BAB II KAJIAN PUSTAKA. Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar,

11 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2.1 ProfesiKeguruan

Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada jalur pendidikan formal (Danim, 2013:17). Karena guru adalah pekerjaan yang profesional, maka untuk membuktikannya guru harus memenuhi syarat pokok keprofesionalan.

Menurut Sanjaya (Muslich, 2007:12) syarat pokok pekerjaan profesional adalah sebagai berikut:

1. Pekerjaan profesional ditunjang oleh suatu ilmu tertentu secara mendalam yang hanya mungkin didapatkan dari lembaga pendidikan yang sesuai sehingga kinerjanya didasarkan kepada keilmuan yang dimilikinya dan dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.

2. Suatu profesi menekankan kepada suatu keahlian dalam bidang tertentu yang spesifik sesuai dengan jenis profesinya sehingga antara profesi yang satu dengan yang lainnya dapat dipisahkan secara tegas.

3. Tingkat kemampuan dan keahlian suatu profesi didasarkan kepada latar belakang pendidikan yang dialaminya dan diakui oleh masyarakat sehingga semakin tinggi

(2)

latar belakang pendidikan akademik sesuai dengan profesinya, semakin tinggi pula tingkat penghargaan yang diterimanya.

4. Suatu profesi selain dibutuhkan oleh masyarakat juga memiliki dampak terhadap sosial kemasyarakatan sehingga masyarakat memiliki kepekaan yang sangat tinggi terhadap efek yang ditimbulkan dari pekerjaan profesinya.

Menurut Kunandar (2007:46), guru sebagai profesi berarti guru sebagai pekerjaan yang mensyaratkan kompetensi (pengetahuan, sikap, dan keterampilan) dalam pendidikan dan pembelajaran agar dapat melaksanakan pekerjaan tersebut secara efektif dan efisien serta berhasil guna. Jabatan guru menurut Soetjipto dan Raflis (2009:37) merupakan jabatan profesional, dan sebagai jabatan profesional, pemegangnya harus memenuhi kualifikasi tertentu. Pasal 28 ayat 1 dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menjelaskan bahwa pendidik (guru) harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

2.2 Guru Profesional

Profesional merupakan keahlian yang dimiliki seorang guru sebagai bukti kompetensinya untuk melayani dan membuat orang lain menjadi lebih baik. Sedangkan profesionalisasi adalah usaha untuk selalu meningkatkan potensinya tanpa terbatasi oleh tempat dan waktu (Thoifuri, 2007:5). Sementara profesionalisme guru merupakan kondisi, arah, nilai, tujuan, dan kualitas suatu keahlian dan kewenangan

(3)

dalam bidang pendidikan dan pembelajaran yang berkaitan dengan pekerjaan seseorang yang menjadi mata pencaharian (Rusman, 2012:19).

Guru merupakan titik sentral yang strategis dalam kegiatan pendidikan. Disamping khusus diangkat untuk mengajar dan mendidik, guru dibebani tugas sebagai pelaku pembaruan. Mengingat tugasnya tersebut, masalah kelayakan mengajar menjadi persyaratan yang harus dipenuhi. Dalam rekrutmen tenaga guru, saatnya sekarang untuk mengedepankan aspek profesionalisme melalui uji kompetensi. Pelaksana uji kompetensi dapat dilakukan oleh lembaga independen dengan membuang jauh-jauh model KKN yang hanya memperpuruk kualitas pendidikan kita (Uno, 2011:135).

Menurut Sudjana (Kunandar, 2007:59), ada beberapa kualifikasi yang harus dipenuhi oleh seorang guru, yakni:

1. Mengenal dan memahami karakteristik siswa seperti kemampuan, minat, motivasi, dan aspek kepribadian lainnya.

2. Menguasai bahan pengajaran dan cara mempelajari bahan pengajaran.

3. Menguasai pengetahuan tentang belajar dan mengajar seperti teori-teori belajar, prinsip-prinsip belajar, teori pengajaran, prinsip-prinsip mengajar, dan model-model mengajar.

4. Terampil membelajarkan siswa, termasuk merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran seperti membuat satuan pelajaran, melaksanakan strategi belajar mengajar, memilih dan menggunakan media serta alat bantu pengajaran, memilih dan menggunakan metode-metode mengajar, dan memotivasi belajar siswa.

(4)

5. Terampil menilai proses dan hasil belajar siswa seperti membuat alat-alat penilaian, mengolah data hasil penilaian, menafsirkan dan meramalkan hasil penilaian, mendiagnosis kesulitan belajar, serta memanfaatkan hasil penilaian untuk penyempurnaan proses belajar mengajar.

6. Terampil melaksanakan penelitian dan pengkajian proses belajar mengajar serta memanfaatkan hasil-hasilnya untuk kepentingan tugas-tugas profesinya.

