i
EFEKTIVITAS PERDA PEMERINTAH KOTA JAMBI NOMOR TAHUN DALAM MENINGKATKAN SARANA DAN PRASARANA
OLAHRAGA.
SKRIPSI
Oleh : ATIKA NIM: SIP.
Pembimbing:
H. Hermanto Harun, Lc, M.HI, Ph.D Ulya Fuhaidah, S.HUM, M.SI
PROGRAM STUDI ILMU PEMERINTAHAN FAKULTAS SYARIAH
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI
H / M
ii
iii
iv
v MOTTO
Artinya: “Ajarilah anak-anak kalian berenang, memanah dan menunggang kuda”.
vi
PERSEMBAHAN
Alhamdulillahirobbil alamin dengan rahmat Allah SWT Skripsi ini saya persembahkan kepada orang-orang yang telah memberikan cinta, kasih, perhatian, serta motivasi dalam menuntut ilmu kedua orang tua tercinta : Ayahanda Ande Iman Syukri SY dan Ibu Sarina tercinta yang telah mendidikku
dengan penuh kegigihan dan kesabaran, yang telah telah tak henti-hentinya menyelipkan namaku dalam setiap do’a nya, berkat do’a dan dorongan motivasi
beliau berdualah saya dapat menyelesaikan skripsi ini. Dan tak luput kepada saudara perempuan tercinta Miruli Fajrah Dan Siti Nur Halizah yang selalu
memberikan semangat dan dukungan dalam kehidupanku. Kepada dosen pemimbing terima kasih atas bimbingannya dalam memberikan pemikiran- pemikiran dan pemasukan gambaran ide-ide dalam setiap proses penyelesaian
skripsi ini.
Dan untuk seseorang yang selalu menyemangati memberikan dorongan dan masukan atas segala persoalan yang saya hadapi serta sahabat-sahabat ku yang
selalu memberikan dorongan dan semangat kepada ku dalam keadaan suka maupun duka.
vii ABSTRAK
Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui kondisi dan pemanfaatan sarana prasarana olahraga di Kota Jambi dan program-program dari Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Jambi. Skripsi ini menggunakan pendekatan yuridis sosiologis yaitu mengidentifikasikan dan mengonsepsikan hukum sebagai institusi sosial yang nyata dan fungsional dalam sistem kehidupan yang nyata, jenis Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara kepada informan yang dianggap dapat memberikan informasi, observasi, dokumentasi dan data primer yang diambil dari ke pada informal mengenai efektivitas perda pemerintah nomor tahun dalam peningkatan sarana dan prasarana olahraga di Kota Jambi kemudian data sekunder berupa arsip Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga. terkait kondisi dan pemanfaatan sarana prasarana maupun program-program Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Jambi. Berdasarkan peneliti simpulkan diperoleh kondisi dan pemanfaatan sarana dan prasarana olahraga Kota Jambi belum memenuhi standar nasional salah satu contohnya yaitu Stadion persijam Kota Jambi yang mana belum adanya ruang ganti pemain, ruang ganti wasit dan fasilitas-fasilitas lainnya yang belum memenuhi standar nasional yang ada kemudian cabang olahraga unggulan di kota jambi seperti bola kaki, bola voli dan futsal belum di kelola denngan baik sehingga bisa menghambat prestasi olahraga yang ada di kota jambi. Dan program-program dari Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Jambi dari tahun sampai dengan tahun sudah berjalan dengan baik walaupun belum memenuhi target akan tetapi pihak Dinas Pemuda Dan Olahraga Kota Jambi mereka mengatakan jika ada salah satu program mereka yang belum terlaksana akan di laksanakan pada tahun mendatang, kemudian program pembangunan sarana dan prasarana olahraga di setiap kecamatan, sarana dan prasarana akan di buat dan di bangun nanti akan di cocokan dengan kebutuhan masyarakat seperti lapangan voli, futsal sebagainya, langkah ini di rasakan kan sangat berguna bagi anak-anak muda dalam mengisi kegiatannya , program ini sudah berjalan dengan baik akan tetapi terkendalanya karna masyarakat tidak mau mengibahkan sebagian tanah nya untuk pembangunan sarana dan prasarana olahraga tersebut
Kata Kunci : Dinas Pemuda Dan Olahra , sarana dan prasarana olahraga, Kota Jambi
viii
KATA PENGANTAR
Alhamdulilah, segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Shalawat beserta salam beserta salam semoga tetap terlimpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah mencurahkan hidupnya untuk menyempurnakan akhlak dan menjadi rahmat bagi umat manusia.
Skripsi ini adalah salah satu wujud di antara karunia Allah yang di limpahkan kepada penulis melalui kemampuan mencurahkan pemikiran kedalam rangkaian karya tulis ini. Selanjutnya penulisan skripsi ini merupakan kewajiban bagi mahasiswa untuk memperoleh gelar sarjana strata satu (S. ) di Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Disamping itu juga penulis ingin menyumbangkan karya demi nusa dan bangsa dan agama. Adapun judul skripsi ini adalah ”Efektivitas Perda Pemerintah Kota Jambi Nomor Tahun Dalam Meningkatkan Sarana Dan Prasarana ”.
Dalam penyelesaian penulisan skripsi ini, penulis tidak dapat berbuat banyak tanpa bantuan, arahan, bimbingan dan dorongan dari berbagai pihak.
Karena itu penulis merasa bersyukur kehadirat Allah SWT dan menghanturkan ucapan terima kasih kepada yang terhormat :
ix
. Bapak Prof Dr. H. Su’aidi Asy’ari, MA, Ph. D selaku Rektor Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
. Bapak Dr. Sayuti Una, S.Ag.,MH selaku dekan Fakultas Syari’ah Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
. Bapak Agus Salim, S.Th, I, MA., m.ir., Ph.D selaku wakil dekan bidang Akademik Fakultas Syariah UIN Sulthan Thaha Saifudidin Jambi.
. Bapak Ruslan Abdul Gani, S.H.,MH selaku wakil dekan II bidang administrasi umum, perencanaaan dan keuangan fakultas syari’ahUIN Sulthan Thaha SaifudDin Jambi.
. Bapak Dr.H.Ishaq, SH.,M.Hum selaku pembantu dekan II bidang kemahasiswaan dan kerjasama fakultas syari’ah UIN Sulthan Thaha Syaifuddin Jambi.
. Ibu Dr. Irmawati Sagala, S.Ip.M.Si selaku ketua Jurusan Ilmu Pemerintahan
. Bapak Yudi Armansyah, S.Th,I,M.Hum selaku sekretaris Jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas Syari’ah Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
x
. Bapak H. Hermanto Harun, Lc., M.HI.,Ph.D selaku pemimbing I dan pembimbing akademik fakultas syari’ah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, yang selama ini telah membantu segara urusan yang ada di jurusan dan banyak membantu penulis dalam rangka memberikan arahan, petunjuk dalam penyusunan skripsi.
. Ibu Ulya Fuhaidah, S.HUM, M.SI selaku pemimbing II Fakultas syari’ah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, yang selama ini telah membantu segala urusan yang ada di jurusan dan banyak membantu penulis dalam penyusunan skripsi.
. Bapak dan Ibu dosen Fakultas Syari’ah Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
. Karyawan Fakultas Syari’ah dan perpustakaan Fakultas Syari’ah Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
. Bapak dan Ibu seluruh pegawai kantor Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Jambi yang telah banyak meluangkan waktu nya untuk saya meneliti maupun meminta data-data yang di perlukan beserta bersedia untuk untuk menjadi informan dalam penulisan skripsi ini terima kasih banyak .
xi
. Sahabat-sahabat Jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas Syari’ah Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi angkatan yang selalu memberikan semangat dan motivasi kepada saya terima kasih banyak teman-teman seperjuangan.
. Semua pihak yang terkait dalam penulisan skripsi ini baik langsung maupun tidak langsung.
Penulisan mengharapkan semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua yang membaca. Semoga allah melimpahkan rahmadnya atas bantuan dan bimbingan yang telah diberikan kepada penulis. kepada Allah SWT segala usaha dan upaya penulis berserah diri, besar harapan kami semoga skripsi ini ada manfaatnya
Jambi, November Penulis
ATIKA
NIM.SIP.
xii DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ...i
LEMBARAN PERNYATAAN ...ii
NOTA DINAS ...iii
PENGESAHAN PANITIA UJIAN ...iv
MOTTO ...v
ABSTRAK ...vi
PERSEMBAHAN ...vii
KATA PENGANTAR ...viii
DAFTAR ISI ...ix
DAFTAR TABEL……….x
DAFTAR SINGKAT………xi BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ...
