t
LAPORAN PENELITIAN
TRADISI LISAN MINANGKABAU: KABA GOMBANG PATUANAN
0lehr
I
Drs.
Syomsuddin UdinINSTITUT KEGURUAN DAN IL|lU PENDIDIKAI{ PADANG
IYy /
I d
+
Peneiitian ini bertujuan
menemukanbentuk
pertunlukan kaba Gcmbang Patuanan sebagaiirad:-si
1j-san. Masalah pckokpenelitian ini adalah: 1)
Bagaimana bent.ukpertunjukan
kaba Gombang Patuanan? Pertanyaanini berkaitan
dengan masalah:(a
)
bagaimana, (b) siapa,
(c) di
rriana, (d) bila, dan
(e )tujuan
bakaba.2)
Bagaimana penciptaan komposisi kabaketika pertunjukan berlangsung. Masalahnya
mencakup bagaimana penciptaannya: (a) verbal
(kebahasaan,formula, pantun,
danlagu) dan (b) variasi
yangtimbul dari
suasana pertunjukanyang berbeda. 3)
Bagaimana i<onsepdan nilai
budaya yang terkandung dalam kabaini
?Sarnpel
ditarik melalui teknik purposive sampling yaitu kaba
GombangPatuanan, oirekam di Pesisir Selatan
sel-amaempat malam bakaba. Rekaman
kaba ini 18,5 jam
pertunjukan,yang ditranskripsi
sebanyak627
ha1'aman.Data dilengkapi
denganhasil observasi pertunjukan serta hasil
wal{ancaradengan beberapa pemuka
asyarakat, pencipta
( audiens)
kaba,dan tukang kaba.
SampeL kedua. sebdgar pembanding dipakaikaba
GombangPatuanan, rebab Pesisir Selatan gaya
baru,rekaman
studio Sinar
Pdang Reccrd, yang tukang kabanyaPiri:t
Asmara.
Penelitian ini
berlandasi<an paoatecr:- Albert. E.
Lorctentang
pertunjukan sastra l-isan,
f ormul-adan tema,
Ya[9dipakai sebagai
landasan mei:gungi<apkan j aivaban perLanyaanpenelitian pertama. Fertanyaan kedua diungkapkan
denganmemakai pendekatan sker,a Aril:-n S"tee::ei'
da:: Al-bert E.
Lord.sedang uncuk meI'lJ a.; a'c
pertaniaan ketlga dipakai teori
scsi_ci.og.:.
sastra
Laurenson da:: Sapardi Djoko Damonc.Penemuan
penelitian ini
menunjukan bahwa:1)
Bentuk Fertunjukan Kaba Gombang patuananadarah:
(a)
Tukang kaba dudukbersila
rnemukuL adok yang ditegak_kan
di atas
pangkuannya. Kabadimulai
dengan menyanyikanlagu dan pantun
pasambahan. Kemudiandilanjutkan
dengancerita
memakailagu rendah,
sedangdan tinggi
secarabervariasi. Bunyi adck
raembentukirama dan tempc
ragu dalambercerita.
?ukang kabasekari-sekali
memuji penye-renggara dan
audiens,
dan audiens menyambut dengan komen_tarnya
sehingga terjad:-r-ah komunrkasi timbar_barik.
( b )Tukang
kaba,
Bermawis, 56 tahunasal Air Huji. (c)
Reka_man
dilakukan di
Ba1aiSelasa,
Kambangr,Air }iaji,
Bayang.(d)
Bakabadi pesta perkawina::, di
rumahkeluarga
dandrrumah makan pada
4 Januari
19g9dan Lg,
Ig, 27
Maret19s9. (e)
Tujuan bahaba memberikanhiburan
kepada audiens berupa menikrilati dendang kaba dan mengambir manfaatdari nilai
budaya dalariicerita
kaba.Penciptaan kcmposisi
ketrka
pertunjukan kaba:(a)?ukang haba
ketika
bakababertindak
sebagai penggubah,pencerita, pe::yair dan
p5ndendang.Untuk itu
penguasaanbahasa amai
penting.
Bahasa yangdipa];ai
bahasa percaka-pa:l
yang drusahakan dar-am bahasaprosa berirama.
Merilper_Lancar pengu:iEkapall cer
j_ta, dipakai
formula.
Ada f ormulastabil
yangsiap pakai (siereotip),
dan adaformula
yangberi'ar
j_asi
(peruJ-anga::kata,
frasa,
kiausa ).
FeruJ_angandikercmpokkan pada peruJ-angan
dasar, substitusi,
pengkcrn_:-i
?\
kerahiran
anaksakti 4 kali,
dan
paralelisme
makna31t dari
672baris
yangditelj.ti.
sistem formurark rni tidak terrkat
dengan matra,
retap:_bervariasi
denganirama lagru yang
dipanjangpendekkan.Pemakaian
pantun berbentuk pantun
pasambahan, pantun pembukaan,pantun cerita, dan pantun pertukaran
adegan.sedang
lagu
yangdipakai
adalahlagu:
pasambahan, rendah, sedang, dantinqgi.
Frekuensi pemakaianlagu
sedang 1ebihsering (61,38). variasi lagu lebih
memikataudiens.
(b)setiap nertunjukan
adalah komposisibaru, bervariasi dari
sebeLumnya.
Variasi
berbentuk perruasanatau
penyederha_naan
cerita,
pemakaianatau
perobahanstruktur,
pertuka_ran urulan baris,
penghilanganatau
penambahanbaris,
danpenggant.ian kata.
