• Tidak ada hasil yang ditemukan

Formulir Konsultasi Skripsi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Formulir Konsultasi Skripsi"

Copied!
57
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR LAMPIRAN

Form Konsultasi Skripsi ... 114

Lampiran A: Bukti Turnitin ... 117

Lampiran B: Pedoman Wawancara Partisipan & Informan ... 119

Lampiran C: Transkrip Wawancara Partisipan & Informan ... 124

Lampiran D: Dokumentasi Wawancara ... 165

Lampiran E: CV Penulis ... 168

(2)

Formulir Konsultasi Skripsi

Semester 8

Nama Mahasiswa : Chatrine Crisda

NIM 00000019464

Nama Dosen Pembimbing : Intan Primadini, S. Sos., M.Si.

Tanggal Konsultasi Agenda/Pokok Bahasan Saran Perbaikan Paraf Dosen Pembimbing 3 Februari 2021 Konsultasi topik judul Pastikan lagi bahwa

objek yang diteliti sesuai dengan variable yang dipilih.

18 Februari 2021 Memastikan topik judul dengan Variable X yang di pilih.

Mengganti topik penelitian karena objek dengan variable X tidak relevan

6 Maret 2021 Konsultasi topik judul dan konsep baru.

- Mencari penelitian terdahulu,

Mencari konsep yang tepat - Menentukan

narasumber yang akan diwawancara.

- Membuat draft Bab 1

11 Maret 2021 - Membahas penelitian terdahalu

- menjelaskan konsep Content marketing yang dipilih serta narasumber yang akan dipilih

- konsultasi draft Bab 1

- Membuat state of the art dari penelitian terdahulu - pastikan bahwa

konsep content marketing yang dipilih sesuai dengan topik yang ingin dibahas - Membuat lembar

Indikator pertanyaan

- Tambahkan alasan memilih Fimela sebagai objek yang diteliti dan latar

(3)

belakang yang lebih mendukung 20 Maret 2021 - Konsultasi state of the

artdari penelitian terdahulu

- menjelaskan konsep yang digunakan beserta alasannya

- konsultasi lembar Indikator pertanyaan - konsultasi draft Bab1

- Cari perbedaan yang lebih spesifik dibagian state of the art

- Pertanyaan dibuat lebih luas dan siapkan pertanyaan yang jika

jawabannya tidak terduga

- Kelompokan pertanyaan sesuai pernarasumber.

27 Maret 2021 - Konsultasi state of the art

- Konsultasi lembar Indikator pertanyaan

- Pertanyaan coba dibuat lebih turun menurun,

pertanyaan dibuat lebih singkat, dan tidak bertele-tele.

9 April 2021 - Menjelaskan secara singkat hasil wawancara dengan seluruh narasumber

- Membuat Axial coding dan cari jurnal lain yang bisa mendukung tahapan yang ada dalam konsep - Mengirimkan Bab

1

(4)

15 April 2021 Konsultasi Axial Coding - Lengkapi Axial coding dengan data dari informan - Perbaiki Axial

coding dengan menghapus konsep brand image dan lengkapi dengan jurnal pendukung lainnya.

22 April 2021 - Konsultasi Axial coding beserta jurnal

pendukung

- Konsultasi Bab 4.3

- Tambahkan informasi tentang perkembangan informasi yang digemari

- Selesaikan Bab 4.3 10 Mei 2021 - Konsultasi Bab 4.3 - Lanjutkan hingga

keseluruhan bab 4 hingga bab 5

22 Mei 2021 - Konsultasi Bab 4 dan Bab 5

- Tambahan bagian pembahasan bagian 4.3

- Cari jurnal

pendukung tambahan - Tambahkan saran

praktis berdasarkan hasil pembahasan.

(5)

LAMPIRAN A

(BUKTI TURNITIN)

(6)
(7)

LAMPIRAN B

(PEDOMAN WAWANCARA

PARTISIPAN & INFORMAN)

(8)

Partisipan: Eko Setiawan (Social Media Manager)

List Pertanyaan Wawancara:

1. Tolong perkenalkan diri dan di Fimela bertanggung jawab atas divisi apa?

2. Apa tujuan yang ingin dicapai dalam pembuatan konten pada Instagram FImela?

3. Apakah terdapat alasan khusus memilih Instagram sebagai media pembuatan konten?

4. Bagaimana target pasar dari Instagram Fimela seacara demografi dan geografi?

5. Apakah FImela melakukan riset pasar sebelum menetapkan target?

6. Apakah terdapat kesesuaian antara target pasar yang ditentukan oleh Fimela dengan hasil riset?

7. Apasaja tim yang bertanggung jawab atas konten pada media sosial Instagram Fimela?

8. Apakah FImela menggunakan tema-tema khusu dalam pembuatan konten?

9. Apakah FImela memiliki format khusus dalam pembuatan content marketing?

10. Dari mana saja sumber informasi yang digunakan fimela dalam pembuatan konten?

11. Langkah apasaja yang diambil oleh Fimela dalam melakukan pengecekan terkait keaslian berita?

12. ApakahFimela menggunakan media sosial lain dalam penyebaran konten?

13. Apasaja media sosial tersebut?

14. Apakah terdapat perbedaan pada setiap media sosial yang digunakan? Jika ya, tolong jelaskan perbedaanya.

15. Apakah seluruh media sosial konsisten untuk mengunggah koten setiap harinya?

16. Berapa jumlah konten yang diunggah setiap media sosial yang digunakan Fimela?

17. Apakah Fimela menggunakan pihak ketiga (Influancer) dalam membuat sebuah konten?

(9)

18. Apakah Fimela melakukan evaluasi konten?

19. Apa fokus utama dari evaluasi konten Fimela?

20. Apa tolak ukur sebuah konten dapat dikatan berhasil?

21. Apa saja perubahan yang telah dilakukan Fimela?

Partisipan: Esti Kurniasih (Social Media Traffic)

List Pertanyaan Wawancara:

1. Tolong perkenalkan diri dan di Fimela bertanggung jawab atas divisi apa?

2. Apa tujuan yang ingin dicapai dalam pembuatan konten pada Instagram FImela?

3. Bagaimana target pasar dari Instagram Fimela secara demografi dan geografi?

4. Apakah FImela melakukan riset pasar sebelum menetapkan target?

5. Tim apa saja yang mengelola konten marketing Fimela?

6. Apakah FImela menggunakan tema-tema khusu dalam pembuatan konten?

Dan bagaimana cara penentuannya

7. Apakah Fimela menggunakan media sosial lain dalam penyebaran konten?

8. Apasaja media sosial tersebut?

9. Apakah terdapat perbedaan pada setiap media sosial yang digunakan? Jika ya, tolong jelaskan perbedaanya?

10. Apakah Fimela memiliki jam-jam tertentu dalam penunggahan konten?

11. Apa saja kriteria konten yang dapat diunggah pada media sosial Instagram Fimela?

12. Dari mana saja sumber informasi yang digunakan fimela dalam pembuatan konten?

13. Apakah Fimela menggunakan semua fitur yang disediakan oleh Instagram, jika ya jelaskan perbedaan yang terdapat pada kontennya.

14. Apakah Fimela menggunakan pihak ketiga (Influancer) dalam membuat sebuah konten?

15. Apakah Fimela memiliki format khusus dalam pembuatan content marketing?

16. Apa arti warna yang digunakan Fimela?

(10)

17. Apakah Fimela melakukan evaluasi konten?

18. Apa fokus utama dari evaluasi konten Fimela?

19. Apa tolak ukur sebuah konten dapat dikatan berhasil?

20. Apa saja perubahan yang telah dilakukan Fimela?

Partisipan: Hasna Syaidah (Social Media Officer)

List Pertanyaan Wawancara:

1. Tolong perkenalkan diri dan di Fimela bertanggung jawab atas divisi apa?

2. Berapa banyak konten yang diunggah oleh Instagram Fimela setiap harinya?

3. Apakah Fimela memiliki jam-jam tertentu dalam upload konten?

4. Bagaimana target pasar dari Instagram Fimela secara demografi dan geografi?

5. Apakah FImela melakukan riset pasar sebelum menetapkan target?

6. Konten apa saja yang dimiliki Fimela saat ini?

7. Research seperti apa yang dilakukan Fimela untuk pemilihan topik?

8. Apakah FImela menggunakan tema-tema khusu dalam pembuatan konten?

Dan bagaimana cara penentuannya?

9. Dari mana saja sumber informasi yang digunakan fimela dalam pembuatan konten?

10. Apa saja kriteria konten yang dapat diunggah pada media sosial Instagram Fimela?

11. Apakah Fimela memiliki format khusus dalam pembuatan content marketing?

12. Apakah Fimela menggunakan tamplate warna dalam pembuatan konten?, jika ya apa arti dari warna tersebut?

13. Apakah Fimela menggunakan media sosial lain dalam penyebaran konten?

14. Apasaja media sosial tersebut?

15. Apakah terdapat perbedaan pada setiap media sosial yang digunakan? Jika ya, tolong jelaskan perbedaanya?

16. Apakah Fimela menggunakan semua fitur yang disediakan oleh Instagram, jika ya jelaskan perbedaan yang terdapat pada kontennya.