B. Rumusan Masalah ...
C. Batasan Masalah ...
D. Tujuan dan Kegunaan Penelitian ...
E. Kerangka Teori ...
F. Tinjauan Pustaka ...
xiii BAB II : METODE PENELITIAN
A. Pendekatan Penelitian ...
B. Jenis Penelitian ...
C. Lokasi Penelitian ...
D. Jenis dan Sumber Data ...
E. Teknik pengumpulan Data ...
F. Teknik Analisis Data ...
G. Sistematika Penulisan ...
BAB III : GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
A. Profil Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Jambi ...
B. Visi dan Misi Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Jambi ....
C. Struktur Organisasi Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Jambi ...
D. Pegawai Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Jambi ...
E. Keadaan Sarana dan Prasarana Olahraga Kota Jambi ...
BAB IV : PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN
A. Kondisi atau Pemanfaatan Sarana dan Prasarana Olahraga di Kota Jambi ...
B. Program-Program Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Jambi ...
xiv BAB V : PENUTUP
A. Kesimpulan ...
B. Saran-saran ...
C. Kata Penutup ...
DAFTAR PUSTAKA ...xi LAMPIRAN ...xii CURICULUM VITAE
DATA INFORMAN
xv
DAFTAR TABEL
Tabel . : Jadwal Penelitian ...
Tabel . : Dafat Pegawai Tetap Dinas Pemuda dan Olahraga ...
Tabel . : Daftar Pegawai Honorel Dinas Pemuda dan Olahraga ...
Tabel . : Kondisi Umum Sarana Dan Prasarana Olahraga Kota Jambi ...
Tabel . : Daftar Rekapitulasi Sarana dan Prasarana Olahraga Kota Jambi ...
Tabel . : Jumlah Sarana dan Prasarana Olahrga Yang Di Minati Masyarakat Kota Jambi ...
Tabel . : Program Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Jambi Tahun ...
Tabel . : program Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Jambi Tahun ...
Tabel . : Program Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Jambi Tahun ...
xvi
DAFTAR SINGKATAN
DISPORA : Dinas Pemuda Dan Olahraga Kota Jambi KONI : Komite Olahraga Nasional Indonesia RPJP : Rencana Pembangunan Jangka Panjang RPJM : Rencana Pembangunan Jangka Menengah RKP : Pencana Kerja Pemerintah
SSB : Sekolah Sepak Bola
PERDA : Peraturan Daerah
UU : Undang-Undang
PPRI : Peraturan Presiden Republik Indonesia
SDI : Sport Developmen Index
i BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Perkembangan keolahragaan pada saat ini sudah berkembang sangat pesat, masyarakat sudah semakin menyadari pentingnya aktivitas keolahragaan baik itu berupa olahraga pendidikan, olahraga prestasi, olahraga masyarakat atau pun olahraga untuk kesehatan. Tujuan berolahraga beranekaragam sesuai dengan kegiatan yang di laksanakannya. Untuk mengetahui keadaan seseorang agar dapat mengikuti aktivitas keolahragaan diperlukan pengetahuan untuk mengetahui sampai dimana kondisi atau status kebugarannya pada saat akan memulai aktivitas ataupun setelah mengikuti aktivitas keolahragaan, agar dapat mengetahui kemajuan dari saat kesaat dalam berolahraga.1 Olahraga sendiri tidak lepas dari sarana dan prasarana sebagai bentuk penyediaan fasilitas untuk melakukan aktivitas olahraga. Sebagai ruang terbuka prasarana yang dikembangkan harus mampu memfasilitasi dan mengkomodasi kebutuhan seluruh masyarakat untuk berolahraga, seperti anak-anak, remaja, orang tua, bahkan para manula dan orang- orang yang memiliki kebutuhan khusus, baik pria maupun wanita.
Berdasarkan ketentuan pasal , ayat ( ) undang-undang nomor tahun tentang keolahragaan nasional menyebutkan bahwa :
1Widiastuti, Tes Dan Pengukur Olahraga, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, ), hlm .
Pemerintah dan pemerintah daerah menjamin ketersediaan sarana prasarana olahraga sesuai dengan standar kebutuhan pemerintah dan pemerintah daerah2 dan peraturan nomor tahun tentang tata cara penetapan sarana prasarana olahraga. Dengan demikian maka, pemerintah dan pemerintah daerah bertanggung jawab atas perencanaan, pengadaan, penetapan prasarana olahraga, pemanfaatan, pemeliharaan dan pengawasan pembangunan sarana prasarana olahraga.3
Kota Jambi sebagai ibu Kota Provinsi yang berkembang sangat pesat memiliki masyarakat yang mempunyai apresiasi yang tinggi terhadap perkembangan dunia olahraga, olahraga sudah menempati posisi yang penting dalam kehidupan sahari- hari masyarakat di Kota Jambi bahkan meningkatkan minat masyarakat ditunjukkan dengan semakin bertambahnya klub-klub atau kelompok-kelompok dari berbagai cabang olahraga di Kota Jambi seperi klub taekwondo, tarung derajat, panahaan dan lain-lain. Peningkatan minat masyarakat terhadap olahraga ini sendiri tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas maupun kuantitas fasilitas sarana dan prasarana yang ada di Kota Jambi, bahkan terjadinya kecendrungan menurunnya kualitas fasilitas olahraga karena kurangnya perawatan. Bahkan saat ini banyak klub-klub atau kelompok-kelompok olahraga yang tidak tertampung lagi kegiatannya, sehingga mereka berlatih dengan sarana dan prasarana seadanya atau ada yang menumpang dengan pihak swasta dengan membayar sewa tempat mereka berlatih, juga tenaga keolahragaan dan pembina olahraga ini sendiri masih kurang.
2Undang-Undang Nomor Tahun , Tentang Sistem Keolahragaan Nasional, Pasal Ayat .
3Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor Tahun , Tentang Tata Cara Penetapan Prasarana Olahraga, Pasal .
Masalah lain yang perluh menjadi perhatian adalah fasilitas-fasilitas olahraga yang ada di Kota Jambi kebanyakan tersebar letaknya sehingga sulit bagi pemerintah atau sponsor untuk melakukan pembinaan bagi atlet atau klub, menghadapi fenomena tersebut, atlet, klub maupun penggemar olahraga memerlukan wadah yang representative dimana mereka dapat melakukan aktifitas-aktifitasnya seperti berlatih untuk meningkatkan prestasi, meningkatkan kebugaran fisiknya sekaligus berekreasi. Kegiatan olahraga memerlukan ruang untuk bergerak itu di tentukan dengan stantar ruang-ruang perorangan. Sarana prasarana olahraga paling sedikit atau minimal di sesuaikan dengan kondisi masyarakat yang berolahraga itu sendiri. Sehingga di sini kunci dan tujuan sarana prasarana adalah media olahraga yang di harapkan, dengan adanya sarana dan prasarana sebagai penunjang kegiatan olahraga agar bisa berjalan dengan baik.
Sehingga masyarakat dapat menikmati olahraga dengan baik dan optimal.
Fasilitas olahraga yang dimiliki pemerintah Kota Jambi masih dibilang masih minim. Sehingga, aktifitas dan kreaktifan anak muda Jambi untuk mengembangkan bakatnya di bidang olahraga terhambat.