3)
Konsep kababertolak dari
temanya, ,,mengangkat hargadiri
memerlukan perjuangan dan pengorbanan,,.
rde atau
penger_tian ini
drkongkretkan ke dalamdiri tokoh
yang menjaraniberbagai peristiwa
daram kehidupannya.perjuangan
yang 91g1hdai: berat drsertai
pengorbananharta dan
j ir.ra,drperlukan
demi hargadi.ri. Nirai
budaya yangdirefreksi_
kan kaba
ini adalah: (a)
hakperlu direbut
dan tanggung_jawab perru drtegiakkan,
( b) kesaktian perlu dituniut untuk
menegakka:: martaba+.dan
wibair,a,
(c)
keyakinan beragama ( Isl-am)
me;l!.elamatka::kehidupan,
(d)
memuliakanwanita, falsafah sehina semalu, s€laras
dengan fal_safahI'f inangkabau,
dan
( e)
keperrviraandan percaya diri
rnem-bangkit.kan
eksistensi
manusia.1r- L
DAFTAR ISI
AtsSTRAT- PE}iGANTAP.
DAFTAR ISI
1
PENDAHULUAN1.1 Latar
Belakangpenelitian
i.'.-r,,;.11.s|1 penel j f : ;n
1-
.3
Konsep E; aar;1,.4 Tujuan
penelitian 1.5 Iielevansi penelitian
1.6 Kajian penelitian
Terdahulu1.7
KerangkaBerfikir
1.8
Metodologipenelitian
BAB
2
KABA GOMBANG PATUAT{ANDI
KABUPA?EN PESISIR SELATAN2,1
KehidupanScsial
<ianTradisi
Lisan2.1-.t
Kehidupan Sosial2.L.2
Daerah Generatisasi2.1.3
Populasi dan SampeL...
2.1.4 Tradisi
Lisan2.i.5
S.ejarah Kaba41
iv
YJ-
BAB
I
7 1 5
9
10
L7 74
)')
a,
1ALt'*
Bakaba,
Istrunen.dan
LaguPevrarisan dan penyebaran Kaba
Rrngka*san
Cerita
Kaba Gcmbang patuanan2 . 4 .1, Ringkasan Cerita
2.4.2
Ferbandingan keduaVersi
. . .2.5
Mitos26
2ro
J-t 34 35
All
55 66
U.J
QO
v1
3.1.1
Kcsa Kata94 97
L02 106 109 LL1.
113 115 118 1.78
L23 126
1,26
L32 135 136 737 139
L4!
t4?
L43
'I lE
3.1,.2
Kalimat ....;
BAB =A
3.1.3
Perulangan3.1.3.1
Perulangan Dasar3.1.3.2 Substitusi ...
3.1. 3.
3
Pengkombinasian3.1.3.4
Mamangran3.1.4
Gaya Bahasa3.1.4.1
Paralelisme3.1.4.2
Majas3.2
Formula3.2.7 Stereotip
3.2.2
Adegan Berulang3.3
Pantun3. 3.1- Pantun pasambahan
3.3,2
Pantun pembukaan dan penutup3.3.3
Pantun DalarnCerita
3.3.4
Pantun pertukaran Adegan3.4
Lagu Pengiring3.4.1 Jenis
Lagu3.4.2
Pemakaian Lagu\IARIASI KABA DALAM PERTLINJUKAN
4.1 Variasi pe::cerita
yang Sama4.1..L
Stabilitas Srruktur 4.L.2 Vari.asi
Ekspres:.4.1.3 Kualitas
pertunjukanvii
J.JU
AUU10C|
191 1vv
BAB
5
KO}{S,EP KABA DAN NILAI BUDAYA5.2
Penckohan5.3 Alur
dan Latar5.4
Fungsi KabaBAB
6
KESiMPULANDAFTAR BUKU ACUAN
LAMPIRAN
: 1.
Biodata2.
Peta\ If .I
J.! T erna
2Ar
2A2
"no
111
239
,onLUW
289 29s 298
PENDAHULUAN
1.1 Lotor
Belokongpenelition
sastra lisan lazim juga disebut tradisi risan.
Tradisi Iisan
pada hakekatnyaadalah
seperangkatper- tunjukan penuturan risan yang meribatkan penutur
danaudiens menurut tatacara dan tradisi
pertunjukannya.Tradisi lisan
merupakanwarisan budaya
masyarakatkarena
memuat perbendaharaanpikiran dan cita-cita
masyarakat.
Melarui sastra ini dapat diketahui pikiran dan cita-cita yang menjadi
pedomankehidupan
mererca(Robson,
1978:5). oleh
karenasastra
merupakan ekspresimasyarakatnyar rndkd upaya penelitian sastra lisan daerah
merupakanusaha penggalian dan
pengungkapan budaya masyarakat daerah yang bersangkutan.sampai sekarang,
di
berbagai kebudayaan su}<u bangsadi Indonesia, sastra lisan
masihtetap
dipertunjukkandan dihayati oreh
masyarakatnyadi samping
bentuksastra tulis (Teeuw, lgg4:2g0), SaIah satu
bentuksastra risan
yang masihhidup itu
adalahbentuk
sastralisan
yang adadi
SumateraBarat,
yangdisebut
kaba.sastra risan kaba masih disenangi
masyarakat Mi- nangkabau.Hal ini terlihat dari minat orang
untuk menyaksikanoertunjukannya, baik dari
karangan orangyang
berpendidikan maupun kurangpendidikan,
kalanganI
2
atau muda.
Akantetapi
denganlaju
perlrembangandan teknologi
dewasaini, bukan tidak
mungkinmasyarakat
makin berkurang sehingga
kehidupanmakin terancam.
Upaya penyelamatan,dalam arti meneliti
dan mengkajisastra risan perru
segeradilaku-
kan.
Tradisi lisan
Minangkabau dikel0mpokanmenjadl:
(1)tradisi Iisan non fiksi, dan (Z) tradisi lisan fiksi.
Yang dimaksud dengan
tradisi non fiksi
adarahtradisi lisan
pasambahan (persembahan).Tradisi lisan ini
hadirmenyertai
upacara-upacaraadat, seperti upacara
adatbataqak panqhulu
(mengangkatpenghulu), upacara
adatparkawinan (perkawinan), dan upacara adat
kamatian(kematian).
Berkurangnyapenutur yang pandai
darampasambahan merupakan
salah satu faktor
penyebab penam_pilan tradisi
pasambahanjuga
semakinberkurang;
kalau_pun ada upacara,
itupun
disederhanakan. sebagai akibat_fiyEl,
nidato-pidato
pasambahanjuga
mengalami penyeder_hanaan.
