PENGEMBANGAN ATRAKSI KESENIAN SEBAGAI FAKTOR PENDUKUNG GUNA MENINGKATKAN KEPUASAN PENGUNJUNG DI KAMPUNG DAUN.

29 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

Anies Taufik Anggakusumah, 2013

Pengembangan Atraksi Kesenian Sebagai Faktor Pendukung Guna Meningkatkan Kepuasan Pengunjung Di Kampung Daun

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

NO DAFTAR FPIPS : 1476/UN.40.2.5.1/PL/2013

PENGEMBANGAN ATRAKSI KESENIAN SEBAGAI

FAKTOR PENDUKUNG GUNA MENINGKATKAN

KEPUASAN PENGUNJUNG DI KAMPUNG DAUN

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pariwisata

Program Studi Manajemen Resort Dan Leisure

Oleh :

Anies Taufik Anggakusumah 0608860

PROGRAM STUDI MANAJEMEN RESORT DAN LEISURE

FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

(2)

Anies Taufik Anggakusumah, 2013

Pengembangan Atraksi Kesenian Sebagai Faktor Pendukung Guna Meningkatkan Kepuasan Pengunjung Di Kampung Daun

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Pengembangan Atraksi Kesenian

Sebagai Faktor Pendukung Guna

Meningkatkan Kepuasan Pengunung

Di Kampung Daun

Oleh

Anies Taufik Anggakusumah

Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana pada Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial

© Anies Taufik A 2013 Universitas Pendidikan Indonesia

Juli 2013

Hak Cipta dilindungi undang-undang.

(3)

Anies Taufik Anggakusumah, 2013

Pengembangan Atraksi Kesenian Sebagai Faktor Pendukung Guna Meningkatkan Kepuasan Pengunjung Di Kampung Daun

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

ANIES TAUFIK ANGGAKUSUMAH NIM : 0608860

PENGEMBANGAN ATRAKSI KESENIAN SEBAGAI FAKTOR PENDUKUNG GUNA MENINGKATKAN KEPUASAN PENGUNJUNG DI KAMPUNG DAUN

Disetujui dan disahkan oleh :

Pembimbing I

Fitri Rahmafitria, S.P., M.Si., NIP. 19741018 200812 2 001

Pembimbing II

Dr. Rahayu Ginintasasi, M.S.i NIP. 19500901 198103 2 001

Mengetahui

Ketua Program StudiManajemen Resort & Leisure

(4)

Anies Taufik Anggakusumah, 2013

Pengembangan Atraksi Kesenian Sebagai Faktor Pendukung Guna Meningkatkan Kepuasan Pengunjung Di Kampung Daun

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

ABSTRAK

PENGEMBANGAN ATRAKSI KESENIAN SEBAGAI FAKTOR PENDUKUNG GUNA MENINGKATKAN KEPUASAN PENGUNJUNG DI

KAMPUNG DAUN

Oleh:

Anies Taufik Anggakusumah 0608860

Penelitian ini dilakukan pada Kampung Daun Culture Gallery and Cafe. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai pengembangan atraksi kesenian dalam meningkatkan kepuasan pengunjung di Kampung Daun Culture Gallery and Cafe. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah Bagaimana kualitas produk di Kampung Daun Culture Gallery and Cafe Bagaimana tingkat kepuasan pengunjung terhadap kualitas produk di Kampung Daun Culture Gallery and Cafe, dan pengembangan atraksi kesenian di Kampung Daun Culture Gallery and Cafe dalam meningkatkan kepuasan pengunjung.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengunjung di Kampung Daun Culture Gallery and Cafe dengan sampelnya 44 orang responden. Penelitian menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan cara studi dokumentasi, survey, observasi lapangan, dan penyebaran kuisioner. Teknik pengolahan data yang digunakan adalah pemeriksaan data dan mengedit data, memberikan kode, tabulasi data, dan analisis data.

Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif, maka dapat diketahui deskripsi mengenai pengembangan atraksi kesenian di Kampung Daun Culture Gallery and Cafe. Wawancara terhadap karyawan dan juga pengunjung Kampung Daun Culture Gallery and Cafe, dilakukan agar mendapatkan hasil yang akurat mengenai pengembangan atraksi kesenian dan tingkat kepuasan pengunjung di Kampung Daun Culture Gallery and Cafe. Selain wawancara dilakukan juga observasi lapangan dalam pengumpulan data, dan studi kepustakaan.

Hasil penelitian menunjukan bahwa pengembangan atraksi kesenian sangat berpengaruh di Kampung Daun Culture Gallery and Cafe, dengan kata lain atraksi kesenian dapat meningkatkan kepuasan pengunjung di Kampung Daun Culture Gallery and Cafe.

