HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN DIRI
DAN KEDISIPLINAN BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PESERTA DIDIK KELAS V
DI SEKOLAH DASAR NEGERI SE-GUGUS I KECAMATAN KOKAPTAHUN PELAJARAN 2018/2019
Geyol Sugiyanta Ismi Hanifah
Program Studi Pendidikakan Guru Sekolah Dasar IKIP PGRI Wates
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepercayaan diri dengan prestasi belajar matematika, hubungan antara kedisiplinan belajar dengan prestasi belajar matematika, serta hubungan antara kepercayaan diri dan kedisiplinan belajar dengan prestasi belajar matematika peserta didik di kelas V SD Negeri se-Gugus I Kecamatan Kokap tahun pelajaran 2018/2019. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh peserta didik kelas V SD N se-Gugus I Kecamatan Kokap dengan jumlah 50 peserta didik.
Sampel pada penelitian ini seluruh anggota spopulasi. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan korelasi produk moment. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: ada hubungan yang positif antara kepercayaan diri dengan prestasi belajar matematika = 0,496, Ada hubungan yang positif antara kedisiplinan belajar dengan prestasi
belajar matematika s =0,812 dan ada hubungan yang positif secara bersama antara
kepercayaan diri dan kedisiplinan belajar dengan prestasi belajar matematika = 0,812 pada peserta didik kelas V sd negeri se-Gugus I Kecamatan Kokap.
Kata Kunci: Kepercayaan diri, Kedisiplinan Belajar, Prestasi Belajar Matematika
PENDAHULUAN
Kedisiplinan belajar merupakan faktor yang erat hubungannya dengan prestasi belajar matematika. Karena pelajaran matematika merupakan pelajaran yang dianggap lebih sulit dari bidang studi lain. Maka dari itu membutuhkan kedisiplinan belajar yang tinggi. Jika peserta didik dapat mematuhi tata tertib dan belajar dengan tekun serta teratur maka kondisi di dalam kelas yang kondusif akan dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik.
Selain kedisiplinan belajar, ada juga faktor lain yang dapat mempengaruhi prestasi belajar yaitu kepercayaan diri. Menurut Komara (2016:34) bahwa percaya diri tercipta dari aktualisasi diri yang positif sehingga peserta didik mampu mengembangkan bakat, minat dan potensi yang ada di dalam dirinya sehingga bisa berkembang menjadi prestasi. Dengan adanya sikap percaya diri, peserta didik akan mempunyai sikap yang optimis, merasa yakin pada dirinya sendiri, memiliki ketenangan sikap sehingga tidak merasa gugup dalam mengikuti proses belajar sehingga prestasi belajar yang diraih akan tinggi.
Berdasarkan hasil observasi yang didapatkan peneliti di SD se-gugus I Kecamatan Kokap terutama pada kelas V terdapat beberapa peserta didik yang memiliki kepercayaan diri yang kurang terutama ketika ingin mengungkapkan pendapat mereka, mereka masih terlihat ragu dan malu-malu. Saat di dalam kelas masih ada peserta didik yang gugup ketika diperintah guru untuk mengerjakan tugas di depan kelas dan tidak percaya dengan kemampuannya sendiri. Apabila ditunjuk guru untuk menjawab pertanyaan peserta didik memilih diam tidak manjawab. Selain kepercayaan diri, terdapat peserta didik yang memiliki kedisiplinan belajar yang rendah seperti lupa tidak mengerjakan tugas yang telah diberikan oleh guru, ada beberapa siswa yang terlambat datang kesekolah dan juga ada yang melanggar beberapa tata tertib yang telah ditetapkan. Dari 50 peserta didik terdapat 46% peserta didik yang memiliki nilai tidak tuntas dengan KKM 70 pada mata pelajaran matematika.
Dari masalah yang ada dilapangan tersebut maka dalam penelitian ingin mengetahui hubungan antara kepercayan diri dan kedisiplinan belajar dengan prestasi belajar matematika peserta didik kelas V di SD se-gugus I kecamatan Kokap”.