(11)

17. Apakah Fimela menggunakan pihak ketiga (Influancer) dalam membuat sebuah konten?

18. Apakah Fimela memiliki format khusus dalam pembuatan content marketing?

19. Apa arti warna yang digunakan Fimela?

20. Apakah Fimela melakukan evaluasi konten?

21. Apa fokus utama dari evaluasi konten Fimela?

22. Apa tolak ukur sebuah konten dapat dikatan berhasil?

23. Apa saja perubahan yang telah dilakukan Fimela?

Informan: Melia Kharisma (Followers Instagram Fimela)

List Pertanyaan Wawancara:

1. Boleh tolong perkenalkan diri terlebih dahulu?

2. Apakah anda orang yang aktif menggunakan media sosial?

3. Sejak kapan anda menggunakan media sosial Instagram?

4. Sejak kapan mulai mengikuti Instagram Fimela?

5. Alasan mengikuti Instagram Fimela?

6. Konten apa yang paling disukai dari Fimela?

7. Secara pesan dan visual apa yang disukai dari Fimela?

8. Apakah mengetahui dan memfollow media sejenis dengan Fimela?

9. (jika ya) apa perbedaan yang telihat antara Fimela dengan pesaingnya?

10. Awal mula tahu media sosial Instagram Fimela?

11. Hal apa yang kurang dari Fimela?

12. Apakah menurut anda Fimela konissten dalam upload konten?

(12)

LAMPIRAN C

(TRANSKRIP WAWANCARA

PARTISIPAN & INFORMAN)

(13)

Transkrip Hasil Wawancara

STRATEGI CONTENT MARKETING DALAM MEMBANGUN BRAND IMAGE (STUDI KASUS: INSTAGRAM

@FIMELADOTCOM)

Nama Narasumber : Eko Setiawan

Jabatan : Social Media Manager Tanggal Wawancara : Rabu, 31 Maret 2021 Waktu Wawancara : 10.00 WIB

Tempat Wawancara : Confrence call – Zoom

Nama Peneliti : Chatrine Crisda

Peneliti : “Pertama-tama boleh tolong perkenalkan dulu untuk nama lengkap mas eko di Fimela bertugas dibagian apa gitu mas? ”

Narasumber : “Oke heeh, aku Eko Setiawan, aku dari social media manager untuk Fimela dan vertical lain yang dibawah KLY”

Peneliti : “Okey saya mulai saja ya mas dari pertanyaan pertama, kalau untuk konten sendiri di Instagram terutama ada tujuan tertentu ga sih mas yang ingin dicapai Fimela itu?

Narasumber : “Jadi kalau di Fimela itu social media kita gunakan sebagai sama untuk mencari pageview, jadi kalau di sosial media itu Instagram itu tujuannya adalah branding, jadi konten- konten yang kita sebar lebih ke visual, lebih ke engagement konten sedangkan kalau Facebook sama Twitter itu lebih ke pageview. ”

Peneliti : “Oh berarti kalau Instagram sendiri dia lebih mencakup ke branding ya mas?”

Narasumber : “Iya betul”

(14)

Peneliti : “Kalau Fimela sendiri ada alasan tertentu gak sih mas memilih Instagram terutama sebagai media promosi terkhusunya tadi mas sebutkan untuk branding?

Narasumber : “Sebenernya kalau Fimela itu sendiri punya banyak account ya untuk social medianya ada di Line, Tiktok, Pinterst juga, kemudian yang baru itu Clubhouse juga ada.

Jadi di setiap platform social media itu kita punya jadi bukan hanya di Instagram aja, tetapi kenapa Instagram kita gunakan sebagai tempat untuk branding karena Instagram itu lebih visual dan tidak clickable jadi kita gak bisa nyebar link disana kecuali Instagram story”

Peneliti : “Okey, nah tadi mas udah sempet bilang kalau ingin bentuk brandingkan ya mas, nah branding seperti apa sih mas yang dibuat Fimela terutama yang ingin dituju ke masyarakatnya, sehingga branding seperti apa yang ingin dicapai?”

Narasumber : “Yah, jadi kita di KLY itu punya banyak vertical ya ada Kapanlagi, Merdeka.com, Liputan 6, ada Fimela juga. Jadi kita untuk brandingnya adalah untuk membedakan vertical-vertical itu. Semua vertical itu punya ciri masing- masing, punya soul masing-masing, kalau di sport itu ada bola.com sama bola.net, kemudian kalau di entertainment itu ada Kapanlagi, news itu ada Merdeka.com sama Liputan 6, sedangkan untuk Fimela itu lebih ke Fashion sama Lifestyle, jadi foto-foto yang kita tampilkan juga lebih berbeda dibandingkan dengan vertikal-vertikal yang lainnya untuk pemilihan kontennya jadi lebih fashion, lebih ke beauty, lebih ke lifestyle kayak gitu sih.”

Peneliti : “Okey, mengenai tadi branding juga. Kalau untuk branding tadi ada target market tertentu gak sih mas?”

(15)

Narasumber : “Oh kalau untuk target marketnya itu di Fimeladotcom itu lebih ke usia 20 keatas ya di usia-usia perempuan- perempuan yang sudah mulai matang, perempuan- perempuan yang sudah memiliki pemikiran yang dewasa, tapi kalau di Kapanlagi beda lagi rangenya bisa lebih luas lagi, bisa mulai dari 15 tahun- 40 tahun. Tapi kalau Fimela itu lebih ke 25-40an lah”

Peneliti : “Okey, kalau untuk lingkup geografis dan SES ada gak mas?”

Narasumber : “Kalau untuk segi area kita luas sekali sih kita gak ada apa namanya gak ada mencakup area-area tertentu karena kita sendiri kalau di Fimela itu punya grup Whatsapp punya komunitas itu namanya Fimelahood, dan Fimelahood itu ada dimana-mana kita ada di Jakarta, Bandung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, bahkan ada yang di Bali juga. Jadi kita tuh berusaha mencakup areanya seluas mungkin ya, karena dulu sih waktu masih belum pandemi itu Fimelahood selalu bikin roadshow, jadi bikin acara Fimelahood Bandung, Fimelahood Malang jadi bukan hanya fokus di Jakarta.”

Peneliti : “Okey, dalam penentuan target terutama khusunya Instagram. Fimela sendiri itu ada melakukan riset pasar gak sih mas?“

Narasumber : “Ada-ada, jadi sebenernya kita tuh sering bikin campaign- campaign yang tujuannya untuk melihat sebenernya dari mana area yang lebih besar di Fimela, sebenernya kalau untuk melihat area followers kita itu lebih besar dimana lebih gampangnya sih analyticnya Instagram pasti udah keliatan baik usia, area, termasuk juga negara gitu. Cuma memang kita sering bikin campaign-campaign yang untuk menjaring atau untuk

(16)

lebih kenal dengan audience kita salah satunya lewat interaktif konten atau lewat whatsapp group.”

Peneliti : “Jadi kalau menurut mas sendiri dari target audience yang telah dibuat dengan hasil riset itu ada kesesuaian ya mas”

Narasumber : “Ya ada ada kesesuaian sampe saat ini, memang paling besar di Jakarta sih pasti, karena secara general pengguna social media itu paling banyak memang di Jakarta.”

Peneliti : “Nah kalau Fimela sendirikan khusus fashion dan infotaiment gituka ya mas, nah kalau fashion itu lebih ke wanita, tapi apakah Fimela juga menargetkan laki-laki juga untuk baca atau dari hasil riset itu ada laki-laki juga ternyata yang menikmati konten Fimela?”

Narasumber : “Sebenrnya kalau kita menargetkan secara namanya Fimela ya, jadi Fimela memang targetnya adalah perempuan tapi kalau apakah ada ada laki-laki peminat Fimela atau pembaca Fimela disitu tentu ada. Karena selain tentang fashion yang lebih ke perempuan, kita juga ada sering mengangkat tentang parenting yang bukan hanya ibu saja yang perlu tau, kemudian ada relationship, zodiac juga itu lebih general, beauty kita juga ada beberapa kali mengangkat tentang skincare laki-laki kemudian ada juga mengangkat kesehatan cuma memang porsinya jauh lebih banyak kearah perempuan sih kontennya.”

Peneliti : “Oke, kira-kira mas dalam pengelolaan konten apakah ada tim-tim khusus untuk membuat konten?”

Narasumber : “Untuk social media sendiri ada tim sendiri yang dibawah aku ya sedangkan untuk konten-konten yang diartikel ada sendiri, konten-konten yang di foto dan video itu ada sendiri yang mengelola.”

Peneliti : “Kalau konten-konten yang di foto dan video itu berarti berbeda ya mas?”

(17)

Narasumber : “beda, gak semua konten yang dibikin sama tim multimedia itu bisa kita naikan ke social media sih, karenakan social media itu lebih sensitif dan kebutuhannya akan berbeda, social media sendiripun untuk konten untuk Facebook, konten untuk Twitter, untuk Youtube, dan Instagram itu juga sih.”

Peneliti : “Kalau tadi mas bilang kalau konten Facebook, Twitter, Youtube, dan Instagram itu berbeda, nah perbedaan yang signifikan itu dibagian mananya ya mas?”