7. Bersikap positif terhadap tugas profesinya.

2.3 Kriteria Guru Profesional

Kunci utama di dalam peningkatan kualitas pendidikan ialah mutu para gurunya. Hal ini berarti profesionalisme guru harus terus ditingkatkan. Sebagai tenaga profesional, guru dipersyaratkan memiliki kualifikasi akademik S-1 atau D-4 dalam bidang yang relevan dengan mata pelajaran yang diampunya dan menguasai kompetensi sebagai agen pembelajaran. Pemenuhan persyaratan kualifikasi akademik dibuktikan dengan ijazah yang diperolehnya di lembaga pendidikan tinggi dan persyaratan relevansi dibuktikan dengan kesesuaian antara bidang pendidikan yang dimiliki dan mata pelajaran yang diampu di sekolah. Sementara itu, persyaratan penguasaan kompetensi sebagai agen pembelajaran (yang meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial) dibuktikan dengan sertifikat sebagai pendidik (Muslich, 2007:5).

(5)

Secara formal, untuk menjadi profesional guru disyaratkan memenuhi kualifikasi akademik minimum dan bersertifikat pendidik. Guru-guru yang memenuhi kriteria profesional inilah yang akan mampu menjalankan fungsi utamanya secara efektif dan efisien dalam mewujudkan proses pendidikan dan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan nasional (Danim, 2013:18). Integritas, produktif, mampu berkomunikasi dan berinteraksi, selalu melakukan pengembangan diri, serta memiliki loyalitas yang tinggi terhadap pekerjaan merupakan ciri guru yang profesional (Daryanto, 2013:42).

Muslich (2007:3) berpendapat guru yang mempunyai sertifikat pendidik dianggap sebagai guru yang profesional. Sertifikasi adalah proses pemberian sertifikat kepada guru yang telah memenuhi persyaratan tertentu, yaitu memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yang dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan yang layak. Sementara Bafadal (2009:55) berpendapat program sertifikasi merupakan suatu bentuk pembinaan profesionalisme guru. Program sertifikasi ini bertujuan untuk menyiapkan tenaga guru yang berkualitas.

Seorang guru yang profesional harus memiliki kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, kompetensi personal, kompetensi profesional, kualifikasi pendidikan yang memadai, dan kesejahteraan yang memadai (Hanafiah dan Cucu, 2012:9). Menurut Aqib (2009:137), indikator dari keprofesionalan seorang guru adalah:

(6)

1. Menguasai materi, struktur konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu.

2. Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran yang diampu. 3. Mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif.

4. Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif.

5. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri.

Apabila syarat-syarat profesionalisme guru terpenuhi maka akan mengubah peran guru yang tadinya pasif menjadi guru yang kreatif dan dinamis. Karena dalam perkembangannya, guru memiliki multifungsi yaitu sebagai fasilitator, motivator, informator, komunikator, transformator, change agent, inovator, konselor, dan administrator (Mustofa, 2007:79). Profesionalisme guru memiliki posisi sentral dan strategis. Karena posisinya tersebut, baik dari kepentingan pendidikan nasional maupun tugas fungsional, semuanya menuntut agar pendidikan dilaksanakan secara profesional (Hendri, 2010:2).

Undang-Undang RI Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menyebutkan bahwa guru profesional mempunyai prinsip profesionalitas sebagai berikut:

(7)

2. Memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia.

3. Memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas.

4. Memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas. 5. Memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan. 6. Memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja.

7. Memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat.

8. Memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan.

9. Memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesional guru.

2.4 Profesionalisme Guru Pada Pelaksanaan Pembelajaran

Pembelajaran merupakan suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa, yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang, disusun sedemikian rupa untuk mendukung dan mempengaruhi terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal. Dalam proses pembelajaran, pengembangan kemampuan berkomunikasi yang baik dengan guru dan sesama siswa yang dilandasi sikap saling menghargai harus perlu secara terus-menerus dikembangkan di dalam setiap event pembelajaran. Melalui proses pembelajaran, guru dituntut untuk mampu

(8)

membimbing dan memfasilitasi siswa agar mereka dapat memahami kekuatan serta kemampuan yang mereka miliki, untuk memberikan motivasi agar siswa terdorong untuk belajar sebaik mungkin (Aunurrahman, 2009:34). Menurut Darmadi (2012: 36), dalam proses belajar-mengajar pendidik memiliki peran utama dalam menentukan kualitas pengajaran yang dilakukannya. Yakni memberikan pengetahuan (kognitif), sikap dan nilai (affektif), serta keterampilan (psikomotor). Dengan kata lain tugas dan peran pendidik yang utama terletak di bidang pengajaran.

Keberhasilan dalam belajar sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain kemampuan peserta didik, pengajar, sarana dan prasarana, serta kurikulum. Menurut Hanafiah dan Cucu (2012:103), pembelajaran yang unggul memerlukan para guru yang profesional sebagai produk dari profesionalisasi secara berkelanjutan melalui pendidikan dan pelatihan secara khusus. Hal ini sejalan dengan pendapat Rusman (2012:23) yang mengungkapkan bahwa guru harus memiliki pengetahuan yang luas berkenaan dengan bidang studi yang akan diajarkan, mampu memilih model, strategi, dan metode yang tepat serta mampu menerapkannya dalam kegiatan pembelajaran. Guru pun harus memiliki pengetahuan luas tentang kurikulum dan landasan kependidikan.