Yang dimaksud
jenis sastra Iisan penglipurlara,
mengungkapkancerita,
Yang sampai sekarang
tetap
hidup tuailmu minat
kaba
kungnya.
berkaba.
dinamis,
dengan
tradisi lisan fiksi
adalahBentuk tradisi lisan itu
dan memiliki
pendu-adalah
bakaba atau Berkaba merupakantradisi lisan yang bersifat
Sifat
kedinamisan kaba disebabkan penyampaianyang
secara lisan itu. setiap
penampilan sebuah kaba,pada hakekatnya
merupakanpenampilan baru.
sebuahcerita
kaba yangdipertunjukan tentu tidak
sama denganpertunjukan cerita
kabaterdahulu.
perbedaanitu
dise_babkan
oleh faktor kelisanannya,
yangceritanya
digubahpada
saat
penampilan. penampiranatau pertunjukan
kaba biasanyadilakukan
pada malamhari.
Tradis
i
Minangkabaui
lisan kaba tetap hidup dalam
masyarakatbahkan
saat ini
ada pekaba yang mencipta_kan kaba
baru
yang disesuaikan dengan kehidupan modern.Ditinjau dari segi ini,
kabadapat
digolongkan menjadidua, yaltu
kabaklasik
dan kaba modern.Yang menjadi fokus peneritian ini adalah
kabaklasik.
Kaba-kabaklasik yang sudah dikenal
antaralain, Angun Nan
Tungga MagekJabang, Cindua
Mato, RancakDilabuah, sutan
Manangkerang denganputi
AndamDewi, dan Gombang patuanan.
Kecuali
kaba Gombang patua_nan'
kaba-kaba yanglain
sudahdibicarakan orang
baikberupa
penelitian
maupun berupatranskripsi
yangditer_
bitkan.
Anggun
Nan
Tunggaditeliti oleh
syamsuddin udin(7979) dengan judul "Kaba
AnggunNan
TunggaMagek
Jabang: Tinjauan dari sudut sosial Budaya,,,
NigelPhillips
mengangkatkaba ini dalam pener.itian
yanslebih dalam disertasinya ',sijobang Sung Narrative
Poetry of
West Sumatera'r. CinduaHato,
Rancak DiIabuah,sutan
Manangkerang denganputi
AndamDewi, telah
pula4
dibukukan.
Akanpernah diteliti
tetapi kaba
Gombangpatuanan
belumdan belum pernah dicetak. pada
haIGombang patuanan merupakan
salah satu
kabaklasik
yangbesar
(sinar
padang Recordtelah
mengedarkan rekaman kabaini
sepanjang 25 kaset, 25
jamputar, oleh
pekabaPirin
Asmara).Jika
kaba Anggun Nan Tungga merupakankaba klasik
yang
besar di
Minangkabau begianutara
(Kabupaten LimaPuluh Kota),
maka Gombang patuanankaba klasik
yangbesar di bagian seratan
(Kabupatenpesisir selatan).
Selain
dalam kabalisan
yangterdapat
dalam masyarakat,kaba
Gombangpatuanan ditemukan juga dalam
bentuknaskah yang tersimpan di universiteit Bibliotheek [eiden
dengan nomor:cod. or.
60g4A,
5972,dan
6067 C.Kaba sebagai sastra klasik, sastra tempo
dulutentulah
menyimpanberbagai segi
kehidupan bangsa pada masa lampau(Ikram,
19gO:74). Gombang patuanantentulah
memiliki har yang demikian, terutama segi
kehidupan masyarakat Minangkabau masa1alu. seperti kata
HarsjaBachtiar (7g74:40)
bahria daramsastra klasik
tersimpanwarisan rohani
bangsa, bayangan perbendaharaanpikiran
dan
cita-cita leruhur
yang dapat puraberfungsi
sebagaipembentuk
norma, baik bugi orang
sezamannya maupununtuk
nembimbinggenerasi
yang akandatang.
Norma yangdiwariskan Ieluhur itu
dalam
suatu penelitian,
perlu diperiksa
kebenarannyapenafsiran,
kemudiandisaring
dengan cermat
arti.
untuk
mendapatkan keteranganyang
ber_sehubungan dengan keseluruhan
uraian dl atas
bahwakaba Gombang patuanan
(1)
merupakan sebuah kabakrasik lisan
yangterbesar di
Minangkabaubagian
seratan,
(z)belum pernah
diteliti
secara mendalam,dan
( 3)
sebagaisastra klasik tentulah
mengandungnirai-nilai
yangperlu diangkat, fldka penelitian yang
mendalam danmenyeluruh
perlu
segera dilakukan.1,
2
I'losolohpenelition
Kaba
adalah salah satu jenis sastra lisan
yangberbentuk prosa
berirama.
Dalam bakabacerita
disampai_kan
dengan berdendang(berlagu) oleh
seorang penutur denganiring-an bunyi
instrumen musikatau arat
bunyi-bunyian tradisional, dan didengar oleh sejumlah
audi-ens.
Rumusanini
menggambarkan bahwadalam
bakabaterdapat
empatunsur
yangharus ada, yaitu: (t)
penu_tur, (2) cerita
yang didendangkan,(3)
instrumen musik,( 4
)
audiens,Masalah
penelitian
dapat dikelompokan atas:Bagaimana
kaba
Gombangpatuanan itu
ditampilkan?Pertanyaan itu akan direngkapkan dengan
kaj ian:siapa yang berkaba, dimana dipertunjukan, bila dipertunjukan, dan
bagaimana suasana penceritaana
6
(situasi bercerita, tujuan bercerita, dan
hubunganpekaba dengan audiens
) .
b.