KAJIAN TEORI Kepercayaan Diri
Kepercayaan diri merupakan modal bagi seseorang untuk mengambil keputusan dalam menghadapi masalah. Keberanian seseorang untuk mencoba melakukan suatu tindakan sangat bergantung pada kepercayaan terhadap kemampuan dirinya untuk melakukan suatu tindakan. Karena kurang percaya diri sehingga ragu-ragu atau tidak berani mengambil keputusan untuk melakukan suatu tindakan.
Ghufron & Risnawita (2010: 35) menyebutkan bahwa kepercayaan diri adalah keyakinan untuk melakukan sesuatu pada diri seseorang sebagai karakteristik pribadi yang memuat keyakinan akan kemampuan diri, optimis, objektif, bertanggung jawab, rasional, dan realistis. Komara (2016: 36) menyatakan bahwa kepercayaan diri merupakan karakteristik pribadi seseorang yang di dalamnya terdapat keyakinan akan kemampuan diri dan mampu mengembangkan serta mengolah dirinya sebagai pribadi yang mampu menanggulangi suatu masalah dengan situasi baik. Sedangkan menurut Amir dan Risnawati (2015: 159) mengemukakan bahwa kepercayaan diri adalah sikap positif seorang individu yang membuat dirinya mampu untuk mengembangkan penilaian positif baik terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungan atau situasi yang dihadapinya. Sikap positif yang tercipta dari rasa percaya diri seeorang dapat memahami lingkungan dan situasi yang sedang dihadapi serta dapat menanggulangi masalah-masalah yang sedang dihadapinya.
Dari beberapa pengertian di atas kepercayaan diri merupakan suatu sikap positif dimana individu merasa mampu dan yakin akan kemampuan dirinya sendiri dalam melakukan suatu hal. Kebanyakan rasa percaya diri seseorang dipengaruhi oleh tingkat kemampuan dan keterampilan yang dimiliki. Seseorang yang percaya diri selalu yakin pada setiap tindakan yang dilakukannya, dan merasa bebas untuk melakukan hal-hal yang sesuai dengan keinginannya dan
bertanggung jawab atas perbuatannya. Dengan adanya keyakinan tersebut maka individu merasa optimis dan yakin dalam melakukan sesuatu yang diinginkan. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kepercayaan diri individu antara lain: konsep diri, harga diri, pengalaman, dan pendidikan Ghufron &
Risnawita (2010: 37).
Kepercayaan diri merupakan suatu sikap positif dimana individu merasa mampu dan yakin akan kemampuannya sendiri untuk bertingkah laku sesuai dengan yang diharapkannya, tidak mudah terpengaruh oleh orang lain, seta yakin pada tindakan yang dilakukan. Adapun ciri-ciri kepercayaan diri yaitu, bersikap optimis, tidak memerlukan dukungan orang lain dalam mengerjakan tugas, memiliki dorongan prestasi yang kuat. Indikator-indikator kepercayaan diri sebagai berikut:
a) Mampu dalam menghadapi kegagalan dan keberhasilan.
b) Mampu bersaing dan dibandingkan dengan teman-temannya.
c) Bersikap positif pada diri sendiri dan lingkungan sekitar.
d) Mengetahui kemampuan dirinya.
e) Berani dalam mengemukakan pendapat.
Kedisiplinan Belajar
Kedisiplinan di sekolah erat hubungannya dengan kerajinan peserta didik dalam sekolah dan juga dalam belajar serta ketaatan dalam malaksanakan tata tertib di sekolah. Kedisiplinan dalam belajar dapat disebut juga dengan disiplin belajar, disiplin belajar terdiri dari dua kata yaitu disiplin dan belajar. Menurut Bassam (2017: 197) kata disiplin atau “self-control” berasal dari bahasa Yunani, dari akar kata yang berarti “menggenggam” atau “memegang erat”. Kata ini sesungguhnya menjelaskan orang yang bersedia menggenggam hidupnya dan mengendalikan seluruh bidang kehidupan yang membawanya kepada kesuksesan atau kegagalan. Menurut Mulyasa (2010: 191) disiplin adalah suatu keadaan tertib ketika orang-orang yang tergabung dalam suatu sistem tunduk pada peraturan-peraturan yang ada dengan senang hati. Jadi dapat diartikan bahwa disiplin merupakan sikap individu yang tertib dan tunduk pada peraturan- peraturan yang telah dibuat.
