• Tidak ada hasil yang ditemukan

IKLIM KOMUNIKASI DALAM PENINGKATAN EFEKTIFITAS FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN DI PONDOK PESANTREN MUHAMMADIYAH K.H.A.DAHLAN SIPIROK TAPANULI SELATAN.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "IKLIM KOMUNIKASI DALAM PENINGKATAN EFEKTIFITAS FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN DI PONDOK PESANTREN MUHAMMADIYAH K.H.A.DAHLAN SIPIROK TAPANULI SELATAN."

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

IKLIM KOMUNIKASI DALAM PENINGKATAN EFEKTIVJTAS

FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN Dl PONDOK PESANTREN

MUHAMMADIY AH K.H.A. DAHLAN SIPIROK

TAPANULISELATAN

TESIS

oleh:

NASRUL SYAKUR CHANIAGO

NIM 035030219

Dalam Memperoleh Gelar Magister Pendidikan Program Studi Administrasi Pendidikan

---...,.-·-1

MILIK PERPUST AKAAN-l

UNIMEO

I

PROGRAM PASCASARJANA

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2006

(2)

--·----LEMBAR PINGESAHAN

z

IKLIM KOMUNIKASI DALAM PENINGKATKAN EFEKTIVITAS

MANAJEMEN Dl PONDOK PESANTREN MODERN

MUHAMMADIYAH KH.A. DAHLAN

SIPlROK

TAPANULI SELATAN

Oleh

Nasrul Syakur Chani.ago

NIM035030219

TESTS

Disetujui Untuk Diajukan Dalam Ujian Tesis

Pembimbing

R.a.

M~ Pebruari 2006 Komisi Pembimbing

Pembimbing D

I

a

~

Rustam .AmirEfen 1, M .A, PhD

--

Dr. SyaifuJ Saga.Ja. M .Pd

Prof Dr.Ir. uddin, M.Pd NIP: 1 3 1 4 1 2 3 5 6

PROGRAM STUDI ADMINISTRASI PENDIDIKAN

PROGRAM PASCASARJANA

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(3)

IKLIM KOM UNIKASJ DALAM PENING.KATAN •:FEKTIVlTAS

FtJNGSI- FUNGSI MANAJEMEN OJ PONDOK PESANTREN

MUUAMMADIYAH K.II.A. DAHLAN SIPIROK TAPANUI.I SELA TAN

Oleb:

~ASRUL

SYAKliR

CHANJAGO

N1M.03~30219

Tclah Dipertahankan di Depan Pauiua Ujian T~s

pada Tanggnl 24 Pebruari 2006 dan Telab Dmyatakan Mcmentihi SaJah Satu Syarat untuk Mempcrolch Gclar Magi! ter Pendidiklln

Progrdlll Studi Administrns• .,endidikan

Menyctujui Komisi Pembtmbmg

Pembimbi.ng II

RtL<;ta.m Amir Effendi, M.A. Pit. 0

~of . Dr. IT Zamuddm, M. Pd

D irektur

Universit

(4)

Persetujuan Komisi

Ujian Tesis Magister Peodidikan

1. Rustam Amir Effendi, M.A, Ph.D

2. Dr. Syaiful Sagala, M.Pd

3. Prof. Dr. lr Zainuddio ~ M.Pd

4. Dr. Siman, M.Pd

5. Prof. Dr. Khairil Anshari, M.Pd

--... ~

Nama : NASRtJLSYAKURCHANL\GO

NIM : 0350302'19

(5)

KATAPENGANTAR

Tesisi ini ditulis dengan penuh kesabaran dan kesadaran bahwasega.la

kekuatan yang mendorong penyelesaiannya adalah atas karun.ia Allah SWT. Oleh

karen.a itu., sudah sepantasnya penulis menyarnpaikan rasa syukur berkat karunia

dan hidayahnya yang selalu diberikan kepada. penulis. AdapWI judul tesis ii adalah

"Iklim Komuni.kasi Dalam Pening.katan Eftktivitas Manajemm Di Pondok

Pesantren K.H.A. Dahlan Sipirok Tapanuli Selabm". Mempakan basil .studi

yang diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap kemajuan berba_gai

pondok pesantren. dan perkembangan ibnu adm.inistrasi pendidikan.

Berkaitan dengan penyelesaian tesis ini, penulis ucapkan terima kasih

kepada Bapak. Rustam Amir Effeudi, M.A., Ph.D , dan Bapak Dr. Syaiful Sagala,

bimbingan penulis. Terima kasih saya sampaikan kepada Bapak ProfDr.lr.

Zainuddin, M.Pd, Bapak Dr. Siman, M.Pd dan Bapak Dr. Khairil Ansbari, M.Pd

sebagai Narasumbt..Y yang telah memberikan masukan dan saran. Ucapan terima

kasih juga penulis ucapkan kepada Bapak ProfDr.lr. Za1nuddin, M .Pd dan Bapak

Dr. Si:man.,

M.Pd

sebagai ketua

dan

sekretaris

Program Sntdi Admin.istrasi Pendidikan.

Ucapan tcrima kasih peoulis sampaikan kepada orang tua penulis Hj.

Nur' aini Chaniago beserta keluarga yang telah membenlcan dorongan moril

maupun materi, sehingga penulis mampu menyelesaikan tesis ini.

Kepda Drs. Salamuddin, M .Pd, Dra. Syarifah Hanurn Sipahutar, Drs.

Syahrul

Tanjung, Rosmaidah, S.Ag, Anifah., S.Sos, M.Pd, Vivera Marti, Hetmi
(6)

Kurnia Sinaga, SF.:, Khairunnisa' , S.Ag, T1unnina tinambtma~ M.Pd dan rekan-relcan Prodi Administrasi Pendidikan angkatan V yang telah memberikan

semangat, penulis ucapkarr terima kasih.

Akhirnya, terima kasih penulis ucapkan atas segala kritikan dan sarnn

yang diberikan dalam perbaikan tesis ini. Penulis berbarap tesis ini dapat

bennanfaat sebagai bahan perband.ingan dalam pengembangan penelitian yang

lainnya.

Medan, 21 Pebruari 2006

Peuulis

(7)

ABSTRACT

This thesis entitle " fklim Komunikasi dalam Peoingbta.o Efektivitas Mo.najemen Oi Poodok Pesantreo Mutaammadiyab K.HA. Dablan Sipirok TapaouU SeJatao" ~ with problems for example: headmaster cantl()( run

management function, all program do not walk better because less support~ lack of appreciation liom leader to subordinate, Decision making without entangling employees and teachers. indistinct Monewy transparency. mtemaJ conflict in organization, division of labor which do not flatten., aU program do not evaluate,

etik code do

not walk. Wlsuited

regulation execution. member

disregard Mad

and

ducy h.:ss open with subordinate.

This research aim to description about communications climate in make-up of etNctiveness management in pondok pcsantren K.H.A. Dablan Sipirok and to know the communkatioos clilnate can improve managtmleot eflb<:.tiveness in the ponclok pesantren.