"Bagaimana proses penciptaan komposisi kaba Gombang Patuanan." Masalahini dikaji
daram dua babanalisis
struktur komposisi yang meliputi: (t)
unsur_unsurverbal
yang mencakup kebahasaan,(kosa kata, kali_
mat, perulangan,
gayabahasa), formula (stereotip,
adeganberulang), pantun, dan lagu. (Z)
hubungansuasana
penceritaan
dengan komposisiverbal
menam_pilkan variasi penceritaan,
dengan pembahasanstabi-
ritas struktur daram episode, variasi
ekspresi,serta fungsi variasi
yang membentukkuaritas
pertun- jukan.c' Apa dan
bagaimananilai
budayadan konsepsi
yang terkandung dalamkaba
Gombang. Apa da.n
bagaimanafungsi
kaba Gombang patuanan daram kehidupan masya-rakat
Minangkabau, Tukangkaba dan audiens
secara bersama-sama mempunyaikepentingan terhadap
kabaitu. Penutur
bermaksud menyampaikanpesan
yangditeri-ma
dari
pendahurunya, sedangkan audiens bermi-nat
menerima pesan yang terkandung dalam lcaba. pesanitu
berupanilai
budaya dan konsepsi yang diwariskanleluhur.
1.3
Konsep EjoonPengertian ejaan yang dimaksud adalah ,,penggambaran
bunyi
bahasa dengankaidah tulis menulis
yang distan_dardisasikan" (Kridalaksana, lgg}:3g),
Dalam melaksana_kan penurisan transkripsi data dipakai "Bjaan
Bahasa Minangkabau".Penulisan bunyi-bunyi dicantumkan daram
abjadaksara Latin,
yElng menggunakanvokal, diftong,
konso_naan, gabungan konsonan, dan persukuan sebagai
berikut:
a.
VokalContoh Pemakaian dalam Kata
Huruf
! Di
awal! Di
Tengahi Di
AkhirAa
Ee Ii Oo Uu
b. Diftong
ateh
ttatast'elok "baik"
invo Itiart ota ttbualtt
usali
"asli.t,lanoan t'lengang ampek t'empattt
baitu
"begitu',adoh
t'ada"sapuluah "sepuluh
Contoh Pemakaian dalam Kata
asa
"asal,,sate
ttsate,toai "pergi"
banqso "bangsa"
alemu
ttilmut,Huruf
I Di awal i pi
Tengahi Di
Akhirai
au
ia ui
uaoi
empaian "gantungan"
imbau "panggil"
caI
iak
kanduanq
ianqouik
L ihat "
"kandung"
" j enggot t'
kanai lapau kusia batua
t'kgna"
t'kedait' ttkusirtt t'betul tt ll
oi ttoi It
ohoi
ttkata serurtI I I I I I I I I I I I I I I I I I , I
I I I I I I I I I I I I I
I I I I I I I , I I I
I I I I I I I I I I I I
I
Diftong di atas dilafalkan
sebagaibunyi
konsonanluncuran
(semi vokal) Bandingkanlafal
antara:vokal
yangdiikuti
oleh watau
y.am-ba-Iau
,'embalau"dengan ba_la_u ,,biru,,
ba-tua t'betul,,
dengan ba_tu_ah ,,bertuah,,ka-nai
"kenat' dengan ka_na_i ,,ingagi,,bi-bia "bibir,'
denganbi-a
,,biar,,gI 'iano-quik "kata seru" "jenggot,'
dengan denganko_i ku_ih
"tempat ,,9igi1,,tidur,,
c.
KonsonanContoh pemakaian dalam Kata Huruf
! Di
awalI
Oi. TengahCc Bb Dd Ff Hh Gg KK Jj
Mm L1 Nn Pp Rr Tt
SSWw Yy Zz
baitu
"begigs"cukuik
"cukup"9eBdanq "nyai1yi,'
faiar "fajar,,
qadanq ttbesaftt heboh "heboh',
iaPuik
"jemput',kato
t'kata',l imau ,' j aruk"
musuah t,musuh"
namo
"namartpaneh ttpanast'
rantau "pesisir"
sarato
ttserta"tarak
"semadi', wakatu "Haktu"vakin "yakin"
zat
" zal,,abih
"habis"acek "pacett' mande ttibutt
ufuk "ufuk"
paoa ttpagrarrt oaham ttpaham"
-ianianq "tangga"
lanokah ',1angkah maleh "malas', samo "samatt
sinan,'situ"
kapeh',kapqs,'
Aff "hari"
rusuah "sedi.h"
letai "letih"
awak "kita,' niayo t'siksa, azan
ttazanrti Di
AkhirI
I
I rabab "rebab"Il-
It-
I saf
"saf ,,Il-
I lanokah,'langkah',
tt
t- Iamak ,'enakrtha1a1 "ha1a1', dalam "dalam',
paratian
"perhatian,'
lao
t'Iap"kadar
"kadar,,Egg
"kas"salat "salat"
catatan: ,(eperluan Q
q,
VV,
Xilmu x,
pengetahuan.khusus untuk nama,istilah,
danI I I I I I I I t I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I
I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I t I I I I , I
c
d.
GabunganHuruf
KonsonanSama
halnya
bahasaIndonesia,
dalam bahasa Minanglrabaujuga dikenat
empat gabunganhuruf
konsonanyaitu: kh,
n9,Dy, sy.
Masing-masing melambangkansatu bunyi
konsonan.Contoh Pemakaian dalam Kata
Huruf
! Di
awalI Di
Tengah! Di Akhir
kh ng ny sy
khalik "khalik"
noilu "nyeri"
nvalo
t'nyala"svahdu "syahdu"
akhlak
"akh1ak"manoa ttmengapat'
tanvo
t'tanyattmusvawarah ttmusyawarahtt
pandanq
"1ihat"
e.
PersukuanSetiap suku kata
bahasa Hinangkabauditandai
oleh sebuahvokal-. Vokal itu dapat didahului, diikuti
olehkonsonan, Umumnya
suku kata berbentuk V, KV, VK,
KVKseperti:
a-wak"kita", bi-a-so "biasa", ku-ek
ttkuat".Suku
kata
berbentuk KKV, KKVK, KKKVKberasal dari
kataserapan seperti sto-kar, trak-tor, stronq-kenq.