(5)

Anies Taufik Anggakusumah, 2013

Pengembangan Atraksi Kesenian Sebagai Faktor Pendukung Guna Meningkatkan Kepuasan Pengunjung Di Kampung Daun

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu ABSTRACT

THE DEVELOPMENT OF ART ATTRACTIONS IN ORDER TO SUPPORT INCREASE THE SATISFACTION OF VISITORS AT KAMPUNG DAUN

By:

Anies Taufik Anggakusumah 0608860

This research was conducted at Kampung Daun Culture Gallery and Cafe. The purpose of this research was to obtain a description on the development of art attraction in increasing the satisfaction of visitors at Kampung Daun Culture Gallery and Cafe. The problems studied in this research were : What is the quality of products at Kampung Daun Culture Gallery and Cafe, What is the satisfaction level of visitors on the quality of products at Kampung Daun Culture Gallery and Cafe, and how is the development of art attraction at Kampung Daun Culture Gallery and Cafe in increasing the satisfaction of visitors.

The population in this research was the whole visitors at Kampung Daun Culture Gallery and Cafe by a sample of 44 respondents. This research used a descriptive method. The data collection techniques used were documentary study, survey, field observation, and questionnaire spread. The data processing techniques used were data examination and editing, code designation, data tabulation, and data analysis.

By using a descriptive research method, a description of the development of art attractions at Kampung Daun Culture Gallery and Cafe could be found out. Interviews with the employees and visitors of Kampung Daun Culture Gallery and Cafe was conducted in order to obtain accurate results on the development of art attraction and the satisfaction level of visitors at Kampung Daun Culture Gallery and Cafe. In addition to interview, field observation and library study were also conducted to collect data.

The research results showed that the development of art attraction has a great influence in Kampung Daun Culture Gallery and Cafe. In other words, art attraction could increase the satisfaction of visitors at Kampung Daun Culture Gallery and Cafe.

(6)

Anies Taufik Anggakusumah, 2013

Pengembangan Atraksi Kesenian Sebagai Faktor Pendukung Guna Meningkatkan Kepuasan Pengunjung Di Kampung Daun

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN ... i

LEMBAR PERNYATAAN ... ii

ABSTRAK ... iii

KATA PENGANTAR ... vii

UCAPAN TERIMAKASIH ... viii

DAFTAR ISI ... xi

DAFTAR TABEL. ... xiv

DAFTAR GAMBAR ... xvi

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ...1

B. Rumusan Masalah ...4

C. Tujuan Penelitian ...4

D. Manfaat Penelitian ...4

E. Definisi Operasional ...4

BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian Pariwisata dan Usaha Di Dalamnya ...6

1. Pariwisata dan Kepariwisatan ...6

2. Atraksi . ...7

(7)

Anies Taufik Anggakusumah, 2013

Pengembangan Atraksi Kesenian Sebagai Faktor Pendukung Guna Meningkatkan Kepuasan Pengunjung Di Kampung Daun

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

3. Wisata ...11

B. kepuasan pengunjung ...13

C. Kerangka Pemikiran. ...15

BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Waktu Penelitian ...16

1. Lokasi ...16

2. Waktu ...17

B. Desain Penelitian ...17

C. Alat pengumpulan data ...19

D. Populasi, sampel, dan tekhnik pengambilan sampe. ...19

1. Populasi ...19

2. Sampel ...19

3. Teknik Pengambilan Sampel ...20

E. Instrumen penelitian ...21

F. tekhnik pengumpulan data ...21

G. Prosedur dan Teknik Pengolahan Data serta Analisis Data ...22

a. pemeriksaan dan mengedit data ...22

b. memberikan kode ...22

c. tabulasi data ...22

d. analisis data ...22

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian ...25

(8)

Anies Taufik Anggakusumah, 2013

Pengembangan Atraksi Kesenian Sebagai Faktor Pendukung Guna Meningkatkan Kepuasan Pengunjung Di Kampung Daun

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

1. Geografis ...26

2. Demografis ...26

3. Sejarah perusahaan ...26

4. Fasilitas ...27

5. potensi dan karakter ...29

6. karyawan Kampung Daun ...29

Struktur Organisasi ...30

B. Gambaran umum Kampung Daun Culture Gallery and Cafe ...31

1. Kondisi Fisik dan Fasilitas ...31

2. Hasil dan fasilitas seni atau event yang diselenggarakan oleh Kampung Daun ...36

C. Profil wisatawan di Kawasan Kampung Daun Culture Gallery and Cafe ...40

D. Pembahasan ...59

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ...73

B. Rekomendasi ...74

DAFTAR PUSTAKA ...76

(9)

Anies Taufik Anggakusumah, 2013

Pengembangan Atraksi Kesenian Sebagai Faktor Pendukung Guna Meningkatkan Kepuasan Pengunjung Di Kampung Daun

(10)

Anies Taufik Anggakusumah, 2013

Pengembangan Atraksi Kesenian Sebagai Faktor Pendukung Guna Meningkatkan Kepuasan Pengunjung Di Kampung Daun

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pariwisata adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata, termasuk

pengusahaan kawasan dan daya tarik wisata serta usaha-usaha yang terkait di bidang

tersebut. (Nyoman, 2003). Demikian pula yang diungkapkan oleh Yoeti (1993:109)

bahwa pariwisata adalah suatu perjalanan yang dilakukan untuk sementara waktu

yang diselenggarakan dari tempat satu ke tempat lain, dengan maksud bukan untuk

mencari nafkah.