Terlebih adalah sarana dan prasarana yang ada di Kota Jambi masih belum memenuhi standar yang berlaku dalam peraturan daerah Kota Jambi nomor tahun tentang sarana dan prasarana olahraga di kota jambi dalam Bab IV pasal ayat dan yang jelas mengatakan :
Ruang dan tempat berolahraga yang sesuai persyaratan teknis cabang olahraga, lingkungan yang harus terbebas dari polusi air, udara, dan suara, selanjutnya keamanan yang dinyatakan dengan terpenuhnya persyaratan sistem pengamanan,
perlengkapan dan peralatan yang sesuai persyaratan teknis cabang olahraga, kesehatan yang dinyatakan dengan dipenuhinya persyaratan kebersihan dan higienis dan pemenuhan syarat produk yang ramah lingkungan.4
Pada kenyataannya fasilitas olahraga yang dimiliki oleh pemerintah Kota Jambi masih sangat minim. Tidak banyak yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat terutama untuk melakukan berbagai jenis olahraga. Ini pun berimbas pada pengembangan bakat dan minat masyarakat khusus pelajar dalam bidang olahraga. 5 kemudian dapat dilihat pada sport development index (SDI) (Indeks pembangunan olahraga) dimana sarana dan prasarana olahraga Kota Jambi masih berada pada kategori rendah karena indeks total SDI yang meliputi ruang terbuka, sumber daya manusia, partisipasi olahraga dan kebugaran jasmani masyarakat Kota Jambi sebesar , berada direntang - , . Artinya bahwa pembangunan olahraga Kota Jambi masih perlu diperhatikan dan dibenahi oleh pemerintah Kota untuk memajukan olahraga di Kota Jambi.6
Jika melihat realita, maka sarana dan prasarana olahraga Kota Jambi Saat ini tidak sesuai dengan amanat peraturan daerah Kota Jambi nomor tahun tentang peningkatan sarana dan prasarana olahraga di Kota Jambi.
4Peraturan Daerah Kota Jambi Nomor Tahun , Tentang Peningkatan Sarana Dan Prasarana Olahraga Di Kota Jambi, Pasal Ayat - .
5Jeninifer, Kota Jambi Minim Fasilitas Olahraga, www. Jambi-Independent.co.id, Akses November .
6Boy Indrayana, Jurnal Sains Sosio Huaniora Vol . No. Juni .
Berdasarkan permasalahan tersebut penulis tertarik untuk mengkaji dengan mengangkat judul “EFEKTIVITAS PERDA PEMERINTAH KOTA JAMBI NOMOR TAHUN DALAM MENINGKATKAN SARANA DAN PRASARAN OLAHRAGA”.
B. Rumusan masalah
Rumusan masalah adalah konteks penelitian yang mengarahkan pelaksanaan dan pencapaian tujuan peneltian. Berdasarkan latar belakang diatas, rumusan masalah yang akan di bahas dalam penelitian ini adalah:
. Bagaimana kondisi atau pemanfaatan sarana dan prasarana olahraga di Kota Jambi ?
. Bagaimana program-program dari Dinas Pemuda dan Olahraga untuk meningkatkan sarana dan prasarana olahraga di Kota Jambi ?
C. Batasan Masalah
Agar peneliti ini lebih terarah dan terkonsep dan tidak meluas cakupan serta peneliti ini jelas, fokus dan lebih mendalam maka penulis akan memberikan batasan-batasan peneliti. Adapun fokus dalam penelitian ini adalah mengenai Efektivitas perda pemerintah Kota Jambi nomor tahun dalam meningkatkan sarana dan prasarana olahraga .
D. Tujuan Dan Kegunaan Penelitian . Tujuan Penelitian
Berkaitan dengan permasalahan-permasalahan yang telah dirumuskan sebelumnya, maka dalam penelitian ini di tetapkan beberapa tujuan penelitian, yaitu sebagai berikut :
) Ingin mengetahui bagaimana kondisi atau pemanfaatan sarana dan prasarana olahraga Kota Jambi .
) Ingin mengetahui bagaimana program-program dari Dinas Pemuda dan Olahraga mengenai sarana dan prasarana olahraga Kota Jambi.
. Kegunaan penelitian
Dari hasil sebuah penelitian pada dasarnya mempunyai manfaat atau kegunaan baik bagi peneliti maupun orang lain. Maka dari itu kegunaan penelitian ini sebagai berikut:
) Untuk mengembangkan teori keilmuan khususnya Ilmu Pemerintahan yang berkaitan dengan optimalisasi sarana dan prasarana olahraga di Kota Jambi sebagai Efektivitas perda pemerintah Kota Jambi nomor tahun dalam meningkatkan sarana dan prasarana olahraga.
) Bagi pembaca, di harapkan penelitian ini dapat menambah wawasan pemikiran tentang “sarana dan prasarana olahraga di Kota Jambi”.
) Bagi penulis, penelitian ini merupakan salah satu syarat dalam memperoleh program gelar proses sarjana setara satu (S. ) pada bidang Ilmu Pemerintahan, Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Syaifuddin Jambi.
D. Kerangka Teori
Teori adalah alur logika atau penalaran yang merupakan seperangkat konsep, definisi, dan proposisi yang di susun secara sistematis. Secara umum, teori mempunyai tiga fungsi, yaitu untuk menjelaskan (explanantion), meramalkan (prediction), dan pengendalian (control) atau gejala.7 Sedangkan kerangka teoritis didefinisikan sebagai model konseptual tentang bagaimana teoritis dari suatu hubungan antara masing-masing faktor yang telah didefenisikan sebagai penting untuk masalah.8
Agar penulisan ini lebih terarah dan tepat sasaran, maka penulis perlu menggunakan kerangka teori sebagai landasan utama guna untuk mendapatkan konsep yang tepat dan benar dalam penyusunan skripsi ini.
. Konsep Pembangunan
Pembangunan mempunyai pengertian yang sangat luas, secara sederhana pembangunan itu adalah perubahan kearah yang lebih baik dan lebih maju dari sebelumnya.9 Kemudian Siagian menyebutkan bahwa pembangunan “suatu usaha atau rangkaian usaha pertumbuhan dan perubahan yang berencana dan dilakukan secara sadar oleh suatu bangsa, Negara dan pemerintah, menuju modernitas dalam rangka pembinaan bangsa (nation building)”.
Dalam bukunya Todaro mengutif pendapat Goulet ( ) dan tokoh-tokoh lainnya mengatakan bahwa paling tidak ada tiga komponen dasar atau nilai inti
7Sugiono, Metode Penelitian Pendidikan “Pendekatan Kualitatif, Kualitatif dan RND”,(Bandung:
Alfabeta, ), hlm .
8Ulber Silalahi, Metode Penelitian Sosial, (Bandung: Refika Aditama, ), hlm. .
9Agus Salim, Perubahan Sosial: Seketsa Teori Dan Metodologi Kasus Di Indonesia, (Yogyakarta:
Tiara Wancana, ), hlm .
yang harus dijadikan basis konseptual dan pedoman praktis untuk memahami pembangunan yang paling hakiki. Ketiga praktis komponen dasar tersebut adalah :
) Kecukupan (sustenance) ) Jati diri (self-esteem) ) Kebebasan (feedom)
Ketiga hal ini lah merupakan tujuan pokok yang harus dicapai oleh setiap orang dan masyarakat melalui pembangunan. Ketiganya berkaitan secara langsung dengan kebutuhan-kebutuhan manusia yang paling mendasar, yang terwujud dalam berbagai macam manifestasi (bentuk) di hampir semua masyarakat dan budaya sepanjang zaman.
. Kecukupan (sustenance)
Apa yang dimaksud dengan “kecukupan” adalah kemampuan masyarakat untuk memenuhi bukan hanya kebutuhan dasar (makanan), melainkan mewakili semua hal yang merupakan kebutuhan dasar manusia secara fisik seperti pangan, sandang, papan, pendidikan, kesehatan, dan keamanan, jika satu saja dari sekian banyak kebutuhan dasar ini tidak terpenuhi, maka muncul lah kondisi “kebiasaan absolut” fungsi dari semua kegiatan ekonomi pada hakikatnya adalah untuk menyediakan sebanyak mungkin perangkat dan bekal guna menghindar dari kesengsaraan dan ketidak berdayaan yang diakibatkan oleh kekurangan pangan, sandang, papan, pendidikan, kesehatan, dan keamanan atas dasar itulah kita menyatakan bahwa keberhasilan pembangunan itu merupakan persyaratan bagi memperbaiknya kualitas kehidupan. Tanpa adanya kemajuan ekonomi secara berkesinambungan dan keadilan, maka realisasi potensi sumber daya manusia,
baik bersifat individu maupun komunitas masyaratakat, tidak mungkin dapat diperdayakan, setiap orang harus merasa cukup untuk menikmati kehidupan yang layak, kenaikan pendapatan perkapita, pengentasan, kemiskinan absolut, penambahan lapangan kerja, dan pemerataan pendapatan merupakan sasaran dari keberhasilan pembangunan.