Guru yang profesional akan dapat menyelenggarakan proses pembelajaran yang menyenangkan, sehingga dapat mendorong kreativitas pada diri siswa (Alma, dkk, 2008:132). Menurut Uno (2011:22) ada beberapa peran guru dalam pembelajaran tatap muka, yaitu:

(9)

1. Guru sebagai perancang pembelajaran 2. Guru sebagai pengelola pembelajaran 3. Guru sebagai pengarah pembelajaran 4. Guru sebagai evaluator

5. Guru sebagai konselor

6. Guru sebagai pelaksana kurikulum

2.5 LulusanUniversitas Jambi

LulusanUniversitas Jambi berartiseseorang yang telahmenyelesaikanpendidikan di Universitas Jambi.FKIP Universitas Jambi dapatmenghasilkan guru-guru sekaliguspendidik.Para guru tersebutmemilikibekal yang siapdiimplementasikan di sekolah-sekolah.Bekalitumeliputipengetahuan, sikap, danketerampilanprofesionalsesuaibidangkeilmuannya.

Program studi pendidikan Biologi memilikivisiyaituProgram studi pendidikan Biologi Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam FKIP Universitas Jambi merupakan lembaga pendidikan yang menghasilkan tenaga profesional di bidang biologi terutama tenaga kependidikan biologi, serta lembaga pembina dan pengembangan ilmu biologi. SedangkanmisidariProgram studi pendidikan Biologidiantaranya:

1. Memberikan kesempatan bagi lulusan SLTA/Sederajat yang berminat menjadi ilmuwan biologi dan berminat jadi guru biologi untuk dididik menjadi calon guru biologi yang berkualitas dan mampu mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi

(10)

sehingga dapat mengabdi dan memberikan kontribusi yang bermakna bagi perkembangan dunia pendidikan.

2. Mewujudkan proses perkuliahan yang efektif untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas serta berdaya saing di bidang ilmu pendidikan biologi dan ilmu biologi. 3. Mengembangkan dan menumbuhkan minat, bakat, apresiasi dan kreativitas mahasiswa di bidang pendidikan biologi, ilmu biologi serta kegiatan ilmiah lainnya.

4. Mewujudkan iklim yang kondusif diantara staf akademika dan memberdayakan tenaga dosen sesuai dengan keahliannya dalam membina dan mengembangkan kreativitasnya di bidang ilmu biologi.

5. Menghasilkan guru yang mempunyai integritas dan dedikasi yang tinggi, berwawasan ilmiah, menguasai secara komprehensif dan mendalami ilmu biologi sebagai bahan yang akan diajarkan, serta mampu mengembangkan dan mengikuti perkembangan ilmu biologi untuk diterapkan dalam proses pembelajaran dibidang biologi.

6. Melaksanakan penelitian untuk pengembangan pendidikan biologi.

7. Memberikan pelayanan pengabdian kepada masyarakat dibidang ilmu pendidikan biologi.

(11)

2.6 Hasil Penelitian Yang Relevan

Penelitian yang dilakukan Khairunnisa (2013:74) mengkaji kompetensi pedagogik dan profesional oleh guru biologi bersertifikat pendidik dalam mendesain pembelajaran di SMA Negeri se-Kota Jambi. Penelitian menunjukkan bahwa guru biologi telah dapat mendesain pembelajaran dengan baik. Kompetensi guru biologi bersertifikat pendidik dalam mendesain pembelajaran di SMA Negeri se-Kota Jambi termasuk dalam kategori sangat tinggi. Dalam lembaga pendidikan formal, yaitu sekolah, keberhasilan pendidikan ditentukan oleh keberhasilan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Bagaimana siswa belajar ditentukan oleh bagaimana guru mengajar.

Penelitian lain dilakukan oleh Hazmi (2013:73) yang mengkaji kompetensi pedagogik dan profesional guru biologi pada implementasi pembelajaran di Rintisan SMAN bertaraf internasional di Kota Jambi. Penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik guru biologi pada implementasi pembelajaran di Rintisan SMAN bertaraf internasional di Kota Jambi dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran termasuk dalam kategori sangat tinggi dalam menyusun silabus, menyusun dan menggunakan LKS, merancang dan melaksanakan evaluasi, serta dalam menyusun RPP dan kelayakan penggunaan bahan ajartermasuk kategori tinggi. Kompetensi profesional guru biologi dalam penguasaan materi pembelajaran termasuk dalam kategori tinggi. Dalam konteks proses pembelajaran di kelas, guru yang mempunyai kemampuan profesional berarti dapat melaksanakan proses pembelajaran secara efektif.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :