• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

34

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Metode Penelitian

Metode penelitian merupakan prosedur dan teknik untuk mendapatkan kebenaran memperoleh jawaban atas suatu masalah. Menurut Yvone Agustine (2013:5), metode penelitian adalah sebuah aktivitas yang memberikan kontribusi dalam memahami fenomena yang menjadi pelatihan melalui penelitian.

Dengan menggunakan metode penelitian akan diketahui pengaruh yang signifikan dari variabel yang diteliti sehingga menghasilkan kesimpulan yang akan memperjelas gambaran mengenai objek yang diteliti. Metode penelitian ini menggunakan analisis metode deskriptif dan verifikatif.

Menurut Sugiyono (2016:7) Metode deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk menggambarkan variable mandiri, baik hanya pada satu variabel atau lebih tanpa membuat perbandingan dan mencari variabel itu dengan variabel lain. Sedangkan metode verifikatif masih menurut Sugiyono (2016:8) metode verifikatif diartikan sebagai penelitian yang dilakukan terhadap populasi atau sampel tertentu dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.

3.1.1 Teknik Pengumpulan Data

“Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan data” Sugiyono (2016:224). Bila dilihat dari sumber datanya maka pengumpulan data dapat menggunakan sumber primer dan sumber sekunder.

Teknik pengumpulan data yang digunakan penulis dalam melakukan penelitian ini adalah :

1. Penelitian Lapangan a. Wawancara

(2)

35

Teknik pengumpulan data dengan mengadakan tanya jawab dengan pemilik perusahaan yang berhubungan dengan masalah yang akan diteliti.

b. Kuesioner

Teknik pengumpulan data dengan memberikan pernyataan maupun pertanyaan yang telah disediakan. Adapun mekanisme penyebarannya dengan memberikan angket kepada konsumen yang menjadi responden penelitian dalam bentuk print out .

Setiap pilihan jawaban akan diberikan skor, maka responden harus menggambarkan, mendukung pertanyaan (item positif) atau tidak mendukung pernyataan (item negatif). Skor atas pilihan jawaban untuk kuesioner yang diajukan untuk pertanyaan positif dan negatif adalah sebagai berikut:

Tabel 3.1 Tabel Skala Likert

Sumber: Sugiyono (2017:94)

Setiap pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan kedua variabel (variabel bebas dan variabel terikat) dalam operasionalisasi variabel ini semua variabel diukur oleh instrumen pengukur dalam bentuk kuesioner yang memenuhi pertanyaan-pertanyaan tipe skala likert. Untuk menganalisis setiap pertanyaan atau indikator, hitung frekuensi jawaban setiap kategori (pilihan jawaban) dan jumlahkan. Setelah setiap indikator mempunyai jumlah, selanjutnya peneliti membuat garis kontinum.

(Nilai Jenjang Interval)= 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖𝑇𝑒𝑟𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖−𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖𝑇𝑒𝑟𝑒𝑛𝑑𝑎ℎ 𝐽𝑢𝑙𝑎ℎ 𝐾𝑟𝑖𝑡𝑒𝑟𝑖𝑎 𝑃𝑒𝑟𝑡𝑎𝑛𝑦𝑎𝑎𝑛

No Alternatif Jawaban Bobot Nilai Bila

Positif

Bila Negatif

1 SS (Sangat Setuju) 5 1

2 S (Setuju) 4 2

3 KS (Kurang Setuju) 3 3

4 TS (Tidak Setuju) 2 4

5 STS Sangat Tidak Steuju) 1 5

(3)

36

2.Penelitian Kepustakaan

Penelitian yang dilakukan untuk memperoleh definisi dan pendapat yang berhubungan dengan permasalahan yang diteliti. Seperti membaca literatur, jurnal, buku dan lainnya, sehingga peneliti dapat mendapatkan sumber data secara sekunder yang relevan bagi penelitian.