Laporan PBB tentang hukum Development Report terbitan tahun pada bab pembukaan secara tegas mengatakan bahwa :10
“Semua manusia lahir dengan membawa potensi kapabilitas tertentu, tujuan pembangunan adalah menciptakan suatu lingkungan yang memungkinkan setiap orang mengembangkan kapasitas itu, dan kesempatan harus senang biasa di pupuk dari satu generasi ke generasi berikutnya, nyata bagi pembangunan manusia adalah universalisme pengakuan atas hidup manusia. Namun jika semua perhatian di curahkan ke hal itu, maka ini adalah suatu kekeliruan. Ada dua alasan pokok, pertama, akumulasi kekayaan tidak menjamin tersedia atau terpenuhinnya pilihan- pilihan yang terpenting bagi manusia. Kedua, pilihan-pilihan manusia itu sendiri jauh lebih luas dari sekedar kekayaan”.
. Jati diri (self-esteem)
Komponen universal yang kedua dari kehidupan yang serba lebih baik adalah adanya dorongan dari diri sendiri umtuk maju, untuk menghargai diri sendiri, untuk merasa diri pantas dan layak melakukan atau mengerjakan sesuatu, dan seterusnya. Jati diri (self-estemm) bukan suatu unsur yang kecil. Penyebaran
“nilai-nilai modern” yang bersumber dari Negara-negara berkembang, kontak dengan masyarakat lain yang secara ekonomi dan teknologi lebih maju mengakibatkan definisi dan batasan mengenai baik-buruk atau benar-salah menjadi kabur karena kesejahtraan nasional muncul sebagai tujuan baru.
10Nurman, Strategi Pembangunan Daerah, (Jakarta: Rajawali Pers, ), hlm .
kemakmuran materil lambat laut dianggap sebagai suatu ukuran kelayakan yang universal, dan di nobatkan menjadi landasan penilaian atas segala keberhasilan.
Berkembangnya nilai-nilai baru yang mengagungkan materi telah mengikis jati diri masyarakat di banyak Negara-negara berkembang, tidak terkecuali indonesia.
Banyak bangsa yang tiba-tiba saja merasa dirinya kecil atau tidak berarti karena mereka tidak memiliki kemajuan ekonomi dan teknologi maju seperti bangsa- bangsa lain. Yang dianggap hebat adalah mereka mempunyai dan menguasai kemajuan ekonomi dan teknologi modern, sehingga masyarakat Negara berkembang berlomba-lomba mengejarnya, dan tanpa disadari mereka sebenarnya telah kehilangan jati dirinya.
. Kebebasan (freedom)
Nilai universal ketiga yang terkandung dalam makna pembangunan adalah konsep kebebasan/kemerdekaan manusia. Kemerdekaan atas kebebasan disini diartika secara luas, yaitu kemampuan untuk berdiri tegak diatas kaki sendiri (otonomi) dan demokrasi. Lewis ( ) mengatakan bahwa “buah terbesar di hasilkan pertumbuhan ekonomi bukanlah tambahan kekayaan, melainkan tambahan pilihan” kekayaan itu pada hakikatnya dicari dan dikejar-kejar karena kekayaan itu memungkinkan seseorang untuk memperoleh kontrol yang lebih besar terhadap lingkungan alam dan fisik yang ada di sekitarnya.
Konsep kebebasan manusia mencakup berbagai kehidupan seperti kebebasan berpartisipasi politik, keamanan diri, keluarga, kelompok, kepastian hukum, berekspresi, dan persamaan memanfaatkan potensi dan peluang yang tersedia, perlu dicatat bahwa sebagian kisah sukses di bidang ekonomi selama dekade
-an dan -an yang diraih oleh Arab Saudi, Cill, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Thailand, Indonesia, Turki, Cina dan sejumlah Negara lainnya ternyata secara umum tidak diikuti dengan prestasi indeks kebebasan manusia (human freedom index) yang disusun oleh program pembangunan PBB (UNDP, United Nations Development Program).
Berdasarkan tiga komponen dasar pembangunan diatas dijelaskan paling tidak ada tiga tujuan inti dari suatu pembangunan, yaitu :
a. Peningkatan ketersediaan dan perluasan distribusi berbagai macam barang kebutuhan hidup yang pokok, seperti pangan, sandang, papan, pendidikan, kesehatan, dan perlindungan keamanan.
b. Peningkatan standar hidup yang tidak hanya berupa peningkatan pendapatan, tetapi juga meliputi penambahan penyediaan lapangan kerja, perbaikan kualitas pendidikan, serta peningkatan perhatian atas nilai-nilai kultural dan kemanusiaan yang semuanya itu tidak hanya untuk memperbaiki kesejahtraan materiil, melainkan juga menumbuhkan jati diri pribadi dan bangsa yang bersangkutan.
c. Perluasan pilihan-pilihan ekonomis dan sosial bagi setiap individu serta bangsa secara keseluruhan, yakni dengan membebaskan mereka dari belitan sikap menghambat dan ketergantungan, bukan hanya terhadap kekuatan yang berpotensi merendahkan nilai-nilai kemanusiaan mereka.11
11Nurman, Strategi Pembangunan Daerah, (Jakarta: Rajawali Pers, ), hlm .
. Konsep Sarana prasarana olahraga
Undang-undang republik Indonesia nomor tahun tentang sistem keolahragaan nasional dalam pasal ayat dan mengatakan prasarana olahraga adalah tempat/ruang, termasuk lingkungan yang digunakan untuk kegiatan olahraga dan penyelenggaraan olahraga,12 sejalan dengan itu menurut Adri dijelaskan bahwa sarana adalah segala sesuatu yang dipakai sebagai alat dalam mencapai maksud dan tujuan. Sarana atau alat sangat penting dalam memberikan motivasi peserta didik dengan sungguh-sungguh sehingga tujuan aktivitas dapat tercapai. Dalam konteks pendidikan, sarana pendidikan misalnya buku, alat peraga, alat praktek, dan alat keterampilan.13 berdasarkan pengertian sarana olahraga diatas sarana dibedakan menjadi dua kelompok yaitu:
a. Peralatan (apparatus), ialah sesuatu yang digunakan, contoh: peti loncat, palang tunggal, palang sejajar, gelang-gelang, kuda-kuda, dan lain-lain.
b. Perlengkapan (device), yaitu:
. Sesuatu yang melengkapi kebutuhan prasarana, misalnya: net, bendera untuk tanda, garis batas, dan lain-lain.
. Sesuatu yang dapat dimainkan atau dimanipulasi dengan tangan atau kaki, misalnya: bola, raket, pemukul, dan lain-lain.14
Menurut Harsuki prasarana olahraga merupakan wadah untuk melakukan kegiatan olahraga, dengan demikian untuk menyongsong hari depan olahraga
12Undang-Undang Nomor Tahun Tentang Sistem Keolahragaan Nasional, Pasal Ayat dan .
13Dian Estu Prasetyo, Damrah Dkk, Jurnal Gelanggang Olahraga Vol. . No. (Januari ), hlm .
14Anas Junaedi, Jurnal Pendidikan Olahraga Dan Kesehatan Vol . No. Tahun , hlm .
Indonesia perlu disiapkan wadah yang mencukupi jumlahnya sehingga seluruh masyarakat dapat memperoleh kesempatan yang sama untuk berolahraga sehingga dapat mendapatkan kebugaran dan kesehatan sesuai dengan konsep “sport for all”,(olahraga untuk semua) hal tersebut sesuai dengan semboyan memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat. Berdasarkan pengertian diatas prasarana olahraga meliputi: lapangan bola basket, lapangan tenis meja, gedung olahraga, stadion sepak bola, stadion atletik, dan lain-lain.
Gedung olahraga merupakan prasarana yang berfungsi serba guna untuk pertandingan beberapa cabang olahraga, misalnya: pertandinga bola voli, pertandingan bulutangkis, dan lain-lain. Fasilitas dan peralatan yang memadai sangat penting untuk olahraga. Fasilitas yang memadai akan memenuhi kebutuhan secara intensif dalam program olahraga. Sarana dan prasarana adalah suatu bentuk permanen, baik itu ruangan diluar ataupun di dalam, contohnya lapangan permainan, kolam renang, dan lain sebagainya. Berdasarkan pendapat diatas tentang sarana dan prasarana, maka yang dimaksud sarana prasarana olahraga adalah segala sesuatu yang diperlukan demi terlaksananya kegiatan olahraga baik bersifat bangunan, lapangan, dan peralatan.