Narasumber : “Nah gini kalau di Facebook itu dia lebih ke memberitkan sebuah kejadian dia lebih ke menginfokan ya, tapi kalau Instagram meskipun seperti menceritkan sebuah berita tapi kalau visual dia tidak layak untuk naik itu tidak bisa kita naikan gitu karena kayak kalau Facebook tidak terlalu visual karena dia bisa disertai denga caption yang panjang dan juga bisa disertai dengan link ke artikel jadi orang selain melihat foto itu berita lengkapnya bisa klik ke link artikelnya, tapi kalau Instagram itu dia visual banget gitu jadi kalu secara proporsi secara warna, kemudian secara gambar dia ngeblur, terlalu blacklight itu tidak bisa kita naikan Instagram”

Peneliti : “Kalau dari Fimela sendiri apakah memiliki tema-tema khusus untuk di unggah di Instagram?”

Narasumber : “Tema-tema khusus ada, kalau tema-tema khusus kita bikin perbulan sih biasanya dan itu inline dengan redaksi, jadi untuk bulan ini bulan April kita mengagkat tentang Ramadhan dan Kartini, kemudian yang bulan Februari kita angkat tentang kasih sayang tapi lebih ke general ya, kemudian untuk bulan Maret ini kita mengangkat tentang empowering woman jadi bicara untuk setara, biasanya sih kita dalam penentuan tema itu kita melihat dari dibulan

(18)

bulan itu ada event apa ada kejadian apa ada hari besar apa kayak gitu sih.

Peneliti : “Dari tema-tema tersebut konten-konten yang di miliki Fimela saat ini apa saja mas yang memebuhi kebutuhan target market?

Narasumber : “Konten-koten seperti apa sih banyak sih, nanti konten- konten itu akan mengikuti tema baik itu artikel baik itu foto, baik itu video akan mengikuti tema itu.”

Peneliti : “Kalau dalam pembuatan konten apakah Fimela memiliki format khusus yang digunakan?”

Narasumber : “Tentu ada, kita ada pantone, kita ada warna-warna tertentu yang kita gunakan sama Fimela baik itu warna maupun teks, maupun grafis-grafisnya itu memang ada panduannya dan itu yang selalu kita gunakan untuk menjaga warna Fimela.”

Peneliti : “Oke baik mas gapapa, kalau dari konten sendiri informasi yang didapat dari mana saya ya mas?

Narasumber : “Banyak sih yang kita jadikan sumber pemilihan konten itu, salah satunya dari artikel-artikel, kita bisa dapet dari browsing kita mencari dan memverifikasi data yang masuk dan yang tersebar di social media maupun yang tersebar di dunia maya ya, seperti artikel dari media luar seperti itu, kemudian kita juga ada reporter yang kita kirim untuk meliput ada photographer juga di situ, ada multimedianya juga, kemudian kita ada juga kita mencari informasi dari apa yang sedang ramai di social media ya, jadi dari apa yang sedang viral lalu kita cek kebenarannya, kita kumpulkan datanya lalu kita bikin sebuah konten, baik konten artikel atau konten di social medianya.”

Peneliti : “Bagaimana cara pengecekan yang dilakukan Fimela terkait keaslian berita?”

(19)

Narasumber : “Untuk melihat berita tersebut real bukan hoax gitu ya, itu banyak sih yang kita bisa lakukan. Misalnya bisa melihat dari foto kejadiannya dimana, apakah foto itu secara logika adalah kejadian yang bisa dilihat kejadian sekarang atau kejadian yang sudah kapan-kapan tahun gitukan yang kemudian baru di viralkan lagi, kemudian bisa juga dari foto itu kita melihat dari foto itu, kan setiap daerah punya ciri khas masing-masing ya dari situ memang harus detail sih kayak misalnya kejadian itu di Sumatera tapi kita liat juga secara dialek apakah itu dialek Sumatera atau dialek daerah lain kurang lebig seperti itu sih dan juga harus berdasarkan data-data juga, selain itu jika ada hal yang viral kita juga harus membandingkan antar satu berita dengan berita yang lain, apakah nyambung atau tidak.”

Peneliti : “Tadi sudah sempat jelaskan bahwa Fimela memliki banyak sekali media sosial, nah dari banyak media itu media mana saja yang digunakan dalam penyebaran konten ?”

Narasumber : “gini sih tadi aku bilang untuk branding kita pake Instagram sama Tiktok itu karena pangsa pasarnya kan beda ya apa yang bisa kita sebarkan di Instagram belum tentu kita bisa sebarkan di Tiktok, kemudian kalau untuk traffic yang paling utama sampai saat ini itu Facebook sama Twitter sama Line juga, jadi penyebarannya untuk tujuan yang berbeda.”

Peneliti : “Oke mas, Nah kalau untuk konsistensi konten yang di upload sama mas tiap media ?

Narasumber : “Sama setiap hari”

Peneliti : “Kalau untuk jumlahnya sendiri mas?”

Narasumber : “Jumlah konten yang diupload untuk Instagram itu berkisaran 12-16 konten, tapi kalau untuk Facebook sama

(20)

Twitter itu bisa ratusan sih setiap harinya bisa sampai 200an juga sih tergantung dari berita-berita yang sedang ramai”

Peneliti : “Kalau Fimela sendiri menggunakan pihak ketiga ga sih mas seperti influencer atau pihak lain dalam membuat sebuah konten?”

Narasumber : “Iya kita ada kerja sama juga untuk beberapa campaign, kita kerja sama dengan banyak pihak. Salah satunya adalah influencer, ada juga sama artis-artis karena Fimelakan setiap bulan udh setahun dua tahun ini kita ada Fimela Lady bos. Fimela lady bos itu tokoh-tokoh yang kita pilih itu banyak dari perempuan-perempuan dari kalangan artis dari influencer lalu kalangan pengusaha dan banyak sih.

Kriterianya adalah perempuan-perempuan yang sudah mandiri menurut penilaian Fimela ya, jadi mandiri itu bisa secara keuangan, berpendapat, dan juga kreasi. ”

Peneliti : “Dalam pembuatan konten apakah Fimela melakukan evaluasi konten ?”

Narasumber : “Pasti pasti, kita evaluasi konten itu mulai dari H+1 sampe ada weekly ada monthly ada quarter juga.

Peneliti : “Kalau fokus utama dari evaluasi konten sendiri itu apa aja ya mas di Fimela?”

Narasumber : “Fokus utama dalam evaluasi konten itu pastinya kita akan melihat konten itu bagus atau engga dari pemilhan kontennya, pemilihan tamplatenya, dan strategi penyebarannya banyak sih kalau untuk apa yang harus diubah atau di evaluasi gitu

Peneliti : “Kalau dari mas sendiri sebuah konten itu di anggap berhasil di nilai dari apanya ya mas?

Narasumber : “Berhasil itu jika ada secera general itu bisa kita liat dari like dan comment sama reachnya juga, kemudian apakah

(21)

konten itu membawa perubahan juga buat pembaca kita untuk menjadi terinspirasi kaya gitu-gitu. Kalau campaign kita bisa lihat keberhasilannya dari jumlah submition dan bagaimana kualitas foto-foto atau video atau konten yang diunggah submition untuk mengikuiti campaign itu ” Peneliti : “Submition itu dari pihak luar?”

Narasumber : “Iya dari pihak luar, jadi kayak kita bikin campaign itu kayak bulan ini kita bikin campaign tentang foto dukung bicara untuk setara itu berupa kompetisi nah disitu kita melihat apakah submition atau orang yang ikut berapa banyak kemudian foto-foto yang diunggah sama caption yang mereka sertakan itu seberapa bagus, kemudian juga untuk setiap bulan kita selalu bikin campaign share your story itu jadi kayak lomba menulis yang di kirim melalui email.”

Peneliti : “Berarti konten di Fimela sendiri juga sumbernya dari pembaca Fimela langsung ya mas?

Narasumber : “ Iya karena kita apa ya , kita gak mau antara Fimela dengan pembaca hubungannya satu arah aja tapi kita berusaha mengajak mereka untuk berkomunikasi, mereka terlibat dan mereka merasa memiliki Fimela adalah mereka. Maka dari itu kita bikin banyak campaign kemudian juga kita bikin banyak komunitas juga di setiap daerah karena dari situ kita melibatkan mereka kita tau seberapa besar mereka mencintai mereka dan seberapa Fimela mereka dan seberapa dibacakah Fimela ini. Jadi ada hubungan dua arah untuk sama sama berkembang.

Peneliti : “Nah dari hasil evaluasi yang telah di laksanakan dar awal hingga saat ini perubahan apa saja yang telah dilakukan Fimela?

(22)

Narasumber : “Banyak banget kalau perubahan itu kita di dunia media itu setiap hari aka nada perubahan. Sesignifikan apa itu jalan berdasarkan waktu sih ya, media 5 tahun yang lalu bebrbeda dengan media tahun ini. Kayak dulu itu orang belum terlalu banyak gadget yang bisa digunakan untuk bersosial media untuk membuat konten juga mereka berkiblat pada media untuk konten yang bagus itu seperti apa, tapi setahunan ini semakin banyak influencer, semakin banyak anak-anak social media yang sudah bikin konten kiblatnya udah mulai bergeser jadi mereka lebih ngerti konten yang bagus belom tentu mendapat reaksi yang bagus juga gitu dan media harus bisa menimbang seberapa besar dia bisa terlibat dalam influence yang terjadi saat ini.”