Indonesia kaya akan keindahan alam yang indah dan menawan serta

menakjubkan sebut saja Jawa Barat yang memiliki keanekaragaman budaya,

kesenian, dan tempat-tempat bersejarah yang mengagumkan dimana tiap sektornya

dapat menghasilkan keuntungan yang datang dari wisatawan itu sendiri seperti

pendapatan devisa bagi Jawa Barat khususnya Kota Bandung. Berkembangnya Kota

Bandung sebagai salah satu destinasi favorit wisatawan nusantara, memberikan

dampak positif pada kota-kota di sekitarnya. Wisatawan yang berkunjung ke kota

Bandung, banyak yang melanjutkan perjalanan wisatanya ke wilayah-wilayah di

sekitarnya. Salah satunya adalah Bandung Barat yang dikenal sebagai sentra kegiatan

agro wisata (pertanian dan perkebunan teh, serta Gunung Tangkuban Perahu), Wisata

Tirta (Situ Lembang dan Maribaya), dan Wana Wisata (Kawah dan Pemandian air

panas Ciater). Daerah Wisata Bandung Barat merupakan daerah tujuan wisata yang

cukup lengkap di bagian Barat Kota Bandung, di samping objek wisata diatas,

Bandung Barat pun memiliki Wisata Kampung Gajah, serta terdapat juga resort yang

menjual kekayaan alam seperti Green Forest, Kampung Daun Culture Gallery and

Café, Imah Seniman, dan masih banyak lagi.

Kampung Daun merupakan kafe dengan konsep bertemakan alam dan budaya

(11)

Anies Taufik Anggakusumah, 2013

Pengembangan Atraksi Kesenian Sebagai Faktor Pendukung Guna Meningkatkan Kepuasan Pengunjung Di Kampung Daun

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

hijau dengan pepohonan dan tanaman yang tumbuh dengan alami. Kontur alami

Kampung Daun begitu khas sehingga menjadi keunggulan yang sangat sulit ditemui

di kafe-kafe lainnya. Saung- saung kecil dari bambu dengan meja pendek dan

bantal-bantal menjadi tempat bagi para konsumen untuk makan dan bercengkrama

menikmati suara gemericik air, desiran angin, dan sejuknya hawa pegunungan. Setiap

akhir pekan dan hari-hari libur nasional lainnya, Kampung Daun penuh dengan

antrian pengunjung. Pengunjung ini sebagian besar berasal dari luar Bandung,

terutama dari Jakarta. Bahkan ada pengunjung yang khusus datang dari luar negeri.

hanya untuk menikmati suasana Kampung Daun. Ketenaran suasana yang ditawarkan

Kampung Daun saat ini sudah sampai di Malaysia dan Singapura. Saat wisatawan

mancanegara ini datang ke Bandung, Kampung Daun menjadi salah satu tempat yang

akan menjadi tujuan mereka.

Tabel 1.1

JUMLAH KUNJUNGAN WISATAWAN KAMPUNG DAUN 2002 - 2012

Sumber: MODIFIKASI Data Manajemen Kampung Daun, 2012

NO TAHUN TOTAL

WISATAWAN

1 2002 2.296

2 2003 3.241

3 2004 3.421

4 2005 9.983

5 2006 11663

6 2007 42.861

7 2008 54.842

8 2009 78.093

9 2010 99.993

(12)

Anies Taufik Anggakusumah, 2013

Pengembangan Atraksi Kesenian Sebagai Faktor Pendukung Guna Meningkatkan Kepuasan Pengunjung Di Kampung Daun

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Suasana yang unik ini kemudian dilengkapi juga dengan berbagai makanan

khas Kampung Daun. Mulai dari makanan sunda, tradisional Indonesia, sampai

western food semua aneka makanan tersebut tersedia di Kampung Daun. Dua buah

dapur tertutup dan satu buah bar terbuka disediakan untuk mengakomodasi

permintaan pengunjung. Dessert Outlet yang terpisah dari dua dapur utama

menyajikan cara membuat makanan makanan khas Sunda. “Pojok Steak, outlet yang

juga terpisah dari dapur memperlihatkan cara memasak masakan-masakan menu

western. Sebuah Espresso machine sekarang sudah memperlengkapi bar terbuka

Kampung Daun sehingga menu kopi pun mulai melengkapi daftar menu Kampung

Daun.

Kampung Daun menyajikan faktor pendukung lainnya seperti tempat

pertunjukan, sesuai dengan konsep awal yang mengedepankan suasana alam dan

budaya tradisional, pihak Kampung Daun mengembangkan atraksi-atraksi, terutama

mengembangkan atraksi kesenian. Fungsi dari produk pendukung sendiri dapat

menjadi kepuasan tersendiri bagi para pengunjung setelah produk utama yaitu

makanan khas Kampung Daun. Dengan adanya pengembangan atraksi kesenian para

pengunjung pun dapat mengetahui berbagai budaya Jawa Barat khususnya kota

Bandung.

Visi dan Misi dari Kampung Daun adalah mensinergikan potensi seni budaya

nusantara dipadukan dengan konsep bisnis restoran sehingga dapat memberikan

manfaat bagi warga Kampung Daun dan masyarakat sekitar serta masyarakat luas.

Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertarik untuk mengadakan

pembahasan mengenai hal – hal yang berhubungan dengan Pengembangan Atraksi

Kesenian di Kawasan Kampung Daun. Oleh karena itu penulis mengambil judul :

”Pengembangan Atraksi Kesenian Sebagai Faktor Pendukung Guna

(13)

Anies Taufik Anggakusumah, 2013

Pengembangan Atraksi Kesenian Sebagai Faktor Pendukung Guna Meningkatkan Kepuasan Pengunjung Di Kampung Daun

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu B. Rumusan Masalah

Masalah yang dirumuskan yaitu :

1. Bagaimana kualitas produk di Kampung Daun?

2. Bagaimana tingkat kepuasan pengunjung terhadap kualitas produk di

Kampung Daun?

3. Apakah penambahan atraksi kesenian dapat meningkatkan kepuasan

pengunjung?

C. Tujuan Penelitian

1. Mendeskripsikan kualitas produk di Kampung Daun.

2. Mengidentifikasikan tingkat kepuasan pengunjung terhadap kualitas produk di

Kampung Daun.

3. Mengidentifikasikan apakah penambahan atraksi kesenian dapat

meningkatkan kepuasan pengunjung.

D. Manfaat Penelitian

1. Memberikan informasi yang jelas dan lengkap mengenai Kawasan Wisata di

Kampung Daun.

2. Memberi masukan bagi pihak-pihak terkait dalam pengembangan suatu

kawasan wisata.

3. Berguna sebagai sumber informasi.

4. Sebagai analisis dan referensi bagi peneliti selanjutnya.

5. Sebagai masukan bagi pihak Kampung Daun dalam mengembangkan atraksi

(14)

Anies Taufik Anggakusumah, 2013

Pengembangan Atraksi Kesenian Sebagai Faktor Pendukung Guna Meningkatkan Kepuasan Pengunjung Di Kampung Daun

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu E. Definisi Operasional

Pengembangan adalah proses pendidikan jangka panjang yang

menggunakan prosedur sistematis dan terorganisir sehingga tenaga kerja

nonmanajerial mempelajari pengetahuan konseptual dan teoritis untuk tujuan

yang umum seperti berkembangnya suatu kawasan wisata yang tidak terlepas

dari usaha-usaha yang dilakukan melalui kerjasama para stakeholder

kepariwisataan, masyarakat, dan pemerintah.

Pengembangan atraksi adalah pengembangan segala sesuatu yang

menarik dan bernilai untuk di kunjungi serta dilihat dari kegunaannya dapat

(15)

1

Anies Taufik Anggakusumah, 2013

Pengembangan Atraksi Kesenian Sebagai Faktor Pendukung Guna Meningkatkan Kepuasan Pengunjung Di Kampung Daun

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu BAB III

METODE PENELITIAN

A Lokasi & Waktu Penelitian 1. Lokasi

Penelitian ini mengambil lokasi di Kawasan KampungDaun, Jalan

Sersan Bajuri Km 4,7kota Bandung. Kawasan ini terletak pada daerah

Bandung Barat yang merupakan perbatasan antara kota dengan kabupaten

Bandung. Penelitian atraksi kesenian ini salah satunya dikarenakan kesadaran

bahwa di Kawasan Kampung Daun memiliki potensi untuk menjadi daerah

tujuan wisata, sehingga perlu dilakukan penelitian terhadap atraksi kesenian

yang akan menarik para wisatawan untuk berkunjung ke Kawasan Kampung

Daun. Selain itu pemilihan lokasi ini disebabkan oleh harapan agar daerah

Bandung barat dapat lebih berkembang terutama dalam sektor pariwisata.

(16)

2

Anies Taufik Anggakusumah, 2013

Pengembangan Atraksi Kesenian Sebagai Faktor Pendukung Guna Meningkatkan Kepuasan Pengunjung Di Kampung Daun

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Gambar 3.1Peta Kabupaten Bandung 2. Waktu

Waktu penelitian dimulai dari proses pengumpulan data yang

dilaksanakan yang pada pertengahan bulan Maret kemudian dilanjutkan pada

proses pengolahan data yang dilaksanakan pada awal bulan April. Setelah

pengolahan data selesai maka dilanjutkan dengan proses penyusunan laporan

yang diperkirakan berakhir pada bulan Juni.

B. Desain Penelitian

Menurut G. Kartasaputra dan R.G. Widyaningsih, (24 : 1982) mengemukakan

pendapatnya bahwa :

“Metode deskriptif ialah suatu penggambaran yang senyata-nyatanya atau setidak-tidaknya sesuai atau mendekati kesesuaian dengan senyatanya dikarenakan

metode inimerupakan catatan dari masalah yang diteliti.”

Menurut MC Millan dalam ibnu hadjar (102 : 1999) adalah, rencana dan

struktur penyelidikan yang di gunakan untuk memperoleh bukti-bukti empiris dalam

menjawab pertanyaan penelitian.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, yaitu

penelitian yang dilakukan tertuju pada pemecahan masalah yang ada pada saat

sekarang (aktual) dengan memberikan gambaran tentang pengembangan atraksi

kesenian guna meningkatkan kepuasan pengunjung di Kampung Daun Culture

Gallery & Cafe. Metode deskriptif ini lebih menekankan pada suatu studi untuk

memperoleh informasi mengenai gejala yang muncul pada saat penelitian

berlangsung.

Penelitian deskriptif mempunyai karakteristik-karakteristik seperti yang

(17)

3

Anies Taufik Anggakusumah, 2013

Pengembangan Atraksi Kesenian Sebagai Faktor Pendukung Guna Meningkatkan Kepuasan Pengunjung Di Kampung Daun

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

1. Penelitian deskriptif cenderung menggambarkan suatu fenomena apa adanya

dengan cara menelaah secara teratur-ketat, mengutamakan obyektivitas, dan

dilakukan secara cermat.

2. Tidak adanya perlakuan yang diberikan atau dikendalikan.

3. Tidak adanya uji hipotesis.

Surakhmad, W (1992 : 139) berpendapat bahwa penelitian dan deskriptif

bertuju pada pemecahan masalah yang ada pada masa sekarang. Pelaksanaan metode

deskriptif tidak hanya sampai pengumpulan data tetapi meliputi analisis dan

interpretasi tentang data itu, juga menetapkan hubungan dan kedudukan untuk

unsur-unsur lainnya.

Dari pendapat-pendapat di atas yang mengenai metode deskriptif ini bertujuan

untuk menggambarkan keadaan kawasan penelitian pada saat sekarang berdasarkan

fenomena atau gejala-gejala yang mungkin sehingga permasalahan yang sedang

diteliti dapat terungkap.

Diawal telah diungkapkan bahwa yang dimaksud dengan tehnik pengumpulan

data adalah dengan cara bagaimana data-data yang menunjang dalam penelitian dapat

dikumpulkan, dan tehnik pengumpulan data ini harus mampu memberikan data yang

akurat dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Pada penelitian ini, penulis membagi dalam langkah-langkah yang dilakukan,

sebagai berikut :

1. Memaparkan latar belakang penelitian.

2. Membatasi dan merumuskan permasalahan secara jelas.

3. Menentukan tujuan dan manfaat penelitian.

4. Melakukan studi pustaka yang berkaitan dengan permasalahan penelitian.

(18)

4

Anies Taufik Anggakusumah, 2013

Pengembangan Atraksi Kesenian Sebagai Faktor Pendukung Guna Meningkatkan Kepuasan Pengunjung Di Kampung Daun

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

6. Mendesain metode penelitian yang hendak digunakan, termasuk dalam hal

ini menentukan populasi, sampel, teknik sampling, menentukan instrumen

pengumpul data.

7. Memasuki lapangan penelitian, yang meliputi pengumpulan data.

C.Alat Pengumpulan Data

Jenis-jenis instrumen yang digunakan dalam penelitian ini ialah :

1. Pedoman pengamatan, yaitu catatan mengenai hal-hal yang akan diamati

sehingga menjadikan pengamatan lebih terstruktur.

2. Pedoman wawancara, yaitu catatan garis besar tentang pokok-pokok yang

akan ditanyakan.

3. Kuisioner, yaitu daftar pertanyaan yang akan diajukan atau diserahkan pada

responden untuk diisi sendiri oleh responden tertentu.

4. Catatan studi dokumentasi, yaitu kesimpulan data-data yang berasal dari

dokumen-dokumen yang berhubungan dengan permasalahan penelitian.

5. Kamera, yaitu sebagai alat dokumentasi gambar-gambar situasi yang ada

pada Kawasan Kampung Daun dan kegiatan-kegiatan yang terjadi disana.

D.Populasi, Sampel, dan Teknik Pengambilan Sampel 1. Populasi

Populasi penelitian menurut Suaatmadja (1998:115) adalah

keseluruhan subjek penelitian. Populasi merupakan keseluruhan gejala

individu, kasus, dan masalah yang diteliti yang ada di daerah penelitian yang

menjadi objek penelitian. Sedangkan penelitian menurut Sutrisnohadi (1984 :

70 ) populasi penelitian adalah seluruh individu yang akan dikenai sasaran

generalisasi dan sampel sampel yang akan di ambil dalam suatu penelitian.

Populasi dalam penelitian ini adalah pengunjung yang berkunjung ke

(19)

5

Anies Taufik Anggakusumah, 2013

Pengembangan Atraksi Kesenian Sebagai Faktor Pendukung Guna Meningkatkan Kepuasan Pengunjung Di Kampung Daun

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu 2. Sampel

Sampel adalah suatu bagian dari populasi yang akan di teliti dan yang

di anggap dapat menggambarkan populasinya yang dilakukan kepada

pengunjung Kampung Daun. Sedangkan Sampel yang diambil dalam

penelitian ini terdiri dari sampel pengunjung atau responden yang berkunjung

ke Kampung Daun Culture Gallery &Café. Pada tahun 2012 yaitu sebanyak

116.362 pengunjung.

3. Teknik Pengambilan Sampel

Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah simple

random Sampling atau pengambilan sampel secara acak. Pengambilan sampel

dalam suatu surveibiasanya dilakukan tanpa pengembalian. Pengambilan

sampel tanpa pengembalian seperti itu disebutsimpel random sampling

(Bailey,1952).

Menurut Umar (2004 : 108), untuk mendapatkan sampel yang dapat

mengambarkan populasi, maka dalam penelitian ini peneliti menggunakan

rumus Slovin, sebagai berikut :

n : ukuran sampel

N : ukuran populasi

e : Persentase kelonggaran ketidaktelitian (presesi) karena kesalahan

pengambilan sampel yang masih dapat ditolerir.

Dalam penelitian ini, jumlah sampel yang akan digunakan adalah :

N = 116.362 (jumlah pengunjung tahun 2011)

(20)

6

Anies Taufik Anggakusumah, 2013

Pengembangan Atraksi Kesenian Sebagai Faktor Pendukung Guna Meningkatkan Kepuasan Pengunjung Di Kampung Daun

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu n = 44,427 (44)

Jadi jumlah sampel yang akan digunakan oleh peneliti sejumlah 44

sampel atau responden.

E.Instrumen Penelitian

Suharsimi Arikunto (2002:150) menyatakan bahwa Instrumen penelitian

adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar

pengerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cermat, lengkap

dan sistematis sehingga lebih mudah diolah. Instrumen atau alat yang digunakan

dalam penelitian ini adalah kuesioner, karena untuk memperoleh informasi yang

relevan dan mengetahui data yang valid dan reliable.

Dalam pembuatan kuesioner harus diperhatikan prinsip-prinsip penulisan

kuesioner. Sugiyono (2007:200) bahwa prinsip-prinsip penulisan kuesioner, isi dan

tujuan pertanyaan, bahasa yang digunakan, tipe dan bentuk pertanyaan, pertanyaan

tidak mendua, tidak menanyakan yang sudah lupa, pertanyaan tidak menggiring,

panjang pertanyaan, urutan pertanyaan, prinsip pengukuran, penampilan fisik

kuesioner.

F. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh penulis melalui dua cara, yaitu :

1. Metode Survey, yakni mengumpulkan data dengan mengajukan

pertanyaan pada responden baik secara lisan maupun tertulis

2. Metode Observasi adalah cara mengumpulkan data berlandaskan pada

pengamatan langsung terhadap gejala fisik kawasan penelitian.

3. Kuesioner adalah tehnik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara

memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada

responden untuk dijawab. (Sugiono, 2004 : 162). Karena untuk

(21)

7

Anies Taufik Anggakusumah, 2013

Pengembangan Atraksi Kesenian Sebagai Faktor Pendukung Guna Meningkatkan Kepuasan Pengunjung Di Kampung Daun

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

reliable. Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto (1999 : 140) kuisioner

ialah sejumlah pertanyaan tertulis yang di gunakan untuk memperoleh

informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau

hal-hal yang diketahuinya.

4. Studi dokumentasi yaitu tehnik pengumpulan data yang tidak langsung di

tunjukan pada subjek penelitian. Pengumpulan data di dapatkan melalui

dokumen dokumen atau data-data yang baik resmi maupun tidak resmi.

G. Prosedur dan Tehnik Pengolahan Data

Tahapan cara yang akan digunakan untuk mengolah data yaitu:

a. Pemeriksaan data dan mengedit data

Dilakukan dengan cara meneliti kembali data yang terkumpul

dari penyebaran kuesioner. Langkah tersebut dilakukan untuk

mengetahui apakah data yang terkumpul sudah cukup baik.

Pemeriksaan data atau editing dilakukan terhadap jawaban yang telah

ada dalam kuesioner dengan memperhatikan hal-hal meliputi:

kelengkapan pengisian jawaban, kejelasan tulisan, kejelasan makna

jawaban, serta kesesuaian antar jawaban.

b. Memberikan kode

Coding dilakukan sebagai usaha menyederhanakan data yaitu

dengan membersymbol angka pada masing-masing kategori jawaban

dari seluruh responden. Pedoman ini memuat semua variabel yang

dianalisis untuk menjawab pertanyaan penelitian. Hal ini memudahkan

peneliti atau petugas lain untuk memberikan kode sesuai dengan

ketentuan yang terdapat dalam book code.

c. Tabulasi data

Setelah pembuatan kode maka selanjutnya melakukan tabulasi

data, berdasarkan kuesioner yang sudah di edit dan di validasi, atau

(22)

8

Anies Taufik Anggakusumah, 2013

Pengembangan Atraksi Kesenian Sebagai Faktor Pendukung Guna Meningkatkan Kepuasan Pengunjung Di Kampung Daun

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

d. Analisis data, kegiatan pembuatan analisis analisis untuk dasar

penarikan kesimpulan-ksimpulan, menyusun saran/usul untuk hal-hal

yang perlu diputuskan/dipecahkan.Tehnik pengolahan data yang

digunakan dalam penelitian ini ialah dengan menggunakan metode

deskriptif, yakni penulisan dilakukan dengan menjelaskan,

menjabarkan, serta menganalisis data yang dihimpun dan diolah

berdasarkan teori-teori yang ada untuk menjawab permasalahan. Data

dapat dikumpulkan melalui beberapa cara yaitu dengan wawancara,

kuisioner dan observasi lapangan.

Tabel 3.1

Operasionalisasi Variabel Pengembangan Atraksi kesenian

Variabel Indikator Ukuran Skala

Item

3. Fasilitas lainnya a. Rumah Makan

b. Sarana

Perbelanjaan

ordinal

(23)

9

Anies Taufik Anggakusumah, 2013

Pengembangan Atraksi Kesenian Sebagai Faktor Pendukung Guna Meningkatkan Kepuasan Pengunjung Di Kampung Daun

Variabel Indikator Ukuran Skala

(24)

10

Anies Taufik Anggakusumah, 2013

Pengembangan Atraksi Kesenian Sebagai Faktor Pendukung Guna Meningkatkan Kepuasan Pengunjung Di Kampung Daun

(25)

Anies Taufik Anggakusumah, 2013

Pengembangan Atraksi Kesenian Sebagai Faktor Pendukung Guna Meningkatkan Kepuasan Pengunjung Di Kampung Daun

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu BAB V

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

A. Kesimpulan

1. Potensi yang dimiliki oleh kapung daun culture gallery and cafe sudah

cukup baik, dari segi makanan dan minuman yang di sajikan oleh

pihak kampung daun menjadi andalan dari pihak pengelola, dengan

makanan khas tradisional dari jawa barat sudah menjadi daya tarik

bagi para pengunjung. Potensi lain yang dimiliki oleh pihak kampung

daun ialah suasana alam yang masih hijau dan sejuk menjadi bagian

fasilitas yang sangat diminati oleh para pengunjung yang datang.

Seluruh fasilitas penunjang yang dimiliki kampung daun harus lebih di

tingkatkan lagi agar dapat menjaga alam seni budaya nusantara yang di

padukan dengan konsep bisnis restoran.

2. Kampung daun culture galley and cafe merupakan salah satu yang

memiliki peran terhadap melestarikan dan menjaga alam, terlihat

dengan upaya melestarikan lingkungan, semua yang di bangun di area

kampung daun terlihat sangat ramah lingkungan dan tidak merusak

kelestarian alam, seperti saung saung yang berasal dari bahan bahan

yang ramah lingkungan seperti bambu dan bebatuan. Pihak pengelola

pun menyuguhkan makanan makanan tradisional khas kota Bandung

seperti, timbel kumplit, tempe mendoan, serabi dan masih banyak lagi.

Selain melestarikan alam, kampung daun juga turut serta melestarikan

kesenian dan budaya sunda agar tidak punah di telan oleh jaman.

Dengan cara mengembangkan atraksi atraksi kesenian yang ada di kota

bandung dan jawa barat, dengan menampilkan atraksi kesenian

sebagai produk pendukung para pengunjung dapat mengetahui

berbagai budaya dan kesenian jawa barat dan juga dapat meningkatkan

(26)

Anies Taufik Anggakusumah, 2013

Pengembangan Atraksi Kesenian Sebagai Faktor Pendukung Guna Meningkatkan Kepuasan Pengunjung Di Kampung Daun

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

3. Kendala dalam pengembangan kawasan kampung daun terutama

dalam hal atraksi kesenian yaitu kurangnya fasilitas dan sarana.

Dengan fasilitas yang terbatas pengembangan atraksi kesenian tidak

akan optimal, selain fasilitas untuk menampilkan atraksi kesenian.

pihak kampung daun belum mempunyai ruangan pameran alat alat

kesenian, apabila pihak kampung memiliki lahan kesenian dan

pembuatan kerajinan kesenian yang di khusukan menyimpan dan

membuat alat alat kesenian tradisional akan menjadi nilai plus bagi

para pengunjung, selain pengunjung dapat mengetahui alat alat

tersebut pengunjung pun akan dapat mencoba membuat alat kesenian

tradisional, dan tidak menutup kemungkinan para pengunjung pun

akan membelinya sebagai cindera mata.

4. Para pengunjung sangat antusias tehadap adanya pengembangan dan

penambahan atraksi dan sarana kesenian, agar dapat meningkatkan dan

memberikan kepuasan terhadap para pengunjung. Apabila ini semua

dapat terealisasi akan menjadi nilai kepuasan para pengunjung dan

meningkatkan pengunjung Kampung daun culture gallery and cafe.

B. Rekomendasi.

1. Variasi menu dan makanan

Diperlukan perbaikan dalam hal variasi menu makanan dan minuman

dengan memperbanyak menu makanan dan minuman, serta rasa

makanan yang tegolong biasa saja perlu di tingkatkan kembali, dengan

harga yang relatif tinggi rasa makanan pun harus sesuai.

2. Suasana alam kampung daun.

Usulannya agar dapat membersihkan sampah yang mengalir di aliran

sungai yang melewati saung saung tempat para pengunjung menikmati

sajian makanan, juga di upayakan dapat menjernihkan air tersebut.

Diharapkan usulan ini di dukung oleh peneliti di bidang tersebut agar

(27)

Anies Taufik Anggakusumah, 2013

Pengembangan Atraksi Kesenian Sebagai Faktor Pendukung Guna Meningkatkan Kepuasan Pengunjung Di Kampung Daun

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu 3. Atraksi kesenian/pertunjukan.

Menambahkan intensitas yang lebih lama lagi, atau lebih sering

mempertunjukan atraksi kesenian tidak hanya pada acara acara

(28)

Anies Taufik Anggakusumah, 2013

Pengembangan Atraksi Kesenian Sebagai Faktor Pendukung Guna Meningkatkan Kepuasan Pengunjung Di Kampung Daun

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

DAFTAR PUSTAKA

Adimiharja, Kusnaka. 2002. Metode Penelitian Sosial. Bandung : Remaja Rosdakarya

Arikunto, Suharsimi. 1998. Manajemen Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta

David, Fred R. 2009. Manajemen Strategi. Jakarta: Salemba Empat

Ismayanti. 2010. Pengantar Pariwisata. Jakarta : Grasindo

Ginanjar kurnia, 2003, deskripsi kesenian Jawa Barat, dinas kebudayaan dan pariwisata Jawa Barat, Bandung, 18 oktober

Kusmayadi. 2004. Statistika Pariwisata Deskriptif. Jakarta : Gramedia

Marpaung, Happy dan Herman Bahar. 2002. Pengantar Pariwisata. Bandung : IKAPI

Mentri Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia, 2006, Statistik Kunjungan

Wisatawan di Indonesia 2001-2008, 17 Maret 2010

Universitas Pendidikan Indonesia. 2006. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Bandung

Pendit, Nyoman S. 2006. Ilmu Pariwisata Sebuah Pengantar Perdana. Jakarta :

PT.Pradnya Paramita

Pinata dan Gayatri. 2005. Sosiologi Pariwisata. Penerbit Andi Soehartono, Irawan. 2002. Metedologi Penelitian Sosial. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya

Ukas, Maman. 2006. Manajemen. Bandung : Agnini

Yoeti, Oka A. . 2008. Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata. Jakarta.

R a h a r j o , A d i t h . 2 0 0 8 .5 Rahasia Sukses Bisnis

Restoran.J a k a r t a : P e n e b a r p l u s+.

R e s t o D B . 2 0 0 8 .Kampung Daun Culture and Gallery Café.

(29)

Anies Taufik Anggakusumah, 2013

Pengembangan Atraksi Kesenian Sebagai Faktor Pendukung Guna Meningkatkan Kepuasan Pengunjung Di Kampung Daun

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

h t t p : / / w w w . r e s t o d b . c o m / i n d o n e s i a / j a w a _ b a r a t / b a n d u n g / l e m b a n g / k a m p u n g _ d a u n _ c u l t u r e

_ g a l l e r y _ c a f e / r e v i e w . h t m l

R o m m y . 2 0 0 7 .Kampung Daun (Bandung). D i k u t i p t a n g g a l

2 0 S e p t e m b e r 2 0 1 2 d a r i :

h t t p : / / r o m m y a . w o r d p r e s s . c o m / 2 0 0 7 / 0 7 / 0 9 / k a m p u n g - d a u n - b a n d u n g /

Fie. 19 Maret 2009. Definisi Pariwisata dan Wisata. www.google.com. 13 september 2012

___________, 21 September 2007. Konsep dan Definisi Pariwisata. www.google.com. 13 september 2012

Suryani. Tahun tidak diketahui. Masalah dan Hipotesis Penelitian. www.google.com. 9 september 2012

Sofa, Pakde. 14 Januari 2008. Kupas Tuntas Metode Penelitian. www.google.com. 10 oktober 2012

Kampung Daun Culture Gallery and Cafe 2012. 17 september 2012

___________, tahun tidak diketahui. Kebujakan Pengembangan Pariwisata. www. webcache.googleusercontent.com. 20 oktober 2012

Figur

Tabel 1.1 JUMLAH KUNJUNGAN WISATAWAN KAMPUNG DAUN 2002 - 2012
Tabel 1 1 JUMLAH KUNJUNGAN WISATAWAN KAMPUNG DAUN 2002 2012 . View in document p.11
Gambar 3.1Peta Kabupaten Bandung
Gambar 3 1Peta Kabupaten Bandung . View in document p.16
Tabel 3.1 Operasionalisasi Variabel
Tabel 3 1 Operasionalisasi Variabel . View in document p.22
Tabel 3.2  Operasionalisasi Variabel
Tabel 3 2 Operasionalisasi Variabel . View in document p.23

Referensi

Memperbarui...

Related subjects : Pengembangan atraksi