Cara pemisahan sukukata
sama dengan bahasa Indonesia.1,4
TujuonPenelition
Tujuan
penelitian
kaba Gombang Patuananini
adalah:1
.
Menyajikan deskripsi tentang pertunjukan
sastralisan kaba secara lengkap. Deskriptsi itu
meliputj.tempat pertunjukan, waktu pertunjukan, dan
suasanapertunjukan (pencaritaan).
Pendeskripsianitu
diha-10
rapkan dapat
memberikan gambaranlengkap
tentangpertunjukan
bakaba Gombang patuanan dalam masyaralrat Minangkabau.Helihat cara penutur
menyusun komposisicerita
yangterkait
dengansuasana, keinginan audiens,
tujuanpenceritaan, cara penutur
memanfaatkan formula, pemanfaatkan tema danlagu untuk
mempengaruhiaudi- ensnya. Dari hasil penelitian
mengenaihaI ini
diharapkan
dapat diketahui cara
penyusunanstruktur kaba
Gombang patuanansecara menyeluruh,
termasukvariasi penceritaan sebagai akibat dari
perbedaanatau
perubahan suasana penceritaan.Mengetahui manfaat
cerita bagi
kehidupan masyaralrat masakini,
terutama masyarakat Minangkabau.1.5
Relevonsipenelition
Ketiga masalah
yangdibahas dalam peneritian ini
mempunyai
relevansi
denganupaya
pengembangan kebu- dayaandan sastra lisan
daerah dalam memperkaya kebu_dayaan dan
sastra
nasional.a.
Pemahamanterhadap
apadan
bagaimana kaba GombangPatuanan
ditampilkan, diharapkan dapat
memberikan gambarantentang
keadaan kaba secara menyeruruh dan mungkinjuga dapat dikaitkan
dengan keadaan sastralisan
yang adadi
Indonesia.2
3
b.
Telaah terhadap unsur-unsur komposisi yang membangunkaba Gombang patuanan diharapkan
dapat
dimanfaatkansebagai
bahan daram menentukanciri khas struktur sastra Iisan
Indonesia.c.
Teraahnilai
budaya dan konsepsi yang terkandungdi
daram kaba Gombang patuanan
dijadikan bukti kearifan para leruhur. Nilai
budayadan konsepsi itu
dapatdijadikan
bahan pertimbangan daram pengembangan dan pembinaan budaya bangsa.objek peneritian ini
adarahkaba,
yElrrg merupakansarah satu jenis sastra lisan daerah
sumatera Barat,maka
peneritian ini meliputi
ruanglingkup irmu sastra,
dalamhal ini sastra lisan.
1.6 Kojion Penelition
TerdohuluAda beberapa
peneriti
yangtelah berbicara
tentangcerita kaba. Di
bawahini disajikan informasi
mengenaibeberapa turisan, pembicaraan, dan penelitian
yangmenyangkut kaba Minangkabau:
a
.
Anthony H. John
( 19 58) dalam
',Rancak Dilabuah:
AMinangkabau
Kaba, A
specimenof the traditional Literature of centrar sumatera",
memberikan kata pengantar sepanjang18
haraman terhadap kaba RancakDiIabuah, Di sini diulas tentang kehidupan
rumahtangga dan kehidupan
sosial
masyarakat Minangkabau.Kajian ini
menggali kehidupan kekerabatan masyarakatL2
dengan segala
adat istiadatDyo, serta
menyorot kete_ladanan seorang
ibu
dalam mendidik dua anak sehingga menjadi warga masyarakat yangbaik
dan berguna.b' Taufik Abdullah (Lg.4:7-28)
dalamartikelnva
yangberjudul
"Beberapacacatan
MengenaiKaba
cinduaMato"
'
mengungkappengertian
kaba dengan permasalah- annya, kemudian menampilkan persamaan dan perbedaan7 versi
kaba Cindua Matoitu.
c. Mursal Esten (Lgl7:11_19) dalam artikelnya
yangberjudul ,'Kaba
Minangkabau: Beberapa KemungkinanPembinaan
dan
pengembangannya,,,membahas tentang kaba dan
eksistensinya
sebagaibentuk sastra Iisan, kekuatan dan
kelemahankaba, pertunjukan
bakaba,serta
beberapa kemungkinan pembinaan dan pengemban- gannya.. Jamil Bakar (tg7g)
dalam bukunya ,,Kaba Minangkabau,,(Z jilid)
menampilkan7 cerita kaba yang
diambildari tradisi 1isan. Transkripsi
kaba yangditampil_
kan disertai
denganterjemahan. Di sini dijelaskan
secara umum
tentang
kaba sebagaisastra risan,
gdyErbahasa, sistem
penyampaian,serta
hubungan kabadengan masyarakat
' penelitian ini lebih bersifat
pendokumentasian
sastra Iisan.
N'G' phillips
(19g1) menulissebuah
disertasi berju- dul "sijobang; Sung Narrative poetry of
WestSumatera',, membahas
kaba
dengan menggunakanteori
d
e
A.B. Lord. penelitian dilakukan
di
Kabupaten LimaPuluh Kota,
membahaskaba
Anggun Nan Tungga Magek Jobangatau
kabatradisi lisan Sijobang. penelitian
ini
membahaskonteks sosial,
memperbandingkan duateks
kaba yang samadari
dua orangpencerita,
sertamengungkapkan
variasi penceritaan
kaba.ini
menunjukkan adanyabentuk
formuladalam
itu.
t'
'
umarJunus
( 1984)
dalam bukunya ,,Kabadan
sistemsosial
Minangkabau:suatu problem sosial
sastra,,,membicarakan kaba pada umumnya dan
melihatnya
seba-gai suatu problema sosiologi. Tinjauannya ingin
mengukuhkan kaba sebagai
milik
masyarakat Minangka-bau. Ia
membantahpokiran A.A.