Kemudian belajar dapat diartikan sebagai perubahan perilaku yang relatif tetap sebagai hasil adanya pengalaman. Di sini tidak termasuk perubahan perilaku yang diakibatkan oleh kerusakan atau cacat fisik, penyakit, obat-obatan, atau perubahan karena proses pematangan. Walgito (2010: 185) menyatakan bahwa belajar merupakan suatu proses yang mengakibatkan perubahan perilaku (Change in behavior or performance).
Sedangkan Hamalik (2017: 27) menyatakan bahwa belajar merupakan suatu proses, suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan. Belajar bukan hanya mengingat, akan tetapi lebih luas dari itu, yakni mengalami. Hasil belajar bukan suatu penguasaan hasil latihan melainkan pengubahan kelakuan. Menurut Kosasih & Sumarna (2013: 10) belajar adalah suatu kegiatan yang dilakukan seseorang untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan melalui proses latihan dan interaksi dengan lingkungannya dalam upaya melakukan perubahan
dalam dirinya secara menyeluruh baik berupa pengalaman, sikap dan perilaku.
Kesimpulan pengertian belajar dari para ahli adalah bahwa belajar merupakan suatu proses perubahan perilaku yang bersifat positif. Berdasarkan pengertian disiplin dan belajar yang telah diuraikan, maka yang dimaksud kedisiplinan belajar pada penelitian ini adalah sikap, kebiasaan, dan tingkah laku peserta didik yang menunjukan ketaatan dan kepatuhan untuk belajar secara teratur baik dirumah maupun disekolah.
Prestasi Belajar Matematika
Menurut Ratnawulan dan Rusdiana (2015: 254) menyebutkan bahwa prestasi belajar adalah angka atau huruf yang melambangkan tingkat keberhasilan peserta didik setelah mengikuti program pendidikan pada jenjang pendidikan tertentu, dalam jangka waktu yang telah ditentukan.
Sedangkan menurut Sugihartono (2007: 130) berpendapat bahwa prestasi belajar merupakan hasil pengukuran yang berwujud angka maupun pernyataan yang mencerminkan tingkat penguasaan materi pelajaran bagi peserta didik.
Dalam penelitian ini yang dimaksud prestasi belajar merupakan hasil dari proses belajar peserta didik yang berupa angka atau huruf yang melambangkan keberhasilan peserta didik pada jenjang pendidikan tertentu yang diambil dari ranah kognitif, afektif dan psikomotorik peserta didik. Sedangkan prestasi belajar matematika adalah hasil belajar matematika yang diperoleh peserta didik selama proses belajar mengajar pada periode tertentu yang dapat diukur melalui penilaian sumatif dan penilaian formatif yang tercermin dalam buku rapor peserta didik pada mata pelajaran matematika. Nilai rapor yang diambil pada prestasi belajar peserta didik hanya pada aspek kognitif (pengetahuan) yang mencakup nilai ulangan harian, nilai tugas, nilai ulangan tengah semester, dan nilai akhir semester.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif kuantatif untuk mengetahui hubungan antara kepercayaan diri dan kedisiplinan dengan prestasi belajar matematika. Penelitian ini dilakukan di SD N se-Gugus I Kecamatan Kokap.