Peneliti : “Kalau dari konten-kontennya sendiri mas boleh tau perkembangannya mungkin kita ambil contoh sebulan yang lalu gitu mas?.”

Narasumber : “ Kalau untuk kontennya kita gaada perubahan yang secara signifikan ya, secara tema konten kita tetap cuma ada perubahan dipenyesuaian kayak thumbnail, penyajian youtube, penyajian di Instagram juga, karena kayak dulu mungkin sempet ada yang dulu booming adalah konten- konten yang banyak stiker banyak aksesoris, atau banyak pernak-pernik dalam konten itu, kemudian ada ketika saat ini lebih simple jadi lebih di Fimela kalau dulu tamplatenya banyak pernak-pernik di tamplate Instagram, kalau sekarang lebih kayak ke hanya shadow dan juga teks aja.”

Peneliti : “Oh ya mas satu lagi, bagaimana pendajwalan penguploadan konten pada Instagram Fimela?”

(23)

Narasumber : “ Kalau untuk konten entertaiment itu kita setiap hari ada karenkan kejadian di dunia entertainment itu kan setiap hari ya, kalau jumlahnya apakah hari ini satu atau besok dua atau harus dua setiap hari itu gak pasti karena kita menyesuiakan kejadian yang ada dihari itu, tapi kalau zodiac itu biasanya kita postingnya antara Senin dengan Selasa karena kita ambil di awal mingguan, karna tiap minggu di hari senin itu ada konten zodiac, tapi kalau tips dan resep itu kita bisa menyesuaikan sih jadi misalkan kejadian hari ini di infotainmentnya udah full gitu untuk konten konten beauty, everlasting kayak tips resep itu bisa kita geser untuk besok ketika kontennya sepi gitu.”

Peneliti : “Sepertinya untuk pertanyaan sudah cukup dan menjawab semua mas”

Narasumber : “ Sudah ya, nanti kalau ada perlu-perlu lagi atau ada yang ingin ditanyakan lagi bisa langsung WA aja chatrine”

Peneliti : “Baik mas, boleh saya minta screnshoot untuk bentuk dokumentasi?”

Narasumber : “ boleh boleh boleh ”

Peneliti : “Ok baik mas, sudah ya mas. Terimakasih mas Eko atas waktu dan informasi yang telah di berikan mas. Stay healthy mas

Narasumber : “ Ok chatrine sama sama”

(24)

Transkrip Hasil Wawancara

STRATEGI CONTENT MARKETING DALAM MEMBANGUN BRAND IMAGE (STUDI KASUS: INSTAGRAM

@FIMELADOTCOM)

Nama Narasumber : Esti Kurniasih Jabatan : Social Media Traffic Tanggal Wawancara : Rabu, 7 April 2021 Waktu Wawancara : 16.00 WIB

Tempat Wawancara : Confrence call – Zoom

Nama Peneliti : Chatrine Crisda

Peneliti : “Halo kak, boleh aku mulai wawancaranya ?”

Narasumber : “hmm boleh”

Peneliti : “Okey aku mulai dengan perkenalan dulu ya kak, perkenalkan nama aku chatrine crisda biasa di panggil chatrine saat ini aku berkuliah di Universitas Multimedia Nusantara, tepatnya jurusan Ilmu Komunikasi yang saat ini berada di semester 8 dan sedang menerjakan tugas akhir berupa skripsi dengan judul strategi content marketing untuk social media Instagram Fimela. Jadi disini aku ingin mengetahui strategi content marketing yang digunakan oleh Fimela. Nah kalau kakak boleh silahkan perkenalkan diri dari nama dan di Fimela berada di divisi apa?”

Narasumber : “okey chatrine, sebelumnya perkenalkan dulu aku Esti dari tim sosmednya Fimela di KapanLagi Youniverse untuk posisi saat ini aku sebagai coordinator tim sosmednya, selain Fimela ada merdeka dan juga liputan 6 untuk tim sosmednya Fimela sendiri ada di Malang dan di Jakarta, nah yang di Malang dan Jakarta sebenrnya

(25)

jobdescnya sama-sama aja untuk distribusi artikel dari website ke sosial media gitu.”

Peneliti : “Aku langsung mulai kepertanyaanya aja kak, untuk Fimela sendiri khusunya Instagram tujuannya itu untuk apa ya kak?”

Narasumber : “okey kalau di Fimela Instagramnya untuk bangun engagement, karena kalau sosial media itu punya 2 tujuan yang pertama naik viewser untuk liat ke website nah itu dari Facebook, nah sedangkan kalau Instagramkan kita gak bisa ngajak viewser untuk klik ya dari konten-kontenya jadi biasanya sih untuk ningkatin engagement dan ningkatin awearness karena dari Instagram itu viewser bisa klik komen, likes, bisa juga di share ke platform lainnya jadi ningkatin awearness apalagi kalau Fimela inikan banyak banget eventnya ya, jadi disini Instagram jadi platform yang cocok untuk menyebarkan info-info soal event Fimela atau bahkan hanya sekedar artikel-artikelnya begitu. Jadi melalui event itu orang bisa awear oh ada event ini yang dibuat oleh Fimela secara gak langsung awearnesnya menyebar lewat event-event itu dan dibantu oleh platform Instagram.”

Peneliti : “jadi lebih ke awearnes dan engagement ya kak”

Narasumber : “Iya karenakan kalau di website dia lebih pasif, kalau di sosmed dia lebih bias interaktif sama sih kalau di Facebook juga bisa interaktif cuma kalau di Instagram saat ini sih engagementnya lebih tinggi daripada di Facebook”

Peneliti : “terus kalau target audience dari Fimela itu sendiri bagaimana kak dari segi demografis dan geografis?”

Narasumber : “kalau demografisnya sih perempuan ya jelas karena ya Fimela untuk secara artrikel untuk perempuan kebanyakan, usianya sih usia anak kuliah sekitar yang

(26)

udah mau lulus lah 25-40 tahun pokonya wanita dewasalah yang bukan anak-anak remaja lagi, disesuikan juga dengan konten-kontennya yang sesuai dengan targetnya ada konten parenting, pekerjaan, ada juga soal hubungan percintaan tapi lebih kewanita dewasa sih yang udah bekerja.”

Peneliti : “Kalau dari segi geografisnya kak?”

Narasumber : “geografis engga sih karenakan ini online ya medianya jadi bisa tersebar kemana-mana aja gaada tergetnya, targetnya tuh lebih ke jenis kelamin sama umur.

Peneliti : “Nah kalau dalam penentuan target audience, Fimela ada melakukan sebuah riset ga kak?”

Narasumber : “Riset tentu ada ya, karena sebelum menentukan brand ini mau dibawa kemana sebelum nentuin strategi marketing kayak gitu-gitu tentu ada risetnya dulu tpi itu dilakukan oleh tim redaksi, kalau tim sosmed beda lagi, kita eksekusi yang udah ada di buat oleh tim redaksi.”

Peneliti : “Oh berarti kakak sendiri gak tau gitu risetnya pake atau seperti apa gitu kak? “

Narasumber : “engga, gak tau kalau itunya, tapi sebenrnya Fimela ini awalnya Fimela.com, jadi tuh sebenrnya KLY ada 2 perusahan yang merger dulu KMK sama Kapanlagi, nah si Fimela ini gabungan dari Female.com dengan bintang.com, sama sebenernya Fimela sendiri udah ada jadi 3 gabungan, 3 brand melebur jadi Fimela gitu.

Sebelumnya ada Bintang.com dari KMK terus ada Female.com sama Fimela.com itu sendiri, nah karena merger dan 3 media itu punya target yang sama dan segmen yang sama jadi di gabungin di Fimela.com ” Peneliti : “nah kalau untuk konten sendiri ada tim-tim khusus gak sih

kak yang mengelola konten?”

(27)

Narasumber : “Oh kalau Instagram dari tim sosmed kalau dari website itu dari tim redaksi, untuk pemilihannya ada parameternya itu dari google analytics, jadi kita bisa liat apa yang konten yang lagi banyak dibaca jadi lebih kita optimalin disitu ketimbang dengan konten-konten yang memang pembacanya gak gitu banyak, balik lagi supaya engagement kita lebih tinggi. Karenakan masing-masing tim punya target sendiri ya, dari tim sosmed juga punya target engagement jadi kita pertimbangkan juga untuk mencakup pencapaian target itu juga kalau kita menyebarkan konten yang memang lagi hype atau lagi banyak diomongin banyak orang jadikan bisa lebih engage ya, orang bisa lebih tertarik buat komentar. Kayak kemaren misal pernikahannya Atta sama Aurel itukan hypekan, nah ketimbang ada berita artis lain yang misalnya 7 foto artis jaman dahulu dengan sekarang, nah kitakan pasti bakal milih konten yang Atta Aurel karena momennya sedang hype gitu. Pertimbangannya sesuai yang sedang trending aja gitu. ”

Peneliti : “Jadi konten-konten seluruhnya dari tim sosial media aja gitu ya kak?”

Narasumber : “Oh iya kalau untuk Instagram memang lebih tim media sosial saja, cuman kalau dari konten yang masuknya itu dari redaksi ada itu untuk konten-konten teks yang masuk biasa sama ada tim multimedia untuk konten-konten video berupa animasi gitu.”

Peneliti : “Kalau di Fimela ada tema apa aja ya kak? dan cara penentuan temanya ?

Narasumber : “Instagram pada dasarnya lebih ke fashion sama artis dan tips kebanyakan itu sih sama lifestyle kayak suka ada event-event fashion pasti di Fimela akan posting itu, nah

(28)

artis karena memang user Instagram Fimela, mungkin semua user Instagram pada umumnya di Indonesia kali ya lebih interst ke konten-konten artis sih untuk engage ketimbang konten-konten kayak lifestyle gak terlalu banyak.”

Peneliti : “Kalau mungkin tema-tema besar tiap bulannya gitu ada gak kak?”

Narasumber : “Oh itu dari redaksi ada namanya Fimelahood terus setiap bulan ada beda-beda yang mereka bikin tema setiap bulannya beda-beda tapi itu gak melibatkan tim sosmed dalam menentukan tema itu jadi semuanya dari redaksi, jadi mereka itu ada activitynya kalau dulu itu ada kayak ketemuan misalnya kayak di restoran terus ada komunitasnya juga Fimelahood, kadang mereka juga bikin sesuatu yang DIY gitu, nah kalau activity itu cuma sebates dokumentasi untuk di sosmes.”

Peneliti : “kalau sosmed itu di Fimela itu berfokusnya lebih bagaian publikasinya kah?”

Narasumber : “Kalau untuk publikasi secara keseluruhan itu di website ya kerena kalau berita tuh panjang isinya, kalau di sosmed lebih mengarah ajakan untuk orang masuk ke website gitu, kalau Instagram karena dia ga bisa klik ke website jadi ajakan orang untuk lebih engage ke Fimela. Publikasi iya juga sih bisa tapi bukan yang utama karena sebenernya baik Facebook atau Instagram tujuannya mengarahkan user masuk ke website dan kalau di Instagram tampilannya juga lebih simple kan ya ketimbang baca di webste jadi lebih memudahkan user untuk baca. Tapi memang biasanya kalau di Instagram gak dipublish secara keseluruhan jadi mentrigger user itu untuk masuk ke website.”

(29)

Peneliti : “berarti kalau gitu Fimela sebenernya banyak sosial media ya kak?”

Narasumber : “Iya banyak-banyak, sekarang tuh ada lagi Fimela resep sama seberiti itu khusus untuk ngeposting soal resep sama selebriti itu sendiri sendiri sih, itu baru kapan ya pas aku cuti itu baru.

Peneliti : “terus kalau sosial medianya Fimela sendiri yang aktif itu apa aja ya kak?

Narasumber : “Untuk sosial media ada Facebook sana Twitter, Tiktok ada juga deh. Tapi yang udah jalan efektif itu di Instagram, Facebook, sama Twitter.”

Peneliti : “Kalau perbedaan antar sosial media dari segi kontennya ada perbedaan gak kak?

Narasumber : “kalau twitter lebih menyasar user-user di setiap platform sih, kalau kita cuma ada di Facebook atau Instagram kan kita gak bisa nyasar ke user yang di Twitter. Makanya kita ada di Twitter, selain itu Twitter bisa ada automatic post jadi artikel yang di publish di website itu otomatis tertwett di Twitter juga di Facebook. Cuma kalau di Twitterkan lebih singkatkan ya textnya. Perbedaanya sih tujuannya memang untuk menyasar ke user yang lebih banyak sedangkan kontennya di buat untuk Twitter dan Facebook itu untuk yang automatic post itu ga dibedain, karena dari web itu akan otomasih publish. Sedangkan kalau Instagram sama Tiktok, tapi kalau Tiktok aku belom tau sih ini udah fix ada atau belum apakah akan di buat atau sudah dibuat aku belum tau. Untuk Instagram itu yang lebih ke visual yang bagus artinya foto-fotonya HD bukan foto-foto dari stock photo, kalau untuk Facebook dan Twitterkan masih bisakan ya foto-foto kayak gitu, kalau di Instagram sih memang original foto dari photographer

(30)

terus adalagi satu lagi Youtube, Fimela juga ada disitu, di Youtube itu usernamnya Fimelamedia, tapi kalau di Fimela youtube ini yang ngerjain tim multimedia bukan dari tim sosmed.”

Peneliti : “Kalau untuk jam-jam upload konten ada kentuannya gak kak?”

Narasumber : “Hmm untuk jam sih gak ada ya paling liat konten apa yang lagi bisa di posting itu diposting karena kalau algoritmanya Instagram kita gak bisa memastikan apa yang diposting sekarang kemudian muncul di timeline user saat itu juga, Facebook juga kayak gitu. Tapi yang ada itu paling periode kalau di Facebook sih setiap 10 menit atau setiap 15 menit.

Kalau di Instagram gak ada kayak gitu sih tergantung kapan ada berita yang bisa dinaikin maksunya yang memang update itu langsung di naikin.”

Peneliti : “Kalau untuk konten perharinya gitu berarti dari website resmi Fimela ya kak?

Narasumber : “Iya semua dari website, semua kontenya di post di sosial media itu dari website. ”

Peneliti : “Nah itu ada penjadwalan perhari ga sih kak untuk kontennya?”

Narasumber : “Gak ada sih”

Peneliti : “Kalau dari Fimela kriteria konten yang boleh di unggah itu seperti apa kak?”

Narasumber : “ sebenernya untuk apapun yang ada di website ini sudah boleh naik, kalau Fimela kontennya lebih aman sih kontennya gak ada yang aneh-aneh. Maksudnya aneh itu sensitif ya misalnya kayak berbau SARA atau kriminal atau pornografi gitu-gitu. Soalnya kalau di Facebook atau Instagram lebih ketat sekarang kalau kita naikin konten yang seperti itu bisa kena banned atau masalah copyright,

(31)

kadang ada konten-konten ambil video dari media lain nah ketika naik di Facebook itu suka kedeteksi kalau ini video dari media luar, nah itu sih yang sering terjadi nah itu bisa kena banned juga. Tapi itu diluar kapasitas kita ya maksudnya kitakan ga bisa tau sebelum itu bisa terjadi kalau misalnya soal copyright, paling yang bisa kita antisipasi itu kita mencagah konten-konten yang SARA terus kriminal tapi itu jauh dari Fimela sih jadi aman secara secara konten.”

Peneliti : “Sebenrnya kalau konten Instagram sendiri pesen apa sih yang mau disampaikan kepada pembacanya kak”

Narasumber : “Kalau itu Fimela sebagai media yang ditujukan untuk, biasanya sih untuk menangkat inspiring, sesuatu yang inspiring dari seorang wanita, karenakan konten- kontennya seperti itu. Jadi lebih ke powerfull woman, inspiring terus perempuan-perempuan yang kuat kayak gitulah yang disampaikan”

Peneliti : “Jadi lebih kayak membentuk pembaca jadi wanita yang kuat gitu ya kak?”

Narasumber : “hmmm iya kurang lebih dari artikelnya mengarah kesana.

Juga soal entertaimen juga ada disini, di Fimela jadi intinya sih, Eh ini dari segi website atau Instagramnya ya

?.”

Peneliti : “Boleh kakak jawab keduanya kak”

Narasumber : “kalau website bukan kapasitas aku kalau instagramnya sih kita ingin menyajikan konten-konten yang ada di website itu lebih simple dan enak dibaca karena kebanyakan konten-konten ini soal perempuan yang inspiring, yang powerfull yang mandiri seperti itu. Selain itu juga ada lifestyle jadi bukan cuma ada karateristik gitukan tapi juga

(32)

lifestyle, entertainment juga ada artis cuma kemasannya memang lebih simple dibandingkan baca diwebsite”

Peneliti : “Nah apakah Fimela menggunakan fitur-fitur yang disediakan Instagram kak?

Narasumber : “kita pake semua fiturnya cuma belum sempet bikin filter, ada rencana mau buat tapi belum tereksekusi”

Peneliti : “Kalau konten-konten perfitur itu ada perbedaanya gak kak?

Narasumber : Gak ada kalau Instagram sama aja, cuma secara jumlah sih lebih banyak stories ketimbang feeds, karena kalau stories kita bisa pake image dari stock foto bahkan dari Canva kalau dari Instagram feeds kita pake foto-foto original photographer”

Peneliti : “berarti gaak ada perbedan, nah kalau konten Fimela itu pakai pihak ketiga gak kak seperti influencer dalam pembuatan kontenya”

Narasumber : “Kalau konten regular engga, cuma kalau campign kita pakai”

Peneliti : “Nah kalau yang seperti di IGTV itu kak seperti sharing session itu gimana kak?”

