipirok.
E. Tujuan Penelitian
Dilihat dari rumusan masalah dalam penelitian ini, maka tujuan penelitian ini
adalah:
1. Untuk mengetahui faktor – faktor industri mempengaruhi perkembangan
Industri Kecil Kain Tenun Sipirok dilihat dari faktor: modal, bahan baku, tenaga
kerja, dan pemasaran.
2. Untuk mengetahui pendapatan pengusaha Industri Kain Tenun Sipirok di
7
F. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah:
1. Sebagai sumbangan informasi terhadap pemerintah dan intansi terkait di
Kabupaten Tapanuli Selatan untuk mengembangkan Industri Kecil Kain Tenun
Sipirok dalam upaya peningkatan perekonomian daerah setempat.
2. Sebagai masukan bagi pengusaha Kain Tenun Sipirok dalam mengembangkan
usahanya.
3. Menambah pengetahuan bagi penulis tentang Industri Kecil Kain Tenun Sipirok
dan menambah wawasan dalam penyusunan karya ilmiah dalam bentuk skripsi.
4. Sebagai bahan perbandingan bagi peneliti lain dalam meneliti masalah yang
63 BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan
pada bagian sebelumnya, maka bisa ditarik kesimpulan bahwa ada beberapa faktor
dominan yang mempengaruhi industri kecil Kain Tenun Sipirok. Sedangkan untuk
pendapatan responden di dapatkan setelah hasil dari pemasaran dikurangi biaya
operasional dan pembayaran upah karyawan. Faktor – faktor dominan dalam
usaha industri kecil Kain Tenun Sipirok adalah:
a. Faktor Modal
Dalam menjalankan usaha kain tenun sipirok, responden mengeluhkan
keterbatasan modal menyebabkan susah dalam mengembangkan
usahanya, responden berharap agar ada perhatian khusus dari
pemerintah ataupun instansi terkait dan para pemilik modal mau
bekerja sama dalam memajukan usaha industri Kecil Kain Tenun
Sipirok.
b. Faktor Bahan Baku
Bahan baku sangat vital pengaruhnya dalam menjalankan usaha kain
tenun sipirok. Responden mengeluhkan tentang ketersediaan bahan
baku di pasar setempat belum cukup memadai, sedangkan untuk
mendatangkan bahan baku dari luar daerah membutuhkan biaya
64
responden saja yang memiliki akses ke luar daerah untuk
mendatangkan bahan baku.
c. Pendapatan
Setelah semua proses produksi dilalui maka akan di dapatkan hasil dari
pemasaran berupa uang, uang ini digunakan untuk pembayaran upah
karyawan dan sisanya setelah dikurangi dengan modal operasional
maka responden akan memperoleh pendapatan. pendapatan setiap
responden tentunya berbeda – beda, pendpatan responden di rata –
ratakan setiap bulannya.
B. Saran
Berdasarkan hasil dari kesimpulan, maka ada beberapa hal yang perlu
disampaikan penulis dalam kesempatan ini, yaitu sebagai berikut:
1. Dari beberapa faktor – faktor industri yang mempengaruhi untuk
mengembangkan usaha Kain Tenun Sipirok diharapkan pemerintah berperan aktif
untuk membantu para pengusaha, dan tidak tertutup kemungkinan bagi pemilik
modal yang mau memberikan modal dalam mengembangkan usaha Kain Tenun
Sipirok.
2. Bagi para pengusaha Kain Tenun Sipirok diharapkan bisa memberikan
terobosan baru guna meningkatkan hasil kain tenun sehingga memiliki daya saing
dengan kain tenun dari daerah lain.
3. Diharapkan dengan bantuan pemerintah para pengusaha tidak hanya
menghasilkan kain berupa bahan baju akan tetapi kedepannya bisa langsung
menghasilkan baju siap pakai, melalui pelatihan nantinya para tenaga kerja bisa
65
DAFTAR PUSTAKA
Ahyani. 1979. Pengantar Ekonomi. Jakarta: Rineke Cipta
Binaria. 2010. Studi Tentang Kerajnan Ulos di Desa Papande Kecamatan Muara.
Skripsi Medan : Jurusan Pendidikan Geografi FIS-Unimed
Bintarto, R. 1997. Geografi Sosial. Jakarta: UP Spring
BPS. Indonesia, 2008. Profil Industri dan Kerajinan Rumah Tangga. Jakarta: Press
Daud. 2009. Pengembangan Industri Indonesia. Jakarta: Erlangga
Ibrahim. 1996. Pertumbuhan Industri di Indonesia. Jakarta: LP3S
Kartaspoetro, G. et.al. 1987. Sosiologi Industri. Jakarta: Rineke Cipta
Kotler, Philip. 2001. Manajemen Pemasaran. Jakarta: Erlangga
Komaluddin. 1998. Pengantar Ekonomi Pembangunan. Bandung: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
Kuntjoro. 1999.pengembangan Industri Kecil. Jakarta: Bina Aksara
Mulyadi. 1992. Akuntansi Biaya. Yogyakarta: YKPN Press
Purwadarminta, WJS. 1992. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka
Saleh. 1986. Industri Kecil. Jakarta: Depdikbud
Setiadi, Edi. 2004. Pengantar Ekonomi. Bandung: Tarsito
Sofyan. 1993. Pembangunan Industri Kecil. Jakarta: Bina Aksara
Sumaatmaja, Nursid. 1998. Study Geografi: Suatu Pendekatan dan Analisa Geografi. Bandung: Alumni
Waardyatmoko. 1999. Pengembangan Industri Kecil. Jakarta: Bina Aksara