Populasi pada penelitian ini berjumlah 50 peserta didik. sampel menggunakan seluruh nanggota populasi. Pengumpulan data menggunakan skala psikologi untuk kepercayaan diri dan kedisiplinan belajar sedangkan untuk prestasi belajar matematika menggunakan daftar nilai matematika semester 1 tahun pelajaran 2018/2019. Analisis data penelitian menggunakan diskripsi dan korelasi. Dengan variable kepercayaan diri (X1), kedisiplinan belajar (X2), dan variabel prestasi belajar matematika (Y). Uji Validitas instrumen menggunakan expert judgement dan korelasi produk moment. Pengolahan data dilakukan secara manual dan juga menggunakan batuan SPSS Ver 20. Dengan uji asumsi Normalitas variable menggunakan uji kecocokan chikuadrat
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Berdasar uji asumsi data yang diperolih menunjukkan bahwa kepercayaan diri, kedisiplinan belajar, dan prestasi belajar matematika memenuhi distribusi
normal. Uji normalitas menggunakan uji kecocokan chi-kuadrat yang hasilnya di tunjukkan dalam tabel 1:
Tabel 1. Rangkuman Uji Normalitas
Hubungan Kepercayaan Diri dengan Prestasi Belajar Matematika
Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan postif antara kepercayaan diri dengan prestasi belajar matematika ditunjukkan dengan korelasi = 0,496 Adanya hubungan positif anatara kepercayaan diri dengan prestasi belajar matematika menunjukkan bahwa apabila kepercayaan diri rendah maka prestasi belajar rendah dan apabila kepercayaan diri tinggi maka prestasi belajar matematika juga tinggi. Berdasarkan hasil koefisien determninasi = 0,246 ini menunjukkan bahwa perubahan kepercayaan diri pada peserta didik di kelas V SD se-gugus I Kecamatan Kokap dapat mempengaruhi perubahan prestasi belajar matematika sebesar 24,6% tanpa memperhatikan factor lainnya termasuk kedisiplinan belajar dengan prestasi matematika. Perubahan Faktor lain menyebabkan perubahan prestasi belajar sebesar 75,4%.
Hubungan antara Kedisiplinan Belajar dengan Prestasi Belajar Matematika.
Hasil penelitian yang dilakukan di SD N se-Gugus I Kecamatan Kokap, terbukti bahwa ada hubungan yang positif dan signifikan antara kepercayaan diri dan kedisiplinan belajar dengan prestasi belajar matematika peserta didik.
Adapun hasil perhitungan hubungan antar variabel dihitungan dengan rumus korelasi produk moment menggunakan paket program SPSS Versi 20. Koefisien korelasi ( ) antara variabel X2 dengan Y sebesar 0,812, sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan positif antara variabel Kepercayaan diri dengan prestasi belajar matematika. Berdasarkan hasil tersebut determninasi ( ) sebesar 0,66 yang berarti tanpa memperhatikan variabel lain bahwa perubahan kedisiplinan belajar dapat mempengaruhi perubahan prestasi belajar matematika sebanyak 66% pada peserta didik di kelas V SD N se-Gugus I kecamatan kokap dan sebanyak 34% ditentukan oleh perubahan faktor-faktor lain.
Hubungan kepercayaan diri dan Kedisiplinan Belajar secara bersama sama dengan Prestasi Belajar Matematika
Hasil analisis korelasi antara prestasi belajar matematika dengan
kepercayaan diri dan kedisiplinan belajar =0,812 dan koefisien determinasi
No Variabel Chi hitung Chi Tabel Kesimpulan
1 Kepercayaan Diri (X1) 4,664 9,488 Normal
2 Kedisiplinan Belajar (X2) 0,881 9,488 Normal
3 Prestasi Belajar Matematika (Y) 1,471 9,488 Normal
( ) sebesar 0,660. Nilai tersebut berarti bahwa faktor kepercayaan diri dan kedisiplinan belajar secara bersama-sama memberikan konstribusi terhadap prestasi belajar matematika sebesar 66%. Sedangkan 34% ditentukan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Di atas terlihat bahwa
= menunjukan adanya factor kepercayaan diri termuat pada kedisiplinan belajar dalam artian siswa yang disiplin belajar memiliki kepercataan diri yang baik atau siswa yang disiplin memiliki kepercayaan diri.
SIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan hasil penelitian tentang hubungan antara kepercayaan diri dan kedisiplinan belajar dengan prestasi belajar matematika yang dilakukan terhadap peserta didik kelas V SD N se-Gugus I Kecamatan Kokap, yang didasarkan pada hasil analisis data, pengujian hipotesis yang diajukan dan pembahasan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Ada hubungan yang positif antara kepercayaan diri dengan prestasi belajar matematika peserta didik kelas V SD N se-Gugus I Kecamatan Kokap
2. Ada hubungan yang positif antara kedisiplinan belajar dengan prestasi belajar matematika peserta didik kelas V SD N se-Gugus I Kecamatan Kokap.
3. Ada hubungan yang positif antara kepercayaan diri dan kedisiplinan belajar dengan prestasi belajar matematika peserta didik kelas V SD N se-Gugus I Kecamatan Kokap.
Disarankan yang di usulkan berkaitan dengan penelitian ini:
1. Bagi peserta didik kelas V SD N se-Gugus I Kecamatan Kokap diharapkan lebih meningatkan lagi sikap kepercayaan diri seperti, selalu bersikap positif, tidak mudah menyerah pada kegagalan, berani dalam mengemukakan pendapat.
Kemudian peserta didik juga diharapkan lebih meningkatkan sikap kedisiplinan belajar seperti mentaati peraturan di sekolah, belajar tepat waktu baik disekolah maupun dirumah, mengerjakan tugas dengan tertib walupun tidak ditunggui oleh guru. Jika peserta didik dapat meningkatkan sikap kepercayaan diri dan kedisiplinan belajar maka dapat meraih prestasi belajar yang lebih baik lagi dikelas-kelas selanjutnya.
2. Bagi Guru atau pendidik pendidik yang memiliki tugas sebagai pengelola kegiatan belajar mengajar hendaknya dapat memberikan motivasi kepada peserta didik agar peserta didik mampu menerima kekurangan dan mensyukuri apa yang dimilikinya. Memberikan kesempatan peserta didik untuk berpendapat dan membiasakan peserta didik untuk mengerjakan tugas didepan kelas dengan begitu, kepercayaan diri peserta didik akan meningkat.
Selain kepercayaan diri kedisiplinan belajar juga dapat ditingkatkan melalui guru memberikan sanksi pada peserta didik yang tidak membawa peralatan pelajaran dan melanggar tata tertib sekolah, menegur peserta didik yang ramai sendiri saat pembelajaran, dan memeriksa setiap tugas yang dikerjakan oleh peserta didik.
3. Bagi Peneliti, penelitian ini korelasi antara kedisiplinan belajar dengan prestasi belajar matematika sama besarnya dengan korelasi antara kepercayaan diri dan kedisiplinan belajar dengan prestasi belajar matematika ( = ) maka hendaknya peneliti mencermati kedua variabel kepercayaan diri dan kedisiplinan belajar, apakah variabel keduanya dapat di gabung atau lebih memperhatikan indikator-indikator yang digunakan untuk menyusun instrumen penelitian sehingga variabel yang diteliti masing masing memberikan gambaran yang jelas
DAFTAR PUSTAKA
Komara, Indra B. 2016. Hubungan Antara Kepercayaan Diri Dengan Prestas belajar dan Perencanaan Karir Siswa. Jurnal Psikopedagogia. Vol. 5, No. 1.
Yogyakarta: UAD.
Gufron, M. Nur & Risnawita, Rini. 2010. Teori - Teori Psikologi. Yogyakarta: Ar-ruzz Media.
Amir, Zubaidah & Risnawati. 2015. Psikologi Pembelajaran Matematika.
Yogyakarta: Aswaja Presindo.
Bassam T, Abu F. 2017. Menjadi Gurunya Guru Sahabatnya Siswa. Yogyakarta:
Lontar Mediatama.
Hamalik, Oemar. 2017. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
Kosasih, Nandang & Sumarna, Dede. 2013. Pembelajaran Quantum dan Optimalisasi Kecerdasan. Bandung: Alfabeta.
Mulyasa. 2010. Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta:
Bumi Aksara.
Ratnawulan, Elis & Rusdiana. 2015. Evaluasi Pembelajaran. Bandung: CV Pustaka Setia.
Sugihartono, dkk. 2007. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: UNY Pres
Walgito, Bimo. 2010. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: CV Andi Offset.