Narasumber : “ ohh IG live ya, iya itu sosial media juga. Itu memang itu memang pakai artis tapi sifatnya lebih ke wawancara ya bukan dia terlibat dalam satu proses konten kita, kalau itu lebih ke redaksi sih”

Peneliti : “Jadi itu lebih pendukung aja ya kak?”

Narasumber : “ iya konten-konten khusu bukan yang dari website, kadang program-programnya juga kalau memang viewersnya gak banyak atau kurang berkembang akan diganti dengan program baru lagi.

Peneliti : “Fimela sendiri ada format khusus gak kak dalam pembuatan konten?”

(33)

Narasumber : “ iya kita ada tamplate karena kita ada tone warna sendiri ada guidelinenya ada warna fusia, tosca , sama hitam ada putihnya juga sih”

Peneliti : “Kalau dari warna itu ada artinya gak kak?”

Narasumber : “artinya mungkin ada ya tapi aku gak tau sampe sejauh itu biasanya kalau gitu lebih ke tim marcom karena mereka yang ngebentuk brand karakter sama lebih ke redaksi”

Peneliti : “terus kalau selain warna ada lagi kak?”

Narasumber : “paling font sih kita pake yang seragam sama desain juga kita buat seragam, gak yang beda-beda gitu, kecuali konten-konten yang diluar konten regular, konten promo event, atau cuma foto aja, konten promo dari sales ada brand masuk yang mau promo nah itu kita ga kasih tamplate cuma emg foto dari mereka aja. Ada juga foto- foto yang bagus kalau gak pake tamplate kita pertimbangin juga.

Peneliti : “Fimela pasti melakukan evaluasikan ya kak?

Narasumber : “ iya ada, kita adain mingguin, bulanan, bahkan harian juga kita bisa, tapi lebih sering mingguan”

Peneliti : “Fokus utama dalam evaluasi konten itu apa aja kak?

Narasumber : “Kalau instagram lebih ke jumlah engagementnya yang bisa didapatkan dari setiap konten, karena sosmed itu tujuannya untuk menarik lebih banyak user untuk masuk ke website”

Peneliti : “kalau dari awal hingga saat ini perubahan apa saja sih kak yang udah dilakukan oleh Fimela?

Narasumber : “ Lebih ke pemilihan konten yang bagus untuk dinaikan ke Instagram, tujuannya sih untuk meningkatkan atau sekedar mempertahankan ada yang kita sudah capai”

Peneliti : “Jadi lebih ke pemilihan konten ya kak?”

Narasumber : “ iya”

(34)

Peneliti : “jadi klau pemilihan konten dulu memangnya seperti apa kak?”

Narasumber : “ Untuk pemilihan konten kita bisa dari website, atau titipan redaksi, atau bisa liat dari google analytic, parameter yang bisa mengukur konten itu bagus apa engga itu dari google analytics, kalau cara pengambilannya gaada berubah yang berubah itu konten seperti apa yang akan dipilih untuk dinaikan. Kalau ditanya perubahan sebelum dan sesudah itu, misalnya sebelumnya kita naikin konten-konten yang relationship tapi ketika dirivew yang relationship itu gak terlalu efektif terus ynag ternyata yang efektif lebih ke entertainment, nah jadi kita perbanyak konten-konten selebriti kayak gitu.”

Peneliti : “Aku rasa sudah cukup pertanyaan dari aku, sudah terjawab semua”

Narasumber : “Oke, kalau sudah terjawab semua”

Peneliti : “Oh ya kak aku boleh izin screenshoot kak untuk data ke universitas?”

Narasumber : “ Oh boleh-boleh”

(35)

Transkrip Hasil Wawancara

STRATEGI CONTENT MARKETING DALAM MEMBANGUN BRAND IMAGE (STUDI KASUS: INSTAGRAM

@FIMELADOTCOM)

Nama Narasumber : Hasna Syahida Jabatan : Social Media Officer Tanggal Wawancara : Kamis, 1 April 2021 Waktu Wawancara : 14.00 WIB

Tempat Wawancara : Confrence call – Zoom

Nama Peneliti : Chatrine Crisda

Peneliti : “Jadi aku perkenalin diri dulu kak, pertama-tama nama aku Chatrine Crisda. Aku saat ini mahasiswa universitas multimedia nusantara tepatnya saat ini aku duduk di semester 8 dan kebetulan saat ini aku sedang melakukan penelitian untuk tugas akhir aku yaitu skripsi dengan judul strategi content marketing dalam membangun brand image khusunya untuk Instagram Fimela sendiri gitu kak,

Narasumber : “Oh ya okey”

Peneliti : “Nah kalau boleh tau, kalau nama kakak nama lengkapnya siapa dan di Fimela sendiri berada di divisi apa kak?”

Narasumber : “Oh okey, perkenalkan nama aku Hasna Syahida, biasa dipanggil Hasna. Aku di Fimela ini di divisi social media, jadi aku yang pegang sosial medianya Fimela.com.”

Peneliti : “Okey kalau sosial medianya itu khusunya dibagian apanya ya kak, apakah semua sosial media atau tertentu aja”

Narasumber : “mostly sih sih semua ya, kita di Instagram, Facebook, Twitter, Pinterst, terus Youtube juga ada cuma yang aktif

(36)

memang baru di Instagram, Facebook, sama Twitter sih.

Kalau di Pinterst ga sesering di Instagram atau di Facebook atau di Twitter gitu”

Peneliti : “Oke baik, aku langsung masuk ke pertanyaan aja ya kak, kalau misalkan untuk media sosial Instagram sendiri tuh kak dalam satu hari itu, Fimela mengunggah berapa konten ya kak?”

Narasumber : “Jadi untuk konten Instagram di Fimela itu sebenernya gini, konten dari Fimela dari adminnya misalnya dari aku, misalnya aku menyiapkan 4-5 materi, tapi kita juga ada video dari multimedia video yang biasanya kita upload di youtube sama di Facebook itu jug kita upload di Instagram, biasanya perhari itu 3-4 vidio gitu, trus biasanya juga selain ada materi dari Fimela atau dari multimedia itu kita juga biasanya ada promo dari sales gitu, bisanya itu 2-4 materi gitu sih. Jadi kurang lebih rata-rata gitu ya setiap harinya Fimela itu upload sekitar 13 postingan. Tapi itu misalkan ada semuanya, jadi kayak misalkan materi dari admin trus ada video sama dari promo sales gitu, tapi itu biasanya Senin sampai Jumat sih kalau misalkan hari Sabtu atau Minggu itu lebih sedikit biasanya postingannya.”

Peneliti : “Okey, kalau tadi kakak bilang ada konten dari tim sales, nah kontennya itu berupa apa ya kak? ”

Narasumber : “Konten itu berupa gini Chatrine, jadi berupa promo, jadi misalkan gini Fimela itu kan dibawahi KLY. KapanLagi Younivers kan punya beberapa brand ada KapanLagi, Merdeka ada Liputan 6, ada Dream dan masih banyak yang lainnya. Di KLY inikan kita punya marketing dan saleskan ya, jadi kalau sales itu kalau misalkan sales promo itu berhubungan dengan client, jadi misalkan kayak ada brand

(37)

yang masuk ke kita nah udah pasti bisa promo di Fimela, KapanLagi, Merdeka, di Liputan 6 kayak gitu. Jadi Iklan di Instagram”

Peneliti : “Oh jadi secara gak langsung Fimela juga membuka slot untuk beriklan bagi brand-brand luar gitu ya”

Narasumber : “iya tapi itu biasanya nanti berhubungan langsung sama sales dan marcom dan itu nanti itu berhubungan sama mereka dan nanti materinya baru ke bagian sosial media.”

Peneliti : “Nah kalau untuk Fimela sendiri dalam upload konten itu ada jam-jam tertentu gak kak? dalam satu hari ?”

Narasumber : “Dalam satu hari sih biasanya gini, jadi kalau dari admin Fimela kita start, tapi ini kita ga pakem ya, maksudnya untuk jadwalnya itu biasanya mulai dari jam setengah 11 gitu, karena menurut dari data yang kita dapat memang waktu untuk Fimela upload konten itu jam 10 keatas itu biasanya kita upload, perjam yah gitu ya tergantung kontennya itu tadi. Tapi kalau video itu biasanya kita masukin jam 12, jam 3, jam 6, sampai jam 9. Kalau untuk postingan-postingan kayak materi gitu itu tadi kayak jam 10 terus pokoknya kayak selang-seling gitu jangan sampe kayak postingan promo sales itu berdempetan atau kayak postingan video berdempetan gitu. Jadi ada materi, ada promo, ada video kayak gitu. Tapi sebenernya kalau waktunya sih flexible aja yang penting gak berdempetan.”

Peneliti : “Nah tadi kakak bilang mulai dari diatas jam 10 ya kak untuk upload konten”

Narasumber : “heem iya biasanya- biasanya””

Peneliti : “Kalau untuk last upload itu dijam berapa kak? ”

Narasumber : “Kalau kita biasanya jam 9 udah selesai ya uploadnya, tapi itu ya balik lagi ya gak pakem kayak gitu, kitapun pernah upload setelah jam 9 malem atau kita upload sebelum jam

(38)

10 pagi juga ya sering juga. Cuma ya biasanya kalau misalkan ga kepepet jadwalnya yang kayak aku bilang tadi yang dari jam 10 itu.”

Peneliti : “Okey, nah kalau target audience Fimela itu sendiri seperti apa ya kak?”

Narasumber : “Kalau dari target audiancenya Fimela sendiri, kita udah punya datanya yang emang adult sampai adult sih jadi yang usia 20an gitu sampai 30an, targetnya itu perempuan yang bisa dibilang sekitar 25 tahun keatas gitu.”

Peneliti : “Kalau misalkan dari SESnya sendiri kak?

Narasumber : “oh SESnya sediri sih, tunggu kalau A itu yang bagaimana ya ?”

Peneliti : “A itu yang paling atas kak”

Narasumber : “Ya bisa dibilang A B lah ya.”

Peneliti : “Terus kalau dari segi geografisnya gitukak, Fimela itu targetnya di daerah mana ya kak?”

Narasumber : “Kalau media satu Indonesia ya kita, Fimela emang kita targetnya satu Indonesia gitu, gak gak ada khusus kayak Jakarta aja atau Jawa aja gitu engga. Kita satu Indonesia sih.”

Peneliti : “nah kalau dari Fimela sendiri itu dalam menentukan target audience ada melakuka riset gitu ga sih kak?”

Narasumber : “kalau kita itu biasanya bukan riset ya, pasti ada report ya, nah reportnya itu utnuk menentukan pasar itu kita bisa cari gitu mana sih sebenernya kategori audience kita yang kayak gimana sih nah biasa kita ambil data pake socialbakers, jadi itu kayak misalkan kita tarik datanya, misalkan kayak dari usia, gender, lokasi nah biasanya kita ambilnya dari socialbakers itu tadi.

Peneliti : “Konten apa saja yang dimiliki Fimela sampai saat ini?”

(39)

Narasumber : “Kita paling sering celebrity karena memang paling banyak peminatnya di Fimela, terus fashion, zodiac, isu-isu perempuan, beauty, parenting, terus quotes-quotes, yang menginspira sih biasanya. Makanya kita pilih targetnya adalah adult to adult gak cocok sih untuk anak-anak remaja”

Peneliti : “nah dari sekaian banyak konten yang kakak sebutin ke aku untuk penjadwalan kontennya sendiri itu bagaimana ya kak?

Narasumber : “Sebenernya kita punya guidenya ya, misalkan hari ini kita uploadnya kategori apa, tapi balik lagi, misalnya aku tiap pagi akan research apa yang jadi trending topic di hari itu gitu. Jadi kita harus liat trending topicnya apa aja hari itu apa aja sih yang dicari sama orang–orang atau topik apa yang dibahas sama orang-orang hari itu, nanti aku bari bikin materinya dari situ, jadi ga ada patokannya wajibnya hari ini harus ini jadi kita flexible aja sih.”

Peneliti : “Berarti gak ada konten rutin gitu kak perharinya?”

Narasumber : “oh ada tapi biasanya bukan rutin harinya ya tapi misalkan setiap minggu tuh pasti ada misalkan kalau di Fimela kayak zodiac itu pasti ada, misalkan kayak share your stories gitu kayak cerita di Fimela tuh ada seminggu sekali yang penting ada sih setiap minggu tapi gak secara kayak pakem banget gitu engga ”

Peneliti : “Tadi kakak ada sebut terkait research, nah research itu kakak lakukan menggunakan apa ya kak?”

Narasumber : “kalau research itu kita bisa liat trending topics di Twitter sama memang dari tim kita udah ada researcher gitu jadi akan langsung di forward ke grup kayak berita yang lagi trending topik apa-apa aja, di Twitter apa aja di Instagram apa aja jadi kita bisa liat langsung dari situ, gitu.”

(40)

Peneliti : “Kalau di Fimela sendiri punya tema-tema tertentu ga sih kak dalam buat konten?

Narasumber : “Gak ada sih sebenrnya, kita liat berdasrkan trending topic yang ada di hari itu, jadi misalkan yang lagi rame soal celebrity semua yaudah hari ini kita topik nya selebriti semua jadi ga nentu harus seusai pakem, kayak hari ini harus naik zodiac padahal harusnya bisa konten lain yang berpotensi rame gitu, itu justru sayang banget di lewatin topik itu.”

Peneliti : “ kalau untuk tema perbulan gitu kak, khusus-khusus perbulannya tema besarnya”

Narasumber : “Oh gaada sih kita, cuma emg tiap bulan itu kita ada yang namanya lomba menulis tapi itu saa redaksi juga itu tiap bulan itu ada temanya kayak misalkan waktu itu temanya hari ibu temanya hari ibu terus misalkan besok kartini kita akan angkar temanya hari kartini, terus misalkan ada temanya hari ayah kita pake tema hari ayah gitu sih.”

Peneliti : “Berarti tema-tema itu mengikuti kondisi atau suasana di bulan tertentu gitu ya kak?

Narasumber : “iya misalnya nih bulan April akan ada momen ibu kita Kartini, nah sebisa mugkin postingan-postingan kita lebih mengarah kesana, jadi kayak pemberdayaan perempuan, kesetaraan perempuan, terus pendidikan perempuan, cari quotes-quotes kita cari materi buat dijadiin postingan. ” Peneliti : “Nah kalau sumber informasi dalam pembuatan konten itu

dari mana ya kak?”

Narasumber : “konten untuk Instagram Fimela udah pasti kita ambil dari websitenya Fimela, tapi kalau misalkan di Fimela lagi gaada sesuatu yang viral kita bisa cari di brand lain, kalau aku biasanya cari di KapanLagi atau Liputan 6 atau ke Dream itu boleh dan bisa, jadi ga mesti harus dari Fimela

(41)

tapi ya jangan ngambil konten dari kompetito juga itu gak etis aja sih, tapi kalau dari brand yang sama dari Fimela gitu ya gapapa biasanyaa aku ambil dari sana juga.”

Peneliti : “Maksudnya brand sama itu kompetitor atau gimana kak?

Narasumber : “Oh bukan-bukan yang satu holding, yang dibawah naungannya KLY itu gapapa gitu.”

Peneliti : “Kriteria konten yang boleh di upload itu seperti apa kak?”

Narasumber : “Oh kayak kriteria berita ini layak di naikin di Fimela gitu ya?

Peneliti : “Iya kak”

Narasumber : “ Itu sih biasanya pertama gambar harus bagus ya gambar harus HD harus gak boleh pecah-pecah gitu, terus isi pesannya itu harus positif gitu, walaupun tentang artis gituka, itu harus yang positif jadi mungkin misalkan kalau di websitenya Fimela gitu ada-ada berita-berita negatif tentang artis siapa gitu kita gak ambil itu untuk di Instagram, kita pokoknya posting-posting di Instagram itu yang positif-positif aja, seperti tentang prestasi, terus misalkan kayak tips-tips kecantikan, tips-tips cari kerjaan, tips-tips interview, tips relationship kayak gitu sih.”

Peneliti : “Kalau boleh tau kenapa Fimela lebih memilih post”an yang mengarah ke positif kak? Padahal yang kita tau orang-orang tuh hobi baca berita yang negatif.

Narasumber : “Iya jadi gini sebenernya Instagram dari Fimela atau Instagram dari sebuah brand itukan menunjukan citra brand tersebut gitukan, kalau misalkan Fimela itu kita ingin membangun brand itu yang memberdayakan perempuan, yang ingin menginfluance perempuan itu yang baik-baik aja gitu. Jadi otomatis kita harus memposting berita-berita yang positif, maksdunya ya gimana kita mau menginfluance pesan yang positif tapi postingan kita

(42)

negatif-negatif terus kan gak match ya, kan ga sinkron gitu.

Jadinya memang kita ngambilnya yang positif-positif aja gitu, tapi kecuali kayak berita perceraian, perselingkuhan itu mungkin kita tetap kita beritakan kalau misalnya berita itu rame, tapi kita ga menyudutkan satu pihak gitu. Jadi kita cuma menginformasikan aja.”

Peneliti : “Oh okey kak, nah kalau Fimela sendiri ada format khusus gak kak kayak tamplate dalam buat konten?”

Narasumber : “Ada-ada, kalau feeds Instagram kita pake formatnya yang ada judulnya tapi ga serta merta harus yang kayak gitu terus ya, maksudnya kayak berita selebriti sih biasanya kita pake itu jadi kayak foto dibawahnya ada judulnya gitu baru nanti di caption baru ada penjelasan dari foto tersebut gitu.

Tapi kalau misalkan untuk infografis, misalkan untuk interactive content itu biasa kita bikin pake Canva sih dan gaada tamplatenya jadi kita berkreasi sendiri aja.”

Peneliti : “Kalau misalnya seperti warna atau tulisannya gitu ada tamplate khusus gak?”

Narasumber : “Oh iya iya kita ada guidenya untuk warna sama sana font kita ada, jadi sebenrnya warnanya boleh kita mix and match tapi lebih dominan ke warna tersebut gitu”

Peneliti : “Untuk warna sendiri itu apa ya kak?”

Narasumber : “ Warna apa ya ini tuh warnanya sebentar, aku juga gak tau sebenarnya exactly warna apa tapi lebih ke pink kali ya pink magenta kali ya, bukan magenta pink dark pink”

Peneliti : “Jadi intinya lebih ke pink gitu lah ya kak?

Narasumber : “ Pink tua”

Peneliti : “Kalau warna itu sendiri punya arti tertentu gak sih kak?”

Narasumber : “Kalau warna sendiri kita apa ya mungkin ya kalau dark pink itu merepresentasikan perempuan dewasa paling ya maksdunya pinknya tuh bukan pink yang soft, bukan pink

(43)

yang muda gitu tapi yang merepresentasikan pink tua, pink yang strong pink yang nanti aku kasih deh guidenya warnanya ke kamu ya”

Peneliti : “Oh oke deh kak, Nah tadikan kakak nyebutin tuh Fimela pake banyak media sosial kan nah itu apa aja ya kak?”

Narasumber : “Kita pake Facebook, Twitter, Instagram, Pinterest, Youtube, terus apalagi ya, kayaknya sejauh ini baru itu ya.”

Peneliti : “Dari setiap media sosial itu ada perbedaan ga sih kak?”

Narasumber : “Oh iya jelas ada, jadi gini misalkan kita pake platform Facebook sama Twitter itu untuk PV, PV itu pageviews jadi di Facebook dan Twitter itu untuk menaikan pageviews di website Fimela, Pageview itu kayak berapa orang yang baca artikel itu gitu. Jadi kalau Facebook sama Twitter itu lebih kepada penyebaran berita yang ada di website. Tapi kalau Instagram kita pake untuk engagement sama followersnya Fimela dan untuk membangun brand juga, yaitulah bedanya.”

Peneliti : “Oh okey, nah kalau Fimela itu ada kayak bekerja dengan media lain gak kak?

Narasumber : “ Hemm enggasih sebenernya kalau gak berhungan dengan client atau sales itu gak ada sih paling kalau adapun kita kerjasamanya dengan sister company kayak KapanLagi atau sama Merdeka atau sama Liputan, kayak eh minta tolong dong untuk share retweet atau postingan di Facebook kayak gitu aja sih.

Peneliti : “Oh gitu, Nah kak Instagramkan punya banyak fitur kayak feeds, story, sama IG TV, Fimela pake semua fiturnya kak?”

Narasumber : “ emm iya kita pake untuk feeds, instastory, sama IG TV ya, kita pake semuanya.

(44)

Peneliti : “Ada konten-konten khusus gak sih kak untuk fitur-fitur itu?”

Narasumber : “Kalau di story itu kita biasanya untuk fitur swipe upnya jadi itu untuk ngebantu PV websitenya Fimela juga, terus kita juga kadangkan bikin interaction content juga bisa di storykan untuk engagement sama followersnya Fimela juga, kalau instastory kita lebih santai aja sih lebih kayak repost-repost, untuk promo-promo juga gitu, kalau di feeds ya itu tadi kayak untuk posting berita tentang selebriti atau infografis gitu, tips-tips dan segala macem. Untuk IG TV pun sama sih kalo IG TV itu lebih dipake sama video multimedia itu yang konten multimedia dari Fimela, karenakan lebih dari satu menit biasanya.”

Peneliti : “Kalau Fimela sendiri dalam pembuatan kontennya ada menggunakan pihak ke 3 gak kak seperti Influancer?”

Narasumber : “ Gak sih kita ga pake buzzer atau Influence gitu cuma kita biasanya bikin event yang mengundang influancer atau artis gitu, cuma kita gak yang kerjasama sama mereka tapi kita mengundang mereka untuk menjadi pembicara sih biasanya seperti itu.

Peneliti : “ Dalam pembuatan konten pasti ada evaluasi ya ka?”

Narasumber : “ Betul betul”

Peneliti :“ Nah kalau fokus utama yang jadi bahan evaluasi itu apa aja ya kak?

Narasumber : “Kalau fokus utama dari evaluasi kita itu tentu aja kalau misalnya engagement sama PV kita turun, itu kayak di cari apa ya meyebabkan engagement kita turun dan PV kita turun itu sebenernya banyak faktornya yang menyebabkan itu bisa turun itu salah satunya dari sosial media juga, mungkin pada saat itu salah pengambilan topik atau misalnya dunia entertainment itu sedang lempeng-

(45)

lempeng aja kayak gaada yang viral gimana gitu, kita cari solusinya gimana nih cara kita buat naikin engagement lagi dengan cara yaudah kita cari topik yang lebih menarik lagi, atau misalkan kita harus ambil topik yang sensitif ya gapapa kita ambil untuk dibahas di instastory atau di feeds gitu.”

Peneliti : “ Dalam melakukan evaluasi berapa kali kak?”

Narasumber : “Biasnya per minggu kita dikirimin report, karena ada weekly meeting biasanya.”

Peneliti :“ oh okey, terus kak untuk ukuran sebuah konten itu dianggap berhasil seperti apa kak?”

Narasumber : “Di sebut berhasil itu kalau jumlah PV atau engagement melampaui target yang telah di berikan, misalkan tagetnya bulan ini PV segini dan engagement segini, nah kita berhasil kalau bisa melebihi itu.”

Peneliti :“ Perubahan apa saja yang telah di lakukan Fimela?”

Narasumber : “Kalau dulu Fimela ngeposting berita gitu gak ada tamplatenya bener-bener kita ngambil foto dari sosial media artis tersebut gitu gak jelas gitu ini berita tentang apa, terus ngapain akhirnya kita bikin tamplatenya dan ada judul yang jelas jadi tau ini berita tentang apa dan topiknya apa, dan untuk caption dulu tuh kaku banget cuma yaudah copy paste dari website langsung kita posting di Instagramnya kita lebih interaktif lagi sama followers biar lebih engage trus kita lebih rajin lagi bales-balesin comment atau dm atau sekedar repost, misalnya mereka baca artikel kita terus mereka upload di Instastory terus tag Instagram Fimela gitu kita sekedar repost aja gitu, hem aku yakin mereka tuh juga pasti seneng gitu loh di repost karena merasa diperhatikan sama Fimela, terus sama lebih banyak interactive content untuk followersnya Fimela,

(46)

karena awalnya tuh Fimela fashion banget gitu, Instagramnya fashion banget terus akhirnya lambat laun akhirnya kita ngeliat kalau topik selebriti ini lebih oke jadi yaudah kita pelan pelan ke selebriti tapi engga kayak KapanLagi atau Liputan 6 yang ngeberitain tentang selebriti gitu misalnya kayak info-info kayak gitu doang, tapi kita sih lebih ngambilnya topik-topik kayak desain bajunya Aurel Hermansyah terus kayak makeupnya artis siapa kayak gitu, jadi tetep ada topiknya fashionnya walaupun ada selebritinya.”

Peneliti :“ Jadi perubahan yang paling terlihat itu berarti lebih banyak melakukan interaksi dengan para followersnya ya kak”

Narasumber : “betul betul heem sekarang kita lebih kayak engage aja sama followers kita.

Peneliti :“ Oke aku rasa udah cukup kak untuk informasi dan jawaban yang kakak berikan sudah lengkap”

Narasumber : “Okey nanti kalau emang nanti ada butuh apa-apa chat aja langsung aku”

Peneliti :“ Oke kak , oh ya kak aku boleh minta untuk di screenshoot untuk dokumentasi ke kampus?”

Narasumber : “Boleh boleh boleh”

Peneliti :“ Oke aku Screenshoot ya kak. Terimakasih kak.

Referensi

Dokumen terkait

DILAKUKAN PIHAK KOMNAS PEREMPUAN SAAT MENANGGANI KORBAN KDRT?// FASILITAS ATAU LAYANAN APA SAJA YANG DIDAPATKAN KORBAN KDRT SAAT MELAPOR KE KOMNAS

kalau misalnya video kita pakai tools lain tapi biasanya kalau video ini lumayan menguras tenaga dan waktu karena videonya harus ditonton dari awal sampai

Berdasarkan hasil ini, maka dapat dikatakan berita foto pada akun @infojkt24 di media sosial Instagram adalah berita yang tidak mengandung unsur kebohongan atau

Berkenaan dengan selesainya skripsi ini yang berjudul: Pengaruh Media Sosial Terhadap Pengabaian TanggungJawab Nafkah (Studi Kasus di Kecamatan Gajah Putih Kabupaten

Kamu kan berarti sering upload fotomu di media sosial, pasti banyak orang juga lihat gitu, gimana tanggapanmu sama orang- orang yang suka sama foto selfie mu.. Yaa,

Nah, masalahnya adalah kalau mau tidak hanya sekedar update sosial media -karena itu cenderung gampang- tapi kalau mau punya strategi sosial media yang bener-bener kenceng

Sehingga nantinya setiap berita yang ditampilkan dalam media sosial maupun berita dalam situs web bisa didukung dengan foto jurnalistik yang menarik dan bisa meningkatkan minat

fotomu di media sosial, pasti banyak orang juga lihat gitu, gimana tanggapanmu sama orang- orang yang suka sama foto selfie mu?. Yaa, seneng, berarti kan mereka ngerespon nya