E. Tinjauan pustaka
Penelitian ini menjelaskan tentang optimalisasi sarana dan prasarana olahraga di Kota Jambi sebagai Efektivitas perda Kota Jambi nomor tahun , sebelumnya sudah ada yang melakukan penelitian mengenai sarana dan prasarana olahraga ini namun pada subtansi yang berbeda-beda. Terdapat penelitian lain yang membahas mengenai sarana dan prasarana olahraga :
Pertama peneliti yang disusun Fajar Agung Trisnadi Fakultas Ilmu keolahragaan Universitas Negeri Semarang angkatan yang berjudul “Analisis manajemen sarana dan prasarana gelanggang olahraga Satria Purwokerto untuk peningkatan prestasi dan olahraga masyarakat”. Dari hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa kelengkapan manajemen sarana dan prasarana di galangga SATRIA Purwokerto merupakan faktor dalam peningkatan prestasi. Perencanaan (planning) yang berkerja sama dengan pemerintah Kabupaten Banyumas, pengorganisasian (organizing) yang di pimpin secara langsung oleh manajer, penyusunan personalia (staffing) sesuai standar perekrutan pegawai, pengarahan (directing) di lakukan secara langsung oleh manajer, dan pengawasan (controlling) di lakukan setiap saat.15
Kedua peneliti yang disusun Muhamad Deny Setiawan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta angkatan yang berjudul
“Survey Kualitas Pengelolaan Sarana Dan Prasarana pada sekolah sepak bola (SSB) se-diy tahun ” Berdasarkan hasil penelitian kualitas pengelolaan sarana dan prasarana pada sekolah sepak bola (SSB) SE-DIY Tahun sebagian besar masuk dalam kategori baik sekali sebesar , kategori baik sebesar , kategori sedang sebesar , kategori kurang sebanyak . Kualitas pengelolaan sarana dan prasarana sepak bola di sekolah sepak bola (SSB) SE-DIY Tahun adalah baik sekali.16
15Fajar Agung Trisnadi, Analisis Manajemen Sarana Dan Prasarana Gelanggang Olahraga Satria Purwokerto Untuk Peningkatan Prestasi Dan Olahraga Masyarakat, (Semarang: Fakultas Ilmu Keolahragaan,Universitas Negeri Semarang, ), hlm - .
16Muhamad Deny Setiawan, Survey Kualitas Pengelolaan Sarana Dan Prasarana Pada Sekolah Sepak Bola (SSB) Se-Diy Tahun , (Yogyakarta: Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, ), hlm - .
Ketiga peneliti yang disusun oleh Niken Indah Parastri Fakultas keguruan dan ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Nusantara Pgri Kediri angkatan yang berjudul “Survei Ketersediaan Sarana Prasarana Olahraga Pendidikan Dan Prestasi Tingkat Sekolah Menengah Kejuruan dan Sekolah Menengah Atas di Kota Kediri” Berdasarkan hasil ketersediaan sarana dan prasarana yang ada dibeberapa sekolah menengah kejuruan dan sekolah menengah atas yaang ada di Kota Kediri sudah cukup baik dan lengkap kesesuaian ruang dan sarana prasaran disekolah menengah kejuruan dan sekolah menengah atas di Kota Kediri belum semua terpenuhi pengadaannya dan prestasi yang diperoleh dari masing-masing sekolah yang telah didata menunjukkan bahwa ada korelasi dan hubungan antara ketersediaan dan kesesuaian sarana dan prasarana terhadap prestasi yang didapat sekolah tersebut.17
Dan dalam penelitian saya Atika, mahasiswa Ilmu Pemerintahan Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi angkatan yang berjudul “Efektivitas perda pemerintah Kota Jambi Nomor Tahun dalam Meningkatkan Sarana dan Prasarana Olahraga”. Dalam penelitian ini penulis akan membahas mengenai solusi atau pemanfaatan saran dan prasarana olahraga Kota Jambi, dan program-program dari Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Jambi.
17Niken Indah Parastri , Survei Ketersediaan Sarana Prasarana Olahraga Pendidikan Dan Prestasi Tingkat Sekolah Menengah Kejuruan dan Sekolah Menengah Atas di Kota Kediri, (Kediri: Fakultas Keguruan dan ilmu pendidikan (FKIP), Universitas Nusantara Pgri Kediri, ), hlm -
BAB II
METODE PENELITIAN
Metode penelitian adalah suatu proses penelitian atau pemahaman yang mendasarkan metodologi yang menyelidiki suatu fenomena sosial dan masalah manusia.18 Selain itu penelitian juga merupakan suatu upaya untuk menemukan kebenaran atau untuk lebih membenarkan suatu kebenaran.
A. Pendekatan Penelitian
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Yuridis Sosiologis, pendekatan Yuridis sosiologis adalah mengidentifikasikan dan mengonsepsikan hukum sebagai institusi sosial yang nyata dan fungsional dalam sistem kehidupan yang nyata. Pendekatan Yuridis sosiologi adalah menekankan penelitian yang bertujuan memperoleh pengetahuan hukum secara empiris dengan jalan terjun langsung ke objeknya yaitu mengetahui perlindungan hukum terhadap pembangunan sarana dan prasarana olahraga di Kota Jambi.19
B. Jenis penelitian
Jenis penelitian yang dilakukan dalam pendekatan penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yaitu suatu penelitian yang mendeskripsikan apa yang terjadi pada saat melakukan penelitian. Di dalamnya terdapat upaya mendeskripsikan, mencatat, menganalisasi dan menginterprestasi kondisi-kondisi yang sekarang ini terjadi atau ada, jadi peneliti ini bertujuan untuk memperoleh informasi-informasi
18Iskandar, Metode Penelitian Kualitatif, ( Jakarta: Gaung Persada, ), hlm. .
19Mohammad Ali, Strategi Penelitian Sosial Pendidikan, (Bandung: Angkasa, ), hlm. .
apa adanya secara objektif. Karena peneliti ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang optimalisasi sarana dan prasarana olahraga di Kota Jambi sebagai efektivitas perda pemerintah Kota Jambi nomor tahun dalam peningkatan sarana dan prasarana olahraga.
C. Lokasi dan waktu penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Jambi yang beralamat Jl.Syarnubi Pt Kel.Wijaya Pura Kec. Jambi Selatan pada tanggal Agustus – November .
D. Jenis Data Dan Sumber Data
Jenis dan sumber data dalam penelitian ini sebagai berikut:
a. Jenis Data
Ada dua jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder.
Data primer adalah data yang diambil dari sumbernya tanpa ada perantara atau data yang diperoleh secara langsung di lapangan oleh yang melakukan penelitian atau yang bersangkutan yang melakukanya.20 Adapun data primer yang penulis maksud dalam penelitian ini adalah data hasil wawancara langsung yang berasal dari informasi yang berkenaan dengan optimalisasi sarana dan prasarana olahraga Kota Jambi sebagai efektivitas perda pemerintah Kota Jambi nomor tahun dalam meningkatkan sarana dan prasarana olahraga. Sumber data di peroleh dari lapangan secara langsung dengan wawancara kepada :
20Sayuti Una , Pedoman Penulisan Skripsi, (Jambi: Syariah ), hlm .
a. Kabid olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga.
b. Kabid sarana dan prasarana Dinas Pemuda dan Olahraga.
c. Kasi data dan laporan Dinas Pemuda dan Olahraga.
Data sekunder adalah data yang diperoleh dari dokumen-dokumen resmi, buku- buku yang berhubungan dengan objek penelitian, hasil penelitian dalam bentuk laporan, skripsi, tesis, disertasi, dan peraturan perundang-undangan.21 Data sekunder dalam penelitian ini adalah dokumen-dokumen, baik berupa dokumen resmi Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Jambi maupun bahan perpustakaan lainya.
b. Sumber Data
Yang dimaksud data dalam penelitian ini adalah sumber dari mana data di peroleh. Sumber data juga disesuaikan dengan istrumen dari pengumpulan data yang digunakan.22 Sumber data dapat di peroleh dari tindakan, pengamatan, ataupun data-data yang di dapat pada saat penelitian berlangsung, sumber data penelitian ini dari :
. Kabid olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga .
. Kabid sarana dan prasarana Dinas Pemuda dan Olahraga.
. Kasi data dan laporan Dinas Pemuda dan Olahraga.
. Perangkat Dinas Pemuda dan Olahraga.
. Pelatih olahraga.
21Zainuddin Ali, Metode Penelitian Hukum, (Jakarta: Sinar Grafika, ), hlm .
22Sayuti Una, Pedoman Penulisan Skripsi, (Jambi: Syariah ), hlm .
. Artikel, buku, jurnal, dokumentasi dan sumber data yang berkaitan dengan penelitian.
E. Teknik Pengumpulan Data
Menurut sugiyono instrumen pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategi dalam penelitian, karena bertujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Instrumen pengumpulan data adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data dan fakta penelitian23
. Pengamatan/observasi
Metode observasi adalah proses memperoleh keterangan untuk penelitian dengan melalui pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap fenomena- fenomenaa yang sedang di teliti24
Observasi terbagi menjadi dua yaitu:
. Participant observation (observasi berperan serta) . Participant non observation (observasi tidak ikut serta)
Dalam penelitian ini penulis hanya sebagai non participant observation dimana penulis mengobservasi sarana dan prasarana olahraga yang ada di Kota Jambi.
. Interviw/wawancara
Wawancara merupakan percakapan dengan maksud tertentu percakapan ini dilakukan oleh dua bela pihak, yaitu wawancara yang mengajukan pertanyaan dan yang diwawancarai yang menjawab pertanyaan itu. Wawancara ini bertujuan untuk memperoleh data-data yang benar dari situasi dan kondisinya melalui beberapa orang sebagai sumber informasi yang akurat. Wawancara adalah suatu
23Tim penyusun, pedoman Skripsi, (Jambi: Syariah ), hlm .
24Sustrisno Hadi, Metode Riset (Yogyakarta: Andi Offset, ), hlm .
proses tanya jawab secara lisan dimana dua orang atau lebih berhadap-hadapan secara fisik.25 Melalui wawancara, maka penulis melakukan dialog langsung dengan para informal, yaitu memberikan beberapa pertanyaan yang diperlukan.
Kemudian mencatat hasil wawancara guna untuk memperoleh suatu gambaran permasalahan yang diteliti. Instrumen ini digunakan untuk mendapatkan data yang mentah dari informan, sehingga dapat di temukan data baru yang tidak terdapat dalam dokumen-dokumen. Dalam penelitian ini adalah orang-orang yang ditujukan mengetahui dengan pasti persoalan persoalan yang terjadi, informan.
. Dokumentasi
Pengumpulan data melalui dokumentasi ini diperlukan alat instrument yang memadu untuk mengambil data-data. Dokumentasi adalah catatan tertulis tentang berbagai kegiataan atau peristiwa pada masa lalu. 26 Metode dokumentasi merupakan sumber yang bermanfaat karena telah tersedia sehingga relative mudah memperolehnya, dan merupakan sumber yang stabil dan akurat sebagai cerita dari situasi dan kondisi yang sebenarnya dan dapat di analisis secara berulang-ulang tanpa melalui perubahan.
Untuk mencari data dari dokumen resmi dengan berpegangan pada pedoman dokumentasi yang memuat garis besar atau kategori informasi yang akan dicari datanya seperti laporan hasil kegiatan dan berita acara kegiatan, berdasarkan referensi dokumen peraturan pemerintah.
25Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif, (Bandung: Alfabeta ), hlm. .
26W.Gulo, Metode Penelitian, (Jakarta: PT. Gramedia, ), hlm. .
F. Teknik Analisis data
Analisis data adalah proses mencari dan menyususn secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain sehingga dapat dengan mudah di pahami dan temuannya dapat di informasikan kepada orang lain. 27 Secara garis besar cara yang dipergunakan dalam menganalisis data-data penelitian ini adalah :
. Reduksi data
Reduksi adalah aktivitas peneliti dalam memilih dan memila data yang dianggap selevel untuk di sajikan. Menurut “miles huberman” proses pemulihan dan mempokuskan pada informasi yang mengarah untuk pemecah masalah, pemakna, dan penemuan untuk menjawab pertanyaan penelitian, kegiatan ini akan berlangsung sejak awal sampai akhir.
. Penyajian data
Data di sajikan sistematis agar lebih mudah di pahami tentang karya ilmiah tentang Efektivitas perda pemerintah Kota Jambi nomor tahun dalam meningkatkan sarana dan prasarana olahraga.
. pengumpulan data
pengumpulan yang di peroleh dari lapangan baik berupa arsip-arsip, dokumentasi, gambar-gambar dan lainnya, kemudian diperiksa kembali dan diatur untuk diuraikan.
27Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif Dan RNB, (Badung : Alfabeta, ), hlm .
. Penarikan kesimpulan
Langkah terakhir yaitu membuat kesimpulan dari data-data yang terkumpul, sehingga dapat di ambil langkah-langkah awal untuk penelitian lanjutan dan mengecek kembali data-data asli yang di peroleh.28 Kesimpulan ini merupakan data yang mengenai dengan data yang bersangkutan Efektivitas perda pemerintah Kota Jambi nomor tahun ldalam meningkatkan sarana dan prasarana olahraga.
F. Sistematika penulisan
Untuk mendapat pemahaman secara urut, pembahasan dalam penulisan skripsi ini kan disistemasasi sebagai berikut:29
BAB I : pendahuluan Bab ini merupakan pendahuluan yang memuat latar belakang masalah, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan dan kegunaan penelitian, kerangka teori, tinjauan pustaka.
BAB II : Pembahasan tentang Metode Penelitian, yang di dalamnya membahas mengenai tempat dan waktu penelitian, jenis dan sumber data, dan teknik analisis data.
BAB III : Berisi tentang gambaran umum lokasi penelitian yang mencakup sejarah singkat Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Jambi, letak geografis, visi dan misi, dan struktur organisasi, kondisi dilapangan.
BAB IV : Pembahasan dalam sub bab ini berisi mengenai prioritas, pemanfaatan sarana dan prasarana olahraga di Kota Jambi dan program-program dari Dinas Pemuda dan Olahraga mengenai sarana dan prasarana olahraga di Kota
28Sayuti Una, Pedoman Penulisan Skripsi, (Jambi: Syariah ), hlm .
29Tim Penyusus, Pedoman Penulisan Skripsi,( Jambi: Syariah ), hlm .
Jambi sudah sesuai dengan perda nomor tahun tentang meningkatkan sarana dan prasarana olahraga Kota Jambi.
BAB V : Penutup dalam sub bab ini berisi tentang kesimpulan, dan hasil penelitian. Serta saran-saran terkait tentang “Efektivitas perda pemerintah Kota Jambi nomor tahun dalam meningkatkan sarana dan prasarana olahraga ”.
No Kegiatan
Tahun -
Februari Maret Mei Juni Juli Agustus September
. Pengajuan
Judul
x
. Pembuatan
Proposal
x x . Penunjukan
Dosen Pembimbing
x
. Keluar Jadwal Seminar
. Ujian Seminar Proposal
x . Pengesahan
Judul
x . Surat Izin
Riset
x
. Pengumpulan
Data
x x x x . Pengelolaan
dan Analisis Data
. Bimbingan dan perbaikan Skripsi
x
. Agenda dan
Ujian Skripsi . Perbaikan dan
Penjilidan
BAB III
GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
A. Gambaran Umum Kantor Dinas Pemuda Dan Olahraga Kota Jambi . Kondisi Geografis
Dengan telah di tetapkan undang-undang nomor tahun tentang sistem keolahragaan nasional, yang kemudian di tindak lanjuti dengan peraturan pemerintah nomor tahun tentang penyelenggaraan olahraga , peraturan pemerintah nomor tahun penyelenggaraan pekan dan kejuaraan olahraga serta undang-undang nomor tahun tentang kepemudaan, maka sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk terus meningkatkan pelayanan publik di bidang kepemudaan dan olahraga.30
Peran strategis di bidang kepemudaan dan keolahragaan mengharuskan tiap daerah mengalokasikan anggaran untuk melakukan pembinaan dan peningkatan prestasi dalam bidang kepemudaan dan olahraga. Hal tersebut telah ditindak lanjuti oleh pemerintah Kota Jambi pada tahun dengan berdasarkan peraturan daerah nomor tahun tentang pembentukan dan susunan organisasi daerah Kota Jambi yaitu Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Jambi yang melaksanakan urusan wajib pemerintahan bidang pemuda, olahraga dan sarana prasarana.31
30Sumber Data: Dokumentasi Dinas Pemuda Dan Olahraga Kota Jambi, Oktober .
31Sumber Data: Dokumentasi Dinas Pemuda Dan Olahraga Kota Jambi, Oktober .
Kantor Dinas Pemuda Dan Olahraga Kota Jambi memiliki gedung yang beralamatkan di JL.SYARNUBI PT KEL. WIJAYA PURA KEC. JAMBI SELATAN.32
. Visi Dan Misi
a. Visi : “ Menjadi Institut Terdepan Dalam Perumusan Pelaksanaan Dan Pengendalian kebijakan Di Bidang Pemuda Dan Olahraga Untuk Menuju Jambi Bangkit”.
b. Misi :
. Mewujudkan kebijakan teknis bidang pemuda dan olahraga yang berbasis potensi dan kearipan lokal.
. Memperkuat peran pemuda dan olahraga
. Meningkatkan pelayanan bidang pemuda dan olahraga yang professional dan bersih.
. Meningkatkan pengendalian dan pengawasan bidang pemuda dan olahraga.
. Meningkatkan koordinasi dan hubungan kebijakan dengan antar instansi pemerintah, antar daerah, swasta dan luar negeri di bidang pemuda dan olahraga.33
. Susunan Organisasi Dinas Pemuda Dan Olahraga Kota Jambi.
Operasional Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Jambi di mulai tanggal januari dengan berpedoman kepada peraturan walikota nomor tahun tentang kedudukan dan susunan organisasi Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Jambi memiliki jabatan struktural sebanyak (enam belas) yang terdiri dari
32Sumber Data: Dokumentasi Visi dan Misi Dinas Pemuda Dan Olahraga Kota Jambi, Oktoner .
33Sumber Data: Dokumentasi Dinas Pemuda Dan Olahraga Kota Jambi, Oktober .
(satu) kepala dinas, (satu) sekretaris, (tiga) kepala bidang dan masing-masing kepala bidang memiliki (tiga) kepala seksi, dan sekretaris memiliki (dua) kepala sub bagian, sehingga total jabatan struktural/Elselon IV kasubang/kasi menjadi (sebelas) jabatan struktural.34
a. Kepala
Kepala dinas kantor Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Jambi di pimpin oleh bapak Ir. Moncar widaryanto.
. Tugas dan fungsi kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Jambi a. Tugas kepala Dinas Pemuda dan Olahraga :
Kepala dinas mempunyai urusan pemerintahan tugas pokok melaksanaakan urusan pemerintahan daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan di bidang pemuda dan olahraga.
b. Fungsi kepala dinas pemuda dan olahraga seperti berikut :
. perumusan kebijakan teknis dan streaategis dibidang pemuda dan olahraga.
. penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum pemuda dan olahraga.
. pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang pemuda dan olahraga.
. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh kepala daerah dengan tugas dan fungsinya.35
b. Sekretaris
34Sumber Data: Dokumentasi Dinas Pemuda Dan Olahraga Kota Jambi, Oktober .
35Sumber Data: Dokumentasi Dinas Pemuda Dan Olahraga Kota Jambi, Oktober .
Sekretaris berkedudukan sebagai unsur pembantu kepala dinas dalam menyelenggarakan tugas dan fungsi, sekretaris di pimpin oleh sekretaris yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada kepala dinas. Sekretaris mempunyai tugas membantu kepala dinas dalam menyelenggarakan pelayanan umum dan administrasi yang meliputi: urusan umum kepegawaian, ketataleksanaan, keuangan, perencanaan, perlengkapan dan rumah tangga dinas serta melaksanakan tugas-tugas lain yang di berikan oleh kepala dinas dengan bidang tugas.36
Jabatan sekretaris di pimpin oleh Edriansyah, SH, MM Dengan uraian tugas dan fungsinya sebagai berikut :
a. Tugas dan fungsi Sekretaris.
. Tugas sekretaris :
Sekretaris mempunyai tugas menyelenggarakan urusan administrasi umum, perlengkapan, kerumah tanggaan, kelembagaan, kehumasan, kepegawaian, keuangan dan program.
. Fungsi sekretaris :
Fungsi sekretaris dinas pemuda dan olahraga adalah sebagai berikut : ) Mengelola administrasi dan urusan umum
) Pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan.
) Pelaksanaan urusan organisasi, tata laksana dan kehumasan.
) Pelaksanaan urusan kepegawaian.
) Pelaksana urusan keuangan.
36Sumber Data: Dokumentasi Dinas Pemuda Dan Olahraga Kota Jambi, Oktober .
) Pelaksana urusan program
) Pelayanan teknis administrasi kepala dinas dan semua satuan unit kerja di lingkungan dinas
) Pelaksanaan tugas-tugas lain yang di berikan oleh kepala dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Sekretaris terdiri dari :
Sub bagian umum mempunyai tugas membantu sekretaris dalam melaksanakan urusan umum, dengan rincian sebagai berikut :37
a. Menyusun rencana kerja sub bagian umum;
b. Melaksanakan ketata usahaan, kearsipan, perlengkapan, kerumah tanggan dan hubungan masyarakat;
c. Mengagendakan, mengarsipkan dan mendistribusikan surat menyurat;
d. Melaksanakan administrasi dan surat menyurat kendaraan dinas;
e. Mengelola dan merangkum usulan program dari sekretaris dan masing- masing bidang;
f. Melaksanakan pengadaan, pendistribusian dan pemeliharaan barang;
g. Mempersiapkan penyelenggaraan rapat, penerimaan tamu dan kelancaran hubungan melalui alat-alat komunikasi;
h. Melaksanakan tertib administrasi;
i. Membuat laporan bulanan dan tahunan
j. Melaksanakan tugas lain yang di berikan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya.
37Sumber Data: Dokumentasi Dinas Pemuda Dan Olahraga Kota Jambi, Oktober .
Sub bagian keuangan mempunyai tugas membantu sekretaris dalam melaksanakan urusan keuangan, dengan rincian tugas sebagai berikut :
a. Menyusun rencana kerja sub bagian keuangan;
b. Melaksanakan ketatausahaan urusan keuangan pengeluaran dan pendapatan;
c. Menyelenggaratakan pembukaan, perbendaharaan dank as;
d. Merencanakan kebutuhan biaya penyelenggaraan di pemuda dan olahraga;
e. Membuat laporan keuangan bulanan, triwulan dan tahunan;
f. Membuat laporan bulanan dan tahunan
g. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya.38
Sub bagian kepegawaian mempunyai tagas membantu sekretaris dalam melaksanakan urusan kepegawaian, dengan rinci tugas sebagai berikut :
a. Menyusun rencana kerja sub bagian kepegawaian;
b. Menyiapkan, mengusulkan, mengolah data dan dokumentasi pegawai yang meliputi; kenaikan pangkat, permohonan izin tugas belajar, cuti, perpindahan, pemberian tanda penghargaan/tanda jasa dan saksi, pemberhentian, pension, kenaikan gaji bulanan dan tunjangan baik struktural maupun fungsional.
c. Merencanakan dan mengusulkan kebutuhanjenis pendidikan dan pelatihan calon peserta pendidikan dan pelatihan, serta calon ujian dinas pegawai;
d. Menyusun daftar urut kepangkatan (DUK).
38Sumber Data: Dokumentasi Dinas Pemuda Dan Olahraga Kota Jambi, Oktober .
e. Mengusulkan permohonan kartu pegawai, kartu istri/kartu suami, kartu tabungan asuransi pension, dan kartu asuransi kesehatan;
f. Menyiapkan dan memprosese daftar penilaian pelaksanaan pekerja (OP ) pegawai dan laporan pajak pribadi (LP P);
g. Mengelola absensi atau daftar hadir pegawai;
h. Melaksanakan tertib administrasi serta membuat laporan bulanan dan tahunan;
i. Membuat laporan bulanan dan tahunan;
j. Melaksanakan tugas lain yang di berikan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya.39
c. Bidang Pemuda
Sebagai unsur pembantu kepala dinas dalam menyelengarakan tugas dan fungsi, bidang pemuda di pimpin oleh kepala bidang yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada kepala dinas melalui sekretaris. kepala bidang pemuda mempunyai tugas membantu kepala dinas dalam menyelenggarakan pembinaan anak, remaja dan pemuda, produktivitas kepemudaan dan organisasi kepemudaan melaksanakan tugas yang diberikan oleh kepala dinas sesuai dengan bidang tugasnya.40
Kepala bidang pemuda yang di pimpin oleh Yusrianti, SE, ME tengan uraian tugas dan fungsinya sebagai berikut :
a. Tugas bidang pemuda :
39Sumber Data: Dokumentasi Dinas Pemuda Dan Olahraga Kota Jambi, Oktober .
40Sumber Data: Dokumentasi Dinas Pemuda Dan Olahraga Kota Jambi, Oktober .
Kepala bidang pemuda mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis dan strategis, koordinasi, pembinaan, pengendalian dan pemberian bimbingan teknis di bidang kepemudaan, meliputi anak dan remaja, produktifitas dan lembaga kepemudaan.
b. Fungsi bidang pemuda :
Fungsi bidang pemuda Dinas Pemuda dan Olahraga adalah sebagai berikut : . penyusunan pedoman petunjuk teknis pemberdayaan anak, remaja,
produktifitas, kewirausahaan serta lembaga kepemudaan.
. pemberdayaan anak, remajaa, produktifitas, kewirausahaan dan lembaga kepemudaan.
. pelaksanaan koordinasi dalam rangka pemberdayaan kepemudaan.
. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang di berikan oleh kepala dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.41
d. Bidang Olahraga
Kepala bidang olahraga di pimpin oleh Ardiman, S. Pd dengan uraian tugas dan fungsinya sebagai berikut :
a. Tugas bidang olahraga :
Kepala bidang olahraga mempunyai tugas melaksanakan pembinaan olahraga terhadap pelajar dan mahasiswa di luar sekolah/kampus serta pembinaan olahraga masyarakat.
b. Fungsi bidang olahraga :
Bidang olahraga mempunyai fungsi sebagai berikut :
41Sumber Data: Dokumentasi Dinas Pemuda Dan Olahraga Kota Jambi, Oktober .
. Penyusunan rencana kegiatan pemberdayaan olahraga bagi anak prasekolah, pelajar dan mahasiswa di luar sekolah/kampus serta masyaarakat.
. Penyusun pedoman pemberdayaan olahraga bagi anak prasekolah, pelajar dan mahasiswa di luar sekolah/kampus serta masyarakat.
. Pelaksanaan fasilitas pemberdayaan olahraga bagi anak prasekolah pelajar dan mahasiswa di luar sekolah/kampus serta masyarakat.
. Pelaksanaan fasilitas pemberdayaan olahraga bagi mahasiswa dan masyarakat melalui pemasalahan dan pembibitan.
. Pelaksanaan fasilitas peningkatan pengetahuan teknis bagi pelatih, wasit, official dan pembinaan olahraga.
. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang di berikan oleh kepala dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.42
e. Bidang Sarana Dan Prasarana
Kepala bidang sarana dan prasarana olahraga di pimpin oleh Harwin SH. SPd.
MPd dengan uraian tugas dan fungsinya sebagai berikut : a. Tugas bidang sarana dan prasarana :
Kepala bidang sarana dan prasarana mempunyai tugas menyelenggarakan urusan rekomendasi pembangunan, pengadaan, pengelolaan sarana dan prasarana kepemudaan dan keolahragaan.
b. Fungsi bidang sarana dan prasarana
Bidang sarana dan prasarana mempunyai fungsi sebagai berikut :
42Sumber Data: Dokumentasi Dinas Pemuda Dan Olahraga Kota Jambi, Oktober .
. Penyusunan rencana pembangunan dan perawatan sarana dan prasarana kepemudaan serta keolahragaan.
. Pelaksanaan pembangunan dan pengadaan sarana dan prasarana kepemudaan dan keolahragaan.
. Pengelolaan sarana dan prasarana kepemudaan dan keolahragaan
. Pemberian rekomendasi pembangunan prasarana kepemudaan dan keolahragaan.
. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang di berikan oleh kepala dinas sesuai dengan tgas dan fungsinya43
f. Unit Pelaksanaan Teknis Dinas.
Tugas unsur pelaksanaan teknis operasional dinas adalah melaksanakan sebagai tugas dinas yang mempunyai wilayah kerja tertentu.44
g. kelompok jabatan fungsional
Tugas kelompok jabatan fungsional adalah melakukan kegiatan sesuai dengan bidang jabatan fusgsioanal masing-masing berdasarkan peraturan perundang- undangan berlaku.45
43Sumber Data: Dokumentasi Dinas Pemuda Dan Olahraga Kota Jambi, Oktober .
44Sumber Data: Dokumentasi Dinas Pemuda Dan Olahraga Kota Jambi, Oktober .
45Sumber Data: Dokumentasi Dinas Pemuda Dan Olahraga Kota Jambi, Oktober .
STRUKTUR ORGANISASI KANTOR DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA46
. Pegawai Dinas Pemuda Dan Olahraga Kota Jambi.
46Sumber Data: Dokumentasi Struktur Organisasi Dinas Pemuda Dan Olahraga, Oktober . Ir. Moncar widaryanto
KEPALA DINAS
Marzeli,SH
PUNGSIONAL ARSIPARIS Edriansyah,SH,MM
SEKRETARIS
Fifi Safitry,SE Kasubbag keuangan
Agustriyani,SE
Kasubbag umum perencanaa kepegawaian
Harwin SH,S.Pd,M.Pd KABID SARANA DAN
PRASARANA Yusriati,SE,ME
KABID PEMUDA
Ardiman,S.Pd KABID OLAHRAGA
Djoko,SE
Kasi pembinaan olahraga berprestasi Hj.Nonsie
Wahyuni,M.SH,MH Kasi pembinaan anak, remaja
dan pemuda
Zakaria,SE
Kasi pengembangan sarana dan prasarana
Antoni,S.IP Kasi olahraga pendidikan
dan rekreasi
Drs.suwarno Fernandes Kasi kemitraan dan hubungan antar lembaga Tarmizi,SE
Kasi produktivitas pemuda
Syahril Zakaria,M.Pd Kasi pengendalian dan
perawatan
Imelda Anriyetti,SE Ksai data dan laporan
Syafrizal Badar,SE Kasi organisasi
kepemudaan
Untuk Mengkoordinir berjalannya suatu program dalam tiap-tiap instansi swasta maupun pemerintahan diperlukannya pembagian tugas dan fungsi sesuai dengan perturan yang ada. Hal ini dilakukan dengan tujuan maksimalnya hak dan kewajiban yang akan terlaksana sesuai peraturan dan undang-undang yang berlaku. Untuk mengetahui pegawai dinas pemuda dan olahraga Kota Jambi dapat dilihat pada table berikut.47
Tabel : Daftar Pegawai Tetap Dinas Pemuda Dan Olahraga Kota Jambi Tahun .48
N O
NAMA NIP GOL JABATAN
Ir.Moncar widaryanto IV/b Kepala dinas
Edriansyah,SH,MM IV/b Sekretaris
Ardiman,S.Pd IV/b Kabid Olahraga
Abdul hakim Mahdi,S.Pd
III/d Kabid pemuda
Yusriati,SE ME III/d Kabid pemuda
Syafrizal,SE IV/b
Kasi organisasi pemuda
Syahril zakaria,M.Pdi IV/a
Kasi pengendalian dan perawatan
Drs.Suwarno F IV/a
Kasi kemitraan &
hubungan antar
47Sumber Data: Dokumentasi Dinas Pemuda Dan Olahraga Kota Jambi, Oktober .
48Sumber Data: Dokumentasi Daftar Pegawai Kantor Dinas Pemuda Dan Olahraga Kota Jambi, Oktober .