3.1.2 Sumber Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah bersumber dari data primer dan data sekunder. Menurut Sugiyono (2016:222) menjelaskan data primer dan sekunder adalah :

1. Data Primer

Sumber primer adalah data yang diperoleh secara langsung meliputi dokumen-dokumen perusahaan berupa sejarah perkembangan perusahaan, struktur organisasi dan lain-lain yang berhubungan dengan penelitian.

2. Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang diperlukan untuk mendukung hasil penelitian berasal dari literatur, artikel dan berbagai sumber lainnya yang berhubungan dengan penelitian.

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian

Dalam melakukan penelitian ini, penulis mengambil objek pada Koperasi Peternak Susu Bandung Utara ( yogurt Freshtime). Yang terletak di jalan Kayu Ambon No.38, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Waktu penelitian dilaksanakan mulai bulan Januari 2019 sampai dengan April 2019. Yang menjadi bahan untuk diteliti adalah Promosi dan Harga terhadap Keputusan Pembelian Yogurt Freshtime.

(4)

37

3.3 Operasional Variabel

Penelitian ini ada tiga variable yang diteliti, yaitu Promosi (X1), Harga (X2), dan Keputusan Pembelian (Y). untuk melakukan pengolahan data, diperlukan unsur lain yang berhubungan dengan variable diatas, seperti konsep variable, dimensi, indikator, ukuran, dan skala dimana penelitian diukur dengan skala ordinal. Adapun operasionalisasi variable dalam penelitian ini sebagai berikut :

Tabel 3.2 Operasional Variabel

Variabel Konsep Variabel Sub Variabel Indikator Skala

Promosi (X1)

Menurut William Shoell yang dikutip oleh Alma (2013:179):

“Promosi ialah

usaha yang

dilakukan oleh marketer untuk berkomunikasi dengan calon pelanggan”.

1.Advertising (periklanan)

1.Penemuan informasi

tentang produk dari berbagai media

2.Design media yang digunakan

3.Informasi yang disampaikan jelas

4.Pesan yang terkandung dapat dipercaya

Ordinal

(5)

38

2. Sales Promotion (Promosi

Penjualan)

1.Besar/Ukuran Intensif yang ditawarkan menarik.

2.Intensif yang ditawarkan bervariasi.

3.Syarat untuk mendapatkan intensif yang ditawarkan jelas.

4.Waktu pelaksanaan intensif yang dilakukan tepat.

3. Personal Selling (Penjualan

Perorangan)

1.Penampilan wiraniaga baik.

2.Kemampuan wiraniaga dalam menjelaskan produk bagi pelanggan memuaskan.

(6)

39

3.Wiraniaga menguasai informasi perusahaan

4.Wiraniaga dapat

mengidentifikasi pelanggan baru dan lama

4. Public Relations (Hubungan

Masyarakat)

1.Publikasi produk

2.Spesial Event Promosi dan publikasi

program

3.Iklan Layanan masyarakat

4.Sponsorship 5.Direct Marketing

(Penjualan Langsung)

1.Offer (penawaran)

2.Internet/

website

3.Waktu/urutan komunikasi

(7)

40

Harga (X2)

Menurut Kotler

dan Keller

(2012:67):“Harga adalah salah satu elemen bauran pemasaran yang menghasilkan pendapatan, elemen lain menghasilkan biaya. Harga merupakan elemen termudah dalam program

pemasaran untuk disesuaikan, fitur produk, saluran,

dan bahkan

komunikasi membutuhkan banyak waktu”.

1.Keterjangkauan harga

Tingakatan Referensi harga

Ordinal

2. Daya saing harga Harga yang relatif lebih murah

3.Kesesuaian harga dengan manfaat

Kesesuaian pengorbanan dan harga sesuai dengan manfaat.