Navis yang menganggapkaba
bukanmilik
masyarakat Minangkabau. Dikemuka_kannya
juga
bahwa ada kaba yang merupakan gambaranperistiwa nyata karena
penyampaiannyayang
kurangimaj
inatif
.uraian di atas
memperlihatkan bahwa pembicaraan mengenaikaba masih sangat terbatas, baik
jumlahnyamaupun
ruang lingkupnya,
N.G.Phillips telah
menampil_pemakaian dan pengsm56r_
kan adanya
formula
dalam kaba,gannya dal.am Sijombang.
dan dapat
dikembangkanSejauh mana
formula itu
berlakukomposisi
kabaformula
dapatPenelitian dalam
kabaI isan;
diubah
sejauh
manapula baris_baris
Penuturkaba;
berapa jauh audiensberpengaruh terhadap
t4
penceritaan kaba; ini
merupakanbagian
masalah yang dibahas darampeneritian
kaba Gombang patuananini.
Sebagai informasi tambahan, beberapa penelitian
pendahuruan
telah dilakukan peneliti ini
(syamsuddin Ltdin) setelah mengikuti penataran penel_itian
sastra dalamrangka
rLDEpI di
TuguBogor (tglg) dan
Leiden(1e81):
a.
KabaAnggun
Nan Trrngga Magek Jabang:suatu
Tinjauandari sudut sosiar
BUdal,a(pusat
pembinaandan
pen_gembangan Bahasa tgTg).
b'
Kaba-kaba Minangkabau Kary6 syamsuddinsutan
RajoEndah; Tinjauan dari sudut sosiar Budaya
( pusatPembibanaan dan pengembangan Bahasa 1.ggl).
c, struktur Kaba
Minangka.bau (pusat
penrbibanaan dan Pengremhe.ngan Bahasa 1994) .d. Identifikasi
Tema dan Amanat Kaba Mrnangkabau (pusat Pembibanaan dan pengemlrangan Bahasa 19g6 ) .1,
7
Kerongko Bei^fiki
rPenelitian ini
bermaksud r.rntuk mengungkapkanstruk-
t,;r
l.:omposisrsastra lisan
Gomhangpatuanan, dan
men_gangkat herbagar
nila.i
yangterrlapat
dalamkarya
terse_but
yang bermanfaat bagri masyarakatnya. Berdasarkan haritu,
maka daram pelaksanaanpeneritian dipakai
beberapa pendekatan.L,
Pendekatan LordHar
penting
yangperlu diperhatikan
daram mengana-li.sis data kaba risan dalam pendekatan ini
adarahpertunjukan, formula,
tema dan Lagu,a.
PertunjukanPertunjukan
sangat penting bagi sastra lisan.
Menurut
Arbert B. Lcrd, penutur
daram mempertunjukkancerita lisan
meraksanakan empatfungsi
secara serentak;sebagai
penamprL, penggubah,pen),atr, dan
penyanyi.01eh sebab
itr.r saat
pengubahan komposisipenting diper- hatikan
dalamstr:di ini
karenapui*qi lisan tidak
disu_sun rrnt'"rk
pertunjukan, tetapr
disusun dalam pertun jukan(Lcrd,
L-e76;13).Pertunjukan sastra
1i-qan mengharuskan adanya pen-eerita, audiens.
,rrakti:tlan tempat pertunjukan.
Unsur_unsirr: itu
mempengeruhicerita dan dapat
menimbulkanvarrasi ceri.ta. pencerita
yang berbeda akan menghasir_kan cerit-a
yangherherla,
riBlaupuncerita itu
mempunyaiteme yariq
-qame.pencerita tak pernah
menghafar tekscerrta.
Denrkranpula lsaktu dan tempat yeng
berbeda,se::ta
audiens yangberlreda,
akan menyebabkan timbulnya'ra;ri.asi cerita, Ketidakstabilan
ar:diensatau
keragamanaudiens
akan mempengraruhicerrta dan
akan menampirkanvariasi cerita.
seorangpencerita
akan terpengaruh olehaudiens can akan
menampilkancerita sesuai
dengan keadaan dankeinginan
audiensnya.16
Audiens tidak seralu
diam dantenang.
Dalam per-tunjukan, audiens sering ikut berpartisipasi.
Merekaserr-ng
mengadakanreaksr spontan terhadap cerita,
bahkan
ada pula yang rnenyelingi pencerita.
semuarni
membentuk
situasi pertunjukan yang tentu saja
akan mempengaruhi jaLannya peneeritaan,Seorang
peneer jta
d.isa.mpingdituntut
menguasaicerita, juga perru
rnernpunyaikemahiran hercerita.
Kemahi.ran
bercerita. dapat dibentuk melarur lati
han:r at
ihan
he.rce rrt a
me t a rui seorang guru dan
sre larui latj.han
mendengar l:anyakcerita Iisan.
pencerrt-a yang ha.rk hendakl.,h rnempunyaii,re,,
wa,,,esanyang ruas,
agar cer jta dapat
rli.kemhangkan.Jadr ,ialan eerita
dapat d-rperpendekatau
cliperpan j ang, Hal ini ada
ka itann,va -dengan sliesana r,raktr.r penceri.taa.n,. kekayaanba.tin
pence_rita
denganide-ide,
Jeemahiran danbakat hercerita
yangd j.ni f.
iki
peneerita ,Penyarnpa,ian
cerita lisan
rlmuan:/adiir:rngi
iranaliuni'i
instrum.en, perananhunyi
rnstrurnen menjadr
pent- i.ng rrntr:k memhentuk i.ra.ma clan. tempchercerita.
penceri-ta
sel-alu menyesua.ikan i::ama dan tempobereerita
deneranbr:nyr
rnstrumen,
rlan hegj.tu pula
sebal iknya.h.
FornulaSetiap pencerita
menggunakan ungkapan_ungkapan yangsi.ap pakai. pada r./aktu menciptakan
cerita
dalamsetiap
pertt-tnju.kan, I.Insrrr yang -"iappakai j.tu disebut
formula,Menurut
Lord, formula adalah
selompokkata
yang secarateratur di
bawahkondisi matra
yang samadipakai
untuk mengungkapkansuatu ide tertentu
( Lord,
L9T6 : 30 ) .unsur-unsur formula :,ang terdiri dari
kelompok kata(frasa, klausa, dan kalimat) itu d:.kuasai pencerita.
Pada
waktu penceritaa.n,, unsur tersebut
dirangkaikanatau
rnendapat tambahankata atau
kerompokkata rain untuk
mengungkapkanide
yangingin
ditampilkannya,Da1am
pertunjukan
yang d:.laksanakan dalam kecepatan waktr-rI'a-ng tingg1, unsur-unsl.lr
formula itu
sangat menhantu penyusunan komposisi dan memperlancar penceri- t*aan. unsr-rr-unslrritu
saLing berangkai,
sehingga satukata
f crm,.rla .dapat rnernanggrirtimburnya kata
yangrain.
Deni.kian
pu.1asat-u ungkapan
( frasa,
klausa)
dapar-nen
ir,bulkan
nr:ncu1-n1'a ungkapanlain.
Dalamhal ini
pengalaman penceri.ta.an
turut
menentukan,yaitu
dapatpeml:uat l:u}:ungan
atau rangkaian kata.-kata.
Dan kalaul:ata-kat;r itr-r t.eIah clipakai benrlang kari ,
makaia
t,el"ah men j ad.i f ormula
pula
( Sv,,eeney, 19g 7 :Zt9 ) ,I-lngkapan formur-ai]<
(form'Iaic expression)
adarahl-arrk atau
setengahIarik yang disusun sesuai
denganF'ola f ormu]-a (Lord
,
197 6:4),
MetaLui hentuk-bentukini
pencerita dapat
rnenyusunbaris-]:arrs puisi
denganrapi
dan
mudahpada posisi tertentu. pencerita tinggal
mdnarnbahkan ungkapan
atau kata-kata yang diinginkan
ke<lalarir hentuk formura yang
terah dimilikinya.
persedi-1B
an formula itu disebut stock-in-trade si
penutur.pencerita tidak dibatasi oleh formula, ia
dapat mengembangkanide dan
dayaciptanya. pertunjukan
ataupenampilan suatu cerita berarti penciptaan
kembalicerita tersebut,
0r.eh sebabitu teknik formuraik
dikem_bangkan
untuk
melayaninyasebagai seorang ahIi,
danbukan
untuk
memperbudaknya(Lord,
Lg76:54).c.
TenaPengrertian tema
menurutLord
(themeLord)
adaLahperisti,a ,/ang diurang dan bagian-bagian deskriptif
dalam
fl!'dnyafp
(Lord,
Lgl 6:,a) ata*
kelompok-keLompokide l,ang
digr.rnakansecara tetap dalam
penceritaan, dalamgaya
formulaik
sehuah n:,an.vlan ( tord,
Lg?9 ; 6g ) .Penceri'ta atau penyanyi hiasanya
mempunyai sejumrahadegan
atau
tema yangsiap
pa.kai.set
lap
penYampal-ensastra lisan
akan menunjukkan'rariasi
i!engan penl'anpa.ian sebelumnya,Tidak
ada v,,ujudI,ang heku dan mantap
.
Sastra.
l- i_sanadalah sastra
yangsel-al"r.r. hi-ciup,
seralu diciptakan dan dihai,sli
kembalisesue
j
dengan clal'a^cipta
pengubah danpenikm.atnya. A.Javarj-asi
t-ema. rlalamcerita
l,ang samaoleh
penggubahl,ang sama pada wek-r-u
pertunjukan yang berbeda.
Mungkin adat'er'ra yang sama disampaikan secara berbeda
creh
penyanyi Yangsama' Bila penyanyi
mendengartema rain
dalam nyan:'r-anba*r, ia
cenderung memprocluksinyapula
dengan mengembangkan t_ema ),ang ada.=
Penyanyi membentuk tema umum dan tema khusus, meng-
adaptasi
dan menyesuaikanpada nyanyian khusus
yangsedang
diciptakannya.
Bentuk tema sel_al_u berubah darampikiran penyanyi.
perubahan akan memberikan pembaruan, Tema bukanlahkreasi seni yang statis, tetapi
hidup, berubah, dan dapat beradaptasi.2.
Pendekata.n Skema SweeneyMenurut
sweeney m.enyusun skema seberum penampilanadal-ah penting. Keberhasiran penceritaan
ditentukanoleh persiapan skena yang telah direncanakan
sesuai denganharapan audiens.
penyusunan skema ditentukanoleh persepsi pencipta
terhadap masalah :/angdisajikan, skema harus disesuaikan dengan keadaan
( sweene1,,198?:139). Melarui- skema penggubah dapat menyusun
plot,
tema, dan
perwatakan,dan lain-Iain.
Skemapertu
bagipenb-icara,
pencerita atau
penuris,
Tanpa skema ter j adi kekacauan, bahkantidak
bermakna.skema
dapat
dipahami. qlengan memperhatikancara
se- seorang mencer:itakanperistivra, insiden, atau
pengara_mannya
sesuai
dengankasus
yangterjadi
dalam penger_tiannya yang akan
menampirkanseperangkat
pola-po1a.Pola-pora tersusun bukan hanya
menunjukkan bagaimanaorang menceritakan, tetapi juga
menentukan alasanterjadinya. pola ini disebut
skema.20
Deskripsi
skematidak
hanyauntuk
komposisi
lisan
dan
tulisa
.nsaja, tetapi juga
dalamkegiatan
berbahasasehari-hari. Deskripsi kegiatan
manusia menggambarkan
hakekat skematik dari kegiatan itu sendiri
(Svreeney,1987:153).
Hubunganantara
penggubah dengan audienspun menghasilkansuatu kesatuan sastra
yangberisi
banyakciri-ciri
skematik dalam penampilanIisan.
3,
PendekatanSosiologi
SastraPendekatan
sosiologi sastra dipakai
karena pen_dekatan
ini
mempertimbangkansegi-segi
kemasyarakatan.Perhatian ditujukan terhadap
Lembagasosial
karenakarya sastra
a.dalahciptaan sastrawan,
a.nggota masyara_kat sosialnya. Sastra mempunyai relevansi
dengankehrdupan
sosial
budaya masl,arakatnya, Ada dua pendekatansosiologi. sastra;
a,
Pe.ndekatansentripetal
Pendekatan
rni
bergerakdari luar sastra ke
dalamsastra.,
pendekatan mendasarkan anggapan bahwa sastramerr-rpakan
cermin prcses sosial
budayaberaka,
sastrabaru berharga
dalam hubungannya dengandunra di luar
sastra, sast'ra sebagai gejaLa kedua.
pendekatanini tidak dipakai
dalampenelitian ini,
h,
PenCekatanSentrifugal
Pendekatan
ini
bergerakdari
dalamkarya sastra
ke-luar sastra.
pendekatanini
mengutamakanteks
sastrav
sebagai
bahankajian. Metode ini menganalisisi
telrsuntuk
mengetahuistrukturDyd,
yang kemudian diperguna_kan
untuk
memahamirebih
daramgejara sosial
masyarakatdi luar sastra itu (Vickery 1969:g9;
Damono,
L979:?).Pendekatan
inilah
},angdipakai
dalampenelitian ini.
Munculnya
karya sastra tak terrepas dari faktor
kehidupan
sosiar
kemasyarakatan dan budaya masyarakat_nya (Laurenson,
LgTtr g1). oleh sebab itu,
pendekatanini dipakai untuk merlhat nirai-nirai dan
konsepsi-konsepsi kehidupan masyarakatnya,
Pengarang tidak hanya dipengarr.rhi
masyarakat,tetapi juga
mempengaruhimasyarakat.
pengarangtidak hanya
memperkenalkankehidupan pelaku, tetapi
jugamempengaruhi
kehidupan masyarakrtny6 (weltek,
1.9g0 I120 ) .
Masyarakat dapat
menimba berbagainilai
l,angter_
nilai-nilai
hudaya yang akan diamanatkan kepada simpan dalamkarya sastra,
Sastra lisan
dipertahankansi
pendukungnya. Berdasrakan halkan
bahvradi
elalamsastra
l isanperJ.u rjikaji demr mengtsi
danbangsa Indonesia.
Ian Watt
mengungkapkantiga sastra:
dalam ha1
ini sastra tisan.
Iridupn:ra, karena mengandung genera-
ini, dapatlah dikata- terdapat warisan
yangmengembangkan budaya
pendekatan
sosiologi
22
a.
Konteks sosiaL pengarang(penutur)
Pendekatan
ini
mengungkapkan aspek yang berhubungandengan latar belakang, status sosial, sikap,
serta pandangan penutur,b. Fungsi sosial
sastraPendekatan ini melihat sampai
berapajauh nilai
sastra berkaitan
dengannilai sosial,
dan seberapa jauhnilai sastra dipengaruhi nilai sosial.
c,
Sastracernin
fl.nsltsyakufPendekatan
rni melihat
sejauhmane karya
sastra sebagai cermin masyaraket. Apakahkarya sastra itu
(a)menampil-kan masyarakat masa
lalu atau
masakini,
(b)menampi.lkan
fakta pirihan, (c)
menampilkansikap sosial
J<eJcmpokr1l,d,, (d
)
menampilkankeadaan secara
cermat (Dam.ono, lg78:4)l-4elarui pendekatan sosiologi sastra
diharapkanni-1ai-nilai
dan konsepsi-konsepsi kah,a Gombang patuanandapat diungkapkan,
L"
I
il4etodologipenelitisn
objek peneritian ini
adarah kabarisan
yang adadi
rapangan
' untuk
mengumpurkandata ini
muranyastudi
kepustakaant kemudian observasi
dandengan
teknik walrancara, rnformasi
mengenai Iisan diperoleh melalui !/as/ancara
denganinforman.
dipakai dibantu trad is
i
beberapa
Y
Data yang berkenaan dengan objek peneritian di
rapangan dikumpurkan
meralui
perekaman,observasi
danwawancara. untuk
merekamcerita dipergunakan alat perekam tape-recorder,
perekamansuasana bercerita dipakai observasi
denganteknik
pengamatan dan pencata-tan ]angsung.
wavrancaraterbuka, dan
pemahaman teks di.lakukan secaraintrinsik,
Penelitian ini
bermaksud mendeskripsikan dan menga- nalisis
kaba}isan
Gombang patuanan. Metode yang dipa-kai. adarah motode yang diungkapkan oleh teori A.B. Lord
dananalisis struktural. untuk itu
dirakukanpencleskripsian pertr;njukan kaba, anarisis
komposisi, dananalisi.s nilai
budaya.e-
Pertunjukan kabasemua
catatan observasi atau
pengaraman rangsung padapertunjukan kaba risan diorah dan dilakukan
pen-deskripsi-an, antara lain
menyangkutsiapa
pekaba dan bagaimanatatar
belakang kehidupannya, dimana danbira pertunjukan itu, apa
maksuddan tujuan
pertunjukan,siapa dan berapa jumrah audiens,
bagaimana kontaktukang kaba
denganaudiensnya,
bagaimanasikap
dantingkah laku serta perbuatan tukang kaba.
Melaruideskripsi ini tergambarlah pertunjul..an kaba lisan
secara lengkap.24
b. Analisis
KonposisiRekaman
cerita
kabaitu ditranskripsi
danditerje-
mahkan
ke
dalam bahasaIndonesia. HasiI transkripsi ini dikaji dari segi
unsur-unsur yang membangunkaba.
Unsuritu meliputi kebahasaan, perulangan,
paralelisme,formul-a stereotip, perulangan adegan (theme
Lord),pantun, dan ragu.
Kemudiantranskripsi episode
yangsama
dikaji dari segi variasi
adegandalam
episode,kestabilan struktur, variasr ekspresi, alasan
danfungsi variasi.
c. Nilai
BudayaPenelitian menginterpretasi
temacerita
yang di_dukunq