According Redding the commurucatiom climate will walk better if subordinate perceive that their commurucarions relation with leader assisting they

build and take care offeeling and is important, Participation make decision. Trust, can be trusted and keep secret. And straightforward openness and target high perfonnance lo be communicated clearly to organizational member.

"This research usc method qualitative by using obsetVarion technique, documentation study and interview to collect data from headmaster, teachers,

em lo ees and students. Then, record of data and analysis of data w'.!.;i !.!: th ~c!!hec~kin!:!!·!!.&... ~:--7-- ~:::,;.---r ~ ­

data vlllidation and data triangulation.

From research finding indicate that communicatmns climate exist in

pondok pcsanrren Muhammadiyah K.H.A Da.h.lan do nor show condusive communicauons climate to be seen from Wlfavowable communications interaction, less communications network Hatten. wrong perception in answering to and interpretsng information, commwtications relation less effc.-:ctive, decision making without entangling member, cooflict in organizational, less open to member, less

trust.

less supporting each every program, Jess serious realize pcformance and leader cannot run management function. This matter have an effect on ugly to llUlnagement effectiveuess in Pondok Pesantren Muhammadiyah K.H.A. Onhlllll.

Prom rescarcb finding can be concluded that organinltional communications aspect do not conducive, behavioral aspect of organizational communications show unfavourable matter and cultural aspect of organizational communications (of] cultural sbow of hardness, egoist, apathetic. cultwe and

provocatio~ will win by itself have nn effect on ugly to mau1tgement effectiveness

(8)

kOSTRAK

Tesis

ini

betjudul "Ik.lina Komunikasi dalam Peaiagkatao Efektivitu Maoajemeo Di Poadok Paantrea MabamiUcliyah K.H.A. DaJllaJa Sipirok Tapaauli Mlatan" dengan permasalahan antara lain kepala sekolah kurang mampu menjalankan fimgsi-fungsi manajemen, semua program kura.ng betjalan dengan baik karena Jrurang dukungan, Kurangnya rasa penghargaan dari atasan

kcpada bawahao, Pengambilan lc:eputusan

tanpa

melibatkan guru-guru dan karyawan,

Traosparansi keuangan

yang tak

jelas, konflik internal dalam

organisasi, Pembagian ker.ja yang tak: merata, semua program tak dicvaluasi, tidak betjalannya kode etik, pelaksanaan peraturao yang tak sesuai, anggota mengabalkan tugas dan pimpinan kurang terbuka dengan bawahan

Penelitian ini bertujuan mendislcripsikan tentang ildim komunilc:asi dalam

peningkatan efektivitas manajemen di Pondok Pesantren Modem Muhammadiyah K.H.A. Oahlan Sipirok dan untuk mengetahui apakah ildim komunikasi tersebot dapat meningkatkan efektivitas manajemen di pondok pesantren tersebut

Menurut redding iklim komunikasi akan berjaJan dengan baik apabila

bawaban mengamati bahwa hubungan komunikasi merek.a dengan atasan

membantu mereka membangun dan menjaga perasaan diri berbarga dan penting, Partisipasi

membuat

keputus~

Kepercayaan, dapat

dipercaya

dan

dapat menyimpan rahasia, Keterbukaan dan keterusterangan dan Tujuan kinetja yang

,.

. . . . rganisast:- --- ---

7--7:~---7-~-Penelitian ini menggunakan metode k:ualitatif dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan studi dokwnentasi untuk mengumpuJic.an data dari kepala sekolah, guru, karyawan dan siswa. Selanjutnya, pencatatan data dan analisis data dengan mencek validasi data dan triangulasi data.

Dari temuan penelitian menunjukkan bahwa ildi.m komunilcasi yang ada di Pondok Pesantren Muharnmadiyah K.H.A. DahJan tidak menggambark.an i.klim komunikasi yang kondusif yagn dapat dilihat dari interalcsi komunikasi yang kurang baik, jaringan komunikasi yang kurang merata, perscpsi yang salah dalarn

menanggapi dan

menginterpretasikan

informasi,

hubungan

komunikasi

lrurang efektif, pengambilan keputusan tanpa. melibatkan anggota., konflik dam organisa.si, kurang terbuk.a kepada anggota, lrurang percaya-mempercayai, kurang mendulrung setiap program, kurang serius mewujudkan kinerja dan pimpinan kurang mampu menjalankan fungsi-fungsi manajemeo. Hal ini berpengaruh buruk terhadap efek:tifitas manajemen di Pondok Pesantren Muhammadiyah K.H.A. DahJan.

Dari

temuan

penelitian dapat disimpulkan bahwa aspek kornunikasi organisasi tidak kondusif, aspek perilaku komunikasi organisasi menunjukkan hal yang kunmg baik dan aspek budaya komunikasi organisasi meunjukkan budaya kekerasan, egoi~ apatis, propokasi dan budaya mau menang sendiri berpengaruh

buruk

terbadap

efektivitas

manajemen

di

Pondok Pesantren

Mubammadiyah

K.H.A. DahJan. OJeh karena

itu.

perlu kcjujuran dan ketet'bukaan, musyawarah dalam memecahkan masalab, memperhatik.an kcluhan

dan

kebutuhan anggota, menyatukan kembali anggota, saling bekerja sarna, mengevaluasi segala program dan pembagian tugas yang adil.
(9)

DAFrARISI

Halaman

ABSTRACT ... ... i

UCAPAN TERWA KASIH ... ~ iii

DAFTARISI. ... ... ... ...

v

DAFrAR TABEL ... ix

D.AFT AR. LAMP IRAN ... ... ... X BAD l PENDAHULUAN" ... - .. ·-·-···--····-···---·· l A. Latar Belakang Masalah ... ... 1

B. Masalall dan Batasan Masalah. ... 6

C. Tujuan Penelitian dan Manfaat Penelitian ...

8

BAD II PENELAAHAN KEPUST AKAAN-... ---·-··· 10

A. Komunikasi ... ... 10

1. Pengertian Komunikasi ... 10

2. Komponen Komunikasi ... 12

3.

Media Komwrikasi ... 13

B. Komun.ikasi dalam PerspektifPendidikan ... .. 14

C. Organisasi Pendidikan ... - ... 15

D . lklim Komunikasi Organisasi ... 17

1. Komunikasi Organisasi.. ... ... 18

a. Pembentukan Konsep Diri ... 19

b. Interaksi Komunikasi ... ... ... 20

c. Jaringan Komunikasi ... 22

d. Persepsi Kounikasi ... ... .. ... 24

2. Perilal."U Komunkasi Organisasi... ... ... 25

3. Budaya Komonikasi Organisasi ... 27

(10)

E. Penerapan Ftmgsi-Fungsj Manajemen yang Efektif.. ... ... 29

I. Planning (Pereocanaan) ... 31

2. Organizing (Pengorpnisasian) ... 32

3. actuating(Pergerakan) ... ... ... ... 33

4. Controlling (Pengawasan) .... ... ... ... ... .. .. . .33

F. Peneitiao Terdabulu yang Relevan ... ... ... 34

DAB II£ METODOLOGI PENELITIAN ····-···- · ... 37

A . Deskripsi Latar, Entri dan Kehadimn Peneliti ... 37

I . Deskripsi La tar .. ... ... .... ... ... . 37

2. Entri dan Kehadi.nm Peoeliti ... 38

B. Deskripsi Penelitian sebagai A.lat dan Metode Pengumpul Data 38 I. Deskripsi Penelitian sebagai Alat Pengwnpil Data ... 38

2. Metode Pengumpulan Data .... ... ... . 41

C. Tahap-Tahap Penelitiao dan Sampling ... 45

r tT - --::::::=: --r- --- -,r~ rami!F'T'aha:Ef'PC!m ·lti1 · m::

.. :::-

... :::-

... :::-

....

=

... -... -... -... -.... -... -... -...

-... -... -.. -...

-4'45'i-- ~~~----l:--.l -2. Sampling ... ... ... 46

D. Proses Peocatatan dan Aualisis Data ... 46

Pencatatan Data ... ... .. ... .. ... . 46

2 An ali sis Data . ... .. ... 46

z

DAB IV DESKRIPSJ TEMUAN PENELITIAN ... - ..•..• _ ... 51

A. Sekilas Tt:ntang Profit Pcuyeleoggaraan Pendidikan ... .. ... Sl I. Sejarah Berdiri Pondok Pesantren Muhautntadiyah K.H.A. Dablan... .. .. .. ... 5 1 2. Struktur Organisasi. PooookPesantren Muhammad.iyah K.H.A. Dablan ... ... ... . ... .. ... ... 54

3. Keadaan Pcrsonil Gum. Karyawan dan Siswa ... 57

4. Sarana dan Prasaraoa ... ... .... ... 62

5. Alctivitas Pendidi.kan Di Pondok Pesantreo Muhammadiyah K.H.A. Dahlan ... 64

(11)

6. Visi, Missi dan Target Pondok Pesantren Mubammadiyab

K.H.A. Dahlan ... 66

B. lklim Komunik.asi Di Pondok Pesantren Muhammadiyah K.H.A Dahlan ... 68

1. Kornunikasi Organisasi ... 68

a. Pembentukan Konsep Diri ... 68

b. Interaksi KOJmmikasi ... -... 70

c. Jaringan Komun.ikasi ... 72

d. Persepsi Komunika~i ... .. ... ... 77

2. Perilalm Komtmik.asi Organjsasi ... 80

a. Beutuk Komunikasi ... 82

b. Jenis Komunikasi ... 84

c. Komuni.kasi Fonnal, Noofonnal dan lnfonnal ... 86

d. HubWigan Komunikasi ... 88

e. Perubahan atau ReaJisasi ... 90

3. Buday a Komunikasi ... 93

c.

Manajemen Pondok Pesantren Muh.ammadiyah. KH.A Dahtan 95

z

1. Perencanaan ... ... ~ ... 95

2. Pengorga:nisasian ... 96

~

3. Pe!aksanaan ... ... .... 98 4. Pengawasan ... ... ... 99

5. Evaluasi ... 100

m

6. Keuangan ... 101

7. Birokrasi .. ... ... ... ... .. .. ... .. ... ... 102

D. Faktor-Faktor Pcudukung Terbentuknya !klim Komunik.asi... .... 105

E. Faktor-Faktor Penghambat Tercitanya Iklim Komunikast yang Kondusif ... 107

l. lnteraksi Komunikasi Kurang Baik ... l 07 2. Jaringan

Komunikasi

Kurang Merata ... 108 3. Pcrsepsi yang Salah dalam Menanggapi dan
(12)

z

Menginterpretasi lnfonnasi ... ... l 09

4. Hubungan Kounikasi Kurang Etektif ... II 0

5. Pcngambilan Keputusan Tanpa Melibatkan Anggota.. ... 111 6. Konflik dalam Org-dllisasi ... ... ... ... . 112

1 . Pimpinan Kurang Terbuka Kepada Anggota .. ... . 112

8. Kunmg Percaya-Mempercayai. ... ... ll3

9. Kurang Mendukung Setiap Program ...•.. , ... ... - . 114

10. Kurang Serius daJam Muwujudkan Kinetja ... ... 116

1 I. Pimpinan Kurang Mampu Menjalankan Ftmgsi-Fungsi

Manaj em en ... ... .. ... J 17

BAR V PEMBAHASAN HASIL PENELI TJAN ... .-... 119

A Iklim Komunikasi Di Pondok Pesantren Mubammadiyah K.H.A

Dahlan ... 119

B.

DAB VI SIMPULAN DAN SARAN ... - ... 131

A. Si.tnpu.lan ... ... 131

B. Saran ... ... .. ... ... J 39

DAFT AR PUSTAKA

LAMPIRAN

BIOGRAFI PENULIS

(13)

DARTER TABEL

Halaman

Tabel

1. Kualifikasi Guru-Guru Tsanawiyah dan Aliyah ... .. 57

2. Kualifikasi pendidikan karyawan ... 58

3. Data kclulusan siswa Ali yah selama tiga tahun terakhir ... 60

4. Daftar KeluJusan Tsanawiyah Selama Tiga Tahun Terakhir ... - ... 60

5. Daftar Siswa yang LulusJalur PMP Tiga Tahun Terakhir ... 61

6. Sarana dan Prasarana Pondok Pesantren Muhammadiyah K.H.A. Dahlan .. 62

[image:13.612.32.577.80.701.2]
(14)

BABl

PENDAHULUAN

A. Latar Belakaq Masalah

MlllK

PERPUST AkAANi

UNIMEO ;

Pentingoya pendidikan dapat dirasakan setiap orang dengan memberilavt

harapan

dan

kemungkinan yang

lcbih

baik

pada masa mmdatang. Oengan kar.a

lain. pendidikan sebagai

upaya

meningkatkan kualitas hidnp manusia, meningkatkan k:ualitas sumber day-4 manusia (SDM). mcngubah peri1aku dan

corak berfikir manusia kearah yang lebih baik sesuai pertumbuhan dan

perkembangan jiwaoya.

Dapat dirasakan babwa pendidikan bukan mcrupakan upaya yang

sederhana, melainkan kegiatan yang dinamis dan penuh tantangan. Peodidibo

akin berubilh seoing dengan perub868n dan perkembQngan zaman. SuatU saat

pt.."'l.didikan dipersalahlcan atas ketidakpuasan masyanskat jika tidak di.kelola

deogan prosedur dan mekanisme yang baik. Dalam hal i.oi. Pendidikan

menyangkut ~epenrigan orang banyctk. bukan saja menyangkut mvestasi dan

konwsi bidup w masa depao, mela.inkan kondisi dan suasana kehidupan saat ini.

Oleb karena itu .. pendid.ikan memerlukan upaya perbaikan dan peningkatan sejaJan

dcugan semakin tingginya kebutuhan dan tuntutan hid up dalam masyarakar.

Dunia peodidikan dalam artian sekolllh. dapac dikatcgorikan ~>bagai

organisasi yang menghendaki suatu kerja sama yang komunikatif, benar-benar

baik dan saling meodukung. Sekolab merupakan wadab berlaogsuognya

peodidikan yang dirmcaug untuk dapat beftontribu.~ terlladap peningbmn

kuatitas sumbef daya manusia (SDM) di masa

yang

akan dal.ang deogan tujuan
(15)

z

dan sasaran yaug jelas. Karena •tu. sekolah perlu pengelolaan yang benar-beoar

profesiooal yang didukung oleb pihak-piba.k yang tcrkait sepertt kepala

sekolah.

guru-guru, pegawai atan kaayawan dan ~ ~idi.k.an .

Sebagai hutci suksesnya sebuah sekolah perlu dibangun sua.tu komunikasi

yang koodusifterhad.ap sesama anggoea. teotuoya dtdukung oleh konsep diri yang

baik oleh masing-masing anggota organisasi. Segnla progmm yang te1ab

direncanakan akan berjalan dcngan ba.ik apabila seluruh anggota organisasi saJiug

menjap hubtmgan komun.ikasi agar tetap harmonis, baik untu.k mcmbiauakan

program sedang dao akan dijalanlam serta yang telah bcrjalan. apa kelemaban dan

kclebilulo atau disebut juga evaluasi progxam.

S&ap saat ada imeraksi komunikasi. anuu sesama anggota dan dmgm

p1.01pinao. Koonmibsi akan meogalir meournt Jen)Mgnya. Terkadang dating dari

~--~----

~~~~~--atasan. bawabao dan Ice samping antar sesarna bawahan. Perilaku da1am

keseharian anggota saat. formal maupun tidak dalam sekolah juga merupak.an

komunikasi yang disampaikan tanpa bahasa atau kata Kebiasaan bc:dcomunikasi

akan melahir.k.an satu budaya berkomunikasi tertentu. Kecendrungan untuk

bakonumikasi

yang

baik

biasanya dtmulai

dan

pirupinan

dengan

memberi.k:an

contoh kepada bawaban untuk selalu berkomwukasi di setiap keadaan. Dengan

berkomunikasi mampu meringankan beban scsama anggota saat menga)ami

kesusahan dalam menghadapi soatu pekerjaan

Komuuikasi juga mampu sebaga.i sarana penyaluran aspinsi., infomi8Si

dan cal'8 bagaliMna mempenpuhi orang lain uoffik mau bek.erja sama

(16)

mambangun cita-cita pendidikan yakni mencerda.sk.an kebidupao bangsa yang

tennaklub dalam undang11dang dasar l945 .

Di dalam aktivitas ~ seban yang diiimlai dan bangun ridur sampai

akan mcnjelang tidur tidak te:rlepas dati kegiatan betkomunikMi Oalam seti.ap

sekolah dapat terjadi antar sesama SJSWS.. sesama guru, saswa dengan gwu atau

karyawan dan pimpinan dengan bawahan. Bagaimas1a pcrilaku guru-guru. siswa.

karyawan dan pimpioau merupakan komunikasj yang dapat diinterpretaslkan baik

atau buruk. Kebiasaan berperi]aku jug~~ menjndi lcomunikasi yang 1D8.1Tipu

meociptak.an. saru budaya komunikasi yang lcondusif arau tidak..

Komunikasi yang baik dapal dipengauruhi oleh perilalcu anggota ketika

berinteraksi antar sesam:anya. Komurukasi tidak koodusu bahk.an meojadi buruk

t--+--:---;;:...,....;:o ~bi.la tclah dipengaruhi hal~bat tertentu seperti kecemburu.ln

sosia1.

persoalan

~---~~~~~

-pn"badj yang taJc terselesaikan dengao baik, kccungaan. ~fat iri. dengk.i, marah,

bene•. s•fat kedaerahan, kesukuan, kurangnya pengbargaan temDdap orang lain

dan yang Jairmya mampu mengoyaJc tatman komuniak~ yang bm1c yang tel.ah

dibangun orang-orang terdahulu.

Komunilcast yang sudah baik. dapar msak aklbat konflik yang yang

berlcepanjangan yang teJjadi antar sesama anggota, sehingga bcrpeng-dnlh daJam

tubuh

organisasi atau organisasi

ilu

sendiri

yang

sudah

rusak,

schiogga

komurulcasi yaug diaoggap mampu menjad.i motor penggerak organisasi daJam

sebap sektor tak marnpu berbuat apa ~apa. Kanunduran dcmi kemundunm ak:ao

~adi seriap saat bahkan berakibat bwuk deugan hancumya organi:wi yang Ieiah

dlbangun orang-orang sebellllllll)1l

(17)

Seko1ah terdiri dari beberapa jenjang yMg dimulai dari dasar, menengah

pcruuna., menengab atas dan perguruan cinggj bjngga mcncapai program doctoral

Sekolab ada yang dik.elola ~ldintah dan ada JUP yang dlkelola pthalc swasta

dengan cujuan tidak.lain ada1ab untuk mencerdasJcan kehidupan baogsa.

Pesantren merupakan salah satu benru.k organisasi yang bergerak di bidang

pendidikan dcngan memadukan pendidikan yang bcrbubungan denpD kedunia•

dan pcodidikan agama yang becsifctt akhirat. Arifw (1993: 24 1) meoepskan

bahwa '' berdasarkan fa.k.ta sejamh, poodok pesantren merupakan salah satu

lembaga pendidikan Islam yang tertua di lndonc~ua ". Sejalan dcngan peodapot di

aras, Hasbullah (1996: 39) mengalak.an babwa ''pesauereu wcrupatan lembap

pendidikao tradiSJooal Islam Wttuk memabami. mengbayari dan mengamalkan

JU&tlo Islam dengao peuekanan pada pentingnya moral aga.ma islam~ _:sebaga~~~i - L\:~L-!­

pcdoman hidup bermasyarakat sebari-han Pesa.ntren dtdirikan oleb para Aulia

Allah (ulama terdabutu) jaub sebehnu lndonec>ta merdeka., yang betum diseotuh

oleb ~emajuan nman.

Pada awal perkembangannya., pondok pcsanLrcn dikenal sebagai lembaga

pendidikan

Islam

yaug mentiliki kondisi fisik yang sederhana.

namun

mampu mencipta.kan tatanan kehidupan tersendiri yang unik, tcrpisah dan berbeda dari

kcbiasaan umum. Bahkan lingkWlgan dan tata kehidupannya pun merupabn

... 'UhctJture tersendiri dalam kehtdupan masyantk3t dt sekttamya. Penyebaran

kemaJuan diantarkan deogan komun.ik:asi yang culrup batk dari rerbapi infotmasi

yang cul..-up ak-urat. hal ini dialami berbegaJ pesantren yang telah berdiri

sebelumn~ Komunik.asilah sebagaijalao unrulc menyenrun kemodenaift.

(18)

Poodok Pesantren Muhammadiyah K H.A. Dab1an Sipirok Tapanuli

Selatan merupakao salah satu pondol pesanrten modem tertua di Sumarera Utn

di samping pondok pesantreo-pondo pesantren l~a yang berdiri sebetum dan

setelahnya. Pesantren ini berdiri tahun 1962 dengan nama Pe.<t4nteren Kader

Ulama yang d.ipersiapkan untuk menggantikao ulama-ulama lcrdahufu yang ma5ih bersifat .talajiyah. Kemudian bersclang beberapa tabWl bcrikutnya herubah nama

mcnjadi Poodolc' Pesantren Modem K.H.A Dahlan Sipitok dan belalcangan ini

olch piba.k Mubammadjynh kata modem diubab dengan membubuhkan 1cat:a

Mubamm.adiyab "gar roencenninkan k.epemiHkan dcngan nama Poodok Pesantren

Mubanunadiayab K.H..A Dahlan Sipirok yang dileugkapi msi&itns yang

...__ menunJukkan kemodeman.

t-~:----..;:._,....;:... _ _ _ Bcrdasarlcan wawancara smgkat deogan Syclc.b pondolc pesan_·_tren __ saaJ

_-;+-;~~~~-penama pcoel.tn roengadakan peoel.itian awal (grcmd tour). Telah Lcrjadi

p e~l\an dirubuh organi.sasi menjad t empat kelompok saat akao pemili.ban

pengurus untuk melanjutk.an kepemimpman Ponook. Pesantren Mubammadiyah

K.l LA. DMian 2004-lOOR.. Kdompok PerlliJJUt orang yang pro pembabaruan

dan perbailcan membentuk kelompok tersendiri

yong

akhimya diketabui oleh pengurus ynng lama dalam menggalaog kckuatan tersendiri. Kelompok Kedua

adalah kelompon yang

pro

terbadap peogurus yang lama, yang menganggap mereka.lah yang terba.ik dan tak layak djganti.kan. Kelompok Ketip kelompok

benliri seodiri tanpa terpengarub oleh siapapun juga. Sedugkaa Kelompok

Kcempat kclompok omg yang mencari keunruncan di atas kerja Jteras on.ng J.iri.

(19)

Kelompok inilah yang paling berbahaya da:ri kelompok-kelompok

yang

lain.

kBl'ena lak jelas maksud dan rujua.mya..

Dengau adanya befbagai kelompok. di dalam tubuh Mganis.1si dapat

merusak iotcraksi komunikasi atau menjadikan lcbih efektif dalam membangun

kinerja organisasi dan efektivitas manajemen. Untuk itu ~ peneliti merasa tc::narik

melakukan penelitian sampai mengetahui lebih datam peogarub hal lerst--but

llpakah menciptakana satu illim komuoikasi yang kondu.o:;if atau sebaliknya malab

merusak iklim komunikasi yang sudab dibangun sebelumnya.

B.

Mlllsalah du Batasan Penelitian

Beberapa tahun terakhir ini wengalami kemerosotan dalam segi jumlah

dan ~-ualitas sisWIL Becdasarkan pengamatan peneliti yang <lidukung oteh

pondok pesantren saat ini, sehingga mengalami krisis kepercayaao dari

masyarakat, antara lain:

L Kepala sekolah yang kurang mampu meojalankan fuogsi.fungsi

manajemen.

2. SegaJa program Jrurang berjalan dengan baik karena lcurang dukungan dari

gwu· guru dan karyawan..

3. Kunmgnya rasa pengbargaao baik d.ari atasan kepada bawa.ban atau

sebaliknya

4. Pcngambilau kepurusan

tanpa

melibatkan gwu..guru dan k&Jyawan. 5. Transparansi keuangan yang takjelas.
(20)

6. Konllik internal tewjadi di tubuh orgaoisasi antara atasan denpn bawahan

atau sesama bawahan yang dipicu o leh kesenjanrPU sosial dan

kecemburuan sosial

7. Pembagian kerja yang tak scsuaJ dengan tingkut kesejahtcr88Il dan

kurangnya rasa pengba.rgaan terhadap hasil karya bawahan.

R. F.valuasi setiap program tak peroah dijalankan uotuk hal-hal yang teab

dikerjakan.

Tidak berjai8.DD}'8 kode etilc antarct atasa.o dengllll bawahan dan sesama

bawahan, sehingga sikap saling mengbarg.ai dan mengbonnati terabaikan.

10. Pelaksanaan peraturan yang tak sesuai dengan apa yang telab. disepalatt1

betsama.

masiog-masing.

12. Pempman kurangtc:rbuka kepada anggota dalam segala pennasalaban yang

ada di poodok pesantren.

Dari bebecapa pennasalah yang tertera di atas, pcncl iri beranggapan

sementara bahwa penna~lahan tersebut ada bubungnnnya dengan iklim

komunikasi ynng tidak kondusif yang tcrjadi anto.m acasao dengan bawahan dan

antar sesama bawahan yang dapat mengganggu efektivitas manajemen di Pondc*

Pesantren Muhammadiyab K.H A. DahJan Sipirok Tapanuli Sclaron

Dal11n b8J ini peneliti membatasi penelitJau scputar tmtang Ddim

Komu11Uwi Dalam ~kabn Efekdritls Miaajcaten Di POIIdek

Pesa11tra muhammadiyab K.H.A. Daldaa Sipirok Tapaa .. j Sdatiiil.

(21)

Untuk mengarahkan pelalcsanaan penelitian ini, akan dijabarkan dalam

benruk pertanyaan agar mempennudah peneliti dalam melakukan peoelitian

selanjutnya. Adapun pertanyaan yang sesuai unlul. peuclirian ioi yairu;

1. Bagaimana IJdim Komuni.kasi di Pondok Pesantreo Modem K.H.A

Dablan Sipirok Tapanuli Selatan?

a. Bagaimana komunikasi antarpersonaJ di Poodok Pesaot.rm Modem

K.H.A. Dahlan Sipirok Tapanuli Selatan?

b. Bagaimana perilaku komunilcasi antarpersooal di Poudok Pesantren

Modem KH.A. Dal1lan Sipirok Tapanull Selau.m?

c. Bagaunana burlaya komunikasi yang cercipfa di Poudok Pesautreo

Modern K.H.A Dahlan Sipirok Tapanuli Selaran?

t-- -:- :----.::::...,.---~ 2~ iklim komwtikasi yang ada mampu Meniog ~ " -=- at ;:.... k _:an ;,;___; E :.... fekti ---·_ fi _I3S ___

~-;..;....!.,.!--+...:._-Manajemen di Poodok Pesantren Modem K.H.A. Oahlan Sipirok Tapanuli

Selatan?

C. Tujuan PeaeHtiaD dan Mufaat Pendi6an

Secant tuntun peoelitian ini untuk mengetahui bagaimnna sebeoamya lldim

Komwtilcasi Dalam Meningkatkan Efektivitas Manajemen di Pondok Pesautten

Muha.mmadiyah K.H.A Dah1an Sipirok TapanuJi Selatan.

I. Untuk mengetahui bagairua.oa ikfim komunikasi di Poudok Pesantren

Muhammadiyah K.H.A. Oahlan Sipirok Tapanuli Selatao

a. Untuk meogetahu1 bagaimana komunikasi autarpersonal di Pondok

Pesantren Muhamrnadiyah K.H.A Dahlan Sipicok Tapanuli Selaran

(22)

z

~

b. Untuk meugetahui bagaimana perilal-u komunikasi antarpcmooal di

Poodok Pesantrcn Muhammadiyah K.H A Dahlan Sipirok Tapanuli

Selatan?

c. UldUk mengetabui bagairnma budaya komunikasi yang Ida di Poodok

PesantreaMubammadiyah K.H.A. Dahlan Sipirok Taparwh Setarau?

2. Uotuk mengdahui apakah iklim komunikasi ymg ada l113tDpU

mcuiugkatkan efektifitas man~Uemen di Pondok Pesantreu Muhammadiyah

l<.H .A. Oahlao Sipirok TapanuJi Selatan.

Peneliti.an lni diharapkan bennanf.Aat baik secara tcoritis m.aupun praktis.

l . Penelittan ini memberikan manfuat khususoya bag~ peneliti sebagai

penambah.an wawasa.n keilmuan., dimana J>~,.>nuli s pemah menimba ilmu

pengetahuan.

2. Penditian ;.,; diharapkan

~

juga bennanfaat sebogai bahan masukan

a

bagi.

a) Dtrektur apr lebih besar perb.atiaonya tcrbadap kemaJwm pondok

pesantren.

b) KepaJa Sekolah untuk lebiJ• memperhatikan dan ruclaksanakan

m

ftmgst-fungsi manajemen sekolah.

c) Para gtm.t dan looyawan untuk bahan intropc:ksi diri ap lebih bait

dati sebdumnya

d) Siswa wttuk peuambah wawasan keilmuan dan tJngkat Uparuhao.

(23)

BABVI

SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulao

l. lklim Komunikasi Di Pondok Pesantren Muhammadiyah K.ILA. Dahlan

lklim komtmikasi merupakan gambaran keadaan atau suasana saat

bedangsungnya komunikasi setiap hari daJam batas yang tidak ditenrukan.Untuk

melihat kondusif atau tidaknya ildim komwllkasi di pondok pesantren

muhammadiyah K.H.A Dahlan perlu dipcdlatikan dari tiga aspek. Keriga aspek

tersebut meliputi ac;pek komlmikasi, prilaku komunikasi, dan budaya komunikasi

a. Komunikasi Organisasi

1) Pimpinan, gum-guru dan kai)'awan memiliki konsep diri yag baik dan

bentuk konsep diri agar menjadi lebih

baik jika dilihat dari Jatar belakang pendidikan, pengalaman kerja, usia dan

keadaan tempat beke.Jja. tetapi prakteknya temyata bertolak belakang.

2) Dalam interaksi komunikasi antara pimpinan dengan baa waban masih

tetap teljali..tl walaupUll amat jarang, kurang baik, kurang h.armonis, sangat

tidak bersahabat dan terkesan akrab, tetapi menyimpau kebencian dan

mencari-cari kesalahan.

3) Agar informasi sampai pada seJuruh line organisasi, perlu adanya jaringan

ko.munikasi yang mampu memberikan keleluasaan bagi atasan dan

bawahan. Komunikasi ke bawah jarang dilakukan pimpin_an kmma jar.mg

bemda full tiine saat fOrmal belajar dan tcrlalu menganggap guru·guru tnemiliki kesadaran kelja yang tinggi, temyata tidak. Teruyata lromuuik.asi

(24)

ke atas tidak selamanya bersifut memba.ngun, tetapi berupa keritikan dan

teror yang dapar merong-roug keberadaan pimpinan yang sah melalui surat

atau mobile (SMS) dari orang yang tak diketahui identitas aslinya.

Berkembang satu sistem bam yang keluar dari koridor yang resmi yakni

senang meogbakimi orang lain dengan membicarakao teotaog ketidak

mampuan pimpioan dalam menjalankao kepemimpinannya.

4) Kepala sekolah masib mempersepsikan babwa jaringan korntmikasi yang

ada masih daJam proses peningkatan o.rganisasi. Kepala sekolah tidak

keberatan adanya diskusi antar sesama bawahan sebelumnya, saat ingin

mengutarakan infunnasi atau gagasan kepada

amsa:n.

b. Perilaku Komun.ikasi Organisasi

1) Perilaku komunikasi merupakao aspek tingkah laku manusia saat

berlangsungnya interaksi komunikasi

2) Dalam men.yampaikan iofonnasi, kepala sekolah berkomunikasi dalam

benmk verbal(komurtik.asi secara lisan dan tulisan) dan

nonverbaJ.(komunikasi dengan tubuh dan isyrat pengindraan).

3) Untuk memperlancar jaringan komunikasi per1u c:libangun komwlikasi

yang selalu bersifat dua arah (take and give). Namuo sesekali juga

mcnggunakan komwlikasi satu arab untuk hal-hal tettentu.

4) Telah berkembang di luar komunikasi formal dan nonformal yaitu

komunikasi informal

5) Interaksi komuni.kasi yang rusak, mengakibatkan hubungan komunikasi

dan hubungan sosial yang ada di pondok pesantren ju1;,wa turut menjadi

(25)

rusak. perilaku yang sating menghindar hila berjumpa., sating menyatahkan

karena kemuoduran pondok pesantren. k:urang peduli deugao

masalah-masalah yang ada, suka membicarakan aib orang lain dan mosi tak

per cay a.

6) Realisasi seti.ap infonnasi yang disampaikau, baik yang disampaikan

atasan kepada bawahan a tau sebaliknya saugat lantbat.

1) Sikap atasau yang kurang tanggap terbadap permasalahan bawahan. baik

sengaja atau tidak membuah.kan konflik di dalam tubuh organisasi.

c. Budaya Komunikasi Organisasi

Kepala sekol.ah menginginkan budaya yang tercipta di lingk:uogan poodok

pesantren adalah budaya islami dengan menghargai sesama, bersahabat, penuh

kekeJuargaan dan sating memahami satu sama lain. Ternyata budaya yang teJah

tercipta beberapa bulan terakhir ini adalah budaya kekerasan, egois, apatis,

propokasi, mau menang sendi.ri dan budaya-budaya yang kurang baik Jainnya.

2. Manajemen Pondok Pesantren Muhammadiyah K.H.A. Dahlan

a. Perencanaan

1 ) Perencanaan teutang suatu program scriug dilakukan dengan orang-orang

tertentu saja.

2) Tentang rapat efektivitas belajar. pola menghadapi siswa, cara yang efektif

dan efisieo dalam mengajar, diskusi tentang skill dan kompetensi, rapat

yang berhubunga,n den!,ran keanggotaan dan masalah yang diaJami anggota

tidak pemah dilaksanakan.

(26)

3) Pelaksanaan rapat untuk mendiskusikan tentang kemajuan dan

kemundUl"an pondok pesantren serta solusinya, jaraug dilak:ukan bersa:ma

dengan guru-guru dan lcaryawan.

b. Pengorganisasian

l) Pengorgaoisasian

berarti

pembagian tugas dan wewenang k.epada orang

yang layak: untuk memikul amanah tersebut.

2) Dalam kenyataanny~ tingkat kesesuaian tugas dan orang yang

bertanggung jawab tidak cocok, keadilan dalam pembagian tugaspun tidak

merata dan sistem penggajian yang tak adil.

3) Sebagian besar guru-guru banyak yang tidak pandai mengajar:kan mata

pelajaran yag diberikan, k.arena bersifat coba-coba.

c. Pe1aksanaan

1) Pelaksanaan kegiatan yang telah teragenda dalam kelender pendidik.an di

pondok pesantren tidak berjalan dengan baik.

2) Pelaksanaan kegiatan upacara peoaikan bendera setiap senin yang banya

diikuti

beberapa orang guru yang jumlahnya tak. pemah melebihi tiga orang dan kepaJa sekolah.

3) Guru-guru dan karywan enggan medukung setiap program yang ada dan

lebih menyibukkan diri dengan urusan di Juar ketimbang di dalam pondok

pesantren.

lVI

(27)

z

d. Pengawasan

1) Pimpinan barns mengetahui perkembangannya segaJa program yang

d.ilaksanakan, sebingga ia mengetabui etlctif atau tidaknya dan efisien atau

tidaknya segala program yang dijalankan.

2) Sudah selayakuya kepala sekolah mamanggil oraug-orang yang

berma"lalab kemudian mengingatkan, menasebati dan memberi.k.m

pandangan serta sangsi bagi orang yang mclauggar sesuai dengan prosedur

yang berlaku.

e. Evaluasi

1) Setiap program yang teJab terlaksaoa sudah sclayaknya dievaluasi wrtuk

meogetahui keunggulan dan kelemahan program tersebut.

2) Di pondok pesantren ini jarang sekali setiap program yang sudah

terlaksana di.evaluasi dan dibicarakan bersama guru-guru tentang

kelemahan dan keunggulannya dan bagaimana perbaikan program tersebut

ke depan, sehingga kejadian serupa tida.k teruJang kembali.

f.

Pembiayaan

1) Pembiayaan pendidikan d i pondok pesantren bersumber dari SPP siswa

dan swnbangan sukarelawan yang halal sifatnya ridak mcngikat.

2) Gaji guru dibayar dari pembayaran SPP siswa setiap akbir bulan. Tcrapi

untuk saat ini pembayaran sering telat bahkan sampai pertengahan bulan

berikutnya.

(28)

z

3) Guru-guru dan karyawan sampai sekarang tidak tahu jumlab pengeluaran

rutin pondok pesantren, berapa pemasukan dan kelebihannya setelah

dibayar semua pengeluaran, sehingga berbagai kecurigaan timbul di beoak

guru-gtuu dan karyawao yang menganggap selama ini kenangan pondok

pesantreo selalu SUJplns.

g. Birokrasi

1) Bicara birokrasi bukan urusan surat-meoyurat, tetapi

biram

jabatan-jabatan yang terinteg:rnsi daJam satu kesaruan yang tak dapat dipisahkan.

2) Surat-menyurat di pondok pesantren masih tergolong belwn rapi, baik dari

segi penomorao dan pendekumentasian.

3) Secar.~ hirarki, guru-guru tidak berhak mengajar karena tak ada bulcti

outeutik (SK) kekuasaannya uotuk mengajarkan siswa.

3. Hubungao lldiru .Komunikasi dengan Efektivitas Manajemen

Berdasarkan temuan yang peoelitian dapatkan melalui tiga proses yakni

observasi, wawancara dan studi dolmmentasi menunjuJc.kan bahwa ildim

komunikasi yang ada di Pondok Pesantren Mubammadiyah K.H.A. Dablan

tidak

kondusif Ddim komunik:asi di Pondok Pesantren Muhammadiyah K.H.A. Dahlan

ridak sesuai dengan pendapat yang diutarakan oleh Redding dalam Muhammad

(2001: 85) tentang babraimana cara mcmbangmt iklim komunikasi yang kondusif,

antara lain:

lVI

(29)

l) Supportiveness, atau bawahan mengamati bahwa hubungan komunikasi

mereka dengan atasan membantu mereka membangun dan menjaga

perasaan diri berharga dan penting.

2) Partisip&'i membuat keputusan.

3) Kepercayaan, dapat dipercaya dan dapat menyirnpan rabasia.

4) Keterbukaan dan keterusterangan.

5) Tujuan kinerja yang tinggi, pada tingkat mana tujuan kinerja

d.ikomunikasikan dengan jelas kepada anggota organisasi.

Temyata apa yang terjadi di Pondok Pesantren Muhammadiyah K.H.A.

Dahlan bertolak belakang dengan teori iklim komwli.ka.si yang kondusif yang

dicetuskan oleh Redding sebagaimana yang tertera sebelwnnya. Hubungan

m anta ra atasan dan bawahan tidak mampu membuat baawahan merasa dihargai dan penting d.i mata atasan. l!impinao sering

mengambil keputusan tanpa musyawarab deogan meh"batkan bawaban. Rasa

kepercayaan tak pernah ditanamkao pimpinan kepada bawahan. Pimpinan kurang

terbuka terbadap pennasalahan-pennasalahan yang ada di Pondok Pesantten

Muhammadiyah K.H.A. Dahlan. Dan tak mampu mengupayakan k:inerja yang

tinggi demi mencapai tujuan yang telah dibuat bersama.

t Jntuk membentuk satn komunikasi yang efektif perlu beberapa

sy.uat-syarat tertentu yang harus benar-benar diperhatikan oleh pimpioao dan juga

anggota (Moekijat, 1990: 124).

(30)

1) Umpan balik dan mendengarkan. Soorang pemimpin barus mampu

meninfirmasikan, memberikan umpan balik dan meudengarkan apa yang

diin.formasikan kepadanya.

2) Kejujuran. Sikap jujur perlu dituojukkan seorang pimpinan kepada

bawahan da1am segala hal untuk mengindari p.rasangka yang buruk dari

anggota.

3) Mengctahui akan kebutuhan manusia. Plmpinan harus selalu

mempeljuangkan nasib anggota dengan berusaha selalu memikirkan

segala kebutuhan anggota agar lebib giat dalam bekerja untuk

mempetjuangkan kemajuan organisasi.

Pemilihan waktu yang tepat Dalam penyampaian informasi, baik dari

tasan mmspun bawahan perln diperhatikan pemmhan waktu yang tepat

uutuk menyampaikan infonnasi tersebut agar dapat dipersepsikan dan

diinterpretasikan secara baik.

Jil<a kc dua pendapat di atas dapat diterapkan secara bersamaan di

fingkwlgan Pondok Pesantren Muhammadiyah K.H.A. Dahlan. tenrunya

pondok pesantren ini

tidak

akan mengalami kemunduran baik dari segi kualitas maupun kuanlitas.

Komuni.kasi salah satu bagian dari fungsi-fungsi manajemen yang mampu

menghubungkan fungsi-fi.mgsi manajemen y ang lainnya. Temyata iklim

komunikasi yang ada di lingkungan Pondok Pesantren Muhammadiyah K.H.A.

Dahlan tidak mampu meningkatka.n efektivitas manajemen. tetapi malah merusak

fungsi·fungsi manajemen lainnya. Komunikasi diharapkao sebagai motor

(31)

penggerak roda organisasi. Kenyataannya berbalik 180' demjat ketika ildim

komunikasi yaug tercipta tidak ruampu meugkondisikan poudok pesautren uuruk

menjadi lebih baik, babkan menjadi rosak.

B. Saran

Berdasarkan temuan penelitian dati ~bahasan hasil temuan yang telah peneliti utarakan sebelumnya, menunjukkan bahwa iklim komunikasi yang terjadi

di Poudok Pesantren Muhammadiyah K. H. A. Dahlan kurang kondusif dan efektif

serta betum mampu •nenjadi motor penggerak. dalam peningkatan efekrivitas

manajemen di pondok pesantren tersebut. DaJam hal ini, peneliti ingin

memberikan beberapa saran berupa masukan agar kiranya dapat dipertimbangkan

untuk perbaikan iklim komllllikasi dalam upaya peningkatan efektivitas di Pondok

Pesant:ren Muhammadiyah K.H.A Dahlan. antara lain:

1. Mendiskusikan kembali bentuk sustman orgaojsasi deugan

menyeimbangkan antara garis komando dengan garis koordi.na.~i.

2. Menjalin hublUlgan komunikasi yang baik sesuai dengan tuntunar1 agama

dan rnasyarakat.

3. Memusyawarahkan segala pennasaJahan yang ada di pondok pcsantrcn

bersama bawahan.

4. Memperbatikan keluhan dan kebutuhan bawahan. Kebutuhan anggota

yang tidak terpenuhi merupakan dasar terjadinya perpecaban antara

pimpinan ~l bawahan, sehingga menganggap atasan tidak

memperhatikan keJuban aoggota.

(32)

5. Menggalang kembali seluruh anggota organisasi agar tidak terkotak-kotak menjadi beberapa bagian yang saling bertentangan.

6. Saling bekerja sama bahu~membahu untuk membangun kembali Pondok Pesantren Muhammadiyah K.H.A Dahlan agar dapat t~jud visi dan

missi pondok pesantren.

7. Pirnpinan barns jujur dan terbuka kepada bawahau. agar tidak ada

kecurigaan bawahan.

~. Mengevaluasikan segala program yang telah terlaksanan agar tabu kelemahan dan keunggulannya.

9. Pembagian tugas yang adil disesuaikan dengan besar imbalan yang

diterima.

(33)

DAFfAR PUSTAKA

Bogdan, Robert C & Biklen

Sari

Knopp. 1982. Qualitative Research For Education. An Introduction To Theory And Methods. Boston. Allyn and Bacon, Inc

Bangi, Burban. 2004. Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT. Rajawali Pers

Cang~ Hafied. 2004. Pengantar Omu Komunikasi. Jakarta: PT. Rajawati Pers

Danim., Sudarwan. 2002. Menjadi Peneliti Kualitatif Bandung: CV. Pustaka Setia Fachruddin. 2003. Administrasi Pendidikan. Medan: Cipta Puataka

Oondokusumo, A.A. 1995. Komunikasi Pem1gasan. Jakarta: PT. Toko Gunung Agung

Gunung Agung

Hicks, Herbert G. dan G.

Ray

Gullet. l996. Organisasi Teori Dan Tingkah Lalcu.

Jakarta: Burni Aksara

Ibrahim, Syukur M. 1985. Penemuan Teori Grounded. Surabaya: Usaha Nasional Kamars, M. Dachnil. 2002. Administrasi Pendidikan. Padang:

wuversitas

putra

Indonesia press

Liliweri, Alo. 2004. Wacana Knmunikasi Organisasi. Bandung: Mandar Maju 1991. Komunikasi Antar Perihadi. Citra Aditya Bakti

Moleong, Lexy J . 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

(34)

Mulyasa, E. 2004. Manajemen Berbasis Selrolah. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Mulyana, Deddy. 2002.1/mu Komunikasi. Bandw1g: PT. Remaja Rosdakarya Pace, R. Wayne & Don F. FauJes. 2002. Komunikasi Organisasi. Bandung: PT.

Rem.aja Rosdakarya

Panuju, Redi. 2001 . Komunikast Organtsasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Purwanto, Djoko. 2003. Komunilcasi Bisnis. Jakarta: Erlangga

Rahmad, Jalaluddin. 200 I . Psikologi Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Sagala, Saiful. 2000. Administrasi Pendidikan Kontemporer. Bndung: AJfabeta

Stoner>james A.F. Dkk. 1996. Manajemen II. Jakarta: prenhallindo

Sumamo. 2002. Memadu Metode Penelitian Kua/itatif Dan Kuantitatif.

Yogyakarta: Pustaka Pel ajar

Supriadi, Dedi. 1998. Mengangkat Citra Dan Martabat Gun1. Yogyakarta:

Adicipta K.arya Nusa

Supmtiknya, A. 2003. Komunikasi Antar Pribadi. Yogyakarta: Kanisius

Tampubolon, Manahan P. 2004. Perilaku Keorganisasian. Jakarta: Galia Indonesia

Terry, George R. 1975. Principle

Of

Management. Homewood Illnois: Richad

Irwin, Inc

Gambar

Tabel 1. Kualifikasi Guru-Guru Tsanawiyah dan Aliyah ........................................

Referensi

Dokumen terkait

Untuk mendapatkan geopolymer metakaolin dengan Si/Al yang lebih tinggi, maka langkah modifikasi aktivator sebagaimana dilakukan dalam penelitian ini bisa

hidayah-Nya sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi ini yang berjudul “Uji Aktivitas Antidiabetes Ekstrak Etanol Biji Kola ( Cola acuminata ) terhadap Kadar Glukosa

Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa secara deskriptif ekstrak rimpang temu kunci 10% mempunyai efektivitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan

Horton et al.,(1991) melaporkan bahwa terjadi kenaikan pertambahan bobot badan harian pada ayam pedaging yang diberi pakan mengandung bawang putih selama 21 hari, setelah itu

RENCANA ANGGARAN BIAYA RAB Pekerjaan : Pembangunan Islamic Centre Tahap III Lokasi : Kabupaten Balangan PEKERJAAN RAM Uraian Pekerjaan.. PEKERJAAN PERSIAPAN 1

seperangkat aturan dan tindakan yang dirancang dan dilaksanakan pemerintah untuk mempengaruhi perilaku masyarakat dalam rangka mencapai terciptanya struktur kependudukan

Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan/informasi dari materi ajar yang disusun secara terencana oleh seorang guru,

‘usyur yang dikenakan kepada pedagang muslim bukan hanya sebagai bentuk kewajiban pajak, akan tetapi juga sebagai bentuk kewajiban zakat atas harta dagangnya.