4.Kesesuaian harga dengan kualitas produk

Kewajaran harga

Keputusan Pembelian (Y)

Menurut Buchari Alma (2013:96)

“Keputusan

pembelian adalah suatu keputusan konsumen yang dipengaruhi oleh ekonomi

1.pemilihan produk

-Memilih produk berdasarkan kualitas produk yang ditawarkan

-Memilih produk berdasarkan keragaman produk

Ordinal

(8)

41

keuangan,

teknologi, politik, budaya, produk, harga, lokasi, promosi, physical evidence, people dan, process.

Sehingga

membentuk suatu

sikap pada

konsumen untuk mengolah segala informasi dan mengambil

kesimpulan berupa respons yang muncul produk apa yang akan dibeli”.

2.Pemilihan merek Memilih produk berdasarkan kepercayaan merek 3.Pemilihan

penyalur

Memilih produk berdasarkan lokasi 4.Waktu

pembelian

Kesesuaian pembelian dengan waktu kebutuhan pembelian produk 5.Jumlah

pembelian

Memutuskan pembelian berdasarkan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan.

6.Metode pembayaran

Memutuskan membeli berdasarkan metode pembayaran.

Sumber : Hasil Olah Penulis 2019 3.4 Teknik Penentuan Sample

3.4.1 Populasi

Penentuan populasi merupakan tahapan penting dalam penelitian.

Populasi dapat memberikan informasi atau data yang berguna bagi suatu penelitian. Populasi harus mempunyai karakteristik yang sama dengan objek. Populasi menurut Sugiyono (2017:80) adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya. Jadi populasi bukan sekedar orang, tetapi objek dan benda-benda lainnya.

(9)

42

Populasi bukan hanya sekedar jumlah yang ada pada objek/subjek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subjek atau objek yang diteliti. Penelitian ini diambil menggunakan populasi yang diambil dari pengunjung KPSBU yang melakukan transaksi pembelian pada Yoghurt Freshtime, seperti pada table berikut :

Tabel 3.3 Data Pengunjung Pembeli Yogurt Freshtime

Minggu ke Pengunjung

1 141 orang

2 113 orang

3 117 orang

4 90 orang

Rata-rata jumlah pengunjung perbulan 461 orang Sumber : KPSBU 2019

3.4.2 Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Populasi memiliki jumlah yang besar sehingga peneliti menggunakan sampel dari populasi tersebut. Sampel yang diambil harus dapat mewakili populasi. Anggota sampel yang tepat digunakan menurut Sugiyoni (2017:81) dalam penelitian tergantung pada tingkat kesalahan yang dikehendaki. Semakin besar jumlah sampel dari populasi yang diteliti, maka peluang kesalahan semakin kecil, begitupun sebaliknya.

Kesimpulannya sampel yang diambil harus dapat mewakili populasi konsumen yogurt Freshtime.

Responden yang dipilih berdasarkan rumus Slovin (Mustafa 2010:90) sampel yang akan ditentukan oleh penulis dengan persentase kelonggaran ketidaktelitian adalah sebesar 10%.

(10)

43

Besarnya sampel dalam penelitian ini ditentukan oleh rumus Slovin sebagai berikut :

Keterangan :

n = Ukuran sampel N = Ukuran Populasi

e = Kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat ditolerir, sebesar 10%

Jumlah populasi yang akan diteliti telah ditentukan dengan jumlah 461 orang. Maka dari data tersebut didapatkan ukuran sampel dengan menggunakan rumus slovin sebagai berikut :

n = 461/ {1+461(0,1)2)

n = 82.17 (dibulatkan menjadi 82)

Maka responden yang terpilih sebanyak 82 orang.

3.5 Metode Pengolahan data

3.5.1 Uji Validitas

Uji validitas digunakan untuk mengukur valid atau tidaknya suatu kuesioner.

Menurut Sugiyono (2017:125) menunjukan derajat ketepatan antara data yang sesungguhnya terjadi pada objek dengan data yang dikumpulkan oleh peneliti.

Untuk mencari validitas sebah item, kita mengkorelasikan skor item dengan total item-item tersebut. Jika koefisien antara item degan total item sama atau diatas 0,3 maka item tersebut dinyatakan valid, tetapi jika nilai korelasinya dibawah 0,3 maka item tersebut dinyatakan tidak valid. Dalam mencari nilai korelasi penulis menggunakan rumus pearson Product Moment, dengan rumus sebagai berikut:



 

  2 1 Ne n N

(11)

44

rxy = 𝑛ΣXᵢYᵢ-(ΣXᵢ)(ΣYᵢ)

√{𝑛𝛴𝑋²ᵢ−(𝛴𝑋ᵢ)2}{𝑛𝛴𝑌2ᵢ−(𝛴𝑌ᵢ)2}

Keterangan :

Rxy = koefisien korelasi

n = jumlah responden uji coba X = skor tiap item

Y = skor seluruh item responden uji coba

3.5.2 Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas berguna untuk menetapkan apakan instrumen yang dalam hal ini dapat digunakan lebih dari satu kali, paling tidak oleh responden yang sama akan menghasilkan data yang konsisten. Dengan kata lain, reliabilitas instrumen mencirikan tingkat konsistensi. Maksud dari uji reliabilitas adalah untuk mengetahui apakah kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini menunjukan tingkat ketepatan, keakuratan, dan konsistensi meskipun kuesioner ini digunakan dua kali atau lebih pada lain waktu. Uji reliabilitas dilakukan terhadap item pernyataan dalam kuesioner yang telah dinyatakan valid. Nilai reliabilitas dinyatakan dengan koefisien Alpha Cronbach berdasarkan kriteria batas terendah reliabilitas adalah 0,6. Bila kriteria pengujian terpenuhi maka kuesioner dinyatakan reliable. Setelah melakukan uji instrumen penelitian, maka tahap selanjutnya adalah memilih metode analisis data yang digunakan dan melakukan pengujian terhadap hipotesis penelitian.

Setelah nilai rata-rata maka jawaban telah diketahui kemudian hasil

tersebut diinterpretasikan dengan alat bantu tabel kontinum, yaitu sebagai berikut:

a. Indeks Minimum : 1 b. Indeks Maksimum : 5 c. Interval : 5-1 = 4

(12)

45

d. Jarak Interval : (5-1) : 5 = 0,8 3.5.3 Uji Asumsi Klasik

Menurut Utama (2011:99) uji asumsi klasik digunakan untuk menguji apakah model yang dibuat valid serta menunjukan hubungan yang siginifikan dan representatif. Sebelum dilakukan pengujian analisis regresi linier berganda terhadap hipotesis penelitian, maka terlebih dahulu perlu dilakukan suatu pengujian asumsi klasik atas data yang akan diolah sebagai berikut :

1. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Seperti diketahui bahwa uji t dan F mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal. Kalau asumsi ini dilanggar maka uji statistik menjadi tidak valid untuk jumlah sampel kecil. Ada dua cara untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak yaitu dengan analisis grafik dan uji statistik. Untuk menguji apakah data berdistribusi normal atau tidak dilakukan uji statistik Kolmogorov-Smirnov Test.

52 Residual berdistribusi normal jika memiliki nilai signifikansi >0,05 (Imam Ghozali, 2011: 160-165).

2. Uji Multikolinieritas

Menurut Imam Ghozali (2011: 105-106) uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Untuk menguji multikolinieritas dengan cara melihat nilai VIF masing-masing variabel independen, jika nilai VIF < 10, maka dapat disimpulkan data bebas dari gejala multikolinieritas.

3. Uji Heteroskedastisitas

Uji heterokedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melakukan uji heteroskedastisitas,

(13)

46

yaitu uji grafik plot, uji park, uji glejser, dan uji white. Pengujian pada penelitian ini menggunakan Grafik Plot antara nilai prediksi variabel dependen yaitu ZPRED dengan residualnya SRESID. Tidak terjadi heteroskedastisitas apabila tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y. (Imam Ghozali, 2011: 139-143).

4. Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya). Jika terjadi korelasi, maka dinamakan ada problem autokorelasi (Imam Ghozali, 2011: 110). Pada penelitian ini untuk menguji ada tidaknya gejala autokorelasi menggunakan uji Durbin-Watson (DW test).

3.6 Rancangan Analisis dan Hipotesis

3.6.1 Analisis Deskriptif

Menurut Sugiyono (2012) statistik deskriptif digunakan untuk menganalisis data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Dalam penelitian dengan menggunakan analisis deskriptif maka peneliti dapat menggambarkan profil responden dan daat memberikan data dalam bentuk grafik, tabel dan lainnya.

3.6.2 Analisis Verifikatif

Data yang telah dikumpulkan melalui kuesioner akan diolah dengan pendekatan verifikatif. Terlebih dahulu dilakukan tabulasi dan memberikan nilai sesuai dengan sistem yang ditetapkan. Untuk teknik perhitungan data kuesioner yang telah diisi oleh responden digunakan skala likert.

(14)

47

3.6.3 Analisis Regresi Linier Berganda

Menurut Sugiyono (2014:277) analisis regresi linier berganda bermaksud meramalkan bagaimana keadaan variabel dependen, bila dua atau lebh variabel independen sebagai faktor prediator dimanipulasi. Jadi analisis regresi berganda akan dilakukan bila jumlah variabel independennya minimal 2. Persamaan regresi linier berganda yang ditetapkan adalah sebagai berikut :

4

Keterangan :

Y = Keputusan Pembelian a = Konstanta

X1 = Bauran promosi X2 = Harga

β1 = Koefisien regresi untuk variabel Promosi β2 = Koefisien regresi untuk variabel Harga e = Error term

3.6.4 Analisis Koefisien Korelasi

Untuk menemukan hubungan antara kedua variabel yang ada, yaitu variabel independen dan dependen, maka uji korelasi Pearson. Berikut rumus korelasi Pearson Product Moment :

 

2

2 2

2 ( ) (

) (

) (

Y Y

N X X

Y X XY

r N

 

Dimana :

r = Koefisien korelasi product moment X = Skor masing-masing butir suatu variabel Y = Skor total seluruh butir dalam suatu variabel N = Banyaknya jumlah responden

Y= a + β1 X1 + β2 X2 + e

(15)

48

Menurut Sugiyono (2012), analisis kuat lemahnya koefisien korelasi ini dapat digunakan sebagai pedoman seperti tertera pada tabel berikut :

Tabel 3.4 Koefisien Korelasi

Koefisien Korelasi Tingkat Hubungan

0,00-0,19 Sangat rendah

0,20-0,39 Rendah

0,40-0,59 Sedang

0,60-0,79 Kuat

0,80-1,00 Sangat Kuat

Sumber : Sugiyono (2013:184)

Berdasarkan nilai R yang diperoleh, maka dapat dihubungkan -1<R<1 yaitu sebagai berikut:

1. Apabila R = 1, atinya terdapat hubungan antara variabel X1,X2 dan Y, semua positif sempurna.

2. Apabila R = -1, artinya tidak terdapat hubungan antara variabel X1,X2 dan Y, semua negatif sempurna.

3. Apabila R = 0, artinya tidak terdapat hubungan korelasi.

3.6.5 Analisis Koefisien Determinasi

Menurut Ghozali (2012:97) koefisien determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel independen. Nilai koefisiensi determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel- variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel dependen. Kelemahan mendasar dalam penggunaan koefisiensi determinasi adalah jumlah variabel independen, maka R2 pasti

(16)

49

meningkat tidak peduli apakah variabel tersebut berpengaruh secara signifikan terhadap variabel independen.

3.6.6 Uji Parsial (Uji T)

Pengujian ini dilakukan untuk membuktikan hipotesis yang diajukan. Uji T dilakukan untuk mengetahui signifikansi pengaruh dari variabel bebas yaitu promosi dan harga terhadap variabel terikat yaitu keputusan pembelian secara parsial, dengan menggunakan derajat signifikansi α = 0,05.

1. Merumuskan hipotesis

 Ho : βi = 0, tidak terdapat pengaruh signifikan secara parsial antara variabel X1 dan X2 terhadapa variabel Y.

 Ha : βi ≠ 0, terdapat pengaruh signifikan secara parsial antara variabel X1 dan X2 terhadap variabel Y.

2. Merumuskan kesimpulan jika probabilitas (sig.T) > α (0,05) maka Ho diterima dan Ha ditolak. Hal ini menunjukan tidak ada pengaruh signifikan secara simultan antara variabel X1 dan X2 terhadap variabel Y jika probabilitas (sig.T) ≤α (0,05) maka Ho ditolak dan Ha diterima,hal ini berarti ada pengaruh signifikan secara simultan antara variabel X1 dan X2 terhadap variabel Y. (Ghozali,2015:146).

3.6.7 Uji Simultan (Uji F)

Uji statistik F menunjukan apakah semua variabel independen atau bebas yang dimaksudkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen. Hipotesis nol (Ho) yang akan diuji adalah apakah semua parameter dalam model sama dengan nol atau Ho : β1,β2,β3 = 0 artinya bahwa promosi dan harga secara simultan tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Hipotesis alternatifnya (Ha), tidak semua parameter simultan dengan nol, atau Ho : β1,β2,β3 ≠ 0 yang artinya promosi dan harga secara simultan berpengaruh terhadap keputusan pembelian.

1. Dengan menggunakan nilai probabilitas signifikansi

(17)

50

a. Jika tingkat signifikansi lebih besar 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Ho diterima, sebaliknya Ha ditolak.

b. Jika tingkat signifikansi lebih kecil 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak, sebaliknya Ha diterima.

2. Dengan membandingkan t hitung dengan tabel.

a. Jika F hitung > F tabel maka Ho ditolak, sebaliknya Ha diterima.

b. Jika F hitung < F tabel make Ho diterima, sebaliknya Ha ditolak

Uji F merupakan uji kelayakan model, apakah model regresi linier berganda yang diajukan adalah model yang layak untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara bersama-sama. (Ghozali, 2015:157).

Gambar

Tabel 3.1 Tabel Skala Likert
Tabel 3.2 Operasional Variabel
Tabel 3.3 Data Pengunjung Pembeli Yogurt Freshtime
Tabel 3.4 Koefisien Korelasi

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil penelitian didapat bahwa jenis pangan bawang, rempah-rempah, saos dan kecap termasuk bahan masakan yang harus ada untuk setiap menu masakan, dilihat

Koefisien determinasi (R Square) digunakan untuk melihat kemampuan variabel independen dalam menerangkan variabel dependen dan proporsi variasi dari variabel

Peranan CSFs dalam perencanaan strategis adalah sebagai penghubung antara strategi bisnis organisasi dengan strategi sistem informasi yang dimiliki, memfokuskan

Pada penelitian ini juga prevalensi hasil negatif dari uji Non-Struktural 1 (NS1) pada pasien-pasien yang diduga demam berdarah dengue di RSU Surya Husada periode Mei sampai

Uji ini bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel-variabel bebas. Pada model regresi yang baik seharusnya tidak

Sebaran jumlah spesies menunjukan pola yang tidak sama dengan sebaran jumlah individu, jumlah spesies yang lebih besar dari 20 di temukan pada titik sampling 1,4,6,8

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menetapkan dosis briket cangkang kelapa sawit yang efisien pada lahan pasir pantai samas serta dapat memberikan pertumbuhan dan

Untuk mencari dioda yang tepat, pertama arus yang mampu dilewatkan dioda memiliki besar minimal 1,3 kali arus beban, kedua tegangan balik dioda minimal 1,25 kali dari